data-ad-format="auto"

Kesehatan Anak

Kategori artikel kesehatan anak berisi tentang seputar kesehatan anak, mulai dari gangguan kesehatan, dan cara pencegahannya

Penyebab Jantung Bocor Pada Bayi | Gejala & Pengobatan

Jantung dapat dikatakan sebagai organ yang paling penting pada tubuh kita. Jantung berfungsi untuk memompa darah dari dalam jantung yang dialirkan keseluruh bagian tubuh termasuk otak, hidung, mata, leher, tulang belakang, kaki, lutut, dan bagian tubuh lainnya yang kemudian kembali lagi kejantung. Dengan pekerjaannya tersebut jantung terus memompa darah setiap detik, menit, jam dan tidak akan berhenti, kecuali ketika kita menghembuskan nafas terakhir.

Dengan mengetahui pekerjaan jantung pada tubuh manusia, tentu ini menjadi tugas bagi kita untuk senantiasa menjaga kesehatan jantung agar tetap sehat dan dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Tentunya, jantung membutuhkan asupan nutrisi yang baik sehingga jantung dapat bekerja dengan normal. Meskipun jantung tidak pernah meminta untuk berhendi meski hanya satu jam, namun seyogianya kita patut untuk menjaga jantung dengan sangat baik. Bagaimanapun juga, jantung sangat berperan penting semasa hidup kita. Jika jantung berhenti, berhenti pula kehidupan kita didunia.

Sering kita jumpai berbagai penyakit jantung pada manusia, tidak terkecuali pada bayi yang baru lahir. Penyakit jantung memiliki berbagai jenis yang tentunya berbeda-beda akan nama, penyebab dan gejalanya. Salah satu penyakit jantung yang sering dijumpai khususnya pada bayi baru lahir adalah jantung bocor. Jantung bocor pada bayi baru lahir akhir-akhir ini sangat marak terjadi.

Jantung Bocor Pada Bayi

Berdasarkan data pusat jantung nasional harapan kita, dicatat sekitar 1.000 kelahiran yang tersebar dibeberapa tempat, 6 - 7 kasus kelahiran yang mengidap jantung bocor pada bayi baru lahir. Angka tersebut terdeteksi pada bayi yang baru lahir, belum termasuk bayi yang sudah memiliki usia yang cukup sekitar dua minggu atau 2 bulan> Karena pada umumnya, jatung bocor pada bayi dapat dideteksi ketika bayi sudah berusia dua minggu sampai dua bulan. Hal ini dikarenakan, pada bayi baru lahir masih memiliki daya tahan tubuh yang terbilang cukup baik. Namun, setelah dua minggu atau lebih, barulah seorang bayi memunculkan gejala-gejala kelainan pada jantung. Seperi apa gejala-gejala jantung bocor pada bayi, tentunya kami akan sajikan pada poin selanjutnya. Baca Juga: Cara Menghindari Toksoplasma dari Kucing Saat Hamil

Jantung bocor pada bayi menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian.Tentunya, bayi yang meninggal menjadi hal yang sangat menyedihkan bagi setiap orang tua yang mendambakan kehadiran buah hati di kehidupannya. Pada umumnya, jantung bocor pada bayi akan menyebabkan kematian  sebelum bayi tersebut berusia 1 tahun, bahkan beberapa kasus tercacat bayi meninggal pada umur dua minggu. Beberapa kasus jantung bocor pada bayi, terdapat sekitar 800-900 kasus pertahun, bayi yang selamat lewat pembedahan jantung bocor dengan catatan melakukan pengobatan dan konsultasi yang rutin kepada dokter spesialis jantung untuk melihat perkembangan jantung pada bayi.  

Jantung Bocor Pada Bayi didalam Kandungan

Jantung bocor pada bayi didalam kandungan dapat disebut dengan penyakit jantung bawaannya. Pasalnya, jantung bocor pada bayi pada kasus ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Tentunya, aliran darah pada bayi dalam kandungan berbeda dengan bayi yang sudah dilahirkan. Pada bayi didalam kandungan, darah dialirkan melalui pembuluh nadi di tali ari (umbilicus) menuju plasenta. Didalam plasenta, darah akan melakukan proses penyerapan oleh darah ibu sehingga melepaskan sisa pembakaran dan mengambil makanan dan oksigen pada darah ibu. Dari dalam plasenta, darah akan dialirkan melalui pembuluh balik tali ari (vena umbilicais) menuju hati untuk diolah. Namun, karena hati belum berfungsi dengan baik dalam mengolah kandungan makanan dari ibu dan sisa-sisa makanan sudah diolah pada hati si ibu terlebih dahulu, maka darah langsung dialirkan keserambi kanan jantung bayi.

Sebagian darah dialirkan ke paru-paru dan ke bilik kanan jantung bayi, tetapi sebagian lain dialirkan ke serambi kiri dengan melalui sebuah lubang pada bayi. Pada lubang itu yang disebut dengan foramen ovale memang sangat dibutuhkan untuk keperluan dalam mengalirkan darah ke serambi kiri. Namun, pada bayi normal, lubang tersebut akan segera menutup kembali setelah bayi dilahirkan. Namun, ketika lubang tersebut tidak tertutup, maka kegagalan inilah yang disebut dengan kelainan jantung bocor pada bayi. Lihat juga: Kenali PCOS Gangguan Hormonal Pada Wanita, Gejala dan Penyebabnya

Penyebab Jantung Bocor Pada Bayi

Faktanya, sebagian besar penyakit jantung bawaan atau jantung bocor pada bayi baru lahir belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, terdapat beberapa faktor-faktor pemicu yang bidsa menyebabkan kelainan jantung bocor pada bayi. Berikut beberapa penyebab jantung bocor pada bayi:

Faktor genetik

Faktor pertama ini memang terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Faktor genetik atau kelainan kromosom ketika janin dalam proses pembuahan dan perkembangan didalam kandungan menjadi faktor utama penyebab jantung bocor pada bayi. Tentunya, proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi ini menjadi penentu sehat atau tidaknya bayi ketika dilahirkan. Tentunya, beberapa anak yang memiliki kelainan genetik seperti sindrom down dimungkinkan memiliki kelainan jantung bawaan.

Faktor keturunan

Faktor keturunan juga memiliki peran sebagai penyebab jantung bocor pada bayi. Faktor keturunan memang erat kaitannya dengan penyebab kelainan jantung pada bayi. Misalnya, jika orang tua yang memiliki riwayat kelainan jantung atau jantung bocor akan sangat mungkin menjadi penyebab kelainan ini timbul dibandingkan dengan orang tua yang sehat.

Infeksi Virus

Virus ini tebilang virus yang sangat berbahaya terutama bagi ibu hamil. Virus dengan singkatan TORCH (Toxo, Rubella, CMV dan Herpes) rentan menginfeksi ibu hamil. Memang, penyakit ini telah mengendap pada seorang ibu ketika sedang tidak hamil. Namun, setelah hamil sampai melahirkan barulah terdapat gejala-gejala yang mulai serius pada kehamilannya seperti keguguran, hamil anggur, janin meninggal didalam kandungan, bahkan menyababkan jantung bocor pada bayi setelah mereka dilahirkan. 

Umumnya, virus ini berasal dari makanan dan hewan yang ada disekitar kita seperi burung, kucing, ayam, tikus, unta, babi, anjing, merpati dan unggas lainnya yang tersebar melalui kotoran atau bagian tubuhnya. Maka, jika Anda memiliki hewan peliharaan, rawatlah kebersihan dan jauhkan kotorannya dari sekitar rumah, kalau perlu periksakan ke dokter hewan untuk melakukan pengecekan.

Gaya Hidup

Ibu hamil tentunya harus mempunyai gaya hidup yang berbeda dari keadaannya sebelum hamil. Pasalnya, seorang ibu sedang hamil sedang membawa seseorang yang nantinya menjadi buah hati. Maka, menjaga kehamilan Anda tetap sehat dengan asupan-asupan makanan bernutrisi adalah sebuah keharusan bagi setiap ibu hamil.

Menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok atau mengonsumsi alkohol ketika sedang tidak hamil adalah suatu hal yang sangat penting.

Asupan nutrisi selama hamil akan menentukan pertumbuhan perkembangan pada janin dikandungan Anda. Konsumsi makanan yang kaya akan asam folat agar membantu perkembangan otak dan organ tubuh pada janin.

Radiasi

Paparan radiasi terutama dari ponsel menjadi salah satu penyebab jantung bocor pada bayi. Psalnya, radiasi yang dihasilkan dari ponsel dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin bayi terutama organ penting seperti jantu dan organ lainnya. Dampak negatif dari radiasi ponsel diantaranya menyebabkan gangguan memori atau daya ingat pada bayi, gangguan perilaku pada bayi setelah dilahirkan dan menyebabkan kelainan pada jantung. Sebaiknya ibu hamil menjauhkan ponsel terutama pada daerah perut dan saku di bagian perut. Tanpa didasari bahkan menaruh ponsel diatas perut ketika sedang tidur. Ibu hamil lebih baik jangan terlalu sering memegang ponsel untuk menghindari resiko tersebut terjadi.

Paparan Zat Kimia Berbahaya

Zat kimia disini menyangkut segala benda-benda yang terbuat dari bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Bahan kimia ini umumnya terdapat pada kosmetik, cairan pembersih dan nikotin pada rokok. Ketika ibu hamil sedang hamil, sebaiknya hindari asap rokok, pemakaian kosmetik yang berbahaya dan cairan pembersih dengan kandungan kimia yang berbahaya dan bau yang menyengat.

Efek Obat

Sebaiknya jika merasa sedang tidak enak badan, sebaiknya ibu hamil mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh bidan atau dokter. Jangan sembarang minum obat di warung tanpa resep yang dianjurkan.

Beberapa penyebab bocor jantung pada bayi diatas merupakan penyebab yang umum terjadi pada beberapa kasus. Namun, terdapat juga beberapa kasus penyebab jantung bocor pada bayi yang belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Namun para ilmuwan akan terus berupaya untuk mencari tahu penyebab lain terjadinya jantung bocor pada bayi.

Gejala dan Ciri-Ciri Jantung Bocor Pada Bayi

Setelah kita mengetahui penyebab jantung bocor pada bayi, sekarang kita akan beralih pada poin dimana mengenali gejala dan ciri-ciri pada bayi yang terjangkit kebocoran jantung. Pada umumnya bayi baru lahir tidak menunjukan gejala-gejala yang signifikan, namun setelah beranjak usia dua minggu atau dua bulan baru gejala-gejala tersebut terlihat. Waspada jika gejala-gejala dibawah ini ada pada bayi Anda. Berikut gejala dan ciri-ciri bocor jantung pada bayi:

  1. Detak jantung pada bayi sangat kencang terutama ketika kita menyentuh dada sebelah kiri.
  2. Bayi terlihat sangat kelelahan ketika melakukan aktifitas berat seperti menyusu, menangis dan bernafas. Ketika melakukan aktifitas tersebut, seluruh tubuh bayi akan terlihat kebiru-biruan seperti sedang kedinginan.
  3. Ketika bayi rewel dan tidak ingin menyusu, ini berarti ada sesuatu yang sedanng diderita oleh seorang bayi. Umumnya bayi akan menangis dan batuk-batuk ketika diberi ASI dan akhirnya bayi enggan untuk menyusu.
  4. Jumlah hemoglobin pada bayi tinggi lebih dari 20 yang pada keadaan normal berjumlah 14.
  5. Tubuh, kuku, lidah, serta bibir bayi terlihat kebiru-biruan, hal ini diakibatkan oleh darah kotor bersirkulasi dalam tubuh dan masuk pada organ penting lainnya terutama otak sehingga mengakibatkan kematian.
  6. Jika anak sudah beranjak usia 6 bulan, sulit makan dan nafsu makan yang menurun dan berat badan cenderung menurun.
  7. Pada umumnya penderita jantung bocor cenderung memiliki badan yang kecil dan tidak mengalami pertumbuhan sesuai dengan usianya.
  8. Jantung bocor menyebabkan bayi kesulitan bernafas dan merasa sesak nafas.
  9. Terdapat penumpukan cairan di paru-paru dan penumpukan darah.
  10. Terjadinya penbengkakan pada pergelangan perut, kaki, dan vena dileher.

Pengobatan Bocor Jantung

Meski terbilang kelainan penyakit yang berbahaya, namun penyebab jantung bocor pada bayi dapat diatasi dengan melakukan alternatif pengobatan yang diharapkan dapat mengobati kebocoran jantung pada bayi.

Pada umumnya kebocoran jantung pada bayi dapat dilakukan  dengan operasi setelah menginjak usia 1 tahun jika bayi tersebut memiliki VSD yang besar.

 Beberapa pengobatan jantung bocor yang biasa dilakukan:

Obat untuk Bocor Jantung ASD

Obat tidak dapat menutup lubang pada jantung bocor, namun dapat mengurangi resiko komplikasi setelah operasi. Obat yang yang digunakan untuk menjaga detak jantung dan mengurangi resiko pembekuaan darah seperti beta blocker dan antikoagulan.

Obat untuk Bocor Jantung VSD

Obat seperti digoxin dapat meningkatkan kekuatan kontraksi jantung, obat furosemide (Lasix) dapat mengurangi jumlah cairan pada paru-paru dan obat beta blockers dan digoxin dapat menjaga jantung tetap teratur.

Demikianlah penyebab jantung bocor pada bayi yang lengkap dengan gejala dan cara pengobatannya. Diharapkan artikel ini dapat membantu anda untuk mengetahui gejala-gejala jika terjadi pada buah hati Anda. Waspada jika bayi Anda menunjukan gejala yang telah disebutkan  diatas. Tetap jaga jatung Anda dan keluarga Anda agar tetap sehat. Semoga bermanfaat!

 

Apakah Anak Dapat Terserang Meningitis?

Pengertian meningitis yang dikutip dari wikipedia.org yaitu adanya radang pada bagian membran yang menyelubungi otak dan juga sumsum tulang belakang yang disebut menigen. Meningitis merupakan penyakit yang berbahaya dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Continue Reading

Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Penyakit jantung bawaan merupakan penyakit bawaan dengan angka kejadian yang cukup besar di Indonesia. Bahkan kejadian penyakit jantung bawaan lebih besar ketimbang penyakit bawaan lainnya seperti kelainan paru-paru, saluran cerna, ginjal dan anggota gerak lainnya. Data yang diperoleh dari artikel yang ditulis DR.dr.Mulyadi M.Djer,Sp.(K) pada situs heartcenter.co.id apabila diperkirakan 1 dari setiap kelahiran yang hidup dibandingkan dengan jumlah penduduk 288 juta dan angka kelahiran bayi 2,3% maka jumlah anak dengan penyakit jantung bawaan sebesar 50 ribu pertahun.

Continue Reading

Molluscum Contagiosum, Kutil Berkelompok Pemicu Penyakit Kulit

Kulit anak sangat sensitif sehingga mudah terserang berbagai jenis penyakit kulit. Penyakit kulit pada anak dimulai dari bentol hingga penyakit kulit yang parah. Infeksi kulit pada anak kebanyakan disebabkan kareba kebersihan anak yang kurang dijaga. Diantara masalah kulit yang timbul pada anak adalah bentol yang berkelompok. Pada awalnya tidak menimbulkan masalah pada kulit anak akan tetapi apabila dibiarkan akan menyebabkan ganguan kesehatan pada kulit anak. ( Baca : Impetigo, Penyakit Kulit Menular Pada Anak )

Continue Reading

Impetigo, Penyakit Kulit Menular Pada Anak

Impetigo seringkali menyerang bayi dan anak-anak. Impetigo merupakan penyakit kulit yang menular ditandai dengan luka merah pada bagian wajah, sekitar hidung ataupun mulut. Penyebab dari impetigo adalah bakteri yang masuk ke dalam tubuh anak melalui kulit yang terluka atau pada anak dengan kulit sehat. Meskipun Impetigo dapat sembuh dengan sendirinya akan tetapi untuk mengurangi resiko komplikasi maka diperlukan pengobatan pada anak yang mengalami impetigo.

Continue Reading

Gangguan Pencernaan Pada Anak

Anak seringkali sakit dan mengalami penurunan berat badan? Salah satu penyebabnya dikarenakan terjadinya gangguan kesehatan anak yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Bahkan gangguan pencernaan pada anak akan menghambat kebutuhan nutrisi anak akibatnya akan terganggunya tumbuh kembang anak.

Continue Reading

Pola Makan Anak Sehat

Anak yang gemuk seringkali menggemaskan, inilah yang menyebabkan sebagian orang tua membiarkan anak mengkonsumi makanan berlebih tanpa memperdulikan pola makan yang sehat. Pola makan yang tidak sehat tidak hanya berhubungan dengan anak yang sulit makan akan tetapi pada anak yang sering makan. Nah, untuk mengetahui pola makan yang sehat pada artikel ini akan dibahas mengenai pola makan anak sehat. Pola makan anak dibentuk semenjak usia dini untuk menunjang tumbuh kembang yang optimal. Pola makan yang benar maka akan membentuk anak yang sehat dan perkembangan sesuai dengan usianya.

Continue Reading

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Kekebalan tubuh atau imun sangat penting dalam menjaga kesehatan. Imun berasal dari bahasa latin yang berasal dari immunitas yang memiliki arti kekebalan. Sistem imun yaitu di dalam tubuh yang terdiri dari sel dan zat yang dihasilkan bekerja secara kolektif untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Continue Reading

Waspadai Hepatitis B Pada Anak

Penyebaran virus hepatitis harus tetap diwaspadai. Meskipun setiap jenis virus hepatitis berbeda dalam memberikan gejala dan kondisi pada pasien akan tetapi apabila tidak dideteksi dini akan menyebabkan pengembangan virus yang serius. Terdapat 7 jenis virus hepatitis yaitu hepatitis A , hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, hepatitis F dan hepatitis G. Dari ketujuh jenis hepatitis yang paling berbahaya adalah jenis hepatitis B dan C karena akan beresiko penderita mengalami kanker hati.

Continue Reading

Mengapa Anak Sering Sakit?

Orangtua mana yang tidak cemas ketika anaknya seringkali sakit. Beberapa hari setelah sembuh, anak kembali sakit. Bahkan anak hampir setiap bulan sakit meskipun tidak berlangsung lama dan dalam kategori sangat ringan akan tetapi jelas ini akan mengganggu aktivitas anak anda.

Continue Reading

Waspadai Hepatitis A Pada Anak

Anak anda seringkali mengalami lemas, lesu disertai dengan mual dan muntah? Hati-hati dikhawatirkan terkena indikasi hepatitis. Penyakit hepatitis dapat menyerang anak-anak sehingga peranan orang tua penting dalam bersikap dan antisipatif mengamati perubahan kondisi anak. Dengan bersikap dini maka dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pengembangan dari penyakit yang diderita.

Continue Reading

Penyakit Leukemia Pada Anak

Kanker darah atau dikenal dengan leukemia merupakan penyakit yang menyerang sel darah dan juga sumsum tulang belakang. Leukemia bukan satu-satunya kanker darah ada kanker lymphoma yang menjangkit sistem limfa ataupun myeloma yang dapat menyerang sel plasma dalam tubuh akan tetapi leukemia merupakan kanker darah yang membahayakan. Leukemia merupakan jenis kanker yang menjangkit manusia dari semua ras dan juga etnis. Bahkan sepertiga kematian anak yang berusia dibawah 15 tahun disebabkan karena leukimia.

Continue Reading

Epilepsi Pada Anak

Kondisi kesehatan anak penting untuk diperhatikan sebagai orang tua yang cermat dalam mengamati perubahan kondisi anak baik secara fisik maupun psikis. Perubahan yang terjadi dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan baik dalam skala ringan maupun berat meskipun tidak semuanya membahayakan akan tetapi penting untuk anda mengetahui perubahan awal kondisi kesehatan untuk memberikan penanganan dini dalam masalah kesehatan anak.

Continue Reading

Macam-Macam Batuk Pada Anak

Anak seringkali terserang penyakit dikarenakan sistem pertahanan tubuhnya belum sempurna. Anak lebih mudah terserang bakteri, virus dan mikoorganisme akibat dari sistem imunitas tubuh yang masih lemah. Gangguan kesehatan yang seringkali menyerang anak-anak adalah flu dan batuk.

Continue Reading

Perawatan Penyakit Asma Pada Anak

Anak anda sering mengalami batuk bahkan hingga menahun dan juga disertai dengan dada yang semakin sesak. Waspadai gejala asma yang menyerang usia bayi hingga balita. Lakukan perawatan penyakit asma pada anak anda dengan tepat. 

Continue Reading

Penyebab Kejang Demam Pada Anak

Perubahan kondisi kesehatan anak kerap kali membuat orang tua cemas tidak terkecuali pada situasi badan anak mengalami demam. Meskipun demam seringkali dikatakan biasa akan tetapi apabila disertai dengan ciri (demam) yang berbahaya anda harus waspada untuk memberikan pertolongan pertama.

Continue Reading

Bahayakah Migrain Pada Anak-Anak?

Migrain tidak hanya dialami oleh orang dewasa, anak -anak sekalipun seringkali mengalaminya. Kondisi anak yang mengalami migran akan mengganggu aktivitas sehingga anak tampak murung, lemas dan kurang bersemangat. Penyebab anak mengalami migrain beranekaragam terkadang dari masalah yang ringan hingga tanda penyakit yang berbahaya. Untuk mengetahui penyebab anak sering migran, kali ini kami akan membahasnya untuk anda.

Continue Reading

Gejala Kanker Darah Pada Anak

Kanker darah atau leukemia adalah penyakit kanker yang paling banyak ditemui pada anak-anak. Penyakit kanker sangat membahayakan dan mengancam nyawa penderitanya apabila telat mendapatkan pengobatan. Bagaimanakah orang tua dapat mengidentifikasi gejala kanker darah pada anak?

Continue Reading

Bahayakah Demam Pada Anak Disertai Mimisan

Kondisi demam pada anak dapat membuat setiap orang tua khawatir. Apalagi bila demam anak tidak dapat pulih dalam waktu lebih dari tiga hari. Kondisi demam yang dialami oleh anak anda sebaiknya mendapatkan pemeriksaan dokter. Sehingga dapat diketahui penyebab demam sebagai tanda adanya masalah kesehatan pada anak.

Continue Reading

Bahayakah Demam Naik Turun Pada Anak?

Anak yang mengalami gangguan kesehatan seringkali membut orang tua khawatir, tidak terkecuali demam yang umum dialami oleh anak. Meski demam adalah salah satu kondisi kesehatan yang umum dan seringkali dialami oleh anak-anak, tapi jangan diabaikan apalagi bila mengalami demam sudah lebih dari 3 hari. Begitu pula dengan kondisi demam anak yang naik turun, ketidakstabilan suhu badan anak yang terkadang membuat orang tua khawatir. Kali ini kami akan membahasnya demam pada anak yang naik turun. Bahayakah apabila terjadi demam naik turun pada anak?

Continue Reading

Obesitas Pada Anak Meningkatkan Resiko Penyakit Darah Tinggi

obesitas pada anakMemiliki anak yang gemuk seringkali menjadi pujian orang yang melihatnya.Badannya yang berisi dan pipinya yang tembem membuatnya semakin lucu. Meskipun demikian anak yang terlalu gemuk atau dikenal istilah obesitas akan menimbulkan banyak masalah kesehatan anak. Problema ini membuat orang tua cemas, dilain sisi kegemukan pada anak umumnya diwarisi dari gen orang tua bahkan pada usia anak yang akan melakukan diet harus dipertimbangkan karena masa pertumbuhan yang membutuhkan nutrisi.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai obesitas pada anak yang akan memicu terjadinya gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan obesitas pada anak salah satunya adalah penyakit darah tinggi pada usia muda. Kondisi ini yang akan menghambat aktivitas anak dan tidak menutup kemugkinan akan menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Sehingga sebagai orang tua harus melakukan pencegahan untuk tetap mengontrol berat badan anak.

Berikut ini adalah penjelasan dan cara mengatasi obesitas yang akan memicu penyakit tekanan darah tinggi pada anak:

Pengertian Obesitas

Anda tidak asing mendengar obesitas, istilah yang seringkali ditunjukan pada orang yang gemuk. Obesitas tidak dapat dikatakan secara kasat mata melainkan harus melakukan perhitungan. Orang yang gemuk tidak selamanya obesitas. Menurut pengertian wikipedia bahwa obesitas merupakan kondisi medis yang digambarkan dengan kelebihan lemak di dalam tubuh kemudian terakumulasi sehingga akan memicu gangguan kesehatan. Obesitas akan berdampak pada menurunnya harapan hidup dan meningkatkan komplikasi di dalam tubuh.
Tubuh yang gemuk tidak selamanya dikatakan obesitas. Obesitas dapat diukur dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT) dengan cara pembagian berat badan dalam ilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam satuan meter. Apabila ditemukan hasilnya lebih dari 30, maka dinyatakan obesitas.

Obesitas Pada Anak

Anak gemuk yang disebabkan karena masuknya kalori terlalu banyak dari makanan yang berlebihan sedangkan aktivitas anak kurang aktif dapat memicu terjadinya obesitas. Selain itu anak yang dibiarkan makan menurut seleranya sehingga mengakibatkan tidak dapat mengontrol pola makan akan memicu terjadinya obesitas.
Pada anak yang gemuk bukan berarti dikatakan obesitas. Obesitas dapat dinilai dari kriteria IMT (indeks massa tubuh). Selain itu adapula cara pengukuran anak yang dikategorikan obesitas yaitu dengan teknik dan metode diagnosis yang dilakukan untuk memastikan anak gemuk memasuki tahap obesitas (over weight).

Penyebab Obesitas Pada Anak

Pola makan anak yang tidak teratur seringakali menimbulkan masalah. Anda jangan senang dulu apabila anak anda sering kali mengkonsumsi makanan berlebih.Anak yang memiliki masalah berat badan dapat disebabkan karena faktor obesitas. Faktor-faktor obesitas diantaranya adalah faktor resiko anak mengalami obesitas.

Pada anak yang mengalami nafsu makan berlebih tidak selamanya memicu obesitas. Hal ini dipengaruhi oleh sistem obesitas pada anak yang berbeda beda. Pada anak yang memiliki kecepatan dalam metabolisme akan beresiko tinggi mengalami obesitas.
Penyebab obesitas pada anak dibagi menjadi dua macam, yaitu :

Kurangnya bergerak Aktif

Anak obesitas seringkali dihubungkan dengan gerakan yang kurang aktif yaitu kurangnya melakukan aktivitas fisik sehingga lebih banyak diam. Bahkan beberapa kebiasaan jaman sekarang, ketika anak anak lebih asyik dengan bermain gadget dan game saja , ini yang akan memicu resiko terjadinya obesitas pada anak.

Banyak Makan

Sebagian anak yang sulit makan berbanding terbalik dengan anak yang memiliki selera makan yang tinggi.Bahkan anak yang mengalami obesitas tidak dapat mengontrol makanan dan perasaan kenyang perutnya. Apalagi anak yang suka ngemil makanan yang mengandung tinggi gula seperti coklat atau manisan.

Meskipun demikian obesitas pada anak seringkali dipengaruhi oleh turunan dari keluarga. Resiko anak yang mengalami obesitas akan semakin tinggi apabila orang tua mengalami obesitas. Walaupun ahli kesehatan seringkali mengingatkan bahwa faktor genetik bukan menjadi penentu yang dominan dalam meningkatkan resiko anak yang mengalami obesitas.

Penyebab selanjutnya yang berhubungan dengan obesitas pada anak adalah pola asuh orang tua.Peran orang tua dalam memperkenalkan lingkungan untuk dapat bergerak aktif sangat dianjurkan sehingga membentuk kebiasaan bergerak aktif atau beraktivitas dengan teman sebayanya. Jangan lupa untuk tetap memperhatikan pola makan anak anda tanpa mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk masa pertumbuhan.

Dampak Obesitas Pada Anak

Anak yang gemuk selalu dikatakan anak yang lucu tapi waspadai apabila terlalu gemuk yang memicu terjadinya obesitas pada anak. Obesitas pada anak akan membahayakan karena dapat menyebabkan keluhan dan gangguan kesehatan pada anak.
Obesitas pada anak akan berdampak pada klinis, psikis dan sosial. Berikut adalah penjelasan dampak obesitas pada anak :

1. Mengganggu aktivitas

Memiliki badan yang terlalu gemuk akan menyebabkan anak gemuk dan kaki tidak dapat menahan berat badan , inilah yang menyebabkan anak kesulitan dalam beraktivitas. Bahkan ketika anak akan duduk menjadi kesulitan dan mengalami kesulitan dalam bergerak dan berjalan dibandingkan anak yang memiliki berat badan yang normal. Beberapa anak yang mengalami obesitas kesulitan dalam bernapas.

2. Menimbulkan Gangguan Kesehatan

Gangguan kesehatan berhubungan dengan terganggunya organ pada anak yang mengalami obesitas. Gangguan klinis yang dialami oleh anak ini yang akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Salah satunya sleep apnea yaitu terhentinya napas sekitar sepuluh detik ketika anak sedang tertidur . Ini disebabkan karena mengalami penumpukan dan menggangu beredarnya okksigen ketika terjadinya proses oksidasi.

3. Mengalami gangguuan psikis

Anak yang obesitas akan mengalami gangguan psikis, depresi dan kurang percaya diri. Ini yang menyebabkan karena adanya cemoohan dan ejekan dari teman sebaya karena badan yang berlebih. Apabila dibiarkan anak akan mengalami depresi dan tertekan.

4. Menggangu Hubungan sosial

Anak yang mengalami obesitas akan membuat hubungan sosial dengan temannya terganggu sehingga menyebabkan terjadinya pengucilan dari teman , inilah yang menyebabkan anak obesitas merasa mendapatkan penolakan dari lingkungan dan sosialnya.

Obesitas dan Penyakit darah tinggi pada anak

Seperti penjelasa diatas bahwa obesitas akan menimbulkan dampak negatif pada anak dianataranya adalah klinis, psikis dan sosial. Kali ini kami akan menjelaskan hubungan anak obesitas dengan resiko mengalami penyakit tekanan darah tinggi pada anak. Obesitas pada anak berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Anak yang mengalami obesitas akan meningkatkan resiko diabetes, sleep apnea , gangguan tulang sendi, asma bronkhiale dan juga hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi ini sangat membayakan penderitanya karena akan memicu gangguan kesehatan lainnya seperti gangguan pada fungsi mata, kelainan fungsi otak dan juga jantung. Salah satu penelitian yang dilakukan di California pada 250 ribu anak yang berusia 6-7 tahun ditemukan anak anak yang mengalami obesitas dan beresiko tinggi mengalami tekanan darah tinggi dibandingkan anak yang memiliki berat badan normal.

Pemeriksaan kesehatan anak yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas) harus dilakukan sangat cermat untuk mengidentifikasi resiko tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi pada anak merupakan kondisi yang serius yang dapat memicu penyakit ginjal dan penyakit jantung.
Pada umumnya pemeriksaan tekanan darah dilakukan pada usia 3 tahun ke atas akan tetapi pada anak obesitas dapat dilakukan kurang dari 3 tahun untuk mengantisipasi tekanan darah tinggi.

Penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa resiko tekanan darah tinggi akan meningkat pada laki-laki dan perempuan ketika mengalami berat badan yang berlebih. Pada anak laki-laki dengan berat badan normal kemungkinan untuk mengalami hipertensi 5,7 persen, sedangkan pada anak yang mengalami kelebihan berat badan kemungkinan menjadi 10,4 persen sedangkan untuk yang mengalami obesitas akan meningkatkan menjadi 18,6 persen. Sedangkan pada anak perempuan resiko lebih tinggi yaitu pada berat 24,4 persen.

Pencegahan Obesitas Pada Anak

Pencegahan yang dilakukan untuk anak yang berpotensi obesitas harus dilakukan dari lingkungan. Tujuan dilakukan pencegahan untuk mencegah obesitas sehingga tidak mengalami perubahan pola makan yang meningkatkan kebiasaan aktivitas fisik yang terbatas.
Berikut ini adalah pola hidup yang dapat mencegah terjadinya obesitas :

  1. Anak yang mengalami obesitas harus diperhatikan, konsumsi buah dan sayur untuk mengurangi junk food
  2. Batasi menonton televisi, bermain komputer dan juga bermain games sehingga membiasakan kebiasaan aktivitas fisik di lingkungan
  3. Mengurangi makanan yang mengandung gula dan minuman yang manis
  4. Kurangi makanan dengan kandungan lemak dan makanan yang digoreng
  5. Libatkan hubungan keluarga untuk memperbaiki gaya hidup, ajak anda berolahraga seperti bersepeda di hari libur.
  6. Membiasakan sarapan dan membawa makanan untuk bekal sekolah

Bahaya Obesitas Pada Anak

Senangnya, ketika anak anda menjadi fokus utama lingkungan sekitar salah satunya dikarenakan anak anda gemuk dan chubi. Hal ini menjadi sangat menyenangkan sekali bahkan banyak yang mencubit, mencium karena gemas melihatnya. Meskipun demikian anda jangan senang dulu, apabila anak terlalu gemuk atau obesitas malah akan membuat kondisi anak mudah terserang penyakit. 

Continue Reading

Betulkah Demam Pada Anak Berbahaya?

Demam merupakan gangguan kesehatan yang seringkali dialami oleh anak-anak. Kondisi demam pada anak ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh anak diatas normal. Dalam memudahkan anda mengetahui anak anda terkena demam adalah ketika anak anda mengalami peningkatan suhu tubuh yaitu lebih dari 38 derajat celcius. Kondisi demam seringkali dijumpai oleh anak-anak, apa yang membuatnya menjadi berbahaya? Berikut ini adalah penjelasan demam pada anak yang membahayakan sehingga anda harus mewaspadainya. 

Continue Reading

Kenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak

Perubahan cuaca berpengaruh pada kesehahatan anak yang paling umum adalah terjadi demam. Demam merupakan salah satu reaksi tubuh karena adanya infeksi bakteri ataupun virus sehingga tubuh melakukan pertahanan dan menyebabkan suhu tubuh meningkat dari keadaan normal.

Continue Reading

Waspada Penyakit Menular Yang Sering Menyerang Anak

Ibu akan mengalami cemas ketika anak mengalami gangguan kesehatan. Terlebih apabila sudah beberapa hari disertai dengan suhu tubuh diatas normal, yaitu diatas 37 derajat celcius. Anak sangat rentan terkena beberapa penyakit karena ketahanan suhu tubuh yang masih rentan dan juga lingkungan bermain yang beragam yang mudah menyerang anak anda.

Continue Reading

Loading...

Follow us