data-ad-format="auto"

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan merupakan salah satu sistem pada tubuh manusia yang sangat penting, dimana sistem ini memiliki peranan sebagai pencerna makanan. Banyak gangguan atau penyakit yang dapat menyerang sistem pencernaan. Dimana pada kategori ini kami uraikan berbagai macam penyakit sistem pencernaan, penyebab dan cara mengatasinya.

12 Penyebab Kanker Usus Ternyata Berawal Dari Gaya Hidup Anda!

Kanker memang memiliki berbagai jenis yang dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh. Kanker terkenal sebagai penyakit yang paling mematikan. Sebagian besar penderita kanker tidak berhasil dalam melawan penyakitnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai jenis penyakit kanker memang menjadi penyebab dari meninggalnya seseorang baik kanker stadium awal maupun stadium akhir.

Seperti salah satu jenis kanker usus besar yang tercacat telah menewaskan sebanyak 655.000 orang di seluruh dunia. Kanker usus atau yang dikenal dengan kanker kolon ini tentunya menyerang usus besar yang menjadi bagian terakhir dari sistem pencernaan pada tubuh manusia. Pada umumnya, penyakit kanker usus ini dapat menyerang segala jenis usaha, namun sebagian besar penderita dari kanker usus berusia di atas 60 tahun.

Penyakit kanker usus yang terjadi pada manusia dengan tingkat stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala yang signifikan dan lebih tidak menimbulkan gejala sama sekali. Kondisi inilah yang membuat stadium penyakit kanker usus besar menjadi meningkat hingga stadium akhir. Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mewaspadai jika adanya gejala dan juga tanda dari kanker usus besar yang kemungkinan menyerang Anda.

Penyebab Kanker Usus Besar

Sebagian besar kanker usus besar berawal dari terbentuknya gumpalan-gumpalan kecil yang dikenal dengan istilah polip adenoma. Gumpalan ini akan menyebar secara tidak terkendali seiring dengan berjalannya waktu. Kanker usus besar juga dapat terjadi ketika adanya mutasi genetik dimana sel-sel DNA yang ada pada area tubuh tumbuh tidak terkendali dan bersifat merusak.

Pada penderita kanker usus besar pertumbuhan sel tersebut tentunya berawal dari pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada lapisan usus bagian dalam. Namun kemudian menjalar dan merusak sel-sel lain  di dekatnya  sehingga sel-sel baik yang ada di dalam tubuh bisa  mati dan juga hancur sehingga tergantikan dengan sel-sel yang kanker tersebut. Dalam hal ini mutasi genetik dapat disebut faktor keturunan. Dengan arti lain, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar akan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan anggota keluarga yang tidak memiliki riwayat penyakit kanker usus besar.

Setidaknya terdapat 2 jenis kanker usus besar yang diduga bersifat genetik, diantaranya:

Familial adenomatous polyposis (FAP)

Jenis penyakit kanker yang pertama dapat dikatakan sebagai penyakit yang langka terjadi pada manusia. Jenis penyakit ini disebabkan oleh munculnya ribuan benjolan kecil yang ada pada dinding usus besar dan juga rektum. Seseorang yang mengalami FAP ini memiliki risiko yang berkali-kali lipat menderita kanker usus besar sebelum usia 40 tahun.

Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC)

Jenis kanker yang selanjutnya ialah  sebuah kelainan yang dikenal dengan istilah sindrom Lynch. Pada seseorang yang menderita sindrom Lynch ini memiliki risiko mengidap kanker usus besar sebelum berusia 50 tahun.

Usia

Faktor utama yang menjadi salah satu penyebab kanker usus besar ialah usia. Hal ini dikarenakan usia menjadi pacuan ketika seseorang menderita suatu penyakit. Dalam hal ini tentunya usia berkaitan dengan penyebab kanker usus. Meskipun tidak secara langsung, namun seiring dengan bertambahnya usia, tentunya Anda bisa memiliki risiko terkena kanker usus. Penyakit kanker usus ini banyak menyerang manusia yang sudah berusia lanjut yakni sekitar 50 tahun atau lebih. Satu dari empat orang yang memiliki polip tentunya akan memicu terjadinya peningkatan risiko penyakit kanker.

Diabetes

Penyakit kanker usus juga berkaitan dengan terjadinya penyakit lain yang ada pada tubuh manusia. Seperti sebuah studi yang telah diterbitkan di dalam Jurnal Gastroenterology yang menemukan bahwa ketergantungan insulin memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan kanker usus besar di dalam tubuh. Setidaknya diketahui penderita diabetes sekitar 40% akan memiliki potensi yang lebih besar terkena kanker usus besar dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki penyakit diabetes.

Konsumsi alkohol yang berlebih

Faktor selanjutnya yang bisa memicu terjadinya kanker usus besar ialah alkohol. Seperti yang kita tahu bahwa alkohol mengandung zat yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut sebuah penelitian, alkohol terbukti dapat meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal. Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda menghindari untuk tidak mengonsumsi alkohol secara berlebih karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar pada Anda.

Faktor genetik                                       

Faktor selanjutnya yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar ialah faktor genetik. Faktor ini dapat disebut juga dengan faktor keturunan. Setidaknya para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 25% orang yang menderita penyakit kanker usus besar disebabkan oleh faktor genetik. Penyebab faktor genetik yang paling sering terjadi yakni kedua jenis kanker usus besar yang sudah kami sebutkan di atas yakni FAP dan HNPCC.

Radang usus

Tidak menutup kemungkinan bagi penderita kanker usus besar berawal dari penyakit radang usus. Penyakit radang usus ini tentunya ditandai dengan kondisi penyakit Chron dan ulcerative colitis yang dapat meningkatkan risiko terkenanya kanker kolorektal. Pada umumnya, semakin lama seseorang memiliki penyakit radang usus, maka semakin besar pula kesempatan terkena kanker kolorektal.

Lingkungan

Secara tidak langsung lingkungan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memicu seseorang mengalami kanker usus. Lingkungan memang membentuk dimana perkembangan kanker usus bisa saja terjadi. Seperti misalnya dimana Anda tinggal, apa pekerjaan Anda, siapa yang ada di sekitar Anda hingga gaya hidup orang terdekat Anda. Semua faktor tersebut tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar dalam memicu terjadinya kanker usus.

Makanan tidak sehat

Kriteria dari jenis makanan tidak sehat ini tentunya sangat kompleks dan juga beragam. Berbagai jenis makanan junk food dan juga fast food memang memiliki peranan yang cukup besar dalam menyebabkan penyakit kanker usus besar. Terlebih jika Anda terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan juga lemak tentu akan sangat memicu tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh Anda. Jenis makanan lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya kanker usus besar ialah makanan dengan rendah serat dan tinggi kadar lemak jahat menjadi satu penyebab dimana risiko penyakit kanker usus besar menjadi meningkat.

Kurang berolahraga

Olahraga memang menjadi satu kata yang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat sulit untuk dilakukan. Penyakit kanker usus besar juga bisa terjadi karena tubuh Anda kurang bergerak. Sebuah penelitian tentunya telah membuktikan bahwa gaya hidup memang memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan kanker usus besar. Olah tubuh memang sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kanker usus besar karena dapat mengatasi berbagai masalah penyakit lainnya.

Radikal bebas

Penyebab kanker usus besar selanjutnya yang terjadi pada seseorang tentunya dapat disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas ini dapat berasal dari mutasi DNA akibat perubahan gaya hidup yang Anda jalankan serta paparan faktor eksternal dari rutinitas kita sehari-hari. Radikal bebas di sini tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti lingkungan yang membuat Anda selalu terpapar zat kimia atau udara yang Anda hirup sehari-hari tidak memiliki kriteria yang sehat.

Gejala Kanker Usus Besar

Setiap penyakit dapat terdeteksi ketika menimbulkan suatu tanda dan juga gejala-gejala tertentu. Begitupula dengan penyakit kanker usus besar yang dapat diketahui dengan melihat beberapa tanda dan juga gejala-gejalanya. Meskipun pada kanker usus besar stadium awal tidak terdapat beberapa gejala yang signifikan, namun jika kanker usus tersebut telah meningkat. Maka, akan menimbulkan beberapa gejala yang dapat dengan mudah dideteksi. Berikut ini beberapa gejala yang timbul jika seseorang menderita penyakit kanker usus besar, diantaranya:

- Tubuh akan mudah terasa lelah

- Terjadi konstipasi yang cukup hebat

- Nafsu makan yang menurun

- Menurunnya berat badan

- Meningkatnya frekuensi buang air besar atau diare

- Adanya darah pada feses bahkan pendarahan pada anus

- Terjadinya rasa nyeri dan juga kram yang terjadi pada bagian perut

- Tekstur feses dan juga kotoran akan bertambah keras sehingga sangat sulit ketika Anda buang air besar. Kondisi inilah yang membuat Anda mengalami sembelit atau bertambah cair (diare)

- Terjadinya perut kembung

- Berubahnya kebiasaan buang air besar yang berlangsung selama beberapa hari seperti sembelit, diare dan feses yang pendek

- Anus berdarah

- Tubuh akan mudah lelah dan lemah

- Penurunan berat badan secara tidak sengaja

- Terdapat darah yang ada di feses sehingga membuatnya tampak gelap

Gejala yang telah kami sebutkan di atas tentunya tidak semua dialami oleh penderita kanker. Namun, hanya sebagian lain yang merasakan beberapa gejala yang ada di atas. Akan tetapi, hampir semua orang mengalami yang namanya nyeri pada bagian perut dengan frekuensi buang air besar yang bermasalah. Gejala kanker usus besar yang telah menyebar lebih luas (metasis) tergantung dimana lokasi kanker dan juga ukuran lokasi tumor yang ada di dalam tubuh. Pasien kanker usus besar banyak yang tidak menyadari adanya gejala kanker usus besar sebelum ia didiagnosis.

Berikut ini beberapa gejala yang mungkin akan dirasakan oleh penderita kanker usus besar jika gejala kanker tersebut sudah menyebar, diantaranya:

- Jika tulang terpengaruh, maka gejala yang dirasakan meliputi fraktur, nyeri, sembelit dan juga menurunnya kewaspadaan akibat kadar kalsium yang terlalu tinggi.

- Jika paru-paru mulai terpengaruh, maka gejala tersebut meliputi sesak napas, batuk, nyeri pada bagian dada, sulit bernapas dan juga merasakan kelelahan ekstrim.

- Jika hati yang telah terpengaruh, maka gejala yang bisa terjadi seperti kelelahan ekstrim, mual, pembengkakan pada telapak kaki dan juga tangan, peningkatan ketebalan perut serta munculnya kulit gatal dan menguning.

- Jika yang terpengaruh ialag kelenjar getah bening di perut, gejala yang bisa Anda rasakan yakni perut kembung, bengkak dan juga hilangnya nafasu makan.

- Jika sel kanker sudah menyebar pada otak dan juga saraf tulang belakang, maka gejala yang dapat Anda rasakan yakni rasa nyeri, sakit kepala, kehilangan memori, sulit berbicara, sulit bergerak, kejang, penglihatan menjadi kabur dan juga ganda, bahkan beberapa orang mengalami linglung.

Penyebab selanjutnya yang bisa menjadi faktor risiko terjadinya penyakit ginjal dikarenakan bertambahnya usia. Pada umumnya, usia yang sangat berpengaruh dalam memicu timbulnya penyakit ginjal yakni usia 40 tahun ke atas. Namun, bukan berarti usia muda tidak akan terserang dengan penyakit ginjal. Hal ini tentunya berhubungan dengan gaya hidup dan juga kebiasaan yang Anda lakukan.

Itulah  beberapa hal yang perlu  Anda ketahui mengenai  penyebab kanker usus besar serta beberapa fakta yang belum banyak diketahui oleh sebagian besar orang. Maka dari itu, tetaplah jaga kesehatan Anda dengan menerapkan pola hidup sehat dan jauhi hal-hal yang bisa menyebabkan penyakit kanker usus besar menyerang Anda. Semoga bermanfaat!

 

15 Penyebab Sembelit Yang Ternyata Berawal Dari Hal Sepele

Seperti yang kita tahu bahwa sembelit dapat dikatakan sebagai salah satu masalah dalam sistem pencernaan yang tentu membuat setiap orang merasa terganggu. Ketika setiap orang melakukan aktivitas seperti biasa, tentu ini menjadi kondisi yang membuatnya merasa tidak nyaman. Hal ini dikarenakan sembelit memang menjadi kondisi dimana adanya pengerasan tinja sehingga membuatnya sulit untuk membuang air besar. Tidak jarang mereka merasakan sakit akan kondisi tersebut.

Sembelit itu sendiri merupakan suatu keadaan yang disebabkan oleh adanya gangguan pencernaan dikarenakan proses tersebut tidak lancar. Tentunya, terjadinya sembelit bukan tanpa sebab melainkan adanya hubungan yang cukup kuat dengan gaya hidup yang Anda jalankan. Penyebab sembelit sangatlah beragam sehingga Anda harus mengenali satu persatu agar dapat mengatasinya dengan sangat mudah. Untuk itu, berikut kami jelaskan beberapa penyebab sembelit yang jarang diketahui oleh sebagian besar orang.

 Apa Itu Sembelit

Sembelit dapat diartikan sebagai kondisi dimana buang aor besar menjadi sangat sulit dan juga jarang. Hal ini dikarenakan tinja atau feses yang lebih keras sehingga sangat sulit untuk dikeluarkan dan tidak jarang menimbulkan rasa sakit yang berlebih. Dalam dunia medis sembelit dikenal dengan istilah konstipasi yakni tidak buang air besar selama tiga hari berturut-turut atau hanya tiga kali dalam seminggu. Sementara pada anak-anak sembelit berarti tidak buangt air besar selama 5 hari atau lebih.

Konstipasi ini tentunya dapat terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki. Ini tentunya berkaitan pula dengan usia dan juga sistem reproduksi pada wanita. Dimana wanita yang mengalami kehamilan dapat ditandai juga dengan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Maka, tidak heran jika wanita memang lebih banyak mengalami konstipasi dibandingkan dengan laki-laki.

Penyebab Sembelit Yang Umum Terjadi

Penyebab sembelit yang paling umum yaitu adanya pergerakan tinja atau feses pada usus yang terbilang sangat lambat. Hal ini tentunya menyebabkan feses menjadi keras dan juga tidak lunak. Inilah yang menyebabkan seseorang mengalami sembelit sehingga sangat sulit untuk buang air besar.

Banyak diketahui bahwa semeblit seringkali disebabkan oleh kurangnya gerak badan seperti berolahraga dan juga kurang asupan serat dari sayuran dan juga buah-buahan. Program diet dan juga kurangnya asupan air minum tentunya dapat menyebabkan seseorang mengalami sembelit. Di bawah ini, kami sajikan beberapa penyebab sembelit yang dapat Anda identifikasi, diantaranya:

Dehidrasi

Dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh ternyata menjadi penyebab utama sembelit. Hal ini dikarenakan kelancaran buang air besar dapat juga tergantung dari banyak atau tidaknya asupan cairan ke dalam tubuh manusia. Tentunya, kita juga mengetahui bahaya yang timbul akibat dari kurang minum seperti gangguan pada ginjal, infeksi saluran kemih dan juga gejala lainnya. Sehingga akibat kurangnya asupan cairan pada tubuh dapat pula memicu obstipasi.

Dalam istilah medis dikatakan bahwa obstipasi ialah kondisi sembelit yang cukup parah sehingga dapat menjadi lebih buruk dimana feses dapat keluar lebih keras dan juga lebih sulit untuk keluar. Selain itu, bahaya dehidrasi juga dapat mempengaruhi kesehatan lainnya. Untuk itu, tubuh manusia dianjurkan untuk mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter per harinya atau setara dengan 8 gelas perhari.

Kurang olahraga

Penyebab kedua yang dapat dialami oleh seseorang yang terkena sembelit ialah kurangnya olahraga. Hal ini dikarenakan olahraga menjadi salah satu faktor yang cukup mempengaruhi dalam sembelit. Latihan fisik tentunya memang sangat berpengaruh pada kesehatan sistem pencernaan. Saat Anda aktif bergerak terutama olahraga, elastisitas dan juga fleksibilitas usus tentunya dapat meningkat sehingga dapat mencegah sembelit.

Kehamilan

Penyebab sembelit yang selanjutnya tentunya dapat terjadi pada wanita dimana kehamilan dapat menjadi faktor utama terjadinya sembelit. Kondisi ini tentunya dapat terjadi sekitar 40% dari ibu hamil. Jangan panik ataupun khawatir karena kondisi ini dapat terjadi pada awal periode kehamilan. Pada wanita hamil tentunya akan mengalami sulit buang air besar dikarenakan masa hamil memproduksi hormon progesteron lebih banyak. Dampaknya tentuny otot pada usus menjadi lebih kendur dan juga sangat sulit untuk berkontraksi. Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda mencari cara alami untuk mengatasi sembelit agar lebih aman dibandingkan dengan menggunakan obat-obatan.

Masa menstruasi

Ini tentunya hampir sama dengan masa kehamilan dimana hormon memang mempengaruhi tubuh wanita. Jika ini terus berlanjut tentunya akan sangat mempengaruhi sistem pencernaan pada wanita. Terganggunya sistem pencernaan tentunya dapat membuat seseorang sulit untuk buang air besar dikarenakan perubahan hormon tersebut. Ketika sedang menstruasi tentunya Anda dapat memperbanyak air putih sehingga dapat memperlancar buang air besar. Meksipun hormon ikut mempengaruhi, tentunya jika asupan air putih cukup pada tubuh dapat sedikitnya menyelamatkan sistem pencernaan Anda. Akan tetapi, jika hormon pada tubuh wanita berubah dan tidak dibarengi dengan asupan air putih yang cukup banyak pada tubuh tentunya ini akam membuat Anda kesulitan untuk buang air besar. Oleh karena itu, penuhilah asupan air putih pada tubuh Anda sehingga dapat mencegah risiko sulit buang air besar.

Faktor usia

Bagaimanapun juga usia memang sangat mempengaruhi akan terjadinya gangguan pada sistem pencernaan manusia. Pada umumnya, orang yang sudah berusia lanjut di atas 50 tahun memang memiliki risiko yang lebih besar dalam mengalami sembelit. Hal ini tentunya berhubungan pula dengan kondisi dimana usus kurang elastis sehingga memang sangat memungkinkan bagi usia yang sudah lanjut mengalami kesulita dalam buang air besar. Usus yang tidak fleksibeld an juga elastis tentunya dapat dipicu juga oleh kurangnya olahraga saat usia muda.

Terlebih bagi usia yang sudah lanjut tentunya ketidakelastisan usus dapat lebih besar terjadi. Ini tentunya sangat penting bagi Anda yang sudah memasuki usia 50 tahun ke atas untuk lebih mengonsumsi cairan ataupun makanan penuh serat. Jika pada usia tua diimbangi pula oleh konsumsi sayur dan juga buah serta menjaga pola makan dengan sangat baik. Maka tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk tidak mengalami yang namanya sulit buang air besar. Hal ini tentunya menjaga usus tetap elastis dapat juga diiringin oleh olahraga yang rutin dan teratur. 

Stres

Selain gaya hidup yang buruk dan juga dipengaruhi oleh faktor usia. Ternyata sembelit juga dapat disebabkan olah rasa stres yang kerap menyerang manusia. Hal ini tidak heran jika stres memang menjadi salah satu pemicu dimana kondisi kesehatan seseorang menjadi sangat terganggu. Sayangnya, banyak yang menganggap bahwa stres ialah kondisi sepele.

Bagaimanapun juga, stres terbukti nyata dalam mempengaruhi kinerja sistem pencernaan. Ketika seseorang stres tentunya dapat mempengaruhi hormon yang ada di dalam tubuh. Jika hormon tidak seimbang tentunya tidak menutup kemungkinan bagi tubuh kesulitan dalam memproses sistem pencernaan dengan sangat baik. Saat sistem pencernaan tidak baik, maka sembelit tentu bisa terjadi. Kita sebagai manusia tentu tidak dapat menghindari stres dengan mudah. Untuk itu, kita perlu mengelola stres dengan sangat baik dan juga menyikapi setiap masalah dengan kepala yang dingin. Banyak cara dalam mengendalikan rasa stres diantaranya berolahraga dan juga meditasi yang tentu bisa Anda coba diakhir pekan.

Kelebihan konsumsi daging

Daging memang menjadi salah satu faktor pemicu timbulnya sembelit. Konsumsi daging yang secara berlebihan tentunya memiliki efek yang cukup buruk bagi sistem pencernaan. Banyak orang yang memang lebih senang mengonsumsi daging dibadningkan dengan sayuran. Padahal pada kenyataannya daging memang harus diseimbangkan dengan mengonsumsi sayur dan juga buah secara rutin.

Bagaimanapun juga, daging merah menjadi faktor penyebab sembelit yang tentunya dapat menyebabkan penyakit asam lambung. Jenis daging merah ini tentunya dapat dicerna oleh usus sehingga terdapat banyak kandungan zat besi di dalamnya. Zat besi tentunya menjadi salah satu zat yang dapat mengeraskan tinja. Selain itu, tinja juga dapat menjadi lebih hitam dan juga gelap terlebih bagi yang sedang mengonsumsi daging merah. Untuk itu, batasilah asupannya mulai sekarang juga.

Kekurangan serat

Penyebab yang paling pasti dimana sembelit dapat dialami oleh seseorang ialah kekurangan serat. Kurangnya asupan serat tentu dapat menyebabkan sistem pencernaan menjadi terganggu. Bagaimanapun juga, serat memang dibutuhkan oleh tubuh untuk melancarkan sistem pencernaan. Jika sistem pencernaan tidak lancar tentunya dapat membuat feses menjadi lebih kerang sehingga sangat sulit untuk buang air besar.

Makanan berserat tentunya memiliki andil yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dalam sistem pencernaan. Hal ini dikarenakan serat dapat membantu memperlunak sisa-sisa makanan yang nantinya akan menjadi tinja. Selain makanan serat, minum iar putih yang banyak tentunya dapat membantu melancarkan pencernaan sehingga sangat mudah untuk buang air besar. Untuk memenuhi kebutuhan serat tentunya Anda dapat memilih sayuran hijau dan juga buah-buahan yang segar sehingga dapat mengatasi pencernaan Anda agar senantiasa sehat.

Kelebihan Serat

Selain kekurangan serat, kelebihan serat juga tidak bagus ungtuk sistem pencernaan. Mungkin Anda menganggap bahwa kelebihan serat itu baik untuk sistem pencernaan. Akan tetapi, justru kelebihan serat dapat mempengaruhi sistem pencernaan Anda. Baik kekurangan maupun kelebihan tentunya membuat sistem pencernaan menjadi tidak seimbang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa segala sesuatu yang berlebihan sangatlah tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk itu, Anda tentunya harus menghindari kelebihan serat dengan mengetahui porsi dan juga kadar yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya. Hal ini tentunya porsi sayuran dan juga buah dapat menjadi hal yang paling dianjurkan dalam menjaga asupan serat bagi tubuh manusia.

Konsumsi sayuran dan buah pemadat feses

Sayuran dan juga buah-buahan memang sangat baik dan juga direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Akan tetapi, tidak semua buah dan juga sayuran bermanfaat untuk melunakkan feses, tentunya ada beberapa jenis buah dan juga sayur yang justru dapat menyebabkan feses menjadi sangat keras. Hal ini dikarenakan kandungan di dalam buah dan juga sayur tersebut yang dapat menyebabakn feses menjadi mengeras.

Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan seperti pisang memiliki potensi yang cukup besar dalam membuat feses menjadi sangat keras. Ketika feses di dalam tubuh menjadi padat dan juga keras, tentunya sangat otomatis memang sangat sulit untuk dikeluarkan. Jikalau Anda ingin memakan buah dan juga sayur tentunya Anda harus memakan buah-buahan tersebut tidak terlalu banyak dan seimbangkan dengan konsumsi air putih.

Pengaruh obat tertentu

Obat-obatan tertentu memang dapat memicu terjadinya sembelit. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut mengandung beberapa zat kimia yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Beberapa jenis obat-obatan seperti antidepresan, antipsikotik, suplemen zat besi, antiepilepsi, parasetamol, suplemen kalsium dan juga suplemen zat besi memiliki sifat aditif sehingga dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Selain itu, obat khusus pencernaan seperti aluminum antasida dapat berpengaruh besar dalam menyebabkan sembelit.

Oleh karena itu, untuk menjaga sistem pencernaan Anda tetap berada pada kondisi tertentu. Anda tentunya dapat mengetahui efek samping dari obat-obatan tersebut sehingga Anda dapat menghindari sebisa mungkin. Pada umumnya, obat yang dapat memberikan efek sembelit ialah obat-obatan diuretik. Maka dari itu, waspadailah segala jenis obat serta terus minum banyak air putih setiap harinya.

Konsumsi makanan beku

Di jaman yang serta instan ini tentunya sebagian besar orang lebih memilih untuk mengonsumsi makanan siap saji (fast food). Selain dapat menghemat waktu tentunya dapat membuat Anda tidak kerepotan. Akan tetapi, sesuatu yang instan tentunya dapat memiliki dampak yang cukup besar bagi tubuh manusia. Anda tentunya perlu tahu bahwa makanan beku tentunya memiliki kadar yang lebih besar baik dalam pewarna maupun pengawet dibandingkan dengan nutrisinya.

Makanan beku yang justru akan membuat sistem pencernaan terganggu seperti es krim. Jenis makanan ini tentunya tidak membuat gerakan usus menjadi lancar yang justru akan membuat usus menjadi terganggu. Ditambah dengan kandungan gula dan juga susu yang cukup besar yang memiliki peran dalam memadatkan feses.

Sering menahan BAB

Kondisi ini tentunya sering terjadi pada beberapa orang dimana ia menahan keingian buang air besar karena alasan tanggung sedang mengerjakan sesuatu. Ini tentunya satu kondisi dimana yang seharusnya tinja keluar justru akan tertahan di lubang anus. Jika kondisi ini terus terjadi, tidak menutup kemungkinan nantinya feses akan mengeras sehingga sangat sulit untuk dikeluarkan.

Ketika rasa kontraksi timbul dan adanya rangsangan untuk buang air besar. Alangkah baiknya jika kita tidak menahan tinja terlalu lama. Jika dalam jangka panjang terus dibiarkan, maka akan mengakibatkan dampak yang sangat buruk bagi sistem pencernaan. Hal ini tentunya membuat kondisi sembelit semakin buruk. Maka dari itu, segeralah ke kamar mandi dan buang air besar dibandingkan dengan menahannya terlalu lama.

Pola makan tidak sehat

Tidak dapat dipungkiri bahwa pola makan yang tidak teratur dapat memicu seseorang untuk mengalami sembelit. Untuk menjaga pola makan tetap baik, tentunya Anda tetap harus melakukan diet yang sehat dan juga seimbang agra dapat menjaga elastisitas usus. Pola makan yang tidak sehat tentunya dapat mengalami penambahan dan juga penurunan berat badan dengan tidak seimbang. Terlalu gemuk ataupun kurus tentunya dapat memicu terjadinya sembelit.

Kondisi penyakit tertentu

Bagi sebagian orang yang menderita sesuatu penyakit tentunya dapat mempengaruhi timbulnya gejala penyakit sembelit. Sulit buang air besar tentunya dapat menjadi sebuah tanda adanya penyakit lain diantaranya penyakit parkinson, hernia, kelenjar tiroid, tifus, kanker dubur, kanker usus, cedera saraf tulang belakang, kelebihan kalsium atau hiperkalsemia dan juga kanker usus. Selain itu, kondisi kesehatan tersebut dapat menjadi sindrom iritasi pada usus besar, peradangan usus, fisura anal, multiple sclerosis, dan juga diabetes.

Saat Anda mengalami sulit buang air besar, hal ini tentunya dapat terjadi selama berminggu-minggu bahkan juga berbulan-bulan. Dalam kondisi ini tentunya Anda dapat mencoba minum air putih dan juga makanan berserat lainnya. Selain itu, Anda juga dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut lagi.

Emosi

Selain stres, emosi juga dapat menjadi salah satu yang dapat menyebabkan sembelit. Hal ini dikarenakan seseorang yang sedang emosi akan memiliki pengaruh yang cukup buruk terhadap kinerja usus. Kekhawatiran dan juga kecemasan tentunya dapat memicu usus menjadi cukup kejang dan juga tegang. Ketika kondisi ini terjadi, dapat dipastikan pertaltik usus dapat berhenti secara otomatis, sedangkan cairan feses akan terserap kembali oleh usus besar.

Sebagai dampaknya, kondisi ini dapat memadatkan feses dimana feses sangat sulit untuk dikeluarkan. Inilah mengapa sangat penting bagi Anda untuk mengendalikan emosi secara tepat. Anda tentunya dapat juga memperhatikan akan apa yang terjadi pada usus Anda ketika emosi Anda justru tidak stabil.

Gejala Sembelit

Setelah kita mengetahui beberapa penyebab sembelit yang ternyata berasal dari kebiasaan sepele. Tentunya sangat penting bagi kita untuk mengetahui beberapa gejala semeblit yang kemungkinan akan timbul. Selain memiliki kesulitan dalam buang air besar, penderita sembelit terutama dewasa akan mengalami beberapa gejala lainnya ketika terjadinya sembelit seperti perut kembung, sakit perut, BAB berdarah, begah, ada sesuatu yang menyumbang anus serta rasa sakit yang timbul ketika sedang buang air besar.

Sedangkan pada bayi, sembelit dapat ditandai dengan bayi yang sering menangis dan juga menarik kaki ke arah perut. Pada bayi tentunya kita tidak mengetahui dengan pasti gejala apa yang timbul. Namun, beberapa kemungkinan bisa saja terjadi. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa gejala sembelit, diantaranya:

Perut merasa tidak nyaman

Gejala pertama yang dapat Anda rasakan ialah keadaan perut yang tidak nyaman. Dalam kondisi ini, Anda akan merasa isi perut penuh, namun tetap lapar. Ini tentunya menjadi salah satu dari gejala awal yang dapat disebut dengan begah. Jika Anda mengabaikan tentunya organ tersebut akan membesar dan juga mengeras sehingga dapat membuat perut merasa tidak nyaman.

Tekstur tinja lebih keras

Jika seseorang mengalami sembelit tentunya tekstur tinja akan lebih keras dengan ciri-ciri lainnya seperti tinja berwarna cokelat, bertekstur sedang dan juga padat. Jika kondisi ini terus terjadi dan Anda alami, tentunya ini menjadi salah satu gejala dari terjadinya sembelit.

Frekuensi buang air besar menurun

Jika pada sebelumnya Anda setiap hari buang air besar, namun berbeda dengan frekuensi buang air besar jika Anda sedang mengalami sembelit. Ketika Anda sembelit tentunya frekuensi buang air besar semakin jarang. Hal ini dikarenakan tinja yang keras dan juga padat dapat sangat sulit untuk bergerak menuju lubang anus. Percaya atau tidak, buang air besar setiap tiga kali sehari tentunya masih dalam batasan normal. Jika lebih, dapat dipastikan Anda mengalami sembelit.

Sulit saat buang air besar

Gejala pasti yang dapat mengindikasi bahwa seseorang mengalami sembelit ialah sangat sulit ketika buang air besar. Ketika sedang buang air besar, kemungkinan besar Anda harus mengejan dan juga menekan perut agar bisa mengeluarkan tinja. Jika kondisi ini terjadi secara berulang, segeralah atasi dengan meminum teh sebagai pelancar BAB.

Demikianlah penyebab sembelit 

Cara Mengatasi Kencing Tidak Tuntas Yang Umum Terjadi

Cara Mengatasi Kencing Yang Tidak Tuntas Yang Umum Terjadi - Kencing memang menjadi sebuah aktivitas yang menjadi kebiasaan yang pasti dilakukan oleh setiap orang. Kencing juga dapat disebut sebagai sebuah aktivitas untuk membuang sisa-sisa zat yang memang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Namun, ada beberapa kondisi pada seseorang yang mengalami rasa kencing tidak tuntas. Hal ini tentunya menjadi sebuah kondisi yang perlu Anda perhatikan.

Kencing pada umumnya didefinisikan sebagai sebuah keinginan untuk mengeluarkan urin. Biasanya, orang yang kencing mengeluarkan seluruh urinnya sampai benar-benar tuntas. Namun, terdapat beberapa kondisi dimana Anda tidak dapat mengeluarkan urin sepenuhnya. Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya gangguan pada saluran kencing sehingga urin tidak bisa keluar sepenuhnya. Hal ini tentunya jangan dianggap sebagai masalah sepele karena akan berdampak buruk pada kesehatan yang lainnya.

Ketika seseorang mengalami kencing yang tidak tuntas, inilah suatu kondisi dimana Anda harus sedemikian rupa untuk memperhatikan kondisi tersebut. Kencing tidak tuntas merupakan suatu kondisi dimana Anda tidak akan merasa nyaman dalam jangka waktu tertentu. Kencing tidak tuntas juga dapat dikatakan sebagai suatu kondisi dimana Anda sering buang air kecil atau terasa seperti tidak selesai ketika buang air kecil.

Terlepas dari hal tersebut tentunya kondisi ini bukan tanpa sebab. Ada beberapa faktor dan juga penyebab jika seseorang mengalami kencing tidak tuntas atau tidak sepenuhnya keluar. Untuk mengetahui akan penyebab dan juga cara mengatasi kencing yang tidak tuntas, maka kami sajikan beberapa penjelasan pada poin di bawah ini!

Penyebab Kencing Tidak Tuntas

Kencing tidak tuntas umumnya memang banyak dikeluhkan oleh para wanita. Kondisi ini tentunya terjadi ketika adanya suatu proses pengosongan kantung kemih, namun tidak tuntas atau selesai dibuang dengan baik. Seseorang yang mengalami kencing yang tidak tuntas tentunya akan merasakan keinginan kencing yang tiba-tiba ataupun sulit untuk berkemih dalam beberapa waktu.

Kondisi ini tidak lain ialah akibat dari adanya kelainan yang terjadi pada kandung kemih ataupun saluran kemih. Kencing yang tidak tuntas juga dapat diindikasikan sebagai sebuah gejala dari seseorang yang mengalami keseringan kencing. Seseorang dikatakan sebagai orang yang sering buang air kecil dapat diindikasi dengan orang yang buang air kecil lebih dari empat sampai delapan kali dalam sehari atau terbangun untuk kencing lebih dari satu kali dalam semalam.

Tentunya, beberapa kondisi tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

1. Obat-Obatan Tertentu

Penyebab utama terjadinya kencing yang tidak tuntas ialah karena mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat-obatan tertentu yang dikonsumsi oleh seseorang atau dalam pengobatan tertentu seperti kram perut, alergi, hidung tersumbat, pilek, kejang otot, dan inkontinensia urin. Dalam kondisi ini kejang otot sangat berpengaruh pada frekuensi buang air kecil Anda. Selain itu, konsumsi obat antidepresan dan juga obat bius dapat mempengaruhi proses dalam berkemih.

2. Infeksi Saluran Kencing

Penyebab kedua yang membuat seseorang mengalami kencing tidak tuntas ialah karena adanya infeksi saluran kencing yang terjadi pada seseorang tersebut. Infeksi saluran kencing tersebut tentunya suatu kondisi yang disebabkan oleh kuman, bakteri, penyakit menular seksual, seperti gonore. Infeksi ini merupakan salah satu contoh infeksi lain yang tentunya dapat diindikasikan sebagai suatu gangguan penyakit ketika sedang buang air besar.

3. Masalah psikologis

Poin selanjutnya yang menjadi penyebab kencing tidak tuntas ialah adanya masalah psikologis pada ibu hamil. Dalam hal ini masalah psikologis seperti pasuresis ialah sebuah sindrom yang terbilang sangat jarang untuk ditemui yang berkaitan dengan masalah psikologis penderitanya. Masalah psikologis ini terjadi pada seseorang yang merasa malu untuk buang air kecil jika banyak orang lain disekitarnya, untuk contohnya di toilet umum. Masalah psikologis ini memang sangat sulit untuk disembuhkan dan tergantung dari diri seseorang itu.

4. Kerusakan pada saraf

Poin selanjutnya yang menjadi penyebab kencing tidak tuntas ialah adanya kerusakan sistem saraf pada tubuh seseorang. Kerusakan saraf ini tentunya bisa disebabkan oleh penyakit diabetes, stroke dan juga infeksi lainnya yang menyebabkan cidera pada bagian sistem saraf tulang belakang. Kondisi ini tentunya sangat mempengaruhi dan juga mengganggu proses ketika Anda buang air kecil.

5. Adanya gangguan pada kantung kemih

Penyebab selanjutnya tentunya tidak dapat dipisahkan karena kondisi ini memang berhubungan dengan kantung kemih. Masalah yang terjadi pada kantung kemih seperti adanya kelemahan otot kantung kemih hingga adanya kanker dan juga tumor yang letaknya memang menghalangi saluran pada kantung kemih. Gangguan ini tentunya menyebabkan adanya keluhan kencing yang tidak tuntas serta adanya gangguan pengosongan pada kantung kemih.

6. Pembesaran kelenjar prostat jinak

Penyebab kencing tidak tuntas juga dapat disebabkan oleh kondisi pria yang akan bertambah tua. Merasa kencing yang tidak tuntas atau bahkan susah kencing tentunya memang banyak dialami oleh penderita BPH yang disebabkan oleh adanya pembesaran pada bagian tengah dari kelenjar prostat yang tentunya dapat menekan saluran kemih.

Beberapa penyebab kencing tidak tuntas dikarenakan adanya beberapa faktor yang menjadi pemicu kondisi tersebut terjadi. Tentunya, memang ini sebagai tugas besar bagi kita untuk mencegah dan juga menghindari diri dari penyebab kencing tersebut tidak tuntas. Setelah kita mengetahui  beberapa penyebab kencing tidak tuntas, tentunya ini menjadi sebuah pemicu yang harus benar-benar kita jauhi.

Cara Mengatasi Kencing Tidak Tuntas

Kencing tidak tuntas dikenal dengan istilah post-micturition dribble (PMD). Banyak yang mengalami dimana urin menetes dengan tiba-tiba tanpa kita sadari. Kondisi ini tentunya dapat terjadi baik pada pria maupun pada wanita. Kencing tidak tuntas memang menjadi hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Bagaimana tidak, kencing tidak tuntas dapat membuat kita bolak-balik sesering mungkin ke toilet. Hal ini memang tidak terlalu menyita pikiran jika kita berada di rumah, namun sangat repot ketika kita belajar ataupun bekerja di luar rumah.

Jika Anda termasuk pada seseorang yang mengalami kencing tidak tuntas, jangan dibiarkan semakin parah. Alangkah baiknya jika Anda mencari cara dan juga solusi untuk mengatasi kencing tidak tuntas tersebut. Bagaimanapun juga, kencing tidak tuntas dapat menyebabkan munculnya penyakit lain yang tentu semakin berbahaya bagi Anda. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara mengatasi kencing tidak tuntas secara alami yang dapat Anda lakukan dengan benar di rumah yaitu sebagai berikut:

1. Kunyah biji tanaman seledri

Cara mengatasi kencing tidak tuntas ialah dengan mengunyah biji tanaman seledri yang merupakan salah satu tanaman obat sebagai pelancar buang air kecil secara alami. Hal ini memang membuktikan bahwa tanaman biji ini memiliki sifat diuretik dalam meningkatkan produksi urin pada kantung kemih. Selain itu,  biji seledri memiliki kemampuan dalam menyingkirkan bakteri dan juga virus jahat yang akan masuk ke dalam tubuh sehingga kencing Anda akan lancar. Selain itu, Anda dapat mengonsumsi mentimun agar kencing Anda menjadi lancar kembali.

2. Terapi botol air hangat

Cara mengatasi kencing tidak tuntas ialah dengan melakukan terapi botol air hangat. Cara ini dapat Anda lakukan dengan cara mengisi botol dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri akibat kencing yang tidak tuntas. Cara ini bisa Anda lakukan selama beberapa menit setiap harinya. Seorang ahli terapi tentunya dapat membantu mengendurkan otot-otot yang tegang, kejang dan juga bengkak secara efektif.

3. Konsumsi mentimun

Selain seledri tentunya sayuran lain yang dapat mengatasi kencing tidak tuntas ialah mentimun. Seperti yang kita tahu bahwa sayuran ini memang memiliki kandungan air yang cukup banyak jika dibandingkan dengan jenis sayuran lainnya. Mengonsumsi sayuran yang kaya akan air tentunya hal yang harus kita lakukan.

Jika dibandingkan dengan seleri, mentimun memang sangat layak untuk dikonsumsi secara mentahan. Banyak peneliti yang telah membuktikan bahwa mentimun memang memiliki kadar air yang cukup banyak sebagai sumber asupan air bagi tubuh Anda selain air putih. Selain itu, mentimun juga sangat baik untuk sistem pembuangan air kencing Anda. Cara untuk mengonsumsi mentimun memang terbilang sangat simpel dimana Anda dapat dengan mudah mengonsumsinya secara langsung atau pun diiris terlebih dahulu.

4. Konsumsi teh jahe

Jika Anda menginginkan sedikit rasa hangat, Anda dapat membuat teh sari jahe. Jahe memang dipercaya dapat meredakan peradangan pada saluran kencing Anda akan kandungan di dalamnya. Terlebih jika Anda mengalami kencing yang tidak tuntas disertai dengan pembengkakan pada saluran kencing Anda. Untuk itu, Anda dapat mengonsumsi teh jahe untuk mengurangi rasa sakit pada saat kencing dan juga tidak memiliki efek samping apapun dalam mengonsumsinya.

5. Minum air putih yang cukup

Bagaimanapun juga, kencing yang tidak tuntas dapat disebabkan oleh kurangnya asupan air minum untuk tubuh Anda. Asupan air putih bagi tubuh tentunya memang memiliki peranan yang sangat penting dalam mengatasi kencing yang tidak tuntas. Jika kita tidak mendapatkan asupan air putih yang cukup, maka jangan heran jika tubuh mengalami yang namanya dehidrasi.

Jika tubuh mengalami dehidrasi , maka asupan air yang masuk ke dalam tubuh juga kurang. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan dimana ginjal tidak dapat memproduksi urin yang memang seharusnya terbuang. Karena dengan kurangnya asupan air putih, maka ginjal tidak dapat memproduksi dalam membuang kotoran pada urin sehingga hal ini menyebabkan bakteri dan juga kuman berkembang biak pada saluran kemih. Jika kondisi ini terus terjadi, maka dapat dipastikan bahwa Anda akan mengalami yang namanya kencing tidak tuntas.

6. Makan buah-buahan yang mengandung air

Selain vitamin C, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada buah ialah kandungan airnya. Beberapa buah yang mengandung  air yang banyak seperti semangka, jeruk, dan juga buah-buahan lainnya memang sangat wajib untuk Anda konsumsi dan harus menjadi bagian dari menu harian Anda. Jika Anda merasa tidak cukup akan asupan air putih, maka Anda dapat mengganti asupan air putih dengan buah-buahan yang tentu rasanya lebih nikmat. Perlu Anda tahu bahwa buah-buahan yang mengandung air dapat mengurangi risiko kencing tidak tuntas ada Anda.

Cara Menuntaskan Kencing Dengan Benar

Bagaimanapun juga, kencing tidak tuntas disebabkan oleh beberapa faktor, tidak terkecuali kebiasaan Anda ketika membuang air kecil. Air kencing yang tidak tuntas dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri lebih banyak dan akan membuat kita merasa ingin buang air besar sesering mungkin. Dalam membuang air kecil tentunya kita harus melakukan hal tersebut dengan sangat benar. Jangan sampai Anda justru membuat dan memperparah keadaan tersebut.

Tentunya, jika Anda mengalami buang air kecil yang tidak tuntas, Anda dapat menuntaskan kencing Anda sampai habis. Beberapa trik dan juga cara memang sangat diperlukan dalam aktivitas ini agar dapat membuat kondisi lebih baik lagi. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara dan juga trik untuk menuntaskan kencing yang dapat Anda lakukan di rumah, diantaranya:

- Ketika Anda buang air kecil, alangkah baiknya jika Anda tunggu beberapa saat hingga kantung kemih Anda benar-benar kosong

- Setelah itu, Anda dapat meletakkan jari tengah, jari telunjuk, jari manis tangan kiri di balik skrotum. Berikan pijatan pada area tersebut secara ringan.

- Dalam posisi jari yang sama, tentunya Anda dapat memijat ke arah ujung penis di bawah skrotum secara perlahan-lahan.

- Jika Anda merasa air kencing sudah keluar, Anda dapat menggoncangkan penis atau memberi sedikit tekanan pada vagina agar urin cepat keluar dengan tuntas.

- Anda tentunya dapat mengulangi teknik ini dua kali sebelum pada akhirnya Anda meninggalkan kamar mandi untuk memastikan bahwa air kencing Anda sudah benar-benar keluar.

Cara Menuntaskan Kencing Dengan Benar

Bagaimanapun juga, kencing tidak tuntas disebabkan oleh beberapa faktor, tidak terkecuali kebiasaan Anda ketika membuang air kecil. Air kencing yang tidak tuntas dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri lebih banyak dan akan membuat kita merasa ingin buang air besar sesering mungkin. Dalam membuang air kecil tentunya kita harus melakukan hal tersebut dengan sangat benar. Jangan sampai Anda justru membuat dan memperparah keadaan tersebut.

Tentunya, jika Anda mengalami buang air kecil yang tidak tuntas, Anda dapat menuntaskan kencing Anda sampai habis. Beberapa trik dan juga cara memang snagat diperlukan dalam aktivitas ini agar dapat membuat kondisi lebih baik lagi. Untuk itu, kami sajikan beberapa cara dan juga trik untuk menuntaskan kencing yang dapat Anda lakukan di rumah, diantaranya:

- Ketika Anda buang air kecil, alangkah baiknya jika Anda tunggu beberapa saat hingga kantung kemih Anda benar-benar kosong

- Setelah itu, Anda dapat meletakkan jari tengah, jari telunjuk, jari manis tangan kiri di balik skrotum. Berikan pijatan pada area tersebut secara ringan.

- Dalam posisi jari yang sama, tentunya Anda dapat memijat ke arah ujung penis di bawah skrotum secara perlahan-lahan.

- Jika Anda merasa air kencing sudah keluar, Anda dapat menggoncangkan penis atau memberi sedikit tekanan pada vagina agar urin cepat keluar dengan tuntas.

- Anda tentunya dapat mengulangi teknik ini dua kali sebelum pada akhirnya Anda meninggalkan kamar mandi untuk memastikan bahwa air kencing Anda sudah benar-benar keluar.

Sungguh kita tahu bahwa jika kita mengalami kencing yang tidak tuntas, maka akan membuat aktivitas kita sehari-hari menjadi sangat terganggu pula. Maka dari itu, memang sangat penting bagi Anda untuk melakukan cara mengatasi kencing yang tidak tuntas yang tentunya sangat umum terjadi. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai cara mengatasi kencing yang tidak tuntas dan wajib Anda lakukan sekarang juga. Semoga bermanfaat!

16 Cara Membersihkan Usus Kotor Secara Alami & Bahaya Usus Kotor

Apakah Anda merasa bahwa Anda memiliki usus yang bersih? Pernahkah Anda berpikir bahwa sebenarnya sisa makanan yang kita konsumsi masih tersisa di dalam usus? Apakah Anda merasa baik-baik saja jika usus Anda kotor? Lalu, Apa akibat yang ditimbulkan dari usus yang kotor tersebut bagi kesehatan?

Usus merupakan salah satu organ manusia yang mempunyai tugas untuk mengolah makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Usus dapat disebut sebagai organ tubuh manusia yang memiliki kinerja yang cukup tinggi dan juga berat. Usus merupakan organ yang langsung mengolah makanan kita secara langsung dan juga menyalurkannya ke dalam organ tubuh lainnya. Tentunya, usus kita harus tetap kita jaga karena hal ini dapat menyebabkan penyumbatan lainnya yang akan menimbulkan gejala penyakit yang lebih berbahaya.

Ternyata memang benar bahwa usus menyimpan sisa-sisa makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Usus tidak mengeluarkan semua sisa-sisa makanan kita dalam bentuk tinja, namun sisa-sisa tersebut akan menempel pada usus dan jika didiamkan, maka akan menumpuk yang nantinya akan menyebabkan masalah penyakit lainnya. Usus ternyata menyisahkan sisa-sisa makanan yang berupa kotoran, lendir dan juga parasit lainnya yang menempel pada usus.

Fakta Seputar Usus

Fakta membuktikan bahwa ketika kita menginjak usia 70 tahun, usus kita terisi 100 ton makanan dan juga 40.000 liter cairan. Dapat kita simpulkan bahwa perut  kita memiliki 30 ton kotoran sebagai limbah beracun yang akan meracuni tubuh kita nantinya. Kotoran yang terbuang dalam bentuk tinja ternyata masih menyisakan sedimen kotoran yang menempel pada usus. Hal ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. Harvey W. Kellogg yang merupakan sebagai ahli bedah, beliau mengungkapkan bahwa 90% usus manusia kotor dan 6% lainnya memiliki usus yang bersih dan sehat. Beliau mengatakan bahwa makanan yang lama mengendap di dalam usus akan menjadi racun yang akan bercampur dengan makanan yang kita konsumsi pada saat sistem pencernaan sedang berlangsung.

Kita tentunya dapat membayangkan sendiri berapa jika usia kita sudah mencapai puluhan tahun dan berapa banyak kah kotoran yang menempel pada usus kita. Jika kita asumsikan sepersekian miligram kotoran dan juga sedimen makanan yang menempel pada usus kita per harinya, tentu kita dapat melihat sendiri hasilnya dengan cara dikalikan berapa usia kita saat ini atau beberapa tahun kemudian. Jika kotoran ini terus menempel pada usus, lama kelamaan kotoran dan limbah tersebut akan bereaksi dengan zat lain seperti racun yang nantinya akan menimbulkan berbagai penyakit serta mengganggu sistem pencernaan tubuh kita.

Ciri-Ciri Usus Kotor

Setelah kita mengetahui fakta seputar usus, maka kuta akan beralih pada bagaimanakah ciri-ciri usus yang kotor tersebut, Tentunya, setiap segala sesuatu akan memberikan tanda dan juga ciri khusus yang ditimbulkan oleh masalah kesehatan pada tubuh kita. Menurut beberapa penelitian mengungkapkan bahwa gejala gangguan kesehatan pada tubuh sekitar 90% berasal dari usus besar yang mengalami penyumbatan dan juga gangguan yang disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang menempel di dalam usus.

Berikut ini beberapa gejala dan juga ciri yang ditimbulkan akibat usus yang kotor, diantaranya:

1. Obesitas

Sudah pasti bahwa orang yang mengalami usus kotor akan ditandai dengan berat badan yang berlebih. Orang yang obesitas tentunya memiliki pencernaan yang sangat buruk karena banyak sisa makanan yang menempel pada usus bahkan yang berbentuk lemak.

2. Alergi terhadap jenis makanan tertentu

Jika Anda termasuk ke dalam orang yang memiliki riwayat alergi terhadap jenis makanan tertentu, maka sudah dipastikan bahwa Anda memiliki usus yang kotor. Alergi terhadap beberapa jenis makanan tertentu dapat dikatakan sebagai ciri bahwa pencernaan Anda terganggu bahkan kotoran yang menempel pada usus sudah menjadi toksin sehingga tidak dapat menerima salah satu jenis makanan tertentu di dalam tubuh.

3. Perut kembung

Apakah Anda rentan mengalami perut yang kembung? Hal ini merupakan tanda bahwa Anda memiliki usus yang terganggu. Kotoran yang menempel pada usus tentu dapat menimbulkan gejala lain yang bereaksi dengan udara di dalam usus.

4. Sering bersendawa dan perut terasa mual

Ciri berikut ini gejala dari penyakit maag yang sering kita temui. Ciri yang ditimbulkan dapat berupa  perut yang mual dan juga seseorang akan sering bersendawa.

5. Pencernaan yang terganggu

Tidak heran jika orang yang mempunyai usus yang kotor, maka akan mengalami pencernaan yang terganggu. Sering mengalami sulit buang air besar merupakan salah satu ciri Anda mengalami gangguan pencernaan.

6. Sering capek dan tidak bergairah

Orang yang mempunyai usus yang kotor akan sangat rentan mengalami capek dan juga tidak bergairah dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Jika Anda merasa tidak bergairah ketika bekerja dan juga sering lelah dapat dipastikan bahwa Anda mempunyai usus yang kotor.

7. Sembelit kronis

Jika Anda mengalami sulit buang air besar, itu dapat disebabkan oleh sembelit kronis yang merupakan ciri dari Anda mempunyai usus yang kotor. Sembelit kronis dapat menjadi penyebab banyaknya kotoran yang menempel pada usus sehingga usus mengalami penyumbatan yang nantinya akan menyebabkan pencernaan menjadi terganggu.

8. Perut yang buncit dan juga keras

Anda yang mengalami usus yang kotor, indikasi awal dapat ditandai dengan perut yang keras dan juga buncit. Jika Anda pernah mengalami perut yang buncit, maka dapat dipastikan bahwa Anda mempunyai usus yang kotor dan juga banyaknya kotoran dan sisa makanan yang menempel pada usus.

9. Sering mengalami sakit kepala

Orang yang mempunyai usus yang kotor dan tidak sehat tentunya sangat rentan mengalami sakit kepala. Hal ini juga berhubungan dengan penyakit maag yang dapat menyebabkan seseorang menderita sakit kepala.

10. Mudah emosi dan juga hati merasa tidak nyaman

Jika usus kotor dan juga tidak sehat, maka Anda akan merasa tidak nyaman serta mudah emosi. Terkadang juga merasa sensitif dan juga perasaan yang tidak stabil. Hal ini memang terdengar aneh, namun ini berhubungan langsung dengan hati dan juga perasaan seseorang.

11. Wasir dan juga ambeien

Usus yang kotor tentunya sangat rentan terkena penyakit yang cukup membuat orang menderita diantaranya wasir dan juga ambeien. Wasir merupakan suatu pembengkakan pembuluh darah dengan nyeri cukup hebat yang muncul pada saat pembuluh vena di area anus menjadi lebih besar. Penyakit ini memang tidak berbahaya, akan tetapi dapat memberikan rasa tidak nyaman bagi si penderitanya.

12. Nafsu makan atau ngemil yang tinggi

Nafsu makan yang tinggi tentunya menjadi salah satu indikasi bahwa Anda mempunyai usus yang kotor dan juga tidak sehat. Usus yang kotor tentunya dapat menjadikan nafsu makan dan juga keinginan ngemil yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan proses olahan makanan terus terjadi dan sisa-sisa makanan yang menempel pada usus. Oleh karena itu, kita akan merasakan nafsu makan yang cukup tinggi.

13. Nafas bau tinja

Tentunya, kita sering mengalami hal semacam ini dimana bau nafas Anda bau tinja. Jika Anda pernah atau juga rentan mengalami nafas bau tinja, maka dapat dipastikan bahwa Anda mengalami penempelan kotoran pada usus sehingga menyebabkan nafas Anda bau tinja.

14. Infeksi jamur candida di dalam usus

Jamur ini dapat dikatakan sebagai jamur yang mirip dengan ragi. Ketika jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak, maka akan menyebabkan infeksi pada selaput lendir. Jamur tumbuh pada usus yang kotor dan juga tidak sehat sehingga dapat menyebabkan saluran pencernaan terganggu, tidak jarang disertai dengan rasa sakit yang cukup hebat. Tinja pada orang yang mempunyai usus yang kotor akan terdapat parasit yang bersinergi dengan jamur.

15. Masalah kulit muncul

Munculnya permasalahan kulit berupa gatal dan juga ruam pada kulit dapat diakibatkan oleh usus yang kotor dan juga banyaknya sisa-sisa makanan yang menempel pada usus. Kotoran pada usus tersebut dapat bereaksi dengan makanan dan juga zat sehingga akan menjadi toksin dan juga racun bagi tubuh.

Bahaya Usus Kotor

Menurut para pakar, usus yang kotor dapat memicu berbagai masalah penyakit yang kerap akan menyerang tubuh manusia. Beragam gangguan kesehatan dan juga penyakit dapat muncul tanpa terduga dikarenakan usus yang kotor dan juga bermasalah. Penyakit yang datang tentu tidak secara tiba-tiba, hal ini dikarenakan kotoran yang terus menumpuk dan lambat laun akan bereaksi dengan racun sehingga seseorang akan menderita penyakit yang tidak terduga. Berikut ini beberapa bahwa yang ditimbulkan akibat usus yang kotor, diantaranya:

  1. Obesitas
  2. Mulai muncul gejala penyakit hati
  3. Gangguan metabolisme pada tubuh
  4. Diabetes
  5. Penyakit gagal ginjal
  6. Darah tinggi
  7. BAB dan sistem pencernaan tidak lancar
  8. Pengerasan dan perlemakan pada liver
  9. Kencing manis
  10. Penuaan dini
  11. Penyakit jantung koroner
  12. Tumor
  13. Penyakit lambung dan maag yang kronis
  14. Kondisi kulit yang buruk
  15. Gangguan pada penglihatan dan pendengaran
  16. Arthritis
  17. Masalah pada rambut dan juga kuku
  18. Stroke
  19. Ambeien dan wasir
  20. Kanker

Itulah beberapa masalah kesehatan dan juga penyakit yang akan timbul jika kita mengalami usus yang kotor dan juga tidak sehat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk menjaga agar usus tetap sehat dan juga bersih dari kotoran yang menempel di dinding-dinding usus.

Cara Membersihkan Usus Kotor Secara Alami

Setelah kita mengetahui apa itu usus kotor, bagaimana ciri-cirinya dan akibat yang ditimbulkan dari usus kotor. Nah, kita akan beranjak kepada tips dan juga cara membersihkan usus kotor secara alami. Ternyata, membersihkan usus tidak harus pergi ke dokter dan juga tenaga kesehatan. Dengan cara yang alami pun. kita dapat membersihkan usus dengan mudah tanpa mengeluarkan biaya yang mahal. Berikut ini beberapa cara membersihkan usus kotor yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah, diantaranya:

1. Asupan air putih yang cukup

Air yang satu ini memang menjadi primadona bagi setiap masalah kesehatan. Mengonsumsi air putih sebanyak 8 gelas per hari dipercaya mampu membersihkan usus dan juga mengeluarkan racun di dalam tubuh. Zat-zat racun dan juga kotoran yang menempel pad usus akan terbuang dengan air putih sehingga usus akan menjadi lebih bersih.

2. Konsumsi apel

Buah apel kaya akan serat dan juga vitamin yang dipercaya mampu membersihkan usus yang kotor. Apel mengandung pektin yang merupakan jenis karbohidrat yang tinggi sebagai pengental lambung. Anda dapat mengonsumsi jus apel namun tidak disaring ampasnya. Konsumsi rutin dan minumlah segelas air putih untuk mendorong jus apel tersebut sehingga kotoran dapat dengan mudah dibersihkan.

3. Konsumsi buah alpukat

Buah alpukat juga tidak kalah manfaatnya dengan buah apel. Buah yang kaya akan asam folat ini ternyata dapat membantu membersihkan usus yang kotor. Vitamin E dan juga lemak baik yang terdapat di dalam alpukat juga dapat membantu membersihkan kotoran pada usus. Selain itu, alpukat mengandung serat yang tinggi untuk menjaga kesehatan usus.

4. Konsumsi jahe

Bumbu dapur yang satu ini memang menjadi bahan yang alami dalam merangsang fungsi usus besar dan membuang racun yang berbahaya bagi tubuh. Selain mudah didapatkan, jahe juga merupakan bahan detoks alami pembuang racun dan juga kotoran di dalam usus. Akan tetapi, jahe tidak baik untuk dikonsumsi jika Anda menderita batuk dan juga masuk angin. Anda dapat membuat air rebusan jahe, jus jahe dan juga parutan jahe yang dapat Anda konsumsi secara rutin.

5. Konsumsi lemon

Buah yang memiliki segudang manfaat ini memang tidak diragukan lagi dalam hal menjaga kesehatan tubuh dan juga kulit. Buah yang kaya akan vitamin C ini juga memiliki kandungan oksidan yang tinggi untuk pencernaan. Lemon dapat menguras racun dan juga kotoran di dalam tubuh.

Anda dapat menambahkan lemon ke dalam menu harian Anda yang wajib Anda konsumsi. Anda dapat mencampurkan perasan satu buah lemon segar ke dalam madu dan juga garam ke dalam air hangat. Konsumsi setiap pagi tepatnya sebelum sarapan untuk membersihkan usus terlebih dahulu.

Cara lain yang dapat Anda lakukan ialah dengan menggunakan 2 sendok makan perasan lemon yang dicampurkan dengan segelas jus apel. Anda dapat mengonsumsi sajian ini sehari 3-4 kali untuk mendapatkan usus yang bersih dan juga menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

6. Konsumsi cuka apel

Selain buah apel, cuka apel ternyata menyimpan segudang manfaat yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah apel yang diolah menjadi cuka apel ini ternyata selain berkhasiat membersihkan kotoran, logam dan juga racun di dalam tubuh, juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Anda dapat mencampurkan 1 sendok makan cuka apel dengan segelas air putih.

7. Konsumsi stroberi

Jenis buah berry memang kaya akan vitamin c yang dapat membersihkan usus serta meningkatkan sistem imun tubuh yang sangat baik. untuk mendetoksasi racun di dalam tubuh, Anda dapat mengonsumsinya langsung atau dapat dibuat jus sesuai dengan selera. Stroberi juga dapat membuang racun pada usus besar tanpa memiliki efek samping yang tinggi.

8. Konsumsi blueberry

Buah berry berikut ini memang sangat dianjurkan untuk Anda konsumsi. Buah yang kaya akan aspirin alami ini ternyata dapat diandalkan dalam menjaga usus dari kerusakan akibat kotoran dan juga racun. Radang usus yang kerap menyerang sebagian orang menjadi masalah yang cukup serius karena hal ini berhubungan dengan sistem pencernaan manusia. Jika Anda rentan mengalami peradangan usus, konsumsilah blueberry secara rutin yang berperan sebagai antibiotik di dalam tubuh serta dapat juga mencegah infeksi saluran kencing.

9. Konsumsi raspberry

Buah berry lain yang berperan dalam sistem pencernaan yaitu buah raspberry. Jenis buah ini ternyata dapat digunakan sebagai pembersih alami usus. Raspberry dapat dikonsumsi langsung atau dapat dibuat jus sesuai dengan selera Anda. Anda juga dapat memasukkan buah ini ke dalam menu harian Anda atau ditambahkan ke dalam menu makanan tertentu.

10. Konsumsi jeruk bali

Jeruk bali terkenal sebagai salah satu buah yang mengandung serat pektin yang tinggi. Kandungan yang berkhasiat tinggi tersebut dapat menjadi pengikat kolesterol di dalam tubuh sebagai pembersih kotoran maupun racun yang bersarang di dalam usus. Anda dapat mengonsumsi buah ini agar kandungan serat pektinnya bermanfaat bagi seluruh tubuh.

11. Konsumsi sayur berdaun hijau

Kandungan serat di dalam sayuran berdaun hijau memang sangat dibutuhkan usus untuk terbebas dari racun. Sayuran berdaun hijau tersebut merupakan sumber serat tinggi yang dapat memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan oleh usus. Memasukkan sayuran hijau ke dalam menu harian Anda memang sangat dianjurkan, alangkah baiknya jika Anda mengonsumsi jenis sayuran hijau seperti bayam, kacang polong, kale, rumput jelai, wheatgrass, kubis brussel, alfalfa, dan juga bayam.

12. Konsumsi makanan dan minuman fermentasi

Makanan atau minuman fermentasi memang tidak diragukan lagi akan khasiat dan juga manfaatnya bagi pencernaan. Sumber makanan yang kaya akan probiotik ini merupakan salah satu bakteri baik yang sangat baik untuk pencernaan. Probiotik dikenal sebagai penyehat dan juga pembersih usus yang sangat wajib Anda konsumsi.

Beberapa makanan dan minuman fermentasi yang wajib Anda konsumsi diantaranya kefir, yogurt, miso, sauerkraut, teh kombucha dan juga kimchi. Jadikan menu tersebut ke dalam menu mingguan yang harus Anda konsumsi.

13. Konsumsi lidah buaya

Tanaman yang satu ini tidak hanya berkhasiat dalam perawatan wajah dan juga pertumbuhan rambut, namun juga memiliki manfaat sebagai pembersih usus. Kandungan gel dan juga sifat laksatifnya yang sangat tinggi ternyata dipercaya sebagai pembuang kotoran dan juga toksin di dalam usus. Anda dapat mengonsumsi gel lidah buaya ini yang dikombinasikan dengan perasan satu buah lemon. Anda dapat memblender kedua bahan tersebut sampai tercampur dan dinginkan dulu sebelum dikonsumsi agar lebih nikmat.

14. Konsumsi teh/ kopi

Ternyata kandungan kafein di dalam kopi dapat mendorong kelancaran proses buang air besar. Tentunya, sebagian besar orang pernah mengalami rasa mulas dan juga ingin BAB setelah mengonsumsi kopi. Hal tersebut memang sangat wajar karena kafein bereaksi yang dapat menyebabkan Anda merasa mulas, akan tetapi Anda juga wajib membatasi asupan kopi setidaknya dua gelas per hari.

Jika Anda mengonsumsi kopi dengan takaran yang berlebih, justru akan menyebabkan sembelit. Selain kopi, teh hijau atau teh hitam juga mempunyai manfaat supaya kinerja usus menjadi lebih terangsang. Konsumsi teh hijau/ hitam satu cangkir setiap harinya.

15. Konsumsi chia seed dan flax

Sumber makanan berbentuk biji-bijian ini memang sangat kaya akan lemak dan juga omega-3. Kandungan serat alaminya ternyata berperan dalam membersihkan usus yang kotor dan juga pencernaan.

16. Olahraga rutin

Memang sangat mudah memasukkan olahraga ke dalam salah satu cara membersihkan usus kotor secara alami, akan tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Olahraga memang aktifitas yang sangat mudah dan juga murah yang dapat melancarkan sistem pencernaan di dalam tubuh. Berjalan selama 30 menit setiap harinya merupakan cara yang sangat sederhana yang dapat Anda lakukan.

Tentunya, menjaga sistem pencernaan dan juga usus tetap bersih menjadi kewajiban yang harus kita lakukan. Bagaimanapun juga, usus merupakan organ tubuh yang mengolah makanan dan juga minuman secara langsung yang masuk ke dalam tubuh kita. Untuk itu, usus juga merupakan awal dimana suatu penyakit meradang.

Untuk itu, lakukanlah beberapa tips dan cara membersihkan usus kotor secara alami di atas secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga bermanfaat!

 

BAB Berdarah, Penyebab, Gejala dan Penanganan #2

Timbulnya darah pada saat buang air besar tentu akan membuat siapa saja takut dan panik.

Betapa tidak, kondisi keluarnya darah dari dalam tubuh seringkali diindikasikan sebagai sebuah gangguan kesehatan yang terjadi dalam tubuh itu sendiri. Hal ini tentu akan membuat siapa saja yang mengalaminya dibuat kaget dan ketakutan. Dengan demikian wajar bila seseorang yang mengalami BAB berdarah akan langsung pucat dan khawatir dengan kondisi kesehatannya. Lantas bahayakah kondisi keluarnya darah dari bagian anus ketika buang air besar?

Timbulnya kecemasan yang besar pada seseorang yang mengalami keluarnya darah pada saat buang air besar adalah hal yang cukup wajar. Seringnya penyakit wasir dituding sebagai biang keladi yang membuat kondisi ini bisa timbul pada diri seseorang. Tanpa pemriksaan dan konsultasi ke dokter tidak sedikit masyarakat awam yang melakukan pengobatan sendiri, sisanya memilih orang pintar untuk mengatasi kondisi kesehatannya ini.

Akan tetapi demikian, BAB berdarah atau keluarnya darah pada saat buang tinja tidak selalu disebabkan oleh adanya wasir. Ada berbagai masalah kesehatan lain yang mungkin menyebabkan kondisi ini.

Dengan demikianlah penderita BAB berdarah dianjurkan untuk sebaiknya mengkonsultasikan kondisi kesehatannya ke dokter dibandingkan dengan mengobati kondisi ini pada orang pintar atau pengobatan alternatif.

Kondisi Keluarnya Darah Pada Saat BAB

Sebenarnya orang yang menemukan darah pada saat buang air besar tidaklah perlu merasa langsung panik seketika. Bahkan mungkin sebelumnya kondisi ini sudah pernah anda alami hanya saja belum anda sadari. Beberapa gejala lanjutan memang memelurkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ada beberapa indikator yang bisa menjadi penentu pada beberapa kemungkinan penyakit, yakni dimana darah tersebut ditemukan. Apakah darah tersebut ditemukan pada fases termasuk didalamnya? Atau darah itu baru ditemukan pada kloset setelah buang air besar? Nah beberapa analisa ini dapat dilakukan untuk menentukan bila ternyata terdapat penyakit tertentu dalam tubuh anda yang menyebabkan timbulnya darah pada saat buang air besar.

Darah yang ditemukan baik pada fases atau bekas dari feses ini memang dapat dijadikan indikasi penting guna menganalisis bila adanya penyakit tertentu dalam tubuh. Bila darah yang ditemukan dalam fases disertai dengan beberapa gejala maka bisa merujuk pada kondisi sebuah penyakit.

Nah melanjutkan artikel sebelumnya mengenai BAB Berdarah, Penyebab, Gejala dan Penanganan. Kita simak seperti apa saja beberapa penyakit yang dapat menimbulkan darah pada saat buang air besar dibawah ini.

BAB berdarah 2

Jenis Penyakit yang Dapat Menimbulkan Darah pada Saat BAB, Gejala dan Penanganannya

1. Kanker Usus

Kanker usus adalah jenis kanker yang menyerang dan muncul pada bagian sekitaran saluran usus akhir pencernaan. Biasanya kanker pada bagian ini muncul sebagai bagian dari pertumbuhan jaringan kecil seperti polip. Namun gejala yang tidak sering menyebabkan penderita tidak menyadari kondisi ini.

Jaringan kecil tersebut akan bertambah menjadi lebih besar dan lebih ganas serta tumbuh menjadi sel kanker. Deteksi kesehatan kesehatan usus menjadi solusi agar penderita tidak sampai terkena kondisi kanker yang menyeramkan ini.

Untuk itulah penting sekali memeriksakan kesehatan ke dokter atau melakukan konsultasi bila terjadi sesuatu dengan tubuh anda. Agar demikian segala macam penyakit dan gangguan kesehatan akan dapat dideteksi dengan lebih dini.

Gejala Kanker Usus

Ada cukup banyak gejala yang akan dimunculkan pada beberapa penderita yang mengalami kanker usus. Pentingnya mendeteksi gejala ini akan dapat menghindarkan si penderita dari pertumbuhan sel kanker yang menyebar ke seluruh bagian tubuh. Nah, untuk mengetahui beberapa gejala dari kanker usus tersebut mari kita simak dibawah ini.

  • Adanya pendarahaan dibagian anus atau yang ditemukan pada feses (tinja)
  • Timbulnya kram, nyeri dan seringnya buang angin
  • Rasa lemah dan lelah berkepanjangan pada saat melakukan aktivitas.
  • Berat badan yang mengalami penurunan secara drastis dan nafsu makan yang kurang.
  • Kebiasaan buang air besar mengalami perubahan dengan tingkat kepadatan yang berbeda, yakni diare atau sembelit.

Beberapa gejala ini adalah gejala yang akan cukup kontras dirasakan. Kondisi kanker dibagian usus adalah kondisi yang berbahaya. Dengan demikian pada saat anda merasakan gejala diatas maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Penyebab Kanker Usus

Awal mula dari penyabab kanker usus memang tidak pernah diketahui dengan pasti, bahkan pada saat dilakukan pemeriksaan oleh medis. Akan tetapi kanker tumbuh akibat dari sel sehat yang mengalami kerusakan. Beberapa penyebab yang mungkin dialami diantaranya adalah:

  • Kerusakan sel yang kemudian akan membelah dan terus menyebabkan kerusakan dibagian jaringan usus dan sekitarnya. Sel kanker dapat tumbuh ke bagian tubuh yang lainnya dan terus merusak sel yang sehat. Dengan demikian kondisi kanker usus bukan tidak mungkin menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.
  • Adanya mutasi gen yang didapatkan dari keturunan dalam gen keluarga
  • Pertumbuhan polip kecil dibagian usus besar yang dapat muncul pada bagian usus dalam maupun dibagian dinding usus.

Mengingat kerusakan sel umumnya tidak akan dapat diketahui, baik oleh gejala yang dirasakan atau pada tahapan pemeriksaan medis. Untuk itu sebaiknya ketika anda mulai merasakan gejala lain dari penyakit polip dan penyakit lainnya, maka sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini ke dokter sebelum sel kanker menyebar kebagian seluruh tubuh yang akan merusak sel lainnya yang sehat.

Perawatan Kanker Usus

Perawatan untuk kanker usus umumnya akan dilakukan berdasarkan dengan tahapan kanker yang sudah dialami. Namun untuk tindakan medis, beberapa tahapan ini akan dilakukan:

1. Operasi

Operasi dapat dilakukan sesuai dengan tahapan kanker yang dialami oleh si penderita. Apabila jaringan masih berbentuk polip kecil maka operasi yang akan dilakukan adalah operasi dengan metode kolonoskopi. Sementara apabila jaringan sudah besar dan melibatkan daerah di sekitarnya maka bisa dilakukan laparaskopi. Metode operasi ini akan sangat bergantung dari jenis tahapan kanker.

2. Kemoterapi

Tahapan kemoterapi dilakukan dengan memberikan obar keras untuk menghancurkan sel kanker yang masih menjalar didalam tubuh setelah dilakukannya tindakan operasi. Pada tahapan ini biasanya dilakukan apabila kanker sudah terlanjur menyebar kebagian kelenjar getah bening. Kemoterapi juga dapat dilakukan utnuk mengurangi ukuran kanker yang sudah membesar sebelum selanjutnya dilakukan tindakan operasi.

3. Radioterapi

Tahapan tindakan medis ini dilakukan dengan memanfaatkan sinar X yang fungsinya untuk menghancurkan semua sel kanker yang masih tersisa dalam tubuh. Terapi ini biasanya akan dilakukan bersamaan dilakukan bersama dengan proses kemoterapi.

Beberapa tindakan perawatan kanker ini akan dilakukan oleh tim medis. Dengan demikian hanya dokter ahli yang akan melakukan metode ini.

Cara Mencegah Kanker Usus

Deteksi dini kanker usus akan dapat mencegah kanker ganas, karena biasanya penderita pada tahap awal memang tidak akan menunjukan gejala. Namun deteksi dini akan sangat disarankan untuk orang yang memiliki riwayat kanker usus dalam keluarga.

  • Lakukan olahraga ringan setiap hari paling tidak 15 menit, karena latihan akan dapat menyebabkan otot tubuh aktif dan mengurangi resiko kanker.
  • Kurangi mengkonsumsi minuman beralkohol. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki efek yang amat buruk untuk kesehatan.
  • Konsumsi berbagai jenis makanan yang sehat adalah hal penting yang akan dapat dilakukan. Untuk itulah sebaiknya pilihlah konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur. Terutama buah dan sayur dengan kandungan antioksidan yang tinggi yang akan dapat membunuh sel kanker.
  • Kendalikan berat badan agar tidak berlebihan, sebab diet yang sehat akan membuat tubuh aktif dan memiliki sistem metabolisme yang baik.

2. Gastritis

Kondisi penyakit gastritis adalah sebuah gangguan yang disebabkan oleh terlalu tingginya kadar asam lambung pada bagian selaput perut. Peradangan yang terjadi akibat penyakit ini dapat disebabkan karena adanya infeksi dari bakteri tertentu yang dapat menyebabkan penyakit maag yang terjadi dalam tubuh. Akan tetapi kondisi kelainan inipun dapat pula disebabkan karena kebiasaan hidup yang buruk yang dijalankan oleh si penderita.

Penyebab Penyakit Gastritis

Selain faktor penyebab gaya hidup yang kurang sehat yang dijalankan, ada pula beberapa faktor lain yang menyebabka kondisi gastritis menyerang seseorang, diantaranya adalah:

Adanya stress yang dapat menyebabkan tekanan produksi asam lambung yang sangat tinggi. Kondisi stres yang terjadi bisa dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya adalah tekanan yang terlalu tinggi. Dengan demikian sebaiknya hindari kondisi stres yang akan memicu timbulnya asam lambung yang naik.

Gejala Gastritis

Penyakit yang satu ini tentu tidak muncul atau timbul dengan tiba-tiba tanpa adanya ciri yang mengawali dari gejala ini. Sayangnya keterlambatan diagnosa penyakit ini lebih sering disebabkan karena si penderita yang merasa enggan untuk mengkonsultasikan kesehatannya ke dokter. Adapun beberapa gejala dari gastritis tersebut diantaranya adalah

  • Timbulnya pendarahan pada tinja dan membuat warna dari tinja menjadi lebih hitam dibandingkan pada kondisi yang normal
  • Adanya gangguan pencernaan yang sulit dihadapi seperti halnya mual, muntah dan kesulitan untuk bisa makan dengan nafsu makan pada kondisi yang normal.
  • Tubuh menjadi lemah, nyeri dan menggigil
  • Timbulnya rasa nyeri yang kuat pada bagian pencernaan mulai dari bagian perut sampai terkadang tembus kebagian tulang belakang.

Beberapa gejala diatas akan mungkin menimbulkan perasaan yang tidak nyaman untuk anda. Perasaan ini tentu akan sangat anda rasakan. Dengan demikian diharapkan pada saat gejala-gejala diatas mulai dirasakan sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini pada dokter untuk segera ditangani agar kemungkinan buruk dari penyakit ini bisa dihindari.

Cara Mengatasi Gastritis

Kondisi gastritis atau gangguan kesehatan akibat naiknya asam lambung akan dapat menimbulkan kondisi kesehatan yang tidak nyaman. Selain itu ketika kondisi ini menyerang maka si penderita akan mungkin tidak dapat menjalani kegiatan dan rutinitas sehari-harinya dengan baik seperti pada kondisi yang normal.

Untuk itu penting sekali mengetahui bagaimana cara mengatasi gastritis pada saat kondisi ini menyerang. Simak beberapa hal dibawah ini untuk mengetahui cara mengatasi gastritis.

  • Lindungi tubuh dari infeksi bakteri Helicobacter phylori dengan cara menjaga kebersihan makanan, lingkungan dan juga rajin mencuci tangan sebelum makan, sesudah makan dan setelah beraktivitas.
  • Mulailah untuk mengkonsumsi makanan netral dengan jumlah yang kecil dan dilakukan sesering mungkin.
  • Hindari konsumsi makanan yang akan dapat menimbulkan iritasi dibagian lambung, seperti halnya makanan asam dan makanan pedas.
  • Hindari mengkonsumsi minuman beralkohol dan kebiasaan merokok. Karena dua kebiasaan ini akan dapat meningkatkan produksi asam lambung yang mana mampu memperburuk kondisi gastritis yang terjadi.
  • Hindari segala macam sumber yang akan membuat tubuh menjadi stres. Sebaliknya cobalah untuk menjadi lebih rileks dan tenang ketika stres mulai anda rasakan.

3. Proctitis

Proctitis adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat adanya peradangan yang menyerang bagian lapisan rektum. Rektum merupakan salah satu bagian yang terbentuk seperti tabung yag berisi sekumpulan otot yang mengubungkan usus besar bagian bawah hingga ke bagian anus. Dimana bagian ini adalah tempat tinja keluar dari bagian anus yang akan meleati bagian rektum.

Peradangan dibagian rektum tentu akan menimbulkan masalah pada saat buang air besar. Sehingga demikian keluarnya darah akibat dorongan yang terlalu kuat pada bagian ini menjadi sulit terhindarkan.

Gejala Proctitis

Sama halnya dengan penyakit lainnya, kondisi proctitis pun datang atau muncul dengan ciri dan gejala sebelum penyakit ini berkembang dan tumbuh menjadi penyakit yang tingkatanya lebih bahaya.

Nah dengan mengetahui gejala awal dari penyakit proctitis diharapkan si penderita bisa dengan cepat mengkonsultasikan kondisinya pada dokter agar demikian kemungkinan terburuk dari penyakit ini akan bisa dihindari. Beberapa gejala dari proctitis diantaranya adalah:

  • Rasa sakit ketika setelah makan atau sebelum makan.
  • Keluar lendir kental dan encer dari bagian anus.
  • Timbul pendarahan pada bagian rektum yang sering ditemukan bersama tinja.
  • Keinginan untuk buang air besar yang terus menerus meskipun tidak seharusnya buang air besar.
  • Rasa sakit pada bagian dubur
  • Rasa nyeri dan tekanan dibagian kiri perut.
  • Diare terus menerus

Perawatan Proctitis

Penyakit pencernaan yang satu ini dapat diobati sesuai dengan gejala dan penyebab yang dialami oleh si penderita dari kondisi ini. Semua jenis peradangan yang menyebabkan timbulnya proctitis dapat diobati dengan memberikan antibiotik. Akan tetapi dosis yang tepat haruslah diberikan oleh dokter agar manfaat dari obat bisa berjalan dengan lebih optimal pada penyakit ini.

Akan tetapi untuk proctitis yang disebabkan oleh radioterapi kondisi ini tidak memerlukan perawatan medis sebab ini hanyalah bagian dari efek terapi saja.

Cara Pencegahan Proctitis

Proctitis bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki kebiasaan berhubungan intim melalui seks anal (dari bagian anus). Nah, untuk mencegah dan menghindari kondisi ini maka anda perlu mengubah kebiasaan buruk anda pada pola hidup yang lebih baik. Sementara itu untuk proctitis yang terjadi sebagai akibat dari radioterapi kondisi ini akan dapat pulih kembali dengan sendirinya.

4. Iskemis Usus

Kondisi ini adalah sebuah penyakit yang terjadi ketika usus tidak mendapatkan aliran darah yang cukup karena adanya penyumbatan pada bagian arteri. Penyakit ini akan dapat mempengaruhi fungsi dari usus besar dan usus kecil.

Selain itu kondisi penyakit ini pun akan dapat menjadi sangat serius apabila tidak segera mendapatkan perawatan yang tepat. Dengan kata lain orang yang menderita penyakit ini tidak bisa mengabaikan kondisi ini dengan begitu saja. Bahkan perawatan yang terlambat pada kondisi penyakit ini akan dapat menyebabkan usus tidak mendapatkan suplai darah dan dapat menimbulkan kematian secara mendadak pada si penderitanya.

Gejala Iskemis Usus

Beberapa gejala yang akan mungkin dinampakan pada penderita yang mengalami iskemis usus diantaranya adalah:

  • Demam dan menggigil tanpa sebab.
  • Ingin buang air besar dalam waktu tertentu dan tidak bisa ditunda.
  • Terjadi penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya.
  • Rasa sakit pada bagian perut dan tekanan yang sulit untuk diatasi.
  • Ada darah di dalam tinja
  • Gangguan pencernaan sepertu mual, muntah dan diare.
  • Sering merasa ada gerakan usus yang kuat dan terasa lebih sakit.
  • Sering merasa kram atau nyeri setelah makan.
  • Perut kembung terus menerus.

Penyebab Iskemis Usus

  • Adanya timbunan kolesterol yang tinggi
  • Pemakaian obat-obatan terlarang
  • Olahraga berat yang dijalankan seperti lari jarak jauh
  • Penyakit lupus, anemia dan pembekuan darah.

Demikianlah beberapa jenis penyakit yang memungkinkan kondisi BAB berdarah bisa terjadi. Pemeriksakan ke dokter adalah hal penting yang bisa dilakukan untuk mendeteksi kondisi kesehatan dengan pasti sehingga penanganannya akan bisa dilakukan dengan segera. 

BAB Berdarah, Penyebab, Gejala dan Penanganan

Tubuh kita menyerap dan mendapatkan energi dari konsumsi makanan dan minuman setiap harinya.

Sejumlah vitamin dan nutrisi dari makanan akan dicerna dan dialirkan kedalam tubuh untuk kemudian nutrisi dan gizi dari makanan tersebut akan terbentuk menjadi energi yang memungkinkan si manusia itu sendiri untuk dapat menjalani aktvitasnya sehari-hari dengan keadaan tubuh yang bugar dan segar

Akan tetapi tidak semua bahan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia akan dialirkan kedalam tubuh. Beberapa zat dan molekul pada makanan yang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh akan dibuang oleh tubuh. Hal ini difungsikan agar manusia tidak mendapatkan kelebihan zat-zat yang masuk kedalam tubuh melalui makanan yang akan dapat membuat mereka keracunan.

Untuk itulah zat-zat tersebut akan dibuang oleh tubuh melalui sistem pengeluaran zat sisa. Hal inilah yang akan memungkinkan seseorang mengalami buang air, baik buang air kecil maupun buang air besar. Zat sisa yang didapat dari makanan dan sudah tak lagi dibutuhkan oleh tubuh akan dibuang bersama dengan feses atau tinja. Hal ini akan berbarengan dengan buang air besar pada manusia. Untuk itulah penting sekali memperhatikan siklus buang air besar yang teratur agar zat sisa didalam tubuh bisa dibuang dengan teratur.

Sayangnya tidak semua orang mengalami siklus buang air besar yang teratur. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kesulitan saat buang air besar. Ada sejumlah faktor yang melatar belakangi kondisi ini terjadi, termasuk didalamnya adalah gaya hidup yang dijalankan oleh si manusia itu sendiri.

Pada beberapa kasus buang air besar yang bermasalah, ada cukup banyak masalah yang dihadapi. Mulai dari BAB yang sulit, tidak teratur, keras hingga munculnya darah pada saat BAB.

BAB berdarah

Nah kondisi BAB yang cukup parah dengan keluarnya darah dari bagian anus ketika buang air besar tentu membuat siapa saja merasa terkejut. Pada saat kondisi ini anda alami anda mungkin akan dihinggapi perasaan panik dan ketakutan bila mungkin dalam tubuh anda terdapat jenis penyakit tertentu.

Pada saat hendak menyiram toilet setelah buang air besar dan anda mendapati air pada toilet berubah menjadi merah dengan darah didalamnya. Tentu saja, siapa yang tidak terkejut sekaligus takut dengan kondisi yang demikian?

Feses dikeluarkan dari anus sebagai bentuk dari sisa hasil pencernaan tubuh dari makanan yang sudah melewati organ pencernaan. Makanan yang masuk kedalam tubuh melalui mulut akan dialirkan keagian kerongkongan dan sampai dibagian lambung. Setelah itu usus kecil akan menyerap makanan sesuai jenis dari makanan yang tersedia.

Sisanya dengan bantuan enzin akan terserap oleh usus besar kemudian masuk ke saluran anus yang keluar dengan bentuk fases. Perlu diketahui feses bisa menjadi salah satu tolak ukur untuk masalah kesehatan tubuh termasuk masalah yang paling sering dihadapinya adalah keluarnya darah pada saat buang air besar.

Kondisi Darah Pada Saat BAB

Sebenarnya orang yang mendapati keluarnya darah pada saat buang air besar tidak perlu merasa langsung panik. Bahkan mungkin kondisi ini sebelumnya sudah pernah terjadi akan tetapi anda tidak menyadarinya. Beberapa gejala yang lebih lanjut memang memerlukan pemeriksaan yang lebih dalam oleh dokter.

Ada dua hal yang dapat menjadi alat ukur sebagai penyakit tertentu dari keluarnya darah pada saat buang air besar, yakni pada bagian mana darah ditemukan. Apakah darah tersebut tersebut memang terdapat pada fases? Ataukah darah yang baru ditemukan di kloset setelah buang air bsar? Kondisi inilah yang harus bisa menjadi salah satu analisa mengenai penyakit atau kelainan tertentu yang diderita oleh seseorang.

Darah yang ditemukan, baik dalam fases atau bekas dari fases memang dapat menjadi indikasi atau petunjuk penting untuk analisa penyakit tertentu. Bila darah yang ditemukan pada fases disertai dengan beberapa gejala maka bisa merujuk pada jenis penyakit tertentu.

Analisa yang dilakukan pada temuan darah pada saat buang air besar adalah hal penting yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan ada cukup banyak jenis penyakit yang bisa menjadi sumber dari keluarnya darah pada bagian anus terutama pada saat buang air besar.

Nah, untuk mengetahui apa saja jenis penyakit yang bisa menyebabkan timbulnya darah dibagian anus pada saat buang air besar dan seperti apa gejalanya, maka mari kita simak dibawah ini.

Jenis Penyakit yang Dapat Menimbulkan Darah pada Saat BAB, Gejala dan Penanganannya

1. Adanya Fisura Ani

Fisura Ania adalah sebuah mata atau luka kecil yang muncul dibagian jaringan tipis yang letaknya terdapat dibagian anus. Kondisi ini bisa disebabkan karena adanya tinja yang keluar terlalu besar dan terlalu keras sehingga menyebabkan luka yang muncul yang tak dapat dicegah.

Kondisi fisura ani seringkali menyebabkan penderitanya mengalami pendarahaan dan rasa nyeri yang luar biasa pada saat buang air besar. Darah yang keluar pada penderita fisura ani bisa keluar bersamaan dengan keluarnya feses.

Keras dan besarnya feses yang keluar membuat bagian anus robek dan terluka sehingga keluarnya darah tidak bisa dihindari. Bahkan pada beberapa penderita kondisi ini dapat menyebabkan kejang otot dibagian anus sehingga rasa neyri dapat timbul kapan saja

Siapa Saja yang Dapat Terkena Fisura Ani?

Jika bertanya siapa saja yang terkena kondisi kesehatan yang satu ini? Maka jawabannya semua orang bisa terkena dengan fisura ani, termasuk didalamnya bayi dan orang yang telah lanjut usia sekalipun.

Pada penderita yang mengalami fisura ani, sebenarnya tak perlu merasa panik dan ketakutan setengah mati. Meski rasa sakit yang ditimbulkan menyebabkan perasaan yang sakit luar biasa. Akan tetapi penyakit ini akan dapat sembuh dan pulih dengan sendirinya selama kurang lebih 6 minggu.

Hanya saja jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat maka akan dapat menyebabkan perasaan sakit yang luar biasa pada saat buang air besar dan timbulnya perasaan yang tidak nyaman. Untuk itulah, segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter terdekat agar anda bisa mendapatkan perawatan yang tepat sehingga rasa sakit bisa diatasi dengan baik.

Gejala Fisura Ani

Sama halnya dengan penyakit lainnya kondisi gangguan kesehatan fisura ani tentu tidak datang dengan sendirinya dan datang dengan tiba-tiba sehingga menimbulkan perasaan sakit yang luar biasanya. Selalu muncul tanda-tanda atau gejala yang akan menjadi ciri munculnya kondisi ini. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja gejala yang akan muncul dari penyakit yang satu ini, maka simak dibawah ini.

  • Ada luka yang terasa di kulit tipis di sekitar anus.
  • Terasa gatal dan perih di bagian sekitar anus.
  • Adanya perasaan nyeri dan sakit parah saat buang air besar.
  • Terdapat darah pada tinja dan bagian kloset.
  • Muncul beberapa benjolan tipis di dekat anus.

Penyebab Fisura Ani

Ada cukup banyak beberapa faktor yang dapat menimbulkan kondisi fisura ani menyerang seseorang. Beberapa penyebab ini umumnnya merujuk pada hal-hal yang cukup menganggu, seperti diantaranya adalah:

  • Adanya tinja yang terlalu besar dan keras
  • Kondisi setelah persalinan normal
  • Mengejan yang terlalu kuat pada sata BAB
  • Peradangan pada lapisan anus
  • Adanya penyakit tertentu seperti halnya kanker anus, Sipilis, Herpes dan TBC
  • Diare yang parah

Pencegahan Fisura Ani

Kondisi fisura ani tentu menjadi kondisi kesehatan yang menganggu dan akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Apalagi perasaan sakit yang ditimbulkan dari kondisi ini tentu akan senantiasa membuat si penderita merasa keseulitan menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Pada penyebab diatas beberapa faktor yang dapat menimbulkan kondisi fisura ani diantaranya disebabkan oleh diare dan kondisi feses yang besar dan keras. Nah kondisi ini biasanya erat kaitannya dengan gaya hidup. Dengan demikian untuk mengatasi hal tersebut maka imbangi dengan gaya hidup yang sehat. Selain itu beberapa hal dibawah ini akan dapat dilakukan sebagai pencegahan agar terhindar dari kondisi fisura ani.

Penanganan Fisura Ani

Konsumsi berbagai jenis makanan dengan kandungan serat yang tinggi guna mencegah sembelit atau kesulitan buang air besar. Perlu diketahui kandungan serat akan dapat melunakan feses yang keras sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan. Beberapa sayuran yang dapat dikonsumsi adalah sayuran hijau, wortel, terong, sumber biji-bijian dan juga buah-buahan.

  • Konsumsi banyak air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh dan mencegah timbulnya dehidrasi.
  • Tidak mengejan terlalu keras pada saat buang air besar untuk menghindari robeknya bagian anus yang dapat menimbulkan darah.
  • Olahraga ringan secara teratur seperti berjalan kaki dan lalukan berbagai latihan untuk melenturkan otot pada bagian perut.

Perawatan fisura ani pada bayi haruslah memperhatikan kebersihan disekitar bagian anus dan berbagai jenis pakaian yang dikenakan seperti halnya popok dan memakai bantuan ahli medis.

2. Adanya Kemungkinan Polip Usus

Polip usus adalah pertumbuhan jaringan kecil yang terdapat dibagian lapisan usus besar. Polip usus memang tidak berbahaya kondisinya akan tetapi bila kondisi ini diabaikan begitu saja maka akan dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker dibagian tersebut.

Orang lanjut usia baik wanita ataupun laki-laki berusia lebih dari 50 tahun akan lebih beresiko lebih tinggi terserang dengan penyakit yang satu ini. Resiko tinggi lain terhadap serangan penyait ini adalah untuk mereka yang memiliki kebiasaan merokok, obesitas dan juga memiliki kebiasaan minum-minuman beralkohol.

Gejala Polip Usus

Ada cukup banyak ciri atau gejala yang akan dinampakan pada penderita yang mengalami polip usus. Beberap gejala ini patut diperhatikan agar anda bisa segera melakukan penanganan pada penyakit yang satu ini sehingga kemungkinan buruk dari penyakit ini dapat dihindari. Terutama dalam hal ini adalah seseroang yang telah masuk usia lebih dari 50 tahun untuk rajin melakukan pemeriksaan dini bila terdapat gangguan pencernaan termasuk masalah yang satu ini. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah:

  • Pendarahan pada anus yang sering diketahui pada feces.
  • Gangguan pencernaan seperti mual, nyeri dan muntah dalam jangka panjang
  • Diare atau sembelit lebih dari 7 hari.
  • Warna tinja mengalami perubahan menjadi lebih hitam.
  • Anemia yang disebabkan karena terjadi pendarahan pada bagian dalam dan tidak terlihat hingga ditemukan feces pada darah.

Jenis Polip Usus

Terdapat beberapa jenis polip usus yang bisa terjadi dan menyerang seseorang. Jenis tersebut terbagi kedalam 3, yakni diantaranya adalah:

Adenomatosa

Jenis polip usus ini adalah yang paling umum dan mungkin paling sering dialami. Jenis yang satu ini bisa jinak namun juga dapat berubah menjadi kanker ganas. Untuk itulah sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini dengan dokter agar penanganan lebih tepat bisa segera didapatkan.

Polip Hiperplastik

Polip yang terbentuk dari jaringan parut pada usus ini memang jinak dan terletak di usus besar bagian atas. Bentuk polip jenis ini datar dan biasanya memang sulit untuk dideteksi.

Polip Peradangan

Polip jenis ini lebih sering muncul pada penyakit Crohn yang menyerang bagian usus besar dan dapat meningkatkan kanker pada tubuh terutama dibagian anus.

3. Adanya Wasir

Wasir atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan hemoroid adalah pembengkakan yang terjadi dibagian anus yang berisi dengan pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena wasir berada di dalam atau sekitaran bokong, baik dibagian rektum atau didalam anus.

Kebanyakan peyakit wasir adalah penyakit ringan yang bahkan tidak akan menimbulkan gejala khusus pada si penderita. Wasir bisa timbul atau muncul dari kebiasaan mengejan pada saat buang air besar sehingga menyebabkan tekanan kuat dibagian pembuluh darah.

Gejala Wasir

Seperti yang dikatakan diatas, penyakit ini adalah penyakit yang tidak berbahaya dan hampir tidak menampakan gejala yang khusus. Jika saja ada gejala yang muncul, biasanya yang sering terjadi diantaranya adalah:

  • Timbulnya pendarahan pada sat buang air besar (kondisi ini biasanya tidak menyebabkan perasaan sakit)
  • Timbulnya pembengkakan dibagian sekitar anus
  • Timbulnya perasaan gatal dan tidak nyaman pada bagian anus.
  • Munculnya benjolan dibagian anus dan bisa terasa lebih sakit pada kondisi ini.
  • Gejala wasir dalam atau yang terletak pada bagian dalam anus memang tidak mudah untuk dikenali namun sering menyebabkan sakit pada saat buang air besar
  • Wasir luar sering menyebabkan perasaan yang tidak nyaman pada saat duduk karena benjolan yang keluar dari bagian anus.

Penyebab Wasir

Hingga sampai saat ini sebenarnya penyebab dari wasir belumlah terlalu jelas. Meski penyakit ini dihubungkan dengan peningkatan tekanan darah dalam pembuluh darah yang berada dibagian anus dan sekitarnya. Sebagian besar kondisi ini disebabkan karena terlalu lamanya mengejan pada saat buang air besar. Akan tetapi selain itu ada pula beberapa kondisi yang dapat meningkatkan kondisi ini terjadi, diantaranya adalah:

  • Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa penopang dibagian anus
  • Adanya obesitas
  • Wanita hamil
  • Adanya penyakit pencernaan dalam waktu yang lama seperti halnya diare dan sembelit
  • Kurangnya asupan serat dari makanan bergizi seperti halnya buah dan sayuran.

Cara Mengatasi Wasir

Pada tahap awal wasir masih dapat diobati dengan pemberian obat tertentu yang mengandung hidrokortison. Namun ketika tahap wasir sudah besar atau menganggu penderita maka bisa dilakukan pengangkatan wasir dengan operasi bedah. Bukan hanya itu, perubahan gaya hidup adalah hal penting yang perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Cara Mencegah Wasir

Perubahan gaya hidup dan pola makan dalam mencegah timbulnya wasir adalah hal penting yang bisa dilakukan dengan sederhana. Beberapa cara diantaranya adalah

  • Biasakan konsumsi makanan sehat seperit sayur, buah dan sumber biji-bijian
  • Biasakan konsumsi banyak air putih untuk menghindari dehidrasi.
  • Biasakan tidak mengejan pada saat buang air besar.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dijelaskan dari kondisi BAB berdarah. Sebenarnya masih ada begitu banyak jenis penyakit yang memungkian kondisi BAB berdarah. Untuk lebih detailnya akan dibahas pada artikel selanjutnya dengan judul BAB Berdarah, Penyebab, Gejala dan Penanganan #2. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat. 

Ketahui Akibat Kurang Serat Untuk Kesehatan Tubuh

Tubuh manusia membutuhkan serat makanan agar tetap sehat.

Karena akibat dari kurang serat akan dapat menimbulkan berbagai resiko kesehatan dan masalah pencernaan sampai dengan gangguan kesehatan lainnya. Untuk itulah sangat penting bagi manusia untuk dapat mencukupi dan mengkonsumsi serat setiap harinya.

Serat merupakan salah satu nutrisi yang amat penting bagi proses pencernaan dan kesehatan tubuh manusia. Dalam tubuh, serat memiliki kemampuan untuk mengikat lemak yang berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, untuk kemudian diikat dan dicerna dengan sempurna oleh sistem pencernaan dalam tubuh kita.

Selain itu, ada cukup banyak fungsi serat dalam tubuh yang mungkin sebagian diantara kita tahu bahwa peranan serat ini bermanfaat sebagian besarnya untuk kesehatan pencernaan. Akan tetapi selain itu, fungsi lain dari serat yang masuk kedalam tubuh diantaranya adalah menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sampai menurunkan berat badan.

Konsumsi jenis nutrisi ini tentu akan sangat penting untuk anda yang saat ini menjalani program penurunan berat badan atau diet. Ya, sebagian besar diet umumnya lebih banyak dilakukan oleh para wanita dalam rangka mendapatkan ukuran tubuh yang telah diimpikannya.

Sayangnya, tidak sedikit metode diet yan dijalankan tanpa mengikuti aturan atau tata cara diet sehat yang sudah ada. Keinginan untuk segera menurunkan berat bada seringkali menjadi alasan seseorang mengabaikan menjalankan diet yang sehat dengan mengkonsumsi serat yang banyak.

Sebaliknya diet yang banyak dijalankan oleh sebagian besar orang adalah dengan tidak mengkonsumsi makanan, bahkan sebagian menghentikan asupan makanannya sama sekali kedalam tubuh. Akibatnya tubuh tidak mendapatkan pasokan makanan dan energi karena tidak adanya makanan yang masuk.

Kondisi ini memang ampuh menurunkan berat badan, akan tetapi pada waktu yang bersamaan energi dalam tubuh terus berkurang sementara sebagian orang yang adalah seorang pekerja tubuh mereka yang tidak ada energi dari makanan terus dipaksa untuk bekerja dan bergerak. Alhasil kondisi ini akan dapat menimbulkan tubuh menjadi lesu, tidak ada tenaga, tidak segar dan pada gilirannya tubuh akan melemah dan sakit.

Untuk itulah tak heran bila saat ini kita akan banyak menjumpai orang-orang yang terlihat tidak segar dan tidak bergairah pada saat sedang menjalankan dietnya. Lantas benarkah pola diet yang demikian? Tentu saja tidak!

Proses menurunkan berat badan memang menjadi hak setiap orang. Akan tetapi saat metode yang dijalankannya tidak bermanfaat atau bahkan membuatnya berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan maka mungkin harus ada seseorang yang membimbingnya pada metode yang benar. Atau bila tidak maka mungkin orang tersebut akan terjebak dalam metode yang salah dan membuatnya menjadi lebih rentan terkena penyakit.

Para ahli gizi menyarankan tubuh kita agar mendapatkan asupan serat yang cukup dengan jumlah 25-35 gram dalam satu harinya. Dengan terpenuhinya kebutuhan tubuh akan serat, maka proses pencernaan yang terjadi dalam tubuh kita pun akan dapat berjalan dengan lebih baik dan tidak mengalami kendala.

Akan tetapi selain masalah diatas, rupanya masih ada begitu banyak permasalah yang ditimbulkan akibat dari kurangnya asupan serat kedalam tubuh. Lantas apa sajakah gangguan tersebut? Simak dibawah ini.

akibat kurang serat

Masalah Kesehatan Akibat Kurang Serat dalam Tubuh

Ketika asupan serat yang masuk kedalam tubuh tidak cukup jumlahnya, maka tubuh akan merespon melalui fungsi-fungsi organ yang menjadi tidak optimal. Berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang bisa timbul dari akibat kurangnya serat dalam tubuh:

Pencernaan Menjadi Tidak Sehat

Seringkali mengkonsumsi makanan yang kurang serat namun memiliki kandungan lemak yang begitu tinggi akan dapat menimbulkan masalah pada bagian sistem pencernaan. Tak tanggung-tanggung bukan hanya satu, masalah ini mungkin akan cukup kompleks dialami. Beberapa masalah yang mungkin akan muncul akibat dari kurangnya asupan serat dalam tubuh adalah sembelit (konstipasi), wasir dan juga penyakit divertikular.

Perlu diketahui ada dua jenis serat yang ada dalam tubuh yakni serat yang larut dan serat yang tidak larut. Kedua jenis serat ini sangat menguntungkan untuk tubuh, masuk dipencernaan tanpa dicerna.

Sementara itu serat yang tidak larut akan sangat penting peranannya untuk tubuh dalam menjaga usus agar dapat berfungsi dengan baik. Hal ini akan juga membuat buang air besar menjadi lebih lancar dan mengungari resiko terkena serangan kanker usus besar.

Adapun jenis serat yang tidak larut yang baik untuk tubuh diantaranya adalah gandum, tepung gandum dan sebagian bsar adalah kacang-kacangan dan juga sayuran.

Untuk itulah mulai saat ini sertakan beberapa menu makanan yang memiliki kandungan serat yang besar untuk tubuh anda agar pencernaan anda tidak mengalami masalah atau gangguan

Kenaikan Berat Badan

Serat memiliki fungsi utama dalam mengikat lemak yang masuk dalam tubuh dari makanan yang anda konsumsi sehingga nantinya tubuh akan dengan mudah mencerna dan membuang zat sisa yang tak lagi dibutuhkan.

Nah ketika tubuh mengalami kekurangan serat maka yang terjadi adalah lemak dalam tubuh akan sulit untuk dikeluarkan dan mengendap sehingga akhirnya anda akan mungkin mengalami kegemukan.

Bukan hanya itu serat juga memiliki sifat yang mudah mengenyangkan pada saat dikonsumsi, sehingga anda tidak akan terstimulasi untuk makan berlebihnan atau makan dengan jumlah yang lebih besar yang mana biasanya kondisi ini menjadi faktor paling besar yang menyumbang kegemukan atau kenaikan berat badan.

Untuk mengatasi kegemukan selain dengan mengkonsumsi banyak serat juga bisa dilakukan dengan rajin berolahraga, mengurangi konsumsi makan berlemak tinggi dan berkalori besar, konsumsi banyak air putih dan makan banyak buah serta sayur.

Penyakit Kardiovaskular

Selain dua permasalah diatas kekurangan asupan serat dalam tubuh juga bisa berdampak fatal pada kesehatan tubuh lainnya. Yakni dengan terjadinya kadar kolesterol dalam tubuh dan LDL dalam darah yang meningkat yang terjadi secara signifikan serta meningkatkan risiko penyakit arteri seperti penyakit jantung dan juga stroke.

Padahal serat larut yang terdapat dalam makanan seperti buah jeruk, kacang-kacangan, buah pir dan gandum akan dapat mengikat kolesterol jahat LDL dalam saluran pencernaan sehingga sedikit jumlah kolesterol jahat yang diserap oleh tubuh. Dengan demikian jumlah kolesterol jahat akan dapat dikurangi.

Selain itu, serat juga memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah seseorang. Beberapa studi menunjukan bahwa asupan serat yang tinggi yang masuk kedalam tubuh akan dapat menurunkan resiko tekanan darah, baik diastolik maupun sistolik.

Diabetes

Makanan dengan kandungan serat yang rendah seperti karbohidrat olahan, yakni roti putih dan makanan manis lainnya akan dicerna dengan cepat oleh tubuh sehingga menyebabkan kenaikan gula darah. Sementara untuk makanan yang tinggi akan serat akan memperlambat penyerapan gula yang dikonsumsi dalam waktu yang sama. Dengan demikian, kadar gula darah dalam tubuh akan lebih stabil.

Hal ini pun ditunjang dengan sebuah studi yang menunjukan bahwa serat makanan dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 atau penyakit kencing manis.

Demikianlah beberapa akibat gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan dari kurangnya asupan serat kedalam tubuh. Untuk itu, tidak ada salahnya jika anda mulai menyertakan asupan makanan bergizi yang kaya akan serat pada menu santapan anda sehari-hari. 

Kenali Sembelit (Konstipasi), Penyebab, Gejala dan Penanganan

Konstipasi atau sembelit adalah gangguan kesehatan yang cukup mengganggu dan menimbulkan kondisi yang tidak nyaman.

Betapa tidak, kondisi ini seringkali menimbulkan perasaan begah, sakit dan tidak nyaman pada saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Sembelit atau sulitnya buang air besar akan membuat seseorang mengalami kondisi yang mengganggu. Terutama untuk mereka yang memiliki siklus buang air besar yang teratur. Tidak buang air satu atau dua hari saja kondisi ini akan membuat si penderita mengalami kondisi yang tidak nyaman.

Ketika anda merasakan seperti ingin buang air besar dan pada saat yang bersamaan anda sudah terpirit-pirit pergi ke toilet namun rupanya sesampainya disana buang air besar tak kunjung keluar, maka mungkin hal ini akan membuat anda tersiksa. Apalagi feses yang  keras dan perasaan sakit yang menyiksa akan membuat anda mungkin kebingungan dan panik dengan kondisi ini. Dengan demikianlah tak heran bila banyak orang yang akan dengan segera mencari solusi untuk mengatasi kondisi ini agar bisa segera membaik.

Ada cukup banyak fakor yang membuat timbulnya sembelit atau sulitnya buang air besar. Salah satunya adalah dari gaya hidup dan pola makan yang dilakukan sehari-hari. Ya, saat ini sudah banyak jenis makanan yang beredar dan banyak dikonsumsi oleh banyak masyarakat.

Jenis dan variasi makanan yang baru dengan tampilan yang menggoda dan rasa yang nikmat memang sulit rasanya untuk ditolak. Tak jarang kita menjadi begitu tergoda dengan sajian makanan yang ada dihadapan kita. Tanpa menimbang kandungan gizi yang terdapat pada makanan ketika hasrat lapar datang maka kita akan cenderung dengan mudah menyantap makanan tersebut.

Tak peduli makanan pedas, makanan keras atau makanan yang kurang higienis pada sebagian orang sajian ini akan disantap tanpa mempertimbangkan banyak hal. Hasrat laparlah yang banyak membuat orang akan dengan mudah dan cepat menikmati makanan yang ada dihadapan mereka.

Kondisi inilah yang paling banyak mempengaruhi gangguan pada sistem pencernaan termasuk timbulnya sembelit. Makanan memang nikmat dikonsumsi apalagi bila diatasnya disajikan sambal pedas dan bumbu kari yang panas. Sudah pasti sajian ini akan mampu memuaskan hasrat makan anda dengan mudah. Akan tetapi, ketika sembelit datang perasaan yang ditimbulkan dari kondisi ini tidaklah senikmat pada saat anda mencicipi hidangan makanan tersebut.

Untuk itulah menyadari dampak dan resiko yang cukup menganggu dari mengkonsumsi makanan yang berasa pedas, panas, bersantan dan makanan lain yang dapat menyebabkan sembelit. Maka sebaiknya kepedulian akan kesehatan perlu ditata dan ditumbuhkan dalam diri kita.

Sebaliknya beralihkan pada pola hidup yang baik dan menerapkan pola makan yang  sehat. Dengan begini bukan hanya berfungsi untuk memperlancar bagian sistem pencernaan. Namun juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh lainnya.

Menerapkan pola hidup sehat bisa dimulai dengan rajin berolah raga dan mengurangi konsumsi beberapa makanan yang tidak sehat seperti junkfood, makanan pedas, berbumbu lebih dan lain sebagainya.

kenali sembelit

Hal ini dikarenakan kondisi sembelit atau konstipasi adalah gangguan kesehatan yang mengganggu dan seringkali menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Nah untuk mengetahui seperti apa itu sembelit, apa saja penyebabnya dan seperti apa gejalanya. Maka mari kita simak penjelasan lebih dalam mengenai sembelit atau konstipasi dibawah ini.

Apa Itu Sembelit?

Sembelit atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama konstipasi adalah gangguan pencernaan yang terjadi dimana dampaknya membuat si penderita mengalami kesulitan buang air besar secara teratur atau dalam hal ini bisa tidak sama sekali buang air besar. Kondisi ini dapat terjadi ketika feses atau tinja mengering dan keras sehingga akan sulit dikeluarkan dan menimbulkan perasaan sakit ketika buang air besar.

Pada orang dewasa konstipasi dapat terjadi apabila si penderita tidak mengalami buang air besar atau kesulitan buang air besar selama 3 hari beturut-turut atau kurang dari 3 kali dalam satu minggu. Sementara pada anak-anak kondisi ini dapat dikatakan konstipasi apabila mereka tidak mengalami buang air besar selama 5 hari atau lebih.

Ketika seseorang mengalami sembelit atau konstipasi mereka biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu selain dari mengerasnya feses, yani ukuran feses yang begitu besar, padat atau bahkan sangat kecil.

Kondisi sembelit lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada laki-laki terutama sembelit pada wanita hamil yang kasusnya cukup sering dijumpai. Selain itu dalam kondisi ini usia juga mempengaruhi, usia lanjut (terutama pada wanita) lebih memungkinkan mereka untuk terkena sembelit.

Adapun tingkat keseriusan dari penyakit ini akan berbeda pada masing-masing penderitanya. Ada orang yang mungkin mengalami sembelit dalam waktu yang singkat, namun ada pula mereka yang bisa mengalaminya dalam waktu yang lama dan panjang, kondisi ini biasanya dikategorikan dalam sembelit yang kronis. Sembelit yang berlangsung lama biasanya akan menyebabkan rasa sakit dan perasaan tidak nyaman yang akan mungkin mempengaruhi rutinitas sehari-hari pada penderitanya.

Lalu Apakah Penyebab Sembelit?

Salah satu penyebab paling utama dari timbulnya sembelit adalah karena adanya pergerakan tinja atau feses pada usus yang berlangsung dengan lambat sehingga demikian kondisi ini akan menyebabkan konsitensinya menjadi keras dan mengering.

Pada akhirnya kondisi ini akan membuat si penderitanya harus berjuang keras pada saat berada di toilet, bahkan ada sebagian yang meskipun sudah berjuang dengan begitu keras dan luar biasa feses tetap terjebak didalam tak kunjung keluar. Kondisi inilah yang bukan hanya menimbulkan perasaan yang tidak nyaman, namun juga membuat si penderitanya dibuat kepayahan.

Akan tetapi selain hal diatas sembelit pada seseorang bisa disebabkan oleh lebih dari satu penyebab. Ada beberapa faktor pemicu yang bisa mempengaruhinya. Misalkan seperti kurang minum, kurang berolahraga, kurang konsumsi serat atau karena diet (asupan makanan ) yang kurang sehat yang dikonsumsi.

Adapun beberapa konsumsi makanan sehat yang kaya akan serat bisa didapatkan dari sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Selain karena gaya hidup yang kurang sehat, sembelit atau konstipasi juga dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu dan kondisi mental seperti kecemasan dan depresi.

Penyebab Sembelit/Konstipasi Lainnya:

  • Penyempitan usus besar (striktura)
  • Kanker usus besar
  • Fisura ani
  • Obstruksi usus
  • Kanker rektum
  • Rektokel
  • Kanker perut lainnya yang menekan pada usus besar

Adanya Masalah Pada Syaraf Di Sekitaran Usus Besar dan Rektum:

  • Penyakit Parkinson
  • Neuropati otonom
  • Cedera tulang belakang
  • Multiple sclerosis

Adanya Kondisi Kesehatan yang Mempengaruhi Hormon dalam Tubuh:

  • Diabetes atau kencing manis
  • Tiroid kurang aktif (hypothyroidism)
  • Kehamilan
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif (hiperparatiroidisme)

Beberapa penyebab diatas adalah kondisi dalam tubuh termasuk gangguan kesehatan lainnya yang memungkinkan sembelit bisa terjadi. Beberapa gangguan diatas adalah kondisi yang berbahaya. Dengan demikian bila dalam kurun 3 hari sampai satu minggu sembelit yang dialami tak kunjung sembuh atau tidak menunjukan tanda-tanda membaik sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini ke dokter untuk mengetahui bila terjadi gangguan kesehatan lain dalam tubuh anda.

Gejala Sembelit

Selain merasakan sulit buang air besar atau feses yang mengering, penderita sembelit terutama pada orang dewasa umumnya akan merasakan gejala-gejala lain yang cukup menganggu. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah:

  • Merasa seperti ada sesuatu yang menyumbat
  • Munculnya perasaan sebah
  • Perut yang terasa kembung
  • Sakit atau nyeri yang muncul dibagian perut
  • Merasa sakit  pada saat buang air besar
  • BAB yang muncul disertai dengan darah

Sementara itu bila sembelit yang terjadi pada bayi biasanya gejala yang akan diraskan diantaranya adalah:

  • Bayi menangis dan rewel pada saat buang air besar
  • Menarik kaki ke arah perut
  • Sampai-sampai melengkungkan punggung ketika mau buang air besar

Mencari solusi untuk megatasi sembelit adalah hal yang akan sangat penting untuk segera dilakukan kaena konstipasi yang berlangsung dalam waktu yang lama apalagi diabaikan akan dapat berubah menjadi parah dan menimbulkan komplikasi kesehatan lain yang juga melibatkan bagian sistem pencernaan dalam dan luar. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dari kondisi sembelit yang berlangsung lama diantaranya adalah:

Wasir

Salah satu gangguan komplikasi pertama dari kondisi sembelit yang berlangsung lama adalah timbulya wasir. Wasir dalam bahasa kedokteran disebut dengan hemoroid yakni pembengkakan yang berisi pembuluh darah yang membesar. Pembuluh darah yang terkena dengan wasir berada di dalam atau sekitar bokong, baik letaknya dibagian rektum atau didalam anus.

Timbulnya penyakit wasir akan lebih beresiko pada orang yang telah lanjut usia. Pada penyakit wasir penderita akan merasakan gatal-gatal dan perasaan tidak nyaman yang timbul dibagian sekitaran anusnya.

Annal Fissure

Kondisi ini adalah kondisi dibagian bagian anus robek. Hal ini umumnya disebabkan karena feses atau tinja yang keras terjebak dibagian usus besar sehingga tidak dapat segera dikeluarkan melalui proses defekasi seperti biasa.

Kondisi annal fissure akan dapat menyebabkan rasa sakit dan perih yang cukup mengganggu tergantung pada seberapa parah bagian anus yang robek. Kondisi ini pun tak jarang akan menimbulkan pendarahaan dibagian tersebut.

Fecal Impaction

Kondisi semebli kronis yang berlangsung lama akan dapat menyebakan pengumpulan feses yang keras dan terjebak dibagian usus besar sehingga feses tidak akan dapat dikeluarkan memalui proses defekasi biasa.

Rektum Prolaps

Kondisi ini sembelit yang sudah kronis dan berlangsung dengan waktu yang lama akan dapat membuat bagian rektum atau bagian yang lebih dalam dari anus dapat menonjol kebagian luar karena feses keras pada sembelit mendorong bagian ini dengan keras.

Cara Mengatasi Sembelit

Sesuai dengan penyebabnya ada cukup banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sembelir mulai dari perubahan gaya hidup, menata pola makan yang lebih baik dan juga jalan obat-obatan pencahar atau pencuci perut. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja cara mengatasi sembelit, maka mari kita simak dibawah ini.

Memperbaiki Gaya Hidup

Gaya hidup adalah salah satu faktor penyumbang terbesar yang dapat meningkatkan resiko terkena sembelit. Untuk itulah dalam hal ini merubah dan memperbaiki gaya hidup pada pola yang lebih sehat akan bisa difungsikan untuk mencegah sembelit menghampiri anda. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan:

Rajin Berolahraga

Aktivitas fisik yang dilakukan dengn rutin akan dapat meningkatkan kekuatan otot usus serta pergerakannya. Hal ini akan dapat berperan dengan baik dalam melancarkan sistem pencernaan dan membantu mengatasi sembelit yang dialami. Untuk itu mulailah rajin berolahraga untuk hidup yang lebih sehat.

Tingkatkan Asupan Serat dalam Tubuh

Konsumsi serat yang cukup dalam tubuh akan dapat membuat feses yang keras menjadi lebih lunak dan licin. Sehingga demikian akan memudahkan bagian ini untuk keluar melalui usus. Kandungan serat yang banyak bisa dijumpai pakan sayur dan buah-buahan.

Untuk itulah mulai sertakan sayur dan buah pada menu makanan anda sehari-hari. Bila perlu dominasi makanan anda dengan dua bahan makanan ini. Selain sehat, konsumsi jenis makanan ini dalam jumlah banyak tidak akan beresiko obesitas untuk anda.

Jangan Membiasakan Menahan BAB

Ketika anda sudah merasa tak tahan ingin buang air besar maka sebaiknya segera penuhi hasrat buang air anda. Kebiasaan menunda-nunda buang air akan membuat feses menjadi tertahan didalam dan efeknya aka membuatnya semakin keras dan sulit untuk dikeluarkan.

Untuk itu usahakan untuk berhenti sejenak dari aktifitas anda saat anda merasa tak tahan ingin buang air besar. Saat diperjalanan usahakan untuk meminta orang lain mentolelir anda untuk buang air besar.

Konsumsi Banyak Air Putih

Seperti yang dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya untuk memperlancar pencernaan bukan hanya serat yang akan dapat membantu proses ini, namun juga peran cairan dalam tubuh akan sangat membantu. Untuk itu maka pastikan bila anda mengkonsumsi banyak air putih sesuai dengan aturan yang dianjurkan. 

Obat Sembelit

Beberapa obat-obatan bisa digunakan untuk mengatasi sembelit agar bisa segera melega. Akan tetapi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu saat anda memutuskan untuk menggunakan obat-obatan sebagai solusi untuk mengatasi sembelit yang anda rasakan.

Dosis yang tepat dengan jenis obat yang tepat akan membuat penyembuhan berjalan dengan lebih optimal. Nah, untuk mengetahui jenis obatan-obatan yang bisa digunakan untuk mengatasi sembelit maka mari kita simak dibawah ini.

Agen Pembentuk Serat

Obat ini merupakan suplemen penambah serat pada feses agar tidak keras dan sulit dikeluarkan, jenisnya diantaranya adalah psyllium, kalsium , metilselulosa, polycarbophil dan guar gum.

Stimulan

Jenis obat ini berfungsi untuk meningkatkan pergerakan usus atau yang dikenal juga dengan istilah obat pencehar. Obat jenis ini misalnya senna, bisacodyl (contohnya dulcolax) dan minyak jarak. Perlu diketahui penggunaan obat-obatan ini tidak cocok untuk dikonsumsi pada jangka panjang. Untuk itu sebaiknya segera hubungi dokter bila setelah mencoba salah satu obat ini anda tak kunjung sembuh.

Emolien

Obat jenis ini adalah obat yang berfungsi untuk melunakan feses yang keras. Akan tetapi jenis obat ini kurang efektif bila dibandingkan dengan obat lainnya. Adapun jenis obat ini diantaranya adalah emolien docusate atau minyak mineral.

Jenis obat-obatan diatas dapat digunakan pada anak, akan tetapi dosisnya haruslah disesuaikan. Untuk itu mintalah resep dokter pada saat anda akan memberikan jenis obat-obatan diatas pada anak-anak. Sebagian besar obat-obata diatas tidak diperkenanakan diberikan pada bayi.

Demikianlah penjelasan mengenai sembelit atau konstipasi. Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, maka sebaiknya segeralah kunjungi dokter. Dokter akan paham betul bagaimana mengatasi kondisi sembelit dengan metode pengobatan dan pemberian obat-obatan yang lebih tepat.

 Selain itu dosis yang diberikan tentu akan melalui pertimbangan yang matang dengan kondisi kesehatan dan riwayat penyakit yang mungkin dialami oleh si pasien. Sehingga penyembuhan akan berjalan dengan lebih optimal. 

Sistem Pencernaan Pada Manusia (Pengertian, Jenis dan Fungsi)

Salah satu kebutuhan utama makhluk hidup agar mereka bisa bertahan adalah makanan.

Makanan dibutuhkan oleh mahluk hidup sebagai energi, yang mana konsumsi makanan yang disantap akan diuraikan oleh tubuh menjadi sumber energi si manusia itu sendiri agar mereka bisa bertahan hidup. Akan tetapi bukan hanya semata memenuhi kebutuhan energi, konsumsi makanan pada makhluk hidup akan dapat diuraikan oeh tubuh menjadi beberapa komponen penyusun sel dan jaringan, juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.

Untuk itulah makanan yang dikonsumsi oleh makhluk hidup terutama manusia hendaknya makanan yang memiliki kandungan dan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan juga air. Untuk menyerap gizi yang terkadung, makanan perlu dicerna terlebih dahulu. Dalam  pencernaan akan berlangsung proses perubahan makanan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana yang disebut dengan proses pencernaan makanan.

Sistem pencernaan pada tubuh manusia adalah serangkaian proses yang bekerja mengubah dan memecah molekul makanan dengan bentuk yang masih kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana dengan bantuan enzim dan menyerap sari makanan yang dibutuhkan oleh tubuh si manusia itu sendiri.

Ada beberapa organ yang ikut bekerja dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia. Mulai dari organ paling luar hingga keorgan dalam dan berlangsung pada organ inti. Organ luar dari sistem pencernaan dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, pankreas, hati, usus dan bagian terakhir atau bagian pembuangan adalah dibagian anus.

Didalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah yang akan membantu manusia untuk mengunyah makanannya menjadi lebih lembut sehingga demikian makanan yang dimakan akan dapat ditelan dan masuk kebagian organ dalam melalui bagian tenggorokan.

Nah untuk membantu pemahaman anda lebih dalam dan lebih jelas seputar sistem pencernaan pada manusia maka mari kita bahas secara lebih dalam topik menarik ini simak dibawah ini.

Pengertian Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem pencernaan merupakan sistem dalam tubuh yang bekerja untuk memproses dan mengubah makanan serta menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu sistem pencernaan juga bekerja untuk memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul-molekul yang sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.

Sama halnya dengan sistem pencernaan pada hewan, sistem pencernaan pada manusia terdiri dari serangkaian organ yang memiliki perannya masing-masing. Adapun serangkaian dari organ-organ tersebut adalah organ luar, dalam dan organ inti seperti yang telah dibahas diatas yakni mulut, lambung, usus dan bagian pembuangan melewati bagian usus untuk membuang zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu proses pencernaan pada manusisa teragi kedalam 5 bagian, yakni:

Proses Pencernaan Injesti

Proses pencernaan ini adalah sebuah proses menaruh atau memasukkan makanan dibagian mulut. Proses ini biasanya melibatkan tangan atau dengan menggunakan bantuan alat seperti sendok, garpu, sumpit dan lain sebagainya.

Proses ini dapat dikatakan sebagai proses pencernaan paling awal dimana dibagian ini makanan akan mulai dihaluskan dan dibentuk pada molekul yang lebih sederhana sehingga dapat ditelan dan dimasukkan kedalam tubuh melalui tenggorokan untuk kemudian akan dialirkan kebagian sistem pencernaan dengan perlahan.

Proses Pencernaan Mekanik

Proses pencernaan mekanik adalah sebuah proses mengubah makanan kecil dan lembut. Pada proses ini biasanya organ-organ yang ikut dilibatkan untuk melakukan proses ini diantaranya adalah gigi dan alat bantu lain seperti halnya kerikil pada burung merpati.

Proses ini pada umumnya bertujuan untuk membantu dan mempermudah proses pencernaan kimiawi atau pada proses selanjutnya. Selain itu proses ini dilakukan secara sadar sesuai dengan keinginan kita.

Proses Pencernaan Kimiawi

Proses pencernaan ini merupakan proses dimana makanan yang masih berbentuk pada molekul yang kompleks akan dilembutkan pada proses ini serta dibuat menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana sehingga akan lebih mudah untuk bagian sistem pencernaan dalam untuk memprosesnya.

Proses pecernaan kimiawi dilakukan oleh enzim, asam, 'bile' dan juga air. Proses ini dilakukan secara tidak sadar karena yang mengatur jalannya proses ini adalah enzim. Dengan demikian ketika makanan yang telah masuk kebagian dalam dan diproses maka proses ini tidak akan anda sadari.

Proses Penyerapan

Proses ini adalah gerakan nutrisi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulator dan lymphatic capallaries melalui osmosis, transport aktif dan juga difusi.

Proses Penyingkiran/Pembuangan

Proses ini adalah bagian dari proses terakhir dari serangkaian proses pencernaan. Pada proses ini material yang tidak dicerna dari "tract" pencernaan akan dibuang oleh tubuh melalui bagian defekasi. Dengan demikian manusia akan mengalami pembuangan zat sisa melalui buang air besar.

Itulah dia serangkaian organ dalam sistem pencernaan manusia. Semua organ ini akan bekerja dengan silih berganti dan memainkan perannya dengan baik. Akan tetapi terkadang kinerja sistem pencernaan yang terlalu berat dalam mencerna jenis makanan yang keras dan berhaya akan membuat bagian ini mengalami masalah.

Apalagi diperparah dengan tidak adanya kandungan serat pada makanan akan mungkin membuat bagian organ sistem pencernaan mengalami kesulitan mencerna makanan. Akibatnya ketika bagian pencernaan mengalami masalah maka akan pula berpengaruh terhadap kesehatan anda.

Untuk itu maka sebaiknya jaga pola makan anda dan perhatikan jenis makanan dan minuman yang anda konsumsi. Konsumsi buah dan sayur akan dapat melancarkan sistem pencernaan.

Organ Dalam Sistem Pencernaan Manusia

Terdapat beberapa organ yang melibatkan sistem pencernaan pada manusia, termasuk dalam sistem pencernaan yang terbagi kedalam dua kelompok, yakni diantaranya adalah:

Saluran Pencernaan

Saluran pencernaan adalah bagian saluran yang berbentuk serupa dengan tabung yang dikelilingi oleh otot yang membentang. Saluran ini bekerja dengan kontinyu atau terus-menerus. Adapun fungsi dan kinerja dari saluran ini adalah mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah.

Organ-organ yang termasuk didalamnya adalah organ mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus dan usus besar. Dari bagian usus besar makanan akan dibuang keluar dari tubuh dengan memalui anus sebagai organ paling luar dari sistem pencernaan. Melalui organ-organ ini makanan yang dikeluarkan adalah material yang tak lagi dibutuhkan oleh tubuh seperti zat-zat sisa.

Organ Pencernaan Tambahan

Fungsi dari organ pencernaan tambahan ini bekerja untuk mendukung dan membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya. Adapun beberapa jenis organ ini diantaranya adalah gigi dan lidah yang terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta dibagian kelenjar pecernaan yang akan dihubungkan secara langsung ke bagian saluran pencernaan melalui sebuah saluran.

Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam memecah bahan makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Gigi, lidah, kantung empedu, beberapa kelenjar pencernaan seperti halnya kelenjar ludah, hati dna juga bagian pankreas.

Bagian-Bagian Sistem Pencernaan Manusia

Terdapat serangkaian organ dalam sistem pencernaan manusia yang tersusun secara berurutan. Dari bagian paling luar yang terbagi kedalam bagian saluran pencernaan pendukung atau tambahan yakni gigi dan lidah, makanan akan masuk dibagian ini dan dipecah kedalam molekul yang lebih lembut sehigga bisa masuk kedalam bagian sistem pencernaan dengan melewati bagian tenggorokan.

Proses pencernaan pada bagian ini akan lebih mungkin dirasakan secara sadar oleh manusia dan bisa dilakukan dibawah sadar manusia sesuai dengan keinginannya. Akan tetapi setelah masuk kedalam tubuh, maka molekul makanan yang masih terbentuk pada molekul yang kompleks akan diproses dan dicerna dibagain dalam sistem pencernaan.

Dalam proses ini enzim mengambil kendali untuk proses yang satu ini. Dengan demikian proses ini mungkin tidak akan anda sadari. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja bagian-bagian pada sistem pencernaan manusia, mari simak dibawah ini.

bagian sistem pencernaa

  1. Bagian ini adalah kelenjar ludah (bagian paling luar dari sistem pencernaan manusia sekaligus saluran pencernaan tambahan)
  2. Bagian ini adalah parotis
  3. Bagian ini merupakan submandibularis (letaknya berada dibawah rahang)
  4. Ini adalah sublingualis (letaknya berada dibawah lidah)
  5. Bagian ini adalah rongga mulut (didalamnya termasuk gigi dan lidah)
  6. Bagian ini adalah tonsil (Amandel)
  7. Bagian ini adalah lidah
  8. Bagian ini bernama esofagus
  9. Bagian ini adalah pankreas (bagian dalam sistem pencernaan)
  10. Ini adalah lambung
  11. Bagian ini dinamakan saluran pankreas
  12. Hati
  13. Bagian ini bernama kantung empedu
  14. duodenum
  15. Organ ini dinamakan saluran empedu
  16. Bagian ini bernama kolon
  17. Organ ini namanya kolon transversum
  18. Ini adalah kolon ascenden
  19. Bagian ini dinamakan kolon descenden
  20. Bagian ini diberi nama ileum
  21. Bagian pencernaan ini bernama sekum
  22. Organ pencernaan ini bernama appendiks/Umbai cacing
  23. Bagian ini adalah rektum/Poros usus
  24. Bagian terakhir adalah anus (sekaligus bagian paling akhir dari sistem pencernaan manusia)

Proses Pencernaan Makanan dalam Sistem Pencernaan Manusia

Proses berlangsungnya pencernaan makanan akan bermula dari mulut sebagai bagian terluar dari rangkaian proses pencernaan. Dari bagian inilah makanan atau minuman akan pertama kali masuk kedalam tubuh. Dibagian ini pencernaan mekanik akan dilakukan dengan berlangsungnya proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi dalam waktu yang bersamaan mulai berlangsung menggunakan enzim ptialin (amilase).

Enzim ptialin berfungsi untuk mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat atau yang dalam istilah medis disebut dengan amilum menjadi gula sederhana atau maltosa.

Dalam hal ini maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 sampai dengan 7 pada suhu antara 37 derajat Celcius.

Proses selanjutnya makanan yang sudah dihaluskan dengan menggunakan gigi dan dikunyah akan dibawa kebagian lambung dengan melalui bagian kerongkongan atau tenggorokan. Dalam hal ini makanan bisa turun kebagian lambung kebawah karena adanya kontraksi otot-otot dibagian kerongkongan.

Dibagian lambung makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim yang berperan mengontrol proses ini. Adapun beberapa zat yang mengontrol proses ini diantaranya adalah:

  • Renin, bagian ini berfungsi untuk mengendapkan protein yang terdapat pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Pada proses ini zat renin hanya dimiliki oleh bayi karena mereka masih mengkonsumsi ASI dari ibunya.
  • Pepsin, zat ini berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
  • HCI (Asam Klorida), zat ini berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagian desinfektan, serta untuk merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada bagian usus halus ditubuh manusia.
  • Lipase, zat ini berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Akan tetapi dalam tubuh lipase hanya diproduksi dalam jumlah yang kecil.

Setelah makanan yang diproses dibagian lambung yang membutuhkan waktu selama kurang lebih 3-4 jam, makanan tersebut akan mulai dibawa menuju usus dua belas jari. Dibagian tersebut terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari bagain pankreas, diantaranya adalah:

  • Amilase. Enzim ini adalah enzim yang mengibah zat tepung (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa)
  • Lipase. Yakni enzim yang mengubah lemak pada makanan yang masuk kedalam tubuh menjadi gliserol.
  • Tripsinogen. Apabila belum aktif maka enzim ini akan diaktifkan menjadi enzim tripsin, yakni enzim yang mengibat protein dan pepton dari bahan makanan yang masuk kedalam bagian pencernaan menjadi zat dipeptida dan asam amino yang diap diserap oleh usu halus.

Bukan hanya itu dari bagian ini terdapat pula empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung didalam kantung empedu. Untuk selanjutnya, empedu ini akan disalurkan kedalam usus melalui saluran empedu ke usus dua belas jari.

Bagian empedu mengadung garam-garam empedu dan zat warna empedu yang dinamakan dengan bilirubin. Dalam hal ini garam-garam yang terkandung pada empedu memiliki fungsi untuk mengemulsikan lemak. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada fases.

Dari bagian ini selanjutnya makanan akan dibawa menuju bagian usus halus. Dibagian ini terjadi proses pencernaan kimiawi yang melibatkan berbagai enzim pencernaan. Selanjutnya proses akan dilanjutkan pada proses penyerapan (absorbsi) yang berlangsung di usus kosong da sebagian besar usus penyerap.

Untuk makanan yang tidak dicerna oleh usus halus, misalnya seperti jenis selulosa bersama dengan lendir bagian ini akan maju kebagian usus besar menjadi feses. Didalam usus besar terdapat bakteri yang dinamakan dengan Escherichia coli. Bakteri ini bekerja dalam membantu proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain bekerja untuk membusukan sisa makanan, bateri E.coli juga dapat menghasilkan vitamin K. Vitamin ini akan dapat berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengadung air.

Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air akan diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari bagian usus besar. Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui bagian anus berupa fases. Proses ini dinamakan dengan proses defekasi dan dilakukan dengan sadar oleh manusia.

Ada cukup banyak masalah yang seringkali menyerang bagian ini. Salah satu masalah yang sering menyerang bagian system pencernaan selain disebabkan oleh virus dan bakteri, masalah yang seringkali muncul datang dari si manusia itu sendiri.

Dalam hal ini biasanya gaya hidup seringkali mempengaruhi bagian pencernaan mengalami masalah. Seperti halnya dengan kurang selektif dalam memilih makanan. Konsumsi makanan pedas dan keras akan menyebabkan bagian ini mengalami masalah.

Selain itu mendukung system pencernaan agar dapat berjalan dengan lancar memproses makanan yang dikonsumsi. Maka bantulah dengan konsumsi sayur dan buah yang memiliki kandungan serat yang tinggi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai system pencernaan pada manusia. Sistem pencernaan adalah bagian penting dalam tubuh. Untuk itu penting sekali mengupayakan segala hal agar bagian ini tidak mengalami gangguan. Semoga artikel kali ini memberikan cukup informasi untuk anda dan kita semua. 

Waspada Kanker Usus Besar, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Sampai saat ini kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan banyak memakan jiwa.

Kanker itu sendiri disebabkan karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak normal pada tubuh. Kanker juga bisa menyerang organ-organ pada sistem pencernaan, dimana salah satu organ yang biasanya terkena kanker yaitu usus.

Kanker usus itu sendiri sebenarnya dibedakan menjadi 2 macam, yakni kanker usus halus dan kanker usus besar. Namun, kanker usus yang sering terjadi yaitu kanker usus besar. Kanker usus besar bisa diderita oleh siapa saja, tidak mengenal usia. Meskipun sebanyak 60 persen penderitanya berusia di atas 60 tahun.

Berbeda dengan kanker kulit yang langsung bisa terlihat oleh mata, kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang tidak bisa terlihat oleh mata. Oleh karena itu, kita harus mencari tahu lebih dalam tentang penyakit yang satu ini. Baik itu penyebab, gejala dan cara pengobatan. Akan lebih baik jika penyakit kanker cepat diketahui, dengan tujuan untuk mendapatkan pengobatan dengan cepat. Minimnya pengetahuan akan kanker usus ini, baik itu penyebab dan gejalanya membuat banyak penderitanya harus berobat dalam kondisi yang sudah parah atau lanjut, bahkan sampai stadium akhir.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kanker usus besar, anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker yaitu karena adanya pertumbuhan sel di area tubuh tertentu yang diserang, yang mana pertumbuhannya tidak terkendali. Untuk kasus kanker usus besar itu sendiri, pertumbuhan sel tersebut berawal dalam gumpalan sel yang terdapat di lapisan usus bagian dalam. Kemudian, menjalar serta menghancurkan sel-sel lain yang ada di sekitarnya. Bahkan bisa saja menjalar ke area tubuh yang lainnya.

Awalnya, sel-sel yang diproduksi oleh lapisan usus tersebut tidak membahayakan, bahkan memiliki manfaat yakni untuk menjaga kenormalan fungsi tubuh. Belum diketahui pemicu sel-sel tersebut rusak, kemudian menjadi sel kanker dan tumbuh dengan tidak terkendali.

Meskipun penyebab pasti kanker usus besar tidak diketahui. Tetapi hal-hal seperti berikut diyakini dapat meningkatkan seseorang terkena kanker usus besar.

1. Makanan

Makanan merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya kanker pada usus besar. Untuk mencegah timbulnya kanker ini, pengaturan terhadap makanan merupakan salah satu hal yang penting.

Tidak ada makanan yang dapat menyebabkan kanker. Namun, makanan yang kita konsumsi dapat meningkatkan resiko kita terkena kanker, terutama kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena sisa-sisa makanan yang dicerna melewati usus besar. Pada saat sisa makanan tersebut melewati usus besar, maka sisa makanan akan bersinggungan langsung dengan sel-sel pada usus besar. Sehingga dengan begitu, senyawa karsinogenik yang berada pada sisa makanan bisa mempengaruhi sel-sel tersebut.

2. Bakteri Pada Makanan

Bakteri memiliki peranan terhadap timbulnya kanker usus besar. Pasalnya, bakteri mampu merubah asam empedu. Yang mana asam tersebut dikeluarkan oleh tubuh  dengan fungsi untuk membantu dalam mencerna lemak, menjadi suatu senyawa yang dapat memicu timbulnya kanker.

Senyawa yang dimaksud disebut dengan asam empedu sekunder. Secara normal, asam ini dikeluarkan tubuh untuk membantu dalam mencerna lemak. Semakin banyak lemak yang kita konsumsi, maka asam empedu yang dihasilkan pun akan semakin banyak. Terdapat beberapa makanan yang mengandung lemak seperti daging merah, makanan olahan, keju dan lain sebagainya.

3. Konsumsi Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol memang tidak baik untuk kesehatan. Bahkan diketahui, minuman ini juga bisa meningkatkan resiko seseorang terkena kanker usus.

4. Keturunan

Diketahui faktor keturunan merupakan faktor utama penyebab kanker usus besar. Keluarga yang dengan riwayat kanker usus besar, memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker usus besar.

5. Lingkungan

Lingkungan juga memiliki peran besar dalam perkembangan kanker usus besar. Lingkungan dimana anda tinggal, siapa orang-orang yang berada di sekitar anda, apa pekerjaan anda, itu semua daat mempengaruhi seseorang terkena kanker usus besar.

Gejala Kanker Usus Besar

Ada beberapa gejala kanker usus besar seperti di bawah:

  • Terdapat darah pada tinja ketika buang air besar.
  • Perut terasa tidak nyaman, seperti perut kembung, kram perut atau adanya rasa sakit.
  • Perut terasa lebih penuh.
  • Adanya perubahan ketika buang air besar, seperti diare, sembelit atau perubahan konsistensi tinja.

Usus merupakan bagian terpenting pada sistem pencernaan, sehingga gejala di atas merupakan gejala yang dominan ditimbulkan. Karena penyakit ini kanker, maka gejala umum yang ditunjukan yaitu penderitanya mengalami lelah, lemah, serta adanya penurunan berat badan tanpa adanya sebab yang jelas.

Namun, banyak orang yang menderita kanker usus besar tidak mengalami gejala apapun dalam tahap awal. Pada saat gejala muncul, mungkin stadium kanker itu sendiri bervariasi, tergantung ukuran dan lokasinya.

Tahap Kanker Usus Besar

Terdapat empat tahap kanker usus besar yang menentukan keparahannya seperti di bawah:

Kanker Stadium 1

Pada stadium 1, kanker sudah tumbuh dalam usus besar. Namun, dalam tahap ini kanker belum tersebar karena masih terhalang dinding usus.

Kanker Stadium 2

Pada stadium 2, kanker sudah menyebar ke dinding usus besar, bahkan sudah menembus.

Kanker Stadium 3

Kelenjar getah bening yang berdekatan dengan usus besar pada tahap ini sudah digerogoti oleh kanker.

Kanker Stadium 4

Tahap ini merupakan tahap yang paling parah, pasalnya pada tahap ini kanker sudah semakin menyebar jauh, serta menyerang organ tubuh lainnya, seperti paru-paru dan hati.

Cara Mengobati Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Berikut ini jenis pengobatan kanker usus besar.

Kemotrapi

Kemotrapi merupakan pengobatan kanker usus besar dengan cara membunuh sel-sel kanker dengan obat-obatan. Obat-obatan yang dimaksud bisa berbentuk tablet yang kemudian diminum, infus atau kombinasi di antara keduanya.

Biasanya kemotrapi akan dilakukan sebelum operasi, tujuannya yaitu untuk menyusutkan tumor, memperlambat penyebaran kanker atau meredakan gejala yang dirasakan  oleh pasien. Selain itu, kemotrapi juga bisa dilakukan pasca operasi dengan tujuan untuk mencegah kanker.

Radioterapi

Sama halnya dengan kemotrapi, radioterapi juga memiliki tujuan untuk membunuh sel kanker. Namun, pada  pengobatan ini bukan menggunakan obat melainkan pancaran radiasi.

Radioterapi dilakukan sebelum operasi untuk memperkecil ukuran tumor atau untuk meringankan gejala jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Radioterapi yang dilakukan pasca operasi bertujuan untuk mencegah kanker agar tidak kembali.

Operasi

Operasi yang dilakukan sebagai pengobatan kanker usus besar biasanya akan dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan kanker itu sendiri. Apabila kanker masih dalam tahap awal, biasanya opersi akan dilakukan melalui kolonoskopi untuk menghilangkan tumbuhnya kanker. Apabila tidak bisa dilakukan kolonoskopi, bisa juga melalui laparoskopi.

Sedangkan prosedur kedua disebut dengan operasi kolostomi. Dimana operasi ini dilakukan ketika kanker menyebar melalui dinding usus. Usus besar yang digerogoti oleh kanker pada operasi ini akan diangkat. Tidak hanya itu, kelenjar getah bening pun akan diangkat.

Jika keadaan pasien sangat parah diakibatkan karena penyebaran kanker, maka operasi yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejala. Biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi atau radioterapi.

Kanker usus besar bisa kita cegah yaitu dengan memperkecil resiko penyakit tersebut. Untuk mencegah penyakit berbahaya ini, kita bisa menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat, mengurangi konsumsi alkohol, menghindari asap rokok, mempertahankan berat badan ideal atau sehat, serta rutin berolahraga.

Nyeri Ulu Hati, Penyebab dan Pengobatan

Salah satu gangguan pencernaan yang banyak dikeluhkan yaitu nyeri ulu hati. Biasanya keluhan ini dikaitkan dengan sakit maag, atau gangguan lainnya yang menyerang lambung.

Ulu hati atau epigastrium merupakan salah satu bagian dari sembilan pembagian lokasi perut. Dimana ulu hati ini terletak di antara ujung tulang dada bawah dan di bawah lengkungan tulang iga. Di area ulu hati ini terdapat organ-organ lainnya seperti, lambung, usus 12 jari, pankreas, otot, bagian atas ujung hati, fasia, dan peritoneum. Gangguan atau rasa sakit yang ditimbulkan di daerah ini kemudian disebut dengan nyeri ulu hati.

Penyebab dan Gejala Nyeri Ulu Hati

Penyakit Kantong Empedu

Kantong empedu merupakan kantong berukuran kecil yang terletak di bawah hati. Kantong yang satu ini menyimpan cairan yang berfungsi untuk membantu tubuh dalam mencerna lemak. Cairan yang dimaksud yaitu cairan empedu.

Ketika kantong empedu bermasalah, maka rasa sakit yang luar biasa akan dirasakan oleh penderitanya. Rasa sakit ini bisa saja diiringi dengan gejala lainnya seperti mual, demam, muntah, adanya perubahan warna pada tinja, tubuh gemetar, dan terasa nyeri di bagian dada.

Tukak Peptik

Tukak peptik merupakan luka yang terdapat pada lapisan dinding lambung dan usus kecil. Luka tersebut bisa terjadi karena zat asam yang terdapat di dalam saluran pencernaan merusak permukaan lambung dan usus kecil bagian dalam. Selain itu, zat asam tersebut mampu menyebabkan luka terbuka yang akan sangat menyakitkan, bahkan akan membuatnya mengeluarkan darah.

Luka yang ditimbulkan tersebut bisa disebabkan karena adanya bakteri yang menginfeksi atau penggunaan dari obat-obatan. Tukak lambung ini tidak disebabkan oleh stres ataupun makanan bercita rasa pedas.

Ketika penderita mengalami tukak peptik, maka rasa nyeri bisa dirasakan. Rasa nyeri akan dirasakan pada ulu hati. Namun selain itu, rasa nyeri pun bisa dirasakan pada area pusar sampai dada. Ketika perut dalam keadaan kosong pada malam hari, penderitanya akan merasakan sakit yang teramat sakit. Nyeri yang dirasa bisa datang ataupun pergi dalam hitungan hari atau minggu.

Meskipun gejala yang ditimbulkan jarang terjadi, tetapi biasanya gejala yang timbul akibat tukak peptik yaitu terdapat darah pada tinja, muntah darah, mual, adanya perubahan pada nafsu makan, serta berat badan menurun.

Gastritis

Gastritis merupakan peradangan pada lambung yang menimbulkan berbagai macam gejala. Gejala yang paling dominan ditimbulkan yaitu nyeri pada ulu hati. Peradangan ini terjadi pada lapisan lambung. Bahkan peradangan yang terjadi bisa mencapai pada lapisan yang terdalam. Selain nyeri pada ulu hati, gangguan ini juga bisa menyebabkan turunnya berat badan.

Penyakit Hati

Hepatitis merupakan penyakit hati, dimana rasa sakit bisa dirasakan di daerah ulu hati. Penyebab peradangan ulu hati paling sering yaitu disebabkan karena adanya infeksi oleh virus. Selain nyeri ulu hati, gejala lainnya yang muncul yaitu adanya perubahan warna pada kulit yang mana kulit menjadi kuning dan sklera mata, serta demam dan badan lemas.

Refluks Asam Lambung

Penyakit GERD atau gastroesophageal reflux  merupakan suatu keadaan dimana penderitanya merasakan sensasi terbakar di bagian belakang tulang dada. Sensasi ini juga biasanya dirasakan di sekitar ulu hati. Keadaan ini terjadi disebabkan karena regurgitasi atau keadaan dimana naiknya asam lambung dan makanan dari lambung ke esofagus(kerongkongan). Gejala yang timbul yaitu adanya rasa mual dan perasaan dimana ada makanan di belakang dada.

Kanker Lambung

Penyakit yang satu ini terjadi ketika ada sel kanker ganas terbentuk di lambung. Pria perokok berusia 55 tahun ke atas, selalu mengkonsumsi makanan mengandung garam tinggi, serta orang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini merupakan kalangan yang memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung. 

Kanker lambung akan menyebabkan sakit di bagian ulu hati. Namun selain itu, penderita juga akan mengalami muntah darah serta berat badan menurun.

Preeklamsia

Preeklamsia merupakan keadaan komplikasi dari penyakit darah tinggi yang diderita oleh ibu hamil, yang mana tidak mendapatkan penanganan dengan benar. Penyakit yang satu ini bisa merusak organ dalam tubuh, salah satunya yaitu ginjal.

Apabila kondisi ini sudah parah, maka sakit yang dirasa di ulu hati akan terasa signifikan. Selain itu, penderitanya akan diiringi dengan muntah.

Sindrom Iritasi Usus

Sindrom iritasi usus bisa menjadi penyebab sakit ulu hati. Penyakit ini biasanya ditandai dengan kram perut, sering buang gas, perut kembung, serta adanya perubahan frekuensi buang air besar. Penyakit ini terjadi karena otot pada dinding usus bergerak lebih kuat dan lama ketika membawa makanan.

Penyebab pasti dari penyakit ini belum pasti. Namun berdasarkan penelitian, wanita, orang yang berusia 45 tahun ke bawah, orang yang memiliki gangguan kesehatan mental, sering mengalami depresi dan cemas, serta memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini memiliki resiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Pankreatitis

Pankreas merupakan organ penghasil enzim, yang mana enzim tersebut berfungsi untuk membantu proses pencernaan serta hormon untuk mengatur tubuh dalam memproses gula. Pankreatitis merupakan gangguan dimana ketika pankreas meradang.

Gejala penyakit ini yaitu terdapat rasa sakit hinggga menjalar ke punggung, yang mana rasa sakit ini seringkali diiringi dengan muntah. Selain itu, gejala lain yang ditunjukan yaitu adanya perubahan wana di sekitar pusar atau panggul, sesudah makan rasa sakit pada perut semakin parah, serta perut menjadi kaku. Sedangkan pada pankreatitis kronis, penderitanya akan mengalami penurunan berat badan, serta mengeluarkan tinja yang berbau tidak biasa.

Heartburn

Gangguan ini hampir sama dengan GERD. Namun, dalam kondisi ini sensasi terbakar serta nyeri pada ulu hati terjadi dikarenakan sekresi asam lambung tinggi. Asam ini disekresikan oleh lambung, dimana asam tersebut bisa juga kembali ke esofagus atau kerongkongan, mirip dengan GERD.

Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan penyakit inflamasi yang terjadi pada lambung dan usus. Dimana keadaan ini disebabkan karena infeksi oleh bakteri maupun virus. Gejala utama yang timbul yaitu sakit pada perut, mual, mencret dan demam.

Cara Mengobati Nyeri Ulu Hati

Pengobatan nyeri ulu hati akan dilakukan tergantung pada penyebabnya. Terkadang nyeri ulu hati hanya akan terjadi dalam waktu beberapa jam saja. Dimana nyeri ulu hati seperti ini pada umumya tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi apabila sakit menetap dan terkait dengan penyakit lainnya, maka pengobatan pun harus dilakukan.

Anda bisa mengatasi nyeri ulu hati sendiri di rumah dengan mudah seperti:

  • Ketika merasa sakit pada ulu hati, maka sebisa mungkin konsumsi makanan yang ringan.
  • Hindari minum minuman yang mengandung kafein dan alkohol.
  • Jangan mengkonsumsi makanan yang dapat mengiritasi perut.

Sakit ulu hati ringan tidak akan mengancam nyawa dan akan hilang dengan melakukan perubahan gaya hidup serta melakukan hal-hal di atas. Akan tetapi, jika nyeri ulu hati menetap dan parah, bahkan disertai dengan gejala lainnya, maka dari itu diperlukan penanganan medis dengan segara. Dan penanganan yang terbaik yaitu dengan membawa penderitanya langsung ke dokter.

Muntah Darah Pertanda Adanya Penyakit Serius, Kenali Penyebab Sampai Pengobatan

Muntah merupakan suatu kondisi dimana semua isi perut keluar dengan terpaksa, baik itu melalui mulut atau melalui hidung.

Namun, dalam beberapa kasus terkadang muntahan yang dikeluarkan bercampur dengan darah atau hanya berisi darah saja. Apapun keadaannya, muntah darah tidak bisa diabaikan. Pasalnya, muntah darah bisa menjadi masalah atau gejala adanya penyakit yang serius. Sehingga dengan begitu, banyak orang yang merasa takut setelah mengalami muntah darah. Bahkan terkadang berbagai macam pertanyaan terlintas di kepala, akan penyebab, bahaya serta cara mengatasinya.

Muntah dari itu sendiri dalam bahasa kedokteran disebut dengan hematemesis, yakni adanya darah dalam jumlah yang besar keluar dari mulut melalui muntah.

Warna darah yang keluar itu sendiri berbeda-beda, ada darah yang berwarna merah cerah, kehitaman atau muntah darah dengan disertai buang air besar berdarah.

Darah Merah Segar

Volume darah berwarna merah segar ini biasanya akan keluar cukup banyak. Dimana keadaan ini merupakan suatu indikasi bahwa lambung dalam keadaan yang cukup parah.

Darah Kehitaman

Darah yang keluar dan berwarna kehitaman bisa menjadi indikasi bahwa ada luka, dimana luka tersebut mengeluarkan darah di dalam lambung. Darah ini sudah ada di dalam tubuh dalam waktu yang lama, kemudian bercampur dengan asam lambung, sehingga dengan begitu reaksi di antara keduanya menjadi kehitaman. Keadaan ini menjadi indikasi bahwa penyakit yang diderita masih belum parah. Namun, meskipun begitu kita harus lebih waspada dan jangan mengabaikannya. Karena dalam waktu yang lama penyakit ini juga akan menjadi parah.

Darah yang Disertai dengan Buag Air Besar

Ini merupakan jenis yang dikenal dengan hematemesis dan melena. Keadaan ini menunjukan bahwa pendarahan sudah parah. Gangguan yang terjadi biasanya bukan hanya terdapat di lambung, melainkan juga di usus. Melena itu sendiri yaitu buang air besar dengan tinja atau feses bercampur darah yang sudah berwarna kehitaman atau gelap.

Penyebab Muntah Darah

Penyebab muntah darah itu sendiri berbeda-beda. Di bawah ini beberapa penyebab muntah darah yang bisa anda simak.

Gastritis Parah

Gastritis yang sudah dalam keadaan parah sering menyebabkan penderitanya muntah darah. Pendarahan pada radang lambung ini terjadi karena adanya proses peradangan yang hebat, sehingga dengan begitu akan membuat pembuluh darah menjadi rusak atau pecah.

Tukak Lambung

Tukak lambung adalah penyebab muntah darah yang sering dialami oleh penderita. Dalam kondisi ini pendarahan terjadi karena luka pada lambung cukup dalam, sehingga akibatnya akan merusak pembuluh darah yang terdapat di dalam lapisan lambung itu sendiri.

Varises Esofagus

Adanya varises di esofagus biasanya tidak akan menimbulkan sakit. Namun, pada saat pembuluh darah vena pecah, maka darah yang keluar akan sangat banyak dan kondisi ini sangat berbahaya. Varises esofagus itu sendiri disebabkan paling sering oleh penyakit liver kronis serta sirosis hepatis.

Darah Tertelan

Seseorang bisa saja menelan darah. Keadaan-keadaan yang menyebabkan darah tertelan misalkan, setelah mengalami mimisan parah. Ketika darah terlalu banyak ditelan, maka darah tersebut akan kembali dimuntahkan.

Penyakit Refluks Gastroesofagus atau GERD

Penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik. Dimana asam lambung tersebut naik dari lambung menuju ke kerongkongan atau esofagus, sehingga dengan begitu asam lambung yang naik tersebut akan mengiritasi lapisan esofagus. Jika keadaan ini terjadi secara terus menerus, maka bisa saja menyebabkan muntah darah.

Selain itu, ada hal-hal lainnya yang menyebabkan muntah darah. Namun, penyebab ini jarang terjadi dibandingkan dengan penyebab di atas.

  • Penyakit darah(trombositopenia, anemia, hemofilia, atau leukeumia)
  • Menelan racun tertentu
  • Kanker lambung atau kanker kerongkongan
  • Gejala Muntah Darah

Gejala muntah darah yang muncul disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, beberapa gejala yang biasanya sering muncul bersama dengan muntah darah yaitu, mual, adanya perasaan tidak nyaman pada perut, dan sakit perut. Bahkan gejala lainnya bisa terjadi pada saat yang sama seperti demam, rasa nyeri, dan gejala lainnya.

Langkah Pengobatan Muntah Darah

Tindakan Awal

Tindakan awal untuk mengobati muntah darah mungkin memerlukan infus ke pembuluh darah. Hal ini bertujuan untuk memberikan cairan maupaun tranfusi darah apabila pendarahan terjadi begitu hebat dan parah. Sedangkan jika pendarahan kecil, maka infus tidak terlalu diperlukan.

Tindakan Lainnya

Pengobatan ini tergantung pada hal-hal yang menyebabkan muntah darah itu sendiri. Akan tetapi, pengobatan awal yang bisa dilakukan untuk menghentikan pendarahan yaitu dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan endoskopi. Bahkan, dalam beberapa kasus diperlukan operasi untuk mengontrol pendarahan. Jika pendarahan sudah bisa dihentikan atau tidak ada lagi darah yang keluar, maka perawatan selanjutnya akan dilakukan sesuai dengan penyebab muntah darah itu sendiri.

Muntah Darah Pada Anak

Selain orang dewasa, anak atau bahkan bayi juga bisa mengalami muntah darah. Bayi yang baru lahir sampai seminggu pertama bisa mengalami muntah darah. Namun, apabila bayi terlihat baik-baik saja, maka anda jangan merasa khawatir. Darah yang dimuntahkan oleh bayi tersebut biasanya adalah darah ibu yang tidak sengaja tertelan oleh bayi ketika proses persalinan. Untuk memeriksa keadaan lebih lanjut atau memastikan apakah darah tersebut darah sang ibu atau bukan, biasanya dokter akan memeriksanya di laboratorium.

Selain itu, bayi yang mengalami sakit berat karena infeksi bisa juga mengalami muntah darah. Keadaan ini disebabkan karena pada mukosa lambung terjadi erosi, yang terjadi akibat kadar hormon kortisol tinggi. Meningkatnya kadar hormon kortisol pada bayi disebabkan karena bayi mengalami infeksi berat.

Muntah darah bisa juga terjadi karena mimisan. Darah yang keluar dari hidung karena pembuluh darah pada lapisan hidung pecah bisa saja tertelan dan masuk ke dalam lambung anak, yang kemudian akan dimuntahkan kembali.

Batu yang keras bisa menyebabkan muntah darah. Karena kerasnya batuk, maka pembuluh darah yang terdapat di pangkal mulut bisa pecah, sehingga dengan begitu darah akan ditelan dan dikeluarkan kembali.

Muntah darah pada anak-anak juga bisa saja tejadi karena adanya kelainan pada darah, seperti kelainan pembekuan darah atau perdarahan. Selain itu, biasanya akan tampak gejala lainnya seperti gusi mudah berdarah, pendarahan pada kulit.

Terkadang, gumoh pada bayi bisa menyebabkan komplikasi. Salah satu komplikasi yang ditimbulkan yaitu muntah darah. Pasalnya, asam lambung yang naik lama kelamaan akan menyebabkan mukosa esofagus atau kerongkongan terluka, sehingga dengan begitu terjadi radang kerongkongan. Dalam keadaan ini, biasanya sebelum mengalami muntah darah bayi akan rewel, berat badan sulit naik, dan menolak ketika hendak diberi minum.

Penyebab kerongkongan lainnya yang menyebabkan muntah darah yaitu pembuluh darah yang terdapat di kerongkongan pecah. Ini merupakan penyakit yang serius. Kelainan yang terdapat pada hati dan pembuluh darah akan menyebabkan pembuluh darah melebar pada pembuluh darah vena yang terdapat di kerongkongan. Jika varises semakin melebar, maka dindingnya akan semakin menipis, gesekan yang terjadi dengan makanan akan membuatnya pecah, sehingga dengan begitu darah akan keluar dan dimuntahkan kembali.

Kesimpulannya, ketika muntah darah terjadi, baik itu pada orang dewasa atau pada bayi, segerlah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut, terlebih lagi jika disertai dengan gejala-gejala lainnya yang membahayakan.

Itulah penjelasan mengenai muntah darah, penyebab dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.

Kenali Penyakit Tukak Lambung! Gejala, Bahaya dan Pengobatan

Sistem pencernaan merupakan saluran yang berfungsi untuk mencerna makanan, memecah makanan tersebut dan merubahnya menjadi bagian yang lebih kecil serta menyerap bagian-bagian tersebut menuju pembuluh darah.

Sistem pencernaan terdiri dari organ-organ tertentu, dimana salah satunya yakni lambung. Lambung merupakan sebuah kantong yang terletak di bagian bawah sekat rongga badan. Yang mana lambung memiliki fungsi untuk mencerna makanan, serta menyerap sari-sari makanan.

Lambung rentan akan penyakit, dimana salah satu penyakit yang biasanya mempengaruhi lambung yaitu tukak lambung.

Tukak lambung itu sendiri merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, dimana penyakit yang satu ini bisa menyerang siapa saja dari segala usia. Namun meskipun begitu, biasanya orang yang memiliki resiko lebih tinggi mengalami tukak lambung yaitu pria dan berusia lebih dari 60 tahun.

Dalam bahasa medis, tukak lambung disebut dengan ulkus peptikum, yakni keadaan dimana mukosa atau dinding dalam lambung mengalami luka yang disebabkan karena lapisan tersebut terkikis oleh asam lambung. Selain itu, asam lambung juga akan menyebabkan luka pada kerongkongan atau bagian utama usus kecil.

Penyebab Tukak Lambung

Bakteri dan Penggunaan Obat Anti Inflamasi

Lambung dilapisi dengan dinding yang melindungi dari asam lambung. Meningkatnya asam lambung atau adanya penipisan pada selaput pelindung asam lambung bisa menyebabkan munculnya tukak lambung.

Perlindungan dinding lambung akan turun terhadap asam lambung disebabkan karena infeksi bakteri Helicobacter pylori sera penggunaan obat anti inflamasi non-steroid.

Infeksi karena bakteri Helicobacter pylori merupakan suatu kondisi umum yang biasanya tidak disadari oleh penderitanya. Konsumsi obat anti inflamasi non-steroid yang berkepanjangan akan menyebabkan tukak lambung, terlebih lagi bagi para lansia.

Rokok

Rokok bisa memicu penyakit tukak lambung, hal ini disebabkan karena adanya pengaruh dari tembakau sebagai bahan dasar rokok serta zat yang terdapat pada rokok. Seseorang yang aktif merokok bisa saja memiliki tukak lambung, sehingga dengan begitu jumlah penderita tukak lambung dari perokok aktif cukup banyak.

Alkohol

Apabila mengkonsumsi minuman mengandung alkohol terlalu sering dan dalam waktu yang cukup lama bisa menyebabkan tukak lambung.

Stress

Stress sebenarnya bukan menjadi penyebab tukak lambung, namun stress bisa memicu kambuhnya tukak lambung. Ketika pikiran sedang stress atau pusing karena masalah tertentu, biasanya sakit pada perut akan terasa diakibatkan karena tukak lambung parah.

Ciri dan Gejala Tukak Lambung

Sakit perut merupakan gejala yang paling menonjol ketika seseorang mengalami tukak lambung. Dimana sakit perut itu sendiri merupakan tanda bahwa mukosa mengalami pengikisan oleh asam lambung. Sakit perut sebagai gejala tukak lambung memiliki ciri-ciri seperti di bawah ini:

  • Ketika perut sedang dalam keadaan kosong, sakit akan semakin parah
  • Sakit akan muncul ketika malam hari
  • Sakit akan berkurang sementara jika mengkonsumsi obat penurun asam lambung
  • Sakit akan hilang dalam waktu beberapa hari, namun akan kambuh kembali

Selain sakit perut, tukak lambung juga akan disertai gejala lainnya seperti:

  • Berat badan menurun
  • Nafsu makan menurun
  • Mual dan muntah, dimana muntahan berwarna hitam
  • Warna tinja berubah warna menjadi hitam

Bahaya atau Komplikasi Tukak Lambung

Apabila tidak ditangani dengan segera dan cepat, tukak lambung akan menyebabkan komplikasi atau bahaya lainnya. Bahaya atau komplikasi tukak lambung yang memiliki potensi serius yaitu:

Peritonitis

Meskipun pada umumnya jarang terjadi, tetapi tukak lambung memiliki potensi melubangi dinding lambung atau usus, sehingga akan menyebabkan infeksi yang cukup serius di dalam rongga perut. Kondisi ini membutuhkan penanganan khusus di rumah sakit, pasalnya jika dibiarkan akan berakibat fatal.

Pendarahan di Dalam Perut

Keadaan ini merupakan komplikasi yang paling umum terjadi akibat tukak lambung. Pendarahan yang terjadi bisa saja ringan maupun parah, sampai membutuhkan transfusi darah.

Pergerakan Dalam Sistem Pencernaan Terhalang

Tukak lambung bisa saja membengkak atau bahkan membentuk jaringan di dalam perut, sehingga akibatnya akan menyumbat atau menghalangi saluran pencernaan sehingga makanan yang masuk ke dalamnya tidak bisa lewat. Keadaan ini akan memicu seseorang cepat kenyang, berat badan menurun, dan muntah-muntah.

Usia pasien bisa mempengaruhi resiko seseorang mengalami komplikasi akibat tukak lambung. Dimana lansia berusia di atas 60 tahun merupakan orang yang memiliki resiko tertinggi.

Selain itu, konsumsi obat anti inflamasi non-steroid juga bisa meningkatkan resiko komplikasi. Komplikasi jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala, sehingga dengan begitu sering tidak disadari atau tidak bisa diobati.

Pengobatan Tukak Lambung

Beberapa langkah pengobatan bisa dilakukan untuk mencegah agar tukak lambung tidak bertambah parah seperti:

  • Makan dengan teratur, makan dengan porsi kecil namun teratur.
  • Menghindari beberapa makanan yang dapat meningkatkan produksi asam lambung, makanan yang dimaksud yaitu makanan bercita rasa pedas, minuman yang mengandung kafein, dan hindari rokok.
  • Istirahat dengan cukup.
  • Makan dengan santai atau tenang, kunyah makanan sampai benar-benar halus dengan tujuan untuk meringankan lambung ketika bekerja.
  • Minum susu karena susu dapat menetralkan asam lambung. Selain susu, produk berbahan dasar susu yang bisa dikonsumsi yaitu keju.

Selain melakukan langkah sederhana itu, tukak lambung juga bisa diatasi dengan konsumsi obat tertentu disesuaikan dengan penyebab tukak lambung yang dialami. Dimana konsumsi obat tersebut disesuaikan dengan resep dari dokter. Untuk mendapatkannya anda bisa pergi dan berkonsultasi dengan dokter.

Cara Mencegah Tukak Lambung

Menghindari Makanan Pedas

Anda harus lebih memperhatikan asupan makanan agar terhindar dari tukak lambung. Anda bisa mengkonsumsi makanan yang tidak terlalu asam atau tidak terlalu pedas.

Tidak Telat Makan

Telat makan akan menyebabkan tukak lambung kambuh, sehingga dengan begitu akan membuat anda sakit. Untuk mengatasinya, anda bisa membawa makanan ringan kemana pun anda hendak pergi, sehingga ketika sudah waktunya makan dan tidak bisa keluar membeli makanan, anda bisa mengkonsumsi makanan yang di bawa sebagai pengganjal perut untuk sementara waktu. Hal ini penting untuk dilakukan, guna menghindari aktivitas yang terbengkalai.

Hindari Stress

Menjaga kesehatan bukan hanya dari fisik saja karena dari segi psikologi pun perlu dijaga. Ketika pikiran anda tenang dan emosi stabil, anda bisa sehat dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, jika sebaliknya penyakit bisa datang termasuk tukak lambung. Untuk itu, guna mencegah tukak lambung kambuh, sebaiknya hindari stress.

Perhatikan Kebersihan

Menjaga kebersihan bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan tukak lambung. Sering-seringlah mencuci tangan dan pastikan makanan yang dikonsumsi sudah diolah dengan baik dan benar atau sampai benar-benar matang. Langkah ini dilakukan guna menghindari infeksi bakteri.

Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid harus diperhatikan, jangan sampai penggunaan obat tersebut berlebihan. Selain itu, hindari rokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Itulah penjelasan penyakit tukak lambung, gejala, bahaya dan pengobatan. Jika gejala yang ditimbulkan semakin parah, maka segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Hati Hati Kanker Lambung! Kenali Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Tubuh kita rentan akan penyakit, mulai dari penyakit ringan sampai parah.

Penyakit yang dianggap paling parah yaitu kanker, pasalnya sampai saat ini kanker telah banyak memakan jiwa. Kanker bisa menyerang setiap organ dalam tubuh kita, seperti paru-paru, hati, otak, termasuk lambung. Dibandingkan dengan kanker lainnya, kanker lambung cukup jarang terjadi. Bahkan dalam saluran pencernaan, kanker lambung menempati peringkat kedua setelah kanker usus besar. Meskipun begitu, penyakit kanker harus kita waspadai karena resiko seseorang terkena penyakit ini tetap ada.

Kanker lambung atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan gastric cancer merupakan suatu keganasan yang tumbuh dan berkembang pada lapisan lambung. Kanker lambung itu sendiri digolongkan berdasarkan lapisan lambung. Yang mana jenis kanker lambung paling banyak yaitu adenocarcinoma atau kanker lapisan mukosa dan lapisan penghasil asam lambung. Selanjutnya yaitu, limfoma atau kanker sistem limfatik lambung. Dan terakhir, sarcoma atau kanker jaringan ikat seperti otot, lemak, dan pembuluh darah.

Kanker lambung itu sendiri bisa diidap oleh siapa saja, namun sebagian besar kanker ini diderita oleh mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Apa Penyebab Kanker Lambung?

Masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kanker lambung. Secara umum, kanker terjadi ketika sel-sel pada lambung berkembang dengan tidak terkendali. Karena sel-sel tersebut tumbuh tidak terkendali, mengakibatkan sel yang semula memiliki sifat normal untuk menjalankan fungsi dalam membantu tubuh agar berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi dan berubah menjadi tumor. Dimana tumor tersebut memiliki sifat merusak serta bisa menjalar ke bagian tubuh yang lainnya.

Seseorang memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung dengan dipengaruhi faktor-faktor di bawah ini.

  • Makanan. Makanan yang dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit kanker lambung yaitu garam, daging asap, acar, ikan asin, serta makanan yang mengandung aflatoksin. Bahkan akan lebih diperburuk apabila kurang mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Merokok. Rokok mengandung zat-zat berbahaya tertentu. Zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok bisa merusak dinding lambung. Sehingga dengan begitu, perokok memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker lambung.
  • Infeksi bakteri pylori. Bakteri yang satu ini merupakan penyebab sakit lambung, radang pada lapisan lambung, dan tukak lambung.
  • Orang yang menderita infeksi lambung dalam waktu yang lama.
  • Mereka yang barusia 55 tahun ke atas serta berjenis kelamin laki-laki.
  • Orang yang menderita anemia pernisiosa, dimana kondisi ini terjadi pada orang yang kekurangan vitamin B12.
  • Kerabat dekat memiliki riwayat penyakit lambung.
  • Menderita penyakit kanker lainnya.

Bagaimana Gejala Kanker Lambung?

Pada tahapan awal, gejala yang muncul karena kanker lambung hampir mirip dengan gejala sakit maag. Berikut ini gejala yang biasanya muncul:

  • Adanya gangguan pada pencernaan serta tidak nyaman pada perut
  • Merasa mual
  • Setelah makan perut terasa kembung
  • Nafsu makan hilang
  • Merasa mulas

Sedangkan untuk tahapan yang lebih lanjut, gejala kanker yang ditunjukan lebih parah lagi seperti berikut ini:

  • Muntah-muntah, bahkan muntah darah
  • Adanya rasa yang tidak nyaman pada ulu hati
  • Buang air besar berdarah, dimana darah yang dikeluarkan berwarna hitam
  • Berat badan menurun
  • Setelah makan perut terasa nyeri dan kembung
  • Penderita merasa lemah dan lelah yang disebabkan karena anemia akibat pendarahan

Gejala kanker lambung pada penderitanya berbeda-beda. Biasanya gejala kanker lambung tahap awal akan lebih sulit dikenali. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter. Jika anda merasakan gejala di atas, maka segera mungkin periksakan diri anda.

Bagaimana Cara Mengobati Kanker Lambung?

Metode yang dilakukan untuk pengobatan kanker lambung biasanya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit serta kondisi dari penderita. Sedangkan untuk kasus kanker lambung yang tidak bisa disembuhkan, tujuan dilakukan pengobatan yaitu untuk mengurangi gejala yang dirasa oleh penderita serta membuat penderita merasa lebih nyaman. Berikut ini metode pengobatan kanker lambung.

Radioterapi

Radioterapi dilakukan dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi itu sendiri dilakukan dengan memanfaatkan pancaran energi radiasi. Metode ini diterapkan pada kasus kanker lambung stadium tinggi dan menunjukan gejala pendarahan.

Sebelum melakukan operasi, radioterapi ini dilakukan untuk memperkecil tumor lambung, sehingga dengan begitu akan lebih mudah diangkat. Sedangkan jika radioterapi dilakukan setelahnya, bertujuan untuk membunuh sel kanker yang kemungkinan besar masih tersisa, serta mencegah agar sel kanker tidak berkembang lagi.

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan kanker dengan memberikan sejumlah obat-obatan tertentu. Obat-obatan yang diberikan bisa berbentuk tablet, infus, maupun kombinasi di antara keduanya.

Pada kasus kanker lambung, kemoterapi yang dilakukan yaitu bertujuan untuk menyusutkan tumor, memperlambat perkembangan kanker, dan meredakan gejala pada penderita. Sedangkan kemoterapi yang dilakukan setelah operasi bertujuan untuk mencegah agar kanker tidak datang kembali.

Operasi

Operasi yang dilakukan sebagai langkah untuk menangani kanker lambung sesuai dengan tingkat keparahan kanker itu sendiri. Apabila kanker baru berkembang pada dinding lambung atau dalam tahap awal, maka akan dilakukan reseksi endoskopi.

Dengan prosedur ini, dokter tidak akan membedah penderitanya. Melainkan memasukan alat endoskop ke lambung melalui mulut kerongkongan. Dengan alat ini, kanker dari lapisan lambung bisa terangkat, serta menyisakan jaringan yang masih dalam keadaan sehat.

Operasi yang dilakukan untuk penanganan kanker stadium rendah yaitu, gastrektomi parsial. Pada prosedur operasi ini akan dilakukan pembedahan dengan tujuan untuk mengangkat bagian lambung yang terinfeksi oleh kanker. Prosedur ini dilakukan apabila kanker masih berada pada bagian bawah lambung, serta belum menyebar ke bagian tengah maupun atas.

Jika kanker sudah menyebar ke bagian lambung tengah dan atas, maka prosedur operasi yang dilakukan yaitu gastrektomi total. Prosedur ini mengharuskan untuk mengangkat seluruh lambung penderitanya, serta langsung menghubungkan usus halus dengan ujung saluran kerongkongan. Selain itu, akan dilakukan pengangkatan kelenjar getah bening. Yang mana prosedur ini dilakukan untuk mencegah kanker berkembang lagi.

Cara Mencegah Kanker Lambung

Mengatur pola makan

Agar terhindar dari kanker lambung yaitu dengan mengatur pola makan. Beberapa cara mengatur pola makan  agar terhindar dari kanker lambung diantaranya yaitu :

Pola makan tinggi sayuran dan buah

Meningkatkan asupan sayur dan buah bisa menurunkan resiko seseorang terkena kanker lambung. Hal ini disebabkan karena buah dan sayur mengandung antioksidan yang tinggi sehingga akan mengurangi pembentukan nitrosamin.

Hindari makanan yang asin

Natrium mampu mengiritasi lambung. Tingginya konsumsi garam akan meningkatkan resiko kanker lambung.

Mengganti biji olahan dengan biji utuh

Menghindari konsumsi biji olahan dan mengganti dengan biji utuh bisa dilakukan sebagai langkah mencegah kanker lambung, karena mengkonsumsi karbohidrat olahan justru akan meningkatkan resiko kanker lambung, ditambah lagi kurangnya konsumsi buah dan sayur.

Pertahankan berat badan ideal

Orang dengan berat badan berlebih atau gemuk memiliki resiko lebih tinggi mengidap kanker lambung, dibandingkan dengan orang dengan berat badan ideal. Untuk itu, agar terhindar dari kanker lambung usahakan untuk mempertahankan berat badan ideal. 

Hindari Merokok

Itulah penjelasan tentang kanker lambung, gejala dan cara mengobati. Semoga bermanfaat.

Bahaya Kram Perut, Kenali Penyebab dan Pengobatannya

Kita semua mungkin pernah merasa sakit di bagian perut, sakit yang dirasa pun mungkin berbeda-beda, mulai dari sakit perut ringan atau bahkan sakit perut parah dengan rasa sakit yang tidak tertahankan, seolah-olah perut diremas dan sakitnya tersebut datang dan pergi.

Sakit perut parah seperti itu mungkin saja disebabkan karena kram perut. Dalam istilah medis, kram perut itu sendiri disebut dengan colic abdomen. Colic abdomen menggambarkan rasa sakit yang teramat sakit yang diakibatkan karena adanya kontraksi otot polos atau abdomen yang mana meliputi banyak organ seperti usus, lambung, kendung empedu, esofagus, pankreas, ureter, ginjal, organ reproduksi wanita atau bahkan rahim. Selain menyebabkan rasa sakit, kram perut juga membuat penderitanya tidak nyaman, bahkan sampai menghambat aktivitas.

Nah,bagi anda  yang pernah mengalami keadaan seperti ini tentu ingin tahu apa penyebabnya? Apakah berbahaya? dan lebih lanjut bagaimana cara mengobatinya? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pembahasan di bawah ini.

Penyebab Kram Perut

Kondisi Pencernaan

Kram perut pada kebanyakan kasus disebabkan oleh gangguan pencernaan, seperti keracunan makanan, diare, sembelit, atau adanya gas yang berlebihan. Masalah lainnya yang lebih serius pada sistem pencernaan yaitu Irritable Bowel Syndrome ( IBS ), sembelit, ulkus, penyakit divertikulas, atau hernia dapat menyebabkan kram perut. Selain itu, penyakit Crohn dan penyakit kolitis ulserativa juga seringkali membuat perut tidak nyaman.

Gangguan Khusus Pada Wanita

Apabila wanita mengalami kram pada perutnya, maka mungkin saja itu disebabkan karena kondisi yang mempengaruhi uterus atau ovarium. Selain itu, kram karena sedang menstruasi bisa menjadi penyebab umum kram perut yang diderita oleh wanita. Gangguan lain pun bisa menyebabkan sensasi yang serupa, seperti endometriosis. Endometriosis merupakan keadaan dimana sel-sel rahim tumbuh pada bagian lain di tubuh, serta fibroid rahim, yaitu tumor jinak yang terdapat pada rahim. Selain itu, rasa sakit juga bisa dialami oleh wanita karena kista ovarium. Kista ovarium merupakan kantung kecil yang mana pada umumnya jinak. Namun, jika kantong tersebut bertambah besar, maka akan menyebabkan rasa sakit.

Wanita hamil biasanya akan lebih rentan terhadap sembelit dan gas, sehingga mengakibatkan mereka mengalami kram pada perutnya. Rasa sakit yang begitu tajam dengan disertai pendarahan bisa menjadi tanda keguguran, kontraksi atau ektopik.  Selain itu, preklamsia dan solusi plasenta juga bisa menjadi penyebab sakit perut. Ketika seorang wanita mengalami sakit perut atau kram perut parah yang berkepanjangan, bahkan disertai dengan gejala lainnya seperti pendarahan, mual, dan sakit kepala, maka harus segara mendapatkan penanganan medis.

Sakit Rujukan

Sakit rujukan bisa menjadi penyebab seseorang mengalami kram perut. Terkadang banyak orang yang mengalmi kram perut karena adanya masalah pada organ yang berada di rongga perut. Dimana keadaan ini dikenal sebagai sakit rujukan, pasalnya rasa tidak nyaman akibat masalah tersebut akan ditransfer ke perut. Penyebab umum rasa sakit ini yaitu karena penyakit kandung empedu, penyakit batu ginjal, dan infeksi saluran kemih. Bahkan beberapa orang bisa merasakan sakit karena adanya masalah tertentu di dada, seperti jantung atau pneumonia.

Penyebab Jarang

Jenis kanker tertentu bisa menyebabkan kram perut, terlebih lagi pada tahap lanjutan. Umumnya yaitu, kanker hati, organ reproduksi, dan perut. Penyebab lainnya yang kurang umum yaitu, adanya gangguan somatisasi, kondisi emosional yang biasanya sering ditemukan pada anak-anak, dimana gejala yang muncul yaitu sakit perut serta radang tenggorokan.

Penyebab Lain Kram Perut

Penyabab lain yang dapat menyebabkan kram perut yaitu karena efek samping obat-batan tertentu, melakukan olahraga terlalu berlebihan, stres atau merasa cemas dan ketakutan yang berlebihan, serta eksposur zat beracun, baik itu konsumsi bahan kimia beracun, tanaman beracun atau digigit oleh serangga beracun.
Pada kasus yang memang jarang terjadi, kram perut bisa  terjadi karena indikasi darurat medis, seperti adanya organ yang pecah.

Bahaya Kram Perut

Bahaya atau komplikasi yang ditimbulkan karena kram perut bisa bervariasi, sesuai dengan penyabab apa yang mendasarinya. Kram perut bisa disebabkan karena penyakit serius, oleh sebab itu kegagalan karena pengobatan akan menyebabkan komplikasi serta kerusakan yang permanen. Karena itu, jika mengalami kram perut berkelanjutan atau timbul gejala yag tidak biasa, maka  segeralah pergi ke dokter. Ikuti prosedur pengobatan yang dianjurkan dokter untuk menghindari bahaya atau komplikasi yang ditimbulkan seperti:

  • Gagal ginjal
  • Keguguran
  • Gagal Hati
  • KankerPenyebaran infeksi
  • Dehidrasi yang disebabkan karena keinginan minum menurun serta hilangnya cairan yang disebabkan karena diare dan muntah
  • Hepatic encephalopathy
  • Kemandulan atau infertilitas

Bagaimana Cara Mengobati Kram Perut?

Cara mengobati kram perut disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sendiri di rumah dengan mudah untuk mengobati atau mengatasi kram perut.

Obat

Kram perut bisa diobati dengan menggunakan obat pereda rasa sakit. Sebelum mengkonsumsi obat ini, alangkah lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar nantinya tidak menyebabkan komplikasi yang lain.
Kram perut yang disebabkan oleh gangguan pencernaan atau gas bisa dikurangi dengan konsumsi obat maag.

Minum Air Putih

Minum air putih ketika perut kram bisa dilakukan untuk mengatasinya. Air putih yang dikonsumsi bisa mengurangi kadar asam di dalam lambung. Selain itu, hindari konsumsi minuman tertentu seperti teh, kopi, dan minuman mengandung alkohol, karena minuman-minuman tersebut akan menambah rasa sakit.

Botol atau Handuk Hangat

Suhu hangat dari air botol bisa membantu mengendurkan otot serta membantu mengurangi rasa sakit yang disebabkan karena kram pada perut. Anda bisa mengisi air hangat pada botol, lalu simpan di perut. Selain itu, anda juga bisa menggunakan handuk yang sudah direndam dengan menggunakan air hangat.

Ubah Kebiasaan Makan

Mengubah kebiasaan makan merupakan cara efektif yang bisa dilakukan agar terhindar dari kram perut. Sebisa mungkin anda harus bisa menghindari konsumsi makanan bercita rasa pedas, makanan yang mengandung tinggi lemak, serta minuman berkarbonasi. Ketika anda makan, maka dianjurkan untuk makan dengan benar, kunyah makanan secara perlahan agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan sempurna.

Konsumsi Makanan Hambar

Kram perut bisa saja muncul setelah mengkonsumsi makanan tertentu. Untuk mengatasinya, cobalah konsumsi makanan hambar. Beberapa makanan hambar yang dimaksud yaitu, nasi, pisang atau roti tawar, dan crackers sampai kram perut hilang dan perut kembali normal seperti sediakala.

Apabila kram perut yang dirasa disebabkan karena penyakit yang tidak diketahui obatnya, biasanya dokter akan meresepkan obat antidiare atau obat antispasmodic  dengan tujuan untuk meringankan gejala yang ada.

Apabila sakit perut semakin parah, bahkan disertai dengan gejala lainnya yang menandakan penyakit parah, maka dianjurkan untuk segera menemui dokter agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Itulah bahaya kram perut, penyebab dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat.

 

Bahaya Penyakit Batu Empedu, Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatan

Batu empedu merupakan persediaan cairan empedu yang membatu atau mengeras dan terbentuk di dalam kantong empedu.

Kantong empedu itu sendiri yaitu organ kecil yang terletak di perut bagian kanan, tepatnya di bawah hati dan memiliki bentuk seperti buah pir.

Kantong empedu tersebut memiliki cairan pencernaan untuk dilepaskan ke usus halus. Cairan pencernaan tersebut disebut empedu. Pada saat cairan empedu ini membatu atau mengeras, maka akan mengakibatkan terganggunya proses normal sehingga akan muncul gejala atau penyakit batu empedu.

Batu empedu itu sendiri memiliki berbagai macam ukuran dan warna. Mulai dari yang kecil seperti sebutir pasir atau bahkan berukuran besar sebesar bola golf. Warnanya pun bermacam, batu dari pigmen bilirubin berwarna hitam serta teksturnya keras, atau cokelat tua dan rapuh. Batu dari kolestelor berwarna kuning dan mengkilat seperti halnya minyak.

Penyebab Batu Empedu

Penyebab terbentuknya batu empedu itu sendiri masih belum jelas. Namun, diketahui penyebab terbentuknya batu empedu yaitu karena hal-hal seperti berikut ini:

Cairan Empedu Kolesterol Tinggi

Dalam keadaan normal, cairan empedu mengandung bahan kimia yang cukup untuk melarutkan kolesterol yang akan disekresikan oleh hati. Namun, apabila jumlah kolesterol lebih banyak dibandingkan dengan kemampuan untuk melarutkannya, kolesterol yang berlebih tersebut akan mengeras dan akhirnya akan menjadi batu. Yang mana jenis batu empedu ini merupakan jenis batu empedu terbanyak.

Cairan Empedu Mengandung Banyak Bilirubin

Bilirubin merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh sel darah merah yang rusak. Kondisi tertentu yang terjadi pada hati akan membuat produksi bilirubin menjadi lebih banyak, termasuk infeksi saluran empedu, sirosis hati serta kelainan darah tertentu. Kelebihan bilirubin ini memiliki kontribusi dalam pembentukan batu empedu, yang disebut dengan batu empedu pigmen.

Gangguan Pengosongan Batu Empedu

Apabila kantong empedu tidak mengosongkan diri dengan sepenuhnya dan rutin, akan menyebabkan cairan empedu mengendap, sehingga terbentuknya batu empedu akan lebih mudah.

Munculnya batu empedu pada tiap orang berbeda-beda. Dibandingkan pria, wanita memiliki resiko lebih tinggi. Terlebih lagi untuk wanita yang pernah hamil, menjalani terapi hormon yang memiliki dosis tinggi, dan wanita yang mengkonsumsi pil KB.

Berikut ini faktor lain yang akan meningkatkan pembentukan batu empedu:

  • Tengah mengandung atau hamil.
  • Usia di atas 40 tahun.
  • Anggota keluarga memiliki penyakit yang sama.
  • Pola makan yang tidak sehat.
  • Kurangnya serat dalam pola makan.
  • Sering mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi atau berlemak.
  • Menderita diabetes.
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Menderita sirosis.
  • Menderita gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.
  • Mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Gejala Penyakit Batu Empedu

Pada umumnya batu empedu tidak akan menyebabkan penyakit. Gejala pun hanya akan muncul apabila batu ini menyumbat kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya. Gejala umum yang biasanya akan dialami yaitu terasa sakit pada perut, yang mana sakitnya tersebut akan datang dengan tiba-tiba atau yang disebut dengan kolik biler.

Beberapa bagian perut lainnya akan merasakan sakit. Seperti, bagian atas atau tengah perut, dan bagian kana perut. Selain itu, rasa sakit juga bisa menyebar ke daerah-daerah lainnya seperti sisi tubuh atau tulang belikat. Gejala sakit perut yang muncul pun bervariasi, seperi di bawah ini:

  • Berlangsung selama beberapa hari.
  • Muncul kapan saja.
  • Rasa sakit tidak akan berkurang meskipun sudah pergi ke toilet atau muntah.
  • Jarang terjadi, namun akan dipicu dengan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi.

Apabila batu empedu yang terbentuk menyumbat saluran pencernaan, maka gejala yang akan muncul yaitu seperti berikut:

  • Demam dengan suhu tubuh tinggi.
  • Sakit perut terus menerus dan kembali.
  • Detak jantung menjadi lebih cepat.
  • Penyakit kuning.
  • Merasa mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.

Jika gejala yang muncul seperti penyakit kuning, demam dengan suhu tinggi, sakit perut yang berlangsung selama lebih dari delapan jam dan tidak reda dengan posisi apapun, maka penderitanya harus segera menemui dokter.

Pengobatan Batu Empedu

Batu empedu ada yang tidak menimbulkan gejala dan ada juga yang menampakan gejalanya secara nyata. Oleh karena itu, pengobatan batu empedu dibedakan berdasarkan kedua kondisi tersebut.

Pengobatan Batu Empedu Tanpa Gejala

Batu empedu yang tidak menimbulkan gejala, namun terdeteksi saat melakukan USG ketika cek up penyakit lainnya biasanya tidak memerlukan pengobatan.

Namun, ketika timbul rasa sakit pada bagian perut kanan atas anda harus bisa lebih waspada. Apabila gejala-gejala lainnya muncul dikemudian hari, maka segeralah untuk periksa diri ke dokter.

Pengobatan Batu Empedu dengan Gejala yang Jelas

Obat Penghancur Batu Empedu

Obat yang digunakan untuk menghancurkan batu empedu berupa obat yang diminum. Obat ini mampu melarutkan batu empedu. Namun, untuk benar-benar menghancurkan atau melarutkan batu empedu itu sendiri diperlukan waktu yang cukup lama, baik itu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Dalam beberapa kasus tertentu, obat ini tidak bekerja dengan efektif. Obat yang dikhususkan untuk menghancurkan batu empedu ini tidak umum digunakan. Biasanya akan diberikan pada mereka yang tidak bisa melakukan operasi.

Operasi

Selain mengkonsumsi obat penghancur batu empedu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pembedahan atau operasi untuk mengangkat kandung empedu, terlebih lagi jika batu empedu sering kambuh. Setelah kantong empedu berhasil diangkat, maka empedu secara langsung mengalir dari hati ke dalam usus kecil. Meskipun kantong empedu sudah diangkat, tetapi pasien masih bisa hidup dengan normal. Karena kehilangan kantong empedu tidak akan mempengaruhi kemampuan dalam mencerna makanan. Namun meskipun begitu, akan menyebabkan diare yang bersifat hanya sementara.

Bahaya Batu Empedu Apabila Tidak Ditangani Segera

Batu empedu yang menimbulkan gejala, bahkan gejala tersebut akan muncul dikemudian hari akan menimbulkan bahaya apabila tidak ditangani dengan segera.

Penyumbatan Saluran Empedu

Jika tidak ditangani dengan segera, maka batu empedu akan menyebabkan penyumbatan pada bagian tuba atau saluran empedu yang mengalir dari kantong serta dari hati ke usus kecil. Selain itu, infeksi saluran empedu atau penyakit kuning bisa saja terjadi.

Radang Kandung Empedu

Batu empedu yang terdapat di leher kandung empedu akan menyebabkan terjadinya peradangan pada kantung empedu. Gejala yang muncul yaitu adanya rasa sakit yang parah serta demam.

Kanker Kantong Empedu

Penderita batu empedu memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker empedu. Meskipun begitu, kemungkinannya sangat jarang. Untuk mencegah kanker kantong empedu biasanya dianjurkan untuk melakukan operasi pengangkatan. Terlebih lagi jika penderitanya memiliki tingkat kalsium yang tinggi.

Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut merupakan bahaya yang dapat terjadi apabila batu empedu keluar serta menyumbat saluran pankreas. Rasa sakit yang teramat sakit akan dirasakan pada bagian tengah perut akibat peradangan pankreas ini. Bahkan rasa sakit ini akan bertambah parah apabila sampai menjalar ke punggung, terlebih lagi setelah makan.

Peritonitis

Peritonitis merupakan inflamasi yang terjadi pada lapisan perut dalam, yang lebih sering dikenal dengan peritoneum. Penyebab komplikasi ini terjadi yaitu karena kantong empedu pecah yang mengalami peradangan parah.

Demikian penjelasan mengenai bahaya penyakit batu empedu, penyebab, gejala dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.    

Penyakit Asam Lambung Dapat Menyerang Anak-Anak dan Bayi, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya

Seperti yang kita ketahui, sistem pencernaan merupakan saluran yang berfungsi untuk mencerna atau memproses makanan yang kita konsumsi

Sistem pencernaan dalam tubuh kita selalu bekerja secara terus menerus dalam mengolah asupan makanan dan minuman. Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan masuk ke dalam lambung untuk dicerna, dengan bantuan asam dan pepsin. Namun, sebelum masuk ke dalam lambung makanan akan melalui bagian-bagian lainnya seperti kerongkongan.

Karena tidak ada hentinya bekerja, maka sistem pencernaan sangat rentan dari gangguan atau penyakit. Terkadang sebagian besar orang selalu mengabaikan beberapa gejala atau tanda karena adanya kerusakan pada sistem pencernaan. Beberapa gejala yang sering dirasa sebagai tanda adanya kerusakan sistem pencernaan yaitu adanya rasa terbakar di bagian dada. Yang mana gejala ini pada umumnya disebabkan karena refluks asam lambung pada kerongkongan. Penyakit ini dinamakan Gastro-Esophageal Reflux Disease atau GERD. Selain adanya rasa terbakar di daerah dada, ada gejala lainnya yang ditimbulkan seperti rasa pahit di dalam mulut, suara serak, batuk dan lain sebagainya.

Refluks asam lambung ini bisa terjadi dan menimpa setiap orang dari segala usia, termasuk anak-anak dan bayi. Biasanya pada bayi seiring dengan berjalannya waktu gangguan ini akan sembuh dengan sendirinya. Sedangkan pada anak dan remaja, gangguan ini bisa menetap sampai dewasa.

Refluks asam lambung pada anak yaitu terjadi ketika makanan atau isi perut kembali ke kerongkongan. Sedangkan pada bayi terjadi setelah minum susu, baik itu ASI atau susu formula. Penyebab pasti pada anak-anak dan bayi masih belum diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu refluks asam lambung pada anak-anak dan bayi seperti di bawah ini.

Penyebab Refluks Asam Lambung pada Anak dan Bayi

Katup Esofagus Bawah

Katup esofagus bawah atau LES(lower esophageal sphincter) merupakan sebuah cincin otot yang terdapat di bagian bawah kerongkongan, yang mana katup ini akan otomatis terbuka saat makanan menuju ke perut, serta akan menutup kembali saat makanan tidak berbalik ke kerongkongan. Pada bayi dan anak-anak, LES atau otot esofagus ini masih belum sepenuhnya berkembang. Pada saat LES terbuka, semua isi pada perut akan kembali berbalik pada kerongkongan. Sehingga dengan begitu, akan menyebabkan anak atau bayi anda gumoh atau muntah.

Kerongkongan Pendek dan Sempit

Refluks asam lambung akan sering terjadi ketika kerongkongan bayi lebih pendek. Pasalnya, kerongkongan yang pendek akan mempercepat dan memudahkan jalan makanan dari refluks menuju mulut. Isi perut yang direfluks akan membuat lapisan esofagus teriritasi.

Diet

Ada beberapa makanan tertentu yang dapat menyebabkan refluks asam, tergantung pada usia anak atau bayi anda. Beberapa makanan yang dapat menyebabkan refluks asam yaitu, produk tomat dan jeruk. Beberapa makanan seperti permen, cokelat, dan makanan yang mengandung banyak lemak juga mampu merangsang otot esofagus bagian bawah kembali terbuka. Sehingga akan menyebabkan isi perut kembali berbalik ke kerongkongan.

Untuk mengurangi refluks asam, anda bisa merubah menu diet anak atau bayi anda. Sedangkan bagi bayi yang masih mengkonsumsi ASI, anda bisa memperkecil resiko refluks ASI dengan mengubah menu diat anda sebagai ibu yang menyusui.

Gastroparesis atau Pengosongan Lambung Tertunda

Gastroparesis merupakan masalah medis yang dapat mengakibatkan isi perut yang terlalu lama dipindakan ke dalam usus kecil. Ketika pemindahan makanan dari perut ke usus kecil, maka biasanya perut akan berkontraksi yang kemudian akan dicerna. Namun, ketika itu otot perut tidak akan berfungsi atau bekerja dengan baik apabila ada kerusakan yang terdapat pada saraf vagus, saraf yang akan mengontrol pergerakan makanan dari dalam lambung ke saluran pencernaan. Sehingga hal ini akan menyebabkan makanan yang dikonsumsi tinggal lebih lama di dalam perut. Dan hal inilah yang akan memicu refluks asam lambung.

Hernia Hiatus

Hernia hiatus adalah suatu kondisi yang mana bagian perut menempel pada lubang yang terdapat di diafragma. Hernia hiatus yang berukuran kecil tidak  akan menimbulkan masalah, sedangkan hernia hiatus yang besar akan menyebabkan refluks asam.

Hernia hiatus merupakan kondisi umum, terlebih lagi pada orang yang berusia di atas 50 tahun. Namun, penyebab pastinya tidak diketahui. Sedangkan hernia hiatus pada anak-anak hanyalah bawaan, serta bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya refluks asam lambung.

Posisi Bayi Ketika Minum Susu

Poisis bayi selama atau setelah minum susu  dapat menjadi faktor pemicu refluks asam. Dimana biasanya masalah ini sering diabaikan oleh para orang tua. Pada posisi horisontal, isi perut akan mudah berbalik ke kerongkongan.

Sudut

Sudut yang merupakan tempat menyatunya kerongkongan dengan perut dikenal dengan "angle of his". Yang mana kondisi ini juga bisa menjadi penyebab refluks asam. Manfaat atau fungsi dari sudut ini tidak diketahui secara pasti. Tetapi, sudut ini kemungkinan besar berfungsi untuk membantu kinerja otot bawah esofagus dalam mencegah kembalinya asam lambung. Apabila sudut ini terlalu curam atau tajam, maka mencegah refluks asam lambung akan menjadi sulit.

Memberi makan pada anak atau bayi anda dengan sekaligus juga dapat menyebabkan refluks asam. Selain itu, makan terlalu sering pun bisa menjadi penyebabnya.

Cara Mencegah Asam Lambung Pada Anak atau Bayi

Untuk mencegah atau mengurangi asam lambung, anda bisa menyusui bayi anda sedikit demi sedikit namun sering. Apabila volume susu yang masuk ke dalam perut sedikit, maka pencernaan akan menjadi lebih cepat. Serta jumlah isi yang akan dimuntahkan menjadi sedikit.

Setelah disusui anda harus bisa memposisikan bayi anda pada posisi yang tepat. Setelah menyusui, usahakan posisikan anak atau bayi anda duduk di atas pangkuan, sedangkan kepalanya tetap bersandar di dada anda. Lakukan atau pertahankan posisi ini selama kurang lebih 20-30 menit setiap selesai menyusui.

ASI memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan susu formula, terlebih lagi bagi bayi yang memiliki asam lambung tinggi. ASI mampu lebih cepat dicerna sehingga akan mengurangi meludah. Selain itu, ASI juga memiliki enzim khusus yang dapat membantu pencernaan. ASI juga tidak akan memicu alergi pada bayi.

Namun, jika anda memberikan bayi anda susu formula, maka usahakan untuk memberikan susu formula yang mengandung formula hipoalergenik. Susu hipoalergenik memiliki toleransi tinggi terhadap sistem pencernaan yang sensitif, selain itu susu ini juga mampu dicerna dengan lebih cepat oleh perut sehingga akan meminimalisir terjadinya muntah.

Anda juga harus mengatur posisi yang nyaman ketika bayi anda tidur. Ketika tidur biasanya bayi berbaring datar, sehingga gravitasi tidak mampu dalam menolong atau menjaga makanan tetap di bawah. Sehingga akibatnya, bayi yang memiliki asam lambung harus menahan sakit pada saat ia bangun malam hari. Sebagian bayi dapat tidur dalam keadaan nyenyak. Namun, sebagian lagi terkadang menjadi gelisah dan merasa tidak nyaman. Untuk mengatasi masalah ini, maka sangat dianjurkan mengangkat tempat tidur bayi sekitar 30 derajat. Karena dengan cara ini akan mengurangi resiko muntah pada bayi. Pada posisi ini lubang masuk ke dalam perut akan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan jalan keluarnya. Sehingga hal ini akan membantu makanan tetap berada di bawah.

Demikian penyebab dan cara mencegah asam lambung pada bayi. Semoga bermanfaat.

Penting Diketahui! Inilah Makanan yang Dipantang Penderita Asam Lambung

Sistem pencernaan merupakan saluran dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mencerna atau memproses makanan yang dikonsumsi.

Sistem pencernaan terdiri dari organ-organ tertentu, yang mana salah satunya yaitu lambung. Lambung merupakan organ pencernaan yang memiliki fungsi sebagai tempat dimana makanan yang dikonsumsi dicerna serta sebagai tempat penyerapan sari makanan.

Sama dengan organ pencernaan lainnya, lambung juga sering diserang oleh penyakit. Dimana salah satu penyakit pada lambung yaitu Asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Asam lambung itu sendiri merupakan penyakit umum yang sering diderita oleh banyak orang. Namun, kebanyakan orang tidak tahu atau tidak pernah menyadari akan penyakit yang satu ini. Hal ini disebabkan karena kurang paham atau ketidaktahuan mereka akan gejala-gejala yang ditimbulkan.

Kondisi tersebut disebabkan karena naiknya asam lambung di dalam lambung menuju esofagus. Asam lambung itu sendiri yaitu zat asam yang berfungsi membantu lambung dalam menjalankan fungsinya untuk mencerna makanan.

Biasanya ketika asam lambung naik akan menyebabkan rasa nyeri dan sensasi terbakar pada dada. Yang mana asam lambung naik itu sendiri disebabkan karena berbagai macam faktor, seperti gaya hidup yang kurang tepat atau menerapkan pola makan yang tidak sehat.

Ada beberapa jenis makanan yang perlu dihindari oleh penderita asam lambung, agar asam lambung tidak naik dan bertambah parah sehingga akan menyebabkan komplikasi lainnya.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

Buah-Buahan dan Sayuran

Buah-buahan dan sayuran merupakan makanan yang dipercaya memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Namun, tidak semua jenis buah-buah memiliki manfaat yang baik, karena ada  beberapa jenis buah dan sayuran yang dipantang untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Buah yang dimaksud yaitu, pisang ambon, kedondong, nangka, dan buah yang dikeringkan. Sedangkan untuk sayur yaitu, sawi dan kol. Makanan-makanan tersebut kaya akan gas, yang mana dapat memicu naiknya asam lambung.

Minuman Bersoda

Minuman bersoda juga sangat dipantang bagi mereka yang menderita asam lambung. Minuman bersoda memang akan sangat nikmat dikonsumsi karena menyegarkan. Akan tetapi, mengkonsumsi minuman ini secara terus-menerus justru berdampak buruk untuk kesehatan, salah satunya yaitu naik atau tingginya asam lambung. Efek yang biasanya akan ditimbulkan oleh minuman ini yaitu perut menjadi kembung dan tidak nyaman. Selain itu, kandungan gula yang cukup tinggi pun akan meningkatkan resiko obesitas.

Makanan Berlemak

Makanan berlemak dapat menyebabkan naiknya berat badan dan kolesterol dalam tubuh. Selain itu, mengkonsumsi makanan berlemak juga dapat meningkatkan resiko naiknya asam lambung. Pasalnya, makanan berlemak merupakan salah satu jenis makanan yang sulit dicerna sehingga akan memperlambat proses pengosongan lambung. Apabila dibiarkan, maka peregangan pada lambung akan meningkat, sehingga pada akhirnya kadar asam di dalam lambung akan menjadi meningkat.

Cokelat

Cokelat adalah makanan yang harus dihindari ketika asam lambung meningkat. Hal ini disebabkan karena cokelat mengandung kafein serta mengandung lemak yang tinggi.

Makanan Pedas

Makanan pedas akan menyebabkan mulas, juga tidak baik untuk kesehatan lambung. Selain itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan asam di dalam lambung menjadi semakin meningkat. Ketika asam lambung meningkat makanan pedas harus dihindari. Hal ini disebabkan karena makanan pedas akan menambah rasa sakit dan terbakar pada perut, tenggorokan dan dada.

Makanan Berbahan Tomat

Tomat merupakan salah satu makanan sehat. Namun, dibalik itu semua tomat juga mengandung kadar asam yang cukup tinggi, sehingga apabila dikonsumsi akan menyebabkan asam lambung semakin meningkat. Hindari makanan berbahan tomat, seperti saus tomat, spageti dan lain sebagainya.

Alkohol

Di dalam alkohol memang tidak terkandung banyak asam. Namun, ketika meminumnya akan menimbulkan berbagai macam masalah. Meminum alkohol akan menyebabkan asam lambung meningkat dan semakin naik ke kerongkongan. Hal ini akan semakin terjadi apabila anda mencampur alkohol dengan minuman lainnya seperti jus.

Itulah beberapa makanan yang dipantang atau harus dihindari ketika asam lambung naik, karena mengkonsumsi makanan di atas justru akan semakin membuat asam lambung naik.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah naiknya asam lambung. Untuk mengetahuinya anda bisa simak di bawah ini.

Mencegah Naiknya Asam Lambung

Konsumsi Buah yang Dapat Mencegah Asam Lambung Naik

Jenis buah-buahan tertentu diyakini mampu mencegah naiknya asam lambung. Berikut ini buah-buahan yang dimaksud:

Semangka

Buah semangka merupakan buah yang mudah kita temukan dan bisa dibeli dengan harga terjangkau. Buah berawarna merah ini selain segar dan nikmat ketika dikonsumsi juga berfungsi untuk menjaga kadar asam dalam tubuh.

Mangga

Mangga mengandung antioksidan dan anti-inflamasi. Yang mana kandungan tersebut berfungsi untuk menjaga lapisan lambung dan lapisan perut.

Mentimun

Mengkonsumsi buah timun dapat mengurangi sensasi panas di dalam tubuh, serta mampu mengobati rasa sakit pada perut yang disebabkan karena kelebihan asam lambung.

Konsumsi Makanan dan Minuman yang Dapat Mencegah Asam Lambung

Jahe

Jahe merupakan tanaman obat yang bersifat anti-inflamasi. Yang mana sifatnya ini mampu membantu dalam mengobati atau menangani gangguan pencernaan.

Air Kelapa Muda

Selain menyegarkan, air kelapa muda juga mampu membantu mengembalikan elektrolit di dalam tubuh yang berkurang karena aktivitas. Selain itu, elektrolit yang terkandung di dalam air kelapa juga bisa menjaga kadar keasaman lambung agar tidak meningkat dan tetap seimbang.

Oatmeal

Oatmeal merupakan menu sarapan terbaik untuk mengurangi naiknya asam lambung. Selain dijadikan menu sarapan, oatmeal juga bisa dijadikan sebagai cemilan sehat.

Susu

Di dalam susu terkandung kalsium yang cukup tinggi. Sehingga berfungsi sebagai obat antasida yang berfungsi untuk menetralkan asam lambung.

Cuka Sari Apel

Cuka sari apel dianggap efektif untuk mngurangi asam lambung di dalam perut. Pasalnya, di dalam cuka sari apel mengandung enzim dan asam sehat yang dapat membantu menetralkan asam di lambung.

Kurangi Konsumsi Karbohidrat

Gejala asam lambung bisa dikurangi dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan tinggi akan karbohidrat. Berdasarkan penelitian, karbohidrat berperan dalam memicu asam lambung dibandingkan dengan makanan berlemak atau kopi.

Minum Air Putih Cukup

Dehidrasi dapat mempengaruhi peningkatan asam lambung. Namun, terlalu banyak minum pun dapat membuat lambung cepat penuh. Oleh sebab itu, kita harus bisa mengontrol ketika minum. Anda bisa minum air putih dengan porsi yang dianjurkan sekitar 8 gelas dalam setiap harinya.

Hindari Mengkonsumsi Makanan yang Dapat Memicu Naiknya Asam Lambung

Menghindari makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung seperti yang sudah disebutkan di atas bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Kurangi Berat Badan

Kelebihan berat badan menjadi salah satu pemicu naiknya asam lambung. Untuk menguranginya, bisa melakukan diet sehat dengan mengkonsumsi sayuran yang kaya akan serat dan mengandung karbohidrat kompleks. Berat badan yang ideal mampu mencegah naiknya asam lambung.

Kurangi Stress

Stress juga dapat memicu naiknya asam lambung. Oleh sebab itu, menghindari stress sangat dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Itulah beberapa tips mencegah naiknya asam lambung. Semoga bermanfaat.

 

Penyakit Asam Lambung, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Lambung merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan manusia.

Organ ini memiliki fungsi sebagai penghancur makanan agar makanan lebih lunak dan kecil sehingga dengan begitu mudah dicerna oleh tubuh. Lambung memiliki zat asam di dalamnya yang disebut dengan asam lambung, yang mana zat tersebut berfungsi untuk melakukan fungsi pencernaan. Asam lambung yang terdapat di dalam lambung bisa normal maupun meningkat. Keadaan asam lambung yang tinggi ini justru akan menimbulkan berbagai macam masalah yang memiliki dampak buruk untuk kesehatan.

Asam lambung merupakan salah satu zat asam yang tergolong ke dalam asam kuat yakni asam hidroklorat atau HCL. Ketika lambung dalam keadaan normal, pengeluaran asam lambung dijaga oleh suatu mekanisme agar tidak berlebihan serta jumlah asam lambung yang terdapat di dalam lambung tetap dalam keadaan normal. Namun, ketika ada ketidakseimbangan antara mekanisme penghambat serta mekanisme pengeluaran, maka akan berdampak pada tingginya asam lambung. Yang mana tingginya asam lambung ini akan menimbulkan penyakit lainnya seperti maag, maag kronis, bisa juga menyebabkan tukak lambung.

Banyak orang yang memiliki kadar asam lambung tinggi di dalam sistem pencernaannya. Namun, banyak di antaranya yang tidak menyadari akan keadaan tersebut. Hal ini disebabkan karena ketidakpahaman mereka akan gejala yang muncul saat asam lambung naik, terlebih lagi usaha dalam mencari pengobatan yang tepat.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang asam lambung, baik itu penyebab, gejala dan cara pengobatan, simak terus pembahasannya di sini.

Penyebab Asam Lambung Naik

Lower esophageal sphincter(LES) adalah lingkaran otot yang terdapat di bagian bawah esofagus yang memiliki fungsi sebagai penjaga gerbang. Ketika seseorang sedang makan, otot LES ini akan menjadi rileks, serta membiarkan makanan yang dikonsumsi masuk ke dalam perut. Setelah makanan masuk ke dalam perut, otot LES ini akan menjadi tegang, ia akan menutup kembali supaya asam lambung dan makanan yang sudah masuk ke dalam perut tidak kembali lagi ke esofagus atau kerongkongan.

Pada penderita asam lambung, lingkaran otot atau LES ini melemah. Sehingga dengan begitu asam lambung menjadi bocor dan masuk ke dalam esofagus. Penderita penyakit asam lambung akan merasakan sensasi nyeri pada ulu hati, terbakar di bagian dada dan perut merasa tidak enak.

Penyebab LES melamah sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko melemahnya LES. Berikut ini faktor-faktor yang dimaksud:

Obesitas

Orang yang kelebihan berat badan atau gemuk memiliki tekanan tinggi di dalam perutnya, dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Yang mana tekanan tinggi ini mampu melemahkan otot LES.

Minuman

Beberapa jenis minuman diduga dapat melemahkan otot LES. Minuman yang dimaksud yaitu, kopi, alkohol, cokelat ataupun kebiasaan buruk yakni merokok. Minuman dan kebiasaan ini dapat melemahkan LES sehingga dengan begitu asam lambung akan naik ke kerongkongan.

Makanan

Orang yang sering mengkonsumsi makanan berlemak memiliki resiko yang lebih tinggi terkena asam lambung. Hal ini disebabkan karena makanan mengandung lemak memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna di dalam perut. Sehingga dengan begitu, asam lambung yang diproduksi akan menjadi lebh banyak dari biasanya, sehingga resiko naik lagi ke esofagus menjadi lebih tinggi.

Wanita Hamil

Wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuhnya. Perubahan hormon inilah yang akan menyebabkan otot LES melemah. Selain itu, tekanan pada perut pun akan menjadi meningkat.

Stress

Stress juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung. Karena ketika stress, bukan hanya metabolisme tubuh saja yang terganggu tetapi juga akan mengganggu fungsi anggota tubuh.

Gejala Asam Lambung Naik

Ada beberapa ciri atau gejala asam lambung naik. Berikut ini ciri atau gejala yang dimaksud:

Muncul Rasa Terbakar di Bagian Dada

Naik atau tingginya asam lambung memiliki gejala yang disebut dengan reflux. Reflux merupakan kondisi yang mana asam lambung dari dalam lambung akan naik ke kerongkongan atau bahkan ke mulut. Keadaan ini akan menyebabkan efek panas dan adanya rasa terbakar pada daerah-daerah yang dilewati oleh asam lambung. Bagian yang dimaksud yaitu dada atau rongga dada.

Perut Mual dan Kembung

Mual dan perut kembung juga akan dirasakan oleh penderita. Rasa mual ini muncul karena adanya rasa perih dan sakit pada lambung, sehingga dengan begitu lambung akan terasa kembung. Selain itu, mual juga akan dirasa setelah mengkonsumsi makanan asam.

Nyeri dan Perih

Naik atau tingginya asam lambung hampir mirip dengan maag. Gejala yang mirip yaitu sama-sama menimbulkan rasa perih dan nyeri pada lambung. Namun bedanya, rasa perih atau nyeri ini akan muncul ketika penderitanya mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu yang akan menyebabkan asam lambung naik. Makanan yang dapat menyebabkan asam lambung naik yaitu, makanan asam seperti cuka dan buah asam, serta nangka muda.

Muntah

Muntah yang disebabkan karena naik atau tingginya asam lambung berbeda dengan muntah biasa. Sebelum muntah, biasanya akan diawali dengan gejala reflux.

Mulut Terasa Pahit

Pada penderita asam lambung, mulutnya pun akan terasa pahit. Rasa pahit ini muncul karena asam lambung naik ke mulut.

Bersendawa

Ketika asam lambung naik, maka penderitanya akan bersendawa lebih sering dari biasanya. Terlebih lagi ketika asam lambung naik dan belum bisa diobati. Gejala ini pun diikuti dengan rasa mual dan keinginan untuk muntah.

Nafas Menjadi Bau

Sifat asam mampu merusak bau mulut. Selain akan menyebabkan rasa pahit pada mulut, asam lambung yang naik ke mulut pun akan menyebabkan bau yang tidak sedap pada mulut.

Gejala lainnya yang ditunjukan yaitu, air liur muncul berlebihan dan sulit menelan makanan.

Pengobatan Asam Lambung

Terdapat berbagai macam langkah untuk mengobati asam lambung. Mulai dari pengobatan sendiri oleh penderita, memanfaatkan obat-obatan khusus, atau operasi sebagai prosedur terakhir.

Penanganan Sendiri

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan penderita untuk mengatasi asam lambung naik atau tinggi seperti di bawah:

  • Menurunkan berat badan.
  • Hindari berbaring setelah makan.
  • Makan dalam porsi kecil dan sering.
  • Hindari minuman yang menyebabkan asam lambung naik atau tinggi seperti kopi dan alkohol.
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang menyebabkan asam lambung naik seperti makanan berlemak, pedas, cokelat atau tomat.
  • Hindari merokok.
  • Tidur dengan menggunakan bantal tinggi untuk mencegah asam lambung naik.
  • Hindari menggunakan pakaian yang ketat.

Obat

Obat-obatan tertentu bisa diberikan pada penderita asam lambung sebagai langkah pengobatan. Untuk mengetahuinya anda bisa menanyakan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Anda juga bisa membeli obat tersebut di apotek secara langsung.

Operasi

Jika penanganan sendiri atau obat-obatan tidak memberikan efek apapun, maka biasanya langkah terakhir yakni operasi. Operasi dilakukan apabila sudah terjadi peradangan pada esofagus, penyempitan pada esofagus atau perubahan sel esofagus.

Demikian penjelasan mengenai penyakit asam lambung, penyebab, gejala dan cara mengobati. Semoga bermanfaat.

Gastroenteritis Pada Anak-Anak, Ketahui Cara Penanganan dan Pencegahan

Gastroenteritis merupakan gangguan sistem pencernaan berupa peradangan pada sistem pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil.

Yang mana keadaan ini akan mengakibatkan kombinasi seperti diare, sakit perut, kejang perut atau muntah. Gastroenteritis biasanya disebut dengan stomach bug, gastro, atau stomach virus. Meskipun tidak memiliki kaitan dengan influenza, tetapi penyakit ini sering juga disebut sebagai flu perut.

Gastroenteritis merupakan masalah pencernaan yang paling sering terjadi pada anak-anak. Gastroenteritis  berat akan menyebabkan dehidrasi serta tidak seimbangnya elektrolit, hal ini disebabkan karena cairan tubuh hilang melalui diare atau muntah.

Gastroenteritis paling sering terjadi di negara berkembang dan sering menyerang anak bersuai 5 tahun. Pada umumnya anak-anak yang tinggal di negara bekembang memiliki resiko lebih tinggi terkena gastroenteritis. Namun meskipun begitu, mereka kesulitan mendapatkan akses perawatan. Sehingga akibatnya, hampir 1,5 juta anak meninggal diakibatkan oleh diare yang disebabkan oleh gastroenteritis.

Gastroenteritis pada anak

Penyebab Gastroenteritis Pada Anak

Virus

Virus merupakan penyebab gastroenteritis paling umum pada anak-anak. Virus yang menyebabkan gastroenteritis diantaranya yaitu, rotavirus, norovirus, astrovirus dan adenovirus.

Anak-anak akan lebih mudah tertular oleh virus yang menyebabkan gastroenteritis dari teman-teman yang sebelumnya sudah terinfeksi, seperti misalkan di sekolah atau tempat penitipan anak. Pada umumnya gastroenteritis menyebar dari tangan ke mulut. Namun, penyebarannya juga bisa terjadi melalui ludah penderita ketika bersin. Virus penyebab gastroenteritis bisa dengan mudah menular pada anak-anak, karena bisanya anak-anak selalu memasukan tangannya ke dalam mulut dengan sembarangan.

Bakteri

Bakteri juga bisa menjadi penyebab gastroenteritis pada anak-anak. Bakteri yang dimaksud yaitu E.coli, Shigella, atau Salmonella. Anak-anak bisa terinfeksi oleh bakteri yang sudah disebutkan tadi melalui makanan yang mereka konsumsi, yang mana makanan tersebut sebelumnya sudah terkontaminasi seperti daging atau telur yang masih dalam keadaan mentah. Minum susu yang tidak dipasteurisasi dan menyentuh hewan yang terkontaminasi bakteri bisa menjadi langkah penularan bakteri tersebut. Bakteri bisa tumbuh pada makanan-makanan yang tidak disimpan dengan baik atau tidak dimasukan ke dalam lemari pendingin.

Pada beberapa kasus, gastroenteritis yang terjadi pada anak-anak disebabkan karena mereka mengkonsumsi apa yang seharusnya tidak mereka konsumsi, seperti tanaman atau obat-obatan. Bahkan alergi pun bisa menjadi penyebab gastroenteritis.

Parasit

Gastroenteritis bisa disebabkan juga oleh beberapa protozoa. Protozoa yang paling umum yaitu  Giardia lamblia. Giardia lebih umum terjadi di negara-negara berkembang.

Gejala Gastroenteritis Pada Anak

Gejala utama gastroenteritis pada anak yaitu:

  • Diare. Diare yang terjadi pada anak-anak sebagai gejala gastroenteritis bisa juga diiringi dengan muntah. Diare merupakan keadaan dimana feses atau tinja yang dikeluarkan dalam bentuk cair dengan frekuensi 3 kali dalam 24 jam. Seringkali terdapat darah dan lendir pada feses.
  • Demam dengan suhu tubuh tinggi. Selain diare, demam dengan suhu tubuh tinggi bisa terjadi. Bahkan keadaan ini diiringi dengan rasa sakit kepala dan anggota badan lainnya.

Diare dan muntah yang terjadi pada anak sebagai tanda dari gastroenteritis bisa menyebabkan dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Dehidrasi ringan biasanya akan cepat membaik hanya dengan memberikan cairan tertentu. Namun, pada kasus dehidrasi berat akan berakibat fatal terlebih lagi apabila tidak ditangani dengan segera.

Berikut ini beberapa gejala dehidrasi pada anak:

  • Mulut dan lidah anak terlihat kering dari biasanya
  • Mata terlihat cekung
  • Urine yang dikeluarkan sedikit
  • Lemah dan lesu
  • Karena merasa tidak nyaman anak pun akan menjadi mudah marah

Berikut gejala dehidrasi berat pada anak:

  • Kulit anak berubah menjadi pucat atau bahkan belang
  • Sering mengantuk
  • Tangan dan kaki dingin ketika disentuh
  • Napas menjadi lebih cepat
  • Tidak buang air kecil, untuk memastikannya bisa dilihat dari popok yang ia pakai

Pengobatan Gastroenteritis Pada Anak

Pada umumnya gastroenteritis yang terjadi pada anak-anak bisa diobati atau dirawat sendiri di rumah. Perawatan di rumah sakit hanya diperlukan ketika kondisinya semakin parah.

Pada umumnya pengobatan gastroenteritis dilakukan untuk mengatasi atau mencegah dehidrasi yang akan berakibat fatal. Berikut ini cara mengatasi dan mencegah dehidrasi sebagai upaya pengobatan gastroenteritis.

Mengatasi Dehidrasi

Pemberian cairan rehidrasi seperti oralit bisa dilakukan sebagai langkah untuk mengatasi dehidrasi. Ketika akan memberikan cairan ini dianjurkan untuk membaca terlebih dahulu aturan pakainya, serta dosisnya harus disesuikan dengan usia atau berat badan anak. Untuk lebih jelas, anda bisa bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum memberikannya.

Dalam kasus tertentu, kadang anak yang mengalami dehidrasi memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Biasanya perawatan di rumah sakit akan menggunakan tabung kusus dalam pemberian larutan. Pengobatan lainnya yang dilakukan yaitu dengan memberikan cairan intravena atau infus.

Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah dehidrasi karena cairan banyak yang hilang ketika muntah atau diare, yaitu dengan mendorong anak untuk minum banyak cairan. Selain itu, anak yang menderita gastroenteritis juga harus diet makan dan minum. Cairan tambahan pun perlu diberikan kepada anak. Hindari beberapa minuman tertentu yang dapat memperburuk keadaan seperti minuman bersoda atau jus buah.

Resiko meningkatnya dehidrasi akan menjadi lebih tinggi pada anak atau bayi berusia enam bulan. Ketika itu terjadi, maka sebaiknya langsung membawa bayi ke dokter dengan secepat mungkin.

Dokter akan menyarankan cairan rehidrasi untuk anak-anak yang memiliki resiko dehidrasi. Salah satu cairan yang dimaksud yaitu oralit. Sebelum menggunakannya akan lebih baik meminta penjelasan terlebih dahulu dari dokter.

Obat

Untuk menghentikan diare, biasanya dokter tidak akan memberikan obat pada anak yang berusia di bawah 12 tahun. Obat diare dianggap sebagai solusi tepat untuk mengatasi gastroenteritis, namun obat tersebut tidak baik atau tidak aman diberikan pada anak-anak, karena dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Sedangkan untuk meredakan sakit kepala yang dirasa, anda bisa memberikan obat pereda sakit kepala, namun harus sesuai dengan resep dari dokter.

Cara Mencegah Gastroenteritis

Beberapa langkah bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan gastroenteritis pada anak seperti berikut:

  • Biasakan untuk mencuci tangan anak anda dengan teratur. Cuci tangan anak anda dengan menggunakan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah makan atau setelah dari toilet.
  • Desinfeksi dengan baik daerah atau tempat mengganti popok.
  • Jangan berikan makanan yang tidak disimpan dengan baik.
  • Berikan ASI yang cukup.
  • Anak yang mengalami diare dianjurkan untuk banyak beristirahat dan tidak pergi ke luar sebelum gejalanya hilang.
  • Bagi anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dianjurkan untuk tidak memegang reptil atau amfibi agar tidak terinfeksi bakteri.
  • Popok pada anak harus sering diganti. Ketika mengganti popok usahakan tidak berdekatan dengan air untuk mencegah penularan pada orang lain.
  • Ketika sedang diare dianjurkan untuk tidak berenang di kolam berenang umum agar tidak terjadi penularan pada orang lain.
  • Vaksinasi. Vaksin tertentu bisa diberikan untuk mencegah infeksi rotavirus yang menjadi penyebab gastroenteritis.

Itulah cara penanganan dan pencegahan gastroenteritis pada anak. Semoga bermanfaat.

Kenali Gastroenteritis, Mulai dari Gejala Sampai Pengobatan

Sitem pencernaan sangat rentan akan penyakit, berbagai macam jenis penyakit tertentu bisa menyerang sistem pencernaan, mulai dari penyakit ringan sampai penyakit parah sekalipun.

Salah satu penyakit sistem pencernaan yakni gastroenteritis. Gastroenteritis merupakan penyakit yang mungkin terasa asing untuk kita semua. Namun, pada kenyataannya penyakit ini sering atau banyak dialami di sekitar kita, namun mungkin kita sendiri kurang atau tidak menyadarinya.

Gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi pada usus atau perut, yang mana penyebabnya karena virus. Kondisi ini biasanya lebih dikenal dengan istilah flu lambung, flu perut atau virus perut. Infeksi ini akan menyebabkan mual dan muntah, kram perut, diare atau bahkan demam pada penderitanya.

Gastroenteritis

Pada umumnya penderita gastroenteritis akan pulih sepenuhnya. Namun, kondisi ini juga memiliki fotensi fatal, bahkan akan menyebabkan kematian, terlebih lagi jika terjadi pada orang tua, bayi atau orang yang sistem kekebalan tubuhnya memiliki masalah.

Penyebab Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan keadaan dimana usus dan lambung mengalami infeksi. Infeksi itu sendiri disebabkan karena pengaruh virus atau karena keracunan makanan. Virus yang sering menyebabkan gastroenteritis yaitu, rotavirus dan norovirus.

Virus yang menjadi penyebab gastroenteritis bisa menyebar dengan cepat melalui kontak langsung dengan tangan. Hal ini disebabkan karena virus tersebut bisa tinggal dan hidup di tangan, serta terkontaminasi ketika selesai buang air besar.

Selain disebabkan oleh virus, gastroenteritis juga bisa disebabkan karena keracunan makanan. Biasanya hal ini terjadi karena penderitanya mengkonsumsi makanan yang sudah basi atau terkontaminasi. Makanan yang dikonsumsi oleh penderita tersebut mengandung bakteri yang mampu menginfeksi perut dan usus. Beberapa bakteri yang dimaksud yaitu Salmonella , Campylobacter atau Escherichia coli. Selain makanan basi yang sudah terkontaminasi, mengkonsumsi makanan terlalu asam juga bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami gastroenteritis.

Gejala Gastroenteritis 

Gejala yang ditunjukan biasanya akan muncul setelah 1 sampai 3 hari penderitanya terinfeksi. Tingkat dari keparahan gejala beragam, bisa ringan atau bahkan parah. Gejala yang muncul biasanya akan bertahan selama 1 sampai 2 hari, bahkan bisa bertahan sampai 10 hari. Berikut ini beberapa gejala yang muncul karena gastroenteritis:

Diare. Diare merupakan gejala umum yang terlihat. Dalam keadaan ini diare berair namun tidak bercampur dengan darah. Apabila diare sudah bercampur dengan darah, maka kemungkinan infeksi lebih parah. Di bawah ini gejala yang biasanya ditunjukan:

  • Mual dan muntah.
  • Nafsu makan hilang.
  • Berat badan turun.
  • Muncul demam, sakit kepala dan sakit otot, namun keadaan ini hanya terjadi dalam beberapa kasus.

Gejala yang muncul pada orang dewasa seperti di bawah ini harus segera mungkin mendapatkan penanganan medis.

  • Tidak bisa mempertahankan cairan ketika minum, sehingga setelah minum air akan keluar kembali.
  • Mengalami muntah darah.
  • Muntah dalam waktu yang lama atau lebih dari 48 jam.
  • Demam dengan suhu tubuh di atas 40 derajat Celcius.
  • Terlihat gejala dihidrasi, seperti urin yang dikeluarkan sedikit atau mulut kering.
  • Terdapat darah ketika buang air besar.

Ada beberapa gejala pada anak atau bayi yang harus diwaspadai seperti berikut:

  • Diare yang disertai dengan darah.
  • Demam tinggi.
  • Terlihat lemah dan lesu.
  • Anak atau bayi merasa kesakitan atau tidak nyaman.
  • Dehidrasi yang ditandai dengan volume urine menurun, mulut kering dan menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Jika anak atau bayi sudah memperlihatkan gejala seperti itu, maka harus segera di bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Pengobatan Gastroenteritis

Tujuan utama pengobatan penyakit ini yaitu untuk mencegah agar penderitanya tidak dehidrasi. Untuk itu, biasanya penderita dianjurkan minum air dalam jumlah yang lebih banyak. Selain itu, penderitanya pun perlu dirawat inap di rumah sakit, dengan tujuan pemberian cairan melalui infus jika dehidrasi sudah parah.

Selain itu, oralit juga bisa diberikan guna membantu rehidrasi. Yang mana obat ini mengandung elektrolit serta mineral yang diperlukan oleh tubuh. Untuk mendapatkan oralit, kita bisa membelinya di toko obat atau apotek terdekat. Namun, sebelumnya anda harus mengikuti petunjuk dari dokter terlebih dahulu.

Sedangkan untuk obat-obatan antibiotik, biasanya tidak akan berpengaruh terhadap virus penyebab  gastroenteritis yang menginfeksi. Hal yang harus diperhatikan yaitu jangan memberikan aspirin pada anak atau remja yang sakit disebabkan karena infeksi virus.

Ada beberapa langkah tertentu yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gastroenteritis sendiri seperti di bawah ini:

  • Konsumsi makanan dengan porsi sedikit serta mudah dicerna. Makanan yang dimaksud seperti bubur, pisang dan ikan. Pemberian makanan ini bertujuan untuk memulihkan kembali perut. Jika penderitanya merasa mual, maka makan harus diberhentikan.
  • Penderita dianjurkan untuk mengkonsumsi cairan lebih banyak. Selain itu, penderita juga dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi jus buah-buahan. Hal ini disebabkan karena minuman tersebut dapat meningkatkan gejala diare.
  • Anak-anak maupun orang dewasa bisa mengkonsumsi minuman berenergi guna menggantikan cairan elektrolit yang hilang dalam tubuh. Hindari minuman bersoda, es krim dan permen karena akan memperparah diare.

Sedangkan untuk bayi, bisa diberikan cairan sekitar 15 sampai 20 menit setelah ia muntah atau diare. Ini dilakukan agar perut bayi bisa beristirahat. Selain itu, ASI juga bisa diberikan jika ia masih mengkonsumsi ASI.

Cara Mencegah Gastroenteritis

Ada beberapa langkah tertentu yang perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan seperti di bawah:

Gunakan Peralatan Pribadi

Sebagai langkah untuk pencegahan disarankan selalu menggunakan peralatan pribadi, seperti peralatan makan dan peralatan mandi. Usahakan untuk menggunakan gelas, piring, sendok dan garpu milik sendiri. Jangan menggunakan alat makan secara bergantian dengan orang-orang yang ada di sekitar. Selain itu, jangan gunakan handuk yang sama dengan orang di sekitar.

Mencuci Tangan 

Cuci tangan dengan rutin dan teratur untuk mencegah gastroenteritis. Ketika mencuci tangan usahakan untuk menggunakan sabun dan air hangat. Gosok tangan setidaknya selama 20 detik. Bersihkan tangan sampai menyeluruh. Anda juga bisa menyiapkan tisu basah untuk membersihkan tangan untuk dibawa kemana-mana.

Jaga Jarak

Jika anda harus berinteraksi dengan orang yang sudah terinfeksi, maka usahakan untuk menjaga jarak. Hal ini bertujuan untuk menghindari sentuhan langsung dengannya atau dengan barang-barang yang digunakan oleh orang terinfeksi.

Bersihkan Barang-Barang

Anda bisa membersihkan barang atau tempat yang sebelumnya sudah disentuh oleh orang yang terinfeksi.

Hindari Konsumsi Makanan Mentah

Anda harus menghindari makanan yang masih dalam keadaan mentah. Atau sayur dan buah yang sudah dikupas yang dipegang oleh orang lain. Ketika memasak daging, usahakan untuk mengolahnya sampai benar-benar matang.

Hindari Minum Sembarangan

Untuk menghindari air yang terkontaminasi, maka alangkah lebih baiknya jika anda minum air dalam kemasan. Selain itu, anda juga harus menghindari konsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin.

Itulah penjelasan tentang penyakit gastroenteritis, mulai dari gejala dan cara pengobatan. Semoga bermanfaat.

Waspada Anak-Anak Mudah Terserang Tifus! Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Tifus merupakan penyakit sistem pencernaan yang bisa dengan mudah menyerang tubuh, apabila sistem kekebalan tubuh pada saat itu sedang lemah.

Selain orang dewasa, anak-anak atau bahkan bayi bisa terserang penyakit yang satu ini. Ketika anak-anak terserang tifus, biasanya orang tua tidak bisa memprediksi secara langsung gejala tifus yang dialami oleh anaknya. Hal ini disebabkan karena gejala tifus pada umumnya hampir sama dengan gejala DBD atau demam berdarah. Biasanya dilakukan pemeriksaan dokter untuk memastikannya.

Nah, agar anda sebagai orang tua lebih waspada akan gejala tifus pada anak, anda sendiri harus mengetahui apa itu penyakit tifus, bagaimana gejala tifus pada anak-anak dan bagaimana cara mengobatinya.

PENYAKITTIFUS PADA ANAK

Penyebab Penyakit Tifus Pada Anak-Anak

Gejala tifus pada anak-anak umumnya disebabkan karena usus halus terinfeksi oleh bakteri. Salmonella typhi atau salmonella paeartyphi merupakan bakteri yang menjadi penyebab tifus. Bakteri tersebut bisa masuk ke usus melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak yang menderita.

Anak-anak akan sangat beresiko terjangkit penyakit ini, hal ini disebabkan karena anak-anak biasanya belum bisa memilih makanan seperti apa yang harus dikonsumsi. Sehingga dengan begitu mereka memiliki resiko lebih tinggi mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar oleh bakteri yang menjadi penyebab tifus.

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang dikonsumsi akan masuk ke dalam usus, kemudian bakteri tersebut akan berkembang biak yang akhirnya akan merusak dinding usus. Jika bakteri-bakteri tersebut berkembang biak, maka mereka akan masuk kedalam saluran limfa bahkan bisa sampai masuk ke dalam pembuluh darah. Proses seperti ini biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 27 jam.

Setelah proses tersebut, bakteri yang menjadi penyebab tifus akan menyebar ke dalam pembuluh darah, yang kemudian akan muncul gejala-gejala tifus. Gejala paling umum yang terlihat yaitu demam. Semakin hari demam tersebut akan semakin tinggi, bahkan akan semakin tinggi lagi ketika malam hari. Sebagai orang tua anda harus waspada jika anak anda mengalami gejala seperti ini selama 7 sampai 10 hari.

Gejala Penyakit Tifus Pada Anak

Penyakit tifus merupakan penyakit yang dianggap berbahaya untuk kesehatan. Terlebih lagi jika penyakit tersebut tidak ditangani dengan segara. Untuk gejalanya sendiri, biasanya anak-anak yang menderita tipes akan mengalami hal-hal seperti di bawah ini.

Demam

Demam merupakan gejala paling umum yang terlihat ketika anak-anak sakit tipes. Demam akan terjadi biasanya beberapa hari setelah anak-anak mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi bakteri, atau bahkan ia bermain di tempat yang kebersihannya kurang terjaga. Selain demam, anak-anak pun biasanya akan mengalami pusing kepala. Banyak orang tua yang menganggap bahwa gejala tipus ini merupakan demam biasa, sehingga dengan begitu kebanyakan dari mereka mengobatinya dengan memberikan obat penurun panas biasa. Efeknya, penyakit tifus pada anak akan semakin berkembang atau parah.

Sakit Perut

Anak penderita tifus juga akan mengalami sakit perut. Ia akan mengalami diare, karena di dalam sistem pencernaannya terdapat bakteri yang menginfeksi usus.

Nafsu Makan Hilang

Penyakit tifus juga akan menunjukan gejala yakni hilangnya nafsu makan, sehingga dengan begitu kemungkinan besar berat badan anak akan menjadi turun.

Demam Naik Turun

Selain demam biasa, anak yang menderta tifus juga bisa mengalami demam yang naik turun, keadaan ini akan berlangsung beberapa hari.
Untuk anak-anak maupun orang dewasa, tipes harus segera ditangani karena jika tidak akan berakibat fatal, meskipun pada awalnya gejala yang ditunjukan adalah gejala ringan seperti demam biasa. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, penyakit ini akan menyebabkan kebocoran usus bahkan sampai menyebabkan kematian. Sedangkan jika anak anda yang terserang tifus masih bayi, maka anda sebagai orang tua harus lebih waspada lagi. Hal ini disebabkan karena tifus pada anak-anak biasanya akan lebih sulit lagi terdeteksi. Gejala yang ditunjukan oleh bayi yang terkena tifus mungkin hanya rewel atau menangis karena ia tidak nyaman.

Namun selain itu, bayi juga akan mengalami demam yang naik turun. Dimana demamnya akan mulai naik ketik sore hari sampai malam hari, dan akan turun kembali ketika pagi sampai siang hari. Anda juga bisa melihat lidahnya, biasanya lidah penderita tifus akan berubah warna menjadi memutih. Tetapi untuk bagian-bagian lainnya biasanya masih tetap berwarna merah. Ketika bakteri penyebab tifus sudah berkembang di dalam hati atau limpa, maka bayi atau anak penderita tifus akan merasa mual atau bahkan sampai muntah karena organ tersebut mengalami pembengkakan dan menekan lambung.

Cara Mengatasi Penyakit Tifus Pada Anak

Sebagai orang tua, anda harus tahu cara mengatasi tifus yang menyerang anak seperti berikut:

Membawa ke Dokter

Ketika anak anda menunjukan gejala-gejala tifus seperti yang sudah disebutkan di atas, maka anda bisa langsung membawanya ke dokter. Karena dengan seperti itu, anak anda akan langsung mendapatkan obat dan penanganan yang tepat untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Akan lebih baik jika anak anda dirawat inap di rumah sakit, agar proses penyembuhannya bisa terpantau. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mencegah anak anda terlalu banyak bergerak, karena terlalu banyak bergerak justru akan mengakibatkan bakteri yang menjadi penyebab tifus lebih aktif dalam menyerang tubuh penderita serta akan menyebabkan luka bertambah parah pada usus.

Ketika melakukan perawatan di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri yang menjadi penyebab tifus.

Obat Alami

Anak yang menderita penyakit tifus juga bisa diatasi dengan obat tradisional, namun mungkin proses penyembuhannya memerlukan waktu yang cukup lama. Obat tradisional yang biasanya diberikan pada anak penderita tifus yaitu ekstrak cacing. Namun, untuk mendapatkannya anda tidak harus mengolahnya sendiri, karena saat ini banyak obat berasal dari ekstrak cacing yang bisa anda beli dengan mudah di apotek atau pun mendapatkannya dari dokter. Ketika hendak memberikan obat di luar pemberian dokter, akan lebih baik jika anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Makanan Untuk Anak Penderita Tifus

Selain memberikan obat, anda juga harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak anda. Untuk menunjang proses pengobatan tifus, anda bisa memberi lebih banyak makanan yang rendah serat dan berkalori tinggi yang memiliki sifat tidak merangsang.

Makanan yang Dianjurkan

Ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk diberikan pada anak yang menderita tifus. Makanan yang dimaksud yaitu makanan yang memiliki tekstur lembut, sehingga akan mudah ditelan dan dicerna. Makanan yang kaya akan kandungan protein untuk mempercepat proses penyembuhan. Anda bisa mengolah makanan-makanan tersebut menjadi tim atau bubur.

Makanan yang Dihindari

Makanan yang mengandung serat tinggi harus dihindari karena akan membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Makanan yang berbumbu tajam dan bersifat merangsang, seperti makanan asam, pedas, pahit dan sepat juga harus dihindari, termasuk makanan yang mengandung gas.
Untuk mencegah agar anak tidak terserang tifus, anda harus bisa memperhatikan pola makan atau makanan yang ia konsumsi. Selain itu, anda juga perlu melakukan perbaikan pada sanitasi lingkungan, peningkatan terhadap kebersihan makanan dan minuman, serta kebersihan perorangan. Semoga bermanfaat.

Tifus(Tipes), Ketahui Gejala dan Cara Tepat Penanganannya

Penyakit tifus atau tipes merupakan gangguan sistem pencernaan yang bisa menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa.

Meskipun pada umumnya penyakit tifus sering dialami oleh anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan apabila penyakit tifus menyerang orang dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya kita harus mewaspadai penyakit yang satu ini.

Penyakit tifus sering terjadi di Indonesia, baik itu di  perkotaan atau di pedesaan yang diakibatkan karena kurangnya pemahaman akan gejala atau tanda-tanda yang muncul karena penyakit ini. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap gejala penyakit tifus disamakan dengan gejala penyakit DBD atau demam berdarah. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut akan penyakit tifus, anda bisa simak pembahasannya di bawah ini.

PENYAKIT TIFUS

Pengertian Tifus

Tifus(tipes) atau demam tipoid merupakan infeksi akut yang menyerang saluran pencernaan manusia, terlebih lagi usus halus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Jika tidak ditangani dengan baik dan benar, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Bahkan bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini bisa menyebar ke bagian lainnya, seperti aliran darah atau tulang.

Tifus menular cukup cepat. Infeksi atau demam tifoid bisa terjadi ketika penderitanya mengkonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi oleh tinja atau urin yang sudah terinfeksi oleh bakteri.

Gejala Tifus

Gejala tifus(tipes) atau demam tifoid tidak akan terlihat langsung, gejalanya akan berangsur-angsur muncul setelah penderitanya terinfeksi kuman selama 1-3 minggu. Berikut ini gejala yang biasa terlihat ketika seseorang tifus.

Demam atau Badan Panas

Gejala umum yang sering terlihat dari penyakit ini yaitu penderita mengalami demam atau suhu badan tinggi dalam beberapa hari. Suhu tubuh penderita biasanya akan mencapai 40 derajat Celcius. Selain itu, disertai dengan gejala lainnya seperti badan lemah dan lemas, serta sakit kepala. Oleh karena itu, tidak heran apabila penyakit ini tergolong ke dalam jenis penyakit akut.

Denyut Nadi Lambat

Biasanya ketika suhu badan seseorang sedang panas, maka denyut jantungnya akan lebih cepat dibandingkan dengan biasanya atau meningkat sekitar 10% setiap kali terjadi kenaikan suhu tubuh 1 derajat Celcius. Namun, keadaan tersebut tidak berlaku untuk penyakit tifus, karena denyut jantung penderita sakit tifus justru akan menjadi semakin lambat dari biasanya. Keadaan ini disebabkan karena adanya racun atau toksin yang berasal dari kuman yang menjadi penyebab tifus, sehingga pada akhirnya akan timbul reaksi seperti itu.

Sakit Perut, Mual dan Muntah

Pada umumnya penderita sakit tifus akan merasakan sakit di bagian perut sebalah kiri. Bahkan sering kali gejala ini disamakan dengan penyakit maag. Tapi bedanya, sakit yang dirasa karena penyakit maag berada di bagian perut atas atau tempat ulu hati berada.

Lidah Berwarna Putih

Gejala tifus selanjutnya yang biasa terlihat yaitu lidah bagian tengah penderita berubah warna menjadi putih, tapi untuk lidah di pinggirnya berwarna merah. Jika lidah penderita dijulurkan keluar, maka lidahnya akan menjadi bergetar.

Pola BAB berubah

Perubahan pola buang air besar pada penderita biasanya juga akan berubah. Seperti misalkan, penderita mengalami diare atau justru sebaliknya yaitu susah buang air besar. Keadaan ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman, bahkan ketika mengalami diare tubuh akan terasa lemas.

Penyebab Penyakit Tifus

Penyakit tifus(tipes) terjadi karena disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri yang menjadi penyebab penyakit ini bisa masuk ke dalam usus manusia melalui makanan atau minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi, yang kemudian bakteri tersebut akan berkembang biak di dalam kelenjar getah bening atau pembuluh darah.

Penularan Tifus

Tinja yang mengandung bakteri penyebab tifus merupakan sumber utama terjadinya penularan penyakit ini. Tinja yang mengandung bakteri ini diproduksi oleh seseorang yang sudah terlebih dahulu terinfeksi. Khususnya di Indonesia, penyebaran bakteri penyebab tifus ini terjadi melalui air yang dikonsumsi, yang mana air tersebut sebelumnya sudah terkontaminasi oleh tinja yang terinfeksi.

Selain itu, makanan yang dicuci dengan air yang sudah terkontaminasi pun dapat menyebabkan dampak yang sama. Keadaan seperti ini biasanya disebabkan karena buruknya kebersihan air.

Bakteri ini juga bisa menyebar ketika seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan sebelum membuat atau mengolah makanan. Ketika seseorang menyentuh atau mengkonsumsi makanan tersebut, maka ia pun bisa terinfeksi.

Menggunakan toilet yang sudah terkontaminasi oleh bakteri penyebab tifus, yang mana seseorang akan terinfeksi apabila langsung menyentuh mulut tanpa mencuci tangan. Mengkonsumsi makanan laut yang mana airnya sudah terkontaminasi urin atau tinja yang terinfeksi, bisa menjadi penularan tifus.

Cara Penanganan Tifus

Penanganan tifus yang paling efektif yaitu dengan terapi antibiotik. Perawatan tifus biasanya dilakukan di rumah sakit, namun jika cepat terdeteksi penderitanya bisa dirawat di rumah sendiri.

Perawatan Tifus di Rumak Sakit

Ketika melakukan perawatan di rumah sakit, pada saat itu tinja, urin dan sampel darah penderita akan diperiksa di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk menentukan jenis antibiotik apa yang tepat untuk diberikan. Biasanya antibiotik yang diberikan di rumah sakit berupa suntikan. Bahkan, nutrisi dan cairan pun akan diberikan dengan cara disuntikan ke dalam pembuluh darah melalui infus.

Infus akan diberikan pada penderita jika penderitanya diiringi dengan diare parah, muntah-muntah dan perut kembung. Bahkan dalam beberapa kasus operasi akan dilakukan apabila terjadi komplikasi yang bisa mengancam nyawa.

Penderita biasanya akan semakin membaik setelah di rawat di rumah sakit selama kurang lebih 4 hari. Namun, untuk pulih seperti sedia kala memerlukan waktu selama beberapa minggu.

Perawatan Tifus di Rumah

Perawatan tifus juga bisa dilakukan di rumah sendiri. Namun, ketika melakukan perawatan di rumah kondisi tidak berangsur membaik, maka alangkah lebih baiknya jika penderita melakukan perawatan di rumah sakit. Untuk sebagian penderita, penyakit ini mungkin saja bisa kambuh lagi. Supaya tubuh bisa kembali pulih seperti semula serta untuk mencegah tifus datang lagi, penderita dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah di bawah ini:

  • Makan dengan teratur. Penderita dianjurkan untuk makan sering namun dengan porsi sewajarnya saja, dibandingkan makan dengan porsi besar namun jarang
  • Istirahat dengan cukup
  • Cukupi cairan tubuh dengan mengkonsumsi banyak air putih
  • Cuci tangan dengan teratur untuk menghentikan penyebaran infeksi

Cara Mencegah Tifus

Sanitasi dan kebersihan adalah penting sebagai langkah untuk mencegah terjadinya penyakit tifus. Selain itu, ada jenis vaksin tertentu untuk mencegah tifus. Namun selain itu, gaya hidup sehat juga harus anda lakukan untuk menghindari resiko tertular tifus seperti di bawah ini:

Usahakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan, serta setelah dari toilet.

  • Hindari mengkonsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan.
  • Hindari konsumsi buah dan sayuran mentah.
  • Hindari makanan seafood yang belum dimasak.
  • Rajin bersihkan toilet.
  • Hindari bertukar handuk, alat mandi atau sprei.

Itulah penjelasan mengenai gejala sampai cara penanganan penyakit tifus. Semoga bermanfaat.

Mengenal Penyakit Wasir atau Ambeien, Gejala dan Cara Mengobati

Wasir atau ambeien merupakan gangguan sistem pencernaan yang sudah tidak asing lagi untuk kita semua, karena gangguan ini sudah dialami oleh banyak orang.

Dalam istilah medis, penyakit wasir dikenal dengan sebutan hemoroid. Hemoroid itu sendiri merupakan keadaan dimana pembuluh darah vena yang letaknya di sekitar anus atau rektum bagian bawah mengalami pelebaran atau peradangan. Secara normal, vena-vena yang terdapat pada anus rektum akan kembali menyalurkan darah ke jantung. Karena pembuluh darah mengalami pelebaran, maka dengan begitu darah akan berkumpul di sana sehingga akan membentuk sebuah benjolan yang tidak biasa dan lunak ketika diraba. Ukuran benjolan atau ambeien itu sendiri tergantung pada tingkat keparahannya.

PENYAKIT WASIR

Penyebab Wasir

Penyebab wasir atau hemoroid itu sendiri sebenarnya masih belum jelas. Namun, dalam beberapa kasus wasir terjadi karena adanya peningkatan tekanan dalam aliran darah. Tekanan ini merupakan penyebab pembuluh darah di sekitar bokong mengalami pembengkakan serta peradangan. Ada beberapa hal yang menyebabkan tekanan tinggi pada pembuluh darah atau vena seperti berikut:

Diare kronis

  • Mengejan terlalu kuat ketika buang air besar
  • Konstipasi atau sembelit
  • Kegemukan atau obesitas
  • Masa kehamilan
  • Terlalu lama nongkrong di toilet ketika Buang Air Besar

Orang yang lebih tua memiliki resiko lebih tinggi mengalami wasir. Hal ini disebabkan karena jaringan pendukung pembuluh darah yang terdapat di rektum atau anus menjadi melemah serta meregang karena proses penuaan.

Gejala Wasir

Gejala atau ciri-ciri wasir  pada umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yakni wasir internal dan wasir eksternal. Banyak orang merasa keliru dan menganggap bahwa semua gejala yang muncul di area anus dan rektum sebagai wasir. Wasir internal dan eksternal bisa muncul berbeda, namun meskipun begitu banyak orang yang mengalami keduanya. Biasanya penderita merasa malu akan keadaan yang menimpanya ini, karena itu mereka tidak mencari perawatan sedini mungkin dan mencari perawatan ketika kasusnya sudah lanjut.

Wasir Internal

Wasir internal muncul tanpa diiringi dengan rasa nyeri, serta darah yang keluar dari rektum biasanya berwarna merah terang selama buang air besar maupun sesudah. Darah yang keluar tersebut akan menutupi feses, dimana fesesnya sendiri berwarna normal. Gejala lain yang ditunjukan yaitu, adanya lendir yang keluar, gatal pada sekitaran anus, dan inkontinensia feses. Wasir internal hanya akan terasa sakit apabila terjadi trombosis.

Wasir Eksternal

Apabila tidak terkena trombosis, wasir jenis ini bisa menyebabkan beberapa masalah atau gangguan. Tetapi, jika menyebabkan trombosis maka akan terasa sangat menyakitkan. Hanya dalam waktu 2 sampai 3 hari biasanya rasa sakit ini akan hilang. Sedangkan hilangnya pembengkakan biasanya memerlukan beberapa minggu. Gejala lain yang dirasakan dari wasir eksternal yaitu, adanya rasa perih, panas dan gatal di sekitar anus.

Pembagian Penyakit Wasir Berdasarkan Tingkat Keparahan

Berdasarkan tingkat keparahannya, wasir itu sendiri dibedakan menjadi 4 stadium, dari wasir yang paling ringan sampai wasir paling parah.

Wasir Stadium 1

Pada wasir stadium 1 tonjolan masih kecil dan belum keluar. Gejala yang ditunjukan yaitu darah menetes setiap setelah buang air besar.

Wasir Stadium 2

Pada stadium 2, tonjolan sudah keluar dan berukuran sedang. Gejala yang ditunjukan yaitu, setelah selesai buang air besar tonjolan akan keluar, namun akan masuk kembali ketika berdiri.

Wasir Stadium 3

Pada stadium 3, ukuran tonjolan sudah lebih besar dibandingkan dengan stadium 2. Gejalanya yaitu, tonjolan akan keluar setelah selesai buang air besar, serta tidak akan masuk kembali terkecuali jika didorong dengan menggunakan tangan.

Wasir Stadium 4

Pada wasir stadium 4, tonjolan sudah sangat besar bahkan bisa sebesar bola tenis. Tonjolan ini tidak akan bisa masuk kembali meskipun sudah didorong dengan menggunakan tangan. Untuk mengatasinya yaitu harus diambil jalan operasi. Pada wasir luar, pembuluh darah sudah ditutupi oleh kulit dan berada di luar anus sehingga akan mudah terlihat. Gejala umum wasir luar yaitu adanya rasa nyeri atau sakit yang disebabkan pembuluh darah pecah. Darah yang pecah tidak akan keluar, namun justru akan berkumpul dan menjadi darah beku atau trombus.

Komplikasi

Wasir bisa menyebabkan komplikasi seperti:

  • Anemia. Anemia akan terjadi karena pendarahan secara terus menerus, sehingga dengan begitu tubuh akan kekurangan darah merah. Efek yang ditimbulkan yaitu akan mengalami kelemahan atau kelelahan.
  • Strangulasi Hemorrhoid. Apabila suplai darah ke wasir internal terputus, maka akibatnya akan timbul rasa sakit yang sangat menyakitkan serta menyebabkan matinya jaringan atau gangren.

Cara Mengobati Wasir

Wasir biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, namun untuk mengatasi atau mengurangi gatal-gatal dan tidak nyaman bisa dilakukan dengan berbagai pengobatan. Biasanya dokter akan menyarankan untuk membuat perubahan dalam pola makan serta tidak mengejan ketika buang air besar sebagai langkah dalam perawatan awal.

Namun, terkadang diperlukan perawatan yang lebih invasif. Yang mana perawatan ini tergantung pada letak wasir atau hemoroid itu sendiri, apakah berada di bawah, di atas atau pada garis dentate. Garis dentate itu sendiri yaitu garis yang terletak pada dinding lubang anus yang memisahkan area mampu dan tidak mampu merasakan sakit. Jika wasir atau hemoroid tumbuh di bawah atau pada garis dentate maka pengobatan tanpa menjalankan operasi akan sangat menyakitkan. Hal ini disebabkan karena saraf yang berada di area itu akan mendeteksi sakit. Apabila terjadi, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi hemoroid.

Apabila letak hemoroid berada di atas garis dentate, maka prosedur tanpa operasi akan dokter sarankan. Berikut pengobatan tanpa operasi.

Pengikatan Hemoroid

Penangan hemoroid dengan cara ini biasanya menggunakan tali yang elastis, dimana tali tersebut diikatkan dengan kuat pada dasar hemoroid dengan tujuan untuk memotong aliran darah, karena tanpa aliran darah hemoroid akan lepas setelah satu minggu melakukan perawatan ini.

Dalam proses pengikatan ini penderita tidak memerlukan pembiusan, bahkan pasien bisa beraktivitas normal pada keesokan harinya. Selama satu sampai dua hari rasa sakit dan tidak nyaman mungkin akan muncul. Untuk mengatasi rasa sakit ini biasanya menggunakan obat pereda rasa sakit.

Lepasnya hemoroid biasanya tidak akan disadari, dan terjadi ketika buang air besar. Apabila anda melihat lendir atau mukosa setelah tujuh hari dalam prosedur pengikatan, maka itu tandanya hemoroid sudah lepas. Setelah pengikatan akan terdapat sedikit darah, dan keadaan ini merupakan keadaan normal. Namun, jika darah yang keluar berwarna merah terang atau berupa gumpalan darah, maka dianjurkan untuk segera pergi ke dokter.

Koagulasi dengan Inframerah

Selain prosedur pengikatan, koagulasi terkadang dilakukan untuk mengatasi hemoroid. Ketika prosedur ini dilakukan, alat yang memancarkan sinar inframerah dipakai untuk menbakar jaringan hemoroid. Selain itu, langkah ini juga berfungsi untuk memotong alirah darah.

Suntikan Skleroterapi

Proses pengobatan dengan prosedur ini memanfaatkan larutan kimia tertentu yang disuntikan ke dalam pembuluh darah yang terdapat pada anus. Suntikan ini akan meredakan atau menghilangkan rasa sakit, dengan mematirasakan ujung saraf pada lokasi penyuntikan. Suntikan ini juga akan membuat jaringan hemoroid menjadi keras, yang kemudian akan membentuk luka. Dalam jangka waktu tertentu, ukuran hemoroid akan menyusut atau mengecil.

Setelah melakukan prosedur ini penderita biasanya dianjurkan untuk menghindari kegiatan fisik yang melelahkan selama sepanjang hari.

Meskipun kebanyakan hemoroid bisa diatasi dengan prosedur di atas, tetapi ada beberapa penderita yang harus tetap menjalani prosedur operasi.

Sering Merasa Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah? Kenali Penyebabnya

Sakit perut merupakan kondisi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan keadaan ini sudah dianggap sebagai hal biasa dan tidak dianggap terlalu serius.

Sakit yang dirasa di daerah perut itu sendiri biasanya tidak hanya pada satu tempat, karena perut itu sendiri terdiri dari bagian-bagian tertentu, baik itu sebelah kiri, kanan, atas atau pun bawah. Namun, dalam kasus tertentu sakit perut merupakan tanda penyakit yang serius.

Ketika kita merasa sakit pada bagian perut sebelah kiri bawah, biasanya berkaitan dengan sistem pencernaan. Namun, juga bisa berhubungan dengan organ reproduksi, masalah kulit, saluran pencernaan, pembuluh darah dan dinding perut.

Untuk memastikan penyebab pasti sakit perut sebelah kiri bawah, maka akan lebih baiknya jika segera menghubungi dokter. Selain mengetahui penyebabnya, juga untuk mendapatkan perawatan tepat mengenai gangguan ini.

SAKIT PERUT KIRI BAWAH

Seseorang yang mengalami sakit perut sebelah kiri bawah biasanya mengalami gangguan atau penyakit yang cukup serius pada sepanjang daerah yang terkena dampaknya.

Nah, untuk mengetahui apa saja penyebab sakit perut sebalah kiri bawah, berikut ini ada beberapa kemungkinan yang menjadi penyebabnya.

Konstipasi atau Sembelit

Konstipasi merupakan keadaan dimana penderitanya susah buang air besar yang disebabkan karena sembelit. Yang mana keadaan ini juga bisa menyebabkan sakit perut bagian kiri bawah. Keadaan ini terjadi yaitu karena ketidakmampuan untuk mengeluarkan feses dengan teratur. Biasanya rasa sakit tersebut akan hilang setelah feses berhasil dikeluarkan. Untuk mengatasi keadaan ini diperlukan obat pencahar atau diet tinggi serat serta mengkonsumsi banyak cairan.

Diverticulitis

Gangguan ini biasanya lebih sering menyerang orang yang lebih tua. Rasa sakit pada perut bagian kiri bawah ini biasanya akan muncul dengan tiba-tiba bahkan akan terasa parah, serta memburuk dari waktu ke waktu atau hilang dan timbul. Selain sakit perut bagian kiri bawah, gangguan ini juga akan menunjukan gejala lainnya seperti:

  • Adanya pembengkakan pada perut kiri bawah
  • Perut kembung
  • Demam
  • Merasa mual dan muntah
  • Diare

Dalam kasus ringan, gangguan ini bisa diobati dengan mengatur gaya hidup seperti istirahat yang cukup, perubahan diet, serta minum antibiotik yang disarankan dokter. Sedangkan untuk kasus yang lebih serius memerlukan penanganan yang lebih lanjut atau dilakukan operasi.

Gangguan Usus

Kolitis Ulserativa

Berdasarkan penelitian medis mengungkapkan bahwa gangguan ini merupakan penyebab utama timbulnya rasa sakit pada bagian perut sebelah kiri bawah. Biasanya penyakit ini mempengaruhi baik itu pria atau wanita.

Kolitis ulserativa merupakan gangguan inflamasi yang terjadi pada usus besar atau kolon. Yang mana gangguan ini kemudian akan mempengaruhi bagian divertikula pada saluran pencernaan.

Gangguan ini biasanya ditandai dengan gejala sakit perut, diare mengandung darah, demam, mudah lelah dan berat badan menurun.

Obstruksi usus

Obstruksi usus merupakan kondisi yang terlihat sebagai akibat karena kurangnya aliran dari makanan atau cairan melalu sistem pencernaan, sehingga dengan begitu akan menyebabkan rasa sakit pada sisi kanan bagian bawah perut.

Orang yang mengalami gangguan ini akan mengalami nyeri perut, muntah, sembelit parah dan gejala penyumbatan lainnya.

Kanker Usus Besar

Meskipun kasus ini jarang terjadi, tetapi sakit perut bagian kiri bawah bisa menjadi salah satu tanda karena adanya kanker usus besar.

Gangguan Saluran Kemih

Batu Ginjal

Rasa sakit pada perut bagian kiri bawah akan timbul ketika batu ginjal melewati saluran kemih, mulai dari ginjal ke kandung kemih. Rasa sakit perut yang timbul akan datang secara mendadak bahkan akan sangat parah. Rasa sakit kemungkinan besar akan menyebar pada daerah-daerah lainnya seperti punggung dan pingang, sakit perut kiri bawah dan pangkal paha. Gejala lain yang terlihat di antaranya yaitu, mual, muntah, demam, adanya rasa nyeri saat buang air kecil, urin berwarna merah atau merah muda, sering buang air kecil dan lain sebagainya.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih sering dikaitkan dengan rasa nyeri ketika buang air kecil atau dorongan untuk terus menerus buang air kecil. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh bakteri yang menyerang sistem ekresi seperti kandung kemih, ginjal, serta ureter atau uretra. Infeksi bakteri pada kandung kemih ini juga bisa menjadi penyebab rasa sakit pada perut bagian kiri bawah.

Infeksi Ginjal

Infeksi pada saluran kemih juga bisa menyebar ke ginjal kiri dan menyebabkan rasa sakit pada perut bagian kiri bawah serta akan menyebar ke bagian pangkal paha dan pinggang. Rasa sakit tidak muncul secara tiba-tiba, karena sebelumnya penderita akan menunjukan gejala-gejala terlebih dahulu seperti muntah dan demam. Seringnya buang air kecil dan menyakitkan. Bahkan terlihat adanya darah pada urin. Infeksi ginjal harus segera diobati, karena jika dibiarkan akan menyebabkan infeksi yang lebih luas serta meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada ginjal.

Kondisi Khusus Pada Wanita

Kista Ovarium Kiri

Kista yang terdapat pada ovarium jika terlalu besar akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sakit, bahkan rasa sakit tersebut akan menyebar ke bagian punggung bawah. Selain rasa sakit pada perut bagian kiri bawah, gejala lain yang ditunjukan yaitu terasa mual, muntah, menstruasi tidak teratur, dan lain sebagainya.

Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik juga disebut sebagai kehamilan di luar kandungan, yang mana jika terganggu maka akan menyebabkan rasa sakit pada perut kiri bawah ataupun kanan bawah.

Endometriosis

Endometriosis merupakan gangguan yang mana jaringan rahim tumbuh di luar rongga rahim. Efeknya yaitu akan terasa nyeri pada bagian perut. Selain itu, gangguan ini juga bisa menyebabkan diare, konstipasi, serta terasa nyeri saat buang air kecil atau menstruasi.

Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut Bagian Kiri Bawah?

Mengatasi rasa sakit perut bagian kiri bawah tergantung pada penyebab sakit perut itu sendiri.

Jika anda sering sakit perut kiri bawah, bahkan rasa sakit tersebut sering muncul serta diiringi dengan buang air besar berdarah, muntah darah, perut terasa kaku, pendarahan jalan lahir, terasa lemas dan wajah pucat, maka usahakan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Namun, jika penyebabnya ringan bisa ditangani sendiri dengan melakukan perawatan di rumah.

Atur Pola Makan

Penyebab ringan sakit perut kiri yaitu karena kebiasaan mengkonsumsi makanan yang buruk atau pola makan yang tidak teratur. Untuk menghindari atau mengatasi sakit perut, maka sangat dianjurkan untuk melakukan diet seimbang. Selain itu, tubuh anda juga harus mendapatkan cairan yang cukup, usahakan untuk minum setidaknya 8 gelas air per hari. Langkah ini akan menghindari masalah sakit perut yang disebabkan karena sembelit atau gas. Hindari juga beberapa makanan yang dapat menyebabkan iritasi seperti makanan asam atau pedas.

Menerapkan Gaya Hidup Sehat

Latihan fisik yang tidak terlalu berat seperti yoga sangat membantu merilekskan otot perut. Langkah ini bisa anda lakukan untuk meringankan sakit perut yang disebabkan karena tegang otot. Namun, ketika latihan anda harus menghindari tekanan pada daerah perut yang terasa sakit. Jika rasa sakit semakin parah, anda bisa menghindari latihan fisik ini.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi sakit perut kiri bawah. Semoga bermanfaat.

Waspada Disentri Pada Anak, Ketahui Cara Penanganannya

Disentri merupakan suatu gangguan sistem pencernaan yang bisa menyerang siapa saja.

Namun, dibandingkan dengan orang dewasa, biasanya anak-anak akan lebih rentan terserang penyakit yang satu ini.

Penyakit disentri memang sering kita dengar, namun tidak banyak yang mengetahui seperti apa penyakit yang satu ini. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit disentri justru akan menyebabkan kematian pada anak atau orang dewasa. Untuk itulah, anda sebagai orang tua harus lebih waspada terhadap penyakit yang satu ini terlebih lagi pada efek yang akan ditimbulkan terhadap kesehatan anak anda.

Disentri itu sendiri yaitu peradangan yang terjadi pada usus yang disebabkan karena usus tersebut terinfeksi oleh bakteri, sehingga menyebabkan terjadinya diare yang mengandug lendir dan darah. Pada beberapa kasus, disentri yang tidak ditangani dengan segera justru menjadi penyakit yang bisa mengancam jiwa, terlebih lagi jika penderitanya tidak bisa mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cepat.

DISENTRI PADA ANAK

Sekitar 15% seluruh diare yang dialami oleh balita adalah penyakit disentri. Pada bayi, dehidrasi yang disebabkan oleh disentri merupakan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia.

Pemberian Asi sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan disentri pada bayi. Karena seperti yang sudah dilaporkan, disentri berat pernah dialami oleh seorang bayi karena ia tidak mendapatkan ASI eklusif serta anak yang kekurangan gizi.

Penyebab Disentri

Penyebab disentri itu sendiri dikelompokan menjadi dua tipe seperti berikut:

  • Disentri basiler. Disentri basiler merupakan disentri yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri yang biasanya menginfeksi yaitu bakteri shigella. Bakteri ini merupakan penyebab disentri tersering pada bayi dan anak.
  • Disentri Amoeba. Disentri amoeba merupakan disentri yang disebabkan karena infeksi amoeba atau parasit bersel satu.

Infeksi yang disebabkan oleh kuman biasanya akan menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, melalui tangan, serta peralatan makan yang tidak dibersihkan dengan baik dan benar. Biasanya keadaan ini terjadi di daerah yang memiliki tingkat kebersihan buruk.

Tanda dan Gejala Disentri

Selain mengalami diare yang mengandung lendir dan darah, anak yang terserang disentri juga biasanya akan mengalami demam serta tenesmus. Tenesmus itu sendiri yaitu perasaan nyeri pada perut yang melilit, terlebih lagi ketika buang air besar. Nyeri perut pada anak atau bayi biasanya tidak akan terlihat dengan jelas, karena pada umumnya mereka masih belum bisa menjelaskan apa yang mereka sendiri rasakan. Mungkin tanda yang akan mereka perlihatkan yaitu, menangis, rewel atau ekspresi karena kesakitan lainnya.

Cara Penularan

Disentri itu sendiri bisa menular dengan berbagai macam cara melalui berbagai media. Seperti misalkan, anak atau bayi minum air yang sudah tercemari oleh tinja atau mengkonsumsi makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah melakukan aktivitas atau bermain di tempat yang kebersihannya kurang terjaga. Selain itu, kontak secara langsung dengan peralatan rumah tangga atau dengan orang yang terinfeksi bisa menjadi jalan masuknya bakteri atau amoeba yang menjadi penyebab disentri. Penularan dengan cara ini biasanya akan terjadi di daerah padat penduduk atau daerah yang kebersihannya kurang terjaga.

Pada umumnya disentri dialami oleh anak ketika dalam masa balita, yang mana masa tersebut merupakan masa bermain.

Komplikasi Disentri

Komplikasi biasanya akan terjadi karena adanya faktor resiko pada penderita seperti misalkan, anak yang tidak mendapatkan ASI, dalam 6 bulan terakhir menderita campak atau anak yang mengalami gizi buruk.

Awal terjadinya komplikasi yaitu, dinding usus mengalami pelunakan sehingga dengan begitu bakteri shigella dengan mudah menginvasi lebih jauh ke dalam. Luka yang timbul pada usus besar akan semakin bertambah parah, yang mana bertambah parahnya luka tersebut disebabkan karena tercemar oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri yang terdapat di usus besar. Keadaan seperti ini akan memicu terjadinya pecah usus, sehingga pendarahan hebat pun akan terjadi.

Racun yang diproduksi oleh bakteri penyebab disentri akan membuat kerja paristaltik usus menjadi melemah. Selain itu, usus pun akan membesar, keadaan ini bisa dilihat dengan membesarnya perut penderita. Jika racun yang diproduksi oleh bakteri disentri tersebut sampai ke otak, maka anak akan mengalami kejang-kejang, bahkan beresiko mengalami radang otak.

Pada disentri amoeba atau disentri yang disebabkan oleh amoeba, kuman yang ada di dalam tubuh bisa sampai menjalar ke hati, serta akan menyebabkan terbentuknya kumpulan nanah atau yang lebih sering disebut dengn abses. Penyakit disentri hingga menimbulkan komplikasi seperti ini bisa terjadi dalam waktu yang cukup singkat, yakni sekitar seminggu. Oleh karena itu, agar disentri yang terjadi pada anak tidak semakin parah atau fatal, maka sangat dianjurkan untuk menggalakan pemberian ASI, memberikan imunisasi terlebih lagi imunisasi campak, dan memperbaiki gizi.

Cara Mengobati Disentri Pada Anak

Disentri pada anak bisa diobati agar tidak bertambah parah. Biasanya pengobatan yang dilakukan yaitu dengan memberikan obat disentri yang mampu membunuh bakteri atau kuman yang menjadi penyebab disentri.

Biasanya dokter atau pihak medis akan memberikan antibiotik tertentu. Untuk mengetahui jenis obat apa yang akan diberikan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai langkah untuk mengetahui ketahanan kuman dan jenis disentri apa yang dialami. Jika obat yang diberikan tidak disesuaikan, kuman yang menjadi penyebab disentri lebih kebal maka komplikasi akan mudah terjadi.

Cara Penanganan di Rumah

Perawatan yang tepat sangat dianjurkan untuk anak yang menderita disentri. Dianjurkan untuk memberikan makanan bertekstur lunak, tidak merangsang, mudah dicerna, serta mengandung protein tinggi kepada anak yang menderita disentri sebagai langkah penyembuhan.

Yang harus diperhatikan oleh para orang tua setelah melakukan pengobatan terhadap anak yaitu memperhatikan  kondisi anak secara bertahap. Apakah keadaannya semakin membaik atau justru bertambah buruk. Penderita disentri bisa dikatakan membaik jika suhu tubuhnya kembali normal seperti semula, darah yang dikeluarkan pada tinja akan semakin berkurang atau tidak ada sama sekali, tidak lagi merasa sakit perut, frekuensi buang air besar berkurang, serta nafsu makan anak menjadi membaik.

Sedangkan keadaan dikatakan menjadi lebih buruk jika anak terlihat lemas dan lesu, kesadaran anak menurun, perut kembungnya tidak kunjung mengecil, tidur terus menerus, darah yang dikeluarkan saat buang air besar semakin banyak, buang angin terhambat, suhu tubuh tinggi tidak kunjung turun dan lain sebagainya. Jika mengalami gejala-gejala tersebut, maka anak yang menderita disentri harus kembali di bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Cara mencegah agar anak tidak mengalami penyakit disentri bisa dilakukan dengan sederhana. Anda sebagai orang tua harus menjaga kebersihan diri anak anda serta kebersihan lingkungannya. Untuk kebersihan diri dimulai dengan rutin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air setelah memegang benda kotor serta setelah dan sebelum makan, atau setelah buang air besar.

Demikian penjelasan mengenai disentri dan cara penanganan disentri pada anak. Semoga bermanfaat. 

Penyakit Disentri, Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

Apakah anda pernah mengalami susah buang air besar, yang mana kotoran yang anda keluarkan berupa darah dan lendir, atau bahkan mengalami diare dengan tinja bercampur darah?

Jika pernah, apa yang anda alami tersebut mungkin saja penyakit disentri. Penyakit disentri merupakan gangguan sistem pencernaan yang terjadi karena peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut serta buang air besar secara berulang-ulang yang mana akan menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan banyak cairan.

Di Indonesia sendiri gangguan sistem pencernaan yang satu ini sering terjadi bahkan selalu muncul dalam sepanjang tahun. Namun, jumlah penderita penyakit yang satu ini masih belum diketahui secara pasti karena penyakit ini secara resmi belum tercatat. Faktor yang menyebabkan disentri yang paling kuat di Indonesia yaitu karena makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kurang terjaganya kebersihan.

PENYAKIT DISENTRI

Penyakit disentri harus kita waspadai, karena penyakit ini bisa menyerang segala usia. Selain orang dewasa, anak-anak dan balita pun bisa diserangnya. Agar kita bisa mencegah penyakit ini, maka tidak ada salahnya jika kita mengetahui penyakit ini lebih lanjut, baik itu penyebab, gejala dan cara penanganannya.

Apa Penyebab Penyakit Disentri?

Berdasarkan penyebabnya, penyakit disentri dibedakan menjadi dua tipe seperti berikut ini:

Disentri Basiler

Disentri basiler merupakan penyakit disentri yang pada umumnya disebabkan karena penderita terinfeksi bakteri. Bakteri yang biasanya menjadi penyebab disentri paling sering terlebih lagi pada anak-anak atau bayi yaitu bakteri shigella.

Bakteri shigella biasanya akan menyebar karena tidak terjaganya kebersihan, seperti misalkan tidak menjaga kebersihan tangan setelah diare. Ketika kita menyentuh benda atau bagian tubuh orang lain yang terkontaminasi oleh bakteri, maka kita pun bisa ikut terinfeksi.

Apabila bakteri tersebut masuk ke dalam mulut, maka ia akan turun ke saluran pencernaan lainnya seperti usus yang nantinya akan menyerang sel yang melapisi usus besar. Bakteri tersebut kemudian akan berkembang biak, membunuh sel-sel serta akan menjadi penyebab penyakit disentri.

Disentri basiler juga bisa menyebar melalui makanan, yang mana makanan tersebut sebelumnya telah terkontaminasi oleh tinja atau kotoran manusia serta makanan yang cara pengolahannya tidak benar atau masih mentah. Biasanya jangka waktu seseorang terkontaminasi bakteri sampai munculnya gejala yaitu sekitar 1-7 hari.

Disentri Amoeba

Disentri amoeba merupakan penyakit disentri yang disebabkan oleh infeksi amoeba atau parasit bersel satu. Disentri amoeba sering ditemukan di daerah tropis, seperti halnya Indonesia.

Amoeba yang ada di dalam tubuh penderita dan siap keluar akan berkumpul serta dilindungi oleh pelapis, yang mana kumpulan amoeba ini disebut dengan kista. Kista tersebut akan keluar dari tubuh manusia bersama dengan kotoran atau tinja. Kumpulan amoeba atau kista tersebut masih bisa bertahan hidup meskipun di luar tubuh manusia. Apabila kebersihan kurang terjaga, maka amoeba-amoeba tersebut akan mengkontaminasi daerah yang berada di sekitarnya, termasuk air atau makanan.

Jika air atau makanan yang terkontaminasi tinja yang mengandung kista tersebut dikonsumsi oleh seseorang, maka ia akan terinfeksi.

Amoeba yang masuk ke dalam mulut akan turun ke perut. Setelah dari perut, amoeba-amoeba tersebut akan turun ke usus. Ketika di usus dinding pelapisnya akan pecah, dan amoeba-amoeba tersebut akan lepas serta menyebabkan infeksi.

Apa Gejala Disentri?

Gejala Disentri Basiler

Gejala umum disentri basiler yaitu sakit perut ringan serta mengalami diare yang mengandung darah. Yang mana keadaan ini biasanya terjadi selama 1-7 hari setelah terinfeksi. Gejala ini biasanya akan terjadi selama 3-7 hari. Namun, dalam kasus-kasus parah gejalanya meliputi:

  • Mual dan muntah
  • Mengalami diare dengan kotoran mengandung darah dan lendir
  • Demam tinggi dengan suhu sekitar 38 derajat celcius
  • Mengalami kram perut
  • Rasa sakit pada perut yang tidak tertahankan

Penyakit disentri yang parah pada umumnya akan berujung pada dehidrasi. Keadaan ini harus diwaspadai terutama jika menyerang anak-anak.

Gejala Disentri Amoeba

Disentri amoeba biasanya tidak menampakan gejala. Namun jika ada, gejala yang terlihat seperti berikut:

  • Muntah
  • Sakit perut
  • Terasa mual
  • Adanya pendarahan pada anus
  • Diare dengan kotoran mengandung darah dan lendir
  • Nafsu makan hilang
  • Berat badan menurun
  • Demam

Gejala ini akan terlihat setelah 10 hari penderita terinfeksi oleh amoeba.

Bagaimana Cara Menangani Penyakit Disentri?

Pengobatan Disentri Basiler

Pengobatan penderita disentri basiler baik itu tingkat menengah sampai tingkat parah biasanya akan dianjurkan untuk minum antibiotik.

Ada beberapa jenis antibiotik yang akan dianjurkan dokter untuk mengobati disentri basiler, tergantung dengan daya tahan kuman terhadap antibiotik itu sendiri. Jika daya tahan kuman kuat terhadap antibiotik yang diberikan, maka itu berarti obat tersebut tidak mampu membunuh bakteri-bakteri yang menjadi penyebab disentri ini. Dokter biasanya tidak akan memberikan antibiotik pada penderita disentri basiler ringan.

Untuk mengetahui antibiotik apa saja yang cocok untuk mengobati disentri besiler, anda bisa berkonsultasi pada dokter atau apoteker.

Pengobatan Disentri Amoeba

Biasanya orang yang menderita disentri amoeaba akan diberikan antibiotik bernama metronidazol. Ketika itu dokter yang menangani mungkin akan memberi tahu seberapa lama penderita harus mengkonsumsi obat tersebut. Selain antibiotik tersebut, antibiotik lain yang biasanya diberikan oleh dokter yaitu tinidazol.

Setelah meminum antibiotik tersebut, biasanya penderita akan diberi obat pemusnah kista amoeba yang memiliki daya tahan tinggi.

Penyakit disentri jika tidak diobati dengan segera akan menyebabkan dehidrasi parah. Dehidrasi yang cukup parah atau berat akan menyebabkan syok atau bahkan mengancam nyawa. Jika anda atau keluarga anda menunjukan gejala dehidrasi berat seperti lesu, kebingungan, kehilangan kesadaran dan kulit terasa dingin, maka tindakan yang harus anda lakukan yaitu segera mungkin membawa penderita ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atau penangan medis.

Bagaimana Cara Mencegah Disentri?

Menjaga kebersihan memiliki peranan penting sebagai langkah untuk mencegah disentri. Penyakit ini selain berdampak pada penderita juga akan menyebar pada orang-orang yang ada di sekitarnya.  Ada beberapa langkah lainnya yang harus anda lakukan untuk mencegah disentri seperti berikut:

  • Rajin mencuci tangan, baik itu sebelum atau setelah makan, setelah menggunakan toilet atau setelah menyentuh hewan peliharaan.
  • Konsumsi makanan yang dimasak dengan benar atau sampai benar matang.
  • Menjaga kebersihan dapur dan kamar mandi
  • Jauhi makanan yang anda rasa kebersihannya tidak terjamin.
  • Pisahkan makanan yang mentah dengan makanan yang matang.

Jika anda atau keluarga anda sudah terkena disentri, maka ada beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah agar tidak menular pada orang-orang yang ada di sekitar.

  • Anjurkan penderita untuk selalu mencuci tangan baik itu sebelum makan atau ketika menyiapkan makanan.
  • Bersihkan toilet setelah penderita disentri menggunakannya.
  • Tidak memakai handuk atau peralatan makan yang sama dengan penderita.
  • Penderita dianjurkan untuk tidak keluar rumah minimal dua hari setelah mengalami diare terakhir.

Itulah penjelasan lebih lanjut mengenai disentri. Semoga bermanfaat.

Sering Merasa Mual dan Muntah? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mual adalah salah satu gejala yang mungkin sering kita jumpai dan kita alami.

Sering kali mual diartikan sebagai perasaan yang tidak nyaman pada bagian atas perut, sehingga dengan begitu akan menimbulkan perasaan ingin muntah. Sedangkan muntah, yaitu kondisi dimana semua lambung keluar melalui mulut. Ketika muntah bisa berupa cairan yang bercampur dengan makanan maupun hanya cairan lambung saja.

Muntah terjadi melalui mekanisme yang sangat kompleks. Muntah terjadi dikontrol oleh pusat muntah yang mana letaknya berada pada susunan saraf pusat otak. Muntah akan terjadi apabila terdapat kondisi tertentu yang merangsang pusat muntah. Rangsangan pada pusat muntah tersebut kemudian akan dilanjutkan ke diafragma, atau sekat yang terletak di antara dada dan perut serta otot lambung. Hal ini kemudian akan mengakibatkan tekanan dalam perut, tepatnya pada lambung, sehingga akan mengakibatkan isi lambung keluar melalui mulut.

Mual dan muntah merupakan gejala, bukan sebuah penyakit yang berdiri sendiri. Untuk itulah, mual dan muntah biasanya disebabkan oleh berbagai macam kondisi medis tertentu. Selain itu, kondisi ini merupakan upaya tubuh untuk membuang materi yang berbahaya.

Penyebab mual dan muntah adalah penting untuk diketahui, guna mencari cara mengatasi mual dan muntah dengan tepat.

MUAL dan Muntah

Apa Saja Penyebab Mual dan Muntah?

Penyakit gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi pada usus ataupun perut yang mana diakibatkan oleh beberapa jenis virus tertentu. Penyakit yang satu ini merupakan penyebab paling umum mengapa seseorang mual dan ingin muntah. Selain menyebabkan mual dan muntah, penyakit yang satu ini juga biasanya menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami diare. Namun, selain itu mual dan muntah juga bisa menjadi tanda awal kehamilan.

Beberapa obat-obatan tertentu nyatanya bisa menjadi penyebab seseorang merasa mual dan muntah. Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang mual dan muntah.

  • Penyakit gastroenteritis atau keracunan makanan
  • Radang usus buntu
  • Mual awal kehamilan
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras
  • Mabuk perjalanan, baik darat, laut ataupun udara
  • Terlalu banyak asupan makanan
  • Reaksi terhadap bau atau aroma tertentu
  • Adanya infeksi pada kandung kemih
  • Kadar gula darah di dalam tubuh yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Adanya infeksi ginjal atau batu ginjal
  • Saluran pencernaan, batu empedu atau hernia terhambat
  • Penyakit asam lambung
  • Obat-obatan tertentu
  • Serangan jantung
  • Telinga mengalami infeksi
  • Efek samping kemotrapi
  • Tumor otak
  • Gegar otak atau mengalami cedera pada bagian otak lainnya

Itulah beberapa penyebab mual dan muntah, namun khususnya pada anak ada beberapa kondisi yang menyebabkan mual dan muntah seperti berikut ini:

  • Infeksi virus
  • keracunan makanan
  • Terlalu banyak asupan makanan
  • Mabuk perjalanan
  • Sistem pencernaan terhambat
  • Batuk
  • Adanya reaksi alergi terhadap susu atau yag lainnya

Masalah yang akan timbul karena diakibatkan oleh mual dan muntah yang paling parah yaitu dehidrasi. Bahkan kondisi ini akan lebih parah apabila dialami oleh anak-anak, terlebih lagi jika mereka juga mengalami diare.

Waktu seseorang mengalami mual dan muntah sebenarnya bisa menunjukan penyebabnya. Apabila mual muncul tidak lama setelah makan, maka sudah dipastikan bahwa penyebabnya yaitu keracunan makanan, maag, gastritis dan lain sebagainya.

Selain itu, mual yang muncul sekitar 1 sampai 8 jam setelah makan juga disebabkan oleh keracunan makanan, yang mana makanan tersebut mengandung jenis bakteri tertentu seperti salmonella.

Bahkan mual dan muntah secara terus menerus yang dialami oleh ibu hamil, akan membahayakan nyawa ibu hamil itu sendiri dan janin yang dikandungnya. Hal ini disebabkan karena adanya ketidakseimbangan mineral dan cairan di dalam tubuh.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

  • Meskipun mual dan muntah bukanlah sebuah penyakit, tapi dalam keadaan tertentu anda harus pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut seperti di bawah:
  • Ketika muntah, semua yang dikeluarkan berwarna hijau. Itu artinya mengandung cairan empedu. Kondisi ini bisa menadakan adanya hambatan pada sistem atau saluran pencernaan.
  • Adanya darah pada muntahan. Dimana darah yang dikeluarkan biasanya berwarna merah terang atau seperti kopi.
  • Adanya rasa sakit pada bagian dada.
  • Disertai dengan sakit kepala yang teramat sakit, serta leher terasa kaku.
  • Denyut jantung menjadi lebih cepat.
  • Terasa lelah.
  • Merasa kebingungan dan kesadaran mulai berkurang.
  • Muntah-muntah parah selama kurang lebih 24 jam.
  • Adanya gejala atau tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, rasa haus yang berlebihan, urin berwarna gelap, buang air kecil sedikit, pusing ketika beranjak dari duduk.

Keadaan atau gejala darurat antara anak dan orang dewasa memiliki perbedaan. Dimana anda bisa membawa anak anda ke dokter apabila menunjukan atau mengalami hal-hal di bawah ini.

  1. Apabila bayi dan anak di bawah enam tahun mengalami muntah dalam waktu yang cukup lama atau beberapa jam, yang disertai dengan tanda-tanda dehidrasi, disertai dengan diare, dan demam. Mereka juga tidak buang air kecil selama enam jam.
  2. Apabila anak enam tahun atau di atas enam tahun yang muntah lebih dari satu hari yang disertai dengan gejala dehidrasi, diare, demam atau bahkan kurang atau tidak buang air selama enam jam.
  3. Apabila anak tidak bisa menyimpan cairan selama delapan jam.

Cara Mengobati Mual dan Muntah

Mengingat bahaya yang akan ditimbulkan karena gejala mual dan muntah, maka diperlukan cara untuk mengatasinya dengan tepat.

Berikut ini cara mengobati mual dan muntah:

  • Lebih banyak minum air. Minuman dengan sari jahe juga bisa meredakan mual yang terjadi.
  • Minum larutan penambah cairan tubuh atau oralit guna menghindari dehidrasi.
  • Hentikan konsumsi obat melalui mulut. Namun, sebelum menghentikan obat-obatan tersebut anda harus bertanya terlebih dahulu pada dokter.
  • Apabila mual dan muntah disebabkan karena penyakit kanker, maka dokter akan menyarangkan kepada penderita obat-obatan tertentu disesuaikan dengan kondisi. Sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat tertentu, akan lebih baiknya apabila anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui manfaat dan resikonya.
  • Pada wanita hamil, bisa menjauhi makanan atau bau-bau tertentu yang dapat menyebabkan mual dan muntah.
  • Hindari makanan yang sulit dicerna.
  • Makan dengan perlahan atau pelan.
  • Jangan berbaring setelah makan.
  • Makan ketika anda merasa tidak mual.
  • Untuk mencegah dehidrasi yang terjadi, anda bisa minum air sebanyak 1,5 sampai 2 liter. Kecuali apabila anda dilarang terlalu banyak minum air karena kondisi medis yang lainnya.
  • Anda bisa mengkonsumsi makanan yang dingin apabila merasa mual karena aroma makanan yang panas.

Selain itu, ketika mual dan muntah menyerang anda juga bisa mencegahnya dengan minum minuman bercita rasa manis, seperti jus buah atau soda. Anda juga harus menghindari minuman yang tinggi akan kadar asamnya, seperti jus buah atau jeruk bali. Mengurangi aktivitas setelah makan dapat mengurangi resiko anda mengalami muntah.

Sedangkan pada anak-anak, upaya untuk mengurangi resiko mual dan muntah yaitu dengan mencegah mereka makan sambil bermain. Untuk menghindari mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk mereka paling depan atau menghadap kaca.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi mual dan muntah. Semoga bermanfaat. 

Gejala dan Cara Mengobati Radang Usus

Usus merupakan salah satu organ dalam sistem pencernaan.

Sama dengan organ lainnya, usus pun rentan mengalami gangguan, masalah atau penyakit. Dimana salah satu gangguan yang menyerang usus yakni terjadinya peradangan. Radang usus yaitu keadaan dimana usus mengalami peradangan atau inflamasi. Radang usus buntu itu sendiri pada dasarnya terbagi menjadi dua, yakni penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Yang mana kedua kondisi ini diakibatkan karena adanya peradangan kronis pada sistem pencernaan. Kondisi seperti ini muncul apabila adanya reaksi yang keliru terhadap jaringan pada sistem pencernaan yang sehat dan normal.

Penyakit Crohn merupakan peradangan yang biasanya terjadi pada saluran pencernaan secara umum, dari mulai mulut sampai ke anus. Sedangkan kolitis ulseratif yaitu peradangan yang hanya terbatas pada kolon atau usus besar.

Untuk mengenal lebih jauh akan penyakit yang satu ini, anda harus mengetahui beberapa gejala yang ditumbulkan. Berikut gejala radang usus.

RADANG USUS BUNTU

Gejala Radang Usus

Radang usus merupakan penyakit jangka panjang, yang mana gejalanya akan muncul dan hilang selama beberapa waktu. Biasanya tingkat keparahan yang muncul tergantung pada bagian apa saja yang mengalami peradangan. Ada beberapa gejala yang umum terjadi seperti di bawah.

  • Adanya penurunan berat badan, adanya penurunan berat badan ini terjadi karena usus tidak bisa mencerna dan menyerap makanan dengan baik.
  • Nafsu makan menjadi berkurang.
  • Terasa nyeri atau sakit pada bagian perut, peradangan atau luka yang terjadi dapat mempengaruhi gerak usus sehingga akan menimbulkan rasa nyeri.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami diare, gejala ini merupakan gejala radang usus yang paling sering dialami.
  • Mengalami demam dan lelah, banyak penderita radang usus juga mengalami demam dan lelah.
  • Terdapat darah pada feses, baik itu terlihat sebagai darah merah segar atau merah gelap, atau bahkan samar dan tidak terlihat sama sekali.

Perlu anda ketahui, bahwa gejala yag muncul pada setiap orang tidaklah sama. Kondisi seperti ini akan datang ataupun pergi dalam jangka waktu yang lama. Ketika kambuh, gejala yang timbul bisa ringan atau bahkan sangat parah.

Selain gejala, anda juga harus tahu apa saja faktor yang menyebabkan radang usus seperti di bawah.

Penyebab Radang Usus

Sampai saat ini, penyebab radang usus itu sendiri masih belum diketahui secara pasti. Diketahui, pola makan yang tidak baik serta keadaan seseorang berdasarkan tingkat stres bisa menjadi penyebab radang usus, namun penyebab tersebut bukanlah penyebab utama.

Bahkan menurut para ahli adanya tindakan yang tidak normal terhadap kekebalan tubuh seseorang bisa memicu penyakit yang satu ini. Dimana sistem kekebalan tubuh itu sendiri terdiri dari berbagai macam sel dan protein. Sistem kekebalan tubuh ini biasanya akan melindungi tubuh dari serangan infeksi yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Dimana setelah infeksi tersebut dituntaskan, maka sistem kekebalan tubuh pun akan berhenti.

Pada orang yang menderita penyakit radang usus, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi berlebihan terhadap bakteri normal yang ada di dalam saluran pencernaan. Sistem kekebalan tubuh tersebut akan menyerang organ sistem pencernaan, sehingga akan menyebabkan terjadinya peradangan serta akan muncul gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

Selain penyebab di atas, faktor keturunan pun memiliki pengaruh terhadap munculnya radang usus. Bahkan resiko seseorang akan lebih besar mengalami radang usus apabila ada keluarga dekat yang juga menderita.

Diketahui ada beberapa faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya radang usus.

  • Obat anti inflamasi non-steroid atau OAINS. Diketahui, beberapa obat-obatan tertentu yang masuk ke dalam kelompok OAINS dapat meningkatkan terjadinya resiko seseorang mengalami radang usus, seperti misalkan diclofenac, naproxen dan ibuprofen.
  • Merokok. Merokok meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit Crohn.

Cara Mendiagnosa Radang Usus

Ketika anda mengalami gejala-gejala radang usus buntu yang sudah disebutkan tadi, maka sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter. Dimana ketika itu dokter akan melakukan serangkaian tes guna memastikan diagnosis radang usus.

Di bawah ini beberapa tes yang akan dokter lakukan sebagai cara untuk mendiagnosa radang usus.

Prosedur Endoskopi

Prosedur endoskopi merupakan pemeriksaan yang mana dokter akan melihat bagian dalam dari sistem pencernaan, serta akan diambil sampel jaringan yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Tes Darah

Tes darah ini dilakukan untuk mengetahui apakan tubuh penderita mengalami anemia atau adanya infeksi karena bakteri dan virus. Selain itu, tinja juga akan diteliti untuk mengetahui apakah ada darah.

Tes Pencitraan

Selain tes di atas, biasanya tes pencitraan pun akan dilakukan. Dimana beberapa tes pencitraan yang biasanya dilakukan yaitu, CT sacn, X-ray, MRI dan tes pencintraan sistem pencernaan.

Cara Mengobati Radang Usus

Pengobatan yang dilakukan terhadap radang usus sebenarnya bukan pengobatan untuk benar-benar menyembuhkan, karena pengobatan yang dilakukan biasanya untuk mengurangi gejala yang muncul serta mencegah gejala tersebut kambuh. Hal ini disebabkan karena sampai saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan secara total radang usus. Biasanya untuk gejala ringan yang ditunjukan, tidak akan atau tidak memerlukan pengobatan. Karena gejala ringan yang ditimbulkan biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Selain untuk meredakan gejala yang muncul, pengobatan juga dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi. Penanganan yang dilakukan sebagai bentuk pengobatan yaitu berbentuk terapi, obat-obatan atau operasi.

Ada beberapa obat yang akan diberikan untuk mengatasi radang usus seperti di bawah.

Obat Imunosupresan

Obat ini memiliki fungsi untuk menghalangi sistem kekebalan tubuh yang membahayakan dan merusak. Obat yang satu ini juga akan menghalangi atau mencegah inflamasi yang akan terjadi. Biasanya untuk beberapa orang akan merasa lebih baik apabila mengkonsumsi obat kombinasi dibandingkan dengan satu jenis obat saja.

Obat Anti Inflamasi Non–Steroid (OAINS)

Obat ini biasanya akan diberikan pada penderita ketika pertama kali sebagai obat untuk mengatasi radang usus. Yang mana obat ini memiliki fungsi untuk mengurangi inflamasi.

Antibiotik

Obat yang satu ini akan diberikan sebagai tambahan obat lainnya, terlebih lagi apabila terjadi infeksi.

Obat Lainnya

Selain obat-obatan yang sudah disebutkan di atas, ada obat-obatan lainnya yang bisa mengatasi gejala yang muncul karena radang usus. Untuk mengkonsumsi obat tertentu, anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Penggunaan obat-obatan yang sudah disebutkan di atas harus sesuai dengan resep dari dokter. Apabila pemberian obat di atas tidak bisa meringankan gejala radang usus, mungkin akan dilakukan tindakan selanjutnya seperti operasi. Penderita kolitis ulseratif dengan gejala yang terbilang cukup parah tidak akan merespon pemberian obat-obatan tersebut. Bagian usus besar yang mengalami peradangan parah akan diangkat dengan jalan operasi.

Sedangkan pada penderita penyakit Crohn, operasi yang dilakukan bertujuan untuk mengangkat bagian yang rusak, serta akan menyembuhkan saluran pencernaan tertentu yang sudah rusak.

Itulah gejala dan cara mengobati radang usus. Semoga bermanfaat.

Waspada Penyakit Usus Buntu Pada Anak Lebih Beresiko

Usus buntu di dalam tubuh manusia memiliki peranan untuk ikut dalam mengendalikan infeksi di dalam tubuh, karena jaringan usus buntu terdiri dari jaringan limfoid.

Letak usus buntu yaitu di antara usus halus dan usus besar, lebih tepatnya di sebalah kanan bawah perut. Ukuran usus buntu sebesar dan sepanjang jari telunjuk kita. Dimana sesuai dengan namanya, ujung usus ini membuntu sehingga dengan begitu sangat rentan akan penyakit atau masalah-masalah lainnya. Dengan bagian pangkal yang kecil sangat mudah terjadi penyumbatan yang diakibatkan oleh berbagai hal.

Penyakit usus buntu atau apendisitis merupakan penyakit yang terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan.

Penyakit yang satu ini bisa menimpa siapa saja. Selain orang dewasa, anak-anak bahkan balita pun bisa mengalaminya. Pada anak-anak, biasanya  paling sering menimpa anak berusia 4-15 tahun.

 USUS BUNTU PADA ANAK

Gejala Usus Buntu Pada Anak

Sebagai orang tua, maka sangat penting untuk mengetahui apa saja gejala yang akan terlihat jika anak-anak mengalami radang usus buntu. Sehingga setelah anda mengetahuinya, anda bisa langsung menghubungi pihak medis agar mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Gejala yang ditunjukan pada anak di bawah 2 tahun yaitu, terasa sakit di bagian bawah, perut membesar atau kembung dan muntah.

Namun, pada anak yang usianya lebih tua biasanya gejala awal yang ditunjukan yaitu terasa sakit di bagian perut sekitar pusar. Bahkan ketika melakukan gerakan tubuh, rasa sakit akan semakin parah.

Selain gejala umum yang sudah disebutkan di atas, penyakit usus buntu pada anak juga disertai dengan gejala-gejala lainnya seperti di bawah ini.

  • Enggan untuk makan
  • Mengalami muntah
  • Diare
  • Sakit perut seperti yang sudah disebutkan di atas
  • Mengalami demam ringan
  • Bahkan anak akan mengalami demam tinggi apabila usus buntu sampai pecah

Apabila anak anda mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan di atas, maka segera mungkin anda harus membawa anak anda pergi ke dokter. Tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya radang usus buntu, namun dengan dilakukannya tes yang canggih, serta penggunaan antibiotik tertentu, kebanyakan kasus peradangan ini bisa diidentifikasi serta diobati tanpa  adanya komplikasi.

Resiko Usus Buntu Pada Anak

Penyebab pasti radang usus buntu sebenarnya masih belum jelas. Namun, penyebab yang paling sering disebut yaitu karena masuknya kotoran yang berisikan kuman atau cacing. Kotoran-kotoran tersebut terperangkap pada usus buntu, sehingga dengan begitu peradangan akan terjadi.

Sakit yang dirasa biasanya akan bermula dari ulu hati hingga beberapa hari lamanya. Kemudian, rasa sakit akan berpindah ke bagian bawah kanan perut, sehingga akhirnya akan menetap di sana. Untuk lebih memastikan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya seperti tes darah, yang mana tujuannya yaitu untuk mengetahui apakah ada peningkatan leukosit/sel darah putih atau tidak. Yang mana adanya peningkatan leuktosit merupakan tanda terjadinya infeksi.

Peradangan usus buntu akut bisa berkembang menjadi peradangan yang kronis, bahkan akibatnya akan sangat fatal apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik. Bisa juga terjadi abses atau pernanahan, kebocoran yang terjadi pada dindingnya, serta adanya penyebaran infeksi ke bagian perut atau bahkan hingga ke seluruh tubuh.

Biasanya radang usus buntu lebih sering menyerang orang dewasa. Namun, meskipun begitu bukan berarti jika anak-anak akan aman dari gangguan yang satu ini. Bahkan, meskipun jarang terkena tetapi peradangan usus buntu pada anak memiliki resiko yang lebih tinggi. Ketika anak-anak terserang, kondisinya akan lebih parah dibandingkan dengan orang dewasa. Rongga perut biasanya dilengkapi dengan tabir pelindung infeksi, yang mana rongga pelindung tersebut pertumbuhannya belum sempurna pada anak-anak. Oleh sebab itu, akibatnya ketika anak-anak terserang radang usus buntu, maka resikonya akan lebih besar dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, radang usus buntu pada anak juga biasanya akan lebih sulit untuk dideteksi. Ketika dilakukan pemeriksaan, dokter akan kebingungan atau kesulitan dalam membedakan antara rasa sakit dan tidak, terlebih lagi pada anak balita.

Bahaya Jika Usus Buntu Pecah

Radang usus buntu sebenarnya dibedakan menjadi dua, yang mana bisa seluruh usus buntu mengalami peradangan atau hanya bagian pangkal saja yang mengalami penyumbatan. Apabila bagian pangkal usus buntu mengalami penyumbatan oleh sisa makanan atau apapun dan tidak bisa keluar, serta membusuk maka akan terjadi infeksi. Apabila tidak segera ditangani, maka keadaan seperti ini akan menjadi semakin parah. Bahkan peradangan yang terjadi bisa saja mengalami perforasi atau pecah. Jika sampai pecah, maka peradangan bukan terjadi hanya pada bagian itu saja, melainkan akan menyebar ke seluruh rongga perut dan akibatnya akan sangat fatal.

Pecahnya usus buntu akan terjadi apabila adanya radang berat, yang mana disusul dengan pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan usus buntu. Seperti yang kita ketahui, aliran darah tersebut membawa oksigen dan sari-sari makanan, sehingga dengan begitu jaringannya akan menjadi rapuh atau bahkan mati, yang disusul dengan pecahnya usus buntu.

Langkah Pengobatan Usus Buntu Pada Anak

Radang usus buntu biasanya paling sering dilakukan operasi untuk membuang atau mengangkat usus buntu itu sendiri. Dalam beberapa kasus, operasi ini berlangsung tidak lama setelah seseorang dinyatakan terserang penyakit ini.

Biasanya sebelum melakukan operasi, anak penderita usus buntu akan diberikan obat, yang mana tujuannya yaitu agar mereka tertidur. Sehingga dengan begitu tidak akan merasakan sakit ketika operasi berlangsung, biasanya operasi memakan waktu selama 1 jam.

Setelah Dilakukan Operasi Usus Buntu

Usus Buntu Belum Pecah

Apabila usus buntu anak masih belum pecah, maka anak tersebut akan dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari lamanya setelah menjalankan operasi. Apabila pada saat itu anak merasa sehat, maka aktivitas seperti biasanya akan dimulai dengan perlahan. Selain itu, ia juga dianjurkan untuk melakukan kontrol setelah 3 sampai 5 hari. Yang mana hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses penyembuhan berjalan dengan baik. Bahkan sekitar 2 sampai 3 minggu setelah menjalankan operasi, anak harus diperiksa ulang untuk mengetahui kondisinya.

Usus Buntu Sudah Pecah

Apabila usus buntu sudah pecah, maka anak penderita usus buntu tersebut harus dirawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama atau sekitar 5 hari. Selama masa pemulihan, anak tersebut akan mendapatkan infus atau antibiotik, bahkan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum setelah operasi.

Pada kondisi seperti ini, memerlukan tabung selang yang dipasang melewati hidung untuk ditujukan ke lambung. Fungsinya yaitu, menjaga perut anak agar tetap kosong, mencegah muntah dan memungkinkan agar usus ini beristirahat. Apabila anak sudah siap untuk makan dan minum, maka selang itu pun akan dilepas.

Mengetahui radang usus buntu pada anak sangat beresiko, maka anda sebagai orang tua harus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak anda sendiri. Semoga bermanfaat.

  • 1
  • 2
Loading...

Follow us