Tips Berpuasa Selama Hamil

4.83/5 (30)

Tips Berpuasa Selama Hamil. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

Tips Berpuasa Selama Hamil

Tips puasa selama hamil

Jika anda memutuskan untuk ikut berpuasa selama hamil, simak beberapa tips ini agar puasa anda lancar dan kehamilan tetap sehat:

Konsultasikan Pada Dokter

Sebelum anda memutuskan berpuasa, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan anda dan janin yang dikandung apakah akan baik-baik saja jika diajak puasa atau sebaliknya.

Saat menemui dokter, anda harus konsultasikan riwayat kesehatan anda. Dokter akan mempertimbangkan kenaikan berat badan anda saat usia kehamilan trimester pertama sampai trimester ketiga. Jika pertambahan berat badan selama hamil belum ideal, dokter atau bidan mungkin akan menyarankan untuk tidak berpuasa. Tidak hanya itu, kondisi kesehatan anda juga turut dipertimbangkan sebelum menjalankan ibadah puasa. Jika ibu hamil mengalami masalah kesehatan seperti perdarahan, anemia, tekanan darah tidak normal, serta diabetes, maka disarankan untuk tidak mengikuti puasa. Pasalnya, masalah kesehatan yang anda alami tersebut memiliki risiko tinggi mempengaruhi kesehatan kehamilan anda.

Melakukan Aktivitas yang Sewajarnya

Menjadi seorang ibu rumah tangga tidak bisa terlepas dari tugas di rumah. Memutuskan untuk menjalankan puasa ketika sedang hamil bukanlah hal yang mudah. Selama hamil banyak perubahan atau gejala yang akan anda alami yang terkadang mengganggu. Penting untuk mengontrol aktivitas yang anda lakukan agar terhindar dari kelelahan. Aktivitas yang terlalu padat atau berat kemungkinan akan membuat anda tertekan dan memicu stres. Seperti yang kita ketahui, stres tidak baik untuk kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Stres yang dialami oleh ibu hamil akan dapat mengganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Mencukupi Waktu Istirahat

Anda tentu ingin puasa yang anda jalankan lancar meskipun sedang hamil. Hanya saja terkadang rasa lemas dan lelah dirasakan oleh ibu hamil di tengah-tengah puasa. Agar puasa anda tetap lancar, anda harus mampu menghemat energi. Perbanyak waktu istirahat dengan tidur siang. Mendapatkan waktu istirahat yang cukup, baik saat siang atau malam hari sangat penting. Sebaiknya hindari melakukan aktivitas berat ketika anda berpuasa. Tidak ada salahnya jika anda merencanakan aktivitas harian, supaya anda dapat memiliki waktu istirahat yang teratur.

Dukungan dari suami dan keluarga sangat penting untuk kelancaran puasa anda meskipun sedang hamil. Mintalah bantuan suami atau keluarga untuk menggantikan anda melakukan pekerjaan yang dirasa berat.

Mencukupi Kebutuhan Cairan

Mencukupi kebutuhan cairan sangat penting supaya tubuh anda tetap terhidrasi. Usahakan minum air putih sebanyak 2 liter perhari agar tubuh anda tidak kekurangan cairan. Anda dapat memenuhi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur.

Hindari minum minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Anda juga harus waspada pada makanan yang mengandung kafein, seperti cokelat. Minuman dan makanan yang mengandung kafein dapat menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi. Dehidrasi yang dialami oleh ibu hamil sangat berbahaya, karena selain mengganggu kesehatan ibu juga akan mempengaruhi janin dalam kandungan.

Kurangi Mengonsumsi Makanan Manis

Setelah berbuka puasa, mengonsumsi makanan manis sudah menjadi kebiasaan. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan ataupun minuman manis yang tinggi gula saat berbuka karena dapat menyebabkan naiknya kadar gula darah. Kadar gula darah yang terlalu cepat berubah akan membuat anda pusing dan pingsan.

Memperhatikan Asupan Nutrisi

Penting sekali bagi ibu hamil yang ikut berpuasa untuk memperhatikan asupan nutrisinya. Pilihlah menu makanan yang mengandung nutrisi seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan ibu hamil sendiri dan janin yang dikandung. Nah, berikut ini tips memilih makanan saat sahur dan berbuka untuk ibu hamil.

Saat Sahur

  • Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  • Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
  • Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  • Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berbuka

  • Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.
  • Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
  • Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

Ibu hamil yang ikut berpuasa harus memperhatikan asupan makanannya agar kebutuhan nutrisi bayi dalam kandungan terpenuhi.

Mencegah Dehidrasi

Dehidrasi rentan dialami oleh ibu hamil, terlebih lagi saat ibu hamil ikut berpuasa. Masalah dehidrasi akan menimbulkan masalah yang serius untuk ibu dan kehamilan. Anda harus waspada terhadap beberapa tanda dehidrasi yang bisa saja dialami. Beberapa tanda dehidrasi di antaranya:

  • Pusing
  • Tubuh terasa lemas dan lesu
  • Merasa sangat kehausan
  • Kelelahan
  • Urine berubah warna menjadi kuning gelap
  • Urine berbau menyengat

Agar puasa anda tetap lancar dan dapat terhindar dari masalah dehidrasi, selain mencukupi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur, anda juga harus menghindari hal-hal yang dapat memicu dehidrasi. Pastikan anda tidak melakukan aktivitas terlalu lama atau berat di luar ruangan atau pastikan selalu berada di tempat yang sejuk.

Hindari Mengonsumsi Makanan Pedas dan Berlemak

Makanan pedas dan berlemak memang nikmat saat dikonsumsi. Hanya saja, makanan tersebut akan berdampak buruk terhadap kondisi tubuh anda. Mengonsumsi makanan pedas akan menyebabkan perubahan hormon. Selain itu, akan menyebabkan masalah pencernaan dan menyebabkan mual muntah.

Sedangkan jika anda mengonsumsi makanan berlemak, akan mempengaruhi sistem imun tubuh dan kesehatan ibu serta bayi dalam kandungan akan terganggu.

Jangan Paksakan Diri

Jika anda merasa lemas dan tidak sanggup melanjutkan puasa, maka sebaiknya jangan paksakan diri. Apalagi jika anda mengalmi kondisi yang mengharuskan segera membatalkan puasa seperti berikut ini:

  • Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  • Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
  • Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
  • Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  • Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Kapan Waktu yang Tepat Bagi Ibu Hamil Untuk Berpuasa?

Tips puasa selama hamil

Puasa menjadi kewajiban setiap umat Muslim. Meskipun wanita hamil diberikan kelonggaran untuk tidak berpuasa, namun masih tetap banyak ibu hamil yang ingin ikut berpuasa. Untuk ibu hamil sebenarnya diperbolehkan ikut berpuasa, dengan syarat memperhatikan kondisi kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandung. Selain itu, ibu hamil juga harus memperhatikan usia kehamilan saat memutuskan untuk ikut berpuasa, karena pada usia tertentu ibu hamil disarankan untuk tidak puasa terlebih dahulu. Lantas, kapan waktu yang tepat bagi ibu hamil boleh ikut berpuasa? Untuk mengetahui pada trimester berapa ibu hamil boleh dan tidak boleh berpuasa, simak penjelasannya berikut ini:

Usia Kehamilan Trimester Pertama

Pada usia kehamilan trimester pertama, ibu hamil biasanya mengalami gejala kehamilan dan perubahan fisik. Gejala kehamilan yang biasanya dialami saat trimester pertama yaitu pusing, mual-mual, muntah dan lain sebagainya. Ibu hamil juga biasanya akan mengalami perubahan terhadap selera makannya.  Selain itu, ditrimester pertama janin sedang berkembang dalam pembentukan organ seperti hati, jantung, saraf, tangan dan kaki. Di usia ini juga, plasenta sudah mulai terbentuk. Di akhir usia kehamilan trimester pertama organ seksual mulai berkembang. Mengetahui seperti itu, saat usia kehamilan trimester pertama ibu hamil disarankan untuk tidak ikut berpuasa terlebih dahulu karena pada usia kehamilan ini ibu hamil masih belum dapat beradaptasi dengan kehamilannya.

Usia Kehamilan Trimester Kedua

Pada usia kehamilan trimester kedua dianggap masa yang aman untuk mengikuti puasa, dengan syarat kondisi kesehatan ibu dan janin mendukung. Di trimester kedua ibu hamil sudah mulai bisa beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi selama kehamilan. Sangat penting bagi ibu hamil untuk menjaga asupan makanannya saat berbuka maupun sahur guna memenuhi kebutuhan ibu dan janin.

Trimester Ketiga

Saat usia kehamilan trimester ketiga, ibu hamil biasanya akan mengalami perubahan emosi. Di masa ini seringkali ibu merasa cemas dan khawatir dalam menghadapi waktu persalinan yang semakin dekat. Cemas yang berlebih akan menyebabkan stres pada ibu hamil dan tentunya tidak baik untuk kesehatan kehamilan. Di masa ini juga ibu hamil membutuhkan energi yang banyak untuk mempersiapkan persalinan, sehingga penting untuk mencukupi kebutuhan gizi. Oleh karena itu, di usia kehamilan trimester ketiga mendekati persalinan disarankan untuk tidak berpuasa.

Dengan demikian, ibu hamil boleh ikut berpuasa saat usia kehamilannya trimester kedua asalkan kondisi kesehatan ibu dan kehamilannya dalam keadaan sehat. Untuk memastikannya anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter atau bidan.

Kondisi Ibu Hamil yang Harus Diwaspadai Saat Puasa

Tips puasa selama hamil

Selain mewaspadai beberapa kondisi yang mengharuskan ibu hamil membatalkan puasa seperti yang sudah dijelaskan di atas, ibu hamil juga harus waspada terhadap beberapa kondisi ini. Segera pergi ke dokter jika ibu hamil mengalami kondisi seperti berikut ini:

  1. Saat hamil ibu harus mengalami kenaikan badan seperti yang ditentukan. Jika ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan seperti seharusnya, terlebih lagi saat ikut berpuasa, sebaiknya segera pergi ke dokter. Berat badan yang kurang penyebabnya karena asupan gizi ibu hamil kurang selama mengikuti puasa. Jangan biarkan kondisi ini karena akan mempengaruhi kehamilan anda. Periksakan kehamilan anda ke dokter untuk mengetahui solusi yang tepat mengenai kondisi yang anda alami.
  2. Meskipun sudah berusaha menjaga kesehatan dan asupan makanan selama puasa, tidak menutup kemungkinan ibu hamil akan mengalami beberapa masalah kesehatan. Apabila ibu hamil mengalami kondisi seperti sakit kepala, mengalami rasa sakit tidak biasa dan demam, segera pergi ke dokter untuk periksakan kondisi anda.
  3. Ibu hamil yang mengalami gejala dehidrasi seperti kehausan, buang air kecil sedikit, urine berubah warna menjadi lebih gelap dan baunya menyengat sebaiknya pergi ke dokter. Gejala dehidrasi tersebut akan membuat ibu hamil rentan mengalami infeksi saluran kemih. Selain itu, efeknya berbahaya untuk kesehatan dan kehamilan anda.
  4. Jika biasanya gerakan bayi anda sering atau aktif saat tidak puasa, namun setelah menjalankan puasa gerakannya tidak seaktif seperti biasanya, sebaiknya anda segera periksakan kondisi kehamilan anda pada dokter.
  5. Apabila anda merasa sangat kelelahan walaupun sudah banyak istirahat dan merasa lemas, mual, serta muntah-muntah, anda bisa segera membatalkan puasa dan periksakan kondisi anda ke dokter.

Ibu hamil bisa ikut berpuasa apabila kondisinya sehat. Namun, ada keringanan bagi ibu hamil untuk tidak berpuasa. Apabila kondisi kesehatan anda tidak cukup sehat atau takut puasa akan mengganggu kesehatan ibu dan bayi sebaiknya anda tidak memaksakan untuk ikut berpuasa. Selain itu, jika anda membutuhkan energi yang banyak dibandingkan biasanya karena harus bekerja, mengurus rumah atau mengurus anak, akan lebih baik jika anda tidak ikut berpuasa karena akan membuat kondisi anda lemah, haus dan lapar. Namun, jika tidak menyebabkan tekanan fisik atau masalah kesehatan apapun, anda bisa ikut berpuasa.

Berbicaralah pada keluarga dan dokter untuk membantu anda membuat keputusan apakah boleh ikut berpuasa atau tidak. Jika memang dokter memperbolehkan ikut berpuasa dilihat dari kondisi kesehatan ibu dan janin, maka anda bisa meminta dukungan keluarga untuk membuat semuanya menjadi lebih mudah. Anda juga harus memperhatikan beberapa tips puasa bagi ibu hamil untuk kelancaran puasa yang anda jalankan. Waspada terhadap kondisi yang mungkin akan anda alami. Jangan segan-segan untuk berkonsultasi pada dokter jika anda mengalami kondisi yang tidak biasa saat puasa.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply