Penyakit Ginjal

Apakah Anda Sudah Mengetahui Fungsi Ginjal Sebenarnya Untuk Tubuh?

Bagian tubuh yang memiliki ukuran yang tidak terlalu besar ini tentunya memiliki fungsi yang tidak boleh Anda abaikan. Ginjal yakni bagian tubuh yang berbentuk seperti kacang dan masing-masih ginjal memiliki ukuran kepalan tangan. Bagian tubuh ini tepatnya berada di bawah tulang rusuk, masing-masing satu di setiap sisi tulang belakang Anda. Secara umum, ginjal ini menyaring sekitar 120 hingga 150 liter darah untuk menghasilkan sekitar 1 sampai 2 liter urin yang tentunya terdiri dari limbah dan juga cairan yang berlebih.

Fungsi ginja memang sangat oenting yakni sebagai bagian tubuh yang menampung urin untuk selanjutnya disalurkan pada kandung kemih melalui dua otot tabung tipis yang disebut dengan ureter. Dalam hal ini kandung kemih menyimpan urin, namun otot-otot pada dinding kandung kemih akan tetap tenang meskipun kandung kemih terisi dengan urin. Saat kapasitas kandung kemih terisi dengan urin, maka sebuah sinyal memberi tahu ke otak bahwa seseorang tersebut harus segera ke toilet untuk membuang urin.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bagian tubuh yang penting ini belum banyak diketahui orang akan bagian-bagian serta fungsi yang lainnya dari organ tubuh ini. Sangat penting untuk Anda mengetahui bagian ginjal, hal ini untuk memudahkan Anda dalam menjaga kesehatan ginjal. Untuk itu, Anda diharuskan untuk mengetahui beberapa bagian dari ginjal karena memang sangat diperlukan oleh Anda.

Alasan Mengapa Ginjal Penting

Banyak sekali penjelasan dimana ginjal memang sangat penting untuk tubuh kita. Bagian tubuh yang satu ini memang tidak boleh Anda abaikan akan peran dan juga fungsinya untuk tubuh kita. Ginjal di sebut sebagai bagian yang penting dimana ginjal berfungsi dalam menstabilkan darah dan juga menjaga komposisi tubuh dengan baik. Pada ginjal tertentunya terdapat beberapa bagian yang memang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh manusia.

Meskipun memang ginjal sering kita abaikan, akan tetapi jika terjadi masalah pada ginjal, maka akan menyebabkan kesehatan tubuh kita menjadi sangat terganggu. Berikut ini beberapa fungsi ginjal yang wajib Anda ketahui, diantaranya:

Mengeluarkan cairan dan racun

Fungsi pertama dari ginjal yakni memiliki fungsi untuk menyaring darah dan juga mengeluarkan cairan berlebih yang ada pada tubuh. Selain itu, ginjal juga dapat mengurangi jumlah garam dan juga mineral lainnya yang ada di dalam darah. Jika mineral tersebut kelebihan, maka akan disaring oleh ginjal dari darah dalam bentuk limbah yakni berupa urin.

Menjaga keseimbangan air di dalam tubuh

Setiap harinya ginjal mengeluarkan setidaknya dua liter dari dalam tubuh. Tentunya, sebagian air dikeluarkan oleh ginjal agar tidak terjadi kelebihan air di dalam darah. Jika darah kelebihan, maka darah akan mengencer dan juga cukup berbahaya bagi tubuh kita. Selain itu, tubuh dapat menjaga keseimbangan air dengan mempertahankan tekanan osmotik ekstraseluler (diluar sel). Jika tekanan tersebut cukup berlebihan, maka akan dikeluarkan oleh tubuh melalui organ tubuh yang penting ini yakni ginjal.

Menjaga pH darah

Fungsi selanjutnya yang tidak boleh Anda abaikan yakni ginjal dapat menjaga pH darah. Ginjal memang menjadi bagian tubuh sebagai penjaga kadar darah agar tidak terlalu asam. Dalam hal ini ginjal mempertahankan pH plasma darah kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan juga hidroksil. Akibat yang terjadi, maka urine dapat menghasilkan zat asam pada pH 5 ataupun alkalis pada pH 8.

Mengatur volume cairan di dalam darah

Selain itu, ginjal juga memiliki fungsi untuk mengontrol jumlah cairan darah di dalam tubuh serta mempertahankannya agar tetap seimbang. Tanpa adanya control dari ginjal tentunya tubuh akan menjadi lebih kering karena kekurangan cairan yang ada di dalam darah. Dengan begitu, tubuh akan tenggelam karena cairan yang ada di dalam tubuh menjadi menumpuk dan tidak terbuang.

Memproses ulang zat-zat

Seperti yang kita tahu bahwa zat-zat tertentu memang dihasilkan oleh tubuh. Namun ternyata zat-zat yang sudah diproses dalam sistem pencernaan akan diproses ulang oleh ginjal. Hal ini tentunya adanya kemungkinan bahwa zat yang sudah dikeluarkan memiliki fungsi yang masih baik. Dengan begitu zat tersebut akan dikembalikan pada darah untuk disalurkan ke beberapa bagian tubuh yang memerlukannya. Zat-zat yang umumnya diproses kembali oleh ginjal diantaranya zat garam, air, asam amino dan juga glukosa. Proses pengembalian zat ini memang masih berguna untuk darah yang disebut dengan reabsorpsi.

Mengendalikan kadar gula dalam darah

Ginjal memang sangat penting untuk kesehatan tubuh manusia. Namun, ginjal tentunya berfungsi untuk mengatur kelebihan dan juga kekurangan pada gula dalam darah dengan menggunakan hormon insulin dan juga adrenalin. Hal ini memang sangat penting untuk menghindari terjadinya diabetes. Insulin di sini memang berfungsi sebagai hormon untuk menurunkan kadar gula dalam darah jika kadar gula dalam darah tersebut memang ada dalam kadar berlebih. Sedangkan adrenalin di sini berperan dalam menaikkan kadar gula dalam darah jika pada saatnya kadar gula dalam darah tersebut tidak mencukupi.

Membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh

Dalam fungsi lain yakni ginjal dapat mengeksresikan zat-zat yang merugikan bagi tubuh manusia seperti zat purin menyebab asam urat, urea, creatinin, bakteri, amoniak dan juga obat-obatan. Jika zat tersebut tidak dikeluarkan oleh tubuh, maka adanya kemungkinan zat tersebut akan menjadi racun sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Pengendali zat dan hormon

Fungsi lain dari ginjal yakni ginjal sebagai penghasil zat dan juga hormon seperti renin, kalsitriol dan juga eritropoietin. Hormon yang dihasilkan oleh ginjal ini yakni hormon eritropoietin yang disingkat dengan EPO. Hormon EPO ini berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsung tulang belakang. Sedangkan renin berfungsi untuk mengatur tekanan darah yang ada di dalam tubuh. Sedangkan kalsitriol berperan dalam membentuk vitamin D serta menjaga keseimbangan kimia yang ada di dalm tubuh serta dapat mempertahankan kalsium yang ada di dalam tulang belakang tubuh Anda.

Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan juga basa

Fungsi lain dari ginjal yang tidak banyak diketahui oleh sebagian besar orang yakni ginjal berfungsi dalam mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh. Kondisi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan kelebihan asam dan juga basa di dalam urin.

Mengatur volume cairan dalam darah

Ginjal tentunya dapat mengontrol jumlah cairan darah untuk mempertahankannya agar tetap memberikan keseimbangan pada tubuh. Tanpa adanya kontrol dari ginjal, maka tubuh akan kering karena kekurangan cairan darah ataupun sebaliknya. Tentunya, tubuh akan tenggelam karena adanya kebanjiran cairan di dalam tubuh yang menumpuk dan tidak terbuang. 

Mengatur kadar kalium di dalam darah

Kalium (K) atau potasium ialah kandungan mineral yang berfungsi untuk membuat semua sel, jaringan dan juga organ di dalam tubuh tetap berfungsi dengan baik. Kalium di sini memang sangat penting bagi tubuh. Namun, jika kadara kalium terlalu berlebihan, maka kemungkinan akan terjadinya hiperkalemia yang dapat menyebabkan otot-otot jantung berhenti berdetak ataupun berdetak tidak beraturan. Akan tetapi sebaliknya, jika tubuh kekurangan zat yang satu ini, maka jangan heran jika tubuh Anda terasa lelah dan terjadi kelemahan otot. Oleh karena itu, ginjal menjadi sangat penting karena dapat berfungsi untuk mengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara menyerap atau membuang kalium yang masuk ke dalam nefron.

Bagaimanakah Ginjal Bekerja?

Setiap ginjal tentunya terdiri dari sekitar satu juta unit penyaringan yang dikenal dengan sebutan nefron. Tentunya, setiap nefron akan menyaring sejumlah kecil darah. Dalam hal ini nefron termasuk bagian penyaring yang disebut dengan glomerulus dan juga tubulus. Nefron sendiri bekerja dengan melalui beberapa proses yakni glomerulus memungkinkan jika cairan dan produk limbah melewatinya. Akan tetapi, mencegah sel-sel darah dan juga molekul besar dan zat seperti protein. Cairan yang berhasil di cegah tersebut tentunya disaring, kemudian melewati tubulus yang mengirimkan mineral yang memang dibutuhkan kembali oleh tubuh untuk proses metabolisme tubuh. Sedangkan jika tidak ada yang diperlukan, maka akan dibuang menjadi limbah dan berbentuk urin.

Beberapa Hal Yang Perlu Anda Ingat Tentang Ginjal

Perlu Anda ketahui bahwa setiap harinya ginjal menyaring sekitar 120 hingga 150 liter untuk menghasilkan sekitar 1 sampai 2 liter urin yang terdiri dari limbah dan juga cairan ekstra. Ginjal memang sangat penting untuk menjaga komposisi dan juga menstabilkan darah yang memungkinkan tubuh berfungsi dengan baik. Tentunya, setiap ginjal terdiri dari lebih dari satu juta unit penyaringan yang disebut dengan nefron. Nefron di sini berfungsi untuk menyasing zat yang diperlukan oleh tubuh serta mengirimkan kembali zat yang diperlukan oleh tubuh ke dalam aliran darah atau membuangnya menjadi urin. Inilah beberapa hal yang perlu Anda ingat mengenai kinerja ginjal.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai tentang ginjal dan juga bagaimanakah ginjal tersebut bekerja untuk tubuh kita. Semoga bermanfaat!

Segera Batalkan Puasa Anda Jika Mengalami Tanda Bahaya Dehidrasi Berat Berikut Ini

Puasa memang menjadi waktu dimana kita harus menahan dari makan dan juga minum. Tidak heran jika hampir semua orang yang berpuasa sedikit mendapatkan asupan air mineral. Untuk itu, mungkin saja kita banyak menemukan berbagai hambatan dan juga halangan yang tidak terduga ketika sedang menjalankan puasa. Seperti misalnya Anda tiba-tiba mengalami dehidrasi saat berpuasa.

Sudah tidak heran lagi jika setiap orang  akan mengalami dehidrasi ringan selama menjalankan ibadah puasa. Namun, Anda harus waspadai karena dehidrasi yang kronis atau serius bisa saja terjadi secara tiba-tiba saat seseorang itu menjalankan puasa. Bagaimanapun juga, dehidrasi yang kronis sangat berbahaya bagi tubuh kita bahkan dapat menyebabkan kematian.

Terlepas dari hal tersebut tentunya jangan sampai kita mengalami dehidrasi yang serius ketika sedang menjalankan ibadah puasa. Hal ini dikarenakan ketika bulan puasa cukup sulit untuk membedakan dehidrasi ringan dengan dehidrasi yang serius.Maka dari itu, kita harus mengetahui bagaimana tanda-tanda jika dehidrasi yang kita alami tersebut sangat serius dan juga kronis.

Penyebab Anda Mengalami Dehidrasi Serius Saat Puasa

Seperti yang kita tahu bahwa dehidrasi ialah suatu kondisi dimana tubuh kita kekurangan asupan cairan sehingga tubuh kita tidak dapat bekerja dengan baik. Dehidrasi banyak dialami oleh sebagian orang terutama ketika sedang berpuasa. Namun, jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk tidak melakukan ibadah puasa karena khawatir tubuh Anda akan mengalami dehidrasi.

Jika dilakukan dengan tepat, dehidrasi yang dialami saat berpuasa tentu dapat dengan mudah Anda hindari. Pada umumnya, puasa tidak menyebabkan Anda mengalami dehidrasi meskipun tubuh Anda tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Orang yang mengalami dehidrasi saat bulan puasa tentunya dapat dipicu oleh beberapa penyebab yang mungkin tidak Anda sadari. Berikut ini beberapa penyebab Anda mengalami dehidrasi yang serius, diantaranya:

- Diare yang hebat

- Muntaber

- Sering muntah-muntah baik akibat mabuk perjalanan ataupun penyakit maag

- Orang yang menghidap diabetes

- Orang yang sudah berusia lanjut (lansia)

- Melakukan aktivitas fisik yang berat ketika sedang berpuasa

- Sering berkeringat

- Bekerja di luar ruangan, di bawah terik matahari langsung  atau di ruangan yang panas

- Kurang minum saat berbuka dan sahur

- Mengonsumsi makanan yang menyebabkan haus lebih lama

- Tidak makan dan minum saat sahur

- Tidak minum saat tidur di malam hari

Dehidrasi serius tersebut tentunya bisa saja terjadi jika Anda tidak menghindari diri dari beberapa penyebab dehidrasi kronis tersebut.

Berbahayakah Dehidrasi Saat Berpuasa?

Mungkin jika dehidrasi yang kita alami terbilang cukup ringan, tentu tidak akan berbahaya bagi kesehatan. Namun, ketika sedang berpuasa, kita harus menahan diri dari makan dan juga minum sehingga sangat memungkinkan tubuh kita mengalami dehidrasi baik ringan ataupun berat. Saat berpuasa tentunya kita sangat mudah mengalami dehidrasi. Yang jadi pertanyaan, apakah dehidrasi saat berpuasa itu berbahaya?

Jika dilihat dari kadar bahaya, tentu saja dehidrasi yang Anda alami tersebut berat, maka akan sangat berbahaya bahkan mengancam jiwa Anda. Saat Anda mengalami dehidrasi yang cukup parah ketika sedang berpuasa, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan atau carilah layanan kesehatan darurat. Jika dehidrasi berat yang Anda alami tidak segera ditangani oleh pihak medis, maka Anda akan berisiko mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Gangguan kesehatan yang mungkin saja terjadi diantaranya penyakit batu ginjal, fungi ginjal serta berbagai organ yang berhubungan dengan ginjal. Selain itu, dehidrasi juga akan menyebabkan kerusakan otot serta gangguan pencernaan yakni sembelit. Dalam kasus yang cukup berat, dehidrasi bisa saja menyebabkan seseorang hilang kesadaran (pingsan) bahkan kematian.

Tanda Dehidrasi Yang Serius

Baik dehidrasi ringan ataupun dehidrasi berat tentu saja menunjukkan berbagai tanda. Gejala dehidrasi ringan yang mungkin Anda rasakan diantaranya bibir yang kering, sering haus, lemas, sakit kepala, urin yang berwarna gelap serta tidak buang air kecil sama sekali. Jika kita mengalami dehidrasi berat saat berpuasa, tentunya kita diharuskan untuk membatalkan puasa karena jika tidak, maka akan mengancam nyawa Anda.

Sebelum memutuskan untuk membatalkan puasa, berikut kami sajikan beberapa tanda jika dehidrasi yang kita alami tersebut tergolong cukup berat, diantaranya:

  1. Nafas yang memburu
  2. Demam yang hebat
  3. Kondisi jantung yang berdebar
  4. Mengingau atau meracau
  5. Denyut nadi yang lemah
  6. Kejang-kejang
  7. Kulit kering dan tidak balik lagi seperti semula, terlebih ketika sudah dicubit
  8. Hilangnya kesadaran
  9. Tidak buang air besar selama lebih dari delapan jam
  10. Pusing ketika bangkit dari tempat duduk dan tidak kunjung hilang
  11. Linglung dan tidak bisa berpikir

Demikianlah beberapa tanda dehidrasi yang tergolong berat yang wajib untuk Anda ketahui.

Bahaya Jika Anda Mengalami Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat yang Anda alami tentunya akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan tubuh. Jika Anda mengalami dehidrasi berat ketika berpuasa, alangkah baiknya jika Anda membatalkn puasa Anda secepatnya. Hal ini dikarenakan dehidrasi yang berat memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan tubuh, beberapa bahaya jika Anda mengalami dehidrasi berat yakni sebagai berikut:

Mudah lelah

Ketika Anda mengalami dehidrasi yang berat tentunya Anda akan sangat rentan Anda mengalami kelelahan yang hebat. Ini tentunya menjadi efek yang banyak dijumpai pada orang yang mengalami dehidrasi yang berat. Mudah lelah saat dehidrasi tentunya disebabkan oleh kurangnya asupan cairan pada tubuh. Jika cairan di dalam tubuh berkurang, maka kinerja tubuh manusia akan terhambat sehingga otot tubuh tidak berfungsi dengan baik. Maka, tidak heran jika orang yang mengalami dehidrasi memiliki tubuh yang mudah lemas dan juga lelah.

Nyeri persendian

Tidak dapat dipungkiri jika Anda mengalami dehidrasi yang berat akan merasakan rasa nyeri pada daerah persendian. Rasa nyeri yang Anda alami tentunya akan menyebabkan sendi terasa kaku. Dehidrasi tentunya dapat disebabkan oleh kebutuhan otot terutama otot sendi sehingga menyebabkan tulang rawan menjadi lemah.  Inilah yang menyebabkan rasa nyeri sendi dan juga kaku pada persendian.

Terganggunya ginjal dan kandung kemih

Orang yang mengalami dehidrasi berat tentunya akan menyebabkan terganggunya organ ginjal dan juga kandung kemih. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka racuk akan terakumulasi serta limbah asam akan mampu memproduksi lingkungan sehingga bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat di dalam ginjal. Maka dari itu, ginjal Anda akan terganggu sehingga bakteri akan terus muncul dan berkembang di dalam ginjal. Jika kondisi ini terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami infeksi saluran kemih dan juga organ ginjal yang terganggu. Untuk itu, jagalah asupan cairan tubuh Anda setiap harinya agar bakteri yang berkembang di dalam ginjal dapat berkurang karena larut dalam air yang kita konsumsi. Jika Anda mengalami infeksi saluran kencing ketika berpuasa, lebih baik Anda membatalkan puasa agar kondisi infeksi Anda tidak bertambah parah.

Kulit yang kering

Kulit kering pastinya akan Anda rasakan jika Anda mengalami dehidrasi yang ringan ataupun berat. Inilah salah satu manfaat dari air putih dimana dapat berfungsi untuk menyehatkan serta melembapkan kulit. Terlebih ketika kita sedang berpuasa, maka akan mengalami kekurangan cairan sehingga tidak heran jika Anda mengalami kulit yang kering dan bersisik. Jika jaringan kulit sudah berkurang, maka akan mempercepat terjadinya penuaan dini.

Asma

Bahaya selanjutnya yang bisa terjadi akibat dehidrasi berat yakni penyakit asma dan juga alergi. Hal ini dikarenakan ketika dehidrasi, maka saluran pernapasan kita akan menyempit. Penyempitan saluran pernapasan ini bertujuan untuk menghemat cairan yang ada di dalam tubuh. Orang yang mengalami dehidrasi berat akan sangat memungkinkan Anda terkena asma dikarenakan saluran pernapasan yang menyempit. Inilah bahaya yang perlu Anda ketahui jika Anda mengalami dehidrasi yang serius. 

Hipertensi

Kurangnya aliran oksigen yang ada di dalam tubuh tentunya dapat mengakibatkan orang tersebut mengalami dehidrasi. Kondisi tersebut dikarenakan di dalam darah terdapat cairan sebanyak 92% dan cairan yang ada di dalam darah dapat digunakan untuk pengencer darah. Jika darah kekurangan cairan, maka akan menyebabkan darah menjadi kental. Jika terjadi, maka sangat besar kemungkinan akan terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah sehingga darah tidak mengalir lancar ke seluruh tubuh. Maka bagi Anda yang sering mengalami dehidrasi ringan dan juga berat akan berisiko terkena hipertensi.

Kolesterol tinggi

Orang yang mengalami dehidrasi tentunya sangat mudah baginya terkena kolesterol yang tinggi. Saat tubuh mengalami kekurangan cairan, maka tubuh akan lebih banyak memproduksi kolesterol. Maka dari itu, jika tubuh kita kekurangan cairan, maka akan mengakibatkan kadar kolesteriol di dalam tubuh menjadi tinggi dikarenakan produksi kolesterol menjadi lebih banyak saat dehidrasi.

Pingsan

Bagi Anda yang mengalami dehidrasi berat tentunya ini menjadi tanda yang paling berbahaya. Jika kita sudah kehilangan kesadaran secara mendadak, maka dapat dipastikan tubuh sangat kekurangan pasokan air yang cukup untuk melakukan berbagai aktivitas. Jika kita dipaksakan untuk melakukan aktivitas yang berat, namun pasokan air di dalam tubuh berkurang, maka sangat berisiko tubuh Anda mengalami kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Dada sakit

Hilangnya banyak cairan di dalam tubuh tentu dapat membuat seseorang berada pada tingkat bahaya. Seseorang yang kehilangan banyak cairan tubuh tentunya akan sering mengalami sakit pada bagian dada. Rasa nyeri yang ditimbulkan pada bagian dada tentunya jangan dianggap sepele. Hal ini dikarenakan jaringan jantung Anda terganggu sehingga jantung tidak mampu memompa darah dengan lancar akibat kurangnya pasokan cairan di dalam tubuh.

Demam

Jika dehidrasi sudah sering Anda alami tentunya akan terjadi peningkatan suhu tubuh. Demam yang terjadi pada Anda tentunya diakibatkan oleh kurangnya cairan tubuh. Jika tidak segera diatasi dengan meminum air putih, maka sangat memungkinkan keluhan akan muncul seperti sulit tidur dan juga kehilangan kesadaran.

Mencegah agar tidak terjadi dehidrasi saat berpuasa tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Bagaimanapun juga, Anda menginginkan tubuh Anda sehat dibarengi dengan ibadah yang lancar pula. Maka, mulailah memenuhi asupan cairan tubuh agar terhindari dari dehidrasi. Itulah beberapa gejala, tanda dan juga bahaya dari dehidrasi berat yang wajib Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

 

20 Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Yang Banyak Ditemui

Seperti yang kita tahu penyakit ginjal memang berhubungan dengan kebiasaan dan juga gaya hidup yang kerap kita lakukan. Penyakit ginjal juga berkaitan erat dengan ketidakseimbangan asupan air ke dalam tubuh. Hal ini dikarenakan kadar air di dalam darah tentu sangat berpengaruh pada kinerja ginjal. Tidak dapat dipungkiri bahwa kerusakan ginjal yang terjadi pada seseorang tentunya dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh. Yang lebih mengerikan lagi, penyakit ginjal ini dapat menimbulkan masalah yang cukup berat hingga nantinya meningkat menjadi stadium akhir.

Ginjal memang menjadi salah satu bagian organ tubuh yang memiliki kinerja yang sangat penting di dalam tubuh yakni menyaring air dari darah serta racun yang kemungkinan masuk ke dalam tubuh. Maka dapat diartikan bahwa ginjal menjadi bagian tubuh yang sangat rentan terkena penyakit. Fungsi ginjal yang utama yakni mengontrol tekanan darah, membersihkan darah serta menyaring air dari dalam darah. Oleh karena itu, jika fungsi ginjal terganggu atau seseorang yang mengalami gagal ginjal harus mendapatkan penanganan yakni dengan cuci darah.

Jika pada umumnya banyak orang yang tidak mengerti akan kinerja ginjal, maka mereka tidak akan memiliki kesadaran untuk mengubah pola dan juga gaya hidupnya. Kondisi ginjal yang rusak tentunya dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan pada pergelangan kaki, sulit tidur, muntah hingga kesulitan ketika bernapas. Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa ciri penyakit ginjal yang dapat dikenali sejak dini.

Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Yang Umum Terjadi

Beberapa penyakit mungkin tidak menimbulkan gejala yang terlalu signifikan, namun tentu saja menjadi kondisi yang perlu diwaspadai. Hal ini dikarenakan jika kondisi tersebut bertambah parah, maka akan menimbulkan kondisi yang mungkin sangat sulit untuk diobati. Begitupula dengan penyakit ginjal yang memang sangat sulit untuk dideteksi ketika masih dalam tahap awal. Mungkin terdapat sebagian besar orang yang bahkan tidak mendapatkan gejala apapun padahal mereka mengalami yang namanya penyakit ginjal.

Pada awalnya penyakit ginjal timbul dikarenakan kurangnya asupan air putih ke dalam tubuh. Seperti yang kita tahu bahwa air putih memiliki fungsi dan kinerja yang sangat mendukung dalam sistem metabolisme tubuh. Jika tidak dideteksi secara dini, maka kondisi penyakit ginjal Anda akan semakin parah sehingga dapat mengancam hidup Anda. Oleh karena itu, berikut kami sajikan beberapa ciri-ciri penyakit ginjal yang mungkin umum terjadi pada sebagian besar orang. Jika Anda menemukan salah satu atau bahkan lebih dari ciri-ciri yang kami sebutkan di bawah ini, maka alangkah baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Kesulitan bernafas

Ciri penyakit ginjal yang pertama yakni seseorang akan mengalami kesulitan ketika bernapas. Kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh terjadinya penumpukan cairan di paru-paru. Cairan tersebut tentunya dapat menutupi organ paru-paru sehingga membuat organ yang ada di paru-paru hanya sedikit. Tidak heran jika penderita ginjal mengalami kesulitan ketika bernapas akibat terjadinya timbunan cairan di dalam paru-paru.

Sakit ketika buang air kecil

Ciri selanjutnya yang dapat dipastikan Anda mengalami penyakit ginjal yakni rasa sakit ketika buang air kecil. Terutama bagi seseorang yang mengalami batu ginjal dimana ketika buang air kecil, maka akan merasa sangat sakit dan juga perih. Kondisi ini terjadi karena penekanan yang terjadi pada saluran kandung kemih ketika buang air kecil. Tidak heran jika kondisi ini menyebabkan Anda merasakan sakit yang hebat.

Jumlah urine yang dikeluarkan sedikit

Buang air kecil sakit tentu dibarengi dengan jumlah urine yang sangat sedikit ketika buang air kecil. Seperti yang kita tahu bahwa fungsi utama ginjal yakni untuk menyaring air dan juga mengeluarkan sisa-sisa metabolisme berupa urine. Jika fungsi ginjal terganggu, maka akan memiliki pengaruh yang sangat kuat pada jumlah urine yang akan dikeluarkan. Meskipun Anda minum air dalam jumlah yang cukup banyak, namun jika fungsi ginjal terganggu, maka tetap saja akan mengeluarkan urine sedikit. Jika Anda mengalami gejala buang air kecil dengan urine yang sedikit, maka ini bisa menjadi adanya masalah pada ginjal Anda.

Sering buang air kecil

Jika Anda mengalami frekuensi buang air kecil yang sering, namun dengan jumlah yang sedikit. Maka kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala penyakit ginjal. Sering buang air kecil namun dengan jumlah urine yang sedikit menjadi kondisi yang harus Anda waspadai.

Merasa sakit dan pegal di sekitar pinggang

Rasa sakit dan juga nyeri yang terjadi di sekitar pinggang tentunya bisa menjadi indikasi dimana adanya gangguan pada ginjal. Rasa sakit yang berada di antara pinggang tentunya membuat Anda merasa tidak nyaman bahkan ketika Anda duduk. Ini terjadi karena ginjal berada di antara pinggang sehingga tidak heran jika rasa sakit tersebut timbul dan terjadi di sekitar pinggang.

Urine berwarna keruh

Selain jumlah urine yang sangat sedikit, penyakit ginjal juga bisa ditandai dengan warna urine yang keruh. Jika pada awalnya Anda warna urine yang Anda keluarkan bening, namun berbeda ketika Anda mengalami yang namanya penyakit ginjal. Perubahan warna urine dari bening ke coklat ini dikarenakan fungsi ginjal terganggu ketika proses metabolisme di dalam tubuh. Jika Anda mendapati kondisi tersebut, maka Anda harus berhati-hati dan lebih baik memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan juga penanganan.

Hilangnya keseimbangan tubuh

Otak yang kurang berkonsentrasi tentunya dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan di dalam tubuh. Hal ini ditambah dengan rasa pusing yang hebat sehingga dapat membuat orang yang mengalami penyakit ginjal dapat jatuh terlebih ketika Anda bangun tidur.

Sering mual disertai dengan muntah

Rasa mual yang sering dirasakan oleh orang yang mengalami penyakit ginjal yakni dikarenakan terjadinya penumpukan cairan yang masuk ke dalam lambung. Penumpukan cairan yang berlebihan tentunya akan membuat lambung menjadi sangat tertekan sehingga akan timbul rasa mual dan juga muntah yang mungkin terjadi setiap harinya.

Mengalami anemia

Anemia yakni kekurangan sel darah merah dapat terjadi yang disebabkan oleh produksi sel darah merah di dalam tubuh menjadi berkurang. Kurangnya produksi sel darah merah tentunya disebabkan oleh menurunnya kadar oksigen di dalam paru-paru. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan produksi sel darah merah di dalam tubuh mengalami penurunan. Kondisi paru-paru ini tentunya dapat menyebabkan kadar oksigen menjadi menurun sehingga dapat mempengaruhi kinerja paru-paru yang dapat menyebabkan sel darah merah menjadi sangat terhambat.

Rasa gatal yang ekstrim

Ciri-ciri selanjutnya yang bisa menjadi indikasi terjadinya penyakit ginjal yakni rasa gatal yang cukup ekstrim yang terjadi pada beberapa bagian tubuh. Gatal yang dirasakan di sini tentunya bukan karena gatal biasa seperti gigitan semut, namun lebih kepada rasa gatal yang terjadi pada bagian kaki, tangan dan dada. Rasa gatal yang datang jika terus digaruk, maka akan menimbulkan bekas luka meskipun dengan garukan yang ringan.

Pusing kepala

Pusing kepala mungkin bukan saja menjadi indikasi dimana adanya penyakit ginjal. Hal ini dikarenakan rasa pusing yang terjadi pada Anda mungkin saja bukan karena penyakit ginjal. Pusing sakit kepala juga bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit yang lain. Namun, jika rasa pusing kepala yang dirasakan oleh penderita tentu karena kurangnya kadar oksigen dan juga produksi sel darah merah di dalam tubuh sehingga menyebabkan pasokan sel darah merah menjadi sangat menurun.

 Tubuh mudah lelah

Kondisi anemia yang terjadi pada penderita ginjal tentunya dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah dan lemas. Rasa lelah yang melanda tentunya bisa tetap Anda alami meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat. Terlebih rasa lelah ini ditambah dengan rasa sakit kepala yang cukup hebat.

 Nafas yang pendek

Pada orang dengan kondisi ginjal yang normal tentunya diperlukan untuk menghembuskan dan juga menarik napas sekitar 3 detik. Kondisi ini berbeda dengan orang yang memiliki masalah pada ginjal dimana ketika menarik dan juga menghembuskan napas dapat terjadi kurang dari 3 detik. Tidak heran jika penderita ginjal memiliki nafas yang pendek dan seperti terengah-engah.

 Produksi hormon terganggu

Fungsi utama ginjal yakni membantu tubuh dalam memproduksi hormon. Hal ini jika fungsi ginjal tergannggu, maka akan menyebabkan terganggunya produksi hormon. Untuk itu, tidak heran jika penderita ginjal mengalami gangguan dalam hal produksi hormon yang membuat kinerja beberapa organ tubuh menjadi sangat terganggu.

 Mudah lupa

Sulitnya otak untuk berkonsentrasi tentu menyebabkan daya ingat dan juga memori pada otak juga ikut terganggu. Pada penderita ginjal tentunya dapat menyebabkan penderita mengalami mudah lupa dalam mengingat seseuatu. Hal ini tentunya dikarenakan menurunkan asupan oksigen di dalam tubuh.

 Demam

Demam yang terjadi pada penderita penyakit ginjal tentunya dikarenakan sistem imunitas tubuh menjadi sangat terganggu dikarenakan masuknya bakteri dan juga virus ke dalam tubuh. Demam yang tidak kunjung sembuh tentunya akan menyebabkan Anda mengalami rasa yang tidak nyaman dan juga kondisi tubuh yang bermasalah. Tidak heran jika penyakit ginjal ini mengalami demam dalam waktu yang cukup lama.

 Nafsu makan yang menurun

Kondisi yang tidak nyaman ini tentunya dapat disebabkan oleh keadaan perut yang kembung sehingga memberikan efek pada menurunnya nafsu makan. Penurunan nafsu makan ini tentunya dapat menyebabkan berat badan menjadi menurun secara drastis.

Hermaturia

Ciri yang selanjutnya yakni sebuah kondisi dimana menjadi tahap akhir dari terganggunya fungsih ginjal. Hal ini tentunya ditandai dengan munculnya darah di dalam urine. Jika kondisi ini terjadi, makadapat dipastikan Anda mengalami gangguan ginjal yang benar-benar parah dan patut untuk Anda waspadai.

 Kram

Terjadinya kram yang terjadi di beberapa bagian tubuh yang disebabkan oleh adanya penumpukan cairan yang berlebih di dalam tubuh. Kondisi ini tentunya menyebabkan terjadinya reaksi dari syaraf dan juga otot. Timbulnya rasa kram yang terjadi akibat reaksi yang cukup berlebih, maka dapat menyebabkan otot dan juga syaraf menjadi sangat terganggu.

 Insomnia

Selain disebabkan oleh kesulitan bernafas, seseorang yang mengalami penyakit ginjal juga dapat mengalami yang namanya insomnia. Kondisi ini terjadi akibat perut kembung dan juga frekuensi buang air kecil yang sering sehingga menyebabkan kualitas tidur Anda menjadi sangat terganggu. Tidak heran jika kondisi ini menyebabkan Anda mengalami gangguan tidur atau insomnia.

Pembengkakan pada buah zakar

Untuk pria, ciri-ciri terjadinya penyakit ginjal ini tentunya ditandai dengan terjadinya pembengkakan pada buah zakar. Untuk ukuran pada buah zakar pada pria yang mengalami penyakit ginjal yakni akan memiliki ukuran yang lebih besar dari biasanya. Jika hal ini terjadi, maka jangan tunggu waktu yang lama. Segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Adanya busa pada urine

Penyakit ginjal yang terjadi tentunya dapat diindikasi dengan ciri-ciri yaitu adanya busa pada urine. Dalam hal ini urine yang dikeluarkan akan menimbulkan buih-buih yang mirip dengan busa. Kondisi ini tentunya menjadi salah satu keadaan dimana adanya fungsi ginjal yang terganggu. Hal ini tentunya untuk mengindikasi dimana adanya radang ginjal yang terjadi akibat kerusakan nefron pada ginjal.

Bekas kencing yang dikeribuni semut

Kondisi ini tentunya memiliki istilah lain yang terdengar lumrah di masyarakat yakni penyakit kencing manis. Ciri-ciri penyakit ginjal ini yakni ginjal glukosaria dimana adanya semut yang mengerubungi bekas urine. Kondisi ini terjadi karena adanya kandungan kadar gula yang berlebih di dalam urine sehingga tidak heran jika urine yang Anda keluarkan dikeribuni oleh semut. 

Peradangan pada lapisan perut

Sistem imunitas tubuh yang lemah tentunya dapat terjadi akibat adanya degenerasi dari fungsi ginjal. Ini tentunya menyebabkan bakteri dan virus akan sangat mudah menyerang tubuh manusia. Organ tubuh yang palingrentan terkena peradangan yakni perut. Serangan ini tentunya akan menimbulkan peradangan yang terjadi pada lapisan perut. Tidak heran jika kondisi ini dapat menyebabkan rasa perih dan juga nyeri pada bagian perut.

 Pertumbuhan yang terganggu

Penyakit ginjal ini tentunya dapat menyerang siapa saja baik anak-anak dan juga dewasa. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga akan sangat rentan terkena penyakit ginjal. Salah satu ciri dimana anak terserang penyakit ginjal yakni terganggunya pertumbuhan pada anak. Perkembangan dan juga pertumbuhan yang terjadi pada anak membuat kondisi bertambah parah hingga ginjal mengalami kerusakan.

 Urine berbau tidak sedap

Pada dasarnya urine memiliki aroma yang khas. Jika Anda mendapati warna urine diserta dengan aroma urine tidak sedap, maka menjadi satu pertanda dimana adanya gangguan yang terjadi pada ginjal. Jika urine Anda berwarna gelap dan juga berbau tidak sedap, maka dapat dipastikan kondisi ginjal Anda sedang ada dalam masalah yang cukup serius.

Mata yang sembab

Ciri ginjal yang selanjutnya ini mungkin saja terjadi pada anak-anak dimana anak akan mengalami mata yang sembab. Kondisi ini akan terlihat jelas pada saat pagi hari dan akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, hal ini berlanjut hingga keesokan harinya hingga menyebabkan pembengkakan yang terjadi pada mata.

Hipertensi

Produksi sel darah merah yang terganggu serta penyempitan pembuluh darah tentunya akan menyebabkan terjadinya peradangan pada ginjal. Kondisi ini juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah yang tinggi yakni hipertensi. Hal ini juga menjadi indikasi dimana penyakit ginjal yang Anda alami cukup serius.

Penyakit ginjal memang bisa terjadi kapan saja dan juga pada siapa saja, maka dari tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memulai kebiasaan dan juga gaya hidup agar lebih baik lagi. Demikianlah beberapa ciri-ciri penyakit ginjal yang sering dijumpai pada sebagian besar orang. Semoga bermanfaat!

 

10 Faktor Risiko Munculnya Penyakit Ginjal Yang Harus Anda Tahu

Penyakit ginjal memang menjadi penyakit yang tidak boleh diabaikan. Bagaimanapun juga, penyakit ginjal membawa dampak yang buruk untuk kesehatan Anda. Bagi orang yang menderita penyakit ginjal tentunya harapan untuk memiliki kembali ginjal yang sehat ialah keinginan yang paling besar. Munculnya penyakit ginjal bukan tanpa sebab melainkan ada beberapa faktor yang memicu penyakit ini menyerang tubuh Anda.

Beberapa faktor tersebut baik faktor internal maupun eksternal ikut mempengaruhi timbulnya penyakit ginjal. Faktor risiko seperti usia, kebiasaan yang kita lakukan serta riwayat keluarga memang menjadi penyebab yang paling besar. Meskipun kita termasuk orang yang memiliki risiko yang besar terkena penyakit ginjal, namun sudah seyogianya bagi kita untuk mencegah penyakit tersebut agar tidak menyerang tubuh kita.

Cara yang paling mudah untuk mengatasi risiko terkena suatu penyakit ialah dengan mengetahui faktor-faktor risiko terserangnya penyakit ginjal. Tanpa mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan penyakit ginjal tersebut menyerang kita. Alangkah baiknya bagi kita untuk mulai mencari tahu faktor risiko yang dapat menyebabkan munculnya penyakit ginjal pada tubuh kita.

Fakto Risiko Munculnya Penyakit Ginjal

Munculnya penyakit ginjal pada tubuh kita tentu menjadi sebuah teror yang patut untuk kita waspadai. Risiko tersebut tentunya menjadi suatu ancaman yang mungkin sulit untuk dikendalikan dan dicegah. Untuk itu sebelum terlambat, alangkah baiknya bagi kita untuk mengetahui beberapa faktor risiko munculnya penyakit ginjal pada tubuh kita seperti yang akan kami sajikan berikut ini!

Sering mengonsumsi obat penghilang nyeri

Ternyata sering menggunakan obat untuk menghilangkan rasa nyeri dapat memiliki dampak yang buruk bagi ginjal Anda. Obat pereda nyeri di sini memiliki beberapa kandungan bahan di dalamnya seperti ibuprofen, acetaminophen dan juga naproxen. Jenis bahan obat tersebut memiliki efek samping yang tidak boleh kita abaikan. Penggunaan pil non-steroid anti-inflamasi (NSAID) dengan dosis yang berlebihan telah menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit ginjal.

Jenis obat seperti yang sudah kami sebutkan di atas dapat menyebabkan nefritis calledinterstitial. Satu pil sehari yang kita konsumsi tentu tidak berbahaya, namun jika dikonsumsi lebih dari 3 kali dalam sehari, aka memiliki faktor risiko terkena penyakit ginjal yang cukup berat. Beberapa reaksi alergi terhadap efek samping dari obat ini seperti vankomisin dan penisilin tentu dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Hal yang perlu Anda perhatikan yakni jika Anda menggunakan obat ini setiap hari, pastikan bahwa dokter mengetahui dosis yang Anda konsumsi sehari-harinya. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat ini yang Anda beli di apotek tidak dengan resep dari dokter.

 Terjadinya penyumbatan

Faktor risiko kedua yang menjadi penyebab terjadinya penyakit ginjal ialah terjadinya penyumbatan pada ginjal Anda. Penyumbatan di sini pada umumnya terjadi pada ginjal karena adanya kerusakan pada beberapa bagian ginjal. Hal ini tentunya disebabkan oleh aliran urine yang dapat membuat cadangan dari satu ginjal ke ginjal lainnya. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal, diantaranya:

- Anda memiliki cacat lahir sehingga menyebabkan mengerasnya satu atau kedua ureter (saluran yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih).

- Terjadinya pembekuabn darah atau plak kolesterol yang memblokir pembuluh darah ginjal

- Anda memiliki bekas luka  dari infeksi ginjal

- Terdapat batu ginjla yang menghalangi aliran urin dari ginjal ke kantung kemih.

Anda perlu tahu bahwa penyumbatan yang terjadi pada ginjal dapat diperbaiki dengan membantu menyelamatkan fungsi ginjal yang dblokir. Seperti yang kita tahu bahwa batu ginjal dapat diobati dengan beberapa penanganan khusus. Untuk itu, tanyakan pada dokter Anda apakah penyumbatan yang terjadi pada ginjal disebabkan oleh batu ginjal.

Terjadinya peradangan

Faktor risiko selanjutnya yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit ginjal ialah adanya peradangan. Penyakit tertentu seperti Glomerulonefritis (filter ginjal meradang) tentunya dapat merusak ginjal. Terkadang kerusakan yang disebabkan oleh peradangan dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. Jenis penyakit Glomerulonefritis ini tentunya dapat menjadi faktor genetik yang diturunkan di dalam keluarga. Beberapa penyebab mungkin memiliki respon kekebalan terhadap infeksi seperti radang tenggorokan.

Penyebab suatu penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik tentunya menjadi penyebab yang paling kuat. Untuk lebih jelasnya, alangkah baik Anda mengetahui apakah ada keluarga Anda yang mengalami penyakit gagal ginjal tersebut. Hal ini justru sangat Anda perlukan demi untuk mengetahui apakah keluarga Anda yang lain memiliki faktor risiko akan penyakit ginjal yang satu ini.

Penyalahangunaan obat-obatan

Penyebab selanjutnya yang dapat menjadi faktor risiko penyakit ginjal ialah penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba tentunya menjadi faktor risiko yang besar yang bisa memicu munculnya penyakit ginjal. Beberapa obat yang memiliki dampak yang buruk dan dapat menyebabkan penyakit ginjal, diantaranya:

- LSD

- Oxycontin

- Ketamine

- Aerosol

- Kokain

- PCP

- Poppers

- Methamphetamines

- Heroin

Jika Anda menemukan jenis obat tersebut, maka ketahuilah bahwa obat-obatan tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda. Tanyakan pada dokter untuk mengetahui keterangan yang lebih lengkap.

Sejarah penyakit ginjal di keluarga

Penyakit ginjal tentunya bisa disebabkan oleh riwayat keluarga yang juga memiliki penyakit ginjal. Faktor yang satu ini tentunya lebih dikenal dengan sebutan faktor genetik. Jika di keluarga Anda terdapat satu atau lebih yang mengalami penyakit ginjal baik akut ataupun kronis. Maka akan dipastikan bahwa Anda memiliki faktor risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit ginjal.

Beberapa jenis penyakit ginjal yang diturunkan seperti penyakit gijal polikistik (PKD). Jenis penyakit ginjal ini tentunya menyebabkan terjadinya kista besar yang berisi cairan yang dapat mendesak kaluar jaringan ginjal yang normal. Dalam kondisi tertentu seperti tekanan darah tinggi dan juga diabetes yang ada dalam keluarga dapat juga menurun pada keluarga. Untuk itu, ketahui bahwa sejarah penyakit ginjal yang ada di dalam keluarga dapat mempengaruhi munculnya penyakit ginjal.

Penyakit tertentu

Penyakit ginjal tentunya dipengaruhi oleh munculnya penyakit tertentu yang ada di dalam tubuh. Penyakit tersebut tentunya memiliki peranan yang cukup besar dalam menyebabkan penyakit ginjal. Beberapa penyakit tertentu dapat memicu terjadinya penyakit ginjal, diantaranya:

- Tekanan darah tinggi

- Gagal jantung kongestif

- Hepatitis C

- Kanker

- Anemia sel sabit

- Sistemik lupus eritematosus (penyakit jaringan ikat)

- Diabetes

- AIDS

Kelahiran prematur

Penyakit ginjal tentunya dapat disebabkan pula oleh terjadinya kelahiran bayi prematur. Setidaknya satu dari lima bayi yang prematur akan memiliki simpanan kalsium di dalam filter ginjal. Bagian inilah yang disebut dengan nefrokalsinosis. Pada bayi yang lahir prematur tentunya akan memiliki kemungkinan terjadinya masalah ginjal di kemudian hari.

Tes rontgen pewarna

Tes rontgen yang dilakukan dengan rontgen pewarna  tentunnya dapat meningkatkan potensi terjadinya penyakit ginjal. Dalam hal ini pewarna dapat digunakan untuk meningkatkan kontras. Proses ini digunakan untuk membuat jaringan lunak yang muncul di rontgen, MRI dan CT Scan. Namun ternyata langkah ini dapat membahayakan ginjal. Berikut ini risiko yang lebih tinggi yang dapat memicu timbulnya penyakit ginjal, diantaranya:

- Anda memiliki penyakit diabetes

- Anda memiliki gagal jantung kongestif

- Anda memiliki beberapa kerusakan ginjal

- Anda dehidrasi sebelum melakukan tes rontgen

- Anda yang berusia 75 tahun atau lebih tua

- Tekanan darah sistolik Anda ialah 80 atau lebih rendah

Jika Anda melakukan tes rontgen pewarna, beberapa hal yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

- Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan berbicara dengan dokter terutama bagi Anda yang memiliki beberapa faktor risiko tersebut. Anda tentunya bisa memastikan bahwa rontgen kontras dapat menjadi cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui keadaan Anda. Seperti beberapa kasus USG dan juga film X-Ray polos dapat bekerja dengan baik.

- Setelah itu, tanyakan pada dokter Anda mengenai antioksidan dan n-acetylcysteine (NAC) yang dikonsumsi selama beberapa hari. Di beberapa penelitian NAC telah melindungi ginjal dari kerusakan akibat zat kontras yang terjadi dampak dari tes rontgen.

- Sebelum melakukan tes rontgen pewarna tentunya Anda dapat mengambil tindakan pencegahan.

- Anda tentunya dapat menanyakan apakah radiologi tersebut dapat membantu melindungi ginjal.

Cedera dalam kecelakaan

Seseorang yang pernah mengalami kecelakaan tentunya akan memiliki peluang yang besar untuk mengalami cedera. Beberapa operasi, kecelakaan dan juga tes pewarna rontgen dapat mengurangi aliran darah pada ginjal. Kondisi ini tentunya dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut secara tiba-tiba. Untuk beberapa kondisi gagal ginjal akut akan cukup membaik, namun risiko yang bisa Anda ambil dari peyakit ginjal kronis ini memiliki tingkat yang lebih tinggi jika Anda pernah mengalami gagal ginjal sebelumnya.

Gejala Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal kronis pada umumnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Terlebih pada tahap awal, penyakit ginjal akan berkembang secara pelan-pelan. Berikut ini beberapa gejala dari penyakit ginjal yang umum terjadi diantaranya:

- Kehilangan nafsu makan

- Sering mengalami mual dan juga muntah

- Sesak napas

- Terjadinya masalah pada mulut

- Perasaan lemah dan juga lesu

- Mengalami sakit perut yang cukup hebat

- Frekuensi buang air kecil yang meningkat terutama saat malam hari

- Terjadinya gangguan ketika tidur

- Merasakan sensasi kulit yang gatal

- Menurunnya ketajaman mental

- Terjadinya kejang dan kram otot

- Terjadinya nyeri pada dada dikarenakan adanya penumpukan cairan yang ada disekitar jantung

- Terjadinya pembengkakan pada pergelangan kaki dan juga tangan

- Tekanan darah tinggi yang sangat sulit untuk dikontrol

- Terjadinya mati rasa, sensasi terbakar pada kaki dan juga tangan

- Sering mengalami masalah nyeri pada perut

- Sering mengalami susah tidur

- Gangguan pada irama jantung

- Terjadinya penurunan kesadaran

- Pada penderita penyakit ginjal akut akan terlihat ciri-ciri terjadinya dehidrasi

- Penderita infeksi batu ginjal dan juga infeksi ginjal tentunya akan mengeluhkan demam dan juga menggigil

- Nyeri pada bagian punggung bawah serta urin yang bercampur darah dapat menjadi salah satu gejala dimana penderita mengalami penyakit ginjal yang kronis seperti penyakit ginjal polikistik dan juga infeksi ginjal.

- Jumlah urin dan frekuensi buang air kecil menjadi berkurang

- Biasanya bentuk urin berbusa

- Terjadinya kulit yang gatal dan juga kering

Pada anak-anak yang mengalami penyakit ginjal tentunya akan mudah mengantuk, kehilangan nafsu makan, pertumbuhan yang terhambar dan juga tidak bertenaga. Jika dirasa Anda memiliki beberapa tanda dan juga gejala penyakit ginjal yang sudah kami sebutkan di atas, maka alangkah baiknya jika Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan juga penanganan yang cepat.

Fakta Seputar Penyakit Ginjal

Mungkin banyak orang yang belum mengetahui akan fakta-fakat dari penyakit ginjal ini. Penyakit ginjal lebih sering dikaitkan dengan kerusakan ginjal akibat limbah yang menumpuk di dalam tubuh. Berikut ini beberapa fakta penting yang perlu Anda ketahui seputar penyakit ginjal, diantaranya:

Diabetes dan juga tekanan darah tinggi menjadi penyebab penyakit ginjal

Kedua penyakit ini tentunya menjadi penyebab yang paling umum dimana dapat menjadi faktor utama timbulnya penyakit ginjal pada tubuh Anda. Kedua kondisi ini tentunya akan memakan dan merusak ginjal secara perlahan bahkan bertahun-tahun lamanya.

Tidak menimbulkan gejala pada tahap awal

Fakta yang kedua bahwa ternyata penyakit ginjal ini tidak memiliki gejala yang signifikan. Penyakit ginjal pada tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala apapun. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa penyakit ginjal yang sudah berkembang akan menjadi lebih parah. Tes urin dan juga darah memang menjadi langkah yang harus Anda lakukan. Tes ini menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui keadaan penyakit ginjal Anda. Dalam hal ini tes darah akan memeriksa tingkat glomerular filtration (GFR) untuk menunjukkan seberapa baiknya ginjal dalam menyaring kotoran. Tes urin ini tentunya dapat memeriksa protein di dalam urin Anda.

Penyakit ginjal dapat diobati

Jika penyakit ginjal terdeteksi sejak dini, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mengobati penyakit tersebut. Semakin cepat Anda mengetahui akan penyakit ginjal di tubuh Anda, maka akan semakin cepat pula Anda mendapatkan penanganan dalam mencegah penyakit ginjal. Mengobati penyakit ginjal tentunya akan membantu mencegah terjadinya penyakit jantung.

Cedera ginjal akut

Mungkin bagi sebagian besar orang yang mengalami cedera ginjal akut akan lebih berpotensi terserang penyakit gagal ginjal dibandingkan dengan yang tidak pernah mengalami cedera. Jika pada ginjal seseorang terjadi perubahan fungsi ginjal, maka akan terjadi perubahan yang mendadak. Kondisi ini tentunya dapat terjadi pada orang dengan ginjal normal atau yang sudah memiliki masalah pada ginjal. Penyakit kardiovaskular dan juga riwayat keluarga dengan penyakit gagal ginjal dapat menjadi faktor pemicu terjadinya penyakit ginjal pada seseorang.

Penyakit ginjal dapat menetap seumur hidup

Tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit ginjal memang menjadi salah satu penyakit yang dapat memburuk dari waktu ke waktu. Jika gagal ginjal terjadi, maka  diperlukan suatu pengobatan dengan menggunakan metode tranplantasi ginjal atau dialisis. Penyakit ginjal di sini tentunya dapat menyebabkan kondisi kesehatan seseorang terganggu juga. Bagi beberapa orang tentunya akan sangat mudah mengalami penyakit gagal ginjal yang akan meningkat menjadi masalah penyakit lainnya seperti serangan jantung dan juga penyakit stroke.

Demikianlah beberapa hal yang perlu  Anda ketahui mengenai  faktor risiko munculnya penyakit ginjal pada tubuh kita serta beberapa fakta yang belum banyak diketahui oleh sebagian besar orang. Tetaplah jaga kesehatan Anda dengan menerapkan pola hidup sehat. Semoga bermanfaat!