data-ad-format="auto"

Kenali Tonsilitis Akut dan Kronis Sebagai Bagian dari Penyakit Sistem Pernasapan

Pernahkah anda mendengar penyakit tonsilitis? Seberapa familiar anda dengan penyakit yang satu ini?

Bagaimana dengan penyakit radang amandel? Pernahkan anda mendengar penyakit ini? Jika jawabannya ya, maka mungkin saat ini anda sudah sering sekali menjumpai penyakit tonsilitis di beberapa tempat atau mungkin orang-orang terdekat anda sendiri pernah mengalami kondisi kesehatan yang serupa karena tonsilitis merupakan istilah medis yang sama untuk nama penyakit radang amandel.

Nah, bila anda sering mendengar tentang penyakit amandel anda mungkin akan mengira bahwa ini adalah sejenis penyakit biasa yang akan dapat sembuh meski tidak mendapatkan penanganan medis yang berarti.

Akan tetapi tidak demikian, menyepelekan segala macam jenis penyakit atau gangguan kesehatan yang menyerang dalam tubuh bukanlah tindakan yang bijak. Karena seberapa kecil bentuknya kondisi ini akan dapat membesar seiring dengan berjalannya waktu bila tidak ada tindakan atau pertolongan dari si penderita itu sendiri.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Begitu juga dengan penyakit amandel yang menyerang. Sebagian orang menganggap penyakit ini bukanlah sebuah penyakit menyeramkan yang harus mendapatkan pertolongan besar dengan segera. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh sering dan banyaknya mereka menjumpai kasus penyakit yang serupa dan dianggap tidak berbahaya karena dampak dari penyakit ini yang tidak terlalu mencolok. Sehingga demikian ketika dirinya atau orang-orang sekitarnya mengeluhkan menderita penyakit ini maka mereka lebih cenderung mengabaikan atau menunda pengobatan sampai akhirnya gejala penyakit ini membesar dan kondisinya memburuk barulah mereka akan mungkin mengunjungi dokter untuk memeriksakan kesehatannya.

Perlu diketahui penyakit amandel akan dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Adapun penyebab dari penyakit ini lebih banyak diakibatkan oleh adanya infeksi virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh melalui bagian tenggorokan.

Penyakit radang amandel atau tonsilits sekilas mungkin terlihat seperti sebuah penyakit yang biasa. Akan tetapi bila kondisi ini dibiarkan begitu saja maka kondisi gangguan kesehatan ini akan dapat berbahaya dan dampaknya bisa sampai berakhir dimeja operasi untuk mengangkat bagian amandel yang mengalami masalah guna menyembuhkan kondisi si pasien. Kondisi pengobatan ini biasanya dilakukan apabila radang amandel atau tonsilitis yang menyerang si pasien kondisinya sudah berada dalam tahap yang paling buruk.

Nah kondisi memburuknya radang amandel yang terjadi pada si pasien tentu tidak serta merta terjadi dengan tiba-tiba. Bila si pasien itu sendiri merasa aware dengan kesehatannya maka segala macam penyakit akan dapat dideteksi dengan lebih cepat bila saja orang yang bersangkutan peduli dengan kesehatannnya dengan sering mengkonsultasikan kondisi kesehatannya.

Sayangnya penyakit tonsilitis sudah terlanjur dianggap sebagai sebuah penyakit biasa yang akan dapat disembuhkan atau hilang dengan sendirinya. Padahal bila kondisi tersebut tidak ditangani dan si pasien tidak mengetahui hal apa saja yang akan memperburuk kondisinya maka mungkin banyak faktor pendukung yang akan membuat kondisi kesehatannya semakin memburuk sehingga pada akhirnya tonsilitis atau sakit amandel yang dideritanya menjadi lebih buruk yang membuatnya harus mendapatkan operasi untuk mengembalikan kondisinya.

Untuk itulah peduli kesehatan dengan sering memeriksakan kondisi tubuh anda pada tim medis adalah langkah awal yang penting yang akan menjadi senjata ampuh dalam mencegah dan memerangi penyakit yang masuk kedalam tubuh.

Lantas apa sih penyakit amandel itu dan seperti apa mekanisme terjadinya penyakit amandel? Untuk mengetahui lebih dalam mari simak dibawah ini.

Apa Itu Tonsilitis?

Penyakit tonsilitis adalah infeksi yang terjadi dibagian tonsil atau amandel. Organ yang satu ini letaknya berada dibelakang tenggorokan dimana dibagian tersebut terdapat dua bagian kelenjar yang menempel dibelakang tenggorokan, bagian inilah yang disebut dengan amandel.

Infeksi dibagian tonsil pada umumnya lebih banyak disebabkan oleh adanya virus atau bakteri yang hendak masuk kebagian saluran pernapasan melalui hidung, mulut atau tenggorokan. Kinerja dari amandel sendiri adalah menyaring dan menghalangi bakteri dan mikroorganisme berbahaya lainnya agar tidak masuk kebagian saluran pernapasan. Fungsinya yang vital inilah yang membuat bagian organ amendel menjadi lebih cenderung rentan terhadap serangan penyakit.

Kebanyakn penyakit tonsilitis sebenarnya lebih sering dijumpai pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa. Akan tetapi demikian bukan tidak mungkin bila sebagian orang dewasa akan mengalami penyakit yang serupa. Usia paling sering dan paling rentan terhadap penyakit inia dalah pada usia 5 sapai 15 tahun. Sehingga demikian tak heran bila anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama akan lebih sering terkena paparan penyakit yang satu ini. Kondisi ini dapat terjadi kadang-kadang atau bahkan sering kambuh.

kenali tonsilitis aku dan kronis

Selain bekerja untuk menyaring kuman yang masuk kebagian saluran udara dan menyebabkan infeksi, amandel juga bekerja memproduksi antibodi untuk kekebalan tubuh dalam melawan infeksi yang terjadi. Akan tetapi kadang-kadang amandel sendiri seringkali terinfeksi atau mengalami masalah pada saat kinerjanya sudah berlebihan atau kewalahan dengan bakteri dan virus yang masuk. Akibatnya bagian ini akan dapat membengkak dan mengalami peradangan. Kondisi inilah yang disebut dengan tonsilitis atau radang amandel.

Pada amandel yang normal ukuran amandel ini tidak terlalu besar dan warnanya hampir mirip dengan gusi yakni merah muda. Akan tetapi pad amandel yang mengalami masalah atau peradangan bagian ini akan membengkak dengan ukuran yang lebih besar bahkan pada kondisi yang lebih buruk ukurannya bisa menutupi hampir bagian tenggorokan dan terhadap bercak putih nanah yang mengitari bagian ini.

Ketika kondisi ini mulai menyerang, penderita akan mengalami beberapa perubahan tubuh seperti timbulnya sakit kepala, nyeri dibagian tenggorokan pada saat menelan atau bahkan seringnya demam pada saat bagian ini meradang.

Dalam ilmu medis atau kedokteran, radang amandel atau tonsilitis terbagi kedalam dua bagian berdasarkan denan lama berlangsungnya penyakit ini. Kedua bagian tersebut yakni adalah tonsilitis akut dan tonsilitis kronis.

Mengenal Tonsilitis Akut dan Kronis

Berdasarkan dari lama perjalanan penyakit dan penyebabnya penyakit tonsilitis terbagi atas tonsilitis berikut ini.

Tonsilitis Akut

Penyakit tonsilitis jenis ini adalah penyakit radang amanedel yang timbulnya (onset) cepat atau berlangsung dalam kurun waku yang lebih singkat dan tidak berjalan dengan waktu yang lama atau jangka panjang. Melainkan hanya dalam hitungan jam atau beberapa hari hingga minggu, penyakit ini akan dapat sembuh dan menghilang. Penyakit yang satu ini biasanya hanya dikeluhkan pasien selama tidak lebih dari 3 minggu.

Sementara itu penyebab atau pemicu dari kondisi ini sendiri lebih kepada adanya paparan kuman jenis streptokokus beta hemolitikus grup A, streptokokus piogenes dan juga streptokokus viridian yang hendak masuk kebagian saluran pernapasan lewat rongga mulut, hidung dan tenggorokan.

Bukan hanya itu infiltrasi bakteri dibagian lapisan epitel jaringan tonsil pun akan dapat menimbulkan reaksi meradang dibagian tersebut yakni berupa keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga terbentuknya detritus. Perlu diketahui detritus ini merupakan kumpulan dari leukosit, epitel yang terlepas dan bakteri yang mati. Secara klinis detritus tersebut mengisi bagian kripte tonsil dan tampak seperti bercak putih kekuningan yang mengisi bagian tonsil seperti urat-urat yang saling terbentang.

Tonsilitis Kronis

Tonsilitis jenis ini masa berlangsungnya lebih lama sampai memakan bulan dan tahun. Penyakit ini juga dikenal dengan penyakit amandel menahun. Untuk jenis penyakit tonsilitis yang satu ini radang bisa terjadi sebanyak 7 kali dalam kurun satu tahun, atau 5 kali dalam kurun waktu dua tahuan atau 3 kali dalam kurun waktu satu rahun secara berkala selama tiga tahun bersangkutan.

Adapun penyebab tonsilitis jenis ini lebih banyak disebabkan oleh adanya bakteri yang sama yang menjadi penyabab tonsilitis akut. Hanya saja kadang-kadang bakteri dapat berubah menjadi golongan bakteri ber-gram negatif.

Adapun faktor yang disebut-sebut dapat memicu penyakit ini muncul diantaranya adalah karena faktor makanan tertentu, kepulan asap rokok, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, kondisi mulut yang tidak higienis da masih banyak lagi.

Karena proses radang yang berulang maka epitel mukosa dan jaringan limfoid pada kasus ini akan dapat terkikis, sehingga pada proses penyembuhan jaringan tersebut akan diganti dengan jaringan parut. Jaringan ini akan mengerut sehingga ruang antara kelopak melebar yang akan diisi oleh detritus.

Bila si penderita berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisinya maka saat pemeriksaan akan ditemukan tonsil yang membesar, membengkak dengan permukaan yang tidak rata, kripte membesar dan terisi dengan detritus. Pada kondisi ini si pasien akan mungkin mengalami kesulitan bernapas, suara yang lebih berat, menelan terasa sakit bahkan pada saat menelan ludah dan aroma napas yang tercium tidak sedap.

Penyebab Tonsilitis

Pada umumnya penyebab paling besar yang membuat bagian tonsil meradang dan menimbulkan kondisi yang terganggu adalah karena adanya virus pilek yakni beberapa virus yang terkait diantaranya adalah Influenza virus, Coronavirus, Parainfluenza virus, Adenovirus dan juga RSV.

Sekitar 70% penyakit tonsilitis yang terjadi pada anak lebih banyak disebabkan oleh adanya infeksi virus dan begitu juga yang terjadi pada orang dewasa dengan persentasenya bahkan sampai 90%. Pada anak-anak hampir sebanyak 30% bakteri penyebab dari penyakit ini adalah disebabkan oleh adanya bakteri jenis Streptococcus hemolitikus. Sementara untuk pasien penderita dewasa bakteri yang sama hanya mengambil peran sebanyak 10% saja.

Selain itu jenis bakteri lain yang paling umum menyebabkan sakit amandel adalah adanya bakteri yang menjadi sumber radang tenggorokan yakni Group A-hemolitik streptokokus β (GABHS).

Gejala Tonsilitis

Penyakit radang amandel atau tonsilitis pada umumnya lebih ditunjukan dengan keluhan si pasien akan merasakan nyeri dibagian tenggorokannya seperti ada yang menghalangi, terasa kering atau bahkan pernapasan yang tercium bau tidak sedap. Akan tetapi selain beberapa gejala diatas ada juga gejala lain yang bisa mengindikasikan peradangan dibagian tonsil, diantaranya adalah:

  • Penderita mengalami sakit kepala, demam, lemas, menggigil, nyeri otot.
  • Penderita mengalami pilek, batuk, mulut berbau, mual, suara serak, nyeri perut, dan terjadinya pembesaran kelenjar getah bening yang terdapat di sekitar bagian leher.
  • Ketika diperiksakan ke dokter, terdapat pembesaran tonsil atau amandel dan berwarna merah, terkadang ditemukan bercak putih ata eksudat dibagian permukaan tonsil, dan adanya warna merah yang bertanda adanya peradangan di sekitar bagian tenggorokan dan tonsil/amandel.
  • Penderita mengalami rasa kering pada tenggorokannya atau seperti ada yang mengganjal pada bagian leher
  • Pada penderita tonsilitis yang sudah kronis, si pasien akan mungkin mendengkur pada saat tidur dan disertai adanya pembengkakan pada bagian kelenjar adenoid. Kelenjar adenoid adalah kelenjar yang posisinya terdapat di dinding bagian belakang antara rongga hidung dan tenggorokan.
  • Rasa nyeri yang diakibatkan penyakit tonsilitis ini bisa menjalar ke sekitar bagian telinga dan juga leher.
  • Nyeri ketika menelan makanan dan minuman bahkan ludah, dan berakibat penderita menjadi malas untuk melakukan aktifitas makan.

Beberapa gejala ini adalah segelintir gejala yang akan dirasakan oleh si penderita. Bila dibiarkan begitu saja kondisi ini tentu akan berubah menjadi lebih buruk dan membuat kondisi si pasien harus mendapatkan pertolongan medis segera.

Untuk itulah sebaiknya segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter bila anda merasa terjadi sesuatu yang salah dengan tubuh anda terutama perasaan nyeri yang dirasakan pada saat menelan. Pemeriksaan lebih dini akan membuat tonsil atau amandel bisa diatasi dari pembengkakan. Selain itu pola makan dan pola hidup sehat yang bersih adalah salah satu faktor yang akan menghindarkan anda dari resiko penyakit tonsilitis yang cukup berbahaya.

Pengobatan dan Pencegahan Tonsilits

Pengobatan untuk penyakit amandel biasanya akan tergantung pada apa yang menjadi sumber atau faktor yang menyebabkan penyakit ini bisa terjadi.

Nah adapun cara yang dapat dilakukan dokter guna mengetahui dan menentukan penyebab sakit amandel yang derita pasien biasanya akan dilakukan tes strepcoccus (strep) atau membuat kultur usapan tenggorokan guna memastikan penyebabnya. Kedua tes ini biasanya akn melibatkan usapan lembut dibagian belakang tenggorokan dekat dengan posisi tonsil atau amandel dengan menggunakan kapas.

Tes laboratorium dapat mendeteksi infeksi betkteri yang menyerang. Infeksi virus tidak akan tampil pada tes, namun juga dapat diasumsikan bila tes untuk bakteri negatif. Pada beberapa kasus, temuan fisik yang cukup menyakinkan guna mendiagnosis kemungkinan adanya infeksi bakteri. Dalam kasus ini antibiotik akan diresepkan oleh dokter tanpa melakukan tes strep guna membunuh bakteri atau mikroorganisme yang menyerang bagian tonsil.

Nah apabila rupanya tes yang dilakukan menunjukan bahwa penyebab dari meradangnya bagian tonsil adalah karena adanya bakteri maka pengobatan yang akan diberikan biasanya akan berupa antibiotik untuk mengobati infeksi. Pemberian jenis antibiotik ini berupa penisilin atau amoksilin. Akan tetapi pada pasie yang mengalami alami terhadap penisilin biasanya jenis Macrolide seperti eritromisin diberikan sebagai pengganti penisilin.

Hanya saja untuk anda yang hendak menggunakan obat-obatan antibiotik untuk meredakan gejala yang ditimbulkan dari radang amandel maka harus ada resep dan dosis yang tepat yang diberikan oleh dokter sebelum anda mengkonsumsi bahan-bahan ini. Dosis dan jenis antiotik yang tepat akan membuat peredaan gejala berjalan lebih optimal.

Pengobatan yang diberikan lewat obat-obatan atau pengobatan yang diberikan oleh dokter akan lebih efektif bekerjanya apabila didukung dengan beberapa hal yang bisa dilakukan oleh si pasien itu sendiri. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah seperti:

  • Istirahat yang cukup.
  • Gunakan penghilang rasa sakit seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Berkumur dengan air garam hangat.
  • Minum cairan hangat atau sangat dingin untuk meringankan rasa sakit tenggorokan.
  • Makanlah makanan yang halus, seperti es krim.
  • Menghirup pelega tenggorokan yang mengandung benzocaine atau anestesi lainnya.

Sebenarnya tidak ada obat-obatan khusus yang diberikan untuk mengobati tonsilitis secara keseluruhan. Pada dasarnya pengobatan hanya difungsikan untuk meredakan gejala yang dirasakan oleh si pasien agar kondisinya menjadi lebih baik. Untuk itulah pencegahan dilakukan umumnya untuk menghindari penularan infeksi yang terjadi dibagian rongga mulut dan tenggorokan agar tidak menyebar.

Demikianlah pemaparan lebih dalam mengenai tonsillitis akut dan kronis semoga bermanfaat!