Bolehkah Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina?

4.19/5 (16)

Vagina memang menjadi sebuah tempat yang rentan terhadap bakteri dan juga jamur. Hal tersebut tentunya disebabkan oleh kondisi vagina yang lembab dan basah. Selain itu, vagina memang berhubungan langsung dengan lingkungan luar terutama setiap kali kita membersihkannya.

Vagina yang lembab dan juga kering memang tidak luput dari bakteri dan juga kuman yang menempel di dalamnya. Tidak heran jika banyak wanita yang merasa tidak nyaman akan kondisi tersebut. Kuman dan juga bakteri yang berada pada vagina menyebabkan vagina menjadi gatal dan juga keputihan. Kedua kondisi tersebutlah yang membuat wanita kerap menggunakan cairan pembersih kewanitaan dengan harapan dapat mengurangi aroma bau dan juga gatal-gatal tersebut.

Terlepas dari kondisi tersebut ternyata ada hal yang harus diperhatikan ketika kita hendak menggunakan cairan pembersih kewanitaan. Karena tidak semua pembersih kewanitaan bagus dan juga aman untuk kebersihan vagina kita. Faktanya bahwa cairan pembersih kewanitaan banyak yang mengandung zat kimia dan juga pengawet yang tentunya sangat berbahaya bagi vagina kita.

Bolehkah Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina

Kondisi tersebut yang telah kami jelaskan di atas juga rentan dialami oleh ibu hamil. Rasa gatal dan juga keputihan yang cukup banyak pada vagina kerap menyerang ibu hamil. Lantas, bolehkah ibu hamil memakai pembersih vagina?

Terlepas dari boleh dan juga tidak boleh tentunya ini menjadi salah satu kondisi yang sangat membingungkan bagi ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika ibu hamil tidak menggunakan cairan pembersih vagina, maka rasa gatal dan juga keputihan akan terus menyerang wanita. Namun, jika menggunakan cairan pembersih vagina tentunya dikhawatirkan takut terjadi sesuatu yang tentu akan berbahaya bagi ibu dan juga janin.

Ibu hamil tentunya sangat rentan mengalami rasa gatal dan juga keputihan pada saat hamil. Hal ini memang sangat wajar terjadi karena pada saat hamil seorang wanita mengalami peningkatan hormon sehingga kadar pH organ intim berubah. Kondisi inilah yang memang membuat ibu hamil kerap mengalami keputihan.

Seperti yang kita tahu bahwa keputihan yang menyerang ibu hamil dapat dikatakan berbahaya jika kadar keputihan berlebihan. Keputihan yang banyak serta berwarna kuning kehijauan tentunya wujud keputihan yang dapat membahayakan janin di dalam kandungan. Seperti yang kita tahu bahwa keputihan dapat mempengaruhi janin di dalam kandungan sehingga dapat membuat janin lahir lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Dengan kondisi tersebut tentunya membuat ibu hamil berpikir dan mencari cara yang paling tepat untuk mencegah keputihan dan juga rasa gatal tersebut menyerangnya. Untuk itu, mereka beralih perhatian untuk menggunakan cairan pembersih vagina untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. Akan tetapi, cara tersebut seringkali bertentangan dengan anjuran dari bidan, dokter bahkan rasa takut yang berasal dari diri sendiri.

 Apa Boleh Ibu Hamil Memakai Pembersih Vagina?

Terlepas dari pertanyaa tersebut ini tentunya menjadi PR besar bagi wanita terutama ibu hamil yang mengalami masalah keputihan dan sering mengalami rasa gatal. Pastinya, seorang ibu hamil akan tertarik untuk menggunakan produk dan ingin merasakan langsung manfaatnya akan kesembuhan pada vagina. Namun, banyak pernyataan yang tidak membolehkan ibu hamil menggunakan cairan pembersih vagina.

Semua orang tahu bahwa produk pembersih vagina yang saat ini beredar di pasaran mengandung bahan kimia dan juga pengawet. Bahan tersebut tentunya sangat berbahaya bagi vagina bahkan janin di dalam kandungan. Namun, memang ada pula cairan pembersih vagina yang terbilang aman dan juga tidak berbahaya bagi vagina. Hal ini tentunya tergantung dari kandungan dan juga jenis bahan yang ada di dalamnya. Beberapa pembersih vagina mungkin dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di vagina. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan infeksi pada vagina.

Pembersih vagina seperti penggunaan cairan douching dengan cara yang disemprotkan tentunya mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan pH pada vagina Anda. Cairan pembersih wanita pada umumnya mengusir bakteri alami pada vagina dan juga menggantinya dengan bakteri yang baru. Nah, bakteri inilah yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina yang selanjutnya bisa menyebar langsung ke leher rahim, rahim bahkan sampai tuba falopi.

Tentunya Anda berpikir bagaimana bahaya jika hal tersebut terjadi ketika Anda tengah mengandung buah hati Anda. Ini tentunya salah satu penyebab yang dapat membahayakan keadaan janin di dalam kandungan Anda. Lambat laun dan berbahaya ataukah tidak tentu sedikitnya dapat mengganggu kehamilan Anda.

Untuk membersihkan vagina tidak juga disarankan untuk menggunakan sabun mandi. Hal ini dikarenakan sabun mandi memiliki kadar pH yang tidak sama dengan vagina. Dengan kandungan tersebut tidak baik sebagai bahan yang digunakan untuk membersihkan vagina dan akan menyebabkan kadar pH yang bertabrakan dan juga tidak seimbang nantinya.

Menggunakan cairan pembersih vagina memang disarankan, namun Anda disarankan untuk memilih pembersih vagina yang dapat mengembalikan kadar pH di dalam vagina. Alangkah lebih baiknya jika Anda memiliki pembersih vagina yang mengandung Povidone-Iodine. Ini merupakan suatu zat antiseptik yang memiliki spektrum yang luas sehingga mampu mengendalikan perkembangan infeksi topikal, penyebarannya, tidak mengganggu kekebalan terhadap antiseptik dan juga mampu mencegah beragam kuman patogen.

Akan tetapi, ketika Anda menggunakannya harus memperhatikan frekuensi dalam penggunaannya. Tentunya, jangan terlalu sering menggunakan cairan pembersih vagina karena pada dasarnya vagina sudah memiliki cairan pembersih alami yang dapat melawan bakteri dari luar. Yang paling penting cukup membersihkan bagian luar pada vagina saja.

Kenapa Area Vagina Wajib Diperhatikan Terutama Saat Hamil?

Terlepas dari pertanyaan tersebut tentunya ketika hamil seorang wanita rentan mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakterial vaginosis. Bakteri ini tentunya dapat meningkatkan hormon estrogen terutama selama masa kehamilan. Bakteri inilah yang menyebabkan terjadinya keputihan dan juga bau yang tidak sedap pada vagina.

Tentunya, hormon estrogen yang meningkat dapat menyebabkan kadar pH pada vagina menjadi berubah. Hal ini tentunya dapat menyebabkan perubahan jumlah bakteri baik di dalam vagina meski dalam batas yang masih normal.

Perubahan kadar pH pada vagina tentunya dapat menyebabkan ibu hamil rentan terhadap serangan bakteri dan juga kuman. Bakteri dan juga kuman tentunya lambat laun akan menyebabkan infeksi dan juga iritasi pada vagina. Jika iritasi dan juga infeksi menyerang seorang ibu hamil, tidak hanya ibu yang akan merasakan dampaknya, namun juga janin.

Vagina memang seperti bagian organ kecil pada tubuh wanita yang sekilas memang sangat mudah untuk dirawat. Namun, jika diteliti lebih lanjut, vagina merupakan bagian organ tubuh yang berhubungan langsung dengan rahim  yakni sebagai tempat pertumbuhan janin. Faktanya bahwa vagina ialah organ yang lebih rumit dan juga kompleks dibandingkan dengan wujudnya. Maka dari itu, perawatan vagina harus dilakukan dengan cara dan juga alternatif yang tepat.

Alasan kenapa perlu memperhatikan kebersihan vagina terutama saat hamil, tidak lain ialah perubahan hormon yang berubah dan juga meningkat saat hamil. Hormon estogen yang meningkat pada saat hamil tentunya dapat menjadi sebuah parameter bahwa kesehatan dan juga kebersihan vagina perlu diperhatikan lebih jauh.   

Penyebab Vagina Mengalami Gangguan

Vagina tentunya sangat rentan mengalami gangguan sehingga kita harus melakukan cara yang paling tepat untuk merawat organ kewanitaan. Tentunya ada beberapa penyebab terjadinya gangguan pada organ kewanitaan, diantaranya:

Masalah seks

Vagina tentunya rentan mengalami infeksi akibat dari masalah seks. Gerakan seks yang terlalu memaksa juga vagina yang kering pada saat melakukan hubungan seksual tentunya salah satu penyebab vagina mengalami gangguan. Terlebih jika terjadi cidera dan juga infeksi pada panggul. Kondisi ini tentu dapat membuat seorang wanita merasa sangat tidak nyaman. Bahkan banyak wanita yang mengeluhkan rasa sakit dan juga nyeri pada saat berhubungan seksual.

Perubahan hormon pada wanita

Wanita yang sedang hamil tentunya mengalami peningkatan hormon estogen yang cukup tinggi. Tidak heran jika terjadi masalah pada bagian organ intim. Bagi wanita yang menopause, hormon estogen menjadi sangat berkurang sehingga akan mengalami vagina yang kering terutama pada saat melakukan hubungan seksual.

Alat kontrasepsi

Penyebab terjadinya gangguan pada organ kewanitaan ialah akibat penggunaan alat kontrasepsi. Bagaimanapun juga alat kontrasepsi seperti kondom dan juga beragam spermisida. Alat kontrasepsi jenis ini tentunya dapat menyebabkan vagina terkena infeksi dan juga iritasi. Hal ini tentunya terjadi pada wanita yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu dan juga sensitivitas yang cukup tinggi. Pastinya, organ intim pada wanita akan merasa tidak nyaman dan juga terasa sakit.

Stres

Stres yang kita alami tentunya sangat berpengaruh pada organ kewanitaan. Rasa stres yang diakibatkan oleh depresi dan juga cemas tentunya sangat berpengaruh pada hubungan seksual. Dengan kondisi tersebut tentunya Anda merasakan sakit dan juga nyeri pada vagina. Rasa stres tentunya mengurangi gairah dan juga keinginan untuk berhubungan seksual.

Infeksi ragi

Rasa gatal yang kerap dialami oleh ibu hamil tentunya disebabkan oleh adanya infeksi ragi. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh adanya pertumbuhan jamur alami pada wanita yakni jamur Candida. Infeksi ini memang kerap menyerang wanita dikarenakan hormon estrogen dan juga progesteron yang dapat mengakibatkan pertumbuhan ragi berkembang dengan sangat cepat.

Gejala dan juga rasa gatal yang terjadi pada vagina tentunya memiliki ciri seperti keju cair, nyeri, bau asam dan juga tidak sedap. Infeksi ragi yang tengah Anda alami saat hamil tentunya memang tidak membawa dampak yang terlalu buruk pada janin. Namun, jika tetap dibiarkan tentunya akan membuat kondisi yang lebih parah saat persalinan. Hal ini akan membuat vagina terjangkit infeksi yang akan memperparah keadaan vagina Anda. Untuk itu, saat hamil Anda harus menghindari penggunaan obat anti-infeksi oral. Alangkah baiknya untuk menggunakan pessaries vagina ditambah dengan krim anti-jamur.

Bacterial Vaginosis (BV)

Setidaknya 1 dari 5 wanita yang tengah hamil terjangkit infeksi bakteri ini. BV tentunya membuat pertumbuhan bakteri anaerobik tetap hidup di dalam vagina terutama pada saat kehamilan. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya perubahan hormon pada vagina. Gejala yang timbul dari adanya infeksi bakteri vaginosis ini diantaranya keputihan yang berbau amis, vagina gatal, nyeri saat buang air kecil dan juga berwarna keabuan.

Jika gejala BV ini tidak diobati tentunya dapat membuat bayi lahir prematur dan juga memiliki berat badan lahir rendah. Selain itu, BV dapat menimbulkan gejala radang panggul yang dapat merusak saluran pada tuba falopi sehingga seorang wanita sulit untuk mendapatkan kehamilan.

Cara Merawat Vagina Tetap Bersih Saat Hamil

Setelah kita mengetahui boleh tidaknya wanita hamil memakai produk pembersih vagina. Satu hal yang pasti tentunya kita harus tetap menjaga dan juga merawat vagina tetap bersih dan juga sehat terutama sedang hamil. Merawat vagina bukanlah sesuatu yang terlalu sulit dan menguras tenaga yang berlebih. Selama kita menjaga kesehatan dan juga kebersihan vagina  tentunya kita telah melakukan satu langkah untuk mencegah beberapa hal terjadi. Berikut beberapa cara dan juga tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga dan merawat vagina tetap bersih, diantaranya:

  1. Mencuci vagina setelah buang air besar atau kecil memang pasti dilakukan oleh setiap wanita. Kebiasaan mencuci vagina tentunya tidak dilakukan begitu saja. Namun, harus tetap dilakukan dengan cara yang benar dan juga tepat. Mencuci vagina tentunya harus dilakukan dari depan menuju ke belakang hingga ke dekat anus bukan sebaliknya. Tentunya, hal ini untuk menghindari adanya kotoran dan juga kuman yang menempel pada anus sehingga dapat menuju vagina.
  2. Selalu bersihkan area vagina setelah melakukan hubungan seksual terutama saat hamil. Kotoran dan juga kuman yang berasal dari luar ada kemungkinan untuk menempel pada vagina. Jika dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama bahkan didiamkan semalaman tentunya bakteri yang menempel akan masuk ke dalam vagina serta akan mengganggu janin di dalam kandungan. Untuk itu, segeralah mencuci vagina Anda tepat setelah melakukan hubungan intim.
  3. Bersihkan area uretra dan juga klitoris secar rutin dan juga sehabis buang air kecil. Uretra dan juga klitoris tentunya memiliki sekresi yang dapat menjadi sarang tumbuhnya bakteri. Untuk itu, Anda dianjurkan untuk selalu menjaga kelembaban dan juga kadar pH pada vagina Anda.
  4. Selain membersihkan area vagina tentunya Anda harus mengeringkan area kewanitaan terutama setelah buang air dan juga mandi. Hal ini dikarenakan area vagina yang lembab dapat menjadi sarang dan juga tempat tumbuhnya kuman, bakteri dan juga virus. Untuk itu, Anda dapat menjaga kelembaban vagina dan menghindari penggunaan celana ketat. Wanita yang sedang hamil sebaiknya memakai rok dan pakaian yang panjang dan juga longgar.
  5. Saat hamil tentunya seorang wanita akan mengeluarkan cairan tanpa disadari. Menjaga kebersihan vagina tentunya sangat disarankan bagi ibu hamil terutama saat mengganti pakaian dalam setidaknya tiga kali dalam sehari. Hal ini tentunya untuk menghindari bakteri dan juga kuman pada vagina ibu hamil.
  6. Kebersihan dan juga kesehatan vagina tentunya dipengaruhi pula oleh gaya hidup dan juga pola makan. Alangkah baiknya jika Anda lebih banyak mengonsumsi sayuran dan juga buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan cairan dan juga air putih.

Menjaga dan juga merawat kebersihan vagina tentunya hal yang sangat penting untuk Anda lakukan terutama wanita hamil. Tentunya, kegiatan ini memang untuk menunjang perkembangan janin di dalam kandungan dan juga kesehatan wanita hamil. Organ intim yang bermasalah tentunya ditandai dengan gejala-gejala seperti munculnya keputihan yang tidak normal dan juga menyebabkan kelahiran prematur dan juga berat bayi lahir rendah. Demikianlah beberapa alasan yang harus Anda ketahui mengenai boleh atau tidaknya seorang ibu hamil menggunakan cairan pembersih vagina. Semoga bermanfaat!

 

 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel