data-ad-format="auto"

Osteoporosis

Kategori artikel mengenal lebih jauh tentang osteoporosis di mulai dari penyebab, gejala, dan cara pencegahan serta pengetahuan lainnya seputar Osteoporosis

Apa Itu Polimiositis | Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi

Pernahkah Anda mendengar istilah polimiositis? Apakah Anda mengetahui akan istilah ini? Atau Anda pernah mengalami polimiositis?

Sebagian besar orang mungkin belum mengetahui akan istilah yang satu ini. Istilah ini tentunya dimaksudkan untuk mendefinisikan sebuah peradangan otot yang tentunya dapat melemahkan kinerja otot pada seluruh bagian tubuh. Pada sebagian besar kasus polimiositis terjadi pada bagian otot pinggul, bahu dan juga paha. Hingga terjadinya kasus polimiositis pada tubuh manusia, tentunya belum dapat pastikan bagaimana cara mengatasi penyakit polimiositis tersebut.

Penyebab dan juga gejala polimiositis belum diketahui dengan pasti. Namun tentunya, Anda harus mengetahui apa penyebab sebenarnya dan juga bagaimana cara mengatasi gangguan otot tersebut. Untuk itu, kami sajikan penyebab, gejala dan juga cara mengatasi penyakit polimiositis ini.

Apa Itu Polimiositis?

Polimiositis merupakan suatu peradangan yang tentunya dapat menyebabkan adanya kelemahan otot dan juga peningkatan kadar enzim pada otot tulang. Lain halnya dengan dermatomyositis, istilah ini untuk mendefinisikan adanya suatu peradangan miopati idiopatik yang tentunya berkaitan dengan manifestasi dermatologis. Sedangkan Inclusion body myositis ialah suatu peradangan miopati idiopatik yang tentunya dapat berkembang secara perlahan dengan sebuah penemuan patologis yang sangat umum ditemukan pada pria dewasa.

Jenis gangguan polimiositis terjadi pada penderita yang sangat sulit untuk menaiki tangga, mengangkat objek, menggapai benda di atas dan juga bangun dari posisi duduk. Polimiositis memang paling umum terjadi pada usia 30, 40 dan juga 50 tahun. Penyakit tersebut tentunya lebih sering terjadi pada orang berkulit hitam dibandingkan dengan orang berkulit putih. Pada kasus penyakit ini tentunya wanita akan lebih sering terserang dibandingkan dengan pria.

Pada kasus polimiositis, tanda dan juga gejala-gejala biasanya terjadi secara bertahap dalam beberapa minggu atau bahkan bulan. Beberapa kondisi tentunya dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko terjadinya polimiositis pada tubuh manusia. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi, tentunya Anda dapat mendiskusikan dengan dokter Anda.

Penyebab Polimiositis

Tentunya, setiap penyakit baik akut maupun kronis disebabkan oleh beberapa faktor yang tentunya tidak kita sadari. Begitupula dengan penyebab terjadinya polimiositis pada tubuh manusia. Meskipun sampai saat ini belum diketahui secara pasti apaa penyebab seseorang mengalami polimiositis. Dalam karakteristiknya, penyakit ini tentunya menggambarkan adanya hubungan erat dengan gangguan autoimun pada tubuh manusia.

Seperti yang tidak banyak orang tahu bahwa penyakiut autoimun ialah suatu kondisi dimana daya tahan tubuh manusia dapat menyerang jaringan otot tubuh sendiri. Hal ini dikarenakan banyak yang  menganggap bahwa benda asing yang merupakan suatu kesalahan dari imun tubuh kita. Meskipun memang belum diketahui secara pasti apa penyebab polimiositis pada tubuh manusia. Namun satu hal terpenting, Anda tentu harus tetap mengetahui karakteristik penyakit tersebut agar dapat menghindari serangan jaringan sistem imun tubuh pada tubuh Anda sendiri.

Gejala yang paling umum terjadi yakni adanya kelemahan pada kedua sisi otot baik kiri atapun kanan. Dalam penyakit ini tentunya bagian otot leherlah yang paling rentan terkena gangguan polimiositis. Otot inilah yang paling merasakan adanya kelemahan tersebut seperti bahu dan juga punggung. Kelemahan otot yang terkena polimiositis ini dapat terjadi dan juga melibatkan otot-otot yang dekat dengan tubuh seperti bahu, pinggul, paha, leher dan juga lengan atas.  Kelemahan pada kedua sisi otot ini tentunya terjadi secara bertahap dan cenderung memburuk.

Gejala Polimiositis

Gejala yang paling umum terjadi pada polimiositis dan paling terlihat ialah pada bagian kedua sisi otot baik kiri ataupun kanan. Tentunya, ada beberapa kondisi lain yang dapat menjadi tanda dan juga gejala polimiositis muncul di tubuh Anda, diantaranya:

- Nyeri sendi pada beberapa bagian tubuh seperti punggung, bahu, leher dan juga panggul

- Nyeri dan juga bengkak pada bagian otot

- Dikarenakan kelelahan yang hebat

- Kesulitan dalam menelan makanan

- Demam yang cukup tinggi

- Napas cukup pendek yang disebabkan oleh adanya gangguan paru-paru dan juga jantung

- Berat badan cenderung menurun

- Area mata berwarna merah atau ungu. Sebagian besar orang justru mengalami kulit yang kemereahan pada bagian lutut, siku, buku jari dan juga pada bagian leher dan dada bagian atas.

- Adanya fenomena Raynaud yakni suatu kondisi dimana jari-jari kaki dan juga tengah menjadi sangat dingin dan berubah warna dikarenakan adanya gangguan di daerah aliran darah

- Nyeri yang berlebih pada bagian otot

- Ada juga beberapa orang yang justru mengalami sesak napas yang sangat patut untuk diwaspadai.

Tentunya, jika Anda mengalami beberapa gejala yang sudah kami sebutkan di atas. Alangkah baiknya jika Anda mengunjungi dokter untuk memdapatkan penanganan yang lebih lanjut agar kondisi penyakit polimiositis tidak bertambah parah.

Faktor Risiko Terkenanya Polimiositis

Setiap orang mungkin saja bisa terkena penyakit polimiositis ini. Namun, ada beberapa kriteria yang tentunya berpeluang besar terkena polimiositis diantaranya:

- Ras Amerika-Afrika

- Wanita lebih berisiko terkena penyakit polimiositis ini

- Penyakit paru-paru interstital

- Usia yang sudah lanjut

- Adanya beberapa kondisi ganas akan suatu penyakit yang berhubungan dengan otot

- Adanya anti-jo-1 (penyakit paru-paru) dan antibodi anti-SRP ( penyakit otot serius yang melibatkan jantung)

- Keterlibatan penyakit paru-paru dan juga jantung

- Pemeriksaan dan perawatan yang tertunda atau segala sesuatu yang tidak mencukupi

- Disfonia dan disfagia

- Sering menggunakan otot

- Orang yang selalu kerja melebihi kekuatan tubuhnya

- Orang dengan gaya hidup yang tidak sehat

Itulah beberapa faktor risiko yang tentunya menjadi acuan dan juga cambuk bagi kita untuk sebisa mungkin menghindarinya agar tidak bertambah parah. Beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup dan juga kebiasaan yang kita lakukan tentunya bisa kita hindari sebaik mungkin.

Diagnosa Penyakit Polimiositis

Banyak yang beranggapan bahwa polimiositis ialah penyakit yang dihubungkan dengan distrofi otot. Pada umumnya, dokter akan mendiagnosis pasien-pasien yang terindikasi polimiositis dengan menanyakan terlebih dahulu riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara fisik. Tidak jarang dokter akan melakukan biopsi otot dengan cara mengambil sampel jaringan otot dan akan diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini tentunya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis polimiositis.

Selain itu, ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit polimiositis dengan melakukan sejumlah tes, diantaranya:

- Pemeriksaan darah creatine phosphokinase (CPK) yang tentu dapat melihat adanya kerusakan pada otot.

- Elektromiografi dilakukan untuk melihat adanya aktivitas listrik pada otot.

Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit polimiositis, seperti:

Tes darah

Diagnosis pertama tentunya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah. Tes darah ini tentunya menghasilkan kadar enzim yang meningkat pada otot seperti aldolase dan juga creatine kinse (CK). Dalam hal ini tentunya peningkatan aldolase dan juga kadar CK dapat mengindikasi adanya kerusakan pada otot. Selain itu, tes darah juga dimaksudkan untuk mendeteksi autoantibodi tertentu sehingga dapat menentukan perawatan dan juga pengobatan yang paling tepat.

Biopsi otot

Dalam hal ini tentunya bagian kecil dari jaringan otot dapat diangkat dengan operasi untuk analisis laboratorium. Langkah biopsi ini tentunya dapat menunjukkan adanya kelainan pada otot seperti infeksi, peradangan dan juga kerusakan. Langkah ini juga dapat diperiksa untuk melihat adanya defisiensi enzim dan juga protein abnormal. Biasanya, biopsi otot dapat menunjukkan adanya sel otot yang mati, regenerasi serat otot, degenerasi dan juga inflamasi.

Elektromiografi

Pada langkah ini tentunya dokter spesialis akan memasukkan jarum elektroda ke dalam otot melalui kulit untuk dilakukan pengujian. Dalam tahap ini tentunya aktivitas elektrik diukur ketika Anda mengencangkan dan juga mengendurkan otot serta adanya perubahan yang dapat mengonfirmasi penyakit otot tersebut. Langkah ini tentunya dapat menentukan distribusi adanya penyakit dengan menguji berbagai kinerja otot.

MRI (Magnetic Resonase Imaging)

MRI yang dilakukan untuk melihat adanya tanda pada peradangan otot. Dalam hal ini tentunya scanner dapat menampilkan gambar cross-sectional pada otot. Data tersebut dapat dihasilkan oleh adanya medan magnetik yang cukup kuat dan juga gelombang radio. Tidak seperti pada biopsi otot, MRI tentunya dapat melihat adanya peradangan yang terjadi pada area yang besar pada otot.

Pengobatan Polimiositis Yang Dapat Anda Lakukan

Meskipun memang tidak ada yang pasti dalam mengobati polimiositis. Namun tentunya pengobatan yang difungsikan untuk meningkatkan fungsi dan kekuatan otot. Semakin perawatan dilakukan oleh penderita polimiositis, tentunya semakin efektif pula perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah jumlah komplikasi menjadi lebih sedikit. Tentu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk tetap mencoba berbagai cara demi mendapatkan perawatan yang terbaik. Berdasarkan respon dan juga gejala tentunya dokter akan menyesuaikan jenis dan juga strategi perawatan pada penderita polimiositis, diantaranya:

Dengan obat-obatan

Pengobatan pertama yang dapat dilakukan ialah dengan pemberian obat-obatan yang memang umum diberikan seperti;

- Corticosteroid-sparing agent

Jenis obat ini tentunya kombinasi dengan kortikosteroid. Jenis obat ini tentunya dapat berpotensi mengurangi dosis dan juga efek samping dari kortikosteroid. Kedua jenis obat paling umum digunakan untuk penderita polimiositis ialah  methotrexate (trexall) dan juga azathioprine (Azasan, Imuran).

- Rituximab (Rituxan)

Obat kedua tentunya untuk mengobati rheumatoid arthritis. Selain itu, rituximab juga menjadi salah satu pilihan jika terapi awal memang tidak cukup untuk mengontrol gejala polimiositis.

- Kortikosteroid

Obat-obatan selanjutnya yang sering digunakan untuk penderita polimiositis seperti prednisone. Ini menjadi obat efektif yang dapat digunakan. Namun jangan digunakan obat ini untuk jangka waktu yang cukup panjang karena akan memiliki efek samping yang cukup serius sehingga dokter akan mengurangi dosis tersebut secara bertahap.

Terapi

Selain menggunakan obat, Anda juga dapat melakukan berbagai terapi untuk meringankan gejala sebagai berikut:

- Terapi wicara

Kenapa memasukan terapi wicara ke dalam salah satu langkah yang dapat digunakan untuk pengobatan? Hal ini dikarenakan jika otot menelan Anda sudah melemah, maka tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk kesulitan berbicara. Untuk itu, terapi wicara ini memang sangat direkomendasikan bagi Anda untuk menyesuaikan suatu perubahan ini.

- Terapi fisik

Selain terapi wicara, tentunya terapi fisik juga dapat dilakukan untuk menjaga dan juga meningkatkan fleksibilitas dan juga kekuatan otot tubuh. Dalam hal ini tentunya Anda dapat menyarankan tingkat aktivitas yang sesuai dengan pengobatan yang dapat Anda lakukan.

- Penilaian diet

Langkah ini tentunya menjadi langkah lanjutan dari polimiositis. Hal ini dikarenakan menelan dan juga mengunyah dapat membuat Anda menjadi lebih sulit. Langkah ini tentunya sangat berguna bagi Anda untuk melatih Anda menyiapkan makanan dan juga minuman yang dapat Anda konsumsi.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai polimiositis, penyebab, gejala dan cara mengobati penderita polimiositis. Semoga bermanfaat!

Apakah Pengapuran Tulang Sama Dengan Pengeroposan Tulang?

Benarkah pengapuran tulanng sama dengan pengeroposan tulang? Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini banyak sekali yang beranggapan bahwa pengapuran tulang sama dengan pengeroposan tulang. Lantas, apakah pernyataan tersebut benar ataukah tidak? Untuk mengetahui lebih jelasnya, yuk kita simak saja beberapa penjelasan di bawah ini!

Dalam dunia media, pengeroposan tulang disebut dengan istilah osteoporosis. Hal ini dikarenakan pengeroposan tulang terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang. Sedangkan pengapuran tulang ataupun sendi kerap disebut dengan istilah osteoathritis. Ini tentunya dikaitkan dengan adanya peradangan sendi yang terjadi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi semakin menipis seiring dengan berjalannya waktu. Pengapuran tulang terjadi diantara bagian tulang dan juga di sekitar sendi tersebut.

Perbedaan Antara Osteoporoiss dan Osteoarthritis

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa tentunya ada perbedaan yang mendasar antara osteoporosis dengan osteoarthritis? Tentunya, kita harus mengenal terlebih dahulu apa definisi dari keduanya.

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis ialah suatu penyakit dimana adanya pengurangan kepadatan tulang sehingga sangat berisiko patah tulang. Kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas olahraga yang dilakukan untuk memperkuat struktur sendi dan juga otot. Selain itu, kepadatan tulang yang menurun dapat disebabkan oleh kekurangan gizi, perubahan hormon pada wanita menjelang menopause dan juga adanya efek samping dari sejumlah obat-obatan tertentu.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Berbagai penyakit tidak dapat muncul dengan begitu saja. Tentunya, ada beberapa penyebab yang dapat mengindikasi penyakit osteoporosis dialami oleh sebagian besar orang. Perlu Anda ketahui bahwa penyebab penyakit osteoporosis tidak datang secara tiba-tiba, melainkan terjadi setelah lama penyebab penyakit osteoporosis tersebut ada di dalam tubuh kita. Beberapa penyebab osteoporosis tentunya dapat berkaitan langsung dengan gaya hidup yang Anda lakukan diantaranya:

Merokok dan minum alkohol

Merokok dan alkohol tentunya menjadi salah satu kebiasaan yang biasa Anda lakukan dan terasa wajar untuk dilakukan. Merokok dan alkohol tentunya menjadi salah satu faktor penyebab osteoporosis yang sering terjadi, meskipun memang banyak orang yang meragukan akan hal ini. Pasalnya, sebagian besar perokok berat justru tidak mengalami penyakit tersebut. Dalam rokok tentunya ada kandungan yang cukup berbahaya yang tentu merusak fungsi seluruh organ tubuh secara perlahan-lahan. Baik perokok pasif dan juga aktif tentunya memiliki risiko tersendiri.

Bagi perokok aktif tentunya dapat terserang penyakit dengan sangat mudah seperti asma, jantung, hipertensi dan juga kanker paru-paru. Sedangkan bagi perokok pasif akan mengalami yang namanya sesak nafas. Untuk itu, jika Anda perokok pasif dapat menjauhkan diri agar terhindar dari asap rokok yang kemungkinan akan Anda hirup. Jika terus menghirup asap rokok tentunya Anda akan mengalami yang namanya osteoporosis sehingga dapat membuat tulang punggung Anda menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda berhenti untuk merokok dan juga minum-minuman beralkohol karena hanya dapat merusak tubuh manusia saja.

Jarang olahraga

Meskipun olahraga menjadi salah satu kata yang sangat mudah untuk dikatakan, namun tetap saja aktivitas tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimanapun juga, olahraga memang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, terutama bagi kesehatan tulang dan juga pertumbuhan tulang. Tentunya, Anda harus melakukan aktivitas olahraga setidaknya satu minggu sekali daripada tidak sama sekali. Jika Anda tidak pernah berolahraga tentunya Anda akan mengalami beberapa gangguan masalah kesehatan tubuh. Olahraga yang dapat Anda lakukan tentunya bisa berbagai jenis dan tentunya yang baik bagi Anda.

Kurang asupan vitamin D

Faktor penyebab osteoporosis tentunya dapat pula disebabkan kurangnya asupan vitamin D pada tubuh. Vitamin D tentunya memiliki manfaat untuk mencegah osteoporosis dan juga penguatan tulang. Vitamin D tentunya sangat mudah dan juga gratis untuk Anda dapatkan. Hanya berjemur di bawah sinar matahari secara teratur tentunya dapat memberikan kekuatan pada tulang. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D secara rutin baik berupa sayur dan juga buah-buahan. Jika Anda tidak mengonsumsi vitamin D tentunya akan sangat mudah bagi Anda untuk terserang osteoporosis.

Jarang meminum air putih

Bagaimanapun juga, air putih memang memiliki manfaat yang tidak sedikit bagi kesehatan tubuh manusia. Air putih berfungsi untuk menghilangkan kuman atau bakteri yang ada di dalam tubuh manusia. Air putih juga dapat menjadi obat yang paling mujarab dalam mengatasi berbagai masalah penyakit seperti ginjal. Meksipun air putih termasuk ke dalam salah satu obat untuk mengobati tubuh manusia. Akan tetapi, banyak orang yang justru mengabaikan akan khasiat yang diberikan oleh obat ini. Untuk itu, ubahlah kebiasaan Anda dengan minum 8 samapi 10 gelas atau setara dengan 2 liter setiap harinya.

Kurangnya asupan kalsium

Bagaimanpun juga kalsium memang menjadi salah satu zat yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dna juga penguatan tulang. Jika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi tentunya ini menimbulkan masalah yang cukup besar bagi tulang kita. Kalsium tentunya terdapat pada susu yang tentu berguna untuk kesehatan dan juga kekuatan tulang. Bagaimanapun juga, kesehatan tulang menjadi salah satu bagian tubuh yang snagat berharga bagi manusia.

Faktor usia

Usia yang sudah senja memang memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalami penyakit osteoporosis. Usia yang senja memang sudah mulai mengalami pengapuran dan juga pengeroposan tulang. Lama kelamaan tentunya akan berakibat pada kurangnya fungsi tulang dalam menahan beban tubuh sehingga postur tubuh akan mulai membungkuk.

Gejala Awal Osteoporosis

Tentunya, segala macam penyakit pasti menimbulkan adanya gejala awal yang terjadi. Begitupula dengan osteoporosis, gejala awal osteoporosis tentunya dapat dimulai dari nyeri punggung bawah yang sangat tajam. Pada umumnya, gejala awal terjadinya osteoporosis ialah pada bagian pergelangan tangan, tulang belakang dan juga pinggul. Semua bagian tulang tersebut tentunya menjadi daerah yang rawan dan tentunya akan mengalami pengeroposan tulang. Berikut beerapa gejala yang timbul akibat mengalami osteoporosis, diantaranya:

Tinggi badan yang menurun

Jika Anda merasa tinggi badan Anda tinggi, namun tiba-tiba Anda tidak merasa tinggi seperti dulu lagi. Hal tersebut tentunya dapat menjadi indikasi bahwa seseorang mengalami pengeroposan tulang. Pada umumnya, pengeroposan tulang terjadi sekitar 3cm selama 3 tahun. Ini juga bisa menjadi dalah satu fraktur pada vertebrae. Osteoporosis tentunya dapat membuat tubuh semakin membungkuk dari postur tubuh awal. Ini tentunya terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Tulang melemah

Tidak heran jika seseorang yang mengalami pengeroposan tulang dapat mengalami tulang yang mulai melemah. Gejala ini mungkin tidak muncul secara konkret, namun hal ini berhubungan dengan perasaan Anda terhadap kemungkinan adanya pengeroposan tulang yang terjadi pada diri Anda. Anda tentunya sudah mulai merasakan adanya kepayahan saat Anda mulai naik dan juga turun tangga serta beban yang Anda bawa atau angkat semakin berkurang.

Tulang rapuh

Meskipun Anda belum mengalami yang namanya post traumatic, tentunya keadaan tulang yang semakin rapuh dapat terjadi ketika Anda mulai mengalami pengeroposan tulang. Tulang tentunya dapat patah ketika melakukan hal-hal yang mungkin ringan seperti jatuh, mengangkat, mendorong dan juga lain sebagainya.

 Tulang mulai membungkuk

Jika ketika usia kita masih muda, tentunya kita akan terlihat segar dengan postur tubuh yang tegak. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika Anda mengalami yang namnya osteoporosis. Hal ini dikarenakan adanya fraktur kompressi dan juga terjadinya kolaps. Jika ini terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, tentunya tulang akan semakin membungkuk. Hal ini juga disebabkan oleh kifosis berat sebagai pemicu yang tentunya berpengaruh pada sistem pernapasan. Tidak jarang manula yang mengalami pembungkukan tulang disertai dengan dada yang sesak.

Patah tulang

Hal ini tentunya sangat sering terjadi dimana seseorang yang mengalami osteoporisis dapat mengalami yang namanya patah tulang. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengalami osteoporosis menyadari bahwa mereka mengalami yang namanya patah tulang, Hal ini dikarenakan patah tulang tidak menimbulkan gejala yang sangat signifikan. Pada umumnya, patah tulang dapat terjadi akibat pinggul yang jatuh sehingga menyebabkan tulang kompresi pada vertebrae.

Nyeri punggung

Jika seseorang sering mengalami yang namanya nyeri punggung, tentunya ini dapat menjadi salah satu gejala dimana Anda mengalami yang namanya osteoporosis. Nyeri punggung ini tentunya keadaan dimana terjadi akibat dari fraktur vertebrae.

Perut yang mulai membuncit

JIka keadaan struktur tulang yang mulai membungkuk, tentunya tidak menutup kemungkinan adanya dorongan dari belakang yang membuat perut mulai membuncit. Hal ini dikarenakan tulang belakang yang berbentuk kurva dapat mendorong organ penting di dalam tubuh hingga maju kedepan yakni pada bagian perut. Tidak heran bagi seseorang yang mengalami osteoporisis dapat mempunyai perut yang buncit karena dorongan vertebrae.

Stres Fractures

Selain karena adanya struktur tulang yang terganggu, tentunya osteoporosis juga disebabkan oleh stres fracture. Kondisi ini tentunya memang sangat jarang terjadi karena keadaan patah tulang yang sangat kecil bahkan tidak terasa sama sekali. Bahkan orang-orang cenderung mengabaikan akan kondisi seperti ini. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki dan juga aktivitas lainnya.

Dowager's Hump

Istilah ini tentunya untuk mengambarkan keadaan dimana tulang belakang menjadi lebih condong ke depan. Tidak heran jika terjadinya punuk di atas punggung. Keadaan ini tentunya dapat terjadi baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Ini tentunya dapat terjadi pada seseorang yang mengalami kompresi pada tulang bagian belakang.

Cara Mencegah Osteoporosis

Tentunya, diperlukan suatu cara dan juga tips khusus untuk melakukan pencegahan akan osteoporosis yang terjadi pada seseorang. Jika kita sedang dalam usia muda tidak terlalu mementingkan gaya hidup dan juga makanan yang sehat. Tentunya, jangan salahkan jika kita nanti di usia yang sudah senja mengalami beberapa kondisi yang tentu membuat tubuh kita semakin lemah. Berikut beberapa tips dan juga cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah osteoporosis sekarang juga:

Lakukan olahraga yang teratur

Kebiasaan olahraga yang teratur tentunya dapat menjadi salah satu indikasi dimana kita akan mendapatkan tubuh yang sehat. Olahraga juga tentunya menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kebugaran dan juga stamina tubuh kita. Olahraga juga memang sangat baik untk menjaga tubuh tetap kuat meski usia kita sudah tidak muda lagi.

Konsumsi makanan yang mengandung kalsium

Kalsium tentunya menjadi salah satu zat yang digunakan untuk memperkuat tulang dan juga menjaga agar tidak terjadinya pengeroposan tulang. Ketika tulang mengandung banyak kalsium dan juga fosfor tentunya tulang mengalami pertumbuhan ketika sedang patah. Itulah mengapa ketika kita masih muda harus banyak konsumsi kalsium dan juga zat fosfor.

Pakailah suplemen tulang

Tentunya saat ini banyak beberapa produk kesehatan yang menawarkan suplemen ketika kandungan kalsium tersebut sangat banyak. Pada umumnya, produk ini dikemas dalam bentuk susu seperti kalsium dan juga multivitamin. Ini juga menjadi salah satu hal yang cukup penting dimana Anda akan mulai mengurangi kehilangan kalsium ketika sudah tua nantinya.

Bertahan di bawah sinar matahari

Tentunya Anda sudah tidak ragu lagi akan manfaat yang Anda dapatkan dengan mengambil manfaat dari sinar matahari terutama saat pagi hari. Anda tentunya dapat berdiam diri di bawah sinar matahari sekitar 10 menit guna menstimulus kepadatan tulang. Makanan yang mengandung vitamin D tentunya dapat baik pula untuk pertumbuhan dan juga kepadatan tulang.

Konsumsi ikan laut

Jenis ikan laut yang paling baik untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki osteoporosis ialah jenis ikan teri. Terlebih jika Anda mengonsumsi ikan teri dengan tulangnya memang sangat danjurkan bagi Anda.

Konsumsi tempe

Tempe tentunya memiliki kandungan kalsium yang ternyata memang sangat baik bagi kepadatan tulang. Seperti yang kita tahu bahwa tempe mengandung kalsium yang cukup tinggi. Selain itu, tempe tentunya memiliki suplemen yang cukup tinggi untuk menjaga kepadatan dan juga kekuatan tulang.

Kurangi teh dan kopi

Jika saat ini Anda menjadi salah satu pencinta teh dan juga kopi. Tentunya, Anda sudah harus mulai mengurangi asupan kopi dan juga teh sehari-hari. Terlalu banyak kafein yang dikonsumsi Anda saat ini tentunya memiliki potensi yang cukup besar bagi tubuh Anda untuk terjadi beberapa masalah tubuh nantinya.

Jangan lakukan diet yang ekstrim

Satu cara yang paling buruk yang dapat menyebabkan seseorang mengalami osteoporosis ialah melakukan diet yang sangat ekstrim. Hal ini tentunya membuat keadaan tubuh Anda mulai kekurangan kebutuhan nutrisi secara tiba-tiba.

Periksakan diri Anda ke dokter

Untuk mengetahui lebih lanjut apakah Anda mengalami osteoporosis ataukah tidak. Tentunya, ini menjadi salah satu langkah yang harus Anda lakukan yakni mengunjungi dokter spesialis tulang. Cara ini tentunya dapat Anda lakukan untuk mengetahui bentuk tulang dan juga penurunan massa tulang.

Konsumsi suplemen tulang jika diperlukan

Jika memang diperlukan tentunya Anda dapat mengonsumsi yang namanya suplemen tulang  untuk membantu Anda menjaga kepadatan tulang. Cara ini juga dapat Anda lakukan untuk menambah vitamin dan juga kalsium yang tidak dapat digantikan oleh zat apapun. Sebab ada saatnya dimana Anda akan mengalami yang namanya kehilangan kalsium di usia senja nanti.

Itulah beberapa hal mengenai gejala dan juga pencegahan yang dapat Anda lakukan pada osteoporsis. Menjaga asupan makanan dan juga kalsium tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda terlebih Anda yang sudah mulai masuk pada usia yang cukup senja. Kandungan kalsium yang bisa Anda konsumsi yakni bersifat mineral. Kebutuhan rata-rata tubuh manusia tentunya memerlukan kalsium sekitar 100-1200 mg perharinya.

Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengonsumsi suplemen kalsium jika memang benar-benar dibutuhkan. Setelah kita mengetahui beberapa fakta mengenai osteoporosis, sekarang kita akan berlanjut pada pembahasan mengenai osteoarthritis yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini!

Apa Itu Osteoarthritis

Setelah kita mengetahui akan gejala penyakit osteoporosis, tentunya kita juga harus mengetahui apa itu osteoarthritis. Istilah ini tentunya untuk mengetahui kondisi yang dapat menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, bengkak dan juga kaku. Osteoarthritis juga merupakan salah satu jenis arthritis yang tentunya paling umum terjadi. Sendi yang tentunya paling sering mengalami kondisi osteoarthritis meliputi lutut, tangan, pinggul dan juga tulang punggung. Namun, tidak juga menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lainnya juga bisa terserang dengan mudah.

Risiko Osteoarthritis

Seperti dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan tentunya akan mudah mengalami kerusakan secara perlahan. Seperti yang telah kami sebutkan di atas bahwa tulang rawan ialah jaringan ikat padat yang cukup licin, elastis dan juga kenyal. Jaringan ini tentunya bisa menyelubungi ujung tulang yang ada dipersendian guna melindungi dari gesekan ketika adanya pergerakan. Ketika tulang rawan mengalami yang namanya kerusakan, tentunya tekstur yang cukup licin bisa menjadi kasar. Seiring berjalannya waktu tentunya tulang akan mengalami tabrakan dan juga sendi pun akan terpengaruh.

Beberapa faktor dan juga risiko tentunya bisa menyebabkan seseorang mengalami osteoarthritis. Berikut ini beberapa faktor yang dapat berpeluang besar sebagai penyebab osteoarthritis, diantaranya:

Jenis kelamin

Sesuai dengan jenis kelamin tentunya wanita lebih sering atau rentan mengalami osteoarthritis dibandingkan dengan pria.

Usia

Jika kita melihat usia tentunya akan mengacu pada usia seseorang yang sudah mulai senja. Terlebih bagi mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini tentunya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Obesitas

Bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan tentunya sangat rentan mengalami risiko osteoarthritis. Bagaimanapun juga, kelebihan berat badan pada seseorang dapat menambah beban pada persendian sehingga akan lebih berisiko mengalami osteoarthritis.

Faktor keturunan

Secara genetik ternyata risiko terkenanya penyakit osteoarthritis dapat dialami juga oleh seseorang yang mengalami penyakit tersebut. Risiko osteoarthritis bisa diturunkan secara genetik yang tentunya berhubungan dengan faktor keturunan.

Cedera pada sendi

Sendi tentunya dapat mengalami yang namanya cedera atau akibat dari operasi yang pernah ia jalankan. Jika Anda pernah menjalani operasi atau pernah mengalami cedera akan ada kemungkinan juga Anda berpeluang besar mengalami osteoarthritis.

Cacat tulang

Cacat tulang tentunya akan mengalami pembentukan sendi pada tulang rawan.

Pekerjaan atau aktivitas fisik

Tentunya seseorang yang mengalami osteoarthritis akan sangat mudah terkena osteoarthritis. Hal ini dikarenakan tubuh seseorang akan mengalami penekanan pada titik-titik tertentu secara terus-menerus sehingga akan memungkinkan seseorang mengalami osteoarthritis.

Menderita kondisi arthritis lain

Seseorang yang mengalami osteoarthritis dapat pula disebabkan oleh adanya penyakit asam urat atau yang sering disebut dengan rheumatoid arthritis.

Gejala-Gejala Penyakit Osteoarthritis

Gejala penyakit yang disebabkan oleh osteoarthritis tentunya bisa berkembang secara perlahan-lahan dan akan menjadi salah satu penyakit yang dapat meningkat dalam kondisi yang semakin parah. Tingkat keparahan seseorang akan gejala osteoarthritis tentunya bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Rasa sakit dan juga kaku pada persendian tentunya menjadi salah satu gejala utama pada osteoarthritis. Gejala ini tentunya dapat menjadikan penderita sangat sulit untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.

Rasa sakit dan juga nyeri biasanya bisa muncul ketika persendian digerakkan. Gejala ini tentunya akan terasa kaku ketika sendi tidak digerakkan dalam beberapa waktu. Beberapa gejala yang mungkin akan Anda rasakan ketika Anda mengalami osteoarthritis diantaranya:

- Sendi akan mudah nyeri

- Otot akan melemah dan juga massa otot yang berkurang

- Adanya sensasi serta suara gesekan yang ada pada sendi ketika hendak digerakkan

- Kelenturan sendi akan menurun secara drastis

Jika pada penderita mengalami osteoarthritis pada bagian tangan tentunya akan muncul bengkak dan juga benjolan disekitar jari. Biasanya, jari-jari tangan akan terlihat bengkok dan juga akan muncul benjolan kista pada bagian belakangnya. Jika Anda mengalami gejala seperti yang sudah kami sebutkan di atas, tentunya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosis Osteoarthritis

Pada tahap awal diagnosis osteoarthritis tentunya pemeriksaan fisik pada sendi akan terserang. Pada tahap ini dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan dan ukuran batas gerakan sendi tersebut. Gejala awal dari kondisi kesehatan tersebut tentunya harus Anda tanyakan kepada dokter. Beberapa tahap pemeriksaan seperti MRI, Foto Rontgen, tes darah dan juga analisis cairan sendi akan sangat dianjurkan sebagai pemeriksaan tambahan demi mendapatkan gambaran yang lebih detail lagi. Beberapa pemeriksaan tentunya bisa berguna untuk beberapa tahapan seperti:

- Mengetahui tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami oleh pasien.

- Memeriksa adanya kemungkinan penyakit lain seperti rheumatoid arthritis atau yang lebih sering disebut dengan patah tulang.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis tidak dapat dicegah dengan mudah, tentunya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penderita agar osteoarthritis tidak menyebabkan kelumpuhan, diantaranya:

- Menjaga postur tubuh ketika saat duduk atau berdiri. Untuk itu, pastikan Anda meregangkan otot tubuh sesering mungkin

- Anda juga dapat melakukan olahraga secara rutin dalam menguatkan sendi dan juga otot

- Anda harus tetap menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.

Beberapa langkah tentunya bisa Anda lakukan untuk melakukan pencegahan agar Anda tidak terkena osteoarthritis. Lakukanlah seperti apa yang telah kami jelaskan pada poin sebelumnya.

Pengobatan Osteoarthritis

Osteoarthritis ialah termasuk pada kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Penanganan tentunya dapat dilakukan untuk mengurangi gejala agar penderita tetap bisa beraktivitas dalam menjalani kehidupannya secara normal. Gejala yang dapat Anda lakukan terkadang bisa berkurang secara perlahan seiring dengan berjalannya waktu. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala osteoarthritis, diantaranya:

- Menjalani fisioterapi ataupun terapi okupasi

- Rutin melakukan olahraga

- Menurunkan berat badan bagi penderita yang tentunya mengalami kelebihan berat badan

- Anda tentunya dapat menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit ketika sedang berdiri ataupun berjalan

- Anda tentunya dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pereda rasa sakit misalnya paracematol dan juga obat antiinflamasi nonsteroid ataupun obat antidepresan seperti duloxetine. Selain itu, obat pereda nyeri topikal dapat dioleskan pada bagian yang sakit dan juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang cukup ringan.

Jika langkah-langkah tersebut terbukti kurang atau tidak efektif dan juga kondisi sendi Anda yang rusak. Tentunya, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi. Prosedur ini tentunya dapat Anda lakukan untuk memperkuat, memperbaiki dan juga mengganti sendi agar pasien bisa lebih mudah untuk bergerak.

 Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai perbedaan antara pengapuran tulang dengan pengeroposan tulang. Semoga bermanfaat!

Waspadai Osteoporosis Sekunder

Osteoporosis identik dengan penyakit yang berhubungan dengan tulang yang diderita oleh usia lanjut. Kini osteoporosis dapat dialami oleh anak-anak dan remaja. Faktor apa yang menyebabkan rentan usia anak-anak dan remaja mengalami osteoporosis dan bagaimana cara mencegahnya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai osteoporosis sekunder.

Continue Reading

Tips Cegah Osteoporosis Usia Muda

Penyakit osteoporosis selalu dikaitkan pada wanita yang mengalami menopause. Menopause ditandai dengan berhentinya haid karena hormon estrogen. Fungsi hormon estrogen pada wanita yaitu untuk mengikat tulang sehingga apabila hormon estrogen berkurang maka berpengaruh pada kepadatan tulang.

Continue Reading

Terlalu Kurus Meningkatkan Osteoporosis?

Tubuh kurus menjadi idaman hampir kebanyakan wanita. Padahal kasus berat badan yang terlalu kurus akan berdampak pada munculnya penyakit yang masih belum diketahui di kalangan masyarakat. Betulkah salah satu penyebab terjadinya oteoporosis karena badan yang terlalu kurus?

Continue Reading

Latihan Fisik Mencegah Osteoporosis

Taukah anda bahwa osteoporosis dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan kalsium, vitamin D dan gerak aktif. Inilah yang terpenting dalam menjaga kesehatan tulang dan mengurangi resiko terjadi osteoporosis pada usia muda. Mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium kemudian membantunya dengan vitamin D sehingga penyerapan kalsium optimal selain itu hindari pula mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat menghambat kalsium di dalam tubuh.

Continue Reading

Kenali Tanda Terserang Penyakit Osteoporosis

Sering mengalami nyeri pada bagian tulang belakang, bahkan hingga mengalami perubahan tulang punggung menjadi membungkuk? Betulkah merupakan tanda terkena penyakit osteoporosis. Untuk mengenali tanda terserang penyakit osteoporosis, kami akan membantu anda pada artikel kali ini.

Continue Reading

Jangan Abaikan Penyakit Osteoporosis

The silent diease adalah salah satu sebutan untuk penyakit osteoporosis. Penyakit pengeroposan tulang atau osteoporosis merupakan penyakit tanpa gejala. Sehingga orang yang menderita osteoporosis seringkali tidak menyadari apabila meraka terserang penyakit tersebut. Penyakit osteoporosis ditandai dengan semakin merendahnya massa tulang sehingga menyebabkan kerusakan mikroarsitekur jaringan. Penderita osteoporosis biasanya memiliki bentuk fisik yang bungkuk atau bengkok meskipun demikian kebanyakan penderita osteoporosis tidak memiliki perubahan yang signifikan atau tidak terlihat dari luar.

Continue Reading

Penyakit Osteoporosis Dipengaruhi Pola Hidup?

Osteoporosis seringkali terjadi pada wanita memasuki usia 40-50 tahun yang disebabkan karena masa menopause wanita akan beresiko lebih tinggi terkena penyakit Osteoporosis. Meskipun demikan tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria yang memasuki usia 50 tahun terkena patah tulang sehingga beresiko mengalami Osteoporosis lansia. Penyakit Osteoporosis dapat terjadi pada siapa saja, bahkan kini pada pria atau wanita di bawah usia 40 tahun. Mengapa terjadi penyakit Osteoporosis, betulkah karena dipengaruhi oleh pola hidup?

Continue Reading

Pencegahan Penyakit Osteoporosis

Penderita osteoporosis akan mengalami kepadatan tulang yang memburuk sehingga mengalami ruang kosong yang menjadikan tulang mudah rapuh. Umumnya terjadi pada bagian tulang luar dan juga trabekular sehingga menjadi bagian yang rapuh dan tipis. Penderita osteoporis memiliki tulang yang mudah patah sehingga ketika mengalami cedera sedikitpun akan berakibat fatal. Bahkan pada penderita osteoporis yang parah, batuk yang keras akan mengalami patah pada bagian tulang belakang.

Continue Reading

Osteoporosis Pada Wanita Menopause

Menopause merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari oleh wanita. Meskipun setiap wanita mengalami menopause yang berbeda-beda akan tetapi menopause seringkali terjadi pada usia memasuki 40-50 tahun. Menopause adalah kejadian dimana hormon estrogen menurun yang akhirnya menyebabkan keluhan bagi wanita.

Continue Reading

Makanan Untuk Melawan Osteoporosis

Osteoporosis berasal dari istilah the Osteoporosis yang pertama kali diutarakan oleh Johann Lobstein pada abad ke 19. Meskipun selanjutnya disempurnakan oleh dokter Amerika yang menggambarkan ketika tulang mengalami gangguan yang disebabkan oleh kekurangan hormon estrogen. Secara umum osteoporosis merupakan penyakit yang dialami oleh wanita hal ini dikarenakan pengaruh dari hormon estrogen meskipun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi pada pria walaupun dalam presentase yang kecil.

Continue Reading

Gejala Osteoporosis Pada Wanita

Penyakit osteoporosis merupakan penyakit yang berhubungan dengan kesehatan tulang. Penyakit  osteoporosis ditandai dengan kepadatan tulang yang berkurang sehingga tulang menjadi lebih mudah patah. Penyakit osteoporosis dapat menyerang pria ataupun wanita akan tetapi untuk wanita peluang akan lebih besar hal ini karena dipengaruhi oleh hormon estrogen. ( Baca : Benarkah Wanita Rentan Terkena Osteoporosis? )

Continue Reading

Gaya Hidup Tidak Aktif Rawan Terkena Osteoporosis?

Perhatikan gaya hidup sekarang, ketika melakukan aktivitas sehari-hari yang terbiasa duduk berlama lama di depan komputer. Selain itu pengaruh gadget yang terkadang hanya dapat membuat seseorang menjadi betah berduan dengan gadget. Apakah faktor yang disebutkan di atas dapat mempengaruhi Gaya hidup Tidak Aktif Rawan Terkena Osteoporosis?

Continue Reading

Penyakit Osteoporosis Pada Wanita

Wanita memiliki resiko lebih besar terkena osteoporosis dibanding pria. Salah satu penyebabnya adalah hormon yang dimiliki wanita yaitu hormon estrogen. Hormon estrogen memiliki peran dalam mengatur menstruasi, kehamilan, menyusui dan juga menopause.

Continue Reading

Benarkah Wanita Rentan Terkena Osteoporosis?

Seberapa jauh anda mengenal penyakit osteoporosis? Penyakit yang berhubungan dengan kesehatan tulang dapat menyerang siapa saja, baik pada usia muda atau usia lanjut , begitu pula pada laki-laki atau wanita. Penyakit osteoporosis merupakan penyakit yang memerlukan pencegahan sejak usia dini sehingga kesehatan tulang dapat dijaga dan mengurangi resiko osteoporosis.

Continue Reading

Loading...

Follow us