data-ad-format="auto"

Bolehkah Ibu Hamil

Kehamilan yang dijaga dengan baik dan penuh kehati-hatian akan menunjang kelahiran buah hati yang sehat dan berkualitas. Itulah pentingnya menggali informasi tentang bagaimana merawat dan menjaga kehamilan anda agar selalu terjaga dengan baik. Simak jawabannya tentang bolehkah ibu hamil menyantap dan melakukan beberapa hal selama masa kehamilannya disini. 

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan | Manfaat & Bahaya

Siapa yang tidak tergoda dengan lezat dan juga nikmatnya jenis makanan yang satu ini. Jeroan memang menjadi jenis makanan primadona bagi setiap orang dan memang sering kita temui di warung-warung makan lesehan. Seperti yang kita tahu bahwa jeroan merupakan salah satu jenis makanan yang berasal dari bagian dalam hewan yang sudah disembelih mulai dari usus, hati, ampela, otak, jantung dan sebagainya.

Jeroan menjadi bahan makanan yang sering dimanfaatkan sebagai campuran makanan ataupun lauk pauk yang kita masak sebagai pendamping nasi. Tidak sedikit juga yang mengolah jeroan sebagai cemilan yang disantap saat bersantai. Sebagian besar orang tentunya tidak bisa menolak dengan menu makanan ini. Bahkan ada beberapa orang yang maniak terhadap menu makanan yang satu ini. Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa mengonsumsi jeroan dalam porsi yang cukup banyak dapat meningkatkan penumpukan lemak pada tubuh yang menjadi satu gejala munculnya penyakit kolesterol.

Jeroan memang sangat enak dan juga lezat untuk dimasak. Namun, beberapa daerah banyak yang melarang untuk mengonsumsi jeroan disebabkan berbagai faktor yang membahayakan kesehatan tubuh manusia, terutama bagi ibu hamil. Sebagian pendapat yang lain menyatakan bahwa jeroan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Lantas, bolehkah ibu hamil mengonsumsi jeroan? Apa manfaat yang didapatkan ibu hamil serta bahaya yang akan timbul nantinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentunya kami sajikan beberapa alasan boleh atau tidaknya ibu hamil makan jeroan. Baca juga: Inilah Tips Melakukan Perjalanan Bagi Anda Saat Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jeroan

Terlepas dari boleh atau tidaknya mengonsumsi jeroan selama kehamilan. Tentunya, ini menjadi rambu-rambu bagi ibu hamil dan berkaitan dengan kepercayaan dari masing-masing individu. Sebagian besar pendapat mengatakan bahwa jeroan tidak berbahaya dan boleh dikonsumsi dalam batas yang wajah. Sedangkan sebagian yang lain sangat melarang ibu hamil untuk mengonsumsi jeroan dan memang benar-benar harus dihindari sebisa mungkin.

Kedua pendapat tersebut tentunya sangat berkaitan dengan tidak ada pantangan bagi ibu hamil dalam mengonsumsi jenis makanan tertentu. Tentunya, dibutuhkan tips-tips khusus yang harus dilakukan ketika memasak jeroan. Meskipun sebagian besar jeroan dianggap sebagai sampah dan memang tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, bagi sebagian yang lain jeroan dianggap sebagai makanan primadona. Lihat juga: 12 Kebiasaan Buruk Pada Saat Menstruasi Yang Harus Anda Hindari

Jeroan memang mengandung beberapa vitamin dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan tubuh. Bagian tubuh dalam dari hewan tentunya memiliki berbagai nutrisi dan gizi yang akan kita dapatkan nantinya. Nutrisi dan juga gizi yang terkandung di dalam jeroan diantaranya:

  1. Lemak

Lemak memang menjadi salah satu kandungan yang ada pada jeroan. Lemak memang sangat mendominasi akan kandungan pada jeroan. Seperti pada ati ayam yang mengandung 1 gram lemak dan tidak memiliki karbohidrat sama sekali.

  1. Protein

Protein memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai produksi energi dan juga menguatkan sel jaringan serta otot pada tubuh. Tubuh tentunya membutuhkan 8 gram protein dan memang menjadi asupan yang penting bagi tubuh manusia. Jeroan setidaknya mengandung protein seperti pada ampela ati yang mengandung 30,39 gram dalam mendukung protein bagi tubuh Anda.

  1. Karbohidrat

Ternyata, jeroan hewan mengandung karbohidrat, namun jumlahnya sangat sedikit atau beberapa jeroan tidak mengandung karbohidrat sama sekali.

  1. Fosfor

Dalam jeroan mengandung fosfor yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Dalam 100 gram usus sapi setidaknya mengandung 72 gram fosfor. Kandungan ini tentunya memiliki manfaat untuk menjaga pertumbuhan tulang dan juga gigi. Selain itu, fosfor juga membantu tubuh dalam memecah karbohidrat dan juga lemak sehingga memperbaiki sel otot dan juga jaringan.

  1. Vitamin A

Kandungan vitamin A yang terdapat pad jeroan tentunya menjadi hal yang wajib dipertimbangkan dalam mengonsumsi jeroan. Pada ati daging sapi muda memiliki kandungan vitamin A lebih dari 60 ribu per ons. Sedangkan pada ati sapi dewasa mengandung setidaknya 26,957 IU vitamin A. Akan tetapi, Anda harus mempertimbangkan asupan vitamin A yang ada pada jeroan sapi. Jangan sampai terlalu banyak ketika mengonsumsi jeroan.

  1. Vitamin B12 dan B5

Selain vitamin A, jeroan juga mengandung vitamin B5 dan juga B12 yang tentunya mendukung sistem metabolisme dalam tubuh. Kedua vitamin tersebut tentunya dapat membantu makanan menjadi energi. Selain itu, vitamin dapat berperan aktif dalam memproduksi hormon di dalam tubuh.

  1. Zat besi

Setidaknya jeroan mengandung zat besi yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Pada ati ampela terdapat 4 mg zat besi dan juga 4,42 mg zinc. Pada pria kandungan zat besi yang dibutuhkan ialah sekitar 8 mg dan 11 mg zinc, sedangkan pada wanita dibutuhkan 16 mg zat besi dan 8 mg zinc. Angka tersebut tentunya menjadi sebuah patokan bagi Anda dalam mengonsumsi jeroan.

  1. Magnesium

Jeroan hewan juga ternyata mengandung magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh dalam mempertahankan saraf tubuh, tulang dan juga otot pada tubuh. Selain itu, magnesium sangat penting dalam mempertahankan detak jantung yang normal.

  1. Kalium

Selain magnesium, jeroan hewan juga mengandung kalium yang menjaga detak jantung tetap stabil. Kalium tentunya sangat bermanfaat bagi kesehatan tulang, stroke, otak dan juga ginjal serta menstabilkan tekanan darah. Seseorang yang tercukupi kebutuhan kaliumnya tentunya mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

  1. Asam folat dan omega

Otak sapi mengandung DHA dan juga omega-3 yang memang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk mendorong fungsi otak agar berfungsi dengan baik. Selain itu, omega-3 dibutuhkan oleh tubuh dalam merangsang kinerja otak dengan baik.

  1. Selenium dan tembaga

Selenium dan juga tembaga memang menjadi sumber yang berperan baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, selenium berfungsi untuk memelihara jaringan tubuh agar tetap sehat dan juga mencegah terjadinya kerusakan pada organ tubuh akibat radikal bebas.

Seperti halnya selenium, tembaga juga memiliki peranan yang cukup besar dalam menjaga fungsi dan juga sistem kekebalan tubuh dengan optimal. Pada otak sapi terdapat 324 microgram tembaga dan juga 24 microgram selenium. Kedua angka tersebut memang sangat direkomendasikan dalam menjaga asupan gizi dan juga nutrisi pada tubuh.

Jeroan Untuk Ibu Hamil

Setelah kita mengetahui akan kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada jeroan. Tentunya, ini menjadi sebauh bukti bahwa ibu hamil memang diperbolehkan untuk mengonsumsi jeroan. Namun, hal yang perlu Anda ingat bahwa kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada jeroan tidak boleh berlebihan. Anda harus membatasi konsumsi jeroan hewan sebaik dan sebisa mungkin.

Rasa lezat dan juga gurih yang ada pada jeroan tentunya membuat ibu hamil memang sangat sulit untuk menghindarinya. Sebaiknya, ibu hamil mengonsumsi jeroan berupa ati ayam, usus, ginjal, ampela dan juga otak sapi. Karena beberapa sumber makanan tersebut memang memiliki kandungan gizi dan juga nutrisi yang memang dibutuhkan oleh ibu hamil seperti zat besi, vitamin A dan juga vitamin B.

Beberapa vitamin tersebut tentunya dapat mencegah seseorang dari terkena gejala anemia. Penyakit anemia pada saat sedang hamil memang harus dihindari karena akan berdampak tidak baik bagi kesehatan ibu hamil. Mereka akan cenderung lemas dan juga tidak bergairah karena sistem kekebalan tubuh menjadi sangat berkurang.

Manfaat Jeroan Bagi Ibu Hamil

Mengonsumsi jeroan bagi ibu hamil memang tidak dilarang selama dalam batas wajar. Namun, jika dikonsumsi melebihi takaran dan juga porsi yang berlebih justru akan mengundang bahaya bagi Anda. Beberapa dokter menjelaskan manfaat yang dapat diambil dari konsumsi jeroan yang satu ini bagi ibu hamil,diantaranya:

Mendukung pembentukan otak janin

Perkembangan otak janin memang menjadi hal yang diinginkan oleh setiap ibu hamil. Otak janin yang berkembang tentunya tergantung dari asupan makanan, gizi dan juga nutrisi dari seorang ibu hamil. Jika asupan gizi dan juga nutrisi kurang, maka janin akan mengalami perkembangan otak yang lambat. Maka dari, untuk meningkatkan perkembangan otak janin, sebaiknya ibu mengonsumsi jeroan berupa ati ayam. Kandungan asam folat yang ada pada ati ayam tentunya sangat mendukung dalam pembentukan sel otak janin sehingga si kecil akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Memenuhi kebutuhan protein harian

Kandungan protein yang terdapat dalam jeroan hewan seperti ginjal, babat, lidah dan juga jantung  memiliki kadar yang cukup tinggi. Jeroan dengan kandungan protein yang banyak tentunya dapat membantu seorang ibu dalam memenuhi kebutuhan protein harian tanpa kadar lemak yang cukup banyak.

Membantu pembentukan sel darah merah

Ketika seorang wanita tengah hamil tentunya membutuhkan asupan sel darah merah yang cukup. Pasalnya, sel darah merah pada ibu hamil dibagi menjadi dua dengan janin. Maka dari itu, dengan mengonsumsi jeroan seorang ibu akan terhindar dari kekurangan sel darah merah. Jeroan berupa ati ampela dan juga jantung dipercaya dapat meningkatkan kadar sel darah merah pada tubuh ibu hamil.

Memenuhi kebutuhan mineral, protein dan juga vitamin

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa jeroan mengandung setidaknya vitamun A, B5, B12 dan juga E. Pada 100 gram ati ayam tentunya mengandung lebih dari 40% kebutuhan protein dan juga 50% kebutuhan zat besi pada kebutuhan harian ibu hamil. Oleh karena itu, Anda sebagai ibu hamil dianjurkan untuk lebih mengonsumsi ati ayam dibandingkan dengan jeroan yang lainnya.

Risiko Mengonsumsi Jeroan Bagi Ibu Hamil

Mengonsumsi jeroan dalam jumlah yang banyak tentunya menjadi hal yang tidak boleh dilakukan bagi ibu hamil. Pasalnya, jeroan memang mengandung lemak yang cukup banyak jika dibandingkan dengan vitaminnya. Terlalu banyak mengonsumsi jeroan tentunya dapat menghambat pertumbuhan janin dan juga mengancam kesehatan kehamilan.

Meskipun memiliki manfaat yang cukup banyak dari jeroan, tentunya jeroan memiliki risiko dan juga bahayanya jika dikonsumsi secara berlebihan. Tidak hanya untuk ibu hamil, jeroan memang memiliki bahaya yang cukup serius bagi kesehatan tubuh manusia. Orang yang sering mengonsumsi jeroan tentunya memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan orang yang jarang mengonsumsi.

Berikut beberapa risiko dan juga bahaya yang akan dialami oleh ibu hamil jika mengonsumsi jeroan terlalu banyak dan juga berlebihan, diantaranya:

  1. Menimbulkan alergi berupa gatal-gatal yang berkepanjangan
  2. Mengakibatkan sakit pinggang yang hebat
  3. Menghambat pertumbuhan janin dengan cepat
  4. Mengancam kesehatan ibu selama kehamilan
  5. Peningkatan berat badan yang drastis bahkan berisiko obesitas
  6. Meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh
  7. Meningkatkan asam urat pada tubuh manusia

Menjaga pola makan dan juga asupan makanan serta nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh saat hamil memang menjadi kewajiban bagi Anda. Membatasi porsi dalam mengonsumsi jeroan memang perlu dipertimbangkan bagi Anda. Itulah beberapa fakta mengenai bolehkah ibu hamil makan jeroan. Semoga bermanfaat!

 

Bolehkah Ibu Hamil Minum Yogurt

Seorang ibu hamil tentu membutuhkan gizi dan nutrisi untuk janin yang dikandungnya. Menjaga asupan makanan yang bergizi tentu menjadi keharusan bagi setiap ibu hamil. Nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil tentu bersumber dari makanan dan minuman yang memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Ibu hamil harus menambah porsi makanan dan minuman dari biasanya karena tengah mengandung janin yang membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, tidak semua makanan dan minuman baik untuk ibu hamil. Terdapat beberapa makanan dan minuman yang justru berdampak negatif bagi kelangsungan pertumbuhan janin.  Tentu, janin didalam rahim Anda perlu dijaga baik dari asupan makanan dan minuman atau gaya hidup Anda karena hal ini akan berdampak pada perkembangan janin.

Dengan mengetahui makanan dan minuman yang baik dan tidak baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil tentu sangat dianjurkan. Terlebih saat ini tersebar mitos mengenai makanan dan minuman yang dilarang oleh ibu hamil. Tentu saja, kondisi ini membuat seorang ibu hamil menjadi khawatir dan terkadang mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi makanan dan minuman tersebut. Padahal, jenis makanan dan minuman itu ternyata sangat baik untuk janin didalam rahim Anda.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Yogurt

Untuk itu mencari informasi dan sumber yang jelas mengenai makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi adalah sebuah jalan yang sangat dianjurkan untuk Anda. Sekarang ini beredar kabar mengenai makanan dan minuman yang mengandung zat yang berbahaya bagi ibu hamil karena terdapat makanan dan minuman cepat saji yang saat ini marak dipasaran.

Seperti halnya dilema dalam mengonsumsi minuman yogurt. Sebagian berpendapat bahwa meminum yogurt tidaklah baik, namun bagi sebagian yang lain dianjurkan. Nah, jika Anda ingin tahu jawabannya, simaklah penjelasan kami berikut ini agar Anda terhindar dari rasa dilema yang saat ini menghantui Anda.

Sebelum kita membahas mengenai topik bolehkah ibu hamil minum yogurt, terlebih dahulu kita harus mengenal apa itu yogurt dan apa saja kandungan nutrisi didalamnya. Apakah memang aman ataukah berbahaya bagi seorang ibu hamil?

Untuk itu, mengenal terlebih dahulu apa itu minuman yogurt adalah langkah terbaik sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi yogurt.

Apa itu Yogurt?

Mendengar kata "yogurt" tentu telinga Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis minuman yang satu ini. Seperti yang Anda tahu yogurt adalah sebuah jenis minuman dengan tekstur yang sangat lembut dan lezat untuk dikonsumsi baik tua ataupun muda. Umumnya, yogurt dikonsumsi sebagai minuman pendamping atau cemilan yang biasanya dicampur dengan buah-buahan.

Seperti yang dikutip dari wikipedia, yoghurt atau yogurt adalah susu yang dibuat melalui fermentasi bakteri. Susu yang dapat dijadikan yogurt tentu susu jenis apa saja termasuk sari kacang kedelai. Namun, saat ini yogurt didominasi oleh produksi dari susu sapi yang difermentasi.

Dari hasil fermentasi ini, gula susu (laktosa) memproduksi asam laktat yang berfungsi dalam pembentukan protein susu sehingga menghasilkan sebuah tekstur yang berbentuk seperti gel dengan aroma yang khas. Saat ini, yogurt sudah tersedia dalam berbagai varian rasa seperti vanilla, stroberi, buah-buah, coklat dan juga varian rasa lainnya.

Pembuatan yogurt membutuhkan ketelitian dan proses yang tepat. Dalam proses pembentukan yogurt dibutuhkan bakteri spesifik yang dicapur kedalam susu dibawah temperatur tertentu sesuai dengan lingkungan. Bakteri yang biasanya digunakan dalam pembuatan yogurt adalah bakteri berjenis thermophilus,streptococcus salivarius subsp, bulgaricus, dan lactobacillus delbrueckii subsp.

Bakteri-bakteri inilah yang kemudian melepaskan asam laktat sebagai produk sisa setelah sebelumnya merombak gula  alami dari kandungan susu. Pada proses pembuatan yogurt ini bakteri yang dimasukkan kedalam susu menjadi lebih aktif dan hidup dalam lingkungan yang baik. Dengan rasa asam yang dihasilkan oleh yogurt membuat kandungan protein dari yogurt menjadi lebih tinggi.

Amankah Yogurt bagi Ibu Hamil?

Terlepas dari banyaknya kabar dan mitos yang tersebar di masyarakat mengenai boleh atau tidak bolehnya yogurt dikonsumsi oleh ibu hamil. Tentu, ini  menjadi perbincangan yang harus didapatkan titik temunya. Karena, hal ini akan membuat bimbang seorang ibu hamil.

Faktanya, banyak yang meragukan yogurt sebagai jenis makanan atau minuman yang aman untuk kehamilannya. Pasalnya, proses pembuatan yogurt dilakukan dengan sistem fermentasi dengan memasukkan bakteri kedalamnya. Namun, perlu Anda ingat, yogurt dihasilkan dengan sebuah proses yang disebut dengan pasteurisasi. Proses ini merupakan sebuah proses untuk memanaskan makanan yang bertujuan untuk menghilangkan dan membunuh organisme yang berbahaya seperti kapang, protozoa, khamir dan bakteri. Sebenarnya, proses pasteurisasi tidaklah membunuh keseluruhan organisme, namun mengurangi bakteri jahat yang terkandung pada sebuah makanan atau minuman yang menyebabkan penyakit didalam tubuh kita, sehingga yang tersisa hanya bakteri baik.

Mengenai aman atau tidaknya yogurt, jika itu dilakukan dengan proses pasteurisasi, maka yogurt termasuk jenis makanan atau minuman yang tentu aman bagi ibu hamil. Pada umunya sebagian besar produk yogurt yang beredar di pasaran, memang dilakukan melalui proses pasteurisasi. Jadi, makanan atau minuman jenis yogurt ini tentu aman bagi ibu hamil dan janin. Namun, Anda juga harus berhati-hati dalam memilih yogurt, pastikan Anda membaca dulu pada sebuah kemasan yang jika terdapat keterangan pasteurisasi, maka itu aman bagi Anda. Sebaliknya, jika tidak terdapat keterangan mengenai pasteurisasi, maka Anda harus berhati-hati dan selektif dalam memilih produk yogurt.

Manfaat Yogurt Bagi Ibu Hamil

Setelah kita mengetahui bahwa yogurt aman bagi ibu hamil. Sekarang kita beralih pada manfaat yang diberikan oleh yogurt untuk ibu hamil dan janin. Tentunya, terdapat beberapa alasan mengapa ibu hamil mengonsumsi yogurt. Selain rasanya yang lezat, kandungan yogurt yang rendah lemak pula menjadi pertimbangan dalam mengonsumsi yogurt. Inilah beberapa manfaat dari yogurt untuk ibu hamil dan janin.

1. Sumber Probiotik

Seperti yang kita tahu bahwa ibu hamil rentan mengalami gangguan pencernaan yaitu sembelit. Dengan mengonsumsi yogurt, maka pencernaan seorang ibu hamil menjadi lebih baik dan terhindar dari sembelit. Kandungan probiotik yang terdapat pada yogurt juga sangat membantu dalam proses perkembangan syaraf bayi. Selain buah-buahan, mengonsumsi yogurt selama kehamilan sangat dianjurkan. Namun, sebaiknya Anda mengonsumsi yogurt tidak melebihi 200 gram perhari.

2. Sumber Kalsium

Selain kandungan probiotik, yogurt juag memiliki sumber kalsium yang baik bagi Anda dan janin. Kalsium memang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses pembentukan tulang dan gigi baik bagi ibu ataupun janin. Kalsium juga merupakan sumber mineral yang sangat dibutuhkan tubuh karena menyerap nutrisi penting bagi pertumbuhan tulang agar terhindar dari penyakit osteoporosis. Asupan kalsium yang dikandung oleh yogurt juga sangat baik dalam menunjang perkembangan janin.

3. Pencegahan Pada Cacat Tabung Syaraf

Cacat pada tabung syaraf bayi dapat disebabkan oleh kekurangan gizi ibu hamil pada saat trimester pertama. Tentunya, pada trimester ini, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan organ penting pada bayi. kekurangan asupan asam folat tentu akan berakibat pada gagal dan cacatnya pertumbuhan janin. untuk itu, setiap 1 cup yogurt terdapat kandungan asam folat sebesar 18 mcg yang sangat diperlukan untuk ibu hamil. Dengan mengonsumsi yogurt, tentu Anda dapat terhindar dari kekurangan asam folat yang sangat penting untuk perkembangan janin didalam perut Anda.

4. Asupan Protein Yang Cukup

Yogurt memang berasal dari susu yang difermentasi. Kita tahu bahwa susu megandung protein yang cukup tinggi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Begitupula dengan yogurt, kandungan protein yang terdapat pada yogurt akan sangat membantu Anda dan janin agar kita lebih sehat dan terhindar dari rasa lemas. Maka, dengan minum yogurt, Anda akan mendapatkan tubuh yang lebih bertenaga terlebih Anda sedang mengandung janin didalam rahim.

5. Menjaga Elektrolit Tetap Seimbang

Mengonsumsi yogurt sebanyak 1 cup perhari, tentu Anda sudah mendapatkan sumber kalium yang sangat diperlukan bagi ibu hamil dan janin. Pasalnya, setiap 1 cup yogurt mengandung kalium sebesar 398 mg. Tentu, kandungan kalium sebanyak ini sama dengan kalium yang terdapat pada pisang. Kandungan kalium pada yogurt tentu berfungsi untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan menjaga denyut jantung tetap seimbang.

6. Memiliki Kandungan Omega-3

Yogurt memiliki kandungan omega-3 yang diperlukan oleh tubuh karena merupakan jenis lemak esensial. Tentu, dengan mengonsumsi yogurt, Anda dapat memenuhi kadungan gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan janin Anda. Terlebih, Omega-3 dari yogurt sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin terutama sistem syarat, bagian otak, mata dan menghindari janin dari penyakit jantung.

7. Terhindar dari Resiko Infeksi

Infeksi pada ibu hamil dan janin dapat diakibatkan dari berbagai sumber. Faktanya, seorang wanita yang sedang hamil sangat rentan terkena masalah infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri dan kuman. Kandungan bakteri baik pada yogurt akan melawan bakteri jahat yang masuk kedalam tubuh Anda. Untuk mengindarkan diri dari terkenanya infeksi bakteri dan virus, mengonsumsi yogurt dengan takaran yang dianjurkan adalah hal yang sangat direkomendasikan.

8. Terhindar Dari Resiko Infeksi Paru-Paru

Seperti yang sudah kami jelaskan pada poin diatas, mengonsumsi yogurt dapat terhindar dari resiko terkenanya infeksi yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan pada janin Anda. Seperti pengujian yang dilakukan oleh sebuah Jurnal Khusus dalam bidang industri di Inggris telah membuktikan bahwa yogurt dapat mengurangi resiko pneumonia pada janin. Untuk itu, mengonsumsi yogurt sangat baik bagi ibu hamil. Selain menjaga sistem kekebalan tubuh pada ibu hamil, yogurt juga dapat meningkatkan imunitas bayi sehingga tubuh lebih peka dalam melawan bakteri.

Apakah Anda masih ragu untuk mengonsumsi yogurt? Seperti yang sudah kami jelaskan bahwa yogurt dihasilkan dengan sebuah proses pasteurisasi dan fermentasi untuk mendapatkan sumber vitamin dan mineral yang etntu diperlukan oleh tubuh kita. Dengan mengonsumsi yogurt secara rutin tentunya menjadi jalan bagi Anda untuk memenuhi nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkembangan janin didalam rahim Anda.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dalam memilih produk minuman yogurt yang akan berdampak buruk pada janin dan tubuh Anda. Konsumsi yogurt yang dianjurkan adalah sekitar 220 gram per hari.

Itulah beberapa manfaat dari yogurt yang dapat kami berikan, terlepas dari beredarnya mitos tentang bahaya yogurt. Semoga penjelasan kami mengenai bolehkan ibu hamil minum yogurt dapat memberikan manfaat untuk Anda terutama bagi ibu hamil.

 

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Minyak Kayu Putih?

Kondisi kehamilan yang dialami seorang wanita tentu membuat dirinya dituntut untuk dapat menjaga kehamilan ini dengan sebaik mungkin.

Segala macam halangan dan rintangan selama masa kehamilan adalah tantangan yang besar yang perlu dilewati dengan baik oleh para wanita hamil sebelum resmi menyandang status sebagai seorang ibu. Ketelitian dan kehati-hatian dalam menjaga kesehatan tubuh dan janin dalam kandungan adalah kewajiban yang perlu dilakukan dengan baik oleh para ibu hamil. Hal ini tentu saja dilakukan guna menghindari masalah yang timbul seperti keluhan kehamilan yang akan mungkin menimbulkan perasaan tidak nyaman dan dampak berbahaya baik bagi ibu hamil maupun si janin dalam kandungan.

Sayangnya, tidak mudah untuk bisa menjalani kehamilan dengan baik dan sehat. Seperti yang kita pahami selama ini bahwa kehamilan yang terjaga kualitasnya akan mungkin memberikan kemungkinkan bayi lahir dengan sehat dan tanpa masalah. Akan tetapi, tidak semua kelahiran dapat berjalan dengan mudah dan terjamin kesehatannya apabila ibu hamil kurang mampu menjaga kehamilannya dengan baik.

Mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh janin selama masa kehamilan adalah tindakan yang penting guna mendukung tumbuh kembang bayi dalam kandungan. Dengan begini, maka kesehatan bayi dan segala perkembangannya akan dapat berjalan dengan baik.

Gizi dan kehamilan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan pada seorang wanita hamil. Untuk itulah, mencukupi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi pada ibu hamil adalah hal penting yang perlu selalu diperhatikan.

 Mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi dalam tubuh dengan baik akan mungkin memberikan kesempatan ibu hamil untuk dapat menjalani kehamilannya dengan baik dan berkualitas. Selain itu, kehamilan umumnya membuat seorang wanita merasa lebih rentan terhadap segala hal.

Apa yang dilakukan oleh ibu hamil sebaiknya tidak melibatkan aktivitas fisik yang berat dan membuat tubuhnya menghabiskan banyak energi sebab hal ini akan dapat berakibat buruk untuk kesehatannya. Pastikan anda mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh anda lakukan selama menjalani masa kehamilan.

Yang terpenting dari hal ini adalah jangan memaksakan tubuh anda untuk menjalankan banyak aktivitas. Sebab kondisi kelelahan yang dialami oleh ibu hamil muda akan mungkin beresiko besar untuk sang janin dalam kandungannya.

Nah, selain mengetahui beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil. Masih ada banyak hal yang perlu diketahui oleh para ibu hamil. Hal ini tentunya menjadi hal penting untuk diketahui sebagai bekal ibu hamil menjalani kehamilannya yang sehat.

Selain itu, banyak pula ibu hamil yang masih merasa ragu pada saat hendak melakukan sesuatu atau hendak mengkonsumsi jenis makanan. Kurangnya informasi kehamilan membuat ibu hamil tidak sedikit melakukan kesalahan.

Ada sebagian ibu hamil menolak melakukan beberapa hal atau mengkonsumsi jenis makanan tertentu karena merasa takut bila hal tersebut akan memberikan dampak yang beresiko untuk kehamilannya. Padahal sebenarnya hal tersebut tidaklah benar, justru sebaliknya hal yang dilewatkan oleh ibu hamil tersebut adalah hal penting yang akan memberikan banyak manfaat baik untuk kesehatan tubuhnya maupun janin dalam kandungannya. Begitupun sebaliknya.

Nah, melihat kondisi ini maka penting sekali untuk ibu hamil mengetahui jenis hal apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan.

Seperti salah satunya adalah kasus menggunakan kayu putih pada ibu hamil. Kondisi mual, pusing dan lemas yang dialami oleh ibu hamil seringkali membuat mereka merasa tidak nyaman. Nah, untuk mengatasi kondisi inilah kayu putih sebagai obat penyegar atau penenang alami yang memberikan efek relaksasi pada tubuh seringkali dipilih sebagai alternatif yang baik.

Penggunaan kayu putih seperti sebuah obat manjur yang akan dapat memberikan efek nyaman dan tenang. Apalagi pada kehamilan pertama ibu hamil seringkali mengalami gangguan atau keluhan kehamilan yang membuat tubuhnya terasa tidak enak. Hanya saja, pertanyaannya apakah penggunaan kayu putih ini aman pada ibu hamil? Apakah ada efek sampingnya? Nah, untuk menjawab pertanyaan anda mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Mengenal Lebih Dalam Minyak Kayu Putih

Bagi sebagian besar keluarga Indonesia, minyak kayu putih menjadi produk yang wajib disimpan di rumah atau dibawa pada saat berpergian. Lantas sebenarnya dari mana manfaat kayu putih ini?

Minyak kayu putih pada umumnya dikemas dalam botol plastik dalam bentuk cairan minyak yang berwarna kehijauan. Bahan ini memiliki nama latin antara lain adalah Cajeput Oil, Kajuputi leucadendra, Aceite de Cajeput, Cajeputi Aetheroleum dan masih banyak lagi.

Adapun minyak jenis ini dihasilkan dari proses destilasi uap ranting dan daun segar dari pohon kayu putih, yakni Melaleuca Leucandendra. Guna mendapatkan sari atau esensnya, daun kayu putih yang di dipetik ketika cuaca panas akan direndam dengan menggunakan air dan disuling.

Proses selanjutnya disebut dengan difermentasi yang dilakukan selama satu malam. Cairan yang dihasilkan dari penyulingan inilah yang dikenal memiliki aroma yang amat tajam, menyerupai perpaduan antara aroma kamper dan juga terpentin.

Minyak kayu putih sendiri mengandung bahan kimia yang dinamakan dengan sineol (cineole) yang dapat memberikan sensasi hangat apabila diaplikasikan pada bagian kulit. Rasa hangat inilah yang akan dapat memberikan kenyamanan dan akan dapat berperan sebagai pereda sakit. Dari sineol pulalah yang memberikan aroma kuat pada kayu putih. Bahan ini pun terdapat pula pada minyak telon yang umum diberikan pada bayi atau balsem untuk memijat atau meredakan rasa nyeri. Lantas apakah pada ibu hamil penggunaan bahan ini aman dilakukan? Simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Kayu Putih?

Pada umumnya minyak kayu putih boleh dan aman digunakan oleh sebagian besar orang pada kadar yang tidak berlebihan. Akan tetapi bahan ini tidak dianjurkan untuk digunakan pada bagian kulit yang mengalami luka bakar atau luka yang terbuka. Pada sebagian kecil orang, penggunaan kayu putih bisa saja menyebabkan reaksi alergi.

Hingga sampai saat ini sebenarnya belum ada penelitian lebih lanjut mengenai efek samping yang akan dirasakan oleh ibu hamil yang menggunakan minyak kayu putih untuk diaplikasikan pada tubuhnya. Dengan demikian, untuk anda yang seringkali menggunakan kayu putih dan dioleskan pada bagian perut untuk menenangkan perasaan tidak nyaman yang dirasakan, anda memang tidak dilarang menggunakan bahan yang satu ini. Apalagi dampak menenangkan dari penggunaan minyak ini akan memberikan efek yang nyaman untuk anda dan mengatasi perasaan sakit atau nyeri yang dialami.

Hanya saja, sebaiknya penggunaannya jangan terlalu berlebihan. Sebab kondisi ini akan mungkin tidak baik untuk kulit bayi. Hanya saja, penggunaan minyak kayu putih memang cukup aman digunakan pada kulit anak-anak selama mereka tidak menghirup atau mengoleskannya pada bagian wajahnya. Perlu diketahui, menghirup minyak kayu utih akan mungkin mendatangkan resiko gangguan pernapasan dan bahkan serangan asma pada penderita.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil pakai kayu putih. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Koyo?

Mendapatkan kehamilan adalah seperti hadiah yang teramat indah dalam kehidupan ini.

Apalagi bila anugerah ini memang menjadi impian yang selama ini selalu tersisip dalam doa anda. Mengetahui kabar kehamilan sang istri untuk pertama kalinya akan tentu menjadi kebahagiaan yang besar yang anda dapatkan dalam kehidupan berumah tangga bersama dengan pasangan.

Untuk itulah, sudah semestinya anugerah besar yang Tuhan berikan ini disyukuri dengan baik dengan menjaga kehamilan yang sehat agar buah cinta anda dapat lahir ke dunia dalam keadaan selamat dan tanpa kekurangan sedikit pun.

Sementara itu, diluar sana ada begitu banyak pasangan yang dengan rela harus menanti dan menunggu lebih lama agar doa-doa memiliki keturunannya dapat segera diwujudkan dan dikabulkan Sang Maha Kuasa. Sementara sebagian lain harus dibuat terpaksa menelan kenyataan pahit akibat kehamilan yang tidak akan pernah terwujud karena beberapa alasan yang mungkin sulit untuk dijabarkan.

Nah, untuk anda yang saat ini sudah diberikan kepercayaan besar ini maka sudah seyoganya anda dapat menjaga kehamilan ini dengan hati-hati agar impian menjadi sepasang orangtua dapat terwujud dengan baik.

Menjaga kehamilan yang sehat dan berkualitas adalah hal yang penting guna mempermudah proses kelahiran yang akan segera tiba. Kurangnya perhatian dan kesiagaan dalam menjaga kehamilan seringkali menjadi alasan banyakanya bayii lahir ke dunia dalam keadaan yang kurang sempurna.

Terkadang banyak pula ibu hamil yang masih kebingunan dalam menjaga dan menjalani kehamilan yang sehat. Banyak diantara mereka mengabagaikan banyak hal sewaktu menjalani kehamilan. Pada akhirnya, mereka baru merasakan penyesalan pada saat melihat sesuatu nampak salah dengan buah hati mereka.

Menjalani kehamilan yang sehat berarti mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil selama masa kehamilan. Selain itu, mencukupi kebutuhan nutrisi an gizi yang diperlukan oleh si janin dalam kandungan adalah hal penting dan bahkan menjadi hal utama yang perlu untuk diperhatikan.

Janin dalam kandungan anda hanya akan dapat hidup dan bertumbuh dari menyerap nutrisi dan gizi pada tubuh anda. Bayangkan, ketika anda adalah seorang yang kurang pintar dalam memenuhi kebutuhan gizi maka perkembangan si buah hati dalam kandungan anda akan mungkin mengalami hambatan. Hal ini pulalah yang banyak menjadi penyebab kelahiran cacat pada bayi akibat nutrisi dan gizi dalam tubuh ibu hamil yang tidak tercukupi dengan baik.

Dengan demikian, penting selain mencari informasi dari orang-orang yang sudah berpengalaman dalam menjalani kehamilan seperti ibu atau kakak perempuan anda dan orang lainnya. Penting pula untuk ibu hamil menggali informasi sebanyak-banyakanya dari sumber yang terpercaya untuk mengetahui hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan.

Dengan begini maka kehamilan yang sehat akan bisa didapatkan dengan lebih mudah selama anda mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Selain itu, banyaknya mitos mengenai kehamilan yang banyak beredar dimasyarakat saat ini umumnya seringkali menimbulkan banyak keraguan pada benak ibu hamil saat hendak melakukan sesuatu. Untuk itulah, berkonsultasi ke dokter adalah tindakan yang bijak untuk menentukan apakah hal tersebut aman dilakukan atau dipantang pada ibu hamil.

Seperti salah satunya adalah masalah penggunaan koyo pada ibu hamil. Kondisi lemas, perasaan nyeri sendiri dan tubuh yang mudah merasa sakit, seringkali membuat ibu hamil merasakan perasaan yang tidak nyaman.

Nyeri sendi pada ibu hamil memang tidak bisa sembarang diobati dengan mengkonsumsi obat atau pil. Untuk itulah, alterntif lain yang umumnya banyak dicoba adalah dengan menggunakan koyo yang ditempel pada bagian yang terasa berdenyut. Sehingga demikian, tidak heran bila saat ini kita akan dengan mudah ibu hamil yang merasakan sakit kepala atau sakit persendian akan menggunakan koyo untuk mengatasi rasa sakitnya.

Hanya saja, apakah sebenarnya kondisi ini aman dilakukan oleh ibu hamil? Apakah ada efek sampingnya? Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Apa Itu Koyo?

Sebelum kita mengetahui boleh atau tidaknya koyo digunakan oleh ibu hamil, ada baiknya jika kita kenali lebih jauh apa itu koyo dan bagaimana cara kerjanya.

Koyo merupakan obat tempel yang diaplikasikan pada bagian kulit guna mengatasi pegal-pegal, nyeri pada persendian yang ditandai dengan sensasi tidak nyaman yang disebabkan oleh terlalu lama dalam posisi duduk, berdiri atau mungkin cidera dan jatuh. Jenis obat ini umumnya dibuat dalam bentuk lembaran, bagian yang ditempeli umumnya akan dapat memberikan perasaan hangat.

Koyo inilah lebih efektif menghilangkan rasa sakit atau nyeri dibandingkan dengan konsumsi obat. Yang mana konsumsi obat-obatan dianggap sebagai hal yang beresiko selama masa kehamilan. Sehingga demikianlah, koyo umumnya lebih banyak dipilih sebagai alternatif dibandingkan dengan meminum obat-obatan.

Terkadang ibu yang dalam masa kehamilan akan mungkin mersakan sakit pinggang akibat perut yang terus menerus membesar dan menimbulkan rasa pegal pada bagian tubuh tertentu. Nah, kalau sudah merasakan kondisi ini maka penggunaan koyo akan menjadi alternatif untuk mengatasi kondisi tidak nyaman ini. Si obat tempel yang praktis ini biasanya bisa diandalkan untuk mengurangi perasaan pegal dan nyeri yang dirasakan. Akan tetapi bolehkah ibu hamil menggunakan koyo? Mari kita simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Koyo?

Tidak sedikit ibu hamil memilih penggunaan bahan obat tempel ini untuk mengatasi perasaan nyeri yang dirasakan dari sakit sendinya. Hal ini pulalah yang memunculkan banyak pertanyaan apakah sebenarnya koyo aman digunakan oleh ibu hamil?

Penggunaan koyo untuk ibu hamil sebenarnya hingga sampai saat ini belum ada jawaban yang pasti dan umumnya setiap dokter yang ditanya dengan masalah ini memiliki jawaban yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan boleh saja menggunakan koyo dan ada pula sebagian lain yang tidak memperbolehkan penggunaan obat yang satu ini.

Nah, guna mempertimbangkan pemakaian koyo ini mari kita simak terlebih dahulu dari mana asal panas yang ditimbulkan dari koyo.

Adanya rasa panas dan nyeri pada koyo ini berhubungan dengan capsaicin yang disebabkan oleh adanya interaksi antera senyawa kimia capsaicin yang termasuk kedalam kelompok vanilloid yang terikat dengan reseptor yang disebut dengan vanilloid reseptor subtype, yang mana hal ini akan dapat memberikan stimulasi rasa panas dan abrasi fisik yang dapat masuk kedalam membrane sel dan masuk kedalam sel ketika diaktivtasi.

Dengan mengikatnya vaniloid melekul capsaicin memproduksi sensasi yang sama yang disebabkan oleh panas dan bahaya abrasive, stimulasi neuron kemudian memberikan sinyal ini ke bagian otak kita sehingga menimbulkan perasaan yang lebih nyaman.

Koyo pada umumnya digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dari usia 12 tahun ke atas. Adapun penggunaan ini umumnya hanya sekitar 8 jam. Dalam kemasan koyo sebenarnya tidak ada atau tercantum larangan pemakaian untuk ibu hamil. Selain itu, sampai saat ini belum ada penelitian yang dilakukan mengenai dampak ibu hamil yang memakai koyo. Akan tetapi, pada sebagian kasus ada ibu hamil yang mengalami gatal dan timbul ruam kemerahan setelah menggunakan koyo.

Jadi demikian, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari penggunaan koyo selama masa kehamilan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dengan begini dokter akan memeriksa jika ada kemungkinan reaksi alergi yang akan terjadi ketika anda menggunakan koyo. Selain itu, jika saja anda terpaksa menggunakan koyo sebaiknya gunakan sesuai dengan dosis dan hindari melanggar aturan pemakaian koyo dengan waktu yang telah ditentukan.

 

Bolehkah Ibu Hamil Berhubungan Suami Istri?

Kondisi kehamilan yang dialami oleh seorang wanita seringkali membuat mereka mengalami perubahan yang besar.

Apalagi jika kehamilan ini adalah pengalaman baru untuknya, maka mereka akan cenderung menjadi sangat hati-hati dan menghindari banyak hal untuk dilakukan selama menjalani kehamilan.

Banyak ketakutan yang menyelimuti pasangan muda yang mengalami kehamilan. Alhasil, kondisi ini membuat mereka tidak banyak melakukan banyak aktivitas dan menjadi sangat hati-hati dalam melakukan banyak hal. Bahkan mungkin, segala hal yang umumnya dilakukan saat sebelum hamil menjadi dihentikan seketika begitu saja.

Rutinitas yang umumnya dijalakanpun menjadi dibatasi dan tidak dilakukan seaktif dulu. Memang tidak salah, menjaga kehamilan anda dengan baik dan hati-hati. Apalagi bila kondisi kehamilan ini telah anda nantikan sejak lama. Sehingga anda ingin memberikan segalanya yang terbaik untuk si buah hati. Hanya saja, alangkah lebih baik jika anda tahu dan paham aturan yang dijalankan untuk menjalani kehamilan yang sehat.

Menjaga kehamilan yang berkualitas bukan berarti menghentikan aktivitas dan kewajiban anda sebagai seorang istri. Hanya karena anda ingin menjaga kesehatan si janin dalam rahim, anda lantas berhenti melakukan banyak hal seperti biasa. Hal ini tentunya, bukanlah tindakan yang bijak.

Kehamilan memang sebuah kondisi yang membuat diri seorang perempuan menjadi begitu rentan. Akan tetapi, ini bukan berarti membuat anda harus merasa kepayahan dengan terus-terusan berbaring di tempat tidur dan tidak melakukan apa-apa. Sebaliknya, kondisi seperti yang anda lakukan dengan hanya berbaring ditempat tidur umumnya akan membuat anda merasa mudah bosan.

Tubuh anda pun akan cenderung merasa lemas dan tidak berdaya. Sebaliknya, tetaplah lakukan rutinitas anda seperti biasanya. Hanya saja, batasi beberapa aktivitas yang akan mungkin menguras banyak energi anda. Seperti mungkin mengangkat beban berat, melakukan aktivitas yang teramat melelahkan dan masih banyak lagi, termasuk mengkonsumsi makanan yang dianggap bahaya. Sebab pada dasarnya, bayi dalam kandungan anda akan dapat bertumbuh dan berkembang dengan hanya menyerap nutrisi dan gizi dalam tubuh anda.

Aktivitas yang dilakukan selama masa kehamilan adalah hal yang tidak dilarang dilakukan. Hanya saja, batasan memang perlu diberikan untuk menjaga keselamatan tubuh anda dan janin dalam kandungan. Selain itu, masalah lain yang juga seringkali menimbulkan pertanyaan apakah boleh atau tidak boleh untuk dilakukan oleh ibu hamil adalah masalah berhubungan dengan pasangan. Tidak sedikit wanita hamil merasa takut melakukan hubungan intim dengan pasangan, terutama untuk usia kehamilan yang masih muda.

Melakukan hubungan intim bersama dengan pasangan saat sedang hamil seringkali menjadi masalah yang banyak dikeluhkan oleh pasangan suami istri. Apalagi, usia kehamilan trimester awal kehamilan membuat mereka khawatir akan resiko keguguran atau kelainan yang terjadi pada janin, belum lagi kondisi perut yang semakin membesar membuat kekhawatiran semakin buruk. Berbagai pertanyaan ini seringkali muncul dan menimbulkan was-was yang besar pada pasangan.

Lantas benarkah demikian? Apakah ibu hamil boleh melakukan hubungan dengan pasangan selama masa ini? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Berhubungan Suami Istri?

Ketakutan yang dirasakan oleh pasangan suami istri selama masa kehamilan saat hendak melakukan hubungan intim seringkali menjadi hal yang banyak dikeluhkan. Akan tetapi, sebenarnya ketakutan tersebut tidaklah beralasan.

Menurut seorang ahli andrologi dan seksologi, Prof.Dr.dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama masa kehmailan tetap boleh dilakukan dan tidak menjadi pantangan untuk para ibu hamil. Akan tetapi, ada beberapa aturan atau rambu-rambu yang perlu untuk diperhatikan sebagai panduan dalam melakukan hubungan ini agar keselamatan janin dan ibu hamil dapat terjaga dengan baik.

Para suami dapat menghela nafas pada saat menghadapi problema dengan pasangan mengenai hubungan seksualnya karena pada dasarnya rahim seorang perempuan telah dilindungi dinding rahim yang amat kuat. Lapisan-laisan seperti selaput ketuban dan plasenta dalam rahim menjamin kenyamanan bayi dalam kandungan dan juga menjaga goncangan dan infeksi sehingga hubungan ini bukanlah sebuah aktivitas yang berbahaya untuk dilakukan oleh ibu hamil.

Hanya saja, ketika usia kehamilan menginjak usia ke 3 bulan, umumnya gairah untuk bercinta pada wanita memang menurun. Hal ini diakibatkan sebab adanya berbagai gejala kehamilan yang terkadang membuat tubuh ibu hamil merasa tidak nyaman. Akan tetapi, setelah gangguan kehamilan tersebut menghilang, gairah tersebut akan kembali dan bahkan meningkat. Peningkatan ini umumnya dikaitkan dengan perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil.

Melakukan hubungan suami istri pada masa kehamilan tidak memberikan masalah kehamilan selama hal ini dilakukan dengan wajar dan pastikan kehamilan ini bukanlah kondisi yang beresiko. Selain itu, sebaiknya upayakan bahwa tidak ada dorongan terlalu kuat hingga kebagian lebih dalam dari leher rahim sehingga tidak mengganggu perkembangan bayi dalam kandungan anda.

Nah, sudah dipastikan bahwa berhubungan dengan pasangan selama masa kehamilan bukanlah sesuatu yang dipantang. Akan tetapi, sebaiknya ibu hamil perlu memastikan beberapa hal penting dibawah ini.

Pastikan Kondisi Dibawah Ini Aman Saat Hendak Berhubungan

Beberapa hal dibawah ini adalah hal-hal yang sebaiknya anda pastikan keamanannya. Atau dalam kata lain, dibawah ini adalah rambu-rambu yang penting diperhatikan sebelum anda melakukan hubungan suami istri dengan pasangan.

  • Sang ibu tidak pernah memiliki riwayat kegugran kerena orang yang pernah mengalami kondisi keguguran umumnya lebih cenderung dapat disimpulkan memiliki kandungan yang lemah.
  • Tidak ada pendarahan yang terjadi pada bagian serviks atau leher rahim.
  • Pastikan bahwa ibu yang tengah hamil tidak sering mengalami kram perut.
  • Plasenta tidak menutupi.
  • Apabila ibu haml memiliki riwayat serviks inkompeten, plasenta previa atau mengalami pendarahan berat atau infeksi pada bagian organ kemaluan, sebaiknya hentikan melakukan hubungan intim dan segeralah berkonsultasi ke dokter.

Selain beberapa hal diatas, pasangan sebaiknya juga berhati-hati dalam melakukan hubungan suami istri menjelang waktu melahirkan. Sebab dikhawatirkan kondisi ini akan memicu timbulnya kontraksi dan membuat kelahiran terjadi lebih dini dari waktu seharusnya. Yang mana kondisi ini pada umumnya akan berujung pada kelahiran bayi prematur.

Untuk itulah, kondisi berhubungan bersama dengan pasangan selama masa kehamilan memang tidak dilarang untuk dilakukan. Hanya saja, sebaiknya perhatikan beberapa hal diatas untuk menjaga keselamatan anda dan bayi dalam kandungan.

Jadi, pada intinya selalu perhatikan kondisi ibu hamil dan terapkan aturan sewaktu melakukan hubungan bersama dengan pasangan. Agar anda dan pasangan bisa menikmati kondisi berhubungan tanpa menyakiti sang istri atau menimbulkan bahaya untuk janin yang ada dalam kandungan.

Demikian semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang berguna untuk anda. Sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

Bolehkah Ibu Hamil Menggendong Anak Balita?

Meski anda telah merencanakan kehamilan dengan sedemikian rupa, akan tetapi apabila anugerah yang anda dapatkan berjangka waktu dekat dengan si kecil yang masih balita.

Hal ini mungkin akan membuat anda dituntut untuk bisa membagi waktu dengan dua buah hati anda. Kondisi kehamilan anda saat ini dengan hadirnya si kecil yang masih balita akan mungkin membuat anda dibuat kerepotan membagi waktu dan tenaga menghadapi kehamilan dan mengurusi si buah hati. Akan tetapi, sebagai ibu yang baik maka sebaiknya bijaklah dalam membagi waktu anda sebab kedua buah hati anda baik yang sudah berusai balita maupun ia yang masih ada dalam kandungan tentunya mereka membutuhkan perhatian dan kasih sayang anda dengan baik.

Anak-anak yang masih balita umumnya belum mampu melakukan banyak hal sehingga segala mereka akan membutuhkan bantuan anda. Selain itu, ketika keinginan si kecil tidak sesuai dengan harapannya atau mereka merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Anak balita akan cenderung mudah menangis dan rewel. Nah, salah satu cara menenangkan balita yang menangis pada umumnya adalah dengan menggendong. Hanya saja, kondisi kehamilan yang ibu hadapi saat ini seringkali membuat banyak ibu bertanya-tanya, apakah boleh ibu hamil menggendong anak balita? Adakah resiko untuk si buah hati dalam kandungannya?

Pertanyaan ini seringkali menuai keraguan dalam diri banyak orang, terutama si ibu hamil itu sendiri. Akan tetapi, mereka pun akan cenderung merasa panik saat si anak balitanya menangis dengan tiada henti. Selain itu, kondisi tangisan anak bayi yang terus-menerus dan berlangsung dalam waktu yang lama akan mungkin membahayakan organ paru-parunya. Untuk itulah, kondisi ini sebaiknya segera ditangani dengan baik dan segera tenangkan anak balita yang menangis.

Menggendong anak balita memang cukup memberikan beban pada tubuh anda. Belum lagi posisi menggendong dibagian perut umumnya akan membuat anda sendiri merasa mudah lelah dan engap. Apalagi ditambah dengan kondisi kehamilan anda saat ini. Maka mungkin, ketika merasakan hal ini, anda akan merasa ragu untuk bisa menggendong si buah hati.

Akan tetapi, ketika si kecil menangis dan meronta-ronta ingin digendong, bagaimana ya bunda? Hal ini umumnya lumrah terjadi karena pada dasarnya si kecil belum dapat memahami bahwa ibunya sedang mengandung calon adiknya. Akan tetapi, orang-orang disekitar anda yang melihat kondisi ini mereka pasti akan merasa khawatir bila kondisi ini akan membahayakan si janin dalam kandungan anda.

Kontras dengan di Cina banyak ibu hamil yang bekerja selama berjam-jam dan seharian penuh di sawah. Mereka membungkuk, membawa dan mengangkat beban yang berat dalam menjalani pekerjaannya sehari-hari. Akan tetapi, jarang sekali dijumpai insiden yang membuat ibu hamil yang melakukan pekerjaan berat tersebut mengalami keguguran.

Lantas mengapa hal tersebut bisa terjadi? Lalu amankah ibu hamil menggendong anak balitanya? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Menggendong Anak Balita?

Pertanyaan yang satu ini menjadi hal yang banya dibicarakan, terutama untuk mereka yang tengah mengandung dan memiliki anak bayi yang umumnya sulit berada jauh dari ibunya. Kondisi kehamilan yang masih muda atau sudah tua pada umumnya mengundang kekhawatiran tersendiri dalam benak para wanita. Mereka khawatir bila menggendong anak balita akan mungkin membahayakan kesehatan janin dalam kandungannya.

Padahal sebenarnya hal ini sah-sah saja dilakukan. Apalagi saat buah hati anda yang berusia balita sedang merasa tidak nyaman dan membutuhkan dekapan dan kasih sayang dari ibunya.

Selain itu, pada dasarya tubuh manusia telah dirancang oleh Tuhan untuk bisa mendukung janin secara aman selama masa kehamilan. Akan tetapi, ibu hamil juga perlu memperhatikan beberapa rambu-rambu penting sewaktu menggendong si anak balita.

Mengabaikan beberapa hal sewaktu menggendong si kecil, dikhawatirkan akan dapat berpengaruh terhadap kehamilan anda, termasuk dengan timbulnya gangguan nyeri punggung dan nyeri pinggang. Sakit pinggang dan punggung sendiri yang terjadi selama masa kehamilan umumnya disebabkan oleh dua hal.

Yang pertama dalah lantaran berat badan yang bertambah naik dan yang kedua adalah karena postur tubuh ibu hamil yang salah sewaktu melakukan aktivitas harian, termasuk dengan menggendong si buah hati selama masa kehamilan.

Nah, untuk penyebab yang pertama tak banyak hal yang dapat ibu lakukan karena perubahn tubuh pada ibu hamil ini normal dan alami terjadi. Sementara untuk faktor yang kedua, penyebab ini sebenarnya dapat dihindari dengan memperhatikan segala macam aktivitas yang anda lakukan agar dijalankan dengan tepat sehingga tidak memperngaruhi kondisi tubuh anda. Nah, untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan sewaktu menggendong anak selama masa kehamilan.

Rambu-Rambu Menggendong Anak Selama Kehamilan

Penting sekali memperhatikan beberapa hal ini dengan baik sewaktu anda menggendong si kakak yang masih balita selama masa kehamilan. Sebab pada dasarnya, menggendong anak saat hamil bukanlah sesuatu yang dipantang. Hanya saja, perlu benar-benar diperhatikan sewaktu anda melakukannya.

  • Pada trimester pertama, menggendong anak memang diperbolehkah selama anda kuat mengangkat bobot tubuh si buah hati. Selain itu, perhatikan posisi menggendong, upayakan untuk tidak menggendong si kecil dibagian depan, melainkan dibagian samping pada pinggang anda.
  • Sebaiknya jangan gendong si kecil terlalu lama. Berikan jeda dengan menurunkan si kecil sementara beberapa menit. Dengan begini ibu hamil tidak akan mudah merasa lelah.
  • Perlu diketahui, cedera punggung adalah salah satu kondisi yang paling sering terjadi pada ibu hamil. Terutama untuk mereka yang seringkali terlibat dengan berbagai aktivitas yang berat, seperti mengangkat beban atau membawa sesuatu dengan posisi yang tidak tepat, termasuk menggendong si kecil. Untuk itu, perhatikan posisi menggendong dengan baik.
  • Pada saat memasuki usia trimester kedua dan ketiga, anda disarankan untuk tidak menggendong anak atau mengangkat beban yang berlebihan. Sebab kondisi ini akan mungkin membuat posisi ibu hamil menjadi tidak stabil dan akan mungkin membahayakan kesehatan dan keselamatan bayi dalam kandungannya.
  • Selain itu, perhatikan berat tubuh dan usia anak. Jika bobot tubuh anak balita anda berlebih atau terlalu berat dan usianya sudah cukup besar. Sebaiknya anda tidak disarankan untuk mengangkat tubuhnya selama masa kehamilan.

Dengan demikian, pada dasarnya kegiatan menggendong anak balita selama masa kehamilan boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan ibu hamil perlu memperhatikan beberapa rambu-rambu penting sebelum melakukan hal ini. Dengan demikian, kegiatan menggendong akan dapat berjalan dengan baik tanpa memberikan pengaruh buruk atau meningkatkan resiko terhadap hal-hal yang tidak diinginkan pada ibu hamil.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari boleh atau tidaknya ibu hamil menggendong anak balita selama kehamilan. Semoga artikel ini memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan dan sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jamur?

Manusia memerlukan berbagai asupan nutrisi untuk kesehatannya, terutama hal ini penting sekali diperhatikan oleh para ibu hamil.

Nutrisi seperti vitamin, mineral, protein dan berbagai macam gizi lainnya diperlukan oleh tubuh untuk dapat memberikan energi atau kekuatan untuk si manusia itu sendiri dapat melakukan aktivitas dan rutinitas sehar-harinya dengan baik. Hanya saja, pada ibu hamil asupan berbagai macam gizi ini bukan hanya dibutuhkan untuk mereka bisa menjalankan hari-hari dan segudang aktivitasnya. Namun, janin dalam kandungannya butuh untuk dapat berkembang dan bertumbuh.

Sementara itu, tumbuh kembang ini hanya dapat berjalan dengan adanya dukungan dari masuknya gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Untuk itulah, penting sekali untuk para ibu hamil dapat mencukupi segala macam nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan janin yang ada dalam rahimnya dengan baik.

Nah, adapun perolehan nutrisi ini terkadang dapat melalui tubuh itu sendiri atau juga melalui pengonsumsian makanan bergizi dan juga multivitamin atau suplemen yang banyak tersedia di apotek. Sayangnya, kondisi kehamilan pada diri seorang wanita membuat mereka tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi suplemen atau segala macam jenis obat-obatan sembarangan. Sebab yang namanya obat-obatan, umumya terkandung bahan kimia didalamnya yang akan mungkin berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin dalam rahim anda.

Untuk itulah, ibu hamil dalam hal ini hanya diperkenankan memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya lewat konsumsi makanan saja tanpa melibatkan asupan obat-obatan sembarang, kecuali yang memang sudah berdasarkan resep dari dokter.

Hanya saja, masalah lain dalam hal menyantap makanan pun tidak bisa dilakukan dengan sembarang. Atau dalam istilah lain ibu hamil tidak bisa mengkosumsi segala macam jenis makanan yang mereka inginkan sesuka hati mereka. Maka dari itulah, ahli gizi sudah menggolongkan makanan yang sehat untuk bisa dikosumi yakni jenis makanan 4 sehat dan 5 sempurna.

Jenis makanan ini sudah menyediakan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dengan baik. Hanya saja umumnya keluhan kehamilan seperti timbulnya mual dan muntah seringkali membuat ibu hamil mengalami kendala pada nafsu makannya dan membuat mereka enggan menyantap makanan karena merasa mual dan tidak berselera.

Hal inilah yang pada umumnya membuat ibu hamil mengalami kendala memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya. Padahal, bila tidak segera ditangani hal ini akan membuat tumbuh kembang janin menjadi terkendala karena asupannya tidak anda penuhi.

Untuk itulah, sebaiknya upayakan untuk tetap bisa mendapatkan asupan makanan sehat kedalam tubuh anda. Konsumsi makanan harian anda tidak perlu melulu nasi dengan daging dan segala jenis makanan utama lainnya. Siasati perasaan mual anda dengan mengkonsumsi sayur atau buah yang menyegarkan, seperti buang mangga, buah jeruk atau sayuran yang dapat meredakan mual dan muntah.

Umumnya, buah-buahan segar meski dikonsumsi dalam jumlah yang banyak tidak akan memberikan pengaruh untuk kesehatan anda. Untuk itu, jangan sungkan untuk mengkonsumsi aneka ragam jenis makanan sehat tersebut.

Beragam jenis makanan sehat, baik dari jenis sayur maupun buah-buahan memang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Akan tetapi, tidak semua jenis makanan tersebut boleh dikonsumsi. Konsumsi makanan tertentu, terlebih apabila dikonsumsi dengan jumlah atau porsi yang banyak seringkali dapat berakibat buruk terhadap kesehatan tubuh dan janin dalam kandungan.

Nah, diantara jenis makanan yang sering diperbincangkan mengenai keamanan dan boleh tidaknya ibu hamil mengkonsumsi jenis makanan tersebut, jamur menjadi salah satu makanan yang masih diperdebatkan hingga sampai saat ini.

Banyak orang yang masih merasa ragu dan enggan mengkonsumsi jamur karena tidak yakin dengan keamanan dari jenis makanan yang satu ini bila dikonsumsi saat masa kehamilan. Nah, untuk itulah dalam pembahasan kali ini kita akan kupas lebih dalam dan lugas mengenai boleh atau tidak ibu hamil mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jamur?

Jamur adalah salah satu jenis sayuran yang sudah tidak lagi asing ditelinga masyarakat Indonesia. Sayuran yang satu ini dikenal sebagai bahan makanan yang lezat dan dapat diolah menjadi berbagai aneka pangan yang menggoda.

Selain itu, pengolahan jamur umumnya cukup mudah. Meski tak melibatkan banyak bumbu dan rempah hidangan ini sudah cukup nikmat diolah dengan cara yang sederhana. Tak heran, hal ini pula yang membuat banyak orang jatuh cinta dengan sajian jamur.

Akan tetapi, ketika berhadapan dengan ibu hamil dan menyeruaknya kabar keamanan jamur yang belum dipastikan dengan baik, membuat ibu hamil merasa enggan mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini.

Padahal nyatanya, jamur yang segar yang baru saja dipetik memiliki banyak kandungan dan nutrisi yang begitu berlimpah. Kurangnya sosialisasi dan informasi mengenai kandungan pada jamur mungkin membuat banyak orang merasa ragu menyantap hidangan yang satu ini.

Sebenarnya, belum ada catatan medis yang menyatakan secara tertulis larangan ibu hamil mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini. Adapun dari beberapa sumber media dan pakar gizi, jamur rupanya menyimpan banyak manfaat dan khasiat. Kandungan nutrisi dan gizi yang berlimpah pun tersimpan dalam jenis makanan yang satu ini.

Jamur memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh ibu hamil dan manfaatnya bisa dirasakan untuk kesehatan janin. Beberapa vitamin, protein dan mineral terkandung dalam panganan yang satu ini.

Jadi demikian, pada dasarnya konsumsi terhadap jenis makanan ini boleh dan sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, sebaiknya jangan konsumsi jamur terlalu berlebihan dan masaklah jamur yang akan dikonsumsi sampai matang namun tidak terlalu matang. Agar mikroorganisme berbahaya yang bersarang pada jamur bisa dimatikan lewat metode memasak yang benar namun kandungan vitamin dan mineralnya tidak mati karena dimasak terlalu matang.

Kandungan Penting Pada Jamur

Nah, selain beberapa kandungan diatas yang bermanfaat. Berikut ini adalah beberapa macam kandungan pada jamur yang lainnya yang mana bermanfaat untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

  • Kandungan Vitamin B

Sebagian besar dari jenis makanan jamur memiliki kandungan vitamin B yang banyak. Adapun manfaat dari vitamin B untuk kesehatan tubuh adalah membantu mengubah makanan menjadi energi serta memperbaiki sistem pencernaan dan menjaga kesehatan tubuh. Hal ini tentunya akan cocok untuk ibu hamil yang seringkali meras mudah lemas dan lemah. Konsumsi jamur akan dapat meningkatkan stamina dan membuat tubuh terasa lebih segar.

  • Kandungan Protein

Siapa menyangka bahwa kandungan protein dalam jamur juga cukup banyak dimana protein adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Adapun manfaat dari protein akan pula dirasakan oleh bayi dalam kadungan anda dan manfaat ini terkait dengan pertumbuhan massa otot tubuh bayi. Untuk itu, tidak ada salahnya menyantap hidangan ini sebagai makanan sehat untuk anda.

Itulah dia segelintir kandungan yang terdapat dalam jamur untuk ibu hamil. Semoga bermanfaat dan membuat anda tidak lagi merasa khawatir sewaktu hendak menikmati sajian makanan yang satu ini.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Di masa kehamilan, seorang wanita memang sangat rentan terkena masalah kesehatan.

Hal ini umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon yang bergejolak dalam diri seorang wanita hamil. Akan tetapi, pada dasarnya kondisi ini adalah sebuah hal yang wajar dan hampir sebagian besar wanita hamil merasakan hal serupa. Tidak perlu penanganan oleh dokter atau menggunakan obat-obatan untuk dapat meredakan kondisi ini. Sebab dengan sendirinya kondisi keluhan kehamilan yang anda hadapi terutama pada trimester awal kehamilan akan dapat menghilang dengan sendirinya.

Tubuh anda saat ini sedang menyesuaikan dengan kondisi baru, yakni kehamilan yang anda jalani. Dengan demikian, segala hormon termasuk hormon kehamilan tengah saling berganti dan menyesuaikan dengan kondisi anda. Jadi demikian, adalah hal yang wajar untuk anda mengalami keluhan kehamilan yang umum seperti mual, muntah, pusing, lemas dan masih banyak lagi.

Sayangnya, mual dan muntah yang dialami selama masa kehamilan kerap kali membuat seorang ibu hamil merasa kewalahan saat harus memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi lewat konsumsi makanan. Perasaan tersebut membuat nafsu makan berkurang atau bahkan menghilang. Padahal, tubuh anda tetap membutuhkan sejumlah asupan nutrisi dan gizi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan anda.

Tidak terpenuhinya asupan dua zat penting yakni nutrisi dan gizi dalam tubuh ibu hamil akan mungkin membuat tumbuh kembang bayi menjadi terkendala. Pada akhirnya, kondisi ini akan mungkin meningkatkan resiko terhadap kelahiran bayi dengan bobot tubuh yang rendah atau bahkan bayi lahir dengan cacat.

Setiap orangtua tentu menginginkan bahwa calon buah hati yang tengah dikandungnya dapat lahir ke dunia dalam keadaan sehat dan sempurna. Untuk itulah, mendukung dan menjaga kehamilan yang berkualitas adalah salah satu cara bijak yang perlu dilakukan untuk menghindari masalah-masalah diatas. Upayakan bahwa anda menjalani kehamilan yang sehat dan cukupi seluruh kebutuhan nutrisi dan gizi tubuh anda dengan baik lewat konsumsi makanan yang sehat.

Meski demikian, tidak semua makanan yang tersedia adalah makanan yang boleh dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Ibu hamil perlu selektif dalam memilih jenis makanan yang akan disantapnya. Hal ini dikarenakan saat ini ada begitu banyak varian makanan yang memiliki kandungan berbahaya yang ketika disantap maka hal ini akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan janin dan ibu hamil.

Nah, selain melulu menyantap buah dan sayur asupan sehat dari makanan lain pun perlu ibu hamil perhatikan dengan baik. Selain serat dari buah dan sayur, protein, mineral, gizi dan nutrisi lainnya pun bisa didapatkan dari aneka ragam jenis makanan seperti ikan dan daging. Sayangnya, tidak semua konsumsi terhadap makanan tersebut bisa dilakukan dengan sembarang oleh ibu hamil.

Seperti yang kita ketahui bahwa yang terjadi di masyarakat kita saat ini tentang permasalah selama masa kehamilam utamanya memang lebih berfokus pada konsumsi makanan. Konsumsi makanan, baik dalam jumlah, jenis, maupun kelengkapan gizi menjadi hal vital dalam menjaga kesehatan janin dan sang ibu. Hal ini mungkin wajar sebab apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil adalah apa yang akan mereka dapat dan itu pula yang akan mempengaruhi jabang bayi dalam kandungan si ibu.

Nah, untuk memberikan kualitas kesehatan kehamilan yang lebih baik, maka supan nutrisi yang tinggi perlu sekali untuk dilakukan setiap hari. Pada intinya, ibu hamil perlu menjaga dan memperhatikan asupan makanan yang mereka konsumsi setiap saatnya. Tidak hanya itu saja, kegiatan dari ibu hamil pun perlu dibatasi dan diperhatikan dengan baik. Hal ini tentu saja difungsikan guna menjaga kesehatan janin yang ada dalam perut ibu hamil.

Sementara itu, berbicara mengenai makanan ibu hamil, saat ini sudah begitu banyak mitos dan fakta yang tersebar seputar makanan ibu hamil. Sayangnya, terkadang sorang ibu hamil mengabaikan asupan nutrisi dalam tubuhnya dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan dengan sembarangan. Padahal belum tentu jika makanan yang mereka santap adalah jenis makanan sehat yang baik untuk kesehatannya. Dikhawatirkan ibu hamil menyantap jenis makanan yang tidak baik sehingga hasilnya akan sangat berbahaya untuk janin.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Cumi?

Nah, salah satu jenis makanan yang saat ini banyak diperdebatkan sebagai jenis makanan untuk ibu hamil adalah cumi. Banyak orang mengatakan bahwa konsumsi cumi pada ibu hamil adalah hal yang dilarang karena bahan yang satu ini dapat memberikan bahaya untuk janin dalam kandungan ibu hamil.

Kondisi ini pun ditabah dengan adanya mitos yang menyatakan bahwa konsumsi cumi akan mungkin membuat kepala bayi terlihat peyang saat dilahirkan. Mendengar larangan ini anda tentu akan merasa khawatir dan berpikir berkali-kali sebelum menyantap hidangan yang satu ini. Lantas benarkah demikian? Bolehkah ibu hamil konsumsi makanan yang satu ini?

Sebenarnya konsumsi makanan laut yang satu ini memang memiliki kandungan dan manfaat yang baik. Kandungan dalam ikan cumi bahkan dikaitkan dengan kecerdasan otak bayi. Akan tetapi, yang perlu dikhawatirkan dari konsumsi cumi adalah terletak dari kualitas daging cumi itu sendiri.

Dikarenakan ini adalah jenis makanan laut, sama halnya dengan ikan laut lainnya. Cumi yang dilarang untuk ibu hamil karena ditakutkan mengandung merkuri yang tinggi. Sebagaimana kita ketahui, konsumsi ikan atau makanan yang mengandung merkuri akan dapat berbahaya untuk tubuh. Selain itu, dampak yang paling menakutkan dari hal ini adalah pengaruhnya terhadap janin yang dikandung.

Selain itu, pada faktanya cumi memiliki kandungan omega-3 yang tiggi. Kandungan ini sangat bermanfaat dalam memicu otak janin sehingga ia lebih cerdas sejak dalam kandungan. Akan tetapi manfaat tersebut tdak sebanding dengan dampak atau pengaruh yang akan diterima oleh ibu hamil dan kesehatan janin dalam kandungannya. Adapun beberapa alasan yang melatarbelakangi cumi tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil, diantaranya adalah:

Alasan Mengapa Konsumsi Cumi Tidak Baik Untuk Ibu Hamil

Ada beberpa hal atau beberapa alasan yang melatabelakangi mengapa konsumsi terhadap makanan laut jenis ini sebaiknya tidak dilakukan selama masa kehamilan. Beberapa diantaranya adalah:

  • Terdapat Kandungan Merkuri

Alasan pertama kita tentu tahu bahwa merkuri adalah zat yang berbahaya dan tidak boleh dikonsumsi oleh manusia meski dalam jumlah banyak ataupun sedikit. Merkuri merupakan seuatu zat kimia yang tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan baik. Adapun dampak buruk dari merkuri yang masuk kedalam tubuh diantaraanya adalah dapat menghambat perkembangan janin pada ibu hamil.

Jika terlalu banyak mengkonsumsi cumi, maka merkuri dalam tercampur dalam darah dan mempengaruhi perkembangan janin yang tidak sempurna. Bahkan dalam kasus tertentu kondisi ini dapat mengakibatkan bayi lahir dengan kondisi yang cacat atau bahkan mengalami down Syndrome.

  • Cumi-Cumi Rentan dengan Bakteri

Jenis makanan yang satu ini amat rentan terhadap paparan bakteri jahat seperti Vibro Parahemolyticus dan bakteri salmonella sehingga tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Dampak dari ibu hamil mengkonsumsi cumi yang terpapar dengan bakteri ini adalah pengaruhnya terhadap janin yang dapat menyebabkan peradangan otak dan menghambat perkembangan janin.

Demikianlah hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil mengkonsumsi cumi. Semoga bermanfaat.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Kelengkeng?

Semua wanita yang tengah mengandung tentu mengharapkan bahwa calon buah hatinya dapat lahir ke dunia dalam keadaan sehat dan sempurna.

Tidak ada orangtua yang menginginkan bayi mereka lahir dalam keadaan yang mengkhawatirkan dan dipenuhi dengan segala macam keluhan kesehatan. Akan tetapi, tentu tidak semua proses kelahiran dapat dijalani dengan mudah dan tanpa kendala. Diperlukan sebuah usaha dan proses yang panjang untuk anda bisa mendapatkan kelahiran anak yang sehat dan sempurna.

Untuk itulah, menjaga kehamilan yang berkualitas adalah hal penting yang perlu dilakukan. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi selama masa kehamilan adalah hal yang akan menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin agar berjalan dengan lebih baik. Dengan begini maka kemungkinan bayi yang sehat dan lahir dengan sempurna akan lebih besar.

Bayi dalam kandungan anda hanya akan dapat bertumbuh dan berkembang ketika nutirisi dan gizi dalam tubuh anda terpenuhi dengan baik. Untuk itu, asupan makanan sehat dengan kandungan gizi yang banyak adalah asupan terbaik yang dibutuhkan oleh janin.

Berbeda halnya dengan ibu hamil yang kurang mampu memenuhi asupan nutrisi dan gizi maka mungkin perkembangan janin dalam rahimnya akan mengalami kendala. Hal ini pada umumnya dapat berpengaruh terhadap berat tubuh bayi saat lahir yang kecil.

Anda tentu tidak menginginkan bila hal ini terjadi bukan? Untuk itulah, penting sekali menjalankan diet selama masa kehamilan. Selain akan dapat mengatur berat tubuh anda. Diet kehamilan umumnya lebih mengutamakan asupan makanan yang sehat dan bernutrisi tinggi sehingga kebutuhan gizi dalam tubuh anda akan dapat dipenuhi dengan baik.

Sayangnya, tidak semua ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan dua zat tersebut dalam tubuhnya dengan baik. Umumnya kurangnya sumber informasi yang baik dalam mengenali jenis makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan membuat ibu hamil kebingungan menentukan jenis makanan apa yang akan mereka konsumsi.

Hal ini pada akhirnya membuat ibu hamil terjebak dengan mengkonsumsi jenis makanan yang sama selama masa kehamilan. Kondisi ini tentu saja akan dapat menimbulkan kebosanan dalam diri ibu hamil terhadap makanan yang ia santap. Betapa tidak, menyantap jenis makanan yang sama dalam waktu yang lama akan mungkin membuat ibu hamil yang dilanda dengan keluhan kehamilan seperti mual dan muntah akan merasa lebih tersiksa.

Padahal, bila ibu hamil menggali lebih banyak informasi ada cukup banyak varian makanan yang aman dan boleh dikonsumsi oleh ibu hami selama masa kehamilannya. Selain mensiasati agar ibu hamil tidak bosan dengan jenis makanan yang itu-itu saja. Berbagai asupan nutrisi dan gizi yang lebih beragam pun akan bisa anda dapatkan.

Akan tetapi, tentunya hati-hati dalam menyantap berbagai makanan yang hendak anda masukkan kedalam mulut. Sebab tidak semua jenis makanan boleh dan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Menjadi selektif dalam memilih jenis makanan dan minuman yang akan dikonsumsi adalah tindakan yang bijak dilakukan oleh ibu hamil untuk menjaga kesehatannya dan mencukupi kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya sehingga tumbuh kembang janin akan bisa berjalan dengan baik.

Sayangnya, banyaknya rumor dan mitos yang beredar dimasyarakat tentang larangan ibu hamil menyantap berbagai jenis makanan tertentu semakin membuat ibu hamil merasa takut dan khawatir menyantap jenis makanan yang baru. Alhasil, kondisi ini membuat ibu hamil berpikir beberapa kali sebelum menyantap jenis makanan tersebut.

Sama halnya dengan konsumsi buah kelengkeng. Banyak mitos yang melarang ibu hamil untuk mengkonsumsi buah yang satu ini. Hal ini tentu saja membuat ibu hamil merasa khawatir saat hendak menyantap buah ini. Padahal sebelumnya mereka adalah seorang penggemar buah kelengkeng dan sangat menyukai jenis buah yang satu ini.

Mitos Buah Kelengkeng Pada Ibu Hamil

Banyak mitos yang menyeruak dimasyarakat dan membuat ibu hamil dilarang mengkonsumsi jenis buah yang satu ini. Dalam mitos Jawa sendiri menyebut jika kelengkeng untuk ibu hamil adalah salah satu buah yang amat dipantang sebab akan dapat membuat ibu hamil mengalami kendala pada saat proses persalinan, yakni si buah hati yang sulit dilahirkan.

Sebagaimana disebutkan diatas, setiap ibu hamil tentu dibuat tegang menanti hari kelahiran tiba. Dan pada saat hari yang telah dinanti tiba namun pada akhrinya kelahiran yang dihadapi mengalami banyak kendala maka mungkin ini akan menjadi mimpi buruk untuk setiap ibu hamil.

Lalu benarkah demikian? Apakah ibu hamil dilarang mengkonsumsi buah kelengkeng? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita kupas lebih lugas tentang masalah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Kelengkeng?

Mitos yang beredar seperti disebutkan diatas sebenarnya adalah sebuah kesalahan yang besar yang sama sekali tidak berdasar pada ilmu pengetahuan yang jelas. Sebaliknya, konsumsi buah kelengkeng adalah hal yang baik untuk dikonsumsi seorang wanita selama masa kehamilan.

Menurut sebuah penelitian, ibu hamil yang senang mengkonsumsi buah kelengkeng pada dasarnya tidak perlu merasa khawatir atau takut dengan masalah ini. Sebab hingga sampai saat ini tidak ditemukan masalah atau bahaya yang terkandung pada buah kelengkeng.

Sebaliknya, ada begitu banyak manfaat dan khasiat yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi buah bulat kecil dengan biji hitam dibagian dalamnya. Jadi demikian, untuk anda ibu hamil yang tergoda untuk menyantap buah kelengkeng maka silahkan ambil buah kelengkeng dalam genggaman anda dan nikmati sesuka anda. Tak perlu merasa takut atau risau bila kondisi ini akan dapat berpengaruh terhadap kehamilan anda. Sebab pada dasarnya konsumsi buah ini aman dan boleh-boleh saja.

Manfaat Buah Kelengkeng Untuk Kehamilan

Nah, selain beberapa manfaat diatas ada cukup banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi buah kelengkeng selama masa kehamilan. Ingin tahu seperti apa manfaatnya? Simak dibawah ini.

1. Mengatasi Rasa Lemas

Wanita yang sedang hamil umumnya seringkali dilanda masalah atau keluhan kehamilan seperti mudah merasa lemas dan pusing. Hal ini dikarenakan pergejolakan hormon yang terjadi pada ibu hamil membuat staminanya mudah lesu dan tak bersemangat. Akan tetapi, kandungan glukosa dan surkosa yang ada dalam buah kelengkeng akan dapat mengatasi kondisi ini. Sebab manfaat dari dua bahan ini akan dapat meningkatkan stamina ibu hamil dengan baik.

Nah, untuk anda yang seringkali cepat merasa lemas dan tidak bersemangat menjalani kehamilannya. Anda disaranakan utuk mengkonsumsi buah yang satu ini baik sebagai cemilan atau dijadikan sebagai buah pencuci mulut. Selain itu, konsumsi buah yang satu inipun akan dapat mengatasi masalah susah tidur pada malam hari yang umumnya seringkali dihadapi oleh ibu hamil.

2. Menjadi Sumberi Vitamin

Kandungan vitamin A dan C yang adalah dalam buah kelengkeng akan dapat bermanfaat dengan sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada ibu hamil. Daripada mengkonsumsi suplemen vitamin di apotek, buah yang satu ini tentu lebih alami dan lebih aman untuk dikonsumsi. Selain itu, buah alami tentu tidak akan memberikan efek samping berbahaya untuk tubuh anda.

3. Mengtasi Susah Buang Air Kecil

Organ perut yang sering turun selama masa kehamilan, terutama pada mereka yang seringkali bekerja dengan beban berat akan mungkin mengalami susah buang air kecil. Gejala seperti ini tentu saja akan mengganggu dan menimbulkan perasaan yang tidak enak. Akan tetapi, dengan mengkonsumsi buah kelengkeng anda bisa mengatasi kondisi ini dengan perlahan dan lebih alami.

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Buah Melon?

Konsumsi makanan selama kehamilan adalah hal yang perlu diperhatikan dengan baik.

Sebab apa yang anda konsumsi saat ini bukan lagi akan berpengaruh untuk tubuh anda saja. Hadirnya janin dalam rahim anda, membuat asupan kedalam tubuh akan juga dirasakan oleh si buah hati. Selain itu, untuk menunjang tumbuh kembangnya dengan baik seorang janin akan membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang baik dari tubuh ibunya. Sehingga demikian, penting sekali untuk ibu hamil menjalankan diet kehamilanya dengan baik dan tepat.

Jangan salah mengartikan diet kehamilan, sebab diet yang dimaksud bukanlah diet yang dilakukan dengan membatasi jumlah asupan makanan dan mengkonsumsi sedikit makanan seperti yang banyak dilakukan pada saat ingin menurunkan berat badan. Selama masa kehamilan, seorang wanita tentu membutuhkan asupan makanan yang banyak. Akan tetapi, makanan yang dimaksud bukanlah jenis makanan yang sembarang dan bisa seenaknya anda masukkan kedalam mulut.

Makanan sehat dan segala jenis makanan dengan kandungan nutrisi dan gizi yang berlimpah adalah jenis asupan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Untuk itulah, penting sekali bagi ibu hamil untuk dapat mencukupi asupannya dengan baik dan tepat.

Nutrisi dan gizi yang tercukupi dengan baik selama masa kehamilan akan dapat memberikan pengaruh yang baik. Selain tubuh yang terasa lebih sehat, perkembangan janin dalam kandungan anda pun tidak akan terkendala. Dengan begini maka resiko kemungkinan bayi lahir cacat atau tidak sempurna akan dapat dihindari.

Sayangnya, banyak ibu hamil yang masih kebingungan mendapatkan asupan dari jenis makanan yang sehat untuk tubuhnya. Apalagi saat ini banyak rumor dan mitos yang memperparah alasan mengapa ibu hamil tidak mengkonsumsi jenis makanan tersebut. Padahal jenis makanan tersebut sebenarnya adalah jenis makaan sehat yang memiliki kandungan gizi dan vitamin yang banyak yang nyatanya dibutuhkan untuk perkembangan janin dalam kandungan anda.

Melewatkan konsumsi terhadap jenis makanan tersebut akan mungkin membuat ibu hamil dibuat rugi. Betapa tidak, asupan vitamin dan nutrisi tersebut harusnya bisa dinikmati malah dihindari. Hal ini tentu saja akan membuat ibu hamil banyak melewatkan khasiat dan manfaat dari aneka ragam makanan yang sehat.

Nah, melihat kasus yang seperti ini maka penting sekali untuk ibu hamil menggali informasi lebih dalam seputar menjalani kehamilan yang sehat dan memperhatikan jenis makanan dan minuman sehat yang boleh dan tidak boleh untuk dikonsumi selama masa kehamilan. Dengan begini, informasi tersebut akan menjadi bekal untuk ibu hamil dapat menjalani kehamilan yang lebih berkualitas.

Buah Melon Untuk Kehamilan

Konsumsi buah-buahan selama masa kehamilan adalah hal yang baik dan dianjurkan untuk dikonsumsi. Konsumsi terhadap makanan ini termasuk kedalam kategori makanan sehat sebab buah dan sayur pada umumnya adalah makanan yang tidak mengandung pengawet berbahaya dan tidak pula mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya. Dengan demikian, konsumsi terhadap sayur dan buah-buahan pada umumnya adalah hal yang baik dibandingkan konsumsi terhadap jenis makanan lainnya yang kurang sehat.

Salah satu jenis buah yang nikmat untuk dikonumsi adalah jenis buah melon. Sajian buah ini adalah jenis buah yang lezat dengan sari manis yang alami dan daging buah yang renyah dan kenyal. Menikmati buah melon akan bisa anda santap kapan saja dan dimana saja. Selain itu, hidangan buah ini bisa disajikan menjadi rujak, salad dan masih banyak lagi.

Apalagi diolah menjadi es buah dengan paduan es batu didalamnya akan tentu saja membuat hasrat dahaga kita dapat terpeuhi dengan baik dengan sajian ini.

Akan tetapi, sayangnya belakangan mencuat kabar bahwa konsumsi buah melon dilarang untuk ibu hamil dan dianggap sebagai jenis makanan yang akan membahayakan kehamilan. Dengan seiring munculnya pemberitaan ini anda para ibu hamil tentu akan berpikir dua kali sebelum menikmati buah yang satu ini. Akan tetapi, benarkah demikian? Apakah ibu hamil boleh mengkonsumsi buah melon? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Buah Melon?

Menyeruaknya kabar mengenai larangan pada ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi buah melon tentu menuai kekhawatiran pada banyak orang, terutama para ibu hamil. Akan tetapi, hingga sampai saat ini belum ada pernyataan medis yang membenarkan bahwa konsumsi buah ini akan berbahaya untuk ibu hamil.

Justru sebaliknya, konsumsi terhadap buah yang satu ini adalah hal yang baik dan dianjurkan. Buah melon memiliki segudang manfaat dan khasiat yang begitu besar untuk kesehatan ibu hamil dan manfaat ini pun bisa dirasakan oleh si janin dalam kandungan ibu.

Jadi demikian, konsumsi terhadap buah yang satu ini pada dasarnya bukanlah menjadi larangan. Ibu hamil boleh dan bahkan dianjurkan untuk menikmati buah ini selama masa kehamilan. Tentunya, manfaat buah melon akan jauh lebih baik daripada mengkonsumsi buah-buahan dengan rasa yang asam yang akan mungkin menimbulkan sakit lambung atau sakit perut.

Manfaat Buah Melon Untuk Kehamilan

Nah, selain beberapa manfaat diatas. Adapula lebih banyak manfaat dari mengkonsumsi buah melon selama masa kehamilan. Beberapa manfaat tersebut diantaranya adalah:

1. Mengatasi Rasa Mual yang Berlebihan

Manfaat yang pertama yang bisa dirasakan oleh ibu hamil yang mengkonsumsi buah melon dengan rajin dan teratur adalah buah ini dapat menjadi penawar rasa mual yang berlebihan. Seperti yang kita ketahui bahwa rasa mual adalah salah satu masalah kehamilan yang umum dialami oleh ibu hamil. Untuk itulah, tidak perlu merasa takut atau khawatir ketika mencicipi buah yang satu ini karena buah melon tidak memberikan pengaruh buruk untuk kesehatan.

2. Mencegah Dehidrasi

Kandungan air yang banyak dalam buah melon akan dapat menyegarkan dahaga dan memberikan asupan cairan untuk tubuh anda. Hal ini penting sekali terutama ketika cuaca diluar ruangan sedang terik yang dapat memberikan resiko dehidrasi. Kondisi dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil bukanlah hal yang menyenangkan. Untuk itu, konsumsi buah melon akan mengatasi kondisi ini.

3. Mengatasi Sembelit

Sembelit adalah gangguan kehamilan yang juga umumnya sering terjadi, terutama pada usia kehamilan awal. Ibu hamil yang merasakan sembelit pada umumnya akan mengalami kondisi yang tidak nyaman dan menjengkelkan. Nah, konsumsi buah melon akan memberikan alternatif untuk anda mengatasi masalah sembelit yang dialami.

4. Menormalkan Tekanan Darah

Melon memiliki kandungan jumlah kalium yang cukup tinggi. Kalium akan dapat berperan untuk mengatur sistem tekanan darah. Manfaat melon akan baik untuk mencegah timbulnya hipertensi atau tekanan darah yang tinggi maupun darah yang rendah. Selain itu, melon juga memiliki kanudngan yang dapat mencegah kerusakan sistem tekanan dan pembekuan darah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil mengkonsumsi buah melon. Semoga bermanfaat dan memberika informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Waxing?

Kondisi kehamilan yang dialami oleh seorang wanita umumnya membuat wanita dibuat kepayahan menahan segala keluhan kehamilan yang cukup menganggu.

Akan tetapi, banyak wanita yang menolak untuk tampil 'seadanya' selama masa kehamilan. Dengan alasan kehamilan boleh terjadi, namun tidak menjadi alasan anda terlihat pucat dan lusuh. Hal inilah yang melatarbelakangi sebagian wanita hamil yang tetap ingin tampil cantik dan menawan sehingga mereka masih melakukan perawatan kecantikan.

Mungkin sudah menjadi kodrat seorang wanita untuk senantiasa menginginkan tampil menarik dan terlihat prima dihadapan lawan jenis. Untuk itulah, tak heran bila saat ini anda masih melihat banyak wanita hamil dengan perut yang sudah membesar tapi masih rajin bulak-balik ke salon dan perawatan kecantikan untuk memperindah tubuhnya.

Padahal sebenarnya kondisi kehamilan yang dialami saat ini menganjurkan anda untuk sebaiknya tampil lebih alami. Maksudnya dengan tidak terlalu banyak menggunakan produk atau bahan kimia untuk kecantikan yang akan membahayakan kesehatan janin yang dikandung.

Hanya saja, bila anda pandai-pandai menggali informasi untuk mensiasati agar tetap tampil cantik selama masa kehamilan. Sebenarnya, ada beberapa perawatan kecantikan yang masih bisa dilakukan oleh para wanita selama masa kehamilan.

Yang terpenting adalah menghindarkan penggunaan bahan-bahan kimia selama melakukan perawatan adalah tindakan yang bijak untuk mencegah timbulnya masalah dengan kehamilan yang tengah anda alami saat ini.

Selain itu, kehamilan umumnya membuat tubuh anda memproduksi hormon dengan berlebih sehingga kondisi ini akan berdampak pada pertumbuhan kuku yang lebih mudah panjang. Selain itu, pengaruh hormonal kehamilan juga umumnya membuat rambut menjadi mudah lepek dan bulu-bulu pada area tubuh menjadi lebih mudah panjang. Bila tidak segera diatasi, hal ini tentu akan sedikit mengerikan untuk sebagian wanita, terutama mereka yang seringkali melakukan perawatan kecantikan.

Nah, umumnya untuk mengatasi pertumbuhan rambut atau bulu-bulu pada tubuh yang sudah mulai memanjang, seorang wanita akan melakukan waxing atau metode yang dilakukan untuk menghilangkan bulu-bulu tersebut.

Ya, kehadiran bulu-bulu halus yang lebat atau memanjang bisa menjadi hal yang menakutkan untuk sebagian besar wanita. Selain membuat penampilan menjadi terganggu, kondisi ini juga umumnya kurang enak dipandang.

Tidak seperti kaum pria yang akan cenderung cuek dengan kondisi ini. Kaum wanita bisa jadi merasa khawatir dengan hadirnya bulu-bulu halus pada bagian tubuh yang sudah semakin memanjang. Untuk itulah, guna mengatasi kondisi ini waxing akan menjadi solusi yang tepat dan cepat.

Hanya saja, banyak wanita hamil yang merasa belum percaya diri untuk tetap menjalankan ritual kecantikan yang satu ini. Mereka khawatir bahwa kondisi ini akan dapat berbahaya untuk tubuhnya. Meski demikian, tidak sedikit mereka yang terkesan acuh dan masih melakukan kegiatan waxing sesuka hati mereka. Lantas bagaimana apakah, metode waxing selama masa kehamilan boleh dilakukan? Adakah dampaknya? Bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak pembahasan dibawah ini.

Apa Itu Waxing?

Waxing adalah sebuah proses pencabutan bulu-bulu pada tubuh yang tidak diinginkan hingga ke akar rambutnya. Selain bulu yang tumbuh dibagian ketiak, waxing juga dapat dilakukan pada beberapa bagian tbuh tertentu seperti tangan, kaki, perut ataupun pada bagian wajah.

Pada bagian wajah, bagian yang seringkali dilakukan prosedur waxing adalah bagian pipi dan juga atas bagian bibir. Bahkan pada metode ini, bagian rambut kemaluan pun bisa dilakukan waxing. Umumnya, bagian rambut di seluruh tubuh bisa dilakukan waxing.

Metode ini memang seringkali menimbulkan rasa sakit dan perih. Betapa tidak, pada metode waxing, bulu-bulu pada tubuh dicabut atau dilepaskan dengan paksa hingga ke bagian akarnya. Akan tetapi demikian, demi mendapatkan kulit tubuh yang mulus dan bebas dari bulu para wanita umumnya menomor duakan rasa sakit dibandingkan dengan hasil cantik yang mereka dapatkan.

Nah, mengingat metode yang dilakukan umumnya cukup menyakitkan. Apakah hal ini boleh dilakukan oleh ibu hamil? Simak dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Waxing?

Menurut sebuah sumber dari BabyCentre memang belum ada bukti yang jelas yang menyatakan larangan terhadap ibu hamil yang melakukan metode perawatan kecantikan yang satu ini. Hanya saja, mengingat dampaknya yang cukup menyakitkan untuk kulit sebaiknya ibu hamil mengurangi melakukan waxing pada bagian tubuhnya.

Kulit wanita selama masa kehamilan umumnya cenderung lebih sensitif. Hal ini dikarenakan banyaknya perubahan hormonal dalam tubuhnya. Selain itu, aliran darah ke bagian kulit pun menjadi meningkat, terutama pada bagian organ kemaluan. Hal tersebut akan membuat ritual waxing yang dilakukan dampaknya akan lebih menyakitkan dibandingkan biasanya.

Akan tetapi, umumnya larangan waxing yang paling utama tidak ditujukan pada metode melepaskan bulu-bulu tersebut. Namun lebih kepada produk yang digunakan pada saat melakukan waxing. Ada cukup banyak produk waxing yang mengandung bahan kimia yang berbahaya. Ketika waxing menggunakan produk tersebut tentu saja dampaknya akan lebih mudah masuk kedalam tubuh lewat pori-pori yang terbuka. Akibatnya bahan kimia pada produk tersebut akan menyebar dan masuk kedalam darah lalu mempengaruhi si kecil dalam rahim anda.

Hanya saja, untuk anda yang terpaksa perlu melakukan metode kecantikan yang satu ini. Anda mungkin masih bisa melakukannya akan tetapi dengan memperhatikan beberapa rambu-rambu dibawah ini.

Rambu-Rambu Sewaktu Waxing

Menurut seorang pemilik salon waxing terkemuka, Katherine Goldman menyatakan bahwa pada dasarnya waxing aman dilakukan oleh ibu hamil, asalkan mereka mau bekerja sama. Sebagaimana dilansir dari realbeauty.com, para ibu yang tengah hamil pada usia kehamilan trimester pertama disarankan untuk dapat melakukan beberapa hal ini sewaktu hendak waxing:

  • Beritahukan pada salon kecantikan mengenai kehamilan anda. Dengan begini, para petugas kecantikan akan dapat menghindari penggunaan produk dengan vitamin A ataupun Glycolic Acid.
  • Bersikaplah jujur, terutama sewaktu dilakukan testing waxing sebelum waxing dilakukan secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan hormon ibu hamil umumnya berubah-ubah dengan cepat dan pada beberapa orang waxing akan bisa sangat menyakitkan
  • Selain itu, faktor penting yang juga perlu diperhatikan saat melakukan waxing sebaiknya perhatikan kebersihan salon dan peralatan yang akan digunakan untuk waxing.

Selain itu, perlu diketahui bahwa menghilangkan rambut halus pada bagian organ kemaluan akan mungkin menimbulkan cedera ringan pada bagian pembuluh darah. Yang mana kondisi ini akan berpotensi membuat bagian tersebut mengalami infeksi bakteri. Untuk itu, sebaiknya pertimbangkan kembali dengan matang sebelum anda memutuskan untuk melakukan waxing. Jangan sampai keinginan untuk tampil cantik anda membuat anda mengabaikan rasa sakit dan dampak yang akan dialami setelah melakukan kegiatan yang satu ini.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil melakukan waxing. Pada dasarnya memperhatikan segala sesuatunya dengan baik sebelum melakukan waxing adalah tindakan yang bijak bila anda terpaksa harus melakukan ritual ini. Semoga artikel ini memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Manikur dan Pedikur?

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama masa kehamilan umumnya wanita akan merasa malas dan lemas.

Hal inilah yang umumnya membuat mereka merasa enggan untuk melakukan rutinunatasnya bahkan untuk tampil cantik dan merawat dirinya. Perubahan hormonal selama masa kehamilan memang membawa perubahan yang cukup signifikan pada diri wanita. Terutama pada tampilan fisiknya dengan perut yang semakin membuncit dan berat badan yang semakin bertambah. Hanya saja, kondisi malas merawat diri, umumnya bukanlah tindakan yang bijak untuk dilakukan. Sebab pada dasarnya kehamilan bukanlah alasan untuk anda mengabaikan penampilan anda begitu saja.

Meskipun ada anjuran untuk sebaiknya tampil lebih alami selama masa kehamilan. Namun ini bukan berarti membuat anda diberikan alasan untuk tampil alakadarnya. Tidak sedikit ibu hamil lebih memilih tidak merawat tubuh dan tampil dalam balutan daster sehari-hari. Bila dilihat sekilas maka mungkin sulit membedakan mana wanita hamil dengan ibu rumah tangga yang kurang pintar mengurus tubuhnya.

Bagaimanapun, sudah menjadi kodrat seorang perempuan untuk tampil menarik dengan riasan yang cantik. Sehingga kehamilan sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk merusak penampilan anda dengan tidak merawat diri anda dengan baik.

Sementara itu, sebagian wanita lain mungkin tengah dibuat senang dengan mencoba segala perawatan kecantikan di salon meski perutnya tengah berbadan dua. Bahkan ada sebagian yang merasa melewatkan sesuatu saat perawatan tubuh tidak mereka lakukan.

Ya, wanita tentu selalu ingin tampil cantik, sekalipun ia sedang hamil. Saat sedang hamil, bukan berarti anda hanya menggunakan daster sehari-hari dan membuat penampilan anda terlihat lusuh. Memanjakan diri di salon bisa menjadi hal yang sangat membahagiakan untuk sebagian besar wanita.

Belum lagi, gejolak hormon yang terjadi selama masa kehamilan umumnya membuat rambut menjadi terasa lepek dan kuku menjadi mudah panjang. Sehingga bila tidak dirawat, maka mungkin kecantikan kuku anda akan perlahan memudar dan berubah menjadi menyeramkan.

Memiliki kuku yang rapih dan bersih serta terlihat cantik tentu menjadi impian untuk para wanita, tidak terkecuali ibu hamil. Hanya saja, maraknya pemberitaan serta informasi yang berisikan larangan ibu hamil melakukan perawatan kuku di salon atau yang lebih dikenal dengan manikur dan pedikur mungkin membuat ibu hamil dan anda semua berpikir dua kali sebelum melakukan perawatan yang satu ini.

Betapa tidak, sebagai ibu hamil kita tentu ingin menjaga kehamilan kita dengan baik dan memberikan segala sesuatunya untuk si buah hati. Sehingga segala hal yang akan memberikan dampak tidak baik atau negatif terhadap kehamilan akan tentu membuat kita enggan melakukannya, termasuk mungkin banyak wanita hamil yang termakan dengan beberapa mitos yang tidak jelas. Padahal sebenarnya, hal tersebut boleh dilakukan dan bahkan memberikan manfaat untuk si ibu hamil maupun janin dalam kandungannya.

Itulah mengapa, penting sekali menggali informasi lebih dalam mengenali hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang wanita selama masa kehamilan. Dengan begini, kita tidak akan terjebak dengan mitos atau anjuran yang salah. Termasuk pada saat anda hendak melakukan perawatan kecantikan kuku anda.

Pada dasarnya perawatan manikur dan pedikur adalah sebuah metode yang dilakukan untuk merawat kecantkan kuku. Hal ini tentu saja akan baik untuk tubuh dan penampilan anda. Selain enak dipandang, kecantikan kuku yang terjaga akan mungkin membuat anda mendapatkan pujian dari oranglain, terutama pasangan.

Lalu, apakah boleh melakukan perawatan manikur dan pedikur selama masa kehamilan? Nah, sebelum membahas lebih jauh kita kenali lebih dalam apa itu metode manikur dan pedikur itu sendiri.

Apa Itu Manikur dan Pedikur?

Manikur dan pedikur adalah perawatan tangan dan kaki termasuk didalamnya adalah perawatan pijatan pada bagian kaki dan perawatan untuk mempercantik kuku. Pada dasarnya, selain memberikan tampilan yang menarik pada bagian kuku tangan dan kaki. Metode pijatan yang terlibat dalam ritual ini pun, memberikan manfaat yang cukup baik untuk kesehatan, salah satunya adalah dengan membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan baik.

Pada umumya, metode ini lebih sering digunakan oleh kaum perempuan. Meski demikian, tidak sedikit kaum pria yang juga senang memperhatikan kecantikan kukunya dewasa ini. Lewat metode yang satu ini, kotoran pada kuku bisa dibersihkan dengan baik. Dan bahkan untuk anda yang mendambakan memberikan aksesoris untuk mempercantikan kuku, maka anda bisa menyesuaikanya dengan kebutuhan anda.

Hanya saja, apakah metode yang satu ini boleh diaplikasikan oleh ibu hamil? Adakah pengaruhnya? Untuk lebih jelasnya, mari simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Manikur dan Pedikur?

Sebagaimana dikutip daari BabyCentre, Mary Lake Pola, ObGyn mengatakan bahwa pada dasarnya melakukan perawatan kuku di salon adalah hal yang boleh-boleh saja dilakukan oleh ibu hamil. Akan tetapi, memang ada peraturan tertentu yang perlu diperhatikan guna menjaga keamanan dan keselamatan ibu hamil.

Paparan ekstrim dari bahan kimia  yang digunakan pada saat melakukan metode manikur dan pedikur, seperti cairan alkohol dalam aseton dan cat kuku, memang tidak baik untuk ibu hamil. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah kuantitas produk tersebut sewaktu melakukan perawatan.

Sebagaimana diungkapkan oleh Mary bahwa ibu hamil yang ingin melakukan perawatan kuku sebaiknya tidak sesering perawatan yang dilakukan oleh orang yang tidak hamil. Perawatan manikur dan pedikur dua minggu sekali masihlah terbilang aman dan sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, perhatikan kebersihan salon yang anda gunakan dan perhatikan pula apakah salon tersebut memiiki sisten ventilasi yang baik atau tidak.

Bukan hanya itu, hal lain yan juga penting menjadi perhatian ibu hamil yang hendak melakukan perawatan kuku seperti ini adalah  memperhatikan perputaran udara dalam satu ruangan salon. Pada kasus ini, perputaran udara haruslah seimbang. Dengan kata lain keluar masuknya udara kedalam ruangan perlulah seimbang. Tujuannya tentu saja, agar ibu hamil tidak terlalu banyak menghirup zat kimia dari produk perawatan kuku yang digunakannya.

Selain itu, pendapat para ahli yang lain mengungkapkan sebaiknya ibu hamil yang ingin melakukan perawatan kuku seperti ini menunda keinginannya sampai usia kehamilannya lebih besar. Usia awal kehamilan akan mungkin membuat ibu hamil merasa lebih rentan dan janin dalam kandungan umumnya belumlah terlalu kuat.

Sementara itu, bila pertumbuhan kuku mudah memanjang selama usia kehamilan muda, maka sebaiknya lakukan perawatan dirumah dengan cukup memotong kuku dengan menggunakan gunting kuku. Selain itu, metode menggunting kuku pun sebaiknya dilakukan dengan peralahan dan hati-hati. Sebab cedera yang dialami akan mungkin membuat infeksi mudah terjadi karena kotoran pada kuku yang bercampur dengan luka akan mungkin membuat bakteri mudah masuk kedalam tubuh.

Demikianlah penjelasan secara terperinci yang dapat disampaikan dari Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Manikur dan Pedikur. Semoga bermanfaat dan memberikan anda informasi yang dibutuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Rebung?

Kondisi kehamilan membuat seorang wanita dituntut untuk dapat menjaga kehamilannya dengan baik.

Kehamilan yang sehat dan berkualitas akan mungkin memberikan kemungkinan kelahiran yang sehat pada bayi anda. Sebab pada dasarnya, semua ibu yang melahirkan pasti menginginkan jika anak mereka lahir dalam keadaan yang sehat dan sempurna.

Kelahiran yang sempurna ditunjang dengan perkembangan dan pertumbuhan yang lancar pada bayi sejak mereka berada dalam kandungan. Untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, janin dalam kandungan anda akan membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang mendukung pertumbuhannya dengan baik.

Itulah mengapa, penting sekali untuk anda mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi lewat konsumsi makanan yang sehat. Diet makanan sehat sejatinya adalah salah satu upaya untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

Seorang ibu hamil perlu mengetahui jenis makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Sebab dengan begini, maka kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan janin akan dapat dipenuhi dengan baik. Selain itu, ibu hamil yang mengetahui jenis makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsinya selama masa kehamilan akan membuat tubuhnya terhindar dari makanan yang tidak sehat dan membahayakan.

Dengan begini kesehatan ibu hamil dapat terjaga dengan baik dan begitu pula dengan perkembangan janin dalam kandungannya akan dapat berjalan dengan lancar. Sebaliknya, konsumsi makanan yang tidak sehat atau kurangnya asupan makanan kedalam tubuh akan mungkin membuat ibu hamil mengalami kekurangan gizi. Selain itu, kondisi ini pun akan mungkin mempengaruhi perkembangan janin yang menjadi terkendala.

Dengan demikian, tidak heran bila ada banyak ibu hamil, terutama mereka yang baru mengalami kehamilan pertama akan mungkin menjadi lebih concern terhadap segala hal yang dilakukan. Termasuk dalam hal memilih jenis makanan yang hendak dikonsumsi. Hanya saja, nafsu makan pada saat kehamilan biasanya seringkali membuat ibu hamil mendambakan mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu yang bahkan pada saat mereka tidak hamil sebelumnya mereka tidak terlalu menyukai jenis makanan tersebut. Kondisi seperti ini seringkali dikenal dengan sebutan mengidam.

Ada  sebuah mitos mengatakan bahwa kondisi ngidam yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah mengandung haruslah segera dituruti sebab bila tidak hal ini mungkin akan berpengaruh terhadap si jabang bayi yang dikandung oleh sang istri, yakni membuat si bayi ngeces.

Kondisi ngidam memang seringkali ‘tidak umum’. Seorang wanita hamil bisa saja menginginkan berbagai jenis makanan yang bahkan jika makanan tersebut dipantang untuk dikonsumsi. Nah, ketika hasrat ngidam datang umumnya banyak pasangan suami isteri yang dibuat bingung tatkala hendak memenuhi keinginan ngidamnya. Pasalnya, mereka belum terlalu paham apakah jenis makanan tersebut aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Termasuk dengan mengkonsumsi rebung.

Apa Itu Rebung?

Rebung adalah tunas muda yang tumbuh dari akar bambu. Penduduk Indonesia maupun Asia umumnya menggunakan bahan ini sebagai bahan makanan. Ada cukup banyak ragam pengolahan dari memasak sajian ini, diantaranya adalah dijadikan bahan isian lumpia, dijadikan sayur yang dimasak dengan kuah atau bahkan dijadikan sebagai lalapan dimana bahan ini direbus terlebih dahulu untuk kemudian dijadikan bersama dengan sambal terasi yang nikmat.

Sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di pedesaan Sudah tidak lagi asing dengan sajian yang satu ini. Rasa yang renyah dan sensasi manis alami dari tunas rebung membuat sajian ini memang nikmat untuk disantap.

Hanya saja, ketika berhadapan dengan ibu hamil apakah konsumsi rebung aman dilakukan selama masa kehamilan? Adakah efek sampingnya? Nah, untuk lebih jauhnya lagi mari kita simak beberapa penjelasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Rebung?

Ada mitos yang mengatakan bahwa konsumsi rebung yang dilakukan oleh ibu hamil akan dapat membuat janin yang dikandung lahir dengan kondisi banyak bulu disekujur tubuhnya. Mendengar hal yang satu ini, anda para penikmat rebung atau yang ingin menikmati sajian yang satu ini tentu akan berpikir dua kali untuk menyantap hidangan yang satu ini.

Padahal sebenarnya, bila ditelaah dari kandungan dan manfaat yang ada didalamnya umumnya rebung memiliki sejumlah khasiat untuk kesehatan.

Rebung memiliki kandungan karbohidrat, protein dan dua belas asam amino yang amat penting dan diperlukan oleh tubuh. Konsumsi rebung secara teratur disebut-sebut dapat memberikan khasiat untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan makanan yang satu ini memiliki tindakan preventif guna menghambat berbagai jenis penyakit, termasuk didalamnya adalah penyakit kanker.

Bukan hanya manfaat diatas ada pula lebih banyak manfaat dari mengkosumsi rebung selama kehamilan. Beberapa manfaat tersebut diantaranya adalah:

1. Memperlancar Kinerja Pencernaan

Manfaat yang pertama yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi rebung adalah bahan ini memiliki sifat untuk dapat memperlancar sistem pencernaan menjadi lebih sehat. Hal ini dikarenakan didalam rebung sendiri terdapat kadar serat yang jumlahnya cukup tinggi. Terhitung dalam tiap 120 gram rebug terkandug sebnayak 1.2 gram serat yang ada didalamnya.

Untuk itulah, konsumsi terhadap jenis makanan ini akan dapat memberikan manfaat untuk kesehatan pencernaan anda. Selain itu, untuk orang-orang yang tengah menjalankan diet, rebung merupakan salah satu jenis makanan yang baik untuk mereka sebab makanan ini memberikan efek kenyang lebih lama. Termasuk juga untuk menghinari bahaya obesitas untuk ibu hamil.

Selain itu, masalah lain yang umum dihadapi oleh ibu hamil adalah sembelit atau sulit buang air besar. Nah, konsumsi terhadap makanan ini akan dapat berguna untuk mengatasi kondisi ini.

2. Mengurangi Kemungkinan Terkena Serangan Jantung

Meskipun seringkali dianggap remeh, rebung rupaya memiliki khasiat yang besar. Sebab makanan ini terbukti memiliki kadar asam phenolic yang merupakan suatu bahan antioksidan dan anti-radang. Asam phenolic yang terkandung di dalam rebung ini rupanya mampu mengurangi kemungkinan resiko terkena dengan penyakit membahayakan seperti jantung. Selain itu, dalam setiap 120 gram rebung terkandung sebanyak 24.0 mg dan sebanyak 14.4 kalsium yang amat baik untuk tubuh.

3. Pencegah Kanker

Selain mampu mengurangi resiko terhadap serangan penyakit jantung yang berbahaya, konsumsi rebung juga dapat bermafaat untuk mencegah timbulnya kanker. Hal ini dikarenakan kandungan antioksidan yang berlimpah dalam rebung membuatnya baik untuk kesehatan anda dan memerangi masuknya radikan bebas kedalam tubuh. Kadar antioksidan akan mampu memperbaiki kerusakan sel yang lumpuh akibat radikal bebas.

Jadi demikian, mulai saat ini tidak ada salahnya untuk mulai memasukkan konsumsi rebung kedalam menu makanan anda. Hanya saja, sebaiknya kontrol jumlah asupan makanan ini agar tidak terlalu bayak atau berlebihan sebab sejatinya segala sesuatu yang berlebihan tidak akan berdampak baik untuk kesehatan anda.

Jadi demikian pada dasarnya konsumsi rebung yang dilakukan selama masa kehamilan bukanlah sebuah hal yang dilarang. Sebab pada faktanya makanan yang satu ini memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan. Selain itu, konsumsi rebung selama masa kehamilan akan dapat memberikan manfaat dan kebaikan untuk tubuh anda dan janin dalam kandungan.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Ikan Tuna?

Selama kehamilan seorang wanita dituntut untuk dapat menjaga kehamilannya agar berkualitas.

Kehamilan yang sehat dan berkualitas akan memberikan kemungkinan lebih besar untuk si ibu hamil dapat melahirkan anak yang sehat dan sempurna. Haya saja, untuk dapat menjalankan kehamilan yang sehat tentu tidak didapat dengan mudah seperti menjentikan kedua jari jempol dan telunjuk. Tidak pula didapat dengan cara yang instan seperti anda merasakan pedas setelah menggigit cabai. Ada serangkaian hal yang perlu dilakukan dan wajib dijalankan oleh ibu hamil. Dari serangkaian proses ini umumnya ibu hamil akan diminta untuk menjalankan diet kehamilan yang sehat.

Hanya saja, maksud dari diet ini bukanlah diet seperti yang dijalankan untuk mengurangi berat badan. Namun diet kehamilan berarti memperhatikan asupan makanan sehat dan mengurangi konsumsi terhadap makanan yang berbahaya atau mengandung zat yang akan membuat pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi bermasalah.

Lantas mengapa diet kehamilan penting dilakukan? Selama kehamilan tubuh anda memerlukan jumlah asupan gizi dan nutrisi dua kali lebih banyak dibandingkan pada saat anda belum hamil. Hal ini dikarenakan ada kehidupan lain dalam rahim anda yang perlu untuk tumbuh dan berkembang sebelum mereka lahir ke dunia menjadi buah hati anda. Untuk itulah, asupan makanan yang sehat dari makanan yang memiliki kandungan gizi yang besar adalah hal yang akan sangat dibutuhkan oleh tubuh anda.

Konsumsi makanan yang tidak sehat bukan hanya akan membahayakan si kecil dalam rahim anda. Namun juga hal ini akan dapat berpengaruh terhadap kenaikan berat badan anda selama masa kehamilan. Untuk itulah, penting sekali untuk ibu hamil supaya dapat menjaga berat badannya dalam ukuran yang ideal. Sehingga diet kehamilan menjadi solusi dalam menjaga asupan makanan sehat dan menjaga tubuh ibu hamil dari resiko obesitas selama masa kehamilan.

Ibu yang tengah hamil perlu menjaga asupan makanan yang dikonsumsinya. Perlu diingat, bahwa saat hamil makanan yang anda konsumsi bukan hanya diperlukan oleh sang ibu. Melainkan janin dalam kandungan anda pun membutuhkan nutrisi yang lebih banyak. Wajar saja, bila selama kehamilan tubuh anda akan membutuhkan lebih banyak asupan makanan sehat dibandingkan pada saat sebelumnya.

Ketika menjalani kehamilan, ibu disarankan untuk tetap menjaga berat badannya dengan baik dan melakukan pola makan sehat dan bergizi seimbang. Hal ini tentu difungsikan supaya ibu hamil tetap sehat dan tidak mengalami kelebihan berat badan.

Perlu diketahui, untuk anda yang baru saja mengalami kehamilan. Usia trimester pertama kehamilan anda mungkin belum menunjukan perkembangan berat badan yang terlalu signifikan. Sebab pada masa ini tubuh ibu hamil masih diwarnai dengan perasaan mual dan muntah yang kerap kali mengganggu dan perkembangan si janin pun masih belum berjalan dengan pesat.

Hanya saja, pada masa trimester selanjutnya barulah perkembangan si janin dalam kandungan anda akan berjalan dengan lebih cepat sehingga berat badan ibu hamilpun akan dapat beranjak menaik. Untuk itulah, pada tahapan perkembangan ini ibu hamil perlu mendukung perkembangan si kecil dalam rahim dengan mengkonsumsi jenis makanan sehat yang baik untuk tubuh.

Akan tetapi, tidak sedikit ibu hamil yang masih dibuat bingung mengenai jenis pemilihan makanan yang akan dikonsumsinya. Hal ini apalagi diperparah dengan kurangnya ilmu pengetahuan yang memadai tentang kandungan atau pengaruh makanan tersebut terhadap kehamilan.

Sama halnya dengan konsumsi ikan tuna selama masa kehamilan. Banyak ibu hamil yang merasa bingung dengan konsumsi ikan yang satu ini. Pasalnya banyak yang mengatakan bahwa ikan tuna adalah jenis makanan yang sehat dan baik dikonsumsi oleh ibu hamil sebab kandungan protein dan omega-3 yang berlimpah didalamnya.

Hanya saja, di sisi lain banyak yang mengatakan bahwa ikan tuna termasuk kedalam jenis ikan yang sebaiknya dihindari sebab kandungan merkuri yang berasal dari laut membuat ikan ini akan berbahaya untuk ibu hamil. Lantas bagaimana sesungguhnya? Bolehkah ibu hamil mengkonsumsi ikan tuna? Untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Ikan Tuna?

Dalam sebuah artikel pada Consumer Reports menyarankan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi terhadap ikan tuna. Selain dapat menimbulkan rasa gatal, ikan tuna digadang memiliki kandungan merkuri didalamnya yang berkadar tinggi yang mana berbahaya untuk kehamilan.

Hanya saja, beberapa waktu belakangan, sebuah intansi pangan terkemuka internasional yakni Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA) di Amerika Serikat merilis sebuah rancangan baru tentang informasi asupan ikan tuna untuk ibu hamil, wanita yang tengah menyusui atau wanita yang mungkin akan hamil dan juga anak-anak.

Akan tetapi, mereka pun juga merilis jenis ikan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, ikan tersebut diantaranya adalah ikan hiu, makarel raja, todak dan ikan tile dari Teluk Meksiko sebab jenis ikan ini terbukti membawa kandungan merkuri dalam tubuhnya dengan kadar yang tinggi. Lebih lanjutnya, FDA mengeluarkan sebuah data yang menunjukan bahwa ikan tuna kalengan dengan berat 4 ons terbukti memiliki kandungan merkuri sebanyak 14 mikrogram.

Dari pedoman ini ditarik kesimpulan bahwa konsumsi resep ikan tuna selama masa kehamilan memang tidak dilarang. Hanya saja, guna menghindari kemungkinan terburuk dari dampak asupan merkuri yang masuk kedalam tubuh lewat konsumsi ikan laut. Maka sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsi lebih dari 8-12 ons ikan tuna yang berkadar rendah merkuri. 

Porsi ini umumnya setara dengan 2-3 porsi asupan ikan tuna dalam satu minggu. Adapun hal ini dilandakan bahwa konsumsi ikan akan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu, jelas FDA dan EPA.

Selain itu, hal yang perlu ditegaskan dalam hal ini adalah ibu hamil dilarang keras untuk mengkonsumsi ikan yang masih mentah atau setengah matang. Sebab kandungan bakteri atau mikroorganisme yang mungkin berbahaya yang masih terkandung dalam ikan belum mati sepenuhnya. Sehingga demikian hal ini akan mungkin berbahaya untuk kesehatan anda dan janin dalam kandungan.

Untuk itulah, konsumsi ikan tuna selama masa kehamilan memang tidaklah dilarang. Akan tetapi, ibu hamil yang merupakan penggemar dari ikan yang satu ini tidaklah dapat mengkonsumsi ikan ini dengan semaunya apalagi dalam porsi yang tidak terbatas. Ibu hamil juga bisa mencari alternatif resep ikan lainnya di sini --> Resep Masakan Ikan

Konsumsi resep ikan memang akan memberikan pengaruh yang baik untuk membantu perkembangan janin dalam rahim anda. Hanya saja, konsumsi yang terlalu banyak dan berlebihan akan mungkin membawa petaka untuk anda dan si janin.

Untuk itulah, konsumsi sesuai dengan batasan yang ditentukan agar manfaat dan kebaikan dari ikan yang satu ini dapat dirasakan dengan baik. Demikianlah hal yang dapat disampaikan dari Bolehkah Ibu Hamil Makan Ikan Tuna? Semoga bermanfaat dan memberikan informasi yang anda butuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Lakukan Luluran di Salon?

Perubahan hormonal selama masa kehmailan bisa jadi membawa pengaruh yang cukup besar pada diri wanita.

Hal ini umumnya adalah kondisi yang wajar dan bukanlah menjadi hal yang perlu ditakutkan. Bagaimanapun, saat ini tubuh sedang melakukan penyesuaiannya dengan kondisi hadirnya kehidupan dalam rahim anda. Sehingga tubuh yang lemas, tak berdaya, mual dan muntah adalah serangkaian kondisi yang mungkin dirasakan oleh ibu hamil.

Untuk ibu hamil yang sudah memiliki pengalaman melahirkan dan menjalani kehamilan sebelumnya. Hal ini mungkin tidak menjadi masalah dan mereka akan cenderung mulai terbiasa dengan kondisi ini. Hanya saja, untuk mereka yang baru pertama kali mengalami kehamilan bisa jadi mereka akan dibuat kerepotan menangani kondisi ini. Sebagian wanita mungkin akan merasa stres dan frustasi dengan kondisi perubahan ini. Namun demikian, ada sebagian lain yang dibuat biasa saja menghadapi kondisi ini.

Akan tetapi, apapun kondisinya dan bagaimanapun buruknya dampak hormon kehamilan mempermainkan suasana hati anda. Namun tetap saja, anda perlu tetap bersyukur dengan hal ini. Sebab diluar sana ada banyak pasangan suami isteri yang dibuat harus menanti lebih sabar hadirnya momongan dalam rahim sang isteri.

Kondisi keluhan kehamilan yang anda hadapi memang cukup menyiksa. Apalagi perasaan mual dan muntah yang dialami seringkali membuat nafsu makan anda menjadi berkurang. Bahkan sebagian ibu hamil menolak untuk bisa memasukkan makanan dalam mulutnya karena tak tahan dengan mual yang dialami.

Akan tetapi, tetap saja janin dalam kandungan anda akan membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang cukup untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhannya agar berjalan dengan baik. Jadi, mau tidak mau, sebaiknya upayakan agar tubuh anda mendapatkan asupan dari makanan sehat yang anda konsumsi.

Nah, selain perasaan mual dan muntah yang seringkali membuat nafsu makan menjadi terkendala. Dampak keluhan kehamilan yang lain yang juga seringkali menganggu adalah perasaan lemas dan lemah yang dialami. Mual, pusing, belum lagi ditambah dengan perut yang semakin membuncit dari waktu ke waktu umumnya membuat kita enggan melakukan banyak hal. Bawaannya pasti ingin tidur dan geletakan di kamar saja. Untuk itulah, jangankan untuk bisa melakukan aktivitas harian untuk berdandan dan mandi saja rasanya malas dan terasa berat.

Perasaan seperti ini pasti pernah dialami oleh ibu hamil pada waktu tertentu, terutama mereka yang usia kehamilannya masih dini. Ya, mayoritas ibu hamil pasti pernah merasakan kondisi ini. Tidak ingin melakukan aktivitas apapun selain berbaring dan berselonjor diatas tempat tidur atau sofa. Bahkan untuk anda para wanita karir yang bekerja diluar rumah, pastinya akan mengalami kemunduran dalam kualitas bekerja, bahkan mungkin anda akan meminta cuti yang panjang karena memang kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk menjalankan aktivitas sebagaimana biasanya.

Padahal, sebenarnya tidak demikian. Rasa malas yang datang selama masa kehamilan bukan berarti harus membuat anda mengalami kemunduran dalam segala hal. Perasaan enggan melakukan segala hal seharusnya mampu ditepis dan mulai mencari kesibukan yang lain yang dapat bermanfaat untuk anda.

Akan tetapi, bila kondisinya memang benar-benar mengharuskan anda untuk mendapatkan waktu istirahat sepanjang hari maka mungkin tidak ada hal lain yang mengharuskan anda menepis waktu untuk beristirahat.

Selain itu, kondisi fisik pun perlu diperhatikan dengan baik. Biasanya, perubahan hormon selama masa kehamilan akan mungkin membuat ibu hamil mudah mengalami masalah kulit, seperti jerawatan, timbulnya bercak hitam, kulit kering, minyak yang tidak terkontrol dan masih banyak lagi. Bila kondisi ini tidak segera diatasi, maka mungkin permasalahan ini akan semakin membuat anda terlihat kusam dan tidak karuan.

Nah, untuk mengatasi kondisi kulit yang seperti ini umumnya perawatan kecantikan yang dilakukan di salon akan menjadi solusi yang baik. Termasuk dengan melakukan luluran. Metode yang satu ini dipercaya dapat membuat kulit kembali segar dan sehat. Pasalnya lulur yang diaplikasikan pada bagian tubuh dipercaya dapat mengangkat sel kulit mati dan mengatasi masalah kulit dengan lebih baik. Hanya saja untuk ibu hamil apakah metode perawatan ini boleh dilakukan? Apakah aman ibu hamil melakukan luluran di salon? Untuk lebih jelasnya, mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Luluran di Salon?

Luluran adalah sebuah metode kecantikan yang dilakukan dengan mengaplikasikan bahan tertentu yang umumnya bersifat alami dan dicampur dengan wewangian. Untuk kemudian didiamkan untuk beberapa saat agar khasiat dari bahan tersebut dapat meresap kedalam tubuh dan bekerja dalam meremajakan kulit.

Hingga sampai saat ini, belum ada larangan medis yang menyatakan ibu hamil tidak boleh melakukan kegiatan yang satu ini. Hanya saja, hal yang perlu diperhatikan sewaktu melakukan metode ini adalah bahan atau produk yang digunakan sewaktu luluran. Ibu hamil perlu memastikan bahwa produk yang digunakan sewaktu melakukan lulur adalah produk yang aman dan bebas dari bahan kimia.

Dengan demikian, pada dasarnya melakukan perawatan lulur boleh dan sah-sah saja dilakukan. Akan tetapi, ibu hamil perlu memperhatikan rambu-rambu sebagaimana berikut ini.

Rambu-Rambu Melakukan Lulur

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para ibu hamil yang hendak melakukan lulur di salon kecantikan. Beberapa diantaranya adalah dengan:

Upayakan Produk yang Digunakan Bahan Alami

Banyak produk lulur yang digunakan dengan bahan campuran kimia yang berbahaya untuk kesehatan. Untuk ibu hamil yang hendak melakukan lulur, sebaiknya pilihlah lulur yang dibuat dari bahan alami yang benar-benar tidak memiliki kandungan kimia yang berbahaya. Contohnya seperti lulur buah-buahan, lulur bunga, lulur minyak yang dicampur dengan bunga dan masih banyak lagi.

Perhatikan Bagian Tubuh yang Diberikan Lulur

Banyak pakar menganjurkan ibu hamil yang hendak menggunakan lulur sebaiknya membatasi area tubuh untuk diberikan lulur. Dalam hal ini, bagian yang boleh diberikan lulur adalah bagian tangan, leher dan bagian kaki saja. Untuk itu, hindari melakukan lulur hingga ke seluruh tubuh termasuk wajah dan juga bagian punggung.

Hindarkan Pijatan Pada Bagian Punggung dan Pinggang

Pada umumnya lulur termasuk didalamnya terdapat metode pijatan untuk dapat memberikan dampak menenangkan bagi tubuh. Selain itu, pijatan umumnya diberikan untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah dengan baik sehingga tubuh terasa lebih nyaman dan sehat. Sebuah pijatan memang menenangkan.

Akan tetapi, untuk ibu hamil pijatan atau massage tidak bisa dilakukan sembarang, terutama pada bagian punggung dan pinggang. Hal ini dikarenakan tekanan pada bagian punggung dan pinggang akan mungkin membuat bayi dalam kandungan mengalami kontraksi dini. Untuk itu sebaiknya hindari melakukan pijatan lulur didua bagian tubuh ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anda dan si jabang bayi dalam kandungan.

Demikianlah penjelasan secara terperinci mengenai boleh atau tidaknya ibu hamil melakukan lulur di salon kecantikan. Pada dasarnya kegiatan yang satu ini sah-sah saja dilakukan asalkan dengan memperhatikan segala sesuatunya dengan baik agar keselamatan anda bisa terjaga dengan baik.

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Inhaler?

Transisi dari tidak hamil menuju kehamilan tentu menjadi proses yang besar untuk sebagian besar wanita.

Perubahan fisik dari yang sebelumnya tidak hamil menuju kehamilan seringkali membawa perubahan yang cukup signifikan. Dari sekian banyak perubahan, umumnya perubahan suasana hati dan segala hal yang dialami oleh wanita hamil lebih cenderug menjurus pada hal-hal yang cukup menjengkelkan.

Lain halnya pada saat sebelum anda hamil, pada saat kehamilan anda mungkin akan mengalami beberapa hal dan membuat tubuh anda terasa lebih sensitif daripada biasanya. Hal ini umumnya adalah sebuah kondisi yang wajar dan hampir dialami oleh sebagian besar wanita hamil diseluruh dunia. Adapun kondisi ini umumnya dipengaruhi karena pergejolakan hormon dalam tubuh ibu hamil yang membuat suasana hati dan respon terhadap sesuatu menjadi lebih sensitif.

Tubuh anda selama hamil akan mencoba menyesuaikan kondisinya dengan adanya si kecil dalam rahim anda. Umumnya kondisi inilah yang membuat tubuh anda mengalami beberapa keluhan kehamilan sebagai bagian dari proses penyesuaiannya.

Beberapa tanda seperti mual, muntah, pusing, lemas dan lain sebagainya akan mungkin menjadi keluhan kehamilan yang dialami oleh seorang wanita. Hanya saja, tidak perlu khawatir saat anda mengalami kondisi ini. Sebab pada umumnya, hal ini tidak memerlukan penanganan oleh dokter, melainkan akan dapat sembuh atau menghilang dengan sendirinya.

Kondisi keluhan kehamilan, seperti mual dan muntah umumnya menjadi hal yang membuat ibu hamil malas makan atau bahkan tidak bersemangat saat menyantap makanan. Hanya saja, kegiatan makan dalam hal ini adalah satu-satunya asupan nutrisi dan gizi untuk tubuh anda. Bayi dalam kandungan anda hanya akan tumbuh dan berkembang jika mereka mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkannya. Ketika anda menolak untuk makan, maka kondisi ini sama artinya dengan anda menghalangi asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil.

Untuk itulah, sebaiknya upayakan agar tubuh anda tetap mendapatkan asupan nutrisi dan gizi dengan baik. Hal ini tentu dilakukan guna menunjang tumbuh kembang si buah hati dalam kandungan anda agar dapat berjalan dengan baik.

Nah, berbicara mengenai keluhan kehamilan. Selain beberapa keluhan diatas, umumnya tubuh ibu hamil juga rentan terhadap serangan penyakit. Hal ini dikarenakan kondisi sistem imunnya cenderung lebih rentan dan rapuh selama masa kehamilan.

Kurang waspada dalam memelihara kebersihan atau kesehatan akan mungkin membuat penyakit lebih mudah menyerang pada ibu hamil. Apalagi umumnya untuk mereka yang mengalami riwayat asma, kondisi kurang apik atau perhatian dalam menjaga kesehatan dan menghindarkan tubuh dari sumber alergen akan membuat tubuhnya lebih rentan terkena dengan asma. Lantas apa itu asma? Simak dibawah ini.

Apa Itu Asma?

Kondisi penyakit asma umumnya adalah sebuah penyakit yang paling sering dialami oleh banyak orang. Kondisi ini membuat si penderita akan merasa kesulitan pada saat bernapas sebab bagian paru-parunya terganggu.

Kondisi penyakit ini adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan adanya peradangan atau penyempitan pada bagian saluran pernapasan. Pada akhrinya, kondisi inilah yang akan dapat menyebabkan nafas yang terasa lebih sesak ketika penderita asma hendak bernafas.

Akan tetapi selain tanda sesak napas atau kesulitan saat bernapas, tanda lain yang juga dapat dirasakan oleh penderita asma diantaranya adalah dada yang terasa nyeri, batuk-batuk atau bahkan pada kondisi tertentu mengi bisa menjadi hal yang mungkin dialami oleh penderita asma.

Penyakit yang satu ini umumnya bersifat kambuh. Parahnya, masa kambuhnya akan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja sehingga sulit diprediksi. Selain itu, adapula asma yang kambuh sebagai bagian dari reaksi alergen. Orang yang memiliki reaksi alergi terhadap suatu benda akan mungkin mengalami asma sebagai bagian dari reaksi alerginya.

Adapun jenis alergen yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi diantaranya adalah serbuk sari, udara dingin, polutan udara, debu jalanan, asap kendaraan motor/mobil dan masih banyak lagi.

Bahaya Asma Pada Ibu Hamil

Asma bukanlah sebuah kondisi kesehatan yang dapat dianggap remeh, apalagi bila kondisi ini terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil yang mengalami asma sebaiknya segera mendapatkan pertolongan, sebab bila tidak dampaknya akan cukup membahayakan, baik untuk kesehatan ibu maupun keselamatan si buah hati dalam kandungan. Adapun beberapa dampak bahaya asma untuk ibu hamil diantaranya adalah:

  • Bayi Kekurangan Oksigen

Jika sang ibu mengalami sesak napas atau kesulitan menghirup udara dengan baik maka dengan otomatis hal ini akan dapat membuat si ibu mengalami kekurangan oksigen. Parahnya, dalam hal ini bukan hanya si ibu yang mengalami dampak yang cukup menakutkan. Namun juga hal serupa akan dialami oleh janin atau bayi dalam kandungannya. Untuk itu, sebaiknya segera atasi kondisi ini agar dampaknya tidak lebih buruk.

  • Pertumbuhan Janin Terhambat

Pertumbuhan janin akan dapat berjalan dengan baik selama segala sesuatu yang dibutuhkannya dipenuhi dengan baik, termasuk dengan oksigen. Kekurangan oksigen atau terhambatnya sirkualasi udara yang dialami oleh ibu hamil akan membuat perkembangan bayi menjadi terhambat. Akibatnya kondisi ini akna mungkin memicu kelahiran prematur pada si bayi bahkan kemungkinan lahir dengan berat yang rendah akan menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan.

  • Memperparah Morning Sickness

Sesak napas yang timbul dari gejala asma akan mungkin membuat ibu hamil mengalami perasaan mual yang lebih parah. Sebab pada dasarnya, sesak napas itu sendiri disertai dengan perasaan yang mual. Kondisi seperti ini bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat akan mungkin membuat anda semakin kerepotan.

Bolehkah Ibu Hamil Pakai Inhaler?

Nah, salah satu cara mengatasi kondisi asma yang dialami oleh banyak orang adalah dengan memanfaatkan penggunaan inhaler. Adapun saat ini ada dua jenis inhaler yang tersedia, yakni inhaler yang digunakan untuk mengatasi asma dan meringankan sesak napas. Alat ini umumnya adalah jenis pereda sesak napas saat asma yang bentuknya seperti tabung penghisap.

Sementara itu, untuk yang jenis selanjutnya adalah jenis inhaler pencegah atau inhaler obat hirup yang digunakan untuk melonggarkan bagian pernapasan (hidung) dengan menghirup aroma terapi yang terdapat didalamnya.

Hanya saja, yang jadi pertanyaan disini apakah boleh ibu hamil menggunakan inhaler tersebut?

Sebuah studi baru menunjukan, bayi yang dilahirkan dari ibu yang selama kehamilan menggunakan inhaler untuk mengatasi asma (inhaler glucocorticoids), beresiko mengalami gangguan endoktrin dan metaolisme.

Penelitian ini dilakukan di Danish Birth Cohort terhadap lebih dari sebanyak 65.000  pasang anak dan ibu sejak awal kehamilan sampai dengan si kecil memasuki usia anak-anak. Sekitar 94% dari jumlah tersebut tidak memiliki asma selama kehamilan. Sementara sebanyak 6% lainnya didiagnosa dengan riwayat asma. Sedangkan usia rata-rata anak-anak adalah sekitar 6 tahun, dengan rentang usia 3,5 sampai dengan usia 9 tahun.

Penggunaan inhaler jenis inhaler glucocorticoids selama kehamilan tidak berkaitan dengan peningkatan resiko penyakit pada anak-anak, kecuali adanya gangguan endokrin dan metabolis.

Hanya saja, jenis inhaler glucocorticoids adalah solusi asma yang dianjurkan digunakan selama masa kehamilan. Meskipun penelitian menemukan hubungan antara penggunaan inhaler dengan gangguan tertentu. Hanya saja, hal tersebut tidak menunjukan sebab dan akibat.

Jadi pada dasarnya, melihat dari kondisi yang cukup membingungkan. Ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter pada saat hendak menggunakan jenis obat asma yang akan dikonsumsi atau digunakan selama masa kehamilan. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menghindarkan resiko atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dari kondisi ini.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Es Cincau?

Seorang wanita yang tengah hamil perlu ektra hati-hati dalam melakukan banyak hal, termasuk mengkonsumsi makanan.

Hal ini dikarenakan beberapa jenis makanan dan minuman tertentu akan dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan bayi dalam kandungan ibu. Tentunya, selama menjalani masa kehamilan seorang wanita dituntut untuk selalu mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuhnya.

Janin dalam rahim anda hanya mendapatkan asupan nutrisi dari makanan dan minuman yang anda konsumsi. Dengan demikian, bila makanan dan minuman yang disantap rupanya bukanlah jenis makanan yang sehat. Maka kondisi ini akan mungkin membuat bayi dalam kandungan anda tidak mendapatkan asupan gizi dengan baik sebagaimana mestinya.

Penting sekali untuk ibu hamil selalu memperhatikan jenis makanan empat sehat lima sempurnanya dengan baik. Saat ini, ada begitu banyak jenis makanan yang tersedia dan dijual bebas yang memiliki kandungan yang kurang baik. Kurang selektif dalam memilih jenis makanan akan dapat membuat kita terjebak mengkonsumsi makanan berbahaya.

Mengetahui jenis makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan adalah bekal penting untuk ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik. Pasalnya, tidak sedikit ibu hamil terutama mereka yang baru saja mengalami kehamilan dibuat bingung dan pusing ketika hendak menyantap sesuatu.

Apalagi, kondisi beredarnya mitos tentang larangan terhadap jenis makanan tertentu umumnya menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan. Pada akhirnya kondisi ini seringkali membuat ibu hamil mengurungkan niatannya untuk mengkonsumsi makanan yang kebenaran manfaat dan efek sampingnya masih belum jelas.

Tentu akan sangat baik jika mitos tersebut rupanya adalah sebuah kebenaran dimana alasan dari larangan tersebut memang ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil. Sayangnya, banyak mitos yang beredar pada umumnya tidak cukup beralasan. Hal ini tentu saja membuat ibu hamil cukup dirugikan.

Bila rupanya konsumsi terhadap makanan tersebut nyatanya tidak apa-apa atau justru memberikan manfaat, mitos yang beredar tersebut akan mungkin membuat ibu hamil melewatkan banyak manfaat dari mengkonsumsi makanan yang kaya akan khasiat.

Dengan demikianlah, penting sekali mencari tahu dari sumber yang jelas dan terpercaya mengenai jenis makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Sepertinya halnya mengkonsumsi es cincau yang lezat. Banyak diantara kita mungkin sudah tidak asing dengan hidangan minuman tradisional yang satu ini.

kh

Mengenal Es Cincau

Es cincau adalah salah satu jenis minuman yang sudah banyak dikenal dimasyarakat Indonesia. Minuman ini sendiri adalah sejenis minuman penyegar yang terbuat dari bahan utama gel yang mirip dengan agar-agar yang dikenal sebagai cincau. Pada umumnya, sajian minuman ini dibuat dari memanfaatkan daun cincau yang dapat menghasilkan lendir gel yang alami. Potongan cincau ini akan dipadukan bersama dengan sirup, santan atau susu dan ditambah dengan menggunaan es serut untuk menambah sensasi menyegarkan dari minuman ini.

Pada penyajian yang masih tradisional, es cincau pada dasarnya tidak melibatkan sirup buatan yang berperasa seperti yang saat ini banyak dijual. Namun lebih kepada mencampurkannya bersama dengan larutan gula merah yang dipadu bersama dengan santan dan dihidangkan dengan es batu.

Minuman yang satu ini lezat dinikmati ketika udara diluar tengah begitu terik. Apalagi disantap bersama-sama dengan semua anggota keluarga sambil mengobrol dan menghabiskan waktu luang. Sudah pasti rasa dari minuman ini akan terasa lebih istimewa berpadu dengan kebahagiaan bersama dengan kerabat dan sanak saudara.

Minuman es cincau memang bisa dinikmati oleh siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa maupun orang yang telah lanjut usia. Teksturnya yang lembut dan kenyal membuat minuman ini mudah dicerna dan dinikmati.

Hanya saja bagaimana dengan wanita hamil yang menikmati sajian es cincau? Nah, hal inilah yang seringkali menuai banyak pertanyaan dalam benar ibu hamil yang merasa khawatir bila sajian ini memiliki efek samping untuk kehamilannya? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Es Cincau?

Pada dasarnya es cincau dibuat dari bahan alami dengan memanfaatkan tanaman atau daun cincau yang memiliki sifat gel alami. Ketika diolah dan dipadukan dengan bahan-bahan pelengkap seperti gula merah dan santan, hidangan yang satu ini akan terasa lebih nikmat dan lebih lezat.

Selain itu, teksturnya yang lembut dan kental akan dapat meningkatkan pencernaan dengan baik sehingga jenis minuman yang satu ini akan mudah dicerna oleh usus. Pada ibu hamil yang juga sering merasakan sembelit atau susah uang air besar, es cincau akan dapat menjadi solusi yang alami dan efektif dalam memperlancar sembelit yang dirasakan. Dengan begitu, kondisi ini akan dapat mengurangi resiko ambien pasca melahirkan.

Lantas bagaimana dengan mitos yang banyak beredar bahwa konsumsi minuman yang satu ini berbahaya untuk kehamilan. Nah, setelah melihat penjelasan diatas maka dapat dipastikan bahwa kebenaran dari mitos tersebut hanyalah cibiran belaka melainkan tidaklah benar. Justru sebaliknya, konsumsi terhadap minuman yang satu ini akan dapat membantu ibu hamil memperlancar sistem pencernaannya dengan lebih baik.

Manfaat Es Cincau Untuk Ibu Hamil

Selain beberapa manfaat yang disebutkan diatas masih banyak manfaat lain yang dapat dirasakan oleh ibu hamil yang mengkonsumsi minuman yang satu ini, diantaranya adalah:

1. Memelihara Tulang

Manfaat pertama yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi es cincau selama masa kehamilan yang lainnya adalah bahan ini dapat memelihara tulang. Hal ini dikarenakan kandungan kalsium dan fosfor yang ada dalam cincau akan dapat membantu pertumbuhan bayi dalam kandungan dan memelihara tulang anda engan baik. Hanya saja, sebaiknya konsumsi cincau juga tidak dilakukan secara berlebihan sebab terlalu banyak mengkonsumsi fosfor dan kalsium akan berdampak tidak baik untuk kesehatan anda.

2. Membantu Tumbuh Kembang Bayi

Manfaat selanjutnya yang bisa didapatkan adalah dengan membantu pertumbuhan janin atau bayi dalam kandungan ibu. Pada saat masih dalam kandungan si kecil membutuhkan asupan mineral yang banyak. Sebab dengan begini tumbuh kembang, baik fisik maupun otaknya akan dapat tumbuh dengan baik. Nah, konsumsi cincau memiliki kebaikan dalam kandungan mineral yang melimpah sehingga baik untuk kesehatan anda.

3. Memperlancar Kelahiran Bayi

Manfaat yang terakhir yang bisa didapatkan dari rajin mengkonsumsi cincau adalah membuat otot-otot rahim dan bagian untuk mengeluarkan bayi menjadi lebih mengendur. Dengan begini proses kelahiran akan dapat berjalan dengan lebih mudah dan mengurangi perasaat sakit yang akan ditimbulkan dari proses melahirkan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari Bolehkah Ibu Hamil Makan Es Cincau. Pada intinya, konsumsi terhadap jenis makanan yang satu ini boleh-boleh saja dilakukan sebab memberikan manfaat yang banyak untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin dalam kandungan.

Semoga artikel ini memberikan cukup informasi yang anda butuhkan dan sampai jumpa kembali pada pembahasan selanjutnya.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Ketan?

Beragam jenis makanan khas Indonesia memiliki keunikan dan rasa yang menarik.

Banyaknya ragam suku bangsa membuat banyak kuliner baru bermunculan. Akan tetapi hal ini tentunya tidak memadamkan aneka ragam kuliner tradisional khas tempo dulu. Beberapa jenis jananan tradisional yang hingga sampai saat ini masih bertahan dan tidak tergerus oleh globalisasi adalah jenis makanan seperti tape ketan, lemper, uli, kue cur-cur dan masih banyak lagi.

Anda pun pastinya pernah mendengar satu dari sekian banyak aneka ragam makanan yang disebutkan tadi, mungkin salah satunya adalah tape ketan. Atau bisa jadi anda ternyata adalah seorang penikmat kuliner tape ketan yang nikmat. Ya, rasanya yang nikmat dan manis serta sensasi asam yang lezat membuat para penikmat sajian ini tidak pernah berpaling dari kelezatannya yang khas.

Namun mungkin tidak semua orang kenal dengan salah satu hidangan yang satu ini. Terutama anak-anak yang lahir pada era 90-an atau yang dulunya telah tinggal didaerah perkotaan. Nah, untuk menyegarkan kembali ingatan anda akan jajanan tradisional yang satu ini, mari kita kenali terlebih dahulu apa itu tape ketan.

Apa Itu Tape Ketan

Tape atau tapai adalah kudapan yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan berkarbohidrat sebagai substrat oleh ragi. Di Indonesia sendiri, ada cukup banyak ragam tape yang dibuat salah satunya adalah tape dari beras ketan. Makanan yang satu ini umumnya dibuat dengan menambahkan ragi pada nasi ketan dan difermentasikan dalam waktu tertentu. Hasil fermentasi inilah yang dapat menghasilkan tape ketan dengan rasa yang manis dan sensasi yang menyegarkan mirip minuman bersoda.

Tape ketan biasanya dibuat dengan cara membungkus tape yang akan difermentasi dengan menggunakan daun pisang atau daun pohon jati. Dari sini setelah selesai difermentasi akan keluar air atau sari dari tape ketan yang terasa manis atau bisa jadi asam tergantung pada keberhasilan proses fermentasi yang dilakukan.

Banyak orang menyukai kudapan yang satu ini karena dianggap sebagai kudapan yang lezat dan menyegarkan. Tape ketan juga nikmat disantap saat cuaca panas. Terlebih lagi saat ini tape ketan banyak dihidangkan dalam kondisi dingin sehingga sensasi menyeruput air tape dari daun akan terasa semakin menggugah selera.

Mengkonsumsi kudapan yang satu ini memang lezat akan tetapi bagaimana dengan ibu hamil yang menikmati tape ketan? Sebagaimana kita ketahui wanita hamil perlu menjaga dan memperhatikan asupan makanan yang mereka konsumsi dengan baik. Hal ini dikarenakan apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan janin yang ada dalam rahimnya.

Janin dalam kandungan anda hanya mengkonsumsi nutrisi dan gizi yang hanya didapatnya dari ibu mereka. Bayangkan bila yang selama ini anda konsumsi adalah makanan dan minuman yang berbahaya maka bagaimana tumbuh kembang si kecil dalam rahim anda akan dapat berjalan dengan baik? Yang ada mungkin saat ini bayi anda kesulitan untuk mengembangkan pertumbuhannya dan malah yang terjadi adalah keluhan kehamilan. Untuk itulah, penting sekali melakukan pemilihan dan menjadi lebih selektif dalam memilah makanan yang akan dikonsumsi, termasuk dengan konsumsi tape ketan.

Lantas bagaimana apakah konsumsi tape ketan selama masa kehamilan menajdi suatu hal yang boleh dilakukan oleh ibu hamil? Mengingat saat ini banyak rumor yang menyatakan larangan ibu hamil mengkonsumsi makanan jenis ini?

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tape Ketan?

Tape adalah makanan yang diperoleh dari hasil fermentasi bahan-bahan berkarbohidrat dengan menggunakan mikroorganisme berupa ragi. Di Indonesia sendiri makanan yang satu ini sudah cukup populer. Selain tape ketan jenis tape lain yang juga terkenal adalah tape yang dibuat dari bahan utama singkong.

Menilik dari proses pembutananya yang melalui fermentasi karbohidrat, tape tentulah memiliki kandungan alkohol. Jumlah kandungan alkohol ini ditentukan salah satunya oleh lamanya proses fermentasi yang dilakukan pada bahan berkarbohidrat tersebut. Semakin lama proses fermentasi berlangsung maka akan semakin banyak kandungan alkohol dalam tape tersebut.

Akan tetapi terlepas dari sedikit atau banyaknya kandungan alkohol dalam bentuk makanan ini, tape tetaplah memiliki dampak yang buruk untuk kesehatan ibu hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.

Dengan demikian menyoal pertanyaan boleh atau tidak bolehnya ibu hamil mengkonsumsi makanan yang satu ini maka jelas jawabannya tidak.

Bahaya Konsumsi Tape Untuk Ibu Hamil

Sebagaimana dijelaskan diatas, kandungan alkohol yang terkandung dalam tape akan dapat berdampak buruk untuk kesehatan dan keselamatan janin serta ibu hamil. Beberapa bahaya tersebut diantaranya adalah:

1. Dapat Mempengaruhi Perkembangan Perilaku Anak

Dampak buruk yang pertama yang dapat terjadi dari mengkonsumsi tape selama kehamilan adalah menghambat perilaku anak. Hal ini sama kondisinya dengan ibu hamil yang mengkonsumsi minuman keras. Kadar alkohol yang tinggi dalam tubuh ibu hamil akan dapat mempengaruhi intelegensi dan otak pada janin. Selain itu, kadar alkohol dalam tubuh janin akan pula menghambat perkembangan dan pertumbuhan sel, terutama dalam hal ini adalah sel otak bayi.

Dengan demikian, karena tape adalah jenis makanan yang mengandung alkohol maka sayang sekali makanan ini akan berbahaya dikonsumsi oleh ibu hamil. Meskipun belum teruji secara klinis akan lebih baik jka anda menghindari konsumsi makanan ini selama masa kehamilan.

2. Adanya Resiko Feotal Alcohol Spectrum Disorder (FAS)

Bahaya lain yang juga bisa berdampak pada ibu hamil dari mengkonsumsi tape adalah adanya resiko FAS. Resiko ini merupakan suatu gangguan pada bayi yang cukup memprihatinkan. Anda akan melihat kondisi bayi dengan kepala yang cukup mungil, disertai kelainan pada wajahnya.

Selain itu, kondisi dari resiko ini akan memungkinkan si anak mengalami terlambat berbicara, kesulitan dalam belajar dan masih banyak lagi. Jadi demikian, melihat pengaruhnya yang cukup memprihatinkan sebaiknya hindarkan melakukan konsumsi terhadap makanan yang satu ini.

3. Penyebab Attention Defecit Hyperactive (ADH) Disorder

Pernahkah anda mendengar istilah anak yang hiperaktif? Ya, anak-anak dengan kondisi ini diklasifikasikan dengan anak yang super aktif dalam bergerak, tidak bisa diam dan bahkan ada yang menganggap anak-anak semacam ini dengan sebutan anak nakal. Sebenarnya bukan seperti itu, hanya saja dalam hal ini si anak mengalami gangguan dalam berkosentrasi. Anak-anak yang mengalami ADH akan sangat sulit untuk menentukan titik fokus, konstentrasi mereka bisa jadi mudah buyar.

4. Meningkatkan Resiko Penyakit Kuning Pada Janin

Kondisi anak didalam kandungan akan sangat rentan terkena penyakit karena ulah ibunya yang kurang baik dalam menjaga asupan nutisi dan keshata kehamilan. Begitu pula saat ibu hamil mengkonsumi tape, maka zat nutrii yang ada dalam tape pun akan masuk kedalam tubuh janin lewat plasenta.

Padahal pada masa ini tubuh janin masih dalam tahapa perkembangan dan belum mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Sehingga seberapa kecilnya asupan alkohol yang masuk kedalam tubuh hal ini akan berpengaruh terjadap kesehatan bayi dan mendatangkan bakteri toksoplasma yang membuat bayi mudah kuning.

Demikianlah yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini semoga bermanfaat.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Kelapa Muda?

Kehamilan adalah sebuah anugerah besar yang Tuhan berikan dalam kehidupan berumah tangga sepasang suami-istri.

Apalagi jika kehadiran buah hati ini telah menjadi penantian panjang yang sudah dengan begitu sabar ditunggu-tunggu. Kabar kehamilan pasangan tentu akan menjadi hal yang amat menyenangkan. Sehingga hal ini membuat anda tak sabar untuk membaginya bersama dengan orang lain seperti kerabat dan teman-teman dekat.

Mendapatkan anugerah kehamilan pada sang istri yang telah begitu lama dinantikan tentu bak sebuah impian yang terwujud nyata. Kini untuk pertama kalinya anda bisa melihat dua garis merah pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Orangtua dan mertua anda pun akan dibuat bahagia tak terkira tatkala anak dan menantunya akhirnya bisa melahirkan keturunan.

Kini lengkaplah sudah kebahagiaan anda bersama dengan pasangan. Tak lama lagi tangis nakal si calon buah hati akan segera menghiasi kamar dan seisi ruangan dirumah anda. Saat ini anda pun mungkin sudah mulai senang berdiri dihadapan kaca dan menanti-nanti perut anda membesar. Namun sabar dulu ya bunda. Ada serangkaian proses yang perlu bunda lalui hingga menjelang kehamilan dengan perut yang membesar seperti seorang ibu hamil seutuhnya.

Sebelum terburu mencari baju hamil dan mengumpulkan segala perlengkapan kehamilan dan kelahiran sang jabang bayi. Sebaiknya mulailah berfokus pada bagaimana menjaga kehamilan anda agar berjalan dengan baik dan tanpa kendala. Penuhi pula kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuh anda agar tumbuh kembang si janin dalam rahim anda dapat berjalan dengan baik dan tanpa kendala.

Hal ini penting sekali karena kehamilan yang berkualitas akan dapat mengurangi resiko kelahiran cacat atau bermasalah pada bayi anda.

Untuk itu, penting sekali untuk anda mengetahui pemenuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan janin dalam kandungan anda lewat konsumsi makanan yang sehat seperti sayur dan buah. Selain itu, waspadalah pada beberapa jenis makanan yang dipantang selama masa kehamilan sebab hal ini akan menjadi kunci anda untuk bisa mendapatkan kehamilan yang sehat dan tanpa masalah.

Hanya saja dalam mengetahui pemenuhan makanan sehat untuk ibu hamil, seringkali ibu hamil dibuat terkecoh dengan jenis makanan yang banyak tersedia. Hal ini tentunya beriringan dengan hadirnya mitos yang tersebar dimasyarakat tentang laranga ibu hamil mengkonsumsi beberapa jenis makanan.

Padahal bisa jadi makanan yang dipantang oleh mitos tersebut sebenarnya adalah jenis makanan sehat yang bermanfaat untuk kehamilan dan kesehatan tubuh anda. Termasuk dengan mengkonsumsi air kelapa muda saat cuaca terik.

Ya, pada saat haus melanda dan cuaca diluar sedang begitu terik maka menyantap minuman segar akan menjadi ide yang sangat tepat untuk mengerarkan tenggorokan. Salah satu bahan minuman dengan rasa menyegarkan yang begitu alami adalah dengan mengkonsumsi air kelapa, terutama yang didapat dari kelapa yang muda. Jenis kelapa ini akan cocok disantap dan menyegarkan tenggorokan yang tengah kering.

Rasanya yang manis dan sensasi yang menyegarkan membuat anda akan tergoda untuk menikmati minuman ini terutama saat tengah berjemur dipantai. Berbaring dibawah pohon yang rindang dan menikmati sebongkah es kelapa muda yang segar akan terlihat begitu sempurna dengan pemandangan pantai yang begitu menanangkan.

Hanya saja, adanya mitos yang tersebar dimasyarakat membaut ibu hamil merasa was-was pada saat hendak mengkonsumsi air kelapa muda untuk melegakan tenggorokannya. Selain itu, adanya mitos-mitos yang belum dibuktikan secara ilmiah dan juga adanya kewaspadaan pada ibu hamil mengenai efek dari air kepala muda, mungkin membuat anda merasa bingung dan dilanda kegalaun apakah konsumsi air kelapa aman dilakukan oleh ibu hamil atau tidak.

Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak seperti apa ulasan mengenai boleh atau tidaknya ibu hamil mengkonsumsi air kelapa muda.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Air Kelapa Muda?

Sebuah riset mengungkapkan bahwa konsumsi air kelapa muda tidak memberikan pengaruh buruk baik untuk ibu hamil atau janin yang tengah dikandungnya. Sebaliknya air dengan rasa manis alami ini memiliki banyak manfaat untuk kehamilan terutama untuk mencukupi kebutuhan air harian dan sebagai penghilang racun dalam tubuh untuk ibu hamil.

Selain itu, konsumsi air kelapa muda selama masa kehamilan juga dapat dilakukan guna mencegah dehidrasi pasca kehamilan. Hal ini dikarenakan pada saat hamil seorang wanita membutuhkan air dalam tubuhnya untuk menghindari kondisi dehidrasi tersebut.

Jadi demikian menyoal pertanyaan boleh atau tidaknya ibu hamil mengkosumsi air kelapa muda maka jawabannya tentu saja boleh. Asalkan tidak dilakukan dalam jumlah yang berlebihan. Bahkan konsumsi ini sangat dianjurkan bagi ibu hamil karena manfaatnya yang cukup banyak.

Nah, untuk mengetahui apa saja manfaat konsumsi air kelapa muda selama masa kehamilan. Mari kita simak dibawah ini.

Manfaat Air Kelapa Untuk Ibu Hamil

Ada cukup banyak kebaikan yang dapat dirasakan dari mengkonsumsi air kelapa dalam jumlah yang wajar selama masa kehamilan. Beberapa diantaranya adalah:

Berperan Sebagai Elektrolit yang Alami

Manfaat yang pertama yang bisa didapatkan dari konsumi air kepala selama masa kehamilan adalah cairan ini dapat dijadikan sebagai eletrolit alami.

Kondisi kehamilan memang meningkatkan kemungkinan seorang wanitauntuk mudah lelah. Salah satu penyebabnya adalah karena banyak cairan tubuh terbuang dan tak sebanding dengan jumlah yang dipasoknya. Untuk itulah, dalam kondisi ini ibu hamil akan lebih rentan mengalami dehidrasi.

Perlu diketahui dehidrasi yang terjadi selama masa kehamilan akan dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan lain yang cukup berbahaya seperti timbulnya diare, kram, sakit kepala dan bahkan dapat berujung pada kontraksi dan persalinan prematur. Untuk itulah, konsumsi air kelapa akan dapat mencegah timbulnya dehidrasi.

Sebagai isotonik alami air kelapa kaya akan mineral. Didalam air kelapa terkandung elektrolit alami yang bentuknya sama dengan elektrolit dalam tubuh. Untuk itulah, konsumsi air kelapa akan dapat mengganti cairan elektrolit yang hilang dengan keringat.

Memperlancar Sitem Pencernaan

Pada masa kehamilan salah satu hormon progesteron yang dihasilkan oleh placenta akan mungkin memperlambat kinerja lambung sehingga pencernaan menjadi melambat. Untuk ibu hamil kondisi ini akan mungkin menyebabkan sembelit. Kondisi ini tentu saja akan sangat menganggu mengingat dampaknya yang cukup menyakitkan. Nah, konsumsi air kelapa akan dapat menjadi solusi yang alami guna membantu memperlancar sistem pencernaan sehingga sembelit bisa diatasi dengan baik.

Membantu Tubuh Agar Tidak Mudah Sakit

Dalam air kelapa muda terkandung senyawa yang dinamakan dengan asam laurat. Fungsi dari senyawa ini adalah membantu tubuh melawan berbagai penyakit yang masuk kedalam tubuh. Selain itu, senyawa ini sendiri memiliki kesamaan dengan ASI. Maksudnya kesamaan disini adalah sebagai antibakteri, antivirus dan juga antijamur.

Jadi demikian konsumsi air kelapa muda akan dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh ibu hamil dan janin yang tengah dikandungnya. Terutama dari beberapa ancaman penyakit mematikan seperti HIV dan juga herpes.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil minum air kepala muda. Semoga bermanfaat dan memberikan informasi yang anda butuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Paracetamol?

Sistem imunitas pada ibu hamil cenderung lebih rapuh dibandingkan dengan mereka yang sedang tidak hamil. Kondisi inilah yang menyebabkan keluhan dan penyakit akan lebih sering muncul pada ibu hamil, terutama pada usia trimester pertama kehamilannya.

Beberapa keluhan akan lebih sering muncul pada masa ini. Ibu hamil yang sudah pernah mengalami kehamilan sebelumnya mungkin akan lebih terbiasa dengan kondisi ini. Lain halnya dengan ibu hamil yang baru saja mengalami kehamilan pertamanya. Kondisi timbulnya keluhan kehamilan akan mungkin membuat tubuhnya merasa kewalahan menahan gangguan bermacam-macam yang seringkali datang.

Keluhan yang muncul selama masa kehamilan terutama pada trimester awal kehamilan terjadi sebab sistem tubuh anda sedang dalam proses menyesuaikan diri dengan kondisi kehamilan anda saat ini. Itulah mengapa masalah akan lebih sering muncul pada masa ini. Akan tetapi tak perlu khawatir sebab pada dasarnya permasalahan ini akan dapat hilang dengan sendirinya tanpa perlu melakukan pengobatan intens yang dilakukan oleh ahli medis.

Adapun beberapa keluhan yang umum dialami oleh ibu hamil pada masa ini diantaranya adalah mual, muntah, pusing, lemas, demam dan bahkan meriang. Kondisi ini memang menjadi bagian dari keluhan kehamilan yang umum dan wajar. Hanya saja, bila tidak ditangani dengan baik maka mungkin anda akan terus-terusan terbebani dengan masalah ini sehingga ibu hamil tidak akan dapat menjalani kesehariannya dengan baik dan normal.

Kondisi pusing dan demam seringkali menjadi dua hal yang cukup menyiksa. Betapa tidak, pada kondisi ini tubuh seringkali merasakan lemas dan kepala pun terasa berat dan sulit untuk dapat beraktivitas. Meski dituntut untuk mendapatkan istirahat yang cukup namun bukan berarti pada masa kehamilan ibu hamil tidak bergerak atau melakukan aktivitas seperti biasanya. Beberapa kegiatan memang tetap boleh dilakukan dan dikerjakan. Hal inilah yang akan mungkin membuat anda terkendala apabila pusing dan meriang masih tetap anda rasakan.

Nah, untuk itulah kondisi ini seperti akan sangat membutuhkan penanganan dengan segera agar tubuh anda merasa lebih rileks dan tenang sehingga kegiatan dan hari-hari anda dapat dilalui dengan lebih ceria.

Untuk dapat mengatasi pusing dan demam yang dialami biasanya anda cukup mengambil paracetamol dan mengkonsumsinya dengan cukup untuk kemudian dengan mendapatkan tidur yang cukup maka kondisi ini akan dapat menghilang dengan cepat.

Konsumsi obat jenis paracetamol memang ampuh dikosumsi guna menghilangkan dua kondisi tersebut. Akan tetapi kondisi hamil yang anda alami saat ini umumnya membuat tindakan pengobatan menjadi terkendala. Hal ini dikarenakan ibu hamil tidak bisa sembarang mengkonsumsi obat atau pil untuk mengatasi keluhan kesehatan yang dialaminya. Sebab apa yang anda konsumsi akan mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungan anda. Lalu apakah konsumsi obat paracetamol boleh dilakukan oleh ibu hamil?

Nah, untuk menjawab pertanyaan anda ini mari kita simak lebih jauh dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Paracetamol?

Konsumsi obat-obatan selama masa kehamilan adalah suatu hal yang sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarang. Hal ini mengingat kandungan dalam obat akan mungkin berbahaya untuk kesehatan janin dalam kandungan anda. Selain itu, dosis yang tidak tepat dalam penggunaan obat bisa saja membunuh janin terutama pada usia kehamilan yang masih sangat muda. Keguguran atau meninggalnya janin akan menjadi hal yang menakutkan.

Termasuk dengan kosumsi paracetamol untuk ibu hamil. Kondisi kehamilan yang dialami oleh seorang wanita membuat mereka tidak bisa mengkonsumsi obat jenis ini meski pada saat sebelum hamil obat ini mungkin menjadi obat umum yang seringkali diminum.

Sembarangan mengkonsumsi obat jenis paracetamol selama masa kehamilan akan berdampak buruk untuk perkembangan dan pertumbuhan janin dalam kandungan ibu hamil. Jadi demikian mengait penyoalan bolehkah ibu hamil mengkonsumsi obat paracetamol atau tidak maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu masalah ini dengan dokter kandungan.

Lewat konsultasi dengan dokter maka akan ada banyak pertimbangan yang akan dilihat, mulai dari kondisi kesehatan anda, kondisi janin dalam kandungan dan jika diperbolehkah maka dosis yang diberikanpun akan tepat jumlahnya.

Dampak Paracetamol Untuk Ibu Hamil

Sebagaimana telah disebutkan diatas ibu hamil tidak sebaiknya mengkonsumsi jenis obat-obatan dengan sembarang termasuk obat paracetamol untuk mengatasi pusing dan demam yang dialaminya.

Sebuah riset membuktikan bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi paracetamol denga sembarang akan mampu meningkatkan resiko anak yang dikandungnya. Resiko tersebut adalah berupa kemungkinan anak terkena dengan ADHD. Meskipun obat ini sudah biasa digunakan untuk menurunkan panas demam dan pereda sakit akan tetap hal ini tidak dapat bekerja dengan baik untuk ibu yang tengah mengandung.

Perlu diketahui ADHD adalah sebuah gangguan yang dapat membuat anak menjadi hiperaktif. Konsumsi paracetamol bukan hanya membuat anda meningkatkan resiko memiliki anak dengan gangguan ADHD saja namun juga mengkonsumsi pain kller akan menimbulkan efek yang lebih berbahaya.

Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan bawa para peneliti sebenarnya masih perlu melakukan riset yang lebih lanjut guna mendapatkan hasil yang lebih jelas. Namun demikian, tetap saja guna menjaga keselamatan dan menghindari resiko buruk dari konsumsi obat ini sebaiknya anda menghindari konsumsi paracetamol sembarangan selama masa kehamilan.

Secara ilmiah konsumsi paracetmol yang dilakukan oleh ibu hamil akan dapat mempengaruhi stabilitas hormon dalam tubuh ibu, terutama pada bagian rahim. Sehingga pada akhirnya hal ini akan dapat mengakibatkan perkembangan otak bayi menjadi terhambat dan berjalan dengan tidak normal.

Sementara itu para peneliti menyarankan bagi anda yang memang terpaksa harus mengkonsumsi obat jenis ini maka sebaiknya disarankan untuk mengurangi dosis yang dikonsumsi dan minum dengan jangka pendek atau dalam artian tidak terus-terusan mengkonsumsi obat ini dalam waktu yang lama.

Selain itu, penting sekali untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang masalah atau keluhan akibat kehamilan yang tidak bisa anda tangani. Dengan begini dokter akan memberikan penanganan yang lebih aman disesuaikan dengan kondisi kesehatan anda dan janin dalam kandungan.

Mengatasi Demam dan Pusing Pada Ibu Hamil Secara Alami

Daripada mengatasi kondisi ini dengan menggunakan obat paracetamol yang sudah jelas akan berdampak buruk untuk kehamilan anda. Mengapa tidak carilah alternatif lain yang akan dapat mengurangi gejala sakit demam dan pusing yang anda alami saat ini dengan cara yang lebih aman. Berikut ini adalah beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam dan pusing selama hamil.

Perbanyak Konsumsi Air Putih

Penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan lebih baik. Caranya yakni dengan banyak mengkonsumsi air putih. Apabila cairan tubuh terpenuhi dengan baik maka suhu tubuh anda akan dapat lebih stabil. Memperbanyak konsumsi air putih selama demam juga akan dapat menghindarkan anda dari dehidrasi. Yang mana seperti yang kita ketahui dampak dehidrasi saat hamil akan lebih berbahaya untuk kesehatan ibu hamil.

Jangan Keluar Rumah

Ketika demam sebaiknya hindari berpergian keluar rumah, terutama saat udara diluar rumah tengah terik-teriknya. Hal ini malah akan membuat intensitas suhu tubuh ada menjadi lebih buruk dan pada akhirnya demam yang dialami akan semakin parah.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi demam selama kehamilan dengan cara yang lebih alami dan mudah dipraktikan dirumah.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Es?

Ketika musim panas tubuh akan rentan dengan yang namanya dehidrasi.

Suhu lingkungan yang meningkat juga membuat tubuh mudah berkeringat dan gampang haus. Terlebih lagi apabila keadaan ini terjadi pada saat hamil, padahlah perubahan homornal akibat kondisi hamil yang dijalani saat ini saja sudah mampu membuat tubuh menjadi mudah gerah. 

Untuk itu biasanya guna menyegarkan kembali tubuh dan memenuhi hasrat haus yang tak tertahankan pada saat lingkungan sekitar terasa panas maka air dingin atau minuman yang ditambah dengan es akan menjadi solusi yang tepat. Dengan konsumsi minuman jenis ini maka tubuh akan terasa lebih segar dan tenggorokan rasanya seperti kembali mendapatkan energi yang menyegarkan.

Hanya saja, akibat banyaknya mitos yang tersebar dimasyarakat membuat ibu hamil menjadi enggan untuk mengkonsumsi minuman es. Sebaliknya minuman ini malah menjadi minuman yang dipantang untuk ibu hamil. Mendengar hal yang sama, anda pun mungkin akan berpikir beberapa kali sebelum mengkonsumsi minuman jenis ini.

Ada cukup banyak mitos yang beredar dimasyarakat seputar ibu hamil yang mengkonsumsi minuman es. Lantas apa sajakah mitos tersebut? Simak dibawah ini.

Mitos Ibu Hamil Konsumsi Minuman Es

Cukup banyak mitos yang tersebar dimasyarakat mengenai konsumsi minuman dingin yang dilakukan selama masa kehamilan. Entah sejak kapan ragam variasi cerita tentang mitos ini telah secara berulang-ulang dari ibu ke anak perempuannya dan begitupu seterusnya diceritakan agar sebisa mungkin menghindari pengonsumsian terhadap minuman dingin selama masa kehamilan. Beberapa mitos yang diketahui diantaranya adalah:

Mitos Ukuran Bayi Besar

Dikatakan bahwa ibu yang mengkonsumsi air es atau minuman dingin selama masa kehamilan seperti es krim dan minuman lainnya yang mengandung es akan melahirkan bayi dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pada berat yang normal. Padahal, air es dan bayi tidak ada hubungannya sama sekali.

Bayi besar atau yang dikenal dengan istilah makrosomia adalah kondisi bayi yang lahir dengan berat badan lebih dari 4 kg. Hal ini umumnya disebabkan oleh ibu hamil yang mengidap penyakit diabetes (kencing manis).

Diabets melitus adalah suatu kelainan yang ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan juga lemak. Adapun penderita diabetes akan lebih sering mengalami kondisi yang dinamakan hiperglikemia dan glukosuria. Pada kondisi ini, penderita akan lebih sering merasa haus, nafsu makan yang berlebih dan sering buang air kecil serta penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba.

Pada dasarnya air es tidak ada kaitannya dengan bayi dalam rahim ibu. Sebaliknya air es merupakan air biasa sehingga ketika diminum tidak akan berdampak bahaya untuk bayi atau janin. Dengan demikian pula konsumsi air es yang dilakukan selama masa kehamilan tidak akan berpengaruh dan membuat bayi berukuran besar saat dilahirkan.

Hanya saja pada faktanya yang menyebabkan bayi besar pada saat dilahirkan justru apabila air es dicampur dengan penamis seperti gula atau sirup. Sebab kandungan gula berlebihan yang dikonsumsi kedalam tubuh ibu hamil akan pula ikut meningkatkan asupan gula yang diterima oleh janin. Akibatnya, janin anda akan lahir dengan berat badan yang lebih besar.

Mitos Kembar Air

Mitos lain yang dikaitkan dengan konsumsi air es selama masa kehamilan adalah adanya kembar air.

Konsisi kembar air atau polyhidramnion merupakan sebuah kondisi yang terjadi dimana air ketuban pada ibu hamil jumlahnya melebihi ukuran normal 4-5 liter dengan jumlah normalnya hanya sekitar 1-2 liter.

Kondisi ini dapat terjadi sebagai bagian dari kelainan kongenital, janin yang berukuran besar, kehamilan kembar atau adanya gangguan pada sistem pencernaan janin sehingga tidak bisa mengkonsumsi air ketuban dengan baik.

Produksi urin janin yang berlebih, kelainan yang terjadi pada bagian plasenta dan konsumsi obat-obatan juga bisa menjadi hal yang mempengaruhi kondisi ini. Dengan demikian mitos yang dikatakan diatas tidak ada kaitannya dengan mengkonsumsi air es selama kehamilan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Es?

Apabila ditinjau dari segi klinis dan membuktikan kebenaran mitos yang saat ini banyak tersebar maka mengkonsumsi minuman es atau air es yang dilakukan selama masa kehamilan tidak ada sangkut pautnya dengan kondisi janin dalam rahim ibu hamil, terutama menjadikan ukuran bayi lebih besar daripada kondisi normal.

Faktanya berapapun temperatur dari makanan atau minuman yang dikonsumsi, bahan-bahan tersebut akan mengkondisikannya dengan suhu tubuh ketika sampai di perut. Untuk itulah terkait dengan pernyataan bahwa minuman es dapat berpengaruh buruk terhadap kondisi janin dalam rahim ibu hamil tidaklah benar.

Dalam hal ini apa yang sebenarnya patut untuk diwaspadai untuk pada ibu hamil bukanlah terletak pada es namun lebih kepada campuran yang terdapat dalam cairan tersebut. Perhatikan kandungan gula dan kalori yang ada dalam minuman yang anda konsumsi tersebut, baik itu es sirup, es teh manis ataupun minuman bersoda. Sebab bahan yang menyertai minuman es tersebutlah yang sebenarnya mengambil peran dalam membuat bayi lahir dengan bobot tubuh yang lebih besar daripada kondisi yang normal.

Akan tetapi meski terkait dengan asupan minuman untuk ibu hamil, sebenarnya yang menjadi kunci dari keselamatan janin dalam kandungan ibu hamil adalah penting sekali untuk ibu hamil untuk selalu mengatur pola makan yang sehat. Konsumsilah makanan dan miuman yang sehat secara moderate. Artinya adalah dengan mengkonsumsi makanna tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit sebab pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan atau terlalu sedikit akan dapat berdampak buruk untuk kesehatan.

Minuman yang Dianjurkan Dikonsumsi Oleh Ibu Hamil

Selain minuman es, adapula beberapa jenis minuman yang sehat yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Beberapa diantaranya adalah:

  • Air putih -  Konsumsi air putih dapat menjadi sumber cairan tubuh yang baik. Konsumsi air putih minimal sebanyak 8 gelas atau 2 liter perhari. Perbanyak minum air pada saat siang hari dan kurangi pada saat malam hari. Hal ini penting dilakukan guna mencegang terlalu sering buang air kecil saat malam hari yang akan membuat jam malam ada menjadi terganggu.
  • Susu -  Minuman lain yang juga dapat bermanfaat untuk kesehatan dan aman dikonsumsi selama masa kehamilan adalah susu. Susu mengandung kalsium yang banyak yang baik untuk ibu hamil sebab kandungan ini amat dibutuhkan terutama untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan.
  • Jus buah - Jus buah yang dimaksud disini adalah jenis jus buah yang alami dan murni. Sebaiknya pilihlah jus buah yang tidak terlalu banyak mengandung pemanis seperti gula dan pemanis lainnya. Jus buah memiliki manfaat yang banyak untuk ibu hamil sebab mengandung vitamin yang penting guna menjaga kesehatan tuubh ibu hamil dan mencukup gizi serta nutrisi yang diperlukan untuk janin dalam kandungan.

Itulah dia beberapa jenis minuman yang baik dikonsumsi oleh ibu hamil. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasan lainnya.

Bolehkah Ibu Hamil Naik Motor?

Ibu yang tengah mengandung perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan dirinya dengan baik.

Hal ini tentu saja dilakukan demi menjaga dan menunjang kehamilan yang tengah dijalaninya. Masalah yang menyerang selama kehamilan akan tentu berpengaruh besar terhadap janin yang tengah dikandung. Untuk itulah, penting sekali untuk ibu hamil untuk senantiasa memperhatikan segala halnya dengan baik.

Hindari melakukan aktivitas yang terlalu keras atau berpergian terlalu jauh sebab hal ini akan dapat membuat energi tubuh pada ibu hamil menjadi terkuras habis. Dampaknya, ibu yang tengah hamil akan merasakan lemas seharian akibat aktivitas yang dilakukan terlalu menguras tenaga.

Bukan hanya perlihal makanan saja yang perlu diperhatikan guna menunjang kesehatan dan kehamilan yang bekualitas. Segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh ibu hamil pun perlu dilakukan dengan berhati-hati agar ibu hamil tidak kelelahan dan bayinya tetap aman.

Hanya saja mungkin untuk sebagian ibu hamil, banyak ibu yang masih dituntut untuk dapat melakukan segala aktivitas dan kegiatan rumah tangga meski tengah berbadan dua. Beberapa ibu bahkan memiliki mobilitas yang cukup tinggi dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukannya. Beberapa bahkan tak segan berpergian dengan menggunakan motor agar aktvitas yang dilakukannya tetap dapat berjalan dengan lancar.

Ya, kini produksi motor semakin hari semain meningkat. Untuk melayani konsumsi saat ini sudah banyak variasi jenis motor yang sengaja diranjang untuk semakin memudahkan para penggunanya. Apalagi kini sudah banyak motor matic yang memang dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan para konsumen perempuan dalam berkendara.

Hadirnya moda transportasi modern ini memang cukup membantu dan memudahkan segala hal. Perjalanan yang jauh sekalipun bisa diatasi dengan menggunakan motor. Kini dengan hadirnya sepeda motor anda tak lagi harus berjalan jauh untuk dapat sampai ke tempat tujuan.

Selain itu, bentuk dari sepeda motor yang relatif gesit dan lebih ramping memungkinkan alat transportasi ini menyusuri jalan yang lebih kecil sehingga ketika macet sekalipun para pengendara motor akan lebih mungkin mampu menangani masalah ini dengan menyelip-nyelip sehingga dapat lebih mudah sampai ke tempat tujuan.

Penggunaan motor saat ini bukan lagi kendaraan kaum pria namun lebih kepada kendaraan yang menyeluruh. Bahkan perempuan sekalipun suka mengendarai sepeda motor dan anda akan dengan mudah menjumpai banyak perempuan dengan tunggangan sepeda motornya yang cukup menarik. Mengendarai sepeda motor memang tidak menjadi masalah selama anda mengikuti rambu-rambu jalan dan peraturan yang sudah dibuat. Selain memudahkan, hal ini akan cukup membuat hidup anda terasa lebih gesit dan cepat.

Hanya saja, bagaimana jika sepeda motor dikendarai oleh wanita yang sedang hamil atau mungkin wanita hamil adalah seorang penumpang dari sebuah sepeda motor? Apakah hal ini aman? Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Naik Motor?

Penggunaan motor sebagai alternatif kendaraan yang praktis ini seringkali tak jarang menimbulkan kekhawatiran untuk sebagian besar orang. Sehingga demikian tak heran bila banyak orang akan banyak menanyakan hal yang serupa pada ibu hamil yang naik motor. Terkait dengan masalah boleh atau tidaknya seorang ibu hamil mengendarai atau menaiki motor mari kita simak berikut ini.

Untuk anda yang saat ini tengah mengandung sebenarnya anda boleh-boleh saja mengendarai atau menjadi penumpang sepeda motor pada saat hamil. Akan tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah memperhatikan kondisi kesehatan anda sendiri.

Selama tubuh anda fit dan tidak terjadi keluhan dengan kehamilan yang anda jalani saat ini, keinginan anda untuk mengendarai sepeda motor sebenarnya sah-sah saja. Apalagi bila dalam satu kondisi rupanya anda terpaksa mengendarai motor seorang diri karena harus pergi ke suatu tempat dan tidak ada orang lain yang bisa mengantar anda.

Akan tetapi demikian, intensitas dari naik motor itu sendiri pun perlu diperhatikan, terutama mempertimbangkan usia kehamilan anda dan beberapa faktor lainya. Untuk itulah, sebaiknya guna mengetahui keamanan dan kondisi tubuh anda sebelum menaiki sepeda motor sebaiknya berkonsultasilah dulu dengan dokter apakah kondisi anda memungkinkan untuk berpergian dengan motor atau tidak. Dengan begini maka keamanan dan keselamatan anda dapat terjaga dengan baik.

Resiko Naik Motor Untuk Ibu Hamil

Jawaban dari pertanyaan bolehkah ibu hamil mengendarai motor mungkin cukup melegakan untuk anda yang notabene memiliki mobilitas yang tinggi. Namun demikian, hal ini bukan berarti kegiatan naik motor yang dilakukan selama masa kehamilan tidak memiliki resiko. Nah, untuk mengetahui apa saja resiko dari naik motor selama masa kehamilan, mari kita simak berikut ini.

  • Sepeda motor roda dua umumnya memiliki pengamaan yang sedikit kuang dibandingkan dengan transportasi roda empat sebab moda transportasi ini tidak memiliki sabuk pengaman sehingga memungkinkan timbulnya guncangan yang cukup keras akibat pengereman yang mendadak.
  • Sepeda motor roda dua juga memiliki kestabilan yang cukup membuat ibu perlu waspada terutama jika digunakan pada lintasan yang kurag baik. Guncangan yang keras pada lintasan tertentu pastinya akan dapat menganggu kondisi rahim. Bahkan pada kasus yang lebih buruk hal ini akan mungkin beresiko terhadap timbulnya keguguran. Terutama pada usia kandungan yang masih muda seperti pada trimester awal kehamilan.
  • Timbulnya kelelahan juga menjadi resiko lain yang mungkin dihadapi oleh ibu hamil yang mengendarai motor, terutama dalam jarak yang cukup jauh. Untuk tiu, sebaiknya upayakan bila ketika anda hendak mengendarai motor pastikan bila kondisi tubuh anda dalam keadaan fit dan prima.

Hal yang Perlu Dilakukan Apabila Ibu Hamil Naik Motor

Meski resiko diatas terdengar cukup menakutkan, namun hal ini bukan berarti dijadikan alasan untuk menciutkan niatan anda berkendara mengguna alat transportasi roda dua ini. Naik motor boleh-boleh saja dilakukan asalkan ibu hamil memperhatikan beberapa hal dibawah ini:

  1. Anda wajib mentaati peraturan dan standar keamanan berkendara yang telah ditentukan oleh pihak yang berwajib. Hal ini tentunya penting dilakukan sebab ibu hamil memerlukan pengaman maksimal untuk keselamatan diri dan si bayi dalam kandungannya.
  2. Ibu yang tengah hamil sebaiknya tidak berkendara dengan menggunakan kecepatan yang tinggi sebab hal ini akan semakin beresiko terhadap guncangan yang terjadi.
  3. Posisi duduk pun perlu diperhatikan. Sebaiknya ibu hamil duduk dalam posisi yang nyaman dan seimbang sehingga tidak menciptakan tekanan pada bagian perutnya.
  4. Sebaiknya tidak memaksakan diri naik motor dengan jarak yang jauh tanpa mengambil waktu istirahat ditengah-tengah perjalanan. Hal ini diperlukan karena ibu hamil perlu melemaskan otot-otot yang tegang selama perjalanan.

Demikianlah beberapa hal yang penting diperhatikan oleh ibu hamil yang hendak melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua sepeda motor. Hal yang terpenting pada saat mengendarai alat transportasi ini adalah dengan memperhatikan kondisi tubuh anda dengan baik agar keselamatan dan keamanan tetap terjaga.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kerang?

Pemenuhan nutrisi pada ibu hamil perlu ditunjang dengan konsumsi makanan yang bergizi seimbang agar sembilan bulan masa kehamilan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Bukan hanya itu, pemenuhan gizi ibu hamil juga sangat penting guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan calon buah hati yang ibu kandung dengan sempurna.

Pentingnya langkah pemenuhan nutrisi pada ibu hamil tentu membuat anda wajib mengetahui asupan makanan sehat seperti apa saja yang boleh dikonsumsi. Dengan begini maka kehamilan yang sehat dan berkualitas akan bisa anda dapatkan dengan lebih baik.

Gizi dan makanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, aturan ini pun berlaku pada ibu hamil. Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil adalah apa yang akan menentukan tumbuh kembang si janin didalam rahimnya. Bila kebutuhan gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh si janin dan tubuh ibu hamil tercukupi dengan baik maka tumbuh kembang si kecil akan dapat berjalan dengan baik. Dengan begini maka kelahiran yang sehat dan sempurna pada buah hati anda akan dapat berjalan dengan baik.

Sebaliknya asupan gizi yang buruk atau kurang terpenuhi akan membuat tumbuh kembang buah hati anda bermasalah. Jangankan untuk menunjang pertumbuhan si kecil dalam rahim tubuh anda pun mungkin tidak akan cukup kuat menopang janin yang tumbuh dalam rahim anda. Alhasil berbagai masalah kehamilan akan mulai muncul ketika asupan gizinya tidak terpenuhi. Hal ini pun akan beresiko lebih besar untuk meningkatkan kecacatan lahr pada jabang bayi yang anda kandung.

Untuk itulah penting sekali bagi ibu hamil untuk selalu cermat dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsinya. Selain itu, asupan gizi pada saat hamil akan dibutuhkan lebih banyak dibandingkan pada saat anda tidak sedang hamil. Hal ini karena kini dalam rahim anda tubuh seseorang yang juga membutuhkan asupan tersebut yakni si kecil yang akan lahir ke dunia. Untuk itu, upayakan memenuhi kebutuhan gizi ini lewat konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah.

Nah, salah satu jenis makanan yang dapat dimasukkan sebagai menu harian untuk konsumsi selama kehamilan adalah makanan laut. Jenis makanan ini memiliki kandungan yang baik untuk dikonsumsi sebab makanan laut merupakan salah satu referensi asupan nutrisi yang baik untuk bayi yang anda kandung.

Salah satu kandungan yang ada dalam makanan laut yang baik dikonsumsi adalah omega 3 yang dapat berfungsi untuk menjaga imuntias tubuh janin. Makanan laut juga merupakan salah satu sumber protein hewani selain daging dan telur sehigga amat direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Akan tetapi tentunya terdapat beragam jenis makanan laut yang dapat dijadikan sebagai menu harian untuk anda konsumsi selama masa kehamilan, salah satunya adalah kerang. Kerang merupakan sejenis hewan air yang memiliki tubuh yang lunak atau moluska. Dalam arti yang lebih luas, kerang berarti semua moluska dengan sepasang cangkang. Cangkang kerang ini letaknya berhadapan sehingga terlihat seperti menutup. Dalam perkembangannya kerang merupakan hewan air yang banyak diburu oleh masyarakat untuk dijadikan berbagai macam hal.

Banyak masyarakat memburu kerang untuk dijadikan makanan. Sajian olahan dari bahan dasar kerang pun cukup beragam yang keseluruhannya hampir memiliki rasa yang sedap dan sulit sekali dihindarkan. Dengan demikian tidak heran bila banyak orang suka dengan sajian yang satu ini karena rasanya yang lezat dan tekstur juicy dari kerang yang begitu menggoda.

Akan tetapi meskipun pengonsumsian kerang cukup populer, namun sajian makanan laut ini kerapkali menuai pro dan kontra pada saat hidangan ini disajikan sebagai makanan untuk ibu hamil. Banyak masayarakat yang menyatakan hidangan makanan yang satu ini dilarang diberikan pada ibu hamil sebab akan dapat membahayakan kehamilannya.

Mendengar rumor ini anda yang tengah mengandung mungkin akan cukup diselimuti dengan kekhawatiran. Namun sebagian lain mengatakan bahwa kerang boleh-boleh saja dinikmati oleh ibu hamil.

Nah, apabila anda adalah yang termasuk salah satu orang yang was-was dengan hal ini maka mari kita simak penjelasan dibawah ini boleh atau tidaknya ibu hamil mengkonsumsi kerang.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kerang?

Pertanyaan yang satu ini memang seringkali menjadi hal yang banyak ditanyakan mengingat saat ini banyak mitos dan rumor yang beredar dimasyarakat tentang larangan ibu hamil mengkonsumsi kerang.

Akan tetapi, untuk anda yang merupakan seorang penggemar makanan yang satu ini atau anda hendak menikmati kerang maka nampaknya anda dapat mulai bernafas lega sebab konsumsi terhadap makanan ini secara medis tidaklah menjadi larangan.

Selama konsumsi kerang dilakukan dengan batas yang wajar maka boleh-boleh saja untuk ibu hamil menikmati sajian makanan yang satu ini. Justru sebaliknya konsumsi kerang dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kesehatan sebab makanan ini menjadi sumber protein yang rendah lemak yang mana baik untuk anda konsumsi.

Manfaat Konsumsi Kerang Untuk Ibu Hamil

  • Pada perkembangannya kerang hijau menjadi salah satu makanan hasil laut yang rendah kalori. Untuk itu, bagi anda yang ingin mencicipi atau menikmati jenis kerang yang satu ini maka anda tak perlu khawatir untuk menjadi gemuk karena sebuah penelitian menunjukan bawa konsumsi dari 10 kerang hanya mengandung kurang dari 100 kalori dengan kanudngan 0,2 gram lemak jenuh didalamnya.
  • Namun demikian tetap saja pengolahan dari kerang itu sendiri pun perlu diperhatikan. Bila banyak kandungan minyak atau bahan lain pada kerang yang dimasak maka akan semakin banyak kandungan lain didalamnya.
  • Manfaat lain yang juga dapat dirasakan dari konsumsi kerang adalah adanya kandungan substansi kompleks dalam kerang yang dapat mengoptimalkan perkembangan otak janin. Jadi demikian makanan ini akan bermanfaat banyak untuk janin anda bila dikonsumsi.
  • Sebuah penelitian menunjukan ibu yang mengkonsumsi kerang dalam jumlah yang wajar selama masa kehamilan mampu melahirkan anak dengan IQ yang lebih tinggi dibandingkan mereka ibu hamil yang tidak sama sekali mengkonsumsi makanan laut yang satu ini.
  • Selain itu penelitian tersebut juga menunjukan bahwa konsumsi kerang akan dapat menurunkan resiko kelahiran bayi dengan jumlah berat badan yang rendah. Yang mana ini artinya konsumsi makanan laut yang satu ini tidak hanya lezat namun memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan perkembangan janin dalam rahim.

Bahaya Konsumsi Kerang Berlebihan

Meskipun tergolong sebagai makanan yang aman untuk dikonsumsi, akan tetapi tetap saja ibu hamil perlu membatasi jumlah konsumsi makanan ini agar tidak terlalu berlebihan. Hal ini penting dilakukan sebab konsumsi kerang yang berlebihan akan dapat berdampak buruk untuk janin dan kesehatan ibu hamil.

Selain itu, bahaya ibu hamil mengkonsumsi kerang sebenarnya bukan terletak dari cara pengolahannya namun lebih kepada kualitas si kerang itu sendiri. Kerang yang tumbuh dari lingkungan laut yang terkena dengan polutan akan tentu berbahaya sebab pada umumnya jenis kerang ini akan mengandung merkuri. Dari sinilah bahaya nyata dari konsumsi kerang.

Makanan laut yang mengandung merkuri yang tinggi akan dapat beresiko mempengaruhi perkembangan sistem syaraf pusat pada bayi.

Jadi demikian pada intinya konsumsi kerang pada ibu hamil boleh dilakukan dengan memperhatikan porsi dan kualitas dari kerang itu sendiri. Kerang yang dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan berkualitas akan memberikan dampak yang baik untuk janin dan tubuh ibu hamil.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Buah Salak?

Wanita yang Sedang hamil dituntut untuk selalau siaga dalam menjaga kehamilannya agar tetap sehat.

Masalah yang timbul selama kehamilan tentu tidak terjadi begitu saja bila tidak ada sumber atau penyebabnya maka masalah ini tidak akan muncul. Sama halnya dengan istilah yang menyebutkan tidak akan ada asap bila tidak ada api. Peribahasa ini memiliki makna bahwa segala sesuatunya terjadi sebab ada alasannya.

Kehamilan memang seringkali menimbulkan berbagai keluhan terhadap seorang wanita, terutama keluhan di tiga bulan pertama usia kehamilan. Pada kasus ini, keluhan yang terjadi diakibatkan oleh adanya perubahan hormonal yan signifikan yang terjadi pada ibu hamil. Selain itu, sistem tubuh ibu hamil yang masih bekerja untuk menyesuaikan kondisinya membuat masalah kehamilan seperti mual dan muntah seringkali terjadi.

Hal inilah yang seringkali menjadi keluhan para wanita hamil diusia kehamilan yang masih muda. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu saat tubuh sudah mampu menyesuaikan kondisinya dengan hadirnya janin dalam rahim anda maka hal ini akan dapat menghilang dengan sendirinya. Untuk itulah ibu hamil dituntut untuk tetap bersabar menghadapi keluhan tersebut dengan lebih baik.

Sementara itu, ibu hamil juga penting untuk tetap mendapatkan asupan gizi dan nutrisi kedalam tubuhnya dengan baik. Hal ini dikarenakan terpenuhinya dua asupan ini akan dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan si janin didalam rahim. Hanya saja, itulah tadi kondisi mual dan muntah seringkali membuat asupan tersebut menjadi terkendala. Adanya mual dan muntah membuat nafsu makan ibu hamil menjadi berkurang akibatnya konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi tinggi menjadi terkendal.

Nah, meskipun masalah ini menjadi halangan namun tetap saja ibu hamil harus dapat mencukupi kebutuhan gizi tersebut kedalam tubuhnya sebab bayi dalam kandungan anda hanya mengkonsumi nutrisi dan gizi dari tubuh ibunya sebagai bekalnya untuk dapat bertumbuh dan berkembang.

Biasanya untuk mengatasi masalah nafsu makan yang berkurang ibu hamil akan cenderung mengalihkan jenis makananya pada sesuatu yang lebih menyegarkan dan berasa asam seperti halnya buah salak. Jenis buah berasa seperti ini akan membuat nafsu makan kembali bersemangat dan membuat ibu dapat mengkonsumsi makanan dengan lebih baik.

Hanya saja, saat ini banyak rumor yang menyebutkan bawa ibu hamil yang tengah mengandung dipantang dari mengkonsumsi buah tropis yang satu ini. Pasalnya banyak masyarakat meyakini mitos bahwa ibu hamil yang mengkonsumsi buah bersisik ini akan dapat menurunkan karakteristik dari penampilan salak yakni bersisik.

Mendengar mitos yang satu ini anda pun mungkin akan berpikir dua kali untuk menyantap buah yang satu ini. Lantas apakah benar demikian? Nah, sebelum membahas lebih jauh tentang bolehkah ibu hamil mengkonsumsi buah ini terlebih dahulu kita kenali apa itu buah salak? Seperti apa manfaatnya? dan bagaimana pengaruhnya untuk ibu hamil? Yuk, simak dibawah ini.

Apa Itu Buah Salak?

Salak adalah salah satu buah asli Indonesia yang banyak disukai oleh masayarakat Indonesia. Salak termasuk kedalam salah satu tanaman palem. Buah salak memiliki kulit yang unik, yakni seperti sisik ular dan cukup keras. Kulit dari buah salak sendiri berduri sebelum dibersihkan seperti buah salak yang banyak dijual dipasaran.

Daging buahnya sendiri tertutupi dengan kulit ari yang tipis dan transparan. Daging buahnya sendiri memiliki ketebalan yang berbeda-beda dan dari sebagian besar buah salak selalu terdapat bagian daging yang berukuran kecil. Sementara itu, biji dari buah ini berbentuk bulat tak beraturan dan berwarna coklat.

Buah dengan nama latin Salacca Zalacca ini tumbuh dengan tidak mengenal musim dalam menghasilkan buahnya. Di tanah air sendiri buah ini tumbuh subur dengan lebat. Ada beberapa daerah tertentu ditanah air yang menghasilkan buah salak dengan kualitas yang baik dan rasa manis yang alami.

Mafaat Buah Salak Untuk Kehamilan

Buah salak dikenal dengan buah manis yang menyegarkan meski terkadang ada beberapa jenis buah salak yang memiliki rasa asam. Buah ini dapat menjadi cemilan yang sehat. Namun dalam masyarakat kita buah ini dilihat sebagai buah yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Begitu pula dengan mitos yang tersebar pada ibu hamil yang mengkonsumsi buah ini. Hal ini pulalah yang membuat buah ini dilarang dikonsumsi oleh ibu hamil.

Namun bila kita melihat sejumlah manfaat yang begitu melimpah dari buah ini bila dikonsumsi oleh ibu hamil rasanya akan cukup disayangkan bila konsumsi ini dijadikan larangan untuk ibu hamil. Berikut adalah manfaat salak untuk ibu hamil.

  • Mencegah Diare

Manfaat pertama yang dapat dirasakan dari hal ini adalah buah salak akan dapat menjadi solusi untuk mengatasi diare. Diare adalah salah satu gangguan yang akan mungkin dialami oleh ibu hamil. Hal ini dikarenakan perubahan hormonal yang terjadi selama masa kehamilan akan mungkin menyebabkan masalah ini timbul. Akan tetapi dengan mengkonsumsi buah salak bisa menjadi obat alternatif untuk menangkal diare sebab kandungan dalam buah salak dalam menurunkan kapasitas asi dalam feses.

  • Melancarkan Buang Air Besar

Konstipasi atau kondisi buang air besar adalah salah satu gangguan yang seringkali melanda ibu hamil. Hal ini pun terjadi sebab dari adanya pengaruh hormonal yang mengurangi kinerja otot-otot usus pada gerakan peristaltiknya. Sehingga kondisi ini akan mungkin membuat ibu hamil mengeluhkan susah buang air besar. Akan tetapi kulit ari dari buah salak memiliki manfaat untuk melancarkan buang air besar sebab kulit ini memiliki kandungan serat yang cukup tinggi.

  • Mencegah Asam Lambung Tidak Mudah Kambuh

Manfaat lain yang juga dapat dirasakan dari konsumsi salak selama masa kehamilan adalah mencegah kambuhnya asam lambung. Keluhan naiknya asam lambung adalah salah satu keluhan yang paling banyak dirasakan oleh ibu hamil. Pada trimester pertama biasanya ibu hamil mengalami gangguan yang tidak nyaman seperti naiknya asam lambung. Nah, untuk memperlancar pencernaan, cobalah untuk mengkonsumsi buah salak.

  • Mengobati Anemia Selama Kehamilan

Anemia adalah sebuah gangguan yang terjadi akibat kekurangan sel darah merah. Pada ibu hamil kondisi ini seringkali emnajdi hal yang banyak dikeluhkan. Dampak dari anemia akan mampu membuat tubuh menjadi mudah lelah sebab tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitasnya dengan baik. Akan tetapi buah salak memiliki kandungan zat besi dan tiamin yang tinggi yang akan dapat membantu pembentukan sel darah merah didalam tubuh. Saat masa kehamilan ibu hamil membutuhkan sel darah merah yang lebih tinggi guna memompa darah yang dibutuhkan oleh janin dalam kandungannya.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Salak?

Melihat manfaatnya yang begitu banyak maka konsumsi buah salak selama masa kehamilan sebenarnya boleh dilakukan. Ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi salak tanpa mengelupas kulit ari tipis yang terdapat didalam daging buah yang menempel. Sebab didalam ari ini tersimpan banyak serat yang baik untuk kesehatan dan pencernaan ibu hamil. Selain itu, selama konsumsi buah salak dilakukan dalam jumlah yang wajar maka hal ini tidak akan menjadi masalah justru mendatangkan banyak manfaat untuk si ibu hamil dalam mengatasi dan mencegah timbulnya keluhan kehamilan yang umumnya muncul.

 

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Makanan Asam?

Ibu hamil kerap kali ingin mencicipi beberapa makanan tertentu secara tiba-tiba.

Dalam ruang lingkup masyarakat Indonesia, fenomena semacam ini dikenal dengan istilah ngidam. Meskipun hingga sampai saat ini belum ada ilmu medis yang dapat membuktikan teori mengidam ini, akan tetapi banyak yang mengatakan bahwa mengidam adalah fase dari sebuah kehamilan. Dengan demikan sebagian besar ibu hamil akan mengalami fase ini. Atau bila si ibu tidak mengalaminya, maka mungkin kondisi ini akan berbalik dan dialami oleh si suami.

Kondisi ngidam yang dialami oleh ibu hamil umumnya menjadi hal yang cukup unik. Sebab kondisi ini mengharuskan anggota keluarga terutama sang suami yang memiliki istri yang ngidam mengabulkan keinginanya tersebut. Sebab bila tidak hal ini akan berakibat pamali dan konon katanya membuat si jabang bayi dalam kandungan sang istri dibuat terus menginginkan hal tersebut dengan ngeces karena keinginan ngidamnya tidak dilaksanakan.

Hanya saja, banyak kekhawatiran yang melanda benak ibu hamil ketika hasrat ngidamnya mulai datang. Pasalnya saat menginjak usia kehamilan, seorang wanita hamil dituntut untuk dapat memilah jenis makanan yang hendak dikonsumsinya. Hal ini dikarenakan apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil akan dapat berpengaruh secara langsung terhadap janin yang dikandungnya.

Konsumsi makanan yang berbahaya akan dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam rahim seorang ibu. Hal ini dikarenakan bayi dalam kandungan anda dapat hidup sebab mengambil gizi dan nutrisi dari tubuh ibunya.

Bayangkan bila selama ini yang anda konsumsi adalah jenis makanan yang tidak sehat atau bahkan berbahaya maka bagaimana tumbuh kembang si kecil dapat berjalan dengan baik nantinya? Untuk itulah, penting sekali memperhatikan asupan makanan dalam tubuh guna menunjang tumbuh kembang si kecil agar dapat berjalan dengan baik.

Nah, salah satu makanan yang seringkali menjadi incaran ibu hamil pada saat ngidam adalah jenis makanan dengan rasa yang asam, seperti halnya mangga muda, asam muda, rujak, kedongdong dan masih banyak lagi. Sebagian ibu hamil meyakini bahwa rasa asam mampu membuat makanan menjadi lebih menyegarkan. Citarasa dan sensasinya yang unik membuat ibu hamil dapat merasakan nafsu makannya kembali datang.

Selain itu rasa asam pun dianggap ampuh untuk menangkal rasa kantuk yang sering dialami selama masa kehamilan. Makanan asam pun mampu mengurangi keluhan mual yang seringkali dialami oleh ibu hamil pada awal-awal kehamilannya.

Akan tetapi, mengingat pentingnya ibu hamil dalam menjaga asupan makanan sehat kedalam tubuhnya. Apakah konsumsi makanan dengan rasa asam boleh dilakukan oleh ibu hamil? Apakah hal ini aman? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak penjelasan lebih mendalam dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Makanan Asam?

Kebanyakan ibu hamil memang cenderung merubah jenis makanannya saat memasuki usia kehamilannya. Apalagi perubahan ini akan terlihat signifikan pada saat mereka baru saja memasuki trimester pertama usia kehamilannya. Adalah makanan dengan rasa asam yang lebih banyak dipilih oleh para ibu hamil dengan alasan makanan dengan rasa ini ampuh menangkal rasa mual dan muntah yang seringkali mereka alami.

Makanan dengan rasa asam juga dapat menjadi menu yang menyegarkan sehingga nikmat dikonsumsi. Seiringan dengan hal tersebut, terkadang akan terbersit pikiran tentang pertanyaan apakah wanita hamil boleh mengkonsumsi makanan dengan rasa asam?

Menurut dunia medis, fenomena perubahan pilihan makanan ibu hamil pada menu makanan yang berasa asam selama masa kehamilan boleh-boleh saja dilakukan. Pertanyaan ini memang sering muncul karena ketika berbadan dua pastinya anda sedikit merasa khawatir dengan kesehatan diri anda dan begitu juga dengan janin yang tengah anda kandung saat ini.

Menurut dunia medis, mengkonsumsi makanan dengan citarasa asam memang dapat menimbulkan nafsu makan dan menghilangkan rasa mual yang dialami. Seperti yang kita ketahui, perasaan mual adalah bagian dari keluhan awal kehamilan yakni pada 3 bulan pertama masa kehamilan. Pada fase tersebut, seorang ibu hamil berada pada masa penyesuaian sistem pencernaan sebab ada janin yang dikandung dalam rahimnya. Lalu mengapa bisa terjadi mual?

Dalam masa penyesuaian ini, ibu hamil akan memproduksi asam lambung dan air liur lebih bayak dari biasanya. Hala inilah yang akan dapat menimbulkan efek mual hingga muntah dan mengakibatkan nafsu makan menjadi berkurang.

Sama halnya dengan kasus seperti ikan yang segar tetap memiliki aroma bau yang amis. Anda tentu memahami bau yang amis akan dapat menimbulkan efek mual pada siapa saja. Untuk dapat menghilangkan bau amis tersebut maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ir jeruk nipis. Nah, perumpamaan inilah sama seperti dengan orang hamil yang merasakan mual, rasa asam pada jeruk misalnya, bisa meninggalkan ras mual. Dengan mengkonsumsi rasa asam ini pun dapat meningkatkan nafsu makannya.

Akan tetapi konsumsi terhadap makanan ini pun tentunya tidak dilakukan dengan terlalu berlebihan. Sebab jelas ibu hamil harus tetap mendapatkan asupan gizi yang lebih banyak dari biasanya dan memperhatikan jenis makanan yang dinikmati.

Makanan asam memang boleh dilakukan namun tidak sebaiknya dikonsumsi dengan jumlah yang terlalu berlebihan. Bayangkan, bila selama masa kehamilan rasa mual yang anda alami tidak dapat ditanggulangi dengan baik, maka asupan makanan lain yang memiliki kandungan gizi yang banyak tidak akan dapat masuk kedalam tubuh anda.

Untuk itu, sebaiknya konsumsi makanan dengan rasa asam dilakukan hanya untuk menyelangi agar nafsu makan anda bisa didapatkan dan konsumsi terhadap makanan bergizi tetap bisa dilakukan.

Bahaya Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan Asam Selama Masa Kehamilan

Pada dasarnya segala sesuatu yang berlebihan tidaklah berdampak baik, termasuk dengan mengkonsumsi makanan asam. Anda memang tidak dilarang untuk mengkonsumsi makanan asam akan tetapi sebaiknya konsumsi makanan ini dengan jumlah yang wajar saja. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan rasa asam akan dapat menimbulkan masalah, seperti diantaranya adalah:

  • Diare

Konsumsi makanan dengan rasa asam yang berlebihan akan dapat menimbulkan diare. Penyakit diare yang terjadi pada masa kehamilan akan lebih bahaya dampaknya dibandingkan pada saat anda tidak sedang hamil. Hal ini akan dapat menimbulkan dehidrasi yang cukup parah sehingga rasa dehidrasi bisa membuat kontraksi dini.

  • Terkurasnya Energi Tubuh

Kondisi dehidrasi yang anda alami akan dapat membuat tubuh kehilangan banyak energi. Bila kondisi ini terjadi maka akan sangat berbahaya. Sebab hal ini akan dapat menyebabkan kematian pada janin dan bahkan resiko kematian bisa dialami oleh ibu hamil.

Untuk itulah sebaiknya konsumsi makanan asam sewajarnya saja agar hal ini tidak memberikan dampak yang berbahaya untuk kehamilan dan janin yang tengah anda kandung.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil mengkonsumsi makanan asam. Semoga bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan?

Masalah masuk angin memang dapat terjadi pada siapa saja.

Tua, muda, pria, wanita dan semuanya bisa terserang dengan masalah ini kapan saja dan dimana saja. Kondisi masuk angin memang cukup mengganggu sebab dampak dari kondisi ini dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman. Salah satu gejala dari masuk angin yang paling menyebalkan adalah perasaan begah dan mual yang ditimbulkannya.

Kondisi ini bila tidak segera diatasi maka akan cukup fatal akibatnya. Hari-hari yang anda jalani akan mungkin membuat anda merasa tidak nyaman. Semua rencana bertemu dengan klien atau berjumpa dengan kawan lama pun akan mungkin menjadi berantakan sebab masuk angin yang anda rasakan membuat anda cukup kepayahan.

Kondisi masuk angin sebenarnya tidak dikategorikan sebagai sebuah penyakit yang fatal atau serius. Akan tetapi demikian tetap saja, penyakit yang satu ini tidak bisa dianggap remeh sebab dampaknya bisa sangat merisaukan. Masuk angin adalah sebuah kondisi yang terjadi akibat berkumpulnya gas yang tidak merata didalam tubuh. Kondisi ini diyakini sebagai sebuah penyakit yang nyata, namun hingga sampai saat ini belum ada bukti medis yang mendukung klaim yang satu ini.

Penyakit ini pada umumnya mirip dengan influenza sebab gejala dan penyebabnya hampir mirip. Dengan demikian pada penderita masuk angin akan mungkin menunjukan gejala seperti pusing, begah, lemas dan disertai hidung berair. Bila tidak segera diatasi maka mungkin perasaan mengganggu seperti begah tersebut akan sulit dihilangkan.

Selain menggunakan obat masuk angin, cara lain yang lebih tradisional dan lazim dilakukan masyarakat Indonesia untuk mengatasi kondisi masuk angin adalah dengan kerokan. Pada praktiknya, metode ini menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu yang halus atau potongan jahe dan benda tumpul lainnya yang digosokan kebagian punggung dengan menggunakan cairan seperti minyak kelapa, minyak telon dan bahan lainnya.

Kerokan dipercaya sebagai metode yang ampuh untuk mengatasi masuk angin sehingga metode ini cukup terkenal diseluruh kalangan masyarakat. Karenanya, jangan heran bila sewaktu anda mengalami masuk angin maka orang orang disekitar anda akan langsung menyarankan untuk melakuan kerokan.

Ciri Ibu Hamil yang Mengalami Masuk Angin

Dalam dunia medis sebenarnya tidak ada penyakit yang dikenal dengan "Masuk Angin". Namun, diketahui bahwa kondisi ini adalah sebuah penyakit yang terjadi sebagai sekumpulan dari gas yang masuk kedalam tubuh dan tidak merata. Kondisi ini akan dapat menyerang siapa saja, termasuk mungkin anda yang saat ini tengah mengandung. Adapun ciri atau tanda yang dapat dikenali pada ibu hamil yang mengalami gejala masuk angin diantaranya adalah:

  • Tubuh terasa nyaman tidak nyaman, selalu merasa kedinginan (terutama dibagain ujung kaki dan juga tangan) dan cegukan yang diakibatkan oleh aliran darah yang tidak lancar dan tumpukan asam laktak pada otot sehingga terasa pegal
  • Tanda lain yang juga dialami adalah timbulnya tubuh yang terasa mudah lelah dan seringkali mengantuk
  • Perut yang terasa kembung sebab terjadi karena adanya penumpukan gas dibagian dalam saluran pencernaan yakni lambung, usus halus, dan atau suus besar.
  • Timbulnya pilek, diare dan demam saat hamil
  • Kondisi terakhir yang dialami adalah nafsu makan yang mulai berkurang akibat gejala muntah yang dialami. Bila kondisi ini terjadi selama masa kehamilan muda maka hal ini akan dapat memperparah gejala morning sickne yang anda alami.

Beberapa tanda diatas adalah hal yang mengindikasikan ibu hamil terserang dengan masuk angin. Kondisi ini tentunya harus segera diatasi sebab bila tidak akan cukup menganggu. Hanya saja, kondisi kehamilan yang anda jalani saat ini membuat penanganan medis menjadi terkendala. Nah, dengan kondisi ini mungkin terbersit keinginan dalam benak anda untuk mengatasi kondisi ini dengan cara yang lebih tradisional yakni dengan melakukan kerokan.

Hanya saja yang jadi masalah apakah kerokan boleh dilakukan oleh ibu hamil? Adakah dampaknya? Untuk lebih dalamnya lagi mari kita simak beberapa penjelasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan?

Meskipun kerokan terbukti ampuh dalam meghilangkan rasa mual akibat masuk angin, akan tetapi pada ibu hamil menerapkan metode yang serupa untuk mengatasi masalah masuk angin yang dihadapinya bisa sangat berbahaya. Sebab kodnisi ini akan dapat memberikan dampak negatif, baik untuk si ibu hamil ataupun janin yang sedang dikandungnya.

Terkait masalah boleh atau tidak bolehnya ibu hamil melakukan kerokan tadi, jelas jawabannyak tidak. Dalam beberapa kasus, ibu hamil yang tetap memaksakan kehendaknya untuk melakukan kerokan justru dapat memicu terjadinya beberapa masalah seperti kontradiksi dini, meningkatkan jumlah bakteri dan virus yang menjurus pada infeksi dan meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur.

Bahaya dari Melakukan Kerokan Saat Hamil

Berikut ini adalah beberapa alasan dari dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari melakukan kerokan selama masa kehamilan.

Kontradiksi Dini

Kondisi ini adalah sebuah kondisi dimana hormon menjadi berubah karena aksi penolakan pada aktivitas gesekan yang terjadi pada kulit. Kerokan memang sebuah aktivitas yang mengharuskan adanya gesekan pada kulit. Gesekan ini mengakibatkan terlepasnya hormon yang dinamakan prostaglandin. Yang mana hormon inilah yang menyebabkan timbulnya kontradiksi dini.

Meningkatnya Virus dan Bakteri dalam Tubuh

Bahaya lain yang dapat ditimbulkan dari melakukan kerokan selama masa kehamilan rupanya adalah aktivitas ini dapat membuka pori-pori kulit beberapa saat. Pada kondisi inilah angin yang ada dalam tubuh dapat keluar dengan cepat.

Namun dalam waktu yang bersamaan, kegiatan ini dapat memberikan kesempatan pada virus dan bakteri untuk dapat keluar masuk kedalam tubuh dengan cepat. Terlalu banyak virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh akan dapat memicu timbulnya infeksi yang pada akhirnya hal ini akan dapat memicu penyakit berbahaya timbul pada ibu hamil.

Meningkatkan Kemungkinan Bayi Lahir Prematur

Bahaya terakhir yang akan mungkin muncul dari memaksakan melakukan kerokan selama masa kehamilan adalah meningkatnya kemungkinan bayi lahir prematur, bila hal ini dilakukan terlalu sering.

Terlalu seringnya melakukan kerokan inilah yang akan dapat memicu kontraksi disi yang sering juga. Sehingga kondisi ini akan dapat menimbulkan kecacatan janin yang anda lahirkan nanti. Bayi anda pun akan besar kemungkinannya lahir dengan prematur atau lebih cepat dari waktu kelahiran normal.

Itulah dia beberapa hal yang dapat ditimbulkan dari melakukan kerokan selama masa kehamilan. Jadi demikian tidak sebaiknya anda memaksakan kehendak untuk mengatasi kondisi masuk angin yang dirasakan dengan melakukan kerokan.

Beralihlah pada cara yang lebih aman seperti membalurkan minyak telon atau minyak kayu putih keseluruh bagian tubuh secara merata. Dengan begini tubuh anda akan merasa lebih tenang dan lebih hangat sehingga angin akan dapat dikeluarkan dengan baik.

Semoga artikel kali ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan. Sampai jumpa dipembahasan selanjutnya!

Bolehkah Ibu Hamil Cabut Gigi?

Kondisi sakit gigi dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, remaja bahkan orang yang telah lanjut usia sekalipun.

Hal ini akan sangat menganggu dan membuat anda merasa tidak nyaman apabila sakit gigi yang anda alami tak kunjung sembuh atau tak segera diobati. Makan menjadi sulit, berbicara menjadi terkendala bahkan rasanya hari-hari anda akan menjadi lebih buruk dan semua rencana yang dibuat pada hari ini akan menjadi berantakan hanya karena sakit gigi yang anda rasakan.

Pada saat kondisi ini menyerang si penderita biasanya akan menjadi lebih sensitif dan hanya ingin terbaring untuk dapat meredakan perasaan sakit yang berdenyut dibagian gigi dan gusi yang terserang dengan sakit gigi. Suara gaduh dan seseorang yang menjengkelkan akan semakin memperburuk perasaan skit yang dialami oleh pasien sakit gigi. Itulah mengapa penderita sakit gigi akan cenderung lebih ingin tenang dan menyendiri.

Mengingat gejalanya yang cukup menyiksa maka kondisi ini tidaklah bisa dianggap sepele atau dianggap remeh begitu saja. Segera atasi kondisi sakit gigi yang anda alami dengan melakukan berbagai cara agar masalah ini bisa segera tuntas.

Ada cukup banyak penyebab yang bisa memicu timbulnya sakit gigi pada seorang penderita. Salah satu penyebab yang paling sering diantaranya adalah gigi yang berlubang dan juga pembengkakan gusi. Hal ini seringkali menimbulkan sakit yang menyiksa. Dan bila tidak segera diobati maka kondisi ini akan terus kembali dan terjadi secara berulang. Pada tahapan inilah produktivitas seorang penderita sakit gigi akan menjadi terkendala sebab setiap waktu kondisi ini akan dapat terjadi dan kambuh.

Rasa sakit yang bisa begitu menyiksa dan perasaan sakit kepala yang cukup berdenyut akibat sakit gigi terkadang membuat gemas siapa saja yang mengalami kondisi ini. Untuk mengatasi kondisi ini cabut gigi biasanya akan dapat menjadi solusi. Sebab dengan metode ini gigi yang dianggap rusak atau sudah mengalami masalah akan diangkat dan masalah sakit gigi akan dapat dihindari.

Hanya saja, metode cabut gigi yang satu ini tentu tidak sembarang dilakukan. Apalagi saat si pasien penderita sakit gigi sedang mengalami rasa sakit yang memuncak. Metode cabut gigi biasanya tidak dapat dilakukan pada saat ini, melainkan menunggu sampai kondisi sakit gigi pada pasien sudah mereda dan keadaan pasien menjadi lebih tenang.

Ya, cabut gigi memang dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah sakit gigi yang dialami. Akan tetapi, bagaimana bila kondisi ini terjadi pada ibu hamil? Sebagaimana dikatakan diatas bahwa kondisi sakit gigi bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Ketika kondisi ini menyerang ibu hamil maka dampak dari gejala sakit gigi yang dirasakan pun bisa sangat menyiksa dan tidak heran bila timbul keinginan pada ibu hamil untuk dapat mencabut giginya.

Hanya saja, yang jadi pertanyaan disini apakah metode cabut gigi yang dilakukan pada masa kehamilan aman unuk ibu hamil? Adakah dampaknya? Nah, untuk lebih jauhnya lagi mari kita simak seperti apa penjelasan dibawah ini mengenai boleh atau tidaknya ibu hamil melakukan metode cabut gigi saat masa kehamilan.

Bolehkah Ibu Hamil Cabut Gigi?

Sakit gigi pada ibu hamil muda kerap kali menjadi masalah yang sering terjadi terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilannya. Kondisi ini umumnya dapat terjadi karena tubuh ibu hamil mengalami perubahan hormon yang dipicu oleh bakteri maupun kuman yang masuk kedalam tubuh melalui mulut. Keluhan kesehatan ini sendiri muncul dalam berbagai hal, mulai dari hanya berupa nyeri gigi biasa, gigi berlubang, gusi yang membengkak dan lain sebagainya.

Kondisi gigi yang bermasalah memang sering memerlukan penanganan medis guna menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi saat ini. Akan tetapi, kondsi hamil seringkali membatasi beberapa tindakan medis, salah satunya dengan mencabut gigi sebab hal ini akan dapat menimbulkan resiko yang cukup besar.

Tindakan ini akan dapat berpengaruh terhadap pembuluh darah ibu yang akan menyebabkan kontraksi rahim pada ibu hamil. Apabila kontraksi perut terjadi sebelum tiba waktu melahirkan, maka kondisi ini akan dapat memicu terjadinya kondisi yang dinamakan dengan ketuban pecah dini pada ibu hamil. Bila kondisi ini terjadi maka hal ini akan memaksa kelahiran bayi yang lebih awal dari waktu prediksi kelahirannya.

Adapun tindakan paling bijak guna menangani sakit gigi yang terjadi pada ibu hamil pada dasarnya cukup sederhana yakni cukup dengan memberikan obat anti nyeri saja yang memang sudah lazim dikonsumsi. Akan tetapi, bila gejala sakit gigi yang dialami sudah tak lagi tertahankan, maka tindakan pencabutan gigi sepertinya akan diperlukan namun sebaiknya hal ini dilakukan setelah ibu hamil melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu guna mendapatkan izin.

Cara Merawat Gigi yang Baik Guna Menghindarkan Sakit Gigi Pada Ibu Hamil

Resiko pencabutan gigi yang cukup besar sebaiknya tidak ditanggapi dengan penuh kekhawatiran, melainkan hal ini dapat disiasati dengan melakukan tindakan preventif yang salah satunya adalah dengan merawat kebersihan dan kesehatan si gigi itu sendiri.

Untuk itu, upayakan memilih jenis sikat gigi yang nyaman untuk mulut anda dengan bulu yang lembut. Jangan plih jenis sikat gigi yang terlalu besar atau terlalu keras yang mana jenis ini akan mungkin menyakiti gusi anda.

Hal lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan menyikat gigi secara teratur yakni 2 kali dalam satu hari guna membantu mencegah kuman yang berusaha masuk dan menyerang tubuh lewat bagian mulut.

Anda juga dapat memanfaatkan obat kumur yang aman untuk ibu hamil guna membunuh kuman secara sekligus dan membuat mulut terasa lebih segar.

Hal terakhir yang juga dapat dilakukan adalah dengan mengkonsumsi buah dan sayur yang baik untuk eksehatan gigi. Untuk itu, pilihlah jenis sayur dan buah dengan kandungan vitamin C dan B12 serta konsumsi kacang-kacangan.

Obat Sakit Gigi yang Aman Untuk Ibu Hamil

Bila sakit gigi yang dialami masih bisa ditahan. Maka upayakan meredakan gejala yang dialami dengan langkah yang lebih alami dan aman, seperti:

  • Berkumur dengan Air Hangat

Guna meredakan sakit gigi yang dialami anda bisa memanfaatkan kebaikan air hangat yang sifatnya dapat menenangkan. Caranya, ambil segelas air hangat dan campur dengan secukupnya garam. Aduk-aduk dan gunakan larutan ini untuk berkumur. Lakukan dengan rutin agar gejala sakit gigi yang dialami bisa mereda dengan perlahan.

  • Kunyah Daun Bayam

Daun bayam merupakan obat sakit gigi tradisional yang sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak dulu kala. Obat yang satu ini tentu aman untuk ibu hamil. Untuk itu, tidak ada salahnya gunakan obat ini untuk mengatasi sakit gigi yang anda alami.

  • Kompres dengan Es

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan es batu yang dilapisi dengan menggunakan lap dan tempelkan pada bagian pipi yang terasa nyeri akibat sakit gigi. Hal ini akan dapat meredakan bengkak dan sakit yang anda alami dengan lebih cepat.

Demikianlah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati sakit gigi yang dialami selama masa kehamilan. Semoga bermanfaat dan lekas sembuh.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Soda?

Selama masa kehamilan ibu hamil dituntut untuk selalu memperhatikan segala halnya dengan baik.

Mulai dari melakukan olahraga, melakukan kegiatan sehari-hari, melakukan pekerjaan rumah sampai dengan asupan makanan. Ya, asupan makanan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan gizi dan makanan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil adalah apa yang akan mempengaruhi janin yang ada didalam kandungannya.

Perlu diketahui bayi dalam kandungan anda hidup dari menyerap gizi dan nutrisi yang didapatnya dari tubuh ibunya. Ketika yang anda konsumsi selama ini adalah jenis makanan yang berbahaya dan minuman yang tidak sehat maka inilah yang akan didapatkan oleh si buah hati.

Janin yang tidak mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup akan mungkin terkendala dalam proses tumbuh kembangnya. Akibatnya hal ini akan dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan organ lain pada janin anda yang berkembang dengan tidak baik. Ketika hal ini terjadi maka akan besar kemungkinannya anda melahirkan bayi yang cacat sebab tumbuh kembang didalam rahim anda tidak dapat bekerja dengan baik karena asupan gizinya tidak tercukupi.

Untuk itulah, penting sekali agar ibu hamil memperhatikan segala halnya dengan baik. Disiplin dan konsisten dalam hal memilih dan mengkonsumsi jenis makanan sehat selama kehamilan adalah hal yang penting. Hal ini akan menjadi kunci untuk anda bisa menjalankan kehamilan yang sehat dan berkualitas dengan keadaan yang bahagia.

Penting sekali untuk ibu hamil menggali informasi lebih dalam seputar kehamilan dan jenis makanan apa yang berbahaya dan tidak boleh dikonsumsi selama kehamilan. Hal ini akan menjadi penunjang anda untuk dapat menjalankan kehamilan dengan sehat dan bahagia tanpa terikat dengan hal-hal yang bernadakan paksaan. Bila hal ini datang dari hati anda sendiri dan besarnya kecintaan anda terhadap janin dalam kandungan maka kehamilan yang anda jalani dengan menghindari berbagai jensi makanan yang berbahaya untuk janin akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Sayangnya, tidak semua calon ibu dibekali dengan pemahaman jenis dan tipe makanan serta minuman apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk dikonsumsi. Sebagian diantara mereka bahkan menghalalkan beberapa jenis makanan dan minuman dan mengkonsumsinya tanpa batasan. Padahal jenis makanan dan minuman tersebut berbahaya jika dikonsumsi dan akan berpengaruh terhadap kesehatan anda dan si jabang bayi. Termasuk dengan mengkonsumsi minuman bersoda.

Minuman bersoda atau softdrink adalah jenis minuman yang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Ya, meski sudah banyak roang yang mengetahui minuman bersoda (minuman berkarbonasi), namun nyatanya tidak sedikit orang yang masih belum mengetahui apa itu karbonasi.

Apa Itu Kabornasi Minuman Bersoda?

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa karbonasi adalah sebuah proses memasukan karbon dioksida (CO2) yang dimasukkan kedalam cairan dengan tekanan yang cukup tinggi.

Dengan adanya proses karbonasi maka minuman yang dikenai dengan proses ini akan menghasilkan gelembung dengan rasa menggigit dan krenyes. Ketika minuman berkarbonasi atau bersoda dikocok dan tutupnya dibuka, maka soda dari minuman tersebut akan menghilang dan yang tersisa hanyalah cairan biasa yang berisikan dengan pemanis.

Selain itu, penelitian mengungkapkan proses memasukan CO2 kedalam cairan, memiliki keterikatan secara permanen. Karena ketika tutup botol dibuka, cairan dari minuman tersebut akan mengeluarkan bunyi "cess" terdengar seperti sebuah tiupan kecil.

Hanya saja yang jadi pertanyaan disini apakah konsumsi minuman ini oleh ibu hamil boleh dilakukan? Adakah bahayanya? Seperti apa pengaruhnya? Nah, untuk lebih jelasnya lagi, mari kita simak beberapa penjelasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Minuman Bersoda?

Minuman bersoda cukup terkenal di tanah air kita. Tak heran bila banyak variasi jenis minuman ini yang mulai dibuat. Kemasan dan merk yang baru pun mulai bermunculan bahkan kini konsumsi terhadap minuman ini sudah bak gaya hidup untuk sebagian besar masyarakat perkotaan. Lantas amankah minuman bersoda untuk ibu hamil?

Kebanyakan wanita yang terbiasa minum kopi atau bahkan alkohol, mungkin berpikiran bahwa soda adalah minuman pengganti yang lebih baik dibandingkan minuman lainnya pada saat hamil. Akan tetapi, konsumsi segelas soda setiap hari juga dapat menimbulkan komplikasi tersendiri.

Kita semua sudah maklum bahwa ibu hamil terkadang mengalami ngidam atau mendambakan ingin mengkonsumi makanan atau minuman tertentu yang terdengar tidak lazim dikonsumsi oleh ibu  hamil, termasuk salah satu ngidam yang paling sering dijumpai adalah ngidam makanan atau minuman yang manis dan asam. Dan mungkin salah satunya adalah minuman bersoda.

Akan tetapi dalam satu kaleng kecil minuman bersoda mengandung banyak gula, asam fosfat/karbonat/soda, bahan pengawet dan kafein. Beberapa zat inilah yang akan berbahaya bila dikonsumsi oleh ibu hamil. Sehingga ada anjuran ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi terhadap jenis minuman yang satu ini. Sebab ada beberapa resiko yang akan dialami bila ibu hamil memaksakan kehendaknya mengkonsumsi minuman bersoda.

Dampak Bahaya Konsumsi Soda Selama Kehamilan

Ada cukup banyak kerugian yang akan dialami dari mengkonsumsi jenis minuman ini selama kehamilan beberapa diantaranya adalah:

  • Resiko Obesitas

Penyakit kelebihan berat badan sebanyak 75 persen dari ukuran berat ideal merupakan faktor nomor satu meningkatnya resiko diabetes, terutama untuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Kebiasaan mengkonsumsi minuman jenis ini selama kehamilan akan mungkin meningkatkan resiko ini dengan lebih besar. Perlu diketahui setiap 1 kaleng kecil minuman bersoda kandungan didalamnya didominasi dengan gula. Terlalu banyak mengkonsumsi gula akan dapat menyebabkan diabetes dan meningkatkan resiko gangguan kesehatan lainnya.

  • Resiko Hipertensi

Kandungan kafein yang terdapat dalam minuman berkarbonasi dapat menjadi sumber pemicu munculnya hipertensi. Hipertensi yang terjadi selama masa kehamilan akan dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur dan melemahkan sistem imuntias yang akan membuat tubuh mudah terserang dengan berbagai resiko penyakit. Untuk itu, sebaiknya hindarkan konsumsi minuman ini selama kehamilan dan menyusui sebab hal ini akan dapat menimbulkan masalah untuk kesehatan anda dan perkembangan janin yang anda kandung saat ini.

  • Kesehatan Tulang dan Osteoporosis

Minuman berkarbonasi yang memiliki kandungan asam fosfat yang tinggi akan dapat menyebabkan meningkatnya asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya resiko terhambatnya penyerapan kalsium serta berdampak terhadap penyusutan massa tulang. Selanjutnya, sudah dapat diduga, potensi terkena osteoporosis pun akan semakin tinggi.

Dengan demikian, bukan hanya membahayakan kehamilan, dampak lain yang akan dialami juga berpengaruh terhadap kesehatan anda. Mulai saat ini sebaiknya hentikan segera kebiasan mengkonsumsi minuman bersoda selama masa kehamilan sebab dampaknya bisa sangat buruk. Beralihlah pada minuman yang lebih sehat dan alami seperti air putih.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari mengkonsumsi minuman bersoda selama kehamilan. Pada intinya, ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi terhadap minuman ini untuk menjaga kesehatan janin dan tubuhnya dengan baik.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepiting?

Menjaga kehamilan sehat dan berkualitas adalah tugas semua calon ibu di dunia.

Sebab melalui cara inilah kelahiran yang sehat dan kecacatan pada bayi dapat dihindarkan dengan lebih baik. Segala hal yang dilakukan dan dikerjakan oleh ibu hamil haruslah diperhatikan dan diseimbangkan dengan kapasitas dan kemampuannya.

Hal ini dikarenakan tidak sedikit ibu hamil yang memaksakan kehendaknya untuk masih melakukan banyak hal yang akan dapat membahayakan kehamilannya. Meski sudah diberitahu dan dilarang melakukan sebuah pekerjaan terlalu keras namun tidak sedikit ibu hamil yang menolak untuk menurutinya.

Fisik yang kuat dan stamina yang dirasa fit membuat ibu hamil merasa masih mampu melakukan serangkaian kegiatan yang biasa dilakukannya seorang diri pada saat ia belum hamil dulu. Namun barulah setelah muncul keluhan kehamilan mereka akan mulai menyesal tidak menuruti hal tersebut.

Bahkan tangis kekesalan baru muncul tatkala kehamilan yang masih muda membuat janin yang mereka kandung harus gugur karena tidak kuat menahan aktivitas berat yang dijalankan oleh orangtuanya. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat menakutkan dan menjadi mimpi buruk untuk setiap calon ibu yang telah menantikan kehadiran buah cinta ditengah-tengah keluarganya.

Untuk itulah, penting sekali memperhatikan segala halnya dengan baik agar kehamilan yang sehat bisa tetap anda dapatkan. Dengan begini maka keluhan kehamilan dan resiko keguguran pada bayi akan dapat dihindari.

Selain menghindari melakukan segudang aktivitas yang berat dan menyiksa. Hal lain yang perlu menjadi perhatian besar para ibu hamil adalah konsumsi makanan yang dilakukan selama kehamilan. Hal ini dikarenakan apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil adalah apa yang akan menentukan tumbuh kembang bayi dalam kandungannya.

Perlu ketahui bahwa bayi yang  tumbuh dalam rahim anda mampu hidup dengan mengambil nutrisi dan gizi yang diperolehnya dari tubuh ibunya. Bayangkan bila yang selama ini anda konsumsi adalah jenis makanan yang tidak sehat. Maka bagaimana bisa si kecil tumbuh dan perkembang dengan baik dalam rahim anda.

Yang ada mungkin saat ini si kecil akan kesulitan mengembangkan semua organ tubuh dan organ dalamnya dengan baik. Alhasil kurangnya asupan nutrisi dan gizi yang baik kedalam tubuh ibu hamil akan menjadi faktor yang mempengaruhi kelahiran cacat pada bayi sebab tubuh bayi tidak mampu mengembangkan pertumbuhannya dengan baik.

Untuk itulah cukupi kebutuhan gizi dna nutrisi bayi dalam kandungan anda lewat konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Selain itu, perhatikan pula beberapa jenis makanan yang akan mungkin berbahaya untuk kehamilan atau kesehatan anda.

Dengan demikian, penting sekali untuk ibu hamil dapat menggali informasi dan pengetahuan seputar jenis makanan dan hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan. Hal ini akan menjadi pedoman menjalani kehamilan dengan lebih baik, lebih sehat dan lebih ceria. Termasuk ketika mengkonsumsi kepiting.

Kepiting adalah salah satu varian masakan laut yang merupakan santapan yang lezat. Saking menggodanya hidangan ini benar-benar digemari banyak orang. Rasanya yang lezat, daging kepiting yang lembut dan pengolahannya yang cukup beragam membuat banyak orang jatuh cinta dengan hidangan masakan yang satu ini. Akan tetapi selain beberapa hal tersebut, kepiting juga banyak digemari karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Namun bagaimana pengaruhnya untuk ibu hamil yang mengkonsumsi kepiting?

Ada cukup banyak kontroversi yang beredar dimasyarakat terhadap ibu hamil yang mengkonumsi kepiting. Beberapa mengatakan bahwa sah-sah saja ibu hamil mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini. Akan tetapi sebagian lain mengatakan ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi terhadap makanan laut jenis ini sebab akan berbahaya untuk kesehatan si jabang bayi dalam kandungan ibu hamil. Lalu sebenarnya manakah yang benar? Bolehkah ibu hamil mengkonsumsi kepiting? Mari simak pembahasannya dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Kepiting?

Secara klinis sebenarnya hingga sampai saat ini tidak ada larangan khusus yang menyatakan ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi kepiting. Bahkan sebaliknya, konsumsi terhadap jenis makanan laut yang satu ini justru dianjurkan sebab kepiting memiliki kanudngan yang baik dan manfaat yang besar untuk kehamilan. Hanya saja, pada faktanya ibu hamil tidak boleh mengkonsumsi kepiting yang mengandung logam berat sepert metil merkuri.

Nah, sebelum kita bahas pengaruh logam berat terhadap kehamilan. Sebaiknya kita simak terlebih dahulu manfaat konsumsi kepiting selama masa kehamilan.

Manfaat Kepiting Untuk Kehamilan

  • Protein

Kandungan protein yang cukup tinggi yang terdapat dalam kepiting adalah zat yang amat dibutuhkan untuk tumbuh kembang sel otak anak anda dalam kandungan. Selain itu, peran protein dalam kepiting juga dapat bekerja memperbaiki sel tubuh ibu yang rusak sekaligus berfungsi sebagai pembangun daam pembentukan ketuban dan sel darah merah ibu hamil.

  • Vitamin B12

Ibu hamil umumnya cenderung memiliki metabolisme yang rendah sehingga lebih rentan terkena penyakit pada masa kehamilan. Kandungan vitamin B12 dala dging kepiting akan dapat membantu anda menjaga stamina tubuh sehingga tubuh lebih segar.

  • Omega3

Omega3 merupakan zat yang dapat menunjang pekrembangan penglihatan dan kognitif anak yang dikandung. Sehingga baik untuk dikonsumsi. Selain itu, ibu hamil juga perlu mempersiapkan kelahiran anaknya yang nantinya akan membutuhkan ASI ekslusif dan Omega3 dalam kepiting akan dapat membantu ibu dalam memproduksi ASI.

  • Selenium

Selenium merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh guna menangkal radikal bebas. Nah, kandungan selenium yang ada pada kepiting akan dapat menjadi perisai ibu hamil dalam menghadapi penyakit dan kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas yang masuk kedalam tubuhnya.

Pengaruh Logam Berat Terhadap Kehamilan

Seperti yang dijelaskan diatas konsumsi terhadap kepiting bukanlah sesuatu yang dilarang sebab kepiting memiliki banyak manfaat untuk kehamilan. Hanya saja, pada faktanya ibu hamil diminta keras untuk menghindari kepiting yang memiliki kandungan logam berat seperti metil merkuri. Hal ini dikarenakan masuknya logam berat seprti metil merkuri yang masuk kedalam tubuh ibu hamil akan dapat berpengaruh negatih terhadap kehamilannya.

Adapun beberapa pengaruh yang dikhawatirkan terjadi dengan kehamilannya adalah timbulnya kebutaan, gangguan mental, kesulitan berbicara dan penurunan fungsi komunikasi pada anak nantinya.

Dengan demikian pada dasarnya konsumsi kepiting boleh saja dilakukan selama ibu hamil mampu mempehatikan kualitas kepiting yang dikonsumsinya. Mitos bahwa ibu hamil tidak boleh makan kepiting pada kenyataannya hanyalah ketidak benaran semata.

Yang benar adalah ibu hamil disarankan untuk memiliki diet seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat, zat besi dan juga kalsium. Yang mana ketiga zat tersebut amat penting untuk menunjang tumbuh kembang janin.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari bolehkah ibu hamil makan kepiting, semoga artikel ini bermanfaat. Pada intinya ibu hamil boleh mengkonsumsi kepiting namun dengan kualitas yang baik.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daun Pepaya?

Makanan dan gizi adalah dua hal yang saling berkaitan untuk ibu hamil.

Mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuh ibu hamil adalah hal yang penting guna menunjang tumbuh kembang si janin dalam rahim ibu. Terjaganya asupan dua zat ini dalam kandungan akan dapat mendukung tumbuh kembang fisik dan organ dalam lain pada janin sehingga tumbuh sesuai dengan porsinya.

Sebaliknya, ibu hamil yang tidak mampu mencukupi kebutuhan gizi dengan baik akan dapat berpengaruh. Bukan hanya terhadap janin yang tengah dikandungnya, hal ini pun akan mungkin menimbulkan masalah kehamilan dan kesehatan untuk si ibu. Untuk itulah, penting sekali mencukupi asupan gizi dan nutrisi lewat makanan yang sehat. Sehingga dari sinilah muncul anjuran diet sehat untuk ibu hamil.

Akan tetapi diet disini maknanya jauh berbeda dengan diet yang seringkali dilakukan oleh banyak orang pada umumnya. Jika biasanya orang yang tidak hamil banyak melakukan diet dengan mengurangi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. Pada diet kehamilan diartikan ibu hamil perlu menjaga dan mengurangi konsumsi makanan yang berbahaya yang akan membahayakan kehamilannya.

Sebaliknya, ibu hamil dituntut memperbanyak konsumsi makanan sehat yang memiliki kandungan yang baik untuk janin dan kesehatannya. Hal ini tentu difungsikan agar zat yang terdapat dalam makanan yang berbahaya tidak masuk kedalam tubuh dan akan mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin dalam rahim si ibu.

Untuk itulah, penting sekali bagi ibu hamil untuk selalu mencukupi kebutuhan gizi tersebut dari banyak mengkonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Jenis makanan ini memiliki banyak kandungan gizi, nutrisi dan serat yang baik untuk kesehatan ibu hamil dan menunjang perkembangan janin dalam kandungan ibu hamil. Meski dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, makanan ini akan aman dan tidak memiliki efek samping. Berbeda halnya dengan makanan yang memiliki zat berbahaya didalamnya yang apabila dikonsumsi oleh ibu hamil maka dampaknya akan pula dirasakan oleh si jabang bayi.

Nah, pada saat hamil mengkonsumsi zat besi adalah yang perlu dilakukan oleh ibu hamil agar si janin dapat berkembang dengan baik. Tidak hanya sebagai pembentuk sel darah merah, peranan zat besi juga amat diperlukan guna mengatasi kondisi kurang darah atau yang dikenal dengan anemia yang kerap kali melanda ibu hamil.

Nah, satu dari sekian banyak jenis makanan yang memiliki kandungan zat besi, daun pepaya adalah salah satu jenis makanan dengan kandungan zat besi yang cukup tinggi. Selain itu, daun pepaya tentunya cukup mudah untuk dijumpai di sekitar tempat tinggal anda. Terutama mereka yang tinggal dikawasan atau daerah yang masih asri dengan tanaman hijau, jenis daun ini akan dengan mudah ditemukan.

Rasa pahit yang terdapat pada daun pepaya rupanya tidak membuat orang berhenti menikmati sajian daun yang satu ini. Bahkan sebagian menganggap rasa pahit inilah yang membuat sajian ini menjadi lebih lezat. Banyak orang mengolah daun pepaya menjadi aneka ragam makanan yang lezat dengan pengolahan yang berbeda. Mulai dari dibuat lalapan, dimasak menjadi ayur atau bahkan ditumis dan dipadukan berama dengan bahan pelengkap lainnya sehingga tersaji menjadi hidangan yang enak.

Bagi sebagian orang daun pepaya bisa menjadi santapan yang lezat dan menggoda selera makan. Akan tetapi untuk ibu hamil yang hendak mengkonsumsi sajian ini biasanya mereka akan dibuat was-was dan merasa khawatir. Apalagi mengingat adanya anggapan yang menyatakan daun pepaya akan dapat menimbulkan masalah untuk kehamilan.

Lalu benarkah demikian? Lantas bolehkah ibu hamil mengkonsumsi daun pepaya? Untuk lebih jelasnya lagi mari kita bahas lebih dalam beberapa penjelasan dibawah ini.

Bolehkah Ibu Hamil Mengkonsumsi Daun Pepaya?

Banyaknya mitos dan anggapan yang tersebar dimasyarakat mengenai larangan pada ibu hamil yang mengkonsumsi jenis makanan ini membuat ibu hamil enggan menikmatinya, meski rasa dari daun ini lezat ketika dimasak.

Akan tetapi rupanya secara klinis, mengkonsumsi daun pepaya semasa kehamilan dalam batas yang wajar bukanlah hal yang berahaya baik untuk ibu hamil maupun janin yang sedang dikandunganya. Bahkan dilihat dari manfaat dan kandungannya ada begitu banyak manfaat yang mencengangkan yang terdapat dari daun pepaya.

Hal inilah yang membuat daun pepaya cukup dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil namun dengan porsi yang tidak berlebihan. Lalu apa sajakah manfaat dari mengkosumsi daun pepaya untuk ibu hamil? Simak dibawah ini.

Manfaat Daun Pepaya Untuk Ibu Hamil

Sebenarnya bila ditelaah lebih dalam ada begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan dari mengkonsumsi daun pepaya selam masa kehamilan. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya.

  • Mencegah Anemia

Wanita yang sedang hamil kerap kali mengalami anemia atau sebuah kondisi dimana mereka mengalami kurang darah sebab kekurangan asupan zat besi dalam tubuhnya. Mengkonsumsi daun pepaya akan dapat menjad solusi yang cerdas dan aman. Hal ini dikarenakan daun pepaya memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Sehingga demiian dengan makan daun pepaya akan dapat menanggulangi permasalah anemia pada ibu hamil sebab makanan ini memiliki kandungan zat besi yang tinggi.

  • Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Manfaat lain yang juga dapat dirasakan dari mengkonsumsi daun pepaya selama masa kehamilan adalah meningkatkan metabolisme tubuh dengan baik. Sebagaimana kita ketahui semasa kehamilan ibu hamil akan cenderung mengalami penurunan metabolisme yang cukup signifikan. Hal ini akan dapat memudahkan kuman, virus dan bakteri masuk kedalam tubuhnya. Daun pepaya menjadi salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan vitamin C yang tinggi yang dapat meningkatkan sistem imunitas ibu hamil dengan lebih baik.

  • Mengatasi Sembelit Pada Calon Ibu

Adanya kondisi hormonal yang berubah-ubah yang melanda ibu yang tengah hamil akan dapat mempengaruhi gerak peristaltik otot-otot usus sehingga kondisi ini akan mungkin menyebabkan sembelit terhadap ibu hamil. Akan tetapi dengan mengkonsumsi daun pepaya saat hamil akan dapat membantu usus untuk mencerna lemak dan protein agar tidak timbul keluhan sembelit pada ibu hamil.

Itulah dia beberapa manfaat baik yang bisa didapatkan dari mengkonsumsi daun pepaya selama masa kehamilan.

Pada dasarnya mengkonsumsi daun pepaya bukanlah hal yang dilarang selama masa kehamilan akan tetapi sebaiknya ibu hamil tidak mengkonsumsinya dalam jumlah yang berlebihan sebab segala sesuatu yang berlebihan umumnya tidak akan dapat berdampak dengan baik.

Konsumsi terhadap daun papaya boleh dilakukan selama porsinya tidak berlebihan. Selain itu, perhatikan pula kebersihan dan cara pengolahan daun papaya yang anda masak menjadi hidangan makanan.

Jangan memasak hidangan ini terlalu matang atau masih mentah. Asal empuk saja sudah cukup agar kandungan vitamin didalamnya tidak terbuang pada saat anda memasaknya terlalu matang. Nah, bagaimana setelah mengatahui manfaat dari daun papaya ini, apakah anda masih ragu untuk menyantap hidangan lezat yang kaya akan gizi dan nutrisi ini?

  • 1
  • 2
Loading...

Follow us