10 Penyebab vagina Kering & Cara Mengatasinya

4.64/5 (77)

Berbicara tentang vagina tentunya kita dihadapkan pada sesuatu yang sangat penting. Bagaimanapun juga, vagina merupakan alat reproduksi pada wanita dimana salah satu alat bagian tubuh inilah awal dari kehidupan manusia. Sekilas memang terlihat bahwa vagina hanyalah bagian yang sangat kecil di dalam tubuh seorang wanita. Namun, tahukah Anda bahwa bagian tubuh ini mempunyai beberapa bagian yang lebih luas di bagian dalamnya.

Tidak heran jika sebagian besar wanita kurang memiliki rasa peduli pada kebersihan dan juga kesehatan vagina. Tidak sedikit yang mengacuhkan akan kebersihan vagina sehingga ia membersihkan bagian ini cukup asal-asalan. Tidak dapat dipungkiri bahwa vagina sangat sensitif dan juga rentan terhadap kuman dan juga bakteri.

Vagina memang memiliki kondisi yang berbeda-beda pada setiap wanita. Ada yang mempunyai vagina yang lembab, namun tidak sedikit pula yang merasakan vagina yang kering. Kondisi inilah yang memang menjadi salah satu penyebab wanita merasa nyeri saat berhubungan seksual sehingga tidak merasakan kenyamanan sama sekali. Lantas, apa penyebab vagina kering pada wanita?

Penyebab Vagina Kering Pada Wanita

Pada dasarnya, vagina memiliki pelumas alami yang diproduksi oleh leher rahim dan juga serviks. Vagina yang normal tentunya memiliki kondisi yang lembab. Kelembaban pada vagina tentunya tidak akan menyebabkan rasa nyeri dan perih pada saat berhubungan seksual.

Pelumas alami tersebut merupakan pelindung vagina yang berfungsi untuk mencegah dan juga menjaga vagina agar terhindar dari infeksi dan juga jamur yang akan menempel di dalamnya. Terlebih pada saat menstruasi, vagina akan mengalirkan darah menstruasi dan juga sel-sel mati dari dalam rahim menuju keluar vagina. Hal ini tentunya sangat berbeda pada wanita yang memiliki kondisi vagina yang kering.

Pada vagina kering tentunya tidak adanya pelumas alami yang mampu menangkal bakteri dan juga kuman. Hal ini tentunya tidak heran jika wanita yang memiliki kondisi vagina yang kering rentan merasakan gatal dan juga nyeri seperti terbakar. Bagaimanapun juga, vagina kering memiliki lapisan yang cukup kering dan juga tipis serta kehilangan elastisitas atau kelenturan pada vagina. Lamban laun kondisi ini menimbulkan iritasi dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap pada vagina.

Jumlah pelumas alami pada vagina tentunya sangat dibutuhkan dalam kadar estrogen yang cukup. Seperti yang kita tahu bahwa estrogen merupakan hormon yang menjaga lapisan vagina tetap sehat, tebal dan juga elastis. Kondisi ini tentunya berbeda pada saat seorang wanita mengalami menopause. Vagina yang kering memang kerap terjadi pada wanita yang telah berusia lanjut antara 51-60 tahun. Kadar hormon estrogen pada wanita yang sudah menopause tentunya dapat menyebabkan atrofi vagina dimana keadaan vagina kurang elastis dan juga tipis. Dalam kondisi tersebut pelumas alami juga mengalami penurunan sehingga sangat berpotensi untuk membuat vagina menjadi lebih kering. Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan vagina kering, diantaranya:

 1. Perubahan hormon pada wanita

Perubahan hormon yang terjadi pada wanita tentunya sangat rentan membuat vagina menjadi kering dan juga tidak elastis. Seperti pada penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli dalam American Congress of Obstetricians and Gynecologist menyatakan bahwa penyebab utama dan yang paling umum terjadi seorang wanita mengalami vagina kering ialah adanya penurunan kadar hormon estrogen terlebih menjelang menopause, setelah melahirkan, selama menyusui dan juga prenemopause. Selain itu, melakukan pengobatan kimia untuk mengobati kanker seperti radiasi pada panggul dan juga kemoterapi tentunya dapat menurunkan hormon estrogen dan juga lubrikasi pada vagina.

2. Penggunaan obat-obat tertentu

Mengonsumsi obat-obatan tertentu dalam masa pengobatan tentunya salah satu penyebab vagina menjadi kering. Beberapa obat yang dipercaya memiliki penyebab yang cukup besar diantaranya obat asma, alergi, flu yang mengandung antihistamin. Kandungan ini tentunya memiliki efek yang cukup signifikan di dalam tubuh yang dapat menyebabkan turunnya lubrikasi pada vagina.

3. Iritasi

Iritasi di sini tentunya dapat disebabkan oleh paparan bahan kimia, produk kebersihan, parfum dan juga lain sebagainya. Jika seorang wanita kerap melakukan perawatan tubuh tentunya hal ini dapat memicu vagina menjadi lebih kering. Tidak jarang wanita yang memiliki alergi terhadap sabun dan juga detergen yang dan juga  dapat menempel pada celana dalam dan juga handuk. Kondisi tersebut tentunya dapat menyebabkan iritasi terhadap vagina sehingga menyebabkan penurunan lubrikasi pada vagina dan juga kuman di dalam vagina.

4. Stres dan cemas

Rasa stres yang kerap dialami wanita tentunya memiliki peran yang cukup besar dalam menyebabkan vagina menjadi kering. Stres tentunya dapat menyebabkan hormon menjadi tidak stabil sehingga akan berdampak pada kondisi vagina yang kering. Selain itu, stres dapat membuat pikiran menjadi cemas sehingga dapat menurunkan hasrat dalam bercinta.

Faktor emosional dan juga psikologis tentunya dapat mengganggu gairah seksual pada wanita sehingga dapat menyebabkan kondisi vagina menjadi kering. Menurut Goldstein bahwa saat perempuan merasa cemas tentunya akan terjadinya aliran darah dan juga kekeringan pada area vagina. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh wanita dapat memicu kortisol dan dapat mengganggu kadar dan juga kinerja hormon estrogen.

5. Penggunaan alat kontrasepsi

Bagaimanapun juga alat kontrasepsi yang digunakan oleh wanita dapat memicu turunnya pelumas alami pada wanita. Tentunya, salah satu efek yang timbul dari kurangnya cairan pada vagina ialah efek samping kontrasepsi oral. Tidak heran jika wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dapat mengalami kondisi vagina yang cukup kering.

6. Baru melahirkan

Pada wanita yang baru saja melahirkan tentunya penurunan kadar hormon estrogen dapat terjadi. Fase melahirkan dan juga menyusui tentunya fase yang dapat mengganggu turunnya produksi pelumas alami pada wanita. Hal ini tentunya terjadi setelah beberapa bulan setelah melahirkan sampai siklus menstruasi kembali teratur sehingga vagina akan kembali licin seperti sebelum melahirkan.

7. Kurang melakukan foreplay

Penyebab vagina kering pada wanita pada saat berhubungan intim ialah kurangnya pasangan melakukan foreplay. Tentunya, sebelum melakukan hubungan suami istri tentunya sangat penting bagi wanita untuk melakukan foreplay yang cukup lama. Hal ini tentunya dapat menghasilkan pelumas alami yang cukup sehingga wanita tidak akan merasakan sakit dan juga perih saat berhubungan seksual.

8. Kurang bergairah

Selain kurangnya foreplay, penyebab vagina kering pada wanita tentunya dikarenakan kurangnya gairah dan juga rendahnya libido pada pasangan. Berdasarkan Goldstein bahwa pasangan yang mungkin memiliki performa seks yang kurang, ejakulasi dini dan juga melewatkan foreplay tentunya dapat membuat vagina menjadi kering. 10. Operasi indung telur atau ovarium

Pada wanita yang pernah mengalami operasi indung telur atau ovarium tentunya sangat rentan mengalami vagina yang kering. Pasalnya, operasi pengangkatan indung telur dapat menyebabkan penurunan hormon estrogen dan juga pelumas alami pada vagina.

9. Sindrom Sjogren

Penyebab vagina kering tentunya dapat menjaga sistem kekebalan pada tubuh yang dapat menyerang jaringan-jaringan tubuh yang cukup sehat. Sindrom ini tentunya terlihat mulut dan juga mata menjadi lebih kering sehingga dapat menyebabkan vagina menjadi sangat kering.

Gejala Vagina Kering

Setelah adanya penyebab tentunya kita akan dihadapkan pada gejala yang timbul akibat vagina kering. Anda juga tentunya dapat merasakan beberapa gejala yang timbul sebagai tanda bahwa vagina Anda kering. Beberapa gejala-gejala vagina kering dapat Anda rasakan, diantaranya:

  1. Sakit pada vagina – Rasa sakit yang timbul sebagai gejala vagina kering kerap dirasakan oleh wanita. Mulai dari sakit saat buang air kecil, berhubungan seksual, duduk, berdiri, bahkan ketika bekerja.
  2. Perubahan pada vagina – Vagina kering tentunya kan terjadi perubahan pada vulva yang akan terlihat lebih tipis. Perubahan ini memungkinkan Anda untuk merasakan panas dan juga iritasi pada vagina.
  3. Gatal pada vagina – Rasa gatal yang kerap dialami wanita tentunya sebagai ciri bahwa vagina Anda kering. Rasa gatal tersebut tentunya dapat membuat tubuh tidak nyaman.
  4. Frekuensi kencing yang meningkat – Frekuensi kencing yang meningkat tentunya membuat Anda merasa tidak nyaman. Kondisi inilah yang merupakan gejala vagina Anda kering.
  5. Pendarahan saat berhubungan

Jika kita mengalami pendarahan pada saat berhubungan seksual tentunya ini sebagai tanda bahwa vagina Anda kering.

Cara Mengatasi Vagina Kering

Setelah kita mengetahui penyebab vagina kering pada wanita, tentunya hal pertama yang harus kita lakukan ialah dengan mencari cara mengatasinya. Berikut ini kami sajikan beberapa langkah dan juga cara mengatasi vagina kering pada wanita, diantaranya:

Pencegahan Dengan Terapi Hormon

  1. Menggunakan krim estrogen vagina

Anda tentunya dapat mengoleskan krim ke dalam vagina Anda sebagai aplikator agar vagina lebih licin. Krim estrogen tentunya dapat digunakan selama 1-2 munggu setiap harinya. Setelah itu, Anda dapat mengurangi frekuensinya menjadi 1-3 kali atau sesuai dengan petunjuk dokter.

  1. Menggunakan tablet estrogen wanita

Tablet estrogen wanita tentunya bukan tablet yang biasa untuk diminum, akan tetapi memasukkan tablet tersebut ke dalam vagina selama dua minggu pertama setidaknya satu kali dalam sehari. Setelahnya, Anda dapat menggunakannya dua minggu sekali atau pada saat dibutuhkan.

  1. Menggunakan cincin estrogen vagina

Pada cara ini tentunya Anda dapat memasukkan benda lembut yang berbentuk cincin ke dalam vagina Anda. Setelah itu, cincin akan melepaskan hormon estrogen secara konstan dan juga bertahap pada jaringan vagina. Benda lembut seperti itu tentunya harus di ganti setiap 12 minggu sekali.

Akan tetapi, beberapa terapi hormon di atas tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, penderita kanker payudara dan juga wanita dengan riwayat kanker endometrium.

Menggunakan pelembap wanita

Cara mengatasi vagina yang kering dengan terapi hormon tentunya dengan menggunakan pelembap yang cukup efektif untuk wanita. Pelembap vagina tentunya dapat mengurangi vagina yang kering setelah beberapa hari dengan hanya satu kali pemakaian.

Menggunakan pelumas

Pada dasarnya, vagina memiliki pelumas alami yang tentu sangat efektif untuk membuat vagina menjadi kering. Untuk itu, Anda dapat melembapkan vagina untuk memudahkan pembukaan pada vagina. Pelumas alami tentunya dapat berbentuk krim dan juga dapat bertahan selama beberapa hari.

Jangan mencuci vagina dengan sabun

Tentunya, Anda harus menghindari membersihkan vagina dengan menggunakan lotion, sabun yang berbusa serta sabun yang memiliki aroma yang wangi. Aroma dan juga busa pada sabun tentunya dapat membuat vagina menjadi kering sehingga dapat menyebabkan iritasi dan juga infeksi pada vagina. Jika Anda ingin menghilangkan bau yang tidak sedap dan juga mencegah jamur dan bakteri tentunya Anda dapat menggunakan pembersih vagina yang mengandung povidone-iodine. Cairan ini tentunya terbukti ampun untuk mematikan parasit penyebab infeksi yang ada di bagian luar vagina. Cairan ini tentunya sekaligus menjaga keseimbangan pH vagina serta tidak membuat vagina menjadi kering.

Terapi hormon

Terapi ini tentunya sangat dianjurkan bagi wanita dengan vagina yang kering akibat perubahan hormon. Terapi hormon ini tentunya dilakukan dengan dua cara yakni oral atau minum pil dan juga transdermal atau memasukkan hormon pada kulit agar dapat diserap oleh tubuh. Pada umumnya, terapi transdermal menggunakan patch atau spray yang tidak akan berdampak pada hati. Sedangkan terapi oral akan berdampak pada hati karena pil harus masuk ke dalam tubuh melalui hati.

Tentunya, Anda harus berhati-hati ketika sedang menjalankan terapi hormon ini. Jika digunakan terlalu lama diketahui bahwa pil estrogen dapat meningkatkan resiko penyakit kanker endometrium, stroke dan juga lapisan rahim pada wanita setelah menopause. Sedangkan pada konsumsi pil, kombinasi antara hormon estrogen dan juga progesteron dapat meningkatkan resiko kanker payudara, stroke dan juga serangan jantung.

Konsumsi kedelai

Makanan yang satu ini tentunya kaya akan kandungan isoflavon yang memiliki kinerja seperti hormon estrogen, namun lebih jinak. Makanan yang berbahan dasar kedelai tentunya dipercaya dapat memperbaiki gejala dan juga penyebab vagina kering. Akan tetapi, penelitian mengenai objek tersebut masih terus dikembangkan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai.

Konsumsi makanan dan minuman yang sehat

Makanan yang sehat tentunya kaya akan kandungan nutrisi dan juga gizi yang memang sangat diperlukan oleh tubuh. Makanan yang sehat seperti buah dan juga sayur banyak mengandung vitamin A, C dan juga E. Kandungan vitamin tersebut tentunya dapat meningkatkan kadar estrogen yang dapat melembapkan area vagina sehingga tidak mengalami kekeringan.

Banyak konsumsi air putih

Terdengar klise memang memasukkan air putih ke dalam cara mengatasi vagina kering. Bagaimanapun juga, air putih yang Anda konsumsi dapat mencukupi kebutuhan cairan di dalam tubuh. Dengan begitu, vagina akan menjadi lebih lembap dan juga terhindari dari kekeringan.

Konsumsi vitamin dan juga suplemen

Vitamin dan juga suplemen yang khusus untuk vagina tentunya dapat membantu mengatasi vagina kering. Selain itu, vitamin juga dapat meningkatkan kadar hormon estrogen di dalam tubuh.

Lakukan diet yang seimbang

Menjalankan program diet bagi seseorang dibilang susah-susah gampang. Jika dilakukan dengan cara yang tepat tentunya menjadi hal yang mudah bagi Anda. Penyebab dan juga gejala vagina kering tentunya dapat membuat Anda merasa tidak nyaman. Beberapa kondisi tersebut tentunya menjadi sebuah tugas bagi kita untuk mencegah dan mengatasi vagina yang kering. Tentunya, kita harus mengatasi vagina kering tersebut dengan cara yang sangat tepat. Pastikan Anda untuk memilih cara yang aman dan juga tepat agar kondisi vagina Anda menjadi lembap dan juga tidak kering lagi. Itulah beberapa penyebab, gejala dan juga cara mengatasi vagina kering pada wanita.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel