data-ad-format="auto"

Kesehatan Bayi

Kategori artikel yang berisi informasi seputar kesehatan bayi, seputar permasalahan kesehatan bayi berikut tips dan penanganannya. Berguna bagi orang tua guna mewujudkan buah hati yang senantiasa tumbuh dengan sehat

5 Penyebab Bayi Tidak Menangis Saat Lahir Serta Bahayanya

Tangisan bayi memang menjadi salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh ibu pasca persalinan. Hal ini dikarenakan tangisan bayi memang harus terjadi setelah melahirkan. Jika tidak terjadi, maka akan berakibat fatal dan juga menandakan bayi dalam keadaan baik-baik saja. Bayi yang menangis memang menjadi salah satu indikasi yang menandakan bahwa organ paru-paru bayi memang berfungsi dengan sangat baik.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ada beberapa bayi yang memang tidak menangis dan juga sangat terlambat untuk menangis. Kondisi bayi yang tidak menangis tentunya membutuhkan pertolongan medis karena jika tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan bayi. Bayi yang tidak menangis memang menjadi kondisi yang harus dikhawatirkan. Selain ada beberapa masalah pada gangguan pernapasan, bayi yang tidak menangis juga memang menjadi indikasi dimana bayi tidak memiliki suara yang nantinya akan sangat sulit untuk bicara.

Meskipun hal ini menjadi kondisi yang perlu diwaspadai, namun tetap saja ada beberapa orang tua yang tidak merasa khawatir terlebih jika melakukan persalinan di dukun beranak. Untuk saat ini memang tidak terlalu banyak dukun beranak, namun terdapat beberapa daerah yang mungkin masih terpencil sehingga masih mendapatkan pertolongan persalinan dari dukun beranak. Lantas, apa penyebab bayi tidak menangis setelah dilahirkan? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini!

 Penyebab Bayi Tidak Menangis

Setelah kita mengetahui bahwa tangisan bayi memang menjadi satu hal yang terpenting pasca persalinan maka hal ini memang harus terjadi. Sebenarnya bayi yang tidak menangis dapat disebabkan oleh beberapa hal dan banyak sekali penyebabnya. Faktanya bahwa bayi yang berada dalam kondisi yang baik-baik saja tidak akan langsung menangis. Bahkan para medis mencoba melakukan apa saja yang akan membuat bayi tersebut menangis seperti menekan kaki bayi ataupun bagian tubuh yang lainnya.

Bayi yang tidak menangis selain disebabkan oleh beberapa faktor saat dilahirkan. Penyebab bayi tidak menangis juga disebabkan oleh kondisi ibu yang ketika hamil. Kondisi ibu saat hamil juga ikut mempengaruhi keadaan bayi setelah dilahirkan. Berikut ini beberapa penyebab bayi tidak menangis setelah lahir, diantaranya:

Sebelum Persalinan

Bayi yang tidak menangis juga bisa terjadi karena sesuatu keadaan sebelum persalinan. Kondisi ibu tentu sangat berpengaruh pada tangisan bayi ketiak dilahirkan. Inilah penyebab sebelum persalinan dimana bayi tidak menangis, diantaranya:

Ibu menderita diabetes melitus

Penyebab pertama bayi tidak menangis sebelum melahirkan yakni seorang ibu yang menderita diabetes melitus yang dikenal dengan sebutan DMG (Diabetes semasa kehamilan) 40%. Hal ini akan menyebabkan bayi lahir dalam keadaan makrosomia yakni salah satu risiko dimana bayi akan lahir dalam keadaan trauma, fraktur, asfiksia, dan juga sindrom gawat napas. Inilah yang menjadi satu kondisi dimana bayi akan mengalami beberapa keadaan yang terbilang sangat gawat.

Seperti yang dilansir dari Livestrong dimana ibu yang mengalami diabetes berisiko besar melahirkan bayi dengan kondisi hipoglikemia yakni gula darah rendah. Salah satu ciri yang menandakan terjadinya kondisi ini yakni pernapasan yang tidak teratur. Dalam artian bayi yang dilahirkan akan mengalami pernapasan yang tidak lancar sehingga sangat sulit untuk menunjukkan respon menangis saat bayi dilahirkan.

Sedangkan menurut Elizabeth Davis yakni seorang bidan menyatakan bahwa wanita yang mengidap diabetes akan melahirkan bayi yang memiliki ukuran yang besar dikarenakan adanya pengaruh kadar gula di dalam darah dari tubuh sang ibu. Seperti yang kita tahu bahwa kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan bayi memproduksi insulin yang lebih banuak sehingga dapat menyebabkan penumpukan pada lemak di dalam tubuh. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan bayi mengalami kesulitan ketika bernapas yang akhirnya akan membuat bayi menjadi tidak menangis atau terlambat untuk menangis saat dilahirkan.

Terjadi pendarahan pada antepartum

Penyebab selanjutnya yang bisa menyebabkan bayi tidak menangis setelah dilahirkan yaitu ibu yang mengalami pendarahan pada antepartum. Pendarahan ini tentunya dapat terjadi semasa sebelum melahirkan. Pada umumnya kejadian ini dapat disebabkan oleh adanya kelainan pada plasenta yang terlepas dari pelekatannya sebelum bayi lahir, pembuluh darah pada selaput ketuban dan juga kelainan insersi pada tali pusat.

Infeksi pada ibu

Infeksi yang terjadi pada ibu juga bisa menyebabkan terjadinya bayi tidak menangis ketika dilahirkan. Ibu yang mengalami infeksi yang dapat menyebabkan janin di dalam kandungan mengalami IUGR atau Retardasi Pertumbuhan dalam Rahim.

Ibu memiliki sempit panggul

Pada umumnya kondisi ini banyak terjadi dimana banyak ibu yang mengalami sempit panggul. Kondisi ini disebut dengan Disproportio sefalo pelvik (panggul sempit) dimana ukuran tulang pelvic ibu tidak cukup untuk janin dalam proses persalinan dan melewati bagian tersebut. Kondisi ini menyebabkan pembukaan akan berlangsung cukup lama karena kepala bayi akan susah untuk masuk pada pinggul bagian atas dan besar kemungkinan akan terjadi air ketuban yang pecah sebelum waktunya. Kondisi ini dapat terjadi dimana kepala bayi tidak bisa menekan serviks. Namun bisa terjadi dimana bayi sangat kuat untuk menekan servis, namun akan terjadi moulage hebat yang dapat menyebabkan bayi akan kesulitan untuk bernapas ketika sedang lahir.

Air ketuban berwarna hijau

Penyebab selanjutnya dimana bayi tidak menangis yaitu dapat ditandai dengan air ketuban yang berwarna hijau dan bercampur dengan mekonium yang mungkin bisa saja terjadi.

Ibu menderita preeklampsia

Penyebab selanjutnya dimana bayi tidak menangis ketika dilahirkan yakni ibu mengalami preeklampsia. Kondisi ini dapat terjadi dimana adanya peningkatan tekanan darah yang menyebabkan pembengkakan dan juga terjadinya proteinuria yakni adanya protein di dalam darah. Keadaan ini tentunya dapat menyebabkan sindrom gawat napas pada bayi, kematian janin intrauterin (IUGR), sepsis (infeksi berat) dan juga prematuritas.

Selama Persalinan

Setelah kita mengetahui penyebab sebelum persalinan, maka kita akan beranjak pada penyebab bayi tidak menangis selama persalinan. Penyebab bayi tidak menangis selama persalinan tentunya dapat terjadi dimana bayi melahirkan bayi yang sungsang, persalinan yang cukup lama serta ibu yang melahirkan dalam jalan lahir yang cukup sempit. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan bayi kesulitan ketika bernapas sehingga bayi tidak akan menangis saat dilahirkan. Kondisi ini tentunya dapat terjadi karena adanya penekanan pada tali pusat pada beberapa bagian tubuh bayi, tumor di rahim dan juga bayi kembar. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan. Gangguan afiksia tentunya dapat juga terjadi jika plasenta dapat lepas terlebih dahulu yang menyebabkan bayi terlilit bayi tali pusat.

Bayi lahir prematur

Pada bayi yang lahir prematur tentunya dapat menjadi penyebab dimana bayi lahir tidak menangis. Pasalnya, organ paru-paru bayi yang prematur belum bisa berkembang dengan sempurna layaknya bayi yang lahir ketika cukup bulan. Kondisi ini tentunya dapat terjadi karena adanya surfaktan yakni zat pelindung paru-paru yang tidak berkembang secara sempurna. Akibat yang terjadi yaitu bayi yang prematur akan lebih cenderung mengalami gangguan pernapasan ketika lahir.

Setelah Persalinan

Kondisi pada bayi yang terjadi setelah persalinan yakni terjadinya asfiksia neonatorum dimana keadaan bayi yang tidak bisa bernapas secara teratur dan juga spontan. Kondisi ini tentunya dapat menurunkan kadar oksigen yang dapat meningkatkan karbondioksida sehingga menimbulkan dampak yang lebih buruk pada kehidupan yang lebih lanjut. Setelah proses persalinan, asfiksia yang terjadi tentunya dapat pula disebabkan oleh adanya penyakit infeksi akut atau kronis, uremia, keracunan obat bius dan juga toksomia gravidarum, cacat bawaan atau trauma, anemia berat, serotinus (kehamilan kelebihan bulan) dan juga kekurangan gizi pada ibu hamil di dalam kandungan.

Asfiksia

Bayi yang tidak menangis disebabkan oleh asfiksia yakni terjadinya sumbatan pada saluran pernapasan bayi. Sumbatan tersebut tentunya dapat berupa lendir, darah, tinja, air ketuban ataupun lidah yang terdorong ke belakang tenggorokan. Kondisi inilah yang menyebabkan bayi sulit untuk bernapas sehingga bayi tidak dapat memberikan respon dengan tangisan. Di dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan asfiksia dimana adanya bayi yang kekurangan oksigen selama proses persalinan.

Sedangkan menurut Dr. Yvonne Bohn yakni seorang dokter kandunagn di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica California menyatakan bahwa setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya asfiksia pada bayi, diantaranya:

- Terjadinya masalah pada plasenta

- Prolaps tali pusar

- Trauma pda bayi di dalam kandungan

- Ibu yang mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu

- Ibu yang mengalami preeklampsia dan eklampsia

- Distosia batu atau persalinan macet ketika sudah mencapai bahu bayi

Asfiksia yang terjadi pada bayi tentunya harus ditangani sesegera mungkin karena jika tidak akan menyebabkan oksigen tidak dapat mencapai otak bayi. Jika hal ini terjadi, maka akan meningkatkan risiko terjadinya kecacatan seperti autisme, ADHD, lumpuh otak (cerebral palsy), kejang bahkan hingga kematian.

Cara yang dapat Anda lakukan yakni dengan membersihkan tubuh bayi secara keseluruhan mulai dari wajah, kepala hingga bagian tubuh lainnya. Selain itu, tim medis juga akan menepuk-nepuk atau menggosok perut, punggung , dada bayi dan juga menekan telapak kaki bayi untuk merangsang agar bayi dapat bernapas dan mengeluarkan tangisan. Jika bayi tetap tidak menangis, maka dokter akan menghisap cairan yang ada di mulut dan juga hidung bayi dengan menggunakan pipa isap untuk membersihkan sumbatan dan memastikan kedua lubang tersebut dapat terbuka dengan penuh.

Alasan Mengapa Bayi Harus Menangis Saat Dilahirkan

Bayi harus menangis ketika dilahirkan tentunya sangat berhubungan dengan keadaan bayi. Ketika proses persalinan bayi akan merasakan udara luar yang tentu jauh berbeda dengan keadaan rahim seorang ibu. Keadan ini tentunya memaksa bayi merasakan udara yang dingin dan juga cahaya yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan. Setelah tali pusar bayi terputus, maka mau tidak mau bayi akan langsung mendapatkan sendiri oksigen tanpa bantuan sang ibu.

Dalam hal ini menangis memang cara terbaik yang dapat bayi tunjukkan untuk menandakan bahwa tidak terjadi apa-apa pada saluran pernapasan bayi. Kondisi ini juga turut mempengaruhi kondisi organ vital lainnya seperti jantung, otak, ginjal, pembuluh darah dan juga organ tubuh lainnya. Inilah yang menjadi alasan mengapa bayi harus menagis ketika dilahirkan. Pada bayi yang normal tentunya akan menangis dalam waktu 30 detik hingga 1 menit pertama setelah proses persalinan. Ketika bayi lahir tentunya ia akan mulai beradaptasi dengan lingkungan luar dan juga menghirup udara untuk pertama kalinya. Inilah kondisi yang memicu dimana bayi akan mengeluarkan suara berupa tangisan.

Ketika bayi masih di dalam  kandungan, bayi akan mendapatkan oksigen dari ibu melalui plasenta. Kondisi inilah yang terjadi dimana paru-paru dan juga organ tubuh lainnya mengalami perkembangan hingga tahap hingga bayi dilahirkan. Selain itu, paru-paru bayi yang masih di dalam kandungan dapat berisi cairan amnion yakni cairan ketuban yang dapat melindungi bayi selama di dalam kandungan.

Ketika menjelang kelahiran, cairan ketuban pada bayi akan terus menyusut dan juga mengering dengan perlahan. Hal ini berarti air ketuban yang ada di dalam paru-paru bayi juga akan ikut berkurang yang menjadi bentuk persiapan bagi bayi untuk mulai bernapas di dunia luar.

Dalam beberapa kasus ditemukan dimana cairan ketuban pada bayi masih tersisa pada paru-paru. Hal inilah yang menyebabkan bayi berisiko mengalami sumbatan pada sistem pernapasannya. Hal ini yang yang menjadi alasan mengapa bayi harus menangis yakni untuk membantu membersihkan lendir yang masih tersisa pada paru-paru untuk memudahkan jalannya oksigen di dalam tubuh bayi.

Bahaya Bayi Tidak Menangis

Pada umumnya, bayi yang tidak menangis akan menyebabkan beberapa gangguan pernapasan yaitu paru-paru. Namun, ada beberapa dampak yang dapat terjadi dimana bayi tidak menangis ketika dilahirkan yang sangat mengganggu perkembangan bayi, diantaranya:

Kejang

Dampak pertama yang dapat terjadi dimana bayi mengalami asfiksia yakni terjadinya gangguan gas dan juga transport O2 sehingga akan menyebabkan penderita kekurangan oksigen dan sulit untuk mengeluarkan karbondioksida. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan terjadinya kejang pada anak yang dapat menyebabkan perfusi jaringan menjadi tidak efektif.

Terjadinya ederma dan pendarahan pada otak

Pada bayi yang tidak menangis tentunya akan menyebabkan bayi mengalami gangguan fungsi jantung hingga berlarut-larut sehingga dapat terjadinya renjatan neonatus. Kondisi ini tentunya dapat menyebabkan aliran darah ke otak akan menurun. Bagaimanapun juga, keadaan ini akan menyebabkan hipoksia dan juga iskemik otak sehingga dapat berakibat terjadinya edema otak sehingga dapat menimbulkan pendarahan pada otak.

Anuria atau Oliguria

Pada umumnya, bayi akan kencing pada 49 jam pertama setelah dilahirkan. Dalam kondisi normal, setelah lahir produksi urin bayi berkisar 1-3 ml/kg. Disebut dengan kondisi oliguria jika produksi pada urin sedikit yakni <0,5-1 ml/kg BB/jam. Sedangkan anuria terjadi pada bayi yang tidak memiliki kemampuan untuk buang air kecil pada 24 jam pertama. Kondisi ini biasanya masih dianggap normal dikarenakan bayi telah buang air kecil setelah persalinan.

Untuk metode penanganan pada bayi yang tidak menagis setelah dilahirkan hendaknya bayi langsunng ditutup dengan kain bersih dan kering pada seluruh bagian tubuhnya kecuali telapak tangan. Jika memungkinkan, maka dapat dipasang sebuah alat yang dapat dimasukkan ke dalam mulut melalui aliran O2 dengan tekanan 12 mmHg. Tindakan awal ini tentunya dapat dilakukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi dan juga mengatasi gejala terjadinya pasokan oksigen ke jaringan dan organ tubuh lainnya serta gangguan pernapasan.

Demikianlah beberapa penyebab bayi tidak menangis, alasan mengapa bayi harus menangis serta bahaya yang dapat terjadi jika bayi tidak menangis. Semoga bermanfaat!

Mengatasi Infeksi Telinga Pada Bayi dan Pencegahannya

Bayi amat rentan terkena dengan serangan penyakit. Hal ini dikarenakan sistem imun pada tubuh bayi belumlah terbentuk dengan sempurna.

Tak seperti orang dewasa yang memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang telah kuat, anak-anak dan bayi masih begitu rentan terhadap paparan atau serangan penyakit. Itulah mengapa, dalam hal ini orangtua perlu dengan teliti menjaga kesehatan bayi mereka agar ancaman segala peyakit bisa dihindarkan dari tubuhnya yang mungil. Belum lagi, ketidakmampuan bayi untuk mengungkapkan apa yang dialaminya akan cenderung membuat orangtua dibuat khawatir saat bayi mereka mulai rewel dan terlihat tidak nyaman.

Nah, ketika bunda dihadapkan pada kondisi ini maka seringkali bunda merasa frustasi dan tidak tahu harus melakukan hal apa agar keceriaan si kecil bisa kembali seperti sediakala.

Menjaga dan mengupayakan si buah hati untuk selalu dalam keadaan prima adalah hal yang penting. Mengingat ancaman penyakit akan lebih mudah menyerang buah hati anda yang belum mampu mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya dengan baik.

Saat si kecil masih begitu bayi, sumber imunitas yang didapatnya hanya ia peroleh dari air susu ibunya. Untuk itulah, mengoptimalkan pemberian ASI pada saat si kecil masih bayi adalah langkah yang penting yang perlu dilakukan sebagai pencegahan dini agar si kecil terhindar dari ancaman penyakit.

Virus dan bakteri adalah sumber paling umum yang seringkali menimbulkan masalah kesehatan dan membawa penyakit kedalam tubuh, terutama untuk tubuh si bayi. Belum lagi, keberadaannya ini yang hampir terdapat disemua tempat menjadi ancaman paling besar yang akan mungkin menyerang si buah hati.

Ada cukup banyak media yang bisa membuat virus masuk kedalam tubuh si buah hati. Salah satunya adalah melalui sentuhan oranglain yang telah dihinggapi oleh virus tersebut. Penyebaran ini akan lebih mudah masuk kedalam tubuh si kecil tatkala buah hati anda melakukan kontak kulit bersama dengan mereka yang terinfeksi dengan virus dan bakteri tersebut. Yang mana kemudian setelah terjadinya kontak tersebut, kuman dan bakteri akan masuk kedalam tubuh si kecil baik itu melalui bagian hidung atau dengan melalui bagian mulut.

Tidak seperti orang dewasa yang mungkin lebih kebal terhadap paparan virus, anak bayi akan mungkin dengan  cepat berekasi terhadap jenis paparan tersebut dan membuatnya jatuh sakit.

Saat si kecil sakit, maka bisa ditebak hal yang akan terjadi selanjutnya adalah buah hati anda akan mungkin menjadi rewel dan tak karuan. Pada saat si kecil sakit hal ini akan mungkin membuat setiap orangtua dibuat khawatir. Belum lagi, tak sedikit hal ini akan mempengaruhi angka produktivitas orangtua. Mengapa demiikian? Sebab pada saat si kecil sakit, orangtua akan senantiasa menjaga dan merawat mereka sampai sembuh dan hal ini tak jarang membuat mereka bolos bekerja.


Nah, salah satu jenis penyakit yang seringkali datang dengan tak terduga pada si buah hati yang sebabnya seringkali disebabkan oleh virus dan bakteri adalah adanya infeksi telinga. Gangguan ini seringkali membuat si kecil menangis dan sulit tidur daripada kondisi normalnya.

Kondisi gangguan penyakit ini umumnya akan dapat berpengaruh terhadap perubahan suasana hati si kecil. Hal ini akan berakibat pada si kecil yang menjadi mudah menangis dan tidak mau menyusu pada ibunya. Infeksi telinga cenderung menyerang setelah pilek atau infeksi sinus terjadi. Untuk itu, sebaiknya waspadalah apabila sesuatu terjadi pad si buah hati anda, terutama pada saat ia demam.

Adapun cara lain yang dapat ibu deteksi dari si buah hati yang mengalami infeksi telinga adalah ia akan cenderung sering menarik daun telinganya karena merasakan gatal atau perih pada bagian telinga dan bagian dalamnya.

Infeksi yang satu ini pun disebut-sebut umum muncul setelah didahului oleh adanya infeksi sluran pernapasan atas, flu atau radang tenggorokan. 

Kondisi ini sebaiknya patut diwaspadai, sebab bukan hanya menimbulkan kondisi yang tidak nyaman pada si bayi. Bila tidak segera ditangani, maka dampak yang lebih serius akan mungkin dialami oleh si buah hati. Ketika si buah hati mulai menampakan gejala-gejala yang tidak wajar, seperti demam, rewel, sering menangis, atau bahkan tidak mau menyusu seperti biasanya. Maka segera konsultasikan masalah ini dengan dokter sesegera mungkin. Penanganan yang tepat akan mungkin menghindarkan buah hati anda dari kondisi yang tidak diinginkan.

Lantas apa itu infeksi telinga yang terjadi pada bayi? Apa sebabnya? Dan bagaimana mengatasinya? Nah, untuk lebih jelasnya maka mari kita simak beberapa penjelasan lebih mendalam dibawah ini.


Apa Itu Infeksi Telinga Pada Bayi

Infeksi telinga atau Otitis Media merupakan suatu infeksi yang menyerang bagian telinga tengah yang mana penyebabnya dipicu akibat adanya serangan bakteri dan virus. Pada kasus ini, bagian ruangan dibelakangan gendang telinga tempat ketiga tulang pendengaran, kerap kali menjadi sasaran utama dari infeksi yang satu ini.

Infeksi telinga tentu saja akan sangat menyebalkan dan akan mungkin menimbulkan rasa sakit, terutama bila kondisi ini menyerang anak-anak atau si bayi. Hal ini dikarenakan penderita kondisi ini akan mengalami peradangan dan penumpukan cairan pada telinga dibagian tengahnya.

Kasus infeksi telinga memang cukup sering ditemui pada anak-ana usia enam bulan sampai dua tahun dan kondisi ini dianggap sebagai hal yang umum menyerang anak-anak. Bahkan menurut sebuah penelitian mengungkapkan 3 dari 4 anak pernah mengalami infeksi telinga sebelum mereka menginjak usia 3 tahun. Adapun resiko tertinggi infeksi telinga dapat terjadi pada si keci yang beruia 6 sampai dengan 18 bulan.

Gangguan kesehatan pada organ pendengaran ini biasanya terdeteksi setelah bayi mengalami beberapa penyakit sistem pernapasan seperti yang diungkapkan diatas, yakni pilek atau sakit tenggorokan. Hal ini dikarenakan ukuran dan bentuk telinga pada bayi masih belum berkembang dengan baik. Akan tetapi, bukan hanya anak-anak dan bayi saja yang beresiko lebih besar terhadap gangguan yang satu ini, orang dewasa pun akan mungkin mengidap infeksi yang diakibatkan oleh bakteri dan virus ini.

Adapun untuk bayi yang mengalami kondisi ini, biasanya mereka akan cenderung merasa tidak nyaman dan mengalami sakit pada bagian telinganya.

Telinga juga terbagi atas 3 bagian, yakni telinga bagian luar, yang mana bagian ini meliputi bagian cuping telinga dan saluran telinga luar. Selanjutnya adalah telinga bagian tengah, yakni sisi dalam gendang telinga yang dihubungkan degan tenggorokan oleh saluran yang disebut dengan eustachius. Dan yang terakhir adalah telinga bagian dalam, yang mana bagian ini berisi syaraf yang dapat mendeteksi adanya suara.

Infeksi telinga bagian tengah atau Otitis Media biasanya memerlukan perhatian yang cukup serius, terutama bila dampaknya terjadi pada bayi. Hal ini dikarenakan, apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka bukan tidak mungkin si kecil akan mampu meningkatkan resiko terhadap penyakit infeksi telinga akut yang dampaknya akan tentu lebih serius dialami oleh si buah hati.

Untuk itu, maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter dan bawa si kecil untuk segera mendapatkan penanganan secara langsung dari ahlinya. Jangan sesekali menyimpulkan atau menebak-nebak sendiri penyakit si kecil dilihat dari gejalanya. Penanganan yang tepat oleh dokter akan tentu saja lebih efektif.


Gejala Infeksi Telinga Pada Bayi

Otitis media merupakan salah satu penyebab paling umum dari timbulnya sakit telinga. Untuk itu, waspadai bila bayi anda mulai sering menangis dan rewel. Nah, untuk membantu anda mendeteksi lebih dini gejala dari infeksi telinga yang mungkin terjadi pada bayi, maka berikut ini kami sajikan gejala-gejala infeksi telinga pada bayi.

Gejala yang umum dari kondisi ini biasanya berupa demam, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, sakit kepala, kehilangan keseimbangan dan si kecil yang mulai sering mengantuk. Bayi yang masih kecil akan mungkin lebih sering menunjukan gejala dengan menarik-narik bagian daun telinganya atau dengan memasukkan bagian jarinya kebagian lubang telinga yang terinfeksi.

Terkadang, infeksi telinga bagian tengan pun tidak menunjukan gejala yang khusus. Akan tetapi kondisi ini akan mungkin membuat si kecil merasakan telinganya sakit, atau merasakan tekanan atau pula merasakan sensasi seperti penuh dibagian telinganya. Dalam kasus ini, bayi yang terinfeksi akan mungkin sering menangis terutama pada malam hari saat ia sedang berbaring.

Sementara itu, pada kondisi yang lebih buruk infeksi telinga akan dapat menyebabkan gendang telinga pecah atau berlubang disertai dengan keluarnya darah dari bagian tersebut. Hal ini dapat mengurangi tekanan didalam telinga yang terbentuk karena infeksi sehingga mengurangi rasa sakit. Untuk kondisi gendang telinga yang pecah, kondisi ini biasanya akan dapat membaik atau sembuh dalam beberapa waktu.

Gejala yang dialami oleh orang dewasa atau anak-anak yang lebih besar ketika sakit otitis media adalah dengan munculnya rasa sakit dibagian telinga serta kehilangan pendengaran. Rasa sakit yang diakibatkan oleh infeksi ini terjadi sebab adanya inflamasi dan penimbunan cairan di telinga pada bagian tengah.


Apa Penyebab Infeksi Telinga Pada Bayi?

Sebagian besar kasus otitis media atau infeksi bagian telinga muncul sebab terjadinya infeksi akibat virus atau bakteri. Kondisi ini umumnya akan dapat menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir dibagian telinga tengah. Adapun fungsi dari telinga bagian tengah adalah menyampaikan suara kebagian telinga dalam melalui getaran dari tiga tulang kecil didalamnya.

Saluran eustachius, yakni tabung yang berfungsi menyalurkan udara kebagian telinga bagian tengah, pada anak-anak ukuran ini lebih kecil dibandingkan dengan ukruan orang dewasa. Itulah mengapa, anak-anak akan lebih rentan meningkatkan resiko terhadap infeksi ini dan menjadikan mereka lebih mudah terserang dengan otitis media.

Akibat Infeksi Telinga Pada Bayi

Infeksi telinga atau gangguan otitis media dapat menimbulkan masalah untuk si kecil, salah satunya adalah menyebabkan gangguan pendengaran sementara. Infeksi yang terjadi secara berulang akan dapat menimbulkan terbentuknya cairan tebal seperti lem didalam telinga bagian tengah. Hal ini biasanya dikaitkan dengan adanya gangguan pendengaran yang menyebabkan masalah bahasa, perilaku dan juga pendidikan pada si buah hati.

Untuk mengatasi infeksi telinga yang paling tepat adalah dengan melakukan konsultasi segera ke dokter pada awal terlihat gejala-gejala seperti diatas. Bahkan, setelah si buah hati dinyatakan sembuh dari kondisi ini, ayah dan bunda sebaiknya tetap membawa si kecil ke dokter sesekali guna memastikan bahwa infeksi bagian telinganya sudah benar-benar bersih dan tidak ada tanda-tanda akan terbentuk cairan seperti lem yang disebutkan diatas.


Penanganan Infeksi Telinga Pada Bayi

Sebagian besar kondisi otitis media sebenarnya tidak memerlukan penanganan intensif oleh dokter. Sebab kondisi ini umumnya akan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Akan tetapi, bila kondisi ini menyerang bayi, maka penanganan ini akan tentu dibutuhkan dengan segera. Sebab tentu dampaknya akan berbeda bila terjadi pada bayi. Nah, berikut ini adalah penanganan infeksi telinga atau otitis media pada bayi.

Bila anda mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter, maka umumnya dokter yang menangani kasus ini tidak akan meresepkan antibiotik, kecuali bila gejala infeksi berlangsung selama lebih dari 24 jam.

Sebagian besar anak akan dapat membaik setelah beberapa hari diberikan obat antibiotik. Akan tetapi tetap saja, pengobatan antiobiotik tidak boleh dihentikan meski orangtua mendapati kondisi si kecil sudah membaik. Pengobatan perlu tetap diberikan sampai dengan obat yang diresepkan benar-benar habis.

Perlu diketahui, menghentikan pengobatan sebelum tuntas akan dapat membuat infeksi timbul kembali. Kadang-kadang dokter ingin memeriksa kembali kondisi si buah hati setelah mereka sembuh. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada infeksi lain dan tanda-tanda yang memungkinkan si kecil terserang kembali dengan masalah yang satu ini.

Bayi atau anak-anak yang mengalami infeksi bagian telinga yang terjadi secara berulang-ulang atau bisa sudah timbul cairan seperti lem yang ada dibagian telinganya akan membutuhkan penanganan dan konsumsi antibiotik yang lebih lama.

Selain itu, pengobatan lain yang juga dapat dilakukan namun jarang adalah dengan penyisipan grommet, yakni sebuah tabung ventilasi khusus yang berfungsi mencegah cairan terkumpul pada bagian sisi dalam gendang telinga dan mempertahankan pendengaran. Metode pengobatan dengan memasukkan grommet ke bagian telinga adalah prosedur yang umum dan dilakukan dibawah anestesi.


Bagaimana Pencegahan Terhadap Infeksi Telinga Pada Bayi?

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum ditemukan metode khusus yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi yang terjadi pada si buah hati. Akan tetapi ada beberapa hal yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan meningkatkan resiko terhadap infeksi telinga pada anak, yakni orangtua yang merokok, anak yang mengkonsumsi susu formula (bukan ASI) dan interaksi si kecil dengan anak lain yang mungkin menderita infeksi telinga.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindarkan si kecil dari resiko infeksi telinga atau otitis media.

Hindarkan si kecil dari lingkungan yang dipenuhi dengan asap atau berada di lingkungan perokok. Selain itu bila si ayah adalah seorang perokok maka sebaiknya kurangi atau bila memungkinkan hentikan kebiasaan merokok dihadapan si kecil untuk mengurangi resiko si buah hati terkena dengan masalah yang satu ini.

Utamakan pemberian ASI, bukan susu formula. ASI adalah makanan terbaik sekaligus sumber sistem kekebalan tubuh yang tepat untuk si kecil yang mana bila sistem kekebalan tubuhnya fit maka segala penyakit akan bisa dihindari. Untuk itu, sebaiknya utamakan memberikan ASI dibandingkan dengan susu formula.

Hindarkan memberikan anak makan pada saat mereka sedang berbaring.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari cara mencegah bayi dari resiko infeksi telinga. Dengan mengetahui penjelasan diatas, diharapkan ibu dapat membawa segera buah hatinya ke dokter untuk melakukan pengobatan setelah mengetahui gejala-gejala khusus dari infeksi telinga.

Penyebab Timbulnya Bintik Merah Pada Kulit Bayi yang Umum Terjadi

Kulit bayi bisa sangat sentisitif terhadap paparan benda asing yang menengenai bagian tubuhnya.

Itulah mengapa bayi yang baru lahir tidak diperkenankan untuk menggunakan produk kecantikan untuk digunakan pada kulitnya. Salah-salah, hal ini malah akan menginfeksi bagian kulitnya dan menimbulkan masalah yang akan membuat si kecil menjadi tidak nyaman.

Meski tak sedikit orangtua yang menginginkan bayi baru lahir mereka agar selalu wangi, segar dan tercium lezat. Akan tetapi, hal ini sebenarnya belumlah diperlukan pada bayi. Tidak seperti orang dewasa, bayi tidak akan melakukan gerakan yang terlalu berlebihan yang membuat tubuhnya dicucuri keringat. Selain itu, kulit bayi pun umumnya belum dapat memproduksi keringat sebanyak orang dewasa. Jadi demikian, sebenarnya anak bayi belum memerlukan segala perlengkapan kecantikan yang akan menunjang tubuhnya agar tetap tercium menyegarkan.

Sayangnya, meski demikian tetap saja ada sebagian ibu yang memaksakan kehendaknya untuk memakaikan berbagai produk asing pada tubuh anak bayinya. Pemakaian berbagai jenis produk perlengkapan bayi memang tidak dilarang. Hanya saja, kondisi kulit bayi yang masih begitu sensitif membuatnya akan lebih beresiko mengalami iritasi pada kulitnya. Bila anda tetap ingin menggunakan berbagai jenis produk tersebut, sebaiknya pilihlah produk yang aman yang tidak bereaksi menyakiti kulit si buah hati.

Selain itu, untuk memastikan tidak adanya kemungkinan alergi pada kulit bayi. Sebaiknya, tidak langsung mengaplikasikan produk tersebut ke seluruh permukaan tubuh bayi secara merata. Melainkan, dengan mencobanya pada beberapa bagian tertentu pada tubuh bayi dan menunggu beberapa saat atau satu hari guna melihat ada atau tidak adanya reaksi alergi pada tubuh bayi.

Ya, kondisi gangguan kulit adalah salah satu masalah kesehtan yang umum sekali dialami oleh para bayi. Bahkan mungkin setiap orangtua pernah dihadapkan pada masalah ini sewaktu bayi mereka mengalami masalah dengan kulitnya.

Semua masalah kesehatan yang menyerang si bayi akan tentu saja membuat setiap orangtua panik dengan kondisi ini. Belum lagi, si kecil yang masih bayi tergeletak di rumah tak berdaya akan mungkin mempengaruhi angka produktivitas ayah dan ibu.

Betapa tidak, rasanya tidak ada orangtua yang tega melihat buah hati mereka yang masih kecil kepayahan menahan dampak dari penyakit yang dialaminya. Hal ini tentu saja akan membuat ayah dan ibu siaga menjaga dan merawat mereka dirumah yang pada akhirnya membuat mereka harus terpaksa bolos bekerja.


Belum lagi, kondisi gangguan kesehatan kulit yang menyerang anak bayi akan mungkin menimbulkan rasa yang tidak nyaman yang mana umumnya bila hal ini terjadi si kecil malah akan berubah menjadi rewel dan sulit untuk dikendalikan. Jam tidurnya pun akan terganggu yang membuat hari-harinya menjadi lebih tidak nyaman dengan rengekan dan tangisan.

Nah, bila sudah begini maka penting sekali untuk segera mencari solusi guna mengatasi masalah gangguan kulit yang dialami oleh si buah hati. Jangan pernah mengabaikan atau menunda pengobatan saat si kecil  mulai terlihat rewel atau bunda menemukan sesuatu yang janggal dengan gerak-geriknya.

 Kepekaan bunda dalam mendeteksi segala masalah dan kemungkinan penyakit yang menyerang si kecil adalah hal yang penting. Hal ini dikarenakan, buah hati anda yang masih begitu kecil belum memahami betul bagaimana menyampaikan apa yang ia rasakan saat ini pada anda. Untuk itulah, kewaspadaan harus benar-benar ditingkatkan pada saat berhadapan dengan si kecil yang masih bayi.

Nah, salah satu gangguan kulit yang mungkin sering bunda jumpai pada anak-anak bayi adalah timbulnya bintik merah atau ruam pada kulit bayi yang bisa terjadi. Kondisi ini seringkali membuat ibu bertanya-tanya tentang apakah bintik merah tersebut.

Para ibu biasanya akan panik dan khawatir sewaktu mendapati bintik-bintik merah atau bintil-bintil yang timbul di tubuh atau wajah bayinya. Berbeda dengan kondisi kulit orang dewasa yang tebal, kulit bayi masih relatif tipis dan sensitive, lebih rentan terhadap alergi, iritasi dan timbulnya infeksi. Hal ini disebabkan struktur kelenjar minyak yang ada pada kulit bayi masih belum berkembang dengan baik.

Adapun penyebab timbulnya bintik-bintik merah pada tubuh atau wajah si bayi umumnya bisa sangat kompleks dan pengaruhnya pun bisa dipicu banyak hal. Faktor dari dalam tubuh, seperti faktor keturunan pun bisa mengambil alih sebagai pemicu dalam hal ini. Sementara faktor lainnya adalah cuaca panas, lingkungan yang lembab, debu beterbangan dan lain sebagainya.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut seperti apa saja penyebab yang umum yang membuat bintik-bintik merah bisa muncul pada bayi. Maka mari kita simak beberapa hal dibawah ini.


1. Bakat Alergi (Faktor Keturunan)

Alergi merupakan salah satu penyebab paling umum yang dapat memicu kondisi seperti ini terjadi. Kasus alergi kulit cukup banyak terjadi pada bayi yang amat rentan terhadap reaksi alergi.

Apabila anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, maka resiko yang sama akan pula dialami oleh si kecil. Bahkan sebuah studi menjelaskan, orangtua yang mengalami alergi kulit akan 40-60% mampu meningkatkan resiko alergi terhadap buah hatinya. Akan tetapi bila salah satu orangtua saja yang mengalami alergi, maka kemungkinan anak anda memiliki bakat atu resiko alergi lebih kecil yakni hanya sebesar 25-40% saja.

Penyakit alergi hanya mengenai anak yang memiliki bakat alergi atopik. Apabila tidak ada riwayat alergi pada keluarga si bayi, maka bayi anda tetap memiliki resiko terkena alergi sampai 5-15%.

Bayi yang mengidap alergi lebih rentan untuk terkena dengan masalah kulit, termasuk timbulnya bintik-bintik merah pada kulitnya. Pada reaksi alergi yang tergolong parah, biasanya yang muncul bukan hanya bintik-bintik merah akan tetapi juga dapat berupa bengkak yang timbul dibagian kulti si bayi.

Timbulnya bintik-bintik ini pada kulit si kecil bisa disebabkan akibat dari penggunaan berbagai jenis produk yang tidak cocok, adanya asupan makanan tertentu, alergi terhadap debu, tungau dan bahan lain yang merupakan alergen untuk si kecil.

Penanganan Masalah:

Cara yang paling efektif dalam menangani alergi kulit pada si kecil adalah dengan menjauhkan bayi dari sumber pencetus alergi (alergen). Bila buah hati anda mengalami reaksi alergi setelah berdekatan dengan debu dan tungau maka sebaiknya hindarkan bayi anda agar tidak terpapar dengan alergen jenis ini. Selain itu, pastikan pula agar ibu selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar terutama ruangan yang ditempati oleh si buah hati.

Akan tetapi, bila bayi anda rupanya alergi terhadap beberapa bahan tertentu dalam perawatan bayi, maka sebaiknya segera hentikan penggunaan terhadap barang-barang tersebut dan ganti ke produk yang lebih aman untuk kulit si kecil. Untuk mengetahui apakah bayi mengalami reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu, maka orangtua perlu memperhatikan reaksi yang muncul pada kulit bayi setelah penggunaan barang-barang tertentu.

Sementara itu, bila si kecil alergi terhadap makanan, maka orangtua perlu jeli dalam memilih dan mengetahui jenis makanan apa yang sebaiknya tidak diberikan pada si kecil untuk menghindari alergi yang akan dialaminya.

Selain itu, bila anda menggunakan jasa baby sitter maka beritahukan pula daftar makanan yang boleh dan tidak boleh diberikan pada si bayi. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah si kecil alergi terhadap makanan tertentu atau tidak bunda bisa memberikan satu jenis makanan yang sama dan menunggu beberapa saat guna mengetahui reaksi alergi yang ditimbulkan sebelum memberikan jenis makanan lainnya.

2. Biang Keringat

Bintik-bintik merah yang timbul pada tubuh bayi dan pada beberapa bagian tertentu seperti punggung, jidat, leher dan bagian lainnya biasanya dipicu sebab adanya biang keringat. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya sumbatan pada bagian pori-pori kulit bayi yang disebabkan oleh sistem untuk megatur suhu tubuh bayi belum berkembang secara sempurna.

Hal inilah yang mengakibatkan produksi keringat pada bati belumlah berjalan dengan lancar, terlebih lagi tanah air kita ini dikenal dengan negara yang memiliki suhu tropis yang menyebabkan bayi cepat kegerahan.

Penanganan Masalah:

Untuk mengatasi bayi yang mengalami biang keringat maka orangtua perlu jeli dalam memperhatikan pemakaian baju untuk si buah hati. Upayakan untuk tidak mengenakan baju yang berlapis-lapis dan sebaiknya lebih selektiflah dalam memilih bahan pakaian untuk buah hati anda. Hindari memilih jenis bahan pakaian yang tidak menyerap keringat, seerti nilon. Sebaliknya, pemilihan bahan pakaian yang baik adalah dari bahan katun.

Berikan si kecil pakaian yang nyaman dan tidak terlalu sempit sewaktu dikenakan guna mengurangi panas berlebihan terhadap tubuhnya.

Selain itu, bersihkan pula tubuh dan wajah bayi dari keringat yang menggenang dengan cara menyeka bagian tersebut dengan menggunakan lap basah atau dengan menggunakan tisu yang lembut dengan perlahan.

Pastikan pula bila kamar si buah hati memiliki sirkulasi udara yang baik. Agar ia tidak merasa kepanasan dengan suhu didalam ruangannya.


3. Eksim Bayi

Bukan hanya terjadi pada orang dewasa, kondisi gangguan kulit ini pun bisa dialami oleh si bayi. Pada bayi jenis eksim ini lebih dikenal dengan sebutan eksim susu. Akan tetapi, kondisi ini bukan berarti timbul sebab pemberian ASI lho!

Perlu diketahui bahwa apapun itu, sisa ASI, susu formula, makanan bayi yang dikonsumsi atau air liur yang dibiarkan menempel pada tubuh bayi yang tidak segera dibersihkan akan dapat berpotensi menghasilkan reaksi timbulnya iritasi terhadap kulit bayi. Penyebab iritasi ini akan bereaksi terutama untuk mereka para bayi yang memang sudah memilik bakat alergi.

Penanganan Masalah:

Bila anda mengetahui persis bahwa bayi anda memiliki riwayat alergi. Sebaiknya segera jauhnya dirinya dari bahan alergen yang akan mengiritasi bagian kulitnya. Misalkan, segera bersihkan wajah si kecil pada saat setelah diberikan ASI. Atau segera lap bagian mulutnya dan lehernya setelah ia diberikan makanan.

Bukan hanya itu, rajin mengganti pakaian ketika bayi sering mengeluarkan liur dari mulutnya pun akan dapat dijadikan langkah pencegahan dari alergi yang akan dialaminya.

4. Jerawat Bayi

Kondisi ini biasanya merupakan bagian dari sisa hormon yang masih terbawa sejak masih berada dalam kandungan ibunya. Timbulnya bintik-bintik merah ini akan disertai dengan benjolan tengah yang runcing seperti pada jerawat orang dewasa.

Penanganan Masalah:

Untuk mengatasi kondisi ini, maka orangtua perlu rajin membersihkan wajan di kecil dan mengeringkannya dengan baik. Selain itu, upayakan untuk menggunakan handuk bayi yang berbahan lembut serta jangan biasakan memencet jerawat si kecil. Selain dapat menimbulkan rasa sakit pada si kecil, hal ini pun akan dapat menimbulkan iritasi serta infeksi yang cukup parah.

Kondisi timbulnya jerawat ini umumnya bisa muncul pada bagian pipi, dagu dan juga pada bagian dahi. Sebenarnya, kondisi ini tidak memerlukan penanganan yang berarti sebab dapat menghilang dengan sendirinya saat si bayi berusia 3 bulan. Untuk itu, tetaplah merawat kondisi ini dengan perlahan.


5. Ruam Popok

Kondisi lain yang juga memungkinkan timbulnya bintik-bintik merah pada kulit bayi adalah ruam popok akibat kualitas popok yang tidak baik atau penggunaan popok yang terlalu sempit untuk bayi anda. Ruam popok yang dibiarkan begitu saja tanpa segera diatasi akan dapat menyebabkan kondisi ini semakin parah seperti bintil-bintil kecil yang melepuh dan akan pecah. Bila bintil tersebut sudah pecah maka bati akan semakin rentan meningkatkan resiko terhadap infeksi.

Penanganan Masalah:

Untuk itu, maka segeralah mengganti popok anda dengan merk lain yang lebih baik. Perhatikan pula ukuran pas untuk bayi anda. Meskipun pada kemasan tertera ukuran yang diatur berdasarkan berat si bayi, terkadang ukuran tersebut tidaklah menjamin muat dengan ukuran bayi anda. Untuk itu, maka sesuaikan ukuran yang pas agar si kecil merasa nyaman.

Cara pemakaian pun perlu diperhatikan, upayakan agar anda tidak merekatkannya terlalu kuat yang akan membuat kulit si bayi bergesek dan meninggalkan ruam.

6. Akibat Virus

Kondisi penyakit ini mungkin terdengar jarang, padahal Roseola infantum merupakan sebuah penyakit menular yang seringkali menyerang bayi dan anak-anak yang masih begitu kecil.

Penyebab dari kondisi penyakit ini bisa muncul adalah virus jinak yang umumnya mudah menyebar mealui percikan ludah si penderita, misalnya saat pemeriksaan kesehatan atau imunisasi yang dilakukan dirumah sakit.

Adapun gejala yang akan dapat ditimbulkan dari kondisi ini adalah deman hingga mencapai 39,5 derajat Celicus yang dialami selama beberapa hari. Setelah demam hilang, penyakit ini akan mulai menimbulkan bintik-bintik merah pada permukaan tubuh bayi yang tidak berubah menjadi bernanah dan tidak pula meninggalkan gatal. Bayi yang mengalami kondisi ini akan mungkin rewel, cepat mengantuk dan kehilanga selera makan.

Pada saat dilakukan diagnosis, terkadang terjadi kesalahan dengan mengatakan ini adalah penyakit campak. Yang perlu diketahui bedanya dengan campak adalah bintik-bintik merah yang timbul pada kulit bayi sebab akibat virus roseola timbul yang mana kondisi ini timbul setelah demamnya turun, sementara pada campak, bintik-bintik ini timbul pada saat demam sedang tinggi-tingginya dan kondisi ini hanya terjadi 1 kali dalam seumur hidup.

Penanganan Masalah:

Tak pelu merasa khawatir sebab penyakit ini diakibatkan oleh herpes virus tipe 6 dan tipe 7 ini tidaklah berbahaya. Mekispun virus ini berasal dari keluarga yang sama yakni herpes simplex viruses, akan tetapi virus ini tidak menyebabkan herpes dibagian mulut atau pada bagian kelamin.

Untuk mengatasi kondisi panas pada bayi, maka turunkan demam pada bayi dengan memberikan obat yang aman. Bila perlu kompres si buah hati dengan lap bersih yang dibasahi dengan air hangat.

Demikianlah beberapa penyebab yang bisa memicu timbulnya bintik-bintik merah pada kulit bayi. Yang perlu diperhatikan adalah apabila bintik-bintik tersebut tidak kunjung hilang setelah beberapa lama dan bahkan kondisi ini berubah menjadi lebih parah, maka segera bawa si kecil ke dokter.

Pertolongan Pertama yang Aman Batuk Pilek Pada Bayi

Ancaman penyakit dan masalah kesehatan rentan sekali terjadi pada bayi.

Hal ini dikarenakan sistem imunitas pada bayi umumnya tidak seperti orang dewasa. Sistem kekebalan tubuh atau imun pada bayi belumlah terbentuk dengan sempurna, sehingga hal ini memicu gangguan kesehatan dapat muncul dengan mudah, terutama masalah kesehatan seperti batuk dan pilek.

Batuk dan pilek pada bayi merupakan masalah gangguan kesehatan yang sangat sering terjadi dan seperti hampir semua bayi di dunia pernah terserang dengan penyakit yang satu ini. Bahkan data statistik kesehatan menunjukan bahwa seorang bayi dapat terkena batuk dan pilek sampai 9 kali berulang dalam satu tahunnya.

Bukan hanya berdampak pada si bayi itu sendiri, kondisi batuk pilek yang menyerang seorang bayi akan tentu saja berpengaruh terhadap angka produktivitas ibu dan ayah sebab mereka harus senantiasa memperhatikan kesehatan buah hatinya dengan lebih ketat.

Kondisi batuk dan pilek yang menyerang anak bayi pun tak jarang membuat ibu dan ayah dibuat panik sebab hal ini. Betapa tidak, terutama untuk orangtua yang baru memiliki anak, hal ini akan tentu saja membuat mereka cemas dan tidak tahu bagaimana menghadapi kondisi ini. Selain itu, orangtua mana yang tega melihat buah hati tercintanya harus dibuat kepayahan menahan dampak dari penyakit yang dialaminya.

Untuk itulah, tidak heran bila banyak orangtua akan melakukan banyak hal guna segera menyembuhkan masalah batuk pilek yang dialami oleh putra-putri mereka yang masih bayi, termasuk dengan bolos bekerja untuk mengobati buah hatinya.

Ada cukup banyak ragam penyakit yang dapat menimbulkan kondisi batuk dan pilek menyerang pada bayi, mulai dari penyakit yang tidak membutuhkan pertolongan dokter sampai dengan penyakit mutlak yang membuat si bayi membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Nah, untuk mengenali lebih dalam seperti apa penyakit batuk dan pilek dan pengaruhnya terhadap si buah hati yang masih bayi, maka mari kita bahas lebih dalam dibawah ini.

Penyebab Paling Sering Kondisi Batuk dan Pilek

Bukan hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa dampak dari batuk dan pilek pun bisa dialami oleh si buah hati yang masih bayi. Apalagi dampaknya bisa dialami secara berulang-ulang. Perlu diketahui bahwa kondisi penyakit ini sebenarnya dapat dipicu oleh banyak hal.

Adapun hal yang paling umum yang dapat memicu kondisi batuk dan pilek yang menyerang bayi diantaranya adalah infeksi, diikuti oleh alergi, asma dan penyebab lain yang dikategorikan jarang terjadi adalah masuknya suatu zat asing kedalam bagian saluran pernafasan bayi yang membuat bagian tersebut tersumbat.

Akibatnya, produksi lendir menumpuk dibagian saluran pernapasan dan timbulah pilek. Sementara itu, batuk merupakan bagian dari pertahanan tubuh untuk mengeluarkan tumpukan lendir yang terjebak dibagian saluran pernapasan.

Penyebab yang berbeda dari batuk pilek yang menyerang bayi tentu akan membuat penanganan yang diberikannya pun berbeda tergantung pada apa yang memicunya.

Infeksi merupakan peyebab yang paling sering memicu timbulnya batuk pilek pada bayi. Infeksi merupakan kondisi dimana masuknya suatu mikroorganisme atau kuman dalam bentuk virus, jamur atau bakteri kedalam tubuh bayi, baik melalui hidung, mulut ataupun bagian lainnya.

Penyakit batuk pilek paling umum disebabkan oleh infeksi virus setelah itu barulah diikuti dengan bakteri. Proses infeksi dapat melibatkan semua bagian saluran pernapasan bayi, mulai dari bagian hidung, tenggorokan sampai dengan ke bagian paru-parunya.

Tak jarang, kondisi infeksi akibat virus pun tidak membutuhkan penanganan medis yang terlalu serius, akan tetapi infeksi yang mengenai bagian paru-paru dan infeksi dari jenis paparan virus tertentu, umumny akan membuat si bayi membutuhkan pertolongan intens dari tim medis.

Penyebab nomor dua timbulnya batuk pilek pada bayi adalah disebabkan oleh alergi. Beberapa benda asing atau alergen yang masuk kedalam tubuh bayi akan membuat batuk dan pilek muncul. Beberapa benda yang mampu memicu timbulnya alergi batuk dan pilek diantaranya adalah bulu binatang, debu rumah, serbuk sari, penggunaan deterjen, shampo, sabun dan lain sebagainya. Untuk mengatasi kondisi batuk pilek akibat hal ini adalah dengan menghindarkan si bayi dari penggunaan atau sumber alergen tersebut.

Pertolongan Pertama Batuk Pilek Pada Bayi

Tidak sedikit orangtua yang mendapati anaknya menderita batuk pilek seringkali dibuat panik dan cemas serta bertanya-tanya bagaimana melakukan pertolongan pertama pada kondisi tersebut. Nah, dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama pada batuk pilek bayi.

1. Upayakan Bayi Mendapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Tenaga dan energi adalah hal yang amat essensial guna melawan infeksi yang terjadi dalam tubuh kita. Beristirahat yang cukup akan dapat membantu tubuh mengembalikan energi yang hilang sekaligus menghemat energi yang dimiliki. Tubuh yang berenergi akan lebih mudah untuk melawan kuman dan virus yang masuk kedalam tubuh.

Dengan demikian saat si kecil menderita batuk dan pilek yang masih baru maka ibu bisa menangani kondisi ini dengan memastikan si kecil mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Salah satu cara memanfaatkan waktu istirahat yang baik untuk tubuh adalah dengan membiarkan si kecil tidur sebanyak yang mereka inginkan.

Jangan ajak bayi untuk bermain aktif atau banyak berinteraksi. Hindari pula meletakkan mainan seperti boneka atau mainan plastik lainnya dekat dengan jangkauan si kecil. Sebab hal ini akan membuat mereka terus terjaga.

2. Pastikan Si Kecil Banyak Konsumsi Air Putih

Dehindrasi merupakan masalah kesehatan yang dampaknya paling buruk bila menimpa anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Penggunaan energi oleh tubuh ketika sakit akan mungkin menguras jumlah cairan lebih banyak dari tubuh bayi, sehingga memberikan sejumlah cairan yang cukup pada bayi merupakan tugas wajib para orangtua untuk menghindari kondisi terburuk dari batuk pilek yang dialami.

Selain itu, manfaat lain dari memberikan cairan yang cukup untuk bayi adalah berfungsi untuk mengencerkan lendir yang menyumbat hidung dan tenggorokan si kecil sehingga dahak dan lendir akan lebih mudah untuk dikeluarkan, yang mana ini pun artinya proses penyembuhan akan dapat lebih cepat dilakukan. Hanya saja, satu hal yang perlu diingat dengan baik disini adalah anda tidak diperkenankan memberikan air putih kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan

3. Berikan Vapor Rubs

Mengoleskan vaporubs atau vapor rubs atau sejenis minyak kayu putih dan balsam pada bayi berguna untuk melegakan pernafasannya, terutama pada saat hidungnya tersumbat akibat dari batuk pilek yang dialaminya.

Cara yang dapat dilakukan sewaktu memberikan vaporubs pada bayi pun cukup mudah, anda hanya perlu mengoleskannya pada bagian dada dan bagian punggung bayi secara merata.

Hanya saja, perhatikan pula keamanan produk yang anda pakai. Dalam hal ini anda disarankan untuk menggunakan produk yang khusus dibuat untuk bayi. Selain itu, sebaiknya tidak mengaplikasikan produk ini terlalu banyak sebab mungkin kulit tubuh si bayi bisa saja kepanasan dan malah semakin membuatnya tidak meras nyaman.

4. Saline Drops & Bulb Syringe (Penyedot Ingus)

Adakalanya saat bayi sudah tahan dengan dahak dan lendir yang menumpuk dibagian saluran pernapasannya. Hal ini akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan pada akhirnya kondisi ini akan membuat mereka menjadi rewel.

Nah, untuk mengatasi hal ini maka mungkin anda akan membutuhkan alat pengeluar lendir dari hidung. Alat yang satu ini mungkin belum terlalu umum dikalangan masyarakat Indonesia. Meski begitu, saline drops dan bulb syringe merupakan alat yang cukup berguna untuk membantu anda mengeluarkan lendir dan ingus yang terjebak disaluran pernapasan si kecil. Alat ini bisa anda dapatkan di apotek atau toko kesehatan lainnya.  Atau alat inipun dikenal dengan istilah larutan NaCl.

Untuk menggunakan alat yang satu ini cukup mudah, anda hanya perlu meneteskannya sebanyak 2-3 tetes saline drops di lubang hidung si kecil dengan kepala menengadah ke atas, lalu ambil menggunakan bulb syringe setelah dibiarkan selama kurang lebih 30 detik.

Hanya saja, sewaktu anda melakukan hal ini sebaiknya perhatikan beberapa hal. Lakukan hal ini pada saat bayi lebih tenang, agar tetesan saline drops tidak menetes kebagian area lain sebab si kecil mengamuk saat diberikan cairan ini.

5. Lembapkan Udara

Melembapkan udara akan dapat membantu meringankan gejala batuk pilek yang menyerang bayi. Udara sekitar yang lembap akan membantu memecah atau mengencerkan lendir kental yang menyumbat bagian hidung dan tenggorokan pada bayi sehingga membantu nafasnya menjadi lebih mudah.

Nah, untuk dapat melembapkan udara sekitar si bayi ada dua metode yang dapat dilakukan dirumah, yakni dengan menggunakan humidifer (alat pelembap udara) serta dengan air panas.

Apabila anda menggunakan alat pelembap udara atau humidifier, anda bisa menggunakan alat ini dengan menyalakannya di kamar si kecil ketika ia tengah terlelap tidur atau pada saat bermain.

Sementara itu, bila anda memanfaatkan air panas untuk melembapkan udara sekitar, maka hal ini dapat dilakukan dengan memandikan si kecil menggunakan air panas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan 1 baskom atau 1 ember air panas, lalu biarkan uapnya agar mengepul dan memenuhi seluruh ruangan. Pastikan pula bila pintu ruangan yang terdapat baskom air panas tertutup dengan rapat agar uap tak berhamburan kemana saja.

Nah, bila ruangan sudah dipenuhi dengan uap, maka bawa bayi ke ruangan tersebut untuk kemudian diamkan agar ia bisa menghirupnya dengan baik. Anda bisa mengajaknya mengobrol atau bermain sambil si kecil menghirup uap tersebut.

6. Memberikan Sup Ayam

Makanan dengan kuah yang hangat akan dapat bekerja dalam melegakan saluran pernapasan si kecil. Bukan hanya itu, kaldu ayam terbukti dapat membantu meringankan gejala dari flu yang menganggu seperti halnya nyeri bada, hidung tersumbat, demam dan juga kelelahan.

Akan tetapi, perlu diingat pemberian sop hangat hanya diperkenankan diberikan pada bayi berusia diatas 6 bulan. Sebab usia ini sudah memungkinkan pencernaan bayi siap memproses makanan yang masuk dalam mulutnya. Sementara untuk bayi dibawah usia 6 bulan, selain ASI, asupan lain tidak diperbolehkan diberikan pada mereka.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama saat anak mengalami batuk dan pilek yang menyiksa.

Hati-Hati! Kondisi Testis Tidak Turun Pada Bayi

Memiliki buah hati yang baru saja lahir ke dunia dengan kondisi sempurna dan sehat, tentu menjadi hal yang didambakan oleh setiap ibu.

Tidak ada ibu yang akan bahagia melihat buah hati yang baru saja mereka lahirnya rupanya mengidap sebuah penyakit atau harus dihadapkan pada kenyataan yang pahit. Sebab sejatinya, buah hati tercinta yang baru saja mereka lahirkan kedunia tentu diharapkan bisa lahir dalam keadaan baik-baik saja dan tanpa adanya keluhan sedikitpun.

Nah, kondisi melahirkan buah hati yang sehat dan sempurna tentu tidak didapat dengan mudah atau semua ibu akan melahirkan anak yang sehat. Untuk mendapatkan hal ini, perlu sedikitnya penunjang yang akan menjamin kesehatan buah hati dan kelahirannya yang sempurna. Agar bisa memiliki buah hati yang lahir dengan sehat, maka segala upaya perlu dilakukan pada saat masa kehamilan. Itulah mengapa, pentingnya asupan makanan dan minuman yang bergizi adalah hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan.

Selama masa kehamilan, setiap ibu dituntut untuk dapat memenuhi asupan kebutuhan gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh dan si buah hati dalam perut ibu. Hal ini tentunya dilakukan guna mendukung tumbuh kembang si buah hati dalam rahim ibu agar dapat berjalan dengan sempurna tanpa terkendala dengan masalah.

Mulai dengan menjauhi jenis makanan tertentu sampai dengan melakukan beberapa kegiatan sehat akan mungkin mendukung ibu guna mendapatkan kehamilan yang sehat dan bisa menghadapi kelahiran yang aman dengan buah hati yang sehat. Beberapa hal ini adalah hal yang akan mendukung ibu mendapatkan bayi yang sehat dengan tumbuh kembang yang lancar.

Akan tetapi, tetap saja meski sebagian orang sudah berusaha keras untuk selalu mencukupi dan memperhatikan asupannya. Masalah datang seperti tanpa permisi, tanpa pemberitahuan dan tanpa aba-aba masuk dan berulah begitu saja.

Masalah yang menyerang pada bayi baru lahir, akan tentu saja menjadi hal yang menyeramkan dan menjadi mimpi buruk untuk setiap orangtua. Betapa tidak, impian besar mereka seolah direnggut begitu saja, tatkala mengetahui kenyataan pahit bahwa buah hati mereka rupanya mengalami gangguan kesehatan. Jangankan masalah yang besar, masalah kecil saja umumnya akan membuat setiap ibu menjadi panik dan cemas bila berkaitan dengan buah hatinya.

Betapa tidak, tak tega rasanya melihat buah hati kita yang masih begitu kecil harus menahan kesakitan atau dirundung dengan penyakit yang terus menggerogoti tubuhnya. Belum lagi, kondisi yang "khusus" yang tidak dialami oleh bayi lain akan menyerang bayi anda dan membuat mereka harus mendapatkan perlakuan "istimewa" dibandingkan dengan bayi pada umumnya.

Meskipu selama masa kehamilan, asupan gizi dan nutrisi selalu diupayakan dengan baik. Namun nyatanya, saat hari kelahiran tiba dan dokter menyatakan si buah hati mengalami gangguan kesehatan, rasanya tak percaya dan bertanya-tanya apa yang salah dengan pola hidup yang anda jalankan selama masa kehamilan?

hati-hati-testis-tidak-turun-pada-bayi.jpg

Seperti  salah satunya adalah masalah kesehatan yang mungkin menyerang bayi laki-laki saat yang akan dibahas kali ini. Adalah kondisi testis yang tidak turun pada bayi yang harus menjadi waspada dan kehati-hatian yang besar.

Sebab 3 dari 100 bayi laki-laki, lahir dengan buah zakar atau testis yang tidak turun ke kantungnya. Lantas apakah kondisi ini sebenarnya? Mari cari tahu lebih dalam dibawah ini.


Apa Itu Testis Tidak Turun Pada Bayi?

Testis tidak turun pada bayi dikenal pula dengan sebutan undescended testicle dalam bahasa kedokteran, yang mana ini artinya adalah kondisi testis yang belum pindah ke posisi yang tepat didalam kantong kulit yang tergantung dibawah alat kelamin bayi laki-laki (skrotum), sebelum si anak dilahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada salah satu bagian testis, akan tetapi sekitar 10 persen kasus terjadi pada kedua bagian testis.

Kondisi testis yang tidak turun cukup umum terjadi pada bayi laki-laki yang lahir prematur atau lahir dengan kondisi tubuh yang amat kecil.

Kondisi testis ini umumnya akan dapat turun dengan sendirinya dalam waktu 6 bulan setelah si bayi dilahirkan ke dunia. Jadi demikian, saat orangtua mendapati testis pada si bayi belum turun, sebaiknya tidak terlalu panik, karena proses ini masih akan terus berjalan seiring berjalannya waktu.

Akan tetapi bila setelah kurun waktu tersebut rupanya testis masih tidak turun, maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Apa Itu Penyebabnya?

Hingga sampai saat ini, dokter belum benar-benar mengetahui apa penyebab atau sumber yang dapat memicu kondisi ini dapat terjadi pada bayi. Kombinasi faktor genetik, kesehatan ibu, dan faktor lingkungan sekitar disebut-sebut dapat menyebabkan gangguan pada hormon. Selain itu, perubahan fisik dan aktivitas yang dapat mempengaruhi perkembangan testis pun disebut-sebut dapat menimbulkan kondisi ini dapat terjadi.

Pada saat perkembangan jani didalam rahim ibu, testis akan mulai turun dengan perlahan seiring dengan berjalan waktu hingga ke dalam bagian perut.

Dan pada saat beberapa bulan terkahir menjelang persalinan proses ini akan terus berjalan sehingga testis akan terus turun melalui kanalis inguinalis didaerah bagian selangkangan, hingga pada akhirnya masuk kebagian skrotum. Pada kondisi gangguan undescended testicle, proses tersebut terhenti atau terhambat.

Apa Saja Gejalanya?

Umumnya kondisi ini akan cukup sulit dideteksi, sebab kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit pada bayi atau tidak menimbulkan gejala lain yang dapat meningkatkan rasa waspada anda pada si kecil. Adapun beberapa kondisi yang dapat diwaspadai bila terjadi beberapa hal berikut ini. Seperti skrotum bayi mungkin terlihat lebih halus, kurang berkembang (baik dibagian satu sisi ataupun kedua bagianya), atau terlihat kecil dan datar. Bahkan pada saat anda merabanya, anda tidak merasakan benjolan pada bagian tersebut.

Kondisi testis yan tidak turun bisa terpuntir didalam perut (torsio testis), sehingga kondisi ini akan dapat menganggu produksi sperma di kemudian hari pada si bayi. Bukan hanya itu, resiko lain yang mungkin dialami oleh si bayi adalah meningkatkan risiko hernia dan kanker testis.

Pada saat bayi pertama kali dilahirkan ke dunia, umumnya dokter akan memeriksa bagian skrotum bayi. Apabila testis tidak ditemukan dibagian skrotum, maka dokter akan melakukan pemeriksaan ulang pada si bayi saat usianya mulai menginjak 3 bulan atau 6 bulan.


Diagnosa Oleh Dokter

Bila rupanya setelah dilakukan pemeriksaan pada usia 3 atau 6 bulan pada bayi dan dokter masih tidak menemukan testis dibagian skrotum. Maka pemeriksaan lanjutkan akan dilakukan guna menindak lanjuti kondisi ini.

Pemeriksaan fisik dilakukan guna memastikan bahwa salah satu atau kedua testis tidak berada dibagain skrotum. Testis yang tidak turun mungkin bisa teraba dan mungkin juga tidak bisa teraba pada bagian dinding perut yang letaknya berada diatas skrotum.

Apabila testis masih tidak teraba, maka akan dapat dilakukan pembedahan guna menunjang diagnosa dan sekaligus untuk terapi. Adapun beberapa metode pembedahan yang dilakukan diantaranya adalah:

  • Pembedahan Laparoskopi

Metode pembedahan ini adalah sebuah tindakan yang dilakukan dengan menggunakan sebuah selang kecil dengan dilengkapi fitur kamera dibagian ujungnya. Yang mana selang ini akan dimasukkan kedalam perut si anak melalui sayatan. Metode pembedahan laparoskopi dilakukan guna menentukan posisi testis didalam perut.

Metode ini pun dapat menunjukan apakah dalam perut terdapat testis atau tidak, atau mungkin hanya terlihat sisa jaringan testis kecil yang suah tidak lagi berfungsi dimana jaringan ini perlu diangkat. Akan tetapi, tak perlu khawatir metode pembedahan ini aman selama dilakukan oleh dokter ahli dan akan dapat mudah sembuh.

  • Bedah Terbuka

Metode pembedahan lain adalah dengan melakukan pembedahan terbuka. Yakni eksplorasi langsung melalui operasi perut atau dibagian selangkangan. Hanya saja, metode ini terbilang cukup jarang dilakukan.


Bagaimana Penanganannya?

Anda mungkin akan merasa khawatir setelah melihat dan memahami pembahasan diatas sehingga bentuk penanganan akan sangat anda butuhkan.

Penanganan terbaik untuk kasus ini adalah dengan menyerahkan pengobatan ke dokter. Dokter biasanya akan menyerankan untuk menunggu dan melihat perkembangannya untuk bayi yang baru saja dilahirkan.

Bila rupanya kondisi ini masih berlanjut dan testis tak kunjung turun, maka dokter akan merekomendasikan pembedahan pada si kecil melalui operasi. Bedah ini umumnya akan dilakukan ketika bayi berusia 9 sampai dengan 15 bulan. Operasi pembedahan ini cukup aman dan efektif. Dan kebanyakan bayi akan dapat sembuh dengan cepat.

Adapun pengobatan lain yang juga dilakukan adalah dengan menggunakan terapi hormon. Terapi ini akan dapat bekerja dalam membantu turunnya testis ke tempat seharusnya yakni kebagian dalam skrotum pada bayi. Hanya saja, terapi ini umumnya akan dapat menimbulkan efek samping pada bayi anda. Untuk terapi lain anak bisa mendapatkan suntikan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) untuk membuat bagian testisnya segera turun kebagian bawah.

Operasi pengobatan ini amat penting dilakukan sebab memiliki testis yang tidak turun akan dapat meningkatkan resiko terhadap kondisi lain dalam tubuh, seperti diantaranya adalah:

  • Infertilitas.

Masalah pertama yang akan mungkin dihadapi dan mempengaruhi kesehatan bayi dimasa depan adalah adanya infertilitas atau masalah kesuburan.

Kerusakan kemampuan testis menghasilkan sperma dapat terjadi sejak anak berusia 1 tahun atau 12 bulan. Itulah mengapa dokter akan menyarankan penanganan testis pada bayi yang tidak turun ke bagian skrotum dilakukan pada saat bayi berusia 1 tahun dan tidak lebih dari usia 24 bulan.

  • Kanker Testis

Masalah selanjutnya yang mungkin dihadapi oleh anak bayi yang mengalami testis tidak turun adalah kondisi kanker testis.

Pria yang lahir dengan kondisi testis tidak turun akan meningkatkan risiko lebih tinggi terhadap kanker testir dibandingkan dengan mereka yang tidak menghadapi masalah ini. Akan tetapi, jenis kanker ini akan dapat disembuhkan apabila kondisi ini terdeteksi lebih awal.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari ancaman kondisi testis tidak turun pada bayi. Pada intinya, setiap masalah yang menyerang kesehatan adalah penting untuk segera diatasi sebelum masalah tersebut berubah menjadi petaka yang akan membahayakan nyawa seseorang.

Apalagi pada bayi, system imun yang belum terbentuk dengan kuat, akan cenderung membuat bayi rentan terkena gangguan penyakit. Segera atasi segala macam penyakit sebelum terlambat. 

Ciri Infeksi Telinga Pada Bayi

Merawat tumbuh kembang bayi anda memang sangat mengagumkan. Banyak tingkah laku anak anda yang mengejutkan. Anda akan terus terkagum dan bangga dengan si buah hati. Tidak kalah penting untuk anda menjaga kesehatan anak anda. Dalam memberikan perawatan sehari-hari anda juga dapat sambil melihat perubahan secara fisik pada anak anda sehingga dapat mengatasi secara dini.

Continue Reading

Mengapa Balita Kesulitan Berjalan?

Kondisi normal, usia 12 bulan anak anda sudah bisa berjalan. Meskipun kemampuan berjalan pada setiap anak-anak berbeda beda. Ada anak yang mengalami kemampuan yang lebih awal, yaitu pada usia 8 bulan atau ada pula yang lebih dari 12 bulan. Selama dalam rentan usia yang wajar anak anda tidak digolongkan pada kategori sulit berjalan. Sedangkan apabila anak anda telah mencapai usia 18 bulan dan masih belum bisa berjalan maka anda harus khawatir. Mungkinkah anak anda mengalami kesulitan berjalan? (Artikel menarik lainnya: Perkembangan Bayi)

Continue Reading

Mengapa Tangan Balita Tiba-Tiba Lemah?

Memasuki usianya yang semakin bertambah, memantau pertumbuhan dan perkembangan anak anda memang sangat penting. Dengan perkembangan secara motorik kasar yang terus dipantau akan dapat mengetahui penanganan dini apabila terjadi kelainan motorik. Ketika anda memasuki usia balita, anak anda mengalami kesulitan ketika memegang benda. Bahkan ketika diperhatikan salah satu tanggannya kurang aktif memegang benda.

Continue Reading

Normalkah Jika Bayi Baru Lahir Sudah Tumbuh Gigi?

Pada kondisi yang normal bayi akan tumbuh gigi apabila sudah mencapai usia 6 hingga 13 bulan akan tetapi pada kasus kelahiran, saat lahir diantara 2000 kelahiran bayi diperkirakan ada 1 kasus kelahiran bayi yang mengalami tumbuh gigi pada saat dilahirkan. Bahayakah apabila bayi sudah tumbuh gigi ketika dilahirkan dan apa penyebab bayi dilahirkan mengalami tumbuh gigi?

Continue Reading

Bahayakah Tanda Lahir Berwarna Merah Pada Bayi?

Kelahiran bayi anda menjadi hadiah terindah bagi anda dan keluarga. Kebahagian yang sulit tergambarkan bahkan hingga terus memantau tumbuh kembang bayi anda dengan hal-hal yang menakjubkan dilakukan bayi anda. Setiap orang tua menginginkan anaknya lahir dengan sehat dan sempurna. Sehingga ketika kelahiran tiba pemeriksaan kelengkapan organ tubuh bayi dilakukan oleh perawat yang membantu kelahiran anak anda. Selain sehat dan sempurna, terkadang ibu mengkhawatirkan tanda yang melekat pada tubuh bayi.

Continue Reading

Normalkah Tanda Lahir di Wajah Bayi?

Kecemasan anda menunggu kelahiran bayi anda hilang ketika melihat bayi anda terlahir ke dunia. Kebahagiaan yang membayar lelah di masa kehamilan dan saat persalinan. Apalagi ketika memandang wajah bayi anda yang lucu semua kelahan itu hilang. Namun, untuk sebagian orang tua sangat khawatir ketika pada bagian wajah bayi terdapat tanda lahir.

Continue Reading

Kenali Bayi Tersenyum Saat Tidur

Mengamati perkembangan bayi semakin hari semakin banyak tingkah yang membuat anda kagum. Salah satu tingkah bayi yang semakin menggemaskan adalah ketika bayi sudah mulai merespon perilaku sekitarnya dengan senyuman. Tentu ini membuat anda semakin bangga meskipun demikian anda justru terheran ketika bayi tidur bayi masih bisa tersenyum. Mengapa bayi bisa tersenyum padahal tidak anda berikan rangsangan? Untuk mengenali lebih jauh senyum bayi saat tidur kami akan memberitahunya pada pembahasan artikel kali ini.

Continue Reading

Manfaat Sendawa Bagi Bayi

Anda tidak perlu cemas ketika bayi anda bersendawa setelah minum susu bahkan pada kondisi tertentu sendawa bayi dapat bersamaan dengan gumoh yaitu mengeluarkan susu dari mulut bayi. Sendawa pada bayi terjadi karena adanya pada ujung akhir saluran pencernaan terdapat otot yang memiliki fungsi mengatur isi perut agar menahan agar makan/minum yang dikonsumsi bayi tidak kembali. Proses menahan makan/minum yang dilakukan otot perut disebut mekanisme ventil. Mekanisme ventil pada bayi belum sempurna ini karena pada usia bayi lahir masih butuh penyesuaian dengan sistem pencernaan bayi. ( Artikel lainnya: Nama Bayi Perempuan Isami )

Continue Reading

Kenali Perkembangan Bayi Saat Tidur

Aktivitas bayi 0-3 bulan adalah menghabiskan waktu untuk tidur.Jangan salah meskipun bayi anda menghabiskan waktu untuk tidur akan tetapi ini merupakan salah satu cara yang dilakukan bayi untuk mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Seperti kita ketahui bahwa waktu tidur bayi lebih lama dan panjang. Anda tidak perlu khawatir karena keadaan bayi tidur dengan waktu yang lama dan panjang akan membantu tumbuh-kembang bayi anda. Perkembangan apa saja yang terjadi saat bayi tidur?

Continue Reading

Stroller Mempengaruhi Kesehatan Punggung Bayi?

Gaya hidup telah merubah ibu ketika mengajak anak berjalan jalan dengan menggunakan stroller. Ya, stroller atau kereta dorong kini sudah banyak ditemui di berbagai tempat perlengkapan anak. Kekhawatiran orang tua adalah ketika menggunakan stroller akan mempengaruhi kesehatan punggung anak anda? Betulkah demikian. Berikut ini adalah artikel yang akan membantu anda memberikan informasi mengenai stroller dan kesehatan punggung bayi.

Continue Reading

Bolehkah Ibu Menyusui Bayi Kuning?

Banyak ibu yang keliru ketika kondisi ibu atau bayi tidak sehat (mengalami perubahan kesehatan) menghentikan pemberian ASI pada bayi. Mungkin anda sering mendengar informasi yang berkembang di masyarakat bahwa bayi kuning harus diberhentikan mendapatkan ASI. Hal ini yang akan kita bahas bersama di artikel kali ini, bolehkah ibu menyusui bayi kuning?

Continue Reading

Kenali Penyebab Bayi Lahir Kekurangan Oksigen

Jangan anggap bahwa kurang oksigen pada bayi merupakan hal yang umum dan dapat ditangani oleh bantuan medis. Taukah anda bahwa bayi yang lahir kekurangan oksigen akan berakibat fatal apabila telat penanganannya. Kekurangan oksigen dapat memicu autisme, epilepsi dan cedera otak pada bayi. Bahkan dalam tumbuh-kembangnya, anak yang kekurangan oksigen akan kesulitan dalam belajar sehingga menggangu keseimbangan dan koordinasi tubuhnya.

Continue Reading

Waspadai Penyakit Kulit Pada Anak

Kulit pada anak masih sangat sensitif berbeda dengan anatomi orang dewasa sehingga pada usia anak-anak lebih rentan mengalami gangguan kulit. Sehingga sebagai orang tua harus ekstra dalam memberikan perawatan pada kulit anak untuk menghindari penyakit kulit yang sering menyerang anak anda.

Continue Reading

Mengapa Bayi Sering Muntah Setelah Makan?

Seringkali ibu mengeluhkan karena anak sulit makan, hingga membutuhkan cara untuk pendekatan pemberian makanan pendamping ASI. Sedangkan beberapa orang tua justru dibuat bingung karena bayi seringkali muntah setelah makan, padahal anak anda mengkonsumsi sesuai dengan porsi makanan yang sesuai. Inilah yang membuat anda bingung, terlebih kejadian berulang ulang hingga beberapa kali.

Continue Reading

Tips Mengatasi Batuk Dahak pada Bayi

Tidak tega juga ketika saluran pernapasan bayi menjadi tersendat, selain suaranya menggangu juga membuatnya tidak nyaman.Bagi orang dewasa mungkin sangat mudah untuk mengeluarkannya akan tetapi untuk bayi sangat kesulitan untuk mengeluarkannya sendiri. Anda tidak perlu panik, anda dapat mencari cara yang tepat untuk mengeluarkan dahak pada bayi anda. 

Dahak atau yang dikenal dengan sebutan lain yaitu slam dapat membuat tenggorokan bayi anda tidak nyaman , menghalangi pernapasan, mengganggu ketika sedang menelan ASI sehingga bayi anda seringkali rewel. Perubahan kondisi kesehatan bayi terutama yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang menyebabkan tidak nyaman seringkali disertai dengan batuk yang berdahak. Batuk berdahak dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti batuk, pilek, flu  yang disebabkan karena virus, bakteri ataupun alergi.

Sebelum anda mengeluarkan dahak, anda dapat membantu bayi anda untuk mengencerkan dahak sehingga mudah untuk dibuang di dalam tubuh bayi. ( Baca juga: Nama Bayi Perempuan Islami )

 

Langkah yang dapat dilakukan untuk mengencerkan dahak yaitu :

  1. Anda dapat mengajak bayi anda setalah mandi pagi untuk mendapatkan sinar matahari (pada pukul 06.30-07.00) selama kurang lebih 10-15 menit. Untuk membuat hangat pada bayi anda
  2. Anda dapat memberikan olesan minyak telon atau balsem khusus bayi ke dada sehingga bayi merasakan hangat, terutama menjelang malam hari.
  3. Sediakan baskom yang berisi air hangat kemudian berikan sedikit minyak kayu putih dan letakan di dekat bayi supaya udaranya terhirup, hati-hati meletakannya jangan sampai mudah terjangkau badan bayi dikhawatirkan akan membuatnya terluka.
  4. Pada bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas, maka anda dapat memberikan makanan tambahan yang hangat. Misalnya dengan memberikan kaldu yang hangat.
  5. Masih pada bayi yang berusia 6 bulan ke atas, maka anda anda dapat memberikan cairan untuk terapi yang sederhana dalam mengencerkan dahaknya dan membersihkan tenggorokan bayi anda.

Sedangkan untuk membantu mengeluarkan dahak pada bayi anda dapat melakukan cara-cara berikut ini :

  1. Apabila langkah-langkah diatas sudah anda lakukan, untuk mengencerkan dahak maka tengkurapkan bayi anda dipangkuan. Letakan satu kaki anda lebih tinggi sehingga posisi bayi anda miring selanjutnya kepalanya lebih rendah. Anda dapat menepuk-nepuk hingga lembut punggung bayi, dahak encer pada bayi akan turun kemudian keluar dari tenggorokan.
  2. Dengan cairan yang cukup dikonsumsi oleh bayi anda (cairan atau ASI) akan membantu bayi anda dalam mengeluarkan dahak melalui feses, ketika bayi mengeluarkan air ludah atau bersin dan muntah.    
  3. Anda dapat menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan dahak dari bahan karet. Bila diperlukan menyedot dahak pada bagian mulut dan hidung. Pertama anda dapat menyedot mulut terlebih dahulu dengan menempatkan ujung penyedot ke dalam rongga mulutnya.
  4. Ketika mengeluarkan dahak hindari menyedot mulut ataupun hidung bayi anda setelah menyusu atau makan karena dapat menyebabkan muntah. Apabila bayi anda mengalami muntah dan sulit bernapas maka anda dapat membatasi penyedotan.

Itulah dia langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk mambantu bayi anda ketika mengeluarkan dahak. Dahak seringkali mengganggu aktivitasnya dan membuat bayi anda rewel. Dengan mengetahui cara mengeluarkannya semoga dapat bermanfaat.

Tahap Penglihatan Bayi

Penglihatan merupakan keterampilan yang dipelajari dari mulai bayi anda lahir. Dengan stimulasi yang tepat dapat membantu mengoptimalkan kemampuan penglihatan bayi. Sebelum anda memberikan stimulasi pada penglihatan bayi anda yang akan membantu dalam menggerakan bola mata, mengkordinasi kedua mata dan memfokuskan mata, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu informasi mengenai tahapan penglihatan bayi sesuai dengan usia bayi anda.

Continue Reading

Normalkah Ubun-ubun Bayi Berdenyut?

Pada awal menjadi ibu baru memang seringkali membuat kebingungan, mengamati kondisi bayi yang baru lahir yang seringkali membuat anda panik. Kepanikan yang anda alami dikarenakan anda tidak begitu paham dengan ciri-ciri kondisi normal atau abnormal yang terjadi pada bayi. Pertumbuhan dan perkembangan bayi memiliki kondisi yang berbeda akan tetapi yang perlu anda ketahui bahwa beberapa kondisi tersebut tidak mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan yang abnormal. Salah satu yang membuat ibu panik adalah ketika melihat kondisi ubun-ubun bayi yang berdenyut, mungkinkah ini kondisi normal yang terjadi pada bayi?

Continue Reading

Apa itu Galaktosemia Pada Bayi?

Bayi anda diharuskan mengkonsumsi susu formula khusus yang bebas glaktosa disebkan karena gangguan yang dialaminya yang dikenal dengan istilah medis galaktosemia klasik. Sejauh mana anda mengenal galaktosemia klasik pada bayi? Berikut ini kami akan berbagi informasi mengenai galaktosemia klasik pada bayi.

Continue Reading

Hernia pada Bayi

Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki kesehatan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Untuk mewujudkan anak yang sehat dan cerdas pastinya ada berbagai macam cara yang bisa anda lakukan, salah satunya dengan mencegah dan mengobati secara dini. Pencegahan dapat anda lakukan dimulai dari merencanakan kehamilan hingga anak anda tumbuh besar, sedangkan pengobatan dini dilakukan ketika gejala telah ditemukan.

Continue Reading

Bahayakah Bayi yang Sering Kaget Ketika Tidur?

Bayi memiliki berbagai cara untuk menunjukan kondisi yang sedang dirasakannya. Ada kondisi yang normal, yaitu kondisi yang umum dalam  perkembangan dan pertumbuhan bayi. Dan selanjutnya adalah kondisi abnormal, yaitu kondisi yang menandakan adanya perbedaan dari pertumbuhan bayi pada umumnya. Dalam mengetahui kondisi normal atau abnormal, anda harus mengenali ciri-ciri yang terjadi sebelum anda berkonsultasi dengan ahli medis.

Continue Reading

Mengapa Bayi Sering Gelisah dan Menangis?

Anda mungkin salah satu diantara orang tua yang kebingungan ketika bayi anda seringkali menangis dan rewel. Mengingat bahasa bayi yang tidak begitu anda kenali sehingga anda memerlukan kepekaan ketika bayi anda tiba-tiba menangis dan rewel. Meskipun anda  sudah peka namun anda tidak begitu mengerti dengan kondisi bayi yang tiba tiba menangis dan rewel. Bahkan anda kehabisan cara untuk membuat bayi anda tidak gelisah dan menangis.

Continue Reading

Mengapa Bayi sering Buang Angin?

Buang angin atau kentut adalah salah satu proses alamiah pada tubuh, hal yang sama juga dialami oleh bayi. Bayi mengeluarkan gas yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, lantas apa yang dapat anda pelajari dengan kondisi bayi yang sering buang angin setiap waktu? Apakah terjadi gangguan kesehatan pada tubuhnya? Kali ini kami akan membahas mengenai bayi yang seringkali buang angin dan cara mengatasi buang angin pada bayi.

Continue Reading

Atasi Bayi yang Sering Cegukan

Cegukan tidak hanya terjadi pada orang dewasa melainkan pada bayi. Cegukan yang terjadi pada bayi seringkali membuat orang tua cemas padahal cegukan pada bayi bukanlah kondisi yang harus anda cemaskan. Cegukan yang terjadi pada bayi disebabkan karena masalah ketika bayi mengalami perubahan emosi.

Continue Reading

Manfaat Mengunyah Makanan

Apakah anak anda tidak mau mengunyah makanan? Salah satu kasus yang ditemukan adalah seorang anak yang telah berusia batita, dia sudah mulai tidak mau mengunyah makanan pada usia 5 bulan sehingga makanan yang diberikannya langsung ditelan. Bahkan sampai pada usianya menginjak tiga tahun, anak ini belum memiliki keterampilan mengunyah.

Continue Reading

Loading...

Populer di Dunia Bayi

1500+ Rangkaian Nama-Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern

Mendapatkan kehamilan memang merupakan salah satu berkah yang luar biasa yang di berikan…

Nama-Nama Bayi Perempuan Islami

Nama adalah doa dan nama juga bisa menjadi pengharapan orang tua kepada anak. Oleh karena…

Cara Ampuh Menaikan Berat Badan Bayi

Pada umumnya bayi dilahirkan dengan berat badan dan ciri yang berbeda satu sama lainnya,…
Default Image

Bayi Muntah Setelah Diberi ASI

sumber : KuliahBidan Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh…
Default Image

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Setiap bayi akan memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda-beda, namun biasanya awal di…

Follow us