data-ad-format="auto"

Sistem Pernapasan

Organ sistem pernapasan manusia memegang peranan yang amat penting. Bayangkan ketika anda tidak bisa bernafas apa terjadi pada hidup anda? Untuk itulah, menjaga dan merawat semua organ dalam tubuh termasuk menjaga kesehatan organ sistem pernapasan adalah hal yang penting.

Kenali Jenis Obat Radang Amandel di Apotik dan Tradisional

Radang amandel adalah infeksi yang terjadi dibagian amandel yang menyebabkan bagian ini menjadi bengkak dan menimbulkan rasa sakit pada saat si penderita melakukan aktivitas menelan atau berbicara.

Amandel sendiri adalah dua kelenjar yang terletak dibagian faring (tenggorokan) yang memiliki banyak fungsi untuk tubuh. Hampir dari sebagian besar fungsi dari amandel mengambil peranan yang besar untuk tubuh kita diantaranya adalah sebagai filter yang menyaring masuknya kuman, bakteri, virus dan zat asing lainnya ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan.

Pada usia anak-anak amandel berfungsi sebagai produsen antibodi sebelum nantinya bagian ini akan digantikan oleh sistem kekebalan tubuh.

Pada dasarnya semua orang yang lahir ke dunia memiliki amandel. Ukuran amandel ini akan terus dikembangkan hingga si anak berusia 8-9 tahun. Pada usia ini amandel bekerja dengan aktif dan mengambil peranannya sendiri untuk menghasilkan antibodi dalam tubuh si anak.

Nah saat si anak menjelang usia dewasa maka dengan perlahan ukuran amandel ini akan menciut dan pada gilirannya ketika bagian ini sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh maka ukuran amandel akan mengecil namun tidak menghilang sepenuhnya.

Itulah mengapa penyakit amandel akan lebih sering dijumpai pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Namun meski demikian tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa orang dewasa pun akan terserang dengan penyakit yang satu ini bisa kebersihan mulut dan giginya tidak dijaga dengan baik.

Ketika amandel bekerja terlalu keras menyaring kuman dan bakteri maka pada gilirannya bagian ini pun bisa sangat rentan terninfeksi oleh mikroorgnisme yang masuk kebagian amandel. Sehingga pada akhirnya kondisi ini akan dapat menimbulkan amandel menjadi melemah dan mengalami masalah. Dengan demikian peradangan dan pembengkakan pada amandel tidak akan dapat dihindari dalam kasus ini.

Selain kebersihkan mulut dan gigi penyebab paling besar peradangan yang terjadi pada amandel lebih banyak disebabkan oleh virus dan selebihnya bakteri adalah salah satu penyebab yang mengambil peranan cukup banyak.

obat amandel

Dalam bahasa kedokteran penyakit radang amandel seringkali disebut dengan tonsilitis. Pada penderita yang mengalami tonsilitis biasanya mereka akan mulai merasakan dampak dan gejala dari penyakit ini seperti halnya sakit kepala, nyeri pada saat menelan, batuk dan pada kondisi tertentu sakit amandel bisa menyebabkan demam.

Selain itu dampak yang perlu diwaspada pada penyakit amandel adalah sifatnya yang berulang atau seringkali kambuh. Dengan demikian pada saat penyakit ini kambuh maka mungkin anda akan merasakan gejala-gejala diatas

Hingga sampai saat ini sebenarnya belum ada obat-obatan khusus yang diperuntukan untuk menyembuhkan radang amandel dan membuat kondisi si pasien pada keadaan semula. Pengobatan yang diberikan oleh tim medis pada umumnya lebih difokuskan untuk meredakan gejala yang dirasakan sehingga si pasien akan dapat kembali menjalani aktivitasnya seperti biasanya.

Adapun pengobatan yang dilakukan untuk menangani penyakit amandel pada kondisi yang paling serius adalah dengan melalui jalan operasi. Operasi ditujukan untuk mengangkat bagian amandel yang sudah membengkak dan dalam kondisi yang parah.

Akan tetapi untuk pembengkakan amandel yang masih dalam tahapan yang dapat ditolerir, pengobatan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan dari apotik. Hanya saja bila anda mengkonsumsi obat-obatan jenis tertentu seperti dibawah ini maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar dosisnya tepat. Bukan hanya itu, obat-obatan yang berdasarkan dari resep dokter akan bermanfaat dengan lebih optimal.

Nah, untuk mengetahui jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk menangani pembengkakan amandel dari mulai obat dari apotik sampai dengan tradisional. Maka masi simak dibawah ini.

Obat Amandel Bengkak dari Apotek

Obat amandel bengkak di apotik merupakan obat yang pertama kali digunakan oleh orang yang menderita amandel. Alasan kepraktisan dan juga mudahnya didapatkan membuat orang yang menderita amandel lebih memilih jalur medis utuk mengobati penyakitnya. Nah untuk mengetahui jenis obat-obatan apa saja yang bisa digunakan untuk menangani amandel yang bengkak diantaranya adalah:

1. Antibiotik

Untuk radang amandel dengan gejala yang sudah parah biasanya dokter akan memberikan antibiotik guna membunuh kuman dan bakteri yang menjadi penyebab radang amandel. Akan tetapi untuk radang amandel dengan gejala yang belum parah, maka dokter tidak akan memberikan pengobatan jenis ini.

Penting sekali mendapatkan obat antibiotik sesuai dengan resep dari dokter. Dengan begini dokter akan menimbang pemberian dosis dengan mempertimbangkan riwayat pasien mengenali alergi terhadap konsumsi jenis obat ini atau tidak.

2. Aspirin

Selama ini kita mungkin mengetahui bahwa aspirin digunakan sebagai obat untuk mengatasi sakit kepala. Selain dapat digunakan untuk sakit kepala, obat jenis ini bisa digunakan untuk mengatasi amandel yang bengkak. Obat ini dapat digunakan karena fungsi aspirin yang bekrja untuk mengurangi rasa sakit pada saat amandel meradang. Hanya saja obat ini tidak bisa dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja pada usia 16 tahun.

3. Parasetamol

Bukan hanya berfungsi sebagai obat penurun demam saja. Obat jenis ini pun dapat dikenakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri yang ditimbulkan. Hanya saja sebelum mengkonsumsi obat ini maka sebaiknya mintalah terlebih dahulu rsep dari dokter.

Parasetamol memang dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit yang aman untuk anak-anak. Akan tetapi obat ini tidak disertai dengan anti-inflamasi yang bisa menghilangkan radang amandel.

Obat Amandel Bengkak dari Apotek

1. Mengkudu Bersama Madu

Jenis obat trasional yang pertama untuk menangani amandel bengkak adalah dengan menggunakan mengkudu dan campuran madu. Mengkudu merupakan buah yang akan manfaat, selain bisa digunakan untuk para penderita darah tinggi, menurunkan gula garah pada penderita diabetes. Mengkudu juga bisa digunakan untuk mengobati amandel.

Hanya saja untuk mengobati amandel jenis mengkudu yang harus digunakan adalah mengkudu yang segar bukanlah mengkudu ekstrak. Bau dari buah mengkudu yang segar memang tidak sedap dan tidak enak, bahkan aromanya bisa sangat menyengat. Namun demi kesehatan anda maka tidak ada salahnya menahan bau demi membuat kondisi anda lebih baik.

Nah, untuk menggunakan mengkudu sebagai obat amandel anda bisa memarut mengkudu dengan menggunakan parutan atau di jus dengan menggunakan blender. Tambahkan dengan air panas dan aduk kembali secara merata. Untuk menambah rasanya tambahkan dengan mengggunakan madu. Saring dan konsumsi airnya dengan rutin.

2. Kulit Manggis

Kandungan antioksidan yang kaya dalam kulit manggis membuatnya baik untuk obat kanker. Akan tetapi selain itu, bahan herbal ini pun bisa difungsikan untuk meredakan amandel yang bengkak. Caranya bisa dilakukan dengan mengeringkan kulit manggis dan merebusnya dengan air. Saring dan konsumsi airnya dengan rutin.

3. Jeruk Nipis

Kandungan vitamin C yang tinggi dalam jeruk nipis adalah obat yang baik untuk meredakan amandel yang bengkak. Caranya, peras dan ambil sari jeruk nipis dan campur bersama dengan garam untuk kemudian konsumsi dengan rutin.

Demikianlah beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk meredakan amandel yang bengkak. Penggunaan obat herbal aman meski tanpa resep dokter. Akan tetapi untuk obat-obatan dari apotek resep dokter adalah syarat wajib yang harus anda miliki. 

Ketahui Beberapa Pantangan Sewaktu Amandel Bengkak

Anda mungkin sudah tidak asing dengan penyakit amandel bukan?

Ya salah satu permasalah gangguan kesehatan yang menyerang bagian kelenjar amandel yang ada dibagian tenggorokan ini seringkali menjadi hal yang sangat menganggu. Betapa tidak kondisi ini seringkali menimbulkan dampak yang menghalangi aktifitas sehari-hari yang dijalani oleh seseorang.

Belum lagi sakit dibagian tenggorokan menjadi permasalahan yang paling menyebalkan dan membuat nafsu makan berkurang akibat perasaan nyeri dibagian tersebut. Tak jarang orang yang menderita sakit amandel pun harus berhadapan dengan bau napas yang tidak sedap pada saat mengembuskan napas dari bagian mulut.

Hal ini tentu saja akan menimbulkan perasaan canggung berinteraksi dengan orang lain dan juga menurunkan kepercayaan diri. Berbicara dengan oranglain menjadi tidak nyaman, mengobrol bersama dengan teman kurang percaya diri dan lain sebagainya.

Dengan demikian kondisi ini mungkin akan menghantui anda setiap kali anda berhadapan dengan orang banyak yang anda kenali. Jangan sampai mereka mengira anda sombong, tidak ramah atau lain sebagainya hanya karena anda tidak ingin mengobrol dan berbagi bersama dengan mereka.

Nah, melihat dampaknya yang cukup menganggu maka penting sekali mengupayakan segala hal untuk segera mencari solusi guna mengatasi hal ini agar tidak berlanjut. Selain itu tidak bijak rasanya bila anda mengabaikan gangguan kesehatan yang terjadi dengan tubuh anda hanya karena masalah tersebut merupakan hal sepele. Perlu diingat segala macam gangguan kesehatan akan dapat fatal akibatnya bila anda tidak segera melakukan tindakan pada apa yang anda rasakan.

Dengan demikian bila anda mengabaikan gangguan pembengkakan pada amandel karena menganggap penyakit ini akan dapat sembuh dengan sendirinya maka bukan tidak mungkin jika penyakit ini akan menjalar dan berubah menjadi lebih buruk sehingga menimbulkan gangguan kesehatan lainnya.

Bila anda merasa terjadi sesuatu dengan tubuh anda atau gangguan kesehatan yang anda rasakan tidak kunjung sembuh maka sebaiknya segeralah kunjungi dokter dan konsultasikan kondisi kesehatan anda dengan baik. Percayakan pada dokter bahwa penanganan terbaik yang lebih tepat bisa anda dapatkan disana. Dengan berkonsultasi pada dokter maka diagnosa yang tepat akan bisa anda dapatkan sehingga pengobatan yang lebih efektif pun bisa anda dapatkan.

pantangan penderita amandel

Meski sebagian besar orang sudah mengetahui penyakit amandel atau radang amandel. Akan tetapi pada kenyataanya tidak banyak diantara mereka yang paham betul apa itu penyakit amandel dan bagaimana dampaknya bisa mempengaruhi tubuh. Sehingga mungkin inilah salah satu alasan yang membuat mereka cenderung mengabaikannya penyakit yang mereka alami. Nah, untuk mengetahui lebih dalam apa itu penyakit amandel, mari simak dibawah ini.

Pengertian Amandel

Amandel merupakan jaringan limfoid yang berada didaerah faring (tenggorokan). Amandel pada bagian faring ini memiliki banyak fungsi yang sebagian besar fungsi ini mengambil peranan yang penting dalam tubuh. Beberapa fungsi tersebut diantaranya adalah tempat memfilter kuman, bakteri dan mikroorganisme lain yang akan masuk kedalam tubuh melalui bagian saluran pernapasan, sebagai produsen antibody, sebagai pembentuk jaringan lokal dan juga sebagai pelawan infeksi selapun lendir.

Cukup banyak fungsi dari amandel itu sendiri yang mana sebagian besarnya memiliki peranan penting dalam tubuh. Sayangnya meskipun amandel memiliki banyak fungsi seperti yang dijelaskan diatas tetap saja bagian ini memiliki kelemahan yakni ketika bagian ini bekerja dengan terlalu keras maka kuman, bakteri dan mikroorganisme tersebut akan dapat menyerang dan melemahkan bagain tersebut. Pada akhirnya bagian amandel ini akan meradang dan menimbulkan masalah.

Apa Itu Penyakit Amandel?

Ketika bagian amandel mengalami masalah maka akan timbul peradangan. Dalam istilah kedokteran masalah pada amandel atau peradangan yang terjadi dibagian ini disebut dengan tonsilitis. Penyakit ini umumnya terjadi pada anak-anak.

Sebab ketika lahir amandel pada setiap manusia sudah tumbuh dan akan mulai dikembangkan hingga si anak berusia 8-9 tahun. Sementara itu pada usia 11 atau 12 tahun ukuran dari amandel pada anak-anak akan mulia menciut dan bekerja dengan tidak aktif.

Bila sebelumnya bagian tonsil atau amandel bekerja dengan memproduksi antobodi pada gilirannya bagian ini akan mulai berhenti bekerja dan produksi antibody akan digantikan oleh sistem kekebalan tubuh yang semakin menguat. Dengan demikian kondisi ini akan membuat bagian amandel menjadi menciut dengan perlahan namun tidak menghilang secara keseluruhan.

Penyebab Tonsilitis

Pada sebagian besar kondisi yang dijumpai, penyakit amandel atau tonsilitis lebih banyak disebabkan oleh adanya virus dan selebihnya disebabkan oleh bakteri. Akan tetapi selain beberapa penyebab diatas beberapa kandungan pada makanan pun biasanya seringkali menjadi penyebab yang paling banyak membuat amandel harus bekerja ekstra dalam memerangi bakteri dan mikroorganisme yang dibawa kedalamnya.

Pada penderita tonsilitis mereka akan mungkin merasakan beberapa gejala yang cukup mengganggu seperti halnya timbulnya sakit kepala, demam, nyeri dibagian tenggorokan, napas yang tericum tidak sedap dan bahkan batuk yang akan terasa menggaggu. Pada kondisi yang umum biasanya gejala akan dapat pulih dalam kurun waktu kurang lebih selama 4 hari.

Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak digolongkan kedalam penyakit yang serius. Akan tetapi sebaiknya kunjungilah dokter apabila anda atau orang-orang disekitar anda mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari atau setelah beberapa hari tidak ditunjukan tanda-tanda akan pulih kembali atau bahkan kondisinya malah makin memburuk.

Seperti yang dijelaskan diatas meski amandel memiliki fungsi yang begitu banyak dan cukup berpengaruh besar terhadap tubuh. Akan tetapi tetap saja bagian ini memiliki kelemahan tersendiri yakni amandel tidak dapat tahan terhadap makanan-makanan yang menjadi pantangannya.

Lantas apa sajakah pantangan makanan yang tidak boleh dikonsumsi untuk pada penderita amandel? Simak dibawah ini.

Pantangan Konsumsi Makanan Untuk Amandel yang Bengkak

1. Makanan dengan Rasa Pedas

Amandel amat sensitif terhadap makananan yang pedas. Karena rupanya makanan yang pedas pada dasarnya akan dapat melukai bagian amandel. Kondisi ini memang cukup masuk akal bila kita membaca kembali makna dari kata pedas.

Pedas bukanlah sebuah rasa seperti halnya beberapa rasa yang bisa dikecap oleh lidah yakni asin, manis, dan pahit. Pedas hanyalah sebuah perasaan yang sebenarnya timbul dari rasa sakit yang dialami oleh lidah akibat menahan senyawa pedas itu sendiri. Akibatnya ketika rasa ini seringkali dinikmati dan masuk kedalam mulut, maka bukan tidak mungkin makanan pedas akan melukai bagian mulut termasuk pada bagian amandel.

Memang cukup sulit menghindari makanan pedas, apalagi Indonesia dikenal dengan sajian makanan yang berbumbu dan bercita rasa pedas. Tidak lengkap rasanya bila dalam sebuah hidangan makanan rasa pedas tida disertakan bersama-sama dengan masakan tersebut.

Bukan hanya itu sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa makanan yang pedas bisa mengunggah selera makan. Bahkan orang yang mengkonsumsi makanan yang tidak pedas akan kurang bergairah pada saat menyantap makanannya. Itulah mengapa banyak orang yang akan menyertakan sajian pedas pada makanannya.

Hanya saja untuk para penderita amandel sebaiknya konsumsi makanan ini dibatasi. Terutama pada saat amandel mereka mulai kambuh dan membengkak. Sebab bila tidak kondisi tersebut akan memburuk. Nah adapun beberapa jenis makanan pedas yang perlu dihindari diantaranya adalah:

  • Saus

Saus adalah salah satu teman terbaik pada saat menyantap makanan atau makanan ringan seperti halnya gorengan. Rasanya kurang mantap menyantap makanan tanpa menyeratakan saus. Bahkan mungkin saat ini hampir setiap hidangan yang digoreng akan selalu disantap dengan menggunakan saus. Namun demikian kebiasaan ini haruslah dikurangi atau bila memungkinkan sebaiknya dihilangkan. Karena kebiasaan ini tidaklah baik untuk penderita amandel.

Sebab selain rasanya yang pedas, saus juga mengandung bahan-bahan yang kurang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu kandungan zat-zat tambahan yang berbahaya yang ada didalamnya akan membuat bagian amandel semakin buruk. Untuk itu sebaiknya hindari konsumsi bahan pedas ini terutama pada saat amandel anda kambuh.

  • Sambal Cabai

Sambal cabai memang nikmat apalagi dinikmati pada saat makan siang ketika cuaca diluar panas dan terik. Bahkan hanya melihatnya saja sajian ini benar-benar menggoda dan membuat lidah dibuat bergoyang karenanya.

Akan tetapi bila anda adalah seorang penderita amandel maka sebaiknya menahan hasrat menyantap sambal cabai. Karena mengkonsumsi banyak sambal cabai akan membuat bagian tenggorokan menjadi lebih menderita dan akibatnya sakit amandel anda akan semakin parah.

  • Merica

Merica menjadi salah satu bumbu masakan yang paling banyak dijumpai pada hampir seluruh masakan yang dihidangkan. Selain nikmat bumbu yang satu ini termasuk kedalam bumbu masakan yang berasa pedas.

Meskipun bentuknya kecil namun rupanya bahan yang satu ini cukup berbahaya dampaknya untuk amandel karena dapat membuat bagian tersebut tersedak dan meradang dengan lebih parah. Untuk itu sebaiknya hindari mengkonsumsi bahan bumbu yang satu ini dengan jumlah yang berlebihan agar pembengkakan amandel anda bisa lebih ringan.

2. Ikan

Untuk sementara waktu ketika amandel anda meradang dan membengkak alangkah baiknya jika anda menghindari atau bahkan sejenak meninggalkan konsumsi terhadap makanan seperti ikan. Meski sebenarnya makanan ini baik untuk tubuh dan kandunagn proteinnya bermanfaat. Akan tetapi konsumsi ikan pada saat amandel meradang sebaiknya dihentikan untuk sementara waktu.

Adapun jenis ikan yang harus dihindari diantaranya adalah ikan air tawar dan ikan asin. Terutama untuk ikan asin. selain kandungan garam yang besar pada ikan asin yang akan berbahaya untuk kesehatan amandel. Duri-duri pada ikanpun dikhawatirkan akan terjebak dibagian amandel dan melukai bagian tersebut.

3. Makanan Instan

Makanan yang instant biasanya kentara dengan kandungan pengawet didalamnya. Belum lagi kandungan bumbu-bumbu pada makanan instan biasanya banyak mengandung perasa yang berlebihan. Untuk itu selama anda mengalami peradangan dan pembengkakan amandel maka sebaiknya jaga dan hindari mengkonsumsi makanan instan yang kurang baik untuk kesehatan amandel anda.

Adapun beberapa jenis makanan instan yang sebaiknya dihindari diantaranya adalah:

  • Mie Instan

Konsumsi mie instan bak sebuah kebiasaan dewasa ini. Tidak heran memang, dijaman yang serba cepat ini banyak orang yang tidak suka menunggu lama atau dibuat repot dengan harus membuat sendiri sajian makanan yang akan mereka santap. Itulah mengapa pada saat mereka lapar dan ingin menikmati sajian berkuah, mie instan seringkali dipilih sebagai alternatif yang cepat.

Akan tetapi untuk penderita amandel konsumsi jenis makanan ini bukanlah ide yang baik. Selain kandungan perasa pada makanan tersebut, zat pengawet buatan pada mie instant disebut-sebut begitu besar dan berbahaya untuk kesehatan.

  • Makanan yang Mengandung Banyak Micin

Makanan dengan kandungan micin dan pengawet adalah jenis makanan yang harus dihindari oleh para penderita amandel. Selain dapat merugikan bagian amandel, konsumsi makanan dengan kandungan micin dan pengawet yang banyak akan juga berpengaruh pada sistem pencernaan.

Untuk itu sebaiknya hindari mengkonsumsi jenis makanan yang seperti ini. Memang sulit rasanya menghindari jenis-jenis makanan yang ada di masyarakat dengan tidak adanya kandungan micin.

Rasanya hampir semua hidangan makanan selalu menyertakan bahan micin pada makanannya untuk menambah lezat hidangan ini. Untuk itulah ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk anda mengolah makanan sendiri agar anda bisa mengatur dan menyesuaikan bumbu dan bahan yang akan anda gunakan.

  • Jajanan/Makanan Ringan

Konsumsi jajanan atau makanan ringan seperti ciki-ciki adalah jenis makanan yang paling disenangi anak-anak. Kemasan yang unik dan rasa yang lezat dari ciki-ciki seringkali menjadi alasan betapa mereka jatuh cinta dengan hidangan makanan ringan tersebut. Akan tetapi tahukah anda jenis-jenis makanan ini adalah salah satu penyebab paling banyak yang menyebabkan sakit amandel banyak dijumpai terutama pada anak-anak.

Untuk itulah daripada membekali anak-anak dengan uang jajan yang akan memungkinkan mereka untuk jajan sembarangan. Alangkah lebih baik berikan mereka bekal makanan yang sehat dan aman untuk mereka konsumsi.

4. Hindari Minuman Berbau Alkohol

Bukan hanya dapat memabukan hampir 90 persen konsumsi minuman beralkohol tidak memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. Selain merugikan kesehatan tubuh, konsumsi minuman beralkohol pun dapat merusak jaringan yang ada pada amandel.

Sehingga demikian amandel akan mungkin dapat terinfeksi karena bagian ini tidak dapat bekerja untuk menahan senyawa dan zat yang masuk kedalam tubuh melalui alkohol tersebut. Bahkan dengan konsumsi minuman ini bukan saja dapat berbahaya untuk amandel namun juga akan dapat merusak semua jaringan yang ada dalam tubuh dan mengurangi fungsinya.

Sehingga otakpun akan kehilangan kesadarannya akibatnya minuman ini bukan hanya berbahaya bagi amandel saja namun seluruh jaringan dalam tubuh anda akan juga dipertaruhkan.

Konsumsi alkohol biasanya seringkali menjadi gaya hidup yang umum pada masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dengan ala-ala modern seringkali mereka mengatas namakan perubahan jaman menjadi alasan konsumsi alkohol adalah kebiasaan yang bisa ditoleransi. Akan tetapi apalah artinya perkembangan jaman bila kesehatan anda adalah taruhannya.

5. Hindari Konsumsi Durian

Durian adalah salah satu buah khas Indonesia yang mungkin sebagian besarnya mencintai buah tropis jenis ini. Ciri khas jenis buah ini adalah memiliki bau yang cukup menyengat dan bila dimakanpun biasanya bau yang disisakan seolah masih menyerebak di ruangan.

Bagi penderita amandel buah yang satu ini sebaiknya tidak dikonsumsi sebab biasanya akan dapat meninggalkan rasa sebab. Untuk itu sebaiknya hindari mengkonsumsi buah durian apalagi pada saat amandel anda sedang membengkak atau meradang.

Demikianlah beberapa jenis pantangan yang tidak sebaiknya dilakukan pada penderita yang sedang mengalami amandel bengkak. Dengan mengkonsumsi makanan diatas dapat menyebabkan kondisi amandel semakin memburuk. Untuk itu, sebisa mungkin kurangi atau hindari dulu mengkonsumsi makanan-makanan diatas demi kesehatan anda. 

Mengetahui Ciri-Ciri Sakit Amandel Pada Anak dan Orang Dewasa

Penyakit amandel seringkali menjadi permasalahan yang cukup kompleks dan seringkali dijumpai di masyarakat terutama pada anak-anak kecil.

Ya, penyakit dibagian tenggorokan ini seringkali menjadi satu masalah yang banyak dimaknai dengan keliru oleh sebagian besar orang. Banyak orang yang beranggapan bahwa sakit atau radang yang terjadi pada bagian amandel bukanlah masalah besar yang perlu dirisaukan. Sebaliknya kondisi ini seringkali dianggap sebagai hal biasa dan penyakit tersebut akan dapat sembuh dengan sendirinya.

Padahal nyatanya tak demikian. Setiap gangguan kesehatan yang terjadi dengan tubuh, sekecil apapun itu fatal akibatnya bila tidak segera ditangani atau tidak segera mendapatkan perhatian medis. Sebab kondisi ini akan menyebar dan menjalar ke seluruh tubuh sehingga memperburuk kondisinya dan bukan tidak mungkin kondisi yang sepele yang anda hadapi saat ini dapat menimbulkan gangguan masalah kesehatan lainnya.

Untuk itulah kurang bijak rasanya bila seseorang mengabaikan gangguan kesehatan yang dialaminya. Sebaliknya pergilah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan atau hanya sekedar berkonsultasi bila anda merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuh anda. Pendeteksian dini yang dilakukan oleh dokter akan membuat segala penyakit akan lebih cepat dideteksi. Dengan demikian penanganannya pun akan bisa anda dapatkan dengan lebih cepat. Bila begini maka kemungkinan dari dampak lebih buruk dari penyakit tersebut akan bisa dihindari.

Sama halnya dengan penyakit amandel yang dirasakan saat ini. Amandel sebenarnya adalah nama dari dua buah organ yang terletak dibagian batang tenggorokan. Dua buah organ ini terbentuk sebagai jaringan kelenjar yang disebut dengan tonsil.

Ketika lahir semua orang memiliki dua buah kelenjar dengan bentuk oval ini dibagian tenggorokannya. Adapun fungsi dari kedua bagian organ tubuh ini adalah sebagai penghasil antibodi untuk kekebalan tubuh. Selain itu, fungsi dari bagian tubuh ini adalah untuk menyaring atau memfilter masuknya kuman dan bakteri kedalam tubuh melalui bagian pernapasan.

Sayangnya fungsi yang cukup penting, membuat bagian ini rentan sekali mengalami masalah dan bahkan terinfeksi dengan masuknya kuman atau bakteri kedalam tubuh. Ada cukup banyak faktor yang dapat menimbulkan masalah pada bagian amandel salah satunya adalah peradangan. Peradangan amandel sering disebut juga amandel itu sendiri atau dalam bahasa kedokteran penyakit ini dikenal dengan sebutan tonsilitis.

ciri ciri amandel

Pada kasus ini penderita yang paling banyak mengalami tonsilitis umumnya lebih banyak menyerang anak-anak. Akan tetapi demikian bukan tidak mungkin bahwa sebagian orang dewasa akan merasakan kondisi serupa bila bagian amandelnya bekerja terlalu keras.

Seiring dengan perkembangan usia, fungsi amandel sebagai organ yang menghasilkan antobodi ini akan mulai menurun dan digantikan dengan sistem kekebalan tubuh yang semakin kuat. Dengan begini perlahan-lahan tugas amandel akan digantikan dengan perlahan. Ketika peranannya sudah tak lagi dibutuhkan oleh tubuh, kedua kelenjar ini kemudian akan berangsur-angsur menyusut namun tidak menghilang sepenuhnya.

Adapun penyebab secara umum penyakit amandel atau tonsilitis sebagian besar adalah karena adanya infeksi virus, selebihnya disebabkan oleh bakteri. Mereka yang menderita penyakit tonsilitis atau peradangan amandel akan mungkin merasakan dampak yang cukup menganggu seperti halnya sakit kepala, nyeri dibagian tenggorokan pada saat menelan, batuk dan bahkan pada gilirannya demam adalah kondisi gangguan kesehatan yang akan sering muncul pada saat amandel kambuh.

Meski sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong kedalam gangguan penyakit yang serius. Akan tetapi temuilah dokter jika anda atau anak anda mengalami gejala yang masa berlangsungnya lebih dari 4 hari atau tidak menunjukan tanda-tanda kondisi akan membaik atau bahkan gejala yang dirasakan berubah menjadi lebih buruk, kesulitan bernapas atau mungkin anda merasakan sama sekali kesulitan untuk makan.

Mengingat dampaknya yang cukup menganggu maka penting sekali untuk anda mewaspadai penyakit yang satu ini. Selain virus dan bakteri, pola hidup yang sehat dan bersih serta selalu memperhatikan kesehatan gigi dan mulut adalah langkah pencegahan paling ampuh yang bisa dilakukan.

Selain itu, bila anda mulai merasakan beberapa ciri-ciri gejala dibawah ini maka segeralah bawa ke dokter atau atur dan periksa kembali pola makan anda. Karena bisa jadi beberapa hal yang dirasakan tersebut merujuk pada tonsilitis atau radang dibagian amendel.

Ciri-Ciri Amandel Pada Anak dan Orang Dewasa

1. Sakit Menelan

Salah satu ciri yang dapat mengindikasikan adanya gangguan dibagian tenggorokan adalah dengan timbulnya perasaan nyeri atau sakit pada saat anda hendak menelan. Nah, ketika anda mulai merasakan kondisi ini maka sebaiknya waspadai mungkin ada gangguan dibagian tenggorokan anda.

Selain itu peradangan pada amandel selalu erat kaitannya dengan pembengkakan dibagian tersebut. Maka demikian ketika bagian tenggorokan bertemu dengan zat asing melewati bagian tersebut maka akan timbul rasa sakit. Rasa sakit ini bisa terjadi mulai dari tenggorokan, lidah bahkan hingga kebagian telinga. Karena itu kesulitan menelan makanan atau minuman bisa terjadi pada saat amandel meradang atau membengkak.

Untuk memastikan kondisi ini maka sebaiknya segeralah kunjungi dokter yang dekat dari rumah anda. Selain itu selama kondisi ini berlangsung sebaiknya hentikan mengkonsumsi makanan yang pedas atau mengandung pengawet. Karena hal ini bisa memperburuk kondisi yang dialami.

2. Sulit Pada Saat Menelan

Rasa sakit yang amat parah ketika menelan berbagai zat asing yang masuk kedalam bagian tenggorokan termasuk makanan dan minuman juga akan dapat mengurangi kemampuan tenggorokan. Hal ini pada umumnya disebabkan karena rasa sakit yang terlalu berat atau ketika amandel membengkakan akibatnya tidak ada ruang yang bisa dilewati oleh makanan. Dua amandel yang membengkak dan membuat celah tenggorokan menjadi lebih sempit akibatnya kondisi ini akan menyulitkan anda untuk menelan sesuatu.

3. Amandel yang Bengkak

Biasanya amandel tidak akan terlihat jelas ketika mulut dibuka. Apalagi pada beberapa orang yang mengalami kesulitan membuka mulut dan menampakan amandelnya. Mereka biasanya akan dibuat kesulitan menjulurkan lidah saat diminta menunjukan amandelnya. Akan tetapi ketika terjadi peradangan dibagian tersebut biasanya amandel akan terlihat membengkak.

Untuk itulah rasa sakit akan berkembang dari bagian tenggorokan hingga bagian sekitaran rahang. Pembengkakan adalah reaksi dari peradangan yang biasa disebabkan oleh adanya infeksi virus. Amandel juga akan bengkak ketika penderita sedang mengalami influenza atau radang tenggorokan .

Untuk itu sebaiknya segera kunjungi dokter dan periksakan kondisi ini. Dengan begini dokter akan meresepkan obat tertentu untuk memerangi virus dan bakteri yang masuk kebagian amandel sehingga kondisinya dapat menjadi lebih baik.

4. Timbulnya Bercak Putih Dibagian Amandel

Pada amandel yang normal warnanya akan terlihat merah muda dan hampir mirip dengan warna pada gusi dimulut anda. Akan tetapi berbeda dengan yang terjadi pada amandel yang mengalami masalah dan peradangan.

Untuk anak-anak atau remaja yang terkena tonsilitis maka amandel akan terlihat seolah ada bercak putih dibagian tersebut seperti bagian daging yang berubah warnanya.

Hal ini disebabkan karena adanya reaksi amandel yang memproduksi sebuah zat antibodi yang berusaha menangkal semua infeksi dari virus atau bakteri. Bercak putih ini biasanya akan muncul sebelum peradangan amandel menimbulkan perasaan sakit.

5. Sakit Dibagian Tenggorokan

Sakit dibagian tenggorokan biasanya muncul sebagian gejala awal dari adanya pembengkakan dibagian amandel. Rasa sakit dibagian iin terjadi ketika menelan, minum, ataupun pada saat menyantap makanan. Bahkan pada kondisi yang lebih buruk anda bisa akan merasakan sakit pada saat menelan ludah seperti biasanya. Rasa sakit ini terjadi ketika peradangan amandel memang membuat semua bagian tenggorokan termasuk bagian dalam menjadi tidak nyaman.

Akan tetapi pada sebagian kasus sakit dibagian tenggorokan juga bisa memungkinkan adanya penyakit lain seperti faringitis. Untuk itu untuk mengetahui dengan pasti kondisi kesehatan apa yang anda rasakan maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

6. Demam

Tubuh yang demam adalah reaksi yang wajar ketika tubuh membentuk reaksi terhadap infeksi yang terjadi pada bagian tubuh. Pada kasus ini sebenarnya amandel memiliki fungsi untuk memfilter semua jenis kuman, bakteri dan virus agar tidak sampai kebagian tubuh. Akan tetapi kemudian ketika bagian amandel mengalami peradangan maka virus dan bakteri justru akan menyerang si tubuh itu sendiri.

Demam akibat timbulnya peradangan dibagian amandel bisa mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Kondisi ini mungkin akan membuat si penderita dibuat kepayahan dengan demam tinggi dan perasaan panas yang tidak nyaman. Untuk itulah sebaiknya segera bawa kondisi ini ke dokter untuk menghindari demam dengan suhu yang lebih meningkat.

7. Suara Serak atau Terdengar Berat

Pembengkakan dibagian amandel juga bisa mengakibatkan efek yang cukup berat terhadap bagian pita suara yang letaknya dibagian dalam tenggorokan. Rasa sakit yang ditimbulkan dari peradangan ini akan secara langsung memberikan dampak pada bagian pita suara.

Kondisi inilah yang akan memungkinkan penderita radang amandel mengalami suara yang serak. Bila kondisi ini terjadi pada anak-anak mereka akan cenderung rewel atau bahkan bisa kehilangan suara untuk sementara waktu.

Ketika hal ini terjadi pada anak-anak orangtua mungkin akan dibuat pusing dengan rengekan dan anak-anak yang rewel. Untuk itu sebaiknya konsultasikan kondisi ini pada dokter agar penanganannya lebih tepat.

8. Kelenjar Getah Bening dan Leher yang Bengkak

Penyebab benjolan yang terdapat dibagain leher yang paling banyak dikhawatirkan oleh bayak orang adalah timbulnya amandel yang meradang. Terdapat kelenjar getah bening yang terdapat pada bagian terggorokan.

Ketika amandel meradang dan membengkak maka kondisi ini dapat menyebabkan bagian kelenjar getah bening tersebut terlihat membesar. Apabila disentuh atau diraba dengan lembut akan terasa bagian ini sedikit lebih membesar. Meskipun ini adalah salah satu tanda yang jarang diperhatikan akan tetapi sebaiknya jangan terlalu sering menekan bagian tersebut.

9. Timbulnya Bau Mulut

Penderita amandel bisa pula bermasalah dengan napas yang tidak sedap dan mulut yang tercium bau. Virus yang menyerang pada bagian amandel seperti jenis virus streptokokus pyogenes akan berkembang dibagian amandel dan juga pada bagian tenggorokan.

Hal ini menyebabkan bakteri yang berkembang pada bagian amandel akan merangsang air liur dan zat kimia yang terdapat pada lidah dan gigi. Dengan demikianlah kondisi ini dapat menyebabkan bau yang tidak sedap yang dikeluarkan seiap kali mengehembuskan napas dari muult.

10 Timbulnya Sakit Dibagian Kepala

Peradangan yang terjadi dibagian kepala dapat menyebabkan timbulnya sakit atau nyeri dibagian kepala. Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi karena pengaruh beberapa faktor. Seperti halnya sakit yang menjalar dibagian tenggrokan, leher hingga ke kepala.

Dalam hal ini tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya dan kondisi ini umumnya akan menjadi lebih parah pada saat penderita mengalami influenza pada saat bersamaan dimana amandel membengkak atau meradang.

Ketika timbul sakit kepala sebaiknya cobalah untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan setiap kali anda merasakan nyeri dibagian tersebut. Sebaliknya cobalah tenang dan dapatkan istirahat yang cukup.

Bila kondisi ini tidak kunjung membaik maka cobalah dengan mendinginkan kepala dengan menggunakan es batu dengan menggunakan lap. Kondisi yang tegang dengan beban pikiran yang menumpuk akan membuat kondisi ini semakin memburuk dan sulit diatasi.

11. Sakit Dibagian Perut

Kondisi ini sebenarnya adalah dampak dari sulitnya makan pada saat tenggorokan mengalami rasa sakit ketika menelan. Untuk itulah anak-anak atau remaja yang mengalami radang tenggorokan akan mengeluhkan sakit perut.

Hal ini dikarenakan tubuh yang tidak mendapatkan makanan dan tidak diisi karena tenggorokan yang terasa sakit, maka akan menimbulkan perasaan nyeri dibgian perut. Ketika kondisi in terjadi maka mungkin dampaknya akan pula terjadi pada penurunan berat badan.

Untuk mensiasati hal ini maka sebaiknya konsumsilah makanan dalam bentuk yang halus dan lembek yang memungkinkan anda lebih mudah menelan. Selain itu hindari memberikan makanan dengan kandungan garam atau perasa gurih yang terlalu berlebihan karena digadang-gadang bahan-bahan tersebut akan membuat peradangan dibagian amandel menjadi lebih buruk.

12. Leher yang Terasa Kaku

Rasa sakit dibagian amandel atau tonsil akan juga dapat menyebabkan leher menjadi sangat kaku. Kondisi ini mungkin akan berubah menjadi lebih parah ketika si penderita mengalami sakit kepala dan juga demam.

Pada kondisi ini leher dapat menajdi begitu kaku karena infeksi yang terjadi pada bagian amandel dapat menyebabkan tekanan pada syaraf yang bekerja dibagian sekitar leher hingga ke bagian kepala. Pada intinya rasa sakit akibat amandel yang meradang akan menjalar hingag ke semua bagian leher sampai kebagian kepala.

Dengan demikian kondisi ini mungkin akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman dan membuat anda kesulitan menggerakan leher seperti pada kondisi yang normal.

Untuk mengatasi hal ini maka sebaiknya cobalah untuk beristirahat dan tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat. Sebaliknya aturlah posisi tidur anda dengan menempatkan bantal dengan posisi lebih tinggi dari dada anda. Selain itu untuk membuat anda merasa lebih nyaman dengan perasaan kaku pada bagian leher maka cobalah mendekatkan air hangat yang dimasukkan dalam botol kebagian leher.

13. Sakit dibagian Telinga

Telinga dan tenggorokan saling berkaitannya termasuk ketika bagian tenggorokan mengalami gangguan yang menimbulkan rasa sakit maka perasaan yang sama akan mungkin dirasakan hingga kebagian kuping. Begitupun sebaliknya pada saat anda merasakan sakit dibagian telinga maka dampaknya bisa pula dirasa hingga kebagian tenggorokan.

Akan tetapi tak perlu khawatir pada saat bagian tenggorokan mengalami masalah dan menimbulkan sakit hingag kebagian telinga kondisi ini biasanya akan dapat berangsur membaik dengan sendirinya.

14. Mendengkur

Gejala amandel yang mungkin tidak banyak disadari adalah mendengkur. Mendengkur bisa menjadi kebiasaan buruk yang mengganggu. Apalagi saat anda tidur bersama dengan orang lain seperti dengan adik, teman ataupun bersama dengan pasangan.

Bukan hanya itu pada saat anda menyadari bahwa anda adalah seorang pendengkur yang mengganggu orang lain maka mungkin hal ini bisa menimbulkan perasaan yang canggung dan tak jarang anda mungkin akan merasa malu.

Pada penderita radang amandel mendengkur bisa terjadi karena bagian tenggorokan yang mengalami penyempitan akibat pembengkakan amandel.

Demikianlah beberapa ciri amandel yang penting untuk diketahui. Saat merasakan salah satu cirri dari gejala diatas maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. 

Cara Mencegah dan Mengobati Tonsilitis (Amandel) Tanpa Harus Operasi

Amandel atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan nama tonsilits sejatinya adalah bagian dari tenggorokan yang berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh dari serangan bakteri dan virus.

Selain itu amandel juga memiliki peranan penting, bila bagian ini mengalami pembengkakan karena akibatnya akan bisa mempengaruhi saluran pernapasan. Pada saat bagian ini membesar dan membengkak maka akan sulit bagi si penderita bisa bernapas dengan normal.

Amandel juga bisa diartikan sebagai serdadu untuk pertarungan antara sel-sel imun dalam darah putih yang mebentuk pertahanan melawan bateri dan virus yang terbawa oleh makanan dan udara. Nah dengan semakin banyak virus dan bakteri yang masuk kedalam bagian tersebut tentu akan membuat baian amandel harus bekerja dengan lebih keras, sehingga kondisi ini akan dapat menimbulkan peradangan dan infeksi dibagian amandel. Peradangan inilah yang akan disebut dengan radang amandel atau yang dalam bahasa kedokteran disebut dengan tonsilitis.

Penyakit yang satu ini menjadi penyakit yang umum untuk anak-anak dan remaja. Karena biasanya ukuran amandel akan membesar seiring dengan bertambahnya usia. Sementara itu pada kisaran usia 12-13 tahun ukuran ini akan berhenti berkembang dan pada gilirannya ketika fungsinya tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh maka amandel akan menciut dengan sendirinya ukurannya tersebut.

Nah pada anak-anak ukuran amandel yang masih terus berkembang dan bekerja aktif menghasilkan antibodi semetara pada saat yang bersamaan kinerja bagian ini berlebihan maka peradangan dibagian ini tidak dapat terhindari dan lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan orang dewasa.

Kondisi peradangan amandel bisa disebabkan oleh adanya infeksi bakteri dan kuman yang tersebar dilingkungan. Salah satu hal yang paling sering kita jumpai adalah si penderita amandel yang lebih mudah terserang demam dan mengalami sakit-sakitan. Beberapa gejala yang akan dirasakan oleh si penderita amandel diantaranya adalah batuk, flu dan demam. Dimana beberapa gejala ini adalah gejala yang sangat umum ketika peradangan amandel kambuh.

Apa Itu Amandel?

Pada dasarnya amandel memiliki fungsi yang cukup besar untuk kesehatan tubuh. Bagian ini merupakan susunan kelenjar yang terletak dibagian belakang tenggorokan. Dengan demikian semua manusia pasti memiliki amande, hanya saja peradangan amandel yang terjaid bisa menyerang orang-orang tertentu saja.

Amandel atau tonsil yang berisi jaringan khusus yang tersusun oleh sel limfosit yang memiliki fungsi guna mencegah adanya infeksi tubuh yang diakibatkan oleh paparan bakteri atau virus yang masuk kedalam tubuh. Semua bakteri dan mikroorganisme lain akan masuk kedalam amandel dan kemudian amandel akan bekerja melawan infeksi tersebut denga sel-sel darah putih.

Hanya saja terkadang bagian ini pun bisa kewalahan dalam memerangi infeksi bakteri dan virus sehingga amandel menjadi bengkak dan mengalami peradangan akibat bagian tersebut bekerja dengan terlalu berlebihan. Dengan demikian penting sekali untuk menjaga dan mencegah agar bagian amandel tidak terserang infeksi atau penyakit.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi adalah dengan selalu menjaga kesehatan mulut dan menjaga asupan makanan serta tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan berbahaya yang dapat menimbulkan tumpukan bakteri dan kuman dalam tubuh.

mencegah tonsilitis tanpa operasi

Apa Penyebab Tonsilitis?

Amandel atau tonsil adalah sebuah organ yang terbentuk dari jaringan yang memiliki lubang-lubang kecil yang tidak mampu dilihat oleh mata dengan mudah karena letaknya yang berada dibagian dalam tenggorokan. Semua bagian lubang tersebut bekerja menampung bakteri, virus dan kuman yang akan masuk kedalam tubuh. Nah apabila sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan maka amandel akan lebih mudah mengalami peradangan dan masalah.

Semakin sering bagian tersebut mengalami peradangan maka amandel akan menjadi batu dan sulit untuk bisa kembali mengecil setelah peradangan sembuh. Dengan demikialah hal tersebut akan membuat peradangan menjadi lebih sering terjadi.

Gejala Radang Amandel (Tonsilitis)

Ada cukup banyak gejala yang akan dirasakan oleh si penderita ketika mengalami tonsilitis atau radang amandel. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah:

  • Nyeri dibagian tenggorokan
  • Sakit pada saat menelan
  • Bau mulut/napas
  • Sakit dibagian telinga
  • Seringnya demam/flu/pilek

Beberapa gejala diatas adalah beberapa hal yang akan dialami oleh penderita. Nah, kebanyakan orang yang menderita penyakit tonsilitis atau radang amandel umumnya lebih banyak tahu bahwa penyakit ini hanya bisa diobati dengan jalan operasi. Akan tetapi perlu diketahui operasi amandel biasanya dilakukan hanya apabila penderita sudah mengalami tingkatan kronis atau tingkatan paling parah dari penyakit ini.

Sebab pada kondisi ini sakit amandel yang diderita akan cenderung lebih sering kambuh dan dampaknya akan sangat menganggu aktivitas yang dijalani oleh si pendeirta. Selain itu si penderita akan menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan jenis penyakit lainnya. Adapun pengangkatan amandel akan dapat dilakukan di rumah sakit oleh dokter bedah ahli.

Mencegah dan Mengobati Amandel Tanpa Melakukan Operasi

Pada umumnya beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit amandel tanpa melalui jalan operasi akan lebih banyak dilakukan dirumah dengan bahan-bahan herbal. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja maka simak dibawah ini.

Konsumsi Jus Lemon

Jus lemon menjadi buah yang paling baik untuk meredakan amandel atau tonsil yang membengkak dan meradang. Lemon mengandung vitamin C dan dapat berfungsi untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Konsumsi jus lemon akan dapat mencegah amandel agar tidak membengkak dan meradang akibat adanya infeksi kuman atau bakteri.

Untuk memanfaatkan jus lemon bisa anda campurkan dengan garam atau dengan kecap. Konsumsi dengan rutin akan dapat meredakan amandel yang bengkak dengan lebih baik.

Konsumsi Minuman Probiotik

Minuman dengan kandungan probiotik akan berperan penting dalam mencegah amandel. Untuk bisa mendapatkan minuman dengan kandungan probiotik anda bisa mengkonsumsi yogurt alami atau produksi rumahan.

Konsumsi minuman probiotik yang dibuat dirumahan atau alami akan mencegah minuman yang anda konsumsi dari kandungan atau campuran bahan perasan, pemanis atau pewarna buatan yang berbahaya. Yang mana bahan-bahan kimia tersebut akan dapat menyebabkan peradangan amandel menjadi lebih parah. Kandungan probiotik dalam minuman tersebut dapat bekerja membersihkan bakteri dan kuman lain yang ada pada bagian amandel dan tubuh sehigga menjadi lebih sehat.

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Mulut dan Gigi

Kebersihan mulut dan gigi menjadi faktor yang amat penting untuk mencegah timbulnya peradangan atau masalah dibagian amandel. Nah untuk anda yang memiliki riwayat peradangan amandel maka anda harus pandai dan lebih peduli terhadap kesehatan mulut dan gigi anda. Seperti yang kita ketahui mulut adalah media paling luar untuk masuknya bakteri dan kuman berbahaya kedalam tubuh.

Untuk itu rajinlah menyikat gigi dan berkumur dengan larutan nitrat yang dapat meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Saat ini sudah bayak dijual larutan pembersih gigi yang bisa digunakan saat berkumur. Untuk itu kenakanlah produk tersebut agar anda lebih mudah untuk mencegah penyakit amandel.

Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Pengawet

Memilah dan menyeleksi makanan adalah hal penting dalam mencegah dan menangani sakit amandel yang dirasakan. Konsumsi makanan yang sehat amat disarankan untuk mereka yang terlanjur menderita radang amandel. Penderita radang amandel tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi sembarang makanan apalagi makanan yang mengandung perasa gurih, asin, manis dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati tonsillitis tanpa jalan operasi. Semoga bermanfaat. 

Kenali Tonsilitis Akut dan Kronis Sebagai Bagian dari Penyakit Sistem Pernasapan

Pernahkah anda mendengar penyakit tonsilitis? Seberapa familiar anda dengan penyakit yang satu ini?

Bagaimana dengan penyakit radang amandel? Pernahkan anda mendengar penyakit ini? Jika jawabannya ya, maka mungkin saat ini anda sudah sering sekali menjumpai penyakit tonsilitis di beberapa tempat atau mungkin orang-orang terdekat anda sendiri pernah mengalami kondisi kesehatan yang serupa karena tonsilitis merupakan istilah medis yang sama untuk nama penyakit radang amandel.

Nah, bila anda sering mendengar tentang penyakit amandel anda mungkin akan mengira bahwa ini adalah sejenis penyakit biasa yang akan dapat sembuh meski tidak mendapatkan penanganan medis yang berarti.

Akan tetapi tidak demikian, menyepelekan segala macam jenis penyakit atau gangguan kesehatan yang menyerang dalam tubuh bukanlah tindakan yang bijak. Karena seberapa kecil bentuknya kondisi ini akan dapat membesar seiring dengan berjalannya waktu bila tidak ada tindakan atau pertolongan dari si penderita itu sendiri.

Begitu juga dengan penyakit amandel yang menyerang. Sebagian orang menganggap penyakit ini bukanlah sebuah penyakit menyeramkan yang harus mendapatkan pertolongan besar dengan segera. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh sering dan banyaknya mereka menjumpai kasus penyakit yang serupa dan dianggap tidak berbahaya karena dampak dari penyakit ini yang tidak terlalu mencolok. Sehingga demikian ketika dirinya atau orang-orang sekitarnya mengeluhkan menderita penyakit ini maka mereka lebih cenderung mengabaikan atau menunda pengobatan sampai akhirnya gejala penyakit ini membesar dan kondisinya memburuk barulah mereka akan mungkin mengunjungi dokter untuk memeriksakan kesehatannya.

Perlu diketahui penyakit amandel akan dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Adapun penyebab dari penyakit ini lebih banyak diakibatkan oleh adanya infeksi virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui bagian tenggorokan.

Penyakit radang amandel atau tonsilits sekilas mungkin terlihat seperti sebuah penyakit yang biasa. Akan tetapi bila kondisi ini dibiarkan begitu saja maka kondisi gangguan kesehatan ini akan dapat berbahaya dan dampaknya bisa sampai berakhir dimeja operasi untuk mengangkat bagian amandel yang mengalami masalah guna menyembuhkan kondisi si pasien. Kondisi pengobatan ini biasanya dilakukan apabila radang amandel atau tonsilitis yang menyerang si pasien kondisinya sudah berada dalam tahap yang paling buruk.

Nah kondisi memburuknya radang amandel yang terjadi pada si pasien tentu tidak serta merta terjadi dengan tiba-tiba. Bila si pasien itu sendiri merasa aware dengan kesehatannya maka segala macam penyakit akan dapat dideteksi dengan lebih cepat bila saja orang yang bersangkutan peduli dengan kesehatannnya dengan sering mengkonsultasikan kondisi kesehatannya.

Sayangnya penyakit tonsilitis sudah terlanjur dianggap sebagai sebuah penyakit biasa yang akan dapat disembuhkan atau hilang dengan sendirinya. Padahal bila kondisi tersebut tidak ditangani dan si pasien tidak mengetahui hal apa saja yang akan memperburuk kondisinya maka mungkin banyak faktor pendukung yang akan membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk sehingga pada akhirnya tonsilitis atau sakit amandel yang dideritanya menjadi lebih buruk yang membuatnya harus mendapatkan operasi untuk mengembalikan kondisinya.

Untuk itulah peduli kesehatan dengan sering memeriksakan kondisi tubuh anda pada tim medis adalah langkah awal yang penting yang akan menjadi senjata ampuh dalam mencegah dan memerangi penyakit yang masuk kedalam tubuh.

Lantas apa sih penyakit amandel itu dan seperti apa mekanisme terjadinya penyakit amandel? Untuk mengetahui lebih dalam mari simak dibawah ini.

Apa Itu Tonsilitis?

Penyakit tonsilitis adalah infeksi yang terjadi dibagian tonsil atau amandel. Organ yang satu ini letaknya berada dibelakang tenggorokan dimana dibagian tersebut terdapat dua bagian kelenjar yang menempel dibelakang tenggorokan, bagian inilah yang disebut dengan amandel.

Infeksi dibagian tonsil pada umumnya lebih banyak disebabkan oleh adanya virus atau bakteri yang hendak masuk kebagian saluran pernapasan melalui hidung, mulut atau tenggorokan. Kinerja dari amandel sendiri adalah menyaring dan menghalangi bakteri dan mikroorganisme berbahaya lainnya agar tidak masuk kebagian saluran pernapasan. Fungsinya yang vital inilah yang membuat bagian organ amendel menjadi lebih cenderung rentan terhadap serangan penyakit.

Kebanyakn penyakit tonsilitis sebenarnya lebih sering dijumpai pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi demikian bukan tidak mungkin bila sebagian orang dewasa akan mengalami penyakit yang serupa. Usia paling sering dan paling rentan terhadap penyakit inia dalah pada usia 5 sapai 15 tahun. Sehingga demikian tak heran bila anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama akan lebih sering terkena paparan penyakit yang satu ini. Kondisi ini dapat terjadi kadang-kadang atau bahkan sering kambuh.

kenali tonsilitis aku dan kronis

Selain bekerja untuk menyaring kuman yang masuk kebagian saluran udara dan menyebabkan infeksi, amandel juga bekerja memproduksi antibodi untuk kekebalan tubuh dalam melawan infeksi yang terjadi. Akan tetapi kadang-kadang amandel sendiri seringkali terinfeksi atau mengalami masalah pada saat kinerjanya sudah berlebihan atau kewalahan dengan bakteri dan virus yang masuk. Akibatnya bagian ini akan dapat membengkak dan mengalami peradangan. Kondisi inilah yang disebut dengan tonsilitis atau radang amandel.

Pada amandel yang normal ukuran amandel ini tidak terlalu besar dan warnanya hampir mirip dengan gusi yakni merah muda. Akan tetapi pad amandel yang mengalami masalah atau peradangan bagian ini akan membengkak dengan ukuran yang lebih besar bahkan pada kondisi yang lebih buruk ukurannya bisa menutupi hampir bagian tenggorokan dan terhadap bercak putih nanah yang mengitari bagian ini.

Ketika kondisi ini mulai menyerang, penderita akan mengalami beberapa perubahan tubuh seperti timbulnya sakit kepala, nyeri dibagian tenggorokan pada saat menelan atau bahkan seringnya demam pada saat bagian ini meradang.

Dalam ilmu medis atau kedokteran, radang amandel atau tonsilitis terbagi kedalam dua bagian berdasarkan denan lama berlangsungnya penyakit ini. Kedua bagian tersebut yakni adalah tonsilitis akut dan tonsilitis kronis.

Mengenal Tonsilitis Akut dan Kronis

Berdasarkan dari lama perjalanan penyakit dan penyebabnya penyakit tonsilitis terbagi atas tonsilitis berikut ini.

Tonsilitis Akut

Penyakit tonsilitis jenis ini adalah penyakit radang amanedel yang timbulnya (onset) cepat atau berlangsung dalam kurun waku yang lebih singkat dan tidak berjalan dengan waktu yang lama atau jangka panjang. Melainkan hanya dalam hitungan jam atau beberapa hari hingga minggu, penyakit ini akan dapat sembuh dan menghilang. Penyakit yang satu ini biasanya hanya dikeluhkan pasien selama tidak lebih dari 3 minggu.

Sementara itu penyebab atau pemicu dari kondisi ini sendiri lebih kepada adanya paparan kuman jenis streptokokus beta hemolitikus grup A, streptokokus piogenes dan juga streptokokus viridian yang hendak masuk kebagian saluran pernapasan lewat rongga mulut, hidung dan tenggorokan.

Bukan hanya itu infiltrasi bakteri dibagian lapisan epitel jaringan tonsil pun akan dapat menimbulkan reaksi meradang dibagian tersebut yakni berupa keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga terbentuknya detritus. Perlu diketahui detritus ini merupakan kumpulan dari leukosit, epitel yang terlepas dan bakteri yang mati. Secara klinis detritus tersebut mengisi bagian kripte tonsil dan tampak seperti bercak putih kekuningan yang mengisi bagian tonsil seperti urat-urat yang saling terbentang.

Tonsilitis Kronis

Tonsilitis jenis ini masa berlangsungnya lebih lama sampai memakan bulan dan tahun. Penyakit ini juga dikenal dengan penyakit amandel menahun. Untuk jenis penyakit tonsilitis yang satu ini radang bisa terjadi sebanyak 7 kali dalam kurun satu tahun, atau 5 kali dalam kurun waktu dua tahuan atau 3 kali dalam kurun waktu satu rahun secara berkala selama tiga tahun bersangkutan.

Adapun penyebab tonsilitis jenis ini lebih banyak disebabkan oleh adanya bakteri yang sama yang menjadi penyabab tonsilitis akut. Hanya saja kadang-kadang bakteri dapat berubah menjadi golongan bakteri ber-gram negatif.

Adapun faktor yang disebut-sebut dapat memicu penyakit ini muncul diantaranya adalah karena faktor makanan tertentu, kepulan asap rokok, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, kondisi mulut yang tidak higienis da masih banyak lagi.

Karena proses radang yang berulang maka epitel mukosa dan jaringan limfoid pada kasus ini akan dapat terkikis, sehingga pada proses penyembuhan jaringan tersebut akan diganti dengan jaringan parut. Jaringan ini akan mengerut sehingga ruang antara kelopak melebar yang akan diisi oleh detritus.

Bila si penderita berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisinya maka saat pemeriksaan akan ditemukan tonsil yang membesar, membengkak dengan permukaan yang tidak rata, kripte membesar dan terisi dengan detritus. Pada kondisi ini si pasien akan mungkin mengalami kesulitan bernapas, suara yang lebih berat, menelan terasa sakit bahkan pada saat menelan ludah dan aroma napas yang tercium tidak sedap.

Penyebab Tonsilitis

Pada umumnya penyebab paling besar yang membuat bagian tonsil meradang dan menimbulkan kondisi yang terganggu adalah karena adanya virus pilek yakni beberapa virus yang terkait diantaranya adalah Influenza virus, Coronavirus, Parainfluenza virus, Adenovirus dan juga RSV.

Sekitar 70% penyakit tonsilitis yang terjadi pada anak lebih banyak disebabkan oleh adanya infeksi virus dan begitu juga yang terjadi pada orang dewasa dengan persentasenya bahkan sampai 90%. Pada anak-anak hampir sebanyak 30% bakteri penyebab dari penyakit ini adalah disebabkan oleh adanya bakteri jenis Streptococcus hemolitikus. Sementara untuk pasien penderita dewasa bakteri yang sama hanya mengambil peran sebanyak 10% saja.

Selain itu jenis bakteri lain yang paling umum menyebabkan sakit amandel adalah adanya bakteri yang menjadi sumber radang tenggorokan yakni Group A-hemolitik streptokokus β (GABHS).

Gejala Tonsilitis

Penyakit radang amandel atau tonsilitis pada umumnya lebih ditunjukan dengan keluhan si pasien akan merasakan nyeri dibagian tenggorokannya seperti ada yang menghalangi, terasa kering atau bahkan pernapasan yang tercium bau tidak sedap. Akan tetapi selain beberapa gejala diatas ada juga gejala lain yang bisa mengindikasikan peradangan dibagian tonsil, diantaranya adalah:

  • Penderita mengalami sakit kepala, demam, lemas, menggigil, nyeri otot.
  • Penderita mengalami pilek, batuk, mulut berbau, mual, suara serak, nyeri perut, dan terjadinya pembesaran kelenjar getah bening yang terdapat di sekitar bagian leher.
  • Ketika diperiksakan ke dokter, terdapat pembesaran tonsil atau amandel dan berwarna merah, terkadang ditemukan bercak putih ata eksudat dibagian permukaan tonsil, dan adanya warna merah yang bertanda adanya peradangan di sekitar bagian tenggorokan dan tonsil/amandel.
  • Penderita mengalami rasa kering pada tenggorokannya atau seperti ada yang mengganjal pada bagian leher
  • Pada penderita tonsilitis yang sudah kronis, si pasien akan mungkin mendengkur pada saat tidur dan disertai adanya pembengkakan pada bagian kelenjar adenoid. Kelenjar adenoid adalah kelenjar yang posisinya terdapat di dinding bagian belakang antara rongga hidung dan tenggorokan.
  • Rasa nyeri yang diakibatkan penyakit tonsilitis ini bisa menjalar ke sekitar bagian telinga dan juga leher.
  • Nyeri ketika menelan makanan dan minuman bahkan ludah, dan berakibat penderita menjadi malas untuk melakukan aktifitas makan.

Beberapa gejala ini adalah segelintir gejala yang akan dirasakan oleh si penderita. Bila dibiarkan begitu saja kondisi ini tentu akan berubah menjadi lebih buruk dan membuat kondisi si pasien harus mendapatkan pertolongan medis segera.

Untuk itulah sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter bila anda merasa terjadi sesuatu yang salah dengan tubuh anda terutama perasaan nyeri yang dirasakan pada saat menelan. Pemeriksaan lebih dini akan membuat tonsil atau amandel bisa diatasi dari pembengkakan. Selain itu pola makan dan pola hidup sehat yang bersih adalah salah satu faktor yang akan menghindarkan anda dari resiko penyakit tonsilitis yang cukup berbahaya.

Pengobatan dan Pencegahan Tonsilits

Pengobatan untuk penyakit amandel biasanya akan tergantung pada apa yang menjadi sumber atau faktor yang menyebabkan penyakit ini bisa terjadi.

Nah adapun cara yang dapat dilakukan dokter guna mengetahui dan menentukan penyebab sakit amandel yang derita pasien biasanya akan dilakukan tes strepcoccus (strep) atau membuat kultur usapan tenggorokan guna memastikan penyebabnya. Kedua tes ini biasanya akn melibatkan usapan lembut dibagian belakang tenggorokan dekat dengan posisi tonsil atau amandel dengan menggunakan kapas.

Tes laboratorium dapat mendeteksi infeksi betkteri yang menyerang. Infeksi virus tidak akan tampil pada tes, namun juga dapat diasumsikan bila tes untuk bakteri negatif. Pada beberapa kasus, temuan fisik yang cukup menyakinkan guna mendiagnosis kemungkinan adanya infeksi bakteri. Dalam kasus ini antibiotik akan diresepkan oleh dokter tanpa melakukan tes strep guna membunuh bakteri atau mikroorganisme yang menyerang bagian tonsil.

Nah apabila rupanya tes yang dilakukan menunjukan bahwa penyebab dari meradangnya bagian tonsil adalah karena adanya bakteri maka pengobatan yang akan diberikan biasanya akan berupa antibiotik untuk mengobati infeksi. Pemberian jenis antibiotik ini berupa penisilin atau amoksilin. Akan tetapi pada pasie yang mengalami alami terhadap penisilin biasanya jenis Macrolide seperti eritromisin diberikan sebagai pengganti penisilin.

Hanya saja untuk anda yang hendak menggunakan obat-obatan antibiotik untuk meredakan gejala yang ditimbulkan dari radang amandel maka harus ada resep dan dosis yang tepat yang diberikan oleh dokter sebelum anda mengkonsumsi bahan-bahan ini. Dosis dan jenis antiotik yang tepat akan membuat peredaan gejala berjalan lebih optimal.

Pengobatan yang diberikan lewat obat-obatan atau pengobatan yang diberikan oleh dokter akan lebih efektif bekerjanya apabila didukung dengan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh si pasien itu sendiri. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah seperti:

  • Istirahat yang cukup.
  • Gunakan penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Berkumur dengan air garam hangat.
  • Minum cairan hangat atau sangat dingin untuk meringankan rasa sakit tenggorokan.
  • Makanlah makanan yang halus, seperti es krim.
  • Menghirup pelega tenggorokan yang mengandung benzocaine atau anestesi lainnya.

Sebenarnya tidak ada obat-obatan khusus yang diberikan untuk mengobati tonsilitis secara keseluruhan. Pada dasarnya pengobatan hanya difungsikan untuk meredakan gejala yang dirasakan oleh si pasien agar kondisinya menjadi lebih baik. Untuk itulah pencegahan dilakukan umumnya untuk menghindari penularan infeksi yang terjadi dibagian rongga mulut dan tenggorokan agar tidak menyebar.

Demikianlah pemaparan lebih dalam mengenai tonsillitis akut dan kronis semoga bermanfaat! 

Penanganan dan Cara Menghilangkan Radang Amandel (Tonsilitis) Dirumah

Penyakit radang amandel adalah sebuah penyakit yang terjadi akibat bagian tonsil atau amandel mengalami peradangan yang membuat bagian tersebut mengalami pembengkakan, berwarna merah dan timbulnya bercak nanas pada bagian tonsil.

Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Namun demikian bukan tidak mungkin sebagian kecil orang dewasa akan mengalami serangan penyakit ini.

Alasan yang melatarbelakangi penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak diantaranya adalah pada saat lahir ukuran tonsil atau amandel ini ukurannya kecil dan akan membesar hingga usia anak 8 atau 9 tahun. Dengan seiring berjalannya waktu, tonsil ini akan dapat menyusut dengan sendirinya pada saat kehadirannya sudah tidak lagi diperlukan oleh tubuh. Untuk itulah pada saat dewasa mereka tidak akan rentan mengalami penyakit radang amandel ini.

Amandel atau tonsil adalah adalah dua kelenjar kecil yang terdapat dibagian dalam tenggorokan yang letaknya berada dibelakang tenggorokan. Organ ini berfungsi sebagai pertahanan tubuh untuk mencegah masuknya bakteri dan virus kedalam bagian sistem perapasan. Seiring dengan perkembangan usia, sistem kekebalan tubuh pada anak akan semakin kuat dan perlahan tugas amandel sebagai penangkal infeksi akan mulai tergantikan.

Sayangnya pada usia anak-anak dimana peranan amandel atau tonsil ini bekerja dengan cukup penting bagian ini rentan sekali terkena dengan infeksi virus dan bakteri yang hendak masuk kedalam sistem pernapasan. Akibatnya bila bagian tonsil atau amandel bekerja terlalu keras atau adanya serangan virus dan kuman yang masuk kedalam tubuh, maka bagian ini bisa meradang dan mengalami pembengkakan akibatnya tonsilitis akan terjadi dibagian tersebut.

penanganan amandel dirumah

Penyebab paling umum timbulnya tonsilitis atau radang amandel adalah karena adanya paparan virus, selebihnya biasanya penyebab yang meletarbelakangi tonsilitis timbul adalah adanya infeksi bakteri. Mereka yang menderita tonsilitis akan mengalami nyeri dibagian tenggorokan sewaktu menelan, sakit kepala, batuk dan juga demam.

Inilah beberapa dampak yang paling mengganggu bila terjadi pada anak-anak. Timbulnya dampak dari penyakit tonsilitis akan tentu membuat si anak menjadi rewel dan tak ingin berada jauh dari orangtuanya.

 Selain itu bila anak anda suda memasuki usia sekolah maka kondisi ini akan membuat mereka harus terus-terusan absen masuk sekolah karena dampak dari tonsilitis yang sering kambuh. Bukan hanya itu, beberapa dampak seperti demam, sakit menelan dan lain sebagainya tentu akan membuat si buah hati terlihat lesu dan tidak bersemangat dengan rutinitasnya.

Untuk itulah penting sekali mengupayakan segala hal untuk mencari cara agar tonsilitis yang diderita bisa segera ditangani dan pada akhirnya kondisi ini bisa dihilangkan.

Sebagian besar orang hanya mengetahui bahwa satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk menangani penyakit amandel atau tonsilitis adalah dengan melalui pengobatan medis. Namun sebenarnya dimedis sendiri tidak ada obat khusus yang bisa menghilangkan atau menyembuhkan penyakit ini dengan keseluruhan.

Perlu diketahui sebagain besar panyakit tonsilitis akan dapat sembuh sendiri dalam waktu satu pekan tergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami oleh si pasien. Anda dapat meredakan sendiri gejala tonsilitis dirumah, seperti sakit tenggorokan, menggunakan obat untuk meredakan rasa sakit yang dijual bebas di apotek, seperti ibuprofen, aspirin atau parasetamol. Akan tetapi untuk aspirin jenis obat ini tidak sebaiknya diberikan pada anak-anak dibawah usia 16 tahun sebab dampaknya akan cukup berbahaya.

Ketika mengkonsumsi obat-obatan sebaiknya baca petunjuk pemakaian dengan jelas dan ketahui dosis pasti yang tertera pada kemasan. Atau bila anda merasa ragu, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Selain agar manfaatnya bisa optimal dirasakan, berkonsultasi ke dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan berfungsi agar kita terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan.

Nah, selain dengan menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan. Cara yang alami pun bisa anda lakukan dirumah, cara yang satu ini tentu lebih aman meski dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak untuk jangka panjang. Tidak ada efek samping berbahaya yang akan anda rasakan dari mengkonsumsi bahan herbal untuk meredakan dan menghilangkan tonsilitis yang dirasakan. Untuk mengetahui bahan apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan tonsilitis dari bahan alami. Mari simak dibawah ini.

Bahan Alami Pereda Radang Amandel

1. Jeruk Nipis

Pernahkah anda mendengar bahwa jeruk nipis adalah obat yang paling banyak dianjurkan untuk mengobati sakit amandel yang diderita seseorang? Rupanya obat ini bukan hanya isapan jempol belaka. Manfaat dari jeruk nipis memang baik untuk meredakan pembangkakan dibagian amandel atau tonsil. Jeruk nipis dapat membuat peradanagn dan infeksi yang terjadi dibagian tonsil berkurang dan akhirnya akan dapat sembuh. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin C yang ada dalam jeruk nipis sama khasiatnya seperti yang terdapat dalam buah tomat yakni menjaga kekebalan tubuh.

Hanya saja tentunya konsumsi obat herbal ini haruslah dilakukan dengan rutin dan konsisten. Sebab tidak seperti obat kimia manfaat dari obat herbal biasanya akan dapat dirasakan setelah jangka panjang.

Adapun cara mengunakan jeruk nipis untuk mengobati sakit amandel atau tonsilitis adalah dengan menyiapkan satu buah jeruk nipis dan secukupnya kapur sirih. Cara membuatnya bisa dilakukan dengan memeras jeruk nipis dan mengambil airnya secara merata. Setelah itu baru campurkan perasan air jeruk nipis ini dengan air kapus sirih. Aduk-aduk dengan menggunakan sendok dan minum larutan tersebut secara teratur kira-kira 3 kali dalam satu hari.

2. Bawang Merah

Bawang merah disebut-sebut memiliki kandungan anti-inflamasi yang artinya kandungan dalam bawang merah dapat meredakan rasa panas yang dialami dan peradangan yang menjadi sumber amandel membengkak.

Cara yang alami yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan bawang merah sebagai obat alami tonsilitis adalah dengan mengupas bawang merah dan mengunyahnya saat mentah. Lalu telan dengan perlahan. Hal ini akan dapat membuat anda untuk menyembuhkan peradangan yang terjadi pada tonsil anda.

Meskipun rasa dan aroma dari bawang merah yang tidak enak di mulut anda akan tetapi jika bahan ini baik untuk kesehatan anda maka apalah artinya perjuangan bila kesehatan adalah hal yang anda dambakan.

3. Kulit Manggis

Bukan hanya bermanfaat untuk menyembuhkan masalah kulit yang dirasakan. Kulit manggis rupanya berkhasiat untuk menyembuhkan radang amandel atau tonsilitis yang dirasakan oleh seseorang. Penggunaan obat ini haruslah dilakukan dengan konsisten dan berkala agar manfaatnya bisa dirasakan dengan cepat.

Cara menggunakan kulit manggis untuk obat tonsilitis bisa dilkukan dengan merebus sebanyak 15 kulit manggis yang telah dikeringkan bersama dengan air. Rebus dalam panci sampai mendidih dan tunggu sampai dingin.

Gunakan air dari rebusan kulit manggis untuk berkumur secara teratur sebanyak 3 kali dalam satu hari atau setelah makan agar amandel bisa cepat sembuh. Selain bermanfaat untuk menyembuhkan tonsillitis, berkumur dengan menggunakan air kulit manggis bisa bermanfaat untuk meredakan asma yang diderita.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menangani dan menghilangkan radang amandel atau tonsillitis. Semoga tips dan cara kali ini bisa bermanfaat untuk anda dan kita semua. 

Apa Itu Tonsilitis (Radang Amandel) Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Penyakit tonsilitis adalah sebuah penyakit yang timbul akibat adanya peradangan dibagian tonsil (amandel).

Peradangan yang terjadi dibagian ini pada umumnya seringkali diakibatkan karena adanya virus atau bakteri yang menyerang bagian tersebut. Kebanyakan atau umumnya infeksi yang terjadi dibagian amandel ini lebih sering menyerang anak-anak yang berusia muda yakni pada usia sekitar 5 sampai dengan 15 tahun.

Penyakit ini adalah bagian dari penyakit pernapasan yang menyerang bagian tenggorokan. Dampak dari penyakit ini sendiripun cukup mengganggu dan membuat napas menjadi lebih berat dibandingkan pada kondisi yang normal. Adapun kondisi penyakit ini terjadi kadang-kadang atau seringkali kambuh pada si penderita.

Dalam dunia kedokteran penyakit tonsilitis dibagi kedalam dua bagian jenis penyakit yang dibagi berdasarkan dengan durasi berlangsungnya pernyakit tersebut. Kedua bagian penyakit tersebut adalah tonsilitis akut dan juga tonsilitis kronis.

Penyakit ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja atau diabaikan terutama bila menyerang si buah hati. Hal ini dikarenakan dampak dari penyakit ini akan mengaggu dan membuat si kecil kepayahan apalagi sifat dari penyakit ini adalah sering kambuh atau terjadi secara berulang.

Selain itu dampak yang paling sering ditunjukan pada si pasien yang menderita penyakit tonsilitis adalah demam yang menyertai gejala lainnya. Bisa dibayangkan pada saat si kecil buah hati anda seringkali mengalami demam pada saat penyakit ini kambuh maka berapa kali si kecil akan dibuat kepayahan dan lesu merasakan demam yang menyerangnya?

Belum lagi bila si buah hati anda sudah masuk usia sekolah maka kondisi ini akan membuat rutinitas sekolah dan kegiatan lain yang mereka jalani menjadi terhalang dan terhambat. Akibatnya bukan hanya pelajarannya yang tertinggal di sekolah namun juga keceriaan akan seketika direnggut dari wajah mungilnya yang ceria.

Nah, mengingat dampaknya yang begitu menganggu ibu tentu tidak tega melihat buah cinta anda terus-terusan dibuat kepayahan dengan kondisi demikian bukan? Untuk itulah sebaiknya segera atasi segala hal yang terjadi dengan si buah hati termasuk gangguan kesehatannya.

Nah, untuk mengetahui bagaimana bahaya dari penyakit tonsilitis, gejala, penyebab dan pengobatannya. Mari kita simak dibawah ini.

amandel penyebab gejala

Apa Itu Amandel?

Sebelum membahas lebih jauh pada penyakit radang amandel atau tonsilitis terlebih dahulu kita akan kupas mendalam apa itu amandel.

Amandel atau tonsil adalah dua massa jaringan limfatik (sistem kekebalan tubuh) yang letaknya terdapat dibagian belakang tenggorokan kita. Selain berfungsi sebagain filter yang dapat menjebak kuman yang hendak masuk kebagian saluran pernapasan, amandel pun berfungsi untuk menghasilkan antobodi atau kekebalan tubuh yang membantu tubuh untuk melawan infeksi dibagian saluran pernapasan.

Saat seseorang baru saja dilahirkan ke dunia tonsil atau amandel ini ukurannya kecil dan secara bertahap akan mulai bertambah besar sampai usia si anak 8 atau 9 tahun. Namun setelah berlalu masa tersebut yakni di usia 11 atau 12 tahun ukuran amandel ini akan menyusut namun tidak menghilang sepenuhnya.

Akan tetapi sayangnya bagian ini begitu mudah terkena papara kuman dan bakteri sehingga ketika bagian ini terinfeksi maka terjadilah peradangan atau pembengkakan dibagian tersebut yang mana kondisi ini lebih dikenal dengan tonsilitis.

Radang amandel atau tonsilitis lebih sering menyerang dan diderita oleh anak-anak dengan usia 3 sampai 7 tahun. Mengapa demikian? Sebab pada usia inilah amandel memainkan perannya dengan begitu aktif guna melawan infeksi yang akan masuk kebagian saluran pernapasan.

Dengan semakin bertumbuhnya si anak maka ukuran tonsil akan terus mengecil dan infeksi menjadi lebih kurang terjadi. Itulah mengapa dalam kasus ini, anak-anak disebut-sebut lebih rentan terkena dengan penyakit tonsilitis dibandingkan dengan orang dewasa.

Radang amandel yang menyerang biasanya tidak berbahaya terkecuali jika abses (pembengkakan dibagian tonsil tidak terus berkembang. Akan tetapi bila kondisi pembengkakan terus terjadi dan ukuran tonsil terus membesar dan menjadi lebih besar maka kondisi ini akan dapat menghambat sistem pernapasan pada si buah hati.

Perlu diketahui kondisi ini akan dapat berlangsung 4 sampai 5 kali dalam satu tahun. Yang mana bila anak anda mengalami hambatan bernapas dalam beberapa kali selama satu tahun maka bisa dibayangkan berapa kali dampak dan resiko yang akan mereka alami. Selain itu, kondisi pembengkakan dibagian tonsil ini akan juga memiciu kondisi lainnya seperti infeksi dibagian telinga dan masalah pada adenois (pembengkakan yang terjadi dibagian belakang rongga hidung atas amandel).

Sebagaimana disebutkan diatas bahwa klasifikasi dari penyakit amandel ini terbagi kedalam 2 bagian yakni akut dan kronis. Untuk penyakit tonsilitis yang akut adalah penyakit yang keluhannya terjadi dan berlangsung selam akurang dari 3 minggu yang dirasakan oleh si pasien. Sementara untuk jenis tonsilitis yang kronis adalah apabila radang yang terjadi sebanyak 7 kali dalam kurun waktu satu tahun, atau 5 kali dalam kurun waktu dua tahun, atau 3 kali dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi inilah yang patut untuk diwaspadai karena dampak yang akan dirasakan oleh si kecil akan cukup menganggu rutinitasnya.

Penyebab Penyakit Tonsilitis

Pada kebanyakan kasus penyakit tonsilitis lebih sering menyerang anak-anak pada usia Sekolah Dasar. Penyebab paling umum dari timbulnya penyakit ini adalah diakibatkan oleh adanya serangan virus.

Adapun beberapa virus yang dapat menyebabkan kondisi tonsilitis terjadi pada si penderita diantaranya adalah virus influenza (flu) dan virus Epstein-Barr (EBV). Perlu anda ketahui beberapa jenis virus tersebut adalah virus yan juga menjadi penyebab mononucleosis, atau "mono". Beberapa jenis bakteri juga bisa menyebabkan radang amandel. Adapun untuk jenis bakteri yang lebih sering menyebabkan amandel diantaranya adalah organisme yang sama yang menyebabkan adanya radang tenggorokan.

Radang amandel atau tonsilitis yang disebabkan oleh radang tenggorokan pada anak-anak hanya terjadi sekitar 30% dan kurang terjadi pada orang dewasa. Untuk sebab itu maka sebaiknya orangtua perlu menjadi amat waspada pada saat si kecil didiagnosa mengalami radang tenggorokan agar jangan sampai bakteri yang sama penyebab dan menimbulkan radang amandel untuknya.

Bukan hanya itu, terkadang kuman pun bisa menjadi penyebab dari penyakit yang satu ini. Kuman ini biada ditularkan melalui kontak biasa dengan oranglain, seperti halnya melalui tetesan di udara akibat bersin atau batuk. Pada kasus ini penderita yang bersin atau batuk mengeluarkan cairan atau aerosol yang menyebar di udara dan terhisap oleh orang lain yang sehat. Akibatnya kuman masuk dan menyebar dibagian tenggorokan hingga kebagian tonsil. Selain itu penularan kuman juga dapat terjadi akibat adanya kontak oral (mulut), terutama pada kasus EBV (yang mana mono pun sering disebut dengan "penyakit ciuman").

Pada kasus ini amandel akan bekerja untuk melawan virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui hidung atau mulut seseorang. Hasilnya adalah timbulnya infeksi dibagian amandel yang kemudian menimbulkan bagian tersebut mengalami pembengkakan atau kenaikan ukuran volume tonsil akibat adanya infeksi pada akhirnya kondisi ini akan dapat menimbulkan peradangan dan menimbulkan rasa sakit yang cukup menyiksa.

Selain itu sebuah data menunjukan bahwa sekitar 70% penyakit tonsilitis yang terjadi dan menyerang anak-anak diakibatkan oleh adanya infeksi virus, begitu pula dengan infeksi virus yang terjadi pada orang dewasa dengan persentasi hampir 90%. Pada golongan ana-anak hampir sebanyak 30% penyebab penyakit radang amandel diakibatkan oleh adanya bakteri adapun jenis bakteri yang menyerang adalah jenis Streptococcus hemolitikus, sementara pada orang dewasa kasus ini hanya dijumpai sebanyak 10%.

Beberapa Daftar Virus dan Bakteri yang Dapat Memicu Tonsilitis:

  • Virus herpes simplex
  • Bakteri streptococcus pyogenes
  • Bakteri hemolitikus
  • Adenovirus
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus Influenza
  • Enterovirus
  • Virus parainfluenza

Umumnya mereka yang mengalami tonsilitis akan mengalami sakit kepala, nyeri dibagian tenggorokan ketika menelan, batuk dan juga demam. Gejala ini umumnya akan dapat pulih kembali dalam empat hari.

Meskipun sebagian besar kasus tonsilitis tidak tergolong kedalam penyakit yang serius, akan tetapi sebaiknya temuilah dokter jika anda atau si buah hati mengalami gejala yang berlangsung lebih dari empat hari atau ketika si penderita tidak menunjukan tanda-tanda pemulihan atau bahkan kondisi ini malah semakin parah yang membuat mereka bahka merasakan kesulitan bernapas.

Gejala Radang Amandel

Sama halnya seperti kasus pada penyakit-penyakit lainnya. Penyakit tonsilitis ini tidak terjadi dengan tiba-tiba atau mungkin menyerang dengan cepat dan berkembang menjadi penyakit tonsilitis yang akut yang harus segera mendapatkan pertolongan medis. Selalu muncul tanda atau ciri yang mengawali datangnya penyakit ini.

Sayangnya keterlambatan diagnosa yang dialami oleh sebagian besar penderita umumnya dikarenakan karena si penderita yang enggan memeriksakan kesehatannya ke dokter. Atau dalam kasus ini bila penyakit tonsilitis menyerang anak-anak biasanya orangtua kurang teliti atau kurang cekatan dalam mendeteksi penyakit atau gagguan kesehatan yang menyerang buah hatinya.

Nah, untuk mengetahui gejala apa saja yang bisa mencirikan timbulnya penyakit tonsilitis dalam tubuh si penderita, berikut ini adalah beberapa gejala yang mungkin dirasakan.

  1. 1. Timbulnya pilek, batuk, suara serak, mulut berbau, nyeri dibagian perut dan adanya pembesaran kelenjar getah bening yang terdapat di sekitar bagian leher. Kondisi ini pada umumnya mengindikasikan bahwa bagian tonsil mengalami pembengkakan dan harus segera dikonsultasikan ke dokter.
  2. 2. Perasaan nyeri yang dialami oleh si penderita pada saat ia hendak menelan makanan atau minuman. Bahkan dalam kasus yang lebih parah, menelan ludah sekalipun akan dapat menimbulkan perasaan nyeri. Pada kasus ini biasanya si penderita akan menghadapi kondisi malas makan akibatnya kurangnya asupan gizi dan nutrisi dari makanan.
  3. 3. Ketika diperiksakan ke dokter, terdapat pembengkakan dibagian tonsil atau amandel. Selain itu pembengkakan ini akan juga disertai dengan warna merah dibagian tonsil yang terkadang disertai dengan adanya bercak putih atau eksudat dibagian permukaan tonsil dan adanya warna merah sebagai tanda adanya peradangan dibagain tenggorokan dan tonsil.
  4. 4. Timbulnya perasaan kering dibagian tenggorokan atau seperti ada yang mengganjal dibagian leher yang dialami oleh si penderita. Hal ini diakibatkan oleh pembengkakan tonsil yang semakin membesar.
  5. 5. Timbulnya perasaan nyeri otot, lemas, mengigil, demam dan juga sakit dibagian kepala.
  6. 6. Rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit tonsilitsi pada umumnya akan dapat menjalar hingga kebagian telinga dan juga bagian leher.

Beberapa gejala diatas adalah segelintir tanda atau ciri yang mungkin akan dialami oleh si penderita bila rupanya timbul peradangan atau pembengkakan pada bagian tonsilnya. Ketika si penderita mulai merasakan satu atau beberapa gejala diatas sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini ke poli THT untuk dilakukan pemeriksakan lebih lanjut mengenai kondisi tersebut.

Pemeriksakan lebih dini akan dapat menyelamatkan penderita dari kondisi yang lebih buruk. Pada kondisi yang lebih buruk, penanganan tonsilitis yang sudah membesar dan membengkak biasanya akan dilakukan operasi untuk mengangkat tonsil yang membengkak.

Diagnosis Penyakit Tonsilitis (Radang Amandel)

Dalam hal mendiagnosis tonsilits pertama-tama dokter akan mulai memeriksa bagian tenggorokan anda, sekaligus dokter akan mulai mengajukan pertanyaan perihal gejala apa saja yang dirasakan oleh si penderita selama ini. Ketika anda memutuskan untuk berkonsultasi atau melakukan pemeriksakan gangguan pada tonsil maka poli kesehatan yang bisa anda kunjungi adalah poli THT.

Apabila rupanya tonsilitis yang dialami penyebabnya adalah akibat adanya infeksi bakteri, biasanya gejalanya dapat berupa pembengkakan kelenjar getah bening dibagian tenggorokan, demam namun tidak batuk dan munculnya bercak nanah pada bagian sekitar amandel.

Sementara itu bila tonsilitis yang dialami disebabkan oleh adanya infeksi virus, biasanya gejala yang akan dirasakan oleh si penderita adalah berupa kondisi yang lebih ringan, namun disertai dengan pilek dan batuk.

Selain beberapa pemeriksakan diatas, tes lebih lanjut di laboratorium seperti halnya tes darah, biasanya diperlukan oleh dokter guna memastikan apakah si pasien yang bersangkutan juga menderita gangguan kesehatan lain atau tidak, contohnya seperti demam kelenjar. Adapun tes laboratorium yang dilakukan oleh pasien yang memiliki resiko tinggi akan sanagt dibutuhkan, seperti misalahkan mengetahui apakah si pasien mengalami sistem kekebalan tubuh yang rendah atau tidak.

Pengobatan dan Pencegahan Tonsilitis (Radang Amandel)

Pada umumnya sebagian besar kasus tonsilitis akan dapat sembuh atau membaik pada kondisi semula selama kurang lebih 1 minggu. Pada kasus penyakit ini sebenarnya tidak ada obat khusus yang dibuat untuk menangani penyakit radang amandel agar kondisi yang dirasakan bisa membaik dan membuat tonsil atau amandel bisa kembali pada kondisi sediakala. Obat yang diberikan dan diresepkan oleh tim medis biasanya hanya difungsikan guna meringankan gejala yang dialami agar si pasien bisa merasa lebih baik dan dapat kembali menjalani rutinitasnya.

Adapun jenis obat-obatan yang diberikan kepada di pasien biasanya akan berupa parasetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda rasa sakit yang dialami. Akan tetapi selain dengan menggunakan obat, pemulihan bisa ditunjang dengan mendapatkan istirahat yang cukup dan banyak mengkonsumsi cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

Pada kasus penyakit tonsilitis yang parah dan kerap kambuh, biasanya adokter terpaksa akan melakukan operasi pengangkatan amandel untuk mengatasi hal tersebut. Dengan demikian bila peradangan dan pembengkakan yang terjadi rupanya menyerang kedua bagian amandel, maka kedua bagian tersebut akan diangkat melalui jalan operasi.

Sebenarnya tonsilitis atau radang amandel akan dapat dicegah. Pencegahan yang dilakukan pun bisa diterapkan sendiri dirumah. Dalam kasus ini bila buah hati anda rentan mengalami penyakit ini maka orangtua perlu mengarahkan dan mengajarkannya dengan baik.

Ajarkan anak untuk rajin mencuci tangan sebelum makan atau selepas dari kamar mandi, kenakan tisu untuk menutup hidung atau mulut mereka saat bersin ataupun batuk.

Waspadai Flu Singapura! Cari Tahu Penyebab, Gejala dan Penangannya

Mungkin masih banyak diantara anda yang belum terlalu familiar dengan jenis penyakit yang satu ini.

Atau bahkan sebuah kasus yang lucu yang mungkin terjadi adalah ketika seorang pasien anak-anak didiagnosa dengan penyakit yang satu ini, lantas dokter memberitahukan diagnosa tersebut kepada keluarga si anak dengan wajah panik dan bingung orangtua mereka lantas menyatakan "wah, penyakit apa itu dok? Padahal kami belum pernah berkunjung ke Singapore..." dan lain sebagainya. Inilah salah satu contoh yang membuktikan bahwa tidak banyak masyarakat yang tahu jenis penyakit seperti ini.

Penyakit flu singapura atau penyakit kaki, tangan dan mulut adalah salah satu penyakit yang cukup merebak belakangan ini. Dampaknya pun bisa sangat berbahaya bila menyerang si penderita atau dalam kasus ini dampak yang akan memprihatinkan mungkin dijumpai pada anak-anak.

Orangtua mana yang tega melihat buah hati kesayangan mereka harus terkulai lemah tak berdaya sewaktu serangan penyakit yang satu ini menjangkit tubuhnya yang masih begitu mungil. Ya, kondisi serangan penyakit akan tentu saja membuat si buah hati terlihat lemas dan mungkin sebagian hanya akan terlihat terkulai dikasur. Keceriaan mereka akan seketika menghilang dan berubah menjadi wajah murung dan bibir yang pucat akibat tak berdayanya tubuh untuk melakukan rutinitas yang biasa mereka jalani.

Melihat dampaknya yang akan sangat beresiko, terutama pada si buah hati. Anda tentu tidak ingin bila keceriaan dan riangnya si buah hati terenggut begitu saja bukan? Untuk itulah, penting sekali melakukan pencegahan segala macam penyakit, termasuk penyakit flu singapura dengan mengetahui apa saja penyebab dan gejala yang akan mungkin ditimbulkan dari penyakit ini. Dengan begini setidaknya anda akan dapat menghindari sumber-sumber penyebaran penyakit dan mencegah kondisi terburuk dari penyakit ini saat gejala mulai dirasakan. Nah, untuk lebih jelasnya lagi kita simak apa itu flu singapura. Baca Juga Mengenal Penyakit Pleuritis Ciri dan Penyebabnya

Penyakit kaki tangan dan mulut atau flu singapura ini mulai merebak. Istilah kedokterannya adalah Hand Foot Mouth Disease (HFMD) atau Kaki tangan dan Mulut (KTM ). Nama populer dari penyakit ini adalah flu singapura. Mengapa demikian? Penyakit flu singapura tidak semata-mata bahwa penyakit ini adalah penyakit yang asalnya datang dari singapura, melainkan penyakit yang satu ini pernah merebak di singapura tepatnya pada belasan tahun silam yakni di tahun 2000.

Saking hebohnya penyakit ini mewabah di Singapura beberapa fasilitas umum disana harus ditutup dan bahkan sebagian besar sekolah dan fasilitas umum disana harus diliburkan. Untuk itulah, saking besarnya respon terhadap penyakit yang satu ini, maka penyakit ini disebut dengan penyakit flu singapura.

Flu Singapura atau yang juga dikenal dengan penyakit kaki, tangan dan mulut merupakan infeksi yang bisa menular antara satu penderita kepada orang lain yang sehat. Adapun pemicu dari penyakit yang satu ini adalah karena adanya infeksi virus yang masuk kedalam tubuh. Biasanya, penyakit ini akan lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa.

flu singapura

Pengidap flu singapura biasanya akan mengalami benjolan-benjolan air pada permukaan kulitnya dan luka-luka dibagian tangan, kaki dan juga area sekitaran mulut. Akan tetapi terkadang luka-luka tersebut pun dapat muncul dibagian siku tangan, lipatan paha, lutut dan bahkan sampai ke bagian bokong.

Bukan hanya itu, flu singapura digadang-gadang merupakan penyakit akibat infeksi virus yang dapat menyebabkan luka seperti halnya sariawan pada bibir dan bagian mulut dalam, luka lepuhan pun bisa muncul dibagian tangan dan kaki dengan banyaknya luka yang akan tergantung pada seberapa parah si penderita mengalami kondisi flu singapura ini.

Penyebab Flu Singapura

Seperti disebutkan diatas penyebab flu yang satu ini adalah bersumber dari adanya infeksi virus yang masuk kedalam tubuh. Jenis virus yang menginfeksi bagian tubuh itu sendiri sebenarnya beragam diantaranya adalah virus RNA pada famili Picornaviridae, Genus Enterovirus yang terdiri dari virus Coxsackie A dan B dan juga Enterovirus dan Echovirus. Akan tetapi virus penyebab paling sering dijumpai pada penyakit flu singapura ini adalah jenis virus Coxsackie A16 sementara penyebab yang dapat menimbulkan kasus berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah datang dari infeksi virus Enterovirus 71 yang masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi bagian tubuh sehingga flu singapura dapat timbul.

Akibat penyebab dari penyakit yang satu ini adalah virus maka flu singapura akan dapat menular bahkan penularannya bisa terjadi dengan begitu mudah.

Mekanisme penularan penyakit ini dapat terjadi seperti pada penyakit flu yakni droplet saat seorang penderita bersin, melalui air liur, cairan vesikel, eksreta atau tinja. Penularan kontak tidak langsung dengan melalui barang-barang yang terkotimasinasi oleh cairan tersebut akan besar pula resikonya.

Penyakit flu singapura pada umumnya lebih cenderung menyerang anak-anak dan balita dengan usia 2 tahun sampai usia 5 tahun, namun pada beberapa kasus adapula anak-anak dengan usia 10 tahun terserang dengan penyakit yang satu ini. Sementara itu, orang dewasa pada umumnya lebih kebal terhadap enterovirus yang satu ini akan tetapi demikian tidak menutup kemungkinan bila ada beberapa orang dewasa yang terserang dan menderita penyakit yang satu ini.

Seperti pada penyakit virus lainnya, misalkan cacar air, anak-anak yang sudah pernah terkena dengan paparan virus ini dan mengalami gejala-gejala dari flu singapura maka tidak aka terserang untuk yang kedua kalinya karena tubuh anak akan cenderung lebih kebal setelah terkena dengan serangan virus ini sebelumnya. Akan tetapi dengan catatan, virus strain-nya sama, namun bila virus strainnya berbeda anak tetap dapat terkena dengan serangan penyakit yang satu ini untuk kesekian kalinya.

Serangan beberapa virus diatas akan dapat menyerang ke beberapa bagian tubuh tertentu dan bila menyerang jaringan mulut, sekitar amandel maka dampaknya akan pula masuk kebagian sistem pencernaan akibatnya bagian sistem ini akan mengalami gangguan. Hingga akhirnya akan dapat menyebar keseluruh tubuh melalui aliran darah. Akan tetapi sebelum virus ini menyebar ke organ-organ vital, sistem imunitas tubuh akan mengendalikannya. Adapun sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut.

Gejala Penyakit Flu Singapura

Penyakit flu yang satu ini pada umumnya sering muncul dengan ditandai oleh munculnya luka pada bagian mulut. Selain itu, selalu juga datang disertai dengan gejala awal yang umum. Gejala ini biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari setelah si anak terkena dengan paparan virus yang masuk kedalam tubuh. Hal inilah yang dinamakan dengan masa inkubasi. Selain munculnya luka dibagian mulut, gejala lain yang juga dirasakan diantaranya adalah:

Demam

Demam akan dapat terjadi atau muncul pada si penderita ketika virus sudah menyebabkan adanya infeksi dalam tubuh. Anak yang sehat biasanya akan merasa demam dengan tiba-tiba yang mana demam ini baisanya muncul pada siang atau pada malam hari. Bila suhu tubuh si anak sudah mencapai 38-39 derajat Celcius maka si anak mungkin akan mulai terlihat rewel karena perasaan tidak nyaman yang mereka rasakan.

Akan tetapi pada tahapan ini basanya belum muncul luka dibagian mulut, kaki atau tangan pada si anak. Demam yang muncul biasanya dikenali sebaga gejala influenza, flu atau mungkin kelelahan. Apalagi bila sebelumnya si anak terlihat bermain diluar pada saat hujan atau karena faktor cuaca biasanya demam ini akan langsung diasumsikan dengan penyakit akibat cuaca yang tidak menentu.

Timbulnya demam pada anak sebenarnya masuk kedalam gejala yang umum. Untuk itulah ketika mereka mulai merasakan gejala yang satu ini maka tidak selalu berarti si buah hati menderita flu singapura. Untuk itu, bila anda menginginkan diagnosa yang pasti maka sebaiknya segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya.

Sakit Pada Bagian Tenggorokan

Sakit ini biasanya akan sering dibarengi dengan demam yang terjadi pada anak. Rasa nyeri yang timbul pada si anak mungkin akan membuat mereka kesulitan pada saat makan atau minum. Pada kondisi ini, infeksi virus mungkin sudah menyebar kebagian tubuh sampai ke rongga mulut. Gejala ini akan dapat berkembang dengan lebih cepat apabila dibagian tenggorokan si anak sudah timbul banyak bercak merah dan keputihan seperti halnya sariawan dibagian dalam tenggorokan.

Kondisi kesulitan makan dan minum pada si buah hati mungkin akan membuat mereka mengalami hambatan asupan gizi dan nutrisinya. Untuk itulah upayakan segala hal agar makanan dan minuman senantiasa bisa masuk kedalam tubuhnya agar si buah hati tidak mengalami kurang gizi atau dehidrasi.

Timbulnya Sariawan

Sariawan seringkali menjadi tanda awal dari adanya flu singapura. Sariawan biasanya dapat muncul dengan diserati demam atau perasaan badan yang tidak nyaman. Munculnya sariawan biasanya terjadi dibagian bibir, mulut atau gusi. Baru setelah 24 jam maka infeksi akan berkembang dan menyebabkan sariawan akan menyebar ke lebih banyak bagian pada mulut. Terkadang sariawan yang banyak terjadi tidak diserati dengan luka dibagian kaki dan tangan.

Badan yang Terasa Tidak Nyaman

Timbulnya infeksi dari virus coxsackievirus A akan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Kondisi ini seringkali akan membuat si buah hati dibuat rewel dan merasa lemas untuk bergerak banyak. Bila kondisi ini mulai menyerang si buah hati, maka bisa dicirikan si anak akan mulai lebih sering minta di gendong dan tidak ingin ditinggal sendirian. Kondisi ini akan lebih parah bila anda memaksakan si buah hati untuk tetap pergi ke sekolah.

Luka Pada Bagian Gusi

Luka dibagian gusi biasanya akan berlangsung selama 2 hari setelah virus mulai menginfeksi tubuh. Luka seperti bisul kecil berwarna putih kemerahan akan mulai menyerang bagian gusi dan mulai nampak terlihat. Kondisi ini umumnya akan menimbulkan perasaan perih dan tidak nyaman, tak heran bila anak-anak akan merasakan sulit untuk makan dan minum. Dampak dari luka ini bukan hanya akan terasa perih, namun juga akan membuat si penderita kesulitan untuk berbicara dengan orang lain. Tak heran bila si anak akan lebih cenderung rewel pada saat gejala yang satu ini mulai dirasakan.

Luka Dibagian Lidah

Luka dibagian lidah termasuk pada gejala yang jarang terjadi karena biasanya hanya menyebabkan luka dibagian gusi dan bibir. Beberapa hari setelah tubuh terinfeksi maka biasanya akan memnyebabkan timbulnya bercak putih merata pada bagian lidah. Setelah itu, dalam tahapan selanjutnya akan muncul lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah seperti yang terdapat pada sariawan yang menyerang lidah. Bahkan kondisi ini akan dapat menyebab lidah tidak dapat merasakan atau indera pengecap tidak akan dapat berfungsi dengan baik.

Ruam Pada Bagian Telapak Kaki

Gejala lain yang akan juga dialami oleh si penderita flu singapura adalah adanya ruam dibagian telapak kaki. Pada anak-anak bekas ruam ini akan terlihat dengan sangat jelas dibagian telapak setelah itu akan berkembang hingga kebagian kaki. Pada bagian kaki yang sudah terluka maka akan mulai muncul kondisi melepuh dibagian ini kemudian berkembang dengan cukup cepat menjadi luka yang lebih luas. Lepuhan ini pun pada umumnya akan dapat menimbulkan bekas luka yang cukup mengganggu.

Luka Dibagian Pipi

Luka yang muncul dibagian pipi sebelah kanan atau pipi sebelah kiri biasanya akan muncul bersaam dengan bagian luka yang terdapat pada langit-langit mulut. Luka ini biasanya akan muncul dibagian pipi luar maupun pipi dalam. Luka yang timbul pada umumnya akan terbentuk seperti jerawat atau sariawan yang jumlahnya akan cukup banyak. Munculnya bercak kemerahan biasanya menandakan bahwa luka tersebut akan berkembang. Sementara itu, luka yang mirip seperti bisul kecil dan merata ini biasanya tidak terlalu sering untuk disentuh dengan tangan agar tidak berkembang dengan cepat. Selain itu, kuman dan bakteri dari tangan akan memperburuk luka yang dirasakan.

Ruam Pada Telapak Tangan

Sama halnya dengan ruam merah yang terjadi pada kaki, maka telapak tangan juga bisa mengalami hal yang serupa. Luka kemerahan ini biasanya akan muncul seperti luka yang tipis. Namun lama kelamaan ini akan berkembang dibagian pungguh, tangan dan area sekitarnya dengan jumlah yang lebih banyak. Luka pada bagian ini biasa muncul dan menyebar hingga kebagian lengan atas dengan perlahan. Bila rupanya ada salah satu luka melepuh pecah, maka luka tersebut akan berkembang dengan lebih cepat.

Berkurangnya Nafsu Makan

Kondisi ini biasanya terjadi karena badan demam munculnya luka dibagian gusi atau sekitaran mulut yang membuat si pnderita termasuk dalam hal ini anak-ana dan bayi mengalami penurunan nafsu makan. Pada kondisi ini, mereka bahkan bisa menjadi begitu rewel karena merasakan perasaan yang tidak nyaman dibagian mulutnya. bukan hanya itu, perasaan sakit dan kering seringkali membuat demam pada anak membutuhkan perawatan yang intens.

Penanganan Flu Singapura

Umumnya flu singapura tidak membutuhkan pengobatan atau perawatan medis yang serius dari dokter. Kondisi ini biasanya akan dapat puli sendiri setelah kurang lebih 1 minggu lamanya setelah masa inkubasi. Flu singapura yang diakibatkan oleh adanya infeksi virus yang masuk kedalam tubuh akan dapat diredakan dengan cara pemberian antibiotik guna meredakan gejala yang dirasakan. Namun bagi anda pun bisa melakukan beberapa perawatan sendiri di tumah dengan melakukan beberapa hal ini.

  • Konsumsi asetaminofen atau ibuprofen. Akan tetapi jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak atau remaja dibawah usia 16 tahun, karena hal ini akan sangat beresiko.
  • Beristirahat dengan cukup dan konsumsi banyak air putih guna meredakan nyeri dibagian tenggorokan.
  • Jangan berikan minuman atau makanan yang pedas sebab akan menimbulkan kondisi yang lebih buruk pada luka yang muncul dimulut.

Demikianlah penjelasan mendalam mengenai flu singapura. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat untuk anda dan kita semua.

Sejuta Manfaat Bawang Putih dari Anti Kanker Sampai Legakan Pernapasan

Baik pria maupun wanita anda mungkin sudah tidak lagi asing dengan bumbu masakan dapur yang satu ini bahkan mungkin bahan yang satu ini sering anda konsumsi dalam masakan sehari-harinya.

Tak heran karena bahan yang satu ini adalah salah satu penyedap dan pelengkap dalam setiap masakan. Dari mulai masaka tumis yang sederhana sampai dengan masakan hidangan utama yang rumit, bahan bawang putih tidak pernah absen menjadi salah satu bahan pelengkap yang membuat masakan semakin lezat dan semakin nikmat.

Jika sebagian orang dibuat senang dengan aroma dan rasanya yang khas dan begitu lezat. Sebagian lain mungkin mengalami hal yang berbeda. Ya, beberapa orang mungkin akan merasakan hal yang beda dengan masakannya ketika bumbu bawang putih tidak disertakan dalam masakan asin yang mereka buat.

Akan tetapi, sebagian lain justru dengan pantang menghindarkan bahan yang satu ini dari masakan yang mereka buat. Bahkan mungkin mereka akan menolak ketika bahan ini secara tidak sengaja terdapat dalam makanan yang mereka makan.

Ada beragam alasan yang dituai pada orang-orang yang tidak suka dengan bawah putih. Mulai dari aroma bawang yang tidak enak, menyengat, dampak bau badan yang akan ditimbulkan dari konsumsi bawang ini dan lain sebagainya.

Padahal sebenarnya ada begitu banyak manfaat baik yang terdapat dalam bumbu yang satu ini. Salah satu manfaat yang bisa didapat dari mengkonsumsi secara rutin bawah putih adalah kebaikannya untuk kesehatan tubuh.

Tahukah anda, tertanya bawah putih sudah dipergunakan sejak jaman dahulu kala sebagai obat pencegah atau mengobati berbagai macam ancaman penyakit. Tak heran bila orang jaman dulu terlihat lebih kuat dan lebih segar dalam menjalani aktivitas sehari-harinya tanpa diganggu dengan banyak keluhan kesehatan lain.

Selain itu orang jaman dulu pada umumnya tidak terlalu "memanjakan" sakit yang menyerang mereka dengan sedikit-sedikit konsumsi obat-obatan atau pergi ke dokter. Ketika mereka mulai menyadari sesuatu mulai terasa tidak enak dengan tubuh mereka, maka mereka akan langsung memanfaatkan bawah putih sebagai "senjata" untuk memerangi penyakit yang dirasakannya.

Bahkan adapula orang yang menikmati bawang putih dengan langsung memakannya mentah-mentah, tanpa mengkhawatirkan bau napas mereka akan seperti apa. Hal ini pada umumnya dapat dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau bentuk minyak. Nutrisi dan berbagai sifat obat dalam bawang putih adalah apa yang membuatnya begitu bermanfaat.

Nah, sebelum mengetahui manfaat apa saja yang bisa diberikan oleh bawang putih bila dikonsumsi. Mari terlebih dahulu kita ketahui seperti apa saja kandungan nutirisi dalam bawang putih.

manfaat bawang putih

Kandungan Nutrisi Pada Bawang Putih

Terdapat segudang nutrisi yang mungkin belum anda ketahui yang terkandung dalam bawang putih. Nah dengan mengetahui kandungan nutrisi ini anda mungkin akan mulai berhenti mengolok-olok bahan ini sebagai bahan bumbu yang menjijikan.

Nah, kandungan nutrisi tersebut diantaranya adalah vitamin C, selenium, seng, mangan, vitam B6, kalsium dan fosfor.

Selain itu, khasiat dan manfaat dari bawang putih tercipta karena bahan ini memiliki beberapa zat bermanfaat salah satnya adalah Allicin. Senyawa ini digadang-gang menjadi zat paling penting yang memiliki kemampuan untuk membunuh mikroba, seperti kuman-kuman yang akan dapat menyebabkan timbulnya penyakit dalam tubuh. Dengan demikianlah ketika anda mulai merasakan gejala-gejala penyakit ringan yang diakibatkan oleh adanya virus dan bakteri, bahan yang satu ini akan dapat anda gunakan sebagai penawar atau antikuman.

Bukan hanya itu, dalam bawang putih juga terkandung ajoene, allin dan senyawa lainnya yang diyakini berdampak baik untuk bisa melancarkan peredaran dalam darah, baik untuk pencernaan dan membantu menaikan sistem kekebalan tubuh. Seperti yang kita ketahui dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh adalah timbulnya beberapa penyakit termasuk penyakit kanker. Dengan demikian dalam kata lain bawah putih adalah salah satu obat yang bisa difungsikan untuk menghindarkan diri kita dari resiko kanker.

Manfaat Bawang Putih Untuk Kesehatan

Antibakteri dan Antivirus

Manfaat bawang putih yang pertama yang paling terkenal adalah sifat antibakteri dan antivirus yang dimilikinya. Untuk itulah, bawang putih dapat bekerja dalam mengendalikan infeksi akibat adanya virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh. Selain itu, bawang putih yang segar juga dapat diperkirakan untuk mencegah keracunan makanan dengan membunuh bakteri yang terkandung didalamnya, seperti bakteri E.coli yang berlebhan, Salmonella enteritidis dan jenis bakteri-virus lainnya.

Ilmu pengetahuan modern telah menunjukan bahwa bawang putih merupakan antibodi terbaik yang alami dan kuat meskipun memiliki spektrum yang luas. Namun untungnya bakteri tidak dapat berkembang menjadi resisten terhadap bawah putih ini, hal ini tentu tidak terjadi pada antibiotik farmasi modern yang banyak tersedia.

Mengobati Batuk

Karena kandungan sulfur yang dimiliki oleh bawang putih membuatnya memiliki aroma yang khas untuk meningkatkan dan mempercepat kerja membran dan mokus disaluran pernapasan yang mana kondisi ini akan dapat meningkatkan dan membantu bagian saluran pernapasan terutama dibagian tenggorokan menjadi lebih lega dan mempercepat pengeluaran lendir yang berada didalam saluran pernapasan.

Bawang putih yang mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit muncul dalam tubuh. Pada sebuah penelitian yang dilakukan mengungkapkan bahwa bawang putih yan ditumbuk dan menghasilkan minyak akan dapat membunuh rhinivirus tipe 2. Perlu diketahui jenis virus ini adalah virus yang umumnya dapat menyebabkan sakit flu dan pilek. Selain itu, efek lain dari minyak bawang putih adalah membunuh 2 macam herpes yakni sebuah penyakit kulit yang sifatnya menular.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Beberapa penelitian lain juga mengungkapkan bahwa bawang putih memiliki efek antioksidan yang baik yang dapat melindungi tubuh dari paparan radikal bebas yang tersebar diudara dan luar ruangan yang sifatnya dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Kerusakan sel dalam tubuh akibat radikal bebas akan dapat menimbulkan penyakit kanker yang berbahaya yang sulit untuk diobati.

Mengatasi Masalah Pernapasan

Bawang putih telah sejak dulu dipercaya oleh masyarakat daratan China, Yunani dan Mesir sebagai obat pelega pernapasan, merawat lelah, menghindarkan bronkitis dan penyakit pernapasan lainnya. Bahkan ramuan ini telah ada sejak ribuan tahun lamanya yang diyakini baik dalam memerangi masalah pernapasan diatas.

Untuk itulah mengingat manfaatnya yang baik untuk kesehatan, maka tidak ada alasan untuk tidak menyukai bumbu masakan yang satu ini. Selain aroma lezat dan menambah rasa lezat pada masakan, rupanya si kecil berwarna putih ini memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Mulai saat ini tidak ada salahnya jika anda menyertakan bawang putih dalam masakan yang dibuat untuk keluarga untuk membuat mereka agar terhindar dari paparan penyakit karena kandungannya yang baik dalam meningkatkan antibodi.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai manfaat yang baik dari bawang putih untuk kesehatan dan organ pernapasan. Semoga artikel diatas bermanfaat dan bisa dipraktikan dirumah dengan mudah.

Mengenal Bahaya Kanker Paru-Paru, Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Paru-paru merupakan salah satu organ dalam tubuh yang sifatnya vital kerena fungsinya yang begitu amat penting, yakni sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon diokasida, yang mana proses ini disebut dengan respirasi.

Organ yang satu ini letaknya dibagian dada. Paru-paru merupakan organ sistem pernapasan dan termasuk kedalam sistem kitaran vertebrata yang bernapas. Fungsi bagian ini adalah menukarkan oksigen dari udara dengan karbondioksida yang berasal dari darah dengan bantuan hemoglobin.

Paru-paru terletak di dalam rongga dada, tepatnya dibagian thoracic cavity. Bagian ini dilindungi oleh struktur tulang selangka dan diliputi oleh dua dinding lapisan yang disebut dengan pleura. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang juga dikenal dengan sebutan rongga pleural yang isinya berupa cairan pleural.

Manusia menghirup udara guna mendapatkan oksigen, akan tetapi tidak semua udara yang dihirup tersebut akan dapat digunakan oleh tubuh, karena dapat tercampur dengan berbagai jenis gas yang berterbangan diudara.

Ketika kita bernapas, paru-paru akan menarik udara dari ruang tenggorokan. Nah, ketika dihembuskan, rangka pada bagian tulang rusuk akan tertarik kebagian daram dan diafragma dibawah tulang rusuk akan bergerak kebagian atas dengan perlahan. Ketika paru-paru menciut, udara yang ada didalam kantung udara sedikit demi sedikit akan terdorong keluar melalui batang tenggorokan. Dengan demikianlah anda akan dapat menghembuskan napas dengan mudah.

Sayangnya sistem yang memiliki fungsi amat vital dalam tubuh ini seringkali mudah terserang oleh penyakit akibat masuknya bakteri, virus dan mikroorganisme lain yang masuk kedalam tubuh, mengendap pada bagian tersebut dan pada akhirnya membuat bagian ini mudah sekali terserang dengan penyakit.

Untuk itulah, penting sekali memperhatikan kebersihan bagian paru-paru dan termasuk seluruh anggota tubuh lainnya agar tidak tercemar dengan kotoran. Karena layaknya sebuah sungai, bagian paru yang tercemar dengan kotoran akan membuat bagian ini rentan terkena penyakit yang mengalami kerusakan.

Ketika bagian paru mengalami masalah dan kerusakan, maka dampaknya akan berbahaya. Adapun dampak yang paling umum yang bisa menandakan jika bagian paru mengalami masalah adalah timbulnya sesak atau kesulitan bernapas.

Bayangkan ketika biasanya anda selalu bernapas dengan mudah dan ringan tanpa adanya halangan, namun dengan tiba-tiba napas anda menjadi begitu sulit dan seolah terasa begitu berat, maka tentunya kondisi ini akan menyiksa anda dan membuat anda kesulitan untuk dapat menjalankan aktivitas seperti pada kondisi yang normal.

Tahukah anda? kerusakan dibagian paru pada umumnya lebih sering diakibatkan oleh kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh si penderita. Salah satu masalah yang dapat menyerang bagian paru adalah timbulnya kanker paru-paru. Kondisi ini lebih sering dipicu karena adanya tumpukan asap rokok yang terjadi dalam jangka panjang. Untuk itulah, perokok terutama kaum laki-laki biasanya akan lebih beresiko terhadap serangan penyakit yang satu ini.

Sama halnya dengan penyakit kanker lainnya kanker paru-paru adalah kondisi kesehatan yang berbahaya bila tidak segera diatasi dan dicari solusinya. Hal ini dikarenakan hubungannya erat dengan bagian pernapasan. Nah untuk mengetahui seperti apa penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit kanker paru-paru yang bisa menyerang, mari kita simak dibawah ini.

kanker paru paru

Pengertian Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah tumor ganas atau kanker yang tumbuh dari sel-sel paru baik itu sel yang menyerang bagian paru-paru kanan atau bagian keduanya. Tentu kita telah tahu bahwa paru-paru merupakan sepasang organ yang menggantung dibagian dada kita yang strukturnya mirip dengan sebuah spons yang dapat mengembang dna mengempis sewaktu seseorang bernapas.

Nah, sekarang apa jadinya jika ternyata bagian organ tersebut diserang dengan penyakti kanker, maka tak heran jika kanker paru-paru merupakan salah satu kankaer berbahaya yang resikonya bisa sampai mengancam jiwa si penderitanya.

Kanker paru-paru berasal dari penyebaran kanker lain disebut dengan kanker paru-paru sekunder. Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang sebenarnya dapat dicegah. Paling tidak terdapat 80-90 persen kasus kanker paru-paru yang berhubungan erat dengan kebiasaan merokok seseorang.

Pada tahapan awal gejala atau tanda dari kanker tidaklah nampak terlalu jelas. Namun kemudian gejala yang akan dirasakan adalah berupa batuk yang terjadi secara berkelanjutan sehingga membuat kondisi batuk yang dialami oleh si penderita berangsur memburuk yang membuatnya mengalami batuk berdarah, sering merasakan kelelahan tanpa alasan, adanya penurunan badan dan merasa kehabisan napas bahkan pada saat ia sedang tidak beraktivitas.

Dampak paling besar yang banyak dijumpai pada kasus kanker paru-paru lebih sering dijumpai pada laki-laki. Penyakit kanker yang satu ini bahkan disebut-sebut sebagai kanker paling umum kedua yang diidap oleh pria dan kanker paling umum ketiga yang diidap oleh wanita di Singapura.

Data ini menunjukan bahwasanya fakta para perokok kini bukan hanya terjadi pada kaum pria saja, sebab faktanya wanita pun kini banyak yang menjadi seorang pecandu rokok. Sudah bukan barang tabu lagi ketika kita pergi ke mall atau makan di sebuah restoran atau kafe, maka kita akan dengan mudah menjumpai wanita dengan asiknya tengah menikmati kepulan asap yang dihirupnya dari setiap batang rokok yang dinyalakannya.

Kondisi seperti ini tentu saja menjadi hal yang naas dan begitu miris. Tatkala genderang perang ditabuhkan untuk mengkampanyekan memerangi asap rokok, sebagian malah asik mengotori udara dengan setiap kepulan asap yang mereka hembuskan. Tanpa mereka sadari, dampak merugikan dari asap rokok bukan hanya dirasakan oleh mereka saja, namun juga oranglain yang tak berdosa yang ada disekeliling mereka ikut mencicipi sesak dan pahitnya bau asap rokok yang begitu mengganggu. Dengan demikian, paparan penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru pun akan tentu melibatkan mereka orang-orang yang tidak merokok namun terkena dengan paparan asapnya

Kanker paru-paru merupakan salah satu kanker paling umum yang terjadi di dunia dan dapat mempengaruhi setiap orang bahkan mereka yang bukan perokok sekalipun dan dampak dari penyakit ini akan sulit untuk diobati.

Itu sebabnya kita harus sedapat mungkin berusaha untuk mencegah penyakit mengerikan ini agar jangan sampai mengancam orang-orang yang kita sayangi. Untungnya, penyakit kanker ini pun merupakan salah satu penyakit kanker yang bisa dicegah. Dengan menghindari faktor resiko tertentu pencegahan kanker paru-paru dapat secara signifikan mengurangi resiko terkena kanker jenis yang satu ini.

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala yang timbul dari penyakit kanker yang satu ini umumnya akan tergantung pada letak pertumbuhan dan tingkat penyebaran tumor yang sudah terlanjur berkembang dibagian paru. Pada kebanyakan kasus, kanker paru-paru tidak menunjukan gejala pada tahapan awal. Akan tetapi, sebagai gejala umum yang datang pertama kali ketika seseorang mengidap kanker jenis ini biasanya adalah berupa gejala ringan dan akan berlanjut pada gejala yang lebih khusus apabila tingkatannya sudah berlanjut.

Untuk mengetahui secara pasti salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan secara rutin melakukan pemeriksaan medical checkup (MCU). Nah, untuk mengetahui seperti apa saja gejala yang akan muncul menandai penyakit kanker paru-paru diantaranya adalah:

  • Batuk kering yang baru muncul namun tak kunjung sembuh
  • Batuk kronis atau batuk lama terutama pada perokok.
  • Penyakit pneumonia atau bronkitis yang sering berulang
  • Nyeri dada
  • Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak
  • Batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Nafas pendek dan bengek seperti orang asma

Gejala lain yang menyertainya:

  • Suara serak/parau.
  • Ujung jari membesar dan terasa sakit
  • Emosi yang tidak stabil, mood berubah-ubah, lesu, depresi
  • Pertumbuhan dada yang tidak normal pada laki-laki
  • Berat badan menurun dan kehilangan nafsu makan
  • Nyeri tulang
  • Sakit kepala

Bila seseorang mengalami salah satu atau beberapa gejala yang disebutkan diatas maka tidak selalu berarti doagnosa diarahkan pada kanker paru-paru. Karena gejala diatas sifatnya umum dan bisa saja merupakan gejala yang mengindikasikan adanya penyakit paru lain atau karena efek samping dari rokok yang bersifat sementara.

Untuk itulah sebaiknya periksakan atau berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi tepat apakah anda menderita kanker paru-paru atau tidak. Dengan diagnosa yang tepat, maka pengobatan yang lebih lanjut akan bisa diberikan oleh dokter.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Penyebab kanker paru-paru pada umumnya beragam dan banyak dipicu oleh berbagai faktor. Akan tetapi dalam kebanyakan kasus kebiasaan merokok lebih sering meningkatkan resiko seseorang terhadap serangan penyakit yang mematikan ini. Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa saja pemicu atau faktor yang dapat membuat seseorang terkena serangan kanker paru-paru, maka simak dibawah ini.

Asap Rokok

Perokok pasif dan aktif sama-sama memiliki resiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan setiap rokok mengandung ribuan zat yang tidak baik untuk kesehatan. Rokok dan kanker paru-paru begitu erat saling berkaitan. Merokok adalah satu dari sekian banyak penyebab kanker paru-paru yang paling banyak dijumpai. Saking bahaya dampak dari rokok banyak yang menyebut bahwa semakin banyak rokok yang anda isap maka semakin cepat pula anda mengalami kanker.

Misalkan, bila anda merokok sebanyak 20 batang dalam satu hari maka anda akan meningkatkan resiko terkena serangan kanker dalam 20 tahun kemudian. Sementara itu bila anda merokok sebanyak 40 batang dalam satu hari maka anda mungkin akan meningkatkan resiko paparan kanker paru dalam 10 tahun ke depan.

Bukan hanya yang secara aktif merokok orang yang secara tidak sengaja menghisap kepulan asap rokok dan berlangsung dalam jangka waktu panjang mereka pun akan bersiko terkena kanker paru. Untuk itulah resiko besr terhadap penyakit yang satu ini bukanlah terfokus hanya pada para perokok tapi lebih kepada rokok itu sendiri.

Bagi seorang yang tidak pernah merokok resiko terkena serangan penyakit kanker paru-paru kecil, akan tetapi sedikit meningkat pada orang yang terpapar oleh asap rokok dari orag lain secara teratur. Karena rokok adalah penyebab utama penyakit kanker paru-paru bisa menyerang, maka menghindarinya adalah solusi bijak dalam hal ini.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran yang rumit yang terdiri dari ribuan zat berbeda yang hampir keseluruhan zat tersebut tidaklah baik untuk kesehatan. Beberapa zat didalamya termasuk adiktif nikotin, amonia, hidrogen sianida, zat stimulan adalah zat-zat yang akan meracuni tubuh manusia dan elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui menjadi salah satu penyebab rokok adalah pemicu kanker paru-paru.

Jika perokok aktif adalah seseorang yang memiliki ketergantungan terhadap rokok namun bagi anda yang bukan perokok anda bisa dikatakan sebagai perokok pasif bila anda sering terpapar dengan asap rokok.

Perokok pasif adalah seseorang yang berada dilingkungan perokok, seperti halnya ibu hamil atau anak-anak yang dibawa serta ke lingkungan merokok oleh ayah mereka. Hal inilah yang membuat si anak dan si ibu hamil bisa dikatakan seorang perokok pasif karena menghirup asap rokok dari ayah atau suami mereka yang seorang perokok.

Paparan Abses

Orang yang terkena paparan abses memiliki resiko yang lebih besar terkena serangan kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tidak terserang paparannya. Paparan yang dimaksud ini adalah paparan yang masuk melalui saluran napas atau udara.

Resiko Pekerjaan

Tempat atau lingkungan kerja yang tidak sehat juga akan dapat memicu resiko penyakit kanker yang satu ini. Lingkungan yang kurang sehat seperti adanya paparan zat atau partikel berbahaya adanya arsen, radiasi dan beberapa paparan bahan kimia lainnya aka membuat resiko terkena penyakit kanker paru bisa meningkat pada seseorang. Selain itu, debu dan asap dari nikel, logam, kromium adalah salah satu penyebab dari timbulnya kanker paru-paru.

Usia

Meskipun penyakit ini lebih sering dialami oleh orang dewasa, akan tetapi bukan tidak mungkin remaja atau orang yang lebih muda pun akan dapat mengalami resiko kanker yang satu ini. Seseorang dengan usia 40 tahun keatas, memiliki resiko serangan lebih tinggi terhadap penyakit yang satu ini.

Kanker paru-paru pada umumnya tidak akan dapat dideteksi sampai kondisi ini berada pada stadium yang lanjut. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini pun akan dapat didiagnosa sejak awal meski kemungkinannya akan relatif kecil. Untuk sebab itulah, sebaiknya segera periksakan kesehatan ke dokter untuk mengetahui bila gangguan kesehatan yang menakutkan ini menyerang anda.

Semakin cepat pengobatan dilakukan, maka akan semakin baik dampaknya. Sebuah pengobatan mungkin akan dapat berhasil jika dilakukan sejak dari awal. Ketika kanker paru-paru menyebar kedalam bagian tubuh lain seperti organ tubuh lainnya dan tulang, proses ini biasanya disebut dengan 'metastasizing' dengan tanda seperti berikut ini:

  • Penyakit kuning ( mata, kuku, dan kulit berwarna kuning)
  • Sakit dan nyeri tulang yang hebat
  • Mati rasa di kaki
  • Pembengkakan permukaan kulit
  • Sakit kepala

Penanganan Pada Kanker Paru-Paru

Pengobatan kanker paru-paru akan sangat tergantung pada jenis kanker yang dialami oleh si penderita. Tingkat penyebaran kanker dan kondisi kesehatan si penderita juga akan berpengaruh terhadap metode pengobatan dan penanganan kanker yang satu ini.

Ketika berobat ke dokter biasanya pada kondisi yang sudah berlanjut dokter akan melakukan bedah operasi guna mengangkat kanker. Hal ini dilakukan jika sel kanker belum menyebar secara luas kebagian tubuh lainnya. Akan tetapi bila kondisi kesehatan si pasien tidak memungkinkan untuk melakukan bedah operasi pengangkatan maka biasanya penanganan lainnya akan bisa diterapkan. Proses yang dimaksud adalah penghancuran sel kanker dengan cara radioterapi yang dijalankan oleh dokter.

Pada intinya kesembuhan kanker paru-paru akan bergantung pada penyebaran kanker dalam tubuh dan kapan diagnosis kanker diketahui. Untuk itulah semakin cepat diagnosis dilakukan maka kemungkinan dari keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi.

Sayangi Organ Pernapasan, Begini Cara Ampuh Hentikan Kebiasan Merokok

Indonesia merupakan salah satu negara penyuplai tembakau dunia dan sudah banyak di ekspor ke luar negeri.

Selain itu, salah satu pendapatan negara terbesar salah satunya didapat dari tembakau. Kondisi iklim dan cuaca yang subur dan cocok dijadikan sebagai lahan bercocok tanam tembakau inilah yang menjadikan tanah air kita menjadi salah satu negara dengan konsumen rokok paling aktif di dunia, terutama konsumennya adalah pria.

Akan tetapi, mirisnya sudah banyak generasi muda tanah air yang mencoba mencicipi asap rokok atau bahkan di usianya yang masih belia mereka sudah kecanduan dengan rokok. Mulai dari anak sekolah dasar sampai anak-anak sekolah menengah atas, baik itu remaja pria atau wanita, tak jarang mereka sudah mulai menyentuh dan menikmati barang-barang berbahaya ini.

Padahal kita dan anda semua tentu sudah paham betul bagaimana bahaya dan dampak merugikan dari kegiatan merokok yang dilakukan. Selian itu, merokok akan dapat menimbulkan ketergantungan pada si pelakunya. Kondisi ini akan terlihat pada si perokok yang tidak mendapat rokok barang satu kali atau dua kali, mereka akan merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuhnya bak seorang yang sedang sakau. Alhasil, bisa ditebak orang-orang yang sudah termotivasi untuk berhenti merokok, akhirnya akan tergoda kembali untuk merokok dan menghisap asap rokok.

Bila tidak percaya, tanyakan pada diri anda sendiri, sudah berapa kali ada berjanji pada diri anda untuk berhenti merokok mulai besok? Biasanya ketika kita membuat janji dengan diri kita untuk menghentikan kebiasaan buruk merokok dengan menimbang segala ancaman penyakit, namun tak selang beberapa lama kemudian, malah secara tak sadar kita sudah menyalakan korek dan membakar ujung rokok sehingga akhirnya yang dilakukan kembali adalah merokok. Lantas apakah yang salah dengan diri anda?

cara menghentikan kebiasaan merokok

Perlu diketahui, untuk memperjelas dan menghindari kesalah pahaman berhenti merokok haruslah terlebih dahulu datang dari inisiatif anda sendiri. Bukan sebuah keharusan, tapi tanamakan dalam diri anda bahwa berhenti merokok adalah sebuah pilihan pribadi yang akan menuntun anda pada kehidupan lebih nyaman, lebih ringan dan lebih sehat. Yakinkan pada diri anda bahwa ini adalah pilihan hidup anda dan tidak ada seorang pun yang akan dapat mempengaruhi anda untuk kembali merokok. Sebab pada dasarnya, ketika anda merasa kesulitan menghentikan kebiasaan merokok, maka secara tidak disadari diri anda sudah merasa tergantung dengan rokok tersebut.

Merokok adalah candu. Para ahli menyatakan setuju bahwa keputusan untuk berhenti merokok diambil pada saat si perokok itu sendiri merasakan keinginan besar dan adanya niatan dari si perokok untuk berubah dan menyudahi pola hidup tidak yang dijalaninya saat ini.

Biasanya keputusan ini akan dapat dilakukan mudah ketika si perokok tersebut merasa terancam oleh kebiasaan merokok bagi dirinya dan oranglain yang ada disekitarnya, dan ketika ia percaya bahwa dengan menjauhi nikotin, maka menikmati kehidupan dengan sebenarnya akan dapat dirasakan serta ketika si perokok merasa yakin bahwa ia dapat mengatasi perubahannya setelah memutuskan berhenti merokok. Sederhananya adalah, niatan untuk berhenti tersebut ada dipikiran kita dan harus segera dijalankan dengan cepat. Selain itu, ke konsistenan dalam hal ini adalah kunci keberhasilan seseorang dalam menghentikan kebiasaan merokoknya.

Nah, untuk mengetahui seperti apa sih langkah jitu dalam menghentikan kebiasaan merokok dalam rangka menghindarkan tubuh dari berbagai ancaman kesehatan dan penyakit sistem pernpasan? Mari simak dibawah ini.

Bulatkan Tekad Untuk Berhenti Merokok

Untuk berhenti merokok, sebuah niatan tentu menjadi hal yang mendasari keinginan ini agar dapat terwujud. Cobalah bulatkan tekad dan niatan anda dalam hati untuk mencapai keberhasilan berhenti merokok.

Bagi yang sudah mengalami kecanduan merokok, hal ini mungkin akan terasa sulit dan berat, akan tetapi bila fondasi niat dan tekadnya kuat, maka mungkin keinginan untuk berhenti merokok akan dapat terlealisasi.

Pada tahapan awal, anda mungkin merasa sulit dan merasa seolah tersiksa dengan kondisi ini, akan tetapi lakukan dengan perlahan dimulai dari mengurangi batang demi batang sampai dengan akhirnya keinginan untuk menghentikan kebiasaan merokok bisa segera terwujud dengan perlahan.

Bukan hanya itu, dukungan dari orang terdekat seperti sahabat dan keluarga akan juga anda butuhkan untuk membantu mengontrol anda saat godaan mencicipi rokok kembali datang.

Hindari Stres

Pada kebanyakan kasus, orang-orang yang merokok lebih sering mengungkapkan alasanya akibat stres atau penat dengan kegiataan yang dilakukan saat ini. Rokok dijadikannya sebagai penghilang penat dan pereda stres yang dialami.

Nah, untuk itulah salah satu cara yang dapat dilakukan dalam hal ini adalah dengan serta merta menghindarkan diri dari stres yang akan membuat anda tergoda menyentuh kembali barang ini. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan stres bukan hanya dilampiaskan pada rokok.

Beberapa kegiatan yang akan menyenangkan untuk dilakukan guna menghilangkan stres diantaranya adalah bersantai, berinteraksi dengan teman-teman atau bahkan mencurahkan masalah dengan seseorang yang anda percayai.

Mencari Kesibukan yang Positif

Salah satu hal yang membuat seseorang menyentuh rokok adalah karena tidak adanya kegiatan yang dilakukan atau dalam kata lain mereka merasa kesepian. Hal ini biasanya terjadi pada saat beristirahat atau pada saat tidak ada orang dekat dengan si perkok.

Nah, untuk itulah cobalah cari kesibukan lain yang positif yan dapat membantu anda mengurangi kebiasaa merokok. Beberapa kesibukan yang positif yang bisa dilakukan diantaranya adalah berolahraga, jogging, jalan kaki dan lain sebagainya. Selain bermanfaat untuk mengisi waktu luang, berolahraga tentu menjadi solusi yang sehat untuk hidup yang lebih segar.

Terapkan Pola Hidup yang Sehat

Sulit rasanya menyampaikan dan mengkampanyekan bahaya kebiasaan merokok pada seseorang yang sudah begitu kecanduan dengan barang yang satu ini. Bahkan sampai bahaya yang disampaikan dan dituliskan dalam bungkus rokok tertera dengan jelas didalamnya. Akan tetapi, tetap saja para perokok seolah menutup mata dan telinga mereka mengabaikan himbauan ini.

Nah untuk itu, bagi anda yang saat ini berkeyakinan besar untuk menghentikan kebiasaan merokok dan masih mencari alasan tepat mengapa anda harus segera berhenti. Maka cobalah pertimbangkan bagaimana kehidupan anda 3-4 tahun kedepannya.

Dampak dari kepulan asap rokok mungkin tidak anda rasakan saat ini, besok atau lusa. Akan tetapi, kondisi ini akan bertumpuk dan terakumulasi dalam jangka panjang sehingga dampaknya akan baru dirasakan beberapa tahun kemudian.

Untuk itulah, cobalah terapkan pola hidup yang sehat, seperit halnya mengkonsumsi makanan sehat yakni sayur dan buah, berolahraga yang rutin dan menghindari kebiasaan buruk yang akan merusak kesehatan anda seperti merokok, konsumsi junkfood dan masih banyak lagi.

Peduli kesehatan adalah hal yang penting, terutama mengenali betul bagaimana bahaya rokok akan dapat merusak kesehatan anda.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan kebiasaan merokok yang dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan, terutama kesehatan paru.

Penyakit Emfisema, Gejala, Penyebab dan Penanganan

Pernahkan anda mengalami sesak napas yang terasa berat dan disertai dengan perasaan nyeri yang cukup mengganggu? Lalu bagaimana reaksi anda saat pertama kali mengalami kondisi tersebut?

Ya, penyakit sesak napas adalah salah satu kondisi gangguan kesehatan yang penyebabnya bisa beragam. Ketika kondisi ini terjadi, maka biasanya si pasien akan mengalami keadaan yang panik, tidak berdaya, kepayahan dan bahkan pada kondisi tertentu hal ini akan dapat membuat si penderitanya merasa kewalahan hingga akhirnya sampai membuat si penderita dibuat tak sadarkan diri.

Kondisi sesak napas atau napas yang terasa sulit pada saat dihembuskan atau menarik napas, akan tentu saja menganggu dan membuat siapa saja akan merasa dihantui dengan dampak dan resikonya yang bisa datang kapan saja dan dimana saja. Bahkan pada saat-saat tak terduga seperti misalkan di sekolah, di kantor, pada saat meeting, pada saat berolahraga, pada saat melakukan kegiatan sehari-hari atau mungkin pada saat si penderita sedang tidak melakukan kegiatan apa-apa seperti atau saat beristirahat.

Kondisi ini tentu saja membuat segala kegiatan dan aktivitas yang dilakukan menjadi terkendala. Pengaruhnya juga besar terhadap produktivitas si penderita itu sendiri. Kondisi sesak napas bisa saja membuat si penderita menjadi terhalangi dalam melakukan berbagai aktivitasnya.

Untuk itulah, penting sekali mewaspadai setiap gangguan penyakit yang menyerang dalam tubuh sebelum dampaknya menyebar kedalam tubuh dan berubah menjadi kondisi yang lebih buruk. Sebab ketika kondisinya memburuk, maka penderita akan tentu saja membutuhkan pengobatan dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk dapat mengobati penyakit yang dideritanya.

Apalagi, penyakit sesak napas yang dirasakan pada umumnya bisa disebabkan oleh banyak pemicu. Salah satu hal yang pasti dari kondisi sesak napas ini adalah adanya kerusakan dibagian paru dan saluran udara. Akibatnya, napas yang tadinya terasa begitu ringan dan begitu mudah, tiba-tiba menjadi berat dan seolah terasa begitu menyiksa.

penyakit emfisema

Kerusakan dibagian paru dan bagian saluran pernapasan pada umumnya lebih sering diakibat oleh adanya infeksi mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh dan mengendap dibagian saluran pernapasan. Selain itu, masuknya partikel gas beracun dan kebiasaan merokok menjadi dalam satu penyumbang bagian paru menjadi tercemar. Akibatnya, lama-kelamaan kondisi ini akan membuat bagian paru menjadi tercemar dan mengalami kerusakan.

Untuk itulah, menghindari kebiasaan buruk seperti menghirup asap rokok atau menghindari beberapa tempat yang menjadi sumber beredarnya banyak partikel berbahaya adalah hal penting yang perlu dilakukan dalam rangka menghindari bagian paru dari paparan zat yang berbahaya agar tidak rusak.

Kerusakan paru yang terjadi bukan hanya berdampak pada si penderita yang mengalami masalah sesak napas. Namun kondisi ini, akan dapat membuat segala macam penyakit menjadi mudah terjadi dan mudah menyerang. Salah satu ancaman penyakit berbahaya yang menakutkan dari kondisi paru-paru yang rusak adalah adanya ancaman Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Ancaman penyakit ini adalah kondisi yang berbahaya dan digadang-gadang menjadi salah satu penyebab kematian terbesar penyakit paru.

Untuk itulah, perlu diwaspadai dampaknya dengan menghindari penyebabnya. Salah satu ancaman PPOK adalah munculnya penyakit emfisema yang menyerang bagian paru. Penyakit ini pula yang datang dengan gejala berupa sesak napas seperti yang dijelaskan diatas.

Nah, untuk mengetahui seperti apa bahaya penyakit emfisema yang bisa menyerang seseorang, maka mari kita simak penjelasan mendalamnya dibawah ini.

Emfisema adalah sebuah penyakit paru yang muncul dengan tanda atau gejala utamanya adalah berupa sesak napas yang hebat yang menyerang si penderita. Pada emfisema paru, sesak napas yang hebat terjadi akibat adanya sumbatan dibagian saluran pernapasan yang timbul karena adanya kerusakan dibagian jaringan paru-paeu setelah paparan terhadap partikel gas beracun dan berbahaya dalam waktu yang lama dan terjadi secara terus menerus. Penyakit ini adalah bagian dari penyakit PPOK yang dapat timbul sendiri atau berbarengan dengan penyakit yang lain yakni bronkitis kronis.

Penyakit jenis ini adalah salah satu penyakit yang resikonya banyak menyerang kaum laki-laki di dunia. Di Indonesia sendiri, emfisema menduduki peringkat ke 5 penyebab kematian paling banyak dan angka kematiannya menduduki peringkat ke 6 dari 10 penyebab kematian paling seirng yang terjadi di Indonesia. Nah, untuk tahu lebih dalam apa itu emfisema, kita jelaskan dibawah ini.

Apa Itu Emfisema?

Anda mungkin asing dengan salah satu istilah kedokteran yang asing dan mungkin saat ini anda bertanya-tanya apakah emfisema itu. Emfisema adalah sebuah kelainan anatomis yang terjadi dibagian jaringan paru-paru yang muncul dengan tanda adanya pelebaran rongga udara dibagian distal bronkiolus terminal. Kondisi ini pun disertai dengan adanya kerusakan pada dinding saluran udara (dinding alveoli).

Pasien yang menderita emfisema biasanya akan mengalami kesulitan berpanas yang cukup hebat, dimana kondisi ini akan membuat mereka kepayahan. Pada penyakit emfisema, peradangan yang terjadi disebabkan oleh adanya kerusakan jaringan paru, terutama yang letaknya berdekatan dengan saluran udara tadi.

Cedera dibagian jaringan alveoli akan dapat berakibat pada kerusakan saluran udara, sehingga udara akan terjebak di kantung udara dan paru-paru dibiarkan kosong. Hal inilah yang akan membuat alveoli menjadi mengembung. Kondisi ini kemudian akan dapat memenuhi dada tanpa meninggalkan sedikit ruangpun untuk pertukaran udara dapat terjadi, sehingga akhirnya saluran udara menjadi tengganggu dan aliran udara menjadi terhenti.

Pada kasus emfisema, si paru-paru pada tubuh kehilangan kelenturannya. Paru-paru yang pada umumnya meregang pada saat menarik napas tidak akan dapat kembali pada keadaan yang normal karena udara yang terjebak dikantung udara. Selain itu, emfisema pun akan dapat mengganggu dan bahkan menghancurkan pembuluh darah kecil dibagian paru-paru, yang mana bagian ini adalah bagian yang membawa gas yang dibutuhkan utnuk pernapasan, sehingga demikian, kondisi ini akan membuat darah yang mengalir menuju paru-paru pun akan ikut terkena dampaknya.

Nah, secara anatomis emfisema dapat dibedakan menjadi 3 bentuk, diantaranya adalah:

Emfisema Jenis Sentriasinar

Pada emfisema jenis ini kerusakan akan mulai terjadi dibagian bronkiolus respiratori yang mulai meluas kebagian daerah tepiannya, terutama mengenai paru-paru dibagian atas. Emfisema jenis ini sering terjadi akibat kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama dimana asap yang masuk kedalam paru-paru akan mengendap dan membuat bagian tersebut tercemar.

Emfisema Jenis Panasinar

Pada emfisema jenis ini, kerusakan yang terjadi adalah dibagian seluruh alveoli distal dan bagian bronkiolus terminal secara merata, terutama pada bagian paru-paru dibagian bawah. Adapun penyebab terjadinya emfisema jenis ini seringkali dikaitkan dengan adanya kekurangan alpha antitripsin yang dialami oleh si pasien.

Emfisema Asina Distal

Emfisema jenis ini terjadi akibat adanya kerusakan lebih banyak dibagian saluran napas distal, sakus alveoler dan juga bagian duktus, terutama pada bagian septa atau dibagian dekat dengan pleura.

Gejala Emfisema

Perkembangan penyakit emfisema akan dapat berjalan dengan lambat. Akan tetapi, penyakit ini akan dapat memburuk dengan lebih cepat bila penderita ternyata adalah seorang perokok dan enggan menghentikan kebiasaannya meski telah mengetahui diagnosa penyakit ini dari dokter.

Itulah mengapa penyakit emfisema pada umumnya akan lebih banyak menyerang kaum laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Hal ini dikarenakan sebagian perokok di Tanah air lebih banyak didominasi oleh pria dibandingkan dengan wanita.

Akan tetapi, saat ini perokok aktif rupanya bukan hanya terjadi pada laki-laki, namun perempuan pun bisa mengalami hal serupa. Dengan demikian, bukan tidak mungkin bahwa gejala dari emfisema ini akan dapat menjadi lebih buruk pada perempuan.

Perkembangan pada penyakit emfisema pada umumnya bisa dikatakan amat lambat. Karena biasanya si penderita akan mengalami perasaan sesak napas pada saat menjalani aktivitas atau kegiatan sehari-harinya. Dan pada umumnya, alasan inilah yang memotivasi seseorang untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan demikian, penanganan lebih awal biasanya akan dapat dilakukan dengan segera.

Emfisema datang secara bertahap biasanya setelah si penderita merokok selama bertahun-tahun, penyakit ini barulah akan dapat dirasakan dampaknya.

Adapun gejala awal dari emfisema adalah batuk, kesulitan bernapas dan juga produksi lendir dibagian saluran pernapasan yang meningkat.

Batuk biasanya merupakan gejala awal dari munculnya emfisema. Batuk disini, umumnya lebih merujuk pada kondisi yang lama dan masa berlangsungnya lebih dari 3 bulan dalam satu tahun, minimal pada 2 tahun berurut-turut. Pada panyakit emfisema, batuk yang dialami biasanya disertai dengan lendir yang keluar.

Kesulitan bernapas biasanya terjadi pada tahap selanjutnya, namun seringkali menjadi gejala yang mengganggu. Betapa tidak, kondisi ini akan tentu saja membuat si penderita dibuat kelelahan dan kepayahan dengan kondisi sesak napas yang dialaminya.

Pada tahap lanjutan, gejala dari emfisema yang bisa dirasakan adalah di pasien merasakan sesak napas saat bersantai dan tidak melakukan kegiatan apa-apa. Bahkan pada beberapa kasus, kondisi sesak napas yang dirasakan bisa menyerang pada saat si penderita tengah tertidur lelap. Banyak penderita yang akhirnya akan menggunakan mulut mereka untuk dapat membantu lajunya pernapasan agar terasa lebih baik.

Buka hanya itu, pada kondisi ini si pasien akan mungkin mengalami mengi atau timbulnya suara seperti siulan pada saat menghembuskan napas. Hal ini dikarenakan adanya penyempitan saluran pernapasan. Terutama bila kondisi si pasien mengalami penurunan fungsi, kondisi ini akan dapat menyebabkan eksaserbasi akut atau infeksi dibagian saluran pernapasan.

Nah, bila kondisi gejala lanjutan diatas dirasakan, maka biasanya pasien akan cenderung menggunakan otot leher dan otot lainnya untuk membantu pernapasan mereka. Seiring dengan perkembangan penyakit, dada pasien mungkin akan mengalami perubahan bentuk dan terlihat seperti dada burung dan seringkali berada dalam posisi kaki tiga (tripod).

Sementara itu, pada tahapan akhir atau masa paling buruk, si pendeirta bisa saja mengalami gagal jantung dibagian sebelah kanan yang mana kondisi ini akan tentu saja berakibat pada pembesaran saraf dibagian leher dan pembengkakan pada bagian tubuh bawah.

Selain itu, gejala lain yang akan juga dirasakan oleh si penderita yang menderita emfisema diantaranya adalah:

  • bibir tampak kebiruan
  • nafsu makan berkurang
  • sering merasa cepat lelah
  • dada berbentuk seperti tong
  • kulit kemerahan
  • penurunan berat badan
  • Penurunan kemampuan untuk berolahraga
  • Pembengkakan pada mata kaki dan kaki

Beberapa gejala diatas pada umumnya tidak akan langsung dirasakan dengan cepat setelah si penderita menghirup atau terpapar partikel dari gas beracun. Kondisi ini akan mulai dirasakan setelah bertahun-tahun. Nah, bila anda atau orang sekitar anda mulai mengeluhkan beberapa gejala diatas, maka sebaiknya segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan leih lanjut.

Penyebab Emfisema

Ada cukup banyak penyebab yang bisa memicu timbulnya emfisema pada tubuh seseorang. Nah, untuk mengetahui apa saja pemicunya, simak dibawah ini.

Kebiasaan Merokok

Dari sekian banyak penyebab emfisema, merokok adalah penyebab utama dari penyakit ini. Kandungan racun pada rokok dipercaya menjadi penyebab kerusakan saluran udara yang kemudian mengundang penyakit ini muncul dalam tubuh seseorang. Adapun jalannya kerusakan tubuh akibat asap rokok diantaranya adalah rokok dapat merusak rambut-rambut halus dibagian saluran udara, rambut-rambut ini disebut dengan silia.

Pada sistem pernapasan, silia bekerja untuk dapat membersihkan saluran pernapasan dari pembuangan lendir yang membawa kandungan bakteri berbahaya keluar dari bagian paru. Ketika bagian silia mengalami gangguan atau tidak dapat bekerja dengan baik, maka akan membuat produksi lendir dibagian saluran pernapasan menjadi meningkat dan berkurangnya kemampuan silia untuk membersihkan bagian ini akan menimbulkan infeksi.

Pada saat yang bersamaan, rokok juga akan dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan udara sehingga menghalangi saluran udara untuk dapat bekerja dengan baik. Tidak heran bila anda yang bukan perokok dan menghisap asap rokok, maka akan terasa engap dan sesak sewaktu bernapas.

Jenis kandungan rokok lainnya seperti halnya cerutu, ganja, pipa, termasuk perokok pasif akan beresiko terhadap penyakit yang satu ini. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa resiko seorang perokok terkena penyakit emfisema 6 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Cacat Pada Antitripsin Alpha-1

Penyebab lainnya yang dapat memicu timbulnya emfisema adalah adanya cacat antitripsin alpha-1. Cacat bagian ini merupakan kelainan genetis dimana pasien memiliki kandungan antitipsin alpha-1 atau AAT dalam jumlah yag amat sedikit pada darahnya. AAT dapat melawan tripsin, yakni sebuah enzim yang dihasilkan oleh sel darah putih. Cacat sel ini akan dapat menyebabkan sel kekebalan tubuh menyerang dan merusak jaringan paru.

Adanya hipereaktiviti bronkus

Adanya riwayat infeksi saluran napas bawah berulang

Adanya riwayat terpapar polusi udara di lingkungan dan tempat kerja

seperti asap dari kendaraan, asap kayu bakar

Penanganan Emfisema

Penyakit emfisema sebenarnya tidak dapat disembuhkan, pengobatan yang dilakukan selama ini pada umumnya hanya ditujukan untuk mengurangi gejala dan menghambat perkembangan penyakit lainnya dalam tubuh. Akan tetapi, hal yang paling penting dalam pengobatan emfisema adalah dengan berusaha menghindari paparan dan sumber utamnya khususnya adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari polusi udara.

Kapan Harus Ke Dokter?

Pada dasarnya, ketika anda mengalami sesuatu yang salah dengan kesehatan anda, maka segera kunjugi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut agar penangannnya lebih bisa dilakukan. Sementara itu, bila anda mengalami beberapa gejala ini, maka segera temui dokter.

  • Detak jantung anda sangat cepat
  • Bibir atau kuku anda membiru atau berwarna abu-abu·    
  • Anda mengalami sesak napas, hingga tidak dapat berbicara·  
  • Anda tidak waspada secara mental·    

Demikianlah penjelasan mendalam mengenai penyakit emfisema. Penyakit ini adalah penyakit yang berbahaya dan bagian dari penyakit paru obtrusktif kronis (PPOK). Selain itu, penyebab utama penyakit ini adalah adanya paparan polusi udara yang tercemar dan juga asap rokok. Menghindari penyebabnya sejak dini adalah hal penting yang perlu dilakukan untuk menghindari kondisi tersebut agar tidak terjadi.

Ketahui Jenis Penyakit Paru yang Terjadi Akibat Kebiasaan Merokok

Kita dan semua tentu sudah paham betul, bahwa rokok identik dengan penyebaran racun.

Rokok dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, bila dihirup, asapnya akan seolah seperti sebuah pil racun yang sengaja anda konsumsi untuk merusak seluruh organ dalam tubuh dan membahayakan kesehatan, terutama masalah kesehatan yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Merokok akan dapat menyebabka stres dibagian saluran pernapasan, baik yang terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Sayangnya, saat ini rokok sudah menjadi bagian dari kebiasaan dan gaya hidup sebagian besar masyarakat, terutama masyarakat laki-laki. Sehingga amat sulit untuk dikendalikan, kecuali adanya kesadaran dari si perokok itu sendiri untuk setidaknya mengurangi intensitas merokoknya.

Dampak yang ditimbulkan dari merokok bukan hanya datang dari si perokok itu sendiri, akan tetapi orang-orang yang juga berda disekeliling si perokok akan juga mencicipi dampak bahanya ketika menghirup kepulan asap yang beterbangan diudara, merekalah yang disebut dengan perokok pasif.

Kerugian dari merokok bukan hanya akan menyerang dan menyebabkan gangguan kesehatan saja. Akan tetapi, juga menyebabkan masalah finansial yang berujung pada timbulnya berbagai masalah. Bagi perokok berat yang sudah begitu adiktif, mereka akan dapat menghabiskan puluhan batang rokok pada setiap harinya. Kondisi ini tentunya akan terjadi secara bertahap.

Dari seorang perokok yang biasa, lama kelamaan kebiasaan ini akan membuat jumlah rokok yang mereka habiskan akan terus bertambah dan bertambah. Dengan begini, tentunya budget yang dikeluarkan untuk membeli rokok dan memuaskan hasrat merokoknya tentu akan semakin banyak. Lantas akan berapa besar lagi jumlah budget yang harus mereka keluarkan untuk membeli rokok dan memuaskan hasratnya?

Tidak masalah memang, selama si perokok tersebut senantiasa memiliki budget yang cukup untuk membeli rokok, akan tetapi pada sebagian perokok yang mengalami masalah finansial, kondisi ini tentu akan menimbulkan masalah dan bukan tidak mungkin, orang yang bersangkutan akan melakuakn segala cara agar bisa menghasilkan uang untuk merokok, yang mana ini artinya resiko ancaman kejahatan akan semakin besar.

penyakit paru akibat merokok

Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan dari kebiasaan merokok yang dilakukan oleh sebagian orang adalah tidak adanya toleransi terhadap oranglain yang bukan perokok. Misalkan, ketika seorang perokok berada di fasilitas publik dimana didalamnya terdapat orang lain yang mengalami resiko rentan terhadap bahaya asap rokok seperti halnya anak bayi, orang yang memiliki masalah sistem pernapasan dan lainnya akan tentu saja semakin berbahaya untuk mereka. Belum lagi, masalah lain yang juga tak kunjung ditemukan solusinya adalah si perokok tidak bisa menyesuaikan dirinya dengan orang lain di lingkungan publik.

Bahaya latin dari kebiasaan merokok adalah erat kaitannya dengan timbulnya penyakit pernapasan. Salah satu jenis penyakit pernapasan yang sering mengancam adalah penyakit paru-paru. Penyebab dari kepulan asap rokok akan membuat bagian paru-paru menjadi kotor, kondisi inilah yang dapat menandakan bahwa paru-paru anda mulai rusak.

Perumpaan yang dapat menggambarkan hal tersebut terjadi adalah langit-lagit dapur. Langit-langit yang bersih, dengan terus terkena asap dari penggorengan akan berangsur mulai kotor dan menghitam akibat asap yang ditimbulkan dari kegiatan memasak. Begitu pula yang terjadi sewaktu anda menghirup asap rokok. Kebiasaan buruk ini akan membuat paru-paru yang tadinya bersih menjadi tercemar dan lama-kelamaan akan membuat paru-paru anda semakin kotor dan tercemar.

Kondisi paru-paru yang tercemar akan rentan meningkatkan bagian ini terserang dengan banyak masalah atau penyakit. Akibatnya, kondisi ini akan juga berpengaruh terhadap kesehatan anda.

Sebenarnya ada begitu banyak jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh kepulan asap rokok, tidak hanya terjadi pada bagian paru, umumnya tidak ada satupun organ dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap rokok, karena hampir seluruh bagian tubuh bisa rusak oleh asap rokok yang masih kedalam tubuh.

Akan tetap, kali ini kita akan bahas bahaya asap dan kebiasaan merokok yang dapat menimbulkan masalah untuk kesehatan terutama pada bagian paru. Seperti apa? Kita simak dibawah ini.

Penyakit Paru yang Timbul dari Kebiasaan Merokok

1. Pneumonia

Pneumonia adalah jenis penyakit paru-paru yang dapat menyebabakan adanya inflamasi atau peradangan dibagian paru. Hal ini dikarenakan bagian tersebut mengalami infeksi. Infeksi yang terjadi bisa disebakan oleh beberapa mikroorganisme kecil seperti virus, bakteri, jamur atau parasit.

Merokok dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh karena seringkali mengundang infeksi saluran pernapasan. Bersamaan dengan melemahnya bagian bronkus dan paru-paru, gangguan imunitas ini akan dapat mempermudah paparan bakteri dan mikroorganisme tersebut seperti virus pneumoia akan dapat masuk dan mengendap dibagian paru-paru, akibatnya akan dapat merusak jaringan paru-paru.

2. Emfisema

Emfisema adalah jenis penyakit paru-paru yang terjadi akibat adanya kerusakan kantung udara (alveolus) dibagian paru-paru sehingga akibatnya akan dapat mengganggu sistem pernapasan.

Zat-zat yang berbahaya seperti halnya asap rokok yang masuk kedalam tubuh akan dapat merusak dinding kantung udara. Kerusakan ini akan semakin bertambah parah, bila kebiasaan merokok semakin memburuk.

Perlu diketahui, kebocoran kantung udara paru-paru akan dapat menyebabkan paru-paru tidak akan dapat mengisi udara segar dengan sempurna sehingga kondisi ini akan mempengaruhi suplai oksigen kebagian seluruh tubuh.

Kondisi penyakit ini akan dapat menyebabkan pernapasan menjadi sangat terngganggu, napas anda pun akan terasa lebih sesak dan muncul gangguan lain seperti kelelahan karena bagian paru harus bekerja ekstra dalam menyuplai oksigen.

3. Bronkitis

Bronkitis adalah sebuah penyakit paru yang dapat menyebabkan peradangan dibagian membran mukus pada bronkus. Bronkus adalah saluran udara dari trakea atau batang tenggorokan kebagian paru-paru. Penyakit bronkitis sendiri dibagi kedalam dua bagian yakni bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Iritasi yang terjadi dibagian saluran udara atau bronkus ini bisa terjadi akibat adanya kepulan asap rokok yang terjadi secara bertahap pada seorang perokok. Kebiasaan menghisap asap rokok ini akan masuk kedalam saluran pernapasan dan membuat bronkus menghasilkan respon peradangan dan lendir yang berlebihan, yang tidak mampu untuk dapat dihilangakn secara alami oleh silia (rambut halus pada bagian lapisan mukus) yang telah rusak. Akibatnya adalah penderita akan sering mengalami batuk yang mendorong dahak yan menghambat bagian pernapasan.

Perlu anda ketahui, bahwa bronkitis merupakan bentuk awal dari Penyakit Obstruktif Kronik (PPOK) yang akan dapat berakibat fatal, terutama bila anda tidak segera mendapatkan pertolongan medis, bahaya bisa mengancam jiwa.

Untuk itulah, langkah terbaik untuk menghindari segala ancaman penyakit pernapasan lain dalam kondisi yang lebih buruk adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok yang anda lakukan saat ini.

4. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah jenis penyakit paru yang timbul dengan gejala adanya pertumbuhan sel secara tak terkendali yang letaknya dibagian paru-paru. Kondisi ini seringkali disebabkan karena mengendapnya kepulan asap dibagian tersebut.

Adapun mekanisme karsiogenis (pembentukan sel kanker) merupakan serangkaian proses yang cukup kompleks. Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan penyakit ini terhadap seseorang diantaranya adalah stres oksidatif yang cukup tinggi, faktor kekebalan tubuhh dan yang paling penting adalah kebiasaan merokok yang cukup tinggi dalam meningkatkan resiko si pendeirta terkena kanker paru-paru.

Demikianlah beberapa jenis penyakit paru yang bisa timbul akibat kebiasaan merokok. Semoga bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan anda untuk segera menghentikan kebiasaan merokok.

Bahaya Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Penjelasan, Gejala dan Penyebab

Sistem pernapasan pada manusia adalah salah satu sistem organ yang berperan dengan sangat penting.

Hal ini dikarenakan bila seorang manusia tidak bisa bernapas, bahkan dalam satu menit saja, maka ia akan mati. Sama halnya dengan sistem organ lainnya, sistem pernapasan pada manusia juga dapat mengalami gangguan atau kelainan yang dapat mempengaruhi sistem itu sendiri.

Nah, ketika sistem ini mengalami masalah atau kelainan, maka akan besar dampaknya terhadap kesehatan. Betapa tidak, sistem pernapasan yang bekerja dengan baik dan tidak mengalami masalah akan membuat proses bernapas dan mengeluarkan udara dari dalam tubuh tidak mengalami kendala.

Anda dan kita semua tentu merasakan bagaimana nikmatnya menghirup dan mengeluarkan udara dengan begitu mudah dan begitu ringan, tanpa adanya kendala yang membuat napas terasa berat dan sesak. Untuk itulah, penting sekali menjaga bagian ini agar tetap sehat sehingga mereka bisa bekerja dengan baik dalam membantu kita bernapas dan mengehembuskan napas dengan tanpa kendala.

Bisa dibayangkan, ketika biasanya anda selalu bernapas dengan mudah dan begitu ringan, namun tiba-tiba napas anda terhalang menjadi terasa berat atau terasa sesak, maka yang terjadi dengan anda adalah kepanikan, perasaan takut dan juga rasa nyeri dibagian dada yang seolah menghalangi anda untuk dapat mengembuskan napas dengan baik.

Nah, mengingat organ pernapasan ini adalah sistem penting dalam tubuh yang rentan sekali terkena dengan masalah, maka penting sekali untuk kita bisa menjaga dan memelihara organ ini agar tetap sehat.

Salah satu pemicu yang membuat organ ini mengalami kerusakan atau kelainan, biasanya lebih banyak dipengaruhi karena adanya paparan bakteri atau virus yang masuk. Hal ini dikarenakan pada umumnya bagian organ sistem pernapasan kondisinya kotor, sehingga kuman dan bakteri akan semakin mudah berkembang biak. Untuk itulah, penting sekali menjaga kesehatan tubu agar terhindari dari ancaman penyakit yang berbahaya.

penykit PPOK

Nah, salah satu contoh penyakit berbahaya yang menyerang bagian sistem pernapasan adalah penyakit paru obstruktif kronik atau yang disingkat PPOK. Penyakit ini merupakan penyakit paru yang golongannya kronis. Adapun gejala yang akan menandai penyakit ini, biasanya adalah timbulnya sesak napas yang hebat disertai dengan batuk yang berulang-ulang.

Pada penyakit PPOK, gejala penyakit dapat terjadi sebab adanya kerusakan dibagian saluran pernapasan dan jaringan paru yang mengakibatkan munculnya hambatan dibagian saluran udara yang mengalir didalam saluran pernapasan. Kerusakan ini, biasanya terjadi sebagai akibat dari adanya paparan yang berulang dan terus-menerus terjadap gas atau partikel yang beracun.

PPOK sendiri merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyerang bagian saluran pernapasan. Penyakit ini banyak diderita masyarakat di dunia, terutama banyak menyerang laki-laki. Di tanah air sendiri, PPOK menduduki peringkat ke-5 sebagai salah satu penyakit yang paling banyak terjadi. Hal ini terutama disebabkan oleh kebiasaan merokok pada laki-laki di Indonesia yang masih begitu tinggi. Selain itu, peningkatan polusi udara yang timbul akibat kemajuan bidang industri membuat resiko PPOK semakin meningkat dan meninggi.

Nah, untuk mengetahui lebih dalam dan lebih jauh seperti apa bahaya peyakit paru obstruktif kronik ini, maka artikel ini akan memberikan penjelasan yang gamblang yang diharapkan mampu memberikan wawasan lebih untuk anda. Simak dibawah ini.

Definisi PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronik yang muncul dalam tubuh manusia dengan ditandai oleh adanya hambatan dibagian saluran udara dalam napas yang berlangsung secara progresif dan berhubungan erat dengan adanya paparan berulang akibat paparan dari gas dan partikel beracun yang terhirup kedalam tubuh. Perlu diketahui, gas dan partikel beracun akan dapat menimbulkan peradangan dibagian saluran pernapasan yang membuat bagian ini mengalami kerusakan.

Beberapa gejala yang mungkin timbul pada paru-paru yang meradang diantaranya yang paling umum adalah timbulnya sesak napas pada si penderita. Selain itu, peradangan yang berlangsung dengan kronis akan dapat menimbulkan kerusakan dibagain struktur saluran pernapasan dan mengakibatkan adanya penyempitan saluran pernapasan, juga dapat berdampak pada produksi lendir (dahak) yang berlebihan.

PPOK pada dasarnya akan dapat diobati dan ditangani, akan tetapi saluran pernapasan dan jaringan paru yang telah mengalami masalah dan kerusakan, tidak akan dapat kembali pada kondisi semula dan pada kondisi yang normal, bila pun mungkin, kondisi membaik dibagian jaringan tersebut hanya akan sebagian saja.

PPOK terdiri dari bronktis kronis dan emfisema paru atau gabungan dari kedua penyakit tersebut.

  • Bronkitis kronik yakni sebuah kelainan yang menyerang bagian pernapasan yang mana ketika kondisi ini terjadi, maka gejala yang akan dirasakan oleh si penderita diantaranya adalah berupa batuk kronik berdahak yang masa berlangsungnya terjadi minimal selama 3 bulan dalam satu tahun, yang telah berlangsung minimal 2 tahun berturut.
  • Emfisema paru adalah sebuah kelainan yang terjadi pada bagian anatomis paru yang berupa pelebaran pada rongga udara dibagian distal bronkiolus terminal yang disertai dengan kerusakan pada dinding alveoli.
  • Atau bisa juga merupakan gabungan dari kedua yang terjadi dalam tubuh anda. Yang mana tentunya, kondisi ini akan berbahaya dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ketika pasien dinyatakan menderita salah satu penyakit ini, maka dianjurkan untuk segera mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Dengan begini, pertolongan atau penanganan yang lebih tepat akan bisa dilakukan dokter untuk mencegah penyebaran penyakit atau menghindari kondisi yang lebih buruk yang mungkin terjadi pada pasien.

Penyebab PPOK

Pemicu serangan PPOK pada seorang penderita, sebenarnya dapat dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk riwayat kesehatan di pasien itu sendiri. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus paparan kepulan asap rokok adalah penyebab paling utama penyakit ini bisa terjadi dan menyerang.

Nah, selain beberapa penyebab diatas, ada pula penyebab lainnya yang dapat menyebakan PPOK bisa menyerang seseorang dan mengakibatkan jaringan dan bagian parunya mengalami kerusakan, diantaranya adalah:

Kebiasaan Merokok

Kita dan semua, sudah paham betul bahwa merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan. Himbauan untuk tidak merokok bahkan disampaikan dalam kemasan rokok itu sendiri. Akan tetapi, sayangnya, kesadaran akan kesehatan masyarakat Indonesia rupanya belumlah setinggi yang diharapkan. Meskipun sudah beredar banyak mengenai himbauan akan bahaya merokok, namun nyatanya tetap saja, konsumen rokok di tanah air masih begitu tinggi dan begitu banyak.

Padahal mereka para perokok tentu paham betul bagaimana bahaya dan dampak apa yang telah mereka rasakan untuk kesehatan. Namun demikian, sayangnya para penikmat rokok seolah menutup mata dan telinganya dari bahaya dan resiko merokok.

Selain beberapa dampak yang telah kita ketahui saat ini, kebiasaan merokok dan kepulan asap rokok terutama pada laki-lai adalah penyebab yang paling penting PPOK bisa timbul dalam tubuh seseorang. Dengan begini meski anda bukanlah seorang perokok, namun bila anda banyak menghirup asap rokok secara tidak sengaja dan terakumulasi setiap hari, maka tidak mungkin resiko dari penyakit ini sendiri akan bisa anda rasakan.

Paparan Polusi Udara

Riwayat terpapar polusi udara dilingkunang tempat kerja dalam waktu yang lama akan dapat meningkatkan resiko PPOK. Selain itu, asap kendaraan, bahan kimia, asap tembakau dan asap pabrik adalah salah satu pemicu yang akan dapat menyebabkan PPOK meningkat atau memburuk bila ternyata si pasien sudah didiagnosa dengan penyakit ini.

Adanya Hiperaktiviti Bronkus

Kondisi Kesehatan Si Pasien

Penyebab PPOK akan juga tinggi resikonya bila si pasien memiliki riwayat kesehatan infeksi saliran pernapasan yang terjadi secara berulang-ulang. Seperti halnya penyakit infeksi paru. Kondisi penyakit ini akan juga memperburuk atau meningkatkan resiko dari PPOK

Defisiensi Enzim Alfa 1

Defisiensi atau kekurangan enzim alfa 1 bisa membuat PPOK menyerang seorang penderita, akan tetapi demikian, penyebab yang satu ini masih jarang dijumpai, terutama di Indonesia sendiri.

Gejala PPOK

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit paru jangka panjang. Kondisi penyakit ini terdiri dari penyakit emfisema dan bronkitis kronis. Batuk dengan masa berlangsung yang lama atau yang disebut dengan batuk jangka panjang adalah salah satu tanda dari PPOK, akan tetapi ada juga gejala lannya yang dapat terjadi yakni kerusakan dibagian paru-paru yang berlangsung dengan kondisi.

Banyak dari gejala ini juga bisa melambat untuk dikembangkan, dengan gejala yang lebih maju muncul ketika adanya kerusakan yang signifikan yang menyerang bagian paru. Gejala yang dimunculkan dari penyakit ini pun bisa episodik dan bervariasi dalam intensitas.

Bila anda terserang dengan PPOK atau bertanya-tanya apakah anda menderita penyakit ini setelah muncul beberapa gejala umum, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Dengan begini, dokter akan dapat memberikan diagnosis yang tepat setelah mengetahui gejala yang anda rasakan.

Batuk adalah tanda awal dari PPOK. Diagnosis PPOK yang dilihat dari batuk akan dapat dilihat bila batuk yang dirasakan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan dalam satu tahun atau terjadi berturut-turut selama dua tahun dan tak kunjug sembuh. Akan tetapi, batuk tentu merupakan bagian dari gejala umum yang bisa terjadi karena merupakan gejala dari penyakit lain seperti pilek dan flu. Untuk itulah, mencermati setiap gejala dari penyakit ini adalah hal penting yang harus dilakukan.

Batuk merupakan mekanisme tubuh yang terjadi dalam rangka tubuh mempertahankan kondisinya dari serangan penyakit. Batuk bukanlah sebuah penyakit, melainkan ini adalah mekanisme pengeluaran lendir dari dalam tubuh guna memberikan bagian paru-paru agar tidak teriritasi.

Pada batuk yang normal, lendir yang akan keluar biasanya berwarna putih, akan tetapi pada orang yang menderita PPOK, lendir batuk yang dikeluarkan bisa berwarna kuning. Batuk biasanya akan menjadi lebih buruk pada saat pagi hari atau bahkan ketika si penderita berolahraga atau terkena kepulan asap.

Gejala Lain dari PPOK Tahap Awal

Ketika PPOK berlangsung, si penderita mungkin mengalami gejala lain selain daripada batuk. Nah, untuk mengetahui gejala apa saja yang bisa timbul dari PPOK, mari kita simak dibawah ini.

  • Mengi

Ketika udara dipaksa keluar melalui bagian saluran yang sempit atau terhalang dibagian paru-paru sewaktu anda menghembuskan napas, maka kondisi ini pada umumnya akan menimbulkan suara yang khas bak sebuah siulan atau suara seperti sebuah seruling yang ditiup. Kondisi ini disebut dengan mengi. Akan tetapi, pada penderita PPOK, kondisi ini lebih sering disebabkan oleh adanya kelebihan lendir yang mengalangi saluran udara bersama dengan adanya pengetatan otot yang lebih mempersulit saluran udara tersebut. Kondisi mengi pun bisa terjadi sebagai bagian dari gejala asma dan radang paru-paru.

  • Sesak Napas (Dyspnea)

Gejala PPOK lain yang juga mungkin terjadi adalah timbulnya sesak napas. Hal ini dikarenakan bagian paru-paru anda pada kondisi ini menjadi bengkak (meradang), mengerut atau bahkan rusak.

Untuk itulah, ketika kondisi ini terjadi, anda mungkin akan mengalami kesulitan napas atau napas yang terasa sesak. Gejala PPOK yang satu ini akan semakin memburuk seiring dengan adanya peningkatan aktivitas fisik. Yang mana tentunya, gejala yang satu ini tentu saja akan menghambat pekerjaan yang anda lakukan setiap harinya.

Selain itu, kondisi ini akan dapat terjadi dengan tiba-tiba bahkan ketika anda melakukan aktivitas seperti berjalan kaki, melakukan tugas rumah tangga, mandi, mencuci dan bahkan pada kondisi terburuk, gejala yang satu ini bisa menyerang pada saat anda beristirahat atau tengah tertidur dimalam hari.

  • Seringnya Mengalami Infeksi Pernapasan

Karena orang-orang yang menderita PPOK mengalami kesulitan yang cukup besar untuk membersihkan paru-parunya dari paparan bakteri, debu, virus, polusi dan iritan lainnya, maka mereka akan lebih beresiko besar untuk terkena infeksi paru-paru seperti halnya pilek, flu dan bahkan kondisi terburuknya adalah terserang pneumonia. Kondisi ini akan mungkin sulit dihindari oleh penderita, akan tetapi menjaga kebersihan yang baik dan mendapatkan vaksinasi yang tepat akan dapat mengurangi resiko paparan penyakit ini.

  • Kelelahan

Kondisi ini sering terjadi karena tubuh anda tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup ke darah dan kebagian otot, bila anda mengalami kesulitan bernapas. Tubuh anda akan perlahan melambat dan mengalami kelelahan tanpa adanya pasokan oksigen.

Selain itu, kondisi kelelahan yang dirasakan bisa juga disebabkan karena paru-paru anda bekerja dengan begitu keras untuk bisa mendapatkan oksigen dan menghembuskan karbondioksida yang mana kondisi ini akan sangat menguras energi dalam tubuh anda.

Gejala Lanjut PPOK

Selain beberapa gejala umum diatas yang tergolong ringan, bila PPOK yang anda alami rupanya sudah semakin berlanjut, maka mungkin beberapa gejala dibawah ini akan anda rasakan.

Banyak gejala PPOK yang terjadi pada tahapan awal. Ketika penyakit anda berlangsung, anda mungkin melihat beberapa gejala lain yang juga menyertai gejala yang sudah ada. Akan tetapi, biasanya pada kondisi yang lebih lanjut, gejala-gejala tersebut akan datang dengan tiba-tiba tanpa anda sadari.

Selain itu, anda mungkin akan mengalami eksaserbasi, sebagai tanda dari gejala yang sudah semakin memburuk dan biasanya kondisi ini akan berlangsung selama beberapa hari.

Untuk itu, segera kunjungi dokter bila anda sudah mengalami beberapa gejala dibawah ini.

  • Sakit Kepala dan Demam

Kondisi sakit ini akan lebih sering dirasakan pada pagi hari dengan tingkat kesakitan yang lebih tinggi karena adanya karbondioksida dalam darah. Selain sakit kepala, anda pun mungkin akan mengalami demam.

  • Kaki dan Pergelangannya yang Membengkak

Saat kerusakan paru-paru menjadi semakin parah, anda mungkin akan mengalami pembengkakan dibagian kaki dan pergelangannya. Hal ni terjadi karena jantung anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah kebagian paru-paru yang sudah rusak.

Bila kondisi ini terus dibiarkan tanpa segera mendapatkan pertolongan, maka pada gilirannya bukan tidak mungkin, kondisi ini akan dapat menyebabkan gagal jantung dalam hal memompa darah ke seluruh tubuh (kongestif).

  • Penyakit Karidovaskular

Meskipun tidak sepenuhnya dipahami, akan tetapi kondisi PPOK akan dapat meningkatkan resiko masalah jantung yang terkait. Hipertensi adalah salah satu dari gejala-gejala ini. Bahkan pada stadium yang lebih lanjut, kondisi ini dapat juga meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke pada si penderita.

  • Turunnya Berat Badan

Pada penderita yang sudah mengalami PPOK dalam waktu yang cukup lama, mereka akan dapat kehilangan berat badannya secara drastis. Hal ini dikarenkan tubuh anda membutuhkan lebih banyak energi pada saat bernapas dan ketika mengeluarkan udara dari paru-paru. Kondisi inilah yang akan dapat membakar banyak kalori dalam tubuh anda. Akibatnya, tubuh akan mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.

Demikianlah Penjelasan mengenai PPOK. Semoga bermanfaat.

Mengenal Penyakit Pleuritis, Ciri dan Penyebabnya

Pleuritis adalah peradangan yang terjadi dibagian dalam pleura.

Penyakit ini seringkali disebut dengan radang selaput dada. Hal ini dikarenakan, pleura sendiri merupakan selaput yang menempel dibagian paru-paru dan tulang rusuk yang fungsinya adalah untuk memisahkan kedua organ ini. Kedua lembaran selaput pada pleura dilengkapi oleh lapisan cairan yang membantu mengurangi gesekan pada saat kita bernapas. Ketika peradangan terjadi, lapisan cairan tersebut akan menjadi lengket dan permukaan selaput pleura menjadi kasar, sehingga akan timbul perasaan nyeri sewaktu si penderita bernapas. Gejala pleuritis perlu sekali dikenali sejak dini, guna menghindari adanya komplikasi yang tidak diinginkan.

Pleuritis atau radang selaput dada terjadi akibat kedua lapisan pleura mengalami peradangan akibat adanya infeksi tertentu yang menyerang bagian ini.

Dalam hal ini, pleura berfungsi untuk dapat melindungi paru-paru dan mengurangi timbulnya gesekan diantara kedua bagian tersebut pada saat bagian paru mengembang pada proses pernapasan. Kedua bagian lapisan yang dimaksud yakni lapisan pleura visceral sedangkan bagain lapisan lainnya dikenal dengan pleura parietal yang membetuk lapisan untuk menutupi bagian dinding dalam dada. Cairan dari pleura-lah yang akan melumasi kedua bagian lapisan ini.

Akumulasi efusi dari pleura seringkali erat hubungannya dengan radang selaput dada. Hal ini dikarenakan kelebihan cairan dibagian rongga pleura, juga dikenal denga air di sekitar paru-paru. Kondisi ini akan dapat mengindikasikan penyakit paru-paru yang mendasari seperti halnya pneumonia, influenza atau flu dan bahkan tuberkulosis. Gejala penyakit pleuritis ini pun akan dapat terlihat pada orang yang menderita penyakit asbestosis, rematik dan masih banyak lagi.

Gejala Pleuritis

Meski pleuritis dapat mempengaruhi semua orang dalam segala umur, akan tetapi kondisi ini akan lebih rentan menyerang orang-orang manula yang berusia 65 tahun keatas. Seseorang dalam kelompok usia ini akan lebih rentan terkena infeksi bagian dada.

Nah, untuk itulah, mencermati tanda-tanda atau ciri dari penyakit pleuritis adalah hal penting dan menjadi tahapan awal untuk dapat membantu menghindari adanya komplikasi yang terjadi. Gejala dari penyakit ini, umumnya diklasifikasikan lebih lanjut sebagai tahap awal dan tahapan yang parah, tergantung pada intensitas kondisinya sendiri. Untuk mengetahui seperti apa saja gejala dari penyakit pleuritis ini, mari simak dibawah ini.

pleuritis pada manusia

Gejala Pada Tahapan Awal:

  1. Sakit dada. Kondisi ini adalah salah satu tanda yang dapat mencirikan penyakit pleuritis yang menyerang seseorang. Rasa sakit yang dirasakan bisa terjadi sewaktu si pendeirta mencoba mengambil napas yang dalam. Kondisi sakit ini, umumnya didahului dengan timbulnya rasa terbakar atau nyeri dibagian paru sebelum muncul sakit napas.
  2. Batuk kering. Kondisi selanjutnya yang akan dialami oleh si penderita adalah batuk kering yang diikuti dengan sesak napas. Batuk yang serupa, kadang pula disertai dengan dahak atau darah yang keluar.
  3. Demam. Kondisi ini akan mengikuti beberapa kondisi yang telah dirasakan diatas. Demam biasanya diikuti dengan berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badah dan kedinginan.

Itulah dia beberapa gejala yang muncul sebagai tanda pada tahapan awal. Untuk mengetahui tanda atau gejala pada tahapan yang lebih parah, simak dibawah ini.

Gejala Pleuritis Pada Tahapan yang Lebih Parah:

  1. Timbulnya perasaan mudah letih
  2. Sesak dibagian dada yang diikuti perasaa nyeri
  3. Demam yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama
  4. Denyut jantung yang berdetak lebih cepat daripada keadaan normal.

Setelah mengetahui beberapa gejala diatas, maka penting sekali untuk si penderita dapat segera menghubungi dokter guna memeriksakan kondisinya lebih lanjut. Pemeriksaan oleh dokter, tentu akan menghasilkan diagnosis yang tepat sehingga penanganan yang lebih cepat bisa segera didapatkan, terutama bila si penderita sudah mulai mengalami rasa sakit yang berlebihan dan merasakan mual atau mengalami batuk disertai dengan darah.

Apa Itu Penyebab Pleuritis

Penyebab utama dari pleuritis adalah akibat adanya infeksi virus dari suatu penyakit yang telah diderita sebelumnya. Yang mana penyakit ini akan menyebar menuju pleura atau selaput pemisah paru-paru dengan tulang rusuk.

Adapun beberapa virus yang akan dapat menyebabkan kondisi ini terjadi, diantaranya adalah virus influenza sebagai penyebab dari sakit flu, virus parainfluenza sebagai penyebab dari sakit krup pada anak dan juga virus Epstein-Barr yakni virus yang memicu adanya demam kelenjar.

Akan tetapi, selain dari paparan virus, bakerti pun dapat menyerang bagian pleura dan menyebabkan bagian tersebut mengalami inflamasi atau peradangan, salah satu bakteri yang dapat menimbulkan peradangan tersebut yakni adalah bakteri streptokokus.

Perlu diketahui, bakteri ini pun merupakan salah satu penyebab penyakit paru-paru lain yakni pneumonia atau paru-paru basah. Akan tetapi, selain beberapa penyakit tersebut, bakteri yang sama juga menjadi penyebab penyakit infeksi kulit selulitis, serta impetigo. Selain bakteri jenis streptokokus, bakteri stafilokokus yang umumnya ditemukan dalam kasus sepsis, infeksi kulit dan juga keracunan makanan adalah salah satu bakteri yang juga dapat memicu timbulnya pleuritis pada si pendeerita.

Bukan hanya itu, penyakit pleuritis atau peradangan selaput dada ini seringkali disebabkan oleh adanya komplikasi dari sebuah kondisi, misalnya seperti melemahnya bagian sistem kekebalan tubuh akibat adanya penyakit HIV dan AIDS. Atau bahkan pada kondisi kebalikannya, yakni ketika adanya peningkatan produksi antibodi yang terjadi dengan tidak terkendali sehingga justru kondisi ini menyerang jaringan yang sehat pada tubuh. Pada kasus ini, penderita yang mengalami kondisi seperti ini diantaranya bisa dijumpai pada penderita penyakit lupus dan juga penyakit lain yakni rheumatoid arthritis.

Pleuritis yang terjadi sebagai akibat dari adanya komplikasi pun bisa terjadi pada beberapa kasus, seperti halnya:

  • Efek samping pengobatan radioterapi atau kemoterapi.
  • Penyakit kanker paru-paru.
  • Cedera pada rusuk yang mengenai pleura akibat benturan.
  • Penyakit anemia sel sabit.
  • Pembekuan darah di dalam paru-paru atau penyakit emboli paru.
  • Diagnosis Penyakit Pleuritis

Dikarenakan timbulnya pleuritis didasari oleh kondisi-kondisi lainnya dalam tubuh, maka diagnosis yang dilkukan oleh dokter pada umumnya ditujukan guna mencari tahu sumber dari penyakitnya, serta difungsikan agar tim medis bis amemberikan pengobatan yang tepat.

Adapun beberapa jenis diagnosis yang dilakukan diantaranya adalah:

  • Dilakukan tes darah guna melihat jika terjadap infeksi atau gangguan pada bagian sistem kekebalan tubuh si penderita.
  • Biopsi untuk meneliti sampel pleura.
  • Pemindaian beberapa tes yang dilakukan yang bertujuan guna melihat kondisi paru-paru melalui gambar yang dihasilkan, misalkan seperti menentukan apakah ada penggumpalan darah didalam organ paru sehingga memicu adanya nyeri atau apakah penumpukan cairan yang merujuk pada komplikasi efusi pleura. Adapun alat pemindai yang digunakan untuk mengetahui kondisi ini diantaranya adalah CT scan, X-ray dan juga USG.

Pengobatan Pleuritis

Pengobatan pleuritis pada umumnya akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Bila ternyata, penyebabnya adalah adanya infeksi virus, maka biasanya tidak diperlukan obat-obatan untuk menangani penyakit ini. Sebab pada dasarnya pleuritis ini akan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan syarat si penderita haruslah mendapatkan istirahat yang cukup dirumah. Akan tetapi, bila penyakit pleuritis ini rupanya disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan lebih lanjut akan dianjurkan pada si penderita.

Demikianlah penjelasan secara menyeluruh mengenai penyakit pleuritis. Semoga penjelasan diatas dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat untuk kita semua.

Kenali Emboli Paru, Penyebab, Gejala dan Cara Penangananya

Pernahkah anda mengalami kesulitan bernapas yang datang secara tiba-tiba?

Lantas biasanya, apa penanganan pertama yang anda lakukan pada kondisi seperti ini? Ya, kesulitan bernapas atau gejala sesak napas memang seringkali mengganggu. Betapa tidak, kondisi ini akan tentu saja membuat aktivitas yang kita jalani pada saat itu menjadi terkendala. Dan bila terjadi pada anda dengan tiba-tiba, pada saat anda melakukan suatu pekerjaan bersama dengan oranglain, maka kondisi ini akan tentu saja membuat anda harus terhenti sementara dan bahkan mungkin, perhatian oranglain akan menjadi buyar dan terpusatkan pada anda yang menderita sesak napas.

Nah, ketika kondisi ini terjadi, maka mungkin anda akan dibuat canggung atau merasa tidak enak karena telah mengganggu pekerjaan orang lain yang mana perhatian mereka yang harusnya focus pada pekerjaannya, malah harus terpusatkan pada anda. Selain itu, perasaan nyeri dibagian dada dan napas yang terasa berat, akan tentu membuat anda menjadi tidak nyaman sehingga pada akhirnya anda harus dengan terpaksa meninggalkan pekerjaan yang tengah anda lakukan saat ini.

Menangani sebuah penyakit adalah hal yang penting, apalagi mengingat bila dampak dari penyakit itu cukup fatal akibatnya.

Tidak bijak rasanya, bila kondisi sesak napas yang dirasakan saat ini dibiarkan begitu saja, tanpa segera dicari solusi untuk menanganinya. Sebab bila demikian, maka bukan tidak mungkin sakit sesak napas yang anda rasakan saat ini akan bertambah memburuk dan membuat kondisinya semakin fatal. Selain itu, gejala sebuah penyakit yang menyerang tubuh anda bisa jadi merupakan indikasi dari adanya penyakit lain yang serius yang menyerang tubuh anda, termasuk sesak napas yang anda rasakan saat ini.

Ada kemungkinan, sakit sesak napas yang anda rasakan saat ini, disertai dengan perasaan kurang udara dibagian paru-paru yang juga dapat disertai dengan kecemasan, pusing dan muntah. Kondisi ini tentunya patut dicurigai dan diwaspadai. Hal ini dikarenakan, perilaku curiga dalam masalah kesehatan adalah hal yang baik sebagai tindakan wasapada terhadap ancaman penyakit yang serius.

Sesak napas yang anda alami saat ini, bisa jadi merupakan tanda dari adanya emboli paru yang menyerang. Nah, untuk mengetahui seperti apa bahaya emboli paru terhadap tubuh dan kesehatan, maka kali ini kita akan bahas apa itu emboli paru, gejala, penyebab dan seperti apa penanganan terhadap kondisi kesehatan yang satu ini.

emboli paru

Apa Itu Emboli Paru?

Emboli paru adalah sebuah kondisi dibagian bagian arteri pulmonalis mengalami sumbatan dengan tiba-tiba. Arteri pulmonalis adalah bagian pembuluh darah yang membawa darah dari jantung menuju bagian paru-paru. Adapun materi penyumbat arteri pulnamolis ini, bisa disebabkan oleh adanya gumpalan darah atau darah yang membeku yang datangnya dari kaki atau bagian tubuh lainnya. Ukuran gumapalan darah yang menyumbat, kebanyakan ukurannya cukup kecil sehingga tidak akan dapat menyebabkan bahaya. Akan tetapi, sekecil apapun ukurannya, gumpalan tersebut akan tetap dapat merusak bagian paru-paru.

Ketika bekuan terbentuk dibagian arteri paru-paru, maka kondisi ini dapat disebut dengan emboli paru. Bekuan dapat terbentuk akibat udara, lemak, darah atau adanya pertumbuhan sel yang tidak wajar. Akan tetapi, meski demikian, penyebab utama dari sumbatan pada bagian ateri paru-paru adalah karena adanya pembekuan darah.

Bekuan yang ditemukan didalam paru-paru pada dasarnya terbentuk pada pembuluh darah dari daerah yang lebih rentan dan lebih rendah dari bagian tubuh, seperti halnya kaki, panggul, lengan dan jantung.

Sebagai contoh, bekuan yang terbentuk dibagian kaki akan berjalan dan menuju pembuluh di paru-paru. Gumpalan yang bergerak dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya disebut dengan embolus. Hal ini akan terus bergerak sampai ke bagian dalam pembuluh yang lebih kecil dan lebih sempit.

Bekuan darah yang terbentuk akan mencegah darah lain berjalan ke sisi lain dari paru-paru, akibatnya kondisi ini akan membuat sebagian paru-paru mengalami kesulitan dalam hal menerima oksigen. Dengan demikianlah, gumpalan darah dibagian paru-paru akan terbentuk dengan perlahan. Perlu diketahui, kurangnya pasokan oksigen dibagain paru-paru akan dapat menyebabkan jaringan paru mengalami masalah dan kerusakan. Kondisi ini akan juga berdampak pada tubuh yakni berekasinya tubuh dengan memecah gumpalan kecil dengan cepat dan mencoba untuk mengatasi kerusakan tersebut.

Akan tetapi, gumpalan besar atau emboli akan dapat menyebabkan daerah paru-paru menjadi rusak dan bahkan akibat yang paling buruk dari kondisi ini adalah adanya kematian. Data kesehatan yang menunjukan sekitar 1 persen dari populasi manusia mengalami emboli paru.

Kondisi inilah yang seolah semakin memperpaeah bahaya dari emboli paru. Persentase angka resiko dari penyakti emboli parulah yang perlu kita khawatirkan. Karena bukan tidak mungkin, bila kepeduliaan kita terhadap kesehatan tidak segera dibenahi dengan baik, maka bukan tidak mungkin kita akan menjadi salah satu korban dari penyakit paru yang menyeramkan jenis ini.

Penderita emboli paru, perlu membutuhkan perawatan yang intens dan harus cepat didapatkan. Hal ini dilakukan guna mengurangi resiko kerusakan paru-paru. Akan sangat berbahaya, bila ukuran gumpalan darah yang cukup besar bisa sampai menghentikan aliran darah ke bagian paru-paru. Resiko kematian akibat emboli paru akan dapat dikurangi secara drastis apabila pengobatan yang tepat segera dilakukan pada si pasien.

Untuk itulah, si pasien atau keluarga pasien diharapkan untuk dapat lebih cepat dan lebih concern terhadap gejala yang dirasakan dari penyakit ini. Agar demikian, penanganan yang tepat bisa segera dilakukan dengan lebih baik. Untuk itulah, jangan pernah sungkan untuk melakukan check kesehatan ke dokter bila anda atau orang-orang sekitar anda mulai mengeluhkan kondisi yang tidak lazim dengan kesehatannya.

Gejala Emboli Paru

Sama halnya, dengan penyakit lainnya, penyakit emboli paru tentu saja tidak datang dengan tiba-tiba. Selalu ada gejala atau tanda yang datang sebagai ciri yang mengawali sebelum penyakit ini perkembang dan berangsur lebih buruk sehingga memerlukan penanganan yang intens. Akan tetapi, pada umumnya keterlambatan diagnosa yang dialami oleh si pasien, lebih sering disebabkan oleh si pasien itu sendiri yang merasa enggan atau lebih cenderung mengabaikan gejala yang dirasakan.

Nah, dengan mengetahui apa saja hal dan tanda yang dapat dirasakan dari kondisi emboli paru, diharapkan si pasien tidak lagi mengabaikan kondisi kesehatannya. Dengan begini, pasien harus sedapat mungkin lebih dini untuk bisa memeriksakan kesehatannya pada dokter atau tim medis.

Pada umumnya, gejala dari emboli paru tidak terlalu jelas dan tidak semua gejalanya dapat dilihat dengan mudah. Selain itu, gejala awal dari emboli paru pada setiap orang dapat berbeda-beda, tergantung dari luasnya bagian paru yang terpengaruh, kondisi kesehatan si penderita, ukuran gumpalan darah dan khususnya kondisi jantung dan paru si pendeirta pada saat mengalami penyumbatan ini.

Gejala awal dari emboli paru yang dirasakan pada tahap trombosis adalah timbulnya rasa nyeri dibagian betis sehingga umumnya si penderita akan mengalami kesulitan untuk berjalan. Akan tetapi, gejala ini akan dapat menghilang dalam beberapa hari. Namun, selain beberapa gejala tersebut, adapula gejala lain yang akan dinampakan dari kondisi emboli paru, diantaranya adalah:

  • Batuk. Kondisi ini adalah salah satu gejala yang muncul ketika seseorang mengalami emboli paru. Batuk yang dirasakan bisa berupa batuk kering, atau batuk yang mengandung dahak atau bahkan batuk berdarah. Gejala ini, merupakan gejala umum sehingga anda akan dapat menarik diagnosis apabila anda mulai merasakan gejala lainnya.
  • Sakit dada atau punggung pada bagian atas. Kondisi ini akan dirasakan oleh si penderita. Rasa sakit yang dirasakan oleh si penderita akan berupa sakit yang tajam seperti tertusuk. Kondisi ini akan semakin memburuk bila anda berusaha menarik napas dengan lebih dalam, batuk, membungkukan tubuh atau bahkan pada saat makan. Sakit yang dirasakan pada umumnya akan lebih mirip dengan sakit jantung.
  • Sesak napas. Gejala yang satu ini akan dapat muncul secara tiba-tiba dan bisa jadi bertambah memburuk.
  • Pingsan
  • Pusing
  • Gelisah
  • Berkeringat secara berlebihan
  • Jantung berdetak lebih cepat dan berdebar-debar
  • Kulit ujung-ujung jari dan bibir membiru
  • Demam

Diatas adalah beberapa gejala emboli paru yang akan muncul dan dirasakan oleh seorang penderita. Akan tetapi, setelah bekuan darah tersebut mencapai kebagian paru-paru, maka gejalanya akan terlihat berbeda. Untuk mengetahui seperti apa saja gejala yang akan dirasakan pada kondisi bekuan darah yang telah mencapai ke bagian paru, kita simak dibawah ini.

  • Nyeri dibagian dada
  • Takikardia
  • Kulit basah
  • Sesak napas saat beristirahat
  • Semburat Kebiruan pada kaki
  • Cuping hidung
  • Hipotensi

Banyak kasus emboli paru yang akibatnya disebabkan oleh adanya gumpalan darah dibagian kaki yang terbawa sampai kebagian paru-paru, kondisi ini disebut dengan trombosis vena dalam (Deep Vein Thromboses). Untuk itulah, penderita emboli paru banyak menujukan gejala-gejala trombisis vena dalam, seperti halnya rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan dibagian salah satu kaki, umumnya nyeri ini akan lebih sering dirasakan dibagian betis.

Ketika anda mulai merasakan gejala-gejala yang mengarah pada kondisi emboli paru, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter, terutama bila kondisi menjadi lebih parah seperti halnya napas pendek, batuk mengeluarkan dahar, sakit dibagian dada, timbulnya darah pada saat batuk, juga rasa nyeri yang menyertai pembengkakan dibagian kaki. Perlu diketahui, kondisi emboli paru yang seperti ini, ancamannya bisa begitu berbahaya dan mengancam jiwa si penderitanya.

Penyebab Emboli Paru

Penyebab paling umum adanya emboli paru adalah penyumbatan pada pembuluh darah. Hampir semua gumpalan penyebab emboli terbentuk dibagian pembuluh vena kaki bagian dalam. Umumnya, jumlah gumpalan darah yang muncul bisa lebih dari pada satu bagian. Amat jarang terjadi emboli paru yang hanya diakibatkan oleh satu gumpalan saja. Beberapa material yang dapat menyumbat bagian arteri pulmonalis selain daripada gumpalan darah, diantaranya adalah adanya gelembung udara, lemak dari sumsum tulang panjang yang patah, air ketubah dan sel-sel tumor.

Sementara itu, faktor yang dapat memicu jenis gumpalan atau bekuan tersebut, diantaranya adalah:

  • Kelebihan berat badan
  • Cedera dibagian kaki
  • Serangan jantung dan stroke
  • Merokok
  • Kekurangan protein
  • Faktor pinggul atau tulang paha
  • Luka bakar
  • Cedera tulang belakang
  • Kehamilan dan persalinan
  • Hipertenti
  • Konsumsi Pil KB
  • Operasi yang baru saja dilakukan, terutama kanker paru-paru

Sebagai salah satu penyebab paling umum timbulnya penyumbatan arteri pulmonalis, gumpalan darah bisa muncul akibat adanya beberapa hal berikut:

  • Kondisi darah yang lebih mudah menggumpal. Kondisi inilah seringkali dipicu karena adanya kanker, gagal ginjal, sindrom antibodi antifosfolipid dan lain sebagainya.
  • Tubuh kurang aktif bergerak. Seseorang yang tidak menggerakan tubuhnya dalam waktu yang cukup lama akan membuat darah dalam tubuhnya cenderung lebih mudah menggumpal, terutama dibagian tubuh bawah, khusunya bagian bawah kaki. Kondisi inilah yang akan dapat meningkatkan resiko terbentuknya pembekuan darah. Untuk itulah, sebaiknya usahakan untuk dapat bergerak atau berolahraga guna menghindari kondisi adanya emboli paru yang akan sangat berbahaya.
  • Cedera pada bagian pembuluh darah. Pada pembuluh darah yang mengalami masalah atau kerusakan akan dapat mengecil dan menyempit atau dapat tersumbat. Kondisi ini akan dapat menyebabkan adanya gumpalan darah. Kondisi ini, pada umumnya lebih banyak diakibatkan karena adanya patah tulang, vaskulitis, cedera otot yang parah atau sebagai akibat dari konsumsi obat-obatan untuk kemoterapi.

Selain itu, bahaya yang perlu diwaspadai dari kondisi emboli paru adalah riwayat dan kondisi si pasien itu sendiri. Karena kondisi tersebut akan dapat meningkatkan resiko dari emboli paru yang dirasakan. Nah, untuk mengetahui kondisi apa saja yang akan dapat memperparah emboli paru, simak dibawah ini.

  • Pernah mengalami penggumpalan darah.
  • Memiliki keluarga yang pernah menderita emboli paru.
  • Kehamilan. Risiko mengalami emboli paru akan meningkat hingga enam pekan pasca melahirkan.
  • Menderita penyakit jantung atau kanker.
  • Merokok.
  • Berusia 60 tahun atau lebih.
  • Kelebihan berat badan atau menderita obesitas.

Diagnosa Emboli Paru

Diagnosis terhadap emboli paru, terkadang memang cukup sulit untuk dilakukan, hal ini dikarenakan kondisi ini pada umumnya memiliki gejala yang hampir mirip dengan penyakit lainnya, seperti penyakit jantung, asma, pneumonia dan serangan panik.

Akan tetapi, mendiagnosa penyakit emboli paru dengan cermat adalah hal yang penting, sebab proses pengobatan dari kondisi kesehatan ini tidaklah mudah dilakukan dan biasanya akan dapat menyebabkan efek samping. Untuk itulah, diagnosa tidak dapat dilakukan dengan sembarang, apalagi tidak pasir.

Emboli paru memiliki gejala yang berbeda-beda tiap penderita. Ada beberapa cara pengujian yang akan dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis penyakit emboli paru yang dirasakan, diantaranya adalah:

Tes Darah

Metode uji kesehatan ini dilakukan guna mencari unsur dalam darah yang disebut dengan D dimer. Unsur ini adalah protein dalam darah yang muncul setelah adanya gumpalah darah yang telah terurai. Bila unsur D dimer tinggi, maka terdapat gumpalan darah yang lepas dan beredar dalam pembuluh darah. Artinya, kondisi ini haruslah diwaspadai, sebab ada kemungkinan gumpalan darah menyumbat bagian arteri pulnamolis.

Analisa Gas Darah

Tes ini dilakukan guna mendeteksi kadar oksigen dalam pembuluh darah arteri secara tak terduga, yang mana tentunya kondisi ini merupakan bagian dari gejala emboli paru.

Pengobatan terhadap penyakit ini akan dilakukan oleh dokter dengan beberapa metode selain dari pemberian obat, pengobatan yang akan dilakukan biasanya berupa saringan pembuluh darah, operasi dan metode pengobatan lainnya.

Adapun tujuan dari pengobatan emboli paru adalah untuk mencegah terbentuknya gumpalan pada darah yang baru dan untuk menghindari gumpalan yang telah ada, agar tidak membesar dan menjadi lebih buruk.

Demikianlah penjelasan mengenai emboli paru. Yang terpenting dari kondisi ini adalah dengan mewaspadai gejala yang dirasakan. Agar demikian, pengobatan yang lebih dini akan bisa dilakukan.

Penyebab Nyeri Dada Sebelah Kanan, dari Infeksi Sampai Gangguan Sistem Pernapasan

Pernahkah anda mengalami sakit dibagian dada kanan yang tiba-tiba?

Ya, perasaan seperti terutusuk dan rasa sakit yang tak terduga seolah ada benda tajam yang ditancapkan dibagian tersebut, seringkali membuat kita tak tahan dengan rasa sakitnya.

Kondisi seperti ini biasanya akan beriringan dengan perasaan cemas dan khawatir yang akan secara otomatis membendungi benak anda. Dari sini, hati menjadi tak tenang dan beban pikiran rasanya bertambah. Ketakutan akan adanya penyakit serius dalam tubuh adalah hal paling menyeramkan yang anda bayangkan saat ini.

Memang wajar merasakan kekhawatiran ketika terjadi sesuatu yang salah dengan tubuh anda. Hal ini tentunya dimaksudkan sebagai tindakan waspada sebelum anda didiagnosa oleh dokter tentang kondisi yang lebih buruk.

Akan tetapi, jangan pula menjadi terlalu panik sampai semua perhatian orang lain terus-terusan tertuju menyimak keluhan anda akan sakit yang anda rasakan. Pasalnya, tidak semua penyebab rasa sakit dibagian dada kanan yang anda rasakan saat ini, merupakan pertanda atau ciri dari adanya gangguan kesehatan yang bisa membahayakan diri anda.

Namun demikian, tetap saja tak dapat dipungkiiri bahwa terkadang, rasa nyeri dibagian dada tesebut tak jarang menjadi pertanda adanya ganggaun serius yang terjadi dalam tubuh anda. Bahkan, ada pula sebagian menyatakan bahwa sakit dada dibagain kanan merupakan gejala dari timbulnya sakit jantung.

Kondisi ini tentu menakutkan dan tidak akan ada orang yang tenang setelah mendengar berita ini. Akan tetapi, secara medis, posisi jantung dalam tubuh letaknya dibagian kiri, bukanlah dibagian kanan. Nah, kondisi inilah yang mungkin membuat anda galau dan dilema mengenai kemungkinan sakit yang anda rasakan saat ini.

Rasa sakit yang dialami dada bagian kanan, gejala yang dinampakannya memang kerap kali mirip dengan gejala yang dirasakan pada orang yang menderita sakit jantung, yakni dengan perasaan nyeri yang muncul secara tiba-tiba dan bahkan sakitnya terasa begitu menusuk dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Kondisi inilah yang bukan hanya membawa kekhawatiran dibenak setiap orang, tak terkecuali orang yang ada disekitar si penderita. Akan tetapi, gejala yang dimunculkan dari sakit dada sebelah kanan inilah yang akan sangat menganggu aktivitas pada si penderitanya.

Bayangkan, ketika si penderita berada di luar rumah atau berada pada ruangan, dimana tidak ada orang didalamnya, kemudian gejala sakit dada sebelah kanan ini muncul, maka tentu saja si penderita akan merasa kewalahan menahan rasa sakitnya. Belum lagi, pertolongan pertama pada gejala yang dirasakan tidak akan mampu dilakukannya seorang diri jika mengingat sakit yang dirasakan cukup dahsyat dampaknya.

Untuk itulah, pada artikel kali ini kita akan kenali dan pahami apa saja sih penyebab sakit dibagian dada sebelah kanan yang bisa menimbulkan perasaan sakit yang cukup dahsyat itu. Nah, dengan mengetahui penyebabnya, maka diharapkan si penderita akan dapat menghindari sumbernya. Simak dibawah ini.

1. Adanya Gangguan Kandung Empedu

Penyebab pertama yang bisa mengakibatkan anda merasakan sakit dada dibagian sebelah kanan adalah karena adanya gangguan kandung empedu. Umumnya, gangguan ini akan dapat terjadi bila anda terlalu banyak mengkonsumsi makanan mengandung lemak tinggi atau ketika bagian batu empedu tertahan pada saluran empedu.

penyebab sakit dada sebelah kanan

Nah, gangguan inilah yang akan dapat menyebabkan timbulnya rasa nyeri pada bagian dada sebelah kanan, yang mana kondisi ini tentunya akan sangat menganggu. Untuk itulah, sebaiknya segera bawa keluhan ini ke dokter agar penanganan yang lebih tepat bisa anda dapatkan.

2. Adanya Infeksi Akibat Virus

Timbulnya rasa sakit pada bagian dada sebelah kanan bisa juga dipicu, akibat adanya infeksi virus yang masuk kedalam tubuh. Misalkan beberapa virus yang dapat menginfeksi tubuh, diantaranya adalah virus yang dapat mengakibatkan pilek dan flu. Virus inilah yang terkadang dapat menimbulkan sakit dibagian dada sebelah kanan.

Kondisi sakit ini bahkan bisa anda rasakan sewaktu anda batuk atau sedang bernapas. Untuk mengatasi kondisi ini, maka anda harus menyembuhkan pilek dan flu yang dirasakan.

3. Adanya Peradangan Dibagian Pleura

Pleura merupakan sebuah jaringan yang terletak dibagian yang mengelilingi paru-paru. Apabila bagian ini mengalami gangguan, termasuk peradangan, maka terkadang kondisi ini akan dapat menyebabkan sakit dibagian dada sebelah kanan. Kondisi nyeri ini biasanya akan lebih kontras ketika anda batuk atau pada saat menarik napas.

4. Adanya Riwayat Cedera

Cedera adalah salah satu pemicu rasa sakit yang muncul dibagain dada. Bukan hanya bagain dada kanan saja, pada kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan rasa sakit dibagian dada sebelah kiri. Nah, untuk anda para atlet, bila anda tidak memiliki riwayat jantung, maka bisa jadi sakit dada yang anda alami adalah sebab dari cedera yang pernah anda rasakan. Akan tetapi, jika anda ingin mendapatkan diagnosa yang tepat, maka sebaiknya kunjugni dokter.

5. Adanya Peradangan Pada Bagian Hati

Timbulnya inflamasi atau peradangan dibagian hati pun akan dapat mengakibatkan timbulnya rasa sakit atau rasa nyeri pada bagian tertentu anggota tubuh anda, termasuk dibagian dada sebelah kanan. Nah, untuk mengetahui kondisi ini, sebaiknya kunjungi terlebih dahulu dokter, agar anda mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui riwayat kesehatan anda sebelumya.

Membedakan Sakit Dada Sebelah Kanan dan Adanya Serangan Jantung

Setelah mengetahui beberapa penyebab yang beragam yang dapat memicu sakit dibagian dada sebelah kanan, akan tetapi anda masih khawatir dengan kondisi anda, selain pergi ke dokter adalah anda perlu mengetahui cara membedakan gejala sakit dada sebelah kanan yang anda rasakan dan ancaman serangan jantung.

Sakit jantung sebenarnya mudah untuk dikenali tanpa harus menggunakan diagnosa dokter. Akan tetapi, ternyata nyeri dada tidak selalu diartikan sebagai pertanda sakit jantung. Terkadang, nyeri yang muncul dibagian dada bisa pula menandakan penyakit lainnya, seperti beberapa penyakit yang disebutkan diatas.

Untuk sakit jantung sendiri, boasanya nyeri yang dirasakan akan seolah terasa begitu berat dan membuat anda mengalami kesulitan untuk dapat bernapas dengan normal. Pada kondisi ini, dada akan terasa berat sewktu menarik napas, seolah-olah anda seperti dililit dengan menggunakan tali dan ditarik dengan begitu kencang. Pada saat yang bersamaan, perut akan terasa mual dan munculnya perasaan cemas. Tubuh pun, pada umumnya akan bereaksi dengan mengeluarkan keringat.

Tidak terhenti sampai dibagian dada saja, bila sakit dada mengindikasikan adanya penyakit jantung, biasanya nyeri yang dirasakan akan menjalar ke bagian leher, belakang perut, lengan bagian kiri, rahang sampai terasa hingga kebagian pundak.

Selain itu, ketika perasaan nyeri dibagian dada merupakan indikasi adanya penyakit jantung, biasanya jantung akan bedenyut dengan lebih cepat dan lebih hebat. Serta dalam waktu yang bersamaan, kondisi ini akan membuat tubuh anda merasa lemas. Kondisi seperti ini umumnya, lebih banyak dirasakan pada penederita jantung setelah ia berolahraga, menyantap makanan besar atau bahkan saat dirinya tidak sedang beraktivitas.

Apa Itu Infeksi Paru-Paru? Gejala, Penyebab dan Penangannnya

Penyakit yang menyerang bagian sistem pernapasan, tentu menjadi hal yang menakutkan dan menjadi mimpi buruk untuk siapapun, tak terkecuali mereka yang telah terlanjur mengalami kondisi ini.

Betapa tidak, sama halnya dengan semua organ dalam tubuh lainnya, ketika bagian ini mengalami masalah atau kendala, maka tentu saja yang terjadi dengan tubuh adalah perubahan fisik yang akan berpengaruh pada kegiatan atau aktivitas sehari-hari yang dijalannnya.

Sistem pernapasan adalah sistem dalam tubuh yang akan dapat menunjang kelancaran sewaktu kita menghirup dan menghembuskan napas. Bisa dibayangkan, ketika salah satu organ dari sistem ini mengalami masalah dan dampaknya membuat napas anda terhenti, apa yang akan terjadi dengan tubuh kita? Meskipun sebentar, dampaknya tetap saja fatal bahkan berujung kematian.

Untuk itulah, mengingat fungsinya yang sangat vital dalam kehidupan kita, maka rasanya sudah sepatutnya kita dapat menjaga dan memelihara anugerah besar yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan ini. Jangan sampai disia-disiakan, apalagi dirusak. Sebab ketika bagian sistem ini sudah mengalami masalah, maka akan fatal juga akibatnya.

Salah satunya, seperti penyakit infeksi paru. Panyakit yang menyerang bagian paru ini, tentu menjadi ancaman yang berbahaya. Seperti yang kita ketahui paru-paru manusia adalah organ yang bertanggung jawab untuk respirasi.

Respirasi ini berbeda dari bernapas. Pernapasan melibatkan tindakan mengirup oksigen dan menghembuskan karbon dioksida. Hal ini biasanya dilakukan lewat hidung. Respirasi di sisi lain merupakan sebuah proses yang memecah oksigen sehingga dapat digunakan oleh sel-sel dalam tubuh guna menghasilkan energi. Dengan demikianlah, fungsi paru-paru dalam tubuh manusia adalah untuk memproses oksigen.

Selain itu, bagian organ vital pada manusia ini rentan sekali terhinggapi dengan bakteri dan virus yang akan dapat membuatnya rentan terserang penyakit. Untuk itulah, bagian ini perlu dijaga dan dirawat.

Nah, untuk mengetahui seperti apa ancaman dan bahaya infeksi paru-paru yang bisa menyerang manusia. Mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Apa Itu Infeksi Paru-Paru?

Infeksi paru-paru adalah penyakit yang timbul akibat adanya peradangan dibagian paru. Kondisi ini umumnya, disebabkan oleh adanya mikroorganisme bakteri, parasit, jamur atau virus yang menyerang bagia tersebut. Ada banyak jenis penyakit infeksi pada bagian paru-paru, seperti halnya pneumonia (paru-paru basah), TBC, bronkitis dan lain sebagainya.

Penyakit infeksi pada bagian paru ini dampaknya akan sangat bahaya dan kondisinya akan semakin memburuk bila si penderita tidak segera mendapatkan pertolongan atau penanganan medis.

Adapun istilah lain yang dikenal dari infeksi paru-paru adalah infeksi dibagian saluran pernapasan bagian bawah. Istilah ini juga yang seringkali digunakan untuk merujuk pada kondisi pneumonia atau yang lebih dikenal dengan kondisi paru-paru basah.

Seseorang yang terkena infeksi paru akan memungkinkan si orang tersebut untuk merasa sangat lemah dan nampak begitu sakit. Pucat dan tak berdaya, seringkali nampak pada si penderita meskipun tidak ada aktivitas berarti yang menguras tenaga yang ia lakukan.

Sama halnya dengan penyakit pernapasan lainnya, penyakit yang satu ini pun pembagiannya dibagi kedalam dua kelompok, yakni infeksi paru yang kronis dan akut. Ketika dilakukan diagnosis terhadap penyakit ini, biasanya hasil yang muncul berupa penyakit bronkitis atau pneumonia.

Bronkitis ini paling sering disebabkan akibat adanya infeksi akibat serangan virus, meskipun sebagian juga bisa disebabkan oleh adanya paparan bakteri yang masuk kedalam tubuh dan mengendap dibagian paru.

Akan tetapi, disisi lain, pneumonia dapat pula tejadi akibat dipicu oleh beragai faktor seperti halnya lingkungan atau infeksi akibat adanya infeksi nosokomial (infeksi yang didapat dari rumah sakit). Kondisi penyakit yang satu ini erat katannya dengan sistem kekebalan tubuh.

Dengan artian lain, penyakit ini akan lebih rentan menyerang orang-orang yang mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti halnya anak-anak, wanita hamil dan juga manula. Seperti yang kita ketahui, sistem kekebalan pada anak-anak belumlah terbentuk sepenuhnya seperti pada orang dewasa. Sementara pada manula, sistem kekebalan mereka sudah mulai mengalami penurunan.

Untuk itulah, menghindarkan mereka dari ancaman penyakit ini adalah prioritas utama yang harus dilakukan. Selain itu, penting sekali menerapkan pola hidup sehat dan menjaga asupan makanan agar tubuh bisa memerangi segala ancaman penyakit akibat paparan virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh.

Mereka yang Rentan Terkena Resiko Penyakit Infeksi Paru-Paru

Adapun cara mikroorganisme tersebut bisa sampai kedalam paru-paru adalah dengan melalui inhalasi (penghirupan). Mekanismenya, adalah ketika seseorang menghirup mikroorganisme yang tercemar pada udara, kemudian masuk kedalam aliran darah. Kondisi ini akan tentu saja menginfeksi organ dalam tubuh dan mikroorganisme tersebut akan bermigrasi langsung kebagian paru-paru dengan perlahan.

Mereka yang rentan terhadap resiko penyakit infeksi paru-paru pada umumnya selain orang-orang yang memiliki masalah dengan kekebalan tubuh adalah mereka yang juga memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol, perokok aktif, penderita diabetes, penderita gagal jantung, pederita gangguan sistem kekebalan tubuh akibat konsumsi obat-obatan (seperti penderita kanker atau penerima cangkokan) dan gangguan kekebalan tubuh akibat penyakit HIV/AIDS.

Infeksi dibagian paru pun bisa terjadi pasca adanya pembedahan, terutama pembedahan yang terjadi dibagian perut atau cedera dibagian dada, akibat dari pendeknya bagian pernapasan, gangguan terhadap batuk dan lendir yang tertahan dibagian saluran pernapasan. Pada kondisi ini, biasanya penyebab utamanya adalah pneumococcus , Staphylococcus aureus, dan Hemophilus influenzae atau gabungan dari ketiga penyebab ini.

infeksi paru paru

Sementara itu, infeksi paru-paru yang menyerang pada orang dewasa lebih sering diakibatkan karena adanya bakteri. Pada kasus ini, bakteri yang lebih sering menyebabkan kondisi ini adalah bakteri jenis Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Bakteri jenis ini adalah bakteri yang sama penyebab adanya pneumonia.

Infeksi yang terjadi dibagain paru-paru bisa dikelompokan berdasarkan dengan jumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah dipicu dari cara perolehannya. Dalam kasus ini, cara perolehan infeksi paru dibagi kedalam 2 kelompok, yakni diperoleh dari institusi luar kesehatan (community-acquired) dan diperoleh dari dalam institusi kesehatan atau rumah sakit (hospital-acquired).

Apa Saja Gejala Penyakit Infeksi Paru-Paru yang Perlu Diketahui?

Gejala Infeksi Paru Karena Virus

Beberapa gejala infeksi paru-paru yang disebabkan oleh adanya infeksi virus antara lain adalah demam ringan, pilek, sakit dibagian tenggorokan dan batuk. Gejala lain yang juga dilaporkan oleh pasien pada kondisi yang serupa diantaranya adalah kesulitan bernapas, dehidrasi dan juga mengi.

Pada kondisi yang lebih buruk, gejala lain yang akan juga menyertai si penderita adalah bibir yang terlihat sembab dan kebiruan, yang mana kondisi ini umumnya menandakan bahwa tubuh si penderita mengalami kondisi kekurangan oksigen.

Gejala Infeksi Paru Karena Bakteri

Infeksi jenis ini disebabkan oleh methicillin-resistant staphylococcus aureus (MRSA), yang mana bakteri jenis ini lebih resisten terhadap antibiotik. Kondisi ini cukup umum pada psien yang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Adapun gejala yang sering dinampakan pada kondisi ini adalah peradangan pada paru-paru. Di daerah yang terkena dampaknya, sel-sel lokal akan melepaskan histamin yang dapat menimbulkan adanya peradangan. Pada kondisi yang lebih lanjut, si penderita akan memproduksi lendir, meningkatkan alirah darahnya dan memicu pembenkakan.

Gejala lain yang juga dinampakan dari kasus ini adalah iritasi pada bagian kulit. Untuk mengatasi kondisi ini, sebaiknya berikan olesan krim pereda iritasi untuk mengurangi rasa perih atau sakit yang ditimbulkan.

Infeksi paru akibat bakteri MRSA akan dapat menyebabkan kulit menjadi memerah, kering, bengkak, iritasi dan terasa gatal. Bahkan pada beberapa orang, mereka mungkin saja menderita infeksi kulit, dimana jerawat seperti benjolan yang disertai dengan nanah mungkin akan muncul pada kulitnya. Perlu diketahui, kondisi ini akan dapat menular dari sentuhan kulit.

Seiring dengan munculnya gejala diatas, si penderita pun akan mengalami demam menggigil dan juga batuk. Selain itu, sesak napas, nyeri pada seluruh badan dan kelelahan akan pula dialami bila ternyata infeksi paru-paru yang dialami diakibatkan oleh adanya paparan virus. Bahkan dalam kasus yang lebih parah, seseorang dapat menderita infeksi pada bagian saluran kandung kemihnya.

Infeksi Paru Karena Adanya Jamur/ Candida

Infeksi paru-paru akibat adanya paparan jamur candida akan telihat dari gejala seperti orang yang terkena flu atau juga mirip pada gejala yang dinampakan pada pneumonia. Terkadang, terdapat pula lendir ketika si penderita batuk. Beberapa penderita juga dapat mengalami nyeri otot akibat infeksi candida. Seiring dengan gejala tersebut, akan juga muncul beberapa gejala lainnya seperti halnya sesak napas, pilek dan juga sakit dibagian kepala.

Gejala Lain dari Infeksi Paru

Tanda-tanda infeksi paru lainnya yang perlu diwaspadai adalah beberapa gejala umum yang nampak seperti gejala kesehatan lainnya, yakni sesak napas yang berlangsung dalam jangka waktu lama dan tidak kunjung sembuh, batuk produktif, batuk kering, demam, dan juga nyeri dibagian dada seperti yang menusuk.

Kapan Perlu Ke Dokter?

Pada dasarnya, pendiagnosaan sebuah penyakit tidaklah bisa dilakukan dengan memperkirakan atau menebak-nebak kondisi yang terjadi pada tubuh anda. Untuk itulah, ketika anda mengalami keluhan atau gangguan kesehatan pada tubuh anda, maka penting sekali untuk segera membawa kondisi ini ke dokter.

Melalui dokter, diagnosa yang tepat akan bisa didapatkan sehingga demikian, pengobatan yang aman pun akan bisa dilakukan dengan lebih cepat. Termasuk, ketika anda mengalami salah satu gejala infeksi paru diatas.

Apalagi ketika gejala diatas kondisinya mulai memburuk, seperti halnya demam tinggi, batuk berdahak yang berlangsug secara terus-menerus dan sesak napas yang tak lagi tertahankan, maka segera bawa kondisi tersebut ke dokter untuk mendapatkan perhatian khusus.

Nah, berikut ini adalah beberapa kondisi yang mengharuskan anda segera menemui dokter:

  • Memiliki penyakit lain atau sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Anak yang berusia kurang dari dua tahun Lansia di atas 65 tahun
  • Sedang menjalani kemoterapi atau pengobatan yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Beberapa kondisi diatas menunjukan penderita yang rawan terkena dampak lebih buruk resiko infeksi paru-paru. Untuk itulah, bawa segera pasien dengan keadaan tersebut untuk menemui dokter. Dengan begini, penanganan yang lebih intens akan bisa mereka dapatkan.

Sekali lagi, jangan pernah mengabaikan atau menganggap remeh kondisi dari gejala yang dirasakan. Segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mendeteksi segala macam ancaman penyakit yang terjadi dalam tubuh anda.

Pengobatan Medis yang Dilakukan Terhadap Bahaya Infeksi Paru-Paru

Pada umumnya, pengobatan ini akan dilakukan oleh tim medis setelah dilakukan pemeriksaan mengenai gejala yang dirasakan. Dengan demikian, anda tidak bisa gegabah mengkonsumsi atau melakukan metode pengobatan ini, tanpa sepengetahuan pihak medis. Sebab bila tidak, maka keselamatan anda adalah taruhannya.

Pemberian Antibiotik

Pengobatan ini biasanya diberikan untuk penyakit pneumonia akibat adanya paparan bakteri. Antibiotik yang diberikan biasanya akan mulai bekerja dalam merekan gejala yang dirasakan oleh si penderita setelah 3 hari. Akan tetapi, bila gejala terus berlanjut, maka segera kembali ke dokter untuk dilakukan evaluasi lebih dalam mengenai penyakit yang satu ini.

Pemberian Obat Antivirus

Pengobatan ini akan diberikan bila pneumonia atau infeksi paru yang dirasakan, penyebabnya dipicu karena adanya infeksi virus yang masuk kedalam tubuh. Pengobatan ini akan diberikan, terutama bagi mereka yang mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuhnya. Adapun masa kerja dari obat ini akan mulai terlihat setelah 1-3 minggu dikonsumsi.

Pemberian Obat Batuk

Pemberian obat batuk biasanya difungsikan bila dibagian paru terdapat tumpukan lendir yang susah dikeluarkan. Fungsi mengkonsumsi obat batuk adalah untuk mengencerkan lendir dan membantu mengeluarkan dahak atau darah.

Rawat Inap

Anjuran rawat inap biasanya diberikan bila kondisi si pasien sudah memberat dan pemberian obat-obatan diatas tidak lagi berfungsi, maka langkah selanjutnya adalah dengan memberikan rawat inap di rumah sakit.

Perawatan Dirumah Untuk Penderita Infeksi Paru

Berhenti Merokok

Kepulan asap rokok yang dihirup akan masuk kebagian paru-paru dan dapat mengiritasi bagian saluran pernapasan. Kondisi inilah yang akan dapat meningkatkan resiko yang lebih buruk terhadap infeksi paru-paru yang sedang diderita.

Dapatkan Istirahat yang Cukup

Tubuh yang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, tidak akan mampu mengganti energi yang hilang. Selain itu, kurang istirahat akan membuat anda merasa letih dan lesu. Yang mana kondisi ini tentu saja akan membuat resiko infeksi paru-paru yang dirasakan semakin memburuk. Untuk itulah, dapatkan waktu istirahat yang cukup, seperti halnya tidur.

Mandi dengan Menggunakan Air Hangat

Perendaman dalam air hangat akan membuat anda merasa lebih nyaman dan tubuh merasa lebih rileks. Selain itu, berendam dengan menggunakan air hangat akan membantu melegakan bagian pernapasan, terutama bila air rendaman yang anda gunakan dicampur dengan minyak kayu putih atau aroma therapy yang akan membuat anda lebih nyaman.

Bernapas Dalam

Melakukan serangkaian latihan dasar pernapasan akan dapat membantu meningkatkan aliran darah dalam tubuh anda, Dengan demikian, kondisi inipun akan seiring dengan mencegah infeksi dibagian paru-paru dan merelaksasi seluruh anggota tubuh menjadi lebih nyaman dan tenang.

Gunakan Kompres Hangat

Kompres hangat akan dapat membantu mengencerkan lendir yang kental didalam bagain saluran pernapasan. Untuk melakukan hal ini, anda bisa menyiapkan air hangat dan sebuah handuk, lalu tempelkan dibagian dada yang akan membuat anda merasa lebih nyaman.

Kurangi Aktivitas yang Menguras Tenaga

Beberapa aktivitas yang akan sangat menguras tenaga seperti mengerjakan pekerjaan rumah, berolah raga, mencuci, mengepel dan lain sebagainya akan membuat anda kelelahan dan membuat paru-paru anda dituntunt untuk bekerja ekstra. Untuk itulah selama dalam masa perawatan penyakit ini, sebaiknya hindari mengerjakan pekerjaan yang akan membuat anda kelelahan.

Demikianlah beberapa hal dan gambaran jelas mengenai penyakit infeksi paru-paru, semoga bermanfaat!

Macam-Macam Jenis Penyakit Paru yang Perlu Diwaspadai

Mengalami masalah dengan bagian sistem pernapasan, tentu menjadi hal yang sangat menakutkan.

Betapa tidak, sistem pernapasan adalah sebuah sistem inti dala organ tubuh kita yang akan memegang pernaan penting dalam kehidupan kita. Bayangkan, ketika anda tidak bisa bernapas meski satu menit saja, apa yang akan terjadi dengan anda? Jika bukan karena anda adalah seorang manusia super yang dibekali dengan kemampuan menahan napas yang lama, maka mungkin saat ini masa hidup anda sudah habis.

Ya, ketidak mampuan seseorang untuk bernapas lagi seringkali disebutkan bahwa orang tersebut telah meninggal dengan segala hal mendukung lain yakni berhentinya detak jantung. Untuk itulah, banyak orang yang akan dihantui dengan perasaan takut dan khawatir saat dirinya didiagnosa oleh dokter mengalami masalah dengan sistem pernapasannya.

Selain itu, rasanya segala gangguan yang terjadi dengan tubuh akan tentu saja menjadi kabar buruk dan akan menghantui siapa saja yang mengalaminya, termasuk mungkin kita semua pada saat ini.

Dengan demikian, mencegah segala ancaman penyakit adalah hal penting yang harus senantiasa dilakukan seseorang guna menjaga agar tubuhnya tetap sehat. Seperti yang kita ketahui, dengan tubuh yang sehat maka segala ancaman penyakit tidak akan bisa masuk dan menyerang.

Termasuk dengan berbagai penyakit paru. Macam-macam penyakit paru adalah salah satu jenis penyakit yang paling mematikan didunia yang mana dampaknya akan sangat membahayakan. Untuk itulah, bahaya penyakit ini perlu lah diwaspadai betul.

Apalagi, jenis penyakitnya amat beragam dan begitu pula dengan penyebabnya yang cukup bervariasi. Penyakit ini, tercatat sebagai salah satu penyakit paling mematikan didunia, bahkan ancamannya sampai ke seluruh dunia.

Sebagai salah satu organ sistem pernapasan pada manusia yang amat berperan penting dalam kehidupan. Maka penting sekali menjaga kesehatan organ bagian ini. Selain itu, paru-paru juga sekaligus sebagai salah satu organ pada sistem respirasi sekaligus erat hubungannya degan sistem peredaran darah pada bagian vertebrata ini berfungsi sebagai orga yang mampu menukarkan oksigen dan karbon dioksida yang terkandung pada darah. Untuk itulah, mengingat fungsinya yang amat penting, maka ketika macam-macam penyakit paru-paru menyerang seseorang, maka jelas sudah kehidupan orang tersebut akan terganggu.

Nah, untuk mengetahui berbagai jenis ancaman penyakit yang bisa mengancam bagian paru-paru, maka berikut ini kita akan simak seperti apa saja penyakit yang dapat menyerang organ vital yang kerap dihinggapi oleh berbagai penyakit ini.

macam penyakit paru

Kanker Paru-Paru

Penyakit paru-paru yang pertama adalah kanker paru-paru. Penyakit yang satu ini disebut-sebut merupakan penyebab kematian terbesar bila dibandingkan dengan penyakit paru lainnya. Pada kondisi lebih buruk, penyakit yang satu ini bisa beresiko kematian.

Penyakit yang satu ini memiliki gejala seperti menurunnya berat badan pada si penderita, batuk-batuk, napas yang terasa sesak, mudah lelah dan sakit dibagian dada. Untuk kenampakan gejala, tanda-tanda tersebut akan mulai terlihat dengan lebih jelas ketika kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh dan membesar.

Lalu, apakah penyebabnya? Salah satu penyebab paling umum dari serangan penyakit ini adalah paparan asap rokok. Untuk itulah, orang-orang yang memiliki kebiasaan merokok akan lebih cenderung berpotensi menaikan resiko terserang ini lebih besar dibandingkan orang-orang yang tidak merokok. Akan tetapi, bukan hanya perokok aktif saja yang beresiko terserang penyakit ini, perokok pasif pun rentan terkena serangan kanker paru-paru.

Adapun untuk mengatasi hal ini, maka untuk para perokok adalah dengan menghentikan kebiasaan merokoknya. Sementara untuk anda yang tidak merokok adalah dengan menghindari paparan asap rokok atau kenakan masker saat anda menghampiri area-area yang terdapat kepulan asap rokok.

Pneumonia

Penyakit yang kedua adalah pneumonia. Penyakit ini adalah salah satu jenis penyakit yang menular. Adapun penyebab dari penyakit ini adalah karena adanya infeksi akibat paparan virus, bakteri dan jamur. Umumnya, bakteri yang paling sering menyebabkan penyakit pneumonia terjadi pada seseorang adalah bakteri jenis Streptococus dan Mycoplasma pneumoniae yang dapat menyebabkan infeksi jaringan paru atau parenkim. Serupa dengan kanker paru, gejala yan sering muncul dari penyakit ini adalah sesak napas, demam dan batuk berdakak.

Umumnya, pengobatan yang dilakukan untuk menangani penyakit paru yang satu ini adalah berupa pemberian obat antibiotik berdasarkan dengan jenis penyebab dan tingkat keparahan dari penyakit ini. Akan tetapi, kondisi pneumonia yang semakin parah bisa juga dipengaruhi karena kesalahan memberikan jenis antibiotik yang kurang tepat.

Untuk itulah, berkonsulatasi dengan dokter mengenai gejala dan segala hal yang anda rasakan akan menjadi bahan pertimbangan dokter dalam menentukan pemberian obat selain dengan melakukan pemeriksaan lebih intens lainnya.

Efusi Pleura

Penyakit ini terjadi akibat adanya sejumlah cairan berlebih yang mengelilingi bagian paru-paru di bagian dalam membran yang berlapis ganda. Dua lapis membran paru-paru atau pleura dilumasi oleh sedikit cairan akan dapat memungkinkan si paru mengalami kenaikan ukuran atau mengembang dan berkontraksi dengan halus pada dinding dada. Infeksi seperti halnya pneumonia, tuberkolosis, gagal jantung dan juga kanker akan dapat menimbulkan penggumpaan cairan diantara bagian pleura. Jumlah pengendapan cairan ini bisa mencapai 3 liter yang mana sejumlah cairan ini akan dapat menekan bagian paru.

Emfisema

Penyakit yang satu ini merupakan jenis penyakit paru ostruktif kronik yang melibatkan adanya kerusakan pada kantung udara (alveoli) dibagian paru-paru. Kondisi ini akan dapat mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Untuk itulah ketika kondisi ini terjadi, maka yang terjadi dengan si pasien adalah sulitnya ia untuk bernapas. Selain itu, si penderita akan cenderung mengalami beberapa kondisi lain yang cukup mengkhawatirkan diantaranya adalah batuk kronis dan juga sesak napas.

Adapun penyebab paling umum dari penyakit yang satu ini adalah kebiasaan merokok. Untuk itu, bagi anda para perokok, maka sebaiknya hindari kebiasaan ini untuk mengurangi resiko terkena paparan penyakit berbahaya ini.

Silikosis

Silikosis adalah salah satu penyakit paru yang terjadi akibat lingkungan pekerjaan. Dalam kata lain, penyakit ini resikonya akan lebih besar pada penderita yang bekerja dalam lingkungan dimana terdapat sumber yang bisa membuat silikosis terjadi.

Penyakit ini merupakan suatu pneumokoniosis yang diakibatkan oleh inhalasi partikel-partikel kristal silika bebas. Adapun silika merupakan jeni bahan yang banyak digunakan dalam bahan baku bahan bangunan dan perusahaan kontruksi.

Dalam kasus ini, silika yang bentuknya padat, tidaklah berbahaya, sementara untuk silika dengan bentuk butiran debu bila terhisap dan masuk kedalam tubuh lalu mengendap dibagan saluran perpanasan, hal ini akan berakibat buruk untuk kesehatan.

Asma

Penyakit paru lainnya adalah asma. Penyakit yang satu ini mungkin sudah tidak lagi asing ditelinga, sebab penyakit ini sudah banyak diderita oleh banyak penderita. Di Indonesia sendiri, penyakit asma dikenal dengan penyakit sistem pernapasan yang sangat umum.

Penyakit asma terjadi karena akibat adanya peradangan dibagian paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas dan juga mengi secara berulang-ulang. Penyakit ini merupakan suatu kelainan paru yang paling banyak dan cukup bervariasi.

Adapun mekanisme terjadinya asma pada seseorang adalah ketika bagian saluran pernapasan mengalami penyempitan, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan yang terjadi dapat diperburuk apabila didalam saluran pernapasan terdapat lendir yang berlebihan. Kondisi penyakit ini pada umumnya lebih banyak menyerang anak-anak.

Itulah dia segelintir jenis penyakit paru yang perlu diwaspadai. Demikianlah, semoga artikel diatas bisa bermanfaat untuk anda dan kita semua.

Bahaya Pneumonia! Ketahui Gejala dan Cara Penanganannya

Pneumonia atau paru-paru basah adalah sebuah kondisi medis yang terjadi akibat timbulnya peradangan jaringan disalah satu atau kedua bagian paru-paru.

Hal ini terjadi akibat adanya infeksi virus, jamur, bakteri ataupun parasit kedalam tubuh melalui sistem pernapasan dimana pulmonary (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi "inflame" dan terisi oleh cairan.

Selain itu, penyebab lain yang juga bisa memicu adanya pneumonia dalam dalam tubuh adalah disebabkan oleh adanya iritasi kimia atau fisik dari paru-paru atau sebagai akibat dari adanya penyakit lain didalam tubuh yang mana pada umumnya, penyakit tersebut mengindikasikan adanya penyakit serius seperti halnya kanker paru-paru atau sebagai akibat dari terlalu seringnya mengkonsumsi alkohol. Akan tetapi, penyebab yang paling sering terjadi pada kebanyakan kasus pneumonia adalah adanya serangan bakteria dari jenis streptococcus pneumoniae, atau pneumokokus.

Penyakit paru-paru yang satu ini tidaklah boleh dianggap remeh atau mungkin disepelekan, hal ini dikarenakan dampak dari penyakit ini akan sangat berbahaya. Dan rasanya, bukanlah tindakan yang baik bila kita mengabaikan segala macam penyakit yang muncul dalam tubuh.

Sekecil apapun bentuknya, sebuah penyakit tetap saja adalah hal yang berbahaya bila dibiarkan begitu saja. Sebab hal ini akan dapat menjalar ke seluruh tubuh dan pada akhrinya terakumulasi menjadi penyakti berbahaya, yang mana tentunya akan membutuhkan lebih banyak biaya untuk anda dapat menyembuhkan penyakit ini.

Untuk itulah, sebelum gangguan kesehatan dalam tubuh anda berubah menjadi lebih buruk, maka sebaiknya atasi dengan segera. Penanganan yang lebih cepat akan dapat menghindarkan anda dari kemungkinan lebih buruk resiko penyakit ini.

Pneumonia merupakan penyakit yang amat serius dan cukup berbahaya. Perlu diketahui, penyakit yang satu ini adalah salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia. Ironisnya, resiko penyebab utama kematian ternyata diakibatkan oleh pemberian antibiotik yang tidak akurat atau tidak tepat.

Pada saat si pasien menderita pneumonia, kumpulan kantong-kantong udara yang berbentuk kecil yang terdapat dibagain ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi dengan cairan. Sebelum penyakit ini menyebar kedalam tubuh, umumnya, seorang penderita akan mulai mengalami gejala sebagai ciri yang menandai timbulnya penyakit ini. Gejala umum dari penyakit pneumonia ini bisa meliputi batuk, demam dan sulitnya bernapas.

Kasus Pneumonia di Indonesia

Penyakit yang menyerang bagian paru-paru ini digadang-gadang merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di dunia. Saking besarnya resiko dari bahaya penyakit ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyimpulkan terdapat sekitar 1,1 juta orang anak didunia yang nyawanya direnggut setiap harinya akibat dari penyakit ini.

Tanah air sendiri disebut-sebut menduduki peringkat ke 8 terbesar di dunia yang terkait dengan angka kematian anak-anak akibat penyakit pneumonia. Catatan data kesehatan pada tahun 2008 saja, menunjukan bahwa penyakit pembunuh ini telah merenggut jiwa anak-anak indonesia hingga 38.000.

bahaya pneumonia

Penyakit yang satu ini pada umumnya lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan potensi paling parah adalah dtemukan pada anak bayi dan balita terutama mereka yang berada dibawah usia 2 tahun. Akan tetapi demikian, bukan berarti orang dewasa tidak beresiko terserang dengan paparan penyakit yang satu ini. Hanya saja, kemungkinan serangan dari penyakit ini lebih beresiko menyerang manula (terutama, diatas usia 65 tahun).

Hal ini dikarenakan peyakit pneumonia erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dan manula adalah orang-orang yang mengalami masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang mana keduanya mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Selain itu, orang-orang dengan riwayat masalah kesehatan lainnya, seperti halnya penyakit paru-paru atau orang dengan kebiasaan merokok. Mereka akan cenderung memiliki resiko tinggi untuk memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Mencegah adalah hal yang lebih penting dan lebih bijak dilakukan untuk menghindari segala paparan penyakit yang masuk kedalam tubuh. Karena seyoganya, menjaga kesehatan adalah bagian yang penting dari segala aspek dalam kehidupan. Untuk itulah, mendeteksi gejala atau ciri sebuah penyakit adalah hal penting yang harus dengan teliti anda rasakan. Agar demikian, tujuannya adalah agar segala penyakit atau gangguan dalam tubuh bisa segera diketahui dan penanganan yang tepat bisa dilakukan.

Jika ada gejala pneumonia yang anda alami, maka segera konsultasikan dengan dokter karena mungkin saja anda akan membutuhkan pemeriksakan scan rontgen dibagian dada atau pemeriksaan lebih lanjut guna mendiagnosis tubuh anda. Nah, untuk mengetahui seperti apa saja gejala dari penyakit pneumonia yang akan dirasakan oleh si penderita, maka mari kita simak beberapa tanda dan gejala dibawah ini.

Gejala Pneumonia

Tanda dan gejala pneumonia pada umumnya bervariasi, mulai dari gejala yang ringan sampai gejala yang berat. Hal ini biasanya akan bergantung pada faktor-faktor yang menyebabkan sakit pneumonia bisa tejadi seperti halnya jenis kuman penyebab, usia penderita hingga kondisi kesehatan si pasien secara keseluruhan.

Pada umumnya, tanda dan gejala pneumonia yan ringan lebih sering mirip dengan flu atau yang lebih dikenal dengan common cold (sakit demam, batuk-ilek), namun bedanya gejala yang satu ini masa berlangsungnya begitu lama bahkan rasanya penyakit ini tak kunjung sembuh sehingga membuat si penderita dibuat tersiksa dengan kondisi seperti ini.

Adapu ciri dan gejala dari pneumonia yang umum diantaranya adalah:

  • Demam, berkeringat dan menggigil
  • Kelelahan dan nyeri otot Mual, muntah atau diare
  • Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket)
  • Sesak napas (nafas cepat)
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
  • Sakit kepala

Nah, melihat gejala yag dinampakan cenderung lebih mirip dengan gejala kesehatan lainnya, maka tidak heran akan sulit untuk mendeteksi gejala penyakit ini. Untuk itulah, penting sekali memeriksakan kesehatan ke dokter bila anda merasa ada gangguan atau kondisi yang salah dengan kesehatan anda.

Selain beberapa gejala diatas, ada pula beberapa gejala yang lebih spesifik yang dapat dirasakan oleh si pederita pneumonia.

Gejala Lain Penyakit Pneumonia

Mengalami Mual dan Muntah

Gejala penyakit pneumonia yang pertama adalah si penderita yang mulai megalami mual dan muntah setelah datangnya beberapa gejala umum diatas. Kondisi seperti ini umumnya terjadi pada siapa saja tanpa batasan usia. Gejala ini pada umumnya adalah tanda yang akan mencirikan bahwa terjadi gangguan yang salah dengan tubuh anda.

Untuk itulah, segera periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan anda yang sebenarnya. Selain itu, gejala ini bisa saja mengindikasikan penyakit lain dalam tubuh anda. Menjaga kesehatan adalah hal yang penting untuk menghindarkan anda dari ancaman penyakti yang dapat menyerang kapan saja dan dimana saja.

Hilangnya Nafsu Makan

Gejala ini, umumnya berkaitan dengan timbulnya gejala diatas yakni mual dan muntah. Dengan beberapa gejala diatas, maka nafsu makan anda malah akan semakin memburuk. Bila anda tidak memaksakan diri untuk menyantap makanan, maka kondisi ini malah akan membuat kesehatan anda semakin menurun. Selain itu, tidak adanya energi dalam tubuh akan membuat anda lemas dan tidak berdaya. Untuk itu, bila anda merasa mual ketika menyantap makanan, maka sebaiknya gantilah dengan konsumsi buah dan sayur yang segar.

Beberapa gejala diatasa adalah kondisi yang bisa merujuk pada gejala pneumonia yang dirasakan oleh seseorang. Untuk itulah, jeli mendeteksi gejala-gejala diatas dan segera mengkonsultasikannya ke dokter adalah hal yang penting yang harus senantiasa anda lakukan.

Penyebab Pneumonia

Ada cukup banyak kemungkinan seseorang menderita atau terserang dengan pneumonia. Hanya saja, faktor penybab paling utama da sering terjadi pada banyak kasus pneumonia diantaranya adalah karena adanya infeksi virus dan bakteri yang tercemar diudara dan terhirup hingga masuk kedalam bagian saluran pernapasan. Adapun pengelompokan jenis pneumonia pada umumnya lebih sering didasarkan pada jenis kuman penyebabnya sendiri dan dimana seseorang tersebut mendapatkannya. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab pneumonia berdasarkan klasifikasinya.

Community-acquired pneumonia

Pneumonia komunitas ini adalah jenis pneumonia yang paling banyak ditemukan. Jenis penyebab pneumonia ini, lebih banyak ditemukan di tengah-tengah masyarakat artinya diluar rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Adapun pneumonia jenis ini lebih banyak disebabkan akibat adanya:

Bakteri

Bakteri jenis streptococcus pneumoniae digadang-gadang merupakan penyebab paling sering untuk penyakit yang satu ini. Paparan dari bakteri ini bisa terjadi secara langsung dengan sendirinya atau setelah si pendeirta mengalami keluhan penyakit lain yang berkaitan seperti halnya flu dan batuk pilek sebagai komplikasinya. Sementara itu, paparan dari bakteri lain, seperti Mycoplasma pneumoniae, biasanya lebih sering menimbulkan gejala pneumonia yang lebih ringan dibandingkan dengan jenis lainnya.

Jamur

Jamur yang menyebabkan timbulnya pneumonia, biasanya lebih sering dijumpai pada kotoran burung atau ditemukan di tanah. Bakteri jenis ini merupakan penyebab pneumonia yang paling sering terjadi dibagain sistem kekebalan tubuh dan menyerang orang-orang dengan sistem imun yang lemah seperti halnya, manula, balita atau orang-orang dengan riwayat penyakit HIV/AIDS. Untuk itulah, sebaiknya berhati-hati dengan resiko paparan jamur jenis ini. Bila anda adalah orang sehat, sebaiknya hindari mengunjungi tempat-tempat yang terdapat paparan jamur ini. Selain itu, hindarkan pula balita dan manula menjamahi tempat-tempat beresiko seperti ini.

Virus

Paparan virus adalah salah satu penyebab yang paling sering menyerang, termasuk virus yang menyebabkan pilek dan flu. Perlu diketahui, virus merupakan penyebab pneumonia yang paling sering terjadi pada anak, terutama anak-anak dibawah usia 2 tahun.

Hospital-acquired Pneumonia

Penyebab pneumonia jenis ini adalah bersumber dari rumah sakit. Adapun penyebab paparannya disebabkan oleh adanya bakteri yang menginfeksi seseorang selama kurang lebih 48 jam ketika mereka dirawat dirumah sakit karena keluhan penyakit lainnya. Pneumonia jenis ini resikonya bisa lebih serius karena biasanya bakteri penyebabnya lebih kebal terhadap antibiotik dibandingkan dengan penyebab lainnya.

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia jenis ini dapat terjadi ketika seseorang menghirup makanan, minuman atau bahkan muntahann atau air liur yang masih kedalam paru-paru yang mengakibatkan bagian tersebut terendam dengan cairan.

Health care-acquired Pneumonia

Perawatan kesehatan pneumonis ini bisa terjadi akibat dari adanya indeksi bakteri yang terjadi pada orang-orang yang menempati fasilitas perawatan jangka panjang atau telah dirawat di klinik rawat jalan, termasuk didalamnya pusat-pusat dialisis ginjal.

Nah, diatas adalah beberapa faktor yang bisa memicu timbulnya pneumonia atau memperburuk penyakit pneumonia yang diderita oleh seseorang. Mengingat begitu banyaknya faktor yang bisa menyebabkan pneumonia timbul, maka rasanya akan lebih sulit untuk seseorang bisa menghindarinya dengan keseluruhan.

Akan tetapi, menerapkan pola hidup yang sehat adalah hal yang penting untuk menghindarkan diri dari segala ancaman dan paparan penyakit. Selain itu, pengobatan pneumonia pada umumnya akan dilakukan dengan pemberian antibiotik dari dokter.

Nah, obat antibiotik inilah yang dianjurkan perlu untuk dihabiskan. Jangan menghentikan pengobatan hanya karena anda merasa lebih baik. Terus konsumsi obat sampai habis agar nantinya kuman tidak kebal dengan zat pada obat.

Selain itu, menghentikan kebiasaan buruk merokok untuk para perokok pun adalah hal yang baik untuk menghindarkan diri dari serangan pneumonia karena rokok akan dapat merusak paru-paru dan mempertinggi resiko infeksi. Adapun vaskin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) dan vaksin influenza akan sangat dianjurkan bagi orang yang beresiko terkena pneumonia.

Penanganan dan Pengobatan Pneumonia

Pengobatan untuk penyakit pneumonia pada umumnya akan bergantung pada jenis pneumonia dan penyebab serta tingkat keparah dari si penyakit itu sendiri, sehingga ada pula penderita yang hanya memerlukan penanganan rawat jalan juga mengobati sakit pneumonia yang dirasakannya, namun beberapa bahkan ada yang membutuhkan perawatan insentif di rumah sakit atau ruang medis lainnya.

Untuk pneumonia yang ringan, umumnya kondisi ini akan dapat ditangani dengan pemberian antiobiotik yang diberikan sesuai dengan resep dari dokter. Selain itu, kerja sama antara tim perawat medis dan pasien si penderita pun perlu dijalin dengan baik. Selain pengobatan yang diberikan oleh tim medis, pasien perlu memperhatikan kondisinya dengan mendapatkan istirahat yang cukup dan banyak mengkonsumsi air putih. Tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit, orang yang tidak memiiki riwayat penyakit lainnya, biasanya akan dapat sembuh dan pulih seperti sediakala.

Akan tetapi, bila si penderita mengidap pneumonia rupanya menderita penyakit lain, biasanya kondisinya akan cenderung menjadi lebih parah dan membutuhkan perawtaan yang intens di rumah sakit.

Usia dan kondisi kesehatan si pasien pun bisa menjadi faktor yang akan mempengaruhi resiko komplikasi berat akibat pneumonia. Adapun beberapa komplikasi lain yang akan dapat berakibat fatal pada kondisi ini diantaranya adalah infeksi atau bakteri yang tersebar dalam darah (septikemia) dan abses (pengumpulan nanah) yang terjadi dibagian paru-paru.

Untuk pneumonia yang penyebabnya dikarenakan adanya infeksi virus maka pengobatan yang akan dilakukan oleh dokter biasanya akan mirip dengan pengobatan pada penderita flu. Hanya saja, pada kondisi ini pengobatan akan lebih ditekankan pada istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu memulihkan kondisi si pasien pada keadaan yang lebih baik.

Sedangkan, untuk pengobatan pneumonia yang diakibatkan oleh jamur, pengobatan yang diberikan biasanya berupa pemberian anti jamur. Disamping itu, pemberian obat lain yang difungsikan untuk menahan nyeri dan pemberian obat untuk menekan batuk akan pula diberikan dalam dosis yang kecil. Karena batuk akan dapat membantu pemulihan pneumonia dengan lebih cepat. Karena prosesnya yang mengeluarkan mukosa atau dahak dari dalam paru sehingga mengungari cairan atau jumlah lendir didalamnya.

Penyakit Laringitis, Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Pernahkah anda mengalami sakit dibagian tenggorokan?

Apakah kira-kira diagnosa anda terhadap rasa nyeri yang terjadi dibagian tersebut? Terkadang banyak orang yang menganggap sepele sakit dibagian tenggorokan. Ada banyak alasan yang melatar belakangi kondisi seperti ini terjadi.

Sakit dibagian tenggorokan seringkali muncul sebagai gejala yang menyertai timbulnya batuk atau pilek pada tubuh. Inilah yang menjadi salah satu alasan banyak orang yang menganggap remeh rasa nyeri dibagian tenggorokan.

Padahal tidak demikian, sakit atau nyeri dibagian tenggorokan bisa disebabkan oleh banyak hal dan banyak penyebab. Selain disebabkan oleh gejala yang muncul akibat akan adanya sakit flu atau batuk, sakit dibagian tenggorokan pun bisa menjadi indikasi penyakit lainnya. Untuk itulah, tidak bijak rasanya mengabaikan gangguan kesehatan yang terjadi dalam tubuh anda karena anda merasa penyakit tersebut sifatnya ringan.

Seberapapun dampaknya bagi kesehatan, mengabaikan sebuah penyakit yang terjadi dengan tubuh tentulah bukan sebuah tindakan yang dibenarkan. Anda perlu melakukan upaya untuk mengatasi sakit atau gangguan kesehatan yang anda alami saat ini. Sebab bila dibiarkan begitu saja, sakit ringan ini akan dapat menjalar dan dalam jangka waktu yang lama, bukan tidak mungkin penyakit ini akan terakumulasi menjadi penyakit ganas atau bahkan komplikasi dalam tubuh yang mana tentunya kondisi ini akan membuat anda harus mengeluarkan biaya yang lebih banyak untuk dapat mengobatinya.

Anda tentu tidak ingin bila kondisi seperti ini terjadi dengan tubuh anda bukan? Untuk itulah, segera konsultasikan bersama dengan dokter segala keluhan yang anda rasakan.

Termasuk halnya dengan sakit tenggorokan yang anda rasakan saat ini. Bisa jadi penyakit yang anda alami saat ini bukanlah bagian dari gejala batuk atau flu, melainkan adanya penyakit laringitis. Nah, untuk mengetahui lebih dalam dan lebih jauh mengenai penyakit laringitis, mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Penyakit Laringitis

Laringitis adalah sebuah kondisi medis yang ditandai dengan timbulnya peradangan dibagian laring (yakni bagian pita suara), yang mana kondisi ini akan dapat menyebabkan suara serak dan hilangnya suara. Kondisi inilah yang akan membuat si penderita seolah terdengar kepayahan saat ia akan berbicara atau pada saat ia akan berinteraksi dengan oranglain.

Adapun penyebab paling umum dari kondisi laringitis adalah karena menjadi bagian dari gejala flu tau pilek. Penyebab paling umum yang membuat si penderita bisa terserang dengan penyakit ini adalah adanya infeksi akibat virus dan penggunaan suara yang berlebihan. Seperti halnya yang terjadi dengan seorang musisi atau seseorang yang memiliki pekerjaan dengan menjual suara, misalkan instruktur, komandan dll.

Sementara itu, apabila laringitis disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, virus dan bakteri yang spesifik akan dapat menular dari satu penderita ke orang lain yang sehat. Akan tetapi, bila laringitis disebabkan oleh adanya kanker bagian laring atau penggunaan suara yang berlebihan, maka kondisi ini tidak akan menular.

penyakit laringitis

Gejala Laringitis

Dari timbulnya peradangan dibagian laring tersebut, akan pula ada dampak yang akan dirasakan oleh si penderita terhadap kesehatan tubuhnya. Beberapa dampak ini adalah gejala dari resiko penyakit laring, gejala yang akan dialami diantaranya adalah batuk-batuk, nyeri dibagian tenggorokan, kesulitan untuk berbicara, suara yang dikeluarkan menjadi serak dan parau atau bahkan pada kondisi yang lebih buruk si penderita sampai akan kehilangan suaranya sama sekali.

Sementara itu, pada penderita anak-anak dengan struktur saluran pernapasan yang kecil, salah satu gejala yang mungkin akan sering dirasakan diantaranya adalah sulitnya bernapas. Namun demikian, kondisi ini hanya terjadi pada beberapa kasus saja dan pada orang dewasa gejala yang serupa umumnya jarang sekali terjadi.

Gejala laringitis ini pada umumnya akan dapat pulih dalam waktu sekitar 1 minggu lamanya meski tanpa mendapatkan pengobatan atau perhatian khusus dari tim medis. Akan tetapi, gejala dari penyakit ini akan dapat muncul dengan tiba-tiba dan dapat terus memburuk selama 2 sampai 3 hari. Masalah sulit berbicara dan suara yang serak serta parau biasanya akan menjadi gejala dengan waktu berlangsung yang lebih lama dibandingkan dengan gejala laringitis lainnya.

Akan tetapi, bila si penderita mengalami gejala serupa lantas tidak kunjung sembuh hingga lebih dari 3 minggu, maka sebaiknya si penderita menemui dokter guna mengkonsultasikan kondisinya. Apalagi bila gejala yang dirasakan rupanya malah semakin parah, terutama bila kondisi ini sampai menyebabkan kesulitan bernapas, maka demikian bantuan tim medis haruslah segera didapatkan.

Untuk itulah, bila salah satu anggota keluarga anda mengalami gejala-gejala yang merujuk pada sakit tenggorokan parah seperti halnya kondisi laringitis, maka sebaiknya segera hubungi dokter agar penanganan yang lebih tepat akan dapat didapatkan dengan lebih cepat.

Sebenarnya, ada dua tipe laringitis yang bisa terjadi, yakni laringitis akut dan laringitis kronis. Untuk laringitis akut, masa berlangsungnya bisa beberapa hari, sementara untuk laringitis kronis masa berlangsungnya tipe laringitis ini bisa hingga lebih dari 3 minggu lamanya. Ini berarti, laringitis kronis dampaknya lebih parah dibandingkan dengan laringitis akut.

Namun demikian, kedua tipe penyakit ini haruslah kita waspadai betul dampaknya. Karena keduanya, memberikan dampak yang tidak nyaman terhadap tubuh, yang mana sebagian besar resikonya membuat aktivitas dan kegiatan sehari-hari anda menjadi terkendala atau terhalangi.

Penyebab Laringitis

Nah, mengingat dampaknya yang cukup merepotkan untuk tubuh, maka penting sekali mengenali penyakit yang satu ini hingga ke sumber-sumbernya. Dengan mengetahui penyebab laringitis ini, diharapkan kita dapat menghindari sumber penyakit yang satu ini sehingga setidaknya dampak dari penyakit ini akan bisa diminimalisir.

Infeksi akibat adanya virus adalah penyebab paling umum dari penyakit laringitis akut, sementara itu refluks asam merupakan penyebab yang paling sering dijumpai pada laringitis kronis. Dampak dari laringitis kronis lah yang menjadi kekhawatiran paling besar, sebab kondisi ini akan dapat menimbulkan adanya gangguan pada sistem pernapasan lainnya yakni pneumonia (infeksi dibagian paru).

Akan tetapi, selain virus berikut ini ada beberapa penyeab yang bisa mengakibatnya timbulnya radang atau inflamasi dibagian laring, diantaranya adalah:

Kerusakan Pada Bagian Pita Suara

Kondisi ini adalah salah satu pemicu adanya inflamasi dibagian laring, yang mana sebagian kondisi ini akan dapat menyebabkan bagian laring mengalami pembengkakan dan muncul ruam kemerahan dibagian tersebut.

Adapun kerusakan bagian pita suara ini pada umumnya disebabkan karena adanya percepatan vibrasi pada organ pita suara yang melebihi batas ketahanannya. Pada kondisi ini, si penderita pada umumnya seringkali berteriak terlalu keras atau bernyanyi dengan menggunakan suara yang tinggi.

Untuk itulah, tidak heran, kondisi laringitis adalah salah satu gangguan kesehatan yang banyak dirasakan oleh para musisi seperti penyanyi. Akan tetapi, selain itu, kerusakan bagian pita suara pun dapat terjadi sebagai akibat dari adanya batuk dengan masa berlangsungnya yang begitu lama dan trauma si penderita untuk melakukan aktivitas fisik atau trauma akibat adanya kecelakaan yang menimpa si penderita.

Adanya Infeksi Bakteri, Virus dan Jamur

Sebagaimana disampaikan diatas, virus utama yang dapat menyebabkan laringitis adalah virus flu dan pilek, dari golongan bakteri salah satunya adalah bakteri difteria dan jenis jamur yakni salah satunya adalah Candida. Perlu diketahui, jamur jenis Candida ini adalah jamur yang menyebabkan penyakit sariawan timbul pad aseseorang.

Infeksi jamur dan bakteri pada kasus laringitis sebenarnya jarang sekali terjadi dibandingkan dengan kasus laringitis akibat virus. Pada penderita laringitis akibat adanya infeksi jamur, kondisi ini lebih rentan dialami oleh penderita yang mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti halnya akibat efek samping dari konsumsi obat jenis asteroid, efek samping dari kemoterapi atau bahkan akibat adanya HIV/AIDS. Untuk penanganan laringitis jenis ini, maka sebaiknya si penderita menghubungi dokter atau tim medis lainnya, agar demikian pengobatan yang tepat bisa segera dilakukan.

Akibat dari Reaksi Alergi

Salah satu penyebab lain yang membuat laringitis terjadi adalah adanya reaksi tubuh terhadap paparan debu atau zat kimia lainnya. Kondisi seperti ini biasanya dikaitkan pada orang-orang yang memiliki riwayat alergi.

Naiknya Asam Lambung Kebagian Tenggorokan

Kondisi ini dikenal pula dengan sebutan refluks gastroesofageal (GERD). Pada kondisi ini, asam lambung pada si penderita akan naik ke permukaan hingga kebagian tenggorokan. Alhasil, iritasi dibagian laring yang cukup tinggi pada umumnya tidak akan dapat dihindari. Itulah mengapa asam lambung sering kali dikaitkan dengan penyakit tenggorokan.

Teriritasinya Bagian Laring dan Mengering

Kondisi seperti ini adalah penyebab atau hal yang dapat melatar belakangi adanya inflamasi dibagian laring. Kondisi seperti ini, biasanya merupakan akibat dari konsumsi minuman beralkohol atau kebiasaan merokok. Sama halnya pada kasus GERD, peluang terjadinya infeksi pada bagian laring akibat kondisi ini, kemungkinannya cukup tinggi.

Itulah dia beberapa penyebab atau hal yang dapat melatabelakangi bagian laring bisa mengalami inflamasi yang mana ketika kondisi tersebut terjadi maka laringtis adalah penyakit yang akan dialami oleh si penderita. Selain bakteri, virus dan jamur, penyebab lainnya seperti teriritasinya bagian laring akibat merokok dan konsumsi minuman beralkohol sebaiknya bisa dihindari. Beberapa kebiasaan buruk tersebut adalah salah satu penyumbang adanya gangguan kesehatan dalam tubuh termasuk penyakit laringitis.

Kami memahami bahwa kebiasaan tersebut tidak akan dapat dihilangkan dengan mudah. Untuk itulah, lakukan dengan perlahan atau bila perlu ikuti pertemuan komunitas dimana disana anda akan bisa berbagi cerita dan mencari solusi bagaimana menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Diagnosis Penyakit Laringitis

Dalam hal mendiagnosis laringitis, pada umumnya dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan mengenai gejala apa saja yang dirasakan oleh si penderita. Untuk itulah, pada pemeriksaan penyakit ini dokter akan lebih cenderung memberikan si penderita sejumlah pertanyaan guna mendeteksi gejala apa saja yang dirasakan. Gejala laringitis yang paling mudah untuk dideteksi antara lain adalah suara yang berubah menjadi parau dan serak atau bahkan suara yang tiba-tiba menghilang.

Pada umumnya, guna memastikan bahwa memang telah terjadi iritasi atau kerusakan dibagian pita suara, pada umumnya sebuah pemeriksaan akan dilakukan terhadap si pasien, pemeriksaan tersebut dinamakan dengan laringoskopi. Metode ini tentu saja, umumnya akan lebih sering dilakukan oleh dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT) dengan menggunakan endoskopi yang dimasukkan kedalam mulut si pasien atau melalui bagian hidung.

Endoskopi adalah sebuah alat khusus yang berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan lampu dibagian ujungnya. Fungsinya, tentu saja untuk mengetahui jika ada pembengkakan atau bagian lain yang tumbuh dibagian saluran pernapasan bagian atas ini.

Pada pemeriksaan ini, jika memang pita suara si pasien mengalami masalah dengan timbulnya peradangan, maka metode diagnosis berikutnya yang disebut dengan biopsi akan dapat dilakukan oleh dokter. Melalui, metode ini, dokter akan mengambil sampel jaringan pita suara guna dilakukan pemeriksaan dilaboratorim untuk mengetahui apa penyebab dasar timbulnya laringitis pada bagian laring pasien.

Lantas Bagaimana Pengobatan Terhadap Laringitis?

Melihat dampak dan gejala yang akan diberikan terhadap si penderita cukup beresiko dan berdampak tidak nyaman, apalagi untuk anda yang memiliki karier dengan suara sebagai modal anda, maka rasanya penting sekali untuk dapat mengetahui seperti apa pengobatan yang bisa dilakukan guna mengobatan laringitis.

Sebenarnya pada kebanyakan kasus inflamasi dibagan laring atau laringitis, penyakit ini umumnya akan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa si penderita harus mengkonsumsi obat-obatan selama kurang lebih 1 minggu lamanya. Adapun tujuan dari pengobatan pada dasarnya ditujukan untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi dampak dari gejala yang begitu mengganggu, seperti halnya nyeri. Kondisi nyeri inilah yang pada umumnya membuat sebagian besar si pasien tidak tahan dengan dampak yang dirasakan.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan guna mempercepat penyembuhan penyakit laringitis dan menurunkan gejala yang dirasakan.

  • Konsumsi banyak air putih guna mencegah dehidrasi. Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi adalah hal penting yang harus anda utamakan. Selain itu, hindari pula mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein atau alkohol, sebab beberapa minuman ini akan memperburuk inflamasi atau peradangan yang anda rasakan.
  • Apabila anda merasakan gejala yang nyeri dan sakit kepala yang cukup mengganggu, atau bahkan sampai demam, maka sebaiknya ambilah obat-obatan pereda rasa sakit seperti halnya ibuprofen atau parasetamol untuk mengurangi gejala menyiksa yang anda rasakan.
  • Guna mengurangi ketegangan dibagian pita suara yang mengalami peradangan dan mempercepat proses pemulihan agar lebih baik, maka sebaiknya hematlah pengeluaran suara anda dengan cara berbicara perlahan atau bila perlu usahakan untuk tidak berbicara terlebih dahulu sampai kondisi yang anda alami menjadi lebih baik.
  • Apabila bagian saluran pernapasan anda mengalami perasaan yang tidak nyaman, maka anda bisa melegakannya dengan menghirup inhaler yang mengandung menthol yang akan meredakan bagian ini dengan lebih baik. Dengan demikian, tidak ada salahnya jika anda membantu kondisi ini dengan mengkonsumsi permen mint atau berkumur dengan mengunakan air hangat bercampur garam guna melegakan tenggorokan dan membunuh kuman dalam mulut yang akan memperburuk kondisi inflamasi dibagian laring anda.
  • Hentikan pula kebiasaan merokok sebagai bagian dari penyebab adanya inflamasi dibagian laring.
  • Hindari paparan debu dengan cara kenakan masker atau hindari tempat-tempat atau sumber-sumber debu disekitar anda.
  • Nah, demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam rangka mengatasi dan mengobati laringitis yang dialami. Apabila hasil diagnosis ternyata menyatakan bahwa laringitis yang dialami didasari oleh kondisi tertentu, maka dokter akan memberika saran pengobatan guna menyembuhkan kondisi yang mendasari tersebut.

Penting sekali untuk selalu mewaspadai segala ancaman penyakit yang menyerang tubuh dengan berkonsultasi ke dokter bila anda merasakan gejala-gejala atau sesuatu yang asing dengan tubuh anda. Agar demikian, penanganan yang tepat akan bisa anda dapatkan dengan lebih cepat.

Kanker Tenggorokan, Penyebab dan Gejala

Mengenali segala hal yang terjadi dengan tubuh anda adalah hal yang penting dilakukan, sebab peyakit tidak pernah memilih kepada siapa ia akan hinggap dan kapan ia akan menyerang.

Untuk itulah, bila anda merasakan sesuatu hal terjadi dalam tubuh anda, maka sebaiknya jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter atau bahkan meremehkan gejalanya. Salah-salah, kondisi ini malah akan berkembang menjadi penyakit serius dan menjalar ke seluruh tubuh sehingga terakumulasi menjadi penyakti serius yang harus segera ditangani.

Penting diketahui, sebelum sebuah penyakit menjalar dna berkembang menjadi kondisi yang parah, maka sebaiknya tanggulangi dari sejak dini. Ketika penyakit tersebut menjalar menjadi parah, maka pengobatan yang diperlukan tentu akan lebih sulit dan membuat anda akan butuh biaya yang banyak untuk dapat mengobatinya.

Termasuk, salah satunya adalah gangguan yang terjadi dengan tenggorokan anda. Tak sedikit orang yang mengabaikan sakit atau nyeri yang timbul dibagian tenggorokan. Berbagai alasan pun dituai, mulai dari kurangnya waktu untuk mengkonsultasikan kesehatan dengan dokter atau bahkan sebagian menganggap sakit tenggorokan yang dirasakannya adalah bagian dari gejala pilek atau flu yang akan menyerang.

Namun demikian, tetap saja tidak bijak. Segala gangguan kondisi kesehatan yang terjadi dalam tubuh adala hal penting yang harus anda waspadai. Hal ini tentu saja dilakukan dalam rangka mencegah ancaman penyakit yang lebih buruk yang bisa saja masuk kedalam tubuh dengan tiba-tiba. Pada saat ini, anda mungkin bisa saja hanya mengalami sakit tenggorokan yang biasa, akan tetapi bila dibiarkan bisa saja penyakit tersebut memburuk dan rupanya kondisi tersebut merupakan indikasi dari adanya penyakit serius lainnya, yang mana tentunya bila dibiarkan begitu saja, maka penanganannya akan terlambat sehingga membuat si pasien mengalami kondisi yang sudah terlanjur parah.

Begitu pula sakit tenggorokan yang anda alami, nyeri yang dirasakan pada bagian ini bisa jadi indikasi bahwa adanya kanker yang menyerang bagian tenggorokan. Nah, untuk mengetahui lebih jauh seperti apa bahaya kanker tenggorokan, penyebab dan seperti apa gejalanya. Maka mari kita simak penjelasan letih detailnya dibawah ini.

Apa Itu Kanker Tenggorokan?

Gejala kanker tenggorokan amat perlu kita wasapadai, sebab pada dasarnya serangan penyakit ini tidak memandang ras, jenis kelamin atau bahkan usia. Akan tetapi, pada umumnya, penyakit kanker tenggorokan akan lebih cenderung beresiko untuk mereka yang memiliki kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol dan juga bagi mereka yang bekerja di SPBU akibat terlalu sering menghirup berbagai jenis BBM.

Bahaya dari resiko penyakit ini perlu menjadi hal yang patut kita waspadi. Pasalnya, di Indonesia sendiri, kasus kanker tenggorokan tercatat pernah menyerang anak di usia 12 tahun. Kondisi seperti ini seolah menjadi kekhawatiran yang besar di dunia kesehatan.

Nah, untuk itulah mengetahui dengan pasti seperti apa bahaya dari kanker tenggorokan adalah hal penting yang perlu diketahui guna menambah wawasan anda.

Kanker tenggorokan adalah tumor yang tumbuh dan berkembang dibagian tenggorokan, yakni disekitaran laring, faring atau dibagian tonsil. Sama halnya seperti kanker mulut dan lidah, sebagian besar kanker tenggorokan yang dialami oleh pasien memiliki jenis karsinoma sel skuamosa.

Sementara itu, bila dikelompokan berdasarkan lokasi atau bagian yang diserang oleh tumor ini, kanker jenis ini bisa dibagi menjadi beberapa jenis. Diantaranya adalah:

  • Kanker hipofaring (tenggorokan bagian bawah).
  • Kanker orofaring (tenggorokan bagian tengah, dibelakang lidah).
  • Kanker nasofaring (tenggorokan bagian atas di belakang hidung).
  • Kanker laring (pita suara).

Beberapa jenis kanker diatas adalah kondisi yang akan dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Dengan demikian, kita patut mewaspadai ancaman dari penyakit kanker yang satu ini. Untuk itulah, menjaga kesehatan tubuh dan menjalankan pola hidup yang sehat adalah hal penting yang harus senantiasa dilakukan demi menghindarkan tubuh dari ancaman segala penyakit, termasuk kanker dibagian tenggorokan.

kanker tenggorokan

Gejala-Gejala Kanker Tenggorokan

Sama halnya dengan penyakit lainnya, penyakit kanker tenggorokan tentu tidak datang dengan tiba-tiba. Selalu ada tanda atau gejala yang akan mengawali adanya penyakit ini dalam tubuh sebelum menyebar dan berkembang menjadi penyakit yang berbahaya yang memerlukan penanganan yang intens. Akan tetapi, pada umumnya keterlambatan diagnosa yang dialami oleh pasien lebih cenderung dipengaruhi oleh si pasien itu sendiri yang kurang jeli dalam mendeteksi adanya gangguan dalam tubuhnya atau seringnya meremehkan suatu kondisi kesehatan.

Sementara itu, untuk gejala dari penyakit kanker tenggorokan sendiri, pada umumnya bisa beragam dan tidak sama antara satu penderita dengan penderita lainnya. Beberapa indikasi yang pada umumnya dirasakan oleh si pasien, diantaranya adalah:

  • Sulit menelan.
  • Benjolan yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk kronis.
  • Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan, atau leher.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Perubahan suara.
  • Sakit tenggorokan.
  • Telinga yang sakit atau berdengung.

Gejala kanker tenggorokan pada umumnya lebih sulit untuk dideteksi. Hal ini dikarenakan gejala yang muncul dari penyakit ini lebih cenderung mirip dengan masalah kesehatan lainnya. Untuk itulah, penting sekali untuk kita mewaspadai dan memeriksakan kesehatan tubuh bila anda mulai merasakan gejala-gejala tertentu yang merujuk pada penyakit yang satu ini. Terutama bila, gejala tersebut tidak kunjung sembuh atau malah memburuk.

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Tenggorokan

Perlu diketahui bahawa setiap kanker terjadi akibat adanya mutasi pada sel-sel. Mutasi inilah yang dapat memicu pertumbuha sel yang tidak terkendali. Sama halnya pula yang terjadi dengan kanker tenggorokan.

Adapun penyebab yang melatar belakangi proses mutasi sel tersebut hingga sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diketahui berpotensi meningkatkan resiko seseorang terkena kanker tenggorokan, misalnya karena usia, kondisi medis dan pola hidup si pasien.

Dalam artian lain, kanker erat kaitannya dengan gaya hidup yang diterapkan oleh seseorang. Untuk itulah, menjaga pola hidup sehat adalah salah satu hal yang dapat dilakukan dalam rangka menghindari resiko serangan kanker, bukan hanya kanker tenggorokan, pola hidup sehat yang dijalankan oleh seseorang akan dapat menjaganya dari segala resiko serangan kanker lainnya.

Hanya saja, resiko kanker tenggorokan pada seorang penderita akan dapat bertambah seiring dengan laju usianya. Kanker ini pada umumnya lebih rentan terjadi pada orang yang berusia 60 tahun keatas. Dengan demikian, resiko serangan kanker yang satu ini lebih riskan pengaruhnya terhadap lansia. Namun demikian, orang dewasa pun bukan berarti terbebas dari serangan kanker yang satu ini.

Adapun kemungkinan munculnya kanker tenggorokan amat erat hubungannya dengan pola hidup yang kurang sehat seperti halnya:

  • Mengonsumsi minuman keras yang berlebihan.
  • Mengonsumsi tembakau, baik dalam bentuk rokok maupun kunyah.
  • Kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Demikianlah penjelasan mengenai kanker tenggorokan. Pada dasarnya menerapkan pola hidup sehat dan menjaga asupan makanan dengan tidak melewatkan konsumsi buah dan sayur adalah hal penting yang dapat dilakukan guna menghindari penyakit kanker yang satu ini.

Mengenal Penyakit Bronkupneumonia dan Bahayanya Untuk Si Buah Hati

Brokopneumonia adalah istilah medis yang digunakan untuk menyatakan inflamasi atau peradanagn yang terjadi dibagian bronkiolus dan jaringan pada paru serta bagian sekitarnya. Penyakit bronkopneumonia ini pun dapat disebut sebagai penyakit pneumonia lobularis sebab peradangan yang terjadi dibagian parenkim paru sifatnya terlokalisir pada bagian bronkuolus beserta dengan alveolus yang ada dibagian sekitarnya.

Penyakit yang satu ini merupakan bagian dari penyakit yang cukup serius dan seringkali menjadi salah satu penyebab kematian paling berbahaya. Ironisnya, faktor dan resiko irama dari kematian ini rupanya lebih banyak diakibatkan karena si penderita yang kurang sadar dengan kondisi kesehatannya atau dalam kata lain keterlambatan diagnosa seringkali disebabkan oleh kurang cepatnya respon si penderita terhadap gejala yang dinampakan.

Peradangan yang terjadi dibagian dinding bronkiolus ini, pada umumnya disebabkan oleh adanya infeksi dan dapat terjadi pada kedua bagian paru-paru secara tersebar.

Adapun peradangan yang dapat terjadi sifatnya bisa ringan ataupun berat tergantung pada penyebabnya. Kondisi ini biasanya diawali dengan bagian saluran pernapasan pada bagian atas yang mengalami infeksi sebelum akhirnya akan menjalar dan menyebar hingga ke bagian saluran pernapasan dibagian bawah.

Bronkopneumonia sering menyerang anak-anak dan balita, tergantung dari penyebab peradangan yang sifatnya ringan atau berat. Bronkopneumonia yang terjadi pada anak bisa jadi diakibatkan setelah adanya infeksi pada bagian saluran pernapasan dibagian atas yang menyebar kebagian bawah.

Penyakit bronkopneumonia yang terjadi pada anak-anak termasuk kedalam mortalitas anak balita yang utama yang terjadi di Indonesia.

Analisa kesehatan yang dilakukan oleh Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang dilakukan pada tahun 2001 telah melakukan prediksi angka kematian balita terhadap penyakit yang satu ini adalah sekitar 5 balita dari per 1000 balita dalam satu tahunnya.

Kondisi ini tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan. Angka statsistik data yang menunjukan penyebaran penyakit ini terhadap anak-anak adalah bukti bahwa bahaya dari penyakit ini adalah nyata.

Hal ini tentu menjadi kekhawatiran besar yang menghinggapi setiap benar orangtua. Betapa tidak, banyak orangtua yang mengkhawatirkan kondisi kesehatan buah hati mereka terutama anak-anak mereka yang masih begitu kecil. Untuk itulah, mengenali sedini mungkin segala macam gejala atau ciri sebuah penyakit adalah hal penting guna mendeteksi adanya gangguan kesehatan pada buah hati anda. Dengan demikian, penanganan yang tepat akan bisa diberikan dengan lebih cepat.

Nah, untuk mengetahui seperti apa gejala dari penyaki bronkopneumonia, mari kita simak dibawah ini.

bronkopneumonia pada anak

Mengenal Gejala Bronkopnuemonia

Gejala awal dari penyakit bronkopneumonia seringkali terjadi secara mendadak atau dengan perlahan. Bronkopneumonia ini seringkali diawali dengan beberapa gejala seperti halnya batuk berdahak, pilek, demam yang begitu tinggi, batuk dengan sputum produktim berwarna kekuningan, suara yang serak dan nyeri dibagian tenggorokan.

Pada tahapan yang lebih lanjut, demam akan bertambah tinggi dengan suhu tubuh yang meningkat, batuk yang dirasakan oleh akan pun akan bertambah hebat dengan keluarnya dahak yang kental dan berwarna kekuningan. Napas pada anak pun akan cendeung terlihat sesak dan seolah sulit dengan tarikan pada otot di daerah rusuk.

Sementara itu pada bronkopneumonia yang disebabkan oleh adanya virus, gejala yang akan dirasakan oleh si penderita akan lebih ringan dibandingkan beberapa gejala sebelumnya.

Pada bronkopneumonia kronis, kondisi ini akan dapat menganggu pertukaran udara dibagian paru-paru sehingga darah yang dialirkan ke seluruh tubuh akan mengalami kekurangan oksigen. Kondisi inilah yang akan dapat menyebabkan timbulnya berbagai gangguan organ dan terjadinya penurunan kesadaradan diri bahkan sampai beresiko kematian untuk si penderita.

Melihat dampak dan gejalanya yang cukup seirus, saat ini anda mungkin penasaran jenis penyebab apa yang bisa menyebabkan kondisi gangguan kesehatan ini terjadi. Dengan demikian, bila anda mengetahui penyebabnya, maka mungkin untuk dapat menghindarkan orang-orang yang anda sayang, termasuk si buah hati dari penyakit ini bisa anda lakukan dengan menghindari penyebabnya.

Lantas Seperti Apa Penyebab Bronkopneumonia?

Penyakit bronkopneumonia yang terjadi pada orang dewasa, termasuk yang terjadi pada anak-anak seringkali disebabkan oleh beberapa hal. Nah, untuk mengetahui apa saja penyebab atau pemicu penyakit bronkopneumonia, kita simak dibawah ini.

Adanya Virus

virus penyebab antara lain virus parainfluenza, influensa, RSV dan Cytomegalovirus.

Adanya Bakteri

Penyakit bronkopneumonia bisa disebabkan oleh adanya bakteri yang masuk kedalam sistem pernapasan, bakteri yang dapat menyebabkan kondisi tersebut terjadi bersifat gram positif seperti jenis bakteri yang dikenal dengan sebutan Steptococcus pneumonia S. aerous, Streptococcus pyogenesis, dan yang bersifat gram negatif seperti klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa Haemophilus influenza.

Adanya Protozoa

pada penyakit Pneumocystis carinii, penyakit ini biasanya mengenai anak – anak yang mempunyai gangguan yang nyata pada sistem kekebalan tubuh.

Adanya Jamur

jamur penyebab adalah jamur histoplasmosis yang dapat menyebar melalui sporanya yang terhirup manusia melalui udara.

Seorang anak yang baru saja terinfeksi oleh mikroorganisme penyebab bronkopneumonia tidak akan secara langsung dinyatakan menderita penyakit ini. Ada sejumlah faktor yang membuat meningkatkan infeksi tersebut berkembang dan berubah menjadi bronkopneumonia. Nah beberapa kondisi tersebut diantaranya adalah:

  • Jika anak mengalami Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA) berulang
  • Jika anak tidak mendapatkan Imunisasi yang memadai
  • Jika anak sering terpapar asap dan polusi udara
  • Jika anak mengalami malnutrisi atau kekurangan gizi terutama protein
  • Langkah Pengobatan Bronkopneumonia

Mengingat penyebab diatas dikarenakan oleh adanya mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh sehingga menyebabkan timbulnya bronkopneumonia, maka sepertinya akan sulit untuk menghindarkan seseorang, termasuk buah hati untuk dapat terhindar dari paparan mikroorganisme tersebut. Sebab anda mungkin tidak akan dapat selamanya menjaga diri anda dan orang-orang yang anda sayangi untuk tidak terpapar dengan bakteri ini.

Bronkopneumonia pada anak yang disebabkan oleh adanya virus pada umumnya akan dapat sembuh dengan sendirinya, kisaran waktu berlangsungnya pada umumnya hanya sekitar satu hingga dua minggu. Adapun pengobatan yang diberikan pada penyakit ini sifatnya hanya difungsikan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan.

Dengan demikian, beberapa gejala seperti demam tinggi, batuk berdahak pada anak diharapkan bisa diredakan dengan memberikan obat batuk dan obat demam. Sementara itu, untuk penyakit bronkopneumonia karena bakteri pada umumnya akan memerlukan pegobatan berupa konsumsi obat antibiotik. Untuk obat ini, si penderita termasuk anak-anak dianjurkan untuk dapat menghabiskan obat-obatan yang diberikan. Meski si penderita merasa sudah lebih baik sebelum obat habis, maka sebaiknya pengobatan terus dilanjutkan sampai resep obat antibiotik yang diberikan oleh dokter habis.

Pada penyakit bronkopneumonia dengan gejala yang ringan, pengobatan akan dapat dilakukan dengan rawat jalan, sementara pada bronkopneumonia dengan gejala yang berat, biasanya kondisi ini akan memerlukan perawatan inap dan penanganan medis yang cukup intens di rumah sakit.

Adapun pada umumnya, perawatan pada pasien yang menderita bronkopneumonia yang dilakukan di rumah sakit, antara lain berupa:

  • Pemberian terapi oksigen. Cara yang satu ini dilakukan bila gejala bronkopneumoia yang dirasakan adalah gejala-gejala yang berat. Pemberian asupan oksigen ini difungsikan untuk mencukupi kebutuhan oksigen dalam tubuh.
  • Pemberian terapi simptomatik. Obat-obatan simptomatik diperlukan untuk dapat meringankan gejala bronkopneumonia seperti halnya demam, dahak produktif, obstruksi saluran pernapasan dan batuk.
  • Pemberian terapi cairan. Cairan adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Perlu anda ketahui bahwa sebagian besar tubuh kita dipenuhi oleh cairan. Kekurangan cairan akan membuat anda mengalami gangguan kesehatan seperti dehidrasi. Untuk itulah, perawatan rumah sakit akan membuat si pasien dipastikan tidak mengalami kekurangan cairan. Untuk mencukupi kebutuhan dasar tubuh, cairan yang akan diberikan biasanya diberikan secara parenteral yakni dengan menggunakan infusan.
  • Pemberian obat antibiotik. Obat-obatan antibiotik biasanya akan diresepkan sesuai dengan mikroorganisme yang menyebkan bronkopneumonia terjadi. Biasanya, obat antibotik akan segera diberikan secara empiris. Apabia dilakukan test dan ternyata hasil pemeriksaan terhadap resitensi antiobiotik dan kultur terjadi, maka antibiotik empiris akan diganti dengan antibiotik yang lebih sensitif dalam memerangi bakteri.

Pemeriksaan Penunjang Bronkopneumonia

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penyakit bronkopneumonia dilakukan guna membantu menegakan diagnosa. Beberapa pemeriksaan tersebut diantaranya adalah :

  • Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung, biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini tidak rutin dilakukan karena sukar.
  • Ronten dibagian Dada (Rontgen Thorax). Adalah sebuah pemeriksaan yan dilakukan guna mengindentifikasi adanya distribusi struktural serta juga dapat dilakukan guna menyatakan adanya abses luas, penyebaran infiltrat, inflitrasi yang menyebar dan adanya empima (stapilococcus). Pada pemeriksaan pneumonia mikoplasma dengan menggunakan sinar x diagnosa yang ditemukan mungkin bersih. Namun pada foto rontgen thorax, bronkopnemonia akan terdapat bercak infiltrat pada satu atau beberapa bagian di lobus.
  • Analisa Gas Darah. Pada pemeriksaan darah jenis ini, pemeriksaan mengenai hasil yang tidak normal mungkin saja terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.
  • Pemeriksaan Fungsi Paru. Pada pemeriksaan ini akan didapatkan volume paru yang mungkin mengalami menurun (kongesti dan kolaps alveolar). Selain itu, tekanan jalan nafas mungkin akan mengalami peningkata dan komplain paru menurun, terjadi hipoksemia.

Demikian penjelasan secara menyeluruh mengenai penyakit bronkopneumonia. Semoga artikel diatas bisa bermafaat untuk anda dan kita semua.

Pola Mendengkur Saat Tidur, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika tidur bersama dengan anggota keluarga dalam sebuah acara besar kekeluargaan atau mungkin ketika anda tengah menginap bersama dengan teman kerja, kemudian secara tidak sengaja anda mendengar teman anda mendengkur atau mungkin secara tidak sadar anda sendiri yang mendengkur dan pagi hari seseorang mendegur anda atas dengkuran anda yang menganggu.

Hal ini tentu akan membuat anda berada dalam posisi yang canggung dan membuat anda sedikitnya malu dengan hal yang tidak anda sadari telah anda lakukan.

Ya, dengkuran ketika orang lain terlelap atau pada saat kita tengah asyik tidur, memang seringkali mengganggu. Ketika dilakukan oleh orang lain, tidur anda di malam hari akan berubah menjadi tidak nyaman dengan bunyi berisik dari dengkuran. Sementara bila hal ini dilakukan oleh anda sendiri secara tidak disadari, malah akan membuat anda di komplen dengan berbagai macam keluhan. Alhasil, anda sendiri akan dibuat malu dan dibuat canggung dengan keadaan ini.

Mendengkur memang tidak menyakiti orang lain atau tidak membuat anda yang merasakannya menjadi terluka, akan tetapi dampak dari dengkuran inilah yang pada umumnya seringkali menimbulkan situasi dan kondisi yang tidak nyaman sebab dampaknya bisa menganggu orang lain.

Untuk itulah, rasanya dengkuran yang sudah terbukti dampaknya dan keluahan orang lain atau anggota keluarga anda sendiri sudah mulai anda dengar, maka sebaiknya segera atasi dengkuran ini.

Bahkan ketika anda tidur dimalam hari bersama dengan pasangan. Kondisi mendengkur tak sedikit membuat beberapa pasangan seringkali dilanda masalah. Tak sedikit pasangan suami istri yang merasa tak nyaman bahkan ketakutan dengan suara dengkuran yang dikeluarkan oleh pasangannya. Alhasil, kondisi ini akan membuat mereka tak bisa tidur dan terus terjaga dimalam hari sehingga menjelang pagi hari, baru perasaan ngantuk akan hadir.

Waktu inilah dimana anda seharusnya terbangun dan bersiap untuk pagi hari, sementara perasaan ngantuk masih menyelimuti anda, maka yang terjadi adalah stres karena anda belum mendapatkan waktu istirahat yang cukup akibat dengkuran yang dikeluarkan oleh pasangan, sementara tugas anda di pagi hari menumpuk dan menunggu untuk diselesaikan.

Nah, dengan demikianlah, sudah tepat rasanya bila saat ini anda segera mencari solusi untuk mengatasi dengkuran yang anda alami atau dirasakan oleh orang lain.

Mendengkur tidak hanya mengganggu, tapi 75% dari orang yang mendengkur pada umumnya memiliki ancaman obstructive sleep apnea, yakni gangguan pernapasan pada saat tidur yang terjadi dalam jangka waktu yang pendek. Orang yang dapat meningkatkan resiko penyakit ini pada umumnya adalah orang yang menderita jantung.

Nah, selain beberapa hal diatas kita kenali lebih dalam seperti apa pola mendengkur yang sering terjadi pada saat tidur.

pola mendengkur

Kebiasaan Mendengkur

Kebiasaan tidur mendengkur atau yang lebih sering dikenal dengan istilah ngorok, seringkali menjadi hal yang akan dapat menganggu orang lain. Suara keras yang dikeluarkan pada sat tidur, membuat orang lain yang berada bersama dengan si pendengkur, menjadi sulit memejamkan mata dan mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Lantas sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mendengkur? Bagaimana mengatasinya? Pertanyaan inilah yang sekiranya saat ini banyak menghiasi benak anda dalam rangka ingin mengatasi kebiasaan mendengkur pada diri anda atau tak tahan dengan si pasangan sendiri yang sering mendengkur.

Kebiasaan mendengkur pada dasarnya mudah saja untuk disembuhkan dengan cara merubah gaya hidup anda saat ini. Sebab pada umumnya, kebiasaan mendengkur ini lebih sering dipengaruhi oleh berat badan yang berlebihan, kebiasaan merokok, dan konsumsi minuman beralkohol. Untuk mengatasi beberapa masalah ini, hal yang anda lakukan hanyalah dengan menghindari semua kebiasaan tersebut.

Adapun kebiasaan mendengkur yang terjadi seringkali terjadi karena proses metabolisme tubuh. Berdasarkan proses metabolisme tubuh, seseorang menarik dan mengeluarkan nafasnya melalui hidung sebanyak kurang lebih 28 ribu kali setiap harinya.

Kodisi ini dikarenakan adanya 5 sensor berupa syaraf yang langsung terhubung dengan bagian otak anda. Adapun fungsi dari setiap syaraf ini berbeda cara kerjanya, seperti halnya menyaring, menghangatkan, mengurangi kelembapan, membaui udara dan menambah kelembapan yang masuk kebagian saluran pernapasan.

Penyebab Kebiasaan Mendengkur

Nah, ketika seseorang mendengkur, udara yang masuk ke dalam hidung dan mulut menjadi terhalang sebab adanya penyempitan udara. Sehingga demikian, obstruksi jalannya udara tersebut akan membentuk bunyi yang keras, ketika jaringan dalam saluran udara tersebut bergetar maka akibatnya adalah udara akan masuk kedalamnya.

Pada umumnya faktor yang membuat jaringan saluran pernapasan ini bergetar akan dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti halnya masalah dibagian hidung, adanya radang amandel, kelebihan berat badan, faktor usia, sinus dan posisi tidur yang kurang tepat.

Umumnya, kondisi permasalah tidur mendengkur ini lebih cenderung banyak dialami oleh kaum pria, sebab distribusi kelebihan berat badan pada kaum pria menumpuk dibagian leher dan dada yang akan dapat membuat bagian saluran udara mengalami penyempitan.

Selain itu, penyebab lain yang membuat seseorang tidur dengan mendengkur adalah adanya hidung tersumbat. Pada kondisi ini, penyempitan udara dibagian saluran pernapasan pada umumnya disebabkan oleh adanya tumpukan lendir yang kental. Adapun cara mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan dilator hidung seperti halnya nasal strip atau jenis plester yang ditempelkan dibagian hidung.

Beberapa peralatan ini akan dapat membuat hidung merasa lega karena lendir yang menyumbat bagian hidung bisa dicairkan dan dikeluarkan. Selain itu, perangkat pernapasan mulut yang mendorong lidah dan rahang kedepan untuk meningkatkan aliran udara pun akan dapat anda gunakan.

Akan tetapi, bila anda hendak menggunakan beberapa obat-obatan diatas, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu bersama dokter. Beberapa pengobatan diatas bisa mungkin akan buruk dampaknya bila anda memiliki riwayat kesehatan lain dalam tubuh anda.

Cara Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

Nah, untuk dapat membantu anda mengatasi kebiasaan mendengkur, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan, mulai dengan pengobatan awal dan berkelanjutan sampai dengan pengobatan bila kebiasaan ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara yang awal. Berikut ini kami jelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Awal dan Berkelanjutan Untuk Mengatasi Kebiasaan Mendengkur

Pengobatan paling umum yang dinilai paling berhasil dalam menyembuhkan atau mengatasi kebiasaan mendengkur adalah dengan merubah gaya hidup dan menerapkan pola hidup yang sehat. Nah untuk dapat merubah gaya hidup, dibawah ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mendengkur.

Ubah Posisi Anda Saat Tidur

Berbaring dengan telentang akan membuat pangkal lidah dan langit-langit lunak pada bagian mulut menjadi turun ke dinding belakang tenggorokan anda. Kondisi inilah yang akan dapat menyebabkan suara bergetar pada saat anda atau si penderita tidur.

Nah untuk itulah, mengubah posisi tidur adalah solusi yang akan dapat menghindarkan anda dari kebiasaan mengeluarkan suara bising pada saat tidur. Cobalah untuk tidur dengan posisi menyamping agar ngorok bisa dihindari.

Jika pada saat tidur nantinya, rupanya anda secara tidak sengaja merubah posisi tidur anda menjadi telentang, maka mungkin anda memerlukan sesuatu yang bisa membuat anda tetap menjaga posisi tidur anda atau menghindarkan anda dari posisi tidur telentang.

Solusinya adalah dengan meletakan bola tenis ke bagian belakang punggung anda. Hal ini disebut-sebut ampuh untuk menghindarkan anda dari posisi tidur telentang. Dengan adanya bola tenis dibagian belakang punggung, maka akan secara otomatis menghalangi anda untuk bisa mendapatkan posisi yang nyaman pada saat tidur telentang. Dengan demikian, tubuh anda akan secara otomatis menghindari posisi tersebut.

Turunkan Berat Badan

Sebagaimana dibahas diatas, bahwa salah satu hal yang dapat memicu seseorang mengeluarkan suara berisik pada saat tidur adalah dipengaruhi oleh faktor berat badan yang berlebihan. Dengan demikian, tidak heran bila orang-orang dengan bobot tubuh yang tambun akan cenderung sering mengorok pada saat tidur.

Untuk itu, sebaiknya cobalah untuk menerapkan pola makan yang baik agar berat tubuh anda tidak terus-terusan mengalami kenaikan. Cobalah untuk melakukan olahraga yang akan dapat membakar lemak dalam tubuh sehingga tubuh anda bisa lebih proporsional.

Hindari Konsumsi Alkohol

Bukan hanya dapat menimbulkan kebiasan buruk seperti mendengkur, konsumsi alkohol tentu akan beresiko dengan tubuh anda. Alkohol dan konsumsi obat penenang akan dapat mengurangi istirahat pada otot-otot yang terdapat dibagian tenggorokan anda, sehingga demikian hal ini akan membuat kondisi mendengkur menjadi lebih parah.

Selain itu, konsumsi alkohol 4-5 jam sebelum tidur akan membuat bunyi ngorok atau mendengkur menjadi lebih keras. Untuk itu, sebaiknya hindari mengkonsumsi alkohol terutama dalam jumlah yang berlebihan dan konsumsi sebelum tidur. Sebab hal ini akan membuat kebiasaan mendengkur menjadi lebih parah.

Hentikan Kebiasaan Merokok

Kepulan asap rokok yang anda hirup malah akan semakin membuat bagian pernapasan mengalami penyempitan yang lebih parah. Dengan demikian, solusi terbaik untuk menghindari kebiasaan mendengkur adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok.

Langkah Pengobatan Bila Kondisi Mendengkur Malah Memburuk

Jika dengkuran anda malah semakin memburuk, meski beberapa hal diatas sudah anda lakukan, maka segeralah lakukan konsultasi dengan dokter. Dengan begini, dokter akan mengevaluasi apakah sesuatu terjadi dengan anda. Seperti halnya adanya sindrom resistensi saluran napas bagian atas atau adanya sleep apnea, yakni gangguan tidur yang dapat berpotensi serius, dimana pada kondisi ini anda akan berhenti bernapas secara berkala selama tidur.

Bila kondisi ini terjadi, dokter mungkin akan menyarankan pengobatan standar untuk mengatasi sleep apnea yang terjadi, namun pada umumnya pengobatan ini jarang dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mendengkur. Adapun pengobatan tersebut yakni CPAP (continuous positive airway pressure).

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mendengkur pada seseorang. Kebiasaan yang satu ini memang seringkali menganggu dan bila anda sendiri yang mengalaminya, kondisi ini akan membuat anda banyak dikomplen orang lain yang ada disekitar anda, termasuk mungkin pasangan anda sendiri. Untuk itulah, mengetahui beberapa cara untuk dapat mengatasi kebiasaan ini adalah hal yang penting yang akan dapat membantu anda untuk menyembuhkan atau memperbaiki kondisi ini.

Semoga cara diatas akan membantu anda atau orang sekitar anda yang memiliki kebiasaan mengeluarkan suara bising (mendengkur) pada saar tidur. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.  

Penyakit Faringitis (Sakit Tenggorokan), Gejala, Penyebab dan Cara Penanganannya

Sakit dibagian tenggorokan seringkali menjadi kondisi yang menganggu dan menyiksa.

Betapa tidak, kondisi ini akan tentu saja membuat si penderita menjadi kesulitan menjalankan aktivitas dan menganggunya ketika makan. Ketika kondisi ini menyerang seseorang, sudah bisa dipastikan apa yang akan terjadi dengan anda, kondisi ini akan tentu saja membuat aktivitas anda menjadi terganggu. Nyeri dan sakit dibagian tenggorokan akan membuat anda keuslitan menelan atau berbicara. Sehingga demikian, kondisi ini akan membuat anda memilih untuk tidak beraktivitas dan hanya berdiam diri dirumah berharap jika dengan beristirahat kondisi ini akan bisa membaik dan pulih.

Penyakit faringitis atau sakit tenggorokan seringkali dianggap remeh oleh sebagian orang. Penyakit ini dianggap sebagai itirasi ringan dibagian tenggorokan yang akan dapat sembuh dengan sendirinya. Dengan demikianlan, penyakit ini tak jarang didiamkan dan tidak dicari solusi tepat untuk segera menanganinya. Baru setelah di penderita mengalami kondisi yang lebih parah, mereka akan sadar dan membawa penyakitnya ini ke dokter untuk diobati.

Mengabaikan sebuah penyakit atau gangguan kesehatan yang terjadi dengan tubuh, tentu bukanlah tindakan yang bijak. Sebelum keluhan tersebut menyebar kebagian seluruh tubuh, maka penting untuk anda melakukan tindakan lebih dini untuk anda bisa mengatasi segala keluhan yang terjadi dengan tubuh, termasuk dengan penyakit faringitis atau sakit dibagian tenggorokan.

Nah, untuk mengetahui seperti apa penyakit faringitis atau sakit dibagian tenggorokan, maka mari kita simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Faringitis?

Faringitis adalah sebuah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan atau inflamasi dibagian faring (bagian ini terletak dibagia belakang dari tenggorokan), yang biasanya ketika bagian ini mengalami inflamasi efek yang akan dirasakan pada si penderita adalah perasaan nyeri sewaktu menelan. Kondisi inilah yang seringkali terjadi dan seringkali menunjukan gejala sakit tenggorokan.

Adapun pada umumnya, inflamasi yang terjadi dibagian ini disebabkan oleh adanya infeksi akibat bakteri atau virus seperti halnya yang terjadi pada kasus pilek. Kekebalan terhadap sakit tenggorokan baru terbentuk pada usia dewasa sehingga penyakit ini umumnya akan lebih banyak menyerang anak kecil dan remaja.

penyakit faringitis

Dengan demikian, pada umumnya sakit tenggorokan biasanya muncul sebagai bagian dari gejala penyakit pilek yang menyerang seseorang. Akan tetapi, pada gejala pilek, sakit tenggorokan ini akan dapat menghilang dengan sendirinya dihari pertama atau kedua setelah pilek datang.

Penyebab umum dari sakit tenggorokan atau faringitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza. Infeksi bakteri seperti alergi, radang tenggorokan atau refluks asam lambung yang dapat menyebabkan kondisi ini terjadi. Contohnya, sepert bakteri yang termasuk kedalam Streptococcus Grup A dan jenis bakteri lainnya yang konteksnya lebih jarang seperti bakteri arcanobacterium dan juga bakteri corynebacterium.

Kebanyakan orang yang menderita penyakit faringitis ini lebih sering terjadi pada saat suhu yang dingin atau musim hujan.

Penyakit ini seringkali menyebar dari anggota keluarga karena jangkauannya lebih dekat. Ketika anda mengalami faringitis dan berdekatan bersama dengan si buah hati atau suami anda, maka akan besar kemungkinannya jika mereka pun akan mengalami keluhan kesehatan yang sama dengan anda. Nah, untuk menghindari kondisi ini, maka sebaiknya jauhkan atau hindari kontak bersama dengan anggota keluarga yang lain.

Selain itu, peradangan yang terjadi dibagian daerah faring akan menyebabkan rasa sakit yang cukup panjang serta timbulnya gangguan lain yang berhubungan dengan organ pernapasan dan mulut.

Bahkan mungkin ketika kondisi ini terjadi, anda akan mengalami kesulitan atau masalah dengan makan atau mengunyah dengan benar, karena rasa sakit yang nyeri yang begitu tak tertahankan dibagian tersebut. Beberapa orang yang menderita faringitis bisa juga merasakan sakit atau nyeri yang parah dan terasa hingga kebagian tenggorokan dan juga telinga.

Gejala Faringitis

Untuk bisa mengenali sebuah penyakit, maka penting sekali untuk kita dapat mengetahui seperti apa gejala-gejala yang akan muncul sebelum penyakit ini berkembang dan menyebar dalam tubuh. Selain itu, bila si gejala ini sudah terlanjur anda rasakan, setidaknya penanganan yang lebih dini bisa dilakukan untuk mencegah kemungkinan terburuk dari penyakit yang satu ini.

Nah, berikut ini ada beberapa gejala dari penyakit faringitis yang perlu diketahui.

Gejala Faringitis Akibat Virus:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri otot
  • Batuk
  • Hidung beringus
  • Sakit kepala
  • Kelenjar yang membesar pada leher

Gejala Faringitis Akibat Bakteri:

  • Demam Tinggi
  • Tonsil/ amanedel yang membengkak

Pada pemeriksaan ini, faring umumnya berwarna merah. Tonsil palatum yang membesar dan terdapat tanda eritma dan mungkin memiliki eksudat yang berwarna putih.

Lantas Apa Saja Penyebab Faringitis?

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang mudah terkena dengan penyakit faringitis. Anak-anak yang masuk sekolah, pada umumnya lebih rentan terjangkit dengan penyakit yang satu ini karena tertular dari anak lain yang sedang mengidap penyakit influenza. Adapun beberapa penyebab penyakit yang satu ini lebih sering disebabkan oleh dua faktor yakni faktor penyebab yang umum dan faktor penyebab yang khusus (faktor penyebab yang jarang terjadi)

Nah, untuk mengetahui seperti apa saja faktor penyebab tersebut, mari simak dibawah ini.

Faktor Penyebab Umum Faringitis

Faktor penyebab paling umum yang seringkali ditemukan adalah karena adanya infeksi dari bakteri atau virus. Salah satu jenis virus yang seingkali menyebabkan timbulnya faringitis pada si penderita adalah virus influenza. Virus dari pilek dan flu ini dapat menyebabkan gangguan dibagian hidung, tenggorokan dan telinga. Pada umumnya, kondisi sakit ini akan lebih sering dijumpai pada anak-anak dan juga remaja. Adapun penyebab umum dari penyakit ini diantaranya adalah:

  • Orang yang sudah memiliki penyakit sinusitis.
  • Orang yang memiliki riwayat alergi terhadap debu, bulu binatang dan aroma yang menyengat.
  • Orang yang terkena paparan asap rokok dalam waktu lama.

Faktor Penyebab Khusus

Meskipun faringitis yang ringan penyebabnya lebih sering diakibatkan oleh adanya infeksi bakteri dan virus, akan tetapi pada beberapa penderita, mereka pun dapat terkena faringitis akibat adanya faktor yang lain. Nah, berikut ini beberapa jenis penyebab khusus yang dapat menimbulkan faringitis yang mana penyebab ini pada umumnya jarang sekali terjadi.

1. Adanya Tumor

Penyakit tumor yang muncul atau tumbuh dibagian lidah, tenggorokan atau pita suara akan dapat memicu timbulnya faringitis pada seseorang. Beberapa orang yang mengidap penyakit ini akan ditandai dengan rasa sakit yang parah, terutama saat mereka menelan makanan. Beberapa gejala lain yang akan muncul pada penderita tumor dibagian tersebut adalah hilangnya suara, pendarahaan air liur rasa nyeri yang timbul dibagian tersebut.

2. Infeksi Bakteri

Beberapa bakteri jenis streptococcus A, gonore, klamidia, dan corynebacterium adalah bakteri yang akan dapat menyebabkan timbulnya penyakit faringitis atau nyeri tenggorokan. Bila penyebabnya adalah salah satu jenis bakteri ini, maka mungkin si penderita akan membutuhkan perawatan yang khusus dengan mengkonsumsi antibiotik.

3. Pernapasan yang Tidak Benar

Sumber pernapasan dari mulut akan mungkin menyebabkan timbulnya faringitis. Kondisi ini pada umumnya akan lebih sering terjadi pada musim penghujan atau pada saat cuaca dingin menyerang. Sumbatan dibagian hidung akan dapat menyebabkan nyeri dibagian tenggorokan yang mana kondisi ini akan dapat memicu adanya faringitis.

4. Paparan Asap Rokok dan Polusi

Orang yang hidup di perkotaan atau seseorang dengan kebiasaan merokok pada umumnya akan cenderung lebih beresiko menderita faringitis. Hal ini dikarenakan paparan asap rokok dan polusi yang masuk kedalam sistem pernapasan akan memperparah gejala faringitis yang dirasakan. Bahkan resiko terparah dari penyakit faringitis akibat kepulan asap rokok bisa sampai kematian.

5. Adanya penyakit Lambung

Penyakit lambung yang tinggi yang membuat asam lambung tiba-tiba naik kebagian atas bisa memicu faringitis mudah timbul. Bila kondisi ini dibiarkan dan tidak segera dicari solusi untuk menanganinya, maka bukan tidak mungkin gejala asam lambung ini bisa berlanjut pada masalah faringitis yang cukup serius.

Nah, diatas adalah beberapa penyebab yang bisa melatar belakangi timbul atau munculnya faringitis pada seseorang. Mengingat kondisi dari faringitis atau resiko dari penyakit ini cukup mengganggu, maka penting sekali dilakukan usaha untuk setidaknya mengurangi saat gejala dari penyakit ini kambuh atau muncul sebelum anda berobat ke dokter, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala dari penyakit faringitis

Cara Mengurangi Gejala Faringitis

Meski penyakit ini dapat sembuh dengan mengkonsumsi obat-obatan, namun ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengurangi gejala tersebut, diantaranya adalah:

  • Hindari iritasi tenggorokan dengan tidak mengonsumsi minuman atau makanan yang terlalu panas.
  • Remaja dan orang dewasa dapat mengisap permen pereda tenggorokan.
  • Hindari merokok. Juga hindari lingkungan penuh asap.
  • Minum cukup air, terutama jika Anda sedang demam.
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk mengurangi radang tenggorokan.

Kapan Harus Ke Dokter?

Pada umumnya, penyakit faringitis ini akan dapat sembuh dalam 3-4 hari tanpa mengkonsumsi obat-obatan. Selain itu, anda pun dapat mengkonsumsi obat yang dijual bebas di toko obat atau apotek seperti halnya ibuprofen dan juga parasetamol, namun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu bila anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang disertai demam berhari-hari di atas 38 derajat Celcius, dan tidak dapat diredakan dengan obat-obatan.
  • Sakit tenggorokan yang tidak membaik setelah 2 minggu.
  • Beberapa kali sakit tenggorokan yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan pereda nyeri.

Pengobatan sakit tenggorokan pada umumnya akan dapat ditangani dengan menggunakan antibotik bila gejala yang terdeteksi diangap beresiko dan dapat menimbulkan infeksi yang lebih serius.

Cara Mencegah Faringitis

Mencegah tentunya menjadi hal yang lebih baik dibandingkan dengan mengobati. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk mencegah penyakit faringitis.

Berikan Perhatian Ekstra Pada Penderita

Bila anak atau suami anda dirumah menderita faringitis sebaiknya berikan perhatian ekstra dengan tidak mencampur peralatan atau perlengkapan makan mereka bersama yang lain agar si penderita tidak menularkan penyakitnya pada orang yang sehat.

Istirahat Dirumah Untuk Si Penderita

Bila buah hati anda menderita faringitis, sebaiknya minta mereka untuk beristirahat dirumah dan tidak pergi kesekolah.

Hindari Asap Rokok

Menghindari paparan asap rokok dan polusi adalah salah satu pencegahan yang baik dalam mencegah penyakit faringitis terjadi.

Itulah dia beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit faringitis. Semoga artikel diatas bisa bermanfaat untuk anda.

Sakit Menelan, Apa Sebabnya dan Bagaimana Mengatasinya?

Sakit dibagian tenggorokan saat menelan merupakan salah satu keluhan kesehatan yang rasanya hampir dirasakan oleh banyak manusia di segala usia.

Ketika kondisi ini menjangkiti anda, biasanya akan banyak keluhan lain yang menyerang anda, seperti halnya keluhan makan, berbicara dan lain sebagaianya.

Dari semua keluhan yang menyertainya, makan adalah salah satu keluhan yang menjadi masalah besar. Betapa tidak, sakit menelan seringkali membuat orang menjadi berhalangan saat makan, makan pun menjadi tidak enak. Perut yang lapar tidak bisa dipuaskan dengan baik jika kondisi sakit menelan menyerang. Nah, bila sudah begini, maka kesal dan bahkan stres akan menyerang anda.

Hal yang paling sering melatar belakangi kondisi sakit tenggorokan saat menelan adalah adanya radang tenggorokan, batuk pilek dan sejenisnya serta masih banyak penyebab lain yang belum anda ketahui.

Rasa sakit yang muncul dibagian tenggorokan biasanya disertai dengan kesulitan menelan atau bahkan adanya demam dan merasakan nyeri diseluruh bagian tuubhnya, bahkan sebagian ada pula yang merasakan benjolan yang muncul dibagian leher. Hal ini biasanya akan tergantung pada apa penyebab yang memicu sakit tenggorokan timbul dan menyerang seseorang.

Setiap kali anda makan, maka akan selalu melewati bagian tenggorokan, disinilah gangguan yang akan terjadi dengan makan bila bagian tenggorokan terasa sakit. Pada kondisi ini, makan akan terasa menjadi tidak enak dan akan secara otomatis membuat anda tidak bernafsu untuk menyantap makanan. Nah, kondisi seperti ini tentunya tidak bisa diabaikan atau dibiarkan begitu saja, karena mungkin bila terus-terusan demikian, anda akan menjadi lemas dan kurang gizi.

Untuk itulah penting sekali untuk anda bisa mencari solusi dari penyakit sakit menelan akibat sakit tenggorokan. Nah, sebelum mencari solusi penanganan sebuah penyakit, tentunya akan penting untuk anda mengetahui apa saja gejala dan seperti apa penyebab dari penyakit tersebut.

sakit menelan

Gejala Sakit Tenggorokan

untuk mengetahui sakit tenggorokan sebenarnya mudah saja, yakni ketika anda menelan akan timbul perasan tidak nyaman yang berbeda dari perasaan sebelumnya. Perasaan ini akan cenderung lebih mengarah pada rasa nyeri. Anda akan merasakan sakit yang cukup parah, terutama ketika anda menelan.

Selain itu, biasanya sakit ini bisa datang dengan mendadak, dimana saja dan kapan saja, bahkan ketika anda tidur dimalam hari atau pada saat bangun pagi hari ketika anda hendak minum atau saat sarapan. Pada kondisi yang lebih parah, sakit tenggorokan ini bukan hanya dapat dirasakan pada saat menelan saja, namun juga pada saat anda menelan ludah, rasa sakit ini akan mungkin anda rasakan. Gejala selanjutnya yang mungkin anda rasakan dari sakit tenggorokan adalah suara yang berubah menjadi serak.

Penyebab Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan yang menyebabkan perasaan sakit sewaktu menelan pada umumnya disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah bagian dari gejala awal timbulnya pilek. Akan tetapi, sakit tengogorokan jenis ini biasanya akan segera membaik dan meghilan setelah satu atau dua hari. Selain itu, ada banyak hal lain yang bisa menyebabkan sakit tenggorokan anda bisa terjadi.

Anda mungkin bertanya-tanya mungkinkah sakit tenggorokan anda saat ini adalah kondisi yang alami? ataukah sakit tenggorokan karena akan pilek, sakit tengorokan akibat kuman yang menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan nyeri (strep throat) atau mungkin karena adanya tonsilitis? Nah, untuk memastikan semua ini, maka penting sekali menentukan dengan pasti apa sebenarnya penyebab dari sakit tenggorokan anda silihat dari gejala yang mungkin anda alami.

Apakah Perbedaan Strep Throat, Tonsilitis dan Pilek?

Memang benar, sakit tenggorokan seringkali mengindikasikan gejala awal dari pilek. Namun, pada kondisi ini, tenggorokan biasanya akan dapat membaik atau sembuh hanya dalam hitungan hari. Gejala lainnya seperti hidung berair dan hidung tersumbat adalah beberapa gejala yang akan menyertai sakit tenggorokan.

Sementara strep throat adalah infeksi akibat adanya bakteri streptococcus, yakni penyebab lain dari sakit tenggorokan dan tonsilitis. Pada strep throat, sakit tenggorokan pada umumnya akan lebih parah dan masa berlangsungnya akan lebih lama.

Tonsilitis merupakan peradangan atau infeksi amandel yakni jaringan massa yang terletak dibagian belakang tenggorokan. Ketika bagian ini terkena infeksi atau peradangan, biasanya akan menimbulkan rasa sakit yang amat menganggu.

Sakit tenggorokan dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Adapun penyebab paling umum dari sakit tenggorokan adalah virus. Sakit tenggorokan karena virus seringkali disertai dengan gejala flu lainnya yang mungkin termasuk dengan hidung berlendir, batuk, mata merah, berair dan bersin. Selain itu, penyebab lain dari sakit tenggorokan termasuk merokok, paparan polusi, iritasi di udara, udara kering dan alergi.

Sementara itu Penyebab Lain Sakit Tenggorokan Saat Menelan Diantaranya Adalah

  • Iritasi tenggorokan, biasanya muncul setelah memakan makanan yang mudah mengiritasi seperti keripik, kerupuk, gorengan, dan sebagainya.
  • Flu atau batuk pilek (common cold), disertai dengan hidung tersumbat, bersin, ingusan, batuk, dan demam terkadang sakit kepala juga.
  • Pembesaran kelenjar getah bening (radang amandel, kelenjar adenoid) sering kali disertai dengan demam, sakit kepala dan nyeri otot.
  • Peradangan pada esofagus (disebabkan oleh refluks asam lambung) biasanya diserta dengan nyeri uluhati dan panas pada dada (heart burn).
  • Infeksi pada gigi dan gusi. Sakit menelan juga bisa disebabkan oleh masalah pada gigi dan gusi bagian belakang.
  • Sariawan di tenggorokan
  • Infeksi telinga, disertai dengan rasa sakit pada telinga, demam, atau keluar cairan dari telinga.

Nah, dari sekian banyak kemungkinan penyebab sakit tenggorokan ketika menelan bisa disebabkan oleh:

  • Batuk pilek (common cold)
  • Radang atau infeksi tenggorokan
  • Flu
  • GERD Iritasi
  • Batuk kronis
  • Radang amandel

Dengan demikian, langkah pertama yang penting dilakukan adalah dengan menentukan kondisi mana yang saat ini anda alami sehingga demikian sakit tenggorokan yang bisa sampai menimbulkan sakit saat menelan baik menelan ludah ataupun makanan bisa anda ketahui penyebabnya.

Selain itu, memperhatikan gejala lain yang mungkin menyertai sakit tersebut seperti halnya demam, sakit kepala, batuk kering atau berdahak, berkeringat, sakit kepala dan gejala-gejala lainnya bisa anda konsultasikan dengan dokter. Dengan demikian, dokter akan bisa lebih mudah mengetahui apa penyekit tenggorokan anda.

Lalu Bagaimana Mengatasi Sakit Tenggorokan Saat Menelan?

Pada dasarnya, pengobatan yang tepat pada sakit tenggorokan pada saat menelan akan bergantung pada penyebab dari rasa sakit tersebut. Mengingat rasa sakitnya yang akan cukup menganggu, maka perlu sekali ditemukan solusi atau cara untuk mengatasi kondisi sakit tenggorokan saat menelan ini. Karena betapapun, menahan rasa sakit dalam waktu yang lama tentu akan memuat anda tidak nyaman dan tidak mungkin rasanya jika anda menahan rasa lapar dengan waktu yang begitu lama sampai sakit tenggorokan anda bisa sembuh dengan sendirinya.

Nah, untuk itulah berikut ini beberapa hal yang bisa dilkukan untuk mengatasi sakit tenggorokan pada saat menelan.

Berkumur dengan Menggunakan Air Garam

Menurut beberapa penelitian yang dilakukan menunjukan jika berkumur dengan menggunakan air garam akan dapat mengurangi pembengkakan yang terjadi dibagian tenggorokan dan membunuh kuman yang berkembang dibagian mulut.

Selian itu, berkumur dengan menggunakan air garam pun dapat membantu menghilangkan lendir dan juga mengurangi munculnya iritasi dan bakteri. Untuk melakukan hal ini, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melarutkan sekitar 1 sendok teh garam dengan secangkir air hangat.

Nah, gunakan larutan ini untuk berkumur-kumur. Lakukan hal ini dengan rutin dan secara teratur. Cara terbaik untuk berkumur-kumur dengan larutan ini adalah pagi hari setelah bangun tidur dan malam hari saat hendak pergi ke kamar untuk tidur.

Konsumsi Air Putih yang Banyak

Konsumsi air putih dan cairan yang banyak akan menghindarkan anda dari dehidrasi. Dengan demikian, keadaan tubuh yang tetap terhidrasi adalah hal yang penting terutama ketika anda dalam keadaan sakit tenggorokan.

Selain itu, tubuh pun harus mendapatkan cairan dengan jumlah yang cukup supaya urin dapat terjaga dengan baik. Hal ini pun akan dapat membantu menjaga selaput lendir supaya tetap dalam keadaan yang lembab. Selain itu, kondisi tubuh yang terhidrasi akan membantu memerangi serta melawan bakteri atau iritasi yang terjadi seperti halnya adanya alergen dalam tubuh yang memicu timbulnya alergi.

Bukan hanya itu, mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh akan juga dapat difungsikan untuk melawan gejala sakit flu. Selain hanya mengkonsumsi air putih, anda pun bisa mengkonsumsi cairan dalam bentuk yang lain seperti minuman manis yakni jus buah atau teh.

Minum Teh

Konsumsi teh herbal di pagi hari akan membantu memberikan efek relaksasi ketika anda mengalami sakit tenggorokan. Teh non-herbal yang terbuat dari daun teh berwarna hitam, hijau atau putih akan membantu anda melawan infeksi dan juga dapat membantu meningkatkan sistem imun dalam tubuh sebab kandungan oksidan pada teh yang tinggi.

Selain itu, jika anda ingin membuat rasanya lebih lezat, maka tidak ada salahnya menambahkan madu kedalamnya kemudian diaduk hingga larut dan tercampur merata.

Berkonsultasi dengan Dokter

Ketika mengkonsultasikan kondisi ini bersama dengan dokter, dokter mungkin akan memberikan antibiotik untuk dapat mengobati infeksi dibagian tenggorokan, infeksi amandel, infeksi esofagus atau infeksi dalam mulut. Jalan yang satu ini tentunya akan lebih ampuh dan lebih cepat serta tepat dalam mengatasi sakit tenggorokan saat menelan dibandingkan dengan cara-cara lainnya. Namun demikian, bukan berarti cara-cara diatas tidak dapat bekerja dengan baik tubuh anda. Hanya saja, pengobatan diatas akan dapat bekerja lebih efektif jika anda melakukannya dengan rutin.

Demikianlah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit tenggorokan saat menelan. Jika anda sering mengalami sakit tenggorokan artinya sakit yang anda rasakan dibagian tenggorokan ini sifatnya seirng kambuh, bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh adanya tonsilitis kronis (sakit amandel).

Bila pemberian obat-obatan tidak ampuh meredakan sakit yang dirasakan, maka dokter pada umumnya akan melakukan operasi pengangkatan amandel.

Pada intinya, sakit tenggorokan saat menelan adalah kondisi kesehatan yang menganggu. Untuk itulah, ketika anda mulai merasakan gejala-gejala yang merujuk pada sakit yang satu ini, maka sebaiknya segera lakukan tindakan untuk menangani penyakit ini. Agar demikian, kemungkinan lebih buruk dari penyakit ini akan bisa dihindari.

Penyebab Hidung Tersumbat dan Cara Penangananya

Hidung tersumbat seringkali menjadi kondisi kesehatan yang menganggu.

Dan sepertinya hampir semua orang pernah mengalami keluhan kesehatan yang satu ini yang mana dampaknya beitu menganggu. Betapa tidak, hidung yang biasanya mampu mengembuskan napas dan menarik napas dengan begitu ringan dan tanpa kendala, kini kondisinya dibuat lebih sulit. Jangankan untuk bisa bernapas dengan baik, ketika kondisi hidung tersumbat datang, biasanya indera penciuman akan juga mengalami penurunan fungsi. Hal inilah yang akan membuat kondisinya semakin memburuk dan membuat kita kesulitan untuk bisa bernapas dan mencium sesuatu seperti biasanya.

Kondisi hidung tersumbat pada umumnya akan lebih buruk dampaknya ketika malam hari. Bukan hanya perasaan sulit bernapas, tidur pun akan menjadi terganggu. Pada akhirnya, dari masalah hidung tersumbat ini dampaknya akan beruntun dan menjadi rentetan masalah yang akan cukup menganggu.

Tidur yang terganggu tentu akan membuat anda tidak segar di pagi hari, selain itu ketika anda dihadapkan pada banyak kegiatan dan tugas yang menempuk, hal ini akan membuat anda tidak siap menghadapinya. Alhasil, ketika tanggung jawab dan kesibukan menuntut anda untuk bisa menyelesaikan semuanya, sementara pada waktu bersamaan kondisi anda sedang tidak fit akibat hidung tersumbat, maka yang terjadi dengan anda adalah stres dan frustasi.

Nah, mengingat dampaknya yang akan cukup menganggu dan merugikan, maka sudah semestinya kondisi gangguan kesehatan ini harus segera diatas dan dicari solusi untuk menanganinya. Jangan sampai, keluhan ini terus-menerus terjadi dengan tubuh anda dan membuat segala aktivitas anda terhalang.

Hidung tersumbat bisa terjadi pada salah satu rongga hidung (hidung tersumbat sebelah) atau bisa juga terjadi pada kedua-duanya. Nah, pada kondisi seperti ini, kami memahami bahwa dampak ini akan membuat anda tidak nyaman dan merasa terganggu. Untuk itulah, kali ini kita akan bahas mengenai penyebab hidung tersumbat, gejala yang menyertainya dan juga cara mengatasinya. Dengan demikian, hal ini diharapkan dapat membantu anda dalam mengatasi masalah gangguan kesehatan yang dampaknya cukup serius terhadap aktivitas sehari-hari anda ini.

Penyebab Hidung Tersumbat

Penyakit ringan adalah salah satu penyebab hidung tersumbat yang paling umum terjadi. Yang dimaksudkan dengan penyakit ringan itu sendiri disini diartikan sebagai beberapa penyakit diantaranya adalah flu, common cold atau infeki dibagain sinus.

Penyakit-penyakit diatas pada umumnya dapat menyebabkan hidung menjadi tersumbat karena menimbulkan peradangan pada lapisan rongga hidung dan sinus yang merupakan jaringan yang kaya akan pembuluh darah. Radang tersebut akan melebar dan menimbulkan pembengkakan sehingga pada akhirnya yang terjadi dengan tubuh anda adalah hidung tersumbat yang tak lagi bisa dihindarkan.

Menurut sebuah sumber dari National Institutes of Health, kondisi hidung tersumbat yang terjadi akibat beberapa penyakit ringan diatas sifatnya bisa sembuh dan akan dapat menghilang dengan sendirinya hanya dalam hitungan waktu satu minggu.

penyebab hidung tersumbat

Dengan demikian, penyakit ini rasanya tidak terlalu membutuhkan perawatan dokter atau ahli medis yang berarti. Cukup dengan memberikan pereda hidung tersumbat seperti memberikan minyak angin dibagian dada atau mendapatkan istirahat yang cukup.

Istirahat terbaik untuk meredakan gangguan kesehatan yang satu ini adalah dengan tidur. Akan tetapi, sulit rasanya untuk bisa mendapatkan tidur yang nyaman dan pulas pada kondisi hidung tersumbat seperti ini.

Untuk itulah, cara mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan memposisikan bantal lebih tinggi dari posisi dada anda. Dengan demikian, usahakan agar posisi kepala menengadah kebagian atas sehingga hidung tersumbat akan bisa dilegakan. Meskipun sifatnya hanya sementara, namun setidaknya sampai anda bisa mendapatkan waktu tidur yang cukup, cara yang satu ini akan cukup membantu.

Penyebab Penyakit Serius yang Memicu Hidung Tersumbat

Untuk hidung tersumbat yang masa berlangsungnya cukup lama, maka kemungkinan kondisi hidung tersumbat ini bisa disebabkan adanya kondisi yang lebih serius dalam tubuh anda. Untuk mengetahui kondisi apa saja yang bisa menyebabkan hidung tersumbat datang, simak beberapa hal dibawah ini.

  • Rinitis
  • Paparan zat kimia Iritasi hidung karena faktor lingkungan contohnya asap atau debu.
  • Polip hidung (hidung tersumbat hanya sebelah dan tidak berpindah-pindah)
  • Alergi Alergi serbuk sari
  • Sinusitis kronis (infeksi sinus yang berlangsung lama)
  • Sakit kepala cluster
  • Septum menyimpang (sekat hidung yang membatasi antara rongga kanan-kiri yang seharusnya tepat di tengah-tengah, malah menyimpang alias mengot ke kanan atau ke kiri).
  • Tumor (biasanya jinak, bukan kanker atau, massa yang dapat menyebabkan kemacetan jika mereka tumbuh di bagian hidung)
  • Benda Asing (paling sering pada anak-anak) dengan ciri-ciri hidung terus berair (ingus) berbau, biasanya hanya satu hidung.

Penyebab hidung tersumbat lainnya yang jarang terjadi adalah kehamilan. Adapun kondisi seperti ini pada umumnya sering terjadi adalah pada akhir trimester pertama periode kehamilan. Penyebabnya mungkin bisa dipicu karenya adalah fluktuasi hormonal dan peningkatan suplai darah yang terjadi selama kehamilan. Perubahan inilah yang dapat memepengaruhi membran dibagian hidung menjadi kering, berdarah atau bahkan meradang.

Bagaimana Cara Mengatasi Hidung Tersumbat?

Mengetahui dampaknya yang cukup menganggu dan merugikan, maka penting sekali untuk anda mengetahui bagaimana cara mengatasi hidung tersumbat ini. Nah, berikut ini kami sajikan untuk anda cara mengatasi hidung tersumbat yang menganggu.

Hiruplah Uap Panas

Kelembapan dan panas dari uap akan membantu meringankan peradangan yang terjadi dibagian hidung sehingga hidung tersumbat akan dapat diredakan. Dengan begini, napas akan terasa lebih lega dan lebih nyaman. Untuk melakukan hal ini anda bisa menjalankannya dengan menyiapkan air hangat dalam baskom kecil dan hirup uap yang keluar dengan menggunakan hidung. Bila perlu tambahkan aroma terapi kedalam air sehingga membuat uap yang keluar menjadi beraroma harum yang menenangkan. Dengan begini, hidung dan saluran pernapasan yang terhalang akan bisa dilegakan.

Kompres Dengan Air Hangat Pada Bagian Hidung

Cara yang satu ini bisa dilakukan dengan membasahi kain atau handuk dengan menggunakan air hangat, kemudian tempelkan dibagian batang hidung dan menyeluruh hingga kebagian depa pipi anda. Ketika melakukan hal ini sebaiknya baringkan tubuh anda dan lakukan dengan kepala menengadah kebagian atas agar demikian, hidung yang tersumbat bisa dilegakan dan manfaatnya bisa lebih cepat dirasakan. Ulang langkah ini secara berulang-ulang sampai hidung anda merasa lebih lega dan baikan.

Jangan Membuang Ingus Terlalu Keras

Seringkali ketika anda atau seseorang yang menderita pilek, mereka akan cenderung mengeluarkan ingus dengan sering dan keras. Mengeluarkan ingus dari dalam hidung memang adalah cara yang baik untuk menghilangkan penumpukan lendir dalam hidung. Akan tetapi, sebaiknya tidak memencet dan menghembuskannya degan terlalu keras.

Sebaliknya lakukanlah dengan perlahan dan lakukan dengan lembut. Mulai dari bagian satu dan bagian lainnya. Membuang ingus dengan terlalu kuat akan membuat lapisan pada hidung menjadi lebih meradang, alhasil bukannya meringankan, kondisi ini malam memperburuk kondisi penyumbatan pada hidung.

Menghirup Inhaler, Minyak Angin atau Balsem

Minyak angin, inhaler atau balsem rata-rata mengandung menthol, kamper dan eucalyptus yang mana kandungan ini dipercaya mampu membantu mengurangi hidung tersumbat. Untuk menggunakan bahan-bahan ini, penggunaannya cukup simpel yakni dengan langsung menuangkan minyak angin kebagian tangan dan hirup dengan menggunakan hidung, atau bila menggunakan inhaler lagsung dekatkan dibagian hidung dan hirup aroma mentholnya yang akan membuat anda merasa lebih tenang. Selain itu, olesi juga beberapa bagian pada tuubh anda seperti halnya leher dan tepat dibawah hidung. Rasakan aroma menthol ini yang akan membuat anda merasa lebih lega dan hidung tersumbat akan dapat diredakan.

Tidur dengan Posisi Setengah Duduk

Bila anda mengalami hidung tersumbat dan kondisinya menjadi semakin parah dibandingkan pada saat anda berbaring, maka cobalah untuk memposisikan kepala anda lebih tinggi. Caranya, gunakan bantal untuk menopang bagian kepala dan usahakan posisi ini lebih tinggi dibandingkan dengan posisi dada anda sehinga posisi anda terlihat seperti setengah duduk. Dengan begini, maka penumpukan aliran darah dibagian hidung akan bisa dikurangan sehingga akan dapat bekerja menghilangkan hidung tersumbat. Setidaknya beginilah menurut hukum gravitasi.

Redakan dengan Konsumsi Makanan Pedas

Bila hidung tersumbat anda ternyata disebabkan karena adanya penyumbatan ingus yang kental yang susah untuk dikeluarkan, maka cobalah untuk meredakan gejala ini dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang berasa agak pedas seperti halnya wedang jahe atau sup ayam hangat dnegan citarasa yang agak pedas.

Tahukah anda, rasa pedas yang anda konsumsi akan dapat merangsang pelendiran sehingga membuat ingus menjadi lebih encer dan akan lebih mudah untuk dikeluarkan. Dengan demikian, napas anda pun akan dapat terasa lebih lega.

Mengatasi Hidung Tersumbat Pada Bayi

Lain halnya dengan orang dewasa, kondisi hidung tersumbat pada bayi dampaknya tentu akan lebih bahaya dibandingkan pada orang dewasa. Jika hidung tersumbat yang terjadi adalah diakibatkan oleh ingus yang kental, maka orang dewasa mungkin akan bisa mengeluarkannya dengan jalan bersin atau dikeluarkan dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi seperti ini tentu berbeda dengan si bayi. Akan lebih sulit untuk mereka mendeteksi sesuatu terjadi dengan tubuhnya. Nah, untuk itu berikut ini kita pahami seperti apa cara mengatasi hidung tersumbat pada bayi.

Kenali Hidung Tersumbat Pada Bayi

Mengingat bayi masih belum bisa bernapas lewat mulutnya dengan optimal, maka hidung tersumbat yang menyerangnya mungkin akan menjadi kondisi yang serius, terutama selama periode menyusui. Adapun penyebab paling umum kondisi hidung tersumbat pada bayi adalah lendir atau ingus. Untuk itulah, disini orangtua harus mampu menemukan solusi yang efektif dan aman untuk mengeluarkan ingus yang tersumbat pada bayi.

Gunakan Tisu

Untuk membersihkan ingus pada bayi, anda bisa menggunakan tisu. Caranya, lipat tisu sedemikian rupa sehingga ujung tisu menjadi lebih runcing. Yang mana tentunya sesuaikan ukuran runcing tersebut dengan lubang hidung si buah hati, secara perlahan masukkan tisu ini kebagian lubang hidungnya. Tisu adalah jenis kertas yang memiliki daya serap paling tinggi, dengan demikian ingus si bayi akan bisa diserap dan dikeluarkan dengan menggunakan tisu.

Demikian beberapa cara mengatasi hidung tersumbat. Bila kondisi hidung tersumbat ini masa berlangsungnya sudah lebih dari 10 hari dan disertai dengan demam atau beberapa gejala lainnya. Sebaiknya segera periksakan kesehatan anda ke dokter. Agar demikian penanganan yang tepat akan bisa anda dapatka. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan semoga lekas sembuh.

Cara Mengobati Penyakit Sinusitis

Akhir-akhir ini istilah sinusitis menjadi begitu populer karena mulai banyak orang yang menderita penyakit yang satu ini.

Parahnya, lebih banyak lagi orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tengah menderita penyakit sinusitis, karena memang pada umumnya penyakit yang satu ini gejalanya hampir mirip dengan penyakit flu.

Pada sebagian orang yang terserang penyakit flu, sebagian dari mereka cenderung mengabaikan penyakit ini karena dianggapnya sebagai penyakit ringan yang akan dapat sembuh dengan sendirinya.

Penyakit flu memang demikian, tanpa menggunakan jalan obat-obatan, penyakit ini akan dapat sembuh dengan sendirinya. Adapun serangan penyakit ini pada umumnya diakibatkan oleh virus yang masuk kedalam tubuh dan membuat si penderita mengidap penyakit ini. Itupun, bila si penderita sedang mengalami kondisi dimana daya tahan tubuhnya mengalami penurunan. Sementara bila, daya tahan tubuhnya fit dan terjaga, maka penyakti flu akan dapat dihindari karena tubuh bekerja sendiri dalam memerangi virus yang masuk kedalam tubuhnya.

Sementara itu, lain halnya dengan sinusitis. Penyakit yang satu ini penyebabnya sama yakni diakibatkan oleh bakteri atau virus yang masuk kedalam bagian dinding sinus, namun keberadaan viru ini dapat mengakibatkan inflamasi dibagian tersebut. Akan tetapi, berbeda halnya dengan penyakit flu yang dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit sinus atau sinusitis ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Diperlukan usaha untuk segera mengatasi kondisi atau gejala ini agar bisa membaik.

Nah, untuk mengetahui seperti apa itu penyakit sinus dan cara pengobatannya. Mari simak penjelasannya dibawah ini.

mengobati sinusitis

Pengertian Penyakit Sinusitis

Sinusitis adalah kondisi dimana bagian rongga sinus mengalami inflamasi atau peradangan. Inflamasi ini seringkali disebabkan oleh adanya infeksi akibat virus atau bakteri. Selain beberapa penyebab diatas, sinusitis pun dapat terjadi oleh banyak faktor, seperti misalkan iritasi atau alergi terhadap bahan kimia yang masuk kedalam hidung yang diikuti oleh hadirnya bakteri dan virus.

Sinus adalah rongga kecil yang berisi udara yang letaknya terdapat dibagian belakang tulang pipi dan dahi. Hanya saja, bila sinus tersumbat oleh cairan yang berisi kuman, maka kuman ini akan dapat menginfeksi bagian tersebut. Pada beberapa kasus, penyakit sinus seringkali dipicu karena adanya pilek menahun atau flu yang berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.

Bisa jadi pilek yang diidap oleh seorang penderita pada awalnya merupakan bagian dari reaksi alergi akibat adanya paparan debu atau polusi. Yang mana setelah terhirup, kondisi inilah yang akan menyebabkan flu timbul pada si penderita.

Nah, bila kondisi seperti ini terus-terusan terjadi dan tidak segera dicari solusi untuk dapat menanggulangi kondisinya, maka bisa jadi flu ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan berpotensi hadirnya sinusitis yang menyerang bagian hidung.

Penyakit yang satu ini adalah penyakit umum yang dapat menjangkiti siapa saja tak peduli ras, golongan, usia atau bahkan gender. Jadi demikian, penyakit sinusitis ini akan dapat menyerang siapa saja, termasuk orangtua atau bahkan buah hati anda saat ini.

Pada dasarnya, fungsi dari organ sinus adalah untuk dapat meringankan tulang tengkorak, nah bila terjadi masalah dibagian sinus, maka kondisi ini akan menyebabkan si sinus tidak akan dapat menjalankan tugasnya dan fungsinya sebagai mana biasanya.

Gejala Sinus

Sama halnya dengan penyakit lain, penyakit sinusitis datang dengan beberapa ciri sebelum penyakit ini berkembang menjadi penyakit besar yang parah. Beberapa tanda dan gejala inilah yang patut diwaspadai. Sehingga ketika anda atau oranglain disekitar anda mulai menampakan beberapa gejala yang merujuk pada sinusitis, maka sebaiknya segera konsultasikan kondisi ini dengan segera. Agar demikian, penanganan yang tepat pada penyakit ini bisa segera dilakukan.

Adapun beberapa gejala dari penyakit sinusitis diantaranya adalah:

1. Nyeri dibagian Kepala

Salah satu gejala awal yang akan dirasakan oleh si penderita penyakit sinusistis adalah timbulnya sakit kepala. Tidak seperti pada kondisi yang normal, gejala sakit kepala ini umumnya akan dirasakan secara terus menerus dan tak kunjung sembuh. Pada penyakit ini, kepala umumnya akan terasa nyeri, berat dan seperti tertusuk. Kondisi seperti ini tentu akan menganggu kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh si penderita.

2. Nyeri Dibagian Wajah

Mengingat letak sinus ini posisinya berada diarea sekitaran wajah, maka ketika bagian ini mengalami gangguan seperti adanya inflamasi dibagian ini, maka dampaknya akan pula dirasakan oleh wajah. Pada kondisi ini, wajah akan seolah terasa nyeri seperti sakit yang dirasakan saat anda mengalami pembekakan dibagian tersebut.

3. Hidung Tersumbat

Hal yang paling umum dirasakan oleh penderita sinusitis adalah hidung yang sering tersumbat. Kondisi seperti ini pada umumnya menjadi lebih sering terjadi pada saat si penderita tidur dimalam hari dan terbangun dipagi hari.

4. Demam

Demam adalah gejala yang datang bersama dengan gejala-gejala lainnya. Gejala yang satu ini pun biasanya menjadi gejala awal saat seseorang mengalami sinus. Suhu tubuh kadang naik kadang turun menjadi salah satu tanda yang bisa mencirikan adanya sinus setelah gejala-gejala diatas dirasakan oleh si penderita.

5. Adanya Lendir yang Keluar Dari Hidung

Lendir yang keluar dari hidung biasanya kita sebut sebagai ingus. Pada kondisi normal, ingus yang keluar biasanya berwarna putih dan kental. Akan tetapi pada penderita sinus, ingus yang keluar pada umumnya berwarna pekat dan kehijauan. Bahkan pada kondisi ini, si penderita bisa mengalami penurunan pada daya penciumannya. Disisi lain, si penderita pun akan merasa area mata seperti gatal-gatal yang kemudian disertai dengan bersin dan sakit pada saat menelan.

Penyebab Penyakit Sinusitis

Perlu anda ketahui bahwa ada beberapa penyabab utama yang bisa memacu seseorang menderita penyakit sinusitis. Dengan demikian, anda pun harus dapat mewaspadai kondisi ini. Berikut ini beberapa penyebab timbulnya penyakit sinusitis pada seorang penderita.

1. Infeksi Sinus

Infeksi sinus biasanya terjadi sebab dari udara kotor dan polusi yang sering dihirup oleh si penderita. Kuman atau partikel kecil yang berterbangan diudara yang masuk kedalam saluran pernapasan akan dapat menginfeksi bagian sinus sehingga bagian ini akan mengeluarkan cairan seperti lendir. Untuk itulah, sebaiknya jaga kesehatan organ sinus anda dengan selalu mengenakan masker atau pelindung wajah saat anda bepergian.

2. Udara yang Kotor

Ya, udara yang kotor bisa menjadi salah satu penyumbang seseorang terkena sinus. Hal ini dikarenakan kuman, bakteri, virus dan jamur bisa membuat bagian saluran sinus terinfeksi.

3. Alergi

Alergi bisa menjadi salah satu faktor yang membuat seseorang mengalami sinusitis. Bila anda adalah seorang yang alergi terhadap hewan, makanan, bulu binatang, serbuk sari dan lain sebagainya, maka cobalah untuk menghindari segala pemicu alergen yang akan membuat anda bersin atau mengalami flu.

Itulah dia segelintir penyebab yang dapat membuat seseorang menderita penyakit sinus.

Mengingat dampak penyakit ini yang cukup bahaya dan akan menurunkan fungsi dari beberapa indera dalam tubuh anda, maka penting sekali mencari cara guna mengobati penyakit yang satu ini.

Cara Mengobati Sinusitis

Sekitar 60% penderita sinusitis tidak perlu menemui dokter dan mendapatkan pengobatan medis yang cukup intens. Kebanyakan kasus yang dijumpai, penyakit sinus ini lebih sering diakibatkan oleh adanya infeksi akibat virus. Yang mana bila penyababnya demikian, penyakit yang satu ini akan dapat sembuh dengan sendirinya. Dibutuhkan waktu sekitr 2-3 minggu untuk dapat menyembuhkan penyakit ini dengan sendirinya. Dengan kata lain, ketahanan dari penyakit ini masanya lebih lama dibandingkan dengan pilek.

Untuk penyakit sinus yang ringan, obat pereda sakit akan cukup dan obat-obatan ini bisa anda jumpai di apotek. Beberapa jenis obat-obatan yang dijual bebas di toko obat atau apotek diantaranya adalah ibuprofen dan parasetamol. Kedua obatan-obatan jenis ini akan dapat meredakan beberapa gejala yang ditimbulkan dari penyakit sinusitis seperti halnya demam, sakit kepala dan sakit pada bagian wajah.

Sementara itu, untuk anak-anak dibawah usia 16 tahun, konsumsi obat aspirin tidaklah dianjurkan bahkan obat ini dilarang diberikan pada mereka. Penggunaan obat jenis ibuprofen pun tidak dianjurkan untuk pasien yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Termasuk menderita penyakit asma, gagal jantung yang parah dan tukak lambung.

Beberapa jenis obat-obatan lain seperti halnya dekongestan, obat tetes maupun obat semprot hidung, akan dapat digunakan untuk melegakan gejala yang muncul dan ditimbulkan dari penyakit yang satu ini. Obat-obatan jenis ini dijual dengan bebas di toko obat atau di apotek.

Dengan konsumsi obat-obatan ini akan dapat mengatasi penyumbatan dan membuat anda akan dapat bernapas dengan lebih lega. Akan tetapi, obat dekongestan tidak akan dapat membantu pemulihan sinusitis dengan cepat. Selain itu, penggunaan obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari satu minggu. Dengan demikian, bila setelah konsumsi obat-obatan ini dalam satu minggu, namun kondisi anda masih belum kunjung sembuh, maka sebaiknya tinggalkan konsumsi obat-obatan ini segera.

Kapan Harus Berkonsultasi Ke Dokter?

Konsultasikan pada dokter anda bila anda mengalami kondisi sinusitis yang disertai dengan keluarnya darah atau nyeri yang berlebihan. Selain itu, sebaiknya sebelum anda mengkonsumsi obat jenis dekongestan sebaiknya periksakan terlebih dahulu apakah anda menderita beberapa penyakit seperti glaukoma , hipertensi yang tidak kunjung ditangani, penyakit jantung, masalah kelenjar tiroid, pembesaran prostat dan diabetes. Sebab obat-obatan ini pada umumnya aka dapat membuat seseorang merasa gelisah dan sulit tidur.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengobati penyakit sinusitis yang diderita. Bila gejala sinus mulai memburuk dan tidak kunjung mereda setelah satu minggu, maka sebaiknya segera hubungi dokter. Dengan begini, dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat untuk penyakit yang anda derita.

Semoga bermanfaat dan semoga lekas sembuh.

Tips dan Cara Pengobatan Flu dan Pilek dengan Cara yang Cepat

Pergantian musim dari musim panas ke musim hujan atau sebaliknya, seringkali membuat segala penyakit mudah menyerang seseorang.

Pergantian musim ini dikenal dengan sebutan musim pancaroba. Bisa dicirikan dimulai dari pergantian musim kira-kira pada awal atau pertengahan bulan Oktober sampai dengan bulan April, ada cukup banyak anggota keluarga yang terserang penyakit atau mengeluhkan tidak enak badan. Kondisi seperti ini seolah menjadi kegiatan rutin pada masa pergantian cuaca.

Pada saat siang hari matahari bersinar dengan begitu terik dan cuaca sekitarnya bisa terasa begitu panas, bahkan mungkin kita pun enggan pergi ke luar karena suhu panasnya yang tak tertahankan. Akan tatapi, ketika menjelang sore hari, cuaca diluar menjadi mendung, gelap dan berawan dan tak selang berapa lama, hujan yang besar turun dengan tiba-tiba. Dengan begini, cuaca yang tadinya panas bisa berubah menjadi basah dan menghembuskan udara yang dingin dari tetesan air hujan diluar.

Nah, kondisi inilah yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap tubuh kita. Hal ini lah yang membuat tubuh kita mudah terserang penyakit. Pada saat pergantian musim, tubuh akan berusaha keras untuk dapat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang ada. Yang mana pada saat ini pula daya tahan tubuh atau sistem imunitas tubuh akan mengalami penurunan. Alhasil, ketika kondisi ini terjadi, maka tubuh akan mengalami kesulitan dalam memerangi bakteri atau virus yang masuk dalam tubuh. Sehingga demikian, tak heran bila penyakit akan cenderung lebih mudah menyerang pada waktu peralihan musim ini.

Selain itu, cuaca yang berubah-ubah pada musim pergantian ini menjadi salah satu kondisi yang memacu bakteri dan virus mudah berkembang biak dengan lebih cepat. Dengan beginilah, maka tidak heran jika akan ada banyak orang yang terserang dengan beragam penyakit pada saat musim pancaroba karena cuaca sekitarnya yang relatif tidak stabil.

Musim pancaroba atau musim pergantian cuaca dari hujan ke panas atau panas ke hujan biasanya erat kaitannya dengan beberapa gangguan kesehatan, salah satunya adalah pilek dan flu.

Kemunculan penyakit ini, kasusnya akan mengalami peningkatan yang signifikan pada awal pergantian musim karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, selain itu tak lepas pula dari pola pengkonsumsian makanan yang didapat oleh si penderita.

Konsumsi makanan yang tidak sehat akan membuat seseorang semakin mudah terserang dengan penyakit lain, seperti halnya masalah pencernaan. Untuk itulah menjaga asupan makanan dan menjalankan pola hidup yang sehat adalah kunci dari ddaya tahan tubuh yang kuat dan tetap terjaga.

Serangan penyakit, seperti pilek dan flu adalah salah satu masalah peyakit yang paling umum dijumpai pada pergantian musim. Akan tetapi demikian, hal ini tak lantas membuat anda pasrah dengan keadaan. Ketika penyakit ini menyerang tubuh anda, maka gejala-gejala yang dirasakan akan mungkin membuat anda kepayahan bahkan hal ini akan bepengaruh terhadap kegiatan atau aktivitas sehari-hari yang anda jalankan.

Dengan adanya pilek dan flu, anda mungkin akan merasa kewalahan untuk dapat menjalankan aktivitas seharian anda yang begitu sibuk. Hal ini dikarenakan gejala hidung tersumbat dari pilek dan flu akan mungkin membuat anda merasa tidak nyaman. Belum lagi, pada kondisi tertentu, pilek dan flu akan membuat seorang penderitanya kehilangan nafsu makan karena indera perasa yang mengalami penurunan fungsi.

Nah, bila kondisi ini terjadi, maka bisa ditebak apa yang akan terjadi dengan anda. Pilek dan flu mungkin akan membuat anda melewati kegiatan atau aktivitas anda dengan bolos pergi bekerja atau sekolah. Dengan demikian, penyakit ini tentu akan membuat tingkat produktifitas anda sehari-hari menjadi berkurang.

Apalagi jika penyakit ini menyerang buah hati anda yang masih kecil. Kondisi ini akan tentu membuat mereka kepayahan. Terutama, anak-anak yang masih begitu kecil biasanya membuat mereka belum memiliki kemampuan untuk mendeteksi jika terjadi sesuatu dengan tubuh mereka. Pada akhirnya, hal ini akan membuat mereka menjadi rewel dan merengek.

Jika sudah begini, kondisi ini akan membuat anda sebagai orangtua dibuat khawatir dan panik dengan kondisinya. Belum lagi, biasanya tangisan atau rengekan anak-anak seringkali membuat frustasi dan stres pada akhirnya, fokus kita untuk berpikir menjadi buyar dan tak karuan.

Untuk itulah, penting sekali menjaga kesehatan dan memastikan jika buah hati anda tetap dalam kondisi yang fit dan bugar. Selain itu, dukung pula tubuhnya yang sehat dengan selalu mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga dan tidak menurun.

mengobati pilek flu dengan cepat

Kondisi tubuh yang fit dengan sistem imu yang sehat akan membuat si anak terbebas dari segala penyakit sebab tubuhnya akan dapat memerangi virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh.

Nah, untuk mengetahui seperti apa saja hal yang bisa dilakukan guna mengobati penyakit pilek dan flu pada orang dewasa dan anak-anak, maka mari simak dibawah ini.

Pilek dan Flu

Pilek dan flu merupakan sebuah penyakit yang akan dapat menganggu segala aktivitas dan membuat semua perencanaan yang dilakukan menjadi berantakan. Dengan demikian, tak heran jika siapa saja yang terserang dengan penyakit ini, tentu ingin segera sembuh sehingga mereka dapat beraktifitas seperti sediakala. Namun sayangnya, tidak banyak orang yang mengetahui dengan pasti bagaimana menyembuhkan pilek dan flu dengan cepat.

Pilek atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan common cold adalah penyakit rhinitis yang dalam medis penyakit ini berarti merupakan sebuah peradangan yang terjadi dibagian mukosa hidung.

Adapun terjadinya penyakit ini pada umumnya lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan polusi, musim, asap, debu, kecapean, minuman dingin dan bulu biatang.

Pada dasarnya, penyakit pilek yang datang dan muncul pada seorang penderita menampakan gejala yang hampir mirip dengan flu. Namun sebenarnya, pilek dengan flu memiliki perbedaan yang perlu dipahami.

Tidak seperti pilek, penyakit flu adalah penyakit yang dapat terjadi sebab dari keterlibatan virus yang berbeda dengan common cold dan umumnya gejala dari flu ini dampaknya lebih berat dibandingkan dengan common cold sehigga flu merupakan gejala pilek dalam bentuk yang lebih berat.

Gejala pilek dan flu ini pada umumnya akan dapat muncul ketika tubuh anda mengalami penurunan sistem imun, virus yang masuk kedalam tubuh akan menguasai tubuh anda sehingga terjadilah proses penyakit didalamnya.

Adapun beberapa gejala yang akan dirasakan dari penyakit ini diantaranya adalah berupa hidung berair, hidung tersumbat, suhu tubuh meningkat, tenggorokan terasa sakit dan batuk-batuk yang keluar bersamaan dengan suara yang mulai terdengar lebih berat akibat adanya tumpukan lendir dibagian saluran pernapasan.

Nah, untuk mengetahui seperti apa cara menyembuhkan pilek dan flu, maka mari kita simak beberapa cara dibawah ini.

Cara Cepat Mengobati Pilek dan Flu

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakuakn untuk menyembuhkan pilek yang bisa anda lakukan dirumah. Namun bila anda ingin menyebuhkan pilek dengan cara yang cepat, maka tindakan yang cepat akan sangat dibutuhkan.

Untuk itu, bertindaklah dengan cepat ketika gejala-gejala flu dan pilek sudah muali anda rasakan. Sebab flu akan dapat menyebat dan dapat bertahan pada tubuh selama berhari-hari setelah 12 jam pertama penyebaran virus.

Terutama setelah anda melakukan kontak dengan penderita pilek atau flu, maka segeralah lakukan tindakan penyembuhan dan pencegahan dengan siaga. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan guna menyembuhkan pilek dan flu.

1. Minum Obat Ekspektoran

Obat jenis ini akan dapat bekerja untuk mengencerkan lendir. Selain itu, obat ini pun akan dapat bekerja dalam membersihkan rongga pada bagian sinus dengan cara mengencerkan lebdir dan mengeluarkan dahak yang tertahan dibagia saluran pernapasan. Dahak yang akan dikeluarkan biasanya bisa berbentuk batuk atau ingus. Untuk contoh obat jenis ini yang dijual bebas dipasaran adalah Mucinex dan guaifenesin

2. Asupan Vitamin C Tambahan

Langkah selanjutnya adalah dengan memberikan asupan vitamin C tambahan untuk tubuh anda. Selama ini, vitamin C diketahui dapat mencegah pilek. Dan ternyata manfaat tersebut tak terhenti sampai disitu, vitamin C rupanya bisa digunakan untuk mempersingkat pilek yang sedang diderita oleh seseorang.

Asupan vitamin C tambahan bisa diperoleh dari konsumsi jus jeruk , konsumsi buah stroberi dan sayuran berdaun hijau lainnya. Selain itupun, asupan vitamin ini bisa diperoleh dari mengkonsumsi suplemen atau vitamin C yang dijual bebas di apotik atau toko obat.

3. Konsumsi Obat Penekan Batuk

Obat jenis ini merupakan obat yang dapat bekerja dalam mengurangi gejala batuk yang dirasakan. Akan tetapi, ini pun hanya dapat digunakan apabila batuk yang dirasakan jenisnya adalah batuk kering. Adapun contoh obat yang dijual bebas di toko obat atau apotik diantaranya adalah obat dextromethorphan

4. Dapatkan Istirahat yang Cukup

Setelah konsumsi obat-obatan diatas, sebaiknya dapatkan waktu istirahat yang cukup. Bila anda bekerja, sebaiknya ambilah cuti. Karena obat-obatan diatas akan dapat bekerja secara optimal bila si pendeirta mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Cobalah untuk bersantai, agar sakit pilek dan flu yang anda rasakan bisa membaik guna memulihkan kondisinya.

5. Menjaga Tubuh Anda Agar Tetap Hangat

Selama anda beristirahat dirumah, sebaiknya jagalah tubuh anda agar tetap hangat. Caranya, selimuti tubuh atau kenakan jaket dan syal. Kondisi badan yang hangat selama beristirahat akan membuat kondisi pemulihan bisa berjalan dengan lebih cepat.

6. Kunjungi Dokter

Cara paling aman guna memulihkan kondisi tubuh adalah dengan mendapatkan pengobatan yang tepat. Untuk itu, bila sakit pilek yang anda alami tidak kunjung sembuh bahkan setelah konsumsi obat-obatan diatas, maka sebaiknya kunjungi dokter. Agar demikian, penanganan yang tepat akan bisa anda dapatkan dengan segera. Dengan begini dokter akan memberikan sejumlah obat dengan resep yang pas.

Selain berkonsultasi dengan dokter, dukung pula kondisi pemulihan anda dengan rutin mengkonsumsi sejumlah cairan seperti air mineral agar racun dalam tubuh termasuk virus penyebab pilek dan flu bisa dikeluarkan.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengobati atau mengatasi penyakit pilek dan flu dengan cepat. Semoga dengan mengaplikasikan beberapa hal diatas, penyakit flu anda bisa segera sembuh dan kesehatan anda dapat pulih pada kondisi seperti biasanya.

Kenali Bahaya Batuk Rejan (Pertusis) Atau Batuk 100 Hari dan Cara Penanganannya

Mendengar si buah hati atau orang-orang tersayang yang ada disekeliling kita, dibuat kepayahan oleh batuk, tentu akan membuat kita merasa khawatir.

Apalagi bila kondisi ini terus-terusan berlanjut dalam jangka waktu yang begitu lama. Sudah pasti kita yang sehat akan dibuat panik dan merasa tak tega dengan orang upaya yang dilakukan oleh orang yang kita sayangi dalam menghadapi batuk yang membuat mereka begitu kepayahan.

Jangankan untuk bisa melihat tawa diwajah mereka, untuk melihat mereka bisa tertidur dengan nyaman saja, rasanya sudah menjadi hal yang langka tatkala serangan batuk yang "mengkhawatirkan" menyerangnya.

Nah, dengan melihat kondisi ini tentu kita ingin segera mencari solusi guna meredakan batuk yang dialami oleh mereka.

Cara terbaik untuk mengobati penyakit adalah dengan datang ke ahlinya. Bukan pada tabib, orang pintar atau pengobatan alternatif, pengobatan terbaik adalah didapatkan dari dokter guna mendapatkan penanganan medis yang tepat dengan segera.

Nah, bila anda sudah membawa serta keluarga atau si penderita batuk ke dokter dan rupanya dokter mendiagnosa mereka menderita batuk rejan. Maka, penting sekali anda ketahui terlebih dahulu apa itu batuk rejan. Namun demikian, biasanya dokter yang telah mendiagnosa pasien dengan sebuah penyakit akan langsung memberikan tindakan medis yang sesuai.

Namun, mengetahui seperti apa batuk rejan, gejala dan penangannya sendiri menjadi hal penting untuk berjaga-jaga bila orang, saudara atau tetangga anda mengalami beberapa gejala serupa. Sehingga demikian anda akan dapat menentukan tindakan pertolongan pertama yang seperti apa yang dapat anda lakukan.

Untuk mengetahui apakah itu pengertian batuk rejan, gejala, penyebab dan cara penanganannya. Maka artikel ini akan menjelaskan pada anda secara terperinci.

Apa Itu Batuk Rejan?

Batuk rejan adalah istilah bahasa Indonesia yang menggambarkan batuk serupa dengan suara "rejan". Dalam istilah medis, kondisi batuk ini disebut dengan pertusis, yakni sebuah kondisi kesehatan dimana bagia paru-paru dan saluran pernapasan mengalami infeksi akibat adanya bakteri. Kondisi seperti ini sifatnya dapat menular dan penularannya terbilah amat mudah.

Batuk rejan sempat dianggap sebagai penyakit anak-anak ketika vaksin partusis belum ditemukan. Akan tetapi demikian, batuk jenis ini pun sebenarnya bisa diderita oleh orang dewasa, hanya saja penyakit ini ancaman bisa lebih besar terjadi pada anak-anak dan lansia, khususnya untuk bayi yang belum cukup umur mendapatkan vaksin pertusis. Ancaman terburuk dari penyakit yang satu ini akibatnya bisa sangat fatal bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya.

Adapun bakteri yang menyebabkan kondisi seperti ini terjadi adalah baktri jenis Bordetella pertussis.

Selain itu, penyakit batuk rejan pun dikenal dengan sebutan batuk 100 hari, karena memang gejala batuk ini waktu berlangsungnya panjang dan butuh waktu yang lama untuk dapat sembuh dari penyakit ini, walaupun demikian waktu berlangsungnya penyakit ini tidak benar-benar pas selama 100 hari.

Batuk rejan adalah peyakit batuk yang diakibatkan oleh bakteri Brodetella pertussis yang sifatnya mudah menular dan menyebar melalui batuk yang dapat menular dari segala usia. Adapun penyebaran bakteri penyebab batuk ini bisa tersebar melalui tetesan di udara ketika seseorang yang terinfeksi menghembuskan batuk atau bersin. Artinya seseorang yang sehat bisa tertular dengan penyakit batuk 100 hari dengan melalui kontak langsung dengan cairan hidung atau mulut dari seorang penderita.

bahaya batuk rejan

Gejala Penyakit Batuk Rejan

Penyakit yang satu ini memiliki tanda atau ciri rentetan batuk yang keras dan terjadi secara terus menerus yang diawali dengan tarikan napas yang panjang lewat mulut seperti bunyi "whoop". Pada saat batuk, muka akan terlihat seperti kemerahan, saking kuatnya batuk yang dihembuskan, maka akan terjadi kesulitan mengambil napas pada saat periode batuk, sehingga ketika menghambil napas akan terdengar bunyi yang melengking. Sehingga dalam bahasa Inggris kondisi batuk ini disebut dengan "whooping cough". Pada kondisi umum, penderita yang mengalami batuk rejan akan mengalami muntah pada akhir batuknya.

Batuk rejan bisa membuat si penderitanya kekurangan oksigen dalam darahnya. Selainn itu, dapat pula terjadi komplikasi, misalnya seperti pneumonia. Bahkan penderita batuk jenis ini bisa secara tidak sengaja melukai tulang rusuk mereka karena hembusan batuk yang terlalu keras.

Gejala batuk yang khas tersebut biasanya terjadi pada masa kanak-kanak. Pada bayi dengan usia kurang dari 6 bulan, suara melengking jarang ditemukan. Gejala yang lebih spesifik biasanya diketahui dengan penurunan berat badan. Akakan tetapi, bayi pada usia inilah yang justru lebih rentan mengalami komplikasi pertusis yang serius sehingga pada umumnya bayi yang menderita batuk jenis ini akan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara bila terjadi pada orang dewasa, batuk 100 hari biasanya hanyalah berupa batuk kering dengan napas yang melengking dan terasa begitu berat. Umumnya, batuk ini akan sembuh dalam 6-8 minggu, meskipun si penderita sebelumnya telah mendapatkan pengobatan berupa antibiotik. Akan tetapi demikian, pada sebagian kasus, batuk pertussis masa berlangsungnya bisa mencapai 3 bulan atau lebih, dari sinilah batuk ini sering disebut dengan batuk 100 hari.

Secara umum, gejala dari pertusis terbagi kedalam 3 tahapan, dimana 2 tahapan yang pertama merupakan periode yang amat menular. Adapun gejala ini akan mulai dirasakan antara 7-21 hari setelah bakteri Bordetella pertussis masuk kebagian saluran pernapasan. Nah, untuk mengetahui perkembangan batuk rejan dalam 3 tahapan, mari kita simak dibawah ini.

Tahapan yang Pertama (Masa Berlangsungnya 1-1 Minggu)

Pada tahapan ini atau yang sering juga disebut dengan masa gejala awal, akan muncul beberapa gejala ringan yang menyerang tubuh anda, seperti halnya hidung tersumbat dan berair, mata berair, radang dibagian tenggorokan, batuk ringan, bersin-bersin sampai demam. Pada tahap inilah si penderita bisa beresiko menularkan pertusis pada orang lain yang ada disekitarnya.

Tahapan Kedua (Masa Berlangsungnya 1-6 Minggu atau Lebih)

Tahapan kedua atau yang juga biasanya disebut dengan masa paroksismal merupakan tahapan yang ditandai dengan mulai membaiknya gejala-gejala flu yang dirasakan. Akan tetapi, disamping itu batuk yang dirasakan justru semakin bertambah parah dan tak lagi dapat dikendalikan. Nah, pada tahapan inilah batuk yang keras dan kesulitan menarik napas panjang mulai terjadi. Usai serangan batuk, biasanya si penderita mengalami muntah (yang mana kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak) serta tubuh mereka biasanya cenderung mengalami kelelahan.

Tahapan Ketiga

Pada tahapan ini, penderita sudah tak menularkan bakteriya. Selama masa ini, batuk akan secara bertahap menjadi berkurang dibandingkan pada masa sebelumnya dan kondisinya sudah tak lagi separah sebelumnya. Pada tahapan ini, bisa disebut sebagai tahapan penyembuhan dan masa berlangsugnya sekitar 2 bulan lebih atau tergantung dari pengobatan.

Nah, beberapa kondisi diatas adalah kondisi yang pada umumnya dirasakan oleh si penderita batuk rejan. Beberapa gejala diatas umum dirasakan terutama pada anak-anak dan bayi. Ketika menyerang si buah hati, kondisi ini tentu akan lebih beresiko. Untuk itu, bila beberapa kondisi ini terlihat pada si kecil, maka segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapan Harus Membawa Anak Ke Dokter?

  • Tubuh menjadi memerah atau membiru.
  • Anda atau anak kesulitan untuk bernapas.
  • Anda atau anak mengalami komplikasi serius, seperti kejang atau pneumonia.
  • Bayi berusia 0-6 bulan terlihat sangat tidak sehat.
  • Mengeluarkan bunyi saat menarik napas.
  • Muntah akibat batuk rejan yang parah.

Lalu Apakah Penyebab Dari Batuk Rejan Itu Sendiri?

Seperti halnya diatas disebutkan bahwa penyebab utama dari penyakit batuk yang satu ini adalah adanya infeksi bakteri yang dikenal dengan bakteri Bordetella pertussis yang menyebar melalui udara ketika seorang penderita batuk rejan bersin atau pada saat mereka batuk.

Bakteri jenis ini masuk dan kemudian menyerang dinding dari trakea dan bronkus.

Pembengkakan yang terjadi dibagian saluran udara merupakan salah satu cara tubuh memberikan respon terjadap infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Membengkaknya saluran ini akan dapat membuat si penderita harus menarik napas dengan kuat melalui mulut sebab pada kondisi ini mereka akan cenderung mengalami kesulitan bernapas. Hasil tarikan napas yang kuat inilah yang pada akhirnya bisa menumbulkan bunyi dengkingan (whoop) yang terdengar cukup panjang.

Adapun cara lain yang dapat dilakukan oleh tubuh ketika adanya infeksi dibagian dinding saluran udara adalah dengan memperoduksi lebdir yang kental. Dengan begini tubuh akan memancing si penderita batuk rejan untuk coba mengeluarkan lendir kental tersebut.

Lalu Apa Bahaya atau Komplikasi dari Pertusis?

Ketika kondisi pertussis menyerang anak-anak, inilah hal yang paling dikhawatirkan dan menjadi mimpi buruk setiap orangtua. Pada kasus penyakit ini, bayi berada pada kondisi resiko paling tinggi terjadi komplikasi yang palig serius. Nah, untuk mengetahui bahaya dan komplikasi pertusis atau batuk rejan simak beberapa hal dibawah ini.

Penyakit Pertusis Dapat Menyebabkan:

  • Kerusakan otak
  • Kejang
  • Pneumonia (di lebih dari 1/20 anak)
  • Kematian

Sementara itu, pada seseorang yang memiliki masalah dengan sistem imunitas dalam tubuhnya, maka akan sulit untuknya dalam memerangi infeksi bakteri tersebut. Adapun komplikasi yang terjadi dapat berupa:

  • Pneumonia
  • Masalah pernapasan yang parah
  • Peningkatan nyeri angina
  • Patah tulang rusuk
  • Penurunan berat badan akibat muntah

Cara Mengobati Pertusis

Mungkin banyak diantara anda yang bertanya bagaimana cara mengobati batuk rejan atau batuk 100 hari yang dialami saat ini. Nah, sebagai gambaran berikut ini adalah pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati pertusis atau batuk rejan.

  • Batuk jenis ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik
  • Konsumsi antibiotik sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter dan pastikan bila anda menghabiskan obat tersebut
  • Tanpa konsumsi antibotik, penderita akan dapat menularkan penyakitnya selama 3 minggu awal dari timbulnya gejala pada si penderita
  • Seorang penderita tidak akan menularkan bakteri pertusis setelah mengkonsumsi antibiotik yang tepat selama 5 hari
  • Bila konsumsi antibiotik memberikan efek samping bermasalah untuk tubuh, segera hubungi dokter.
  • Selain itu, diperlukan obat yang dapat membantu meredakan atau memulihkan batuk yang dirasakan.

Demikian penjelasan mengenai penyakit batuk rejan yang berbahaya. Semoga bermanfaat untuk anda.

Loading...

Follow us