data-ad-format="auto"

Perawatan Bayi

Kategori artikel yang berisi informasi dan tips yang bermanfaat bagi para orang tua dalam melakukan perawatan bayi. Membantu para orang tua dalam membentuk pertumbuhan buah hati yang berkualitas

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Klinik baby spa saat ini memang sudah menjamur terutama di kota-kota besar. Baby spa tentunya menjadi aktivitas yang harus dilakukan oleh bayi untuk meningkatkan tumbuh kembang bayi. Untuk itu, tidak heran jika banyak para ibu yang membawa bayinya ke klinik baby spa untuk mendapatkan perawatan. Seperti yang kita tahu bahwa baby spa lebih ditekankan kepada manfaat yang akan didapatkan oleh bayi setelah melakukan baby spa. Menurut berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli menyebutkan bahwa baby spa memang sangat bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan dan juga perkembangan bayi serta meningkatkan kualitas tidur bayi.

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Namun, saat ini Anda tidak harus membawa si kecil ke klinik baby spa karena ternyata melakukan baby spa di rumah jauh lebih mudah. Hal ini dikarenakan jika baby spa dilakukan di rumah sangat memudahkan kita untuk mengetahui kondisi bayi. Seperti yang kita tahu jika bayi dalam keadaan ngantuk, rewel dan juga lapar akan sangat sulit untuk melakukan baby spa sehingga manfaat dari baby spa tidak akan optimal. Selain itu, baby spa yang dilakukan di rumah bisa memberikan manfaat yang lebih untuk Anda baik mengenai waktu yang bisa disesuaikan dengan kondisi bayi, biaya yang tidak terlalu mahal serta dapat menguatkan  ikatan yang lebh dekat antara ibu dan juga si kecil.

Terlebih jika baby spa di rumah yang dilakukan secara rutin tentu dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi menjadi lebih nyenyak dan juga teratur sehingga dapat meminimalisir kerewelan pada bayi. Di samping itu, baby spa dipercaya dapat mendorong perkembangan otak bayi melalui stimulasi sensoriknya. Dengan berenang di kolam air hangat, maka dapat membantu tulang dan juga otot bayi lebih berkembang sehingga sangat memungkinkan si kecil dapat tumbuh tinggi dengan cepat. 

Selain manfaat yang bisa kita ambil dari baby spa, tentunya perawatan baby spa juga terbilang aman untuk dilakukan karena pada umumnya menggunakan bahan alami dari produk-produk yang terpercaya. Seperti yang ditemukan di beberapa klinik baby spa dimana selalu menggunakan bahan alami dalam  memberikan perawatan baby spa  pada pijatan, berenang dan juga mandi. Bahan alami yang kerap digunakan yakni aloe vera, minyak zaitun, allantoin, minyak kelapa dan minyak biji matahari. 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Seperti yang kita tahu bahwa aloe vera menjadi bahan pelembab alami yang berbentuk gel dimana dapat membantu memberikan stimulasi pijatan pada bayi serta dapat merangsang terjadinya regenerasi kulit. Selain itu, aloe vera yang sering diberikan pada tubuh bayi dapat menjaga stimulasi tubuh bayi menjadi kuat sehingga tidak mudah sakit. Manfaat minyak zaitun untuk bayi yakni dapat membantu mengatasi kulit bayi yang kering serta mengurangi ruam popok ataupun iritasi pada kulit. Allantoin memang kerap digunakan untuk perawatan kulit karena memiliki khasiat sebagai anti-iritasi serta dapat merangsang pertumbuhan sel-sel baru pada kulit. Sedangkan untuk minyak kelapa dan juga minyak biji matahari yang kerap digunakan untuk proses pemijatan tentu memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bahan alami lainnya. Manfaat dari minyak kelapa dan juga minyak biji matahari yakni untuk membersihkan kulit bayi, melembapkan kulit bayi serta dapat merangsang tumbuhnya rambut pada bayi. 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

Kini, semua bahan alami yang kerap digunakan untuk perawatan baby spa sudah bisa Anda dapatkan dari produk terpercaya yakni varian produk Little Bee dari Tupperware yang diformulasikan khusus untuk bayi. Semua produk dari Little Bee Tupperware ini sudah kami aplikasikan di klinik kami. Dari semua produk yang dicoba tersebut memang memiliki efek yang signifikan pada kulit bayi dimana membuat kulit bayi menjadi lebih lembut. Dengan wangi yang khas dan menyegarkan tentu dapat menciptakan sensasi baby spa di rumah semakin seru. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah untuk melakukan baby spa di rumah dengan menggunakan varian produk dari Little Bee Tupperware.

Berbagai varian produk dari Little Bee ini terbilang sangat lengkap sebagai skincare khusus bayi yang bisa Anda gunakan saat melakukan baby spa di rumah Anda.

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi
 

 

 Little Bee Baby Oil dengan kandungan Formula + Aloe Vera di dalamnya dapat membantu memberikan stimulasi pijatan terutama pada saat baby massage dan dapat merangsang regenerasi kulit bayi. Little Bee Baby Oil ini memiliki tekstur yang ringan serta mudah menyerap pada kulit bayi serta tidak meninggalkan kesan berminyak pada kulit bayi. 

 

 

 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

 

 Little Bee  Baby Wash dan Baby Soap dengan kandungan Formula+ Minyak Zaitun & Limesoft dipercaya dapat membersihkan sekaligus melindungi kulit bayi dari iritasi. Jika Anda menginginkan aroma Powdery Musk yang segar untuk tubuh bayi, maka Little Bee Baby Wash and Baby Soap sangat cocok untuk bayi Anda. Produk ini sudah teruji secara klinis sehingga tidak menimbulkan iritasi dan juga reaksi alergi (Hypoallergenic).

 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

 

 Little Bee Baby Shampoo dengan Formula+ Centiol Conditioner berfungsi untuk melapisi dan juga menjaga kelembutan alami setiap helai rambut bayi. Jika bayi Anda mengalami pertumbuhan rambut yang terhambat tentunya Little Bee Baby Shampoo, sehat serta membuat rambut bayi menjadi lebih ber-volume. Selain itu, produk ini dirancang dengan mild on eyes sehingga tidak menyebabkan pedih pada mata bayi. 

 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

 

Little Bee  Baby Lotion dengan kandungan Formula+ Oleate & Vitamin E dapat menjaga kelembapan alami kulit si kecil sepanjang hari. Dengan aroma Powdery Musk tentunya dapat membuat kulit bayi harum serta dapat menenangkan bayi. Selain itu, Little Bee Body Lotion dapat melindungi kelembutan kulit bayi dan menjaga kesehatan kulit bayi.

 

 

 

 

 

Manfaat Baby Spa Bagi Tumbuh Kembang Bayi

 

Little Bee  Baby Powder dengan Formula + Allantoin dengan butiran bedak yang tidak berhamburan (less powdery) yang mudah menyerap ini diperaya dapat mencegah iritasi dan menjaga kesegaran kulit si kecil sepanjang hari. Bayi dengan berat badan berlebih atau cenderung gemuk biasanya memiliki lipatan pada kulit sehingga menimbulkan iritasi dan alergi. Dengan menggunakan Little Bee Baby Powder, maka lipatan pada kulit bayi, alergi serta iritasi dapat diatasi dengan baik. 

 

Menjaga kulit bayi tetap bersih dan juga sehat dengan menggunakan bahan alami tentu menjadi sebuah keharusan bagi Anda. Itulah beberapa manfaat baby spa, bahan alami yang digunakan untuk perawatan baby spa serta rekomendasi produk skincare untuk bayi dari Little Bee Tupperware yang aman dan juga terpercaya. Semoga bermanfaat.

14 Manfaat Baby Spa Untuk Perkembangan Bayi Yang Wajib Anda Ketahui

Kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata Spa. Kini banyak klinik kecantikan ataupun salon yang menyediakan spa sebagai salah satu perawatan tubuh. Sebagian orang terutama wanita banyak yang melakukan perawatan tubuh dengan media spa untuk membuat tubuhnya rileks dan juga tenang.

Pada akhir-akhir ini marak dengan munculnya fenomena baby spa. Akan tetapi, sebagian besar orangtua belum mengetahui apa manfaat melakukan baby spa untuk buah hatinya bahkan mereka menganggap bahwa baby spa tidak perlu dilakukan, karena hanya akan menghabiskan uang dan juga tidak akan memberikan manfaat yang terlalu signifikan bagi bayinya.

Sebagian orangtua bahkan berpikir bahwa baby spa merupakan sekedar tren yang ada pada saat ini agar klinik atau salon kecantikan menjadi laris. Pemikiran tersebut sangat tidak benar, tentunya banyak manfaat yang diperoleh dari baby spa untuk si kecil. Untuk itu, kami sajikan manfaat-manfaat melakukan baby spa untuk si kecil pada poin di bawah ini.

Apa Itu Baby Spa?

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi ketika mendengar kata baby spa/spa bayi. Terlebih bagi sebagian kaum wanita menganggap bahwa spa haruslah dimasukkan ke dalam jadwal perawatan tubuh. Lantas, bagaimana dengan baby spa?

Kata spa berasal dari salah satu nama kota di negara Belgia sejak abad ke-14 yang merupakan sumber air panas yang biasanya digunakan untuk pengobatan. Seperti yang kita tahu bahwa SPA merupakan sebuah akronim dari Sanitas Per Aqua yang berarti salah satu perawatan tubuh yang menggunakan air sebagai medianya atau air bagi kesehatan tubuh. Dapat  disimpulkan bahwa spa merupakan sebuah terapi yang dilakukan dengan cara mandi ataupun berendam.  

Saat ini spa tersedia di salon-salon dan juga klinik kecantikan, terlebih baby spa. Spa bayi merupakan suatu rangkaian khusus melakukan perawatan tubuh pada bayi dengan menggunakan air sebagai medianya dalam berenang dan juga mandi. Baby spa disini tidak hanya berendam atau mandi saja, akan tetapi mencakup perawatan tubuh lainnya seperti pijat bayi.

Baby spa sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu, akan tetapi mereka masih menggunakan cara yang tradisional. Mereka melakukan perawatan pada bayi dengan menggunakan air hangat, kemudian di pijat. Hal ini biasanya dilakukan oleh dukun bayi. Sedangkan pada zaman sekarang, bedanya bayi berenang di kolam yang sudah disediakan di pusat-pusat baby spa atau klinik.

Pada umumnya, baby spa memiliki rangkaian khusus meliputi baby swim selama 15 menit, baby massage selama 20 menit dan juga pemberian sinar infra red selama 10 menit. Baby spa ini biasanya dilakukan pada saat bayi mulai menginjak usia satu bulan. Seluruh rangkaian baby spa tersebut tentunya dilakukan pengawasan fisioterapis untuk menghindari terjadinya kesalahan yang fatal atau terjadinya cedera.

Rahasia Di Balik Terapi Air

Water therapy atau terapi air dikenal dengan berbagai istilah seperti aquatic physical therapy, water flotation dan juga hydrotherapy. Pada terapi ini bayi diajak untuk berenang di dalam sebuah bak kecil dengan menggunakan pelampung pada bagian leher. Dengan begitu bayi bebas melakukan gerakan tungkai dan juga lengannya. Gerakan ini tentunya menyerupai sebuah gerakan ketika bayi berada di dalam kandungan.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa ketika bayi menendang-nendang di dalam air, gelombang air akan menstimulasi bayi dalam melatih keseimbangan. Tentunya, stimulasi ini dikaitkan dengan perkembangan kemampuan bayi dengan cepat dalam merangkan dan juga berjalan nantinya. Bukti ilmiah lain telah melakukan percobaan pada bayi sekitar 12 bayi yang lahir prematur untuk melakukan terapi air selama 10 menit. Hal ini menunjukkan bayi mendapatkan kualitas tidur yang baik terutama pada malam hari dibandingkan dengan bayi yang tidak melakukan terapai air. Bayi yang berenang cenderung lebih tenang dan juga rileks serta dapat meminimalisir nyeri. Bayi akan terhindar dari rewel seperti pada kebanyakan bayi.

Penelitian lain dilakukan di Brazil pada tahun 2013 pada bayi usia 7-9 bulan dengan jumlah subjek sebanyak 12, intervensi 6 dan juga kontrol 6. Para bayi dilatih berenang selama 40 menit setiap satu minggu sekali selama 4 bulan. Hal ini lebih baik dalam hal perkembangan motorik pada bayi jika dibandingkan dengan bayi yang tidak melakukan stimulasi sama sekali. Bayi yang melakukan baby swim lebih cepat tanggap terhadap stimulasi yang ada disekitarnya.

Perbedaan antara terapi dan berenang tentunya ditandai dengan perbedaan suhu. Pada terapi air yang meliputi gerakan dan juga latihan yang berada dalam suhu lebih hangat jika dibandingkan dengan suhu pada kolam renang biasa antara 35-36 derajat Celcius.

Manfaat Baby Spa Untuk Perkembangan Bayi

Setelah kita mengetahui apa itu baby spa dan rahasia dibalik terapi air. Nah, pada poin ini kita akan membahas apa saja manfaat baby spa untuk perkembangan bayi Anda seperti pada beberapa poin berikut ini:

1. Melancarkan peredaran darah pada bayi

Tentunya, dengan melakukan berbagai gerakan dan juga latihan pada renang ataupun spa, maka gerakan alami yang dilakukan oleh bayi Anda akan menjadi rangsangan alami untuk melancarkan peredaran darah dan juga meningkatkan kesehatan pada jantung bayi. gerakan tanpa tekanan ini tentu dapat menghindarkan bayi dari stres dan akan membuat anak lebih ceria dan juga lincah dalam melakukan berbagai aksi uniknya.

2. Meningkatkan kualitas tidur pada bayi

Tidak dapat dipungkiri bahwa bayi sering mengalami rewel dan juga susah tidur terutama pada saat malam hari. Hal ini memang terbukti dan juga terjadi pada sebagian besar bayi. Hal ini tentunya dikarenakan bayi tidak memiliki kualitas tidur yang baik dan juga sering bangun dan menangis.

Pada saat baby spa, otot-otot bayi akan menjadi lebih lentur, sehat dan juga kuat. Bayi akan terhindar dari kejang dan juga nyeri pada daerah persendiannya. Kondisi ini tentunya membuat bayi akan lebih cepat dan juga mudah tidur pulas.

Dengan melakukan baby spa, manfaat yang akan Anda ambil tentunya memperbaiki kualitas tidur pada bayi sehingga si kecil tidak akan atau jarang bangun pada malam hari. Kondisi ini akan membuat bayi memiliki pola tidur yang cukup baik. Tentunya, ini menjadi suatu keuntungan buat Anda, bukan?

3. Memperbaiki sistem pernafasan pada bayi

Melakukan baby spa tentu akan berpengaruh baik pada sistem pernafasan bayi. Ketika si kecil berusaha bergerak di dalam air, tentunya ia akan merasa takut dan juga khawatir akan sesuatu yang baru. Dengan gerakan seperti ini, maka denyut jantung dan juga sistem pernafasan bayi menjadi lebih cepat dan lambat laun akan teratur dengan sendirinya ketika ia melakukan baby spa berikutnya. Rasa takut terhadap air pastinya akan membuat si kecil lebih berani dan juga percaya diri ketika melakukan suatu gerakan di dalam air.

4. Bayi akan lebih aktif bergerak

Hal ini tentu saja akan terjadi pada bayi yang melakukan baby spa dibandingkan dengan bayi yang tidak sama sekali. Efek positif dari melakukan gerakan di dalam air akan membuat bayi lebih aktif karena si kecil akan lebih berani dan juga percaya diri. Ia tidak akan merasa takut dalam melakukan gerakan seperti merangkak dan juga berjalan. Hal ini tentunya menjadi suatu keuntungan buat kita sebagai orangtua karena akan lebih mudah mengajari dan juga melatih anak untuk belajar berjalan.

5. Menambah nafsu makan bayi

Dengan melakukan baby spa, tentunya bayi akan lebih aktif bergerak dan juga merasa sedikit kelelahan. Ketika si kecil rutin melakukan aktifitas tersebut, tentunya ia akan merasa lapar. Kondisi ini menyebabkan si kecil memiliki nafsu makan yang cukup tinggi. Bayi juga akan mendapatkan pencernaan yang yang lebih baik serta akan lancar buang air besar.

6. Menurunkan kadar hormogen adrenalin

Bayi yang melakukan baby spa tentunya akan mengaktifkan kinerja neurotransmitter serotin yang dapat meningkatkan sel reseptor agar sistem imun menjadi lebih tinggi dan juga mempertebal adrenalin. Manfaatnya tentu sebagai respon untuk menurunkan rasa stres berlebih atau kadar hormogen adrenali pada bayi.

7. Pijatan lembut membuat bayi rileks

Manfaat yang di dapat dari baby spa dengan pijatan tentunya dapat membuat tubuh bayi melepaskan hormon Oksitosin dan juga Endorfin. Pelepasan hormon ini tentunya dapat bermanfaat untuk membuat tubuh bayi lebih rileks, nyaman dan juga lebih ringan.

8. Meningkatkan cepat tanggap pada bayi

Gerakan-gerakan alami yang dilakukan oleh bayi tentunya akan membuat bayi lebih cepat tanggap dan juga dapat menerima respon positif dari lingkungan sekitarnya. Bayi akan lebih cepat tanggap dan berkembang terhadap respon di sekitarnya. Tentunya, kondisi ini membuat bayi lebih mandiri, ceria, cerdas dan juga tidak mudah menangis.

9. Mempercepat pertumbuhan tulang bayi

Tentunya, tulang bayi terbilang masih sangat rapuh sehingga diperlukan suatu stimulasi untuk membuat pertumbuhan tulang bayi lebih cepat. Pijatan yang diiringi dengan belajar terapung di dalam air tentunya dapat mempercepat bayi tumbuh tinggi serta dapat meningkatkan kepadatan pada tulang.

Program baby spa ini memang lebih pada melatih otot dan juga tulang agar lebih kuat dan juga sehat. Pijatan pada tubuh bayi juga dapat membuat keadaan organ dalam bayi menjadi lebih normal dan juga sehat. Pastinya, hal ini akan membuat bayi lebih cepat tumbuh tinggi.

10. Meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayi

Melakukan perawatan baby spa tentunya akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dan juga bayi. Ibu akan bisa lebih jelas melihat perkembangan pada bayinya pada saat melakukan gerakan-gerakan kecil. Seorang ibu akan menangkap gerakan yang dilakukan oleh bayi tersebut sebagai rasa kasih dan juga bahagia memiliki anak yang sudah berkembang sesuai dengan usianya. Hal ini tentunya akan memperlancar komunikasi antara seorang ibu dan juga anaknya.

11. Meningkatkan berat badan pada bayi

Tentunya, perawatan baby spa dimulai dengan melakukan pijatan pada tubuh bayi. Penelitian mengatakan bahwa stimulasi dari pemijatan sangat erat kaitannya dengan berat badan bayi. Penelitian yang dilakukan oleh Field menunjukkan bahwa kenaikan berat pada bayi yang melakukan baby spa meningkat sekitar 47% per harinya dibandingkan dengan bayi yang tidak melakukan stimulasi. Tentunya, pijatan ini mempengaruhi pergerakan lambung dan juga sistem saraf vagal menjadi lebih baik dan juga efisien.

Pijat yang dilakukan pada bayi ternyata memiliki efek yang lebih bila menggunakan minyak bunga matahari dan juga minyak kelapa (coconut oil). Hal ini tentunya diduga oleh para ahli bahwa minyak tersebut dapat menyerap ke dalam permukaan kulit dengan cepat.

12. Meningkatkan kesehatan pada kulit

Pijat bayi tentunya sangat bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan kulit pada bayi terutama menggunakan minyak. Penggunaan minyak dapat membuat kulit bayi lebih lembab serta menstabilkan suhu panas pada kulit.

Pijatan tersebut tentunya sangat bermanfaat bagi bayi yang lahir prematur karena sering mengalami hipotermia (suhu tubuh di bawah normal). Hal ini juga dapat membuat kulit bayi terhindar dari kering dan juga pecah-pecah.

13. Perkembangan pada bayi

Bayi yang melakukan baby spa tentunya akan lebih berkembang dibandingkan dengan bayi yang tidak melakukan baby spa. Manfaat yang didapatkan dari baby spa tentunya perkembangan bayi lebih cepat dan juga lebih matang baik dari segi kognitif, motorik dan juga prilaku pada bayi. Bayi yang lahir prematur jika dilakukan pijatan, maka akan jarang stres, rewel ataupun menangis. Perawatan baby spa tentunya akan lebih mematangkan perkembangan bayi dan akan lebih pesat serta cepat tanggap dalam mengenali lingkungan sekitarnya.

14. Memberikan stimulasi pada bayi

Melakukan baby spa tentunya dapat mendorong perkembangan bayi Anda melalui stimulasi sensorik. Hal ini tentunya otak si kecil akan mendapatkan sel-sel baru yang ia dapat dari berendam di dalam kolam. Hal ini akan membentuk koneksi saraf-saraf otak si kecil menjadi lebih baik melalui berbagai stimulasi dan rangsangan berupa pijat bayi, air hangat dan juga aroma dari minyak pijat bayi.

Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Baby Spa

Setelah kita mengetahui bahwa baby spa memiliki segudang manfaat untuk bayi Anda, tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum baby spa. Ada beberapa efek yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan hal-hal di bawah ini:

  1. Keadaan bayi harus kenyang dan juga tidak sedang mengantuk ketika akan melakukan baby spa. Jika lapar dan mengantuk, bayi Anda tidak akan menikmati spa dan menganggap sesuatu yang tidak menyenangkan baginya. Bayi akan menangis dan juga rewel jika dipaksa melakukan baby spa.
  2. Memilih pusat baby spa yang terbaik mulai dari penyaringan air kolam, bahan kimia apa yang digunakan di dalam kolam serta metode lainnya dalam melakukan spa pada bayi Anda. Hal ini dikarenakan tubuh bayi masih belum kebal terhadap virus, bakteri, kuman serta zat kimia lainnya.
  3. Lebih baik Anda melakukan baby spa dengan bayi yang orangtuanya dekat dengan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui riwayat pada bayi tersebut. Hal ini untuk menghindari kemungkinan penyakit menular saat berendam di dalam kolam.
  4. Perhatikan apakah bayi Anda siap untuk melakukan baby spa. Hal ini dikarenakan setiap bayi memiliki perkembangan dan sistem imun yang berbeda-beda. Apakah memang bayi Anda sudah siap secara fisik ataupun mental saat akan melakukan baby spa.

Itulah beberapa hal yang seyogianya Anda tahu dalam hal perawatan baby spa mulai dari pengertian baby spa, manfaat baby spa serta rahasia dibalik baby spa. Sekarang, saatnya Anda mempertimbangkan apakah Anda akan mengajak si kecil untuk baby spa agar mendapatkan manfaat tersebut ataukah tidak. Semoga bermanfaat!

Membedong Bayi, Apakah Masih Perlu?

Membedong bayi merupakan tradisi yang banyak dilakukan oleh sebagian orang asia. Ada yang bilang membedong bayi dilakukan agar kaki bayi nantinya bisa lurus dan cantik. Kepercayaan ini belakangan di tentang dengan berbagai pernyataan yang intinya membedong bayi itu bisa mengganggu sistem saraf motorik bayi. Dengan kata lain, membedong bayi akan mengganggu perkembangan bayi itu sendiri.

Seiring dengan menyebarnya informasi tersebut, maka banyak ibu yang mulai meninggalkan tradisi membedong bayi karena dianggap akan menghambat pertumbuhan bayi itu sendiri. Sementara itu masih banyak pula yang tetap menjalankan tradisi bedong bayi karena measih mempercayai jika tulang bayi itu masih rentan sehingga tidak boleh bergerak secara bebas terlebih dahulu. Lantas, mana yang benar antara bayi harus dibedong atau tidak?

Manfaat Membedong Bayi

membedong bayi

Sebenarnya membedong bayi tidak seratus persen salah. Karena pada dasarnya membedong bayi tujuannya bukan untuk membuat kaki tumbuh lurus, melainkan sebagai usaha untuk membuat bayi nyaman beradaptasi dengan lingkungan barunya. Sebelum lahir, bayi masih berada di rahim dan kondisi rahim memang di design menjadi tempat yang nyaman untuk bayi. Bayi tidak akan merasa kedinginan atau kepanasan di dalam rahim. Nah, ketika bayi sudah lahir ke dunia, dia perlu beradaptasi dengan lingkungan baru yang berupa tempat baru dan suhu baru. Sehingga untuk menghindari kekagetan yang dialami bayi, orang tua bayi memutuskan untuk membedong bayi untuk menciptakan suasana yang hampir sama ketika bayi masih berada di rahim.

Suhu di sekitar kita yang terkadang sangat panas dan bisa juga sangat dingin akan membuat bayi kesulitan untuk beradaptasi, untuk itu jika suhu sedang dingin maka ada baiknya bayi dibedong agar merasa hangat. Namun jika suhu udara cukup panas, biarkan bayi tertidur tanpa bedong karena dengan membedong bayi di saat suhu udara sedang panas itu akan membuat bayi tersiksa. Sehingga membedong bayi yang baik itu harus disesuaikan kebutuhan bayi itu sendiri.

Sementara itu, membedong bayi pun tidak boleh dilakukan erat-erat karena hal tersebut akan membuat bayi kesulitan untuk bernafas dan juga menggerakkan sedikit badannya. Biasanya dalam keadaan seperti itu bayi akan menangis. Jadi, jika anda ingin membedong bayi anda ada baiknya jika anda hanya membedong dari bahu sampai kaki, itu saja bedongan bayi anda tidak boleh terlalu kuat, kendor saja. Biarkan bedong itu berfungsi layaknya selimut. Bedong bayi yang cukup aman dan memilik fungsi seperti yang di sebutkan di atas, bisa di dapatkan disini, klik ==> Bedong Bayi Instan / Praktis

Efek Membedong Bayi

Sama seperti hal lainnya yang memiliki dua sisi, membedog bayipun juga memiliki sisi baik dan buruk. Sisi buruk dari membedong bayi terlalu kuat yaitu mengganggu sistem saraf motoriknya. Selain itu bayi juga akan merasa kepanasan dan akhirnya menangis. Bedongan bayi yang terlalu kuat juga menyebabkan bayi sulit bernafas.

Aturan Aman Bawa Serta Buah Hati Keluar Rumah

Banyak yang mengatakan bahawa bayi yang baru lahir belum boleh diajak pergi keluar rumah sampai ia berusia 40 hari.

Sebenarnya anggapan ini ada benarnya juga sebab bayi mengingat bayi yang baru saja dilahirkan akan cenderung belum siap untuk mereka mengenal langsung dunia luar. Terlebih lagi, daya tahan tubuh bayi yang baru lahir, tentunya masih sangat rendah, bahkan tidak sedikit bayi yang kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga membuat mereka mengalami masalah bertahan hidp pada awal kehidupannya setelah ia lahir.

Kekhawatiran akan kesehatan dan keselamatan si buah hati yang baru lahir, memang sah-sah saja. Apalagi mengingat hadirnya buah hati bukanlah hal yang mudah untuk anda gapai. Akan tetapi, jangan sampai kekhawatiran ini membuat anda enggan membawa si kecil bepergian dan membuat mereka terus menerus berada dalam rumah tanpa dipekernalkan dengan bagaimana ramainya dunia luar. Salah-salah, hal ini malah akan membuat mental dan kesehatannya shock pada saat anda pertama kali mempekenalkan si kecil pada dunia luar.

Membawa bayi baru lahir keluar rumah, memang sah-sah saja. Asalkan anda tidak membawa bayi berusia baru beberapa minggu kelayapan ke berbagai tempat. Saat usia si kecil dirasa sudah cukup dan anda sudah merasa yakin bayi anda siap diperkenalkan dengan dunia luar, maka boleh-boleh saja membawa serta mereka kemanapun anda inginkan selama hal tersebut aman untuk si bayi.

Ya, kegiatan membawa serta buah hati keluar rumah, seperti ke pantai, berbelanja, ke mall, ke rumah orangtua anda dan kemanapun, tentu menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi tantangan yang seru. Apalagi, bila si kecil rupanya memiliki banyak orang yang sudah menanti mereka untuk segera melihatnya. Hal ini tentu saja akan membuat anda senang dan gembira. Untuk pertama kalinya, buah hati anda akan diperkenalkan dengan dunia luar yang belum ia kenali sebelumnya.

Bertemu dengan banyak wajah dan melihat banyak hal baru, akan tentu saja membuat si kecil senang. Meski sebagian anak yang terlalu kecil belum memahami hal ini, namun tidak ada salahnya membawa mereka keluar rumah. Dengan begini, suasana yang berbeda akan tetap mereka rasakan.

Hal ini juga yang dapat menjadi pertimbangan untuk sebaiknya membawa si kecil keluar rumah pada saat usianya sudah beranjak beberapa bulan, dimana matanya sudah mulai dapat membuka dengan sendirinya. Dengan begini, si kecil akan mulai belajar melihat banyak hal dan ditangkapnya dengan lebih baik.

Ya, membawa serta buah hati keluar rumah seringkali menjadi hal yang tak sabar ditunggu oleh banyak orangtua. Rasa atusias untuk memperkenalkan si kecil pada teman-teman dan saudara anda, membuat sebagian orangtua ingin segera mengadapi momen ini. Sayangnya, tidak sedikit orangtua terutama ibu baru yang mengalami keraguan untuk melakukan hal ini.

Banyak orangtua yang merasa bayi mereka masih begitu rentan untuk dibawa keluar rumah. Sehingga hal ini membuat niatan untuk membawa si kecil pergi menjadi berkurang dan pada akhirnya memilih untuk mengundur-undur waktu tersebut.

Akan tetapi, tak perlu khawatir anak-anak bayi akan tetap dapat dibawa pergi keluar rumah dan dipertemukan dengan banyak orang. Asalkan ibu mampu menerapkan beberapa aturan yang akan menjaga si bayi tetap aman berada diluar rumah selama berpergian. Seperti apa saja hal tersebut? Mari simak selengkapnya dibawah ini.

aturan-membawa-bayi-keluar-rumah.jpg

Berjalan-Jalan di Pantai

Menurut beberapa sumber, anda dapat membawa serta buah hati anda yang sudah berusia 3 bulan untuk berjalan-jalan ke pantai. Suasana alam di pantai yang begitu tenang, disebut-sebut akan menjadi edukasi yang baik untuk si bayi. Meski bayi belum dapat memahami apa itu pantai dan seperti apa pantai untuknya. Akan tetapi, suasana alam dengan kondisi semilir angin dan dayuan ombak yang menenangkan akan membuat bayi merasa tenang dengan kondisi ini.

Akan tetapi, pada saat anda membawa serta buah hati ke tampat seperti ini, maka pastikan bila kondisi anda sudah jauh lebih pulih dan lebih baik pasca melahirkan dan tubuh si bayi pun sudah semakin kuat. Agar demikian, manfaat pantai bisa dirasakan oleh anda berdua. Nah, akan tetapi ada beberapa aturan yang bisa anda terapkan pada saat membawa serta buah hati anda ke pantai. Apa sajakah peraturan tersebut? Simak dibawah ini.


  • Oleskan Sun Cream Untuk Bayi

Saat hendak membawa si kecil pergi ke pantai, penting sekali untuk anda dapat mengoleskan sun cream untuknya, minimal setengah jam sebelum berangkat ke lokasi. Meski anda tidak mempersiapkan si kecil untuk berenang dan main air. Akan tetapi tetap saja, kondisi pantai yang terbuka dengan alam yang bebas, membuat sinar matahari akan dengan mudah menyengat kulit.

Untuk itu, sebaiknya oleskan sun cream pada kulit bayi. Untuk jenis sun cream sendiri, sebaiknya sesuaikan dengan kulit bayi yang aman. Inilah mengapa, sebaiknya membawa anak bayi dengan usia yang cukup besar saat dibawa ke pantai agar kulitnya lebih tahan terhadap barang dan bahan yang baru.

Selain lebih aman, anak-anak bayi dengan usia yang lebih besar, minimal sudah mampu membuka mata dan melakukan interaksi sendiri akan membuat mereka menikmati dengan baik pemandangan alam dipantai dan bermain air dipesisir yang aman bersama dengan orangtuanya.

Pada saat mengoleskan sun cream sebaiknya balurkan pada seluruh bagian kulit si kecil, hanya saja hindari mengoleskannya pada bagian telapak tangan dan jari-jarinya. Sebab anak bayi umumnya akan lebih mudah memasukkan bagian tangannya ke mulutnya. Yang mana ini artinya bila anda mengoleskan sun cream kebagian tersebut, dikhawatirkan akan termakan oleh si kecil.

  • Bawa Bala Bantuan

Penting sekali untuk meminta pasangan atau keluarga anda untuk ikut serta menemani anda pergi berlibur bersama dengan si kecil. Hal ini dikarenakan, tak cukup satu orang untuk mengawasi dan menjaga si kecil yang masih bayi seorang diri di pantai. Ada beberapa kondisi yang memugkinkan anda akan membutuhkan bantuan orang lain pada saat membawa si kecil yang masih begitu bayi ke pantai. Salah satunya adalah saat anda hendak pergi ke toilet atau pada saat hendak mengganti popok yang mungkin tidak bisa dilakukan seorang diri.

Pada saat meminta bantuan orang lain, sebaiknya perhatikan apakah orang tersebut bisa dipercaya atau tidak. Selain itu,  pilihlah orang yang anda yakini mampu melakukan pekerjaan menjaga si kecil. Untuk itulah, sebaiknya ajaklah pasangan atau keluarga anda untuk menemani anda bersama dengan si kecil.

  • Hindari Membawa Si Kecil ke Pantai Saat Hari Libur

Bukanlah ide yang baik memutuskan untuk membawa si bayi yang masih keci berlibur ke tepi pantai pada saat musim libur tiba. Seperti yang kita ketahui, pantai akan cenderung dipadati banyak orang pada saat musim liburan tiba.

Kondisi yang ramai dan bising, bukanlah pilihan yang bijak untuk membawa serta buah hati anda. Bukan menghibur, salah-salah kegiatan ini malah akan membuat bayi anda rewel sebab perasaan tidak nyaman yang didapatkannya dari desak berdesakan bersama dengan orang lain. Untuk itu, sebaiknya hindari membawa si kecil ke pantai pada saat waktu libur tiba.

  • Jangan Bawa Si Kecil Saat Udara Panas

Selain beberapa hal diatas, hindari pula poin penting yang satu ini. Bukan hanya ke pantai, membawa si kecil keluar rumah pada saat udara diluar sedang terik-teriknya bukanlah hal yang bijak. Udara panas akan mempengaruhi si kecil dan berdampak buruk untuk kesehatannya. Terutama saat si kecil sedang sakit, udara panas diluar yang mempengaruhi si kecil akan membuat sakit yang dideritanya menjadi lebih parah.

Untuk itu, sebaiknya ajaklah si buah hati ke pantai pada saat pagi hari atau sore hari saat matahari tidak bersinar dengan terlalu terik. Terlebih lagi, kondisi ini akan tentu saja membuat anda merasa nyaman bepergian bersama dengan si buah hati. Yang terpenting adalah jagalah agar sebisa mungkin buah hati anda tetap dalam kondisi yang teduh untuk menjaganya agar tetap nyaman.


Menonton Bioskop

Sebenarnya, bayi dengan usia 1 atau 2 bulan, masih suka tertidur. Jadi demikian, pada saat anda membawa serta si buah hati pergi ke bioskop, maka ia tidak akan membawa kebisingan yang berarti didalam ruangan theatre. Itulah mengapa, mungkin ini pula yang menjadi alasan, sebagian orangtua akan menikmati membawa serta buah hati mereka menonton film di bioskop.

Nah, hanya saja pastikan ketika anda hendak pergi ke tempat ini dan membawa serta si kecil, maka beberapa aturan ini haruslah anda terapkan agar keamanan dan keselamatan si buah hati tetap terjaga dengan baik.

  • Upayakan Tubuh Si Kecil Tetap Hangat

Seperti yang kita ketahui suhu didalam ruangan theatre seringkali terasa begitu dingin dengan hembusan jajaran pendingan ruangan didalamnya. Hanya saja, udara yang terlalu dingin seperti didalam ruangan bioskop tidak akan cocok untuk si kecil. Bila tidak siaga, si kecil bisa saja merasa kedinginan dengan hal ini.

Untuk itu, sebaiknya pakaikan selimut atau gunakan pakaian yang hangat untuknya. Bukan hanya itu, pastikan pula jika perut si bayi berada dalam keadaan kenyang untuk menghindari rengekan atau tangisan rewelnya yang akan mungkin menganggu oranglain.

  • Pertimbangkan Suara dalam Ruangan Bioskop

Efek suara yang dimunculkan pada ruangan bioskop umumnya selalu keras dan terdengar begitu bising. Hal ini umumnya dilakukan untuk menonjolkan sound effect pada film yang diputar. Akan tetapi, kegaduhan suara seperti ini, terutama suara yang mengejutkan akan mungkin membuat bayi anda merasa tidak nyaman dan terkejut. Suara yang memekakkan telinga akan mungkin membuat si kecil merasa tidak nyaman dan akhirnya menangis.

Maka demikian, sebaiknya pertimbangkan kembali efek suara yang akan ditimbulkan dari menonton bioskop. Bila sekiranya suara dari sound terlalu keras, maka tidak sebaiknya anda membawa serta buah hati anda ke tempat seperti ini.

  • Jauhkan Si Bayi dari Orang Asing

Kondisi ruangan bioskop atau tempat mengantri yang dipadati oleh banyak orang, tak jarang membuat tangan-tangan jahil dan iseng selalu ingin bersentuhan. Terutama dengan si buah hati. Melihat rupanya yang lucu dan menggemaskan, oranglain yang melihat bayi anda akan mungkin merasa gemas ingin mencubit, menyentuh atau mencolek buah hati anda.

Akan tetapi, sebaiknya jauhkan bayi anda dari sentuhan sembarang orang guna menghindari perantara virus yang bisa masuk kapan saja kedalam tubuh si kecil.

Dalam hal ini, anda pun akan perlu bersiap-siap menerima pandangan orang lain yang merasa tidak senang atau terganggu dengan kehadiran bayi anda sebagai penonton cilik. Akan tetapi, bila semua peraturan sudah diperhatikan, maka anda akan dapat menikmati pengalaman sebagai seorang ibu.

Pergi Ke Mall

Menyaksikan hilir mudik banyak orang dengan mendorong stroller, dimana didalamnya terlihat bayi mungil yang masih begitu kecil adalah pemandangan yang lumrah. Maklumlah, selama ini mall dianggap sebagai tempat yang enak untuk berjalan-jalan. Bahkan dengan membawa serta bayi yang berusia dibawah 40 hari.

Disana, anda dapat berbelanja atau hanya sekedar menikmati window shopping. Bukan hanya itu, di mall pun tersedia restoran yang menyediakan banyak makanan, jalanan yang lapang, pemandangan yang enak dan bersih.

Bukan hanya itu, ada pula spot yang nyaman yang dibuat khusus untuk ibu menyusui. Sehingga pilihan tempat ini seringkali dianggap sebagai pilihan yang sempurna untuk membawa serta si buah hati bepergian keluar rumah dengan tempat yang nyaman.

Akan tetapi, pada saat anda membawa si kecil ke mall, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal. Jangan terlalu lama karena suasana bising yang akan didengar oleh si buah hati akan mungkin membuatnya tidak tenang. Selain itu, perhatikan pula untuk menjauhkan si kecil dari sekelompok perokok.

Untuk menjaga kenyamanan anda dan si bayi sebaiknya, datanglah ke mall pada pagi hari, saat sebelum terlalu banyak pengunjung yang datang kesana. Selain menyenangkan, si bayi yang anda bawa pun akan merasa lebih tenang.


Arisan Keluarga

Momen arisan keluarga dengan membawa serta buah hati adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus bisa dijadikan momen memperkenalkan buah hati pada keluarga besar anda. Selain itu, hal ini pun bisa dijadikan media guna mengurai kebosanan anda sehari-hari karena terus berada dirumah.

Asalkan anda bersama dengan si buah hati sehat, maka tidak ada masalah membawa serta bayi dibawah usia 40 hari keluar rumah.

Apabila arisan dilakukan dirumah saudara, maka ini artinya anda hanya membawa sementara si buah hati pindah tempat ke lingkungan yang berbeda. Nilai plus yang lain, membawa bayi dengan usia yang masih begitu kecil adalah mereka tidak akan terlalu merepotkan anda, karena masa tidurnya masih begitu panjang. Si bayi hanya akan menangis pada saat ia ingin menyusu, ingin buang air besar dan pada saat pipis.

Nah, pada saat ini pastikan bila anda meminta izin si tuan rumah untuk menggunakan saah satu kamar untuk membaringkan si kecil. Dengan begini, ini pun bisa dijadikan hal untuk mempermudah orang lain melihat si kecil beramai-ramai. Resikonya mungkin semua orang akan mungkin menyentuh si kecil dan menggendongnya. Selain itu, hindarkan mengerubuti si kecil yang mana hal ini mungkin akan membuatnya merasa tidak nyaman.

Bukan itu, sebagai ibu baru yang berada dalam lingkungan keluarga besar, maka siap-siap saja dengan sebuah berbagai nasihan untuk merawat bayi anda. Selama anda menikmati kegiatan ini, maka anda akan bisa berbaur dengan yang lain ketika anak anda bersama dengan oma atau opanya.

Naik Pesawat

Satu lagi tempat yang seringkali membuat seorang ibu atau orangtua terpaksa membawa serta buah hatinya pergi naik pesawat. Entah itu, mengunjungi tanah air, pulang kampung dan lain sebagainya. Seringkali anda merasa terpaksa membawa serta buah hati anda yang masih kecil untuk pergi jauh dengan menggunakan pesawat. Lantas apa saja hal yang perlu diperhatikan saat membawa serta buah hati anda? Simak dibawah ini.

  • Cari Tahu Peraturan dan Kebijakan Maskapai Bersangkutan

Sebelum memutuskan memilih salah satu jenis maskapai yang akan digunakan. Sebaiknya ibu mencari tahu terlebih dahulu tentang kebijakan penumpang yang membawa bayi. Sebab ada pula maskapai yang tidak merekomendasikan penumpang membwa serta bayi dibawah usia 7 hari.

  • Perhatikan Resiko Turbulensi

Perlu diketahui pada saat lepas landas atau pada saat mendarat akan terjadi goncangan atau tubulensi yang mana hal ini akan dapat menyebabkan telinga menjadi sakit dan goncangan akan mungkin membuat si bayi merasa tidak nyaman dengan hal ini. Untuk mengatasinya, anda bisa menyusui si buah hati untuk mengalihkan perhatiannya dan terus mendekapnya dalam tubuh anda.

Demikian beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat membawa serta buah hati anda keluar rumah agar tetap aman dan nyaman. 

Hindari Kesalahan Fatal Sewaktu Gunakan Stroller Bayi!

Dijaman yang serba canggih dan praktis seperti saat ini, segala hal dituntut untuk ekstra cepat dan sigap. Ke-efisienan waktu akan mempengaruhi kinerja seseorang. Sehingga tak heran, bila banyak orang akan mencari solusi dan berlomba menemukan inovasi guna menyelesaikan segala masalah dalam hidupnya dengan lebih cepat.

Menghadirkan tekhnologi dalam kehidupan adalah salah satu alternatif lain yang banyak dipilih dalam membantu dan mempermudah seseorang melakukan banyak hal. Mulai dari kegiatan mengurus diri sendiri, orang lain, pekerjaan yang ditekuninya, sampai dengan mengurus anak, tekhnologi seakan tak pernah terlewatkan dalam hal ini.

Nah, salah satu penggunaan teknologi yang sering dilibatkan dalam kegiatan mengurus anak balita agar lebih mudah membawa mereka bepergian kemanapun, maka stroller kerap kali dihadirkan sebagai sarana angkut bayi untuk memudahkan orangtua agar tidak melulu menggendong buah hati mereka sepanjang waktu. Apalagi saat ini, akan senantiasa dapat dirasakan manfaatnya tatkala anda membawa si buah hati bepergian jauh dimana anda harus menempuhnya dengan berjalan kaki. Seperti halnya berbelanja ke supermartket, berjalan-jalan dengan keluarga dan lain sebagainya.

Kehadiran stroller akan senantiasa membantu anda membawa dengan mudah si buah hati tanpa anda harus kerepotan menggendong si kecil dan membawa serta barang-barang yang anda dapatkan.

Ya, penggunaan stroller atau kereta dorong bayi tengah marak menjadi trend kebutuhan baru dikalangan ibu rumah tangga saat ini. Betapa tidak, manfaatnya yang cukup membantu membuat tekhnologi yang satu ini banyak digandrungi, terutama dikalangan selebritis tanah air sendiri. Tak ayal, beberapa orang bahkan memilih dengan teliti jenis kereta dorong yang mereka beli untuk buah hatinya. Tak peduli harga yang fantastis, demi sang buah hati apa sih yang tidak?

Penggunaan stroller adalah alternatif yang bijak yang dapat digunakan untuk bayi hingga usia 3-4 tahun sebelum si kecil benar-benar dapat berjalan dengan baik. Penggunaan alat yang satu ini pun bisa mendatangkan manfaat yang banyak apabila orangtua memahami betul bagaimana penggunaan yang baik kereta dorong untuk bayi.

Bayi yang seringkali diajak pergi keluar rumah dengan menggunakan kereta dorong yang sesekali terbuka, akan menjadi media baik untuk si bayi dapat mengeksplor lingkungan sekitarnya lewat kereta dorong yang ia naiki.

kesalahan-dalam-stroller-bayi.jpg

Selain itu, nilai plus lain yang tentunya ibu dapatkan dari menggunakan kereta dorong dibandingkan dengan meggunakan gendongan pada tubuh ibu adalah kenyamanan ibu untuk dapat membawa si kecil dalam waktu yang lebih lama. Dengan menggunakan kereta dorong, ibu tentunya tidak akan dibuat pegal atau kesulitan pada saat membawa serta si kecil berjalan-jalan keluarg rumah.


Waspada Kesalahan Fatal Menggunakan Stroller Pada Bayi !

Manfaat yang baik memang akan bisa bunda dapatkan apabila bunda memahami dengan betul bagaimana penggunaan stroller yang tepat. Akan tetapi, disamping manfaatnya yang banyak, baik untuk ibu dan si bayi. Tersembunyi pula beberapa ancaman yang siap mengintai kapan saja bila bunda tidak cermat dalam menggunakan tekhnologi ini.

Tidak sedikit bunda yang masih ceroboh menggunakan atau mengaplikasikan hal yang keliru pada stroller si bayi. Maksudnya mungkin memang baik, akan tetapi pada prakteknya pengaplikasian hal tersebut rupanya malah akan membuat si kecil berada dalam bahaya sewaktu menggunakan strollernya.

Menutupi Stroller dengan Kain atau Selimut

Salah satu hal yang mungkin banyak dilakukan adalah ibu yang sengaja menutupi stroller si bayi dengan menggunakan kain atau selimut pada saat membawa si kecil keluar rumah dengan maksud menjaga dan menutupi si kecil agar tidak kepanasan.

Akan tetapi, rupanya sebuah studi yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa kegiatan yang satu ini adalah hal yang keliru untuk dilakukan sebab dampaknya malah akan menimbulkan bahaya pada bayi anda.

Berdasarkan penelitian tersbut, terungkap bahwa menutupi stroller atau kereta dorong bayi dengan menggunakan kain akan dapat membuat udara didalamnya menjadi jauh lebih panas, sebab sirkulasi udara menjadi berkurang.

Apalagi di negara tropis seperti Indonesia, suhu panasnya bisa sangat luar biasa yang akan menimbulkan kondisi lebih bahaya untuk si kecil bila ibu melakukan hal tersebut.

Selain itu, menutupi stroller si bayi akan memungkinkan si ibu tidak dapat melihat atau mengecek si bayinya dengan rutin, begitu kata seorang dokter anak di Astrid Lindgren Children's Hospital di Stockholm pada sebuah wawancara.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dengan menutupi stroller bayi menggunakan kain akan mungkin membuat si bayi menjadi tidak nyaman dan menimbulkan bahaya yang cukup besar. Apabila kondisi didalam stroller terlalu panas bayi akan mengira ia kembali berada dalam rahim ibunya, dan kondisi ini pun akan mungkin menyebabkan nafas terhenti pada bayi yang mana kondisi ini fatal dampaknya.

Apalagi, suhu tubuh anak-anak umumnya akan mudah meningkat 3-5 kali lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga demikian mereka akan beresiko mengalami heatstroke dan masalah serius lainnya. Bahkan dalam kondisi tertentu, hal ini akan dapat menimbulkan kematian yang mendadak pada bayi atau yang dikenal dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).

Akan tetapi, guna membuktikan pernyataan dokter anak tersebut, sebuah wawancara yang digelar rupanya memberikan pembuktian nyata dari pernyataan yang disampaikan oleh si dokter dengan melakukan uji terhadap sebuah stroller bayi.

Sebuah stroller dibiarkan dijemur dibawah sinar matahari antara puku 11.30 dan pukul 01.00 siang hari pada saat udara didominasi dengan semburan sinar matahari yang terik. Uji coba ini, melakukan pengujian terhadap dua keadaan dimana yang pertama adalah stroller yang dijemur tanpa menggunakan kain penutup dan yang kedua adalah dengan menggunakan kain penutup.

Untuk uji coba stroller tanpa menggunakan kain penutup, suhu udara pada stroller adalah 22 derajat Celcius. Sementara untuk stroller yang diberikan pelapis kain, suhu udara rupanya meningkat mejadi 34 derajat celcius dan setelah satu jam, suhu ini terus meningkat bahkan sampai dengan 37 derajat Celcius.

Perlu diketahui bahwasanya suhu udara panas di Swedia tidaklah lebih dari 30 derajat Celcius. Sementara itu, di Indonesia tentu bisa lebih dari 30 derajat Celcius. Hal ini membuktikan bahwa resiko penggunaan stroller dengan menggunakan kain penutup akan jauh lebih besar dampaknya dialami oleh bayi anda.


Membiarkan Si Kakak "Kecil" Mendorong Stroller

Saat bepergian bersama dengan si ayah, si kakak, dan si kecil yang masih bayi, tentu ini menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus menggembirakan. Apalagi, jika ini adalah momen langka yang tidak sering ibu dapatkan bersama dengan keluarga.

Merencanakan pergi berbelanja atau pergi jalan-jalan bersama dengan seluruh anggota keluarga memang menjadi hal yang menyenangkan dan mengasyikan. Tak jarang, si ibu pun akan melihat raut wajah ceria pada si kakak dan si ayah. Anak bayi anda yang terlihat belum mengerti apapun akan senang bila melihat ayah dan kakaknya berkumpul bersama.

Nah, raut wajah riang dan senang ketika bepergian bersama dengan seluruh anggota keluarga inilah yang seringkali membuat bunda tak jarang memperbolehkan si ayah dan si kakak melakukan apa yang mereka sukai.

Rasanya tidak lengkap bila tidak memberikan kesempatan mereka berdua untuk bisa melakukan apa yang mereka inginkan. Termasuk pada saat si kakak yang masih kecil meminta diberikan kesempatan untuk dapat mendorong adik kecilnya dalam kereta dorongnya. Apalagi saat ibu tengah sibuk memilih belanjaan atau disibukan dengan hal lain, maka baik secara disadari atau tidak ibu akan mengiyakan hal ini.

Meski ibu berpikiran si kakak sudah cukup tinggi dan mampu menggapai dorongan stroller si kecil. Namun hal ini akan berdampak fatal pada keduanya, baik si kakak maupun si adik, terutama saat berada dalam keramaian. Apalagi saat ibu dan si ayah lengah. Maka hal ini sudah bisa terprediksi seberapa besar bahaya yang akan mereka dapatkan.

Meski si kakak dirasa sudah cukup mampu meraih dorongan stroller si adik bayi, namun bukan berarti ia akan dapat mengendalikan kemudi stroller ditangannya dengan mudah. Salah-salah, hal ini malah akan mencelakakan mereka berdua atau oranglain.

Untuk itu, sebaiknya bila bunda atau ayah akan memberikan kesempatan saat si kakak meminta mendorong, maka sebaiknya tidak berada jauh dari si kecil dan terus awasi agat jangan sampai anda lengah. Tetaplah berada dibelakang si kakak dan segera ambil kemudi saat anda melihat stroller bayi sudah tidak terkendali dengan baik.

Menempatkan Beban Berat Dibalik Kemudi Stroller

Banyak ibu atau orangtua yang merasa tidak sadar pada saat berpergian bersama dengan si buah hati dan membawa serta stroller mereka. Pada kasusnya, tidak sedikit orangtua yang mengajak si kecil berbelanja dengan menggunakan stroller dan meletakkan belanjaannya dibalik kemudi stroller, seperti menggantungkannya pada dorongan stroller si bayi dan meletakan banyak barang disana.

Kesalahan fatal yang pertama yang mungkin terjadi dari kegiatan menempatkan banyak barang dibalik kemudi stroller adalah, hal ini memungkinkan stroller terjungkir kebelakang. Banyak ibu yang beranggapan bahwa beban si bayi akan cukup menyeimbangi beban yang mereka kaitkan dibalik kemudi stroller sehingga pada akhirnya mereka baru menyadari setelah stroller terjungkir ke belakang.

Sadari, hal ini tentu akan berbahaya dan bisa terjadi kapan saja. Saat stroller si kecil terjungkir ke belakang, maka bayangkan apa yang akan terjadi? Ya, bayi anda akan ikut jatuh bersamanya. Untuk itu, maka hindari menempatkan banyak beban dibalik kemudi stroller si bayi.

Kesalahan kedua sewaktu menempatkan banyak barang pada kemudi stroller adalah barang-barang si bayi yang diletakan dibawah kereta dorong akan mungkin sulit anda jangkau pada saat anda membutuhkannya dengan segera. Menumpuknya barang belanjaan anda, akan cenderung membuat anda kesulitan menjangkau popok, susu atau bahkan peralatan lain yang dibutuhkan si kecil.

Dengan begini, meski anda sudah meng-organize semua peralatan bayi dirumah, akan tetapi saat semua peralatan ini tertutupi dengan belanjaan anda, maka sia-sia sudah apa yang anda tata dibawah kereta dorongnya.

Kesalahan selanjutnya adalah beberapa peralatan bayi akan mungkin beresiko terkena dengan tumpahan dari barang belanjaan anda atau beberapa peralatan bayi bisa berantakan. Seperti misalkan ketika anda membawa banyak barang yang berisi cairan, dan saat anda tidak menyadarinya, beberapa peralatan tersebut bisa tumpah atau bocor, dimana tumpahannya ini akan mungkin mengenai peralatan bayi seperti popoknya, bedakny dan peralatan lain. Sebagaimana kita ketahui, saat sudah begini, maka peralatannya akan tidak lagi bisa digunakan.

Itulah dia beberapa kesalahan fatal yang baik disadari atau tidak mungkin pernah dilakukan oleh orangtua. Dengan mengetahui hal ini, maka diharapkan orangtua segera menghentikan kebiasaan keliru yang sering dilakukan dengan kereta dorong bayinya.

Lantas, bagaimana seharusnya  yang harus dilakukan oleh orangtua guna menghindari kesalahan dalam menggunakan kereta dorong bayi atau stroller? Nah, untuk mengetahui hal tersebut, maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini.


Panduan Aman Menyimpan Bayi dalam Strollernya

1. Hindarkan Menggunakan Kain Penutup

Terkadang memang, sebagai orangtua kita sering merasa khawatir dengan kenyaman si bayi. Yang mana hal ini tak jarang membuat kita memutuskan untuk melakukan beberapa hal yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan oleh si kecil. Termasuk, dengan menutupi stroller bayi dengan menggunakan kain atau selimut agar tubuh mereka terlindung dari paparan sinar matahari yang terik.

Padahal, kegiatan yang satu ini justru berbahaya besar untuk si kecil. Menutupi bayi dengan menggunakan kain akan membuat suhu udara pada stroller bayi menjadi lebih panas. Selain itu, sirkulasi udara tentunya tidak berjalan dengan baik. Bahkan hal ini cenderung menimbulkan pengap untuk si bayi yang akan dapat berujung pada keselamatannya.

Untuk itu, sebaiknya hindari menggunakan kain atau penutup pada stroller bayi pada saat panas. Saat udara diluar rumah terik, alangkah lebih baik berteduh saja dan pilihlah tempat yang lebih redup agar si bayi bisa duduk dan tertidur dalam strollernya dengan lebih nyaman.

Selain itu, bila anda terpaksa membiarkan si kecil keluar rumah dalam keadaan yang panas, sebaiknya biarkan stroller terbuka cukup lebar agar setidaknya angin bisa masuk dan sirkulasi udara terjaga dengan baik.

2. Gunakan Kain Berlubang

Bila anda memilih tetap menggunakan kain karena alasan tertentu untuk bayi anda, maka sebaiknya perhatikan permilihan kain. Gunakan kain yang berlubang-lubang kecil atau kelambu. Tidak seperti kain pada umumnya, jenis kain yang satu ini akan membuat sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kain yang berlubang seperti ini, akan memungkinkan anda untuk dapat memeriksa si kecil setiap waktu. Dengan begini, si kecil pun akan dapat bernapas dengan baik.

3. Periksa Selalu Si Bayi

Pada saat menggunakan stroller, alangkah lebih baik untuk selalu siaga dengan kesehatan dan keselamatannya. Salah satu tindakan paling awal dengan mengetahui bahwa buah hati anda baik-baik saja adalah dengan selalu memeriksanya dalam kereta dorongnya.

Periksa dan perhatikan selalu apakah bayi anda nyaman atau tidak. Selain itu, periksa suhu tubuhnya untuk memastikan bahwa si kecil tidak kepanasan.

Umumnya, anak-anak yang merasakan tidak nyaman akan mungkin menunjukan hal tersebut dengan menangis. Untuk itu, periksa apakah sejak anda menempatkan si kecil dalam stroller si bayi rewel atau tidak. Bila si kecil terlihat tenang dan baik-baik saja, itu artinya ia mulai nyaman berada dalam strollernya.

Mengapa Udara Panas Dapat Mempengaruhi Bayi?

  • Tidak seperti orang dewasa, bayi dan anak-anak tidak berkeringat sebanyak seperti kita. Kemampuan tubuh mereka untuk beradaptasi dengan suhu sekitar juga tidak sebaik orang dewasa. Dengan demikian, suhu udara terlalu panas akan sangat bermasalah untuk si kecil.
  • Apabila si kecil sedang sakit, kepanasan akan dapat membuat sakit yang dialaminya berubah menjadi lebih parah.
  • Perlu dipahami, suhu panas hingga mencapai 40 derajat Celcius akan dapat menyebabkan kerusakan otak dan ginjal pada anak-anak.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan guna menempatkan si kecil pada stroller dengan lebih aman. Semoga tips diatas bermanfaat. 

Cermati Beberapa Larangan Pada Bayi Baru Lahir!

Ayah dan bunda, selamat atas kelahiran si buah hati ya!

Tak terasa penantian panjang selama 9 bulan terakhir ini, akhirnya berbuah manis dengan hadirnya si malaikat kecil ditengah keluarga anda. Rasanya seperti baru saja kemarin, ayah dan bunda dibuat girang mengetahui kehamilan bunda yang mungkin secara tidak sengaja baru disadari, sampai akhirnya kini perut buncit yang biasa menyertai hari-hari bunda telah berbuah dan berwujud menjadi sesosok bayi mungil kecil yang merupakan anugerah besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Gembira dan senang rasanya, melihat perjuangan yang tak mudah yang selama ini bunda jalani akhirnya berbuah dengan kehadiran si kecil yang sudah dinanti-nanti selama ini. Akhirnya untuk pertama kalinya, malaikat kecil yang telah sekian lama menemani bunda selama 9 bulan dalam perut bunda, bisa bunda dan ayah genggam dalam tangan dan didekap dengan erat. Lengkap sudah rasanya kebahagian keluarga kecil yang selama ini dibangun bersama dengan pasangan. Tangis nakal dan tawa manja yang begitu menggemaskan akan semakin mewarnai hari-hari bunda dan pasangan.

Dan setelah selesai proses persalinan, akhirnya bunda akan dapat membawa serta si kecil ke rumah dan mengurus serta membersarkan mereka dengan tangan bunda sendiri. Nah, dari sinilah pelajaran dan hal baru akan juga banyak bunda temukan dalam hal mengurusi si kecil.

Tak mudah memang mengurus si buah hati yang masih begitu mungil. Tak heran bila untuk sebagian ibu yang merasa tidak percaya diri mengurusi anak bayi mereka yang baru lahir, maka mereka akan cenderung meminta bantuan orang lain untuk mengajarkan mereka bagaimana cara merawat dan mengurusnya dengan baik dan penuh dengan kehati-hatian. Hal ini tentunya dilakukan agar apa yang bunda lakukan untuk si buah hati tidak menyakitinya atau membuatnya berada dalam bahaya.

Pantangan Pada Bayi Baru Lahir

Tidak ada salahnya memang meminta bantuan orang lain dalam memandu anda agar bisa memberikan yang terbaik untuk si kecil. Akan tetapi tentunya hal ini tidak akan melulu dilakukan selamanya. Anda perlu ruang sendiri dan melakukan segala sesuatunya seorang diri dalam rangka agar pembelajaran yang anda dapatkan bisa dipraktikan dengan baik sehingga demikian pada saat anda sudah menguasai hal tersebut, maka bantuan dari oranglain tidak akan lagi anda butuhkan.

Memberikan yang terbaik dan mengurus si kecil dengan baik adalah kunci dari keberhasilan membesarkan seorang anak. Hal ini dilakukan agar si buah hati dapat tumbuh dengan sehat dan perkembangannya pun dapat didukung dengan optimal.

Memang gampang-gampang susah mengurus bayi yang baru lahir. Ada cukup banyak pantangan dan larangan yang sebaiknya tidak dilakukan agar tidak membahayakan kesehatan si kecil atau mempengaruhi perkembangannya. Beberapa hal ini penting untuk dipelajari dengan baik sebagai bekal dalam membantu ibu untuk menjaga dan mengurus anak bayi baru lahir agar menjadi lebih mudah.

Nah, dibawah ini kita akan kenali hal apa saja yang tidak boeh dilakukan pada bayi baru lahir sebagai larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan oleh orangtuanya dalam menjaga dan mengurus si buah hati. Apa saja hal tersebut? Mari kita simak dibawah ini.


1. Menjemur Bayi di Bawah Sinar Matahari Langsung

Tidak sedikit orangtua yang memiliki bayi baru lahir menganggap bahwa menjemur bayi adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan. Dan ironisnya, tidak ada aturan khusus yang mereka perhatikan pada saat menjemur buah hati mereka yang masih begitu kecil dengan meletakkanya diatas meja dan ditempatkan dibawah paparan sinar matahari secara langsung.

Hal ini apalagi seringkali dilakukan oleh orangtua yang memiliki bayi kuning (hiperbilirubin), mereka akan cenderung menjadikan kegiatan menjemur bayi menjadi prioritas yang harus dilakukan dengan segera karena khawatir kondisi kuning pada bayi akan terus berlangsung lama.

Memang dianjurkan untuk menjemur bayi dibawah sinar matahari pagi. Akan tetapi perhatikan dengan seksama, bukan berarti anda harus menjemur si bayi langsung dibawah sorotan sinar matahari yang akan membuat mereka kepanasan.

Terkena biasa cahayanya saja sudah cukup untuk membuat bayi terjemur dengan paparan sinarnya. Seperti misalkan dengan menempatkan bayi diteras rumah. Pun, waktu menjemur bayi tidak usah dilakukan berlama-lama sampai bayi benar-benar kering dari air mandinya. Cukup lakukan selama kurang lebih 10-15 menit diantara jam 7-8 pagi.


2. Mengkonsumsi Air Putih

Banyak ibu yang kurang mengindahkan larangan untuk tidak memberikan jenis makanan atau minuman lain pada bayi mereka sebelum usianya 6 bulan. Mereka menganggap bahwa pemberian air putih adalah hal yang wajar dan dianggap sebagai hal yang biasa. Akan tetapi, perhatikan kembali hal yang dibutuhkan bayi sebelum usianya menginjak 6 bulan adalah ASI dari ibunya. Dan ini pun sudah cukup.

Jangan sesekali menenggakan air putih pada si bayi atau memberikannya dalam sendok hanya karena anda penasaran ingin memberikan 'sesuatu' pada bayi anda. Usianya yang masih begitu kecil membuat bayi tidak membutuhkan makanan apapun termasuk air putih. Hal ini dikarenakan air putih bukanlah minuman nutritive. Organ tubuh pada si bayi pun belum siap menerima asupan, bahkan dari air putih sekalipun. Untuk itu, sebaiknya jangan lakukan hal ini untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya yang baik.


3. Mengenakan Sarung Tangan dan Kaki Sepanjang Hari

Tidak sedikit ibu yang akan dengan senang hati mengenakan sarungan tangan dan kaki pada buah hati mereka yang baru lahir. Bukan lagi sebagai alasan keselamatan agar kulit bayi tak tergores dengan kuku-kukunya. Saat itu, rasanya kegunaan sarung tangan dan kaki sudah bukan lagi untuk hal tersebut, melainkan untuk aksesoris yang membuat bayi mereka terlihat lebih menggemaskan.

Penggunaan sarung tangan dan kaki pada bayi memang diperbolehkan. Akan tetapi, bila terus-terusan digunakan, maka si kecil tidak akan mampu mengembangkan kemampuan jari dan tangannya dengan baik. Selain itu, ruang eksplorasi yang melibatkan tangan dan kaki akan menjadi terbatas.

Untuk itu, sebaiknya jangan kenakan sarungan tangan dan kaki sepanjang hari. Cukup kenakan perlengakapan ini dibeberapa momen tertentu seperti saat dingin atau ibu belum siap memotong kuku-kukunya.

4. Menggunakan Popok Terus Menerus

Penggunaan diaper atau popok yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama, akan dapat mengakibatkan bayi mengalami ruam dibagian selangkangannya. Kondisi ini tentu akan membuat bayi merasa tidak nyaman, sebab perasaa gatal dan perih akan mungkin dialami oleh si bayi. Untuk itu, sebaiknya gunakan popok secara bergantian dan tidak terlalu lama.

Pada saat dirumah, sebaiknya gunakan popok kain yang lebih lembut dan lebih nyaman. Selain itu, bila anda terpaksa mengenakan diaper untuk si kecil sebaiknya setiap 4 jam sekali wajib diganti.

5. Membalurkan Minyak Penghangat

Ini adalah salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh banyak orangtua. Selain itu, memberikan bayi mereka minyak penghangat seolah telah menjadi budaya untuk sebagian besar ibu di Indonesia.

Perlu diingat, kondisi kulit bayi baru lahir masih begitu sensitif, pemakaian minyak penghangat pada kulit bayi dikhawatirkan akan membuat kulitnya menjadi teriritasi. Untuk itu, sebaiknya tunda terlebih dahulu memberikan minyak penghangat seperti minyak telon untuk si buah hati sampai usianya cukup.

6. Jangan Gunakan Bedak

Tentunya, kulit bayi yang baru lahir masih sangat sensitif. Maka dari itu, pantang bagi Anda untuk mengaplikasikan bedak tabur pada tubuh bayi baru lahir. Hal ini akan berakibat pada kulit tubuh bayi yang rentan terkena iritasi sehingga akan timbul bintik-bintik merah atau ruam merah. Kondisi ini akan membuat bayi Anda merasa tidak nyaman sehingga akan rewel dan juga sering menangis. Biarlah hanya gunakan minyak telon jika memang diperlukan karena tubuh bayi tidak menimbulkan bau yang berlebihan.

Demikian beberapa hal yang menjadi larangan yang tidak boleh dilakukan pada bayi baru lahir demi menjaga keselamatan, kesehatan dan mendukung tumbuh kembangnya.

 

Tips Merawat Bayi Baru Lahir

Setelah kita mengetahui apa saja pantangan bagi bayi baru lahir, maka kami sajikan beberapa tips cara merawat bayi baru lahir yang baik dan benar supaya bayi Anda terawat dengan baik.

Bagaimnapun juga merawat bayi baru lahir memang membutuhkan ketelitian dan juga keseriusan dari kita sebagai orangtua. Maka dari itu, kita harus telaten dan berhati-hati dalam merawat bayi baru lahir.

Berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan dalam merawat bayi baru lahir diantaranya:

1. Jaga Mood Anda

Anda sebagai seorang ibu yang memiliki seorang anak, tentunya menjadi sebuah aktifitas yang dapat menguras tenaga Anda. Bagaimanapun juga, jika Anda memiliki seorang bayi terutama bayi baru lahir. Hal ini membuat Anda menghabiskan tenaga dan pikiran dalam merawatnya. Ketika Anda masih merasakan lelahnya dan sakitnya melahirkan, Anda juga dipersembahkan dengan merawat bayi dari siang sampai malam. Tidak jarang bunda-bunda yang harus bergadang sepanjang malam untuk menyusui atau menemani bayinya.

Tentunya, kondisi ini membuat Anda perasaan Anda tidak stabil. Tidak sedikit bunda yang tidak mood bahkan sensitif. Nah, tips yang pertama ini memang sangat dianjurkan bagi bunda-bunda yang saat ini tengah memiliki seorang bayi baru lahir. Jagalah perasaan Anda dari rasa sensitif dan mood yang tidak baik. Bagaimanapun juga, seorang anak merupakan anugerah terindah yang tidak ada bandingannya dengan sesuatu apapun di dunia ini. Banyak pasangan yang sudah menikah dalam waktu yang cukup lama, namum belum mempunyai seorang anak. Akan tetapi Anda sudah beruntung diberikan kebahagiaan yang tidak terkira setiap waktu dihari-hari Anda. Untuk itu, curahkan rasa kasih sayang kepada bayi Anda dan jangan lupa untuk mengucapkan rasa syukur.

2. Perawatan tali pusar bayi

Tips merawat bayi baru lahir yang kedua, tentunya Anda jangan lupa untuk merawat tali pusar bayi yang merupakan bagian yang paling sensitif terkena infeksi. Pada umumnya, tali pusar bayi akan terputus dengan sendirinya paling lama satu minggu sampai dua minggu sari waktu kelahiran bayi. Namun, ada juga bayi tali pusar bayi yang putus dalam waktu 5 hari.

Cara merawat tali pusar bayi dapat Anda lakukan dengan melakukan hal-hal dibawah ini, yaitu:

  1. Jaga tali pusar bayi agar tetap bersih, Anda dilarang untuk menggunakan ramuan apapun yang dibubuhkan pada tali pusar bayi Anda.
  2. Jaga tali pusar bayi agar tetap kering. Jika tali pusar bayi terkena air dan belum terputus terutama saat dimandikan. Setelah dimandikan, cepatlah keringkan tali pusar bayi Anda dengan kain kasa atau cotton buds yang higinies.
  3. Biarkan tali pusar bayi Anda utnuk tetap terbuka, jangan memakai kain apapun untuk mengikatnya.
  4. Jangan sekali-kali menggunakan alkohol untuk membersihkan tali pusar bayi
  5. Anda cukup gunakan air hangat untuk membersihkan tali pusar Anda
  6. Jika Anda sudah melakukan perawatan tali pusar bayi Anda dengan baik. Anda masih tetap mencermati tali pusar bayi Anda dari tanda-tanda infeksi tali pusar yang mungkin muncul.

3. Lakukan perawatan pada kulit bayi Anda

Hal ini memang sangat penting untuk dilakukan, merawat dan menjaga kulit bayi tetap lembut dan halus sangatlah dianjurkan bagi para ibu yang memiliki bayi baru lahir. Kelembaban kulit bayi harus selalu diperhatikan dengan baik agar terhindar dari kekeringan dan juga biang keringat yang sering dialami oleh bayi baru lahir.

Merawat kulit bayi tidaklah sulit untuk dilakukan, hanya ikuti tips kami dibawah ini, Anda sudah satu langkah untuk membuat kulit bayi Anda tetap sehat dan terhindar dari kuman, diantaranya:

  1. Setidaknya mandikan bayi Anda sehari sekali atau lap bayi Anda jika cuaca tidak memungkinkan seperti cuaca dingin.
  2. Selalu gunakan sabun dalam memandikan bayi supaya dapat membunuh bakteri dan juga keringat dari tubuh bayi Anda. Sabun yang disarankan untuk bayi Anda tentu harus mengandung pro-vitamin B5 yang berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit bayi dan juga kenyamanan pada bayi Anda.
  3. Jika memungkinkan gunakan baby oil yang mengandungn vitamin E untuk menjaga kulit bayi dari kelecetan dan juga kekeringan.
  4. Pada bayi baru lahir sebaiknya jangan dulu menggunakan bedak karena kulit bayi masih sangat sensitif. Bedak yang tidak memiliki kandungan pro-vitamin B5 sangat rentan membuat kulit bayi iritasi.
  5. Sebaiknya ruangan kamar Anda tersedia jendela dan juga ventilasi yang cukup untuk membuat kamar Anda tetap sejuk. Hal ini dapat membuat kulit bayi terhindar dari biang keringat.

4. Perawatan pada mata bayi

Bagaimanapun juga air mata bayi sangat dinantikan oleh beberapa orang tua yang mengerti akan manfaat air mata pada bayi. Air mata yang keluar tentu sangat penting karena hal ini akan mengeluarkan kuman yang ada pada mata. Namun, tidak semua kuman akan keluar dari mata, hal ini akan berlangsung hanya beberapa detik saja.

Air mata merupakan air yang berasal dari bagian atas mata yang mengeluarkan air setiap tiga detik sekali. Air yang mengalir ini akan mengalir ke saluran ujung tengah mata lalu ke dekat hidung. Tentunya, saluran air pada bayi ini belumlah dapat bekerja dengan sempurna dan masih tertutup. Memang terkadang terbuka, namun akan tertutup kembali dengan sendirinya. Nah, tugas Anda sebagai orangtua harus mengeluarkan air mata ini agar tidak mengenang yang nantinya akan membuat kman tumbuh didalamnya.

Berikut ini beberapa langkah yang harus Anda lakukan dalam tips merawat mata bayi, diantaranya:

  1. Pastikan jari tangan Anda bersih dan kuku jari Anda tidak panjang.
  2. Pijat sekitar sudut mata bayi Anda dengan menggunakan jari Anda. Lakukan teknik ini dengan lembutdari sudut mata ke bawah hidung.
  3. Setidaknya lakukan teknik diatas sekitar lima sampai sepuluh kali selama dua minggu. Teknik pijat ini bertujuan untuk merangsang produksi air mata bayi dan juga alirannya sehingga tidak akan ada air yang menggenang didalam mata ataupun salurannya.
  4. Gunakan kapas yang bersih dan jangan lupa untuk membasahi kapas dengan air matang terlebih dahulu.

5. Perawatan hidung bayi

Hidung merupakan alat yang sangat penting sebagai alat pernapasan pada manusia. Begitu juga dengan hidung bayi Anda. Rongga hidung pada bayi tentunya memiliki alat pembersih alami yang tidak membutuhkan perawatan khusus. Kotoran yang masuk pada hidung melalui pernapasan, tentunya Anda tersaring terlebih dahulu oleh bulu hidung yang kemudian keluar dari hidung.

Lantas, bagaimana jika bayi Anda terkena pilek? Bagaimanapun juga, flu menyebabkan rongga hidung Anda tersumbat dengan lendir. Dengan tersumbatnya rongga hidung bayi Anda, maka kuman dan kotoran akan langsung bersinergi dengan lendir, sehingga akan memperparah kondisi.

Dengan melihat kondisi seperti ini, tentu mengharuskan Anda untuk membuat lendir ini keluar dari hidung bayi Anda. Cara ini bisa dilakukan secara manual oleh orangtua ataupun dengan menggunakan aspirator hidung bayi. Namun, Anda harus berhati-hati ketika hendak mengisap hidung bayi Anda. Sebaiknya tutup salah satu hidung dengan jari, lalu isap hidung sebelahnya, lakukan teknik ini bergantian. Perlu Anda tahu mengisap kedua hidung dapat membuat lendir mengalir ke telinga bayi yang akan menyebabkan infeksi sina.

6. Perawatan kulit kepala

Pada umumnya, sering ditemukan kerak pada kepala bayi. Akan tetapi,  kerak pada kepala bayi tidaklah berbahaya, ini merupakan sisa-sisa bayi sejak di dalam kandungan. Biasanya, seorang ibu akan mengaplikasikan baby oil untuk mengangkat kerak pada kulit kepala bayi, kemudian pijat dengan lembut dan dibersihkan.

Terkadang dokter akan memberikan obatnya untuk membantu perlepasan kerap pada kulit kepala bayi. Obat ini dapt dicampurkan dengan air hangat, kemudian usapkan air tersebut pada kulit kepala bayi. Tidak menunggu waktu yang lama, kerak tersebut akan terlepas dengan sendirinya.

7. Perawatan rambut bayi

Rambut dikenal sebagai sebuah mahkota terutama bagi wanita. Rambut yang indah dan tebal menjadi keinginan sebagian wanita saat ini. Begitupula dengan bayi Anda yang akan tumbuh dewasa nantinya. Penting bagi Anda untuk merawat rambut bayi agar tumbuh dengan lebat dan berkilau.

Maka dari itu, Anda dapat melakukan hal ini dengan merangsang pertumbuhan rambut bayi dengan menggunakan daun seledri. Tentunya, pilih sampo yang megandung pro-vitamin B5 dan vitamin E untuk memberikan vitamin pada rambit sehingga akan tumbuh dengan lebat dan juga lembut.

8. Perawatan bokong bayi

Tips merawat bayi baru lahir yang harus diperhatikan ialah bokongnya. Bagaimanapun juga, bokong bayi selalu bersentuhan dengan popok yang basah oleh kencing dan juga air besar bayi. Membiarkan bokong bayi tetap basah merupakan hal yang tidak dianjurkan sama sekali.

Perlu Anda tahu bahwa kencing dan air besar mengandung banyak kuman dan bakteri, jika ini terus didiamkan dalam waktu yang cukup lama. Maka akan memancing mikroorganisme untuk tumbuh yang menyebabkan iritasi bahka infeksi pada bokong bayi. Biasanya iritasi dan infeksi ini ditandai dengan timbul merah-merah pada bokong bayi.

Jika Anda memang menggunakan diapers pada bayi, pilihlah satu merk yang cocok dan jangan berganti-ganti memakainya. Namun, lebih baik jika membiakan bayi tidur dengan bokong yang terbuka tanpa terkekang oleh diapers. Pastikan juga suhu ruangan hangat dan nyaman untuk bayi Anda.

9. Perawatan kuku bayi

Bayi yang baru lahir kerap menggunakan kuku-kukunya untuk menyentuh bagian tubuh lain terutama wajah. Hal ini tentu tidak sedikit bayi yang mengalami luka akibat goresan kukunya sendiri. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memotong kuku-kuku bayi Anda agar hal ini tidak terjadi.

Memotong kuku bayi memang butuh nyali, karena jari bayi sangat imut, jangan sampai jari bayi Anda terluka. Penting bagi Anda untuk menyiapkan gunting kuku yang cukup tajam agar memotong kuku bayi dilakukan satu kali. Pilihan terbaik untuk melakukan ini ketika bayi Anda sedang tertidur atau mintalah bantuan suami Anda untuk memegang tangannya yang lain apabila bayi Anda tidak tidur.

10. Pemberian ASI pada bayi

Tentu saja, kita semua tahu bahwa bayi sangat membutuhkan susu terutama Air Susu Ibu (ASI). Bayi baru lahir memang diwajibkan untuk mendapatkan ASI selama 6 bulan (ASI Eksklusif). Penting bagi Anda untuk memberikan ASI pada bayi tanpa dibuatkan jadwal-jadwal tertentu. Hal ini dikarenakan bayi masih beradaptasi dengan pencernaannya sendiri sehingga ia akan menangis disaat ia lapar meskipun dalam waktu yang sangat singkat. Maka dari itu, berikanlah ASI pada bayi Anda selama yang ia inginkan. Ini akan lebih baik dibanding bayi Anda tidak mau menyusu atau kurang menyusu. 

11. Perlengkapan mandi bayi

Pada awal menjelang persalinan, biasanya para orangtua sudah sibuk mencari perlengkapan untuk menyambut kelahiran bayinya nanti, tidak terkeculi dengan perlengkapan mandi bayi. Dalam hal memilih perlengkapan mandi bayi, sebaiknya Anda mencari informasi terlebih dahulu atau membaca review dari bunda-bunda yang lain terhadap beberapa produk. Ini merupakan langkah yang tepat sebelum memilih perlengkapan mandi bayi.

Akan tetapi, tidak semua bayi akan cocok dengan produk perlengkapan bayi yang sama. Hal ini tergantung pada jenis kulit pada bayi. JIka Anda sudah memilih dan memutuskan salah satu produk, lantas tidak cocok dengan kulit bayi Anda. Sebaiknya, Anda menghentikan penggunaan perlengkapan bayi tersebut. Pilihlah produk yang lain yang sekirannya lebih cocok untuk bayi Anda. 

12. Pakaian pada bayi

Tidak hanya merawat tubuh dan juga makanannya, namun pakaian yang dikenakan oleh bayi juga sangat penting untuk dipertimbangkan. Tentunya, pakaikan pakaian pada bayi sesuai dengan suhu dan temperatur tempat tinggal Anda. Jangan sampai karena byi baru lahir, lantas pakaiannya harus tebal. Lalu, bagaimana jika cuacanya panas, hal ini juga berdampak pada tubuh bayi yang sudah dapat merasakan panas ditubuhnya.

Jika cuaca panas, sebaiknya Anda menggunakan pakaian berbahan 100 % cotton yang dapat menyerap keringat dengan baik. Hal ini tentu akan membuat bayi Anda lebih nyaman dibanding dengan pakaian yang menutupi tubuhnya. Jika Anda ingin mengetahui suhu tubuh pada bayi, Anda juga dapat menyentuh bagian leher bayi, apakah dingin atau panas? Dengan begitu Anda sudah dapat memutuskan pakaian yang terbaik untuk bayi Anda.

13. Perhatikan kebersihan lingkungan

Tentunya, lingkungan yang bersih akan membuat orang-orang disekitarnya merasa nyaman, begitupula pada bayi Anda. Dengan lingkungan yang nyaman tentu akan membuat bayi Andam merasa betah. Untuk itu, Anda harus menyiapkan lingkungan yang akan membuat bayi Anda nyaman.  Perhatikan hal-hal berikut diantaranya  pencahayaan yang cukup, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi, hangat dan juga terbebas dari nyamuk dan juga serangan serangga. Persiapkanlah terlebih dahulu kamar yang bebas dari nyamuk dan serangga dengan pancahayaan yang cukup sebelum buah hati Anda lahir. Tentu saja, jangan semprotkan produk-produk untuk membunuh nyamuk ketika bayi Anda sudah hadir, karena ini akan menyisakan zat-zat kimia yang berbahaya sehingga akan mengganggu pernapasan bayi Anda.

Itulah beberapa tips merawat bayi baru lahir yang dapat Anda lakukan dirumah. Satu lagi, lakukan tips kami diatas agar bayi Anda dapat tumbuh dengan sehat dan sempurna. Semoga bermanfaat!

Tips Aman Cara Memotong Kuku Bayi yang Baik dan Tepat

Menjaga kebersihan adalah hal penting yang harus senantiasa dilakukan setiap hari.

Hal ini dikarenakan tubuh yang kotor dan tidak terjaga kebersihannya akan menjadi sarang kuman. Bila kuman masuk kedalam tubuh, maka penyakit akan mudah timbul dan menginfeksi.

Sama halnya dengan yang terjadi pada orang dewasa, bahkan kuman, bakteri dan ancaman mikroorganisme lebih rentan menyerang anak bayi. Segala celah akan dimasuki oleh kuman agar bisa mendapatkan tempat dalam tubuh, terutama bila tubuh bayi tidak bersih, maka hal ini akan menjadi media yang mudah untuk kuman dan bakteri bisa berkembang.

Untuk itulah, penting sekali menjaga kebersihan pada tubuh, terutama kebersihan tubuh pada si kecil. Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna pada anak bayi akan semakin memudahkan kuman berkembang biak dan menimbulkan banyak masalah. Akibatnya hal ini bukan tidak mungkin membuat si bayi akan mudah terserang dengan penyakit.

Nah, salah satu cara yang dapat dilakukan dalam hal menjaga kebersihan bayi adalah dengan memotong kuku-kukunya. Kuku adalah bagian tubuh pada bayi yang mengalami perkembangan yang cukup pesat, sehingga demikian kegiatan memotong kuku haruslah dilakukan dengan rutin.

Kuku pada bayi perlu dipotong setiap kali sudah panjang. Bunda tidak perlu memegang aturan yang mengatakan bahwa memotong kuku bayi harus dilakukan mulai dari usia 4-6 minggu pada si bayi. Bila bunda sudah melihat dan mendapati kuku si kecil panjang dan runcing, maka sebaikanya segera persiapkan perlengkapan untuk memotong kuku bayi agar menjadi lebih bersih dan pendek.

Akan tetapi, kegiatan memotong kuku bayi juga terkadang menjadi hal yang cukup mendebarkan. Tidak sedikit ibu yang merasa tidak percaya diri pada saat memotong kuku-kuku mungil anak bayinya. Hal ini banyak dipicu oleh banyak hal, mulai dari ketakutan melakukan kesalahan, terlalu dini memotong kuku si bayi sampai dengan ketakutan bisa hal ini akan menyakiti si bayi.

Akan tetapi, disamping itu kegiatan ini pun perlu dilakukan demi membersihkan dan menghilangkan kotoran pada tubuh bayi. Perlu diketahui kotoran yang menempel pada sela kuku bayi menyimpan banyak kotoran dan bakteri berkerumun dibagian tersebut. Sehingga demikian, mau tidak mau kegiatan ini tetap harus dilakukan. Lantas, adakah tips yang bisa dilakukan dalam memotong kuku bayi? Tentu saja ada, ingin tahu seperti apa tipsnya? Simak dibawah ini.


1. Potong Kuku Bayi Secara Teratur

Dibulan-bulan awal kelahiran bayi, kuku-kukuya akan tumbuh dengan begitu cepat, terutama kuku yang ada pada bagian jari tangan. Tak heran, meski pada saat bunda telah meminta orang lain memotong kuku si kecil, selang beberapa hari bunda sudah mendapati jari-jarinya ditumbuhi dengan kuku yang mulai panjang.

Untuk itulah, potong kuku pada jari-jari si kecil setidaknya 2 kali dalam satu minggu atau bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Pada saat anda mendapati kuku bayi sudah mulai panjang, maka segera potong. Selain itu, jangan lupa untuk memotong kuku pada jari kakinya, hanya saja memotong kuku dibagian ini umumnya tidak akan sesering pada kuku bagian tangan.

2. Gunakan Alat Pemotong Kuku yang Khusus

Untuk memotong kuku bayi, sebaiknya gunakan alat pemotong kuku yang memang khusus diperuntukan untuk bayi. Ukuran dan bentuk kedua alat ini sudah disesuaikan dengan ukuran jemari bayi yang kecil. Dengan begini, kemungkinan bunda tidak akan membuat si buah hati tidak terluka pada saat memotongnya. Selain itu, alangkah lebih baik bila bunda membersihkan terlebih dahulu segala peralatan yang akan digunakan dengan menggunakan alkohol 70% untuk agar peralatan ini menjad benar-benar higienis.

3. Lakukan Pada Waktu-Waktu yang Tepat

Mengingat kegiatan yang satu ini seringkali membuat bayi tidak bisa diam dan bahkan sebagian bayi menolak pada saat dipotong kukunya. Maka sebaiknya lakukan pemotongan kuku pada waktu-waktu tertentu. Seperti misalkan pada saat bayi tenang.

Tidur adalah pada saat yang tepat untuk dapat memotong bayi dengan mudah. Posisi tidur yang tenang akan memungkinkan anda untuk dapat memotong kuku bayi dengan lebih leluasa. Selain pada saat tidur, waktu lainnya adalah pada saat bayi usai mandi. Selain lebih mudah, tekstur kuku setelah mandi akan lebih lunak sehingga memudahkan ibu untuk memotongnya meski perlahan.

Bunda juga bisa membawa serta kemana-mana alat pemotong kuku dan diletakkan dengan menggunakan gantungan agar lebih mudah menjangkaunya. Dengan begini bunda akan dapat memotong kuku si bayi dimana saja pada saat posisinya sedang tenang.


4. Usahakan Ada Penerangan yang Cukup

Penerangan adalah hal yang mendukung dalam memotong kuku bayi. Selain itu, hal ini pun menjadi faktor yang cukup penting dalam keselamatan memotong kuku bayi. Jangan potong kuku bayi pada saat keadaan remang atau bahkan gelap. Salah-salah hal ini malah akan membahayakan keselamatan buah hati anda.

Ketika kamar si kecil tidak cukup terang, cobalah berpindah ke ruangan lain yang memiliki pencahayaan yang memungkinkan agar bunda menjadi lebih leluasa memotongnya dengan mudah .


Tata Cara Memotong Kuku yang Baik

Tidak sedikit bunda yang mendapatkan kesulitan pada saat hendak memotong kuku si kecil. Meskipun peralatan dan kondisiya sudah memungkinkan bunda untuk segera memulai memotong. Akan tetapi pada praktekya, masih ada saja bunda yang kurang memahami bagaimana harus memulainya. Tak jarang pada saat tangan didekatkan pada jari-jari mungil si buah hati anda malah gemetar dan mengurungkan memotong kuku bayi dengan alasan takut menyakitinya.

Lantas seperti apa sih cara memotong kulit pada bayi dengan langkah yang sesuai? Mari kita simak dibawah ini.

  1. Yang pertama anda bisa melakukannnya dengan memegang tangan mungil si kecil, lalu arahkan bagian jemari tangan si kecil kedepan. Tahan dengan perlahan buku-buku jarinya agar kukunya mengarah kebagian atas yang memudahkan anda mengguntingnya.
  2. Setelah itu, persiapkan gunting kuku yang tajam dan berujung bundar tepat pada pegangan anda. Jangan memotog menggunakan gunting yang diposisikan terlalu dekat karena hal ini akan dapat beresiko luka pada si kecil.
  3. Potong kuku bayi dengan perlahan dari bagian depan sampai kebagia sisi-sisinya secara merata. Upayakan anda mendapatkan pencahayaan yang cukup.
  4. Jangan memotong terlalu pendek atau dipotong masih panjang. Pemotongan yang terlalu pendek akan membuat si kecil merasakan sakit dibagian jarinya. Sementara itu, memotong kuku yang masih panjang akan membuat si kecil masih rentan terkena goresan akibat kukunya. Untuk itu, sebaiknya potonglah dengan cukup.
  5. Alasi dengan menggunakan tissue. Pada saat anda memotong sebaiknya persiapkan terlebih dahulu tissue dibagian bawah tangan si kecil agar pada saat anda selesai anda bisa membersihkannya dengan menggulung tisu dan membuangnya.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memotong kuku pada bayi, semoga bermanfaat dan bisa segera diaplikasikan pada si kecil.

Agar Bayi Tak Menangis Histeris Pada Saat Dimandikan

Memiliki bayi baru lahir dirumah memang gampang-gampang susah ya bun?

Di satu sisi bunda akan merasa senang dengan kehadirannya, bukan hanya itu hadirnya si buah hati tentu membuat hari-hari bunda menjadi lebih ceria dan berwarna. Akan tetapi di samping lain, tidak sedikit ibu yang kurang memiliki pengalaman dalam hal mengurus anak, akan mungkin dibuat kesulitan dalam meng-handle kegiatan yang satu ini.

Bukan ketidak mampuan yang seringkali membuat bunda merasa kerepotan, akan tetapi kekhawatiran bunda melakukan kesalahan pada si kecillah yang seringkali membuat bunda merasa sungkan dalam mengurus si buah hati. Pada akhirnya, hal ini membuat bunda memilih meminta bantuan orang lain untuk mengatasi masalah ini bersama-sama.

Memang tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain untuk melakukan pekerjaan mengurus si bayi. Apalagi, bila anda adalah seorang ibu baru atau wanita karir yang tidak memiliki cukup waktu untuk bisa mengurusi si buah hati sepenuhnya. Bantuan dari orang lain akan sangat meringankan pekerjaan anda sehingga diwaktu yang bersamaan anda akan dapat menyelesaikan kewajiban dan tuntutan anda sebagai seorang ibu.

Akan tetapi sebaiknya dalam hal meminta bantuan orang lain untuk mengurusi si buah hati, baik itu baby sitter ataupun orangtua anda sendiri sebaiknya hindari melimpahkan semua tangguang jawab ini pada mereka. Yang namanya belajar, bantuan akan dibutuhkan pada saat anda belum memahami betul bagaimana melakukan sesuatu.

Dengan demikian, minta bantuan mereka untuk benar-benar membantu dan meringankan pekerjaan anda, namun bukan sepenuhnya memberikan tanggung jawab tersebut padanya. Bila ada waktu senggang dan kondisi memungkinkan anda untuk bisa mengurusi si buah hati, maka sebaiknya segera manfaatkan waktu tersebut untuk melakukannya sendiri.

Karena sejatinya tidak selamanya anda akan menyerahkan tanggung mengurus anak bayi terhadap orang lain. Akan ada masanya dimana kegiatan mendidik dan membesarkan anak haruslah menjadi tanggung jawab orangtuanya sendiri.

Nah, seperti masalah dalam hal memandikan si buah hati. Untuk sebagian ibu, kegiatan yang satu ini seringkali menjadi hal yang cukup membingungkan sekaligus mendebarkan, terutama untuk ibu baru yang tidak cukup memiliki pengalaman memandikan bayi yang masih begitu muda. Ketakutan tergelincir dan tangisan bayi seringkali membuat mereka dibuat panik terlebih dahulu sebelum selesai memandikan buah hatinya.

Ya, tidak semua ibu dapat dengan mudah mengerjakan kewajiban yang satu ini, yakni memandikan buah hatinya. Banyak diantara mereka yang merasakan suatu pengalaman dimana bayi mereka yang masih berusia beberapa bulan selalu menangis dan berteriak histeris pada saat hendak dimandikan.

Nah, diantara deretan bunda tersebut, mungkin ada yang sampai saat ini menyimpan tanya yang belum terpecahkan, apakah hal tersebut bagian dari perkembangan si buah hati atau bukan? Apakah kondisi ini normal terjadi, atau mungkin ada kesalahan yang dilakukan oleh si ibu yang menyakiti si buah hati sehingga membuatnya menangis pada saat mandi?

Hal ini tentunya akan membuat anda merasa stres bila setiap kali waktu mandi datang, mereka akan mulai rewel dan menolak untuk dimandikan sama sekali. Baru saja dipindahkan dari tempat tidurnya dan dilucuti dengan perlahan bajunya, ia sudah mulai terlihat rewel dan saat kaki mungilnya dicelupkan kedalam air hangat, tiba-tiba si kecil bisa berubah menjadi rewel dan menangis sekencang-kencangnya. Padahal tujuan bunda memandikan mereka tentunya baik yakni untuk merelaksasi tubuh mereka di penghujung hari dan membuatnya menjadi lebih segar.


Beberapa Hal yang Membuat Bayi Kerap Menangis Saat Dimandikan

Memang memusingkan dan membuat kita terus dihantui dengan banyak pertanyaan pada saat setiap kali anda hendak memandikan si kecil, ia berubah menjadi rewel dan histeris. Selain itu, kecemasan bila bunda melakukan kesalahan pada saat memandikan, seringkali menjadi hal yang dapat mempengaruhi bunda untuk mengurungkan niatan memandikan si kecil.

Padahal tujuan dari memandikan bayi sebenarnya baik dan kegiatan ini akan diperlukan. Bagaimanapun, tubuh bayi perlu dibersihkan dari debu dan keringat yang menempel pada tubuhnya. Untuk itulah, daripada merasa takut dan mengurungkan niatan untuk memandikan bayi hanya karena mereka histeris, akan lebih bijak bila kita mengenali dan memahami lebih dalam apa hal yang membuat mereka bisa demikian.

Sebagaimana dikutip dari babycentre.co.uk mengungkapkan bahwa ada cukup banyak alasan mengapa bayi bisa menjadi begitu rewel dan susah pada saat hendak dimandikan. Alasan ini umumnya mengacu pada kondisi si bayi itu sendiri diantaranya adalah:

Bayi Sudah Mengantuk

Masalah yang satu ini memang seringkali tidak disadari oleh orangtua, apalagi orangtua yang melihat bila bayi mereka cenderung kurang aktif dan justru lebih senang tertidur. Sehingga pada saat hendak dimandikan anda mungkin merasa si bayi sudah cukup mendapatkan waktu tidur yang lama.

Akan tetapi tanpa disadari bahwa bayi memerlukan waktu tidur yang lebih lama dibandingkan dengan orang dewasa, sehingga pada saat waktu mandinya berbarengan dengan datangnya rasa kantuk, maka bisa jadi hal ini mengakibatkan bayi menjadi rewel karena keinginannya tidak sejalan dengan kenyataan yang ia dapatkan, dalam hal ini maksudnya adalah keinginannya tidur harus terganggu dengan jadwal mandinya.

Nah, dalam hal ini ketika segala persiapan mandi telah tersedia dan bayi anda mulai merajuk serta mungkin ia ingin langsung tidur maka anda akan mungkin dihadapkan pada dilema. Untuk mengatasinya, anda bisa menidurkan bayi anda terlebih dahulu dan memandikannya setelah ia bangun nanti.

Bayi Anda Mungkin Lapar

Alasan selanjutnya yang dapat mempengaruhi kondisi ini adalah kemungkinan bahwa bayi anda lapar. Bayi belum memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa keinginannya, sehingga pada saat terjadi sesuatu dengannya maka ekpresi yang ditunjukannya tak jauh dari menangis dan tertawa. Termasuk pada saat ia lapar, bila ibu tidak sigap dalam memberikan ASI, maka si bayi akan memintanya dengan bentuk rengekan.

Nah, untuk mengatasi bayi yang rewel pada saat dimandikan karena rasa lapar, bunda bisa melakukannya dengan memberikan ASI terlebih dahulu sebelum si kecil dimandikan. Paling tidak, tunggulah selama 30 detik setelah makan jika anda ingin memandikan si buah hati.

Suhu Air yang Tidak Sesuai Untuk Si Buah Hati

Alasan lain yang mungkin melatar belakangi keengganan si buah hati untuk mandi dan menunjukan hal ini tangisan adalah mungkin suhu air mandi tidak sesuai untuknya. Seperti misalkan, bayi anda menganggap bahwa air mandi terlalu panas atau terlalu dingin yang membuatnya enggan untuk mandi untuk kesekian kalinya.

Nah, untuk mengatasi hal ini anda bisa melaukannya dengan mengecek suhu air mandi untuk si buah hati dengan mencelupkan siku untuk mengecek temperatu air. Upayakan agar air tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, pertimbangkan sensitivitas bayi anda, air yang menurut anda tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin, belum tentu pas untuk bayi anda. Untuk itu, gunakan siku karena bagian ini lebih sensitive.


Bayi Anda Merasa Tidak Aman

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi keengganan si bayi untuk mandi adalah perasan tidak aman si bayi pada saat ia mandi dan mungkin juga ia merasa takut dengan sabun yang dibalurkan pada tubuhnya. Untuk itu, sebaiknya lakukan dengan hati-hati dan perlakukan bayi anda dengan perlahan agar jangan sampai mengagetkannya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat menjadi pemicu yang memungkinkan si bayi menjadi begitu rewel dan histeris pada saat ia dimandikan. Dari beberapa waktu mandi, umumnya sore hari menjadi waktu mandi yang membuat sebagian banyak bayi histeris menghadapi hal ini.

Nah, selain beberapa hal mengatasi bayi yang rewel pada saat dimandikan yang telah dibahas diatas. Kali ini kita bahas pula lebih banyak dan lebih dalam bagaimana tips lainnya dalam mengatasi bayi agar tidak rewel saat dimandikan. Ingin tahu seperti apa? Mari simak beberapa hal dibawah ini.


Tips Memandikan Bayi Agar Tidak Menangis

1. Jangan Lakukan Dengan Paksa

Ketika bunda melihat jam dan telah menunjukan waktu atau jadwal mandi si buah hati dan pada saat bunda hendak membuka bajunya atau mempersiapkan semua peralatan mandi si kecil sudah mulai terlihat rewel. Maka sebaiknya jangan paksakan hal ini. Bila pada saat bunda mencelupkan si kecil kedalam air dan ia berubah menjadi histeris, maka tidak ada salahnya membawa kembali si buah hati dan meletakkannya pada kasurnya.

Kegiatan memandikan bayi memang bertujuan untuk membersihkan si bayi sekaligus merelaksasi tubuhnya. Akan tetapi bukan berarti anda memaksanya dan mengabaikan rengekan si buah hati. Sebaliknya, mandikanlah si bayi dengan mengelapnya menggunakan washlap atau sponge yang basah.

Bunda perlu mempertimbangkan kembali beberapa hal diatas, bisa jadi si kecil tidak suka dengan air mandi yang membasahi kulitnya karena berbagai faktor. Untuk itulah, supaya mereka mulai terbiasa terkena air dibagian kulitnya, maka lakukan dengan perlahan dengan cara mengelap tubuhnya.

Nah, setelah beberapa kali mandi dengan cara ini, maka mulailah memandikan bayi dalam bak plastik yang khusus untuk bayi dengan sedikit air.

2. Ikut Mandi Bersamanya

Sebagaimana telah dijelaskan diatas, ada sebagian bayi yang menganggap bak mandi itu terlihat menyeramkan. Apalagi ditambah dengan gelembung dan busa sabun yang memenuhi bagain bak mandi. Belum lagi air yang mengisi didalamnya seolah menjadi hal yang akan sangat menakutkan untuk sebagian bayi.

Nah, untuk meyakinkan pada si buah hati bahwa kegiatan mandi dengan bermain busa adalah hal yang menyenangkan, maka tidak ada salahnya untuk ikut mandi bersama dengan mereka. Sama halnya dengan orang dewasa, anak bayi pun perlu diyakinkan betul bahwa apa yang akan dihadapinya adalah hal yang aman. Dengan demikian cobalah ikut bergabung bersama dengan buah hati anda pada saat mandi.

Selain itu, jangan lupa buat ritual permainan lucu dan bermain bersama dengan bayi anda. Ketika bayi mendapati ekspresi anda menyenangkan dan tenang, maka hal ini akan perlahan membuat bayi yakin bahwa kegiatan ini cukup menyenangkan untuk dilakukan.

3. Jangan Panik

Tidak sedikit ibu, terutama ibu baru yang akan merasa panik sehingga wajah tidak tenang dan tegang pun akan secara spontan tergambar pada wajahnya. Ketika ekspresi anda tidak meyakinkan bahwa apa yang akan dihadapi si buah hati adalah hal yang aman, maka jangankan bayi anda orang lain yang anda mandikan saja mungkin akan ikut cemas.

Nah, untuk itulah, lakukan dengan perlahan dan jangan tegang atau panik. Upayakan tetap tenang dan pasanglah wajah ceria sambil mengajak bayi anda bermain. Selain itu, kewaspadaan dan kehati-hatian akan menjadi faktor yang mendukung keselamatan si buah hati pada saat ia dimandikan.


4. Cobalah Berbagai Waktu

Tidak perlu seperti orang dewasa yang memiliki jadawal mandi teratur yakni pagi dan malam hari. Apalagi mengingat tubuh bayi tidak akan berkeringat terlalu berlebihan dan tidak banyak debu dan kotoran yang menempel padanya. Untuk itu, sebaiknya tidak menerapkan hal ini pada si kecil dengan menuntutnya harus mandi tepat pada waktunya.

Bila si kecil menangis pada saat ia dimandikan di pagi hari, namun tidak terlalu rewel saat mandi di sore hari. Nah, maka mungkin hal ini bisa diartikan bahwa si kecil tidka terlalu suka dengan kegaitan mandi di pagi hari.

Untuk itu, maka bunda bisa mengatasi hal ini dengan menghilangkan kegiatan mandi pagi dan hanya melakukannya pada sore hari. Saat pagi hari bunda cukup mengelap tubuhnya dan membalurkan minyak serta bedak untuk si kecil agar ia menjadi lebih segar. Lalu gantilah bajunya dengan baju yang baru.

Selain itu, bila bunda mau, maka bunda bisa memandikan mereka sesuai dengan moodnya. Saat mood si kecil terlihat baik di siang hari, maka mandikan mereka pada waktu itu agar mereka tidak terlalu histeris.

5. Periksa Kembali Suhu Air

Sebelum terburu memasukkan si kecil kedalam bak mandi yang berisi air, maka sebaiknya periksa terlebih dahulu suhu air tersebut. Air yang digunakan untuk mandi bayi tidak boleh dibuat terlalu panas atau terlalu dingin.

Untuk mengatasi hal ini, bunda bisa mencelupkan sikut tangan bunda kedalam air. Mengapa bagian sikut? Hal ini dikarenakan sikut kita umumnya lebih sensitif dibandingkan dengan bagian tangan kita. Selain itu, bila bunda ingin mencampurkan air dingin bersama dengan air panas, ada baiknya tuangkan terlebih dahulu air dingin baru tambahkan dengan air panas.

Urutan pemberian air ini sangat penting, karena ada beberapa kejadian dimana si kecil terseduh air panas karena disiram atau dicelupkan kedalam air panas yang lupa dicampur dengan menggunakan air dingin. Untuk itu, kehati-hatian dan kewaspadaan akan dituntut dalam hal ini guna menghindarkan kejadian tidak diinginkan terjadi pada buah hati anda tercinta. 

6. Jadilah Kreatif

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadikan kegiatan mandi menjadi menyenangkan untuk bayi anda. Penuhi bak mandi si kecil dengan berbagai jenis mainan yang aman dan mengambang untuknya. Setelah itu, buatlah sebuah permainan dan perkenalkan jenis mainan tersebut padanya.

Upayakan segala hal agar si buah hati menikmati kegiatan mandinya sehingga perhatiannya teralihkan. Saat ia menikmati kegiatan mandinya, maka tidak ada alasan untuknya menjadi rewel atau menangis pada saat dimandikan.

Selain itu bunda juga bisa membelikan cairan sabun yang berwarna-warni namun aman untuk mereka. Warna-warna yang mencolok akan menarik perhatian si kecil untuk lebih bersemangat mandi. Atau bila bunda memiliki anak yang lebih tua, maka ajaklah si kakak untuk mandi bersama dengan si adik kecil. Saat ada teman seusianya berada di dekatnya, kecemasan dan perasaan tidak nyaman pada si bayi umumnya akan dapat menghilang seketika.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi bayi yang rewel dan menangis pada saat dimandikan. Semoga cara diatas bermanfaat dan bisa diterapkan dirumah dengan mudah.

Tips Menyapih Bayi dengan Cara yang Efektif Tanpa Menyakitinya

Tak terasa ya bunda, rasanya seperti baru kemarin anda melahirkan buah cinta anda ke dunia.

Momen demi momen anda lewati bersamanya dengan penuh suka cita. Mulai dari momen lucu, menggemaskan sampai dengan momen bahagia yang rasanya sulit untuk dilupakan. Banyaknya hal yang anda lalui bersama dengan si bayi, membuat rasa cinta anda semakin hari semakin besar dan tak tergambarkan oleh kata-kata untuknya. Sehingga demikian, rasanya akan tidak mungkin bagi anda mengabaikan keinginannya atau tidak berada bersamanya.

Akan tetapi ada masanya perubahan akan terjadi pada apa yang biasa anda berikan untuk buah hati anda. Hal ini tentunya diberikan guna melanjutnya perubahan bayi dalam mendapatkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Ya, bila pada saat si kecil masih bayi cara mereka mendapatkan asupan nutrisi dan gizi hanya melalui ASI. Saat sudah cukup usia, akan ada perubahan dalam caranya mendapatkan asupan nutrisi ini, yakni dengan menghentikan ASI dan beralih pada makanan lain yang dapat mencukupi kebutuhan gizinya. Salah satu cara yang dilakukan dalam menghentikan kebiasaan meng-ASI pada si kecil seringkali disebut dengan ritual menyapih.

Menyapih adalah cara dalam menghentikan bayi menyusu dari payudara. Hal ini dilakukan karena usia pada bayi sudah memungkinkan tubuhnya dapat mendapatkan asupan nutrisi secara langsung dari makanan lain yang bergizi.

Akan tetapi tidak mudah untuk melakukan hal ini. Terlebih lagi untuk anda yang baru pertama kali mengalami ritual menyapih pada bayi. Ada banyak faktor yang dapat menjadi penyebab gagalnya ritual menyapih pada bayi. Bukan hanya datang dari bayi yang rewel, namun juga ikatan emosional yang dimiliki ibu bersama dengan si bayi, membuat sebagian ibu merasa tidak tega dengan hal ini dan pada akhirnya usaha menyapih yang sudah dilakukan dengan susah payah menjadi gagal karena ibu merasa kasihan pada buah cintanya.

Hal inilah yang banyak dihadapi oleh banyak ibu pada saat menghadapi momen menyapih. Dilema antara keharusan dan kasih sayang yang begitu besar pada anak, seringkali menjadi masalah serius yang tak pernah selesai dihadapi oleh orangtua. Lantas bagaimana melakukan kegiatan menyapih yang baik dan efektif untuk si bayi?

Kerelaan anda bersama dengan si buah untuk menyudahi kegiatan menyusu adalah kunci utama dalam menyapih dengan cinta. Bila anda mendengar anjuran menyapih dengan cara mengoleskan getah brotowali atau buah mengkudu pada bagian puting agar si kecil merasa enggan menyusu kembali, maka sebaiknya hiraukan saja anjuran ini.

Menyapih anak dengan cara yang seperti ini sama saja dengan melakukan kekerasan padanya. Metode ini jelas tidak efektif diterapkan pada si kecil, dengan begini sama halnya dengan anda merampas dengan paska "kepemilikan" si anak yang mana hal ini akan dapat menimbulkan luka batin. Untuk itu, lakukan dengan cara yang lebih baik dan lebih menyenangkan tanpa dengan menyakiti anda.

Nah, dibawah ini kita akan bahas beberapa poin yang dapat anda lakukan untuk si kecil dalam hal menyapih bayi anda.


1. Lakukan dengan Perlahan

Memulai penyapihan pada anak tentu tidak dapat dilakukan semudah dan secepat membalikan telapak tangan. Anda juga tidak bisa mengarapkan hari ini menyapih lalu dua dan tiga hari ke depan anak anda sudah menjadi "anti-ASI". Sebaliknya mulailah dengan perlahan dan bertahap. Hal ini bukan hanya akan bermanfaat untuk si anak, namun juga untuk anda sendiri.

Mengurangi frekuensi menyusu dengan perlahan akan membuat ASI berkurang secara bertahap. Dan tahukah anda, pengurangan perlahan ini akan penting guna mengurangi resiko payudara yang terasa nyeri dan bengkak.

Selain itu, dengan begini anak pun tidak akan merasa seperti dirampas "kepemilikannya". Untuk melakukan hal ini anda bisa sedikit demi sedikit mengurangi jatah si buah hati menyusu. Misalkan bila setiap hari si kecil bisa terhitung menyusu 5-6 kali, maka pada saat menyapih anda bisa perlahan menguranginya sampai setengah waktu menyusunya.

2. Pilih Pengganti yang Tepat

Bila biasanya si kecil menyusu lewat payudara, maka mulailah membuat pilihan apa yang akan menggantikannya. Pilihlah pengganti yang tepat untuk menggantinya, apakah itu botol susu, sippy cup atau gelas biasa dengan menggunakan sedotan sebagai alat yang akan digunakan si buah hati untuk menikmati susunya. Selain itu, sebaiknya sediakan beberapa alternatif dan lihatlah mana yang lebih ia sukai. Dengan begini bunda akan lebih mudah menyajikan susu dalam kemasan yang disukainya.


3. Lakukan Menyapih di Siang Hari

Akan lebih mudah melakukan usaha menyapih pada saat siang hari. Hal ini dikarenakan biasanya menyusu di pagi dan malam hari dilakukan untuk kenyamanan si buah hati. Cara menyapih anak bisa dimulai secara bertahap dengan berhenti menyusui di siang hari dan menggantinya dengan makanan padat, akan tetapi tetap memberikan ASI pada malam hari.

4. Mulai Menerapkan Pemberian ASI Lewat Media Berbeda

Dalam rangka melakukan penyapihan dengan bertahap, maka lakukan dengan mulai memberikan ASI lewat media yang berbeda. Mulailah memberikan ASI dala susu botol atau cangkir dan lakukan hal ini dalam satu hari guna menyesuaikan si kecil agar bisa terbiasa. Tetaplah ikuti jadwal selama satu minggu. Kemudian untuk minggu berikutnya tambahkan waktu saat anda memberikan susu botol dan juga kurangi pemberian ASI secara langsung. Untuk bayi dengan usia satu tahun ke atas, anda bisa memberikan mereka susu sapi sebagai pengganti ASI.


5. Cobalah Tidak Membiasakan Bayi Tidur dengan Menyusu

Biasanya bayi akan tidur sambil menyusu, dimana ini adalah posisi yang mereka sukai. Akan tetapi pada saat menyapih, sebaiknya mulai hindarkan kebiasaan menyusu sebelum tidur dan berusahalah untuk menidurkan bayi tanpa harus menyusu secara bertahap.

Anda bisa menciptakan ritual atau kegiatan lain yang lebih menyenangkan sebelum tidur. Seperti misalkan memasukkannya dalam ayunan, atau membacakannya sebuah dongeng. Yang terpenting adalah membuat si kecil merasa nyaman tanpa harus menyusu. Bisa juga dilakukan dengan memeluk atau membelai si kecil agar ia lebih mudah tertidur.

6. Hindari Pula Terlalu Banyak Menggunakan Botol

Selain berhenti menyusu ASI, sebaiknya anda pun mulai memperhatikan penggunaan botol atau dot saat memberikan susu pada si kecil guna menghindarkan kerusakan gigi padanya. Hindari pula kebiasaan membiarkan si kecil tidur, berjalan atau merangkak dengan membawa-bawa serta botolnya kemana-mana. Hal ini malah akan membuat si kecil tergantung dengan botol susunya.

7. Jangan Sampai Si Kecil Haus atau Lapar

Biasanya si kecil akan selalu teringat dengan menyusu saat ia merasa haus atau lapar. Dengan begini mereka akan tergesa ingin berada bersama dengan ibunya dan langsung minta menetek. Untuk itu, sebaiknya antisipasi kondisi ini sebelum si kecil minta menyusu. Sebelum ia merasa lapar dan haus, sebaiknya tawarkn apakah ia ingin makanan atau minuman.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyapih si buah hati dengan cara yang lebih baik tanpa menyakiti mereka.

Trik Berikan Obat Pada Bayi yang Aman

Tubuhnya mungil pada bayi dan sistem kekebalan tubuh yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat penyakit dan masalah kesehatan akan senantiasa menjadi ancaman yang besar yang mudah menyerang mereka.

Untuk itulah, orangtua harus pintar dan siaga dalam menjaga kesehatan dan mengupayakan segala hal agar masalah kesehatan tidak mudah menyerang buah hati mereka yang masih begitu kecil.

Selain itu, gangguan kesehatan yang menyerang anak bayi seringkali membuat orangtua khawatir dan tidak tega melihat kondisi mereka yang kepayahan menahan rasa sakit yang dialaminya. Belum lagi, anak-anak bayi belum mampu mengutarakan apa yang dirasakannya, termasuk dengan keluhan yang mereka alami.

Tidak seperti orang dewasa yang mengalami sakit, dimana mereka akan dengan mudah mengatakan apa yang dikeluhkannya. Anak-anak bayi mungkin hanya akan berubah menjadi rewel dan terus-terusan menangis dengan kondisi ini. Hal inilah yang seringkali membuat orangtua menjadi bingung dan panik dengan tangisan yang dialami oleh bayi mereka.

Nah, disinilah peran anda sebagai orangtua mungkin akan dituntut lebih ekstra dan lebih siaga. Karena bayi kecil anda belum mampu mengutarakan apa yang dirasakannya, maka orangtua perlu menjadi lebih siaga dan lebih peka terhadap apa yang dialami buah hatinya.

Tidak mudah memang menarik kesimpulan saat si buah hati menangis atau menjadi rewel. Hanya saja, satu hal yang pasti dari kondisi ini adalah sesuatu yang tidak beres terjadi dengan buah hati anda. Selain itu, umumnya beberapa gejala atau hal yang tidak lazim akan ditunjukan oleh si kecil yang mengalami keluhan kesehatan. Misalkan dengan melakukan sesuatu yang tidak biasanya dilakukan atau menunjukan perasaan yang tidak nyaman pada saat melakukan rutinitasnya. Hal inilah yang akan dapat menjadi acuan untuk orangtua segera mengkonsultasikan kondisi yang dialami oleh si buah hati ke dokter.


Ya, pada saat si kecil sakit sebaiknya jangan sembarang mengatasi atau mengobati si buah hati seorang diri dengan memberikan sembarang jamu atau obat-obatan tanpa resep dari dokter. Ketahui, bayi anda masih begitu kecil tubuhnya tidak akan mampu mencerna berbagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuhnya, termasuk dengan obat-obatan yang sembarang.

Untuk itulah, bawa segera buah hati yang sakit ke dokter. Didokter, diagnosa yang tepat akan bisa diberikan pada si kecil sehingga penanganan yang tepat dengan pemberian obat yang jelas akan bisa diberikan dengan lebih baik guna mengembalikan kondisinya agar menjadi lebih pulih.

Nah, selesai dari dokter dan mendapatkan beberapa jenis obat yang diberikan umumnya masalah tidak selesai sampai disana. Anda mungkin akan dihadapkan pada masalah pemberian obat pada buah hati anda yang masih begitu kecil. Apalagi jika ini adalah saat pertama anda memberikan obat pada mereka.

Ya, kegiatan memberikan obat pada anak bayi seringkali menjadi saat yang mendebarkan sekaligus menegangkan. Betapa tidak, ketakutan bila anak tersedak, kekhawatiran anak tidak suka dengan jenis obat yang diberikan, ketakutan bila anda tidak bisa mengendalikan si kecil pada saat memberikan obat sampai dengan khawatir bila obat yang diberikan rupanya tidak cocok untuk buah hati anda. Beberapa permasalah ini seringkali menjadi rentetan kekhawatiran yang membendungi benak orangtua pada saat hendak memberikan obat pada bayi mereka.

Selain itu, meski obat anak-anak sudah diberikan pemanis agar tidak terasa pahit berlebihan, akan tetapi rasa pahit yang tersembunyi masih saja dapat dirasakan oleh lidah sensitif si bayi. Tak heran meskipun diusianya yang masih begitu kecil, anak bayi sudah mampu menolak meminum obat. Dengan pintarnya mereka akan melakukan aksi tutup mulut atau menggeliat dan bahkan mengamuk saat diberikan obat.

Lantas adakah cara yang efektif dan aman dalam memberikan obat pada anak bayi? Nah, untuk lebih jelasnya lagi, mari simak beberapa trik aman dalam memberikan obat pada bayi dibawah ini.


1. Pastikan Anda Memberikannya Sesuai dengan Dosis

Seorang pakar menyatakan bahwa kesalahan paling besar dalam memberikan obat pada anak, terutama bayi adalah kesalahan yang dilakukan pada saat memberikan dosis obat pada anak. Dengan demikian, bukan mempercepat penyembuhan hal ini malah seringkali menimbulkan masalah baru pada anak-anak. Untuk itulah, orangtua perlu dengan jeli dan waspada dalam mempelajari atau mengingat jumlah obat yang diberikan pada anak-anak.

Biasanya anak-anak akan diberikan obat dalam bentuk sirup agar memudahkan mereka untuk mencerna obat yang diberikan. Untuk itulah, sebelum memulai memberikan jenis obat-obatan ini sebaiknya periksalah dan pelajari dengan betul berapa takaran dan jumlah yang harus diberikan pada buah hati anda. Nah, berikut ini adalah beberapa poin yang harus diperhatikan dalam memberikan obat pada buah hati:

  • Baca dengan seksama label obat dengan hati-hati. Bila perlu yakinkan diri anda dengan menyamakan perpeksi anda dengan orang lain.
  • Cek kembali dosis/jumlah obat yang harus diberikan, apakah diberikan berdasarkan usia anak atau berdasarkan berat badannya.
  • Baca semua aturan pemberian obat. Penjelasan ini umumnya ada dan tercantum dalam kemasan atau kotak obat. Adapula lembaran yang terutulis dan disisipkan didalam dus kemasan obat.
  • Berikan obat sesuai dengan waktunya, misalkan apakah obat harus diberikan sesudah atau sebelum makan.
  • Pelajari cara memberikan obat. Apakah obat tersebut dihancurkan, diencerkan atau diteteskan.
  • Pahami betul kapan atau seperti apa frekuensi pemberian obat. Apakah diberikan seriap 8 jam sekali, pada jam-jam makan si kecil, atau pada saat si kecil mengalami kondisi-kondisi tertentu.

Hal ini penting sekali dilakukan, sebab anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka akan lebih sensitif terhadap obat dibandingkan orang dewasa. Apabila anda melakukan kesalahan dalam memberikan dosis, maka obat tersebut aka berbahaya untuk mereka atau bahkan malah membaut mereka kebal dengan jenis obat tersebut.

2. Sebaiknya Gunakan Takaran Obat yang Disertakan

Agar pemberian dosis pada si kecil tepat, maka sebaiknya jangan mengganti takaran obat dengan sendok yang biasa digunakan. Sebaliknya, gunakan takaran obat yang umumnya telah disertakan dalam kemasan obat. Bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti pipet, suntikan, cup pengukur atau ada juga yang berbentuk sendok plastik.

Jangan pernah menggunakan sendok teh untuk memperkirakan takaran obat yang diberikan pada si kecil. Sebab takaran ini bisa jadi tidak akurat. Bila tidak ada alat pengukur yang disertakan dalam obat, maka sebaiknya bertanyalah pada apoteker, takaran apa yang sebaiknya digunakan dan boleh digunakan.


3. Pahami Betul Aturan Pemberian Obat

Sebaiknya ikuti petunjuk pemakaian yang tertera dalam kemasan guna memastikan bahwa anda sudah memberikan obat dengan cara yang benar pada si kecil. Selain itu, aturan yang tertera dalam kemasan tentunya sudah melalui pertimbangan dan pengukuran yang pasti. Sehingga demikian kinerja obat akan berjalan lebih efektif apabila anda mengikuti aturan tersebut.

Aturan seperti jumlah cairan untuk mengencerkan, cara pemberian obat (seperti misalkan apakah perlu dihancurkan dulu sebelum diberikan, apakah konsumsi obat harus dilakukan saat perut kosong dan lain sebagainya). Bukan hanya itu, aturan lain yang juga harus diperharikan adalah jeda waktu pemberian obat pertama dan selanjutnya adalah hal penting yang harus diperhatikan.

4. Biasakan Bertanya

Jangan pernah merasa sungkan atau enggan bertanya pada dokter atau apaoteker bila anda menemukan kesulitan atau ketidak pahaman dalam memberikan obat pada bayi. Sebab hal ini akan menjadi penunjang anda dalam mencapai keberhasilan dari obat yang diberikan.

Bila perlu, maka tidak ada salahnya untuk membuat daftar pertanyaan sebelum anda berangkat menemui dokter. Nah, berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin perlu anda pertimbangkan untuk ditanyakan:

  • Apa guna obat yang diresepkan?
  • Bagaimana bila ada dosis yang terlewat?
  • Bisakah Dokter menjelaskan dosis obat ini kepada kami?
  • Bisakah obat tersebut dicampur dengan susu atau makanan si kecil?Jika ya, jenis makanan apa saja yang diperbolehkan?
  • Seberapa cepat obat akan mulai bereaksi?
  • Adakah efek samping yang mungkin timbul?
  • Bila rupanya bayi menumpahkan sebagian obat yang diberikan, perlukah saya menambahkan obat tersebut untuk ia minum?

Beberapa pertanyaan ini mungkin perlu anda tanyakan pada dokter agar anda tidak menghadapi kebingungan bila anda menghadapi beberapa kondisi yang tidak terduga.


5. Campurkan dengan Makanan Lain

Umumnya, anak-anak tidak suka dengan minum obat, terlebih lagi bila rasa dari obat yang diberikan pahit. Nah, salah satu trik dalam memberikan obat guna mengakali mereka agar mau mengkonsumsinya adalah dengan mencampurkannya pada beberapa makanan tertentu.

Untuk hal ini, orangtua bisa menanyakan hal ini terlebih dahulu pada dokter atau apoteker yang memberikan resep. Bila bayi anda masih mengkonsumsi ASI atau biasanya susu formula, maka tanyakan apakah mungkin bila obat tersebut dicampurkan kedalam ASI atau pada susu formula yang biasa anda berikan pada mereka.

Selain itu, anda juga bisa menggunakan alat bantu lain untuk memberikan obat pada si buah hati. Seperti misalkan dengan memberikan melalui suntikan oral atau pipet. Dengan menggunakan alat bantu ini anda bisa memasukkan obat pada mulut si bayi dengan lebih mudah dibandingkan hanya dengan menggunakan sendok.

6. Berikan dengan Tepat

Pada saat memberikan obat pada si kecil dan anda sudah melihat aksi perlawanan dari buah hati yang menolak diberikan obat. Maka pintar-pintarlah dalam mensiasati hal ini. Selain itu, selalu berikan obat dengan tepat, yakni dengan memberikannya lewat sudut mulu. Apabila anda memberikannya dari arah depan, maka ada kemungkinan si kecil akan menyemburkan obat yang diberikan yang pada akhirnya obat akan terbuang dengan sia-sia.


7. Pegang dengan Erat

Si kecil yang menolak diberikan obat, umumnya akan melakukan segala cara agar orangtua mengurungkan niatnya untuk memberikan apa yang tidak mereka inginkan. Termasuk mungkin meronta, menangis, ngamuk dan lain sebagainya.

Untuk itu, orangtua bisa memegangi mereka dengan erat-erat, namun tidak terlalu keras sampai menyakiti si bayi. Jika si bayi masih meronta, maka tunggulah sebentar sampai ia menjadi agak tenang. Jangan pernah memaksakan dengan terus menekan si buah hati. Salah-salah hal ini malah akan membuat si bayi trauma mengkonsumsi obat. Selain itu, pastikan pula bila tubuhnya tegak agar jangan sampai ia tersedak.

8. Mintalah Bantuan Oranglain

Bila anda merasakan kesulitan dan kewalahan mengatasi si kecil seorang diri, maka jangan sungkan meminta bantuan orang lain agar tidak membahayakan si kecil. Minta bantuan orangtua atau pengasu anda saat anda tidak kuat menahan si kecil yang mengamuk.

Selain itu, anda bisa meminta mereka untuk menggedong si kecil dan mengalihkan perhatian mereka sementara anda memasukkan obat kedalam mulutnya. Nah, pada saat ini silahkan manfaatkan waktu agar anda bisa memasukkan obat dengan baik kedalam mulutnya. Setelah itu, alihkan dengan memberikan air putih untuk menghilangkan rasa pahit yang ditinggalkan obat dalam mulutnya.

9. Gunakan Bantuan Pipet

Penggunaan pipet atau dropper obat pada bayi akan dapat bekerja dengan lebih baik dibandingkan pada saat anda hanya menggunakan sendok atau takaran biasa. Usaha bayi dalam menolak pada saat diberikan obat akan membuatnya melakukan banyak hal. Mulai dari usaha yang lucu sampai dengan perlakuan yang cukup membuat anda kewalahan. Akan tetapi satu hal yang pasti, pada saat obat tersebut sampai ke mulutnya, anak bayi akan cendrung melakukan usaha untuk bisa memuntahkannya kembali.

Nah, disinilah anda harus pintar-pintar dalam mensiasati agar bagaimana obat tersebut bisa sampai ke tubuhnya dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan alat bantu pipet. Alat ini adalah penakar obat dengan bentuk pipa yang disertai dengan karet yang memungkinkan anda menarik sejumlah obat yang dibutuhkan.

Hanya saja, untuk alat penakar ini obat yang didapat digunakan hanyalah obat cair sehingga obat pil atau yang dihancurkan dalam bentuk serbuk tidak akan bisa diaplikasikan dengan menggunakan pipet.

Dengan menggunakan pipet obat akan lebih mudah "menyusup" meski si kecil mencoba menutup rapat-rapat mulutnya. Pemberian obat dengan menggunakan pipet pun akan membantu memudahkan bayi yang masih belum belajar menelan sesuatu dari sendok.

Untuk mendapatkan alat ukur ini biasanya anda akan bisa mendapatkannya langsung dari kemasan obat. Meski beberapa obat tidak menyertakan alat ini, anda bisa membelinya di apotek.


10. Perhatikan Langkah Memberikan Obat

Baringkan si kecil di punggungnya. Jika memungkinkan mintalah bantuan pasangan atau baby sitter untuk memegangi kedua tangan si kecil dan tahan si kecil tepat diatas bagian pinggulnya. Cara ini akan membantu anda orangtua agar anda dapat menahan si buah hati untuk tidak membalikan tubuhnya pada saat ia menolak meminum obat yang anda berikan.

Selain itu, tegakan kepala si kecil sedikit. Hal ini dilakukan agar si kecil tidak tersedak pada saat ia menenggak obat yang anda berikan pada mereka. Perhatikan segala kemungkinan yang akan membahayakan si kecil pada saat anda memberikan pengobatan. Untuk itulah, bantuan dari oranglain akan sangat membantu anda.

11. Perhatikan Hal Penting

Dalam memberikan obat pada si bayi sebaiknya perhatikan beberapa hal yang akan membahayakan kesehatan mereka setelah mengkonsumsi obat yang diberikan. Hal ini dikarenakan ada sebagian anak bayi yang tidak cocok dengan jenis obat tertentu atau mengalami kendalam dengan obat yang diberikan. Perhatikan beberapa hal ini jika:

  • Muncul gejala alergi, maka hentikan pemberian obat dan segera konsultasikan kondisi si buah hati ke dokter
  • Bila dokter memberikan obat jenis antibiotik, maka berikan obat sampai habis meski anda menemukan kondisinya sudah lebih baik.
  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter bila anda hendak memberikan perubahan pada obat yang anda berikan
  • Hindari pemberian obat yang tidak jelas.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memberikan obat pada bayi yang aman. Semoga bermanfaat.

 

Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi dengan Metode yang Lebih Aman

Usia yang masih begitu belia pada bayi membuat mereka belum mampu mengutarakan hal yang mereka rasakan.

Selain mengungkapkannya melalui ekspresi senang, sedih dan kecewa, bayi belum mampu melakukan banyak hal. Itulah mengapa seringkali para orangtua dibuat khawatir dan bingung pada saat anak bayi mereka menangis secara tiba-tiba. Hal ini seringkali membuat orangtua dibuat panik dan tak karuan. Wajar memang, apalagi bila terjadi pada ibu baru yang mana notabene mereka belum memiliki cukup pengalaman dalam mengurus anak-anak.

Untuk itulah, penting sekali mengetahui banyak hal seputar informasi menjaga kesehatan dan mengurus buah hati. Hal ini bisa menjadi modal utama dalam menjadi orangtua yang siaga untuk bayi anda.

Tubuh mungil pada bayi dan sistem kekebalan tubuhnya yang belum terbentuk dengan sempurna, membuat mereka rentan terkena dengan masalah kesehatan. Bila tidak siaga, maka mungkin berbagai ancaman penyakit akan mungkin menyerang kesehatannya.

Nah, salah satu masalah yang paling rentan mengancam bayi adalah kesehatan kulitnya dengan timbulnya biang keringat. Masalah ini seringkali muncul akibat produksi keringat berlebihan yang tidak bisa dikeluarkan lewat permukaan kulit bayi. Akibatnya, kondisi ini akan mengundang ruam dan bintil-bintil akan timbul pada kulit bayi.

Kondisi seperti ini akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada si bayi, karena digadang-gadang timbulnya biang keringat mampu menimbulkan rasa gatal dan perih yang cukup menyiksa.

Dengan demikian pada saat kondisi ini terjadi pada bayi, maka mereka akan dibuat rewel dan terus-terusan menangis. Ibu tentu akan dibuat khawatir dan terus-terusan cemas dengan kondisi ini. Belum lagi, kondisi gangguan ini akan menganggu jam tidurnya. Timbulnya biang keringat akan tentu saja membuat si kecil tidak bisa tidur akibat perasaan gatal dan tidak nyaman yang ditimbulkannya.

Lantas bagaimana mengatasi biang keringat pada bayi dengan metode yang aman dan tepat pada si kecil? Simak penjelasan dibawah ini.


Apa Itu Biang Keringat?

Biang keringat atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan miliaria adalah sebuah kelainan kulit yang terjadi akibat retensi keringat. Biang keringat atau keringat bunten (prickle heat) dapat terjadi pada siapa saja, baik itu orang dewasa, anak-anak dan juga bayi. Akan tetapi, bila dilihat dari banyak kasus yang terjadi, anak-anak dan bayi menjadi salah satu penderita yang rentan dengan ancaman kondisi kelainan ini.

Keadaan ini sangat biasa terjadi pada bayi baru lahir. Hal ini dikarenakan adanya penyumbatan kelenjar keringat pada bayi akibat bagian pori belum berkembang dengan sempurna sehingga hal ini mengakibatkan timbulnya benjolan-benjolan kecil yang berisi air berwarna kemerahan.

Biang keringat juga sering muncul pada bagian lipatan kulit pada tubuh bayi atau pada bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian yang dikenakan terlalu ketat, misalkan pada bagian dada, leher, punggung dan juga pada bagian dahi yang seringkali tertutupi oleh rambut.

Kapan Biang Keringat Pada Bayi Bisa Muncul?

Biang keringat atau kelainan kulit ini bisa muncul pada bayi di awal-awal minggu kelahirannya. Kondisi ini umumnya bisa terjadi saat bayi terpapar dengan suhu udara yang terlalu panas atau saat bayi ditempatkan pada suhu ruangan yang terlalu lembap. Hampir semua bayi bersiko mengalami kondisi yang satu ini.


Cara Aman Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

Kondisi kelainan kulit yang satu ini pada dasarnya bukanlah sebuah kondisi kesehatan berbahaya yang memerlukan penanganan medis tertentu. Akan tetapi tetap saja, mengingat dampak dari gejala yang ditimbulkan bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan akan terus-terusan rewel karena kondisi ini, maka tidak ada salahnya penanganan bisa sesegera mungkin dilakukan dengan baik.

Cara yang aman untuk mengatasi kondisi kelainan kulit yang satu ini pada bayi sebenarnya cukup mudah. Karena bisa dilakukan dengan metode yang sederhana dirumah. Adapun pengobatan paling utama dan pertama terhadap kondisi yang satu ini adalah dengan menghindari faktor pencetusnya itu sendiri.

Dalam hal ini tentu saja menghindari panjanan panas dan lembap secara berlebihan pada si bayi. Seperti menghindari membawa serta bayi berpergian keluar pada saat cuaca panas, menghindari memberikan sembarang jenis pakaian pada si bayi dan masih banyak lagi. Nah, dibawah ini adalah beberapa metode aman yang bisa ibu lakukan:

  • Mengusahakan untuk mengurangi atau menghindari udara panas dan lembab yang berlebihan. Bawa serta bayi anda ke ruangan yang berventilasi baik sehingga udara bisa masuk dengan baik dan mengurasi produksi keringat pada bayi. Bila tidak memungkinkan, maka ibu bisa memberikan angin dengan kertas yang diayunkan menggunakan tangan. Selain itu, cara lain adalah dengan membawa si buah hati ke tempat yang lebih teduh.
  • Selain itu, bila udara malam hari terlalu panas untuk si kecil, maka ibu bisa menggunakan bantuan kipas angin dengan kecepatan yang rendah agar sirkulasi udara dikamar menjadi lebih sejuk. Hanya saja, hindari mengarahkan kipas angin secara langsung pada tubuh bayi, biarkan angin mengisi sekitar bayi dan memantulkannya dengan tidak langsung. Yang terpenting adalah tubuh bayi menjadi lebih sejuk bukan membuat mereka kedinginan pada akhirnya.
  • Lepaskan pakaian bayi yang tekena dengan keringat dan sudah terasa lembap. Bila anda mendapati baju atau pakaian si bayi basah atau lembap dengan keringat, maka jangan sungkan untuk menggantinya. Hanya karena anda merasa baju tersebut baru saja anda pakaian pada si kecil, bukan berarti baju yang telah lembap aman untuk mereka. Segera ganti dengan pakaian yang baru. Selain itu, hindari menggunakan bahan-bahan pakaian yang tidak menyerap keringat dan malah menyerap panas. Seperti bahan nilon, satin atau polyster. Sebaiknya selektiflah memilih bahan pakaian yang tipis, sejuk dan menyerap keringat dengan baik seperti bahan katun yang alami.
  • Pemberian obat optikal. Ketika beberapa cara diatas masih tidak memberikan hasil pada bayi. Maka ibu bisa memberikan mereka beberapa obat yang dapat meredakan kondisi gatal dan ruam akibat biang keringat yang dirasakan. Seperti memberikan lotion kalamin guna melembutkan kulit bayi dan mengurangi rasa gatal yang dialami. Pemberian lotion ini pun akan dapat bekerja dalam membantu bayi jika mereka mulai rewel dan menangis ketika kulitnya anda sentuh. Selain lotion, jenis obat lain yang juga dapat digunakan adalah bedak salisil. Jenis obat ini dapat digunakan untuk mengurangi rasa gatal dan mengurangi gesekan pada lipatan kulit pada tubuh bayi.
  • Obat lain yang juga bisa digunakan adalah dengan memberikan salep/krim hidrokortison. Akan tetapi untuk pengobatan ini sebaiknya harus mendapatkan resep dokter jika memang biang keringat bertambah berat. Selain itu, sebelum menggunakan bahan-bahan obat ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter karena umumnya bayi lebih sensitif terhadap obat-obatan yang diberikan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan kondisi bayi anda ke dokter apabila kondisinya:

  • Biang keringat semakin meluas dan parah
  • Suhu badan bayi meninggi (demam)
  • Bila biang keringat yang dialami tidak kunjug sembuh atau menghilang dalam beberapa hari (4 hari atau lebih) setelah dilakukan pencegahan dan terapi awal di atas.

Tips Bantu Bayi Tidur Tanpa Menyusu dan Digendong

Memiliki anak bayi dirumah memang gampang-gampang susah ya bun?

Di satu sisi, hari-hari anda menjadi lebih berwarna dan lebih menyenagkan dengan hadirnya buah hati dalam keluarga. Akan tetapi, disisi lain sebagai seorang isteri sekaligus ibu rumah tangga anda kerap kali dibuat kerepotan saat harus mengerus bayi dan menjalankan tugas anda mengurus rumah.

Dua kegiatan ini tentu tidak akan dapat dilakukan dengan mudah seperti membalikan kedua telapak tangan. Ada cukup banyak tantangan yang akan menghiasi perjuangan menjadi seorang ibu dan isteri yang baik.

Akan tetapi, berusaha keras dalam menjalankan dua peran ini adalah hal luar biasa yang tidak semua orang dapat melakukannya dengan baik. Meski berat dan melelahkan, hanya orang-orang yang memiliki mental kuat yang mampu menjalankan tugas mulia ini.

Terus berusaha dan berjuang dalam menyeimbangkan tugas dan tanggung jawab sebagai ibu dan isteri yang baik akan membuat anda perlahan terbiasa dengan hal ini. Sehingga akhirnya, kedua hal ini akan dapat dijalankan dengan baik dan tertata.

Permasalahan dari dua kegiatan ini hanyalah terletak pada waktu. Untuk anda seorang ibu yang memiliki anak bayi dirumah dan memiliki tanggung jawab besar dalam mengurusi rumah tangga, maka mungkin anda harus mulai merancang segala kegiatan yang akan anda lakukan. Pada intinya managemen waktu yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan dari peranan mulia ini.

Salah satu hal yang dapt dilakukan untuk dapat mensiasati agar kegiatan rumah tangga bisa dilakukan dan mengurusi si bayi bisa dijalankan dengan baik adalah dengan memanfaatkan waktu pada saat si kecil tertidur.

Anak bayi yang masih terbangun memang seringkali selalu ingin berada dekat dengan ibunya. Kemanapun ibunya pergi dan beranjak mereka akan cenderung membuntuti dari belakang. Tidak masalah memang pada saat si kecil yang membuntuti di belakang tidak rewel atau tidak mendekati sumber bahaya. Hanya saja, apabila anda sedang repot melakukan pekerjaan lain, sementara si kecil rewel ingin digendong, maka mungkin kegiatan yang sedang anda lakukan saat ini haruslah dihentikan sejenak dan kembali bersama dengan si kecil.

lakukan cara ini jaga bayi tetap sehat

Alhasil bila kondisi ini terus-terusan terjadi, maka mungkin pekerjaan rumah tangga anda seperti mencuci, membersihkan rumah, mengepel, menyetrika dan lain sebagainya tidak akan pernah selesai dengan baik. Karena beranjak sedikit saja si kecil akan mulai merecoki pekerjaan anda.

Nah, bila sudah begini maka mungkin anda harus mencari cara agar bagaimana supaya si kecil bisa tetap tenang meskipun anda sedang melakukan pekerjaan lainnya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan agar anak-anak bisa tenang pada saat anda beranjak jauh dari mereka untuk melakukan pekerjaan lain adalah dengan menidurkan mereka. Akan tetapi anak-anak umumnya akan lebih cenderung untuk selalu minta ditemani karena ingin menyusu atau ingin digendong. Dan pada saat anda akan menidurkan mereka diranjang, mereka malah terbangun dan kembali rewel minta ditemani. Hal ini mungkin akan malah merepotkan anda dan membuat anda semakin sulit berada jauh dari mereka.

Untuk itulah mungkin saat ini anda sudah harus mulai membiasakan atau melatih si bayi agar bisa tidur tanpa menyusu atau minta digendong setiap saat.

Akan tetapi pada saat melakukan hal ini, bunda harus ingat bahwa proses ini bukanlah proses satu malam yang mana metode ini bisa bunda dapatkan dengan cepat. Hal ini mungkin akan dapat berhasil setelah beberapa bulan. Akan tetapi bila bunda berhasil melakukannya, maka akan sangat membantu bunda dalam mengatur waktu dengan lebih baik. Sehingga bunda bisa melakukan pekerjaan lainnya dengan lebih tenang.


1. Pisahkan Kegiatan Menyusu dengan Tidur

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membuat batasan antara kegiatan menyusu dengan kegiatan tidur. Ketika bayi bangun untuk pertama kali, maka berikan mereka ASI. Akan tetapi, bila ia masih terbangun karena lapar, maka tetap berikan mereka ASI sampai mereka kenyang. Pada intinya adalah jangan membiasakan memberi asi ambil tidur.

Akan tetapi pada saat si bayi mulai menampakan tanda mengantuk. Sebaiknya ajak bayi berjalan atau diayun daripada diberikan ASI hingga mereka tertidur. Poin penting dari langkah kali ini adalah memberikan pilihan pada bayi, selain menyusu, untuk bisa tidur kembali. Lakukan hal ini dengan berulang.

Kami ingatkan untuk metode ini sebaiknya dilakukan pada bayi yang berusia lebih besar. Jangan lakukan metode ini pada bayi yang baru lahir atau saat dalam masa growth spurt. Sebab mereka akan membutuhka ASI lebih banyak. Selain itu, anak-anak yang masih dalam tahapan masa pertumbuhan atau bayi yang baru lahir akan cenderung menjadi lebih mudah lapar. Untuk itu, langkah ini tidak diperkenankan diaplikasika pada mereka.

Dengan demikian, saat bayi anda masih terlalu kecil, maka mungkin anda harus memprioritaskan pekerjaan anda menjaga mereka dibandingkan mengurus rumah. Pekerjaan ini bisa anda kesampingkan atau minta bantuan orang lain yang anda percayai

2. Bantu Bayi Untuk Tidur Tanpa Digendong

Jika biasanya metode menidurkan bayi yang paling efektif adalah dengan digendong dan di tepuk-tepuk dengan menggunakan tangan. Hal ini mungkin terjadi karena kebiasaan yang diterapkan orangtua. Sehingga demikian, bayi menjadi lebih sulit tidur bila tidak digendong.

Untuk mengatasi cara ini anda bisa melakukannya dengan menidurkan bayi dengan menggunakan cara lain. Seperti mengayun-ayunnya dalam ayunan sampai bayi tertidur. Langkah yang satu ini mungkin akan cukup sulit membuat si bayi tertidur dengan cepat, akan tetapi perlahan mereka akan mulai terbiasa.


3 Memindahkan Bayi Separuh Tertidur Ke Ranjang

Langkah selanjutnya adalah dengan menunggu si bayi tertidur di kursi saat anda menggendongnya. Lalu, berdiri dan gendong si bayi dalam keadaan tidur pulas. Bila si bayi terbangun, maka ayun kembali sampai ia kembali tertidur. Setelah terlihat pulas, maka dengan perlahan rebahkan si bayi dalam boks tidurnya.

Lakukan cara ini dengan perlahan, karena suara-suara ayunan keranjangnya mungkin akan membangunkan mereka yang membuat ibu harus kembali menggendong mereka dengan susah payah.

Setelah itu, lepaskan gendongan dan jangan lepaskan tangan anda dari tubuhnya, tepuk-tepuk sebentar agar bayi kembali pulas. Lalu beranjaklah dengan perlahan ambil ayunkan keranjang tidurnya agar ia tetap merasa bahwa anda masih menggendongnya.

Lakukan cara ini dengan terus-menerus agar mereka terbiasa. Lama-kelamaan bayi anda akan terbiasa dengan hal ini dan perlahan ia pun akan menikmati tidur dalam ranjangnya.

Demikian beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menidurkan bayi dan membantu tidur mereka agar tidak melulu haru menyusu dan minta digendong. Sebab pada dasarnya, kegiatan ini malah akan membuat bayi anda sulit berada jauh sedikit dari anda. Alhasil, pekerjaan rumah anda akan semaki sulit untuk diselesaikan dengan cepat.

Semoga tips dan kiat-kiat diatas bisa bermanfaat dan membantu anda dalam menemuka solusi memanage waktu anda dirumah. 

Lakukan Beberapa Hal Ini Demi Jaga Kesehatan Bayi!

Memiliki bayi yang sehat dan lucu tentu menjadi dambaan untuk setiap ibu di dunia.

Untuk itu, sebagai seorang ibu kita perlu mengetahui hal apa saja yang perlu dilakukan, diperhatikan dan tidak diperkenakan dilakukan pada bayi. Pada intinya mengetahui bagaimana mengurus dan menjaga si bayi adalah hal penting yang akan menjadi bekal berharga tentang bagaimana mencapai keberhasilan membesarkan seorang anak.

Untuk para ibu baru, pengetahuan mereka mengenai cara merawat bayi mungkin masih terbatas. Hal ini pada umumnya dipengaruhi karena kurangnya pengalaman pada diri mereka yang masih begitu sedikit. Alhasil, pada saat melahirkan si buah hati ke dunia, mereka akan dibuat kesulitan dan kerepotan pada saat harus mengurus dan menangani si kecil yang rewel. Pada akhirnya hal ini membuat mereka akan membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan hal ini.

Orangtua atau pengasuh seringkali dilibatkan dalam kegiatan mengurus bayi dan anak-anak. Hal ini dikarenakan orang tua dan pengurus bayi diyakini sudah memiliki pengalaman cukup tentang bagaimana menghadapi dan mengelola seorang bayi yang masih kecil. Sehingga demikian, para ibu umumnya akan menyerahkan segalanya pada orang-orang yang sudah berpengalaman.

Akan tetapi, dalam tahapan belajar, menyerahkan sepenuhnya kegiatan mengurus buah hati terhadap orang lain tentu bukanlah hal yang bijak. Tidak salah memang meminta bantuan orang lain untuk meringankan beban anda mengurus si bayi. Akan tetapi ingat kembali, peran orang-orang tersebut hanyalah membantu anda, bukan sepenuhnya bekerja melayani anda mengurusi si buah hati. Sebab anda pun perlu belajar tentang bagaimana menghadapi si buah hati daam berbagai kondisi, seperti pada saat mereka menangis, mereka ingin makan, popoknya harus diganti bahkan pada giliran si buah hati terserang dengan sakit. Karena tidak selamnya beberapa orang tersebut hadir di sisi anda untuk selalu siaga mengurusi buah hati anda.

tips bantu bayi tidur tanpa digendong


Untuk itulah, minta bantuan beberapa orang yang anda percayai untuk membantu dan membimbing anda mengurus si buah hati. Dengan begini anda bisa belajar banyak dari mereka tentang bagaimana mengurus si buah hati agar bisa anda tangani sendiri.

Memang benar, kegiatan mengurusi seorang anak terutama bayi yang baru saja lahir bukanlah sebuah kegiatan yang mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Pada porsinya, kegiatan ini diperlukan keterampilan yang khusus dan dilakukan dengan peuh kehati-hatian.

Hal ini dikarenakan struktur tubuh bayi yang masih begitu rentan dan tingkat sensitifitas pada bayi yang masih begitu tinggi, yang mana umumya kondisi ini menuntut seseorang yang mengurus bayi agar tidak melakukan kesalahan sedikit pun. Karena kesalahan pada penanganan akan berdampak besar terhadap si bayi itu sendiri.

Akan tetapi demikian, kondisi ini bukan berarti membuat anda melepaskan tanggung jawab anda terhadap orang lain karena anda tidak merasa percaya diri bahwa anda akan dapat melakukannya. Sebuah proses pencapaian terhadap sesuatu akan dapat digapai dengan cara banyak belajar dan berlatih.

Dengan terbiasa memperhatikan orang-orang yang telah berpengalaman dalam mengurusi buah hati anda, serta banyak mencoba melakukannya sendiri. Maka hal tersebut akan bisa anda dapatkan pada akhirnya. Sehingga kegiatan mengurusi bayi akan bisa anda lakukan seorang diri.

Selain meminta bantuan orangtua seperti ibu atau mungkin baby sitter. Banyak orangtua yang masih kebingungan pada saat anaknya dilanda sakit. Padahal kondisi sakit pada anak bayi umumnya lebih banyak disebabkan sebagai kondisi yang normal.

Akan tetapi disamping itu juga tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi bayi yang sakit banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dirasakannya. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orangtua demi menjaga kesehatan para anaknya. Simak dibawah ini yuk!

1. Jangan Pernah Tinggalkan Bayi Anda Sendirian

Masalah dan musibah selalu datang dengan tidak terduga. Kedatangannya ini, bahkan menghampiri dengan tanpa permisi. Kita tidak pernah tahu kapan masalah dan musibah dapat terjadi. Meskipun segala cara sudah kita lakukan agar terhindar dari permasalahan, akan tetapi Tuhan punya rencananya sendiri untuk menguji umatnya dengan permasalahan. Begitupun yang terjadi dengan bayi.

Hanya butuh satu detik untuk membuat hal buruk terjadi. Dengan demikian, jangan pernah tinggalkan anak bayi anda seorang diri tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa. Meninggalkan bayi seorang diri akan dapat menimbulkan bahaya yang tidak pernah terduga sebelumnya.

Kami memahami peranan seorang ibu dan isteri cukup sulit. Banyak pekerjaan dan hal yang harus anda lakukan dirumah selain terus menerus menjaga si bauh hati. Akan tetapi sebisa mungkin prioritaskan keselamatan buah hati anda dengan tidak pernah meninggalkannya seorang diri. Mintalah bantuan orang lain saat anda hendak berpaling dari si buah hati. Selain itu, jangan pernah meminta anak-anak menjadi pengawas untuk bayi anda.


2. Jangan Pernah Sepelekan Masalah Kesehatan

Sebagai orangtua, anak pasti menjadi proritas utama dibandingkan dengan hal apapun. Jadi demikian, ketika anda mendeteksi ada hal yang berbeda dengan kesehatan si buah hati, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, jangan sesekali berspekulasi atau menduga-duga segala hal yang terjadi dengan buah hati anda. Hal inilah yang paling sering menjadi penyebab molornya pengobatan atau penanganan terhadap sebuah masalah.

Pada saat si buah hati diketahui menderita sakit, lalu ada orag yang menyarankan untuk melakukan penyembuhan sendiri (home remedy), akan tetapi tetap saja penanganan penyakit yang paling tepat adalah dilakukan oleh ahlinya, untuk itu sebaiknya segera konsultasikan kondisi si buah hati pada dokter.

3. Jangan Pernah Abaikan Tangisan Bayi

Namanya juga anak-anak, wajar bila mereka mudah menangis. Beberapa pernyataan ini memang benar adanya, sebab pada umumnya anak-anak belum memiliki kemampuan untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan baik. Sehingga bila marah, bosan, kesal dan sedih umumnya anak hanya mampu mengungkapkannya dengan ekspresi yang sama yakni menangis.

Akan tetapi, pertanda lain dari menangis juga bisa mengindikasikan bahwa terjadi sesuatu dengan tubuh si anak. Apalagi saat tangisannya malah semakin menjadi, terutama saat ibu sudah memberinya makan, mengajaknya bermain atau bahkan menenangkannya. Namun tangisan pada si bayi masih tak kunjung berhenti.

Untuk itu, maka sebaiknya bawa kondisi si buah hati ke dokter. Dan telusuri penyebab apa yang membuat si bayi menangis. Bisa saja, sebelumnya si bayi bermain bersama dengan orang lain dan tanpa diketahui sesuatu telah terjadi.

4. Jangan Pernah Abaikan Ekspresi Bayi

Kondisi bayi yang masih begitu kecil memang membuatnya belum bisa berbicara. Akan tetapi kondisi ini tidak berarti membuat mereka tidak dapat mengekspresikan dirinya. Untuk itu, cobalah sesekali perhatikan ekspresi buah hati anda. Bila biasanya si kecil terlihat normal dan baik-baik saja, namun suatu waktu ekspresinya mendadak berubah, maka mungkin sesuatu terjadi dengan buah hati anda.

Selain bermanfaat untuk mendeteksi bila terjadi sesuatu dengan buah hati anda. Hal ini juga bisa menjadi bonding antara orantua dengan bayinya. Karena pada saat yang bersangkutan ada kontak mata antara anda bersama dengan si bayi.


5. Perhatikan Posisi Bayi Saat Dibawa Pergi Menggunakan Sepeda Motor

Mengajak serta si buah hati bepergian dengan menggunakan sepeda motor adalah hal yang lumrah di Indonesia. Banyak orangtua yang rela berdesak-desakan membawa serta seluruh anggota keluarganya agar muat dalam satu jok motor. Terlebih lagi , biasanya tak sedikit kita menjumpai orangtua yang menempatkan buah hatinya agar duduk dibagian depan.

Padahal mengajak anak bayi naik sepeda motor sebetulnya tidaklah aman. Bayi pada umumya masih belum bisa duduk tenang dalam kurun waktu yang lama, keseimbangan tubuhnya pun masih belum terbangun dengan sempurna. Ketika orangtua menempatkan mereka untuk dudu sendri didepan, maka bukan tidak mungkin hal ini akan membuat si bayi rentan terjatuh meskipun dijaga oleh orang dewasa.

Untuk itu, sebaiknya jangan terlebih dahulu membawa buah hati anda bepergian dengan menggunakan sepeda motor saat mereka masih bayi.

6. Jangan Pernah Bertengkar Dihadapan Bayi

Meskipun anda mengira bahwa anak bayi masih terlalu kecil untuk memahami semua percakapan orang dewasa termasuk pertengkarannya. Maka anda salah besar. Secara keseluruhan, bayi memang belum memahami apa yang anda debatkan bersama dengan pasangan. Akan tetapi, nada bicara yang naik dan suara yang keras disertai dengan tekanan pada saat pertengkaran terjadi akan membuat si kecil menjadi tidak nyaman. Bahkan hal ini akan membuat mereka ketakutan.

Bila anda seringkali bertengkar bersama dengan pasangan dihadapan si kecil, maka hormon kortisol (hormon penyebab stres) dan tekanan darah pada si kecil akan mudah meningkat. Kondisi ini akan dapat membuat si kecil menjadi terganggu dan menjadi mudah rewel. Selain itu, umumnya kondisi ini akan membuat si kecil tidak mendapatkan tidur yang nyenyak.

Dengan demikianlah sebaiknya biasakan sedari buah hati masih kecil agar pada saat anda berdebat bersama dengan pasangan tidak dilakukan dihadapan si buah hati. Bukan hanya itu, sebaiknya hindari terlalu sering bertengkar atau berdebat yang akan dapat mempengaruhi tumbuh kembang si kecil, terutama tumbuh kembang psikisnya.

7. Hindari Menakut-Nakuti Si Kecil

Pada saat melarang si kecil melakukan sesuatu, namun pada saat yang bersamaan si buah hati sulit untuk didisiplinkan. Umumnya orangtua akan melakukan segala cara agar perintahnya bisa dituruti dengan baik, termasuk dengan mankut-nakuti si buah hati agar ia enggan melakukan hal yang anda larang.

Seperti misalkan dengan mengatakan, jangan keluar rumah, nanti ada orang gila! Pernyataan ini sebenarnya bukanlah tindakan yang bijak untuk diberikan pada si kecil, sekalipun konteksnya adalah untuk mendisiplinkan mereka dengan lebih mudah.

Jika anda seringkali menakut-nakuti anak anda pada saat anda memberikan larangan, dampaknya mungkin akan anda rasakan pada saat pertama kali. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan si kecil yang mulai banyak berlajar banyak hal. Maka mungkin dampak tersebut tidak akan dirasakan terlalu lama.

Pada akhirnya hal ini akan membuat si anak tidak lagi percaya dengan semua perkataan anda padanya. Alhasil, kondisi ini pun bukan tidak mungkin membuat si anak tumbuh menjadi pribadi yang sering membohong.

Demikianlah beberapa hal yang perlu dilakukan orangtua dalam menjaga kesehatan anak-anaknya. Baik kesehatan fisiknya maupun kesehatan psikisnya. Semoga beberapa tips dan cara diatas akan dapat bermanfaat untuk anda dalam mendisiplinkan si buah hati. 

Mengatasi Perasaan Sulit Jatuh Cinta Pada Bayi

Kehadiran buah hati dalam sebuah keluarga adalah impian untuk setiap wanita yang sudah menikah dan memiliki pasangan.

Hadirnya si malaikat mungil ditengah-tengah keluarga kecil, akan tentunya melengkapi kebahagian bersama dengan pasangan. Dengan demikianlah, tidak heran bila banyak pasangan yang telah menikah akan melakukan banyak hal demi mendapatkan momongan yang sudah diimpikan selama ini.

Sayangnya, impian ini tidak selalu dapat diwujudkan dengan mudah. Bahkan pada beberapa pasangan yang telah menikah yang kurang beruntung, mereka harus diberikan tantangan dan ujian untuk menunggu sementara dan bahkan sebagian ada yang harus dengan terpaksa mengubur dalam-dalam impian memiliki buah hati dalam keluarga kecilnya karena berbagai alasan.

Untuk sebagian calon ibu yang telah diberikan keberuntungan dan kepercayaan oleh Yang Maha Kuasa untuk memiliki buah hati. Mereka akan tentu saja dibuat senang dan bahagia dengan kabar kehamilannya. Sehingga demikian, hal ini akan membuat mereka merasa senang.

Rona bahagia akan terpancar pada wajah ibu hamil yang telah menantikan kehadiran calon buah hatinya. Tak heran bila hal ini akan membuat mereka begitu mencintai dan menyayangi buah hatinya, bahkan saat si buah hati masih berada dalam kandungan sekalipun, seorang ibu akan cenderung memberikan cintanya yang tulus untuk buah hatinya.

Memberikan segala hal yang terbaik untuk buah hati adalah prioritas setiap orang tua. Memastikan bila buah hati mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan adalah hal yang akan senantiasa dilakukan hampir setiap orangtua. Hal ini dilakukannya semata-mata karena cinta dari orangtua yang begitu besar dan tak terkira untuk buah hati mereka. Besarnya kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya bahkan tergambar pada sebuah peribahasa yang menyatakan bahwa kasih ibu sepanjang masa.

Hal ini memang terjadi begitu lumrah, kasih sayang dan cinta yang besar dari seorang ibu, umumnya begitu tulus dan begitu besar. Betapa tidak, perjuangan mengandung, melahirkan sampai mengurus seorang anak bukanlah hal yang mudah. Semua kondisi ini dijalani dengan penuh tantangan dan perjuangan. Sehingga demikian, tak heran bila kasihnya akan begitu besar pada buah hatinya yang telah dengan susah payah dilahirkannya ke dunia.

mengatasi sulit jatuh cinta pada bayi

Begitupun sebaliknya, seorang bayi yang baru lahir kedunia umumnya akan sangat dekat dengan ibunya. Sebab selama dalam kandungan, ia melakukan kontak kulit, medengarkan detak jantung ibunya sampai dengan mengenal bau dan gerakan yang hanya datang dari ibunya.

Normalnya, secara alamiah hal ini yang akan membuat seorang ibu memiliki cinta yang besar dan begitu tulus terhadap bayinya.

Akan tetapi sayangnya, pada kenyataannya, ada ibu yang bahkan tidak merasakan kedekatan apalagi cinta untuk bayi yang baru dilahirkannya ke dunia. Meski ia mengalami kelahiran yang susah payah dan dihiasi dengan penuh perjuangan, pada saat mereka menyaksikan buah hatinya sudah ada dalam pangkuan mereka. Perasaan cinta dan kedekatan seperti yang telah digambarkan oleh banyak orang tidak mereka rasakan.

Bahkan perasaan aneh yang lain datang dan melihat seperti bayi yang mereka lahirkan bagaikan orang asing meski berada dalam pelukannya. Lantas, apakah hal demikian wajar? Apa yang mempengaruhi kondisi tersebut bisa terjadi sebenarnya? Nah, untuk lebih jauhnya lagi, mari kita simak pembahasan dibawah ini.


Faktor yang Mempengaruhi Sulit Jatuh Cinta Pada Bayi

Menurut seorang psikolog ada beberapa pemicu yang membuat seorang ibu merasakan perasaan yang asing kepada buah hati yang baru saja mereka lahirkan. Beberapa perasaan ini pada umumnya memunculkan ketakutan dalam benak si ibu yang membuat mereka sulit meraba perasaan sayang terhadap bayinya. Salah satu halnya bisa jadi karena si bayi mengingatkan si ibu pada seseorang yang pernah memiliki hubungan tidak baik bersama dengannya. Nah, lebih jauhnya lahi beberapa hal ini bisa anda simak.

Kondisi latar belakang kehamilan pun disinyalir dapat menjadi salah satu faktor yang memicu kondisi tersebut terjadi. Seperti misalkan sebuah kehamilan yang terjadi tanpa diharapkan atau diluar rencana bersama dengan pasangan. Atau pemicu lain bisa juga dipicu akibat perkawinan yang dijalani bersama dengan pasangan dipenuhi dengan konflik. Kondisi ini pada umumnya membebani pikiran ibu hamil, sehingga ketika timbul hal baru mereka sulit memfokuskan pikirannya pada apa yang ada dihadapan mereka, termasuk dengan lahirnya si buah hati.

Terbebani dengan masalah finansial juga bisa menjadi pemicu kondisi diatas terjadi. Pada saat anda merasa khawatir dengan ketakutan tidak mempu memenuhi kebutuhan si kecil akibat kondisi keuangan anda bersama dengan pasangan yang belum stabil, hal ini akan dapat memicu stres timbul dan membebani pikiran anda. Kondisi ini akan tentu saja menimbulkan suasana hati yang buruk dan akan mempengaruhi hubungan anda bersama dengan si bayi. Pemikiran-pemikiran buruk tentang kehidupan anda dimasa depan dan ketakutan akan masa depan si buah hati, bisa jadi menimbulkan perasaan menyalahkan si buah hati atas kelahirannya. Dengan demikian, rasa cinta dan sayang akan terhalangi dengan adanya beban pikiran tersebut.

Tipikal diri anda yang tidak mudah dekat bersama dengan anak-anak bisa jadi menjadi hal lain yang memicu kondisi sulitnya jatuh cinta terhadap buah hati sendiri. Sehingga demikian hal ini akan membuat anda merasa kesulitan mengekspresikan diri jika anda berhadapan dengan mereka. Kondisi inilah yang akan dapat mempengaruhi perasaan sayang anda terhadap si buah hati.

Perasaan sakit pada fisik akibat melahirkan. Perasaan sakit yang timbul pasca persalinan seperti halnya akibat jahitan yang belum kering dan masih menimbulkan rasa nyeri atau perasaan sakit pada puting saat menyusui akan mungkin menjadi hal yang mempengaruhi sulitnya jatuh cinta terhadap si bayi. Menurut seorang psikolog, kondisi ini akan mungkin dapat memicu perasaan kesal dan tidak nyaman yang berkepanjangan.

Faktor lain yang mungkin mengakibatkan kondisi ini terjadi adalah karena adanya anemia pospartum. Perlu diektahui, orang tua yang menderita kondisi ini memiliki kadar zat besi rendah sehingga kerap sekali merasakan pusing dan lemas. Bila kondisi ini terjadi maka mereka umumnya akan merasa kehabisan tenaga untuk mengurus serta dan melakukan pendekatan diri bersama dengan bayi mereka.


Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi perasan sulit jatuh cinta kepada bayi anda. Untuk mengatahui hal apa saja yang bisa dijalankan, maka simak dibawah ini.

Tetap Lakukan Kontak Fisik

Pada saat anda mengalami kondisi ini, sebaiknya tetaplah lakukan kontak fisik bersama dengan buah hati, baik itu menggendong, mengganti popok, mengelus si bayi pada saat tertidur dan sentuhan lainnya.

Lewat sentuhan, bayi akan dapat merasakan cinta dan perhatian dari bundanya. Bayi yang dibesarkan dengan penuh cinta, otaknya akan berkembang sehat. Ketika terjadi sentuhan pada bagian kulit, sebuah sinyal akan dikirimkan ke otak untuk memerintah sel-sel saraf di otak guna menumbuhkan dan membuat hubungan antara sel.

Selain itu, respon tak terduga yang diberikan oleh si kecil saat mereka menyadari sentuhan ini perlahan akan mulai membuat anda gemas dan ingin berada bersama dengan mereka setiap saat.

Tetap Menyusui

Hanya karena perasaan asing dan perasaan aneh lainnya yang membuat anda merasa sulit jatuh cinta dengan buah hati anda. Bukan berarti membuat anda melepaskan tanggung jawab untuk memberikan ASI pada si buah hati.

Lewat pemberian ASI secara langsung akan dapat menstimulasi hormon laktasi bunda, yakni prolaktin dan oksitosin. Hormon oksitosin membuat anda menjadi lebih perhatian, lebih tertarik untuk menyenangkan hati si buah hati, lebih peka terhadap perasaan bayi dan lebih cepat mengenal bahasa noverbal si buah hati. Ketika anda menyusi, secara otomatis anda akan memeluk, menyentuk dan melakukan kontak mata bersama dengan si buah hati. Bayi pun akan mampu merasakan cinta anda padanya.


Berikan Ruang Berkualitas Untuk Anda dan Bayi

Perasaan sulit jatuh cinta kepada si bayi bisa jadi muncul karena anda merasa bahwa bayi anda akan aman bersama dengan orangtua anda atau oranglain yang saat ini memberikan kasih sayang dan membantu anda merawat si kecil. Perasaan inilah yang akan semakin membuat anda merasa yakin bahwa apa yang anda rasakan saat ini tidak akan mempengaruhi keadaan.

Akan tetapi nyatanya tidak demikian, ikatan ibu bersama dengan bayi adalah ikatan yang seharusnya terjalin dengan kuat. Sebab saat masih kecil, ibu adalah satu-satunya orang yang selalu ada bersama dengan si kecil. Untuk mengatasi hal ini maka cobalah cari waktu berkualitas dimana anda bisa menghabiskannya bersama dengan bayi anda.

Seperti misalkan tidur berdua, hal ini akan dapat memenuhi kebutuhan rasa aman satu dengan yang lainnya. Bukan hanya itu, sebuat tatapan pada mata bayi akan membuat anda merasa terenyuh dengan kepolosannya. Selain itu, memandang secara langsung pada mata bayi akan membuat si kecil membangun memorinya tentang anda.

Segera Atasi Masalah Anda!

Apabila peyebabnya adalah konflik anda bersama dengan pasangan atau orang-orang terdekat anda seperti misalkan orangtua, mertua dan orang-orang lainnya. Maka cara terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memperbaiki masalah tersebut dan menyelesaikannya secepatnya.

Jangan sampai hanya karena masalah anda bersama dengan oranglain, membuat si kecil menjadi terlibat didalamnya. Ingatlah kembali semua perjuangan anda dalam menjaga kehamilan anda yang berlangsung tidak sebentar. Selain itu, perjuangan anda sewaktu persalinan tentu tidak dijalani dengan mudah. Hal inilah yang seharusnya mampu membangkitkan rasa sayang dan perhatian untuk si buah hati.

Masalah yang dialami bersama dengan pasangan seharusnya mampu diselesaikan secepat sebelum anda menjalani persalinan. Hal ini dimaksudkan agar ibu hamil dapat mengalihkan semua focus dan konsentrasinya pada persalinan yang dihadapinya. Beban pikiran yang besar dan stress akan membuat ibu hamil dibuat kesulitan dan semakin tertekan menghadapi persalinannya. Apalagi pada saat kelahiran, momen ini seharusnya dihadapi dengan suka cita menyambut buah hati yang telah dinanti-nantikan selama ini.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali rasa cinta dan sayang terhadap buah hati yang baru anda lahirkan kedunia. Semoga cara diatas bisa bermanfaat dan menjadi solusi untuk anda agar kasih sayang dan cinta anda kepada si buah hati bisa diberikan dengan tulus seperti kebanyakan ibu pada umumnya. Sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya dan semoga bermanfaat!

Tips Buat Anak Bayi Tertawa Terbahak-Bahak

Lucu dan menggemaskan, itulah beberapa kata yang cukup tepat untuk menggambarkan betapa lugunya sosok seorang bayi.

Semua tingkah lucu dan hal yang menggemaskan dari seorang bayi kerap menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang, terutama kedua orang tuanya. Bayi yang masih begitu kecil mungkin belum mampu melakukan beberapa respon terhadap rangsangan yang diberikan. Akan tetapi pada beberapa bayi yang sudah mulai betumbuh lebih besar dan mulai memiliki kemampuan untuk berinteraksi, mereka akan mulai menampakan perilaku-perilaku yang tak jarang mengundang rasa gemas orang lain untuk kembali bermain bersama dengan mereka.

Ada banyak reaksi yang diberikan oleh seorang bayi yang masih begitu kecil ketika menanggapi sebuah rangsangan yang diberikan oleh orang lain, diantaranya adalah sedih, gembira atau bahkan sampai tertawa terbahak-bahak. Dari beberapa ekspresi ini, tertawa adalah salah satu ekspresi yang paling menakjubkan dan menarik pada seorang bayi. Selain itu, ekspresi ini seolah menggambarkan bahwa si bayi merasa senang dan tubuhnya dalam keadaan baik-baik saja tanpa adanya gangguan pada si buah hati.

Dengan demikianlah tak heran bila banyak orang yang senang untuk bermain dengan si bayi dan senantiasa melakukan apa saja untuk membuat bayi mereka bisa tertawa dan ceria. Dan tahukah anda, tertawa adalah sebuah kegiatan yang menyehatkan dan hal ini baik untuk tubuh. Selain itu, rupanya manfaat baik ini juga bisa berlaku untuk si bayi.

Ketika si bayi tertawa, hal ini tentu saja akan menyejukan hati kedua orangtuanya. Bayi yang tertawa dengan riang akan tentu saja menggembirakan kita yang melihatnnya. Dengan begini rasanya lelah pun tak ada artinya dan sedih pun bisa sirna saat melihat si buah hati dapat tertawa dengan lepas hanya karena hal-hal sepele yang baik secara sengaja dilakukan maupun yang tidak sengaja.

Sayangnya, tertawa riang dan gembira ini umumnya terjadi dalam waktu yang tidak terduga, sehingga demikian umumya cukup sulit untuk membuat si kecil bisa dibuat tertawa seperti pada saat anda pernah melakukannya dengan tidak sengaja.

tips membuat bayi terbahak bahak

Bahkan terkadang meski kita sudah berusaha mati-matian untuk membuat si kecil bisa tertawa dengan lepas. Namun kenyataannya, respon yang diberikan biasa saja dan bahkan si kecil acuh begitu saja. Hal ini seringkali mengundang rasa penasaran kita sebagai orang tua untuk mencari cara agar si buah hatinya bisa tertawa dengan riang dan gembira.

Nah, bila sudah begini maka mungkin bisa jadi anak anda mengalami stres. Bukan hanya pada orang dewasa, stres juga bisa dialami pada bayi sekalipun.

Tidak seperti orang dewasa yang sedang stres, anak bayi belum dibekali kemampuan untuk mengelola emosinya. Sehingga ia akan membutuhkan bantuan orang dewasa untuk melakukan hal tersebut.

Dengan tertawa, rasa stres yang dialami pada si buah hati akan dapat berkurang dan saat bayi tertawa, hal ini sama dengan seperti ia berolahraga.

Nah, untuk anda yang saat ini penasaran mencari-cari cara agar buah hatinya bisa tertawa dengan lepas untuk membantunya mengelola emosinya saat ini, maka beberapa tips dibawah ini akan dapat bermanfaat untuk anda.


1. Ciluk...ba!

Cara yang pertama untuk membuat si buah hati dapat tertawa dengan lepas yang dapat dicoba adalah dengan melakukan ciluk..ba. Candaan yang satu ini telah sejak lama menjadi guyonan untuk menghibur bayi.

Untuk dapat melakukan hal ini anda cukup meletakan kedua telapak tangan diwajah dan usahakan untuk menutupi seluruh bagian wajah dengan jari-jari dan telapak tangan anda. Pada saat dibuka dengan sedikit mengejutkan baru katakan "ciluk..." tahan beberapa detik dan katakan "Ba" sambil memberikan ekspresi.

Salah satu metode ini akan mungkin membuat si bayi tertawa karena perasaan kaget dan juga melihat ekspresi anda yang dianggapnya lucu. Anda bisa melakukan metode ini sambil menidurkan bayi diatas kasur atau diatas pangkuan dan lakukan hal ini pada saat perhatian bayi anda terfokus pada anda.

2. Meniup Tubuh Si Bayi

Metode lain yang dapat dilakukan untuk membuat si bayi tertawa terbahak-bahak adalah dengan meniup tubuh si bayi. Cara ini bisa dilakukan dengan menempelkan mulut anda pada tubuhnya dan bergerak-gerak untuk menimbulkan bunyi-bunyia dan rasa geli pada si kecil.

Meniup tubuh si bayi akan mungkin membuatnya tertawa hal ini dikarenakan bunyi lucu dan perasaan geli dari mulut ada yang menempel pada tubuhnya yang halus akan membuat si bayi geli dan tertawa. Adapun bagian tubuh yang bisa menimbulkan geli pada si kecil diantaranya adalah perut, tangan atau bagian telapak kakinya.

Pada saat melakukan cara yang satu ini sebaiknya pastikan bila tubuh anda dalam keadaan bersih terutama tangan anda. Sebab biasaya si kecil yang kegirangan akan membuka mulutnya dan bila tidak dijaga kotoran yang ada dibagian tangan akan mungkin masuk kedalam mulutnya.


3. "Memakan" Jemari

Bayi sangat senang saat orangtua mereka berpura-pura menghisap jari-jarinya. Lakukan cara ini dengan perlahan dan ubahlah mimik wajah anda seolah-olah anda sedang menikmati sepotong ayam bakar lezat sambil mengemut tangannya yang kecil.

Selain itu, agar hal ini menjadi lebih seru anda pun bisa menambahkan suara atau bunyi-bunyian yang lucu seperti halnya "nyam..nyam..nyam.." atau bunyi lain seperti anda sedang menikmati santapan yang lezat.

Hal ini akan membuat bayi tertawa sebab rasa geli dari gerakan tangan anda dan ekspresi lucu yang anda berikan. Akan tetapi saat melakukan ini sebaiknya pastikan bila anda mencuci tangan anda hingga bersih agar kebersihan si buah hati tetap terjaga dengan baik.

4. Gelembung Terbang

Permainan yang satu ini dapat dilakukan di kamar mandi. Namun pastikan keselamatan si buah hati terjaga dengan baik, yakni dengan memilih jenis sabun yang aman dan peralatan mandi yang tidak licin. Untuk melakukan hal ini anda bisa mengajak si buah hati pada saat memandikan merka baik di sore hari maupun pada saat pagi hari.

Caranya, gunakan sabun bayi atau shampo bayi yang aman dan tidak pedih dimata. Gosok-gosokan sabun pada bagian tangan dan tiup dari jarak yang tidak terlampau dekat dari si buah hati sehingga pecahan gelembung tidak akan mengenai matanya yang akan mampu menimbulkan perasaan sakit atau pedih dimata.

Kegiatan bermain sabun dan air adalah kegiatan umum yang disukai oleh hampir setiap anak. Dengan demikian cara ini akan lebih mungkin membuat mereka tertawa karena media bermainnya sudah terlebih dahulu mereka sukai.

5. Semua Sayang

Bayi akan sangat senang bila mereka dikelilingi oleh orang-orang yang mereka kenali dan mereka senangi, terutama anggota keuarganya, seperti halnya kakak, ayahnya, kakek, neneknya atau bahkan ibunya. Untuk itulah, minta mereka untuk menyapa secara bergantian si buah hati dengan sedikit menggodanya.

Akan tetapi sebaiknya pastikan bila suara yang ditimbulkan dari orang-orang yang menyapa si kecil tidak terlalu ramai dan berebutan yang akan membuat si kecil merasa kaget dan bahkan ketakutan. Anda bisa melakukan hal ini dengan mengelilingkan si kecil kepada semua orang yang akan menyapanya. Dengan begini, putaran yang menyenangkan serta ekspresi yang berbeda-beda dari masing-masing orang yang memberikan sapaan pada si kecil akan membuatnya tertawa geli.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dan dicoba oleh anda yang ingin membuat si kecil tertawa terbahak-bahak. Semoga bermanfaat!

Tips Memilih Gendongan Bayi yang Aman dan Nyaman

Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya.

Betap tidak, buah hati kecil yang baru saja mereka lahirkan ke dunia adalah hasil dari kerja keras dan perjuangan yang besar yang tentunya semua hal tersebut tidak mudah untuk dilalui begitu saja. Perjalanan panjang mengandung bayi dan akhirya tiba saatnya dihadapkan pada persalinan adalah serangkaian hal yang dilalui dengan penuh dengan perjuangan.

Sehingga tak heran, ketika si malaikat kecil yang telah dinanti-nanti lahir ke dunia, para ibu akan senantiasa melakukan segala hal demi menjaga agar buah hatinya senantiasa mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Tak tanggung-tanggung, untuk memenuhi kebutuhan para bayinya, seorang ibu tak akan segan untuk memilih dengan selektif dan mengeluarkan biaya yang tak sedikit agar apa yang dibutuhkan bayi bermanfaat dengan baik untuknya.

Sebelum bayi mereka lahir ke duniapun, seorang ibu akan dengan senang hati mempersiapkan segala keperluannya dengan baik. Mulai dari menata kamar tidurnya, mempersiapkan mainannya sampai dengan mempersiapkan semua pakaian dan aksesoris lucu untuk calon buah hati mereka. Sehingga demikian, tidak heran bila pada saat bayi mereka sudah lahir ke dunia, segala hal akan dilakukan untuk buah tercintanya.

Ada cukup banyak keperluan dan perlengkapan bayi pada saat mereka sudah mulai beranjak lebih besar. Tidak seperti pada usia baru lahir, dimana seorang bayi tidak membutuhkan terlalu banyak perlengkapan. Saat mereka sudah mulai besar dan memasuki tahapan golden age atau periode emas hingga usinya semakin besar, seorang bayi membutuhkan banyak hal guna menunjang segala hal dalam hidupnya.

Bukan hanya pakaian dan popok saja yang akan ibu butuhkan, saat si anak sudah mulai berinteraksi dengan dunia sekelilingnya, beberapa perlengkapan dibutuhkan untuk mendukung si bayi dalam mengenal dan belajar banyak hal yang ada di sekelilingnya. Seperti halnya mainan bayi yang mana perlengkapan ini akan membantu stimulasi anak agar responsif terhadap rangsangan yang diberikan. Dengan begini, adanya mainan akan berguna untuk mengasah kecerdasan si anak.

tips memilih gendongan bayi

Nah, selain beberapa hal diatas hal lain yang juga penting untuk para ibu yang memiliki bayi atau anak-anak yang masih kecil dirumahnya adalah adanya gendongan. Peranan peralatan ini bisa begitu penting untuk seorang ibu. Apalagi, untuk ibu yang seringkali bepergian membawa serta buah hatinya.

Gendongan bayi sebenarnya adalah sebuah temuan yang brilian. Betapa tidak, akan apa jadinya bila semua orang yang memiliki bayi didunia ini tidak memiliki gendongan. Anda mungkin akan menjadi salah satu orang yang harus dibuat kesulitan menggendong buah hati anda tanpa menggunakan alat bantu. Selain itu, tubuh si bayi yang akan terus mengalami perkembangan, tentu akan membuat siapa saja merasa lelah dan pegal tatkala kegiatan menggendong menjadi giliran anda.


Hal ini mungkin akan membuat para ibu jarang membawa serta buah hati mereka pergi jalan-jalan ke mall sampai si buah hati mampu berjalan sendiri. Sebab menggendong bayi tanpa gendongan tentu akan menjadi kegiatan yang melelahkan dan bila rupanya anda harus menunggu pergi ke mall sampai si buah hati bisa berjalan, maka berapa lama lagi waktu yang harus anda tunggu untuk mewujudkan impian anda membawa serta si buah hati ke tempat-tempat yang ingin anda kunjungi bersama dengannya?

Nah, jika para ibu jaman dahulu seringkali menggendong bayi mereka dengan menggunakan selendang atau samping batik, saat ini sudah ada begitu banyak inovasi dari gendongan bayi dengan beragam macam bentuk, motif maupun warnanya yang bervariasi.

Kegiatan menggendong bayi memang tampaknya seperti hal yang mudah. Akan tetapi, hal ini tidaklah bisa dilakukan dengan sembarang. Sebab tulang-tulang pada tubuh bayi masih begitu lunak. Salah-salah, cara menggendong bayi yang keliru akan berakibat tidak bayi terhadap perkembangan fisik mereka dikemudian hari.

Untuk itulah, selain memperhatikan metode menggendong bayi, bagi anda yang ingin menggunakan alat gendongan bayi, sebaiknya selektiflah memilih alat gendongan tersebut. Sebab tidak semua gendongan bayi baik untuk buah hati anda.

Nah, berikut ini adalah tips memilih gendongan bayi yang aman dan nyaman beserta dengan plus dan minusnya.

Gendongan Selendang

Gendongan yang satu ini telah sejak lama menjadi favorit para ibu sejak jaman dahulu. Gendongan yang biasanya terbuat dari kain dengan motif batik dan digunakan dengan mengaitkan selendang dileher untuk menyelimuti bayi ini telah menjadi gendongan yang cukup lagendaris.

Gendongan yang satu ini cocok untuk menggendong bayi baru lahir hingga usianya mencapai 2 tahun. Selain itu, gendongan yang satu ini terbilang paling nyaman untuk dikenakan dirumah, namun tidak ada salahnya juga bila dikenakan untuk bepergian.

Meskipun tergolong kedalam gendongan yang tipis, akan tetapi jenis gendongan yang satu ini tetap nyaman digunakan untuk bayi. Selain itu, kini selendang jenis ini tampil dalam beragam motif yang bisa anda seusaikan dengan selera anda.

  • Nilai Plus

Selendang jenis ini mudah dikenakan karena hanya perlu disimpulkan dibagian pundak saja. Selain itu, bentuknya yang tipis membuat anda lebih mudah membawanya kemana-mana. Kain ini pun mudah dicuci dan perawatannya tidak terlalu rumit.

  • Nilai Minus

Bebannya hanya bertumpu pada satu pundak saja, sehingga anda akan mudah lelah dan pegal akibat beban tidak menyebar secara merata.


Ransel Gendong

Gendongan jenis ini adalah salah satu jenis gendongan yang menyerupai ransel. Gendongan jenis ini akan terasa nyaman baik untuk ibu maupun untuk ayah saat menggendong buah hatinya.

Dengan menggunakan gendongan ini, anda bisa menggendong si bayi menghadap ke depan atau ke belakang. Sehingga demikian si buah hati bisa mengeksplor apa yang ada disekelilingnya dengan mudah.

  • Nilai Plus

Dengan menggunakan gendongan ini, baik anda dan suami akan merasa nyaman karena beban menyebar merata ke beberapa bagian sehingga anda tidak akan mudah merasa pegal atau lelah.

  • Nilai Minus

Gendongan ini sebaiknya tidak digunakan untuk bayi baru lahir karena akan membuat mereka merasa tidak nyaman. Selain itu, dibutuhkan keterampilan khusus pada saat memasukkan si bayi kedalam gendongan ini dan hal ini tidak dapat dilakukan dengan tergesa.

Baby Sling

Bentuk gendongan yang umumnya terbuat dari bahan katun ini, dapat digunakan untuk menggendong bayi dalam berbagai posisi sesuai dengan usia. Bentuknya mirip dengan cukin selendang jaman dulu, dimana anda dapat menempatkan di bayi disamping atau didepan tubuh anda sehingga berat badannya ditopang oleh salah satu bagian bahu.

Alat gendong yang satu ini pun cocok digunakan untuk menggendong bayi yang baru lahir yang belum dapat menyangga kepalanya sendiri.

  • Nilai Plus

Dengan menggunakan gendongan ini anda akan dapat memasukkan bayi yang sedang tidur pulas kedalamnya, tanpa membuat si bayi terbangun.

  • Nilai Minus

Anda mungkin akan merasakan cepat pegal dengan kondisi ini jika menggendong bayi dalam waktu yang lama. Selain itu, bila simpul pada gendongan tidak diikat dengan kuat, tekstur kain yang licin pada gendongan akan mungkin berbahaya.

Demikian, semoga artikel mengenai tips memilih gendongan bayi diatas bisa bermanfaat untuk anda.  

Perawatan Rambut Keriting Pada Bayi

Rambut adalah mahkota bagi perempuan, ungkapan tersebut sepertinya tidak hanya berlaku untuk perempuan. Kini laki-laki sangat memperhatikan perawatan rambut. Rambut yang sehat selain indah di pandang dapat menjadi pertanda kecukupan nutrisi pada tubuh. Begitu juga dengan rambut anak anda, bagi anda yang menginginkan rambut anak anda sehat maka lakukan perawatan sedini mungkin.

Continue Reading

Tanda-Tanda Lapar Palsu Pada Bayi

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dilakukan pada saat bayi berusia 6 bulan. Pemberian MPASI pada usia 6 bulan disarankan karena selain pencernaan bayi yang sudah sempurna, bayi bertahap mengenal tekstur dan rasa yang berbeda dari variasi makanan. Makanan Pendamping ASI (MPASI) rumahan adalah MPASI yang anda buat di rumah dengan menu yang berbeda pada bayi. Ini sangat disarankan selain tanpa bahan kimia juga dapat menjaga bahan makanan pilihan untuk menu makanan bayi.

Continue Reading

Bayi Juga Butuh Waktu Sendiri

Me time atau waktu untuk sendiri tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja akan tetapi untuk bayi sekalipun membutuhkan waktu untuk sendiri. Waktu sendiri untuk bayi bukan berarti meninggalkannya tanpa pengawasan anda, atau anda membiarkan hingga bayi anda menangis. Lantas seperti apa pengertian waktu sendiri untuk bayi dan bagaimana cara yang tepat memberikan waktu sendiri untuk bayi?

Continue Reading

Mengapa Bayi Sering Ngeces?

Mitos yang berkembang di masyarakat bahwa bayi yang sering ngeces disebabkan karena ngidam yang tidak kesampaian. Betulkah ngeces karena faktor ibu hamil yang ngidam dan tidak kesampaian? Tidak ada hubungan sama sekali antara keinginan ibu hamil dengan bayi yang sering ngeces. Ngeces pada bayi adalah kondisi normal.

Continue Reading

Tips Ajari Bayi Senyum

Tumbuh kembang bayi yang optimal berasal dari stimulasi yang tepat sesuai dengan usia bayi. Sehingga memperhatikan usia dan memberikan stimulasi dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan secara optimal dan juga dapat mendeteksi kelainan yang terjadi pada anak secara dini. Anda dapat memberikan stimulasi dengan cara yang menyenangkan. Pemberian stimulasi dapat membuat perkembangan bayi anda lebih baik sehingga bagi anda temukan stimulasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan bayi anda.

Continue Reading

Tips Menghilangkan Bau Ompol di Kamar Si Kecil

Usia bayi yang semakin bertambah pastinya sangat menggemaskan. Bayi anda sudah tumbuh menjadi batita yang sedang belajar duduk, belajar merangkak dan belajar berjalan. Perubahan ini tentu saja sangat membanggakan bagi anda. Namun, masih ada beberapa kebiasaan anak anda yang membuat anda harus tetap mengarahkan sehingga berhenti dikebiasaan jeleknya. Ya, salah satunya adalah ngompol.

Continue Reading

Stimulasi Bagi Bayi yang Belum Bisa Merangkak

Pada umumnya memasuki usia 6 bulan,ketika bayi anda tengkurap maka dia mampu mengangkat beban tubuhnya. Ini merupakan cikal bakal kemampuan bayi anda untuk merangkak. Meskipun demikian tidak semua bayi pada usia yang sama memiliki kemampuan merangkak, mungkin saja bayi anda sebelum usia 6 bulan atau mungkin diatas 6 bulan. Nah, pada usia yang terlambatlah seringkali ibu sering cemas dan bertanya-tanya, apakah keterlambatan merangkak merupakan tanda gangguan perkembangan pada anak?

Continue Reading

Mengetahui Kapan Bayi Bisa Tengkurap Sendiri

Terperanga dengan decak kagum. Begitulah kira-kira ekpresi para orangtua ketika mendapati bayi mungilnya sudah dapat menengkurapkan tubuhnya sendiri. Banyak para orangtua yang menantikan saat-saat dimana bayinya bisa terngkurap, sebab mereka beranggapan bahwa bayinya telah memiliki suatu kepandaian baru.

Continue Reading

Masalah yang Akan Bunda Hadapi Saat Menyapih Buah Hati

Memberikan ASI pada si kecil memang amat dianjurkan oleh para ahli. Selain memang kandungan ASI yang baik untuk kekebalan tubuh si buah hati, beberapa pengamat menjelaskan proses menyusui merupakan moment yang dapat mengeratkan hubungan tali kasih ibu dengan buah hatinya. Namun jika si buah hati telah beranjak besar kira-kira di usia dua tahun, sudah saatnya si buah hati berhenti menyusu pada bundanya. Sebab pemberian ASI yang terlalu lama juga tidak akan baik untuk si buah hati. Dengan demikian jika buah hati bunda telah berusia dua tahun, maka sudah waktunya bunda melepaskan ASI dari si kecil.

Continue Reading

Loading...

Populer di Dunia Bayi

1500+ Rangkaian Nama-Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern

Mendapatkan kehamilan memang merupakan salah satu berkah yang luar biasa yang di berikan…

Nama-Nama Bayi Perempuan Islami

Nama adalah doa dan nama juga bisa menjadi pengharapan orang tua kepada anak. Oleh karena…

Cara Ampuh Menaikan Berat Badan Bayi

Pada umumnya bayi dilahirkan dengan berat badan dan ciri yang berbeda satu sama lainnya,…
Default Image

Bayi Muntah Setelah Diberi ASI

sumber : KuliahBidan Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh…
Default Image

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Setiap bayi akan memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda-beda, namun biasanya awal di…

Follow us