Rubella

Kenalilah Bahaya Virus Rubella Pada Anak Berikut Ini!

Rubella memang termasuk ke dalam salah satu penyakit yang memiliki tingkat bahaya yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rubella dapat terjadi kepada siapa saja, terutama anak-anak. Rubella juga sering dikenal dengan istilah campak Jerman yakni sebuah infeksi virus akut yang dapat menular pada siapa saja. Meskipun penyakit jenis ini tergolong ke dalam penyakit yang ringan, namun tetap saja harus diwaspadai.

Jika penyakit rubella ini terjadi pada wanita hamil, maka penyakit ini memiliki konsekuensi yang cukup serius karena dapat menyebabkan kematian pada bayi baru lahir dan juga janin. Bahkan sebagian besar mungkin akan memiliki cacat bawaan yang dikenal sebagai Congenital Rubella Syndrome (CRS). Virus rubella ini tentunya dapat ditularkan melalui udara ketika orang yang terinfeksi bersin dan juga batuk sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa penyebaran virus rubella ini sangat tinggi.

Selain ibu hamil, virus rubella juga sangat berbahaya pada anak-anak. Jika virus rubella ini terjadi pada anak-anak, maka dapat dimungkinkan akan terjadi beberapa kondisi yang dapat membahayakan anak-anak. Virus ini termasuk ke dalam virus yang paling berbahaya terutama pada ibu hamil dan juga anak-anak.

 Bahaya Virus Rubella Pada Anak-Anak

Para pakar kesehatan tentu menyebutkan bahwa virus rubella dan juga campak Jerman memang memiliki arti yang berbeda. Sebagai informasi tambahan bahwa campak atau measles ialah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada virus yang dapat menyebar melalui bersin dan juga batuk. Sedangkan, virus rubella ialah salah satu jenis penyakit yang mudah mehular meskipun hanya bersentuhan dengan mulut, hidung, mata dan juga bagian kulit lainnya yang terkena lendir ataupun cairan dari orang yang terjangkit virus ini.

Virus rubella ini tentunya memiliki dampak yang cukup buruk terhadap kesehatan tubuh manusia, terlebih bagi anak-anak. Untuk ibu hamil tentunya virus rubella ini dapat menyebabkan Congenital Rubella Syndrome (CRS). CRS ialah Kondisi yang dapat terjadi pada janin di dalam rahim ibu tentu dapat terinfeksi dengan sangat mudah. CRS juga dapat mempengaruhi pada hampir segala sesuatu yang ada di dalam tubuh bayi yang sedang berkembang di dalam janin.

Pada anak-anak, campak Jerman biasanya dapat memiliki gejala yang cukup ringan. Dengan gejala ringan yang dapat terlihat berupa ruam merah yang dapat menjadi tanda pertama bahwa virus rubella tersebut menyerang tubuh manusia. Inilah yang menjadi satu kondisi dimana virus rubella telah menjangkit tubuh seseorang.

Pada awalnya ruam merah yang muncul pertama kali dapat terjadi pada leher dan juga wajah, lalu menyebar hampir ke seluruh tubuh dan akan berlangsung selama tiga hari. Gejala yang dapat terjadi pada tubuh seseorang tentunya berbeda-beda tergantung dari kondisi tubuh seseorang.

Beberapa gejala jika seorang anak terjangkit virus rubella ini diantaranya:

- Demam yang tinggi

- Sakit kepala yang sangat hebat

- Mata kemerahan

- Ruam-ruam pada seluruh kulit tubuh

- Mengalami sesak nafas

- Pilek

- Sakit tenggorokan

- Pembengkakan kelenjar getah bening

- Tubuh akan merasa tidak nyaman

- Disertai dengan mual dan juga muntah

- Ingusan dan keluar lendir secara terus menerus

- Terkadang bengkak pada bagian wajah, lengan dan juga kaki.

Ruam merah yang terjadi pada tubuh tentunya akan menyebar lebih cepat. Pada umumnya, gejala ini akan muncul setelah 2-3 minggu setelah tubuh seseorang terpapar virus. Gejala ini tentunya dapat berlangsung selama 2-3 hari.

Tidak hanya pada anak-anak, virus rubella ini juga dapat menyerang ibu hamil dan akan menularkan virus tersebut pada janin. Masalah yang cukup berat ialah bahwa virus rubella ini dapat menyebabkan bayi keguguran atau bahkan kematian janin di dalam kandungan. Sementara itu, komplikasi yang terjadi pada virus rubella dapat menyebabkan kelainan pada jantung, indera pendengaran, gangguan pada hati dan juga limpa serta beberapa gangguan kognitif pada orang yang terjangkit virus rubella ini.

Sedangkan gejala yang terjadi pada orang dewasa akan ditunjukkan dengan kondisi sakit kepala, badan pegal-pegal, mata yang merah dan biasanya akan berlangsung selama 3-10 hari. Sebagian besar orang dewasa tentunya dapat memiliki gejala demam dan juga sakit tenggorokan serta ruam yang dimulai pada wajah dan juga menyebar ke seluruh bagian tubuh. Sementara itu, sekitar 25% sampai 50% dari orang yang terinfeksi virus rubella ini tidak mengalami beberapa gejala apapun.

Virus rubella yang terjadi pada ibu hamil tentunya bsia mengakibatkan bayi lahir cacat. Beberapa kondisi tertentu seperti kelainan pada jantung, paru-paru, hati, tuli, katarak dan juga terlambatnya tumbuh kembang  dapat dikategorikan sebagai bahaya yang terjadi akibat virus rubella. Risiko ganngguan tersebut tentunya tergantung dari berapa lama Anda terkena virus seperti halnya ketika Anda hamil pada trimester pertama dimana tahap ini ialah pada awal perkembangan bayi.

Jika terkena virus rubella selama 12 minggu pada tahap awal kehamilan, maka peluang bayi untuk mewarisi virus rubella sangatlah tinggi. Ibu yang terinfeksi campak Jerman pada umumnya ada pada usia kehamilan antara 13 hingga 16 minggu dan peluangnya dapat menurun hingga 54%. Sedangkan, jika ibu hamil terinfeksi virus rubella pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu, maka risiko infeksi campak Jerman akan menyebabkan cacat lahir janin tergolong sangat kecil.

Cacat lahir yang disebabkan oleh infeksi campak Jerman ketika hamil dapat muncul secara lambat dan akan terlihat nanti ketika masa anak-anak. Virus rubella ini tentunya dapat menyebabkan bayi lahir dan mati. Inilah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk menjalani beberapa tes serta melakukan beberapa pencegahan sedini mungkin. Hal ini tentunya untuk mengurangi risiko infeksi cacar Jerman dan juga bagaimana tubuh akan melindungi diri dari penyakit yang akan datang.

 Fakta-Fakta Virus Rubella

Virus rubella ini tentu menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. Penyakit ini memang tergolong ringan terjadi pada anak-anak. Namun, tidak lengkap rasanya jika kita tidak mengetahui mengenai beberapa fakta mengenai virus campak dan juga rubella seperti yang akan kami jelaskan berikut ini:

Campak menyebabkan komplikasi yang serius

Inilah mengapa Anda jangan menghiraukan virus rubella, hal ini dikarenakan campak dan rubella dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, kebutaan, gizi buruk, radang otak, radang paru hingga kematian. Rubella ini tentunya berupa penyakit ringan yang terjadi pada anak-anak, namun juga dapat menular pada ibu hamil terutama pada usia trimester pertama atau pada awal kehamilan. Selain itu, virus rubella ini dapat menyebabkan keguguran serta kecacatan bahkan kematian janin di dalam kandungan.

Menular melalui saluran nafas

Campak dan juga rubella tentuya meyebabkan infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan. Terlebih pada anak dan juga orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak dan rubella dimungkinkan akan mengalami penyakit dengan risiko yang cukup tinggi.

Gejala penyakit campak dan rubella

Penyakit campak dan rubella di sini tentunya bisa terjadi dengan menimbulkan beberapa gejala yang sangat hebat seperti demam, batuk, pilek, mata merah serta beberapa ruam yang terjadi pada sebagian bahkan seluruh bagian tubuh. Berbeda dengan penyakit campak, gejala penyakit rubella ini memang tidak spesifik bahkan biasanya bisa timbul tanpa ada gejala apapun. Meskipun demikian tentunya ada beberapa gejala umum yang dapat terjadi pada seseorang yang terjangkit virus rubella diantaranya pilek, pusing, nyeri pada persendian serta demam ringan yang tentu gejala tersebut hampir sama dengnan gejala flu.

Vaksin yang harus digunakan

Fakta lain di balik virus rubella ini tentunya tidak bisa dipisahkan dari vaksin. Jenis vaksin yang biasa digunakan untuk melindungi tubuh dari virus rubella ini ialah vaksin MR. Vaksin MR ini ialah kombinasi dari vaksin camapk atau measles (M) dan rubella (R) sebagai perlindungan untuk mencegah penyakit campak dan rubella.

Vaksin MR yang digunakan tentunya sudah mendapatkan rekomendasi dari WHo dan juga izin dari Badan POM. Vaksin MR ini juga sangat efektif dalam mencegah penyakit campak dan juga rubella. Vaksin ini juga memang terbilang aman serta dapat digunakan lebih dari 141 negara yang ada di dunia. Imunisasi MR ini diberikan pada semua anak dengan usia 9 bulan hingga 15 tahun selama kampanye MR. Imunisasi MR ini tentunya masuk ke dalam jawal imunisasi rutin yang diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan sampai kelas 1 SD/sederajat sebagai pengganti dari imunisasi campak dan rubella.

Virus dapat dicegah tapi tidak bisa diobati

Salah satu masalah yang cukup besar dari virus rubella ini tentunya bahwa virus rubella inidaoat dicegah, namun sayangnya tidak bisa diobati. Hal ini dikarenakan jika sudah terjangkit, maka sangat sulit untuk diobati. Dalam hal ini maka imunisasi MR kerap digunakan sebagai cara pencegahan yang terbaik untuk penyakit campak dan juga rubella. Selain itu, imunisasi MR juga dapat digunakan untuk mencegah dua penyakit sekaligus yakni campak dan rubella.

Mata merah disebabkan peradangan

Mata merah yang terjadi pada anak yang menderita campak dan juga rubella dapat menyebabkan terjadinya peradangan terutama pada selaput ikat mata. Pengidap campak di sini tentunya bisa juga mengalami gejala konjungtivis yang dapat membuat mata menjadi gatal, berair, dan perih sehingga dapat menyebabkan selaput meradang. Hal ini tentunya dapat menyebabkan bintik merah yang dapat muncul pada kulit tubuh.

Penderita campak boleh mandi

Fakta lain mengenai virus rubella ialah bahwa tersebar mitos jika orang yang terkena campak dan rubella tidak boleh mandi dan juga terkena angin. Mitos tersebut juga telah dijelaskan oleh dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya telah mengonfirmasi bahwa mitos tersebut tidaklah benar. Dr Meta juga telah mengatakan bahwa jika seseorang yang terjangkit campak dan juga rubella dapat ditandai dengan ruam dan juga bintik merah. Hal ini tentunya tidak ada kaitan antara perluasan virus pada tubuh dengan kebersihan diri agar tetap terjaga.

Penyebaran Virus Rubella

Virus rubella atau campak Jerman ini tentunya dapat menyebar pada orang yang terinfeksi bersin dan juga batuk. Pada orang yang terjangkit virus tentunya dapat menyebar pada orang lain sampai satu minggu sebelum ruam dan bintik merah tersebut muncul serta tetap dapat menular hingga 7 hari setelahnya.

Orang yang terjangkit virus rubella ini tentunya harus memberitahu keluarga, teman dan orang-orang yang dipercaya. Hal ini penting karena virus rubella memang dapat tersebar dengan mudah terutama pada hubungan keluarga yang terdekat. Sedangkan pada ibu hamil, sekitar 90% kemungkinan ia akan menularkan virus pada janin. Bayi yang mengalami CRS tentuya dapat membawa virus selama satu tahun bahkan lebih. Sedangkan menurut WHO, angka CSR tertinggi yang ada di kawasan Asia Tenggara dan Afrika karena cakupan vasin pada kedua daerah ini memang sangat rendah.

Pengobatan Virus Rubella

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa virus rubella memang tidak bisa diobati, namun dapat dicegah sebaik mungkin. Tentunya tidak ada obat khusus yang dapat mengobati virus rubella ataupun penyakit rubella dengan cepat. Pada beberapa kasus, gejala ringan pada penderita dapat diatasi dengan melakukan istirahat serta obat-obatan untuk demam.

Namun, cara terbaik untuk menghindarinya ialah dengan melakukan vaksinasi. Vaksin pada virus rubella ini memang tersedia dalam formulasi monovalen atau lebih sering dengan mengkombinasikan vaksin lain yaitu vaksin campak (MR), campak, gondok dan varicella (MMRV) dan campak dan gondok (MMR).

Metode Penanganan Virus Rubella

Dalam hal ini virus rubella tidak membutuhkan penanganan medis yang cukup khusus. Dalam hal ini pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan melakukan langkah-langkah yang sederhana. Hal ini tentunya bertujuan untuk meringankan gejala, namun tidak untuk mempercepat dalam penyembuhan. Berikut ini beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengobatan pada virus rubella, diantaranya:

- Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah dengan meminum air hangat yang sduah dicampur dengan madu dan juga lemon. Kombinasi kedua bahan herbal ini tentu dapat digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan dan juga pilek.

- Istirahat secukup dan juga sebanyak mungkin

- Minumlah banyak air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi

- Jangan menggaruk bintik merah pada tubuh karena dapat meninggalkan bekas luka. Sebaliknya gunakan krim pengurang rasa gatal yang dapat dibeli dengan mudah di apotek.

- Untuk mengurangi demam dan juga nyeri, alangkah baiknya penderita mengonsumsi parasetamol dan juga ibuprofen untuk meredakan nyeri sendi dan juga menurunkan demam.

- Konsumsilah makanan yang memiliki gizi dan juga nutrisi yang cukup agar mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh.

- Menjaga jarak dengan keluarga dan juga teman untuk penyembuhan meskipun tubuh Anda sendiri dapat membuat anti toksin sehingga dapat dikhawatirkan mereka akan tertular oleh virus rubella tersebut. Sedangkan jika Anda berada pada proses penyembuhan, maka kemungkinakan masa sembuh akan cukup lama karena proses penyembuhan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Bahaya virus rubella pada anak tentunya tidak bisa dihiraukan. Bagaimanapun juga, virus rubella memang menjadi penyakit yang sangat mematikan yang benar-benar harus Anda hindari. Jika dibiarkan, maka kemungkinan besar dampak buruknya akan terasa baik cepat maupun lambat. Terlebih lagi virus rubella ini tidak menimbulkan gejala yang terlalu signifikan terutama ketika tubuh baru terjangkit virus ini. Gejala yang cukup parah tentunya bisa  terlihat dalam waktu yang cukup lama sekitar 2-3 minggu. Itulah beberapa hal mengenai bahaya virus rubella pada anak yang harus Anda hindari. Semoga bermanfaat!

Ketahuilah Seputar Penyakit Rubella, Penyebab, Gejala & Bahayanya

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu penyakit yang mungkin tergolong ke dalam penyakit yang disebut dengan virus. Penyakit ini tentunya bisa dibilang sebagai penyakit yang menular yang tentu berdampak sangat buruk pada manusia. Penyakit yang  disebut dengan Rubella yang kerap dikenal dengan sebutan campak Jerman. Virus dari rubella ini tentunya bisa menyebar dan juga menyerang siapa saja. Gejala awal dari virus rubella ini menyebabkan ruam merah pada permukaan kulit dan juga suhu tubuh yang sangat tinggi.

Rubella memang memiliki tingkatan bahaya yang beragam dari rendah, sedang dan juga tinggi. Namun, bagi wanita hamil virus rubella ini tentunya memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan virus rubella akan menyerang juga terhadap janin di dalam kandungan yang sedang berkembang. Penyakit rubella juga tentunya sering terjadi pada anak-anak, namun dulu banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa penyakit tersebut ialah penyakit rubella.

Diketahui bahwa virus ini menyebar dengan sangat cepat dan juga mudah berpindah dan juga menyerang tubuh manusia. Penularan dari virus ini terbilang cepat karena dapat tertular dari butiran air liur yang ada diudara dan juga dikeluarkan dengan melalui bersin ataupun batuk. Tentunya, memang sangat penting bagi kita untuk mengetahui akan bahaya dan juga penyebab yang pasti dari penyakit ini agar kita bisa menghindarinya sebisa mungkin. Lantas, apa yang disebut dengan rubella, penyebab, gejala, bahaya dan juga cara mengatasinya? Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Apa Itu Rubella?

Rubella yang dikenal dengan sebutan campak Jerman ini tentunya disebabkan oleh sebuah virus. Virus dari rubella ini tentunya bisa menyebar dengan sangat cepat dan juga mudah pada tubuh manusia satu dan juga lainnya. Penyakit ini memang sangat terkenal di masyarakat dan memiliki sebutan yang cukup banyak diantaranya rubella, measles rubella, measles dan juga campak 3 hari.

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh virus rubella, togavirus yang terbungkus dan juga memiliki genon RNA yang beruntai tunggal. Virus ini biasanya ditularkan melalu jalur pernapasan dan juga bereplikasi di nasofaring dan juga kelenjar getah bening. Virus ini akan ditemukan di dalam darah dalam 5 - 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit rubella ini tentunya berbeda dengan cacar air walaupun memang kedua penyakit ini menyebabkan ruam merah pada kulit. Rubella ini tentunya berbeda dengan cacar air sehingga rubella memiliki tingkat penularan yang lebih ringan dibandingkan dengan cacar air. Rubella diketahui akan terjadi sekali seumur hidup terutama bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin rubella, gondok dan juga campak.

Dikenal dengan sebutan campak Jerman ternyata virus ini bukanlah berasal dari Jerman. Namun, hal ini dikarenakan dokter ahli yang meneliti penyebaran virus ini berasal dari Jerman. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli fisika yang telah mendiagnosis penyakit campak Jerman ini pada pertengahan abad ke 18. Intinya, karena penyakit ini diteliti oleh seorang ahli dari Jerman, oleh karena itu, penyakit rubella ini dikenal dengan sebutan campak Jerman.

Campak Jerman ini memang sering dikaitkan dengan cacar air karena memiliki tampilan yang hampir sama yakni ruam merah pada kulit. Virus ini tentunya dapat menyerang kulit dan juga kelenjar getah bening. Pada umumnya, ruam ini berwarna merah sehingga adanya pembengkakan yang terjadi pada getah bening. Rubella tentunya bisa berakibat fatal sehingga memberikan konsekuensi yang cukup serius.

Semua orang tentunya memiliki risiko dan juga berpeluang terkena penyakit rubella. Rubella yang terjadi pada anak-anak dan juga dewasa tentunya akan membaik dengan sangat cepat, tidak terlalu berbahaya dan juga jarang memiliki komplikasi yang serius. Namun, risiko ini berbeda pada wanita hamil dimana pada wanita hamil memiliki risiko yang lebih besar jika terkena penyakit ini. Pada wanita hamil yang terinfeksi virus ini tentunya selama 4 bulan pertama kehamilan, bayi akan berisiko mengalami kecacatan dan juga lahir dengan kematian.

Penyebab Terserang Penyakit Rubella

Tentunya, virus ini tidak serta merta menular pada tubuh manusia. Penyakit ini memang disebabkan oleh virus rubella yang jika ditularkan melalui kontak dengan orang yang menderita rubella, maka sedikitnya akan terkena. Virus rubella ini tentunya memang sangat menular dan juga mudah ditularkan pada orang lain. Hal ini virus rubella dapat tertularkan melalui kontak dengan cairan tenggorokan dan juga hidung dari penderita rubella.

Pada seseorang yang menularkan virus rubella ini kepada orang lain, seminggu sebelum ruam kulit ini muncul hingga 1 minggu setelah ruam tersebut sembuh. Sedangkan pada wanita hamil tentunya bisa tertular pada bayi melalui aliran darah dari sang ibu. Berikut ini beberapa penyebab jika seseorang terkena rubella, diantaranya:

Virus rubella

Tentunya, jika seseorang mengalami ruam kemerahan dikulit yang tentunya didiagnosa sebagai penyakit rubella. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ia terserang oleh virus yang disebut dengan virus rubella. Pada umumnya, virus ini bisa tersebar ketika penderita mengalami batuk dan juga bersin. Biasanya melalui kontak secret langsung yakni melalui ingus dan juga lendir dari penderitanya.

Daging setengah matang

Ketika memasak daging baik daging ayam maupun daging merah, alangkah baik untuk dibiarkan sampai matang. Hal ini dikarenakan memakan daging mentah dan juga setengah matang bisa memiliki risiko yang lebih besar dalam terserang virus rubella ini. Jika virus tersebut ada pada daging mentah yang Anda makan, otomatis akan masuk ke dalam tubuh manusia sehingga bisa membuat seseorang tersebut terserang. Hal ini tentunya memakan daging setengah matang bahkan mentah bisa menyebabkan seseorang tersebut dapat tertular.

Transplantasi organ

Pada seseorang yang melakukan transplantasi organ, tentunya ada kemungkinan akan terkena rubella. Hal ini tentunya kita tidak tahu bahwa organ yang ditransplantasi tersebut apakah sehat ataukah tidak. Mungkin saja orang lain tersebut mengalami gangguan kesehatan dan juga terserang virus rubella. Sebab secara langsung darah dari penderita tersebut akan masuk ke dalam tubuh kita dan juga menyebar melalui aliran darah.

Dari ibu hamil pada anak

Virus rubella ini tentunya bisa menular secara langsung melalui tubuh. Pada umumnya, hal ini terjadi pada ibu yang sedang mengandung janin yang sedang tumbuh dan juga berkembang di dalam kandungan. Secara otomatis, janin tersebut akan langsung tertular karena aliran darah dari ibu akan masuk dan juga menyebar secara langsung kepada janin di dalam kandungan.

Hubungan seksual

Penyebab yang satu ini tentunya tidak dapat dilupakan karena termasuk ke dalam salah satu penyebaran virus rubella dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki riwayat atau terkena virus rubella. Maka, akan berpeluang besar dan juga berisiko tinggi terkena penyakit rubella tersebut. Hal ini tentunya secara tidak langsung lendir yang masuk ke dalam penderita yang belum terkena akan bercampur dengan lendir pada seseorang yang lain.

Itulah beberapa penyebab dari penyakit rubella yang bisa saja masuk ke dalam tubuh manusia.

 Gejala-Gejala Penyakit Rubella

Penyakit rubella yang terjadi pada anak-anak tentunya akan cenderung mengalami gejala-gejala yang tentunya memang lebih ringan dibandingkan dengan penyakit rubella pada orang dewasa. Terkadang ada juga pada beberapa kasus yang mengalami virus rubella yang bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun tetap saja penyakit ini harus benar-benar diwaspadai karena akan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Pada umumnya, penyakit ini memang membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak tertular sampai menimbulkan gejala. Anak-anak akan lebih sering menunjukkan gejala dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala penyakit rubella yang mungkin akan timbul diantaranya:

- Suhu tubuh akan naik secara drastis dari sekitar 37,5 - 39,5 derajat celcius. Namun kenaikan suhu ini akan berbeda dari setiap individu.

- Kepala akan terasa sakit dan juga pusing

- Mengalami pilek sampai hidung terasa mampet dan juga cukup lama

- Mata yang cukup memerah, perih bahkan sampai meradang

- Beberapa orang bahkan mengalami rasa sendi yang cukup parah

- Setelah 3 hari kemudian tentunya akan muncul ruam merah muda pada bagian wajah dan juga seluruh tubuh

- Mengalami beberapa kelenjar getah bening yang ada di belakang leher dan juga telinga

- Ruam merah pada umumnya berwarna muda, berawal dari bintik-bintik merah, gatal yang tentu menyebar dari telinga ke leher dan kepala, kemudian ke seluruh bagian tubuh lainnya

-  Pembengkakan kelenjar getah bening yang ada disekitar belakang kepala dan telinga

- Demam dengan suhu tinggi yang tentu mencapai 38 derajat celcius

- Kehilangan nafsu makan

- Terjadinya kongjungtivis (infeksi bola mata dan juga kelopak mata)

- Sendi bengkak dan juga nyeri yang terjadi pada wanita usia muda

Gejala yang mungkin ditimbulkan akan hilang dan terjadi selama beberapa hari atau bahkan lebih lama. Kemungkinan masih banyak gejala-gejala yang timbul dari penyakit rubella ini yang tentu tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengalami salah satu gejala dari penyakit rubella tersebut, tentunya alangkah baiknya jika Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diagnosa Tubuh Jika Terkena Virus Rubella

Diagnosa tentunya memang sangat perlu ketika mendeteksi suatu penyakit. Hal ini dikarenakan deteksi penyakit memang menjadi langkah bagi kita untuk menentukan pengobatan dan juga penanganan yang lebih lanjut lagi. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mendiagnosis jika seseorang terkena penyakit rubella. Secara umum pemeriksaan virus rubella ini dapat dilakukan dengan menggunakan kultur tenggorokan dan juga tes darah.

Tes tersebut tentunya bertujuan untuk mengetahui apakah memang positif ataukah negatif terkena virus rubella tersebut. Hal ini tentunya untuk menentukan jenis pengobatan yang memang tepat untuk mengatasi virus rubella yang sudah masuk ke dalam tubuh manusia. Setelah pemeriksaan tersebut membuktikan bahwa seseorang tersebut mengalami virus rubella.

Sedangkan pada ibu hamil, pemeriksaan rubella akan dilakukan dengan melakukan sejumlah tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya yang berisiko tinggi. Pemeriksaan in tentunya dilakukan dengan tes darah. Lebih lanjut lagi, ibu hamil akan disarankan untuk melakukan tes USG ataupun Amniosentesis yakni prosedur pengambilan dan juga analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin.

Faktor Risiko Terkenanya Rubella

Memang siapa saja bisa mengalami dan juga terkena virus rubella. Namun tentunya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rubella, diantaranya:

- Tidak pernah mendapatkan imunisasi atau vaksin  cacar air, campak dan juga gondok

- Pernah berpergian ke negara lain ataupun tempat dengan wabah rubella yang cukup tinggi

- Pernah mengalami penyakit rubella sebelumnya

Tidak memiliki faktor risiko tersebut bukan berarti Anda bebas dari terkenanya virus rubella ini. Faktor risiko tersebut hanyalah sebuah referensi saja. Untuk lebih lanjutnya tentunya Anda bisa bekonsultasi dengan dokter pilihan Anda untuk informasi yang lebih lanjut.

Penanganan Virus Rubella Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Untuk mengatasi virus rubella ini tentunya Anda bisa mengatasinya dengan melakukan beberapa langkah yang tentunya bisa Anda lakukan di rumah. Dalam hal ini tentunya rubella tidak membutuhkan penanganan medis yang khusus. Beberapa pengobatan tentunya bisa Anda lakukan di rumah dengan cara yang cukup sederhana. Tujuan utama dari melakukan penanganan di rumah yakni meringankan gejala, bukan mempercepat penyembuhan rubella. Sejumlah langkah-langkah tersebut bisa Anda lakukan seperti pada berikut ini:

- Beristirahat sebanyak mungkin

Hal pertama yang bisa Anda lakukan dalam melakukan penanganan di rumah ialah dengan beristirahat sebanyak mungkin dan juga seefektik mungkin. Dalam hal ini tentunya beristirahat dengan cukup dapat membuat sistem imunitas tubuh menjadi semakin membaik untuk mengembalikan kekebalan tubuh.

- Minum banyak air putih

Selain beristirahat dengan cukup dan juga efektif tentunya Anda juga bisa mengonsumsi air putih secukupnya. Dengan banyak meminum air putih selain menetralisir racun, air putih juga mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh Anda. Disarankan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak air putih setidaknya 8 gelas sehari atau tergantung kebutuhan cairan tubuh Anda.

- Konsumsi parasetamol dan ibuprofen

Ketika Anda mengalami demam yang sangat tinggi tentunya diperlukan obat khusus untuk mengobati gejala tersebut. Dengan mengonsumsi parasetamol ataupun ibuprofen secara tidak langsung mengurangi gejala demam dan juga nyeri pada penderita. Dan ini tentunya sebagai langkah  untuk menurunkan gejala deman dan juga meredakan nyeri pada sendi Anda.

- Minum air hangat dengan lemon dan madu

Dalam mengurangi rasa sakit yang diakibatkan oleh meradangnya tenggorokan. Tentunya, Anda bisa melakukan cara yang sangat praktis dan juga simpel. Hanya dengan membuat air hangat yang tentunya dicampurkan dengan madu dan juga lemon. Campuran ketiga bahan tersebut untuk meredakan sakit pilek dan juga tenggorokan yang Anda rasakan sebagai salah satu gejala terkenanya virus rubella.

- Konsumsi obat

Dalma konsumsi obat tentunya Anda harus sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat yang tidak diresepkan sehingga nantinya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Dalam mengonsumsi obat tentunya harus secara rutin dan juga teratur

- Jangan menggaruk gatal

Bagaimanapun juga rasa gatal ataupun bintik-bintik merah yang menyerang Anda, Anda sebisa mungkin mengontrolnya agar tidak menggaruk terlalu dalam. Bagaimanapun juga, kondisi ini akan meninggalkan bekas. Alangkah baiknya jika Anda menggunakan krim pengurang rasa gatal yang tentunya dijual di apotek

- Gunakan aspirin

Anda tentunya bisa menggunakan aspirin rubella jika virus rubella tersebut menyerang anak kecil.

- Hindari kontak dengan orang lain

 Anda dan juga di kecil wajib menghindari kontak langsung dengan orang lain disekitarnya terutama ibu hamil untuk mencegah tertularnya penyakit ini kepada orang lain.

Apa Yang Anda Alami Setelah Terkena Rubella

Tidak dapat dipungkiri jika sesuatu penyakit akan memiliki dampak buruk dan juga efek yang tentu sangat berbahaya bagi tubuh kita. Begitupula dengan virus rubella, jika Anda mengalami virus rubella, ada beberapa dampak yang terjadi pada tubuh Anda, diantaranya:

Imunitas tubuh menurun

Jika Anda terkena virus rubella, tentunya sangat jarang bagi Anda memiliki sistem imunitas tubuh yang cukup baik. Jika Anda sudah mengalami rubella tentunya Anda akan mengalami yang namanya imunitas tubuh yang menurun. Tidak heran jika ia sangat mudah terkena penyakit lain. Maka dari itu, Anda memang disarankan untuk tetap menjaga stamina agar sistem kekebalan tubuh Anda menjadi baik dan juga bertahan. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam mempertahankan sitem imunitas tubuh Anda ialah dengan mengonsumsi buah-buahan dan juga sayuran yang segar.

Sekali dalam seumur hidup

Banyak yang berpendapat bahwa jika Anda pernah mengalami virus rubella, maka Anda tidak akan mengalaminya lagi. Hal ini dikarenakan antibodi yang ada di dalam tubuh Anda sudah menebal. Kondisi ini tentunya akan menghasilkan anti toksin yang memang khusus untuk menetralisir pathogen pada virus rubella. Tidak heran jika rubella masuk lagi ke dalam tubuh, tentu sudah bisa dinetralisir kembali dengan anti toksin yang sudah dibuat oelh tubuh tadi.

Infeksi pada telinga (Otitis media)

Pada beberapa orang yang terjangkit virus rubella ini tentunya akan mengalami infeksi telinga atau dikenal dengan istilah otitis media. Akan tetapi, pada umumnya kasus ini hanya dijumpai pada beberapa orang saja.

Radang sendi

Pada beberapa orang tentunya akan mengalami radang sendi. Radang ini tentunya akan menyebar mulai dari tangan, kaki serta beberapa bagian tubuh lainnya. Nyeri tersebut tentunya akan terjadi selama 2 minggu bahkan sampai satu bulan. Pada bagian yang mengalami radang sendi yang cukup parah ialah jari jemari, lutut, dan juga pergelangan tangan. Akan tetapi, kasus ini dinilai memang sangat jarang terjadi.

Radang otak

Selain dari infeksi telinga, rubella juga tentunya bisa memicu timbulnya penyakit lain yang lebih serius yaitu radang otak atau ensefailitis. Namun, hanya beberapa orang yang yang mungkin mengalami gangguan kesehatan ini.

Dampak pada ibu hamil

Sedangkan pada ibu hamil, virus rubella memang menjadi salah satu virus yang memang sangat berbahaya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh perkembangan janin yang ada di dalam perut sang ibu. Ketika bayi dilahirkan ia akan berpeluang besar mengalami beberapa kelainan diantaranya:

- Kecacatan pada beberapa organ tubuh

- Kelainan pada jantung seperti klep jantung yang tidak normal

- Tuli bawaan

- Gangguan mental, keterbelakangan mental atau inteligence yang cukup rendah

- Gangguan mata seperti katarak

- Pertumbuhan tubuh yang terlambat atau retardasi

Bagaimanapun juga menjaga kesehatan dan juga sistem imunitas tubuh memang sangat diperlukan. Hal ini tentunya menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjangkitnya virus rubella. Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai virus rubella, penyebab, gejala dan juga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Loading...