data-ad-format="auto"

Pengetahuan Kehamilan

Kategori artikel yang berisi seputar informasi seluk beluk yang berhubungan dengan kehamilan. Bermanfaat untuk menambah wawasan seputar kehamilan

15 Bahaya Tidur Pagi Bagi Ibu Hamil Wajib Untuk Anda Ketahui

Tidur tentunya menjadi salah satu kebutuhan biologis bagi setiap orang. Terlebih bagi ibu hamil yang membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. Namun, tidur terlalu lama justru akan berbahaya bagi setiap orang begitupula dengan ibu hamil. Hal ini memang sudah sepatutnya diwaspadai agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Seperti salah satu kebiasaan yang harus Anda hindari ketika hamil yaitu tidur pada saat pagi hari. Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika kita sedang hamil sering merasakan rasa letih dan juga lemas serta pusing yang cukup hebat. Untuk itu banyak ibu hamil yang lebih memilih untuk tidur dibandingkan dengan melakukan aktivitas yang lain. Kondisi ini dikenal dengan sebutan morning sickness dimana ibu hamil merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan mudah. Namun ternyata, tidur pada saat pagi hari justru akan berdampak buruk pada kesehatan ibu dan juga bayi.

Terlepas dari hal tersebut tentunya hampir setiap ibu hamil merasakan malas dan juga moody ketika pagi hari. Ketika bangun, maka keinginan besar bagi ibu hamil yakni tidur kembali. Sayangnya, hampir setiap ibu hamil mengikuti keinginan untuk tidur kembali dibandingkan dengan melawannya. Mungkin dengan mengetahui bahaya tidur pagi bagi ibu hamil setidaknya dapat menjadi poin bagi ibu hamil untuk sebisa mungkin menghindari kebiasan buruk tersebut.

Bahaya Tidur Pagi Bagi Ibu Hamil

Hamil pada trimester pertama memang sangat rentan mengalami yang namanya mengantuk dan juga malas. Kebiasaan tidur di bawah jam 12 siang ternyata memiliki efek negatif bagi ibu hamil dan juga bayi di dalam kandungan. Namun sayangnya, sebagian besar ibu hamil menganggap bahwa bahaya tidur pada pagi hari hanyalah mitos belaka. Sedangkan medis mengungkapkan bahwa tidur pada waktu pagi hari memang sangat berbahaya dan menimbulkan masalah kesehatan yang tidak sepele.

Lantas, apa bahaya tidur pagi bagi ibu hamil yang sepatutnya harus dihindari? Berikut ini kami sajikan bahaya tidur pagi hari bagi ibu hamil, diantaranya:

Lesu

Tidak dapat dipungkiri bahwa lesu dan juga lemah menjadi kondisi yang banyak dirasakan oleh setiap ibu hamil. Ketika ibu hamil lebih memilih tidur kembali pada waktu pagi hari justru akan menimbulkan rasa letih dan lesu yang berkepanjangan hingga seharian. Ketika ibu hamil merasakan lesu dan tidur kembali, maka ketika bangun bukannya rasa segar dan bugar yang ia dapatkan justru semakin letih dan juga lesu. Untuk itu, sebisa mungkin setelah bangun ibu hamil melakukan aktivitas ringan seperti berjalan-jalan keliling kompleks atau berjemur. Aktivitas ini untuk menghindari keinginan Anda untuk tidur kembali pada saat pagi hari.

Sulit berkonsentrasi

Ibu hamil memang memiliki tingkat konsentrasi yang terganggu. Namun, kondisi ini akan lebih parah ketika kita mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Sudah bukan rahasia umum jika ibu hamil yang terlalu banyak tidur akan kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini dikarenakan terlalu banyak tidur mengakibatkan alirah darah ke otak menjadi tidak lancar karena tubuh tidak banyak bergerak. Solusi yang bisa Anda lakukan yakni dengan melakukan olahraga ringan bagi ibu hamil. Dengan tubuh yang bergerak, maka aliran darah ke otak akan kembali lancar.

Sakit kepala

Ketika terlalu banyak tidur tentunya akan mengakibatkan rasa sakit pada kepala yang hebat. Jika awalnya kita berniat untuk tidur kembali karena letih dan juga lesu, namun aktivitas tersebut justru membuat ibu hamil merasakan sakit kepala yang hebat. Ibu hamil yang tidur pada saat pagi hari ternyata memiliki penumpukan cairan serebrospinal. Ketika tidur, cairan ini akan bergerak ke otak dan akan menumpuk sehingga membuat ibu hamil merasakan sakit kepala yang berkepanjangan.

Cairan ketuban yang banyak

Ketika hamil tentu memiliki cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi dari luar.  Namun, jika ibu hamil sering melakukan kebiasaan tidur pada pagi hari, justru akan membuat volume cairan air ketuban menjadi sangat banyak. Jika volume cairan terlalu banyak, maka hal tersebut justru sangat berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Jika cairan ketuban di dalam kantung kehamilan berfungsi untuk membuat bayi bergerak. Akan tetapi tidak jika volume air  ketuban terlalu banyak. Kondisi ini akan membuat bayi bergerak secara terus menerus sehingga janin tidak akan cepat masuk ke panggul. Inilah yang menyebabkan posisi bayi sungsang atau tidak tepat ketika menjelang masa persalinan.

Insomnia akut

Pernahkah ketika Anda hamil mengalami insomnia yang berat? Jika iya, tidak menutup kemungkinan bahwa insomnia yang Anda alami dikarenakan Anda mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Faktanya memang bahwa ibu hamil yang tidak memiliki kualitas tidur yang baik dan terganggu akan mengalami insomnia akut. Padahal, tidur di malam hari memang sangat penting bagi ibu hamil karena untuk membantu perkembangan janin di dalam kandungan.

Meskipun banyak ibu hamil yang justru mengikuti keinginan untuk tidur kembali pada saat pagi hari. Namun, kondisi in justru membuatnya susah tidur pada saat malam hari.  Akibat yang Anda rasakan yakni selalu merasa mengantuk dan juga lelah yang berkepanjangan setiap harinya. Untuk itu, mualilah untuk melawan keinginan Anda untuk tidur kembali pada saat pagi hari.

Sistem metabolisme tubuh terganggu

Tidak heran jika ibu hamil yang tidur pada pagi hari akan mengalami yang sistem metabolisme tubuh yang terganggu. Inilah salah satu bahaya tidur pagi bagi ibu hamil dimana sistem metabolisme tubuh yang seharusnya lancar justru harus terganggu. Ketika ibu hamil tidur pada waktu pagi hari akan menyebabkan rasa lapar dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga ibu hamil akan banyak makan, namun dalam frekuensi waktu yang sekali atau dua jali dalam sehari. Kondisi ini tentunya akan membuat kebutuhan gizi dan juga nutrisi ibu hamil menjadi tidak cukup. Jika sudah terjadi, maka akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan juga bisa terganggu.

Kurang bergerak

Pada ibu hamil yang terbiasa tidur pada saat pagi hari tentunya menjadikannya seseorang yang tidak banyak beraktivitas. Ibu hamil yang tidur pada waktu pagi hari tentunya sangat sulit untuk melakukan aktivitas produktifnya. Meskipun ibu hamil tidak boleh terlalu kecapean, namun bukan berarti ia tidak boleh melakukan aktivitas sehari-harinya. Ibu hamil juga dianjurkan untuk melakukan aktivitas seperti jalan-jalan di pagi ataupun bersih-bersih di dalam rumah. Rasa malas tentunya dapat membahayakan ibu hamil, misalnya saja bayi menjadi tidak bergerak aktif sampai menjelang persalinan.

Meningkatkan sel darah putih

Inilah bahaya selanjutnya yang akan terjadi jika ibu hamil terus melakukan kebiasaan untuk tidur pada saat pagi hari. Tidur di pagi hari dapat menyebabkan produksi sel darah putih menjadi meningkat. Sistem metabolisme tubuh yang terganggu tentunya akan menyebabkan sel darah putih pada tubuh juga akan menjadi lebih banyak. Efek sampingnya akan menyebabkan janin di dalam kandungan rentan mengalami kanker darah (leukimia).

Kondisi ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang memiliki pola tidur pada jam 6-12 siang. Ini menjadi waktu yang sangat rentan dan waktu tidur yang harus benar-benar dihindari. Jika Anda ingin beristirahat pada waktu siang hari, maka alangkah baiknya jika Anda menunggu waktu setelah jam 12 siang untuk tidur. Waktu ini memang dipelukan mengingat ibu hamil juga membutuhkan waktu untuk beristirahat pada siang hari. Jika Anda menginginkan kandungan Anda tetap sehat, maka akan lebih baik jika Anda mengurangi intensitas tidur Anda pada waktu siang terutama pagi hari.

Anemia

Meskipun ibu hamil memang selalu berhubungan dengan anemia. Tentu, bukan suatu alasan bagi Anda untuk mencegah penyakit ini agar tidak terjadi. Bahaya tidur pada waktu pagi hari yang selanjutnya yakni akan mudah terserang anemia. Hal ini dikarenakan asupan oksigen dan juga aliran darah di dalam tubuh menjadi terganggu dan membuatnya menjadi tidak lancar. Ditambah dengan tidak melakukan aktivitas yang akan membuat produksi sel darah merah menjadi sangat terganggu. Dengan begitu, jumlah sel darah merah di dalam tubuh menjadi sangat sedikit.

Pencernaan terganggu

Banyak tidur pada waktu pagi hari juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan pencernaan. Jika pencernaan ibu tergangg, maka akan menyebabkan sembelit (susah buang air besar). Jika pencernaan ini terganggu, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang lainnya seperti maag, sembelit dan juga gangguan pada lambung.

Diabetes

Bahaya tidur pada waktu pagi yang selanjutnya yakni dipercaya dapat memicu timbulnya penyakit diabetes di dalam tubuh ibu hamil. Seperti yang kita tahu bahwa makan terlalu banyak dengan kandungan kalori yang tidak sedikit ditambah dengan tidak banyak bergerak akan memicu penyakit diabetes. Terlebih bagi ibu hamil yang malas bergerak tentu penumpukan kalori di dalam tubuh semakin meningkat.
Jika kondisi ini terus terjadi, maka penumpukan lemakd an juga kalori di dalam tubuh dapat membuat penyerapan gula di dalam darah menjadi berkurang. Hal inilah yang menimbulkan bahwa penumpukan gula darah yang berlebih di dalam darah akan membuat ibu hamil terserang penyakit diabetes. Jika ini terjadi, bukan hanya ibu saja yang terkena dampaknya, namun akan berdampak pula pada komplikasi kehamilan. Ditambah ibu hamil akan sulit mengeringkan bekas jahitan pasca persalinan.

Jantung

Selain penyakit diabetes, ternyata tidur di pagi hari dapat membuat jantung tidak bekerja dengan maksimal. Seperti yang dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang tidur lama sekitar jam 9 pagi hari, maka akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung sekitar 38%. Untuk itu, sangat penting bagi Anda untuk menghindari kebiasaan agar tidak tidur di pagi hari.

Fungsi otak tidak seimbang

Jika ibu hamil tidur pada waktu pagi hari, maka akan menyebabka fungsi otak ibu hamil menjadi sangat terganggu. Hal ini dikarenakan aliran oksigen dan darah ke otak juga terganggu sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi fungsi otak.

Menghindari kebiasaan tidur pada saat pagi hari memang seyogianya harus dilakukan ibu hamil agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Demikianlah beberapa bahaya tidur pagi bagi ibu hamil. Semoga bermanfaat!

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil Yang Harus Diwaspadai

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya obesitas. Istilah yang digunakan untuk mengindikasikan kelebihan berat badan ini pastinya sering dihindari oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan obesitas memiliki risiko dan juga dampak yang cukup buruk bagi kesehatan manusia. Obesitas juga dikenal sebagai salah satu sumber dari penyakit yang cukup parah yang kerap menyerang manusia.

Obesitas juga tentunya harus kita waspadai sebaik mungkin, terlebih bagi wanita yang sedang hamil. Akan tetapi, jarang diketahui bahwa sebenarnya obesitas memang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Banyak yang berpikir bahwa kenaikan pada saat hamil menjadi hal yang wajar-wajar saja. Padahal, jika ibu hamil memiliki berat badan yang justru tidak terkontrol sama sekali, maka akan sangat rentan terkena komplikasi kehamilan.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya bagi Anda yang saat ini tengah hamil dan memiliki berat badan berlebih. Inilah saatnya Anda untuk mengontrol diri dan menjaga berat badan tetap ideal dan juga stabil. Hal ini tidak lain ialah untuk menghindari bahaya obesitas bagi ibu hamil. Lantas, bahaya apa yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami obesitas? Yuk  kita simak saja berikut ini!

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil

Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai obesitas yang memang perlu diwaspadai terlebih bagi Anda yang sedang hamil. Obesitas dapat dikatakan sebagai sebuah ancaman yang kerap menyerang siapa saja, terutama orang dengan gaya hidup yang tidak sehat. Obesitas tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan juga berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa risiko kematian bayi menjadi lebih meningkat terutama pada ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, obesitas juga dapat memberikan dampak yang cukup buruk bagi kesehatan lainnya. Peningkatan risiko kematian dan juga kelahiran bayi cacat serta kelainan pada bayi lebih berisiko pada ibu hamil yang mengalami obesitas 2 sampai 3 kali lipat.

Angka yang menunjukan berat badan pada skala internasional, angka BMI Body Mass Index/BMI) sekitar 30 sampai 34.99 masuk ke dalam kategori obesitas tingkat 1. Sedangkan pada ibu hami yang memiliki angka BMI sekitar 35 sampai 39.99 termasuk pada kategori untuk obesitas tingkat 2. Untuk angka selanjutnya yakni 40 ke atas termasuk pada kategori obesitas tingkat 3.

Beberapa risiko dan juga dampak buruk obesitas tentunya tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga bagi janin di dalam kandungan. Dalam mengatasi hal ini tentunya diperlukan cara yang tepat untuk dapat mengontrol berat badan pada ibu hamil. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa risiko dan juga bahaya yang akan dialami oleh ibu hamil yang kelebihan berat badan, diantaranya:

Bayi obesitas

Bahaya obesitas dari ibu hamil yang pertama yaitu melahirkan bayi yang obesitas pula. Penjelasan mengenai kelahiran bayi obesitas tentunya sudah pernah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Secara nalar, ibu hamil yang obesitas tentunya memiliki kemungkinan besar untuk melahirkan bayi yang obesitas pula. Tentu saja secara tidak langsung obesitas yang dialami oleh ibu akan sangat berdampak buruk dan juga berpengaruh pada bayi di dalam kandungan.

Diabetes

Risiko kesehatan lain yang menjadi indikasi dari bahaya obesitas bagi ibu hamil ialah diabetes. Ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan kemungkinan akan terkena diabetes. Jika ibu hamil gemar mengonsumsi makanan yang manis-manis, tidak dapat menutup kemungkinan baginya untuk mengalami diabetes. Tumpukan lemak dan juga penyerapan kadar gula di dalam darah menjadi menurun tentunya menjadi awal dari seseorang yang terkena diabetes.

Jika penumpukan lemak dan juga kadar gula di dalam tubuh menumpuk, kondisi ini tentunya akan menyebabkan diabetes pada ibu hamil. Jika diabetes terjadi tidak dapat menutup kemungkinan pula ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. Tentunya, bidan ataupun petugas kesehatan lainnya akan menyarankan Anda untuk melakukan diet yang sehat yaitu pengurangan karbohidrat dan juga gula.

Keguguran

Selain melahirkan bayi obesitas, ibu hamil yang mengalami obesitas juga akan sangat rentan mengalami keguguran. Keguguran yang terjadi pada ibu hamil yang obesitas biasanya terjadi pada usia kandungan kurang lebih 20 minggu. Itulah mengapa ibu hamil tidak boleh memiliki berat badan yang berlebih.

Diabetes pada bayi

Selain ibu yang mengalami diabetes, bayi juga dapat memiliki risiko yang cukup sama. Jika ibu mengalami diabetes, akibatnya bayi yang ada di dalam kandungan pun akan mengalami diabetes pula. Kondisi ini tentunya dapat disebut sebagai faktor genetik yang berasal dari ibunya. Pada dasarnya, risiko diabetes akan langsung turun kepada janin di dalam kandungan pada ibu hamil yang mengalami diabetes pula.

Operasi Caesar

Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat berisiko dalam melahirkan bayi. Tidak jarang ibu hamil yang mengalami obesitas akan dilakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi. Hal ini terjadi dikarenakan ibu hamil yang mengalami obesitas akan mengalami penyempitan jalan lahir. Tindakan operasi caesar tentunya dianggap sebagai jalan yang paling tepat untuk mengangkat bayi pada rahim ibu. Pembedahan ini tentunya akan segera dilakukan oleh pertugas kesehatan.

Sesak napas

Pada ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat mudah terserang sesak napas. Tidak heran jika ibu hamil yang obesitas akan mudah sekali merasa lelah dengan napas yang ngos-ngosan bahkan setelah melakukan aktivitas yang tidak menguras tenaga. Napas pada ibu hamil yang mengalami diabetes cenderung lebih pendek dibandingkan dengan ibu hamil dengan berat badan yang normal. Mudah lelah dan juga napas yang cukup pendek ini dikarenakan oleh jaringan lemak yang ada di dalam tubuh menghalangi saluran pernapasan di dalam tubuh.

Preeklampsia

Bahaya obesitas ini tentunya sangat disepelekan karena akan mengancam nyawa pada ibu dan juga janin. Preeklampsia dapat disebabkan oleh hipertensi dan juga kelebihan berat badan. Itulah mengapa ibu hamil yang mengalami obesitas akan sangat mudah terkena preeklampsia. Jika ibu hamil mengalami pembengkakan, itulah tanda dari ibu hamil yang terkena preeklampsia. Dianggap hal yang biasa jika ibu hamil mengalami pembengkakan pada area kaki. Akan tetapi, jika pembengkakan terjadi pada area kaki, tangan dan juga wajah. Tentunya, haruslah diwaspadai sebaik mungkin.

Jantung

Gangguan kesehatan yang satu ini memang terbilang selalu ada dan dialami oleh orang yang memiliki gangguan kesehatan lainnya. pada ibu hamil yang obesitas, tentunya akan sangat mudah terkena jantung lemah dan juga gangguan penyakit jantung lainnya. Ibu hamil yang mengalami penyakit jantung tentunya akan berisiko tinggi dalam mengalami persalinan. Lemak yang terus menumpuk tentunya dapat menyebabkan ibu hamil terkena penyakit bawaan lain dan juga penyakit jantung lainnya.

Cacat otak

Kondisi kesehatan yang lebih berbahaya ialah bayi yang mengalami kecacatan pada otak. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami diabetes akan mengalami cacat pada otak. Selain itu, kerusakan pada tabung saraf pada tabung otak sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami obesitas.

Cacat tulang belakang

Selain cacat otak yang dialami oleh bayi, cacat tulang belakang juga dapat berisiko tinggi pada ibu yang mengalami obesitas.

Infeksi

Infeksi pada ibu tentunya akan dialami oleh ibu hamil yang mengalami obesitas pada saat hamil dan juga melahirkan. Infeksi ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah di dalam lemak. Infeksi ini tentunya dapat disebabkan oleh kuman dan juga bakteri yang masuk ke dalam tubuh saat persalinan. bakteri dan juga kuman akan tumbuh dan berkembang di dalam penumpukan lemak. Cepat atau lambat tentunya infeksi pada ibu juga tidak dapat diindahkan.

Kurang kecerdasan pada bayi

Hubungan antara ibu hamil yang obesitas dan juga kecerdasan pada bayi yang cukup rendah sangatkah berkaitan. Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan membuat plasenta yang menyempit. Seperti yang kita tahu bahwa plasenta merupakan sebuah tempat dimana menjadi perantara dalam menyuplai oksigen ke dalam tubuh bayi. Penyempitan plasenta juga tentunya disebabkan oleh kandungan lemak yang ada pada ibu hamil. Untuk itu, pertumbuhan anak akan terganggu dikarenakan oksigen yang masuk ke dalam otak menjadi terhambat.

Gangguan paru-paru

Selain menyebabkan kurangnya kecerdasan pada bayi, kurangnya suplai oksigen pada tubuh bayi juga akan menimbulkan gangguan paru-paru. Tentu saja, gangguan paru-paru ini dapat menyebabkan bayi yang mengalami sesak napas dan juga kesulitan untuk bernapas. Tentu saja, bayi yang dilahirkan akan membutuhkan selang oksigen untuk membantu pernapasan pada anak. Kondisi ini tentunya bukan tanpa sebab yakni dikarenakan terganggunya fungsi paru-paru ketika bayi di dalam kandungan.

Kurangnya konsentrasi pada bayi

Bayi yang mengalami kekurangan suplai oksigen tentunya akan sangat berisiko mengalami kurangnya konsentrasi. Kondisi ini akan terus mempengaruhi bayi seiring dengan usianya. Jika bayi dihadapkan pada mainan di depannya, ia akan sangat lama dan juga tidak fokus untuk menatap benda. Jika sudah beranjak dewasa, kesulitan untuk berkonsentrasi dalam belajar juga dapat dialaminya.

Tips Cara Mengatasi Obesitas Pada Bayi

Bagi ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya sangat disarankan untuk melakukan tips dan juga cara untuk menghindari kelebihan berat badan. Beberapa cara tentunya dapat dilakukan dengan mudah seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

Makan dengan tenang

Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, aturkan makan Anda agar tidak terlalu terburu-buru. Ibu hamil sebaiknya menyantap makanan dengan santai dan juga tenang agar makanan berbentuk halus dan mudah untuk dicerna. Jika ibu hamil makan dengan terburu-buru, maka akan menyebabkan peningkatan gula darah yang emakin menumpuk.

Kurangi gula

Sumber makanan pertama yang tentunya harus Anda hindari ialah gula. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil akan gemar dalam mengonsumsi makanan yang manis-manis dibandingkan dengan makanan yang asin dan juga tawar. Kandungan gula berlebih yang ada pada tubuh ibu hamil akan meningkat dengan sangat drastis. Selain itu, kandungan gula yang berlebih akan menyebabkan obesitas dan juga diabetes.

Jangan makan tiga jam sebelum tidur

Bagi setiap orang tentunya jangan makan kurang dari tiga jam sebelum tidur, terlebih bagi ibu hamil. Ketika kita mengonsumsi makanan tiga jam sebelum tidur tentunya makanan tidak akan terserap dan akan tersimpan di dalam lemak. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh ibu hamil semakin melar dan juga gemuk.

Lakukan aktivitas seperti biasanya

Hamil bukanlah menjadi halangan untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Ibu hamil tentunya harus pula menggerakkan badan dan melakukan aktivitas sehari-hari. Hamil bukanlah menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Ibu hamil tentunya dapat tetap melakukan perkerjaan rumah seperti biasanya yaitu menyapu, mengepel dan juga mencuci piring. Pada dasarnya, ibu hamil yang melakukan aktivitas fisik akan terhindari dari kelebihan berat badan.

Hindari Cemilan

Ketika sedang hamil, ibu hamil tentunya harus menghindari kebiasaan makan cemilan. Hal ini tentunya menyebabkan ibu hamil mengalami penumpukan gula dan juga kalori di dalam tubuh. Terlebih jika kalori yang terkandung pada cemilan tersebut banyak mengandung gula. Selain itu, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada cemilan sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Kandungan cemilan juga mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tentunya akan menyebabkan hipertensi dalam jumlah yang berlebih. Selain itu, ibu hamil akan mengalami komplikasi dan juga keluhan kehamilan yang lainnya.

Perbanyak konsumsi air putih

Meminum banyak air putih memang sangat diperlukan agar ibu hamil terhindari dari dehidrasi. Dampak yang paling parah dari dehidrasi tentunya dapat menyebabkan aliran darah dan juga oksigen menjadi terganggu. Penumpukan lemak dan juga oksigen tentunya dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada ibu hamil.

Olahraga

Selain melakukan aktivitas yang seperti biasanya, olahraga juga dapat menjadi cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi diabetes. Ibu hamil yang selalu berolahraga tentunya akan membuat tubuh menjadi lebih ringan. Olahraga ibu hamil yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan, senam hamil, dan juga berenang.

Mengonsumsi makanan kaya serat

Bagi ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih tentunya sangat disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan juga buah. Makanan dengan serat yang cukup tentunya dapat mudah diserap oleh bayi. Selain itu, ibu hamil yang mengonsumsi serat yang cukup banyak dapat terhindar dari sembelit dan juga susah buang air besar. Dengan cukup mengonsumsi buah dan juga serat tentunya dapat melancarkan sistem pencernaan pada ibu hamil.

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Obesitas tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk gaya hidup dan juga konsumsi makanan yang tidak sehat. Ibu hamil tentunya harus mengetahui dengan benar mengenai makanan apa yang boleh dan juga tidak boleh dikonsumsi. Beberapa makanan tersebut diantaranya:

Makanan dengan gula tinggi

Jenis makanan yang mengandung gula yang cukup tinggi tentunya menjadi sumber makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Tanpa kita sadari tentunya makanan dengan gula yang tinggi tentunya dapat menyebabkan obesitas.

Makanan Tinggi Lemak

Selain makanan yang tinggi gula, ibu hamil juga tentunya harus menghindari konsumsi makanan yang tinggi akan lemak. Hal ini dikarenakan makanan yang tinggi akan lemak dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih serta penumpukan lemak pada tubuh ibu hamil.

Makanan tinggi sodium

Makanan yang tinggi sodium tentunya menjadi faktor penyebab darah tinggi pada ibu hamil. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk menghindari konsumsi makanan bersodium agar dapat menghindari terkena hipertensi dan juga obesitas.

Menjaga gaya hidup tetap seimbang tentunya menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika kita salah dalam menjalankan gaya hidup, maka akan berdampak pula pada kesehatan tubuh kita. Itulah beberapa bahaya obesitas pada ibu hamil yang harus Anda hindari. Semoga bermanfaat!

Kehamilan Usia Dini | Faktor, Resiko & Cara Mengatasi

Saat ini marak sekali dengan fenomena kehamilan usia dini yang menambah angka kematian bayi dan ibu dibawah usia 18 tahun. Pasalnya, seorang remaja yang berusia muda sangat beresiko meninggal dunia ketika proses kehamilan dan persalinan dibanding wanita yang berusia 20 tahun keatas.

Perkawinan usia dini saat ini memang dipicu oleh berbagai hal dan merupakan sebuah bukti kurangnya kesadaran masyarakat dan pengetahuan akan hal ini. Tentunya, perkawinan dini menyebabkan angka kehamilan usia dini meningkat. Terdapat beberapa faktor penyebab kehamilan usia dini diantaranya minimnya pengetahuan biologis tentang resiko hamil usia dini baik anak ataupun orang tua, akibat seks bebas, dan lain sebagainya. Kehamilan usia dini akan berdampak pada perubahan tubuh seorang wanita seperti panggul dan rahim yang tentu secara medis belum siap untuk dibuahi.

 

Faktor-Faktor Penyebab Kehamilan Usia Dini

Tentunya, ada beberapa hal yang mendukung suatu masalah tersebut terjadi baik faktor eksternal maupun faktor eksternal. Begitupula dengan faktor penyebab kehamilan usia dini. Faktor-faktor tersebut sangat memungkinkan sebagai penyebab kehamilan usia dini. Beberapa faktor berikut ini dapat dikatakan sebagai faktor yang berkontribusi terjadinya kehamilan usia dini:

  1. Kurangnya pendidikan moral dan agama
  2. Tradisi atau kebiasaan suatu daerah yang sangat mendukung terjadinya pernikahan dini
  3. Kurangnya perhatian orangtua
  4. Kurangnya informasi mengenai kesehatan organ reproduksi dan kesehatan
  5. Tidak ingin menggunakan alat kontrasepsi
  6. Pendidikan formal dan informal yang rendah
  7. Pergaulan bebas dan seks bebas
  8. Pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang
  9. Kemiskinan
  10. Kekerasan dalam rumah tangga

Terdapat juga beberapa faktor menurut WHO yang menyebabkan terjadinya kehamila  usia dini, sebagai berikut:

  1. Faktor kemiskinan

Faktor kemiskinan di negara berkembang sangat memungkinkan untuk mendukung kehamilan usia dini. Pada keluarga miskin tentunya memiliki kesempatan untuk menikah pada usia  muda karena kurangnya pendapatan dan biaya hidup sehari-hari. Kondisi ini mengharuskan seorang anak remaja untuk menikah dalam usianya yang masih muda agar beban orangtua  menjadi lebih ringan.

  1. Pergaulan dan seks bebas

Selain faktor kemiskinan, faktor ini sangat memicu terjadinya kehamilan usia dini diluar pernikahan. Kebiasaan bergaul yang tidak ada batasan sama sekali sangat memungkinkan remaja melakukan hubungan seks bebas. Terlebih jika dibawah pengaruh alkohol dan obat-obatan terlarang. Usia remaja memang sangat rentan akan pengaruh buruk dari luar apalagi kurangnya pendidikan moral dan prinsip agama yang kuat.

  1. Faktor Sosial Budaya

Pada umumnya, usia normal untuk menikah yang adalah 18 tahun. Pada usia ini rahim dan tubuh seorang wanita sudah siap untuk melakukan reproduksi. Faktanya di Indonesia, usia yang dilegalkan untuk menikah sesuai dengan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan pasal 7 adalah 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk laki-laki. Jika melihat pada rentang usia tersebut, tentunya usia 16 tahun dapat dikatakan terlalu dini untuk menikah.

  1. Pendidikan

Baik pendidikan formal maupun pendidikan informal sangat berpengaruh pada penyebab kehamilan usia dini. Kurangnya pendidikan moral dan agama dari orangtua menjadi faktor terjadinya pernikahan usia dini. Faktor ini juga dikarenakan dari kurangnya pendidikan disekolah mengenai informasi tentang masalah reproduksi dan akibat pergaulan bebas.

  1. Pelecehan Seksual

Faktor ini terbilang kasar, namun ini menjadi salah satu penyebab dari kehamilan usia dini. Pelecehan seksual seperti pemerkosaan selain membuat trauma bagi korban, namun juga meninggalkan bekas bagi korban yaitu kehamilan. Bagi korban pelecehan seksual hal ini mungkin terbilang menjadi hal yang sangat menyedihkan untuk menerima kenyataan itu. Lihat juga: Waspadai Penyakit Pada Wanita yang Hambat Kehamilan

Resiko kehamilan Usia Dini

Tentunya, kehamilan usia dini mempunyai resiko yang sangat berat bagi si ibu. Karena, emosional ibu hamil usia dini belum stabil dan mudah tegang. kecacatan kelahiran bisa saja terjadi saat dalam kandungan, karena timbulnya rasa penolakan saat si ibu mengandung janinnya.

Resiko yang timbul baik faktor sosial  ataupun kesehatan sangat berdampak pada resiko kehamilan usia dini. Berikut beberapa resiko dan dampak kehamilan usia dini menurut faktor kesehatan:

  1. Kematiaan ibu dan bayi

Resiko pertama yang terbilang sangat tinggi adalah kematian ibu hamil usia dini. Resiko ini umumnya disebabkan oleh banyaknya infeksi dan pendarahan saat proses melahirkan. Selain itu, kehamilan usia dini sangat rentan tenjadinya keguguran.

  1. Mudah Terinfeksi

kehamilan usia dini tentunya sangat mudah terinfeksi berbagai virus yang disebabkan oleh keadaan gizi yang buruk, stress yang berlebihan dan tingkat ekonomi yang rendah. Virus penyakit dapat mudah menginfeksi ibu hamil usia dini karena keadaan imun tubuh yang belum kuat saat hamil. Sehingga ibu hamil usia dini sering mengalami sakit-sakitan.

  1. Keracuna Kehamilan (Gestosis)

Keaadaan alat reproduksi yang belum siap serta rahim yang belum siap untuk dibuahi menjadi faktor terjadinya keracunan kehamilan (gestosis). Keracunan pada ibu hamil usia muda berbentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Kedua jenis racun tersebut harus benar-benar diperhatikan dengan serius karena akan menyebabkan resiko kematian pada ibu hamil usia dini.

  1. Anemia Kehamilan

Resiko pada ibu hamil usia dini berikut ini dapat dibilang faktor internal. Anemia pada ibu hamil usia dini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan yang cukup masalah nutrisi dan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Tentunya, saat hamil, tubuh seorang wanita memerlukan gizi yang cukup karena sisa makanan yang dimakan oleh ibu hamil akan diteruskan kepada janinnya untuk mendukung pertumbuhan. Jika kekurangan zat besi, maka cepat atau lambat tubuh akan sering lemas dan faktor ini menjadi pemicu ibu hamil kehilangan sel darah merah. Tentunya, keaadaan tersebut akan berakibat fatal pada ibu dan janin.

  1. Persalinan prematur atau kelainan bawaan pada bayi

Resiko persalinan prematur atau penyakit kelainan bawaan menjadi hal-hal yang sangat tidak diinginkan bagi ibu hamil. Pasalnya, bayi lahir prematur akan memiliki kelainan bawaan baik pada perkembangan dan pertumbuhan bayi. Kelainan pada bayi yang dilahirkan prematur pada umumnya memiliki berat badan lahit rendah (BBLR), cacat bawaan dan telatnya pertumbuhan dan perkembangan. Ibu dengan usia dini biasanya minim pengetahuan akan gizi dan nutrisi  yang diperlukan oleh tubuh. Bahkan ada yang minum obat-obatan yang tidak sesuai dengan resep bidan atau dokter.

  1. Pendarahan yang hebat

Kehamilan usia dini rentang mengalami pendarahan yang dissebabkan oleh otot rahim yang terlalu lemam ketika proses evolusi. Pendarahan juga dapat disebabkan oleh bekuan darah yang tertinggal didalam rahim (selaput ketubah stosel). Proses pembekuan darah dan dipe ngaruhi oleh sobekan pada jalan lahir menjadi faktor terjadinya pendarahan pada ibu hamil usia dini.

  1. Proses persalinan yang lama dan sulit

kehamilan usia dini tentu berpengaruh pada lama dan sulitnya proses melahirkan. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelainan letak janin, kekuatan mengejan dan kelainan panggul yang belum siap mengalami proses persalinan. 

  1. Pengasingan dalam lingkungan masyarakat

Biasanya seorang ibu remaja yang hamil pada usia dini diluar nikah akan mengalami pengasingan dari masyarakat. Maka hal ini akan menimbulkan rasa trauma dan merasa dikucilkan dari keluarga dan masyarakat. Hal ini akan menjadi sulit untuk melakukan hubungan sosial dimasyarakat.

 

Pencegahan Kehamilan Usia Dini

Mencegah kehamilan dini agar tidak terjadi merupakan tugas setiap lapisan masyarakat. Baik faktor internal maupun faktor eksternal pada lapisan masyarakat.

Faktor internal bermula dari lingkungan keluarga yang menjadi awal pembentukan karakter seorang anak. Tentunya faktor internal sangat mempengaruhi pada pergaulan seorang anak. Kurangnya pendidikan moral dan agama dikeluarga ikut serta dalam proses pembentukan karakter pada anak. Prinsip agama yang diterapkan oleh orang tua kepada anaknya menjadi faktor penentu pergaulan anak diluar sana. Pendidikan moral dan prinsip agama yang kuat akan menghasilkan seorang anak yang jika menginjak remaja akan memiliki prinsip yang kuat. Baca juga: Depresi dan Ibu Hamil

Kedua, faktor eksternal yang sangat rentan membentuk prilaku pada anak. Keadaan lingkungan yang baik akan membentuk kepribadian seseorang yang baik pula, sebaliknya lingkungan yang tidak baik sangat berpengaruh juga pada pembentukan kepribadian yang tidak baik pula terkecuali jika seseoranng itu mempunyai prinsip moran dan agama yang sangat kuat.

Pergaulan bebas yang marak terjadi di masyarakat ini tentunya berandil besar pada penyebab kehamilan usia dini. Tentunya, ini menjadi tugas kita semua untuk memerangi dan menjegah terjadinya pernikahan usia dini bahkan kehamilan usia dini.

berbagai cara bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya kehamilan usia dini. Namun, tidak adanya kerja sama dalam masyarakat dan dukungan dari pemerintah menjadi hal yang menyulitkan untuk mencegah kehamilan usia dini. Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah kehamilan usia dini, diantaranya:

  1. Penanaman pendidikan moral

Pendidikan moral ini dapat ditanamkan baik dikeluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Pendidikan ini menyangkut pada pendidikan karakter dan agama yang berjalan beriringan dalam pembentukan karakter anak. Mengajarkan moral pada anak untuk tidak bergaul sebebas mungkin yang dapat memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Peran orangtua dalam memperhatikan pergaulan anak menjadi faktor utama untuk mencegah kehamilan usia dini.

  1. Mengubah tradisi masyarakat

Pada poin ini, kehamilan usia dini dapat disebabkan oleh tradisi masyarakat yang sudah berjamur turun temurun yaitu menikah muda. Pasalnya, tradisi ini membolehkan remaja untuk menikah pada usia masih muda sekalipun. Karena memandang bahwa wanita hanya akan mengurus rumah dan anak-anak tanpa peran yang lain sama sekali. Tradisi ini mengharuskan anak remaja yang mungkin terbilang masih harus menempuh pendidikan, harus menikah muda lebih dulu. Mengubah tradisi ini adalah sebuah keharusan bagi kita semua.

  1. Pengunaan Kontrasepsi

Jika Anda sudah menikah pada usia dini serta belum dikaruniai seorang anak. Maka penggunaan kontrasepsi sangatlah berguna. Menunda kehamilan sampai waktu yang sudah matang menjadi cara yang sangat baik untuk mencegah kehamilan usia dini.

Demikianlah hal-hal mengenai kehamilan usia dini mulai dari faktor penyebab, resiko dan pencegahan yang bisa dilakukan. Pernikahan usia dini harus kita cegah tentunya untuk mencegah kehamilan usia dini. Alangkah baiknya Anda menunda dulu pernikahan agar segala sesuatunya terorganisir dengan tepat baik mental maupun material. Semoga paparan yang kami jelaskan diatas memberikan jalan terbaik bagi kita semua untuk mencegah kehamilan usia dini. Semoga bermanfaaat!

Cara Menghindari Toksoplasma dari Kucing Saat Hamil

Kehamilan memang menjadi berita gembira untuk setiap wanita yang sudah menikah. Bagaimana pun kehadiran seorang buah hati ditengah bahtera rumah tangga yang dibina bersama dengan pasangan, akan senantiasa melengkapi kebahagian tersebut. Itulah mengapa banyak pasangan akan melakukan banyak cara untuk bisa mewujudkan impian kehamilan dengan segera.

Kehamilan yang akhirnya dapat anda gapai, sebaiknya dijaga dan dirawat dengan baik. Karena kelahiran bayi yang sehat pada dasarnya ditentukan dari seberapa berkualitas perawatan kehamilan yang dilakukan oleh seorang wanita.

Ibu hamil tentu memiliki banyak pertanyaan selama kehamilan. Kekhawatiran ini terjadi semata dilakukan demi menjaga kesehatan janin didalam perut agar senantiasa terjaga dengan baik. Salah satu pertanyaan yang paling banyak diajukan selama hamil adalah kegiatan bermain bersama dengan kucing.

Lalu bolehkah main kucing saat hamil? Jawabannya tentu boleh. Jika anda memelihara atau main kucing pada saat hamil, dan mitosnya akan berdampak buruk terhadap kehamilan. Maka mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini. Baca juga: Ibu Hamil Terserang Flu, Janin Berisiko Tinggi Terkena Skizofrenia?

 

Toksoplasma Pada Kucing

Selama kehamilan memang banyak larangan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan tumbuh kembang janin dalam rahim. Termasuk anda mungkin pernah mendengar larangan main bersama kucing karena kucing dapat membawa parasit berbahaya untuk bayi.

Pernyataan ini memang benar adanya. Hanya saja, ada hal yang perlu diluruskan dengan baik. Karena pada kenyataannya parasit toksoplasma pada kucil sumber utama penularannya berasal dari kotoran kucing.

Selain itu, resiko pertama yang bisa berdampak pada ibu hamil yang main kucing selama kehamilan adalah terkena toksoplasma. Pengaruh dari parasit ini adalah resiko kecacatan lahir pada bayi yang serius. Adapun jenis kecacatan yang mungkin terjadi pada bayi adalah kerusakan mata atau cacat otak pada janin.

Penularan Toksoplasma dari Kucing

Penularan parasit toksoplasma dari kucing sebetulnya akan dapat terjadi bila anda kurang sigap dalam memperhatikan kebersihan kucing. Atau mungkin ketika kandang kucing tidak dipelihara dengan higienis.

Adapun penularan parasit ini dapat terjadi lewat kontak tangan dengan kotoran. Yang selanjutnya secara tidak sengaja akan masuk kebagian mulut hingga masuk kedalam rongga tubuh dan menyebabkan infeksi.

Untuk itulah, bagi anda yang memiliki kucing di rumah dan terdapat orang hamil didalamnya. Maka kegiatan bermain bersama dengan kucing bukan dilarang untuk dilakukan. Hanya saja, perhatikan dengan baik kebersihan kucing dan segala hal yang ada disekitarnya, termasuk dengan kandang kucing itu sendiri.

Selain itu, sebetulnya penularan parasit toksoplasma akan terjadi selama satu sampai dengan lima hari. Jadi demikian, jika anda membersihkannya sebelum berlangsung selama 24 jam setelah kotoran kucing dikeluarkan. Maka hal ini akan dapat mencegah penularan toksoplasma kedalam tubuh ibu hamil yang akan dapat berujung bahaya.

Seberapa Besar Resiko Toksoplasma Akibat Bermain dengan Kucing Saat Hamil?

Tercatat hanya sekitar 15% wanita subur kebal terhadap paparan parasit toksoplasma. Data ini dirangkum oleh Center of Disease Control and Prevention (CDC). Jumlah perempuan yang terkena infeksi yang satu ini pun selama kehamilan ukurannya masih cenderung kecil. Selain itu, tidak semua infeksi tersebut berdampak terhadap kehamilan.

Pada faktanya, jika anda terinfeksi dengan toksoplasma pada trimester pertama kehamilan. Maka janin hanya akan beresiko terkena dampak ini sekitar 15%. Akan tetapi, bila anda terkena dengan infeksi ini pada trimester kedua maka resiko ini akan dua kali lipat lebih banyak. Begitu kelipatannya yang terjadi pada trimester ketiga yang mana pengaruhnya akan jauh lebih besar.

Bagaimana Cara Menghindari Toksoplasma dari Kucing Saat Hamil

Hanya karena kehamilan anda, bukan berarti orang hamil dilarang untuk bermain dengan kucing. Apalagi bila anda adalah seorang pecinta kucing yang tidak bisa jauh-jauh dari si kucing kesayangan anda. Namun guna mengurangi resiko terhadap infeksi parasit toksoplasma terhadap kehamilan anda. Maka beberapa informasi penting dibawah ini perlu anda perhatikan dengan baik.

Mintalah Orang Lain Membersihkan Kandang Kucing

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa penularan toksoplasma dari kucing terhadap wanita hamil dapat terjadi dari kotoran kucing, atau kucing yang tidak bersih. Nah, terkait dengan membersihkan kandang kucing dan kotoran kucing. Maka tidak sebaiknya anda melakukannya seorang diri.

Lebih baik mintalah bantuan orang lain untuk melakukan hal ini. Sebab paparan kotoran kucing yang mengenai kontak tangan dan bagian tubuh lainnya akan cenderung beresiko. Selain itu, pada saat dibersihkan sebaiknya menjauhlah dari bagian ini dan tunggu sampai kandang kucing dibersihkan dengan merata.

Pastikan Kucing Anda Tidak Makan Sembarang Makanan

Guna terhindari dari resiko paparan toksoplasma kedalam tubuh seorang wanita hamil. Maka pastikan jika kucing anda tidak makan sembarang makanan.

Pastikan ia hanya makan makanan yang dibeli di toko yang khusus. Atau pastikan kucing anda hanya makan makanan sisa orang rumah yang memang sudah dimasak dengan benar. Selain itu, hindari memberi makan daging merah untuk kucing anda.

Jaga Kucing Tetap Dirumah

Kucing yang sering berkeliaran keluar rumah akan lebih besar peluangnya mereka berinteraksi dengan hewan liar yang lainya. Bisa jadi jika hewan tersebut cenderung memiliki potensi menyebarkan parasit toksoplasma kedalam tubuhnya. Untuk itu, maka pastikan anda tidak membiarkan kucing anda berkeliaran keluar rumah.

Atau bila memang si kucing terlanjur keluar rumah, maka pastikan bila kucing dibersihkan terlebih dahulu sebelum anda melakukan kontak dengannya. Selain itu, minta pula orang lain untuk melakukan hal ini agar anda tidak terpapar dengan resiko penularan toksoplasma kedalam tubuh.

Jauhkan Kucing dari Makanan yang Anda Makan

Untuk terhindar dari resiko penularan parasit toksoplasma selama hamil maka pastikan kucing anda tidak makan atau menyentuh makanan yang anda makan. Makanan yang mereka sentuh akan mungkin terkontaminasi dengan bakteri, termasuk dengan toksoplasma. Untuk itu, hindarkan kucing anda masuk ke dapur atau di meja makan anda.

Sebaiknya, batasi ruang gerak kucing didalam rumah. Anda hanya bisa bermain dengan kucing anda di dekat kandangnya atau di ruangan tertentu seperti misalkan halaman rumah anda saja. Hal ini akan dapat meminimalisir wilayah penyebaran toksoplasma untuk menjaga-jaga kondisi ini terjadi.

Cuci Tangan Setelah Bermain dengan Kucing

Meskipun parasit toksoplasma jarang muncul dari bulu kucing. Akan tetapi, hal ini tidak selalu dapat kita pastikan dengan baik. Untuk itu, maka perhatikan masalah ini agar jangan sampai terjadi dan berubah menjadi buruk. Pastikan anda selalu mencuci dan membersihkan tangan anda setiap kali anda sudah bermain dan berinteraksi dengan kucing anda.

Gunakan sabun dan bersihkan tangan sampai kebagian yang tersembunyi. Bila perlu bersihkan tangan hingga kebagian lengan untuk memastikan penularan parasit tidak terjadi yang akan dapat membahayakan kesehatan janin dalam kandungan anda.

Para Ayah Sebaiknya Waspada, Tidur Terlalu Larut Bisa Rusak Kualitas Sperma

Pada takaran rata-rata seorang pria akan menghasilkan setidaknya sebanyak 525 miliar sel sperma seumur hidupnya. Dan umumnya mereka melepaskan setidaknya sebanyak satu miliar diantaranya setiap bulannya. Seorang pria dewasa yang sehat akan melepaskan sebanyak 40 juta dan 1,2 miliar sel sperma dalam satu kali ejakulasi.

Sayangnya, meski seorang pria dapat menghasilkan jutaan sperma dalam perharinya. Namun pada umumnya kualitas dari sperma akan sangat bergantung pada faktor eksternal. Salah satunya adalah gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang anda lakukan.

Nah, untuk anda para ayah yang seringkali tidur larut malam atau terjaga hingga dini hari karena beberapa urusan. Maka sebaiknya perhatikan masalah ini dengan seksama.

Tidur terlalu larut atau kebiasaan bergadang akan berdampak kurang baik untuk kesehatan. Hal ini pengaruhnya akan secara langsung merusak kualitas sperma anda. Baca juga: 10 Nutrisi Penting Untuk Kehamilan Sehat

 

Mengapa Kurang Tidur Dapat Merusak Kualitas Sperma Pria?

Sebagaimana dilansir dari dua penelitian yang berbeda, seorang pria yang mendapatkan waktu tidur yang kurang. Memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit. Bahkan 'kloter' sperma pun cenderung tidak terbentuk dengan sempurna. Hal ini tentu berbeda dengan mereka yang mendapatkan waktu tidur yang cukup sebanyak 7 sampai dengan 8 jam dalam 1 hari.

Selain itu, mereka yang sering bergadang pun dijumpai sperma yang pendek dibandingkan mereka para pria yang mendapatkan waktu tidur yang cukup dan teratur.

Lantas seperti apa sih sebenarnya pengaruh kurang tidur terhadap kualitas sperma pada seorang pria? Untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak informasinya dibawah ini.

Kurang Tidur Mempengaruhi Produksi Testosteron

Didalam tubuh seorang pria, hormon testosteron dibutuhkan untuk reproduksi. Tahukah anda bahwa sebagian besar pelepasan testosteron yang terjadi setiap harinya dilakukan pada saat anda tidur? Penelitian mencurigai bahwa gangguan tidur akan dapat mengubah ritme dari testosteron pada malam hari, tanpa mempengaruhi kadar testosteron secara keseluruhan.

Akan tetapi demikian, faktor gaya hidup lainnya yang banyak diperhitungkan dalam penelitian ini pun menjelaskan bahwa dibalik kurang tercukupinya waktu tidur dapat merusak kualitas sperma seorang pria.

Tentunya, hal ini pun akan dapat berdampak pada kesuburan. Bila anda pria dewasa yang sudah beristri dan belum memiliki keturunan maka hal ini akan mempengaruhi impian memiliki buah hati dalam rumah tangga yang terkendala.

Kurang Tidur Memicu Peningkatan Antibodi Anti-Sperma (ASA)

Antibodi-sperma adalah protein yang diproduksi oleh bagian sistem imun didalam tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan di Harbin Medical University menunjukan bahwa kurangnya waktu tidur akan dapat memicu peningkatan antibodi anti-sperma (ASA) yang mana kondisi ini akan dapat merusak kualitas sperma pria yang sehat.

Akan tetapi demikian, peningkatan ASA ini memang bukanlah penyebab mutlak ketidak suburan pada seorang pria. Namun demikian efeknya sangat jelas. Yakni dengan semakin besar respon imun tubuh melepaskan antibodi ini. Mak kecil kemungkinan hamil pada istri anda terjadi.

Adapun didalam tubuh, peningkatan ASA ini akan dapat bekerja dengan cara menghalangi pergerakan sperma, menghambat implantasi embrio dan mempersulit sperma untuk melakukan pembuahan pada pasangan. Untuk itulah, sperma dari pria yang memiliki ASA lebih besar akan cenderung lebih sulit menjangkau sel telur.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat disampaikan kali ini. Semoga dengan menyimak pembahasan diatas akan meningkatkan rasa waspada dan peduli anda terhadap kesehatan dengan mengurangi terjaga terlalu larut.

Bolehkah Memulai Program Hamil dalam Kondisi Depresi?

Kehamilan tentu menjadi hal yang didamba banyak pasangan yang sudah menikah. Kehadiran seorang anak didalam rumah tangga bukan hanya sebagai penerus garis keturunan kedua orangtuanya. Namun lebih kepada pelengkap dan anugerah yang besar yang Tuhan berikan untuk anda dan pasangan. Tak heran bila banyak orang akan rela melakukan banyak hal agar impian untuk menimang buah hati dapat segera terwujud dalam waktu yang dekat.

Memulai program hamil pada seorang wanita perlu dipersiapkan dengan baik. Mulai dari pemerhatian gizi, asupan makanan sampai dengan kesiapan mental dan fisik baik dari suami maupun sang istri.

Pasangan suami istri yang hendak merencanakan kehamilan perlu jauh-jauh dari yang namanya stress atau depresi. Hal ini dikarenakan pada umumnya dua hal ini akan erat kaitannya dengan faktor yang menentukan kesuburan.

Akan tetapi, karena beberapa alasan tertentu terkadang banyak pasangan yang ingin segera mewujudkan impian kehamilannya. Bahkan pada saat mental mereka tengah carut marut. Seperti munculnya depresi atau bahkan stres yang besar.

Lalu bolehkah memulai program hamil dalam kondisi depresi? Amankah dampak dan pengaruhnya untuk janin? Mari simak dibawah ini ulasannya. Baca juga: Tips Mengurangi Gatal Pada Perut Saat Hamil

 

Mitos Atau Faktakah Kehamilan dan Menjadi Calon Ibu Akan Meredakan Depresi?

Banyak orang percaya bahwa kehamilan dan impian menjadi calon ibu yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat akan dapat membangkitkan naluri dalam diri seseorang untuk dapat mengasuh dan membesarkan buah hatinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Dengan begitu maka hal ini akan dapat menjadi obat depresi yang ampuh untuk seorang perempuan yang tengah dilanda masalah tekanan mental yang cukup besar.

Akan tetapi, sayangnya hal serupa tidak berlaku untuk semua calon ibu.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Massachusetts General Hospital (MGH) Center for Women’s Health menunjukan sebuah data bahwa sebanyak 20 persen dari jumlah wanita yang dilakukan uji coba depresi dengan kehamilan, tetap menunjukan gejala-gejala depresi selama kehamilannya. Bahkan kondisi ini masih dialami pada saat si bayi dilahirkan.

Sejumlah penelitian pun berhasil membuktikan bahwa depresi yang tidak diobati akan sangat berbahaya. Terutama untuk kesehatan ibu dan bayi yang mereka kandung.

Selain itu, tingkat stress dan depresi yang dialami oleh setiap wanita tentunya berbeda-beda tergantung dari seperti apa kondisi dan hal yang memicunya. Jadi demikian, kita tidak dapat menyamaratakan bahwa kehamilan dan kehadiran bayi akan dapat mengobati masalah yang satu ini.

Dengan demikianlah, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti program hamil pada saat anda masih dalam kondisi depresi mental yang besar.

Adapun alangkah lebih baik jika pada kondisi ini anda mendahulukan kesehatan anda dengan mendapatkan cukup istirahat dan atasi masalah depresi dengan baik. Misalkan anda bisa berkonsultasi dengan dokter atau mungkin menenangkan pikiran sejenak dan pahami apa yang sebenarnya membuat anda mengalami perasaan mental yang berat seperti saat ini.

Bila perlu temuilah psikolog atau berkonsultasilah dengan dokter spesialis jiwa. Bagaimana pun kesehatan anda menjadi prioritas utama untuk bisa menjalani kehidupan anda dengan lebih baik.

Pengaruh Depresi Terhadap Kesuksesan Program Hamil

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum diketahui secara medis pasti bahwa depresi yang dirasakan oleh seorang wanita akan dapat berpengaruh terhadap sulitnya kehamilan. Akan tetapi, data dari seluruh dunia yang terangkum menyatakan bahwa depresi memang erat kaitannya dengan masalah kesuburan.

Ada sebuah teori yang mendukung kuat dan diyakini bahwa pengaruh depresi memang membuat seorang wanita menjadi tidak subur. Ketika kita mengalami depresi makan kadar hormon didalam tubuh menjadi tidak seimbang. Padahal demi mendapatkan program hamil yang sukses. Biasanya anda diminta untuk menjaga keseimbangan hormon didalam tubuh.

Bukan hanya itu, pengaruh depresi pun akan cukup buruk terhadap pola hidup anda. Misalkan, umumnya orang  yang mengalami depresi akan cenderung mengalami penurunan nafsu makan dan sulit tidur pada malam hari. Atau mungkin sebaliknya, seseorang bisa saja mengalami obesitas akibat pola makan yang tidak diperhatikan dengan baik.

Bahkan beberapa penderita depresi modern saat ini lebih sering menumpahkan perasaan depresinya pada konsumsi minuman beralkohol atau merokok. Hal seperti inilah yang akan dapat mempersulit peluang kehamilan anda.

Disamping itu, dampak dari depresi pun akan dapat membunuh hasrat berhubungan bersama dengan pasangan. Hal ini yang akan mungkin membuat hubungan intim bersama dengan pasangan tidak terjalin dengan baik. Akibatnya anda dan pasangan mungkin sering melewatkan jadwal berhubungan. Inipulalah yang mempengaruhi kehamilan yang lebih kecil peluangnya.

Pengaruh Depresi Pada Kesehatan Ibu dan Bayi

Apabila anda akhirnya berhasil mendapatkan kehamilan setelah mengikuti program hamil namun masih dalam kondisi depresi. Maka biasanya dokter akan meresepkan anda obat antidepresan. Hal ini dikarenakan depresi yang tidak segera diberikan penanganan yang baik akan mungkin tinggi resikonya terhadap kehamilan yang dijalani oleh seorang ibu.

Bahkan dalam beberapa kasus, depresi pada saat hamil akan dapat berpengaruh terhadap kecacatan janin, kelahiran prematur atau bahkan kematian janin dalam kandungan atau keguguran.

Penggunaan obat antidepresan akan tentu berdampak aman selama anda menggunakan obat ini dibawah pengawasan dokter. Lewat resep yang diberikan oleh dokter maka dosis dan takarannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan janin yang ada didalam kandungan ibu.

Akan tetapi sayangnya, meski demikian hal ini pun masih memiliki kemungkinan bahwa obat-obatan antidepresan yang dikonsumsi bisa mungkin memiliki efek samping untuk ibu dan bayi. Meskipun jarang dijumpai, efek samping penggunaan obat antidepresan selama kehamilan akan dapat menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan yang rendah.

Kapankah Waktu Terbaik Untuk Mengikuti Program Hamil?

Meski akan beresiko cukup besar, namun hal ini bukan berarti bahwa mereka yang mengalami depresi atau pernah mengalami depresi dilarang untuk ikut program hamil. Bagaimana pun kehamilan adalah angan-angan terbesar seorang istri dalam melengkapi kehidupan berumah tangganya.

Jadi demikian, anda akan bisa mewujudkan impian untuk menimang buah hati anda sendiri. Asalkan program hamil dilakukan pada waktu dan masa yang tepat maka besar kemungkinannya kehamilan yang dijalani akan sehat.

Dalam kasus ini, anda hanya perlu mengutamakan kesehatan anda terlebih dahulu. Daripada pusing memikirkan waktu kehamilan. Sebaiknya prioritaskan perawatan depresi anda sampai benar-benar tuntas.

Sebab setelah anda bisa mengobati depresi yang dialami. Maka sejak saat itulah anda sudah mulai dapat mempertimbangkan untuk mengikuti program hamil. Dengan begini maka kehamilan yang dijalani akan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya kekhawatiran yang besar dari dampak depresi yang dirasakan.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari bolehkah mulai program hamil saat depresi. Semoga informasi diatas akan membantu anda untuk bisa mendapatkan wawasan kehamilan dengan baik.

Persiapan Penting yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil yang Hendak Ikuti Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan tinggal menghitung hari namun persiapan dan sensasi bulan puasa sudah mulai dirasakan saat ini. Terlihat perubahan ini dengan banyaknya penjual kurma yang mulai menjajakan dagangannya. Penjual petasan yang mulai mengiasi warung-warung kecil. Juga supermarket dan mini market yang mulai mengeluarkan stok kue kaleng dan pelengkapan puasa yang mulai disusun dengan rapi.

Bulan puasa adalah bulan dimana seluruh umat muslim di dunia khususnya mereka yang sudah baligh dan mampu diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Dari mulai waktu fajar sampai dengan tenggelam matahari di waktu adzan magrib.

Mereka yang menjalani puasa tidak diperbolehkan makan dan minum selama satu harian penuh. Ibadah ini akan berlangsung selama satu bulan penuh dan diharapkan mereka yang menjalani ibadah puasa dapat memetik pelajaran penting dari menjalankan ibadah suci yang satu ini. Baca juga: 

Nah, untuk ibu hamil yang mampu untuk menjalankan puasa dan mau. Biasanya sebelum menjalankan ibadah yang satu ini kesehatan mereka akan dilihat terlebih dahulu. Sehingga ketika anda berkonsultasi ke dokter mengenai boleh atau tidaknya menjalankan puasa. Biasanya dokter akan bertanya kembali apakah kita kuat atau tidak menjalaninya. Baca juga: Teknik Relaksasi Menjelang Persalinan

Untuk anda yang saat ini hendak menjalankan ibadah puasa berbarengan dengan kehamilan anda. Maka mari kita simak persiapan penting yang perlu dilakukan oleh ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa.

Persiapan Penting yang Perlu Dilakukan Ibu Hamil yang Hendak Ikuti Puasa Ramadhan

Sebelum membahas lebih jauh mengenai persiapan puasa untuk ibu hamil. Penting sekali untuk anda dan kita semua memahami tentang kehamilan itu sendiri. Hal ini tentu dilakukan demi mengenali kondisi kehamilan sang ibu dan memahami bagaimana kondisinya dengan bai.

Kehamilan sendiri dibagi kedalam 3 bagian, yakni trimester pertama, trimester kedua dan juga trimester ketiga. Hitungan trimester ini dibagi kedalam 3 bulan pertama, kedua dan ketiga.

Setiap kondisi masing-masing trimester yang dijalani oleh ibu hamil tentu memiliki pengaruh dan kondisi berbeda. Dimana hal ini penting sekali menentukan seperti apakah persiapan yang wajib dilakukan oleh ibu hamil yang akan menjalankan ibadah puasa. Demi terjamin dan terjaganya kesehatan bayi dan ibu hamil dengan baik. Maka persiapan ini penting diketahui dengan baik.

Nah, untuk memahami lebih jauh tentang persiapan puasa yang akan dijalani oleh ibu hamil. Maka dibawah ini kita simak beberapa informasi mengenai penjelasan tahapan kehamilan sesuai dengan trimester.

Tahapan Kehamilan Seusai dengan Trimester

Sebagaimana telah dijelaskan diatas bahwa tahapan kehamilan pada ibu hamil akan dapat menentukan kondisi kesehatan ibu hamil dan bagaimana pengaruh kehamilan terhadap kemampuan ibu untuk ikut menjalani ibadah puasa.

Oleh karenanya, sebelum membahas lebih jauh tentang persiapan kehamilan yang penting dilakukan. Dibawah ini adalah penjelasan trimester kehamilan yang penting diketahui.

Trimester Pertama

Masa ini adalah tiga bulan pertama usia kehamilan seorang wanita. Pada masa ini wanita hamil akan mungkin menghadapi beberapa gejala keluhan kehamilan yang cukup menyiksa. Akan tetapi hal ini adalah kondisi yang wajar yang merupakan bagian dari adaptasi tubuh terhadap kondisi kehamilan yang baru yang terjadi pada rahim anda.

Mual dan muntah, pusing dan gejala kehamilan lainnya akan mungkin anda rasakan pada usia kehamilan trimester ini. Kondisi mual muntah pun akan membuat lambung dalam keadaan yang rawan. Kondisi ini akan mudah membuat ibu hamil mengalami maag yang kambuh pada saat membiarkan perut kosong dalam waktu yang lama.

Oleh karenanya, puasa pada masa trimester yang satu ini akan mungkin membuat ibu hamil mengalami gejala yang lebih buruk. Namun demikian, ibadah yang dijalani masih diperbolehkan selama ibu hamil mampu mengontrol kondisinya dengan baik.

Trimester Kedua

Pada tahapan kehamilan ini tanda dan gejala keluhan kehamilan sudah mulai menghilang. Dan kondisi ibu hamil pun akan lebih siap untuk menjalani puasa. Oleh karenanya, untuk anda yang ingin menjalankan ibadah puasa maka waktu ini adalah waktu yang tepat.

Trimester Ketiga

Masa ini ibu hamil sudah akan menghadapi persalinan. Bila ibu dan bayi sehat maka anda akan dapat diperbolehkan menjalani kehamilan dengan baik. Hanya saja, satu hal penting adalah perhatikan asupan gizi kedalam tubuh anda dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menunjang tumbuh kembang bayi yang sebentar lagi akan dilahirkan.

Apa Saja Persiapan Penting yang Harus Dilakukan Untuk Ibu Hamil yang Hendak Jalankan Puasa?

Nah, setelah mengetahui fase kehamilan diatas dengan baik dan mengetahui bagaimana kehamilan difase yang bersangkutan dapat mempengaruhi anda. Dibawah ini anda akan dapat mengetahui apa saja persiapan yang perlu untuk anda lakukan dengan baik saat hendak menjalani puasa untuk ibu hamil.,

Periksakan Ke Dokter

Langkah pertama yang penting untuk dilakukan dengan baik untuk anda para ibu hamil yang hendak menjalankan ibadah puasa adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Hal ini penting sekali untuk mengetahui bagaimana kesiapan tubuh ibu ketika menjalani ibadah yang satu ini.

Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu dan janin yang ada dalam kandungan. Ketika janin dan ibu sehat maka kemungkinan besar anda akan dapat diperbolehkan untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Persiapkan Apa Saja yang Akan Dikonsumsi

Nah, selain pentingnya berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan ibu. Gizi dan asupan makanan pun penting didiskusikan dengan baik. Hal ini apalagi ketika anda masih dalam tahapan kehamilan trimester pertama. Dimana pada masa ibu pembentukan tubuh janin masih berjalan dengan pesat. Kurangnya asupan vitamin dan gizi bisa mungkin mempengaruhi tumbuh kembang janin yang terganggu.

Untuk itulah, maka sebaiknya perhatikan dengan baik untuk selalu mengkonsultasikan mengenai masalah gizi ini dengan dokter. Selain itu, perhatikan untuk selalu mengasup tubuh dengan makanan sehat seperti sayur dan buah.

Lakukan Cek Ulang Dipertengahan Puasa

Hal penting selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah dengan melakukan cek kehamilan kembali pada masa pertengahan puasa. Hal ini dilakukan untuk memonitor kondisi kesehatan ibu dengan baik.

Lewat pengecekan ini dokter akan dapat memantau kondisi perkembangan janin dan keluhan yang mungkin ibu rasakan selama menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, ketika tidak ditemukan keluhan apapun maka puasa yang anda jalani dapat anda lanjutkan dengan baik.

Segera Periksakan ke Dokter Saat Alami Keluhan

Ketika selama menjalani ibadah puasa ibu lantas menjumpai adanya keluhan seperti pusing, lemas yang berlebihan atau mungkin sakit pada bagian tubuh. Maka jangan sungkan untuk memeriksakan kondisi ini ke dokter dengan baik.

Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya keluhan yang terjadi sebab puasa yang anda jalani. Oleh karenanya sigaplah untuk selalu mengkonsultasikan masalah ini dengan baik.

Kurangi Aktivitas Fisik

Mengurangi aktivitas fisik selama puasa untuk ibu hamil adalah hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik. Hal ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kesehatan ibu hamil dengan baik.

Kenali PCOS Gangguan Hormonal Pada Wanita, Gejala dan Penyebabnya

Pernahkah anda mendengar kata PCOS? Kondisi penyakit yang berhubungan dengan hormon yang biasanya terjadi pada wanita dimasa subur ini cukup menjadi topik hangat yang tengah banyak dibicarakan saat ini.

Untuk anda yang jarang mendengar penyakit PCOS, sebaiknya mulai gali informasi lebih dalam mengenai kondisi penyakit yang satu ini. Hal ini dikarenakan PCOS adalah salah satu gangguan hormonal pada wanita yang akan dapat memicu kesuburan. Kondisi ini pulalah yang akan mungkin membuat anda mengalami sulit hamil.

Lalu apa itu PCOS? Apa saja penyebab dan gejala dari kondisi yang satu ini? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi menarik dibawah ini. Penasaran seperti apa? Inilah dia penjelasannya. Baca juga: Depresi dan Ibu Hamil

Apa Itu PCOS?

PCOS adalah kependekan dari Polycystic Ovary Syndrome atau yang dalam bahasa Indonesia adalah gangguan yang terjadi pada sindrom ovarium polikistik. Yakni sebuah kondisi dimana keseimbangan hormon pada wanita mengalami gangguan. Pada PCOS, kadar hormon seks wanita, yakni hormon esterogen dan hormon progesteron tidak ada dalam kadar yang seimbang.

Wanita yang menderita PCOS ada umumnya akan memiliki kista kecil (kantung berisi cairan) pada bagian ovariumnya, dimana kondisi ini akan dapat mempengaruhi volume dari ovarium menjadi membesar. Kista yang muncul pada kondisi ini bukanlah kondisi yang berbahaya, akan tetapi hal ini akan mungkin berpengaruh terhadap ketidakseimbangan hormon didalam tubuh. Dimana perubahan yang terjadi pada satu hormon akan dapat memicu perubahan pada bagian hormon lainnya.

Selain itu, akibat dari munculnya ketidak seimbangan hormon inilah, wanita yang menderita dengan PCOS akan mungkin mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Sementara itu, kondisi ketidak teraturan haid inilah yang akan mungkin membuat wanita dengan PCOS akan sulit hamil.

Selain dapat menyebabkan periode menstruasi menjadi tidak teratur, penyakit PCOS yang diderita oleh seorang wanita pun akan pula menyebabkan pertumbuhan rambut berlebihan. Bukan hanya itu, dampak lain dari kondisi ini diantaranya adalah timbulnya jerawat secara berlebihan dan munculnya obesitas.

Kondisi PCOS perlu segera ditangani dengan baik. Hal ini dikarenakan bila tidak ada penanganan yang diberikan pada kondisi ini. Maka PCOS akan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius muncul dalam tubuh. Misalkan beberapa penyakit yang disinyalir dapat muncul dari kondisi ini diantaranya adalah diabetes melitus tipe 2 dan juga resiko penyakit jantung yang lebih besar.

Oleh karenanya, untuk anda yang mengalami kondisi ini sebaiknya periksakan ke dokter dengan segera. Hal ini dilakukan untuk membuat penanganan yang lebih cepat bisa segera dilakukan. Sehingga demikian kemungkinan buruk dari kondisi ini akan dapat diatasi dengan lebih baik.

Sementara itu, gejala dan penyebab dari penyakit PCOS sendiri dapat anda simak pada penjelasan dibawah ini. Penasaran seperti apa? Berikut informasinya.

Apa Saja Penyebab PCOS?

Sebenarnya hingga sampai saat ini belum ada penyebab yang dianggap pasti sebagai pemicu kondisi PCOS dapat terjadi pada seorang wanita. Akan tetapi, beberapa faktor dibawah ini mungkin dapat memicu kondisi sindrom ovarium polikistik dapat muncul pada seorang wanita.

Keturunan

Faktor genetik atau faktor keturunan dianggap sebagai salah satu penyebab seorang wanita dapat mengalami sindrom ovarium polikistik yang satu ini. Jadi demikian, ketika anda memiliki ibu atau saudara perempuan yang sebelumnya mengidap kondisi  yang serupa. Maka kemungkinan besar anda pun mengalami kondisi yang satu ini. Atau kondisi PCOS yang anda alami saat ini adalah faktor warisan dari keluarga yang mengalami kondisi serupa.

Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa PCOS dapat disebabkan oleh faktor turunan dari sisi keluarga ibu maupun ayah. Resiko anda menderita PCOS akan lebih tinggi jika salah satu wanita dikeluarga ayah dan ibu mengidap kondisi yang sama.

Kelebihan Insulin

Pemicu lain yang dapat menyebabkan sindrom ovarium polikistik yang selanjutnya adalah adanya kadar insulin didalam tubuh yang terlalu banyak. Jika tubuh anda resisten terhadap insulin, kemampuan anda untuk menggunakan insulin dapat terganggu. Sehingga kondisi ini membuat pankreas akan mengeluarkan insluin lebih banyak untuk menyediakan glukosa untuk sel didalam tubuh anda.

Perlu diketahui, kelebihan insulin dalam tubuh akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan sel telur dan dapat membaut produksi androgen dalam tubuh menjadi meningkat. Peningkatan produksi hormon andorgen inilah yang akan dapat mengganggu kemampuan ovarium untuk dapat ovulasi secara normal.

Peradangan dengan Skala Rendah

Pemicu lain yang akan dapat menyebabkan kondisi ini terjadi adalah adanya peradangan dengan skala rendah. Peradangan seperti ini akan dapat menstimulasi bagian ovarium polikistik untuk menghasilkan androgen. Mengalami hormon androgen yang berlebih didalam tubuh akan dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami PCOS.

Androgen adalah hormon seks laki-laki yang juga diproduksi dalam tubuh perempuan dalam jumlah yang kecil. AKan tetapi, pada penderita PCOS hormon yang satu ini terlalu berlebihnan kadarnya. Sehingga kondisi ini akan dapat mempengaruhi perkembangan dan pelepasan sel telur oleh ovarium dengan baik.

Tanda dan Gejala PCOS

Ada beberapa kondisi yang akan dapat mengindikasikan seseorang mengalami PCOS. Ketika anda atau orang sekitar anda mengalami kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter. Hal ini dilakukan agar penanganan yang lebih tepat bisa dilakukan dengan baik. Sehingga demikian kemungkinan terburuk dari kondisi ini akan dapat diatasi.

Periode Mens yang Tidak Teratur

Seringkali wanita yang mengalami PCOS memiliki kurang dari sembilan periode haid dalam satu tahun. Kegagalan menstruasi selam,a 4 bulan atau lebih, atau mungkin jarak antara menstruasi yang lebih dari 35 hari menjadi salah satu tanda dari kondisi mens yang tidak teratur.

Bahkan pada beberapa orang yang menderita PCOS mereka bisa tidak mengalami mens sama sekali atau bahkan mengalami pendarahan yang hebat pada saat mengalami haid dalam satu waktu yang sama.

Jerawat Berlebihan

Kelebihan hormon androgen dalam tubuh wanita akan mungkin mempengaruhi kondisi lain didalam tubuh. Hal ini bisa pula menyebabkan kondisi timbulnya masalah seperti jerawat yang timbul secara berlebihan.

Oleh karenanya, bila anda merasa janggal dengan kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter dengan baik.

Kelebihan Rambut Pada Wajah dan Tubuh

Rambut halus pada wanita umumnya tidak terlalu kentara dan kemunculannya hanya terlihat sekilas saja. Akan tetapi, ketika kondisi ini muncul dalam jumlah yang banyak dan membuat anda terlihat seperti seorang laki-laki. Maka hal ini bisa mungkin dampak dari gangguan hormon yang anda alami.

Kenaikan Berat Badan Berlebihan

Kondisi lain yang akan dapat mengindikasikan masalah PCOS atau masalah sindrom ovarium polikistik lainnya adalah masalah berat badan. Mereka yang mengalami kondisi PCOS umumnya akan dapat mengalami kenaikan berat badan yang besar dan signifikan dari waktu ke waktu.

Itulah dia beberapa informasi yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga informasi diatas dapat menambah wawasan dan pemahaman anda terhadap hal penting seperti diatas.

Satu Geng Bisa Hamil Bersamaan: Apakah Ini Indikasi Kehamilan Bisa 'Menular'?

Menggelar pernikahan yang tidak jauh dari momen pernikahan teman-teman satu geng pada zaman kuliah dulu memang menyenangkan. Apalagi pada saat menghadapi momen kehamilan rupanya anda dan kawan-kawan menghadapi masa kehamilan yang sama.

Bisa berbagi tips dan trik seputar kehamilan bersama dengan sahabat-sahabat dekat tentu menjadi hal yang amat menggembirakan. Tak jarang anda pun berpikiran bahwa hal ini bisa mungkin membuat kehamilan yang anda alami adalah hal yang ditularkan dari sahabat-sahabat anda. Lalu benarkah demikian? Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Test Pack 

Apakah Ini Indikasi Kehamilan Bisa 'Menular'?

Ketika anda mengalami kehamilan yang sudah dinanti-nanti dan rupanya saat anda sering berkunjung ke teman-teman anda yang tengah hamil. Lalu rupanya kehamilan ini akhirnya bisa anda dapatkan bisa jadi kondisi ini membuat anda bertanya-tanya apakah mungkin kehamilan ini bisa 'menular'

Menurut sebuah penelitian mengungkapkan kehamilan memang bisa menular pada mereka yang memiliki ikatan pertemanan. Padahal secara teori kehamilan adalah sebuah proses yang terjadi sebab adanya pembuahan dari sel sperma yang masuk kedalam indung telur yang diproduksi pada saat wanita ovulasi, lalu bagaimana kondisi kehamilan seperti ini dapat terjadi?

Begini penjelasannya, penularan yang dimaksud tidak terjadi secara kontak fisik, melainkan lewat kontak emosional. Jadi ketika anda sering berkunjung pada teman-teman anda yang tengah hamil dan sering bercengkrama bukanlah berpegangan tangan atau mengelus-elus perut teman anda yang akan membuat anda hamil.

Namun ikatan kedekatan dan emosional anda pada saat berbincang dan berinteraksi dengan teman andalah yang akan mempengaruhi kehamilan lebih mudah terjadi. Hal inilah yang akan membuat anda cenderung mudah tertular hamil pada saat melihat teman kuliah anda tengah berbadan dua.

Mengapa Pertemanan Bisa Tularkan Kehamilan?

Tentu menjadi hal yang aneh rasanya ketika hubungan pertemanan saja dapat membuat anda tertular dengan kehamilan. Hal inilah yang akan mungkin membuat anda bertanya-tanya mengapa pertemanan akan dapat menularkan kehamilan?

Dalam sebuan penelitian lanjutan yang dilakukan menjelaskan bahwa teman ternyata memiliki pengaruh yang kuat dalam urusan memiliki momongan dalam perut, meskipun sifatnya hanyalah dalam jangka pendek.

Kehamilan yang dialami oleh teman kita akan pula menjadi sumber informasi yang  nyata untuk anda dapat belajar. Sehingga demikian, lebih mudah untuk anda bisa mengalami kehamilan ketika anda mendapatkan sumber yang terpercaya.

Terutama pelajaran mengenai bagaimana orang seusia anda dapat menghadapi transisi menjadi orangtua. Lagipula, pada saat lebih sering berjumpa dengan teman maka secara otomatis anda ingin menyamakan diri anda dan membandingkan diri dengan teman-teman sebaya anda.

Misalnya seperti ini, ketika anda melihat teman dengan usia sebaya anda sudah memiliki anak maka akan timbul pemikiran "wah,,,diumur yang segitu dia sudah memiliki anak...tapi saya belum". Nah, dari sinilah secara tidak langsung timbul motivasi untuk anda bisa lebih cepat hamil. Karena secara tidak sadar anda dan pasangan yang belum dikaruniai anak akan mengupayakan kehamilan dapat terwujud dalam waktu yang cepat.

Jadi itulah kiranya yang memungkinkan hubungan pertemanan bisa ‘menularkan’ kehamilan. Ketika kehamilan ini sudah menjadi momen yang anda nanti-nanti bersama dengan pasangan maka tidak ada salahnya merencanakan kehamilan dengan baik mulai saat ini.

Selain itu, menghadapi momen kehamilan bersama dengan teman-teman tentunya akan menjadi hal yang menyenangkan. Dimana anda akan dapat berbagi segala suka duka mengenai kehamilan bersama-sama sehingga kehamilan terasa lebih menggembirakan.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Test Pack

Mengetahui kabar kehamilan tidak cukup hanya dengan mengenali tanda-tanda tubuh yang terasa janggal. Bahkan tidak pula cukup hanya dengan menebak-nebak hamil atau tidaknya anda saat ini. Nah, untuk memudahkan anda mengetahui hasil kehamilan dengan baik tanpa perlu ribet melakukan tes kehamilan ke dokter maka penggunaan tes kehamilan dengan menggunakan test pack akan dapat anda lakukan dengan mudah.

Apalagi saat ini sudah banyak ragam dan jenis uji kehamilan test pack yang bisa anda dapatkan di apotek atau toko obat terdekat. Kemudahan ini tentu akan sangat membantu anda untuk bisa mengetahui kabar kehamilan dengan lebih mudah.

Hanya saja, meski sudah banyak test pack yang dijual. Akan tetapi, tidak sedikit wanita yang masih melakukan kesalahan pada saat menggunakan alat tes kehamilan yang satu ini. Akibatnya hasil yang ditunjukan dari tes kehamilan yang satu ini seringkali kurang akurat.

Nah, untuk membantu anda agar lebih baik dalam menggunakan tes pack untuk uji kehamilan. Maka mari kita ketahui terlebih dahulu apa saja kesalahan yang umumnya sering dilakukan saat menggunakan test pack. Artikel lainnya: Tanda-tanda Bahaya Infeksi Nifas

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menggunakan Test Pack

Keakuratan tes uji kehamilan test pack diklaim memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Hanya saja, akurasi hasil tes ini akan dapat dihasilkan dengan baik ketika si penguji mampu melakukan tes sesuai dengan prosedur yang sudah tertera pada kemasan uji kehamilan.

Kekeliruan atau kesalahan hasil yang ditujukan umumnya lebih sering diakibatkan karena kesalahan sewaktu melakukan tes uji kehamilan. Lantas apa saja kesalahan yang mungkin terjadi tersebut? Mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Terlalu Cepat Melakukan Tes

Kesalahan yang pertama pada saat menggunakan alat kehamilan yang satu ini adalah terburu-buru menggunakan tes kehamilan. Perlu diketahui melakukan tes kehamilan dengan menggunakan tes pack bukanlah hal yang dapat anda lakukan dengan sembarangan.

Test pack kehamilan akan menunjukan hasil yang positif apabila hormon hCG didalam urin wanita mencapai titik tertentu.

Akan tetapi masalahnya tidak semua wanita yang sudah hamil memiliki tingkat hCG yang sama didalam urin mereka. Jadi demikian, untuk mengetahui hasil yang pasti dari kehamilan maka anda perlu menunggu sampai waktu yang tepat.

Adapun tenggang waktu pemeriksaan kehamilan ini dapat anda simak pada petunjuk yang tertera pada kemasan tes. Untuk itu, maka perhatikan kembali untuk menyimak dengan baik langkah-langkah pada kemasan.

Terlalu Cepat Membaca Hasil Tes

Tidak sedikit wanita yang karena penasaran akan terburu menyimpulkan hasil tes pada test pack kehamilan. Perlu anda ketahui bahwasanya pada saat urin sedang berjalan dalam test pack maka jendela indikator mungkin menunjukan dua garis atau garis positif. Terburu menyimpulkan seringkali membuat anda mengalami kecewa yang dalam. Jadi demikian, tunggulah selama beberapa saat minimal 3 sampai dengan 5 menit.

Menunggu Terlalu Lama Hasil Tes

Biasanya hasil kehamilan akan diketahui setelah 3 sampai 5 menit. Setelah waktu lewat, tes akan tetap bekerja dan mungkin akan dapat mengubah hasil yang sebenarnya. Jadi demikian, pembacaan hasil tes kehamilan sebaiknya diambil setelah waktu yang ditentukan. Yakni tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lama.

Demikianlah beberapa kesalahan yang umumnya sering dilakukan pada saat menggunakan test pack. Setelah mengetahui kesalahan diatas diharapkan anda bisa lebih paham dan menghindari beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan seperti diatas.

Ketika Test Pack Positif Namun Tidak Hamil, Apa Penyebabnya?

Kehamilan memang menjadi berita yang amat ditunggu-tunggu oleh pasangan yang sudah menikah dan berkeluarga. Hadirnya buah hati akan senantiasa melengkapi kebahagiaan anda bersama dengan pasangan. Tak heran bila usai menikah anda akan mulai sering mengecek kehamilan pada saat periode menstruasi terlambat.

Penggunaan alat pengecekan kehamilan yang paling umum digunakan adalah test pack. Melalui alat pengecekan kehamilan yang satu ini biasanya kehamilan akan dapat dideteksi lewat cairan urin yang dikeluarkan oleh seorang wanita. Adapun waktu terbaik untuk melakukan cek kehamilan dengan menggunakan test pack umumnya pada pagi hari.

Tak heran bila banyak wanita yang sudah menikah dan merasa terjadi sesuatu dengan tubuhnya. Mereka akan dengan mudah melakukan pengecekan dengan menggunakan test pack. Test pack diklaim memiliki sekitar 90 persen hasil yang akurat terhadap kehamilan. Hal inilah yang pada umumnya membuat sebagian besar orang lebih memilih menggunakan tes kehamilan yang satu ini sebelum melakukan cek lebih lanjut ke dokter.

Hanya saja demikian, tidak sedikit dijumpai kasus dimana hasil positif pada test pack rupanya tidak sesuai dengan tes kedokteran. Meski anda mendapati hasil dua garis yang mengindikasikan kehamilan positif. Namun pada saat memeriksakan ke dokter tidak ada kehamilan yang terjadi. Lalu sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi ini dapat terjadi? Simak dibawah ini. Baca juga: Tingkatkan Kesuburan Dengan Seimbang Mengkonsumsi Nutrisi Berikut

Ketika Test Pack Positif Namun Tidak Hamil, Apa Penyebabnya?

Hasil tes kehamilan positif pada saat menggunakan test pack, namun sebenarnya seseorang tidak hamil seringkali disebut dengan false positive. Alat tes kehamilan yang satu ini bekerja dengan cara memeriksa ada atau tidaknya hormon hCG atau human chronic gonadotropin didalam tubuh seorang wanita.

Adapun hormon ini dihasilkan oleh sel dari plasenta yang pertama kali masuk kedalam bagian aliran dalam ketika sel telur telah dibuahi dan tertanam didalam rahim. Adapun perkiraan tes ini dapat menghasilkan hasil yang efektif minimal 6 hari setelah dilakukan pembuahan.

Mendapatkan hasil tes kehamilan palsu memang menjadi kasus yang jarang terjadi. Adapun salah satu penyebab kekeliruan ini dapat terjadi sebab dari kesalahan pada saat menggunakan alat yang satu ini. Bisa jadi kesalahan hasil yang ditujukan diakibatkan oleh penggunaan yang tidak sesuai dengan instruksi dengan baik.

Akan tetapi, disamping itu pada beberapa kondisi yang dapat memicu hal semacam ini dapat terjadi. Mari kita simak beberapa informasi penyebab kehamilan palsu pada tes kehamilan test pack dibawah ini.

Seseorang yang Sedang dalam Masa Pengobatan Kesuburan

Pemicu pertama yang dapat mengakibatkan kondisi semacam ini dapat terjadi adalah perempuan yang tengah dalam pengobatan kesuburan. ANda yang saat ini tengah mendapatkan suntikan hCG seperti pregyl, profasi, pergonal atau mungkin APL guna membantu masa subur atau ovulasi bisa kemungkinan mengalami kondisi yang satu ini.

Kehamilan positif yang terdeteksi pada test pack kehamilan dapat terjadi sebab tingkat hCG dalam darah akan meningkat sehingga kondisi ini akan mengindikasikan seolah terjadi pembuahan didalam sel telur. Padahal tingginya tingkat hCG ini hanyalah efek dari penggunaan obat penyubur yang saat ini tengah digunakan.

Terlambat Membaca Hasil Tes

Kondisi lain yang dapat mempengaruhi kondisi semacam ini dapat terjadi adalah waktu tes yang terlambat diketahui. Sebagian produsen alat tes kehamilan menyarankan para penggunaannya untuk membaca hasil uji kehamilan minimal 3 menit setelah tes dilakukan. Sementara itu, keterlambatan sampai dengan 10 menit setelah dilakukan tes hasil yang ditunjukan bisa saja keliru.

Prosedur Pengujian yang Keliru

Tidak sedikit para pengguna alat tes kehamilan terutama mereka yang pertama kali menggunakannya akan menjumpai kesalahan sewaktu melakukan pengujian kehamilan ini. Oleh karenanya, guna menghindari kesalahan saat melakukan tes kehamilan maka perhatikan dengan benar langkah-langkah yang anda gunakan pada saat melakukan tes ini.

Baca terlebih dahulu dengan seksama mengenai langkah demi langkah yang harus anda lakukan pada saat melakukan pengujian ini. Selain itu, perhatikan pula kedalaman alat penguji pada saat anda mencelupkannya pada air seni.

Mengkonsumsi Obat-Obatan Tertentu

Beberapa jenis pengobatan yang digunakan didalam tubuh akan pula berpengaruh terhadap kondisi tes kehamilan palsu dengan hasil yang keliru. Beberapa jenis obat-obatan seperti halnya methadone, promethazine dan masih banyak lagi akan mungkin menunjukan kondisi semacam ini pada saat anda melakukan tes kehamilan dengan menggunakan tes pack.

Oleh karenanya, mulai saat ini sebaiknya perhatikan dengan baik pengujian kehamilan. Coba perhatikan dan konsultasikan dengan dokter pada saat anda menghadapi kondisi seperti ini. Tanyakan pula apakah obat-obatan yang anda konsumsi dapat mempengaruhi kehamilan atau tidak.

Adanya Kondisi Medis Tertentu

Bukan hanya konsumsi obat-obatan. Hasil positif pada alat tes kehamilan namun tidak hamil pada saat melakukan tes medis pun dapat disebabkan oleh adanya kondisi medis lain didalam tubuh anda. Oleh karenanya, pada saat anda mengalami kondisi seperti ini maka sebaiknya periksakan masalah ini ke dokter dengan baik.

Adapun beberapa kondisi medis yang mungkin mempengaruhi kondisi ini diantaranya adalah penyakit  trophoblastic (mola hidatidosa atau hamil anggur) dan juga penyakit islet-cell tumor yang akan dapat mengakibatkan false positive terjadi dalam tubuh anda.

Alat Kehamilan yang Rusak Atau Kadaluarsa

Pemicu lain yang akan mungkin membuat tes kehamilan menunjukan hasil yang keliru adalah pada saat alat tersebut sudah rusak atau lebih dari masa kadaluarsa yang membuat keakuratan dari alat tersebut berkurang.

Jadi demikian, pada saat anda mengalami hasil positif atau hasil yang keliru dari penggunaan alat kehamilan tersebut maka sebaiknya perhatikan kembali masalah ini dengan baik. Coba perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsa atau perhatikan pula segel kemasan.

Untuk penggunaan alat yang baik maka biasanya bagian segel masih terkunci dan tertutup dengan rapat. Sebaliknya, kemasan yang sudah lusuh dan segel pada kemasan yang terlihat rusak akan mungkin mengindikasikan bahwa alat ini sudah kadaluarsa.

Adanya Phantom hCG

Kondisi semacam ini dapat terjadi ketika seorang perempuan yang mendapatkan hasil positif dari pemeriksaan darah palsu, yakni seseorang yang setelah melakukan tes darah dan hasilnya menunjukan positif hamil.

Namun ia tidak hamil dan tes urine-nya pun menunjukan hasil yang negatif. Kondisi ini memang bisa sangat membingungkan. Untuk itulah, sebaiknya ketikan anda menghadapi kondisi semacam ini lakukan tes lebih lanjut dengan dokter. Agar demikian, kepastian dari hasil kehamilan akan bisa anda dapatkan dengan mudah.

Itulah dia beberapa penyebab yang memicu kondisi kehamilan palsu menggunakan tes kehamilan tes pack. Meskipun alat  penguji kehamilan ini sering menunjukan hasil dengan keakuratan yang tinggi. Namun masalah bisa saja terjadi. Untuk itulah, guna membantu anda mengetahui kehamilan dengan jelas maka sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.

Meski Sudah Konsumsi Pil KB Namun Tetap Hamil Apa Penyebabnya?

Untuk pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga setelah sekian lama kehadiran buah hati tentu menjadi hal yang amat ditunggu-tunggu. Tawa riang dan tangis  manja dari seorang bayi akan semakin membuat suasana rumah menjadi riang dan hangat. Tak heran bila banyak pasangan yang sudah menikah akan melakukan segala hal demi bisa mewujudkan impian memiliki buah hati.

Akan tetapi, untuk beberapa pasangan yang sudah merasa cukup dikaruniai keturunan dalam kehidupan berumah tangga bersama dengan pasangan. Maka mereka akan dapat melakukan kontrol kehamilan dengan konsumsi pil KB. Pil kontrasepsi seperti pil KB adalah alat kontrol yang dapat dipercayai ampuh mengendalikan kehamilan pada pasangan. Artikel menarik lainnya: Sumber Makanan dengan Kandungan Asam Folat Tinggi

Selain itu, keuntungan lain dari menggunakan pil KB adalah kenyamanan pasangan yang masih merasakan "sensasi" bebas dalam berhubungan tanpa khawatir berbuah kehamilan. Hanya saja, pada beberapa pasangan yang sudah mengkonsumsi pil KB dan berupaya mengontrol kehamilan. Namun tetap saja, kehamilan dapat terjadi tanpa diduga-duga. Hal inilah yang pada akhirnya memicu banyak pertanyaan mengapa kondisi ini dapat terjadi? Untuk lebih jelasnya mari kita simak beberapa informasi dibawah ini.

 

Meski Sudah Konsumsi Pil KB Namun Tetap Hamil Apa Penyebabnya?

JIka anda mengkonsumsi pil KB dengan dosis yang sudah ditentukan maka hampir 99% efektif dalam mencegah kehamilan. Namun wanita yang sudah menggunakan pil tersebut pada akhirnya bisa hamil dikarenakan oleh banyak hal. Diantaranya mari kita simak dibawah ini.

Tidak Patuh

Manfaat dari penggunaan pil KB akan sangat baik bila penggunaannya tepat dan si pengguna menerapkan disiplinitas yan tinggi dalam mengkonsumsinya. Kehamilan setelah minum pil KB terjadi karena ketidak patuhan wanita pada saat menggunakan alat kontrasepsi yang satu ini.

Pada beberapa kasus kehamilan yang terjadi setelah konsumsi pil KB terjadi karena mereka terlambat atau malas mengkonsumsinya. Aturan inilah yang membuat kehamilan dapat terjadi kapan saja meski sudah mengkonsumsi pil KB.

Interaksi dengan Obat Lain

Bukan hanya dosis dan waktu saja yang akan mempengaruhi kinerja dari obat yang satu ini. Pengonsumsian obat lain yang akan dapat menghambat reaksi dari pil KB pun akan juga berpengaruh terhadap kemanjuran dari pil yang satu ini. Ketika anda mengkonsumsi obat lain bersamaan dengan pil KB maka kemungkinan reaksi dari obat ini akan jauh lebih kecil. Beberapa obat yang akan dapat menurunkan respon dari obat ini diantaranya adalah:

  • Antibiotik tertentu. Selalu periksakan terlebih dahulu apakah antibiotik yang anda konsumsi akan mungkin mempengaruhi efektivitas dari pil KB atau tidak.
  • Obat herbal tertentu. Seperti misalkan tanaman St, John's worth yang biasanya dianjurkan oleh dokter sebagai obat anti depresi
  • Obat anti epilepsi
  • ARV yang umumnya diperuntukan untuk mengobati HIV, seperti ritonavir.

Muntah dan Diare

Ketika mengkonsumsi pil KB atau pil pencegah kehamilan biasanya tubuh akan membutuhkan sekitar 30 menit untuk bisa menyerap kandungan yang ada didalam obat tersebut kedalam aliran darah untuk bisa bekerja secara maksimal. Hanya saja, apabila anda mengalami muntah setelah setengah jam dari waktu mengkonsumsi obat ini maka kemungkinan besar kehamilan akan terjadi setelah berhubungan seks.

Maka dari itu, mereka yang mengalami diare berat sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Bila perlu gunakan metode tambahan untuk mencegah kehamilan dengan baik. Misalkan dengan penggunaan alat kontrasepsi pasangan suami atau laki-laki sewaktu berhubungan.

Bagaimana Mengetahui Siapa yang Tidak Subur Suami Atau Istri?

Dikarunia seorang adalah dalam kehidupan berumah tangga tentu menjadi impian dambaan untuk setiap pasangan yang sudah menikah. Itulah mengapa banyak pasangan suami istri akan mengupayakan segala hal demi bisa mewujudkan impian memiliki buah hati ditengah keluarga kecilnya. Masalah ketidak suburuan atau infertilitas menjadi seperti mimpi buruk yang amat sangat ditakuti oleh setiap pasangan suami istri yang mendambakan memiliki buah hati.

Baik laki-laki atau perempuan mereka akan mungkin berhadapan dengan kondisi kemungkinan tidak subur. Hal inilah yang menjadi kemungkinan buruk dari sulitnya mendapatkan kehamilan.

Oleh karenanya, penting sekali untuk setiap pasangan yang sudah lama mengupayakan kehamilan namun tak kunjung datang. Maka pemeriksaan ke dokter akan menjadi hal penting untuk mengetahui siapa yang tidak subur antara suami dengan istri.

Dengan begini maka penanganan yang lebih dini terhadap kasus ini akan bisa segera diatasi dengan lebih baik. Nah, akan tetapi, selain dengan pergi ke dokter mengecek kesuburan pada seseorang baik suami maupun istri akan dapat dilakukan dengan mudah.

Hanya dengan memperhatikan beberapa gejala dan tanda-tandanya, anda dan pasangan akan mengetahui siapa yang infertil. Namun sebelum melakukan pengecekan ketidak suburan pada suami atau pun istri.

Anda pun perlu memahami bahwa tidak subur dan mandul adalah dua hal yang berbeda makna. Kemandulan terjadi setelah pasangan suami istri mengupayakan dengan melakukan hubungan pasangan yang teratur tanpa alat kontrasepsi selama 6 bulan atau 1 tahun namun tidak kunjung membuahkan hasil.

Sementara itu, tidak subur artinya adalah pasangan suami istri masih memiliki kesempatan untuk mengandung dan melahirkan buah hati mereka. Lalu seperti apa sih cara mengetahui siapa yang tidak subur suami atau istri? Maka mari simak dibawah ini. Baca juga: Tips Memilih Susu Ibu Hamil yang Terbaik

Bagaimana Mengetahui Siapa yang Tidak Subur Suami Atau Istri?

Untuk memudahkan pasangan suami istri dalam mengetahui kesuburan dan tidaknya yang akan berpengaruh terhadap kehamilan. Maka artikel ini akan membantu anda mengatasi masalah ini dengan lebih mudah dan lebih baik. Mari kita simak terlebih dahulu bagaimana mengetahui subur tidaknya pada wanita.

Tanda-Tanda Ketidak Suburan Pada Wanita

Pada wanita, gejala infertilitas atau ketidak suburan yang paling kentara tentu saja belum memiliki anak meski mereka sudah berusaha mati-matian dalam mengupayakan program hamil. Sementara itu, pertanda lainnya yang mungkin anda simak bisa anda saksikan dibawah ini. Hanya saja, hal penting yang perlu diingat adalah  gejala ini mungkin akan dapat berbeda antara satu wanita dengan wanita lainnya tergantung pada apa pemicu dari ketidak suburan tersebut.

Siklus Haid yang Tidak Teratur

Tanda atau gejala pertama akan dapat dilihat dari siklus bulanan anda pada saat hai. Untuk tiu, hitung dan catat baik-baik siklus haid anda. Hal ini dikarenakan siklis yang tidak teratur akan dapat menandakan anda tidak subur. Anda perlu waspada ketika mendapati haid anda terjadi dalam periode yang terlalu lama. Misalkan lebih dari 35 hari atau datang dengan waktu terlalu pendek yakni dengan rentan hanya 21 hari. Atau mungkin pada kondisi ketika anda tidak mengalami haid dalam beberapa bulan.

Nah, untuk mengatasi kondisi ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter. Agar demikian, penanganan yang lebih efektif bisa diberikan dengan lebih cepat. Hal ini pun akan dapat menghindari kemungkinan buruk dari kondisi ini.

Haid yang Tidak Wajar

Selain hitungan periode haid yang sudah kita bahas diatas, anda pun perlu memperhatikan sifat haid anda dengan baik. Apalagi haid anda jauh lebih deras atau lebih sedikit daripada kondisi biasanya. Sebab hal ini akan dapat menjadi hal yang mempengaruhi ketidak suburan anda. Perhatikan pula apakah saat periode haid berlangsung ada gejala yang menyertai kondisi ini. Seperti misalkan sakit punggung, sakit bagian tulang ekor, sakit bagian panggung atau mungkin sakit pada bagian perut.

Keluar Cairan Seperti ASI dari Payudara Saat Tidak Menyusui

Kondisi lain  yang akan dapat mempengaruhi ketidak suburan seorang wanita adalah ketika kondisi keluarnya cairan mirip ASI keluar dari payudara bahkan meski anda tidak sedang menyusui. Kondisi seperti ini bisa mengindikasikan anda mengalami kelainan hormon yang berpengaruh terhadap kesuburan maka dari itu konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Nyeri Pada Saat Berhubungan dengan Pasangan

Jangan remehkan atau mengabaikan rasa sakit yang timbul pada saat berhubungan intim bersama dengan pasangan. Sebab hal ini bisa menandakan gejala terhadap adanya gangguan kesuburan pada wanita. Bisa jadi kondisi ini mengindikasikan beberapa gejala penyakit berbahaya seperti radang panggul, fibroid rahim atau penyakit lainnya.

Penyakit-penyakit ini bisa berpotensi menyebabkan ketidak suburan pada seseorang. Jadi demikian, sebaiknya konsultasikan segera masalah ini dengan dokter kandungan anda.

Tanda-Tanda Ketidak Suburan Pada Pria

Bukan hanya pada wanita, ketidak suburan pun dapat dialami oleh pria. Hal ini pulalah yang dapat menjadi salah satu alasan yang menghambat sulitnya impian memiliki seorang anak dalam rumah tangga. Sementara itu untuk mengetahui ketidak suburan pada pria anda dapat menyimaknya dengan beberapa hal dibawah ini.

Daya Tahan Tubuh yang Terganggu

Masalah daya tahan tubuh atau sistem imun pada pria akan menjadi hal yang mempengaruhi ketidak suburan. Ketika sistem kekebalan tubuh anda lemah dan anda seringkali terserang dengan penyakit. Makan kondisi ini berpotensi besar untuk membuat seorang pria mengalami gangguan kesuburan.

Kondisi ini terjadi sebab motilitas sperma anda rendah sehingga kondisi ini membuat pembuahan menjadi sulit dilakukan. Antibodi pada tubuh pun beresiko keliru dan membunuh sperma karena dianggap sebagai sebuah ancaman.

Masalah Fungsi Seksual

Perhatikan pula bila anda mengalami masalah fungsi seksual seperti misalkan hilangnya gairah seksual, kesulitan ereksi atau masalah ejakulasi dan jumlah sperma yang sedikit. Masalah-masalah semacam ini akan dapat menjadi pertanda masalah kesuburan yang menghambat sulitnya mendapatkan keturunan.

Masalah Berat Badan

Bukan hanya beberapa kondisi serius saja yang akan dapat berpengaruh terhadap kesuburan seorang pria. Masalah berat badan yang terlalu berlebihan atau obesitas pun akan dapat mempengaruhi kesuburan seorang pria. Ini berarti nutrisi didalam tubuh tidak seimbang sehingga kualitas sperma yang dihasilkan bukanlah kualitas yang terbaik.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan menjalankan gaya hidup yang sehat. Dan upayakan masalah berat badan bisa diatasi dengan lebih baik. Sehingga ukuran berat badan anda bisa kembali pada ukuran yang normal.

Usia Diatas 35 Tahun

Faktor usia pun akan pula memainkan peran dalam mempengaruhi kesuburan seorang pria. Ketika anda berusia 35 tahun lebih maka kondisi ini akan menyebabkan jumlah sperma menjadi semakin menurun. Ini berarti peluang pembuahan pun akan semakin menurun pula. Akan tetapi demikian, hal ini bukan berarti kesempatan anda untuk mengusahakan kehamilan akan tertutup rapat. Anda masih bisa mengupayakan kehamilan dengan sedikit usaha yang lebih keras.

Tips Memilih Susu Ibu Hamil yang Terbaik

Kita semua tahu bahwa masa kehamilan adalah waktu yang tepat untuk mulai meningkatkan asupan nutrisi baik dari makanan maupun dari berbahan susu pelengkap. Akan tetapi, masalahnya adalah banyak ibu hamil yang masih kebingungan menentukan jenis susu seperti apa yang akan baik digunakan.

Maka tak heran bila kondisi ini mengakibatkan banyak ibu menanyakan tentang masalah yang satu ini. APalagi ada banyaknya ragam dan merk susu hamil yang dijual di pasaran saat ini kerap kali membuat mereka kebingungan menentukan salah satunya.

Pada prinsipnya susu ibu hamil merupakan tambahan atau penyempurna makanan ibu hamil. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam susu ibu hamil berfungsi untuk melengkapi kekurangan nutrisi yang didapat dari makanan. Baca juga: Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Ditentukan Sejak Awal dengan Tes Darah

Nah, untuk membantu anda menentukan jenis susu hamil yang baik untuk ibu hamil maka tak perlu khawatir mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.

Pilih Susu Hamil yang Sudah Dipasteurisasi

Hal pertama yang penting anda perhatikan dalam memilih susu yang baik untuk ibu hamil adalah jenis susu yang sudah melalui proses pasteurisasi. Hal ini dikarenakan kebanyakan susu sapi yang ditemukan di toko-toko belum melewati proses yang satu ini. Untuk itu, penting sekali bagi anda memperhatikan label ini yang terdapat pada kemasan.

Pasteurisasi adalah proses pengolahan guna membunuh bakteri yang ada pada susu. Salah satunya pada susu sapi adalah susu direbus terlebih dahulu. Susu sapi, kambing atau domba yang tidak melalui proses ini berpotensi mengandung Listeria, yakni bakteri berbahaya yang akan dapat menyebabkan keguguran. Oleh karenanya, perhatikan dengan baik masalah yang satu ini.

Perhatikan Kandungan Nutrisi

Susu ibu hamil harus memiliki kandungan yang baik yang akan menyempurnakan kebutuhan nutrisi yang tidak didapat dari makanan yang ibu konsumsi. Jadi demikian, penting pula untuk ibu hamil selalu membaca dengan baik komposisi dan kandungan nutrisi yang ada didalamnya.

Jadi pada saat anda pergi ke toko atau supermarket dan hendak memilih salah satu merk susu hamil. Akan lebih baik jika anda memperhatikan label kandungan yang ada didalamnya. Selain itu, bila memungkinkan lakukan riset terlebih dahulu dan bandingkan dengan merk susu hamil lainnya.

Jika Ibu Hamil Berusia 24 Tahun Atau Lebih

Untuk ibu hamil dalam usia 24 tahun atau lebih maka umumnya kebutuhan kalsium maksimal yang mereka perlukan adalah sekitar 1.200 mg dalam satu harinya. Sementara itu, ibu hamil yang lebih muda dari usia ini akan membutuhkan sebanyak antara 1.200 dan 1.500 mg kalsium dalam perharinya.

Jadi demikian, perhatikan kembali kebutuhan kalsium ini dengan baik. Perhatikan juga kandungan kalsium pada label kemasan. Jika anda menemukan merk dengan kandungan kalsium yang mendekati angka ini maka produk tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik.

Hindari Susu dengan Kandungan Gula Terlalu Banyak

Memilih susu hamil pun penting memperhatikan kandungan gula didalamnya. Jangan pilih susu dengan kandungan gula yang terlalu banyak sebab hal ini bisa mungkin beresiko kurang baik untuk kesehatan anda. Pilihlah susu hamil dengan kandungan gula yang sedikit untuk menghindari resiko diabetes selama masa kehamilan. Dimana hal ini akan tentu berpengaruh kurang baik untuk janin dan kesehatan ibu.

Itulah dia beberapa informasi dalam memilih jenis susu ibu hamil yang terbaik. Semoga bermanfaat dan memudahkan anda menentukan susu hamil seperti apa yang akan bekerja lebih baik untuk membantu kecukupan gizi anda.

Sumber Makanan dengan Kandungan Asam Folat Tinggi

Setelah menikah momen yang paling dinanti oleh setiap pasangan adalah kehadiran buah hati ditengah keluarga. Tangis dan suara canda dari seorang bayi akan senantiasa membuat kebahagiaan anda bersama dengan pasangan terasa semakin sempurna. Tak heran bila banyak pasangan akan mengupayakan segala cara untuk bisa memiliki kehamilan.

Nah, untuk anda yang saat ini tengah merencanakan kehamilan atau mungkin sudah berhasil hamil. Maka kami ucapkan selamat ya bunda. Akhirnya, impian memiliki buah hati sudah bisa dicapai. Namun perhatikan kembali ya bund, perjuangan bunda dalam menjalani kehamilan baru saja dimulai. Jadi demikian, jaga dengan baik kehamilan anda agar tetap sehat.

Berbicara mengenai kehamilan yang sehat. Tentunya tidak semua wanita akan bisa mendapatkan janin dan kehamilan yang sehat tanpa adanya perjuangan. Perawatan kehamilan yang anda lakukan akan menentukan seberapa sehat janin yang anda kandung dalam rahim.

Bila ibu mampu mengasup kebutuhan vitamin dan nutrisi dalam tubuh dengan baik maka bisa dipastikan kesehatan si kecil akan senantiasa terjaga dengan baik. Artikel lainnya: Kenali Jenis Olahraga yang Baik Untuk Ibu Hamil Untuk Cegah Penyakit Bayi Kronis

Salah satu asupan nutrisi yang dibutuhkan selama masa kehamilan adalah asam folat. Asam folat adalah salah satu bentuk dari vitamin B yang sifatnya larut dalam air. Tepatnya adalah vitamin B9 yang dimaksud dengan asam folat dimana zat ini akan berfungsi dalam membantu tubuh memproduksi sel-sel tubuh baru yang sehat. Oleh karenanya, penting sekali untuk ibu hamil mencukupi kebutuhan zat ini dari makanan. Berikut adalah jenis makanan yang kaya akan kandungan asam folat.

Bayam

Bahan makanan pertama dengan kandungan asam folat yang tinggi adalah bayam. Bayam mungkin sering anda jumpai di warung sayur atau supermarket. Selama kehamilan anda penting untuk bisa mendapatkan asupan ini dengan baik kedalam tubuh.

Terdapat sekitar 194 mcg/100 gr atau setara dengan 49 persen dari angka kecukupan gizi. Tentunya ukuran ini akan baik untuk anda bisa memenuhi kebutuhan asam folat dalam tubuh. Sehingga hal ini pun akan baik untuk si kecil dalam kandungan ibu.

Buah Bit

Bahan lain yang memiliki kandungan asam folat yang tinggi adalah buat bit. Buah yang dikenal dengan warna ungu kemerahan yang pekat ini rupanya menyimpan kandungan asam folat yang banyak dan baik untuk kesehatan.

Terdapat sekitar 107 mcg/100 gr atau setara dengan 27 persen dari angka kecukupan gizi. Jadi demikian, anda akan mulai dapat menyertakan bahan ini pada konsumsi harian anda terhadap buah yang satu ini.

Kubis

Kubis adalah salah satu bahan yang sering digunakan untuk memasak. Olahan dari kubis cukup beragam dan yang pasti olahan makanan ini selalu nikmat. Dan ternyata dari bahan ini terdapat kandungan bahan yang baik yakni asam folat untuk kehamilan.

Ada sekitar 63 mcg/100 gr atau setara dengan 16 persen dari angka kecukupan gizi. Jadi demikian, bahan sayuran ini akan sangat cocok anda santap untuk memenuhi kebutuhan asam folat dalam tubuh.

Kentang

Kentang pun masuk kedalam daftar resep makanan yang baik dengan kandungan asam folat yang cukup tinggi. Ada sekitar 28 mcg/100 atau setara dengan 7 persen dari  angka kecukupan gizi. Jadi demikian, anda akan mulai dapat mengkonsumsi bahan yang satu ini selama masa kehamilan mengingat komposisi asam folatnya yang cukup baik untuk kehamilan.

Itulah dia segelintir makanan dengan kandungan asam folat yang berlimpah. Jadi demikian, mulai saat ini tidak ada salahnya mulai memasukkan beberapa daftar makanan tersebut pada menu santapan harian anda.

Seberapa Pentingkah Asam Folat Untuk Ibu Hamil?

Selama hamil seorang wanita membutuhkan asupan vitamin dan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak hamil. Hal ini dikarenakan, kondisi janin didalam kandungan ibu membutuhkan asupan ini guna menunjang tumbuh kembang yang terjaga dengan baik dalam kandungan ibu. Oleh karenanya, tidak heran bila ibu hamil akan dituntut untuk mendapatkan banyak asupan dari makanan yang bergizi.

Oleh karenanya, memperhatikan asupan makanan selama masa kehamilan menjadi syarat penting yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Nah, berbicara mengenai asupan makanan kedalam tubuh ibu hamil tentunya tidak sembarang makanan boleh anda konsumsi. Selain itu, tidak pula semua makanan memiliki kandungan gizi yang sama yang dibutuhkan ibu hamil. Baca juga: Olahraga Saat Hamil Untuk Lindungi Anak dari Penyakit Jantung

Dari serangkaian banyak makanan yang mengandung gizi yang baik untuk kehamilan. Salah satu kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil adalah asupan asam folat. Sumber nutrisi ini menjadi asupan penting yang dibutuhkan ibu hamil demi menunjang kesehatan bayi dan janin yang dikandungnya.

Apa Itu Asam Folat?

Asam folat merupakan vitamin B yakni vitamin B9. Fungsi dari asam folat akan membantu tubuh menghasilkan produksi sel-sel baru didalam tubuh yang sehat. Asam folat dan folat adalah dua hal yang sama. Dimana folat akan ditemukan secara alami pada beberapa jenis makanan. Kebanyakan wanita tidak mendapatkan kebutuhan asam folat dengan baik melalui makanan.

Pada umumnya semua wanita membutuhkan asupan asam folat. Hanya saja, dalam hal ini ibu hamil atau mereka yang merencanakan kehamilan akan membutuhkan asupan ini dengan baik. Terutama untuk ibu hamil mereka akan sangat membutuhkan asupan vitamin ini dalam tubuhnya dengan baik.

Seberapa Pentingkah Asam Folat Untuk Ibu Hamil?

Untuk ibu hamil kehadiran bayi dalam kandungan membuat mereka membutuhkan asupan asam folat dalam tubuhnya dengan baik. Hal ini mengingat fungsi dari asam folat dalam tubuh adalah membantu pembentuk sel-sel baru yang sehat. Dimana tentunya hal ini akan dibutuhkan janin untuk menunjang tumbuh kembangnya dengan baik.

Sebaliknya, kekurangan asam folat pada tubuh ibu hamil akan mengakibatkan kondisi berbahaya. Baik untuk tubuh ibu maupun janin dalam kandungannya. Lantas seperti apa bahaya kekurangan asam folat? Mari simak dibawah ini.

Bahaya Kekurangan Asam Folat Untuk Ibu Hamil

Wanita terutama ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat didalam tubuhnya akan mengalami resiko yang cukup besar. Terutama bayi dalam kandungan ibu. Hal ini dikarenakan dalam rahim si kecil akan membutuhkan beberapa asupan penting dari nutrisi untuk menunjang tumbuh kembangnya dengan baik. Kekurangan asam folat akan mungkin menyebabkan masalah dapat terjadi. Diantaranya adalah:

Resiko Cacat Bawaan Otak dan Tulang Belakang

Salah satu resiko pertama yang mungkin dialami oleh bayi yang mengalami kekurangan asam folat dari ibunya adalah resiko cacat bawaan otak. Hal ini akan sangat berbahaya untuk si kecil. Apalagi untuk tumbuh kembang mereka saat besar nanti. Kondisi ini juga disebut dengan Neural Tube Defect (NTDs).

Jadi demikian, pastikan untuk memperhatikan masalah ini dengan baik. Jangan sampai buah hati anda berada dalam resiko penyakit berbahaya karena ibu kurang mencukupi kebutuhan ini dengan baik.

Cacat Lahir

Resiko lain yang akan mungkin dihadapi oleh si buah hati yang mengalami kekurangan asam folat adalah resiko cacat lahir. Oleh karenanya, perhatikan kembali untuk memenuhi kebutuhan asam folat anda dengan baik.

Olahraga Saat Hamil Untuk Lindungi Anak dari Penyakit Jantung

Kondisi kehamilan pada seorang wanita memang cenderung membuat anda merasa malas melakukan aktivitas seperti biasanya. Hal ini adalah kondisi yang normal sebab hormon kehamilan umumnya membuat tubuh terasa lemas dan berat. Akan tetapi sebaiknya, tidak selama masa kehamilan yang panjang pula anda dapat menghabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan bersantai. Sebab anda akan membutuhkan olahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anda.

Selain itu, menjadi pasif selama kehamilan tentu menjadi hal yang tidak baik. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ibu hamil yang kurang bergerak akan beresiko untuk kesehatan dan janin dalam kandungannya. Hal ini tentu akan sangat disayangkan bila anda hanya menghabiskan sebagian besar waktu anda didalam rumah dan bermalas-malasan.

Selain itu, kabarnya melakukan olahraga secara rutin selama masa kehamilan akan dapat melindungi janin dan anak anda dari resiko penyakit jantung yang berbahaya. Nah, lantas seperti apa penjelasan lebih detailnya mengenai hal ini? Tak perlu khawatir mari simak beberapa informasinya dibawah ini. Baca juga: Bahaya Kelebihan Vitamin A Pada Ibu Hamil

Mengapa Bisa Olahraga Saat Hamil Cegah Penyakit Jantung Anak?

Dalam sebuah penelitian pada sebuah seminar yang diadakan di American Physiological Society, mengungkapkan bahwa olahraga yang dilakukan selama masa kehamilan akan mampu mencegah anak dari kemungkinan penyakit kronis dan berbahaya, termasuk dengan penyakit jantung. Hal ini pun akan melindungi si kecil dari resiko penyakit selama mereka dikandung dan saat beranjak dewasa nanti.

Bukan hanya itu, olahraga yang baik dilakukan selama masa kehamilan pun akan menghindarkan anak dari resiko mengalami penyakit darah tinggi yang mana hal ini sama artinya baik untuk kesehatan jantungnya.

Nah, dengan demikian maka tidak ada salahnya melakukan olahraga yang baik selama masa kehamilan. Sebab hal ini bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan ibu, namun juga janin yang ada didalam kandungan akan sangat bermanfaat dalam menghindarkan mereka dari ancaman masalah.

Penelitian Menunjukan Olahraga Hamil Segah Penyakit Jantung Pada Bayi

Selain penelitian yang dilakukan di Amerika, penelitian lain yang lebih spesifik pun menunjukan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang aktif bergerak secara fisik selama masa kehamilan memiliki kemungkinan besar melahirkan bayi dengan berat badan yang normal dan tekanan darah yang normal. Penel;ian ini dilakukan oleh Professor dari Michigan State University.

Selain itu, professor pun menjelaskan bahwa olahraga yang dilakukan selama masa kehamilan dapat mengubah resiko penyakit kardiovaskular yang terjadi didalam rahim. Hal ini tentu tidak dijumpai pada ibu hamil yang cenderung pasif atau kurang bergerak selama masa kehamilannya.

Sebaliknya, mereka yang kurang bergerak selama masa kehamilan seringkali dihinggapi banyak resiko penyakit. Salah satunya yang paling menyeramkan adalah resiko obesitas selama masa kehamilan. Dimana kondisi ini bisa mengancam kelahiran normal pada bayi yang akan mereka lahirkan.

Selain itu, dalam pengamatan ini pun mereka menemukan bahwa wanita yang aktif melakukan pergerakan fisik olahraga terutama pada masa trimester ketiga menunjukan hasil positif dalam menghindarkan resiko tekanan darah tinggi pada bayinya.

Jenis Olahraga yang Baik Dilakukan Selama Kehamilan

Ada beberapa jenis olahraga yang akan baik dan bermanfaat dilakukan selama masa kehamilan untuk menunjang kesehatan anda dan janin dalam kandungan. Beberapa olahraga tersebut dapat anda simak dibawah ini.

  • Berenang
  • Gym
  • Yoga
  • Jogging
  • Berjalan kaki
  • Senam hamil

Itulah dia segelintir olahraga umum yang baik untuk dilakukan selama masa kehamilan untuk melindungi anak dari resiko serangan penyakit jantung yang berbahaya untuk kesehatannya. Semoga hal ini dapat memotivasi anda untuk mulai melakukan olahraga secara rutin.

Kenali Jenis Olahraga yang Baik Untuk Ibu Hamil Untuk Cegah Penyakit Bayi Kronis

Selain asupan vitamin dan nutrisi yang diperoleh dari aneka ragam makanan sehat. Hal penting lain yang perlu ibu hamil lakukan guna mencegah masalah kesehatan adalah dengan berolahraga. Sayangnya, banyak ibu hamil malas melakukan olahraga karena beberapa hal. Salah satunya adalah hormon kehamilan yang membuat mereka malas melakukan banyak aktivitas.

Belum lagi, kondisi perut yang semakin membuncit seringkali membuat aktivitas yang dilakukan cenderung terkendala. Masalah inilah yang membuat segelintir ibu hamil malas berolahraga dan memilih untuk tinggal dirumah dan bermalas-malasan. Selain itu, mereka pun khawatir jika olahraga yang dilakukan dengan melibatkan banyak kegiatan fisik dapat membahayakan kesehatan janin si kecil dalam kandungan ibu. Bca juga: Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Ditentukan Sejak Awal dengan Tes Darah

Namun sebenarnya tidak selalu demikian, justru sebaliknya olahraga yang dilakukan secara rutin selama masa kehamilan adalah yang baik yang perlu ibu perhatikan. Selain memberikan kebugaran terhadap tubuh ibu dengan lebih prima.

Olahraga yang dilakukan secara teratur pun akan sangat baik untuk kesehatan janin didalam kandungan. Hal ini pun dapat mencegah bayi dari masalah penyakit kronis pada saat mereka dilahirkan nanti. Hanya saja, olahraga yang dilakukan oleh ibu hamil tentunya bukan sembarang olahraga yang bisa disamakan dengan mereka yang tidak hamil.

Nah, untuk kenali jenis olahraga yang baik untuk ibu hamil untuk cegah penyakit bayi kronis. Maka mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.

Kenali Jenis Olahraga yang Baik Untuk Ibu Hamil Untuk Cegah Penyakit Bayi Kronis

Ada beberapa olahraga yang baik yang dianjurkan dilakukan oleh wanita selama masa kehamilan. Beberapa jenis olahraga ini akan sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh anda dan janin dalam kandungan. Dengan begini ancaman masalah dan penyakit akan jauh dari janin anda.

Jogging

Olahraga pertama yang akan sangat direkomendasikan untuk anda para ibu hamil guna menjaga stamina dan kebugaran tubuh adalah jogging. Kegiatan yang satu ini dapat anda lakukan setiap pagi selama masa kehamilan.

Jogging di pagi hari akan memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh anda. Selain itu, tubuh pun akan terasa lebih nyaman dan lebih bersemangat ketika anda mampu bangun di pagi hari dan melakukan olahraga.

Selain baik untuk kesehatan, jogging pun menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan oleh dokter kandungan. Jadi demikian anda akan dapat melakukan olahraga ini dengan rutin tanpa perlu khawatir.

Berenang

Jenis olahraga yang selanjutnya yang akan dapat aman dilakukan selama masa kehamilan adalah berenang. Berenang akan menjadi salah satu olahraga yang baik dalam menghindari masalah penyakit kronis pada bayi atau janin dalam kandungan anda. Sehingga demikian, pergerakan olahraga ini akan dapat anda lakukan sengan rutin selama masa kehamilan.

Hanya saja, bila anda khawatir dengan keselamatan anda maka minta pasangan untuk mendampingi anda selama berenang. Atau bila tidak memungkinkan maka gunakan jasa pendamping atau pelatih renang.

Yoga

Anda mungkin sudah kenal dengan olahraga yang satu ini. Pergerakan pada yoga yang berfokus pada gerakan peregangan dan tehnik pernapasan ini memang akan sangat baik dilakukan oleh wanita selama masa kehamilan. Bahkan ada olahraga prenatal yoga yang memang dikhususkan untuk ibu hamil.

Anda dapat mencoba jenis olahraga ini dan aman dilakukan selama masa kehamilan. Agar kesehatan Janin dan kebugaran tubuh ibu senantiasa terjaga dengan baik. Dengan begini maka kehamilan yang dijalani akan semakin ceria.

Jenis Kelamin Bayi Sudah Bisa Ditentukan Sejak Awal dengan Tes Darah

Kehamilan adalah sebuah anugerah yang dimiliki oleh setiap pasangan yang sudah menikah. Banyak wanita setelah usia melangsungkan resepsi pernikahan mendambakan memiliki buah hati dalam rahimnya. Betapa tidak, kebahagiaan tidak akan terasa lengkap saat anda tidak mendengar tangisan bayi sebagai buah cinta anda bersama pasangan dirumah. Oleh karenanya, setelah pernikahan kehamilan menjadi hal yang akan dinanti-nanti oleh pasangan suami isteri.

Nah, setelah perjuangan yang besar dan penantian yang panjang dan akhirnya kehamilan bisa didapatkan. Tidak sedikit pasangan yang penasaran akan jenis kelamin bayinya. Apakah laki-laki atau anak perempuan mereka akan cenderung tidak sabar mengetahui kabar ini. Bahkan tidak sedikit ibu dan ayah yang menebak-nebak jenis kelamin anak yang masih ada dalam kandungan.

Hanya saja, biasanya tes kehamilan guna mengetahui jenis kehamilan bayi dalam kandungan ini dapat dilakukan setelah usia kehamilan beberapa bulan. Tes ini dikenal dengan sebutan tes USG. Lewat tes ini maka ayah dan ibu bisa mengetahui jenis kelamin si buah hati dengan baik. Akan tetapi, penantian yang cukup lama ini seringkali membuat anda tidak sabar.

Namun sebenarnya ada metode lain yang bisa anda lakukan yakni dengan menggunakan tes darah. Jenis kelamin buah hati anda sudah bisa diketahui sejak awal kehamilan dengan melakukan metode yang satu ini. Baca juga: Waspadai Bahaya Paparan Radiasi Ponsel Untuk Kesehatan Janin

Tes Darah Guna Mengetahui Jenis Kelamin Bayi

Tes darah adalah salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungan. Bahkan sejak usia kehamilan baru menginjak beberapa minggu, jenis kelamin si kecil dalan rahim anda sudah bisa kenali. Tes ini dapat dilakukan lebih awal dibandingkan dengan melakukan USG yang baru akurat hasilnya setelah usia kehamilan 18 sampai dengan 22 minggu.

Nah, metode pengecekan jenis kelamin ini akan dapat menjadi solusi yang baik untuk anda yang sudah tidak sabar menanti kepastian jenis kelamin si kecil dalam rahim sang istri.

Tes darah pada dasarnya ditujukan untuk mengetahui kelainan kromosom pada bayi (seperti misalkan adanya kemungkinan Down Syndrome). Akan tetapi, dalam waktu yang bersamaan tes ini pun dapat menentukan jenis kelamin si janin dalam kandungan.

Tes darah pun bisa pula disebut dengan tes DNA sel bebas atau sel prenatal noninvasif. Lalu mengapa demikian? Hal ini dikarenakan tes ini tidak dilakukan dengan cara pembedahan atau melakukan pengambilan dari ibu atau janin dalam kandungan.

Tes darah hanya dilakukan dengan menggunakan sampel DNA yang terdapat dalam sel darah ibu. Karena dilakukan dengan mengambil sel darah pada ibu hamil, maka tes DNA ini akan lebih akurat hasilnya dibandingkan dengan hanya menggunakan tes urin pada ibu hamil.

Bahkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Journal of American Medical Association mengungkapkan bahwa akurasi dari tes DNA mencapai 95,4 persen untuk bayi laki-laki dan 98,6 persen untuk bayi perempuan.

Selain itu, kelebihan dari tes ini adalah tes DNA guna mengetahui jenis kelamin bayi sudah dapat dilakukan sejak usia kandungan ibu menginjak usia 7 minggu. Selain itu, melakukan metode pengecekan ini pun tidak akan menimbulkan resiko berbahaya untuk kehamilan ibu.

Jadi demikian, proses pengecekan ini akan aman dan tidak berbahaya baik untuk ibu maupun janin dalam kandungan. Nah, bila anda sudah penasaran dan tidak sabar mengetahui jenis kelamin si buah hati maka tidak ada salahnya melakukan tes ini.

Bahaya Kelebihan Vitamin A Pada Ibu Hamil

Kondisi kehamilan dengan adanya janin dalam kandungan seorang wanita memang mengharuskan mereka untuk mendapatkan asupan vitamin yang lebih banyak kedalam tubuhnya. Tak heran bila sebagian ibu hamil akan dengan teratur mengkonsumsi makanan sehat dengan baik guna menjamin pertumbuhan si kecil dalam rahimnya.

Bahkan sebagian ibu menyempatkan diri untuk mengkonusmsi sejumlah asupan suplemen untuk mencukupi kebutuhan vitamin dalam skala yang lebih besar ketika mereka tidak merasa mendapatkan vitamin cukup dari makanan yang dikonsumsinya.

Ada cukup banyak kebutuhan vitamin yang diperlukan oleh ibu hamil dalam menunjang perkembangan bayi dan janin dalam kandungan agar berjalan dengan baik. Salah satunya adalah kebutuhan vitamin A. Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang larut dalam lemak. Bahan vitamin ini akan sangat berperan penting dalam peningkatan daya tahan tubuh serta membantu kinerja penglihatan agar berjalan dengan baik.

Sementara itu, manfaat vitamin A untuk ibu hamil ada begitu banyak diantaranya adalah memicu pertumbuhan hati dengan lebih baik pada janin, pertumbuhan embrio, pengembangan jantung pada janin dan masih banyak lagi. Baca juga: Seputar Kehamilan Perkembangan Janin dan Perubahan Ibu Hamil di Trimester Kedua

Selain itu, asupan bahan ini pun akan sangat penting untuk ibu hamil menjelang waktu persalinannya. Vitamin A akan membantu memperbaiki dengan cepat jaringan postpartum dan membuat proses kelahiran secara normal dapat terjadi. Akan tetapi, kelebihan vitamin A dalam tubuh ibu hamil pun bukanlah kondisi yang baik. Sebab kondisi ini akan dapat berbahaya. Diantaranya bahaya yang dapat ditimbulkan adalah:

Overdosis

Masalah pertama yang akan mungkin ditemukan pada ibu hamil yang mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A adalah overdosis. Overdosis dari asupan vitamin A yang berlebihan akan dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.

Apalagi untuk anda yang mengkonsumsi suplemen vitamin A dalam memenuhi kebutuhan vitamin ini dalam tubuh. Oleh karenanya, sebaiknya periksakan terlebih dahulu dan konsultasikan dengan dokter seberapa banyak dosis yang bisa anda konsumsi. Dengan begini takaran yang jelas akan menghindarkan anda dari masalah overdosis yang berbahaya.

Cacat Lahir Pada Bayi

Asupan vitamin A kedalam tubuh ibu hamil yang tengah mengandung memang baik untuk dikonsumsi. Hanya saja, kelebihan dosis dari konsumsi vitamin ini dalam tubuh akan berbahaya, salah satunya dalah resiko bayi cacat lahir. Namun demikian, tidak semua bentuk dari vitamin A akan dapat mengakibatkan kondisi ini dapat terjadi.

Adapun beberapa bentuk vitamin A yang beresiko bila dikonsumsi terlalu banyak adalah preform. Sementara itu, bentuk yang aman untuk dikonsumsi dan tidak beresiko adalah vitamin A dengan bentuk beta karoten. Oleh karenanya, perhatikan masalah ini dengan baik salah satu cara terbaik dalam mengenai jumlah asupan vitamin A yang sesuai adalah dengan berkonsultasi masalah ini dengan dokter.

Keguguran

Dampak paling bahaya dari konsumsi vitamin A yang terlalu banyak pada kehamilan adalah keguguran. Overdosis dari bahan vitamin ini akan membuat perkembangan bayi dan jiwanya terancam dalam perut ibu. Hal ini dikarenakan vitamin A yang dikonsumsi terlalu banyak akan dapat bersifat toxic untuk janin dalam kandungan.

Nafsu Makan Menghilang

Dampak lain dari mengkonsumsi terlalu banyak vitamin A adalah kehilangan nafsu makan pada ibu hamil. Kondisi ini akan sekaligus berdampak buruk pada janin dalam kandungan anda. Salah satunya adalah perkembangan dan pertumbuhan janin yang akan terganggu. Nafsu makan yang hilang pada ibu hamil akan membuat nutrisi dari makanan sehat terkendala masuk kedalam tubuh ibu.

Waspadai Bahaya Paparan Radiasi Ponsel Untuk Kesehatan Janin

Saat ini ponsel seolah menjadi barang yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Bahkan mungkin ponsel telah menjadi sahabat sejati kita yang selalu menemani setiap aktivitas kita kapanpun dan dimanapun. Peri makan ditemani ponsel, belajar ditemani ponsel atau bahkan saat waktu tidur tiba kita seringkali masih disibukan dengan bermain ponsel.

Continue Reading

Hiperpigmentasi Pada Ibu Hamil, Wajarkah? Bagaimana Mencegahnya?

Sering dengan bertambahnya waktu, akan muncul berbagai perubahan dalam diri seorang wanita hamil, baik dari segi emosional maupun dari segi fisik, tak terkecuali perubahan yang terjadi pada kulit seorang wanita hamil. Secara fisik salah satunya bunda akan mendapati kulit bunda yang mengalami perubahan warna menjadi kecoklatan pada beberapa area tertentu. Biasanya akan sering muncul dibagian daerah payudara yakni puting susu, leher, ketiak dan daerah sekitar lipatan perut.

Continue Reading

Bolehkah Ibu Hamil Konsumsi Mie Instant?

Mie instant termasuk kedalam kategori makanan paling praktis yang cukup populer di tanah air. Konsumsi mie instant kerap kali dijadikan santapan pengganjal perut sewaktu lapar mendera atau dikonsumsi dalam waktu tertentu. Bahkan saat ini mie instant segunakan sebagai bahan makanan pokok bagi sebagian orang yang tidak semapt memasak.

Continue Reading

Ibu Hamil, Yuk Ketahui Jenis Makanan Untuk Pembangun Otak Janin

Seiring dengan munculnya berbagai perubahan emosional dan fisiologis, kehamilan membawa perubahan cukup signifikan dalam diri seorang wanita. Kebahagian saat hamil akan dirasakan setiap wanita di dunia ini, berbagai cara akan dilakukan untuk membuat janin yang dikandungnya agar tetap sehat dan terlahir sempurna. Banyak pantangan makanan serta perilaku yang dihadapi ibu hamil dan mereka dituntut untuk selektif dan lebih hati-hati dalam memilih makanan demi janin dalam perutnya. Untuk itu, makanan yang sehat tentu harus menjadi perhatian utama untuk para calon ibu. (Artikel terkait lainnya: pantangan ibu hamil)

Continue Reading

3 Hal Janin Belajar Di Dalam Kandungan

Selama janin di dalam kandungan tidak hanya menyempurnakan fungsi organ dan pertumbuhan. Janin di dalam kandungan juga mengalami proses belajar untuk mempersiapkan proses adaptasi dengan lingkungan setelah lahir. Proses belajar janin di dalam kandungan harus dibantu dengan rangsangan sehingga bisa optimal. Apa yang sudah mulai dikenal oleh janin di dalam kandungan dan bagaimana menstimulasi agar hasilnya optimal?

Continue Reading

Rileksasi Kehamilan Dengan Senam Wajah

Wanita selalu ingin tampil cantik begitu juga ketika saat hamil. Anda dapat melakukan rileksasi yang membantu anda tetap terlihat bugar selama kehamilan. Salah satu rileksasi kehamilan yang dapat anda coba adalah dengan senam wajah. Senam wajah dapat membantu anda tetap tampil cantik selama kehamilan. Apalagi bagian wajah yang penting untuk diperhatikan, secara alami raut wajah dan ekspresi yang sangat diperhatikan sehingga anda dapat menjaganya selama kehamilan dengan cara yang aman baik untuk anda atau janin. ( Baca : Relaksasi untuk Ibu Hamil )

Continue Reading

Yuk, Relaksasi Panca Indera Untuk Ibu Hamil

Kondisi yang baru seringkali sulit untuk diterima oleh wanita yang sedang hamil. Hal ini dituntut untuk menyeimbangkan pola hidup selama kehamilan sehingga dapat menjaga kesehatan fisik dan psikis. Ibu hamil yang memiliki pikiran dan perasaan yang tenang akan siap menghadapi kehamilan dan menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Continue Reading

Bolehkah Ibu Hamil Pijat Refleksi?

Selama kehamilan seringkali anda mengalami keluhan yang berhubungan dengan fisik anda. Salah satu yang seringkali dirasakan oleh ibu hamil di trimester kedua hingga menjelang persalinan adalah berat badan yang semakin membesar sehingga menyulitkan ibu hamil untuk bertahan pada posisi duduk atau berdiri terlalu lama. Ibu hamil sering mengalami pegal-pegal.

Continue Reading

Loading...

Follow us