Penyakit Stroke

Waspadailah Bahaya Penyakit Stroke Otak Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

Penyakit stroke memang digadang-gadang sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Hal ini dikarenakan kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit stroke meningkat setiap tahunnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa stroke merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Penyakit stroke bisa membuat tubuh kita tidak berdaya dan tidak mampu untuk melakukan sesuatu.

Seperti yang kita tahu bahwa stroke menyerang salah satu bagian organ tubuh kita yang sangat penting yakni otak. Jika otak kita terganggu, maka dapat dipastikan bahwa semua bagian tubuh kita juga bermasalah. Penyakit stroke memang identik dengan kelumpuhan karena sebagian besar penderita stroke mengalami lumpuh baik ringan maupun berat.

Selain itu, penyakit stroke juga mengganggu dan juga menyerang sistem saraf tubuh manusia beserta fungsinya. Penyakit stroke ini bisa terjadi dikarenakan tersumbatnya aliran darah ke otak. Jika sistem otak kita terganggu, maka dapat dipastikan bahwa seluruh bagian tubuh kita juga terganggu karena semua kendali tubuh kita berpusat di otak.

Penyakit Stroke Otak

Dalam hal ini stroke memang identik dengan sistem saraf otak yang terganggu. Dengan definisi lain bahwa stroke ialah salah satu gangguan yang menyerang fungsi otak sebagai pusat saraf tubuh manusia. Stroke juga bisa terjadi  karena kurangnya aliran darah dari tubuh ke otak sehingga menyebabkan adanya sumbatan di pembuluh darah.

Terlepas dari hal tersebut tentunya banyak penderita stroke yang tidak menyadari bahwa ternyata dirinya mengalami penyakit stroke otak dengan gejala yang sulit dideteksi. Penyakit stroke di sini ialah salah satu penyakit yang memang menyerang sistem saraf manusia. Penyakit stroke ini menyerang tentunya tidak mengenal akan jenis kelamin ataupun usia. Mungkin sebelumnya, penyakit stroke banyak menyerang sebagian besar orang yang sudah berusia lanjut. Akan tetapim untuk saat ini tidak sedikit orang yang masih terbilang muda menderita penyakit ini.

Stroke memang sangat berbahaya, meskipun memang stroke memiliki dua jenis yakni stroke ringan dan juga stroke berat. Namun tetap saja kedua jenis stroke ini harus benar-benar diwaspadai. Jika seseorang terkena stroke ringan, maka tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi stroke berat. Untuk itu, Anda harus benar-benar mewaspadainya.

Bahaya Penyakit Stroke Otak

Bagaimanapun juga, penyakit stroke memiliki bahaya yang mungkin tidak diinginkan oleh setiap orang. Seseorang yang sudah menderita stroke tentu tidak akan pernah merasa sempurna untuk menjalani hidup dikarenakan beberapa anggota tubuh terganggu. Maskipun begitu, Anda tentunya tidak disarankan untuk memiliki pikiran tersebut karena banyak alternatif dan juga cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan juga mengobati penyakit stroke tersebut agar lebih baik.

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa bahaya dari penyakit stroke yang tentu sebisa mungkin dapat Anda hindari. Berikut ini beberapa bahaya dari penyakit stroke yang kerap menyerang manusia, diantaranya:

Kelumpuhan

Bahaya pertama yang sangat ditakutkan oleh setiap orang dari penyakit stroke ini ialah kelumpuhan. Penyakit stroke memang sangat identik dengan kelumpuhan dan ini termasuk ke dalam jenis penyakit stroke yang sangat berat dan juga tergolong sangat parah. Dalam hal ini kelumpuhan bisa terjadi di seluruh bagian tubuh seseorang terutama kaki. Bagian tubuh yang mengalami kelumpuhan ini tentunya sudah tidak bisa digerakkan lagi karena tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebenarnya kelumpuhan tidak hanya terjadi pada bagian kaki, namun juga terjadi pada beberapa anggota tubuh lainnya seperti leher, tangan, dan juga anggota gerak lainnya. Meskipun memang penyakit stroke ini tidak separah koma, namun tetap saja bisa Anda akan merasa tidak bahagia dalam menjalani kehidupan ini. Kelumpuhan di sini tentunya menyebabkan raung gerak Anda terbatas sehingga menghambat semua aktivitas kita yang normal.

Sulit Berbicara

Selain dari kelumpuhan, bahaya selanjutnya ialah kesulitan dalam berbicara. Sulit bicara ialah salah satu gangguan yang terjadi akibat adanya penyakit stroke ringan. Kesulitan bicara ini tentunya menyebabkan gejala bicara yang tidak beraturan dan tidak dimengerti oleh banyak orang. Selain itu, indikasi dari kesulitan berbicara ini memang sangat sulit untuk mengeluarkan kata-kata. Kesulitan berbicara ini tentunya akan menyebabkan tingkat keparahan yang lebih lanjut seperti mulut yang sangat sulit untuk bergerak atau gejaka mulut yang merot (miring ke salah satu sisi). Jika sudah terjadi, maka penderita stroke akan sangat sulit untuk mengeluarkan suara dan juga mulut yang seperti terkunci sehingga sangat sulit untuk digerakkan lagi.

 Gangguan Kognitif

Dalam hal ini gangguan kognitif akan terjadi dikarenakan sel saraf pada otak sudah tidak lagi bekerja secara normal. Kondisi ini tentunya diakibatkan oleh terjadinya stroke ringan. Pada orang yang mengalami stroke ringan ini tentunya akan mengalami kelemahan ketika berpikir sehingga fungsi otak tidak bisa berjalan dengan optimal.

 Hilangnya Keseimbangan

Bagaimanapun juga, keseimbangan yang ada di dalam tubuh kita difungsikan oleh otak. Dalam hal ini otak tentunya mengatur akan segala aktivitas yang kita lakukan. Hal ini dikarenakan disinilah pusat kendali otak kita. Maka jika kita merasa adanya ketidak seimbangan yang terjadi pada tubuh kita, maka ini tentu menjadi awal dari terjangkitnya penyakit stroke. Tentu, ini menjadi kondisi dimana Anda harus benar-benar berhati-hati, maka segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Rusaknya Jaringan Saraf

Penyakit stroke yang parah tentu mengakibatkan jaringan saraf pada tubuh seseorang menjadi tidak berfungsi dengan baik lagi. Jaringan saraf ini termasuk pada jaringan yang memiliki peran yang sangat penting di dalam aktivitas tubuh. Jaringan yang rusak ini tentunya tidak hanya terjadi pada anggota tubuh, namun juga menyangkut sistem saraf otak. Kondisi ini tentunya menyebabkan seseorang menjadi tidak bisa berpikir dengan normal sehingga sangat sulit untuk menerima pesan yang dikirim oleh anggota tubuh yang lain. Tidak dapat dipungkiri jika dalam hal ini otak tidak bisa sinkron dengan anggota tubuh yang lainnya ketika bekerja.

Nyeri Kepala

Sakit dan juga nyeri kepala tentu menjadi gejala yang paling umum terjadi selain dari penyakit stroke. Akan tetapi, Anda benar-benar harus waspada karena gejala sakit dan juga nyeri kepala akan terjadi secara tiba-tiba bahkan tidak penyebab lainnya. Sebagian besar orang akan mengabaikan jika terjadinya gejala yang dapat membahayakan tubuh kita jika tidak ditangani lebih lanjut. Maka dari itu, segeralah periksakan ke dokter jika Anda tiba-tiba mengalami rasa sakit kepala dan juga nyeri secara tiba-tiba.

 Wajah Pucat Dan Tidak Ada Ekspresi

Selain bagian kaki yang bermasalah, tentunya beberapa bagian otot wajah juga akan mengalami gangguan. Dalam hal ini otot wajah dikendalikan oleh otak sehingga pada penderita stroke, wajah akan mengalami gangguan dan juga cenderung terganggu. Kondisi ini tentunya menyebabkan otot wajah terganggu sehingga tidak bisa mengatur dan juga menggerakkan wajah dengan sempurna. Ini tentunya bisa dilakukan dengan cara menunjukkan gigi, apakah bisa ataukah tidak. Jika sebagian besar bagian pada wajah tidak bisa digerakkan, maka dapat dipastikan Anda mengalami gejala penyakit stroke yang ringan.

Penglihatan Kabur

Selain dari bagian wajah yang tidak bisa digerakkan, tidak heran jika penglihatan juga ikut kabur. Pada penderita penyakit stroke tentunya akan mengalami gangguan pada sistem saraf, tidak terkecuali pada mata. Bagian sraf yang ada pada otak yang menuju bagian penglihatan juga akan kabur dan tidak jelas lagi. Jika terus dibiarkan, maka akan berakibat fatal sehingga akan menyebabkan kebutaan dan fungsi penglihatan tidak bisa berfungsi lagi dengan optimal.

Sesak Nafas dan Cegukan

Tidak sedikit penderita stroke yang sering mengalami cegukan yang terbilang tidak wajar dan terjadi secara tiba-tiba dan juga dalam kurun waktu yang sangat lama. Hal ini tentunya bsia terjadi dikarenakan sistem pernafasan juga ikut terserang. Cegukan yang tidak normal dan juga sesak nafas pada umumnya terjadi pada pasien wanita. Selain itu, sesak nafas akan sangat mengganggu aktivitas yang kita jalani sehari-hari.

Tangan dan Kaki Lemas

Selain ketidakseimbangan yang terjadi pada tubuh, penderita stroke juga akan mengalami lemas yang terjadi pada tangan dan juga kaki. Kondisi tangan dan juga kaki yang lemas tentunya menjadi gejala awal jika seseorang mengalami stroke ringan. Kondisi ini tentunya dibuktikan oleh serangkaian tes sederhana. Cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mengangkat kedua kaki secara bersamaan. Jika Anda tidak bisa mengangkat kaki dengan mudah secara bersamaan atau kaki Anda terasa lemas. Maka dapat dipastikan bahwa Anda mengalami gejala stroke awal. Kaki yang tidak bisa diangkat ini tentunya akan merusak bagian saraf yang ada di dalam otak. Jika kaki kiri tidak bisa diangkat, maka sel saraf yang rusak ialah bagian otak kanan, begitupun sebaliknya.

Koma

Inilah bahaya yang paling ditakuti oleh banyak orang dari penyakit stroke yakni koma. Dalam hal ini koma ialah kondisi dimana orang mengalami seperti mati, namun sejatinya oarng tersebut masih hidup meskipun memang tidak bisa diajak komunikasi. Jika seseorang sudah mengalami yang namanya koma, maka sudah tidak ada lagi harapan baginya untuk hidup. Sebenarnya koma disini ialah orang yang mengalami kematian pada beberapa fungsi tubuh dan juga anggota lainnya. Pada seseorang yang mengalami koma tentunya sangat mencemaskan baik pihak keluarga ataupun dokter. Hal ini dikarenakan dokter akan kesulitan untuk melakukan pemeriksaan.

Kematian

Inilah yang menjadi bahaya terbesar dari penyakit stroke yang diderita oleh seseorang. Stroke yang cukup parah tentunya akan menyebabkan kematian dikarenakan sistem saraf dan juga beberapa fungsi organ tubuh menjadi tidak berfungsi. Penderita stroke yangs angat parah tentunya sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit bahkan mengerakkan sebagian anggota tubuh pun tidak bisa.

Maka tidak heran jika stroke yang parah akan berujung pada kematian. Tercacat pata tahun 2012, penderita stroke mencapai 500.000 orang. Sekitar 12.500 orang kehilangan nyawa akibat penyakit stroke tersebut. Kematian yang diakibatkan oleh penyakit stroke bisa terjadi kapan saja. Hal ini dikarenakan disfungsi beberapa anggota tubuh akan terjadi secara mendadak dan juga tiba-tiba.

Berikut ini beberapa tanda awal yang dialami oleh seseorang yang cukup rentan terkena stroke, diantaranya:

- Terjadinya serangan neurologis fokal berupan kelumpuhan dan juga kelemahan pada tungkai dan lengan ataupn di salah satu sisi tubuh.

- Menurunnya kemampuan akan mencium bau dan juga mengecap

- Kehilangan kendali pada kantung kemih sehingga akan kencing secara tidak disadari

- Tidak dapat memahami apa yang dibicarakan oleh orang lain serta tidak dapat menulis, membaca dan juga berhitung dengan sangat baik

- Terjadinya gangguan serta kesulitan dalam menelan makanan dan juga minuman bahkan cenderung tersedak

- Melemahnya otot, kaku dan juga menurunnya fungsi sensorik

- Hilangnya sensasi abnormal yang terjadi pada lengan dan juga tungkai seperti mati rasa sebelah badan, sering kesemutan, perih dan juga rasa terbakar pada beberapa bagian bawah kulit.

- Akan terasa sulit ketika berjalan serta langkah yang tertaih-tatih bahkan mengalami kelumpuhan total pada tubuh

- Menjadi lebih sensitif sehingga tidak heran jika penderita stroke memang lebih sering marah tanpa sebab

- Selalu ingin tidur

- Kelopak mata akan sangat sulilt untuk terbuka

- Menjadi pelupa (demensia) serta tidak mampu mengenali bagian tubuh lainnya

- Perasaan berputar dan menetap ketika tidak melakukan aktivitas

- Gangguan kesadaran bahkan pingsan dan juga tidak sadarkan diri

Faktor-Faktor Penyebab Penyakit Stroke Otak

Secara umum, penyakit stroke disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Penyebab penyakit stroke juga tidak bisa lepas dari gaya hidup yang kerap Anda lakukan, diantaranya:

- Kolesterol (pengerasan pembuluh darah)

- Diabetes

- Riwayat keluarga yang mengalami stroke

- Migren/ Vertigo (sakit kepala sebelah)

- Bagian muka, leher dan juga tengkuk yang sering tersorot AC dan juga kipas angin secara langusng

- Tinnitus/ telinga yang berbunyi

- Gangguan tidur dan juga kelelahan yang sangat hebat

- Hipertensi /penyakit tekanan darah tinggi

- Gangguan jantung

Itulah beberapa faktor yang bisa menyebabkan penyakit stroke kerap menyerang tubuh manusia.

Cara Mencegah Penyakit Stroke Otak Secara Dini

Dalam mencegah penyakit stroke tentunya Anda bisa melakukannya sedini mungkin. Hal ini dikarenakan penyakit stroke sangat berbahaya jika dibiarkan dalam waktu yang cukup lama. Berikut ini beberapa cara mencegah penyakit stroke secara dini yang bisa Anda lakukan sekarang juga, diantaranya:

- Hindari makanan yang berlemak jenuh seperti jeroan, daging, gorengan, fast food dan junk food

- Jaga berat badan tetap ideal

- Hindari asap rokok

- Mencari penyebab stroke

- Makanan rendah kalori

- Rutin memeriksa tekanan darah agar tetap stabil

- Jangan terlalu stres dan juga emosi

- Sering tersenyum dan bersyukur

- Hindari trauma otak

- Jaga kesetahan otak

- Lakukan olahraga yoga untuk relaksasi dan juga meditasi

- Jaga kesehatan otak

- Hindari vertigo

- Lakukan olahraga secara rutin

- Selalu tersenyum dan juga bahagia

- Hindari minum alkohol

- Periksakan leher Anda

- Batasi asupan garam

- Rutin periksa kadar gula di dalam tubuh

- Cek kadar kolesterol

- Konsumsi makanan potasium seperti kentang dan umbi-umbian

- Konsumsi aspirin bagi Anda yang belum terkena penyakit stroke

- Hindari anemia karena dapat menyebabkan pusing

- Konsumsi suplemen penambah darah

- Lengkapi menu harian Anda dengan beta karoten yang ada di dalam sayuran

- Penuhi asupan buah-buahan

- Hindari dehidrasi dengan minum air putih setidaknya 8 gelas perhari atau sesuai dengan kebutuhan harian Anda

- Konsumsi olahan kedelan seperti tahu dan tempe

- Periksa kesehatan jantung Anda

- Cari berbagai sumber sebagai informasi tambahan

Demikianlah beberapa bahaya penyakit stroke otak yang bsia menyerang siapa saja. Untuk itu, lakukanlah beberapa cara yang sudah kami jelaskan di atas sebagai upaya untuk mencegah penyakit stroke. Semoga bermanfaat!

15 Ciri-Ciri Anda Berisiko Terkena Stroke Yang Harus Anda Waspadai

Penyakit yang satu ini memang menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh sebagian orang terutama orang dewasa. Stroke kerap dikaitkan dengan darah tinggi yang tentu dapat berakibat fatal. Namun, ternyata stroke memiliki beberapa penyebab dan juga ciri-ciri yang dapat menjadi indikasi dari penyakit stroke. Indikasi tersebut tentunya bisa menjadi tanda dan juga faktor risiko dari seseorang yang mengalami stroke.

Stroke yang banyak dialami oleh sebagian besar orang pada awalnya memang disebabkan oleh beberapa faktor yang tentu tidak terjadi secara tiba-tiba. Namun, faktor risiko terkenanya stroke tentunya berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang sehingga tidak dapat terasa seketika juga. Beberapa gejala tentunya dapat timbul, akan tetapi tidak langsung berdampak pada kesehatan tubuh Anda.

Gejala stroke tentunya bisa timbul terutama pada orang yang memiliki faktor risiko yang cukup tinggi. Faktor risiko tersebut tentunya bisa terjadi pada siapa saja dan tentu berhubungan dengan gaya hidup yang kita lakukan. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan Anda berpeluang besar mengalami penyakit stroke seperti yang akan kami bahas pada poin di bawah ini.

 Ciri-Ciri Anda Berisiko Terkena Stroke

Stroke tentunya dapat terjadi pada beberapa orang terutama yang sudah memasuki usia lanjut. Tidak heran jika mengenal dan juga mengetahui penyebab serta faktor-faktor risiko terkena stroke memang sangat dianjurkan bagi Anda. Hal ini tentunya tidak lain ialah untuk mencegah risiko Anda terkena penyakit stroke. Berikut ini beberapa ciri-ciri jika Anda berisiko terkena stroke, diantaranya:

Gula darah tinggi

Penyebab pertama yang bisa menjadi ciri-ciri Anda berisiko terkena stroke ialah Anda memiliki gula darah yang tinggi. Gula darah memang tidak menentu, namun jika berlebih tentu dapat meningkatkan gangguan masalah lain seperti rusaknya pembuluh darah serta meningkatkan risiko terhadap stroke. Untuk hal pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan tes darah sehingga kita bisa mengetahui kadar gula darah di dalam tubuh kita.

Tekanan darah tidak terkontrol

Penyebab selanjutnya yang bisa menjadi indikasi bahwa seseorang berisiko terkena penyakit stroke ialah tekanan darah yang tidak terkontrol. Artinya, orang yang memiliki tekanan darah yang tinggi atau hipertensi sangat berpeluang besar terkena penyakit stroke. Dalam hal ini tentunya tekanan darah yang tinggi dapat ditangani dengan obat-obatan, diet dan juga gaya hidup, tidak merokok dan juga mengurangi stres. Pastikan Anda untuk selalu rutin mengecek tekanan darah agar bisa mengetahui apakah normal, rendah atau bahkan tinggi.

Kadar kolesterol yang tinggi

Kolesterol memang sangat erat kaitannya dnegan penyakit stroke yang Anda alami. kadar kolesterol yang normal tentunya berada di bawah 150 mg/dL untuk trigliserida, di atas 50 mg/dL untuk HDL, di bawah 100 mg/dL untuk LDL dan juga di bawah 200 mg/dL untuk kolesterol yang total.  Seperti yang kita tahu bahwa kolesterol yang tinggi disebabkan oleh tingginya kadar lemak di dalam tubuh yang tentu disebabkan oleh makanan. Selain itu, faktor kolesterol juga dapat disebabkan oleh faktor genetik.

Merokok

Merokok tentunya menjadi salah satu kebiasaan yang sudah lumrah dikalangan masyarakat terutama pria. Kebiasaan ini memang sangat sulit untuk dihilangkan terutama yang sudah kecanduan. Merokok tentunya menjadi salah satu ciri jika dikemudian hari Anda memiliki peluang yang cukup besar untuk terkena penyakit stroke. Kabar baiknya yakni bahwa rokok memang memiliki memiliki dampak yang cukup buruk bagi kesehatan. Anda tentunya harus memutuskan untuk berhenti merokok jika tidak ingin memiliki risiko yang tinggi terkena penyakit stroke.

Penyakit jantung

Selain hipertensi, tentunya adanya masalah pada jantung dapat memiliki risiko yang besar bagi Anda yang terkena penyakit stroke. Dalam hal ini serangan jantung tentuya memang erat kaitannnya dengan penyakit stroke. Kondisi ini tentunya ditandai dengan sesak napas ketika Anda berjalan atau mengalami nyeri dada. Hal ini tentunya Anda berisiko besar terhadap serangan jantung dan juga stroke. Tentunya, Anda jangan menunda jika memang merasakan gejala seperti nyeri dada karena kondisi ini bisa menjadi ciri Anda terkena penyakit stroke.

Overdosis obat-obatan

Seperti yang kita tahu bahwa orang yang mengonsumsi obat-obatan dalam jumlah yang cukup banyak dapat mengalami gangguan penyakit lain di dalam tubuh. Begitupula dengan penyakit stroke yang tentu dapat disebabkan oleh konsumsi obat yang berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam hal ini tidak hanya obat-obatan terlarang, namun juga obat-obatan yang aman pun dapat menjadi penyebab Anda terkena penyakit stroke. Untuk itu, jagalah kesehatan Anda agar tidak selalu mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan sakit Anda. Atau alangkah baiknya jika Anda mengalami sakit mencari alternatif lain dengan mengonsumsi obat yang alami agar tidak memiliki pengaruh yang buruk terhadap kesehatan tubuh Anda.

Stres

Rasa stres yang dialami tentunya memiliki pengaruh yang sangat buruk terhadap kesehatan Anda. Dalam hal ini stres memiliki peran yang cukup besar dalam membuat tekanan darah bertambah tinggi. Stres memang berkaitan dengan kondisi psikis seseorang mulai dari menyembunyikan sesuatu, hidup penuh amarah dan juga gelisah yang berlebihan. Stres yang tersembunyi lebih parah dibandingkan dengan stres yang terbuka dan diketahui oleh orang lain. Stres tentunya memang bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat, santai dalam berpikir dan juga mengontrol emosi agar dapat dengan tenang menghadapi masalah yang tiba-tiba muncul.

Gaya hidup yang pasif

Bagi Anda yang sangat sulit untuk beraktivitas tentunya memang memiliki peluang yang cukup besar untuk terkena penyakit stroke. Meskipun memang olahraga sangat sulit untuk dilakukan, setidaknya penuhilah hari Anda dengan melakukan aktivitas yang bergerak. Bagaimanapun juga, organ tubuh memang memiliki kebutuhan untuk tetap bergerak. Jika Anda peduli terhadap kesehatan Anda tentunya Anda harus melakukan olahraga yang mudah dan juga aman agar dapat tetap menjaga kesehatan tubuh Anda dan juga menurunkan risiko stroke.

Mengabaikan mini-stroke

Banyak orang yang tidak mengenal apa itu mini-stroke. Istilah tersebut tentunya untuk menggambarkan istilah stroke ringan dimana adanya saraf yang kekurangan oksigen akibat aliran darah yang terganggu dan juga berlangsung kurang dari 24 jam dan hanya beberapa menit saja. Gejala ini tentunya sering disebut sebagai gejala penyakit stroke ringan dan dapat terjadi kapan saja. Jika kondisi ini terus Anda alami tentunya Anda akan memiliki risiko yang lebih besar terserang stroke.

Jenis kelamin

Dalam hal ini tentunya jenis kelamin ikut menentukan risiko terkenanya penyakit stroke. Pria memang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Pada umumnya, perempuan akan terkena stroke pada usianya yang lebih lanjut sedangkan pada pria akan mudah terkena stroke meskipun usianya masih muda. Namun, pada perempuan akan berisiko tinggi jika terkena penyakit stroke karena akan mengakibatkan kematian.

Faktor genetik

Faktor ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari risiko terkenanya penyakit stroke. Faktor genetik atau faktor keturunan tentunya memiliki peluang yang cukup besar sebagai penyebab Anda terkena penyakit stroke ditambah dengan pola hidup yang tidak sehat. Maka akan semakin meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit stroke.

Obesitas

Bagi Anda yang memiliki berat badan berlebih tentunya memiliki peluang yang lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibandingkan dengan yang memiliki badan kurus. Kelebihan berat badan tentunya bisa menjadi indikasi dari terkenanya penyakit yang serius atau gangguan kesehatan di dalam tubuh Anda.

Gaya hidup yang buruk

Selain dari beberapa faktor risiko medis tentunya ada beberapa risiko lain yang dapat berpeluang besar bagi Anda mengalami penyakit stroke. Hal ini tentunya berhubungan dengan gaya hidup yang Anda lakukan seperti merokok, meminum alkohol dan juga mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Waktu Yang Tepat Untuk Periksa Dokter

Ketika faktor risiko yang Anda alami memang sangat tinggi tentunya ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mengidentifikasi secara dini mengenai penyakit stroke yang kemungkinan menyerang Anda. Identifikasi atau deteksi secara dini tentunya tidak bisa lepas dari gejala-gejala yang akan muncul baik cepat maupun lambat. Terkadang gejala yang muncul tidak terlalu Anda hiraukan karena merasa gejala tersebut akan berhenti dan tubuh akan baik-baik saja. Namun pada kenyataanya, gejala yang akan muncul dari penyakit stroke memang akan terjadi secara tiba-tiba.

Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti di bawah ini, tentunya ini bisa menjadi indikasi bahwa Anda mengalami penyakit stroke, diantaranya:

- Perubahan penglihatan yang mendadak kabur

- Kesulitan dalam berbicara bahkan tidak bisa berbicara sama sekali

- Rasa sakit kepala yang parah dan tidak pernah dirasakan sebelumnya

- Beberapa bagian tubuh akan mati rasa, tidak berdaya atau perasaan seperti kesemutan yang tiba-tiba muncul dan juga hilang

- Kesulitan dalam memahami kalimat sederhana

- Pusing secara tiba-tiba

- Sering tersedak akibat makanan yang jatuh ke dalam tenggorokan

- Kesulitan dalam menyeimbangkan badan terutama ketika sedang berjalan, terkadang jatuh secara tiba-tiba

- Lengan dan juga kaki yang semakin kaku bahkan tidak bisa diregangkan (spastisitas)

- Memiliki tanda-tanda pembekuan pada pembuluh darah seperti rasa panas, merah dan juga sakit pada bagian tubuh tertentu seperti kaki dan juga tangan

- Memiliki tanda-tanda infeksi saluran kemih seperti deman, buang air kecil yang sakit dan sedikit, urin berwarna keruh, urin mengandung darah dan juga rasa sakit pinggang dan punggung yang sangat menyiksa.

Cara Mencegah Risiko Terkena Penyakit Stroke

Seperti yang kita tahu bahwa jumlah penderita penyakit stroke kian hari semakin bertambah saja. Kondisi ini tentunya bisa menjadi salah satu indikasi dimana penyakit stroke memang menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Penyakit stroke memang dapat dipicu oleh dua hal yakni tekanan darah tinggi dan juga penyakit jantung. Namun tentu masih banyak beberapa penyebab yang mungkin Anda sepelekan.

Lebih baik mencegah daripada mengobati memang menjadi slogan yang sangat mendalam dan juga penuh makna yang cukup luas. Begitupula dengan penyakit stroke yang memang harus dicegah secepat mungkin karena memiliki faktor risiko yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Para ahli juga menyebutkan bahwa penyakit stroke memang bisa dicegah jika memang kita berusaha untuk tidak terkena penyakit stroke tersebut. Beberapa cara mencegah penyakit stroke di bawah ini seyogianya dapat membantu Anda utuk mengurangi risiko terkenanya penyakit stroke.

Periksa jantung Anda

Cara pencegahan pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan memeriksakan keadaan jantung Anda. Mengetahui detak jantung Anda tentunya bisa mendeteksi secara dini apakah jantung Anda mengalami masalah ataukah tidak. Hal ini tentu untuk mengetahui keadaan jantung dapat dilakukan pemeriksaan detak jantung. Tidak dapat dipungkiri bahwa detak jantung yang tidak teratur dapat ditandai dengan nyeri dada, kelelahan dan juga sesak napas.

Jaga tekanan darah

Cara selanjutnya yang dapat Anda lakukan ialah dengan menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Bagaimanapun juga, tekanan darah yang tinggi memang sangat erat kaitannya dengan faktor risiko terkenanya penyakit stroke. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk tetap menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Tekanan darah yang normal tentunya akan kurang dari 120/80 mmHg. Sedangkan jika diatas 120/90 mmHg, maka dapat tergolong tekanan darah yang tinggi.

Batasi konsumsi alkohol

Membatasi asupan alkohol tentunya menjadi salah satu cara untuk mencegah penyakit stroke. Seperti yang kita tahu bahwa alkohol termasuk ke dalam minuman yang memiliki bahaya yang sangat tinggi dan bisa membahayakan kesehatan tubuh kita. Terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan, maka akan menyebabkan terserang penyakit lain seperti jantung dan juga ginjal. Jika sudah terjadi, maka tidak menutup kemungkinan Anda akan mengalami penyakit stroke.

Jangan merokok

Merokok memang menjadi salah satu faktor risiko seseorang terkena penyakit stroke. Perlu Anda tahu bahwa merokok dapat mempercepat pengentalan darah dan juga meningkatkan penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri. Jika Anda tidak ingin terkena penyakit stroke, maka salah satu cara yang paling efektif untuk mengubah kebiasaan Anda ialah dengan berhenti merokok.

Jangan Stres

Cara yang paling tepat bagi Anda untuk mencegah penyakit stroke ialah dengan menghindarkan diri dari rasa stres yang berlebihan. Seperti sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 dan diterbitkan di dalam jurnal Neurology mengatakan bahwa semakin Anda stres, maka semakin besar pula risiko Anda mengalami penyakit stroke. Peneliti juga mengungkapkan bahwa tingkat kebahagiaan seseorang sangat berpengaruh terhadap risiko terkenanya stroke. Maka, cara yang paling tepat ialah dengan mengatasi dan juga mengontrol stres yang ada di dalam diri Anda. Ada baiknya jika Anda berkonsultasi dengan pakarnya untuk mendapatkan pencerahan dan juga solusi yang tepat.

Waspadai Fibrilasi atrial

Mungkin banyak orang yang belum mengenal akan istilah yang satu ini. Fibrilasi atrial  ialah denyut jantung yang tidak teratur sehingga menyebabkan terbentuknya gumpalan di dalam pembuluh darah jantung. Gumpalan ini tentunya dapat berjalan ke otak sehingga dapat terjadi serangan stroke. Jika Anda mengalami yang namanya Fibrilasi atrial, maka Anda memiliki risiko yang lebih besar terkena penyakit stroke. Hal ini dikarenakan Fibrilasi atrial  dapat menghambat bahkan menghentikan aliran darah ke otak dan seluruh tubuh.

Itulah beberapa tanda dan juga ciri-ciri Anda terkena penyakit stroke serta cara mencegah yang tentu dapat Anda lakukan sekarang juga. Pastinya sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan tubuh karena jika sudah terjadi, maka hanya penyesalan yang akan datang. Semoga bermanfaat!

Ternyata Wanita Lebih Rentan Terkena Stroke Dibandingkan Pria, Benarkah?

Penyakit yang satu ini tentunya dapat dikatakan sebagai sebuah teror yang mengancam kesehatan manusia. bagaimanapun juga, penyakit stroke merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi yang ada di Indonesia setelah kanker. Angka kematian yang disebabkan oleh stroke mencapai sekitar 15,4 % dan menduduki peringkat ketiga sebagai penyebab kematian pada wanita. Dari 100 kasus penyakit stroke tentunya 60 diantaranya memang terjadi pada wanita.

Terlepas dari hal tersebut tentunya dapat disimpulkan  bahwa stroke memang lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria. Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, bukan berarti pria mengindahkan akan penyakit yang satu ini. Tentu tidak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini dapat menyerang siapa saja termasuk Anda. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui akan faktor, risiko dan juga cara mencegah penyakit stroke agar tidak terjadi pada Anda. Lantas, mengapa perempuan memiliki risiko yang lebih  besar dibandingkan denagn pria? Yuk kita langsung simak saja penjelasannya berikut ini!

Alasan Mengapa Wanita Rentan Terkena Stroke

Pada umumnya, risiko seseorang terkena stroke dapat terjadi seiring dnegan bertambahnya usia seseorang. Dalam hal ini tentunya wanita rata-rata memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan pria. Dari salah satu faktor ini yakni usia memang dapat menjadi penyebab mengapa wanita lebih rentan mengalami stroke dibandingkan dengan pria. Seiring dengan berjalannya waktu, maka wanita yang panjang umur dapat berisiko terkena stroke meskipun itu ringan ataupun berat. Selain itu, wanita juga lebih rentan terkena penyakit-penyakit autoinum.

Migrain

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak gangguan inflamasi yang dapat menyebabkan adanya kerusakan pada pembuluh darah ataupun pembekuan pada darah sehingga dapat menyebabkan risiko stroke semakin meningkat. Bagi wanita yang sering terkena migrain tentunya dapat meningkatkan penyakit stroke pada wanita.  Penyakit stroke juga dapat terjadi dikarenakan adanya masalah penyakit lain yang terjadi pada tubuh.

Obesitas Pada Wanita

Seperti sebuah penelitian terbaru yang menunjukkan adanya fakta yang lebih mengejutkan bahwa wanita yang mengalami masalah obesitas ternyata memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena penyakit stroke dibandingkan dengan pria. Penelitian ini setidaknya melibatkan sekitar 1,3 juta wanita di Inggris yang dilakukan oleh Jurnal Neorologi dengan wanita yang berusia sekitar 57 tahun.

Penelitian tersebut menghasilkan data bahwa lebih dari 20 ribu wanita memiliki risiko terkena stroke, 228 ribu ialah wanita yang memiliki gangguan obesitas dengan masa indeks tubuh 30, sedangkan hanya 334 diantaranya dikatakan sebagai wanita dengan masa indeks tubuh yang normal.

Alat Kontrasepsi

Alasan lain mengapa wanita lebih rentan terkena penyakit stroke yaitu berhubungan dengan alat kontrasepsi. Dalam hal ini wanita yang mengonsumsi pil KB dapat memiliki risiko yang lebih besar mengalami stroke. Menopause juag termasuk ke dalam salah satu faktor yang dapat memicu penyakit stroke pada wanita. Hal ini tentunya wanita sering mengalami perubahan dan juga ketidakseimbangan hormon yang tentu tidak dialami oleh banyak pria. Kesehatan tubuh wanita juga memang dipengaruhi oleh kesehatan pada sistem reproduksi, kehamilan, persalinan dan juga faktor lain yang berhubungan dengan gender.

Kehamilan

Bagaimanapun juga, kehamilan memang memiliki risiko yang cukup besar bagi wanita dalam mengalami stroke. Terlebih bagi wanita yang pernah mengalami preeklampsia atau darah tinggi yang terjadi selama kehamilan. Hal ini tentunya wanita tersebut memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan dnegan wanita yang tidak pernah mengalami tekanan darah tinggi ketika hamil.  Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda sat hamil menggunakan aspirin dosis rendah dan juga suplemen kalsium ketika tengah hamil.

Menopause

Selain alat kontrasepsi tentunya risiko wanita mengalami stroke yakni menopause. Dalam hal ini menopause tentunya menjadi salah risiko bagi wanita yang sudah lanjut usia. Wanita yang mengalami menopause tentunya lebih besar mengalami stroke karena ketika wanita menopause dapat meningkatkan risiko terkena darah tinggi.

Beberapa faktor risiko terkena stroke tentunya harus Anda waspadai. Hal ini tentunya penyakit stroke juga tidak dapat dipisahkan dengan gaya hidup yang kerap Anda jalankan. Beberapa faktor pemicu terjadinya stroke pada wanita seperti merokok, alkohol yang berlebihan, konsumsi obat-obatan terlarang dan juga makanan yang dapat meningkatkan hipertensi.

Bagaimana Cara Wanita Mencegah Penyakit Stroke

Setelah kita mengetahui alasan mengapa wanita lebih rentan terhadap penyakit stroke dibandingkan dengan pria. Inilah saatnya bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara wanita dapat mencegah penyakit stroke tersebut. Hal ini tentunya memang penting bagi Anda dimana dengan mencegahnya sejak dini. Maka kemungkinan besar Anda terbebas dari faktor risiko terkena penyakit stroke.

Seperti beberapa penelitian yang dilakukan dengan mengikuti perkembangan selama lebih dari 12 tahun. Dapat disimpulkan bahwa mereka yang memiliki berat badan berlebih memiliki risiko yang lebih besar terkena panyakit stroke. Hal ini dikarenakan obesitas memang dapat memicu terjadinya stroke hemoragik. Yakni sebuah kondisi dimana adanya pemecahan pembuluh darah yang terjadi pada otak sehingga dapat membahayakan seseorang dikarenakan pasokan darah ke oksigen dapat berhenti. Jika pembuluh darah tersebut pecah, maka dapat dipastikan seseorang tersebut terkena penyakit stroke.

Beberapa pencegahan terhadap penyakit stroke  tentunya dapat dilakukan dengan mudah. Jika dilakukan dengan rutin, maka dapat dua kali lebih ampuh dalam mencegah penyakit stroke. Berikut kami sajikan beberapa cara mencegah penyakit stroke yang terjadi pada wanita, diantaranya:

Redakanlah stres

Cara pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengenali dan juga menghindari stres yang kerap menyerang setiap orang. Bagaimanapun juga, stres memang ikut mempengaruhi ketidakseimbangan hormon sehingga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit stroke. Menurut penelitian yang telah dilakukan terhadap lebih dari 80.000 wanita menyatakan bahwa sekitar 29% pada wanita yang mengalami stres dapat berisiko lebih besar terkena penyakit stroke.

Dalam hal ini wanita yang mengalami depresi lebih cenderung melakukan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, konsumsi junk food, bahkan konsumsi obat-obatan terlarang. Selain itu, stres atau depresi juga dapat meningkatkan risiko adanya gangguan kesehatan yang tidak terkontrol sepoerti diabetes dan juga tekanan darah tinggi. Untuk itu, kenalilah penyebab stres dan juga depresi sejak dini sehingga Anda bisa melakukan pengobatan dengan sangat cepat.

Berjalan sekitar 20 menit perhari

Meskipun terbilang sederhana, namun ternyata sangat sulit untuk dilakukan. Dengan berjalan sekitar 20 menit tentunya Anda memiliki peluang yang lebih besar dalam mencegah penyakit stroke. Luangkanlah waktu sekitar 20 menit untuk menjalankan aktivitas berjalan mengelilingi kompleks pada pagi hari sebelum berangkat kerja. Jangan terus mengandalkan kendaraan dan juga alat transportasi jika memang Anda dapat menjangkau tempat yang akan Anda tuju tidak terlalu jauh. Berjalan dengan cepat tentunya dapat mengurangi kemungkinan terkenanya penyakit stroke hingga mencapai sekitar 40%. Dengan berjalan sekitar 20 menit setiap harinya, maka Anda akan mengurangi risiko terkena stroke sekitar 30%. Sehingga total waktu berjalan hingga 2 jam di dalam seminggu. Waktu yang tidak terlalu lama dan sangat mudah untuk dilakukan, bukan?

Tidur selama 7 jam

Ini tentunya berhubungan dengan waktu yang diperlukan untuk beristirahat dimana waktu yang dibutuhkan untuk tidur sekitar 7-8 jam setiap harinya. Jika kurang dari itu, tentunya dapat berisiko terkena penyakit stroke lebih besar. Tidur lebih dari jam 10 dan juga bangun lebih pagi, maka dapat meningkatkan risiko penyakit stroke lebih besar hingga 63%. Sebuah studi juga menyatakan bahwa seseorang yang kerap kurang tidur, maka akan mengembangkan sindrom metabolik yakni kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko terkenanya penyakit stroke, jantung dan juga diabetes.

Perhatikan detak jantung Anda

Dalam hal ini memang sangat penting bagi Anda untuk tetap memperhatikan detak jantung. Pada detak jantung yang abnormal dapat disertai dengan nyeri dada dan juga sesak napas ringan yang dapat menjadi tanda-tanda fibrilasi atrium (AF). Istilah ini tentunya dapat meningkatkan risiko stroke yang lebih besar sekitar 5 kali lipat. Jika Anda menunjukkan tanda-tanda yang tidak normal, maka segeralah periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat serta menurunkan risiko penyakit stroke.

Redakan migrain secara alami

Jika Anda mengalami migran bahkan sering, maka alangkah baiknya bagi Anda untuk mengonsumsi obat-obatan yang alami dibandingkan dengan obat yang ada dipasaran. Bagaimanapun jugam migrain memang kerap menyerang wanita dibandingkan dengan pria sehingga faktor risiko terkena stroke lebih tinggi dibandingkan dengan pria. Hal ini dikarenakan konsumsi obat-obatan dan juga fluktuasi hormon dapat meningkatkan risiko terkena penyakit stroke.

Kelola emosi Anda

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension juga telah menunjukkan bahwa orang yang sering marah dan juga agresif dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Jika terus terjadi makan akan lebih tinggi terserang penyakit stroke. Selain itu, peneliti juga menyatakan bahwa orang yang memiliki sifat antagonis dapat mengalami penebalan arteri leher yag lebih besar dibandingkan dengan orang lebih sabar. Penebalan arteri ini tentunya menjadi salah satu faktor risiko terkenanya penyakit stroke.

Makan ubi jalar

Makanan jenis ini tentunya dipercaya dapat menurunkan risiko terkenanya penyakit stroke pada wanita. Dalam hal ini ubi jalar, pisang sarat dan kismis tentu dapat mengurangi risiko stroke sebesar 20%.

Memasak dengan minyak zaitun

Minyak zaitun tentunya memiliki kandungan yang sehat dibandingkan dengan minyak kelapa. Minyak zaitun dipercaya dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung dan juga stroke. Sebuah studi yang dilakukan di Prancis menunjukan bahwa sekitar 7.600 orang dewasa dengan usia lebih dari 65 tahun telah menemukan bahwa orang yang secara rutin menggunakan minyak zaitun dapat mengurangi sekitar 40% dalam mencegah penyakit stroke. Untuk itu, gunakanlah miyak zaitun untuk memanggang, menggoreng, menumis dan juga menuangkan beberapa tetes ke dalam salad untuk mendapatkan manfaat sehat dari minyak zaitun tersebut.

Gejala Penyakit Stroke Pada Wanita

Jenis penyakit stroke yang sering dialami oleh banyak orang ialah stroke iskemik dimana terjadinya pembekuan darah yang mencegah oksigen dan juga darah yang menjalar ke otak. Terlepas dari hal tersebut tentunya penyakit stroke juga berhubungan dengan kebiasaan dan juga gaya hidup yang kerap Anda lakukan. Untuk itu, ada beberapa gejala yang perlu dikenali dari penyakit stroke yang terjadi pada wanita. diantaranya:

Gangguan ketika berbicara

Gejala pertama yang mungkin bisa muncul pada wanita yang terkena stroke ialah adanya gangguan ketika berbicara. Gejala ini tentunya dapat muncul dalam beragam bentuk. Mungkin lebih tepatnya Anda kesulitan dalam mengeluarkan kata-kata seperti biasanya atau sedikit cadel. Selain itu, Anda juga kan berusaha lebih keras untuk memahami apa yang dikatakan oleh orang-orang yang ada disekitarnya. Stemer telah mencatat bahwa adanya spektrum keparahan dari ringan ke berat.

Jika seseorang mengalami kesulitan untuk berbicara serat mengeluarkan kata yang tidak banyak dimengerti oleh orang banyak. Maka dapat dipastikan bahwa ia terkena penyakit stroke. Banyak juga penderita stroke yag memiliki kata-kata seperti terselip di lidahnya. Jika sudah daam kondisi ini tentunya Anda harus mendapatkan penanganan yang lebih serius dan secepat mungkin.

Sakit kepala yang parah

Gejala kedua yang dapat mengindikasi adanya penyakit stroke pada seorang wanita ditandai dengan sering mengalami sakit kepala yang hebat. Hal ini dikarenakan stroke yang lebih sering muncul yaitu stroke hemoragik yakni keadaan dimana pipa pada pembuluh darah pecah dan terjadi pendarahan di dalam otak. Stroke hemoragik jauh lebih sering dibandingkan dengan stroke iskemik. Ini tentunya hanya sekitar 10%-15% semua kasus stroke, namun tingkat kematian pada kasus ini menjadi lebih tinggi.

Kehilangan penglihatan

Selain dari gangguan ketika berbicara, gangguan penglihatan juga bisa menjadi salah satu gejala yang muncul akibat adanya penyakut stroke yang terjadi pada wanita. Gangguan penglihatan biasanya terjadi pada satu sisi. Namun, bukan berarti Anda mengalami gangguan penglihatan secara keseluruhan hanya saja pandangan Anda akan terganggu seperti Anda tidak bisa melihat ke kiri. Hal ini tentunya disebabkan oleh saraf optik dan juga bola mata yang baik-baik saja, namun lokasi dimana informasi tersebut diproses telah mengalami kerusakan.

Merasa mati rasa pada salah satu sisi tubuh

Mungkin dari beberapa kasus penyakit stroke yang menyerang wanita, terdapat gejala seperti mati rasa di salah satu sisi tubuh. Mungkin secara tiba-tiba Anda akan kehilangan kekuatan dan juga tidak mampu merasakan sebagian anggota sisi tubuh. Kondisi ini tentunya dapat dipastikan bahwa Anda mengalami penyakit stroke. Gejala yang paling umum terjadi yaitu pada kaki dan juga lengan. Sedangkan sisi dari wajah Anda akan menurun.

Mengalami gejala neurologi

Mungkin pada beberapa kasus penyakit stroke ada yang tidak mengalami gejal sama sekali dan terjadi secara tiba-tiba. Jika ada yang mengalami salah satu gejala neurologis yang terjadi secara tiba-tiba yang dapat menyerang sebagian tubuh, maka harus segera ditangani dan dirawat dengan intensif. Kemungkinan gejala neurologi ini terjadi yang ditandai dengan migrain yang cukup hebat hingga pingsan dan mengalami kondisi tubuh yang kaku. Jika tidak ditangani maka akan membuat kondisi bertambah parah sehingga tidak menutup kemungkinan Anda mengalami kelumpuhan.

Bagaimanapun juga, mengenali penyebab penyakit  stroke pada wanita dan juga mencegah terjadinya penyakit tersebut memang menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Untuk itu, penting bagi Anda terutama wanita untuk mulai melakukan hidup sehat dan juga menghindari risiko-risiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit stroke. Ubahlah kebiasaand an juga gaya hidup Anda ynag buruk sekarang juga. Itulah beberapa alasan mengapa wanita lebih rentan terkena penyakit stroke dibandingkan dengan pria.Semoga bermanfaat!

Loading...