data-ad-format="auto"

Tips Puasa Bagi Ibu Hamil

Kategori artikel yang berisi informasi dan tips yang bisa dilakukan oleh ibu hamil di saat menjalani hari-hari berpuasa. Dimluai dari tips dan menu makanan selama sahur dan berbuka, juga tips saat menjalani puasa agar tetap fit dan sehat

Beberapa Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa

Sebagai Muslimah yang sedang hamil dan bertepatan dengan bulan Ramadhan tentunya sangat beruntung. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan ibu hamil akan dapat menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dikarenakan tidak ada masa haid atau berhalangan.

Oleh karenanya, tidak heran bila banyak ibu hamil yang ingin ikut menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi, apakah aman berpuasa pada saat hamil? Tentu saja aman. Sebab pada dasarnya ibadah puasa akan dapat menyehatkan untuk tubuh dan kesehatan mental.

Namun demikian, kondisi ini pun akan tergantung dari bagaimana kondisi kesehatan si ibu hamil tersebut. Sebab pada beberapa kondisi tertentu ada hal yang membuat ibu hamil tidak dapat mengikuti ibadah yang satu ini.

Untuknya, penting sekali bagi ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini dilakukan demi mengukur kesehatan ibu hamil sehingga puasa yang dijalani akan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Baca juga: Kiat Menjaga Asupan Gizi Ibu Menyusui Ketika Berpuasa

Namun untuk anda para ibu hamil yang tengah menjalani ibadah puasa. Ada beberapa kondisi yang membuat anda perlu membatalkan puasa yang anda jalani. Ingin tahu seperti apa? Mari simak dibawah ini.

Beberapa Kondisi yang Membuat Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa

Selain berkonsultasi dengan dokter mengenai boleh tidaknya ibu hamil ikut puasa. Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan sebaiknya menuntut ibu hamil untuk dapat membatalkan puasanya penting untuk disimak dengan baik. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan bayi dan ibu dengan baik. Selain itu, menghindari kemungkinan buruk tentu menjadi hal utama dalam hal ini.

Dehidrasi yang Parah

Kondisi pertama yang membuat ibu hamil perlu untuk membatalkan puasa yang dijalani adalah dehidrasi yang parah. Kurangnya asupan cairan selama menjalankan ibadah puasa adalah hal yang wajar terjadi. Akan tetapi, dehidrasi yang terjadi pada ibu hamil akan cukup berbahaya pengaruhnya.

Oleh karenanya, ketika anda mengalami gejala dehidrasi seperti rasa haus, tenggorokan kering, lemas dan tidak berdaya. Maka tidak ada salahnya untuk membatalkan ibadah yang anda jalani. Hal ini tentu dilakukan demi menjaga kesehatan dan menghindari kemungkinan buruk dari kondisi ini untuk janin dan kesehatan ibu.

Pusing dengan Mata Berkunang-Kunang

Kondisi pusing dengan mata berkunang-kung dan juga diikuti rasa lemas yang menyiksa mungkin dikarenakan adanya hipoglikemia. Kondisi ini sebaiknya tidak ibu hiraukan atau disepelekan begitu saja. Karena pengaruhnya mungkin bisa membuat si janin mengalami resiko kekurangan gizi.

Untuknya, kondisi ini perlu membuat ibu membatalkan ibadah puasa yang sedang dijalani. Sementara itu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter mengenai masalah ini dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan buruk dari kondisi yang satu ini.

Diare

Selain beberapa kondisi diatas, resiko diare yang dialami pun sebaiknya tidak ibu remehkan. Diare akan mungkin membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Hal ini pun akan membuat tubuh terasa lemas. Untuk itu, jangan hiraukan kondisi ini dan segera tangani. Ketika tubuh ibu merasa tidak kuat, tidak sebaiknya anda memaksakan kondisi ini.

Demikianlah beberapa kondisi yang membuat ibu perlu membatalkan ibadah puasa. Pada intinya puasa adalah ibadah wajib yang dilakukan oleh mereka yang mampu. Ketika ibu menghadapi kondisi tertentu yang akan berbahaya maka tidak sebaiknya memaksakan kondisi ini.

Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Fit Saat Jalani Puasa

Puasa adalah ibadah wajib yang dijalankan oleh seluruh umat Islam di dunia. Akan tetapi, syarat ini pun hanya mewajibkan beberapa pelaku puasa sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat. Salah satunya adalah mereka yang sudah baligh dan mampu menjalankan ibadah puasa. Sementara itu, anjuran puasa untuk ibu hamil sifatnya tidak menuntut. Hanya saja demikian, tidak sedikit ibu hamil yang ingin ikut andil dalam menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Selama tubuh ibu kuat dan janin dalam kandungan sehat maka puasa akan bisa diperbolehkan dilakukan oleh ibu hamil. Akan tetapi, ketika janin bermasalah atau karena beberapa kondisi tertentu. Maka puasa yang dijalani ibu hamil boleh ditunda atau tidak mengikutinya.

Sementara itu, untuk anda para ibu hamil yang ikut menjalani ibadah puasa. Berikut ini kami memiliki beberapa tips penting untuk disimak dengan baik. Hal  ini dilakukan agar ibu hamil tetap sehat dan fit saat jalani puasa. Ingin tahu seperti apa? Mari simak informasi menariknya dibawah ini. Baca juga: Memilih Trimester yang Tepat Ketika Berpuasa Ramadhan

Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Fit Saat Jalani Puasa

Pada masa kehamilan seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi dari makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak hamil. Hal ini dilakukan demi menunjang tumbuh kembang janin dalam rahimnya.

Puasa bisa mungkin mengurangi asupan nutrisi dari konsumsi makanan yang ibu lakukan. Akan tetapi demikian, waktu berbuka puasa dan sahur akan dapat memungkinkan anda untuk bisa memenuhi kebutuhan nutrisi ini dengan lebih baik.

Jadi demikian, puasa selama kehamilan sebenarnya bisa saja dilakukan asalkan kesehatan ibu terjaga dan nutrisi tetap terasupi dengan baik. Nah, dibawah ini adalah tips agar ibu hamil tetap sehat dan fit saat jalani puasa.

Puasalah Bila Kuat

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwasanya kewajiban puasa hanya berlaku untuk mereka orang yang sudah baligh dan mampu melakukannya. Untuk anda para ibu hamil, kewajiban puasa akan dapat berlaku ketika tubuh anda memang mampu melakukannya.

Jadi demikian, tidak ada paksaan dalam menjalankan ibadah puasa dalam hal ini. Untuk itu, anda dapat memutuskan sendiri dengan mengukur kondisi tubuh saat akan menjalakankan ibadah puasa.

Ibu hamil yang tidak mengalami keluhan kesehatan dan janin dalam kandungannya tetap sehat. Akan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hanya saja, pastikan kebutuhan gizi dan vitamin selalu anda penuhi dengan baik.

Jaga Asupan Makanan

Menjalani puasa untuk ibu hamil sedikit rumit dalam hal makanan. Hal ini dikarenakan ibu hamil tidak dapat mengkonsumsi sembarang makanan seperti yang anda lakukan sebelum hamil. Konsumsi makanan yang kurang sehat atau sembarang akan mungkin mempengaruhi kesehatan anda. Hal ini pun bisa jadi membuat asupan nutrisi kedalam tubuh menjadi terhalang.

Oleh karenanya, perhatikan kembali masalah ini dengan baik. Pastikan anda mendapatkan asupan makanan kedalam tubuh secara merata. Jangan lupakan untuk konsumsi buah dan sayur yang akan memberikan anda nutrisi dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Berolahraga

Olahraga selama masa kehamilan akan digolongkan berdasarkan dengan usia kehamilan yang anda hadapi saat ini. Melakukan olahraga saat hamil tidak hanya akan baik untuk kesehatan. Namun hal ini pun akan memberikan anda kesempatan untuk merasa lebih bugar. Hal yang sama bisa anda praktikan pada saat puasa.

Demi menjaga tubuh tetap fit dan terhindar dari rasa malas yang kurang menyenangkan. Maka olahraga dianjurkan untuk dilakukan pada saat puasa. Hanya saja, jenis olahraga yang dilakukan bukan selalu olahraga yang berat. Anda cukup berjalan-jalan setelah sahur atau yoga menjelang siang hari.

Memilih Trimester yang Tepat Ketika Berpuasa Ramadhan

Kehamilan dapat diartikan sebagai sebuah proses penyatuan telur dengan sperma diawali berakhirnya menstruasi, lama kehamilan selama 280 hari atau kurang lebih 40 minggu. Selama masa kehamilan terjadi perkembangan dari minggu pertama hingga ke minggu terakhir mendekati persalinan.

Hal terpenting yang harus anda ketahui bahwa setiap bulan perkembangan bayi  terjadi di dalam kandungan anda, perkembangan dalam membentukan organ-organ tubuh, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem reproduksi telah terjadi semenjak janin di dalam kandungan.

Mengingat pentingnya perkembangan yang terjadi di dalam kandungan, dukungan dari kesehatan, asupan gizi dari makanan, pemeriksaan medis, vaksinasi kandungan sangat dibutuhkan untuk dapat menghindari kemungkinan bayi lahir belum tepat waktu dan juga berat badan yang kurang. Memasuki bulan ramadhan dimana, anda sebagai seorang muslim memiliki kewajiban dalam menjalankan ibadah puasa. Lantas bolehkah apabila anda berpuasa disaat kehamilan anda? Para ahli medis menyarankan untuk berpuasa pada waktu yang tepat sehingga tidak menghambat kesehatan atau perkembangan bayi yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dari anda. Selain itu pemeriksaan kesehatan anda dan janin sangat penting sehingga dapat berpuasa tanpa menimbulkan resiko kekurangan gizi bagi janin anda. Berikut waktu yang bisa anda pilih untuk menjalankan puasa disaat anda sedang hamil :

MEMILIH-TRIMESTER-TEPAT-MASA-KEHAMILAN.jpg

Continue Reading

Menjaga Asupan Gizi Ibu Hamil Selama Berpuasa

Gizi merupakan kandungan yang terdapat dari jenis makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anda sehari-hari. Pentingnya peranan gizi bagi anda sebagai pemberi energi dalam membantu menyediakan kebutuhan energi aktivitas sehari-hari.

Selain itu asupan makanan yang mengandung protein, mineral dan air dapat membantu pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh seperti membentuk sel, memelihara sel dan mengganti sel yang tidak butuhkan oleh tubuh. Vitamin dan mineral memiliki peranan dalam pengaturan proses tubuh. Bagi anda yang sedang mengandung kepentingan gizi sangat penting dalam menjaga kesehatan anda sehingga meminimalisir gangguan kesehatan janin, kecukupan gizi dibutuhan untuk ibu hamil dalam perkembangan bayi yang sehat sehingga memperkecil kemungkinan bayi  lahir dengan komplikasi dan juga mengurangi penyakit kesehatan pada bayi anda ketika dilahirkan. Asupan gizi yang baik bisa anda dapatkan dari jenis makanan yang anda konsumsi setiap harinya, selektiflah dalam memilih makanan. Kandungan yang berbahaya yang terdapat pada jenis makanan seperti formalin, pewarna makanan dan kandungan merkuri yang bisanya terdapat pada jenis ikan laut tertentu sehingga harus anda hindari.

Continue Reading

Menjaga Kesehatan Janin Ketika Berpuasa

Pertumbuhan janin yang dimulai dengan adanya pembuahan kemudian mengalami perkembangan yang  berangsur setiap harinya dalam proses pembentukan organ-organ diakhiri dengan masa persalinan.

Pertumbuhan janin akan berlangsung selama sembilan bulan, bulan pertama hingga bulan keempat disebut dengan trimester pertama ditandai dengan pembentukan otak, tulang belakang, kulit dan juga rambut. Jantung akan dibentuk di masa kehamilan pertama ini bersama dengan organ penting lainnya dalam membantu sistem percenaan dan pernapasan. Selanjutnya pada trimester kedua ditandai dengan perkembangan berfungsinya detak jantung yang semakin kuat, perkembangan tulang dan sumsum tulang. Pergerakan janin dimulai meskipun masih belum terasa kuat, janin sudah mulai mendengar suara-suara. Diakhir trimester kedua perkembangan paru-paru semakin sempurna. Plasenta menyediakan oksigen untuk janin karena pada trimester ini sudah mulai bernapas. Pada trimester akhir tahap penyempurnaan dari segala organ penting tubuh bayi. Peran plasenta dalam menyediakan nutrisi yang dibutuhkan bayi merupakan modal utama dalam tumbuh kembang janin. Nutrisi disesuaikan dengan asupan makanan anda sehingga jika nutrisi tidak tercukupi akan membuat perkembangan janin terhambat.

Continue Reading

Kiat Berpuasa Untuk Menjaga Kehamilan Trimester Ketiga

Memasuki bulan ramadhan dimana kewajiban sebagai umat muslim menjalankan ibadah puasa terkadang menjadi hal yang menjadi pertimbangan anda apakah diusia kandungan yang semakin bertambah dapat melaksanakan puasa? Trimester ketiga adalah dimana anda memasuki kehamilan pada bulan ke tujuh hingga ke sembilan.

Pada trimester terakhir kehamilan anda banyak perubahan yang terjadi sehingga untuk sebagian dari anda memutuskan untuk tidak melakukan puasa dikarenakan faktor kesehatan. Perubahan yang terjadi pada trimester terakhir tampak jelas dengan kondisi badan yang cepat lelah hal ini disebabkan pada kondisi puncak, berat badan anda mulai bertambah mencapai 10-15 kg atau bahkan lebih.Selain itu beberapa kondisi lainnya seperti sakit punggung, rasa panas di sekitaran dada, sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil merupakan hal yang umum dialami oleh ibu hamil pada trimester ketiga.

Continue Reading

Menjaga Kesehatan Kehamilan Trimester Pertama Saat Berpuasa

Kehamilan merupakan masa perubahan tubuh baik secara fisik maupun secara hormonal.

Sehingga banyak hal yang tidak terduga sebelumnya, begitupula dengan beberapa wanita diantaranya yang menjadi merasa tidak menyukai makanan padahal sebelum kehamilan menyukainya. Tidak saja pada makanan pada beberapa aktivitas juga sering terjadi seperti menjadi malas bersolek atau kegiatan lainnya. Banyak yang bilang ini merupakan tanda kehamilan yang lumrah dialami oleh ibu hamil pada bulan-bulan pertama. Pada trimester pertama anda harus menjaga perkembangan janin yang masih rawan. Perkembangan janin pada minggu ke 4 setelah sel telur dibuahi terbentuklah embrio perkembangan selanjutnya di minggu ke lima sistem saraf pusat, tulang dan otot akan dibentuk hingga perkembangan berlanjut di minggu ke enam detak jantung bayi sudah bisa dirasakan bahkan pencernaan dan pernafasan akan dibentuk. Selanjutnya perkembangan di minggu ke 7 jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan kiri sehingga terbentuk pula paru-paru, keadaan ini terus berlangsung hingga semua organ penting terbentuk.

Continue Reading

Cara Sehat Berpuasa Selama Kehamilan

Apakah berpuasa selama kehamilan berbahaya bagi janin? Terkadang perdebatan mengenai puasa di masa kehamilan terjadi antara anda dan suami.

Suami anda bersikeras untuk meminta anda menunda puasa tahun ini karena alasan dapat berbahaya bagi janin. Akan tetapi anda tetap dengan pendapat anda bahwa berpuasa selama kehamilan tidak akan membahayakan anda dan janin selama anda bisa memberikan asupan nutrisi ketika sahur dan berbuka. Dilema kehamilan selama bulan puasa sebenarnya bisa anda sikapi baik secara keagaamaan dan secara medis.

Continue Reading

Tips Berpuasa Pada Trimester Kedua Kehamilan

Trimester kedua adalah dimana kehamilan sudah memasuki bulan ke empat hingga ke lima. Biasanya pertumbuhan janin sudah berkembang selain itu perubahan fisik yang dialami anda kian tampak. Pada trimester ini memasuki tahapan pembentukan organ penting janin. Ukuran dan berat badan bayi semakin meningkat, umumnya pada akhir trimester kedua janin memiliki berat badan 1 kg.Begitu pentingnya perkembangan yang terjadi di trimester ini sehingga anda harus menjaga asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh janin. Jika janin memiliki berat badan yang tidak ideal pada masa perkembangan di trimester kedua, anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan memperbaiki asupan nutrisi sehingga mampu mencukupi kebutuhan janin dalam perkembangannya.

Continue Reading

6 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Dalam Menjaga Kesehatan Janin

1.  Konsultasikan dengan dokter atau bidan

Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa ada baiknya anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan. Dengan mengetahui perkembangan janin maka dapat menjadi pertimbangan untuk melakukan puasa atau menunda. Hasil pemeriksaan riwayat kesehatan yang baik tidak akan membahayakan kesehatan anda dan janin meskipun anda berpuasa. Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa ibu hamil dengan kondisi dirinya dan janin sehat berpuasa tidak akan mengakibatkan gangguan kelahiran, perbedaan berat badan mungkin saja terjadi tetapi bukan hal yang harus dipermasalahkan karena bisa saja dipengaruhi faktor lain, selain puasa ketika masa kehamilan.

Continue Reading

Berbuka Puasa Dengan Cara Sehat Bagi Ibu Hamil

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat ditunggu oleh umat muslim diseluruh dunia untuk meningkatkan keimanan dengan berbagai ibadah, puasa wajib adalah salah satu diantaranya.

Umat muslim yang telah balig dan berakal sehat baik jasmani dan rohani diwajibkan untuk puasa. Bagi Ibu hamil masuk dalam zona abu-abu dimana bisa tidak berpuasa dikarenakan alasan kesehatan janin atau boleh menjalankan puasa setelah pemeriksaan dokter menyatakan janin sehat dan kondisi tubuh anda kuat untuk berpuasa. Didalam agama, ibu hamil dan menyusui juga diberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa jika akan memperburuk kesehatan anda dan janin.

Continue Reading

Tips Sahur Sehat Untuk Ibu Hamil

Pada dasarnya puasa di bulan ramadhan bisa dilakukan meskipun anda sedang mengalami masa kehamilan asalkan tidak mengganggu kesehatan janin anda.

Walaupun dalam agama kita telah memerikan kelonggaran untuk anda yang sedang hamil dan tidak kuat untuk menjalankan ibadah puasa jika diperkirakan akan mengganggu kehamilan diperbolehkan untuk tidak melakukan puasa. Pada trimester pertama sebagian ibu hamil mengalami perubahan kondisi sehingga sulit untuk beradaptasi, kondisi yang mungkin terjadi adalah morning sickness berat, pencernaan yang terganggu, mengalami dehidradi ataupun perdarahan.Kondisi ini jika dipaksakan untuk berpuasa akan semakin parah. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan janin sebelum anda berpuasa.

Continue Reading

7 Tips Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa Bagi Ibu Hamil

Anda sangat memperhatikan kesehatan janin anda, ketika memasuki bulan ramadhan diantaranya bertanya-tanya bolehkah wanita hamil berpuasa? Sebenarnya pada ibu hamil di bulan ramadhan telah diberikan dispensasi untuk tidak melakukan puasa. Hal ini menyangkut asupan nutrisi kepada janin.

Meskipun kebanyakan ibu hamil kuat menjalankan ibadah puasa akan tetapi asupan nutrisi janin tidak boleh diabaikan. Pada penelitian yang dilakukan bahwa ibu hamil yang berpuasa dan ibu hamil yang tidak berpuasa dengan asupan nutrisi yang sama tidak mengalami perbedaan, baik dari kesehatan dan kecerdasan bayi setelah lahir. Memasuki trimester kedua dan ketiga kemungkinan memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi untuk melakukan puasa ketimbang ibu hamil pada trimester pertama dengan gejala-gejala kehamilan yang mengganggu.

Continue Reading

Tips Berpuasa Selama Hamil

Tips Berpuasa Selama Hamil. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

Saat Sahur

- Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.

- Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

- Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.

- Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berpuasa

- Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.

- Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.

- Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

- Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit

c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil

d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat Berbuka

- awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.

- Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.

- Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.

- Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa?

wanita hamil puasaBulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, bulan terbaik dimana berkah dan rahmat senantiasa tercurah dari Yang Maha Kuasa. Di bulan puasa ini seluruh umat uslim di dunia wajib melakukan ibadah puasa selama 30 hari. Menahan segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari mulai imsyak hingga waktunya berbuka di petang hari. Namun ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Kepada mereka, diperbolehkan untuk membatalkan puasanya dengan keharusan menggantinya di hari lain baik disertai membayar fidyah maupun tidak. Namun, jika wanita hami lingin "memaksakan" untuk berpuasa dengan alasan kuat selama melakukan puasa atau malah malas untuk mengganti puasa di bulan-bulan berikutnya, apakah  cukup aman baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya?

Jawabanya adalah tergantung dari kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri. Selama kondisi kesehatan wanita hamil dan janin yang dikandungnya setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat, maka wanita hamil diperbolehkan untuk berpuasa dengan syarat ibu hamil tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Pemenuhan nutrisi ini harus sama dengan kondisi ketika tidak berpuasa cuman yang berbeda pemenuhan nutrisi ini dipindah waktunya tentunya dilakukan pada saat sahur dan berbuka puasa serta antara waktu berbuka puasa dan sahur.

Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang sekitar 2.500 kalori dalam sehari, dengan komposisi 50% karbohidrat (sekitar 308 gram), 30% protein (sekitar 103 gram), dan 10-20% lemak (sekitar 75 gram). Pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah, dan susu setiap kali bersantap buka dan sahur. Anda juga bisa menambahkan suplemen vitamin yang diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil selama berpuasa. Di samping itu, ada beberapa zat penting yang diperlukan saat kehamilan, di antaranya asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat diperoleh dari kacang-kacangan, zat besi didapatkan dari sayuran, sementara sumber kalsium bisa didapatkan dari susu dan ikan (Baca: Tips Berpuasa Selama Hamil).

Namun, ada beberapa kasus ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa jika mengalami gangguan sebagai berikut:

Kencing manis atau diabetes (DM)

Wanita hamil dengan kencing manis  tidak disarankan untuk  berpuasa. Alasannya adalah selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol atau bisa tetap stabil

Penyakit darah tinggi atau hipertensi

Baik sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi atau hipertensi dalam kehamilan. Ini penting untuk pengaturan obat dan pengaturan naik dan turunnya tekanan darah. Naik turun tekanan harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.

Mengalami Perdarahan

Ini jelas kontra indikasi atau tidak diperbolehkan berpuasa. Kalau tetap dipaksakan berpuasa bisa mengkhawatirkan keadaan janin di dalam kandungan.

Dehidrasi atau kekurangan cairan

Banyak penyebabnya seperti muntah terus selama hamil (hiperemesis gravidarum),wanita hamil muda dengan morning sickness atau mual-muntah terus, nafsu makan tidak ada (anorexia).

Gangguan sistem pencernaan

Gangguan sistem pencernaan yang paling jamak adalah sakit lambung atau maag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung dan bisa berbahaya untuk bayi.

Loading...

Follow us