data-ad-format="auto"

Perawatan Reproduksi

Hati-Hati! Penyakit Kanker Vagina Bisa Karena Perawatan Organ Intim Kurang Bersih

Tidak dapat diragukan lagi bahwa kanker memang menjadi salah satu penyakit yang peling mematikan di dunia. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk mengobati kanker. Penyakit ini tentunya bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, tidak terkecuali organ intim wanita. Jika ini sudah terjadi, maka penyakit ini harus benar-benar Anda waspadai.

Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar penyakit kanker vagina? Tidak hanya kanker leher rahim atau kanker rahim saja yang menjadi ancaman bagi setiap wanita. Ternyata, kanker vagina juga bisa menjadi teror yang sebaiknya para wanita waspadai. Mungkin banyak orang yang belum mengetahui lebih dalam lagi mengenai jenis penyakit yang satu ini. Namun, alangkah baiknya jika Anda benar-benar mewaspadai jenis kanker yang satu ini. Lantas, seperti apa gejala dan dampak dari kanker vagina ini? Yuk kita langsung simak saja pemaparan kami berikut ini!

Apa Itu Kanker Vagina?

Bagi Anda yang belum memahami apa itu kanker vagina tentu janis kanker ini berbeda dari kanker leher rahim ataupun rahim. Kanker vagina merupakan salah satu jenis kanker yang pertama kali muncul di bagian vagina. Bukan pada bagian leher rahim, serviks ataupun indung telur. Seperti yang kita tahu bahwa vagina ialah saluran yang berhubungan dengan serviks (leher rahim) dengan bagian tubuh yang menjadi jalan keluarnya menstruasi ataupun bayi dalam persalinan normal.

Hal yang memang harus diwaspadai dari kanker ini yakni kemunculan kanker ini bisa jadi muncul tanpa ada gejala atau tanda apapun. Salah satu cara yang paling akurat untuk mengetahui kanker ini ialah dengan melakukan sejumlah tes yang dikenal dengan pap smear atau melakukan tes yang dianjurkan oleh tenaga medis. Kanker vagina ini pada umumnya bisa terjadi jika sel-sel yang ada pada vagina bertumbuh tanpa kendali. Pertumbuhan sel ini biasanya dimulaoi pada bagian leher rahim ataupun rahim hingga kemudian menjalar sampai ke vagina.

Jenis kanker vagina ini memang menjadi salahs atu jenis kanker yang jarang terjadi. Biasanya jenis kanker ini terjadi pada wanita yang terlah berusia lanjut yakni sekitar 60 tahunan. Namun, jika jenis kanker ini ditemukan lebih awal atau pada stadium awal, maka kanker ini memang dapat disembuhkan. Seperti halnya pada penyakit yang lain bahwa kanker vagina ini memang menjadi salah satu jenis penyakit yang dapat dihindari dengan mengurangi beberapa risiko yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kanker vagina.

 Jenis-Jenis Kanker Vagina

Meskipun memang memiliki dampak buruk yang membuat banyak orang takut akan jenis kanker yang satu ini. Ternyata kanker ini memiliki beberapa jenis yang tentu menimbulkan gejala yang berbeda dari satu jenis ke jenis lainnya. Beberapa jenis kanker vagina ini memang dibedakan menjadi beberapa tipe. Jenis ini tentunya tergantung dari jenis sel tempat dimana kanker ini bermula, diantaranya:

Karsinoma Sel Skuamosa Vagina

Jenis kanker vagina yang pertama ini berawal dari sel-sel tipis dan juga datar yang tentunya melapisi permukaan pada vagina. Jenis kanker ini tentunya termasuk ke dalam jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita. Meskipun menjadi kanker vagina menjadi jenis kanker yang jarang terjadi, namun jenis dari kanker vagina ini banyak dijumpai.

Adenokarsinoma Vagina

Jenis kanker vagina yang selanjutnya berawal dari tumbuhnya sel-sel kelenjar pada permukaan vagina. Jika diraba, maka akan tampak benjolan-benjolan kecil yang lembek yang tumbuh pada permukaan vagina. Jenis kanker ini bisa terdeteksi ketika Anda buang air kecil atau air besar.

Melanoma Vagina

Jenis kanker vagina yang selanjutnya ialah melanoma vagina dimana jenis kanker ini dapat berkembang pada sel-sel penghasil pigmen pada vagina.

Sarkoma Vagina

Jenis kanker terakhir tentunya ditandai dengan berkembangnya sel jaringan yang menjadi penghubung atau sel-sel otot pada dinding vagina.

Itulah beberapa jenis kanker vagina yang menjadi ancaman bagi setiap wanita. Untuk itu, memang sudah sepatutnya Anda mewaspadai akan beberapa jenis penyakit kanker seperti yang sudah kami sebutkan di atas.

 Penyebab Kanker Vagina

Penyebab awal dari seseorang yang terkena penyakit kanker vagina ini bisa saja terinfeksi virus HPV bahkan virus HIV. Virus ini tentunya bisa menyerang siapa saja yang diyakini datang dari kebiasaan seseorang ketika bergonta-ganti pasangan seksual. Kebiasaan ini tentunya akan menyebabkan penularan melalui hubungan seksual karena pertukaran cairan. Seperti halnya penyakit kanker lain yang terjadi pada beberapa anggota tubuh. Jenis kanker vagina ini juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor yang tentu tanpa disadari oleh sebagian besar wanita. Berikut ini kami sajikan beberapa penyebab kanker vagina yang perlu Anda wasapadai, diantaranya:

HPV

Salah satu penyebab yang paling banyak terjadi dimana seseorang mengalami kanker vagina ialah ia memiliki riwayat terkena kanker serviks atau vulva. Virus HPV ini banyak ditemukan pada VAIN atau kanker vagina. Pada wanita yang terinfeksi HPV tipe onkogenik memang memiliki risiko tinggi akan terkena keganasan kanker vagina ini. Faktor yang memicu terjadinya kanker vagina ialah wanita yang sebelumnya pernah menderita karsinoma serviks dan vulva. Hal ini tentunya telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada 121 pasien yang menemukan sekitar 22% dilakukan histerektomi sedangkan sekitar 22 & lainnya dilakukan pembedahan untuk cervical intraephithelial neoplasia (CIN).

Usia

Dalam halnya usia juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker vagina pada wanita. Penyakit kanker ini memang biasanya terjadi pada wanita yang telah berusia lanjut yakni di atas 60 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan pula wanita yang berada di bawah usia tersebut memiliki faktor risiko terkena kanker vagina ini.

Radioterapi Pelvis

Penyebab selanjutnya yang bisa saja menjadi faktor pemicu kanker vagina ialah seorang wanita yang pernah menjalankan radioterapi pada pelvis. Jenis terapi ini tentunya dilakukan dengan terapi menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Terapi ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker pada panggul. Nah, pada seseorang yang pernah melakukan radioterapi pelvis memang memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker vagina. Hal ini tentunya bisa saja disebabkan oleh beberapa dampak dari radioterapi ini terutama jika Anda melakukan radioterapi lebih dari satu kali.

Diethylstilbestrol (DES)

Banyak dijumpai wanita yang mengalami kehamilan dengan risiko tinggi atau lemahnya kandungan. Dalam hal ini langkah yang bisa dilakukan ialah dengan mengonsumsi obat-obatan untuk mencegah terjadinya keguguran. Obat-obatan jenis DES ini berbentuk sintetis dari hormon estrogen wanita yang digunakan sebagai pencegah keguguran, komplikasi pada kehamilan dan juga persalinan yang prematur. Namun ternyata sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1971 telah menemukan bahwa DES dapat menyebabkan penyakit serius pada wanita yakni kanker serviks dan kanker vagina.  Hal ini dikarenakan DES dapat menganggu endokrin pada tubuh wanita sehingga memicu terjadinya kanker vagina dan juga kanker serviks.

Hubungan seksual terlalu dini

Faktor selanjutnya yang menjadi salah satu penyebab kanker vagina yang terjadi pada wanita ialah pernah melakukan hubungan seksual pada usia yang masih dini, lebih tepatnya lagi pada usia di bawah 20 tahun.

Terdiagnosa VAIN

Dalam hal ini seorang wanita yang terdiagnosa memiliki kelainan pre kanker vaginal intraepithelial neoplasia (VAIN) yakni sebuah perubahan yang terjadi dimana sel vagina menjadi tidak normal. Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh terjadinya infeksi HPV.

Merokok

Selain dari penyebab yang berhubungan dengan organ intim wanita, penyebab kanker vagina juga bisa terjadi karena gaya hidup yang biasa Anda lakukan sehari-hari. Seperti halnya merokok dimana kebiasaan buruk ini juga banyak dilakukan oleh para wanita.Jika kebiasan buruk ini dilakukan oleh Anda, maka tidak menutup kemungkinan Anda mengalami yang namanya kanker vagina. Untuk itu, jangan lakukan lagi kebiasaan buruk yang satu ini karena akan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Sering berganti-ganti pasangan

Inilah yang menjadi faktor paling berat dimana seseorang yang sering berganti-ganti pasangan akan memiliki risiko terkena kanker vagina lebih besar dibandingkan dengan yang tidak sering berganti-ganti pasangan.

Pernah memiliki riwayat pertumbuhan sel abnormal

Kaker vagina selanjutnya juga bisa terjadi pada seseorang yang pernah mengalami riwayat tumbuhnya sel abnormal pada vagina. Sel abnormal yang ada pada vagina dan leher rahim ini tentunya memiliki sifat yang ganas sehingga sangat berisiko terkena kanker vagina.

Memiliki sejarah terkena serviks

Penyebab yang satu ini tentunya akan sangat berisiko tinggi terkena kanker vagina. Pertumbuhan sel-sel yang abnormal pada leher rahim atau serviks memang sangat berisiko terkena penyakit kanker vagina.

Gejala Terjadinya Kanker Vagina

Meskipun banyak yang belum pernah mendengar tentang kanker vagina, namun sudah sepatutnya Anda mewaspadai penyakit kanker yang satu ini. Hal ini dikarenakan jenis kanker yang sering terjadi pada wanita diantaranya kanker rahim, kanker leher rahim dan kanker payudara. Kanker jenis ini tentunya termasuk ke dalam penyakit wanita yang memang sangat jarang terjadi. Meskipun begitu, ada beberapa gejala dan juga tanda dari penyakit kanker vagina yang tentu hampir sama dengan gejala yang terjadi pada kanker rahim dan juga kanker serviks, tanda dan gejala kanker vagina yakni sebagai berikut:

- Pendarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.

- Pendarahan yang terjadi meskipun telah mengalami menopause

- Vagina sering mengalami keputihan yang abnormal dengan jumlah yang sangat banyak

- Sering merasa sakit saat buang air kecil

- Nyeri pada bagian panggul

- Mengalami benjolan yang terjadi pada organ kewanitaan. Benjolan ini biasanya berupa kelenjar dengan tekstur yang lunak

- Merasakan sakit dan nyeri pada bagian vagina saat melakukan hubungan seksual

- Terjadinya sembelit (konstipasi)

- Sering merasakan gatal pada bagian vagina

- Memiliki rasa tidak nyaman pada vagina

- Mengalami buang air kecil dengan urin yang bercampur dengan darah

- Keputihan yang mengandung darah dan berbau

- Pendarahan yang terjadi pada vagina tentunya akan terjadi pada waktu menstruasi, setelah menopause dan juga setelah melakukan hubungan seksual

- Cairan pada bagian vagina yang berdarah dan berbau

- Merasa sering ingin buang air kecil dari biasanya

Itulah tanda dan gejala terjadinya kanker

vagina yang benar-benar harus Anda waspadai. Hal ini tentunya bisa saja terjadi pada Anda. Jika Anda mengalami beberapa tanda dan juga gejala yang ada di atas, inilah menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

Cara Mendiagnosis Kanker Vagina

Para tenaga medis khususnya dokter spesialis akan menanyakan terlebih dahulu kapan Anda mengalami gejala ataupun adanya penyakit lain yang pernah Anda alami. Untuk mendiagnosis kanker vagina ini tentunya dokter akan melakukan serangkaian tes untuk mendapatkan hasil yang akurat. Beberapa cara untuk mendiagnosis panyakit kanker ini, yakni dilakukan dengan tes sebagai berikut:

Pemeriksaan pelvis

Tes yang dapat dilakukan oleh tenaga medis ialah dokter akan memeriksa bagian luar kelamin Anda dan akan memasukkan 2 jari pada vagina Anda serta menekan tangan di atas perut Anda untuk merasakan indung telur dan rahim Anda. Setelah itu, dokter juga akan memasukkan alat spekulum ke dalam vagina. Alat ini digunakan untuk membuka saluran vagina agar dokter dapat memeriksa bagian serviks atau bagian dalam vagina.

Pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan

Pada umumnya, dokter spesialis akan menanyakan terlebih dahulu apakah Anda pernah Anda mengalami gejala-gejala kanker vagina. Atau dokter akan menanyakan mengenai adanya riwayat penyakit lain yang terjadi pada Anda. Langkah ini tentunya untuk mendeteksi penyakit secara dini sehingga dokter tidak akan salah ketika memeriksa dan mendiagnosis penyakit kanker vagina.

Tes Papsmear

Untuk melihat apakah ada atau tidaknya penyakit kanker serviks. Umumnya, dokter akan melakukan tes yang dinamakan dengan tes papsmear. Tes ini tentunya dilakukan untuk mendeteksi apakah orang tersebut mengalami kanker serviks dan kanker vagina ataulah tidak. Biasanya tes ini memang akurat sehingga Anda tidak perlu meragukannya.

Kolposkopi

Tes ini dilakukan untuk melihat keadaan vagina dengan menggunakan kolposkop yakni sebuah alat berjenis mikroskop yang menggunakan cahaya. Cara kerja dari kaca pembesar ini akan berlangsung sekitar 10-15 menit dan biasanya akan terasa sakit dan membuat Anda merasa tidak nyaman.

Biopsi

Saat melakukan kolposkopi, dokter akan mengambil sampel kecil dari jaringan biopsi yang ada di area vagina sehingga akan terlihat apakah normal atau abnormal yang akan dilakukan dengan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Pengobatan Kanker Vagina

Pengobatan kanker vagina ini memang sama dengan pengobatan pada jenis kanker yang lain seperti kanker serviks dan kanker rahim. Hal ini tentunya tergantung dari seberapa parah akan stadium dari penyakit kanker yang satu ini. Berikut ini beberapa langkah yang dilakukan untuk mengobati kanker vagina, diantaranya:

Radioterapi

Jenis pengobatan pertama ini memang dilakukan khusus untuk menghancurkan sel-sel kanker. Akan tetapi, bisa juga menghancurkan sel-sel yang normal.

Operasi

Selain dari melakukan radioterapi, Anda juga bisa mengambil langkah dengan operasi sebagai pengangkatan tumor

Kemoterapi

Kemoterapi ini dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker yang biasanya dikombinasikan dengan radioterapi. Sama halnya dnegan radioterapi, cara ini bisa membunuh pula sel-sel kanker normal.

Melakukan pengobatan untuk kanker vagina tentu bisa saja berdampak buruk terhadap kesehatan Anda yang nantinya akan berisiko terkena gangguan kesehatan lainnya. Namun, bagaimanapun juga, langkah tersebut dilakukan sebagai usaha kita untuk melakukan pengobatan demi sembuh dari kanker vagina. Itulah beberapa hal yang harus Anda tahu mengenai kanker vagina mulai dari penyebab, gejala dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat!

Inilah Cara Membersihkan Vagina Agar Bersih dan Terbebas Dari Bakteri

Vagina memang menjadi salah satu bagian tubuh yang paling penting bagi wanita. Bagaimanapun juga alat vital dapat dikatakan sebagai salah satu senjata yang tentu kebersihannya harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Merawat dan juga menjaga alat reproduksi memang menjadi sebuah keharusan bagi setiap orang. Vagina yang sehat dan juga terawat memang akan menjadi indikasi bahwa Anda seseorang yang rajin dalam merawat bagian tubuh terpenting.

Indikasi dari vagina yang sehat tentunya yang memiliki sifat alami yakni asam dan juga mengandung banyak bakteri baik untuk menangkis infeksi serta mempertahankan tingkat keasaman agar normal. Selain itu, vagina yang sehat akan mengeluarkan sejumlah cairan yang dapat menjaganya tetap bersih seperti lendir sama halnya dengan air lilur yang dapat membersihkan mulut Anda. Masalah apapun yang ada pada kondisi bagian vagina yang normal tentunya dapat menyebabkan infeksi dan juga iritasi yang terjadi pada vagina. Maka dari itu, memang diperlukan cara yang cukup tepat dalam menjaga kesehatan vagina Anda. Baca juga: Tidak Disangka Ternyata Makanan Ini Sebagai Cara Ampuh Mencegah Kanker Payudara

Cara Merawat Vagina Agar Sehat

Bagaimanapun juga, kesehatan organ intim memang menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap orang, terutama bagi wanita. Kesehatan organ intim memang sangat mempengaruhi banyak hal diantaranya kehidupan seks, kesuburan dan juga kemampuan wanita dalam mencapai orgasme. Masalah organ intim tentunya memiliki peluang yang cukup besar untuk mendatangkan penyakit, kehilangan rasa percaya diri dan juga mempengaruhi kehidupan sosial di masyarakat.

Seperti yang kita tahu bahwa vagina memang menjadi salah satu organ intim yang tampak kecil sehingga sangat mudah untuk dirawat. Akan tetapi, bila kita lihat lebih jauh lagi, vagina tentunya memang berhubungan langsung dengan rahim dan juga leher rahim. Organ kecil ini tentunya akan lebih luas dan juga lebih kompleks dan juga rumit dibandingkan dilihat dari luar. Makanya, Anda sebagai wanita harus benar-benar menjaga dan juga melakukan perawatan secara tepat. Lihat juga: 8 Penyebab Penyakit Lupus Yang Rentan Menyerang Tubuh Manusia

Berikut beberapa cara merawat vagina agar sehat diantaranya:

Mencuci Vagina Dengan Benar

Cara yang dapat Anda lakukan ialah dengan mencuci vagina dengan cara yang tepat. Hal ini tentunya memang membersihkan vagina menjadi cara yang dapat mempengaruhi keseimbangan baik tingkat pH dan juga bakteri yang ada dan akan menyebabkan iritasi pada kulit. Untuk membersihkan vagina, alangkah baiknya jika Anda menggunakan sabun yang polos tanpa pewangi untuk mencuci daerah vagina secara lembut setiap hari. Hal ini dikarenakan vagina membersihkan diri sendiri dalam menggunakan cairan secara alami.

Menurut Dr Suzy Elneil, seorang konsultan uroginekologi dari University College Hospital London menyatakan bahwa ketika membersihkan vagina lebih dari satu kali dalam sehari tentunya dapat membantu Anda untuk menjaga daerah vagina dengan sangat baik.

Mengenakan Celana Berbahan Katun

Celana bahan katun tentunya memiliki kelebihan dimana dapat memberikan udara dan dapat menyerap kelembapan sehingga memungkinkan miss V untuk bernafas. Bagaimanapun juga, bahan katun memang menjadi bahan ideal yang dipakai untuk wanita. Maka dari itu, memilih celana dengan bahan katun tentunya dapat melindungi miss V.Sebagian besar celana dalam dilengkapi dengan strip tipin kain katun pada bagian selangkangan. Menurut Mary Jane Minkin, M.D yakni seorang profesor dari klinik kebidanan, ilmu reproduksi dan juga ginekologi di Yale University menyebutkan bahwa katun memang menjadi pilihan yang paling tepat bagi wanita untuk digunakan setiap hari.

Memakai Kondom

Untuk kehidupan seksual, tentunya dibutuhakn suatu cara dan juga alternatif yang dapat digunakan sebagai pemanganan yakni dengan menggunakan kondom. Anda tentunya sudah tidak asing dengan istilah PMS (Penyakit Menular Seksual). Untuk menghindari hal tersebut tentunya Anda dapat menjaga dan juga melindungi vagina dari bakteri jahat yang kemungkinan akan masuk ke dalam vagina Anda. Selain itu, menggunakan kondom tentunya menjadi cara yang bisa kita gunakan untuk tetap menjaga pH vagina untuk mempertahankan bakteri baik yaitu lactobacili sehingga dapat bertahan hidup di sana. Bagaimanapun juga, bakteri yang baik daoat membantu mencegah infeksi ragi sehingga sedikitnya dapat melindungi vagina dari Infeksi Saluran Kemih dan juga vaginosis bakteri.

Melumasi Vagina

Bagi Anda yang memiliki kondisi vagina yang kering karena konsumsi makanan ataukah obat-obatan tertentu seperti pil KB, antidepresan dan juga antihistamin. Vagina kering juga dapat dialami oleh wanita setelah kehamilan ataupun sebelum menuju menopause. Selain menyebabkan perih pada vagina ketika berhubungan, maka vagina sering juga akan terasa sangat sakit dan juga lecet.

Menjaga pH vagina tentunya menjadi suatu keharusan bagi Anda. Jika vagina tidak dilumasi, maka Anda sebagai wanita akan terus merasakan perih dan juga kering berkepanjangan. Untuk itu, berkomunikasilah dengan pasangan Anda untuk bisa mendapatkan jalan keluar akan masalah ini. Dalma menggunakan pelumas, ada biaknya jika Anda menghindari petroleum dan juga jelly yang berbasis minyak karena akan menyebabkan ereksi dan juga kondisi kondom yang cukup rusak sehingga akan menyebabkan infeksi.

Periksakan Diri Anda Ke Ginekolog

Melakukan pemeriksaan secara rutin kepada ginekolog tentunya sangat penting bagi Anda. Hal ini dikarenakan menjaga kesehatan vagina Anda secara rutin dapat menjadi langkah bagi Anda untuk mengetahui kondisi vagina Anda. Pada umumnya, setiap wanita di umur 21 tahun  sangat aktif melakukan hubungan seksual. Pemeriksaan tersebut tentunya dimaksudkan untuk mendiagnosis adanya penyakit dan juga gangguan yang cukup berbahaya bagi vagina dan juga sistem reproduksi lainnya secara keseluruhan. Ginekolog tentunya akan melakukan Pap Smear yakni pemeriksaan leher rahim yang bisa mendeteksi kemungkinan adanya sel kanker di dalam rahim.

Berhati-hatilah Ketika Bersepeda

Aktivitas yang tidak terduga ini ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan vagina. Bersepeda terlalu lama atau sering bersepeda tentunya berpengaruh besar terhadap kesehatan vagina Anda. Jika Anda sering mengendarai sepeda, tentunya Anda akan memiliki risiko mati rasa genital, kesemutan saat bersepeda dan juga rasa sakit yang berlebih.

Bahkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh Journal of Sexual Medicine menyatakan bahwa mayoritas pengendara sepeda akan mengalami hal-hal tersebut. Untuk itu, jika Anda bersepeda, cobalah untuk selalu mengenakan celana pendek yang cukup empuk sehingga dapat menjaga vagina terbebas dari rasa sakit selama melakukan latihan.

Menjaga Keasaman Vagina

Keasaman vagina tentunya memang sangat penting bagi Anda untuk selalu diperhatikan. Hal ini dikarenakan tingkat keasaman ideal akan bisa menjaga bakteri yang baik sehingga tidak akan timbul infeksi yang ada di dalam vagina. Dalam menjaga tingkat keasaman yang tetap ideal, alangkah baiknya jika Anda dapat melakukan pencucian vagina dengan larutan kimia atau yang dikenal dengan istilah douching. Dalam mencuci vagina tentunya Anda bisa memilih sabun yang tidak banyak mengandung unsur kimia. Anda tentunya bisa juga menggosok vagina, namun jangan terlalu kuat karena akan menyebabkan iritasi pada area vagina Anda.

Lakukanlah Diet Sehat

Cara selanjutnya yang dapat Anda gunakan untuk kaum wanita ialah dengan melakukan diet sehat. Jika Anda tidak melakukan diet tidak sehat, tentunya justru akan membuat vagina Anda menjadi lebih kendur. Untuk itu, ada baiknya jika Anda selalu memperhatikan asupan gizi dan juga nutrisi agar berat badan menjadi lebih ideal sehingga kondisi tubuh yang tetap sehat. Meskipun Anda diet, akan tetapi sangat penting bagi Anda untuk tidak memiliki berat badan yang terlalu rendah. Hal ini tentunya akan membuat vagina menjadi lebih tua dikarenakan lapisan lemak yang sangat tipis.

Melakukan Perawatan Saat Haid

Haid memang menjadi salah satu siklus yang akan dialami oeh setiap wanita setiap bulannya. Namun tentunya ketika sedang haid, wanit tentunya terbilang cukup rentan terkena bakteri ataupun kuman yang berada di dalam darah. Untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan ketika sedang haid tentunya diperlukan cara yang cukup mudah yakni dnegan mengganti pembalut secara berkala. Alangkah baiknya jika Anda mengganti  pembalut setiap 4 jam sekali. Hal ini tentunya bertujuan agar vagina tidak terkena bakteri ataupun kuman. Jika terlalu lama dibiarkan, maka kemungkinan besar akan masuk ke dalam vagina dengan sangat mudah.

Obati Infeksi

Jika Anda mengalami yang namanya infeksi, ada baiknya jika Anda mengobati infeksi tersebut secepatnya. Bagaimanapun juga, infeksi yang terjadi pada vagina dapat menyebar dengan sangat mudah. Pasalnya, sebagian besar wanita memang rentan mengalami infeksi yang terjadi pada vagina. Jika dibiarkan, maka akan menyebabkan ketidaknyamanan sehingga infeksi akan berkembang ke organ reproduksi bagian atas. Kondisi ini tentunya akan mengakibatkan infeksi semakin parah.

Kebiasaan Buruk Pada Vagina

Selain cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebersihan dan juga kesehatan vagina. Tentunya ada beberapa kebiasaan buruk pada vagina yang tidak disadari oleh sebagian besar wanita, diantaranya:

Pasang tato dekat vagina

Mungkin kebiasaan ini dirasa tidak apa-apa, namun Anda tentunya harus mempertimbangkan. Hal ini dikarenakan tato dapat menimbulkan kondisi buruk pada vagina sehingga dapat memicu kemerahan dan juga peradangan. Tidak menutup kemungkinan akan menyabbkan kulit menjadi lebih sensitif.

Membersihkan vagina dengan menggunakan sabun terlalu banyak

Meskipun setiap jenis sabun tergolong sabun yang cukup lembut, namun berbeda dengan sabun yang biasa digunakan untuk membersihkan vagina. Semakin sedikit sabun yang digunakan untuk membersihkan vagina, tentunya semakin bagus terlebih bagi sabun yang digunakan tanpa pewarna dan juga wangi khas sehingga akan menimbulkan rasa gatal dan juga seperti terbakar.

Menggunakan baby oil sebagai pelumas

Meskipun cara untuk merawat vagina salah satunya memakai pelumas. Akan tetapi, Anda jangan sampai memakai baby oil sebagai pelumas. Hal ini dikarenakan pelumas berbahan dasar minyak terbilang lebih kental dan juga sangat sulit untuk dibersihkan. Tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan adanya vagina dan juga bakteri yang menyebabkan infeksi.

Tidak melepas baju setelah olahraga

Baju yang digunakan utuk berolahraga tentunya memiliki banyak keringat. Hal ini tentunya akan terdapat banyak bakteri yang dihasilkan dari keringat. Jika Anda tidak mengganti baju tentunya akan mengganggu keseimbangan mikroba yang nantinya berisiko mengalami infeksi dan juga jamur. Untuk itu disarankan Anda untuk segera mandi dan juga mengganti baju Anda.

Demikianlah beberapa tips dan juga cara membersihkan vagina yang paling tepat dan juga aman agar bersih serta terhindar dari bakteri. Semoga bermanfaat!

Penyebab Wanita Turun Peranakan | Gejala & Pengobatan

Istilah ini pastinya sering kita dengar di tengah-tengah masyarakat, terutama kaum ibu. Pasalnya, sebagain besar wanita baik yang sudah pernah melahirkan atau belum pastinya pernah mengalami kondisi ini. Di dunia medis turun peranakan dikenal dengan istilah prolaps uteri yakni suatu keadaan dimana posisi rahim turun mendekati vagina.

Pada posisi rahim yang normal tentunya rahim akan berada di atas vagina dan menggantung di dalam rongga panggul (pelvic). Sedangkan untuk posisi rahim turun (prolaps uteri) mendekati vagina. Untuk mengetahui berat atau tidaknya kasus turun peranakan, hal ini tergantung dari seberapa derajat turunnya rahim dari posisi yang semula.

Pada kondisi rahim turun, hal ini disebabkan oleh adanya kelemahan jaringan pada otot dasar panggul yang berfungsi dalam menyokong rahim. Kondisi rahim yang turun tentunya tidak terjadi dalam waktu yang cukup singkat, namun terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Untuk mengetahui apa saja penyebab wanita turun peranakan tentunya terdapat beberapa faktor yang mengindikasikan terjadinya turun peranakan. Beberapa faktor penyebab turunnya peranakan dapat diketahui pada beberapa poin selanjutnya.

Penyebab Wanita Turun Peranakan

Pada umumnya, turun peranakan dapat disebabkan oleh melemahnya otot-otot panggul dalam menahan posisi rahim. Biasanya, kelemahan otot ini bisa dipengaruhi oleh faktor usia. Namun, tidak selamanya faktor usia menjadi satu-satunya penentu turunnya peranakan. Seiring bertambahnya usia seseorang, tentunya semakin besar pula risiko kesehatan yang dialami oleh wanita tersebut. Terlebih kondisi ini terjadi pada wanita yang akan ataupun sudah memasuki fase menopause. Dalam hal ini, proses penuaan alami juga dapat menyebabkan produksi hormon estrogen menjadi menurun. Hormon inilah yang memang berperan aktif dalam menjaga otot panggul tetap rileks dan juga kuat.

Selain faktor usia, turunnnya peranakan juga disebabkan oleh wanita yang sudah mengalami fase kehamilan dan juga melahirkan. Dapat diindikasikan bahwa semakin Anda hamil, semakin besar pula risiko Anda mengalami peranakan turun. Hal ini tentunya disebabkan oleh adanya kerusakan otot dan juga jaringan panggul dari masa kehamilan hingga masa persalinan. Dalam beberapa kasus melahirkan bayi dengan berat badan yang besar, proses persalinan yang lama serta mengejan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko peranakan yang turun.

Dalam beberapa kasus penyebab wanita turun peranakan dapat disebabkan oleh beberap hal yang mesti Anda ketahui. Dengan begitu, Anda dapat menghindari dan juga mencegah hal tersebut untuk tidak terjadi. Berikut ini beberapa penyebab wanita turun peranakan, diantaranya:

- Batuk yang kronis

- Adanya tumor di bagian perut yang kemudian menekan rahim hingga turun mendekati vagina

- Sembelit kronis

- Pernah mengalami riwayat operasi panggul sebelumnya

- Mengalami berat badan berlebih atau obesitas

- Sering melakukan aktivitas yang cukup berat sehingga memberikan tekanan pada otot panggul yang dapat meningkatkan risiko turunnya peranakan

- Adanya berbagai kondisi yang dapat meningkatkan tekanan di area perut seperti penumpukan cairan di perut dan juga tumor pada area panggul

- Wanita yang telah melahirkan banyak anak dalam beberapa kali persalinan

- Faktor genetik

- Wanita yang mengalami menopause dimana terjadinya penurunan kadar estrogen sehingga hal ini dapat mempengaruhi jaringan kolagen

- Kebiasaan merokok

- Adanya tumor yang terjadi pada kandungan

- Adanya beban terus menerus atau serinng mengejan

- Pernah mengalami riwayat persalinan dengan menggunakan alat forcep atau vakum sehingga adanya kerusakan pada jalan lahir

- Wanita usia lanjut yang dapat menyebabkan kolagen menjadi berkurang sehingga terjadinya kelemahan pada jaringan penyangga panggul

Tingkatan Keparahan Dalam Turun Peranakan

Turun peranakan juga memiliki beberapa tingkatan yang tentunya memiliki perbedaan yang mendasar dalam setiap tingkatan tersebut. Untuk tingkatan yang pertama, turun peranakan masih tergolong masih ringan yaitu posisi rahim yang turun akan tetapi masih tetap berada di atas vagina. Tingkatan kedua yaitu posisi rahim yang tampak di lubang vagina dan juga posisi rahim yang turun. Untuk tingkatan ketiga tentunya rahim yang turun sehingga dapat menyembul dari lubang vagina. Sedangkan, tingkatan keempat dimana rahim dapat keluar dengan seutuhnya serta dapat menggantung di bagian luar vagina. Dalam tingkatan turun peranakan ini tentunya Anda harus mulai mewaspadai karena jika dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi Anda.

Pada beberapa kasus turunnya peranakan mungkin tidak akan menimbulkan efek dan juga dampak yang terlalu signifikan bahkan tidak kelihatan sama sekali secara fisik. Terkecuali pada beberapa kasus yang sudah mengalami turun peranakan pada tingkat ke tiga dan juga keempat. Untuk tingkatan ke tiga dan juga keempat, secara fisik akan tampak rahim yang sudah mulai keluar dari vagina tidak jarang yang menimbulkan rasa sakit.

Berbagai keluhan rasa sakit dan juga perih seperti terasa pegal-pegal pada panggul belakang atau rasa sakit yang ditarik-tarik dan juga beberapa keluhan rasa sakit yang berada di perut bagian bawah juga memang sering dirasakan. Pada kondisi ini rahim yang mulai turun ke bawah sampai menggantung keluar vagina tentu akan terasa mengganjal dan juga tidak akan merasa nyaman ketika dibawa berjalan. Terlebih lagi adanya gesekan yang timbul sehingga menyebabkan luka.

Ada beberapa kasus yang sering kita jumpai terlepas turunnya rahim yang disertai dengan turunnya usus besar ke arah rahim dan juga turunnya kandung kemih. Akibat yang ditimbulkan dari turunnya peranakan yaitu buang air kecil yang menjadi terhambat dan tidak merasa kencing dengan tuntas sehingga penetrasi oleh pasangan pun menjadi tidak nyaman pula.

Kasus turunnya rahim tentunya jarang dialami oleh wanita dengan usia yang produktif. Dalam hal ini turunnya rahim tidak dapat berakibat apa-apa selama dalam batasan tertentu. Jika Anda merasa turun rahim, namun masih tergolong ringan, maka Anda masih bisa mengandung. Satu hal yang perlu diperhatikan di sini ialah turunnya rahim yang tidak ada kaitannya dengan perut ibu yang tampak menggantung ketika berbadan dua atau sering disebut dengan perut gantung. Tentunya, ini menjadi dua hal yang cukup berbeda diman perut gantung bukan dikarenakan adanya penurunan rahim. melainkan adanya kelemahan otot-otot yang ada di sekitar perut.

Penyebab Melemahnya Otot Panggul

Turunnya peranakan tentunya bukan tanpa sebab melainkan adanya faktor-faktor tertentu yang memungkinkan hal tersebut dapat terjadi dengan sendirinya. Faktor utama yang menjadi penyebab turunnya peranakan yakni melemahnya otot-otot panggul. Hal ini tentunya disebabkan oleh beberapa kondisi yaitu sebagai berikut:

- Enterokel

Kondisi melemahnya otot panggul disebabkan oleh terjadinya enterokel dimana turunnya sebagian besar area pada usus halus. Hal ini tentunya menyebabkan adanya penekanan ke arah vagina dan membentuk suatu benjolan yang mengarah ke arah luar vagina. Pada kasus ini tentunya Anda dapat mengalami rasa sakit punggung ketika berdiri akan mengalami enterokel. Akan tetapi, ada beberapa rasa sakit yang akan hilang ketika berada dalam posisi berbaring.

- Sistokel

Penyebab kedua yang dapat menyebabkan melemahnya otot panggul ialah turunnya kandung kemih yang mengarah ke vagina sehingga dapat menyebabkan adanya lubang vagina yang tampak lebih menonjol. Pada kondisi ini tentunya dapat membuat wanita merasa kesulitan dalam menahan buang air kecil, bahkan sering buang air kecil dan juga tidak dapat menahan kencing yang tertahan di dalam kandung kemih.

- Rektokel

Pada kasus ini dapat disebabkan adanya benjolan ke dalam lubang vagina di bagian belakang bawah. Hal ini dikarenakan adanya herniasi rektum pada area tersebut. Dalam kasus ini dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kesulitan buang air besar.

Gejala dan Tanda Turun Peranakan

Bagaimanapun juga, kondisi peranakan yang turun dapat ditandai dengan munculnya berbagai gejala. Hal ini bukan tanpa sebab melainkan adanya ganngguan di dalam rahim Anda. Pada beberapa kasus yang tergolong masih ringan pada umumnya tidak akan menimbulkan keluhan ataupun gejala. Akan tetapi, pada beberapa kasus dengan riwayat turunnya peranakan dapat ditandai dengan gejala-gejala seperti pada berikut ini:

- Pendarahan yang terjadi pada vagina

- Adanya nyeri pada area panggul

- Sulit ketika buang air kecil

- Adanya kesulitan dalam menggerakkan perut

- Merasa tidak nyaman ketika berjalan ataupun bergerak

- Terkadang merasa duduk di atas bola

- Rasa nyeri dan juga perih saat berhubungan seksual

- Adanya sesuatu yang seperti keluar dari dalam vagina

Tentunya, jika Anda mengalami gejala seperti yang telah kami sebutkan di atas. Segera temui dokter dan juga tenaga medis lainnya untuk mendapatkan perawatan yang cukup intensif. Jika tidak diperhatikan dengan benar, maka kondisi apapun tentunya dapat mengganggu fungsi kandung kemih, fungsi usus dan juga seksual Anda.

Cara Mengatasi Turun Peranakan Pada Wanita

Pada beberapa kasus mungkin saja tidak perlu diberikan penanganan dan juga pencegahan yang secara intensif. Namun, pada beberapa kasus lainnya tentunya dapat menyebabkan kondisi turun peranakan yang bertambah parah. Tentunya, Anda tidak ingin mengalami hal tersebut, bukan?

Kondisi ini harus ditangani sebaik mungkin mengingat kondisi yang semakin parah dan membuat Anda merasa tidak nyaman. Jika Anda mengalami turun peranakan yangn cukup berat, tentunya Anda harus menjalani beberapa pengobatan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Prosedur penanganan dan juga pengobatan tersebut dapat dilakukan proses pembedahan dan juga tanpa pembedahan.

Beberapa prosedur pengobatan tentunya dapat Anda jalani dengan mudah dan juga sesuai dengan cara-cara sebagai berikut:

- Penurunan berat badan

Penurunan berat badan di sini tentunya dapat Anda lakukan dengan cara berolahraga dan juga melakukan aktivitas yang cukup menguras keringat seperti olahraga kardio dan juga aktivitas lainnya. Jika Anda sudah melakukan kedua aktivitas tersebut tentunya memang sangat penting bagi Anda dimana Anda dapat menurunkan berat badan sesuai dengan cara yang benar.

- Lakukan senam kegel

Untuk membuat kondisi lebih baik lagi, alangkah baiknya jika Anda rutin melakukan senam kegel. Senam kegel ini memang memiliki beberapa peran yang tentu dapat membuat kondisi rahim dan juga bagian vagina menjadi lebih baik lagi. Dalam hal ini, senam kegel berfungsi untuk memperkuat otot-otot panggul yang melemah yang tentunya menjadi penyebab turunnya peranakan.

- Terapi pengganti esterogen

Dalam hal ini terapi pengganti esterogen yakni suatu terapi ataupun pengobatan tertentu dimana seorang wanita mengonsumsi vitamin dan juga kalsium untuk meningkatkan kadar hormon esterogen di dalam tubuh. Terapi ini tentunya bertujuan untuk menambah kadar hormon esterogen yang ada di dalam tubuh wanita untuk memperkuat jaringan pada bagian vagina.

- Penggunaan pessarium

Untuk memperkuat otot di daerah panggul tentunya Anda dapat menggunakan pessarium yaitu sebuah alat yang digunakan untuk mendorong rahim kedalam serta dapat menjaganya menjadi lebih stabil lagi.

Pengobatan Akibat Peranakan Yang Turun

Setelah kita mengetahui beberapa hal yang dapat Anda lakukan dalam mengatasi rahim yang turun. Tentunya, Anda juga harus menjalani beberapa pengobatan yang tentunya dapat membuat kondisi Anda menjadi lebih baik. Dalam mengobati kasusu turunnya peranakan tentunya tidak terdapat pengobatan secara oral, terkecuali untuk mengurangi gejala akibat rasa nyeri dan juga sakit yang timbul di bagian perut dan juga belakang bawah panggul. Obat yang dapat diberikan hanya untuk mengurangi rasa sakit saja, tidak untuk mengembalikan rahim pada posisi semula. Akan tetapi, tidak dibenarkan memberikan obat untuk mengatasi rasa nyeri dalam jangka waktu yang cukup panjang karena akan berdampak pada fungsi ginjal.

Ada beberapa alternatif yang biasa dilakukan oleh banyak orang yaitu mengurut bagian perut bawah yang umum dilakukan oleh dukun beranak. Namun, hal tersebut belum dibuktikan secara ilmiah di dalam dunia kedokteran. Pada otot-otot yang melemah pada area panggul tentunya tidak akan kembali kuat lagi, hanya menghilangkan rasa pegal dan juga nyeri untuk sementara. Ada hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengurutan pada orang yang mengalami turun peranakan karena akan menyebabkan cedera ataupun trauma pada wanita tersebut.

Ada beberapa cara dan juga alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi peranakan yang turun yaitu dengan melakukan pemeriksaan USG. Dalam hal ini pemeriksaan USG dilakukan untuk memastikan apa penyebab yang pasti akan kondisi peranakan yang turun tersebut. Selama masih tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitas Anda, penanganan hanya dilakukan dengan cara obervasi dan pengecekan saja. Pada beberapa kasus yang cukup parah, kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan operasidan pembedahan pada bagian perut untuk menarik pada posisi semula di atas vagina. Akan tetapi, tindakan ini tidak cukup aman bagi wanita yang masih dalam usia produktif. Mungkin untuk wanita yang sudah tidak produktif dan tidak akan hamil lagi akan dilakukan pengangkatan rahim jika kondisi turunnya peranakan memang terbilang cukup parah.

Penanganan dan juga pengobatan dengan cara bedah dapat dilakukan dengan beberapa fase sebagai berikut:

- Suspensi rahim

Pembedahan yang pertama yaitu dilakukannya kembali penempatan rahim pada posisi yang semula. Pembedahan ini dilakukan dengan cara menyambungkan kembali ligamen-ligamen dan juga jaringan panggul atau juga dengan menggunakan bahan-bahan yang lainnya.

- Histerektomi

Pembedahan yang kedua dapat dilakukan dengan cara mengangkat rahim dari dalam tubuh seorang wanita. Tindakan ini tentunya dapat dilakukan melalui perut ataupun juga vagina.

Untuk melakukan tindakan pembedahan dalam mengembalikan rahim pada posisi semula, tentunya Anda harus sudah siap dan juga berani untuk melakukan tindakan tersebut. Hal ini dikarenakan meskipun pembedahan seringkali dianggap sebagai cara yang cukup efektif dalam mengatasi peranakan turun. Namun, ada beberapa hal yang memang disarankan untuk menjalani pembedahan. Jika Anda berencana ingin memiliki anak lagi, melakukan tindakan pembedahan harus Anda pikirkan secara matang. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk pada sistem reproduksi Anda. Selain itu, kehamilan dan juga proses persalinan dapat menimbulkan ketegangan otot panggul yang berlebih sehingga dapat mengganggu perbaikan yang ada di dalam rahim.

Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda selalu rajin berkonsultasi kepada dokter spesialis dan juga tenaga medis lainnya untuk mengetahui seberapa parah kondisi turunnya peranakan yang terjadi pada Anda. Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai penyebab wanita turun peranakan serta beberapa alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengobati kondisi tersebut. Semoga bermanfaat!

Pil KB: Menurunkan Atau Meningkatkan Risiko Kanker?

Alat kontrasepsi memang memiliki banyak jenisnya, namun tetap memiliki fungsi yang sama yakni mencegah kehamilan. Dari banyaknya jenis alat kontrasepsi, tidak jarang wanita yang memilih alat kontrasepsi oral atau yang sering disebut dengan pil KB. Disebut sebagai alat kontrasepsi oral memang dalam mengonsumsinya dengan cara diminum setiap harinya.

Pil KB disebut sebagai alat kontrasepsi yang efektif dalam mencegah kehamilan. Tentu, jika dikonsumsi setiap hari dan tidak pernah terlewat. Tingkat keefektifan alat kontrasepsi ini bisa mencapai 99%. Akan tetapi, tidak sedikit wanita yang justru enggan menggunakan pil KB. Selain terbilang repot dan tidak boleh terlewat. Pil KB juga dikabarkan memiliki efek samping yang akan dialami oleh wanita yang mengonsumsinya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pil KB memiliki dampak yang cukup negatif terhadap tekanan darah, kenaikan berat badan, wajah yang kusam dan juga meningkatkan risiko kanker. Lantas, benarkah jika pil KB dapat berpeluang besar sebagai penyebab munculnya kanker di dalam tubuh? Untuk mengetahui jawaban yang jelas, tentu kita akan membahasnya pada poin di bawah ini!

Apa Itu Pil KB?

Seperti yang memang umum diketahui bahwa pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang berbentuk pil. Pil ini tentunya mengandung hormon yang mampu mengubah kinerja tubuh serta dapat mencegah kehamilan dengan cukup efektif. Hormon ialah substansi kimia yang memfungsikan dan juga mengontrol organ di dalam tubuh. Dalam kinerjanya, pil KB mampu mengontrol ovarium dan juga uterus dalam mencegah kehamilan.

Secara umum, pil KB yang tersedia memang merupakan suatu pil kombinasi yang menggabungkan hormon progesteron dan juga hormon estrogen di dalam tubuh wanita. Dalam hal ini, pil KB mencegah terjadinya sebuah proses ovulasi dimana suatu proses pelepasan sel telur dalam siklus bulanan yang selalu di alami oleh wanita.

Dapat disimpulkan bahwa jika tidak terjadi ovulasi, maka seorang wanita tidak akan mengalami kehamilan. Karena sel telur yang akan dibuahi oleh sel sperma justru tidak ada di dalam tuba fallopi. Selain itu, pil KB dapat menembalkan serviks dan juga lendir yang tentunya mempersulit sel sperma untuk masuk ke dalam uterus. Jikapun dapat masuk ke dalam uterus, namun sel telur sudah terlepas terlebih dahulu dan hancur di dalam uterus. Hormon yang terdapat dalam pil KB juga akan berdampak pada sulitnya sel telur menempel pada dinding rahim sehingga akan mudah terlepas dan akan hancur dengan sendirinya.

Pil KB terdiri dari paket 21 hari dan juga paket 28 hari. Satu pil KB harus dikonsumsi setiap harinya pada saat yang sama dalam 21 hari. Tentunya, hal ini tergantung kepada pilihan Anda, apakah Anda memilih pil kontrasepsi untuk 7 hari ataukah pil yang tidak mengandung hormon selama 7 hari untuk paket 28 hari. Setiap wanita pastinya akan mengalami menstruasi jika berhenti mengonsumsi pil KB yang mengandung hormon. Sedangkan beberapa wanita lebih memilih paket 28 hari untuk membantu mereka tetap pada kebiasaan dalam mengonsumsi pil KB setiap harinya.

Selain itu, ada pula jenis pil Kb yang merupakan tipe kombinasi dimana dapat menurunkan frekuensi menstruasi untuk memberikan pil hormon selama 12 minggu dan pil penawarnya selama 7 hari. Pil KB jenis ini tentunya dapat menurunkan frekuensi menstruasi menjadi satu kali setiap tiga bulan. Pil KB yang dapat mengubah frekuensi menstruasi yaitu pil progesteron dengan dosis yang rendah atau sering disebut juga dengan pil mini. Jenis pil ini bekerja dengan cara mengubah lendir serviks dan juga dinding uterus serta mempengaruhi ovulasi. Akan tetapi, jenis pil mini ini kurang efektif dalam mencegah kehamilan dibandingkan dengan pil kombinasi.

Cara Menggunakan Pil KB

Pil KB dalam jenis apapun tentunya sangat efektif dalam mencegah kehamilan. Pil Kb memang wajib untuk diminum setiap hari. Jika terlewat satu hari saja, maka seorang wanita akan mengalami menstruasi. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk meminum pil KB setiap harinya pada jam yang sama agar terhindar dari lupa, terlepas dari kapanpun seorang wanita melakukan hubungan seksual. Hal ini dikarenakan pil KB memang berlaku untuk pil progesteron.

Ketika seorang wanita baru pertama kali mengonsumsi pil KB, maka pada 7 hari pertama ketika hendak melakukan hubungan seksual harus memakai kondom terlebih dahulu. Setelah 7 hari, pil KB sudah dapat berfungsi dengan baik dan bekerja untuk mencegah kehamilan. Namun, penggunaan kondom memang diperlukan untuk mencegah penyakit seksual menular.

Pil KB memang memiliki kinerja yang cukup baik jika dikonsumsi setiap hari. Akan tetapi, jika konsumsi pil KB terlewat, maka Anda tidak akan terlindung dari kehamilan. Karena pil KB dapat bekerja dengan baik jika tidak terlewat dan juga tidak lupa dalam konsumsinya setiap hari. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk terus mengonsumsi pil KB sebagai cara yang efektif dalam mencegah kehamilan.

Seberapa Efektifkah Kinerja Pil KB?

Seperti yang sudah dibahas di atas mengenai keefektifan pil KB. Tentunya, kita merasa penasaran tentang seberapa efektifkah pil KB dalam mencegah kehamilan. Hal ini tentu dikaitkan dengan sebuah survey yang dilakukan pada sekitar 8 dari 100 pasangan yang menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi dalam mencegah kehamilan. Namun, berakhir dengan mengalami kehamilan yang tidak disengaja. Angka tersebut tentunya dapat menjadi sebuah parameter dimana didapati angka 8 dari 100 yang gagal menggunakan pil KB dalam mencegah kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pil KB memang terbilang efektif dalam mencegah kehamilan.

Pastinya, hal ini tergantung pada disiplin tidaknya seorang wanita dalam mengonsumsi pil KB tersebut. Jika terlewat satu hari saja, maka hormon dalam tubuh juga akan mengalami ketidakseimbangan dengan sendirinya. Jika tidak dikonsumsi satu hari saja, maka akan meningkatkan risiko kehamilan. Meskipun terbilang cukup efektif dalam mencegah kehamilan, tentunya hal ini tergantung dari banyaknya faktor yang dialami oleh wanita tersebut. Baik dari kondisi kesehatan yang dialami oleh wanita tersebut ataukah sedang menjalani pengobatan lain atau sebuah terapi untuk mengobati suatu penyakit.

Jika seseorang sedang melakukan pengobatan atau memang sering mengonsumsi suplemen penambah daya tahan tubuh, maka hal ini akan mengurangi kinerja dari pil KB. Dapat disimpulkan bahwa sebaik dan seefektif alat kontrasepsi pil KB, tentunya hal ini tergantung dari apakah metode atau cara yang dipilh sudah betul ataukah belum.

Siapa Yang Dapat Menggunakan Pil KB?

Tentunya, setiap wanita muda dan juga sudah tua dapat menggunakan pil Kb sebagai alat kontrasepsi tergantung dari kondisi kesehatannya. Namun, hal ini bergantung pada disiplin tidaknya seorang wanita tersebut dalam menggunakan alat kontrasepsi. Jika menginginkan proteksi yang sempurna, tentunya pil KB dapat efektif dalam mencegah kehamilan.

Namun, ternyata tidak setiap wanita dapat menggunakan pil KB. Hal ini tentunya dapat berpengaruh pada risiko yang mungkin dihadapi oleh wanita tersebut. Sebagai contohnya, pil KB memang tidak direkomendasikan untuk wanita yang mempunyai masalah penggumpalan darah atau wanita yang memiliki masalah kesehatan pada sistem syaraf atau wanita yang sering mengalami pusing yang berkepanjangan. Pil KB tentunya dapat digunakan oleh wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Bagi wanita yang merasa belum berani untuk mengonsumsi pil KB, dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter dan juga tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran yang terbaik.

Efek Samping Yang MUngkin Ditimbulkan Oleh Pil KB

Bagaimanapun juga, setiap alat kontrasepsi memiliki efek samping baik terhadap kesehatan tubuh maupun keadaan yang dialami oleh wanita tersebut. Pil KB memang sangat aman dan juga efektif dalam mencegah kehamilan. Namun, pil KB juga dipercaya memiliki efek samping yang cukup serius jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Mungkin, kebanyakan wanita muda jarang menunjukkan efek samping dari konsumsi pil KB tersebut. Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi pil KB dapat dialami oleh setiap wanita yang mengonsumsinya. Beberapa efek samping yang terbilang ringan dapat ditunjukkan oleh wanita yang mengonsumsi pil KB, diantaranya:

- Sering mengalami mual dan juga sakit kepala

- Nyeri pada bagian payudara

- Perubahan mood yang cukup drastis

- Jadwal menstruasi yang tidak teratur

- Adanya gumpalan darah yang jarang terjadi pada wanita di bawah 35 tahun yang tentu tidak merokok.

Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan pil KB biasanya terjadi pada 3 bulan pertama. Jika tidak cocok, maka seorang dokter akan menyarankan pil KB dengan merk lain. Pil KB memang menimbulkan efek yang kebanyakan wanita tidak menyukainya. Efek yang ditimbulkan oleh wanita yang mengonsumsi pil KB diantaranya menstruasi yang lebih sedikit dan sering mengalami kram pada perut bagian bawah. Penggunaan pil KB juga memang disarankan untuk wanita yang mengalami masalah menstruasi.

Konsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama tentunya dapat menimbulkan jerawat, flek hitam dan juga wajah yang kusam. Sedangkan untuk efek samping penggunaan pil KB yang terbilang berat dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius seperti kanker. Beberapa kanker tersebut memang dapat timbul setelah mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama.

Beberapa jenis risiko kanker yang mungkin dapat timbul dari penggunaan pil KB jangka panjang, diantaranya:

Kanker Ovarium

Jenis kanker yang pertama memang berhubungan langsung dengan kondisi rahim. Akan tetapi, jenis pil KB ini terbukti dapat menurunkan risiko kanker ovarium. Penggunaan pil KB selama satu bulan tentunya dapat menurunkan risiko kanker ovarium sekitar 10%-20%. Namun, penurunan risiko ini memang bersifat kumulatif. Sedangkan, penggunaan pil KB selama 5 tahun dapat berpeluang lebih besar dalam menyebabkan kanker ovarium. Terlebih lagi bagi wanita yang mengalami mutasi genetik BRCA1 dapat berpeluang meningkatkan kanker ovarium dalam mengonsumsi pil KB.

Kanker endometrium

Jenis kanker kedua yang berpotensi mengalami penurunan setelah mengonsumsi pil KB ialah kanker endometrium. Efek yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan pil KB tersebut tentunya dapat menetap seiring berjalannya waktu jika penggunaan pil Kb dihentikan. Disamping itu, penggunaan alat kontrasepsi spiral dan juga penggunaan IUD terbukti dapat menurunkan risiko kanker endometrium. Akan tetapi, jika Anda merasa ragu akan efek yang mungkin akan ditimbulkan dari penggunaan pil KB ini, maka alangkah baiknya jika Anda konsultasi terlebih dahulu kepada dokter dan juga bidan untuk mendapatkan saran terbaik yang mungkin harus Anda lakukan.

Risiko kanker yang meningkat setelah mengonsumsi pil kb

Setelah kita mengetahui beberapa jenis kanker yang mungkin dapat menurun setelah mengonsumsi pil KB. Sekarang kita akan beranjak pada risiko kanker yang kemungkinan akan meningkat jika terus mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup panjang. Beberapa jenis kanker tersebut diantaranya:

Kanker serviks

Jenis kanker pertama yang mungkin dapat meningkat dengan cukup drastis ialah kanker serviks. Jenis kanker ini termasuk ke dalam jenis kanker yang memang ditakuti oleh setiap wanita. Risiko kanker serviks tentunya dapat meningkat setelah Anda mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu selama 5 tahun, tentunya dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Hal ini dikarenakan, wanita yang mengonsumsi pil KB dapat menurunkan daya tahan tubuh dalam melawan bakteri dan juga virus yang masuk ke dalam tubuh.

Risiko kanker serviks dapat menurun jika wanita tersebut menghentikan penggunaan alat kontrasepsi pil KB tersebut. Risiko kanker serviks dapat berakhir pada wanita yang tidak lagi mengonsumsi pil Kb selama 10 tahun. Kondisi ini hampir sama dengan wanita yang tidak pernah menggunakan alat kontrasepsi pil KB sama sekali.

Kanker payudara

Jenis kanker yang kedua yang dapat meningkat seiring dengan waktu seorang wanita mengonsumsi pil KB ialah kanker payudara. Kanker ini menjadi kanker kedua yang memang ditakuti oleh setiap wanita. Risiko yang mungkin dapat terjadi akibat dari penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang cukup panjang ialah tingginya kadar progesteron dan juga estrogen sehingga menyebabkan jaringan kelenjar di payudara dapat tumbuh dengan sangat cepat.

Pertumbuhan jaringan tersebut tentunya dapat berwujud sebagai sel yang abnormal dan juga tumor yang semakin berkembang menjadi kanker. Risiko wanita yang terkena kanker payudara memang berisiko lebih tinggi bagi mereka yang mengonsumsi pil KB dalam jangka waktu yang cukup panjang. Risiko terkena kanker payudara memang dapat menurun jika penggunaan pil Kb tersebut dihentikan dengan segera. Selain itu, ketidakseimbangan hormon baik progesteron maupun estrogen yang terlalu tinggi dapat disebabkan oleh faktor lain seperti kehamilan pertama di usia yang lebih tua, mengalami menopause pada usia yang tua, mengalami menstruasi yang terlalu dini dan juga tidak pernah melahirkan.

Kanker hati

Jenis kanker yang ketiga tentunya berhubungan dengan organ vital yang kemungkinan terkena dampak buruk yang ditimbulkan dari penggunaan pil KB. Risiko kanker hati dapat meningkat setelah penggunaan alat kontrasepsi pil KB selama 5 tahun berturut-turut tanpa mengganti jenis alat kontrasepsi. baik tumor jinak maupun tumor ganas tentunya dapat menimbulkan pembengkakan pada area hati dan juga sobek yang menimbulkan pendarahan pada hati. Sobekan pada hati tentunya jarang yang menjadi kanker. Namun, jika pil Kb terus dikonsumsi akan sedikit meningkatkan risiko terkena kanker hati.

Mencegah kehamilan memang sangat wajar, hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan sistem reproduksi wanita untuk mengalami kehamilan dalam jangka waktu yang cukup singkat. Untuk meminimalisir risiko terkena kanker, alangkah baiknya jika Anda rutin mengganti jenis alat kontrasepsi dan jangan menggunakan alat kontrasepsi yang itu-itu saja. Itulah beberapa pembahasan mengenai dugaan pil kb: menurunkan atau  meningkatkan risiko kanker. Semoga bermanfaat!

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina?

Vagina memang menjadi sebuah tempat yang rentan terhadap bakteri dan juga jamur. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh kondisi vagina yang lembab dan basah. Selain itu, vagina memang berhubungan langsung dengan lingkungan luar terutama setiap kali kita membersihkannya.

Vagina yang lembab dan juga kering memang tidak luput dari bakteri dan juga kuman yang menempel di dalamnya. Tidak heran jika banyak wanita yang merasa tidak nyaman akan kondisi tersebut. Kuman dan juga bakteri yang berada pada vagina menyebabkan vagina menjadi gatal dan juga keputihan. Kedua kondisi tersebutlah yang membuat wanita kerap menggunakan cairan pembersih kewanitaan dengan harapan dapat mengurangi aroma bau dan juga gatal-gatal tersebut.

Terlepas dari kondisi tersebut ternyata ada hal yang harus diperhatikan ketika kita hendak menggunakan cairan pembersih kewanitaan. Karena tidak semua pembersih kewanitaan bagus dan juga aman untuk kebersihan vagina kita. Faktanya bahwa cairan pembersih kewanitaan banyak yang mengandung zat kimia dan juga pengawet yang tentunya sangat berbahaya bagi vagina kita.

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina

Kondisi tersebut yang telah kami jelaskan di atas juga rentan dialami oleh ibu hamil. Rasa gatal dan juga keputihan yang cukup banyak pada vagina kerap menyerang ibu hamil. Lantas, bolehkah ibu hamil memakai pembersih vagina?

Terlepas dari boleh dan juga tidak boleh tentunya ini menjadi salah satu kondisi yang sangat membingungkan bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika ibu hamil tidak menggunakan cairan pembersih vagina, maka rasa gatal dan juga keputihan akan terus menyerang wanita. Namun, jika menggunakan cairan pembersih vagina tentunya dikhawatirkan takut terjadi sesuatu yang tentu akan berbahaya bagi ibu dan juga janin.

Ibu hamil tentunya sangat rentan mengalami rasa gatal dan juga keputihan pada saat hamil. Hal ini memang sangat wajar terjadi karena pada saat hamil seorang wanita mengalami peningkatan hormon sehingga kadar pH organ intim berubah. Kondisi inilah yang memang membuat ibu hamil kerap mengalami keputihan.

Seperti yang kita tahu bahwa keputihan yang menyerang ibu hamil dapat dikatakan berbahaya jika kadar keputihan berlebihan. Keputihan yang banyak serta berwarna kuning kehijauan tentunya wujud keputihan yang dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Seperti yang kita tahu bahwa keputihan dapat mempengaruhi janin di dalam kandungan sehingga dapat membuat janin lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Dengan kondisi tersebut tentunya membuat ibu hamil berpikir dan mencari cara yang paling tepat untuk mencegah keputihan dan juga rasa gatal tersebut menyerangnya. Untuk itu, mereka beralih perhatian untuk menggunakan cairan pembersih vagina untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. Akan tetapi, cara tersebut seringkali bertentangan dengan anjuran dari bidan, dokter bahkan rasa takut yang berasal dari diri sendiri.

 Apa Boleh Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina?

Terlepas dari pertanyaa tersebut ini tentunya menjadi PR besar bagi wanita terutama ibu hamil yang mengalami masalah keputihan dan sering mengalami rasa gatal. Pastinya, seorang ibu hamil akan tertarik untuk menggunakan produk dan ingin merasakan langsung manfaatnya akan kesembuhan pada vagina. Namun, banyak pernyataan yang tidak membolehkan ibu hamil menggunakan cairan pembersih vagina.

Semua orang tahu bahwa produk pembersih vagina yang saat ini beredar di pasaran mengandung bahan kimia dan juga pengawet. Bahan tersebut tentunya sangat berbahaya bagi vagina bahkan janin di dalam kandungan. Namun, memang ada pula cairan pembersih vagina yang terbilang aman dan juga tidak berbahaya bagi vagina. Hal ini tentunya tergantung dari kandungan dan juga jenis bahan yang ada di dalamnya. Beberapa pembersih vagina mungkin dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan infeksi pada vagina.

Pembersih vagina seperti penggunaan cairan douching dengan cara yang disemprotkan tentunya mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan pH pada vagina Anda. Cairan pembersih wanita pada umumnya mengusir bakteri alami pada vagina dan juga menggantinya dengan bakteri yang baru. Nah, bakteri inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina yang selanjutnya bisa menyebar langsung ke leher rahim, rahim bahkan sampai tuba falopi.

Tentunya Anda berpikir bagaimana bahaya jika hal tersebut terjadi ketika Anda tengah mengandung buah hati Anda. Ini tentunya salah satu penyebab yang dapat membahayakan keadaan janin di dalam kandungan Anda. Lambat laun dan berbahaya ataukah tidak tentu sedikitnya dapat mengganggu kehamilan Anda.

Untuk membersihkan vagina tidak juga disarankan untuk menggunakan sabun mandi. Hal ini dikarenakan sabun mandi memiliki kadar pH yang tidak sama dengan vagina. Dengan kandungan tersebut tidak baik sebagai bahan yang digunakan untuk membersihkan vagina dan akan menyebabkan kadar pH yang bertabrakan dan juga tidak seimbang nantinya.

Menggunakan cairan pembersih vagina memang disarankan, namun Anda disarankan untuk memilih pembersih vagina yang dapat mengembalikan kadar pH di dalam vagina. Alangkah lebih baiknya jika Anda memiliki pembersih vagina yang mengandung Povidone-Iodine. Ini merupakan suatu zat antiseptik yang memiliki spektrum yang luas sehingga mampu mengendalikan perkembangan infeksi topikal, penyebarannya, tidak mengganggu kekebalan terhadap antiseptik dan juga mampu mencegah beragam kuman patogen.

Akan tetapi, ketika Anda menggunakannya harus memperhatikan frekuensi dalam penggunaannya. Tentunya, jangan terlalu sering menggunakan cairan pembersih vagina karena pada dasarnya vagina sudah memiliki cairan pembersih alami yang dapat melawan bakteri dari luar. Yang paling penting cukup membersihkan bagian luar pada vagina saja.

Kenapa Area Vagina Wajib Diperhatikan Terutama Saat Hamil?

Terlepas dari pertanyaan tersebut tentunya ketika hamil seorang wanita rentan mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakterial vaginosis. Bakteri ini tentunya dapat meningkatkan hormon estrogen terutama selama masa kehamilan. Bakteri inilah yang menyebabkan terjadinya keputihan dan juga bau yang tidak sedap pada vagina.

Tentunya, hormon estrogen yang meningkat dapat menyebabkan kadar pH pada vagina menjadi berubah. Hal ini tentunya dapat menyebabkan perubahan jumlah bakteri baik di dalam vagina meski dalam batas yang masih normal.

Perubahan kadar pH pada vagina tentunya dapat menyebabkan ibu hamil rentan terhadap serangan bakteri dan juga kuman. Bakteri dan juga kuman tentunya lambat laun akan menyebabkan infeksi dan juga iritasi pada vagina. Jika iritasi dan juga infeksi menyerang seorang ibu hamil, tidak hanya ibu yang akan merasakan dampaknya, namun juga janin.

Vagina memang seperti bagian organ kecil pada tubuh wanita yang sekilas memang sangat mudah untuk dirawat. Namun, jika diteliti lebih lanjut, vagina merupakan bagian organ tubuh yang berhubungan langsung dengan rahim  yakni sebagai tempat pertumbuhan janin. Faktanya bahwa vagina ialah organ yang lebih rumit dan juga kompleks dibandingkan dengan wujudnya. Maka dari itu, perawatan vagina harus dilakukan dengan cara dan juga alternatif yang tepat.

Alasan kenapa perlu memperhatikan kebersihan vagina terutama saat hamil, tidak lain ialah perubahan hormon yang berubah dan juga meningkat saat hamil. Hormon estogen yang meningkat pada saat hamil tentunya dapat menjadi sebuah parameter bahwa kesehatan dan juga kebersihan vagina perlu diperhatikan lebih jauh.   

Penyebab Vagina Mengalami Gangguan

Vagina tentunya sangat rentan mengalami gangguan sehingga kita harus melakukan cara yang paling tepat untuk merawat organ kewanitaan. Tentunya ada beberapa penyebab terjadinya gangguan pada organ kewanitaan, diantaranya:

Masalah seks

Vagina tentunya rentan mengalami infeksi akibat dari masalah seks. Gerakan seks yang terlalu memaksa juga vagina yang kering pada saat melakukan hubungan seksual tentunya salah satu penyebab vagina mengalami gangguan. Terlebih jika terjadi cidera dan juga infeksi pada panggul. Kondisi ini tentu dapat membuat seorang wanita merasa sangat tidak nyaman. Bahkan banyak wanita yang mengeluhkan rasa sakit dan juga nyeri pada saat berhubungan seksual.

Perubahan hormon pada wanita

Wanita yang sedang hamil tentunya mengalami peningkatan hormon estogen yang cukup tinggi. Tidak heran jika terjadi masalah pada bagian organ intim. Bagi wanita yang menopause, hormon estogen menjadi sangat berkurang sehingga akan mengalami vagina yang kering terutama pada saat melakukan hubungan seksual.

Alat kontrasepsi

Penyebab terjadinya gangguan pada organ kewanitaan ialah akibat penggunaan alat kontrasepsi. Bagaimanapun juga alat kontrasepsi seperti kondom dan juga beragam spermisida. Alat kontrasepsi jenis ini tentunya dapat menyebabkan vagina terkena infeksi dan juga iritasi. Hal ini tentunya terjadi pada wanita yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu dan juga sensitivitas yang cukup tinggi. Pastinya, organ intim pada wanita akan merasa tidak nyaman dan juga terasa sakit.

Stres

Stres yang kita alami tentunya sangat berpengaruh pada organ kewanitaan. Rasa stres yang diakibatkan oleh depresi dan juga cemas tentunya sangat berpengaruh pada hubungan seksual. Dengan kondisi tersebut tentunya Anda merasakan sakit dan juga nyeri pada vagina. Rasa stres tentunya mengurangi gairah dan juga keinginan untuk berhubungan seksual.

Infeksi ragi

Rasa gatal yang kerap dialami oleh ibu hamil tentunya disebabkan oleh adanya infeksi ragi. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh adanya pertumbuhan jamur alami pada wanita yakni jamur Candida. Infeksi ini memang kerap menyerang wanita dikarenakan hormon estrogen dan juga progesteron yang dapat mengakibatkan pertumbuhan ragi berkembang dengan sangat cepat.

Gejala dan juga rasa gatal yang terjadi pada vagina tentunya memiliki ciri seperti keju cair, nyeri, bau asam dan juga tidak sedap. Infeksi ragi yang tengah Anda alami saat hamil tentunya memang tidak membawa dampak yang terlalu buruk pada janin. Namun, jika tetap dibiarkan tentunya akan membuat kondisi yang lebih parah saat persalinan. Hal ini akan membuat vagina terjangkit infeksi yang akan memperparah keadaan vagina Anda. Untuk itu, saat hamil Anda harus menghindari penggunaan obat anti-infeksi oral. Alangkah baiknya untuk menggunakan pessaries vagina ditambah dengan krim anti-jamur.

Bacterial Vaginosis (BV)

Setidaknya 1 dari 5 wanita yang tengah hamil terjangkit infeksi bakteri ini. BV tentunya membuat pertumbuhan bakteri anaerobik tetap hidup di dalam vagina terutama pada saat kehamilan. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon pada vagina. Gejala yang timbul dari adanya infeksi bakteri vaginosis ini diantaranya keputihan yang berbau amis, vagina gatal, nyeri saat buang air kecil dan juga berwarna keabuan.

Jika gejala BV ini tidak diobati tentunya dapat membuat bayi lahir prematur dan juga memiliki berat badan lahir rendah. Selain itu, BV dapat menimbulkan gejala radang panggul yang dapat merusak saluran pada tuba falopi sehingga seorang wanita sulit untuk mendapatkan kehamilan.

Cara Merawat Vagina Tetap Bersih Saat Hamil

Setelah kita mengetahui boleh tidaknya wanita hamil memakai produk pembersih vagina. Satu hal yang pasti tentunya kita harus tetap menjaga dan juga merawat vagina tetap bersih dan juga sehat terutama sedang hamil. Merawat vagina bukanlah sesuatu yang terlalu sulit dan menguras tenaga yang berlebih. Selama kita menjaga kesehatan dan juga kebersihan vagina  tentunya kita telah melakukan satu langkah untuk mencegah beberapa hal terjadi. Berikut beberapa cara dan juga tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga dan merawat vagina tetap bersih, diantaranya:

  1. Mencuci vagina setelah buang air besar atau kecil memang pasti dilakukan oleh setiap wanita. Kebiasaan mencuci vagina tentunya tidak dilakukan begitu saja. Namun, harus tetap dilakukan dengan cara yang benar dan juga tepat. Mencuci vagina tentunya harus dilakukan dari depan menuju ke belakang hingga ke dekat anus bukan sebaliknya. Tentunya, hal ini untuk menghindari adanya kotoran dan juga kuman yang menempel pada anus sehingga dapat menuju vagina.
  2. Selalu bersihkan area vagina setelah melakukan hubungan seksual terutama saat hamil. Kotoran dan juga kuman yang berasal dari luar ada kemungkinan untuk menempel pada vagina. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama bahkan didiamkan semalaman tentunya bakteri yang menempel akan masuk ke dalam vagina serta akan mengganggu janin di dalam kandungan. Untuk itu, segeralah mencuci vagina Anda tepat setelah melakukan hubungan intim.
  3. Bersihkan area uretra dan juga klitoris secar rutin dan juga sehabis buang air kecil. Uretra dan juga klitoris tentunya memiliki sekresi yang dapat menjadi sarang tumbuhnya bakteri. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk selalu menjaga kelembaban dan juga kadar pH pada vagina Anda.
  4. Selain membersihkan area vagina tentunya Anda harus mengeringkan area kewanitaan terutama setelah buang air dan juga mandi. Hal ini dikarenakan area vagina yang lembab dapat menjadi sarang dan juga tempat tumbuhnya kuman, bakteri dan juga virus. Untuk itu, Anda dapat menjaga kelembaban vagina dan menghindari penggunaan celana ketat. Wanita yang sedang hamil sebaiknya memakai rok dan pakaian yang panjang dan juga longgar.
  5. Saat hamil tentunya seorang wanita akan mengeluarkan cairan tanpa disadari. Menjaga kebersihan vagina tentunya sangat disarankan bagi ibu hamil terutama saat mengganti pakaian dalam setidaknya tiga kali dalam sehari. Hal ini tentunya untuk menghindari bakteri dan juga kuman pada vagina ibu hamil.
  6. Kebersihan dan juga kesehatan vagina tentunya dipengaruhi pula oleh gaya hidup dan juga pola makan. Alangkah baiknya jika Anda lebih banyak mengonsumsi sayuran dan juga buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan cairan dan juga air putih.

Menjaga dan juga merawat kebersihan vagina tentunya hal yang sangat penting untuk Anda lakukan terutama wanita hamil. Tentunya, kegiatan ini memang untuk menunjang perkembangan janin di dalam kandungan dan juga kesehatan wanita hamil. Organ intim yang bermasalah tentunya ditandai dengan gejala-gejala seperti munculnya keputihan yang tidak normal dan juga menyebabkan kelahiran prematur dan juga berat bayi lahir rendah. Demikianlah beberapa alasan yang harus Anda ketahui mengenai boleh atau tidaknya seorang ibu hamil menggunakan cairan pembersih vagina. Semoga bermanfaat!

 

 

10 Penyebab vagina Kering & Cara Mengatasinya

Berbicara tentang vagina tentunya kita dihadapkan pada sesuatu yang sangat penting. Bagaimanapun juga, vagina merupakan alat reproduksi pada wanita dimana salah satu alat bagian tubuh inilah awal dari kehidupan manusia. Sekilas memang terlihat bahwa vagina hanyalah bagian yang sangat kecil di dalam tubuh seorang wanita. Namun, tahukah Anda bahwa bagian tubuh ini mempunyai beberapa bagian yang lebih luas di bagian dalamnya.

Tidak heran jika sebagian besar wanita kurang memiliki rasa peduli pada kebersihan dan juga kesehatan vagina. Tidak sedikit yang mengacuhkan akan kebersihan vagina sehingga ia membersihkan bagian ini cukup asal-asalan. Tidak dapat dipungkiri bahwa vagina sangat sensitif dan juga rentan terhadap kuman dan juga bakteri.

Vagina memang memiliki kondisi yang berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang mempunyai vagina yang lembab, namun tidak sedikit pula yang merasakan vagina yang kering. Kondisi inilah yang memang menjadi salah satu penyebab wanita merasa nyeri saat berhubungan seksual sehingga tidak merasakan kenyamanan sama sekali. Lantas, apa penyebab vagina kering pada wanita?

Penyebab Vagina Kering Pada Wanita

Pada dasarnya, vagina memiliki pelumas alami yang diproduksi oleh leher rahim dan juga serviks. Vagina yang normal tentunya memiliki kondisi yang lembab. Kelembaban pada vagina tentunya tidak akan menyebabkan rasa nyeri dan perih pada saat berhubungan seksual.

Pelumas alami tersebut merupakan pelindung vagina yang berfungsi untuk mencegah dan juga menjaga vagina agar terhindar dari infeksi dan juga jamur yang akan menempel di dalamnya. Terlebih pada saat menstruasi, vagina akan mengalirkan darah menstruasi dan juga sel-sel mati dari dalam rahim menuju keluar vagina. Hal ini tentunya sangat berbeda pada wanita yang memiliki kondisi vagina yang kering.

Pada vagina kering tentunya tidak adanya pelumas alami yang mampu menangkal bakteri dan juga kuman. Hal ini tentunya tidak heran jika wanita yang memiliki kondisi vagina yang kering rentan merasakan gatal dan juga nyeri seperti terbakar. Bagaimanapun juga, vagina kering memiliki lapisan yang cukup kering dan juga tipis serta kehilangan elastisitas atau kelenturan pada vagina. Lamban laun kondisi ini menimbulkan iritasi dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap pada vagina.

Jumlah pelumas alami pada vagina tentunya sangat dibutuhkan dalam kadar estrogen yang cukup. Seperti yang kita tahu bahwa estrogen merupakan hormon yang menjaga lapisan vagina tetap sehat, tebal dan juga elastis. Kondisi ini tentunya berbeda pada saat seorang wanita mengalami menopause. Vagina yang kering memang kerap terjadi pada wanita yang telah berusia lanjut antara 51-60 tahun. Kadar hormon estrogen pada wanita yang sudah menopause tentunya dapat menyebabkan atrofi vagina dimana keadaan vagina kurang elastis dan juga tipis. Dalam kondisi tersebut pelumas alami juga mengalami penurunan sehingga sangat berpotensi untuk membuat vagina menjadi lebih kering. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan vagina kering, diantaranya:

 1. Perubahan hormon pada wanita

Perubahan hormon yang terjadi pada wanita tentunya sangat rentan membuat vagina menjadi kering dan juga tidak elastis. Seperti pada penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli dalam American Congress of Obstetricians and Gynecologist menyatakan bahwa penyebab utama dan yang paling umum terjadi seorang wanita mengalami vagina kering ialah adanya penurunan kadar hormon estrogen terlebih menjelang menopause, setelah melahirkan, selama menyusui dan juga prenemopause. Selain itu, melakukan pengobatan kimia untuk mengobati kanker seperti radiasi pada panggul dan juga kemoterapi tentunya dapat menurunkan hormon estrogen dan juga lubrikasi pada vagina.

2. Penggunaan obat-obat tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam masa pengobatan tentunya salah satu penyebab vagina menjadi kering. Beberapa obat yang dipercaya memiliki penyebab yang cukup besar diantaranya obat asma, alergi, flu yang mengandung antihistamin. Kandungan ini tentunya memiliki efek yang cukup signifikan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan turunnya lubrikasi pada vagina.

3. Iritasi

Iritasi di sini tentunya dapat disebabkan oleh paparan bahan kimia, produk kebersihan, parfum dan juga lain sebagainya. Jika seorang wanita kerap melakukan perawatan tubuh tentunya hal ini dapat memicu vagina menjadi lebih kering. Tidak jarang wanita yang memiliki alergi terhadap sabun dan juga detergen yang dan juga  dapat menempel pada celana dalam dan juga handuk. Kondisi tersebut tentunya dapat menyebabkan iritasi terhadap vagina sehingga menyebabkan penurunan lubrikasi pada vagina dan juga kuman di dalam vagina.

4. Stres dan cemas

Rasa stres yang kerap dialami wanita tentunya memiliki peran yang cukup besar dalam menyebabkan vagina menjadi kering. Stres tentunya dapat menyebabkan hormon menjadi tidak stabil sehingga akan berdampak pada kondisi vagina yang kering. Selain itu, stres dapat membuat pikiran menjadi cemas sehingga dapat menurunkan hasrat dalam bercinta.

Faktor emosional dan juga psikologis tentunya dapat mengganggu gairah seksual pada wanita sehingga dapat menyebabkan kondisi vagina menjadi kering. Menurut Goldstein bahwa saat perempuan merasa cemas tentunya akan terjadinya aliran darah dan juga kekeringan pada area vagina. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh wanita dapat memicu kortisol dan dapat mengganggu kadar dan juga kinerja hormon estrogen.

5. Penggunaan alat kontrasepsi

Bagaimanapun juga alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita dapat memicu turunnya pelumas alami pada wanita. Tentunya, salah satu efek yang timbul dari kurangnya cairan pada vagina ialah efek samping kontrasepsi oral. Tidak heran jika wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dapat mengalami kondisi vagina yang cukup kering.

6. Baru melahirkan

Pada wanita yang baru saja melahirkan tentunya penurunan kadar hormon estrogen dapat terjadi. Fase melahirkan dan juga menyusui tentunya fase yang dapat mengganggu turunnya produksi pelumas alami pada wanita. Hal ini tentunya terjadi setelah beberapa bulan setelah melahirkan sampai siklus menstruasi kembali teratur sehingga vagina akan kembali licin seperti sebelum melahirkan.

7. Kurang melakukan foreplay

Penyebab vagina kering pada wanita pada saat berhubungan intim ialah kurangnya pasangan melakukan foreplay. Tentunya, sebelum melakukan hubungan suami istri tentunya sangat penting bagi wanita untuk melakukan foreplay yang cukup lama. Hal ini tentunya dapat menghasilkan pelumas alami yang cukup sehingga wanita tidak akan merasakan sakit dan juga perih saat berhubungan seksual.

8. Kurang bergairah

Selain kurangnya foreplay, penyebab vagina kering pada wanita tentunya dikarenakan kurangnya gairah dan juga rendahnya libido pada pasangan. Berdasarkan Goldstein bahwa pasangan yang mungkin memiliki performa seks yang kurang, ejakulasi dini dan juga melewatkan foreplay tentunya dapat membuat vagina menjadi kering. 10. Operasi indung telur atau ovarium

Pada wanita yang pernah mengalami operasi indung telur atau ovarium tentunya sangat rentan mengalami vagina yang kering. Pasalnya, operasi pengangkatan indung telur dapat menyebabkan penurunan hormon estrogen dan juga pelumas alami pada vagina.

9. Sindrom Sjogren

Penyebab vagina kering tentunya dapat menjaga sistem kekebalan pada tubuh yang dapat menyerang jaringan-jaringan tubuh yang cukup sehat. Sindrom ini tentunya terlihat mulut dan juga mata menjadi lebih kering sehingga dapat menyebabkan vagina menjadi sangat kering.

Gejala Vagina Kering

Setelah adanya penyebab tentunya kita akan dihadapkan pada gejala yang timbul akibat vagina kering. Anda juga tentunya dapat merasakan beberapa gejala yang timbul sebagai tanda bahwa vagina Anda kering. Beberapa gejala-gejala vagina kering dapat Anda rasakan, diantaranya:

  1. Sakit pada vagina - Rasa sakit yang timbul sebagai gejala vagina kering kerap dirasakan oleh wanita. Mulai dari sakit saat buang air kecil, berhubungan seksual, duduk, berdiri, bahkan ketika bekerja.
  2. Perubahan pada vagina - Vagina kering tentunya kan terjadi perubahan pada vulva yang akan terlihat lebih tipis. Perubahan ini memungkinkan Anda untuk merasakan panas dan juga iritasi pada vagina.
  3. Gatal pada vagina - Rasa gatal yang kerap dialami wanita tentunya sebagai ciri bahwa vagina Anda kering. Rasa gatal tersebut tentunya dapat membuat tubuh tidak nyaman.
  4. Frekuensi kencing yang meningkat - Frekuensi kencing yang meningkat tentunya membuat Anda merasa tidak nyaman. Kondisi inilah yang merupakan gejala vagina Anda kering.
  5. Pendarahan saat berhubungan

Jika kita mengalami pendarahan pada saat berhubungan seksual tentunya ini sebagai tanda bahwa vagina Anda kering.

Cara Mengatasi Vagina Kering

Setelah kita mengetahui penyebab vagina kering pada wanita, tentunya hal pertama yang harus kita lakukan ialah dengan mencari cara mengatasinya. Berikut ini kami sajikan beberapa langkah dan juga cara mengatasi vagina kering pada wanita, diantaranya:

Pencegahan Dengan Terapi Hormon

  1. Menggunakan krim estrogen vagina

Anda tentunya dapat mengoleskan krim ke dalam vagina Anda sebagai aplikator agar vagina lebih licin. Krim estrogen tentunya dapat digunakan selama 1-2 munggu setiap harinya. Setelah itu, Anda dapat mengurangi frekuensinya menjadi 1-3 kali atau sesuai dengan petunjuk dokter.

  1. Menggunakan tablet estrogen wanita

Tablet estrogen wanita tentunya bukan tablet yang biasa untuk diminum, akan tetapi memasukkan tablet tersebut ke dalam vagina selama dua minggu pertama setidaknya satu kali dalam sehari. Setelahnya, Anda dapat menggunakannya dua minggu sekali atau pada saat dibutuhkan.

  1. Menggunakan cincin estrogen vagina

Pada cara ini tentunya Anda dapat memasukkan benda lembut yang berbentuk cincin ke dalam vagina Anda. Setelah itu, cincin akan melepaskan hormon estrogen secara konstan dan juga bertahap pada jaringan vagina. Benda lembut seperti itu tentunya harus di ganti setiap 12 minggu sekali.

Akan tetapi, beberapa terapi hormon di atas tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, penderita kanker payudara dan juga wanita dengan riwayat kanker endometrium.

Menggunakan pelembap wanita

Cara mengatasi vagina yang kering dengan terapi hormon tentunya dengan menggunakan pelembap yang cukup efektif untuk wanita. Pelembap vagina tentunya dapat mengurangi vagina yang kering setelah beberapa hari dengan hanya satu kali pemakaian.

Menggunakan pelumas

Pada dasarnya, vagina memiliki pelumas alami yang tentu sangat efektif untuk membuat vagina menjadi kering. Untuk itu, Anda dapat melembapkan vagina untuk memudahkan pembukaan pada vagina. Pelumas alami tentunya dapat berbentuk krim dan juga dapat bertahan selama beberapa hari.

Jangan mencuci vagina dengan sabun

Tentunya, Anda harus menghindari membersihkan vagina dengan menggunakan lotion, sabun yang berbusa serta sabun yang memiliki aroma yang wangi. Aroma dan juga busa pada sabun tentunya dapat membuat vagina menjadi kering sehingga dapat menyebabkan iritasi dan juga infeksi pada vagina. Jika Anda ingin menghilangkan bau yang tidak sedap dan juga mencegah jamur dan bakteri tentunya Anda dapat menggunakan pembersih vagina yang mengandung povidone-iodine. Cairan ini tentunya terbukti ampun untuk mematikan parasit penyebab infeksi yang ada di bagian luar vagina. Cairan ini tentunya sekaligus menjaga keseimbangan pH vagina serta tidak membuat vagina menjadi kering.

Terapi hormon

Terapi ini tentunya sangat dianjurkan bagi wanita dengan vagina yang kering akibat perubahan hormon. Terapi hormon ini tentunya dilakukan dengan dua cara yakni oral atau minum pil dan juga transdermal atau memasukkan hormon pada kulit agar dapat diserap oleh tubuh. Pada umumnya, terapi transdermal menggunakan patch atau spray yang tidak akan berdampak pada hati. Sedangkan terapi oral akan berdampak pada hati karena pil harus masuk ke dalam tubuh melalui hati.

Tentunya, Anda harus berhati-hati ketika sedang menjalankan terapi hormon ini. Jika digunakan terlalu lama diketahui bahwa pil estrogen dapat meningkatkan resiko penyakit kanker endometrium, stroke dan juga lapisan rahim pada wanita setelah menopause. Sedangkan pada konsumsi pil, kombinasi antara hormon estrogen dan juga progesteron dapat meningkatkan resiko kanker payudara, stroke dan juga serangan jantung.

Konsumsi kedelai

Makanan yang satu ini tentunya kaya akan kandungan isoflavon yang memiliki kinerja seperti hormon estrogen, namun lebih jinak. Makanan yang berbahan dasar kedelai tentunya dipercaya dapat memperbaiki gejala dan juga penyebab vagina kering. Akan tetapi, penelitian mengenai objek tersebut masih terus dikembangkan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai.

Konsumsi makanan dan minuman yang sehat

Makanan yang sehat tentunya kaya akan kandungan nutrisi dan juga gizi yang memang sangat diperlukan oleh tubuh. Makanan yang sehat seperti buah dan juga sayur banyak mengandung vitamin A, C dan juga E. Kandungan vitamin tersebut tentunya dapat meningkatkan kadar estrogen yang dapat melembapkan area vagina sehingga tidak mengalami kekeringan.

Banyak konsumsi air putih

Terdengar klise memang memasukkan air putih ke dalam cara mengatasi vagina kering. Bagaimanapun juga, air putih yang Anda konsumsi dapat mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh. Dengan begitu, vagina akan menjadi lebih lembap dan juga terhindari dari kekeringan.

Konsumsi vitamin dan juga suplemen

Vitamin dan juga suplemen yang khusus untuk vagina tentunya dapat membantu mengatasi vagina kering. Selain itu, vitamin juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh.

Lakukan diet yang seimbang

Menjalankan program diet bagi seseorang dibilang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat tentunya menjadi hal yang mudah bagi Anda. Penyebab dan juga gejala vagina kering tentunya dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Beberapa kondisi tersebut tentunya menjadi sebuah tugas bagi kita untuk mencegah dan mengatasi vagina yang kering. Tentunya, kita harus mengatasi vagina kering tersebut dengan cara yang sangat tepat. Pastikan Anda untuk memilih cara yang aman dan juga tepat agar kondisi vagina Anda menjadi lembap dan juga tidak kering lagi. Itulah beberapa penyebab, gejala dan juga cara mengatasi vagina kering pada wanita.

Menggaruk Organ Kewanitaan Perparah Keputihan

Rasa gatal yang terjadi pada organ intim mungkin kebanyakan wanita pernah merasakannya. Hal ini bisa terjadi disebabkan oleh berbagai hal seperti halnya menggunakan pakaian dalam yang sangat ketat atau anda tidak menjaga kebarsihan juga kesehatan pada organ intim anda yang dapat menyebabkan munculnya rasa gatal. Jika anda membiarkan rasa gatal yang di derita, dengan sendirinya anda akan terus menerus menggaruk area yang gatal di sekitar organ intim anda. Tentu saja hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan organ inti anda, sebab dengan terus menggaruk dapat menimbulkan luka lecet serta iritasi. Hal ini juga dapat memicu adanya kuman serta bakteri yang masuk sehingga dapat mengakibatkan infeksi pada organ inti anda.

Continue Reading

Tips Perawatan "Miss V" Pasca Melahirkan

Tugas berat melahirkan telah dilalui, kini hadir dalam pelukan anggota keluarga baru yang mungil dan lucu hadir. Kebahagiaan membahana ke setiap ibu dan keluarga yang baru saja melewati proses melahirkan dengan kehadiran bayi yang sehat dan selamat. Kini saatnya ibu untuk merawat segala sesuatunya pasca melahirkan, termasuk vagina (kita panggil "miss V").

Selama proses melahirkan berlangsung tentu saja, "Miss V" mendapatkan tugas yang berat sebagai pintu bagi keluarnya bayi dengan rata-rata berat badan 3-4 kg. Bagi yang elastis atau telah berulangkali menjalani proses melahirkan normal, mungkin kondisi ini telah menjadi "biasa", sehingga kondisi "Miss V" tidak sampai mengalami pengguntingan atau episiotomi (baca: Mengenal Episiotomi), namun tidak sedikit pula ibu memerlukan bantuan bidan atau dokter untuk memperlebar jalan lahir dengan cara menggunting di area perineum (area antara "Miss V" dan dubur), kemudian setelah itu, dokter atau bidan akan menjahit kembali bekas guntingan tersebut.

Bagi ibu yang melahirkan tanpa episiotomi, perawatan "Miss V" cukup dilakukan dengan cebok dengan air hangat atau larutan antiseptik. Sedangkan bagi ibu melahirkan yang mengalami episiotomi, perawatan "Miss V" pasca melahirkan dapat dilakukan dengan cara:

  • Untuk mengurangi rasa sakit atau menenangkan luka, ibu dapat menggunakan kompress pada luka jahitan. Ibu bisa menggunakan es yang dibungkus kain bersih dan menempelkannya pada bekas jahitan.
  • Ibu harus selalu memastikan bahwa luka bekas jahitan selalu bersih. Membersihkan luka ini bisa dilakukan dengan menggunakan botol semprot yang diisi air untuk membersihkan area perineum setelah ibu buang air kecil atau besar. Selain itu, untuk membersihkan bekas jahitan ibu juga bisa menggunakan waslap yang dibasahi dan sabun. Buatlah busa di waslap tersebut. Bersihkan seluruh luka dengan waslap tersebut, pastikan daerah bekas jahitan benar-benar bersih.
  • Siramlah dengan air dingin "Miss V" saat ibu sedang buang air kecil. Kemudian lakukan cebok dari arah depan ke belakang dengan air bersih (jangan sebaliknya, karena jika terbalik cara ceboknya, justru akan mengumpulkan bakteri dari anus ke "Miss V"), dan lakukan dengan hati-hati atau menggunakan botol semprot yang berisi air tadi.
  • Saat buang air besar, kemungkinan akan terasa sakit pada area bekas jahitan. Gunakan bantalan lembut dan bersih pada luka bekas jahitan, dan tekan ke bagian atas pada bekas luka untuk menghindarkan tekanan atau menghindari robek kembali.
  • Hindari aktivitas berlebih saat minggu-minggu pertama pasca melahirkan. Saat duduk lakukan dengan hati-hati, kalo bisa usahakan mencari bantalan duduk berbentuk donat untuk menghindari tekanan pada daerah bekas luka.
  • Perbanyak lah konsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan. Dengan demikian diharapkan, tinja yang dikeluarkan saat BAB tidak keras dan hal ini menghindarkan sakit berlebih saat BAB.
  • Lakukan latihan senam kegel untuk mengencangkan bagian sekitar panggul. Lakukan senam kegel ini beberapa hari pasca melahirkan.
  • Seringlah ibu melakukan pergantian celana dalam dan usahakan menggunakan bahan yang mampu menyerap keringat. Ibu bisa menggunakan panty liner untuk membantu "Miss V" agar terhindar dari kelembaban yang berlebih. Selain itu, mencukur rambut "Miss V" juga dapat membantu mengurangi kelembaban.
  • Luka jahitan dapat di olesi dengan menggunakan salep antibiotik, tapi harus sesuai dengan anjuran dokter

Persalinan Selalu Menyebabkan Robek Vagina?

Pertanyaan

TS jelasin dunk gmn sih proses persalinan sampe anak dalam kandungan kita itu keluar , pengen tau aja sih . Soal nya bnyk yang bilang kalo kita ngelahirin itu pasti sobek dan nanti nya akan di jahit ya , bnr gak sih ?

trus kelebihan dan kekurangan nya ngelahirin normal ma sesar apa ya ?

thx b4 ya ...

(kelinci putih)

Jawaban Bidanku.com

maaf banget dijawabnya telat...

waduh sis...untuk ngejelasin proses persalinan, kayaknya puuaannjang banget, paling sis bisa selengkapnya baca di situs saya di www.bidanku.com ada artikel berjudul 'Tanda-tanda si kecil lahir' di situ diterangin lengkap dari mulai kala 1-4, di situ diterangin secara detil.

paling saya jawab yg bag vagina robek...

robek vagina pada saat lahir disebabkan oleh tindakan episiotomi (kasarnya, sengaja digunting/dilebarin lubang vagina) untuk mempermudah persalinan atau robek dengan sendirinya. Tapi saya tekankan disini, bahwa tidak semua persalinan menyebabkan robek pd vagina..khususnya bag perineum (bag luar vagina)..hal itu tergantung paling utama dari elastisitas vaginanya sendiri dan atau besar kecilnya bayi..biasanya robek vagina sering terjadi pada persalinan anak pertama, maklum masih sempit dan kaku (belum berpengalaman he..he), terjadinya hambatan pada saat bayi mo keluar atau bs terjd ketika posisi ibu pada saat mengedan tidak betul..ok sis jgn takut, tidak selalu robek ya sis...

utk cara melahirkan...dimanapun dan bidan atau dokter siapapun kalo kehamilannya normal pasti pilihan pertama adalah melahirkan secara normal dan alami, kenapa ?? 1 kodrat seorang wanita...2. tahu dan merasakan perjuangan seorang ibu..3. efek samping ke ibu dan bayi lebih minimal...4. persalinan normal pertama modal bagi persalinan berikutnya..5.biaya tentunya lebih murah..

caesar adalah pilihan terakhir jika persalinan normal, vacuum, forceps tdk bisa dilakukan...tentu sis bisa menyimpulkan sendiri kenapa caesar dijadikan pilihan terakhir..

 

smoga bisa membantu

salam hangat

(Taken form thread bidanku.com at forum kaskus.com – health & medical)

  
Loading...

Follow us