data-ad-format="auto"

Pengetahuan Kehamilan

Kategori artikel yang berisi seputar informasi seluk beluk yang berhubungan dengan kehamilan. Bermanfaat untuk menambah wawasan seputar kehamilan

10 Cara Menghilangkan Stretch Marks Dengan Bahan Alami

Stretch marks memang menjadi salah satu masalah yang terjadi hampir pada setiap wanita yang hamil dan juga melahirkan. Biasanya, stretch marks dapat terjadi pada wanita yang sedang hamil saat sudah memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Bagi ibu hamil, memasuki usia kehamilan pada trimester ketiga tentunya menjadi kondisi yang harus diwaspadai karena pada usia ini memang cukup rentan terjadinya stretch marks.

Tidak dapat dipungkiri bahwa stretch marks merupakan kondisi dimana kulit terjadi guratan-guratan hitam ataupun putih yang terlihat sangat jelas. Biasanya bagian tubuh yang sering terjadi stretch marks yakni bagian perut, lengan atas, paha, perut atas dan juga payudara. Tidak hanya terjadi pada wanita yang sedang hamil, stretch juga dapat terjadi pada wanita yang sedang menstruasi ataupun pria.

Bagaimanapun juga, stretch yang terjadi pada wanita hamil memiliki kondisi yang lebih parah. Selain itu, stretch juga dapat berupa guratan-guratan ungu, merah muda dan lama kelamaan berwarna putih ataupun abu tergantung dari jenis kulit. Stretch sering kali membuat wanita merasa tidak percaya diri. Namun, satu hal yang harus Anda tahu bahwa stretch marks cukup sulit untuk disembuhkan. Hal ini dikarenakan guratan pada stretch terbilang cukup parah. Pada poin di bawah ini, kami sajikan beberapa cara untuk menghilangkan stretch dengan bahan alami yang terbukti cukup ampuh.

 Cara Menghilangkan Stretch Marks Dengan Bahan Alami

Meskipun tidak semua ibu hamil mengalami stretch marks, namun kondisi ini tetap harus Anda waspadai karena stretch marks akan membuat kulit kehilangan kolagen dan juga protein. Tidak heran jika wanita yang mengalami stretch marks memiliki elastisitas kulit yang menurun. Saat kulit meregang tentunya akan membuat lapisan kulit menjadi menipis. Kondisi ini akan menyebabkan lapisan tengah kulit akan menipis sehingga lapisan kulit bawah akan terlihat pada permukaan kulit atas.

Saat kulit kehilangan kelembapan tentunya akan membuat kulit menjadi tegang sehingga akan mudah terjadinya guratan-guratan yakni stretch marks. Tidak dapat dipungkiri bahwa stretch marks sangat sulit untuk diatasi karena membutuhkan cara khusus. Berikut ini ada beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk menghilangkan ataupun menyamarkan stretch marks, diantaranya:

Lidah Buaya

Cara pertama yang bisa Anda lakukan yakni dengan menggunakan lidah buaya. Aloe vera ini tentunya dapat membantu memproses dalam penyembuhan stretch marks. Gel aloe vera ini tentunya memiliki efek yang cukup menenangkan bagi kulit. Selain itu, Anda juga dapat memakai gel lidah buaya ini untuk membantu memudarkan stretch marks. Gel lidah buaya ini tentunya memiliki kegunaan yang tidak dapat diabaikan lagi. Cara yang dapat Anda lakukan yakni dengan menggosokkan gel lidah buaya secara langsung kepada kulit Anda. Setelah itu, Anda dapat mendiamkan gel lidah buaya ini selama kurang lebih 15 menit. Selanjutnya Anda dapat membilasnya dengan menggunakan air hangat hingga bersih.

Minyak Zaitun

Tips kedua yakni dengan menggunakan minyak zaitun. Seperti yang kita tahu bahwa minyak zaitun merupakan jenis minyak yang paling banyak digunakan untuk merawat kulit wajah dan juga tubuh. Hal ini dikarenakan minyak zaitun memiliki kandungan yang dapat membuat kulit menjadi lebih lembap. Dalam hal ini minyak zaitun yakni berperan dalam melembapkan dan juga mengeksfoliasi kulit dan juga mengangkat sul kulit mati dengan cukup mudah. Tidak heran jika minyak zaitun banyak digunakan pemijatan.

Selain itu, minyak zaitun juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah serta dapat menyamarkan stretch marks. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup muda yakni dengan mengikuti beberapa langkah sebagai berikut:

- Siapkan minyak zaitun, ambil sedikit dan pijat lembut pada area perut yang terdapt stretch marks.

- Setelah itu, diamkan selama kurang lebih 30 menit agar kandungan vitamin A, D dan juga E dapat terserap langsung ke dalam kulit Anda.

- Kemudian Anda dapat mandi setelah melakukan pemijatan.

- Anda tentunya dapat melakukan cara ini secara teratur.

Minyak Castor

Tidak hanya minyak zaitun, Anda tentunya dapat mencoba dengan menggunakan minyak castor. Minyak ini tentunya memiliki kandungan yang hampir sama dengan minyak zaitun. Kandungan yang ada di dalam minyak castor yakni vitamin E, protein, omega-6 dan juga 9 serta mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Cara untuk menggunakan minyak castor ini yakni dengan menggunakan langkah sebagai berikut:

- Siapkan minyak castor, lalu Anda dapat mengoleskan minyak dengan menggunakan tangan. Lakukan pemijatan dengan lembut pada area yang mengalami stretch marks. Lakukan pemijatan ini kurang lebih sekitar 5-10 menit.

- Kemudian, Anda dapat menutup area dengan menggunakan kantong plastik bersih. Tempelkan botol air panas pada bagian atasnya selama kurang lebih 30 menit.

- Gerakan botol pada beberapa area stretch marks. Suhu panas tentunya dapat membuat pori-pori akan mudah terserap ke dalam pori-pori.

- Setelah itu, Anda dapat membersihkan area yang telah diberi minyak, lalu ulangi langkah ini setiap harinya.

Minyak Kelapa

Selain minyak castor dan juga minyak zaitu, ada minyak alami lainnya yang dapat digunakan untuk menghilangkan stretch marks yakni minyak kelapa. Tentunya, minyak ini dapat digunakan untuk membantu menyamarkan stretch marks seperti minyak yang sudah kami sebutkan di atas. Cara yang dapat Anda lakukan yakni sebagai berikut:

- Ambil minyak kelapa secukupnya, kemudian oleskan pada bagian yang terdapat stretch marks

- Setelah itu, pijat dengan memakai minyak kelapa tersebut kurang lebih selama 30 menit.

- Anda dapat melakukan cara ini secara teratur.

Putih Telur

Selain dari varian berupa minyak ternyata putih telur dipercaya dapat menghilangkan stretch marks. Seperti yang kita tahu bahwa telur mengandung protein yang cukup banyak sehingga dapat membantu meregenerasi kulit dan juga proses peremajaan kulit. Proses ini bertujuan agar kulit menjadi lebih terang dan juga bersih. Begitupula dengan stretch marks dimana putih telur memiliki peran yang cukup ampuh dalam menghilangkan stretch marks.

Cara yang bisa Anda lakukan yakni sebagai berikut:

- Siapkan telur

- Kocok putih telur

- Bersihkan dahulu bagian tubuh dengan stretch marks

- Lalu, olesi area stretch marks dengan  putih telur menggunakan kuas

- Setelah itu, biarkan hingga kering, kemudian bilas dengan menggunakan air hingga dingin

Anda tentunya dapat mengolesi minyak zaitun untuk menjaga kelembapan kulit agar tetap kenyal dan juga lembap. Lakukan cara ini untuk membantu mencerahkan kulit dan juga memudarkan warna stretch marks yang cukup kuat pasca melahirkan.

Madu

Bahan alami yang satu ini tentunya memiliki khasiat yang tidak kalah penting untuk menghilangkan stretch marks. Seperti yang kita tahu bahwa madu memiliki sifat melembapkan sebagai antiseptik yang dapat membantu mengurangi stretch marks. Selain itu, untuk menghilankan stretch marks, madu juga dapat digunakan sebagai scrub. Cara yang dapat Anda lakukan yakni dengan langkah sebagai berikut:

- Siapkan garam dan juga madu secukupnya dengan gliserin

- Lalu, campurkan ketiga bahan tersebut

- Oleskan bahan tersebut pada area yang terdapat stretch marks

- Biarkan hingga campuran tersebut kering

- Kemudian, bilas dengan menggunakan air hingga bersih

 Lemon

Buah pertama yang dipercaya dapat menghilangkan stretch marks yakni lemon. Buah yang satu ini tentunya memiliki kandungan vitamin  yang cukup tinggi dan juga sebagai antioksidan. Sifat asam yang ada di dalam lemon tentunya dapat membantu membersihkan noda hitam dan juga stretch marks. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah yakni dengan mengikuti langkah sebagai berikut:

- Siapkan lemon satu buah

- Peras lemon tersebut

- Setelah itu, Anda dapat menggosokkan perasan air lemon tadi pada area yang terdapat stretch marks.

- Kemudian, bilas dengan menggunakan air hangat hingga bersih.

Anda tentunya harus melakukan cara ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Gula

Kenapa harus gula? Hal ini dikarenakan gula dapat menjadi bahan scrub alami yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati dan juga kotoran. Selain itu, gula juga dipercaya dapat menyamarkan guratan-guratan bekas stretch marks. Untuk itu, Anda dapat menjadikan gula sebagai scrub alami untuk mengangkat guratan hitam pada kulit perut. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah hanya dengan melakukan langkah sebagai berikut:

- Siapkan gula putih secukupnya

- Lalu, ambil satu sendok teh gula

- Setelah itu, campurkan gula dengan minyak zaitun ataupun minyak kelapa

- Lalu, oleskan campuran kedua bahan tadi dengan mengosokkannya pada area yang terdapat stretch marks

- Gosokkan campuran tadi sebelum mandi

Anda tentunya dapat melakukan cara ini secara teratur sebelum mandi  ataupun membilas tubuh.

Kentang

Bahan alami selanjutnya yakni kentang. Kandungan yang terdapat di dalam ketang diantaranya vitamin C, mineral, vitamin B dan juga protein lengkap. Kandungan protein yang terdapat di dalam kentang tentunya dapat membantu menyamarkan stretch marks. Selain itu, kentang juga mengandung karotenoid dan juga polifenol yang dapat memperbaiki tekstur pada kulit terutama yang terdapat stretch marks.

Untuk itu, Anda dapat memanfaatkan kentang untuk memudarkan stretch marks yang timbul pasca hamil. Cara yang dapat Anda lakukan tentunya cukup mudah hanya dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;

- Siapkan satu buah kentang

- Lalu, potong kentan menjadi dua bagian

- Gosokkan setengah kentang pada bagian atas yang terdapat stretch marks

- Diamkan terlebih dahulu sekitar 10 menit agar kandungan yang ada di dalam kentang terserap ke dalam kulit

- Setelah itu, Anda dapat membilasnya dengan menggunakan air hangat.

Bagaimanapun juga, stretch marks tidak dapat dihilangkan dengan mudah dan juga instan terutama dengan menggunakan bahan alami. Ketelatenan dan juga rutin memang diperlukan dalam hal ini. Warna yang terdapat di dalam stretch marks tentunya dapat memudar seiring dengan berjalannya waktu. Sebenarnya minyak tidak membuat stretch marks hilang seutuhnya saat menggunakan lotion, krim dan juga minyak. Namun, dapat disamarkan dengan menggunakan bahan alami agar kulit lebih halus dan juga lentur. Anda tentunya dapat melakukan langkah dengan menggunakan bahan alami ini secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Demikianlah beberapa cara menghilangkan stretch marks dengan menggunakan bahan alami. Selamat mencoba!

 

6 Tips Mudik Saat Hamil Dengan Mobil Yang Wajib Anda Lakukan

Menjelang hari raya Idul Fitri tentunya semua orang melakukan perjalanan pulang kampung atau yang kita kenal dengan sebutan mudik lebaran. Aktivitas ini tentunya akan selalu dilakukan oleh setiap orang dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri. Orang yang melakukan perjalanan mudik tentunya akan memutuskan alat transportasi apa yang akan digunakan selama melakukan perjalanan mudik. Untuk itu, banyak orang yang mempersiapkan berbagai hal sebelum melakukan perjalanan mudik.

Tidak terkecuali bagi ibu hamil yang akan melakukan perjalanan mudik dimana harus benar-benar matang untuk memilih jenis transportasi. Hal ini tentunya berhubungan dengan tingkat risiko dan juga kenyamanan yang akan dirasakan oleh ibu hamil tersebut. Tidak dapat dipungkiri bagi ibu hamil selama melakukan perjalanan mudik menjadi waktu yang harus diwaspadai terlebih jika melakukan perjalanan mudik dengan jangkauan tempat yang cukup jauh. Maka kondisi tersebut harus menjadi hal-hal yang mestinya diperhatikan oleh setiap ibu hamil.

Terlepas dari ibu hamil yang melakukan perjalanan mudik, tentunya banyak sekali pertimbangan yang harus dilakukan oleh ibu hamil sebelum mudik lebaran. Saat mengandung tentunya Anda harus memutuskan terlebih dahulu bagaimana baiknya melakukan perjalanan mudik lebaran dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan keluarga. Akan tetapi, jika dirasa Anda kuat untuk melakukan perjalanan mudik lebaran, maka ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan seperti yang kami jelaskan di bawah ini!

Tips Mudik Saat Hamil Dengan Mobil

Saat melakukan perjalanan mudik lebaran tentunya menjadi moment yang harus benar-benar di pertimbangkan oleh ibu hamil. Tidak seperti sebelum hamil, melakukan perjalanan mudik lebaran saat hamil memang membutuhkan beberapa hal dan pertimbangan yang harus Anda lakukan. Saat Anda memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan jalur darat, maka pilihkan jenis kendaraan yang akan membuat Anda nyaman untuk melakukan perjalanan tersebut.

Selama melakukan perjalanan mudik tentunya ibu hamil diharuskan untuk mengikuti beberapa tips yang harus dilakukan baik sebelum ataupun selama mudik lebaran. Hal ini dikarenakan ibu hamil akan mengalami berbagai kondisi seperti mual dan juga muntah sehingga Anda harus mewaspadai hal-hal seperti ini. Jika Anda tengah memutuskan untuk melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan pesawat tentunya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya:

Konsultasi dengan dokter

Sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran dengan menggunakan mobil tentunya Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda. Saat memutuskan untuk berpergian dengan menggunakan jalur darat seperti mobil, sebaiknya Anda melakukan tes dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk mengetahui keadaan janin di dalam kandungan. Hal ini tentunya bertujuan untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, Anda dapat menjadikan sebagai acuan akan jenis obat apa saja yang akan Anda bawa saat melakukan perjalanan mudik lebaran.

Hindari barang bawaan terlalu banyak

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan yakni dengan menghindarkan diri dari membawa barang-barang yang terlalu banyak. Seperti halnya membawa si kecil untuk melakukan perjalanan dengan mobil. Selain itu, ibu hamil juga akan membutuhkan ruang yang cukup untuk melakukan perjalanan selama di dalam mobil. Untuk memudahkan Anda saat melakukan perjalanan dengan mobil tentunya Anda harus memiliki space yang dapat digunakan untuk meregangkan kaki dan juga beristirahat dengan mudah.

Siapkan pakaian yang nyaman

Tidak dapat dipungkiri bahwa menghabiskan waktu berjam-jam di dalam mobil membutuhkan tempat yang cukup nyaman. Jika Anda berada dalam keadaan yang tidak nyaman saat berada di dalam mobil, tentunya kondisi ini akan menyebabkan rasa kurang nyaman yang nantinya akan menyebabkan kaki Anda pegal-pegal dan juga kram terlebih pada bagian pinggang dan juga kaki. Untuk meminimalisir hal tersebut tentunya memakai pakaian yang nyaman dapat menjadi cara yang dapat Anda lakukan agar Anda dapat bergerak cukup leluasa. Dengan begitu, ibu hamil bisa melakukan peregangan otot dengan mudah meski sedang berada di dalam perjalanan saat mudik lebaran. Oleh karena itu, memakai pakaian yang longgar akan membuat perjalanan mudik lebaran Anda menjadi lebih nyaman. 

Cari tempat untuk beristirahat

Jika Anda kebetulan melakukan perjalanan dengan jarak yang cukup jauh, maka penting bagi Anda untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai tempat beristirahat yang cukup memadai. Dengan mencari tahu terlebih dahulu tempat yang akan digunakan untuk beristirahat tentunya Anda dapat meminimalisir tempat yang memang tidak layak untuk beristirahat. Jangan sampai ibu hamil beristirahat di dalam sebuah tempat yang tidak nyaman.

Hal ini mengingat bahwa intensitas buang air kecil saat hamil memang akan bertambah, maka sebaiknya Anda melakukan perjalanan mudik dengan mencari terlebih dahulu lokasi yang layak untuk digunakan sebagai tempat beristirahat. Cara ini tentunya untuk mengantisipasi akan keinginan Anda untuk buang air di tengah-tengah perjalanan mudik lebaran Anda. Saat Anda memiliki keinginan untuk buang air saat di tengah perjalanan, tentu Anda ditahan karena akan berdampak buruk pada organ ginjal dan juga kantung kemih Anda. Maka, sebaiknya Anda menghentikan perjalanan terlebih dahulu sambil menggerakkan badan dan juga kaki agar tidak kram.

Bawa cemilan sehat

Cara ini memang akan selalu dilakukan oleh hampir setiap ibu hamil. Akan tetapi, sehat atau tidaknya cemilan tersebut memang masih dipermasalahkan. Cemilan yang sehat tentunya dapat membantu Anda untuk menahan rasa lapar yang berlebih. Selain itu, cemilan tentunya dapat mengurangi risiko yang dapat menyebabkan asam lambung naik akibat adanya perut kosong. Namun, pastikan Anda untuk tetap menyimpan cemilan sehat tersebut lebih dekat agar dapat dengan mudah Anda capai. Berbagai jenis cemilan sehat jika Anda memutuskan untuk tidak puasa diantaranya buah-buahan, kacang-kacangan rebus, dan juga varian cemilan lain yang rendah kalori dan juga gula.

 Siapkan kantung plastik

Tidak dapat dipungkiri bahwa saat hamil, mual dan juga muntah menjadi kondisi yang akan dirasakan oleh ibu hamil. Jika rasa mual tiba-tiba menyerang Anda, maka ambilah kantung plastik sebagai pertolongan pertama pada ibu hamil. Maka dari itu, menyiapkan serta menyimpan kantung plastik di tempat terdekat yang dapat dijangkau oleh ibu hamil tentu menjadi hal yang harus Anda lakukan. Kantung plastik memang menjadi salah satu alat yang harus ada saat ibu hamil melakukan perjalanan mudik lebaran. Dengan menentukan posisi yang mudah dijangkau tentunya akan memudahkan Anda dan keluarga untuk mengambil tindakan yang cukup tepat.

Melakukan perjalanan mudik lebaran dengan menggunakan mobil tentunya bukan halangan bagi ibu hamil selama mempersiapkannya dengan matang. Dengan catatan, Anda tetap melakukan berbagai pertimbangan dan juga tips yang sudah diberikan oleh dokter saat Anda berkonsultasi sebelumnya. Itulah beberapa cara dan juga tips mudik saat hamil dengan mobil yang perlu Anda perhatikan mulai dari sekarang. Semoga bermanfaat!

Tips Mudik Aman Dengan Pesawat Saat Hamil

Lebaran memang sudah sangat dekat dan dapat dihitung hanya beberapa hari lagi. Kondisi ini tentunya menjadi momen dan juga tradisi dimana setiap orang yang merantau akan mudik atau pulang ke kampung halamannya. Tidak heran jika tradisi ini akan terus berlangsung dari tahun ke tahun. Bagi Anda yang berada di negeri rantau, inilah menjadi waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mudik. Mulai dari memilih alat transportasi dan juga waktu yang akan Anda gunakan untuk mulai melakukan perjalanan mudik.

Terlepas dari hal tersebut tentunya ada banyak sekali hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dalam melakukan perjalanan mudik. Tidak seperti orang-orang pada umumnya, ibu hamil membutuhkan perhatian khusus saat melakukan perjalanan mudik lebaran. Jika Anda diharuskan untuk melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan pesawat dikarenakan jarak yang sangat jauh. Maka, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan perjalanan mudik. Bagaimanapun juga, saat hamil memang menjadi kondisi yang cukup berisiko untuk melakukan sebuah perjalan, terlebih pada jarak yang cukup jauh.

Tips Mudik Aman Dengan Pesawat Saat Hamil

Ketika Anda memutuskan untuk mudik menggunakan pesawat tentunya Anda harus mematuhi aturan dan juga hal-hal yang harus Anda lakukan. Mudik dengan menggunakan pesawat memang menjadi hal yang cukup wajar yang sering dilakukan oleh setiap ibu hamil setiap tahunnya. Akan tetapi, dengan memperhatikan hal-hal tersebut dapat membantu Anda menghindarkan dari hal-hal  yang tidak diinginkan selama melakukan perjalanan mudik. Berikut ini kami sajikan beberapa tips mudik lebaran bagi ibu hamil saat naik pesawat, diantaranya:

Konsultasikan dengan dokter

Hal pertama yang harus ibu hamil lakukan saat mudik lebaran dengan menggunakan pesawat yakni dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Ini tentunya menjadi hal yang paling penting bagi ibu hamil. Dengan berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu tentunya Anda dapat mengurangi risiko yang kemungkinan akan terjadi saat naik pesawat terbang. Selain itu, berkonsultasi dengan dokter kandungan dapat menjadi salah satu waktu yang paling tepat bagi Anda untuk menanyakan kondisi janin dan juga posisi janin, apakah ada masalah ataukah tidak.

Perhatikan usia kehamilan Anda

Berbagai sumber tentunya menjelaskan bahwa usia kehamilan yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat yakni setelah usia kandungan 12 - 28 minggu. Pada trimester ini tentunya janin sudah kuat dan juga kita sudah dapat beradaptasi dengan kehadiran sang buah hati di dalam rahim kita. Hal ini dikarenakan usia kehamilan 12 minggu sudah tidak mengalami fase mual dan muntah lagi. Meskipun tidak dilarang berpergian dengan pesawat saat trimester pertama, namun trimester pertama menjadi waktu yang cukup berisiko untuk berpergian dengan pesawat terbang.

Jika Anda sedang hamil pada usia trimester kedua tentunya menjadi waktu yang diperbolehkan untuk melakukan penerbangan dengan pesawat terbang. Dengan catatan, tetap memperhatikan berbagai hal yang kemungkinan bisa saja terjadi saat melakukan perjalanan. Baik trimester pertama ataupun trimester ketiga, keduanya membutuhkan perhatian khusus karena hal ini berhubungan dengan keselamatan janin dan ibu hamil. Jika Anda saat ini berencana untuk mudik dengan menggunakan pesawat tentu saja Anda harus memperhatikan beberapa hal serta patuhi aturan yang ada di maskapai tertentu. Sebelumnya Anda harus menentukan terlebih dahulu maskapai apa yang akan Anda pilih untuk mudik lebaran nanti.

Pilihlah waktu terbang yang tepat

Bagi ibu hamil memilih waktu terbang yang tepat menjadi sebuah keharusan yang harus dilakukan. Hal ini dikarenakan mudik pada waktu lebaran akan membuat maskapai penerbangan penuh. Jika Anda tidak ada kontrak kerja dengan perusahaan manapun, alangkah baiknya jika Anda memilih waktu penerbangan pada H-7 lebaran. Mudik pada waktu yang lebih awal akan membuat Anda menjadi lebih tenang serta tidak akan berdesakan dengan banyak orang dibandingkan dengan waktu yang sudah mendekati lebaran.

Selain itu, mudik lebih awal akan membuat perjalanan Anda lebih tenang sehingga Anda dapat mengurangi risiko-risiko yang kemungkinan dapat terjadi. Akan tetapi bila Anda diharuskan untuk mudik setelah mendekati lebaran, lebih baik cari waktu pnerbangan pada waktu pagi hari agar bandara belum terlalu ramai sehingga suasana bandara masih sangat tenang. Yang tidak kalah pentingnya yakni penerbangan yang dilakukan pada saat pagi dan juga malam hari akan membuat kabin pesawat menjadi lebih nyaman. Hal ini penerbangan pada waktu malam hari akan lebih mudah bagi ibu hamil untuk tidur selama penerbangan.

Pilih tempat duduk di dekat aisle/lorong

Jika Anda sudah menentukan waktu dan juga maskapai penerbangan, maka hal selanjutnya yang harus Anda lakukan yakni dengan memilih tempat duduk. Anda tentunya dapat memilih tempat duduk yang akan memudahkan Anda untuk pergi ke toilet. Tentu, tidak dapat dipungkiri bahwa saat hamil, ibu akan sering ke toilet, terlebih saat usia kehamilan sudah semakin membesar. Selain itu, duduk di dekat lorong tidak akan membuat orang lain terganggu ketika Anda harus bolak balik ke toilet. Maka dari itu, mintalah petugas agar mendapatkan kursi yang ada di dekat lorong . Duduk di dekat lorong juga akan memudahkan Anda untuk berdiri dan juga berjalan-jalan jika memang sudah mulai bosan dan juga jenuh saat penerbangan. Dengan catatan, Anda tidak boleh terlalu banyak bergerak di dalam pesawat untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Bawa rekomendasi dari dokter

Setelah Anda melakukan konsultasi kepada dokter kandungan Anda, maka Anda akan mendapatkan beberapa berkas ataupun surat rekomendasi dari dokter yang harus selalu Anda bawa saat melakukan penerbangan. Untuk itu, jangan lupa untuk membawa beberapa salinan surat keterangan dari dokter agar Anda dapat menunjukkannya kepada petugas bandara. Pada umumnya, surat ini akan menunjukkan beberapa keterangan mengenai kondisi dan juga keadaan ibu hamil. aselain itu, surat dari dokter kandungan juga akan digunakan sebagai petunjuk untuk melakukan pemeriksaan kehamilan oleh petugas bandara.

Bawa barang favorit

Untuk mengurangi stres saat naik pesawat tentunya ibu hamil dapat membawa barang-barang favorit sebagai cara penghilang bosan. Beberapa barang tersebut bisa berupa buku, MP3, ataupun gadget yang bisa Anda gunakan untuk bermain game. Akan tetapi, pastikan Anda untuk mengaktifkan mode terbang saat Anda bermain gadget yang bisa Anda lakukan sebagai tips penerbangan yang aman.

Gerakan kaki Anda sesering mungkin

Tahukah Anda bahwa melakukan perjalanan saat hamil akan lebih berisiko mengalami kram kaki terlebih jika Anda hanya duduk saja. Hal ini tentunya menjadi salah satu kondisi yang akan membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Semakin besar usia kandungan seseorang, maka semakin besar pula kram yang akan Anda rasakan. Maka dari itum jika Anda berada di dalam pesawat, hal yang harus Anda lakukan yakni sering menggerakkan kaki dengan cara memutar-mutar ibu jari dan juga menaik turunkan kaki. Jika perlu tentunya Anda dapat melakukan penerbangan dengan cara berdiri dan juga berjalan untuk melakukan streching sederhana sekitar 4-5 menit. Selama melakukan streching, tentunya Anda dapat menggerakkan bahu, leher dan juga ujung kaki Anda. Jika memungkinkan tentunya usahakan untuk tidur selama melakukan penerbangan sehingga Anda dapat meminimalisir untuk tidak merasakan letih dan juga tekanan.

Kenakan pakaian yang nyaman

Menggunakan pakaian yang longgar tentunya akan membuat tubuh Anda menjadi lebih nyaman baik saat duduk ataupun berdiri. Jika Anda melakukan mudik lebaran dengan menggunakan pesawat, maka sebaiknya hindari pakaian dengan banyak aksesoris karena akan menyulitkan ibu saat membuka dan juga memasang sabuk. Selain itu, Anda akan lebih repot saat akan ketoilet dan juga turun dari pesawat. Alangkah baiknya jika Anda menggunakan pakaian yang longgar dan juga simpel. Pakailah sepatu atau sendal yang flats dengan menggunakan bahan yang sangat cocok dengan bentuk kaki Anda. Hal ini juga bertujuan untuk membuat kaki Anda lebih nyaman.

Untuk saat ini, banyak sekali jenis stocking yang dibuatkan khusus untuk ibu hamil selama melakukan penerbangan. Stocking khusus ini tentunya akan sangat berguna untuk mencegah pembekuan darah dikarenakan kram terutama setelah melakukan penerbangan yang cukup lama. Stocking khusus ibu hamil tersebut tentunya bisa Anda beli di apotek-apotek sebelum melakukan perjalanan. Untuk pakaian, sebaiknya Anda menggunakan tambahan seperti jaket dan juga syal sehingga Anda dapat melindungi tubuh Anda dari suhu dingin di dalam kabin pesawat. Terlebih jika Anda melakukan perjalanan malam dan juga subuh, maka letakkan syal dan juga jaket Anda di tempat yang sangat mudah untuk dijangkau.

Bawa tentengan

Tidak heran jika pada saat mudik, hampir setiap orang membawa berbagai perlengkapan mudik. Tentunya, kita akan selalu tergoda dengan banyaknya barang yang harus kita bawa. Jika Anda melakukan penerbangan bersama keluarga, tentunya Anda dapat menyerahkan berbagai urusan barang-barang pada mereka. Ibu hamil sebaiknya membawa tas tentengan kecil saja untuk berbagai keperluan seperti membawa cemilan ataupun apapun yang akan ibu hamil butuhkan saat melakukan perjalanan. Dengan membawa sedikit barang tentunya Anda akan lebih mudah saat turun dan juga baik pesawat. Alangkah baiknya jika Anda terhindar dari berbagai dorongan dengan barang yang tersenggol ataupun menyangkut dari penumpang yang lain.

Hindarkan dari dehidrasi

Ibu hamil tentunya membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan orang yang normal. Saat hamil tentunya ibu hamil harus minum bergelas-gelas lebih dari biasanya. Selama melakukan penerbangan tentunya Anda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi. Faktanya bahwa di dalam pesawat risiko untuk mengalami dehidrasi menjadi lebih besar dikarenakan rendahnya kelembapan udara yang ada di dalam kabin pesawat. Maka dari itu, Anda juga disarankan untuk membawa makanan kecil ataupun cemilan yang akan Anda butuhkan selama melakukan penerbangan. Makan dan juga minum tentunya dapat mencegah dari rasa mual selama melakukan penerbangan. Hal ini tergantung dari pilihan Anda apakah akan tetap melanjutkan puasa atau membatalkannya selama melakukan perjalanan mudik lebaran.

Beberapa tips mudik aman dengan pesawat saat hamil harusnya menjadi perhatian setiap ibu hamil. Kondisi ini tentunya untuk mengurangi risiko akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga bermanfaat!

15 Bahaya Tidur Pagi Bagi Ibu Hamil Wajib Untuk Anda Ketahui

Tidur tentunya menjadi salah satu kebutuhan biologis bagi setiap orang. Terlebih bagi ibu hamil yang membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Namun, tidur terlalu lama justru akan berbahaya bagi setiap orang begitupula dengan ibu hamil. Hal ini memang sudah sepatutnya diwaspadai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti salah satu kebiasaan yang harus Anda hindari ketika hamil yaitu tidur pada saat pagi hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kita sedang hamil sering merasakan rasa letih dan juga lemas serta pusing yang cukup hebat. Untuk itu banyak ibu hamil yang lebih memilih untuk tidur dibandingkan dengan melakukan aktivitas yang lain. Kondisi ini dikenal dengan sebutan morning sickness dimana ibu hamil merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan mudah. Namun ternyata, tidur pada saat pagi hari justru akan berdampak buruk pada kesehatan ibu dan juga bayi.

Terlepas dari hal tersebut tentunya hampir setiap ibu hamil merasakan malas dan juga moody ketika pagi hari. Ketika bangun, maka keinginan besar bagi ibu hamil yakni tidur kembali. Sayangnya, hampir setiap ibu hamil mengikuti keinginan untuk tidur kembali dibandingkan dengan melawannya. Mungkin dengan mengetahui bahaya tidur pagi bagi ibu hamil setidaknya dapat menjadi poin bagi ibu hamil untuk sebisa mungkin menghindari kebiasan buruk tersebut.

Bahaya Tidur Pagi Bagi Ibu Hamil

Hamil pada trimester pertama memang sangat rentan mengalami yang namanya mengantuk dan juga malas. Kebiasaan tidur di bawah jam 12 siang ternyata memiliki efek negatif bagi ibu hamil dan juga bayi di dalam kandungan. Namun sayangnya, sebagian besar ibu hamil menganggap bahwa bahaya tidur pada pagi hari hanyalah mitos belaka. Sedangkan medis mengungkapkan bahwa tidur pada waktu pagi hari memang sangat berbahaya dan menimbulkan masalah kesehatan yang tidak sepele.

Lantas, apa bahaya tidur pagi bagi ibu hamil yang sepatutnya harus dihindari? Berikut ini kami sajikan bahaya tidur pagi hari bagi ibu hamil, diantaranya:

Lesu

Tidak dapat dipungkiri bahwa lesu dan juga lemah menjadi kondisi yang banyak dirasakan oleh setiap ibu hamil. Ketika ibu hamil lebih memilih tidur kembali pada waktu pagi hari justru akan menimbulkan rasa letih dan lesu yang berkepanjangan hingga seharian. Ketika ibu hamil merasakan lesu dan tidur kembali, maka ketika bangun bukannya rasa segar dan bugar yang ia dapatkan justru semakin letih dan juga lesu. Untuk itu, sebisa mungkin setelah bangun ibu hamil melakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan keliling kompleks atau berjemur. Aktivitas ini untuk menghindari keinginan Anda untuk tidur kembali pada saat pagi hari.

Sulit berkonsentrasi

Ibu hamil memang memiliki tingkat konsentrasi yang terganggu. Namun, kondisi ini akan lebih parah ketika kita mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Sudah bukan rahasia umum jika ibu hamil yang terlalu banyak tidur akan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini dikarenakan terlalu banyak tidur mengakibatkan alirah darah ke otak menjadi tidak lancar karena tubuh tidak banyak bergerak. Solusi yang bisa Anda lakukan yakni dengan melakukan olahraga ringan bagi ibu hamil. Dengan tubuh yang bergerak, maka aliran darah ke otak akan kembali lancar.

Sakit kepala

Ketika terlalu banyak tidur tentunya akan mengakibatkan rasa sakit pada kepala yang hebat. Jika awalnya kita berniat untuk tidur kembali karena letih dan juga lesu, namun aktivitas tersebut justru membuat ibu hamil merasakan sakit kepala yang hebat. Ibu hamil yang tidur pada saat pagi hari ternyata memiliki penumpukan cairan serebrospinal. Ketika tidur, cairan ini akan bergerak ke otak dan akan menumpuk sehingga membuat ibu hamil merasakan sakit kepala yang berkepanjangan.

Cairan ketuban yang banyak

Ketika hamil tentu memiliki cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi dari luar.  Namun, jika ibu hamil sering melakukan kebiasaan tidur pada pagi hari, justru akan membuat volume cairan air ketuban menjadi sangat banyak. Jika volume cairan terlalu banyak, maka hal tersebut justru sangat berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Jika cairan ketuban di dalam kantung kehamilan berfungsi untuk membuat bayi bergerak. Akan tetapi tidak jika volume air  ketuban terlalu banyak. Kondisi ini akan membuat bayi bergerak secara terus menerus sehingga janin tidak akan cepat masuk ke panggul. Inilah yang menyebabkan posisi bayi sungsang atau tidak tepat ketika menjelang masa persalinan.

Insomnia akut

Pernahkah ketika Anda hamil mengalami insomnia yang berat? Jika iya, tidak menutup kemungkinan bahwa insomnia yang Anda alami dikarenakan Anda mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Faktanya memang bahwa ibu hamil yang tidak memiliki kualitas tidur yang baik dan terganggu akan mengalami insomnia akut. Padahal, tidur di malam hari memang sangat penting bagi ibu hamil karena untuk membantu perkembangan janin di dalam kandungan.

Meskipun banyak ibu hamil yang justru mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Namun, kondisi in justru membuatnya susah tidur pada saat malam hari.  Akibat yang Anda rasakan yakni selalu merasa mengantuk dan juga lelah yang berkepanjangan setiap harinya. Untuk itu, mualilah untuk melawan keinginan Anda untuk tidur kembali pada saat pagi hari.

Sistem metabolisme tubuh terganggu

Tidak heran jika ibu hamil yang tidur pada pagi hari akan mengalami yang sistem metabolisme tubuh yang terganggu. Inilah salah satu bahaya tidur pagi bagi ibu hamil dimana sistem metabolisme tubuh yang seharusnya lancar justru harus terganggu. Ketika ibu hamil tidur pada waktu pagi hari akan menyebabkan rasa lapar dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga ibu hamil akan banyak makan, namun dalam frekuensi waktu yang sekali atau dua jali dalam sehari. Kondisi ini tentunya akan membuat kebutuhan gizi dan juga nutrisi ibu hamil menjadi tidak cukup. Jika sudah terjadi, maka akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan juga bisa terganggu.

Kurang bergerak

Pada ibu hamil yang terbiasa tidur pada saat pagi hari tentunya menjadikannya seseorang yang tidak banyak beraktivitas. Ibu hamil yang tidur pada waktu pagi hari tentunya sangat sulit untuk melakukan aktivitas produktifnya. Meskipun ibu hamil tidak boleh terlalu kecapean, namun bukan berarti ia tidak boleh melakukan aktivitas sehari-harinya. Ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas seperti jalan-jalan di pagi ataupun bersih-bersih di dalam rumah. Rasa malas tentunya dapat membahayakan ibu hamil, misalnya saja bayi menjadi tidak bergerak aktif sampai menjelang persalinan.

Meningkatkan sel darah putih

Inilah bahaya selanjutnya yang akan terjadi jika ibu hamil terus melakukan kebiasaan untuk tidur pada saat pagi hari. Tidur di pagi hari dapat menyebabkan produksi sel darah putih menjadi meningkat. Sistem metabolisme tubuh yang terganggu tentunya akan menyebabkan sel darah putih pada tubuh juga akan menjadi lebih banyak. Efek sampingnya akan menyebabkan janin di dalam kandungan rentan mengalami kanker darah (leukimia).

Kondisi ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang memiliki pola tidur pada jam 6-12 siang. Ini menjadi waktu yang sangat rentan dan waktu tidur yang harus benar-benar dihindari. Jika Anda ingin beristirahat pada waktu siang hari, maka alangkah baiknya jika Anda menunggu waktu setelah jam 12 siang untuk tidur. Waktu ini memang dipelukan mengingat ibu hamil juga membutuhkan waktu untuk beristirahat pada siang hari. Jika Anda menginginkan kandungan Anda tetap sehat, maka akan lebih baik jika Anda mengurangi intensitas tidur Anda pada waktu siang terutama pagi hari.

Anemia

Meskipun ibu hamil memang selalu berhubungan dengan anemia. Tentu, bukan suatu alasan bagi Anda untuk mencegah penyakit ini agar tidak terjadi. Bahaya tidur pada waktu pagi hari yang selanjutnya yakni akan mudah terserang anemia. Hal ini dikarenakan asupan oksigen dan juga aliran darah di dalam tubuh menjadi terganggu dan membuatnya menjadi tidak lancar. Ditambah dengan tidak melakukan aktivitas yang akan membuat produksi sel darah merah menjadi sangat terganggu. Dengan begitu, jumlah sel darah merah di dalam tubuh menjadi sangat sedikit.

Pencernaan terganggu

Banyak tidur pada waktu pagi hari juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. Jika pencernaan ibu tergangg, maka akan menyebabkan sembelit (susah buang air besar). Jika pencernaan ini terganggu, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang lainnya seperti maag, sembelit dan juga gangguan pada lambung.

Diabetes

Bahaya tidur pada waktu pagi yang selanjutnya yakni dipercaya dapat memicu timbulnya penyakit diabetes di dalam tubuh ibu hamil. Seperti yang kita tahu bahwa makan terlalu banyak dengan kandungan kalori yang tidak sedikit ditambah dengan tidak banyak bergerak akan memicu penyakit diabetes. Terlebih bagi ibu hamil yang malas bergerak tentu penumpukan kalori di dalam tubuh semakin meningkat.
Jika kondisi ini terus terjadi, maka penumpukan lemakd an juga kalori di dalam tubuh dapat membuat penyerapan gula di dalam darah menjadi berkurang. Hal inilah yang menimbulkan bahwa penumpukan gula darah yang berlebih di dalam darah akan membuat ibu hamil terserang penyakit diabetes. Jika ini terjadi, bukan hanya ibu saja yang terkena dampaknya, namun akan berdampak pula pada komplikasi kehamilan. Ditambah ibu hamil akan sulit mengeringkan bekas jahitan pasca persalinan.

Jantung

Selain penyakit diabetes, ternyata tidur di pagi hari dapat membuat jantung tidak bekerja dengan maksimal. Seperti yang dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang tidur lama sekitar jam 9 pagi hari, maka akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sekitar 38%. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk menghindari kebiasaan agar tidak tidur di pagi hari.

Fungsi otak tidak seimbang

Jika ibu hamil tidur pada waktu pagi hari, maka akan menyebabka fungsi otak ibu hamil menjadi sangat terganggu. Hal ini dikarenakan aliran oksigen dan darah ke otak juga terganggu sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi fungsi otak.

Menghindari kebiasaan tidur pada saat pagi hari memang seyogianya harus dilakukan ibu hamil agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Demikianlah beberapa bahaya tidur pagi bagi ibu hamil. Semoga bermanfaat!

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil Yang Harus Diwaspadai

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya obesitas. Istilah yang digunakan untuk mengindikasikan kelebihan berat badan ini pastinya sering dihindari oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan obesitas memiliki risiko dan juga dampak yang cukup buruk bagi kesehatan manusia. Obesitas juga dikenal sebagai salah satu sumber dari penyakit yang cukup parah yang kerap menyerang manusia.

Obesitas juga tentunya harus kita waspadai sebaik mungkin, terlebih bagi wanita yang sedang hamil. Akan tetapi, jarang diketahui bahwa sebenarnya obesitas memang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Banyak yang berpikir bahwa kenaikan pada saat hamil menjadi hal yang wajar-wajar saja. Padahal, jika ibu hamil memiliki berat badan yang justru tidak terkontrol sama sekali, maka akan sangat rentan terkena komplikasi kehamilan.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya bagi Anda yang saat ini tengah hamil dan memiliki berat badan berlebih. Inilah saatnya Anda untuk mengontrol diri dan menjaga berat badan tetap ideal dan juga stabil. Hal ini tidak lain ialah untuk menghindari bahaya obesitas bagi ibu hamil. Lantas, bahaya apa yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami obesitas? Yuk  kita simak saja berikut ini!

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil

Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai obesitas yang memang perlu diwaspadai terlebih bagi Anda yang sedang hamil. Obesitas dapat dikatakan sebagai sebuah ancaman yang kerap menyerang siapa saja, terutama orang dengan gaya hidup yang tidak sehat. Obesitas tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan juga berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa risiko kematian bayi menjadi lebih meningkat terutama pada ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, obesitas juga dapat memberikan dampak yang cukup buruk bagi kesehatan lainnya. Peningkatan risiko kematian dan juga kelahiran bayi cacat serta kelainan pada bayi lebih berisiko pada ibu hamil yang mengalami obesitas 2 sampai 3 kali lipat.

Angka yang menunjukan berat badan pada skala internasional, angka BMI Body Mass Index/BMI) sekitar 30 sampai 34.99 masuk ke dalam kategori obesitas tingkat 1. Sedangkan pada ibu hami yang memiliki angka BMI sekitar 35 sampai 39.99 termasuk pada kategori untuk obesitas tingkat 2. Untuk angka selanjutnya yakni 40 ke atas termasuk pada kategori obesitas tingkat 3.

Beberapa risiko dan juga dampak buruk obesitas tentunya tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga bagi janin di dalam kandungan. Dalam mengatasi hal ini tentunya diperlukan cara yang tepat untuk dapat mengontrol berat badan pada ibu hamil. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa risiko dan juga bahaya yang akan dialami oleh ibu hamil yang kelebihan berat badan, diantaranya:

Bayi obesitas

Bahaya obesitas dari ibu hamil yang pertama yaitu melahirkan bayi yang obesitas pula. Penjelasan mengenai kelahiran bayi obesitas tentunya sudah pernah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Secara nalar, ibu hamil yang obesitas tentunya memiliki kemungkinan besar untuk melahirkan bayi yang obesitas pula. Tentu saja secara tidak langsung obesitas yang dialami oleh ibu akan sangat berdampak buruk dan juga berpengaruh pada bayi di dalam kandungan.

Diabetes

Risiko kesehatan lain yang menjadi indikasi dari bahaya obesitas bagi ibu hamil ialah diabetes. Ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan kemungkinan akan terkena diabetes. Jika ibu hamil gemar mengonsumsi makanan yang manis-manis, tidak dapat menutup kemungkinan baginya untuk mengalami diabetes. Tumpukan lemak dan juga penyerapan kadar gula di dalam darah menjadi menurun tentunya menjadi awal dari seseorang yang terkena diabetes.

Jika penumpukan lemak dan juga kadar gula di dalam tubuh menumpuk, kondisi ini tentunya akan menyebabkan diabetes pada ibu hamil. Jika diabetes terjadi tidak dapat menutup kemungkinan pula ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. Tentunya, bidan ataupun petugas kesehatan lainnya akan menyarankan Anda untuk melakukan diet yang sehat yaitu pengurangan karbohidrat dan juga gula.

Keguguran

Selain melahirkan bayi obesitas, ibu hamil yang mengalami obesitas juga akan sangat rentan mengalami keguguran. Keguguran yang terjadi pada ibu hamil yang obesitas biasanya terjadi pada usia kandungan kurang lebih 20 minggu. Itulah mengapa ibu hamil tidak boleh memiliki berat badan yang berlebih.

Diabetes pada bayi

Selain ibu yang mengalami diabetes, bayi juga dapat memiliki risiko yang cukup sama. Jika ibu mengalami diabetes, akibatnya bayi yang ada di dalam kandungan pun akan mengalami diabetes pula. Kondisi ini tentunya dapat disebut sebagai faktor genetik yang berasal dari ibunya. Pada dasarnya, risiko diabetes akan langsung turun kepada janin di dalam kandungan pada ibu hamil yang mengalami diabetes pula.

Operasi Caesar

Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat berisiko dalam melahirkan bayi. Tidak jarang ibu hamil yang mengalami obesitas akan dilakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi. Hal ini terjadi dikarenakan ibu hamil yang mengalami obesitas akan mengalami penyempitan jalan lahir. Tindakan operasi caesar tentunya dianggap sebagai jalan yang paling tepat untuk mengangkat bayi pada rahim ibu. Pembedahan ini tentunya akan segera dilakukan oleh pertugas kesehatan.

Sesak napas

Pada ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat mudah terserang sesak napas. Tidak heran jika ibu hamil yang obesitas akan mudah sekali merasa lelah dengan napas yang ngos-ngosan bahkan setelah melakukan aktivitas yang tidak menguras tenaga. Napas pada ibu hamil yang mengalami diabetes cenderung lebih pendek dibandingkan dengan ibu hamil dengan berat badan yang normal. Mudah lelah dan juga napas yang cukup pendek ini dikarenakan oleh jaringan lemak yang ada di dalam tubuh menghalangi saluran pernapasan di dalam tubuh.

Preeklampsia

Bahaya obesitas ini tentunya sangat disepelekan karena akan mengancam nyawa pada ibu dan juga janin. Preeklampsia dapat disebabkan oleh hipertensi dan juga kelebihan berat badan. Itulah mengapa ibu hamil yang mengalami obesitas akan sangat mudah terkena preeklampsia. Jika ibu hamil mengalami pembengkakan, itulah tanda dari ibu hamil yang terkena preeklampsia. Dianggap hal yang biasa jika ibu hamil mengalami pembengkakan pada area kaki. Akan tetapi, jika pembengkakan terjadi pada area kaki, tangan dan juga wajah. Tentunya, haruslah diwaspadai sebaik mungkin.

Jantung

Gangguan kesehatan yang satu ini memang terbilang selalu ada dan dialami oleh orang yang memiliki gangguan kesehatan lainnya. pada ibu hamil yang obesitas, tentunya akan sangat mudah terkena jantung lemah dan juga gangguan penyakit jantung lainnya. Ibu hamil yang mengalami penyakit jantung tentunya akan berisiko tinggi dalam mengalami persalinan. Lemak yang terus menumpuk tentunya dapat menyebabkan ibu hamil terkena penyakit bawaan lain dan juga penyakit jantung lainnya.

Cacat otak

Kondisi kesehatan yang lebih berbahaya ialah bayi yang mengalami kecacatan pada otak. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami diabetes akan mengalami cacat pada otak. Selain itu, kerusakan pada tabung saraf pada tabung otak sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami obesitas.

Cacat tulang belakang

Selain cacat otak yang dialami oleh bayi, cacat tulang belakang juga dapat berisiko tinggi pada ibu yang mengalami obesitas.

Infeksi

Infeksi pada ibu tentunya akan dialami oleh ibu hamil yang mengalami obesitas pada saat hamil dan juga melahirkan. Infeksi ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah di dalam lemak. Infeksi ini tentunya dapat disebabkan oleh kuman dan juga bakteri yang masuk ke dalam tubuh saat persalinan. bakteri dan juga kuman akan tumbuh dan berkembang di dalam penumpukan lemak. Cepat atau lambat tentunya infeksi pada ibu juga tidak dapat diindahkan.

Kurang kecerdasan pada bayi

Hubungan antara ibu hamil yang obesitas dan juga kecerdasan pada bayi yang cukup rendah sangatkah berkaitan. Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan membuat plasenta yang menyempit. Seperti yang kita tahu bahwa plasenta merupakan sebuah tempat dimana menjadi perantara dalam menyuplai oksigen ke dalam tubuh bayi. Penyempitan plasenta juga tentunya disebabkan oleh kandungan lemak yang ada pada ibu hamil. Untuk itu, pertumbuhan anak akan terganggu dikarenakan oksigen yang masuk ke dalam otak menjadi terhambat.

Gangguan paru-paru

Selain menyebabkan kurangnya kecerdasan pada bayi, kurangnya suplai oksigen pada tubuh bayi juga akan menimbulkan gangguan paru-paru. Tentu saja, gangguan paru-paru ini dapat menyebabkan bayi yang mengalami sesak napas dan juga kesulitan untuk bernapas. Tentu saja, bayi yang dilahirkan akan membutuhkan selang oksigen untuk membantu pernapasan pada anak. Kondisi ini tentunya bukan tanpa sebab yakni dikarenakan terganggunya fungsi paru-paru ketika bayi di dalam kandungan.

Kurangnya konsentrasi pada bayi

Bayi yang mengalami kekurangan suplai oksigen tentunya akan sangat berisiko mengalami kurangnya konsentrasi. Kondisi ini akan terus mempengaruhi bayi seiring dengan usianya. Jika bayi dihadapkan pada mainan di depannya, ia akan sangat lama dan juga tidak fokus untuk menatap benda. Jika sudah beranjak dewasa, kesulitan untuk berkonsentrasi dalam belajar juga dapat dialaminya.

Tips Cara Mengatasi Obesitas Pada Bayi

Bagi ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya sangat disarankan untuk melakukan tips dan juga cara untuk menghindari kelebihan berat badan. Beberapa cara tentunya dapat dilakukan dengan mudah seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

Makan dengan tenang

Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, aturkan makan Anda agar tidak terlalu terburu-buru. Ibu hamil sebaiknya menyantap makanan dengan santai dan juga tenang agar makanan berbentuk halus dan mudah untuk dicerna. Jika ibu hamil makan dengan terburu-buru, maka akan menyebabkan peningkatan gula darah yang emakin menumpuk.

Kurangi gula

Sumber makanan pertama yang tentunya harus Anda hindari ialah gula. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil akan gemar dalam mengonsumsi makanan yang manis-manis dibandingkan dengan makanan yang asin dan juga tawar. Kandungan gula berlebih yang ada pada tubuh ibu hamil akan meningkat dengan sangat drastis. Selain itu, kandungan gula yang berlebih akan menyebabkan obesitas dan juga diabetes.

Jangan makan tiga jam sebelum tidur

Bagi setiap orang tentunya jangan makan kurang dari tiga jam sebelum tidur, terlebih bagi ibu hamil. Ketika kita mengonsumsi makanan tiga jam sebelum tidur tentunya makanan tidak akan terserap dan akan tersimpan di dalam lemak. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh ibu hamil semakin melar dan juga gemuk.

Lakukan aktivitas seperti biasanya

Hamil bukanlah menjadi halangan untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Ibu hamil tentunya harus pula menggerakkan badan dan melakukan aktivitas sehari-hari. Hamil bukanlah menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Ibu hamil tentunya dapat tetap melakukan perkerjaan rumah seperti biasanya yaitu menyapu, mengepel dan juga mencuci piring. Pada dasarnya, ibu hamil yang melakukan aktivitas fisik akan terhindari dari kelebihan berat badan.

Hindari Cemilan

Ketika sedang hamil, ibu hamil tentunya harus menghindari kebiasaan makan cemilan. Hal ini tentunya menyebabkan ibu hamil mengalami penumpukan gula dan juga kalori di dalam tubuh. Terlebih jika kalori yang terkandung pada cemilan tersebut banyak mengandung gula. Selain itu, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada cemilan sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Kandungan cemilan juga mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tentunya akan menyebabkan hipertensi dalam jumlah yang berlebih. Selain itu, ibu hamil akan mengalami komplikasi dan juga keluhan kehamilan yang lainnya.

Perbanyak konsumsi air putih

Meminum banyak air putih memang sangat diperlukan agar ibu hamil terhindari dari dehidrasi. Dampak yang paling parah dari dehidrasi tentunya dapat menyebabkan aliran darah dan juga oksigen menjadi terganggu. Penumpukan lemak dan juga oksigen tentunya dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada ibu hamil.

Olahraga

Selain melakukan aktivitas yang seperti biasanya, olahraga juga dapat menjadi cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi diabetes. Ibu hamil yang selalu berolahraga tentunya akan membuat tubuh menjadi lebih ringan. Olahraga ibu hamil yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan, senam hamil, dan juga berenang.

Mengonsumsi makanan kaya serat

Bagi ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih tentunya sangat disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan juga buah. Makanan dengan serat yang cukup tentunya dapat mudah diserap oleh bayi. Selain itu, ibu hamil yang mengonsumsi serat yang cukup banyak dapat terhindar dari sembelit dan juga susah buang air besar. Dengan cukup mengonsumsi buah dan juga serat tentunya dapat melancarkan sistem pencernaan pada ibu hamil.

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Obesitas tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk gaya hidup dan juga konsumsi makanan yang tidak sehat. Ibu hamil tentunya harus mengetahui dengan benar mengenai makanan apa yang boleh dan juga tidak boleh dikonsumsi. Beberapa makanan tersebut diantaranya:

Makanan dengan gula tinggi

Jenis makanan yang mengandung gula yang cukup tinggi tentunya menjadi sumber makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Tanpa kita sadari tentunya makanan dengan gula yang tinggi tentunya dapat menyebabkan obesitas.

Makanan Tinggi Lemak

Selain makanan yang tinggi gula, ibu hamil juga tentunya harus menghindari konsumsi makanan yang tinggi akan lemak. Hal ini dikarenakan makanan yang tinggi akan lemak dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih serta penumpukan lemak pada tubuh ibu hamil.

Makanan tinggi sodium

Makanan yang tinggi sodium tentunya menjadi faktor penyebab darah tinggi pada ibu hamil. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk menghindari konsumsi makanan bersodium agar dapat menghindari terkena hipertensi dan juga obesitas.

Menjaga gaya hidup tetap seimbang tentunya menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika kita salah dalam menjalankan gaya hidup, maka akan berdampak pula pada kesehatan tubuh kita. Itulah beberapa bahaya obesitas pada ibu hamil yang harus Anda hindari. Semoga bermanfaat!

Kehamilan Usia Dini | Faktor, Resiko & Cara Mengatasi

Saat ini marak sekali dengan fenomena kehamilan usia dini yang menambah angka kematian bayi dan ibu dibawah usia 18 tahun. Pasalnya, seorang remaja yang berusia muda sangat beresiko meninggal dunia ketika proses kehamilan dan persalinan dibanding wanita yang berusia 20 tahun keatas.

Perkawinan usia dini saat ini memang dipicu oleh berbagai hal dan merupakan sebuah bukti kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan akan hal ini. Tentunya, perkawinan dini menyebabkan angka kehamilan usia dini meningkat. Terdapat beberapa faktor penyebab kehamilan usia dini diantaranya minimnya pengetahuan biologis tentang resiko hamil usia dini baik anak ataupun orang tua, akibat seks bebas, dan lain sebagainya. Kehamilan usia dini akan berdampak pada perubahan tubuh seorang wanita seperti panggul dan rahim yang tentu secara medis belum siap untuk dibuahi.

 

Faktor-Faktor Penyebab Kehamilan Usia Dini

Tentunya, ada beberapa hal yang mendukung suatu masalah tersebut terjadi baik faktor eksternal maupun faktor eksternal. Begitupula dengan faktor penyebab kehamilan usia dini. Faktor-faktor tersebut sangat memungkinkan sebagai penyebab kehamilan usia dini. Beberapa faktor berikut ini dapat dikatakan sebagai faktor yang berkontribusi terjadinya kehamilan usia dini:

  1. Kurangnya pendidikan moral dan agama
  2. Tradisi atau kebiasaan suatu daerah yang sangat mendukung terjadinya pernikahan dini
  3. Kurangnya perhatian orangtua
  4. Kurangnya informasi mengenai kesehatan organ reproduksi dan kesehatan
  5. Tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi
  6. Pendidikan formal dan informal yang rendah
  7. Pergaulan bebas dan seks bebas
  8. Pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang
  9. Kemiskinan
  10. Kekerasan dalam rumah tangga

Terdapat juga beberapa faktor menurut WHO yang menyebabkan terjadinya kehamila  usia dini, sebagai berikut:

  1. Faktor kemiskinan

Faktor kemiskinan di negara berkembang sangat memungkinkan untuk mendukung kehamilan usia dini. Pada keluarga miskin tentunya memiliki kesempatan untuk menikah pada usia  muda karena kurangnya pendapatan dan biaya hidup sehari-hari. Kondisi ini mengharuskan seorang anak remaja untuk menikah dalam usianya yang masih muda agar beban orangtua  menjadi lebih ringan.

  1. Pergaulan dan seks bebas

Selain faktor kemiskinan, faktor ini sangat memicu terjadinya kehamilan usia dini diluar pernikahan. Kebiasaan bergaul yang tidak ada batasan sama sekali sangat memungkinkan remaja melakukan hubungan seks bebas. Terlebih jika dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Usia remaja memang sangat rentan akan pengaruh buruk dari luar apalagi kurangnya pendidikan moral dan prinsip agama yang kuat.

  1. Faktor Sosial Budaya

Pada umumnya, usia normal untuk menikah yang adalah 18 tahun. Pada usia ini rahim dan tubuh seorang wanita sudah siap untuk melakukan reproduksi. Faktanya di Indonesia, usia yang dilegalkan untuk menikah sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan pasal 7 adalah 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk laki-laki. Jika melihat pada rentang usia tersebut, tentunya usia 16 tahun dapat dikatakan terlalu dini untuk menikah.

  1. Pendidikan

Baik pendidikan formal maupun pendidikan informal sangat berpengaruh pada penyebab kehamilan usia dini. Kurangnya pendidikan moral dan agama dari orangtua menjadi faktor terjadinya pernikahan usia dini. Faktor ini juga dikarenakan dari kurangnya pendidikan disekolah mengenai informasi tentang masalah reproduksi dan akibat pergaulan bebas.

  1. Pelecehan Seksual

Faktor ini terbilang kasar, namun ini menjadi salah satu penyebab dari kehamilan usia dini. Pelecehan seksual seperti pemerkosaan selain membuat trauma bagi korban, namun juga meninggalkan bekas bagi korban yaitu kehamilan. Bagi korban pelecehan seksual hal ini mungkin terbilang menjadi hal yang sangat menyedihkan untuk menerima kenyataan itu. Lihat juga: Waspadai Penyakit Pada Wanita yang Hambat Kehamilan

Resiko kehamilan Usia Dini

Tentunya, kehamilan usia dini mempunyai resiko yang sangat berat bagi si ibu. Karena, emosional ibu hamil usia dini belum stabil dan mudah tegang. kecacatan kelahiran bisa saja terjadi saat dalam kandungan, karena timbulnya rasa penolakan saat si ibu mengandung janinnya.

Resiko yang timbul baik faktor sosial  ataupun kesehatan sangat berdampak pada resiko kehamilan usia dini. Berikut beberapa resiko dan dampak kehamilan usia dini menurut faktor kesehatan:

  1. Kematiaan ibu dan bayi

Resiko pertama yang terbilang sangat tinggi adalah kematian ibu hamil usia dini. Resiko ini umumnya disebabkan oleh banyaknya infeksi dan pendarahan saat proses melahirkan. Selain itu, kehamilan usia dini sangat rentan tenjadinya keguguran.

  1. Mudah Terinfeksi

kehamilan usia dini tentunya sangat mudah terinfeksi berbagai virus yang disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk, stress yang berlebihan dan tingkat ekonomi yang rendah. Virus penyakit dapat mudah menginfeksi ibu hamil usia dini karena keadaan imun tubuh yang belum kuat saat hamil. Sehingga ibu hamil usia dini sering mengalami sakit-sakitan.

  1. Keracuna Kehamilan (Gestosis)

Keaadaan alat reproduksi yang belum siap serta rahim yang belum siap untuk dibuahi menjadi faktor terjadinya keracunan kehamilan (gestosis). Keracunan pada ibu hamil usia muda berbentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kedua jenis racun tersebut harus benar-benar diperhatikan dengan serius karena akan menyebabkan resiko kematian pada ibu hamil usia dini.

  1. Anemia Kehamilan

Resiko pada ibu hamil usia dini berikut ini dapat dibilang faktor internal. Anemia pada ibu hamil usia dini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang cukup masalah nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Tentunya, saat hamil, tubuh seorang wanita memerlukan gizi yang cukup karena sisa makanan yang dimakan oleh ibu hamil akan diteruskan kepada janinnya untuk mendukung pertumbuhan. Jika kekurangan zat besi, maka cepat atau lambat tubuh akan sering lemas dan faktor ini menjadi pemicu ibu hamil kehilangan sel darah merah. Tentunya, keaadaan tersebut akan berakibat fatal pada ibu dan janin.

  1. Persalinan prematur atau kelainan bawaan pada bayi

Resiko persalinan prematur atau penyakit kelainan bawaan menjadi hal-hal yang sangat tidak diinginkan bagi ibu hamil. Pasalnya, bayi lahir prematur akan memiliki kelainan bawaan baik pada perkembangan dan pertumbuhan bayi. Kelainan pada bayi yang dilahirkan prematur pada umumnya memiliki berat badan lahit rendah (BBLR), cacat bawaan dan telatnya pertumbuhan dan perkembangan. Ibu dengan usia dini biasanya minim pengetahuan akan gizi dan nutrisi  yang diperlukan oleh tubuh. Bahkan ada yang minum obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep bidan atau dokter.

  1. Pendarahan yang hebat

Kehamilan usia dini rentang mengalami pendarahan yang dissebabkan oleh otot rahim yang terlalu lemam ketika proses evolusi. Pendarahan juga dapat disebabkan oleh bekuan darah yang tertinggal didalam rahim (selaput ketubah stosel). Proses pembekuan darah dan dipe ngaruhi oleh sobekan pada jalan lahir menjadi faktor terjadinya pendarahan pada ibu hamil usia dini.

  1. Proses persalinan yang lama dan sulit

kehamilan usia dini tentu berpengaruh pada lama dan sulitnya proses melahirkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelainan letak janin, kekuatan mengejan dan kelainan panggul yang belum siap mengalami proses persalinan. 

  1. Pengasingan dalam lingkungan masyarakat

Biasanya seorang ibu remaja yang hamil pada usia dini diluar nikah akan mengalami pengasingan dari masyarakat. Maka hal ini akan menimbulkan rasa trauma dan merasa dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Hal ini akan menjadi sulit untuk melakukan hubungan sosial dimasyarakat.

 

Pencegahan Kehamilan Usia Dini

Mencegah kehamilan dini agar tidak terjadi merupakan tugas setiap lapisan masyarakat. Baik faktor internal maupun faktor eksternal pada lapisan masyarakat.

Faktor internal bermula dari lingkungan keluarga yang menjadi awal pembentukan karakter seorang anak. Tentunya faktor internal sangat mempengaruhi pada pergaulan seorang anak. Kurangnya pendidikan moral dan agama dikeluarga ikut serta dalam proses pembentukan karakter pada anak. Prinsip agama yang diterapkan oleh orang tua kepada anaknya menjadi faktor penentu pergaulan anak diluar sana. Pendidikan moral dan prinsip agama yang kuat akan menghasilkan seorang anak yang jika menginjak remaja akan memiliki prinsip yang kuat. Baca juga: Depresi dan Ibu Hamil

Kedua, faktor eksternal yang sangat rentan membentuk prilaku pada anak. Keadaan lingkungan yang baik akan membentuk kepribadian seseorang yang baik pula, sebaliknya lingkungan yang tidak baik sangat berpengaruh juga pada pembentukan kepribadian yang tidak baik pula terkecuali jika seseoranng itu mempunyai prinsip moran dan agama yang sangat kuat.

Pergaulan bebas yang marak terjadi di masyarakat ini tentunya berandil besar pada penyebab kehamilan usia dini. Tentunya, ini menjadi tugas kita semua untuk memerangi dan menjegah terjadinya pernikahan usia dini bahkan kehamilan usia dini.

berbagai cara bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan usia dini. Namun, tidak adanya kerja sama dalam masyarakat dan dukungan dari pemerintah menjadi hal yang menyulitkan untuk mencegah kehamilan usia dini. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah kehamilan usia dini, diantaranya:

  1. Penanaman pendidikan moral

Pendidikan moral ini dapat ditanamkan baik dikeluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Pendidikan ini menyangkut pada pendidikan karakter dan agama yang berjalan beriringan dalam pembentukan karakter anak. Mengajarkan moral pada anak untuk tidak bergaul sebebas mungkin yang dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Peran orangtua dalam memperhatikan pergaulan anak menjadi faktor utama untuk mencegah kehamilan usia dini.

  1. Mengubah tradisi masyarakat

Pada poin ini, kehamilan usia dini dapat disebabkan oleh tradisi masyarakat yang sudah berjamur turun temurun yaitu menikah muda. Pasalnya, tradisi ini membolehkan remaja untuk menikah pada usia masih muda sekalipun. Karena memandang bahwa wanita hanya akan mengurus rumah dan anak-anak tanpa peran yang lain sama sekali. Tradisi ini mengharuskan anak remaja yang mungkin terbilang masih harus menempuh pendidikan, harus menikah muda lebih dulu. Mengubah tradisi ini adalah sebuah keharusan bagi kita semua.

  1. Pengunaan Kontrasepsi

Jika Anda sudah menikah pada usia dini serta belum dikaruniai seorang anak. Maka penggunaan kontrasepsi sangatlah berguna. Menunda kehamilan sampai waktu yang sudah matang menjadi cara yang sangat baik untuk mencegah kehamilan usia dini.

Demikianlah hal-hal mengenai kehamilan usia dini mulai dari faktor penyebab, resiko dan pencegahan yang bisa dilakukan. Pernikahan usia dini harus kita cegah tentunya untuk mencegah kehamilan usia dini. Alangkah baiknya Anda menunda dulu pernikahan agar segala sesuatunya terorganisir dengan tepat baik mental maupun material. Semoga paparan yang kami jelaskan diatas memberikan jalan terbaik bagi kita semua untuk mencegah kehamilan usia dini. Semoga bermanfaaat!

Cara Menghindari Toksoplasma dari Kucing Saat Hamil

Kehamilan memang menjadi berita gembira untuk setiap wanita yang sudah menikah. Bagaimana pun kehadiran seorang buah hati ditengah bahtera rumah tangga yang dibina bersama dengan pasangan, akan senantiasa melengkapi kebahagian tersebut. Itulah mengapa banyak pasangan akan melakukan banyak cara untuk bisa mewujudkan impian kehamilan dengan segera.

Kehamilan yang akhirnya dapat anda gapai, sebaiknya dijaga dan dirawat dengan baik. Karena kelahiran bayi yang sehat pada dasarnya ditentukan dari seberapa berkualitas perawatan kehamilan yang dilakukan oleh seorang wanita.

Ibu hamil tentu memiliki banyak pertanyaan selama kehamilan. Kekhawatiran ini terjadi semata dilakukan demi menjaga kesehatan janin didalam perut agar senantiasa terjaga dengan baik. Salah satu pertanyaan yang paling banyak diajukan selama hamil adalah kegiatan bermain bersama dengan kucing.

Lalu bolehkah main kucing saat hamil? Jawabannya tentu boleh. Jika anda memelihara atau main kucing pada saat hamil, dan mitosnya akan berdampak buruk terhadap kehamilan. Maka mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini. Baca juga: Ibu Hamil Terserang Flu, Janin Berisiko Tinggi Terkena Skizofrenia?

 

Toksoplasma Pada Kucing

Selama kehamilan memang banyak larangan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan tumbuh kembang janin dalam rahim. Termasuk anda mungkin pernah mendengar larangan main bersama kucing karena kucing dapat membawa parasit berbahaya untuk bayi.

Pernyataan ini memang benar adanya. Hanya saja, ada hal yang perlu diluruskan dengan baik. Karena pada kenyataannya parasit toksoplasma pada kucil sumber utama penularannya berasal dari kotoran kucing.

Selain itu, resiko pertama yang bisa berdampak pada ibu hamil yang main kucing selama kehamilan adalah terkena toksoplasma. Pengaruh dari parasit ini adalah resiko kecacatan lahir pada bayi yang serius. Adapun jenis kecacatan yang mungkin terjadi pada bayi adalah kerusakan mata atau cacat otak pada janin.

Penularan Toksoplasma dari Kucing

Penularan parasit toksoplasma dari kucing sebetulnya akan dapat terjadi bila anda kurang sigap dalam memperhatikan kebersihan kucing. Atau mungkin ketika kandang kucing tidak dipelihara dengan higienis.

Adapun penularan parasit ini dapat terjadi lewat kontak tangan dengan kotoran. Yang selanjutnya secara tidak sengaja akan masuk kebagian mulut hingga masuk kedalam rongga tubuh dan menyebabkan infeksi.

Untuk itulah, bagi anda yang memiliki kucing di rumah dan terdapat orang hamil didalamnya. Maka kegiatan bermain bersama dengan kucing bukan dilarang untuk dilakukan. Hanya saja, perhatikan dengan baik kebersihan kucing dan segala hal yang ada disekitarnya, termasuk dengan kandang kucing itu sendiri.

Selain itu, sebetulnya penularan parasit toksoplasma akan terjadi selama satu sampai dengan lima hari. Jadi demikian, jika anda membersihkannya sebelum berlangsung selama 24 jam setelah kotoran kucing dikeluarkan. Maka hal ini akan dapat mencegah penularan toksoplasma kedalam tubuh ibu hamil yang akan dapat berujung bahaya.

Seberapa Besar Resiko Toksoplasma Akibat Bermain dengan Kucing Saat Hamil?

Tercatat hanya sekitar 15% wanita subur kebal terhadap paparan parasit toksoplasma. Data ini dirangkum oleh Center of Disease Control and Prevention (CDC). Jumlah perempuan yang terkena infeksi yang satu ini pun selama kehamilan ukurannya masih cenderung kecil. Selain itu, tidak semua infeksi tersebut berdampak terhadap kehamilan.

Pada faktanya, jika anda terinfeksi dengan toksoplasma pada trimester pertama kehamilan. Maka janin hanya akan beresiko terkena dampak ini sekitar 15%. Akan tetapi, bila anda terkena dengan infeksi ini pada trimester kedua maka resiko ini akan dua kali lipat lebih banyak. Begitu kelipatannya yang terjadi pada trimester ketiga yang mana pengaruhnya akan jauh lebih besar.

Bagaimana Cara Menghindari Toksoplasma dari Kucing Saat Hamil

Hanya karena kehamilan anda, bukan berarti orang hamil dilarang untuk bermain dengan kucing. Apalagi bila anda adalah seorang pecinta kucing yang tidak bisa jauh-jauh dari si kucing kesayangan anda. Namun guna mengurangi resiko terhadap infeksi parasit toksoplasma terhadap kehamilan anda. Maka beberapa informasi penting dibawah ini perlu anda perhatikan dengan baik.

Mintalah Orang Lain Membersihkan Kandang Kucing

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa penularan toksoplasma dari kucing terhadap wanita hamil dapat terjadi dari kotoran kucing, atau kucing yang tidak bersih. Nah, terkait dengan membersihkan kandang kucing dan kotoran kucing. Maka tidak sebaiknya anda melakukannya seorang diri.

Lebih baik mintalah bantuan orang lain untuk melakukan hal ini. Sebab paparan kotoran kucing yang mengenai kontak tangan dan bagian tubuh lainnya akan cenderung beresiko. Selain itu, pada saat dibersihkan sebaiknya menjauhlah dari bagian ini dan tunggu sampai kandang kucing dibersihkan dengan merata.

Pastikan Kucing Anda Tidak Makan Sembarang Makanan

Guna terhindari dari resiko paparan toksoplasma kedalam tubuh seorang wanita hamil. Maka pastikan jika kucing anda tidak makan sembarang makanan.

Pastikan ia hanya makan makanan yang dibeli di toko yang khusus. Atau pastikan kucing anda hanya makan makanan sisa orang rumah yang memang sudah dimasak dengan benar. Selain itu, hindari memberi makan daging merah untuk kucing anda.

Jaga Kucing Tetap Dirumah

Kucing yang sering berkeliaran keluar rumah akan lebih besar peluangnya mereka berinteraksi dengan hewan liar yang lainya. Bisa jadi jika hewan tersebut cenderung memiliki potensi menyebarkan parasit toksoplasma kedalam tubuhnya. Untuk itu, maka pastikan anda tidak membiarkan kucing anda berkeliaran keluar rumah.

Atau bila memang si kucing terlanjur keluar rumah, maka pastikan bila kucing dibersihkan terlebih dahulu sebelum anda melakukan kontak dengannya. Selain itu, minta pula orang lain untuk melakukan hal ini agar anda tidak terpapar dengan resiko penularan toksoplasma kedalam tubuh.

Jauhkan Kucing dari Makanan yang Anda Makan

Untuk terhindar dari resiko penularan parasit toksoplasma selama hamil maka pastikan kucing anda tidak makan atau menyentuh makanan yang anda makan. Makanan yang mereka sentuh akan mungkin terkontaminasi dengan bakteri, termasuk dengan toksoplasma. Untuk itu, hindarkan kucing anda masuk ke dapur atau di meja makan anda.

Sebaiknya, batasi ruang gerak kucing didalam rumah. Anda hanya bisa bermain dengan kucing anda di dekat kandangnya atau di ruangan tertentu seperti misalkan halaman rumah anda saja. Hal ini akan dapat meminimalisir wilayah penyebaran toksoplasma untuk menjaga-jaga kondisi ini terjadi.

Cuci Tangan Setelah Bermain dengan Kucing

Meskipun parasit toksoplasma jarang muncul dari bulu kucing. Akan tetapi, hal ini tidak selalu dapat kita pastikan dengan baik. Untuk itu, maka perhatikan masalah ini agar jangan sampai terjadi dan berubah menjadi buruk. Pastikan anda selalu mencuci dan membersihkan tangan anda setiap kali anda sudah bermain dan berinteraksi dengan kucing anda.

Gunakan sabun dan bersihkan tangan sampai kebagian yang tersembunyi. Bila perlu bersihkan tangan hingga kebagian lengan untuk memastikan penularan parasit tidak terjadi yang akan dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan anda.

Para Ayah Sebaiknya Waspada, Tidur Terlalu Larut Bisa Rusak Kualitas Sperma

Pada takaran rata-rata seorang pria akan menghasilkan setidaknya sebanyak 525 miliar sel sperma seumur hidupnya. Dan umumnya mereka melepaskan setidaknya sebanyak satu miliar diantaranya setiap bulannya. Seorang pria dewasa yang sehat akan melepaskan sebanyak 40 juta dan 1,2 miliar sel sperma dalam satu kali ejakulasi.

Sayangnya, meski seorang pria dapat menghasilkan jutaan sperma dalam perharinya. Namun pada umumnya kualitas dari sperma akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Salah satunya adalah gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang anda lakukan.

Nah, untuk anda para ayah yang seringkali tidur larut malam atau terjaga hingga dini hari karena beberapa urusan. Maka sebaiknya perhatikan masalah ini dengan seksama.

Tidur terlalu larut atau kebiasaan bergadang akan berdampak kurang baik untuk kesehatan. Hal ini pengaruhnya akan secara langsung merusak kualitas sperma anda. Baca juga: 10 Nutrisi Penting Untuk Kehamilan Sehat

 

Mengapa Kurang Tidur Dapat Merusak Kualitas Sperma Pria?

Sebagaimana dilansir dari dua penelitian yang berbeda, seorang pria yang mendapatkan waktu tidur yang kurang. Memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Bahkan 'kloter' sperma pun cenderung tidak terbentuk dengan sempurna. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang mendapatkan waktu tidur yang cukup sebanyak 7 sampai dengan 8 jam dalam 1 hari.

Selain itu, mereka yang sering bergadang pun dijumpai sperma yang pendek dibandingkan mereka para pria yang mendapatkan waktu tidur yang cukup dan teratur.

Lantas seperti apa sih sebenarnya pengaruh kurang tidur terhadap kualitas sperma pada seorang pria? Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak informasinya dibawah ini.

Kurang Tidur Mempengaruhi Produksi Testosteron

Didalam tubuh seorang pria, hormon testosteron dibutuhkan untuk reproduksi. Tahukah anda bahwa sebagian besar pelepasan testosteron yang terjadi setiap harinya dilakukan pada saat anda tidur? Penelitian mencurigai bahwa gangguan tidur akan dapat mengubah ritme dari testosteron pada malam hari, tanpa mempengaruhi kadar testosteron secara keseluruhan.

Akan tetapi demikian, faktor gaya hidup lainnya yang banyak diperhitungkan dalam penelitian ini pun menjelaskan bahwa dibalik kurang tercukupinya waktu tidur dapat merusak kualitas sperma seorang pria.

Tentunya, hal ini pun akan dapat berdampak pada kesuburan. Bila anda pria dewasa yang sudah beristri dan belum memiliki keturunan maka hal ini akan mempengaruhi impian memiliki buah hati dalam rumah tangga yang terkendala.

Kurang Tidur Memicu Peningkatan Antibodi Anti-Sperma (ASA)

Antibodi-sperma adalah protein yang diproduksi oleh bagian sistem imun didalam tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan di Harbin Medical University menunjukan bahwa kurangnya waktu tidur akan dapat memicu peningkatan antibodi anti-sperma (ASA) yang mana kondisi ini akan dapat merusak kualitas sperma pria yang sehat.

Akan tetapi demikian, peningkatan ASA ini memang bukanlah penyebab mutlak ketidak suburan pada seorang pria. Namun demikian efeknya sangat jelas. Yakni dengan semakin besar respon imun tubuh melepaskan antibodi ini. Mak kecil kemungkinan hamil pada istri anda terjadi.

Adapun didalam tubuh, peningkatan ASA ini akan dapat bekerja dengan cara menghalangi pergerakan sperma, menghambat implantasi embrio dan mempersulit sperma untuk melakukan pembuahan pada pasangan. Untuk itulah, sperma dari pria yang memiliki ASA lebih besar akan cenderung lebih sulit menjangkau sel telur.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan kali ini. Semoga dengan menyimak pembahasan diatas akan meningkatkan rasa waspada dan peduli anda terhadap kesehatan dengan mengurangi terjaga terlalu larut.

Bolehkah Memulai Program Hamil dalam Kondisi Depresi?

Kehamilan tentu menjadi hal yang didamba banyak pasangan yang sudah menikah. Kehadiran seorang anak didalam rumah tangga bukan hanya sebagai penerus garis keturunan kedua orangtuanya. Namun lebih kepada pelengkap dan anugerah yang besar yang Tuhan berikan untuk anda dan pasangan. Tak heran bila banyak orang akan rela melakukan banyak hal agar impian untuk menimang buah hati dapat segera terwujud dalam waktu yang dekat.

Memulai program hamil pada seorang wanita perlu dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pemerhatian gizi, asupan makanan sampai dengan kesiapan mental dan fisik baik dari suami maupun sang istri.

Pasangan suami istri yang hendak merencanakan kehamilan perlu jauh-jauh dari yang namanya stress atau depresi. Hal ini dikarenakan pada umumnya dua hal ini akan erat kaitannya dengan faktor yang menentukan kesuburan.

Akan tetapi, karena beberapa alasan tertentu terkadang banyak pasangan yang ingin segera mewujudkan impian kehamilannya. Bahkan pada saat mental mereka tengah carut marut. Seperti munculnya depresi atau bahkan stres yang besar.

Lalu bolehkah memulai program hamil dalam kondisi depresi? Amankah dampak dan pengaruhnya untuk janin? Mari simak dibawah ini ulasannya. Baca juga: Tips Mengurangi Gatal Pada Perut Saat Hamil

 

Mitos Atau Faktakah Kehamilan dan Menjadi Calon Ibu Akan Meredakan Depresi?

Banyak orang percaya bahwa kehamilan dan impian menjadi calon ibu yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat akan dapat membangkitkan naluri dalam diri seseorang untuk dapat mengasuh dan membesarkan buah hatinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan begitu maka hal ini akan dapat menjadi obat depresi yang ampuh untuk seorang perempuan yang tengah dilanda masalah tekanan mental yang cukup besar.

Akan tetapi, sayangnya hal serupa tidak berlaku untuk semua calon ibu.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Massachusetts General Hospital (MGH) Center for Women’s Health menunjukan sebuah data bahwa sebanyak 20 persen dari jumlah wanita yang dilakukan uji coba depresi dengan kehamilan, tetap menunjukan gejala-gejala depresi selama kehamilannya. Bahkan kondisi ini masih dialami pada saat si bayi dilahirkan.

Sejumlah penelitian pun berhasil membuktikan bahwa depresi yang tidak diobati akan sangat berbahaya. Terutama untuk kesehatan ibu dan bayi yang mereka kandung.

Selain itu, tingkat stress dan depresi yang dialami oleh setiap wanita tentunya berbeda-beda tergantung dari seperti apa kondisi dan hal yang memicunya. Jadi demikian, kita tidak dapat menyamaratakan bahwa kehamilan dan kehadiran bayi akan dapat mengobati masalah yang satu ini.

Dengan demikianlah, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti program hamil pada saat anda masih dalam kondisi depresi mental yang besar.

Adapun alangkah lebih baik jika pada kondisi ini anda mendahulukan kesehatan anda dengan mendapatkan cukup istirahat dan atasi masalah depresi dengan baik. Misalkan anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau mungkin menenangkan pikiran sejenak dan pahami apa yang sebenarnya membuat anda mengalami perasaan mental yang berat seperti saat ini.

Bila perlu temuilah psikolog atau berkonsultasilah dengan dokter spesialis jiwa. Bagaimana pun kesehatan anda menjadi prioritas utama untuk bisa menjalani kehidupan anda dengan lebih baik.

Pengaruh Depresi Terhadap Kesuksesan Program Hamil

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum diketahui secara medis pasti bahwa depresi yang dirasakan oleh seorang wanita akan dapat berpengaruh terhadap sulitnya kehamilan. Akan tetapi, data dari seluruh dunia yang terangkum menyatakan bahwa depresi memang erat kaitannya dengan masalah kesuburan.

Ada sebuah teori yang mendukung kuat dan diyakini bahwa pengaruh depresi memang membuat seorang wanita menjadi tidak subur. Ketika kita mengalami depresi makan kadar hormon didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Padahal demi mendapatkan program hamil yang sukses. Biasanya anda diminta untuk menjaga keseimbangan hormon didalam tubuh.

Bukan hanya itu, pengaruh depresi pun akan cukup buruk terhadap pola hidup anda. Misalkan, umumnya orang  yang mengalami depresi akan cenderung mengalami penurunan nafsu makan dan sulit tidur pada malam hari. Atau mungkin sebaliknya, seseorang bisa saja mengalami obesitas akibat pola makan yang tidak diperhatikan dengan baik.

Bahkan beberapa penderita depresi modern saat ini lebih sering menumpahkan perasaan depresinya pada konsumsi minuman beralkohol atau merokok. Hal seperti inilah yang akan dapat mempersulit peluang kehamilan anda.

Disamping itu, dampak dari depresi pun akan dapat membunuh hasrat berhubungan bersama dengan pasangan. Hal ini yang akan mungkin membuat hubungan intim bersama dengan pasangan tidak terjalin dengan baik. Akibatnya anda dan pasangan mungkin sering melewatkan jadwal berhubungan. Inipulalah yang mempengaruhi kehamilan yang lebih kecil peluangnya.

Pengaruh Depresi Pada Kesehatan Ibu dan Bayi

Apabila anda akhirnya berhasil mendapatkan kehamilan setelah mengikuti program hamil namun masih dalam kondisi depresi. Maka biasanya dokter akan meresepkan anda obat antidepresan. Hal ini dikarenakan depresi yang tidak segera diberikan penanganan yang baik akan mungkin tinggi resikonya terhadap kehamilan yang dijalani oleh seorang ibu.

Bahkan dalam beberapa kasus, depresi pada saat hamil akan dapat berpengaruh terhadap kecacatan janin, kelahiran prematur atau bahkan kematian janin dalam kandungan atau keguguran.

Penggunaan obat antidepresan akan tentu berdampak aman selama anda menggunakan obat ini dibawah pengawasan dokter. Lewat resep yang diberikan oleh dokter maka dosis dan takarannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan janin yang ada didalam kandungan ibu.

Akan tetapi sayangnya, meski demikian hal ini pun masih memiliki kemungkinan bahwa obat-obatan antidepresan yang dikonsumsi bisa mungkin memiliki efek samping untuk ibu dan bayi. Meskipun jarang dijumpai, efek samping penggunaan obat antidepresan selama kehamilan akan dapat menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan yang rendah.

Kapankah Waktu Terbaik Untuk Mengikuti Program Hamil?

Meski akan beresiko cukup besar, namun hal ini bukan berarti bahwa mereka yang mengalami depresi atau pernah mengalami depresi dilarang untuk ikut program hamil. Bagaimana pun kehamilan adalah angan-angan terbesar seorang istri dalam melengkapi kehidupan berumah tangganya.

Jadi demikian, anda akan bisa mewujudkan impian untuk menimang buah hati anda sendiri. Asalkan program hamil dilakukan pada waktu dan masa yang tepat maka besar kemungkinannya kehamilan yang dijalani akan sehat.

Dalam kasus ini, anda hanya perlu mengutamakan kesehatan anda terlebih dahulu. Daripada pusing memikirkan waktu kehamilan. Sebaiknya prioritaskan perawatan depresi anda sampai benar-benar tuntas.

Sebab setelah anda bisa mengobati depresi yang dialami. Maka sejak saat itulah anda sudah mulai dapat mempertimbangkan untuk mengikuti program hamil. Dengan begini maka kehamilan yang dijalani akan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kekhawatiran yang besar dari dampak depresi yang dirasakan.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari bolehkah mulai program hamil saat depresi. Semoga informasi diatas akan membantu anda untuk bisa mendapatkan wawasan kehamilan dengan baik.

Persiapan Penting yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil yang Hendak Ikuti Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan tinggal menghitung hari namun persiapan dan sensasi bulan puasa sudah mulai dirasakan saat ini. Terlihat perubahan ini dengan banyaknya penjual kurma yang mulai menjajakan dagangannya. Penjual petasan yang mulai mengiasi warung-warung kecil. Juga supermarket dan mini market yang mulai mengeluarkan stok kue kaleng dan pelengkapan puasa yang mulai disusun dengan rapi.

Bulan puasa adalah bulan dimana seluruh umat muslim di dunia khususnya mereka yang sudah baligh dan mampu diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Dari mulai waktu fajar sampai dengan tenggelam matahari di waktu adzan magrib.

Mereka yang menjalani puasa tidak diperbolehkan makan dan minum selama satu harian penuh. Ibadah ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dan diharapkan mereka yang menjalani ibadah puasa dapat memetik pelajaran penting dari menjalankan ibadah suci yang satu ini. Baca juga: 

Nah, untuk ibu hamil yang mampu untuk menjalankan puasa dan mau. Biasanya sebelum menjalankan ibadah yang satu ini kesehatan mereka akan dilihat terlebih dahulu. Sehingga ketika anda berkonsultasi ke dokter mengenai boleh atau tidaknya menjalankan puasa. Biasanya dokter akan bertanya kembali apakah kita kuat atau tidak menjalaninya. Baca juga: Teknik Relaksasi Menjelang Persalinan

Untuk anda yang saat ini hendak menjalankan ibadah puasa berbarengan dengan kehamilan anda. Maka mari kita simak persiapan penting yang perlu dilakukan oleh ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa.

Persiapan Penting yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil yang Hendak Ikuti Puasa Ramadhan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai persiapan puasa untuk ibu hamil. Penting sekali untuk anda dan kita semua memahami tentang kehamilan itu sendiri. Hal ini tentu dilakukan demi mengenali kondisi kehamilan sang ibu dan memahami bagaimana kondisinya dengan bai.

Kehamilan sendiri dibagi kedalam 3 bagian, yakni trimester pertama, trimester kedua dan juga trimester ketiga. Hitungan trimester ini dibagi kedalam 3 bulan pertama, kedua dan ketiga.

Setiap kondisi masing-masing trimester yang dijalani oleh ibu hamil tentu memiliki pengaruh dan kondisi berbeda. Dimana hal ini penting sekali menentukan seperti apakah persiapan yang wajib dilakukan oleh ibu hamil yang akan menjalankan ibadah puasa. Demi terjamin dan terjaganya kesehatan bayi dan ibu hamil dengan baik. Maka persiapan ini penting diketahui dengan baik.

Nah, untuk memahami lebih jauh tentang persiapan puasa yang akan dijalani oleh ibu hamil. Maka dibawah ini kita simak beberapa informasi mengenai penjelasan tahapan kehamilan sesuai dengan trimester.

Tahapan Kehamilan Seusai dengan Trimester

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa tahapan kehamilan pada ibu hamil akan dapat menentukan kondisi kesehatan ibu hamil dan bagaimana pengaruh kehamilan terhadap kemampuan ibu untuk ikut menjalani ibadah puasa.

Oleh karenanya, sebelum membahas lebih jauh tentang persiapan kehamilan yang penting dilakukan. Dibawah ini adalah penjelasan trimester kehamilan yang penting diketahui.

Trimester Pertama

Masa ini adalah tiga bulan pertama usia kehamilan seorang wanita. Pada masa ini wanita hamil akan mungkin menghadapi beberapa gejala keluhan kehamilan yang cukup menyiksa. Akan tetapi hal ini adalah kondisi yang wajar yang merupakan bagian dari adaptasi tubuh terhadap kondisi kehamilan yang baru yang terjadi pada rahim anda.

Mual dan muntah, pusing dan gejala kehamilan lainnya akan mungkin anda rasakan pada usia kehamilan trimester ini. Kondisi mual muntah pun akan membuat lambung dalam keadaan yang rawan. Kondisi ini akan mudah membuat ibu hamil mengalami maag yang kambuh pada saat membiarkan perut kosong dalam waktu yang lama.

Oleh karenanya, puasa pada masa trimester yang satu ini akan mungkin membuat ibu hamil mengalami gejala yang lebih buruk. Namun demikian, ibadah yang dijalani masih diperbolehkan selama ibu hamil mampu mengontrol kondisinya dengan baik.

Trimester Kedua

Pada tahapan kehamilan ini tanda dan gejala keluhan kehamilan sudah mulai menghilang. Dan kondisi ibu hamil pun akan lebih siap untuk menjalani puasa. Oleh karenanya, untuk anda yang ingin menjalankan ibadah puasa maka waktu ini adalah waktu yang tepat.

Trimester Ketiga

Masa ini ibu hamil sudah akan menghadapi persalinan. Bila ibu dan bayi sehat maka anda akan dapat diperbolehkan menjalani kehamilan dengan baik. Hanya saja, satu hal penting adalah perhatikan asupan gizi kedalam tubuh anda dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menunjang tumbuh kembang bayi yang sebentar lagi akan dilahirkan.

Apa Saja Persiapan Penting yang Harus Dilakukan Untuk Ibu Hamil yang Hendak Jalankan Puasa?

Nah, setelah mengetahui fase kehamilan diatas dengan baik dan mengetahui bagaimana kehamilan difase yang bersangkutan dapat mempengaruhi anda. Dibawah ini anda akan dapat mengetahui apa saja persiapan yang perlu untuk anda lakukan dengan baik saat hendak menjalani puasa untuk ibu hamil.,

Periksakan Ke Dokter

Langkah pertama yang penting untuk dilakukan dengan baik untuk anda para ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting sekali untuk mengetahui bagaimana kesiapan tubuh ibu ketika menjalani ibadah yang satu ini.

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan janin yang ada dalam kandungan. Ketika janin dan ibu sehat maka kemungkinan besar anda akan dapat diperbolehkan untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Persiapkan Apa Saja yang Akan Dikonsumsi

Nah, selain pentingnya berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan ibu. Gizi dan asupan makanan pun penting didiskusikan dengan baik. Hal ini apalagi ketika anda masih dalam tahapan kehamilan trimester pertama. Dimana pada masa ibu pembentukan tubuh janin masih berjalan dengan pesat. Kurangnya asupan vitamin dan gizi bisa mungkin mempengaruhi tumbuh kembang janin yang terganggu.

Untuk itulah, maka sebaiknya perhatikan dengan baik untuk selalu mengkonsultasikan mengenai masalah gizi ini dengan dokter. Selain itu, perhatikan untuk selalu mengasup tubuh dengan makanan sehat seperti sayur dan buah.

Lakukan Cek Ulang Dipertengahan Puasa

Hal penting selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah dengan melakukan cek kehamilan kembali pada masa pertengahan puasa. Hal ini dilakukan untuk memonitor kondisi kesehatan ibu dengan baik.

Lewat pengecekan ini dokter akan dapat memantau kondisi perkembangan janin dan keluhan yang mungkin ibu rasakan selama menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, ketika tidak ditemukan keluhan apapun maka puasa yang anda jalani dapat anda lanjutkan dengan baik.

Segera Periksakan ke Dokter Saat Alami Keluhan

Ketika selama menjalani ibadah puasa ibu lantas menjumpai adanya keluhan seperti pusing, lemas yang berlebihan atau mungkin sakit pada bagian tubuh. Maka jangan sungkan untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter dengan baik.

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya keluhan yang terjadi sebab puasa yang anda jalani. Oleh karenanya sigaplah untuk selalu mengkonsultasikan masalah ini dengan baik.

Kurangi Aktivitas Fisik

Mengurangi aktivitas fisik selama puasa untuk ibu hamil adalah hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan ibu hamil dengan baik.

Kenali PCOS Gangguan Hormonal Pada Wanita, Gejala dan Penyebabnya

Pernahkah anda mendengar kata PCOS? Kondisi penyakit yang berhubungan dengan hormon yang biasanya terjadi pada wanita dimasa subur ini cukup menjadi topik hangat yang tengah banyak dibicarakan saat ini.

Untuk anda yang jarang mendengar penyakit PCOS, sebaiknya mulai gali informasi lebih dalam mengenai kondisi penyakit yang satu ini. Hal ini dikarenakan PCOS adalah salah satu gangguan hormonal pada wanita yang akan dapat memicu kesuburan. Kondisi ini pulalah yang akan mungkin membuat anda mengalami sulit hamil.

Lalu apa itu PCOS? Apa saja penyebab dan gejala dari kondisi yang satu ini? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi menarik dibawah ini. Penasaran seperti apa? Inilah dia penjelasannya. Baca juga: Depresi dan Ibu Hamil

Apa Itu PCOS?

PCOS adalah kependekan dari Polycystic Ovary Syndrome atau yang dalam bahasa Indonesia adalah gangguan yang terjadi pada sindrom ovarium polikistik. Yakni sebuah kondisi dimana keseimbangan hormon pada wanita mengalami gangguan. Pada PCOS, kadar hormon seks wanita, yakni hormon esterogen dan hormon progesteron tidak ada dalam kadar yang seimbang.

Wanita yang menderita PCOS ada umumnya akan memiliki kista kecil (kantung berisi cairan) pada bagian ovariumnya, dimana kondisi ini akan dapat mempengaruhi volume dari ovarium menjadi membesar. Kista yang muncul pada kondisi ini bukanlah kondisi yang berbahaya, akan tetapi hal ini akan mungkin berpengaruh terhadap ketidakseimbangan hormon didalam tubuh. Dimana perubahan yang terjadi pada satu hormon akan dapat memicu perubahan pada bagian hormon lainnya.

Selain itu, akibat dari munculnya ketidak seimbangan hormon inilah, wanita yang menderita dengan PCOS akan mungkin mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Sementara itu, kondisi ketidak teraturan haid inilah yang akan mungkin membuat wanita dengan PCOS akan sulit hamil.

Selain dapat menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur, penyakit PCOS yang diderita oleh seorang wanita pun akan pula menyebabkan pertumbuhan rambut berlebihan. Bukan hanya itu, dampak lain dari kondisi ini diantaranya adalah timbulnya jerawat secara berlebihan dan munculnya obesitas.

Kondisi PCOS perlu segera ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan bila tidak ada penanganan yang diberikan pada kondisi ini. Maka PCOS akan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius muncul dalam tubuh. Misalkan beberapa penyakit yang disinyalir dapat muncul dari kondisi ini diantaranya adalah diabetes melitus tipe 2 dan juga resiko penyakit jantung yang lebih besar.

Oleh karenanya, untuk anda yang mengalami kondisi ini sebaiknya periksakan ke dokter dengan segera. Hal ini dilakukan untuk membuat penanganan yang lebih cepat bisa segera dilakukan. Sehingga demikian kemungkinan buruk dari kondisi ini akan dapat diatasi dengan lebih baik.

Sementara itu, gejala dan penyebab dari penyakit PCOS sendiri dapat anda simak pada penjelasan dibawah ini. Penasaran seperti apa? Berikut informasinya.

Apa Saja Penyebab PCOS?

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum ada penyebab yang dianggap pasti sebagai pemicu kondisi PCOS dapat terjadi pada seorang wanita. Akan tetapi, beberapa faktor dibawah ini mungkin dapat memicu kondisi sindrom ovarium polikistik dapat muncul pada seorang wanita.

Keturunan

Faktor genetik atau faktor keturunan dianggap sebagai salah satu penyebab seorang wanita dapat mengalami sindrom ovarium polikistik yang satu ini. Jadi demikian, ketika anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang sebelumnya mengidap kondisi  yang serupa. Maka kemungkinan besar anda pun mengalami kondisi yang satu ini. Atau kondisi PCOS yang anda alami saat ini adalah faktor warisan dari keluarga yang mengalami kondisi serupa.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa PCOS dapat disebabkan oleh faktor turunan dari sisi keluarga ibu maupun ayah. Resiko anda menderita PCOS akan lebih tinggi jika salah satu wanita dikeluarga ayah dan ibu mengidap kondisi yang sama.

Kelebihan Insulin

Pemicu lain yang dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik yang selanjutnya adalah adanya kadar insulin didalam tubuh yang terlalu banyak. Jika tubuh anda resisten terhadap insulin, kemampuan anda untuk menggunakan insulin dapat terganggu. Sehingga kondisi ini membuat pankreas akan mengeluarkan insluin lebih banyak untuk menyediakan glukosa untuk sel didalam tubuh anda.

Perlu diketahui, kelebihan insulin dalam tubuh akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan sel telur dan dapat membaut produksi androgen dalam tubuh menjadi meningkat. Peningkatan produksi hormon andorgen inilah yang akan dapat mengganggu kemampuan ovarium untuk dapat ovulasi secara normal.

Peradangan dengan Skala Rendah

Pemicu lain yang akan dapat menyebabkan kondisi ini terjadi adalah adanya peradangan dengan skala rendah. Peradangan seperti ini akan dapat menstimulasi bagian ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen. Mengalami hormon androgen yang berlebih didalam tubuh akan dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami PCOS.

Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi dalam tubuh perempuan dalam jumlah yang kecil. AKan tetapi, pada penderita PCOS hormon yang satu ini terlalu berlebihnan kadarnya. Sehingga kondisi ini akan dapat mempengaruhi perkembangan dan pelepasan sel telur oleh ovarium dengan baik.

Tanda dan Gejala PCOS

Ada beberapa kondisi yang akan dapat mengindikasikan seseorang mengalami PCOS. Ketika anda atau orang sekitar anda mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter. Hal ini dilakukan agar penanganan yang lebih tepat bisa dilakukan dengan baik. Sehingga demikian kemungkinan terburuk dari kondisi ini akan dapat diatasi.

Periode Mens yang Tidak Teratur

Seringkali wanita yang mengalami PCOS memiliki kurang dari sembilan periode haid dalam satu tahun. Kegagalan menstruasi selam,a 4 bulan atau lebih, atau mungkin jarak antara menstruasi yang lebih dari 35 hari menjadi salah satu tanda dari kondisi mens yang tidak teratur.

Bahkan pada beberapa orang yang menderita PCOS mereka bisa tidak mengalami mens sama sekali atau bahkan mengalami pendarahan yang hebat pada saat mengalami haid dalam satu waktu yang sama.

Jerawat Berlebihan

Kelebihan hormon androgen dalam tubuh wanita akan mungkin mempengaruhi kondisi lain didalam tubuh. Hal ini bisa pula menyebabkan kondisi timbulnya masalah seperti jerawat yang timbul secara berlebihan.

Oleh karenanya, bila anda merasa janggal dengan kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter dengan baik.

Kelebihan Rambut Pada Wajah dan Tubuh

Rambut halus pada wanita umumnya tidak terlalu kentara dan kemunculannya hanya terlihat sekilas saja. Akan tetapi, ketika kondisi ini muncul dalam jumlah yang banyak dan membuat anda terlihat seperti seorang laki-laki. Maka hal ini bisa mungkin dampak dari gangguan hormon yang anda alami.

Kenaikan Berat Badan Berlebihan

Kondisi lain yang akan dapat mengindikasikan masalah PCOS atau masalah sindrom ovarium polikistik lainnya adalah masalah berat badan. Mereka yang mengalami kondisi PCOS umumnya akan dapat mengalami kenaikan berat badan yang besar dan signifikan dari waktu ke waktu.

Itulah dia beberapa informasi yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan dan pemahaman anda terhadap hal penting seperti diatas.

Satu Geng Bisa Hamil Bersamaan: Apakah Ini Indikasi Kehamilan Bisa 'Menular'?

Menggelar pernikahan yang tidak jauh dari momen pernikahan teman-teman satu geng pada zaman kuliah dulu memang menyenangkan. Apalagi pada saat menghadapi momen kehamilan rupanya anda dan kawan-kawan menghadapi masa kehamilan yang sama.

Bisa berbagi tips dan trik seputar kehamilan bersama dengan sahabat-sahabat dekat tentu menjadi hal yang amat menggembirakan. Tak jarang anda pun berpikiran bahwa hal ini bisa mungkin membuat kehamilan yang anda alami adalah hal yang ditularkan dari sahabat-sahabat anda. Lalu benarkah demikian? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Test Pack 

Apakah Ini Indikasi Kehamilan Bisa 'Menular'?

Ketika anda mengalami kehamilan yang sudah dinanti-nanti dan rupanya saat anda sering berkunjung ke teman-teman anda yang tengah hamil. Lalu rupanya kehamilan ini akhirnya bisa anda dapatkan bisa jadi kondisi ini membuat anda bertanya-tanya apakah mungkin kehamilan ini bisa 'menular'

Menurut sebuah penelitian mengungkapkan kehamilan memang bisa menular pada mereka yang memiliki ikatan pertemanan. Padahal secara teori kehamilan adalah sebuah proses yang terjadi sebab adanya pembuahan dari sel sperma yang masuk kedalam indung telur yang diproduksi pada saat wanita ovulasi, lalu bagaimana kondisi kehamilan seperti ini dapat terjadi?

Begini penjelasannya, penularan yang dimaksud tidak terjadi secara kontak fisik, melainkan lewat kontak emosional. Jadi ketika anda sering berkunjung pada teman-teman anda yang tengah hamil dan sering bercengkrama bukanlah berpegangan tangan atau mengelus-elus perut teman anda yang akan membuat anda hamil.

Namun ikatan kedekatan dan emosional anda pada saat berbincang dan berinteraksi dengan teman andalah yang akan mempengaruhi kehamilan lebih mudah terjadi. Hal inilah yang akan membuat anda cenderung mudah tertular hamil pada saat melihat teman kuliah anda tengah berbadan dua.

Mengapa Pertemanan Bisa Tularkan Kehamilan?

Tentu menjadi hal yang aneh rasanya ketika hubungan pertemanan saja dapat membuat anda tertular dengan kehamilan. Hal inilah yang akan mungkin membuat anda bertanya-tanya mengapa pertemanan akan dapat menularkan kehamilan?

Dalam sebuan penelitian lanjutan yang dilakukan menjelaskan bahwa teman ternyata memiliki pengaruh yang kuat dalam urusan memiliki momongan dalam perut, meskipun sifatnya hanyalah dalam jangka pendek.

Kehamilan yang dialami oleh teman kita akan pula menjadi sumber informasi yang  nyata untuk anda dapat belajar. Sehingga demikian, lebih mudah untuk anda bisa mengalami kehamilan ketika anda mendapatkan sumber yang terpercaya.

Terutama pelajaran mengenai bagaimana orang seusia anda dapat menghadapi transisi menjadi orangtua. Lagipula, pada saat lebih sering berjumpa dengan teman maka secara otomatis anda ingin menyamakan diri anda dan membandingkan diri dengan teman-teman sebaya anda.

Misalnya seperti ini, ketika anda melihat teman dengan usia sebaya anda sudah memiliki anak maka akan timbul pemikiran "wah,,,diumur yang segitu dia sudah memiliki anak...tapi saya belum". Nah, dari sinilah secara tidak langsung timbul motivasi untuk anda bisa lebih cepat hamil. Karena secara tidak sadar anda dan pasangan yang belum dikaruniai anak akan mengupayakan kehamilan dapat terwujud dalam waktu yang cepat.

Jadi itulah kiranya yang memungkinkan hubungan pertemanan bisa ‘menularkan’ kehamilan. Ketika kehamilan ini sudah menjadi momen yang anda nanti-nanti bersama dengan pasangan maka tidak ada salahnya merencanakan kehamilan dengan baik mulai saat ini.

Selain itu, menghadapi momen kehamilan bersama dengan teman-teman tentunya akan menjadi hal yang menyenangkan. Dimana anda akan dapat berbagi segala suka duka mengenai kehamilan bersama-sama sehingga kehamilan terasa lebih menggembirakan.