data-ad-format="auto"

Edisi Puasa

Informasi dan tips yang diperlukan guna menghadapi dan menjalani hari-hari selama bulan puasa baik bagi ibu hamil maupun ibu menyusui. Diharapkan ibu hamil dan ibu menyusui tetap fit dan sehat meskipun sedang menjalani puasa

7 Cara Mengatasi Sulit Tidur Saat Puasa Bagi Penderita Insomnia

Saat bulan puasa siapapun pastinya memiliki perubahan yang cukup drastis dalam hal apapun baik pola makan ataupun pola tidur. Pola makan saat bulan puasa terbagi ke dalam dua waktu yakni saat berbuka dan juga sahur. Sedangkan untuk pola tidur tentu sedikitnya mengalami perubahan yang cukup signifikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pola tidur selama bulan puasa sedikitnya akan terganggu dikarenakan Anda diharuskan untuk makan sahur pada waktu subuh.

Rasa kantuk yang sering menyerang saat sahur tentu menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Waktu inilah yang menyebabkan perubahan drastis untuk pola tidur Anda. Perubahan pola tidur ini setidaknya menyebabkan produktifitas Anda menjadi terganggu. Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan saat menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Saat berpuasa tentunya hampir semua orang mengalami perubahan pola tidur. Hal ini menyebabkan banyak sekali orang yang mengalami rasa kantuk saat siang hari.

Bagaimanapun juga, bulan puasa tentunya menjadi salah satu kesempatan bagi kita untuk menambah amalan. Akan tetapi, rasa kantuk yang menyerang saat bulan puasa sungguh tidak dapat dihindarkan. Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan beberapa hal yang dapat membuat tubuh kita tetap bugar dan juga sehat.

Cara Mengatasi Sulit Tidur Saat Puasa

Rasa kantuk saat bulan puasa memang menjadi hal yang wajar dikarenakan kita mengalami pola tidur yang berubah. Hal ini dikarenakan ketika memasuki waktu subuh kita diharuskan untuk makan sahur sebagai waktu untuk mensuplai energi kita selama kurang lebih 13 jam. Makan sahur memang diwajibkan bagi kita agar kita dapat menahan lapar dan juga haus lebih lama. Selain itu, sahur juga menjadi waktu bagi tubuh untuk mendapatkan asupan makanan dan juga minuman sehingga tubuh kita akan lebih kuat saat siang hari.

Akan tetapi, bagi sebagian besar orang tidur lebih awal menjadi hal yang cukup sulit. Kondisi ini tentunya sangat berpengaruh pada waktu bangun ketika sahur tiba. Mungkin ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang sulit untuk tidur. Namun, saat bulan puasa, tidur menjadi aktivitas yang harus dilakukan dan tidak boleh kurang ataupun tidak sama sekali. Jika Anda tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, maka dapat dipastikan tubuh Anda mengalami rasa lemas dan juga lelah saat menjalankan ibadah puasa. Terlebih bagi penderita insomnia dimana waktu tidur pada hari-hari biasa lebih telat. Maka dari itu, berikut ini ada beberapa tips cara mengatasi sulit tidur saat puasa bagi penderita insomnia, diantaranya:

Disiplinkan waktu tidur setiap harinya

Tips pertama tentunya menjadi cara yang harus Anda lakukan dimana mendisiplinkan waktu tidur memang sangat penting untuk dilakukan. Untuk mendukung jadwal tidur, usahakan Anda untuk menempati jadwal tidur Anda setiap harinya. Pada umumnya tubuh manusia memiliki jam biologis atau yang dikenal dengan nama ritme sirkadian. Ritme inilah yang mengatur jadwal kerja pada setiap organ tubh manusia termasuk juga untuk waktu siklus bangun dan juga tidur serta munculnya rasa lapar.

Seperti sebuah penelitian yang diterbitkan dari Journal of Sleep Research yang menemukan bahwa pola tidur yang tidak teratur dapat mengubah ritme sirkadian sehingga dapat meningkatkan produksi melatonin. Hormon ini yakni hormon alami yang dapat memberikan sinyal pada otak untuk tidur. Meskipun terasa sulit untuk dilakukan, menerapkan jam tidur dan juga bangun tidur dapat membantu Anda agar tidur lebih nyenyak saat bulan puasa. Lakukanlah tips dan cara ini secara konsisten untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tidur lebih cepat

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan tidur lebih cepat pada waktu malam hari. Ada banyak hal yang mengubah rutinitas Anda selama ibadah puasa mulai dari pola makan, aktivitas sehari-hari hingga waktu tidur. Moment puasa tentunya mengharuskan Anda untuk banngun lebih pagi untuk makan sahur. Keadaan inilah yang mulai mengacak-acak jadwal tidur Anda sehingga tidak heran jika Anda mengalami kurang tidur saat bulan puasa.

Terlebih bagi Anda yang insomnia, tidur merupakan aktivitas yang terbilang sangat sulit untuk dilakukan. Pada siang hari tentunya Anda akan lebih mudah mengantuk sehingga aktivitas Anda sehari-hari baik bekerja atau belajar dapat terganggu. Agar Anda dapat tidur dengan mudah, maka tidurlah secepat mungkin pada waktu malam hari. Berhentilah untuk melakukan aktivitas apapun yang nantinya akan membuat Anda bergadang semalaman. Biasanya Anda untuk tidur setelah tarawih agar Anda tidak melakukan aktivitas apapun nantinya.

Untuk itu, rencanakan jadwal tidur Anda sehari-hari terlebih saat bulan puasa. Dengan begitu, kebiasaan dan juga pola tidur Anda bisa berubah secara perlahan. Biasakan secara perlahan kebiasaan tidur lebih awal dan juga bangun lebih pagi untuk makan sahur. Jadwal tidur ini tentunya akan semakin mudah bagi Anda agar tidak berantakan.

Perhatikan yang Anda makan sebelum tidur

Apapun yang Anda konsumsi sebelum tidur ternyata memiliki pengaruh pada pola tidur Anda. Menjelang waktu tidur, Anda tentunya harus menghindarkan diri dari makanan berat. Hal ini dikarenakan makanan berat bisa mengacaukan kualitas tidur Anda nantinya. Akan tetapi, jangan pula Anda menahan rasa lapar saat malam hari karena akan mengganggu waktu tidur Anda. Saat bulan puasa tentunya Anda disarankan untuk makan makanan berat setelah buka puasa. Kondisi ini bertujuan agar menjelang tidur Anda tidak lagi mengonsumsi makanan yang berat.

Jika Anda merasa lapar yang tidak tertahankan lagi, maka sebaiknya ANda memilih jenis menu makanan dari sayuran dan juga biskuit agar lebih mudah dicerna oleh tubuh. Selain itu, berilah jeda waktu antara 30-60 menit sebelum Anda benar-benar tidur. Hal ini untuk memastikan apakah makanan yang Anda konsumsi sudah dapat dicerna dengan baik. Jangan sampai Anda tertidur, namun perut kita belum mencerna makanan kita dengan baik. Kondisi ini akan menyebabkan Anda mengalami risiko kesehatan yang cukup serius.

Berikan suasana nyaman sat tidur

Bagaimanapun juga, tempat dan juga suasana ikut mempengaruhi kenyamanan kita saat tidur. Seperti yang kita tahu bahwa kamar tidur dapat menjadi sebuah tempat peristirahatan yang harus nyaman. Setelah kita seharian berkutat dengan banyaknya aktivitas yang harus kita lakukan. Maka, waktu tidur menjadi momen yang paling kita tunggu-tunggu untuk merebahkan diri dari lelahnya kita beraktivitas.

Menciptakan tempat yang cukup nyaman untuk tidur tentunya menjadi hal yang harus Anda lakukan. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa kamar tidur Anda sebagai tempat yang santi, sejuk dan juga tenang. Untuk itu, alangkah baiknya penggunaan cahaya lampu yang terlalu terang karena akan membuat tidur Anda menjadi tidak nyaman. Untuk gantinya Anda dapat menggunakan lampu yang cukup redup atau bahkan mematikan lampu saat tidur.

Kelola stres Anda

Tidak dapat disadari bahwa stres menjadi hal yang sepele, namun ternyata hal tersebut dapat membuat Anda sulit untuk tidur. Stres tentunya dapat menyerang siapa saja dan kapan saja sehingga mengelola stres menjadi hal yang harus dilakukan. Maka dari itu, sebisa mungkin Anda harus buang rasa cemas dan juga gelisah yang muncul di dalam pikiran Anda. Tentunya, ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk meredakan stres Anda. Selain itu, mulailah mengatur prioritas serta Anda dapat mengalihkannya dengan menenangkan diri di alam terbuka. Dengan begitu, secara perlahan Anda dapat mengelola stres Anda dengan mudah.

Lakukan olahraga secara rutin

Meskipun kita sedang berpuasa, jangan sampai kita beralasan untuk tidak melakukan olahraga sama sekali bahkan berhenti melakukan olahraga. Pasalnya, olahraga yang dilakukan secara rutin dapat membuat tubuh kita menjadi lebih bugar sehingga akan menyebabkan tidur kita menjadi lebih nyenyak saat malam hari. Hal tersebut tentunya telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan di dalam Journal of Physiotherapy  yang menyebutkan bahwa olahraga menjadi salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan sebagai langkah untuk mengatasi masalah tidur.

Waktu yang paling dianjurkan untuk melakukan olahraga yakni menjelang berbuka atau setelah sahur. Akan tetapi, Anda jangan melakukan aktivitas olahraga yang berat karena akan membuat tubuh Anda menjadi lelah dan lemas sehingga dikhawatirkan akan membatalkan puasa Anda. Selain itu, Anda juga dapat menentukan waktu yang paling cocok untuk melakukan olahraga yang disesuaikan dengan kondisi tubuh. Sangat penting untuk kita ingat dimana sebaiknya Anda menghindari diri dari melakukan olahraga dengan intensitas yang tinggi atau yang terlalu dekat dengan jam tidur Anda. Hal ini dikarenakan dapat memicu munculnya gangguan tidur setiap harinya.

Berjemur di bawah sinar matahari

Sinar matahari tentunya memiliki efek yang cukup baik terhadap kesehatan tubuh kita. Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa ritem sirkadian berperan dalam menjadwalkan kinerja organ tubuh. Hal ini tentunya dapat mempengaruhi kerja otak dan juga hormon dalam memberi tahu kapan waktu terbaik untuk tidur. Anda tentunya dapat memperoleh tidur yang nyenyak saat berpuasa dengan berjemur di bawah sinar matahari pada waktu siang hari.

Seperti yang dilansir dari Healthline yang membuktikan bahwa paparan sinar matahari  dan juga cahaya yang terang pada waktu siang hari dapat membantu Anda menjaga ritme sirkadian Anda. Fungsi utama dapat ritme ini takni meningkatkan energi pada waktu siang hari serta dapat memperbaiki kualitas tidur kita pada waktu malam hari.

Alasan Mengapa Sering Mengantuk Saat Puasa

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat berpuasa kita akan mengalami perubahan jam biologis. Untuk itu, tidak heran jika pada waktu puasa kita akan sering mengantuk pada waktu siang hari. Hal ini tentunya diatur oleh perubahan ritme sirkadian dimana jadwal kerja berbagai sistem organ tubuh manusia ikut berubah. Berbagai penelitian tentunya menunjukkan bahwa tubuh tidak membutuhkan waktu tidur agar tetap sehat sehingga dapat menjaga fungsi fisik dan juga sosil. Maka dari itu, pola tidur juga dihubungkan dengan bagaimana performa seseorang pada waktu siang hari.

Tidak dapat dipungkiri perubahan pola makan dari awalnya sehari tiga kali kini berubah menjadi dua kali dalam sehari ditambah lagi denagn aktivitas malam yang harus dilakukan yakni shalat tarawih. Beberapa penelitian tentunya menunjukkan bahwa puasa dapat menyebabkan perubahan pada ritem sirkadian. Saat tubuh seseorang berpuasa tentunya suhu inti tubuh dan juga pengeluaran hormon kortisol pada waktu siang hari dapat menurun. Perlu Anda tahu bahwa melatonin ialah hormon utama untuk mengatur siklus tidur dan juga bangun dengan cara mengubah suhu inti tubuh. Sedangkan, kortisol dapat disebut dengan hormon stres dapat membantu tubuh kita tetap terjaga pada waktu siang hari.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pada bulan puasa, umar islam seringkali menunda waktu tidur untuk memiliki waktu yang lebih banyak untuk makan. Hal ini dikarenakan pada waktu siang hari, kita diharuskan untuk menahan makan dan juga minum meskipun kita tetap harus melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Selain itu, shalat tarawih menjadi satu ibadah yang sunat untuk dilakukan demi menambah kesempurnaan ibadah puasa kita.

Tidak heran jika pada waktu siang hari kita akan merasakan kantuk yang luar biasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rata-rata terdapat penundaan waktu tidur selama satu jam pada waktu bulan puasa sebanyak 30-60 menit yang pada akhirnya akan menyebabkan orang yang berpuasa akan mengantuk pada waktu siang hari. Pemeriksaan dengan menggunakan EEG-based Multiple Sleep Latency Test (MSLT) menunjukkan bahwa rasa kantuk pada orang yang berpuasa akan dirasakan terutama pada pukul 14.00 - 16.00. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan adanya peningkatan frekuensi tidur siang hingga tiga kali.  

Rasa kantuk memang menjadi hal yang wajar dirasakan oleh orang yang berpuasa dikarenakan adanya perubahan pola tidur yang dapat menyebabkan kurangnya waktu untuk beristirahat. Untuk itu, mengelola waktu tidur dengan baik menjadi satu hal yang harus Anda lakukan agar dapat menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat mengganggu ibadah puasa kita. Demikianlah cara mengatasi sulit tidur saat puasa serta alasan mengapa sering mengantuk pada waktu bulan puasa. Semoga bermanfaat!

Penting! Batalkan Puasa Jika Ibu Hamil Mengalami Kondisi Ini!

Puasa memang menjadi salah satu pilihan bagi ibu hamil, apakah diperbolehkan ataukah tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah puasa. Bagi ibu hamil yang kuat secara fisik tentunya boleh saja melakukan ibadah puasa, dengan catatan tetap memperhatikan kondisi janin di dalam kandungan. Tidak hanya ibu hamil, bagi setiap muslim yang kuat tentunya diharuskan untuk melakukan ibadah puasa.

Meskipun merasa kuat, ibu hamil tentunya tetap memiliki rambu-rambu yang harus diperhatikan ketika puasa. Tidak semua kondisi tentunya diperbolehkan untuk tetap melanjutkan puasa. Ada beberapa kondisi dimana ibu hamil diharuskan untuk membatalkan puasa karena dikhawatirkan dapat mengganggu kehamilannya. Hal ini dikarenakan melanjutkan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu dapat membahayakan ibu dan juga janin.

Jika saat ini Anda sedang hamil sekaligus menjalankan ibadah puasa, Anda tentunya disarankan untuk memperhatikan beberapa kondisi. Jika Anda menemukan suatu kondisi dimana kesehatan Anda terganggu saat berpuasa, maka Anda disarankan untuk membatalkan puasa sesegera mungkin. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan.

Batalkan Puasa Jika Ibu Hamil Mengalami Kondisi Ini

Ibu hamil ketika sedang berpuasa tentunya menjadi salah satu kondisi yang patut untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan ibu hamil akan mengalami beberapa kondisi yang mungkin tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Beberapa kondisi ibu hamil mungkin saja tidak disarankan untuk melanjutkan puasa karena dikhawatirkan akan mengalami beberapa hal yang tidak diinginkan. Berikut ini kami sajikan beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan membatalkan puasa, diantaranya:

Janin tidak bergerak

Kondisi pertama yang diharuskan ibu hamil membatalkan puasanya yakni saat Anda mendapati janin tidak bergerak saat di dalam kandungan. Ibu hamil pada trimester kedua menjadi waktu yang terbaik bagi untuk menjalankan ibadah puasa karena janin sudah mulai membesar dan juga aktif bergerak. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang cukup mudah dimana Anda dapat mengetahui gerakan janin meskipun saat berpuasa.

Ketika janin selalu aktif bergerak meskipun Anda sedang berpuasa, tentu kondisi ini tidak perlu Anda khawatirkan. Namun jika sebaliknya dimana janin  kurang aktif bergerak selama menjalankan ibadah puasa. Maka, kondisi inilah yang diharuskan Anda untuk membatalkan puasa. Untuk itu, cobalah Anda untuk menghitung berapa banyak gerakan dan tendangan bayi selama dua jam. Jika biasanya bayi aktif bergerak, namun secara tiba-tiba kurang atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Maka, kondisi inilah yang patut Anda waspadai. Jika jumlah tendangan janin dirasa kurang saat Anda berpuasa, alangkah baiknya jika Anda membatalkan puasa sesegera mungkin. Perhatikanlah reaksi bayi, apakah ia secara perlahan mulai bergerak atau menendang lagi saat Anda membatalkan puasa. Meskipun Anda telah membatalkan puasa, namun bayi belum juga bergerak dengan aktif, inilah saatnya bagi Anda untuk memeriksakan kehamilan Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mimisan

Bagi sebagian ibu hamil kondisi ini mungkin saja bisa terjadi dimana hal ini dikarenakan hormon kehamilan yang membuat aliran darah terus meningkat. Kondisi ini membuat pembuluh darah hidung menjadi bengkak sehingga gampang pecah. Inilah yang menyebabkan mimisan terjadi pada Anda. Mimisan saat hamil tentunya tidak akan menimbulkan bahaya yang cukup besar, namun tetap saja menjadi satu kondisi yang patut untuk Anda waspadai.

Jika ibu hamil mengalami beberapa gejala mimisan yang terlalu parah seperti yang akan kami sebutkan dibawah ini, maka Anda disarankan untuk membatalkan puasa sesegera mungkin. Beberapa kondisi yang diharuskan Anda membatalkan puasa, diantaranya:

- Darah mimisan keluar cukup banyak

- Sulit bernapas saat sedang mimisan

- Kulit wajah menjadi sangat pucat setelah mimisan

- Pendarahan yang keluar dari hidung tidak  berhenti selama lebih dari 30 menit

- Kepala menjadi pusing dan juga lelah setelah mimisan

- Terasa sesak dan juga nyeri pada dada saat mimisan

Untuk itu, disarankan bagi Anda untuk segera membatalkan puasa jika gejala mimisan yang terjadi pada Anda seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Mengonsumsi air dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh tentu menjadi asupan terpenting bagi Anda. Air mineral memang dapat menjaga fungsi hati dan juga selaput lendir hidung agar terhidrasi dengan baik.

Hipertensi pada ibu hamil

Jika Anda mengalami hipertensi saat sedang hamil, tentunya berpuasa menjadi satu hal yang patut untuk Anda waspadai. Ibu hamil dengan risiko tinggi atau didiagnosis preeklampsia wajib membatalkan puasa dengan segera. Ibu hamil yang hipertensi jika  mengalami beberapa kondisi dan juga gejala-gejala seperti sakit kepala, mata berkunang, sulit bernapas, bengkak pada kaki dan juga tangan bahkan mual dan juga muntah tentu diharuskan untuk membatalkan puasanya dengan segera. Selain itu, Anda juga bisa langsung meminum obat hipertensi dan segeralan cek tekanan darah Anda ke dokter kandungan.

 Dehidrasi

Kondisi ini sering dialami oleh ibu hamil ketika kurangnya asupan air mineral ke dalam tubuh ibu hamil. Saat hamil tentunya Anda membutuhkan lebih banyak asupan air minum dibandingkan dengan orang yang tidak sedang hamil. Inilah yang menjadi perhatian khusus dimana ibu hamil tidak boleh mengalaminya yang namanya dehidrasi dikarenakan menjadi kondisi yang cukup berbahaya. Dehidrasi yang cukup parah tentunya akan membuat ibu hamil mengalami kejang dan juga syok dikarenakan tekanan darah yang cukup rendah. Pada kasus yang cukup parah, dehidrasi dapat menyebabkan sel otal menjadi bengkak, lalu pecah. Kondisi membengkak dan pecahnya sel otak disebut dengan istilah cerebral edema.

Jika ibu hamil mengalami dehidrasi tentunya tidak hanya berpengaruh pada kondisi tubuhnya sendiri. Namun juga sangat membahayakan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Jika tubuh ibu kekurangan cairan, maka akan mengurangi pasokan air ketuban di dalam kandungan. Jika ini terjadi, maka akan menghambat perkembangan janin serta gerak janin di dalam kandungan. Kurangnya cairan ketuban dapat menyebabkan perkembangan janin terganggu hingga menyebabkan keguguran. Maka dari itu, asupan air menjadi hal yang sangat penting bagi ibu hamil agar terhindar dari dehidrasi selama kehamilan.

Beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan untuk membatalkan puasa dikarenakan dehidrasi tersebut sangat berbahaya, diantaranya:

- Ibu hamil mengalami sembelit

- Frekuensi napas yang terburu-buru

- Rasa haus yang cukup berlebihan

- Merasa lelah atau mengantuk lebih dari biasanya

- Pusing saat bangkit dari tempat duduk, namun pusing tidak kunjung hilang

- Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam

- Mulut dan juga bibir yang terasa kering

- Mata yang berkunang-kunang

- Linglung yang tidak bisa berpikir dengan jernih

- Tubuh terasa ingin pingsan

- Ibu hamil mengalami kulit kering atau tidak bisa balik lagi seperti semula

Tanda bahaya dehidrasi tersebut tentunya harus Anda waspadai sebaik mungkin. Hal ini jika sudah terjadi, maka akan menyebabkan kondisi ibu hamil yang bertambah parah.

Diare

Kondisi ini mungkin saja terjadi pada ibu hamil dimana risiko terjadinya diare pada ibu hamil memang cukup besar. Dalam hal ini diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi ini yang tentunya akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan serta membuat tubuh menjadi sangat lemas. Jika saat berpuasa Anda mengalami diare, maka jangan tunggu lama lagi, segeralah batalkan puasa Anda. Jika tubuh ibu sudah sangat lemas ketika berpuasa dan juga diare, maka jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa.

 Pusing dengan mata berkunang-kunang

Seringkali ibu hamil mengalami pusing meskipun tidak sedang berpuasa. Kondisi ini tentunya bisa saja Anda alami, terlebih ketika Anda sedang berpuasa. Jika Anda mengalami pusing dengan mata yang berkunang-kunang, alangkah baiknya jika Anda membatalkan puasa dengan segera. Jangan abaikan rasa pusing yang disertai dengan mata yang berkunang-kunang karena akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan juga perkembangan janin di dalam kandungan. Kondisi ini tentunya mengharuskan ibu hamil membatalkan ibadah puasa yang sedang ia jalani. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini tentunya tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

Kelelahan

Lelah memang menjadi kondisi yang mungkin saja dialami oleh ibu hamil. Kelelahan yang dirasakan oleh ibu hamil saat berpuasa memang menjadi salah satu kondisi yang patut untuk diwaspadai. Merasakan kelelahan saat hamil tentu dapat mengakibatkan sulit tidur sehingga dapat memicu depresi dan kondisi yang perlu diwaspadai. Bagaimanapun juga, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan juga janin di dalam kandungan. Jika Anda sedang menjalankan ibadah puasa, segera batalkan puasa Anda jika Anda mengalami kelelahan yang cukup parah. Jikalau Anda kuat dan tidak merasa lelah, maka pastikan Anda untuk menghindari kegiatan yang terlalu berat dan istirahat yang cukup untuk menjaga kehamilan Anda.

Waktu Yang Tepat Untuk Puasa Saat hamil

Bagi ibu hamil tentunya tidak setiap saat menjadi waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil akan mengalami masa yang rentan pada kehamilannya. Masa yang rentan ini tentunya menjadi kondisi yang patut untuk diwaspadai karena akan menyebabkan kondisi yang bertambah parah. Pada umumnya kondisi ini berada pada usia kehamilan trimester pertama dan juga trimester akhir pada masa kehamilannya.

Setelah kita mengetahui bahwa waktu yang paling tepat untuk menjalankan puasa bagi ibu hamil yakni pada usia kehamilan trimester kedua. Jika saat ini Anda memasuki usia kehamilan trimester kedua, maka ini waktu yang tepat bagi Anda untuk menjalankan ibadah puasa. Saat trimester kedua tubuh ibu sudah dapat beradaptasi dengan kehadiran si kecil di dalam kandungan sehingga tidak akan mengalami kondisi yang terbilang cukup parah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa usia kehamilan trimester pertama, tubuh ibu hamil masih berjuang dengan segala perubahan drastis yang diakibatkan oleh hormon kehamilan. Pada trimester pertama, mual dan juga morning sickness akan selalu Anda rasakan. Tidak heran jika morning sickness akan mengakibatkan tubuh Anda kehilangan cairan dan juga elektrolit tubuh yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Sedangkan, untuk trimester terakhir, kemungkinan ibu hamil diharuskan untuk memenuhi asupan gizi dan juga nutrisi. Hal ini dikarenakan saat trimester tiga, janin akan terus berkembang dan juga menyempurnakan organ-organ penting saat hamil. Untuk itu, pada trimester ini, ibu hamil disarankan untuk memenuhi asupan gizi dengan makan secara teratur. Demi menjaga kesehatan ibu dan juga janin, maka usia kehamilan trimester ketiga menjadi waktu yang  tidak direkomendasikan  untuk melakukan puasa.

Demikianlah beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan untuk membatalkan puasa. Semoga bermanfaat!

Menu Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil Saat Sahur

Ketika memasuki ibadah puasa, tentunya menjadi sebuah problematika bagi setiap ibu hamil dalam melakukan ibadah puasa. Pasalnya, saat hamil sekaligus menjalankan ibadah puasa menjadi satu kondisi yang membuat ibu hamil merasa gelisah. Kekhawatiran tersebut dikarenakan denagn melakukan ibadah puasa, kebutuhan gizi dan juga nutrisi bayi tidak dapat terpenuhi dengan baik. Menjalankan ibadah puasa tentunya tidak dilarang untuk ibu hamil, dengan catatan ibu hamil tersebut tidak mengalami keluhan yang cukup seriusyang dapat membahayakan janin.

Maka dari itu, dikhususkan bagi ibu hamil untuk mulai memperhatikan makanan dan juga minuman yang akan ia konsumsi untuk menu buka dan juga sahur. Ketika sedang berpuasa tentunya ibu hamil diharuskan untuk memperhatikan asupan gizi dan juga nutrisi yang harus ia konsumsi. Hal ini dimaksudkan agar saat berpuasa, kebutuhan gizi dan juga nutrisi ibu dan juga janin dapat tercukupi dengan sangat baik. Dalam memenuhi kebutuhan gizi janin selama menjalankan ibadah puasa, tentunya ada beberapa menu yang harus ibu hamil hindari saat berpuasa. Lantas, apa saja menu makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil saat sahur? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini!

Menu Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Hamil Saat Sahur

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan ibadah pausa saat sedang hamil, alangkah baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kehamilan Anda terlebih dahulu, apakah memang memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa ataukah tidak. Setelah Anda diperbolehkan oleh dokter kandungan untuk melakukan ibadah puasa. Tentu, ini menjadi tugas bagi Anda untuk memperhatikan asupan gizi dan juga nutrisi bagi kehamilan Anda melalui menu yang harus Anda konsumsi saat sahur dan juga berbuka puasa.

Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua jenis makanan dan juga minuman baik untuk ibu hamil. Hal ini tentunya apa yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada perkembangan janin di dalam kandungan. Jangan sampai makanan dan juga minuman yang Anda konsumsi dapat membahayakan janin. Terlepas dari hal tersebut, tentu sahur menjadi waktu yang paling tepat bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan gizi dan juga nutrisi kehamilan. Gizi dan juga nutrisi ibu hamil ketika sedang berpuasa harus lebih banyak dibandingkan ketika tidak berpuasa. Hal ini dikarenakan Anda harus menyiapkan energi yang lebih banyak untuk siang hari kurang lebih 13 jam.

Berikut ini kami sajikan beberapa jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil saat sahur, diantaranya:

 Makanan berkalori tinggi

Ketika sedang berpuasa tentunya ibu hamil tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kalori yang cukup tinggi. Saat berpuasa tentunya Anda diharuskan untuk mengatur pola makan. Hal tersebut tentunya termasuk dalam mengatur asupan kalori bagi tubuh. Tujuan dari menghindari kalori berlebih yakni agar Anda terhindari dari obesitas yang nantinya dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan berlebih. Untuk itu, Anda harus memperhatikan asupan makanan dan juga minuman Anda. Dengan mengonsumsi makanan sehat baik dari buah dan juga sayuran, tentu Anda dapat menghindari konsumsi makanan yang lemak dan juga manis. Selain itu, perhatikan pula porsi makan Anda baik saat sahur ataupun berbuka. Beberapa jenis makanan yang mengandung kalori tinggi diantaranya mie, junk food, fast food dan juga lain sebagainya.

Makanan mentah atau setengah matang

Baik ketika berpuasa ataupun tidak berpuasa, ibu hamil memang tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan mentah ataupun setengah matang. Makanan yang tidak dimasak sampai matang, tentunya dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan makanan mentah dapat dengan mudah tercemar parasit ataupun bakteri yang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Makanan mentah berupa daging tentunya sangat memungkinkan terdapat bakteri listeria. Bakteri listeria ini biasanya terdapat pada beberapa unggas mentah yang jika diolah dapat mengakibatkan keguguran. Selain itu, makanan laut mentah atau pada telur setengah matang mengandung bakteri salmonella yang bisa memicu keguguran. Maka dari itu, Anda diharuskan untuk memperhatikan setiap olahan makanan baik untuk menu sahur ataupun berbuka. Jangan sampai Anda mengonsumsi makanan dengan tingkat kematangan yang sangat rendah. Untuk itu, usahakan Anda agar dapat menghindari makanan mentah dan juga setengah matang saat sahur dan juga berbuka puasa.

Makanan tinggi gula

Tidak dapat dipungkiri ketika kita berbuka sering sekali menginginkan menu berbuka puasa yang manis-manis. Seperti yang kita tahu bahwa makanan yang manis dapat membuat perut menjadi lebih cepat kenyang dan akan bertahan lama di dalam perut. Meskipun akan bertahan lama di dalam perut, namun makanan yang mengandung gula tinggi dapat pula membuat Anda semakin cepat lapar. Terlebih jika Anda tidak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat. Untuk itu, pastikan Anda untuk memenuhi kebutuhan serat harian Anda dengan mengonsumsi buah dan juga sayuran dan batasi konsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang cukup tinggi.

Makanan dengan kandungan merkuri

Seperti yang kita tahu bahwa merkuri menjadi salah satu limbah kimia yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia seperti pertanian, pembakaran serta berbagai limbah pabrik. Limbah dari pabrik-pabrik tersebut tentunya akan dibuang ke sungai dan berakhir di laut. Inilah yang menjadi alasan mengapa Anda tidak diperbolehkan terlalu banyak mengonsumsi makanan laut. Perlu Anda tahu bahwa di dalam merkuri terdapat zat yang disebut dengan metilmerkuri yang dapat mengikat protein yang ada di dalam otot ikan.

Bagi Anda penggemar seafood tentu tidak heran jika makanan laut tersebut banyak mengandung merkuri. Ikan yang Anda konsumsi tentunya dapat langsung masuk ke dalam tubuh dan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Proses ini menyebabkan merkuri yang termakan akan terakumulasi di dalam tubuh sehingga akan mempengaruhi kehamilan. Sedangkan bagi ibu menyusui akan menyebabkan volume ASI dapat berkurang. Selain itu, jumlah meltimerkuri yang sudah terakumulasi dapat menjadi racun bagi sistem saraf sehingga sangat memungkinkan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan juga perkembangan janin. Akan tetapi, bukan berarti ibu hamil tidak boleh mengonsumsi seafood, namun pertimbangkan kembali porsi yang tepat agar tidak berlebihan dalam konsumsi makanan laut. Bagi Anda yang hamil dan menjalankan ibadah puasa, hindari jenis ikan laut seperti king mackerel, kepiting, kerang hijau dan juga ikan hiu.

Mie instan

Menu makanan selanjutnya yang tidak diperbolehkan untuk ibu hamil saat berpuasa yakni mie instan. Sepertiy yang kita tahu mie instan mengandung banyak kalori dengan kandungan MSG yang cukup tinggi. MSG memang dikenal sebagai zat yang dapat mengganggu pertumbuhan saraf janin sehingga dapat memicu gangguan saraf pada anak saat lahir. Maka dari itu, bagi ibu hamil tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi mie instan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh ibu hamil.

Itulah beberapa menu makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil saat sahur karena akan berdampak buruk pada kesehatan ibu dan juga janin. Semoga bermanfaat!

Beberapa Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa

Sebagai Muslimah yang sedang hamil dan bertepatan dengan bulan Ramadhan tentunya sangat beruntung. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ibu hamil akan dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dikarenakan tidak ada masa haid atau berhalangan.

Oleh karenanya, tidak heran bila banyak ibu hamil yang ingin ikut menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi, apakah aman berpuasa pada saat hamil? Tentu saja aman. Sebab pada dasarnya ibadah puasa akan dapat menyehatkan untuk tubuh dan kesehatan mental.

Namun demikian, kondisi ini pun akan tergantung dari bagaimana kondisi kesehatan si ibu hamil tersebut. Sebab pada beberapa kondisi tertentu ada hal yang membuat ibu hamil tidak dapat mengikuti ibadah yang satu ini.

Untuknya, penting sekali bagi ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dilakukan demi mengukur kesehatan ibu hamil sehingga puasa yang dijalani akan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Baca juga: Kiat Menjaga Asupan Gizi Ibu Menyusui Ketika Berpuasa

Namun untuk anda para ibu hamil yang tengah menjalani ibadah puasa. Ada beberapa kondisi yang membuat anda perlu membatalkan puasa yang anda jalani. Ingin tahu seperti apa? Mari simak dibawah ini.

Beberapa Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa

Selain berkonsultasi dengan dokter mengenai boleh tidaknya ibu hamil ikut puasa. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan sebaiknya menuntut ibu hamil untuk dapat membatalkan puasanya penting untuk disimak dengan baik. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan bayi dan ibu dengan baik. Selain itu, menghindari kemungkinan buruk tentu menjadi hal utama dalam hal ini.

Dehidrasi yang Parah

Kondisi pertama yang membuat ibu hamil perlu untuk membatalkan puasa yang dijalani adalah dehidrasi yang parah. Kurangnya asupan cairan selama menjalankan ibadah puasa adalah hal yang wajar terjadi. Akan tetapi, dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil akan cukup berbahaya pengaruhnya.

Oleh karenanya, ketika anda mengalami gejala dehidrasi seperti rasa haus, tenggorokan kering, lemas dan tidak berdaya. Maka tidak ada salahnya untuk membatalkan ibadah yang anda jalani. Hal ini tentu dilakukan demi menjaga kesehatan dan menghindari kemungkinan buruk dari kondisi ini untuk janin dan kesehatan ibu.

Pusing dengan Mata Berkunang-Kunang

Kondisi pusing dengan mata berkunang-kung dan juga diikuti rasa lemas yang menyiksa mungkin dikarenakan adanya hipoglikemia. Kondisi ini sebaiknya tidak ibu hiraukan atau disepelekan begitu saja. Karena pengaruhnya mungkin bisa membuat si janin mengalami resiko kekurangan gizi.

Untuknya, kondisi ini perlu membuat ibu membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalani. Sementara itu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter mengenai masalah ini dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk dari kondisi yang satu ini.

Diare

Selain beberapa kondisi diatas, resiko diare yang dialami pun sebaiknya tidak ibu remehkan. Diare akan mungkin membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini pun akan membuat tubuh terasa lemas. Untuk itu, jangan hiraukan kondisi ini dan segera tangani. Ketika tubuh ibu merasa tidak kuat, tidak sebaiknya anda memaksakan kondisi ini.

Demikianlah beberapa kondisi yang membuat ibu perlu membatalkan ibadah puasa. Pada intinya puasa adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh mereka yang mampu. Ketika ibu menghadapi kondisi tertentu yang akan berbahaya maka tidak sebaiknya memaksakan kondisi ini.

Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Fit Saat Jalani Puasa

Puasa adalah ibadah wajib yang dijalankan oleh seluruh umat Islam di dunia. Akan tetapi, syarat ini pun hanya mewajibkan beberapa pelaku puasa sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat. Salah satunya adalah mereka yang sudah baligh dan mampu menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, anjuran puasa untuk ibu hamil sifatnya tidak menuntut. Hanya saja demikian, tidak sedikit ibu hamil yang ingin ikut andil dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Selama tubuh ibu kuat dan janin dalam kandungan sehat maka puasa akan bisa diperbolehkan dilakukan oleh ibu hamil. Akan tetapi, ketika janin bermasalah atau karena beberapa kondisi tertentu. Maka puasa yang dijalani ibu hamil boleh ditunda atau tidak mengikutinya.

Sementara itu, untuk anda para ibu hamil yang ikut menjalani ibadah puasa. Berikut ini kami memiliki beberapa tips penting untuk disimak dengan baik. Hal  ini dilakukan agar ibu hamil tetap sehat dan fit saat jalani puasa. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasi menariknya dibawah ini. Baca juga: Memilih Trimester yang Tepat Ketika Berpuasa Ramadhan

Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Fit Saat Jalani Puasa

Pada masa kehamilan seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi dari makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil. Hal ini dilakukan demi menunjang tumbuh kembang janin dalam rahimnya.

Puasa bisa mungkin mengurangi asupan nutrisi dari konsumsi makanan yang ibu lakukan. Akan tetapi demikian, waktu berbuka puasa dan sahur akan dapat memungkinkan anda untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ini dengan lebih baik.

Jadi demikian, puasa selama kehamilan sebenarnya bisa saja dilakukan asalkan kesehatan ibu terjaga dan nutrisi tetap terasupi dengan baik. Nah, dibawah ini adalah tips agar ibu hamil tetap sehat dan fit saat jalani puasa.

Puasalah Bila Kuat

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwasanya kewajiban puasa hanya berlaku untuk mereka orang yang sudah baligh dan mampu melakukannya. Untuk anda para ibu hamil, kewajiban puasa akan dapat berlaku ketika tubuh anda memang mampu melakukannya.

Jadi demikian, tidak ada paksaan dalam menjalankan ibadah puasa dalam hal ini. Untuk itu, anda dapat memutuskan sendiri dengan mengukur kondisi tubuh saat akan menjalakankan ibadah puasa.

Ibu hamil yang tidak mengalami keluhan kesehatan dan janin dalam kandungannya tetap sehat. Akan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hanya saja, pastikan kebutuhan gizi dan vitamin selalu anda penuhi dengan baik.

Jaga Asupan Makanan

Menjalani puasa untuk ibu hamil sedikit rumit dalam hal makanan. Hal ini dikarenakan ibu hamil tidak dapat mengkonsumsi sembarang makanan seperti yang anda lakukan sebelum hamil. Konsumsi makanan yang kurang sehat atau sembarang akan mungkin mempengaruhi kesehatan anda. Hal ini pun bisa jadi membuat asupan nutrisi kedalam tubuh menjadi terhalang.

Oleh karenanya, perhatikan kembali masalah ini dengan baik. Pastikan anda mendapatkan asupan makanan kedalam tubuh secara merata. Jangan lupakan untuk konsumsi buah dan sayur yang akan memberikan anda nutrisi dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Berolahraga

Olahraga selama masa kehamilan akan digolongkan berdasarkan dengan usia kehamilan yang anda hadapi saat ini. Melakukan olahraga saat hamil tidak hanya akan baik untuk kesehatan. Namun hal ini pun akan memberikan anda kesempatan untuk merasa lebih bugar. Hal yang sama bisa anda praktikan pada saat puasa.

Demi menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari rasa malas yang kurang menyenangkan. Maka olahraga dianjurkan untuk dilakukan pada saat puasa. Hanya saja, jenis olahraga yang dilakukan bukan selalu olahraga yang berat. Anda cukup berjalan-jalan setelah sahur atau yoga menjelang siang hari.

Memilih Trimester yang Tepat Ketika Berpuasa Ramadhan

Kehamilan dapat diartikan sebagai sebuah proses penyatuan telur dengan sperma diawali berakhirnya menstruasi, lama kehamilan selama 280 hari atau kurang lebih 40 minggu. Selama masa kehamilan terjadi perkembangan dari minggu pertama hingga ke minggu terakhir mendekati persalinan.

Hal terpenting yang harus anda ketahui bahwa setiap bulan perkembangan bayi  terjadi di dalam kandungan anda, perkembangan dalam membentukan organ-organ tubuh, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem reproduksi telah terjadi semenjak janin di dalam kandungan.

Mengingat pentingnya perkembangan yang terjadi di dalam kandungan, dukungan dari kesehatan, asupan gizi dari makanan, pemeriksaan medis, vaksinasi kandungan sangat dibutuhkan untuk dapat menghindari kemungkinan bayi lahir belum tepat waktu dan juga berat badan yang kurang. Memasuki bulan ramadhan dimana, anda sebagai seorang muslim memiliki kewajiban dalam menjalankan ibadah puasa. Lantas bolehkah apabila anda berpuasa disaat kehamilan anda? Para ahli medis menyarankan untuk berpuasa pada waktu yang tepat sehingga tidak menghambat kesehatan atau perkembangan bayi yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dari anda. Selain itu pemeriksaan kesehatan anda dan janin sangat penting sehingga dapat berpuasa tanpa menimbulkan resiko kekurangan gizi bagi janin anda. Berikut waktu yang bisa anda pilih untuk menjalankan puasa disaat anda sedang hamil :

MEMILIH-TRIMESTER-TEPAT-MASA-KEHAMILAN.jpg

Continue Reading

Menjaga Asupan Gizi Ibu Hamil Selama Berpuasa

Gizi merupakan kandungan yang terdapat dari jenis makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anda sehari-hari. Pentingnya peranan gizi bagi anda sebagai pemberi energi dalam membantu menyediakan kebutuhan energi aktivitas sehari-hari.

Selain itu asupan makanan yang mengandung protein, mineral dan air dapat membantu pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh seperti membentuk sel, memelihara sel dan mengganti sel yang tidak butuhkan oleh tubuh. Vitamin dan mineral memiliki peranan dalam pengaturan proses tubuh. Bagi anda yang sedang mengandung kepentingan gizi sangat penting dalam menjaga kesehatan anda sehingga meminimalisir gangguan kesehatan janin, kecukupan gizi dibutuhan untuk ibu hamil dalam perkembangan bayi yang sehat sehingga memperkecil kemungkinan bayi  lahir dengan komplikasi dan juga mengurangi penyakit kesehatan pada bayi anda ketika dilahirkan. Asupan gizi yang baik bisa anda dapatkan dari jenis makanan yang anda konsumsi setiap harinya, selektiflah dalam memilih makanan. Kandungan yang berbahaya yang terdapat pada jenis makanan seperti formalin, pewarna makanan dan kandungan merkuri yang bisanya terdapat pada jenis ikan laut tertentu sehingga harus anda hindari.

Continue Reading

Menjaga Kesehatan Janin Ketika Berpuasa

Pertumbuhan janin yang dimulai dengan adanya pembuahan kemudian mengalami perkembangan yang  berangsur setiap harinya dalam proses pembentukan organ-organ diakhiri dengan masa persalinan.

Pertumbuhan janin akan berlangsung selama sembilan bulan, bulan pertama hingga bulan keempat disebut dengan trimester pertama ditandai dengan pembentukan otak, tulang belakang, kulit dan juga rambut. Jantung akan dibentuk di masa kehamilan pertama ini bersama dengan organ penting lainnya dalam membantu sistem percenaan dan pernapasan. Selanjutnya pada trimester kedua ditandai dengan perkembangan berfungsinya detak jantung yang semakin kuat, perkembangan tulang dan sumsum tulang. Pergerakan janin dimulai meskipun masih belum terasa kuat, janin sudah mulai mendengar suara-suara. Diakhir trimester kedua perkembangan paru-paru semakin sempurna. Plasenta menyediakan oksigen untuk janin karena pada trimester ini sudah mulai bernapas. Pada trimester akhir tahap penyempurnaan dari segala organ penting tubuh bayi. Peran plasenta dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi merupakan modal utama dalam tumbuh kembang janin. Nutrisi disesuaikan dengan asupan makanan anda sehingga jika nutrisi tidak tercukupi akan membuat perkembangan janin terhambat.

Continue Reading

Kiat Berpuasa Untuk Menjaga Kehamilan Trimester Ketiga

Memasuki bulan ramadhan dimana kewajiban sebagai umat muslim menjalankan ibadah puasa terkadang menjadi hal yang menjadi pertimbangan anda apakah diusia kandungan yang semakin bertambah dapat melaksanakan puasa? Trimester ketiga adalah dimana anda memasuki kehamilan pada bulan ke tujuh hingga ke sembilan.

Pada trimester terakhir kehamilan anda banyak perubahan yang terjadi sehingga untuk sebagian dari anda memutuskan untuk tidak melakukan puasa dikarenakan faktor kesehatan. Perubahan yang terjadi pada trimester terakhir tampak jelas dengan kondisi badan yang cepat lelah hal ini disebabkan pada kondisi puncak, berat badan anda mulai bertambah mencapai 10-15 kg atau bahkan lebih.Selain itu beberapa kondisi lainnya seperti sakit punggung, rasa panas di sekitaran dada, sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil merupakan hal yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester ketiga.

Continue Reading

Menjaga Kesehatan Kehamilan Trimester Pertama Saat Berpuasa

Kehamilan merupakan masa perubahan tubuh baik secara fisik maupun secara hormonal.

Sehingga banyak hal yang tidak terduga sebelumnya, begitupula dengan beberapa wanita diantaranya yang menjadi merasa tidak menyukai makanan padahal sebelum kehamilan menyukainya. Tidak saja pada makanan pada beberapa aktivitas juga sering terjadi seperti menjadi malas bersolek atau kegiatan lainnya. Banyak yang bilang ini merupakan tanda kehamilan yang lumrah dialami oleh ibu hamil pada bulan-bulan pertama. Pada trimester pertama anda harus menjaga perkembangan janin yang masih rawan. Perkembangan janin pada minggu ke 4 setelah sel telur dibuahi terbentuklah embrio perkembangan selanjutnya di minggu ke lima sistem saraf pusat, tulang dan otot akan dibentuk hingga perkembangan berlanjut di minggu ke enam detak jantung bayi sudah bisa dirasakan bahkan pencernaan dan pernafasan akan dibentuk. Selanjutnya perkembangan di minggu ke 7 jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan kiri sehingga terbentuk pula paru-paru, keadaan ini terus berlangsung hingga semua organ penting terbentuk.

Continue Reading

Cara Sehat Berpuasa Selama Kehamilan

Apakah berpuasa selama kehamilan berbahaya bagi janin? Terkadang perdebatan mengenai puasa di masa kehamilan terjadi antara anda dan suami.

Suami anda bersikeras untuk meminta anda menunda puasa tahun ini karena alasan dapat berbahaya bagi janin. Akan tetapi anda tetap dengan pendapat anda bahwa berpuasa selama kehamilan tidak akan membahayakan anda dan janin selama anda bisa memberikan asupan nutrisi ketika sahur dan berbuka. Dilema kehamilan selama bulan puasa sebenarnya bisa anda sikapi baik secara keagaamaan dan secara medis.

Continue Reading

Tips Berpuasa Pada Trimester Kedua Kehamilan

Trimester kedua adalah dimana kehamilan sudah memasuki bulan ke empat hingga ke lima. Biasanya pertumbuhan janin sudah berkembang selain itu perubahan fisik yang dialami anda kian tampak. Pada trimester ini memasuki tahapan pembentukan organ penting janin. Ukuran dan berat badan bayi semakin meningkat, umumnya pada akhir trimester kedua janin memiliki berat badan 1 kg.Begitu pentingnya perkembangan yang terjadi di trimester ini sehingga anda harus menjaga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin. Jika janin memiliki berat badan yang tidak ideal pada masa perkembangan di trimester kedua, anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan memperbaiki asupan nutrisi sehingga mampu mencukupi kebutuhan janin dalam perkembangannya.

Continue Reading

6 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Dalam Menjaga Kesehatan Janin

1.  Konsultasikan dengan dokter atau bidan

Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa ada baiknya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan. Dengan mengetahui perkembangan janin maka dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan puasa atau menunda. Hasil pemeriksaan riwayat kesehatan yang baik tidak akan membahayakan kesehatan anda dan janin meskipun anda berpuasa. Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan kondisi dirinya dan janin sehat berpuasa tidak akan mengakibatkan gangguan kelahiran, perbedaan berat badan mungkin saja terjadi tetapi bukan hal yang harus dipermasalahkan karena bisa saja dipengaruhi faktor lain, selain puasa ketika masa kehamilan.

Continue Reading

Berbuka Puasa Dengan Cara Sehat Bagi Ibu Hamil

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh umat muslim diseluruh dunia untuk meningkatkan keimanan dengan berbagai ibadah, puasa wajib adalah salah satu diantaranya.

Umat muslim yang telah balig dan berakal sehat baik jasmani dan rohani diwajibkan untuk puasa. Bagi Ibu hamil masuk dalam zona abu-abu dimana bisa tidak berpuasa dikarenakan alasan kesehatan janin atau boleh menjalankan puasa setelah pemeriksaan dokter menyatakan janin sehat dan kondisi tubuh anda kuat untuk berpuasa. Didalam agama, ibu hamil dan menyusui juga diberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa jika akan memperburuk kesehatan anda dan janin.

Continue Reading

Tips Sahur Sehat Untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya puasa di bulan ramadhan bisa dilakukan meskipun anda sedang mengalami masa kehamilan asalkan tidak mengganggu kesehatan janin anda.

Walaupun dalam agama kita telah memerikan kelonggaran untuk anda yang sedang hamil dan tidak kuat untuk menjalankan ibadah puasa jika diperkirakan akan mengganggu kehamilan diperbolehkan untuk tidak melakukan puasa. Pada trimester pertama sebagian ibu hamil mengalami perubahan kondisi sehingga sulit untuk beradaptasi, kondisi yang mungkin terjadi adalah morning sickness berat, pencernaan yang terganggu, mengalami dehidradi ataupun perdarahan.Kondisi ini jika dipaksakan untuk berpuasa akan semakin parah. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan janin sebelum anda berpuasa.

Continue Reading

7 Tips Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa Bagi Ibu Hamil

Anda sangat memperhatikan kesehatan janin anda, ketika memasuki bulan ramadhan diantaranya bertanya-tanya bolehkah wanita hamil berpuasa? Sebenarnya pada ibu hamil di bulan ramadhan telah diberikan dispensasi untuk tidak melakukan puasa. Hal ini menyangkut asupan nutrisi kepada janin.

Meskipun kebanyakan ibu hamil kuat menjalankan ibadah puasa akan tetapi asupan nutrisi janin tidak boleh diabaikan. Pada penelitian yang dilakukan bahwa ibu hamil yang berpuasa dan ibu hamil yang tidak berpuasa dengan asupan nutrisi yang sama tidak mengalami perbedaan, baik dari kesehatan dan kecerdasan bayi setelah lahir. Memasuki trimester kedua dan ketiga kemungkinan memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi untuk melakukan puasa ketimbang ibu hamil pada trimester pertama dengan gejala-gejala kehamilan yang mengganggu.

Continue Reading

Tips Berpuasa Selama Hamil

Tips Berpuasa Selama Hamil. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

Saat Sahur

- Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.

- Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

- Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.

- Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berpuasa

- Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.

- Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.

- Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

- Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit

c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil

d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat Berbuka

- awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.

- Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.

- Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.

- Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa?

wanita hamil puasaBulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, bulan terbaik dimana berkah dan rahmat senantiasa tercurah dari Yang Maha Kuasa. Di bulan puasa ini seluruh umat uslim di dunia wajib melakukan ibadah puasa selama 30 hari. Menahan segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari mulai imsyak hingga waktunya berbuka di petang hari. Namun ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Kepada mereka, diperbolehkan untuk membatalkan puasanya dengan keharusan menggantinya di hari lain baik disertai membayar fidyah maupun tidak. Namun, jika wanita hami lingin "memaksakan" untuk berpuasa dengan alasan kuat selama melakukan puasa atau malah malas untuk mengganti puasa di bulan-bulan berikutnya, apakah  cukup aman baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya?

Jawabanya adalah tergantung dari kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri. Selama kondisi kesehatan wanita hamil dan janin yang dikandungnya setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat, maka wanita hamil diperbolehkan untuk berpuasa dengan syarat ibu hamil tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Pemenuhan nutrisi ini harus sama dengan kondisi ketika tidak berpuasa cuman yang berbeda pemenuhan nutrisi ini dipindah waktunya tentunya dilakukan pada saat sahur dan berbuka puasa serta antara waktu berbuka puasa dan sahur.

Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang sekitar 2.500 kalori dalam sehari, dengan komposisi 50% karbohidrat (sekitar 308 gram), 30% protein (sekitar 103 gram), dan 10-20% lemak (sekitar 75 gram). Pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah, dan susu setiap kali bersantap buka dan sahur. Anda juga bisa menambahkan suplemen vitamin yang diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil selama berpuasa. Di samping itu, ada beberapa zat penting yang diperlukan saat kehamilan, di antaranya asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat diperoleh dari kacang-kacangan, zat besi didapatkan dari sayuran, sementara sumber kalsium bisa didapatkan dari susu dan ikan (Baca: Tips Berpuasa Selama Hamil).

Namun, ada beberapa kasus ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa jika mengalami gangguan sebagai berikut:

Kencing manis atau diabetes (DM)

Wanita hamil dengan kencing manis  tidak disarankan untuk  berpuasa. Alasannya adalah selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol atau bisa tetap stabil

Penyakit darah tinggi atau hipertensi

Baik sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi atau hipertensi dalam kehamilan. Ini penting untuk pengaturan obat dan pengaturan naik dan turunnya tekanan darah. Naik turun tekanan harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.

Mengalami Perdarahan

Ini jelas kontra indikasi atau tidak diperbolehkan berpuasa. Kalau tetap dipaksakan berpuasa bisa mengkhawatirkan keadaan janin di dalam kandungan.

Dehidrasi atau kekurangan cairan

Banyak penyebabnya seperti muntah terus selama hamil (hiperemesis gravidarum),wanita hamil muda dengan morning sickness atau mual-muntah terus, nafsu makan tidak ada (anorexia).

Gangguan sistem pencernaan

Gangguan sistem pencernaan yang paling jamak adalah sakit lambung atau maag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung dan bisa berbahaya untuk bayi.

Tips Menjaga ASI Tetap Deras dan Berkualitas Meski Puasa

Setelah melewati beberapa konsultasi dan akhirnya dokter memperbolehkan ibu menyusui untuk dapat menjalankan ibadah puasa maka hal ini akan mungkin menjadi kabar gembira untuk sebagian ibu menyusui yang memang mendambakan bisa ikut menjalankan ibadah yang satu ini dengan baik.

Akan tetapi demikian, meski diperbolehkan menjalani puasa terkadang memang ada persyaratan tertentu dan kondisi yang perlu diperhatikan dengan baik oleh ibu menyusui. Hal ini dilakukan agar produksi ASI tetap lancar dan kualitasnya tetap terjaga.

Lantas mengapa demikian? Pada umumnya selama proses menyusui seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang banyak dan berlimpah dari aneka jenis makanan yang sehat. Tentunya, dengan menjalani puasa maka kegiatan mengasup makanan dan nutrisi kedalam tubuh ini bisa mungkin terkendala.

Sehingga demikian, derasnya dan kualitas ASI bisa mungkin terkendala saat ibu menyusui kurang mampu memperhatikan beberapa hal penting tersebut. Nah, untuk itulah dalam pembahasan kali ini kami akan membantu anda untuk tetap dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan menjaga kualitas ASI tetap terjaga dengan baik.

Ingin tahu seperti apa saja tips menjaga ASI tetap deras dan berkualitas selama menjalani ibadah puasa? Maka mari kita simak beberapa informasi menariknya yang akan kami sampaikan dibawah ini. Baca juga: Menjaga Kesehatan Kehamilan Trimester Pertama Saat Berpuasa

Tips Menjaga ASI Tetap Deras dan Berkualitas Meski Puasa

Menjalani ibadah puasa sambil menjalankan kewajiban menyusui si buah hati yang masih begitu kecil memang menjadi tantangan tersendiri untuk sebagian orang. Namun demikian, sebenarnya pengasupan nutrisi kedalam tubuh akan tetap dapat berjalan dengan baik tatkala ibu menyusui mampu memanage asupan gizi kedalam tubuhnya dengan baik.

Sehingga demikian, produksi ASI tetap deras dan kualitasnya tetap dapat terjaga dengan baik. Nah, untuk membantu anda menjaga ASI dengan baik. Maka tak perlu khawatir mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.

Penuhi Kebutuhan Serat

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, lambung akan cenderung mudah melonjak dan menyebabkan rasa yang tidak nyaman, baik pada bagian perut ataupun pada bagian mulut. Kondisi ini terkadang akan seringkali membuat mulut terasa asam atau bahkan pahit. Perut yang terasa panas pun lagi-lagi akan menjadi hal yang memperburuk kondisi ini.

Nah, menghadapi kondisi diatas ibu menyusui akan mungkin terkendala untuk dapat menikmati makanan dengan baik. Jangankan untuk dapat mengasup segala macam makanan sehat, nafsu makan saja seringkali sulit didapatkan.

Namun melewatkan mengasup tubuh ibu dengan makanan sehat akan mungkin berpengaruh terhadap produksi ASI yang terkendala. Sehingga demikian, kondisi ini akan mungkin membuat anda rugi. Untuk itulah, perhatikan asupan makanan sehat kedalam tubuh. Terutama asupi kebutuhan serat dengan baik. Selain itu, asupan beta karoten, vitamin A dan zat antioksidan lainnya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Banyak Minum Air

Kurangnya asupan cairan kedalam tubuh selama bulan puasa mungkin menjadi hal yang wajar. Akan tetapi dampak dari kondisi ini bisa sangat merugikan untuk ibu menyusui. Kurangnya asupan cairan bisa mungkin mempengaruhi produksi ASI yang ibu hasilkan. Hal ini pun akan mungkin membuat ibu menyusui mengalami dehidrasi yang berat.

Nah, untuk mengatasi kondisi ini maka perhatikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan didalam tubuh dengan baik. Asupi setidaknya kebutuhan cairan yang dianjurkan, minimal sebanyak 8 gelas air mineral dalam satu hari. Takaran jumlah ini akan dapat anda bagi kedalam beberapa waktu. Yakni pada saat berbuka, sahur dan sebelum tidur.

Minum Susu

Susu dan produk olahan lainnya akan dibutuhkan oleh ibu menyusui yang ikut menjalani ibadah puasa. Protein dan zat baik lainnya yang ada didalam susu akan dapat bermanfaat baik untuk stamina dan kebugaran ibu menyusui. Oleh karenanya, pertimbangkan untuk mengasup kebutuhan susu kedalam tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Selain protein, kandungan kalsium yang ada didalamnya pun akan baik untuk perawatan jaringan tubuh dan beberapa fungsi fisik lainnya yang penting. Oleh karenanya, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri memasukan menu minuman ini pada menu buka dan sahur anda selama puasa.

Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Terlalu lelah menjalankan aktivitas harian akan mungkin membuat produksi ASI dalam tubuh ibu menyusui menjadi terkendala. Hal ini akan mungkin membuat si kecil tidak mendapatkan cukup ASI yang mereka butuhkan. Oleh karenanya, ibu menyusui perlu mendapatkan solusi agar produksi ASI-nya tetap lancar dan kualitasnya tetap terjaga.

Untuknya, dapatkan waktu istirahat yang cukup agar tubuh anda bisa tetap memproduksi ASI dalam jumlah yang dibutuhkan. Sehingga kebutuhan ASI untuk menunjang tumbuh kembang si buah hati pun tetap berjalan dengan baik.

Salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan waktu istirahat adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup. Tidur yang cukup akan dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar. Hal ini pun akan dapat menghindarkan ibu dari kemungkinan stress karena tekanan dan kurangnya waktu tidur yang akan  berdampak pada stress yang sulit untuk dihindarkan.

Makan Tiga Kali Sehari

Meskipun ikut berpuasa namun bukan berarti ibu menyusui dapat mengabaikan jadwal dan waktu makan anda. Justru sebaliknya, ketika masa menyusui anda akan membutuhkan asupan gizi untuk dapat menunjang produksi ASI dalam tubuh dengan lebih baik.

Oleh karenanya, tetap jaga waktu makan anda sebanyak 3 kali dalam satu hari bahkan ketika anda menjalankan ibadah puasa. Waktu ini akan dapat anda bagi pada saat berbuka, beberapa saat sebelum pergi tidur dan pada saat sahur. Hal ini akan membantu tubuh memproduksi ASI dengan lebih banyak.

Hanya saja perhatikan dengan baik agar kualiatas ASI anda terjaga dengan baik maka asupan makanan yang didapatkan sebaiknya diperoleh dari aneka jenis makanan sehat. Untuk itu, pada saat menyantap makanan jangan lupakan menu sayur dan buah didalamnya.

Kurangi Aktivitas

Sebagai seorang ibu menyusui, istri dan sekaligus ibu rumah tangga. Terkadang peran ini membuat anda bekerja begitu keras didalam rumah. Hanya saja selama puasa aktivitas yang terlalu padat bisa mungkin membuat anda terkendala dalam menghasilkan ASI yang deras. Untuknya, kurangi aktivitas fisik yang berat selama menjalankan ibadah puasa.

Apalagi pada saat bulan puasa umumnya tidak ada kegiatan makan dan minum di siang hari. Nah, waktu inilah yang akan dapat anda manfaatkan untuk beristirahat sebelum nantinya pada sore hari ibu akan dihadapkan pada kewajiban menyiapkan makanan untuk berbuka dan aktivitas rumah tangga lainnya.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari tips jaga ASI tetap deras dan berkualitas selama puasa. Pada intinya mengasup kebutuhan gizi seimbang dari makanan sehat tidak akan menghalangi produksi ASI yang bermasalah. Justru sebaliknya, hal ini akan dapat membuat puasa yang dijalani lancar dan kegiatan memberikan ASI tetap berlangsung dengan baik.

Tips Nutrisi Terjaga Untuk Ibu Menyusui yang Ikut Puasa

Kepuutusan untuk menjalankan puasa pada saat menyusui memang ditentukan oleh beberapa hal. Akan tetapi, pada akhirnya pilihan tersebut ada ditangan para ibu. Umumnya tidak sedikit wanita yang masih dalam tahapan menyusui atau memberikan ASI pada bayi memilih untuk dapat menjalankan ibadah puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan dinanti oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dimana pada saat ini ibadah yang wajib dilaksanakan adalah ibadah puasa. Yakni dimulai dari terbitnya matahari sampai dengan tenggelamnya matahari pada sore hari. Ibadah puasa akan dijalankan oleh umat Muslim selama satu bulan penuh. Menahan lapar dan haus selama satu harian penuh akan mungkin membuat tubuh merasa lemas dan tak berdaya.

Apalagi untuk seorang wanita yang dalam tahapan memberikan ASI untuk buah hatinya. Kurangnya asupan makanan dan minuman bisa mungkin menghambat pemberian ASI pada si kecil. Akan tetapi demikian, hal ini pada faktanya tidak menghalangi ibu menyusui yang mampu untuk bisa menjalankan ibadah puasa.

Ketika syarat pemberian ASI sudah terpenuhi dengan baik. Maka ibu tidak ada alasan yang dapat mencegah ibu menyusui untuk bisa ikut menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hanya saja, demi menjaga asupan nutrisi dalam tubuh agar tetap terjaga dengan baik. Maka ada beberapa hal penting yang perlu ibu menyusui perhatikan dengan baik. Penasaran seperti apa? Mari simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Tips Menyusui Setelah Melakukan Persalinan Caesar

Tips Nutrisi Terjaga Untuk Ibu Menyusui yang Ikut Puasa

Kegiatan menyusui adalah kegiatan mengasup nutrisi dan gizi untuk si buah hati lewat air susu ibu. Oleh karenanya, agar puasa yang dijalankan oleh ibu menyusui tidak mempengaruhi asupan gizi dan nutrisi dalam tubuh si kecil. Maka beberapa hal dibawah ini menjadi aturan penting yang perlu diperhatikan dengan baik saat ibu menyusui ikut menjalankan ibadah puasa. Apa sajakah hal tersebut? Mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Konsultasikan dengan Dokter

Syarat penting yang wajib dilakukan oleh ibu menyusui yang akan ikut ibadah puasa tahun ini atau untuk pertama kalinya adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini penting dilakukan demi mengetahui kondisi tubuh ibu menyusui dengan baik.

Konsultasi dengan dokter dilakukan untuk mengecek apakah asupan gizi dalam tubuh ibu memadai diberikan kepada si kecil pada saat menjalankan ibadah puasa atau tidak. Sehingga demikian, ibadah yang dijalankan akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya pengaruh buruk baik untuk ibu dan kesehatan si kecil.

Jadi demikian, sebelum memutuskan menjalankan ibadah puasa maka sebelumnya anda diharapkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Terutama untuk anda yang baru pertama kali menyusui dan hendak menjalankan ibadah puasa.

Asupi Kebutuhan Gizi Seimbang

Mengasup tubuh dengan kebutuhan gizi seimbang adalah hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik selama menjalani ibadah puasa. Sebenarnya hal ini bukan hanya berlaku untuk mereka yang menyusui dan hamil saja. Demi menjaga kesehatan selama bulan puasa, kebutuhan gizi seimbang perlu diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hanya saja, pengaruhnya akan sangat penting terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Sebab pada saat ini kebutuhan gizi dalam tubuh ibu hamil dibutuhkan tidak hanya oleh tubuh ibu saja. Melainkan bayi atau janin dalam kandungan. Untuk itu, perhatikan asupan makanan sehat kedalam tubuh dengan lebih baik dan seimbang.

Banyak Konsumsi Air Putih

Kekurangan cairan selama bulan Ramadhan adalah hal yang wajar dan lumrah dialami oleh banyak orang. Akan tetapi, ini tidak berarti membuat anda menjadikan hal ini sebagai alasan. Sebab kekurangan cairan sendiri akan dapat diatasi dengan mudah oleh sendiri. Salah satunya adalah dengan menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh dengan lebih baik.

Dengan demikian pada saat waktu berbuka dan sahur maka asupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan lebih baik. Hal ini akan sangat penting untuk dilakukan dengan baik demi menghindari kemungkinan kekurangan cairan yang akan berpengaruh pada kuantitas ASI yang dihasilkan untuk si buah hati.

Hindari Stress

Cara berpuasa penting yang perlu diperhatikan oleh para ibu menyusui adalah dengan berpikiran positif dan hindari stress. Rasa percaya diri bahwa anda bisa melakukan ibadah puasa dengan baik meski dihadapkan pada masa menyusui adalah hal penting yang akan mendukung tubuh anda dengan lebih baik.

Sebaliknya, rasa kekhawatiran yang besar malah akan memicu stress muncul. Dimana hal ini akan pula mempengaruhi produksi hormon tertentu yang berkaitan dengan produksi ASI. Untuk itu, jalani puasa anda kali ini dengan penuh percaya diri dan penuhi benak anda dengan pemikiran-pemikiran positif.

Perhatikan Asupan Makanan Sehat

Asupan makanan sehat untuk ibu menyusui selama menjalankan ibadah puasa adalah hal penting yang perlu dilakukan dengan baik. Hal ini dilakukan demi menjaga asupan gizi kedalam tubuh ibu untuk dapat mendukung produksi ASI yang berkualitas. Oleh karenanya, pertimbangkan untuk lebih memilih asupan makanan sehat dibandingkan makanan yang kurang baik.

Adapun asupan makanan sehat bisa anda dapatkan dari mengasup sayur dan buah juga minuman yang baik selama menyusui. Pada intinya, pilihlah makanan dengan kandungan gizi yang banyak dan lebih baik. Dibandingkan dengan memilih makanan yang nikmat namun bergizi rendah.

Makan Buah Kurma

Menghadirkan menu buah kurma pada saat bulan Ramadhan mungkin menjadi hal yang umum dan terasa kental seperti Ramadhan. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang hanya menghadirkan ini sebagai syarat saja dirumah tanpa dikonsumsi dengan baik. Padahal kandungan nutrisi dan pemanis alami dari buah kurma akan baik untuk ibu hamil dan menyusui yang menjalankan ibadah puasa.

Pada saat puasa seringkali tubuh kehilangan banyak energy dan merasa lemas. Nah, konsumsi buah kurma saat berbuka dan sahur akan dapat mengembalikan energy yang hilang. Sehingga tubuh anda akan terasa lebih segar dan lebih bugar. Jadi demikian, mulai saat ini sebaiknya asupi kebutuhan energy dari bahan makanan yang lebih baik yakni buah kurma.

Hindari Makanan Pedas dan Bersantan

Konsumsi makanan pedas dan bersantan selama puasa akan mungkin membuat tubuh ibu mudah merasa lelah. Selain itu, jenis makanan ini akan cenderung mudah menyerap mineral dalam tubuh sehingga ibu akan kehilangan lebih banyak cairan selama puasa. Untuk itu, hindari mengkonsumsi banyak makanan ini selama bulan puasa sebab dampaknya yang akan kurang baik untuk kesehatan ibu.

Kurangi Aktivitas

Padatnya aktivitas selama bulan puasa sambil memberikan ASI pada si kecil akan mungkin membuat ibu kehilangan banyak energy. Hal ini akan pula membuat tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Untuknya, selama bulan puasa sebaiknya kurangi aktivitas fisik dengan baik agar puasa yang dijalani tetap bisa terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Tips Memilih Menu Berbuka bagi Ibu Menyusui

Pada dasarnya kesehatan setiap individu berbeda sehingga untuk anda yang sedang menyusui dan memutusan untuk berpuasa ada baiknya untuk mengetahui kondisi kesehatan anda dan bayi dengan bantuan dokter sehingga menjalankan puasa tanpa adanya gejala yang mempertinggi resiko gangguan kesehatan.

Prinsipnya, berpuasa dalam islam bagi anda yang sedang hamil dan menyusui merupakan suatu hal yang tidak menjadi keharusan jika dikhawatirkan akan menggangu kesehatan bayi dan anda. Bagi anda yang akan melakukan ibadah puasa silahkan saja asalkan bisa menjaga asupan nutrisi selama berpuasa dalam produksi air susu. Pada saat menyusui penting untuk menjaga pola makan yang seimbang. Dalam memasuki bulan ramadhan dan memutuskan untuk mengikuti puasa maka anda harus tetap menjaga pola makan tersebut untuk nutrisi yang dibutuhkan di dalam produksi asi dalam memberikan kualitas dan kuantitas asi terbaik untuk bayi anda.

Continue Reading

Cara Memilih Menu Sahur Bagi Ibu Menyusui

Dalam hukum agama islam bagi ibu hamil dan menyusui diberikan kelulasaan untuk memilih apabila dirinya mampu dalam berpuasa dan tidak menimbulkan pengaruh buruk saat berpuasa dengan kondisi kesehatan bayi tidak terganggu maka anda boleh berpuasa.

Akan tetapi jika kesehatan anda dan bayi tidak mendukung untuk menjalankan puasa, kondisi sakit atau gangguan lain-lainnya. Maka agama telah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa terlebih jika dapat memperburuk keadaan anda dan bayi. Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang mendukung anda untuk berpuasa. Meskipun umumnya ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa di usia bayi mencapai enam bulan akan dengan alasan nutrisi yang didapat bayi tidak lagi tergantung dalam pemberian asi. Setelah dokter memberikan kiat-kiat untuk anda dalam menjalankan puasa tanpa mengalami gangguan kepada bayi, anda juga harus memperhatikan kesehatan anda dan bayi selanjutnya.

Continue Reading

Memilih Waktu yang Tepat Berpuasa Disaat Menyusui

Setelah proses yang dialami anda selama sembilan bulan dalam menjaga janin di dalam kandungan kini saatnya masa persalinan dimana kehadirann buah hati semakin dekat. Kesempurnaan yang hadir di tengah-tengah keluarga anda merupakan sebuah kado istimewa.

Tentu saja belum cukup hingga masa pesalinan setelah itu masa-masa indah akan anda alami dengan melihat tumbung kembang bayi dari bulan ke bulan. Pada masa perkembangannya membutuhkan asupan nutrisi berupa sari-sari makanan. Banyak Penelitian yang menemukan bahwa dengan menyusui  maka sari makanan yang diperoleh bayi dapat memenuhi kebutuhan asupan gizinya, keistimewaan air susu ibu dapat memberikan pertumbuhan maksimal bagi bayi anda.

Continue Reading

Menjaga Kelancaran Asi Selama Berpuasa

Bulan istimewa yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia untuk meningkatkan keimanan selama tiga puluh hari penuh. Mereka berlomba lomba dalam mencari pahala di bulan yang penuh ampunan.

Momen yang penting ini terasa terlewati oleh anda yang sedang menyusui. Proses alami menyusui tidak bisa ditinggalkan mengingat bayi anda sangat tergantung pada nutrisi yang dihasilkan dari asi. Bolehkah ibu menyusui berpuasa? Boleh ketika bayi anda memang tidak tergantung dengan asi sehingga waktu yang tepat untuk memutuskan puasa adalah di usia bayi sudah memasuki diatas enam bulan, ketergantungan asi sudah mulai berkurang dengan pemberian MPASI.

Continue Reading

Kiat Menjaga Asupan Gizi Ibu Menyusui Ketika Berpuasa

Dalam menjalankan berpuasa di bulan ramadhan bagi anda yang sedang menyusui dapat dilakukan ketika pemeriksaan dokter menyatakan kesehatan anda dan bayi mendukung puasa selama ramadhan. Pertimbangan ini penting untuk memberikan pemberian asi terbaik kepada bayi mengingat bayi sangat rentan terhadap perubahan kondisi.

Menyusui idealnya diberikan pertama kali saat bayi terlahir, pada usia 6 bulan atau lebih intensitasnya bisa dikurangi karena telah diberikan MPASI. Kualitas asi masih harus anda jaga agar memberikan gizi yang mencukupi tumbuh kembang bayi anda. Kualitas asi dapat anda peroleh dari makanan yang anda konsumsi. Menjaga asupan gizi yang baik selama anda berpuasa merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas kesehatan anda dan bayi.

Continue Reading

Tips Menjaga Kualitas ASI Selama Berpuasa

Selama sebulan penuh memenuhi kewajiban berpuasa ramadhan memiliki banyak manfaat selain dari segi rohani untuk kesehatan juga memiliki banyak manfaat untuk anda.Puasa ramadhan dapat mengatasi beberapa gangguan kesehatan dalam pengendalian stress seperti penyakit hipertensi, kasdiovaskular, kanker dan juga ginjal.

Selama anda menjalankan puasa lebih kurang 14-15 jam tidak mendapatkan suplai makanan dari luar. Sehingga pada waktu itu cadangan energi dapat digunakan ketika anda melakukan aktivitas. Secara keseluruhan puasa sangat menguntungkan bagi yang menjalankannya. Keuntungan berpuasa terkadang ingin anda raih ketika anda sedang menyusui.

Bagaimana dengan manfaat berpuasa untuk anda yang sedang menyusui? Apakah manfaat yang didapat sama dengan yang laiinya? Jelas saja ibu menyusui mempunyai perbedaan baik dari segi kebutuhan nutrisi dan juga aktivitas. Sehingga banyak pertimbangan dalam melakukan puasa ramadhan, meskipunn agama kita telah memberikan sebuah kelonggaran untuk anda yang sedang menyusui untuk tidak berpuasa.

 

menjaga-kualitas-asi.jpg

Continue Reading

Cara Terbaik Berpuasa Ketika Sedang Menyusui

Menyusui merupakan proses alamiah yang secara tidak langsung telah mempererat ikatan batin antara anda dan bayi. Produksi air susu akan keluar setelah adanya rangsangan yang dikirim ke otak sehingga memicu timbulnya hormon prolaktin yang dapat merangsang sel-sel kelenjar payudara dalam proses produksi asi. Bukti penelitian menunjukan bahwa gizi terbaik didapatkan dari asi. Bahkann dengan susu formula mahal sekalipn gizi asi tidak akan terkalahkan. Ketika memasuki bulan ramadhan dan anda sedang menyusui, bolehkah berpuasa?

 cara-berpuasa-terbaik-saat-menyusui.jpg

Berpuasa pada ibu menyusui tidak menjadi keharusan karena agama islam memberikan kelonggaran untuk hal ini. Mengingat bayi masih rentan dengan beberapa masalah kesehatan sehingga yang terbaik adalah dengan menjaga kesehatan bayi melalui nutrisi ASI. Bayi yang masih di bawah enam bulan masih sangat tergantung dengan asi sehingga sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika ingin berpuasa.

Continue Reading

Tips Menyusui Lancar Meski Sedang Berpuasa

Aktivitas menyusui merupakan suatu hal terpenting dalam memberikan asupan gizi bagi bayi apalagi dalam bulan pertama hingga ke enam kelahirannya. Pada saat menyusui gizi yang diperoleh bayi melebihi nutrisi yang luar biasa dalam perkembangan bayi selain itu dengan menyusui kedekatan batin anda dan bayi semakin erat. Kedekatan anda dengan kulit kepala bayi melepaskan hormon oksitosin yang membuat bayi anda merasa tenang dan terlindungi. Selain itu kandungan hormon koleksitokinin yang terdapat dalam air susu ibu (ASI) memberikan waktu tidur yang berkualitas. Pada bayi yang belum mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan pendamping maka sumber nutrisi satu-satunya adalah asi, penting untuk anda memperhatikan asupan makanan sehingga menyediakan sari makanan yang mencukupi kebutuhan gizi.

Continue Reading

Tips Berbuka Puasa yang Sehat Untuk Ibu Menyusui

Banyak yang memperdebatkan bahwa berpuasa saat ibu menyusui tidak dianjurkan karena akan mengakibatkan nutrisi berupa sari makanan untuk bayi terganggu. Meskipun demikian tidak sedikit yang melakukan puasa wajib di bulan ramadhan meskipun sedang menyusui. Pada saat menyusui nutrisi yang dibutuhan bayi memang sangat tergantung pada asupan makanan anda, akan tetapi untuk usia bayi yang sudah diberikan makanan pendamping asi, maka tidak perlu cemas karena nutrisi tercukupi. Lantas apakah boleh ibu menyusui berpuasa?

 

Dalam agama islam, ibu yang sedang hamil dan menyusui diberikan pengecualian sehingga diperbolehkan tidak berpuasa apabila mengakibatkan kondisi kesehatan janin atau bayi terganggu. Bagi anda yang memberikan asi ekslusif selama 6 bulan tidak dianjurkan untuk berpuasa dahulu, secara medis hal ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sangat tergantung pada pemberian ASI.

Continue Reading

5 Tips Sahur Sehat Untuk Ibu Menyusui

Sebagai umat muslim kedatangan bulan ramadhan sangat ditunggu-tunggu dengan meningkatkan keimanan melalui puasa wajib dan ibadah lainnnya yang bisa dilakukan. Anda yang sedang menyusui pada bulan ramadhan diperbolehkan puasa jika kesehatan anda dan bayi memungkinkan untuk melakukannya. Agama kita sudah memberikan kemudahan untuk anda yang sedang hamil dan menyusui untuk tidak mengikuti puasa jika akan memperburuk kondisi bayi. Bagaimana jika anda tetap memaksakan diri untuk berpuasa? Boleh saja asalkan terlebih dahulu anda mempertimbangkan kondisi bayi, jika bayi anda dalam keadaan sehat dan telah bayi memasuki usia 6 bulan, maka ketergantungan dengan ASI tidak terlalu tinggi . Makanan pendamping bisa memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi anda.

Continue Reading

Loading...

Follow us