Ketahuilah Seputar Penyakit Rubella, Penyebab, Gejala & Bahayanya

4.89/5 (9)

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan salah satu penyakit yang mungkin tergolong ke dalam penyakit yang disebut dengan virus. Penyakit ini tentunya bisa dibilang sebagai penyakit yang menular yang tentu berdampak sangat buruk pada manusia. Penyakit yang  disebut dengan Rubella yang kerap dikenal dengan sebutan campak Jerman. Virus dari rubella ini tentunya bisa menyebar dan juga menyerang siapa saja. Gejala awal dari virus rubella ini menyebabkan ruam merah pada permukaan kulit dan juga suhu tubuh yang sangat tinggi.

Rubella memang memiliki tingkatan bahaya yang beragam dari rendah, sedang dan juga tinggi. Namun, bagi wanita hamil virus rubella ini tentunya memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan virus rubella akan menyerang juga terhadap janin di dalam kandungan yang sedang berkembang. Penyakit rubella juga tentunya sering terjadi pada anak-anak, namun dulu banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa penyakit tersebut ialah penyakit rubella.

Diketahui bahwa virus ini menyebar dengan sangat cepat dan juga mudah berpindah dan juga menyerang tubuh manusia. Penularan dari virus ini terbilang cepat karena dapat tertular dari butiran air liur yang ada diudara dan juga dikeluarkan dengan melalui bersin ataupun batuk. Tentunya, memang sangat penting bagi kita untuk mengetahui akan bahaya dan juga penyebab yang pasti dari penyakit ini agar kita bisa menghindarinya sebisa mungkin. Lantas, apa yang disebut dengan rubella, penyebab, gejala, bahaya dan juga cara mengatasinya? Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Apa Itu Rubella?

Rubella yang dikenal dengan sebutan campak Jerman ini tentunya disebabkan oleh sebuah virus. Virus dari rubella ini tentunya bisa menyebar dengan sangat cepat dan juga mudah pada tubuh manusia satu dan juga lainnya. Penyakit ini memang sangat terkenal di masyarakat dan memiliki sebutan yang cukup banyak diantaranya rubella, measles rubella, measles dan juga campak 3 hari.

Pada umumnya, penyakit ini disebabkan oleh virus rubella, togavirus yang terbungkus dan juga memiliki genon RNA yang beruntai tunggal. Virus ini biasanya ditularkan melalu jalur pernapasan dan juga bereplikasi di nasofaring dan juga kelenjar getah bening. Virus ini akan ditemukan di dalam darah dalam 5 – 7 hari setelah infeksi dan menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit rubella ini tentunya berbeda dengan cacar air walaupun memang kedua penyakit ini menyebabkan ruam merah pada kulit. Rubella ini tentunya berbeda dengan cacar air sehingga rubella memiliki tingkat penularan yang lebih ringan dibandingkan dengan cacar air. Rubella diketahui akan terjadi sekali seumur hidup terutama bagi mereka yang belum mendapatkan vaksin rubella, gondok dan juga campak.

Dikenal dengan sebutan campak Jerman ternyata virus ini bukanlah berasal dari Jerman. Namun, hal ini dikarenakan dokter ahli yang meneliti penyebaran virus ini berasal dari Jerman. Ia juga dikenal sebagai seorang ahli fisika yang telah mendiagnosis penyakit campak Jerman ini pada pertengahan abad ke 18. Intinya, karena penyakit ini diteliti oleh seorang ahli dari Jerman, oleh karena itu, penyakit rubella ini dikenal dengan sebutan campak Jerman.

Campak Jerman ini memang sering dikaitkan dengan cacar air karena memiliki tampilan yang hampir sama yakni ruam merah pada kulit. Virus ini tentunya dapat menyerang kulit dan juga kelenjar getah bening. Pada umumnya, ruam ini berwarna merah sehingga adanya pembengkakan yang terjadi pada getah bening. Rubella tentunya bisa berakibat fatal sehingga memberikan konsekuensi yang cukup serius.

Semua orang tentunya memiliki risiko dan juga berpeluang terkena penyakit rubella. Rubella yang terjadi pada anak-anak dan juga dewasa tentunya akan membaik dengan sangat cepat, tidak terlalu berbahaya dan juga jarang memiliki komplikasi yang serius. Namun, risiko ini berbeda pada wanita hamil dimana pada wanita hamil memiliki risiko yang lebih besar jika terkena penyakit ini. Pada wanita hamil yang terinfeksi virus ini tentunya selama 4 bulan pertama kehamilan, bayi akan berisiko mengalami kecacatan dan juga lahir dengan kematian.

Penyebab Terserang Penyakit Rubella

Tentunya, virus ini tidak serta merta menular pada tubuh manusia. Penyakit ini memang disebabkan oleh virus rubella yang jika ditularkan melalui kontak dengan orang yang menderita rubella, maka sedikitnya akan terkena. Virus rubella ini tentunya memang sangat menular dan juga mudah ditularkan pada orang lain. Hal ini virus rubella dapat tertularkan melalui kontak dengan cairan tenggorokan dan juga hidung dari penderita rubella.

Pada seseorang yang menularkan virus rubella ini kepada orang lain, seminggu sebelum ruam kulit ini muncul hingga 1 minggu setelah ruam tersebut sembuh. Sedangkan pada wanita hamil tentunya bisa tertular pada bayi melalui aliran darah dari sang ibu. Berikut ini beberapa penyebab jika seseorang terkena rubella, diantaranya:

Virus rubella

Tentunya, jika seseorang mengalami ruam kemerahan dikulit yang tentunya didiagnosa sebagai penyakit rubella. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ia terserang oleh virus yang disebut dengan virus rubella. Pada umumnya, virus ini bisa tersebar ketika penderita mengalami batuk dan juga bersin. Biasanya melalui kontak secret langsung yakni melalui ingus dan juga lendir dari penderitanya.

Daging setengah matang

Ketika memasak daging baik daging ayam maupun daging merah, alangkah baik untuk dibiarkan sampai matang. Hal ini dikarenakan memakan daging mentah dan juga setengah matang bisa memiliki risiko yang lebih besar dalam terserang virus rubella ini. Jika virus tersebut ada pada daging mentah yang Anda makan, otomatis akan masuk ke dalam tubuh manusia sehingga bisa membuat seseorang tersebut terserang. Hal ini tentunya memakan daging setengah matang bahkan mentah bisa menyebabkan seseorang tersebut dapat tertular.

Transplantasi organ

Pada seseorang yang melakukan transplantasi organ, tentunya ada kemungkinan akan terkena rubella. Hal ini tentunya kita tidak tahu bahwa organ yang ditransplantasi tersebut apakah sehat ataukah tidak. Mungkin saja orang lain tersebut mengalami gangguan kesehatan dan juga terserang virus rubella. Sebab secara langsung darah dari penderita tersebut akan masuk ke dalam tubuh kita dan juga menyebar melalui aliran darah.

Dari ibu hamil pada anak

Virus rubella ini tentunya bisa menular secara langsung melalui tubuh. Pada umumnya, hal ini terjadi pada ibu yang sedang mengandung janin yang sedang tumbuh dan juga berkembang di dalam kandungan. Secara otomatis, janin tersebut akan langsung tertular karena aliran darah dari ibu akan masuk dan juga menyebar secara langsung kepada janin di dalam kandungan.

Hubungan seksual

Penyebab yang satu ini tentunya tidak dapat dilupakan karena termasuk ke dalam salah satu penyebaran virus rubella dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain. Melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang memiliki riwayat atau terkena virus rubella. Maka, akan berpeluang besar dan juga berisiko tinggi terkena penyakit rubella tersebut. Hal ini tentunya secara tidak langsung lendir yang masuk ke dalam penderita yang belum terkena akan bercampur dengan lendir pada seseorang yang lain.

Itulah beberapa penyebab dari penyakit rubella yang bisa saja masuk ke dalam tubuh manusia.

 Gejala-Gejala Penyakit Rubella

Penyakit rubella yang terjadi pada anak-anak tentunya akan cenderung mengalami gejala-gejala yang tentunya memang lebih ringan dibandingkan dengan penyakit rubella pada orang dewasa. Terkadang ada juga pada beberapa kasus yang mengalami virus rubella yang bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun tetap saja penyakit ini harus benar-benar diwaspadai karena akan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Pada umumnya, penyakit ini memang membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak tertular sampai menimbulkan gejala. Anak-anak akan lebih sering menunjukkan gejala dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala penyakit rubella yang mungkin akan timbul diantaranya:

– Suhu tubuh akan naik secara drastis dari sekitar 37,5 – 39,5 derajat celcius. Namun kenaikan suhu ini akan berbeda dari setiap individu.

– Kepala akan terasa sakit dan juga pusing

– Mengalami pilek sampai hidung terasa mampet dan juga cukup lama

– Mata yang cukup memerah, perih bahkan sampai meradang

– Beberapa orang bahkan mengalami rasa sendi yang cukup parah

– Setelah 3 hari kemudian tentunya akan muncul ruam merah muda pada bagian wajah dan juga seluruh tubuh

– Mengalami beberapa kelenjar getah bening yang ada di belakang leher dan juga telinga

– Ruam merah pada umumnya berwarna muda, berawal dari bintik-bintik merah, gatal yang tentu menyebar dari telinga ke leher dan kepala, kemudian ke seluruh bagian tubuh lainnya

–  Pembengkakan kelenjar getah bening yang ada disekitar belakang kepala dan telinga

– Demam dengan suhu tinggi yang tentu mencapai 38 derajat celcius

– Kehilangan nafsu makan

– Terjadinya kongjungtivis (infeksi bola mata dan juga kelopak mata)

– Sendi bengkak dan juga nyeri yang terjadi pada wanita usia muda

Gejala yang mungkin ditimbulkan akan hilang dan terjadi selama beberapa hari atau bahkan lebih lama. Kemungkinan masih banyak gejala-gejala yang timbul dari penyakit rubella ini yang tentu tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengalami salah satu gejala dari penyakit rubella tersebut, tentunya alangkah baiknya jika Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diagnosa Tubuh Jika Terkena Virus Rubella

Diagnosa tentunya memang sangat perlu ketika mendeteksi suatu penyakit. Hal ini dikarenakan deteksi penyakit memang menjadi langkah bagi kita untuk menentukan pengobatan dan juga penanganan yang lebih lanjut lagi. Cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mendiagnosis jika seseorang terkena penyakit rubella. Secara umum pemeriksaan virus rubella ini dapat dilakukan dengan menggunakan kultur tenggorokan dan juga tes darah.

Tes tersebut tentunya bertujuan untuk mengetahui apakah memang positif ataukah negatif terkena virus rubella tersebut. Hal ini tentunya untuk menentukan jenis pengobatan yang memang tepat untuk mengatasi virus rubella yang sudah masuk ke dalam tubuh manusia. Setelah pemeriksaan tersebut membuktikan bahwa seseorang tersebut mengalami virus rubella.

Sedangkan pada ibu hamil, pemeriksaan rubella akan dilakukan dengan melakukan sejumlah tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya yang berisiko tinggi. Pemeriksaan in tentunya dilakukan dengan tes darah. Lebih lanjut lagi, ibu hamil akan disarankan untuk melakukan tes USG ataupun Amniosentesis yakni prosedur pengambilan dan juga analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin.

Faktor Risiko Terkenanya Rubella

Memang siapa saja bisa mengalami dan juga terkena virus rubella. Namun tentunya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena rubella, diantaranya:

– Tidak pernah mendapatkan imunisasi atau vaksin  cacar air, campak dan juga gondok

– Pernah berpergian ke negara lain ataupun tempat dengan wabah rubella yang cukup tinggi

– Pernah mengalami penyakit rubella sebelumnya

Tidak memiliki faktor risiko tersebut bukan berarti Anda bebas dari terkenanya virus rubella ini. Faktor risiko tersebut hanyalah sebuah referensi saja. Untuk lebih lanjutnya tentunya Anda bisa bekonsultasi dengan dokter pilihan Anda untuk informasi yang lebih lanjut.

Penanganan Virus Rubella Yang Bisa Dilakukan Di Rumah

Untuk mengatasi virus rubella ini tentunya Anda bisa mengatasinya dengan melakukan beberapa langkah yang tentunya bisa Anda lakukan di rumah. Dalam hal ini tentunya rubella tidak membutuhkan penanganan medis yang khusus. Beberapa pengobatan tentunya bisa Anda lakukan di rumah dengan cara yang cukup sederhana. Tujuan utama dari melakukan penanganan di rumah yakni meringankan gejala, bukan mempercepat penyembuhan rubella. Sejumlah langkah-langkah tersebut bisa Anda lakukan seperti pada berikut ini:

– Beristirahat sebanyak mungkin

Hal pertama yang bisa Anda lakukan dalam melakukan penanganan di rumah ialah dengan beristirahat sebanyak mungkin dan juga seefektik mungkin. Dalam hal ini tentunya beristirahat dengan cukup dapat membuat sistem imunitas tubuh menjadi semakin membaik untuk mengembalikan kekebalan tubuh.

– Minum banyak air putih

Selain beristirahat dengan cukup dan juga efektif tentunya Anda juga bisa mengonsumsi air putih secukupnya. Dengan banyak meminum air putih selain menetralisir racun, air putih juga mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh Anda. Disarankan Anda untuk mengonsumsi lebih banyak air putih setidaknya 8 gelas sehari atau tergantung kebutuhan cairan tubuh Anda.

– Konsumsi parasetamol dan ibuprofen

Ketika Anda mengalami demam yang sangat tinggi tentunya diperlukan obat khusus untuk mengobati gejala tersebut. Dengan mengonsumsi parasetamol ataupun ibuprofen secara tidak langsung mengurangi gejala demam dan juga nyeri pada penderita. Dan ini tentunya sebagai langkah  untuk menurunkan gejala deman dan juga meredakan nyeri pada sendi Anda.

– Minum air hangat dengan lemon dan madu

Dalam mengurangi rasa sakit yang diakibatkan oleh meradangnya tenggorokan. Tentunya, Anda bisa melakukan cara yang sangat praktis dan juga simpel. Hanya dengan membuat air hangat yang tentunya dicampurkan dengan madu dan juga lemon. Campuran ketiga bahan tersebut untuk meredakan sakit pilek dan juga tenggorokan yang Anda rasakan sebagai salah satu gejala terkenanya virus rubella.

– Konsumsi obat

Dalma konsumsi obat tentunya Anda harus sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan sampai Anda mengonsumsi obat yang tidak diresepkan sehingga nantinya berdampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda. Dalam mengonsumsi obat tentunya harus secara rutin dan juga teratur

– Jangan menggaruk gatal

Bagaimanapun juga rasa gatal ataupun bintik-bintik merah yang menyerang Anda, Anda sebisa mungkin mengontrolnya agar tidak menggaruk terlalu dalam. Bagaimanapun juga, kondisi ini akan meninggalkan bekas. Alangkah baiknya jika Anda menggunakan krim pengurang rasa gatal yang tentunya dijual di apotek

– Gunakan aspirin

Anda tentunya bisa menggunakan aspirin rubella jika virus rubella tersebut menyerang anak kecil.

– Hindari kontak dengan orang lain

 Anda dan juga di kecil wajib menghindari kontak langsung dengan orang lain disekitarnya terutama ibu hamil untuk mencegah tertularnya penyakit ini kepada orang lain.

Apa Yang Anda Alami Setelah Terkena Rubella

Tidak dapat dipungkiri jika sesuatu penyakit akan memiliki dampak buruk dan juga efek yang tentu sangat berbahaya bagi tubuh kita. Begitupula dengan virus rubella, jika Anda mengalami virus rubella, ada beberapa dampak yang terjadi pada tubuh Anda, diantaranya:

Imunitas tubuh menurun

Jika Anda terkena virus rubella, tentunya sangat jarang bagi Anda memiliki sistem imunitas tubuh yang cukup baik. Jika Anda sudah mengalami rubella tentunya Anda akan mengalami yang namanya imunitas tubuh yang menurun. Tidak heran jika ia sangat mudah terkena penyakit lain. Maka dari itu, Anda memang disarankan untuk tetap menjaga stamina agar sistem kekebalan tubuh Anda menjadi baik dan juga bertahan. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam mempertahankan sitem imunitas tubuh Anda ialah dengan mengonsumsi buah-buahan dan juga sayuran yang segar.

Sekali dalam seumur hidup

Banyak yang berpendapat bahwa jika Anda pernah mengalami virus rubella, maka Anda tidak akan mengalaminya lagi. Hal ini dikarenakan antibodi yang ada di dalam tubuh Anda sudah menebal. Kondisi ini tentunya akan menghasilkan anti toksin yang memang khusus untuk menetralisir pathogen pada virus rubella. Tidak heran jika rubella masuk lagi ke dalam tubuh, tentu sudah bisa dinetralisir kembali dengan anti toksin yang sudah dibuat oelh tubuh tadi.

Infeksi pada telinga (Otitis media)

Pada beberapa orang yang terjangkit virus rubella ini tentunya akan mengalami infeksi telinga atau dikenal dengan istilah otitis media. Akan tetapi, pada umumnya kasus ini hanya dijumpai pada beberapa orang saja.

Radang sendi

Pada beberapa orang tentunya akan mengalami radang sendi. Radang ini tentunya akan menyebar mulai dari tangan, kaki serta beberapa bagian tubuh lainnya. Nyeri tersebut tentunya akan terjadi selama 2 minggu bahkan sampai satu bulan. Pada bagian yang mengalami radang sendi yang cukup parah ialah jari jemari, lutut, dan juga pergelangan tangan. Akan tetapi, kasus ini dinilai memang sangat jarang terjadi.

Radang otak

Selain dari infeksi telinga, rubella juga tentunya bisa memicu timbulnya penyakit lain yang lebih serius yaitu radang otak atau ensefailitis. Namun, hanya beberapa orang yang yang mungkin mengalami gangguan kesehatan ini.

Dampak pada ibu hamil

Sedangkan pada ibu hamil, virus rubella memang menjadi salah satu virus yang memang sangat berbahaya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh perkembangan janin yang ada di dalam perut sang ibu. Ketika bayi dilahirkan ia akan berpeluang besar mengalami beberapa kelainan diantaranya:

– Kecacatan pada beberapa organ tubuh

– Kelainan pada jantung seperti klep jantung yang tidak normal

– Tuli bawaan

– Gangguan mental, keterbelakangan mental atau inteligence yang cukup rendah

– Gangguan mata seperti katarak

– Pertumbuhan tubuh yang terlambat atau retardasi

Bagaimanapun juga menjaga kesehatan dan juga sistem imunitas tubuh memang sangat diperlukan. Hal ini tentunya menjadi salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjangkitnya virus rubella. Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai virus rubella, penyebab, gejala dan juga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

One Response

  1. Marlina Christiani 10 Oktober 2018

Leave a Reply