data-ad-format="auto"

Apa Itu Polimiositis | Penyebab, Gejala & Cara Mengatasi

Pernahkah Anda mendengar istilah polimiositis? Apakah Anda mengetahui akan istilah ini? Atau Anda pernah mengalami polimiositis?

Sebagian besar orang mungkin belum mengetahui akan istilah yang satu ini. Istilah ini tentunya dimaksudkan untuk mendefinisikan sebuah peradangan otot yang tentunya dapat melemahkan kinerja otot pada seluruh bagian tubuh. Pada sebagian besar kasus polimiositis terjadi pada bagian otot pinggul, bahu dan juga paha. Hingga terjadinya kasus polimiositis pada tubuh manusia, tentunya belum dapat pastikan bagaimana cara mengatasi penyakit polimiositis tersebut.

Penyebab dan juga gejala polimiositis belum diketahui dengan pasti. Namun tentunya, Anda harus mengetahui apa penyebab sebenarnya dan juga bagaimana cara mengatasi gangguan otot tersebut. Untuk itu, kami sajikan penyebab, gejala dan juga cara mengatasi penyakit polimiositis ini.

Apa Itu Polimiositis?

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Polimiositis merupakan suatu peradangan yang tentunya dapat menyebabkan adanya kelemahan otot dan juga peningkatan kadar enzim pada otot tulang. Lain halnya dengan dermatomyositis, istilah ini untuk mendefinisikan adanya suatu peradangan miopati idiopatik yang tentunya berkaitan dengan manifestasi dermatologis. Sedangkan Inclusion body myositis ialah suatu peradangan miopati idiopatik yang tentunya dapat berkembang secara perlahan dengan sebuah penemuan patologis yang sangat umum ditemukan pada pria dewasa.

Jenis gangguan polimiositis terjadi pada penderita yang sangat sulit untuk menaiki tangga, mengangkat objek, menggapai benda di atas dan juga bangun dari posisi duduk. Polimiositis memang paling umum terjadi pada usia 30, 40 dan juga 50 tahun. Penyakit tersebut tentunya lebih sering terjadi pada orang berkulit hitam dibandingkan dengan orang berkulit putih. Pada kasus penyakit ini tentunya wanita akan lebih sering terserang dibandingkan dengan pria.

Pada kasus polimiositis, tanda dan juga gejala-gejala biasanya terjadi secara bertahap dalam beberapa minggu atau bahkan bulan. Beberapa kondisi tentunya dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko terjadinya polimiositis pada tubuh manusia. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi, tentunya Anda dapat mendiskusikan dengan dokter Anda.

Penyebab Polimiositis

Tentunya, setiap penyakit baik akut maupun kronis disebabkan oleh beberapa faktor yang tentunya tidak kita sadari. Begitupula dengan penyebab terjadinya polimiositis pada tubuh manusia. Meskipun sampai saat ini belum diketahui secara pasti apaa penyebab seseorang mengalami polimiositis. Dalam karakteristiknya, penyakit ini tentunya menggambarkan adanya hubungan erat dengan gangguan autoimun pada tubuh manusia.

Seperti yang tidak banyak orang tahu bahwa penyakiut autoimun ialah suatu kondisi dimana daya tahan tubuh manusia dapat menyerang jaringan otot tubuh sendiri. Hal ini dikarenakan banyak yang  menganggap bahwa benda asing yang merupakan suatu kesalahan dari imun tubuh kita. Meskipun memang belum diketahui secara pasti apa penyebab polimiositis pada tubuh manusia. Namun satu hal terpenting, Anda tentu harus tetap mengetahui karakteristik penyakit tersebut agar dapat menghindari serangan jaringan sistem imun tubuh pada tubuh Anda sendiri.

Gejala yang paling umum terjadi yakni adanya kelemahan pada kedua sisi otot baik kiri atapun kanan. Dalam penyakit ini tentunya bagian otot leherlah yang paling rentan terkena gangguan polimiositis. Otot inilah yang paling merasakan adanya kelemahan tersebut seperti bahu dan juga punggung. Kelemahan otot yang terkena polimiositis ini dapat terjadi dan juga melibatkan otot-otot yang dekat dengan tubuh seperti bahu, pinggul, paha, leher dan juga lengan atas.  Kelemahan pada kedua sisi otot ini tentunya terjadi secara bertahap dan cenderung memburuk.

Gejala Polimiositis

Gejala yang paling umum terjadi pada polimiositis dan paling terlihat ialah pada bagian kedua sisi otot baik kiri ataupun kanan. Tentunya, ada beberapa kondisi lain yang dapat menjadi tanda dan juga gejala polimiositis muncul di tubuh Anda, diantaranya:

- Nyeri sendi pada beberapa bagian tubuh seperti punggung, bahu, leher dan juga panggul

- Nyeri dan juga bengkak pada bagian otot

- Dikarenakan kelelahan yang hebat

- Kesulitan dalam menelan makanan

- Demam yang cukup tinggi

- Napas cukup pendek yang disebabkan oleh adanya gangguan paru-paru dan juga jantung

- Berat badan cenderung menurun

- Area mata berwarna merah atau ungu. Sebagian besar orang justru mengalami kulit yang kemereahan pada bagian lutut, siku, buku jari dan juga pada bagian leher dan dada bagian atas.

- Adanya fenomena Raynaud yakni suatu kondisi dimana jari-jari kaki dan juga tengah menjadi sangat dingin dan berubah warna dikarenakan adanya gangguan di daerah aliran darah

- Nyeri yang berlebih pada bagian otot

- Ada juga beberapa orang yang justru mengalami sesak napas yang sangat patut untuk diwaspadai.

Tentunya, jika Anda mengalami beberapa gejala yang sudah kami sebutkan di atas. Alangkah baiknya jika Anda mengunjungi dokter untuk memdapatkan penanganan yang lebih lanjut agar kondisi penyakit polimiositis tidak bertambah parah.

Faktor Risiko Terkenanya Polimiositis

Setiap orang mungkin saja bisa terkena penyakit polimiositis ini. Namun, ada beberapa kriteria yang tentunya berpeluang besar terkena polimiositis diantaranya:

- Ras Amerika-Afrika

- Wanita lebih berisiko terkena penyakit polimiositis ini

- Penyakit paru-paru interstital

- Usia yang sudah lanjut

- Adanya beberapa kondisi ganas akan suatu penyakit yang berhubungan dengan otot

- Adanya anti-jo-1 (penyakit paru-paru) dan antibodi anti-SRP ( penyakit otot serius yang melibatkan jantung)

- Keterlibatan penyakit paru-paru dan juga jantung

- Pemeriksaan dan perawatan yang tertunda atau segala sesuatu yang tidak mencukupi

- Disfonia dan disfagia

- Sering menggunakan otot

- Orang yang selalu kerja melebihi kekuatan tubuhnya

- Orang dengan gaya hidup yang tidak sehat

Itulah beberapa faktor risiko yang tentunya menjadi acuan dan juga cambuk bagi kita untuk sebisa mungkin menghindarinya agar tidak bertambah parah. Beberapa faktor yang berhubungan dengan gaya hidup dan juga kebiasaan yang kita lakukan tentunya bisa kita hindari sebaik mungkin.

Diagnosa Penyakit Polimiositis

Banyak yang beranggapan bahwa polimiositis ialah penyakit yang dihubungkan dengan distrofi otot. Pada umumnya, dokter akan mendiagnosis pasien-pasien yang terindikasi polimiositis dengan menanyakan terlebih dahulu riwayat kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara fisik. Tidak jarang dokter akan melakukan biopsi otot dengan cara mengambil sampel jaringan otot dan akan diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini tentunya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan diagnosis polimiositis.

Selain itu, ada beberapa cara untuk mendiagnosis penyakit polimiositis dengan melakukan sejumlah tes, diantaranya:

- Pemeriksaan darah creatine phosphokinase (CPK) yang tentu dapat melihat adanya kerusakan pada otot.

- Elektromiografi dilakukan untuk melihat adanya aktivitas listrik pada otot.

Selain itu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit polimiositis, seperti:

Tes darah

Diagnosis pertama tentunya dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan tes darah. Tes darah ini tentunya menghasilkan kadar enzim yang meningkat pada otot seperti aldolase dan juga creatine kinse (CK). Dalam hal ini tentunya peningkatan aldolase dan juga kadar CK dapat mengindikasi adanya kerusakan pada otot. Selain itu, tes darah juga dimaksudkan untuk mendeteksi autoantibodi tertentu sehingga dapat menentukan perawatan dan juga pengobatan yang paling tepat.

Biopsi otot

Dalam hal ini tentunya bagian kecil dari jaringan otot dapat diangkat dengan operasi untuk analisis laboratorium. Langkah biopsi ini tentunya dapat menunjukkan adanya kelainan pada otot seperti infeksi, peradangan dan juga kerusakan. Langkah ini juga dapat diperiksa untuk melihat adanya defisiensi enzim dan juga protein abnormal. Biasanya, biopsi otot dapat menunjukkan adanya sel otot yang mati, regenerasi serat otot, degenerasi dan juga inflamasi.

Elektromiografi

Pada langkah ini tentunya dokter spesialis akan memasukkan jarum elektroda ke dalam otot melalui kulit untuk dilakukan pengujian. Dalam tahap ini tentunya aktivitas elektrik diukur ketika Anda mengencangkan dan juga mengendurkan otot serta adanya perubahan yang dapat mengonfirmasi penyakit otot tersebut. Langkah ini tentunya dapat menentukan distribusi adanya penyakit dengan menguji berbagai kinerja otot.

MRI (Magnetic Resonase Imaging)

MRI yang dilakukan untuk melihat adanya tanda pada peradangan otot. Dalam hal ini tentunya scanner dapat menampilkan gambar cross-sectional pada otot. Data tersebut dapat dihasilkan oleh adanya medan magnetik yang cukup kuat dan juga gelombang radio. Tidak seperti pada biopsi otot, MRI tentunya dapat melihat adanya peradangan yang terjadi pada area yang besar pada otot.

Pengobatan Polimiositis Yang Dapat Anda Lakukan

Meskipun memang tidak ada yang pasti dalam mengobati polimiositis. Namun tentunya pengobatan yang difungsikan untuk meningkatkan fungsi dan kekuatan otot. Semakin perawatan dilakukan oleh penderita polimiositis, tentunya semakin efektif pula perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah jumlah komplikasi menjadi lebih sedikit. Tentu, tidak ada salahnya bagi Anda untuk tetap mencoba berbagai cara demi mendapatkan perawatan yang terbaik. Berdasarkan respon dan juga gejala tentunya dokter akan menyesuaikan jenis dan juga strategi perawatan pada penderita polimiositis, diantaranya:

Dengan obat-obatan

Pengobatan pertama yang dapat dilakukan ialah dengan pemberian obat-obatan yang memang umum diberikan seperti;

- Corticosteroid-sparing agent

Jenis obat ini tentunya kombinasi dengan kortikosteroid. Jenis obat ini tentunya dapat berpotensi mengurangi dosis dan juga efek samping dari kortikosteroid. Kedua jenis obat paling umum digunakan untuk penderita polimiositis ialah  methotrexate (trexall) dan juga azathioprine (Azasan, Imuran).

- Rituximab (Rituxan)

Obat kedua tentunya untuk mengobati rheumatoid arthritis. Selain itu, rituximab juga menjadi salah satu pilihan jika terapi awal memang tidak cukup untuk mengontrol gejala polimiositis.

- Kortikosteroid

Obat-obatan selanjutnya yang sering digunakan untuk penderita polimiositis seperti prednisone. Ini menjadi obat efektif yang dapat digunakan. Namun jangan digunakan obat ini untuk jangka waktu yang cukup panjang karena akan memiliki efek samping yang cukup serius sehingga dokter akan mengurangi dosis tersebut secara bertahap.

Terapi

Selain menggunakan obat, Anda juga dapat melakukan berbagai terapi untuk meringankan gejala sebagai berikut:

- Terapi wicara

Kenapa memasukan terapi wicara ke dalam salah satu langkah yang dapat digunakan untuk pengobatan? Hal ini dikarenakan jika otot menelan Anda sudah melemah, maka tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk kesulitan berbicara. Untuk itu, terapi wicara ini memang sangat direkomendasikan bagi Anda untuk menyesuaikan suatu perubahan ini.

- Terapi fisik

Selain terapi wicara, tentunya terapi fisik juga dapat dilakukan untuk menjaga dan juga meningkatkan fleksibilitas dan juga kekuatan otot tubuh. Dalam hal ini tentunya Anda dapat menyarankan tingkat aktivitas yang sesuai dengan pengobatan yang dapat Anda lakukan.

- Penilaian diet

Langkah ini tentunya menjadi langkah lanjutan dari polimiositis. Hal ini dikarenakan menelan dan juga mengunyah dapat membuat Anda menjadi lebih sulit. Langkah ini tentunya sangat berguna bagi Anda untuk melatih Anda menyiapkan makanan dan juga minuman yang dapat Anda konsumsi.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai polimiositis, penyebab, gejala dan cara mengobati penderita polimiositis. Semoga bermanfaat!