data-ad-format="auto"

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil Yang Harus Diwaspadai

Tentunya, kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya obesitas. Istilah yang digunakan untuk mengindikasikan kelebihan berat badan ini pastinya sering dihindari oleh setiap orang. Hal ini dikarenakan obesitas memiliki risiko dan juga dampak yang cukup buruk bagi kesehatan manusia. Obesitas juga dikenal sebagai salah satu sumber dari penyakit yang cukup parah yang kerap menyerang manusia.

Obesitas juga tentunya harus kita waspadai sebaik mungkin, terlebih bagi wanita yang sedang hamil. Akan tetapi, jarang diketahui bahwa sebenarnya obesitas memang sangat berbahaya bagi ibu hamil. Banyak yang berpikir bahwa kenaikan pada saat hamil menjadi hal yang wajar-wajar saja. Padahal, jika ibu hamil memiliki berat badan yang justru tidak terkontrol sama sekali, maka akan sangat rentan terkena komplikasi kehamilan.

Terlepas dari hal tersebut, tentunya bagi Anda yang saat ini tengah hamil dan memiliki berat badan berlebih. Inilah saatnya Anda untuk mengontrol diri dan menjaga berat badan tetap ideal dan juga stabil. Hal ini tidak lain ialah untuk menghindari bahaya obesitas bagi ibu hamil. Lantas, bahaya apa yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami obesitas? Yuk  kita simak saja berikut ini!

Bahaya Obesitas Pada Ibu Hamil

Seperti yang sudah dijelaskan di atas mengenai obesitas yang memang perlu diwaspadai terlebih bagi Anda yang sedang hamil. Obesitas dapat dikatakan sebagai sebuah ancaman yang kerap menyerang siapa saja, terutama orang dengan gaya hidup yang tidak sehat. Obesitas tentunya menjadi masalah yang cukup serius dan juga berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa risiko kematian bayi menjadi lebih meningkat terutama pada ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, obesitas juga dapat memberikan dampak yang cukup buruk bagi kesehatan lainnya. Peningkatan risiko kematian dan juga kelahiran bayi cacat serta kelainan pada bayi lebih berisiko pada ibu hamil yang mengalami obesitas 2 sampai 3 kali lipat.

Angka yang menunjukan berat badan pada skala internasional, angka BMI Body Mass Index/BMI) sekitar 30 sampai 34.99 masuk ke dalam kategori obesitas tingkat 1. Sedangkan pada ibu hami yang memiliki angka BMI sekitar 35 sampai 39.99 termasuk pada kategori untuk obesitas tingkat 2. Untuk angka selanjutnya yakni 40 ke atas termasuk pada kategori obesitas tingkat 3.

Beberapa risiko dan juga dampak buruk obesitas tentunya tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga bagi janin di dalam kandungan. Dalam mengatasi hal ini tentunya diperlukan cara yang tepat untuk dapat mengontrol berat badan pada ibu hamil. Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa risiko dan juga bahaya yang akan dialami oleh ibu hamil yang kelebihan berat badan, diantaranya:

Bayi obesitas

Bahaya obesitas dari ibu hamil yang pertama yaitu melahirkan bayi yang obesitas pula. Penjelasan mengenai kelahiran bayi obesitas tentunya sudah pernah kami jelaskan pada artikel sebelumnya. Secara nalar, ibu hamil yang obesitas tentunya memiliki kemungkinan besar untuk melahirkan bayi yang obesitas pula. Tentu saja secara tidak langsung obesitas yang dialami oleh ibu akan sangat berdampak buruk dan juga berpengaruh pada bayi di dalam kandungan.

Diabetes

Risiko kesehatan lain yang menjadi indikasi dari bahaya obesitas bagi ibu hamil ialah diabetes. Ibu hamil yang mengalami kelebihan berat badan kemungkinan akan terkena diabetes. Jika ibu hamil gemar mengonsumsi makanan yang manis-manis, tidak dapat menutup kemungkinan baginya untuk mengalami diabetes. Tumpukan lemak dan juga penyerapan kadar gula di dalam darah menjadi menurun tentunya menjadi awal dari seseorang yang terkena diabetes.

Jika penumpukan lemak dan juga kadar gula di dalam tubuh menumpuk, kondisi ini tentunya akan menyebabkan diabetes pada ibu hamil. Jika diabetes terjadi tidak dapat menutup kemungkinan pula ibu hamil mengalami kelebihan berat badan. Tentunya, bidan ataupun petugas kesehatan lainnya akan menyarankan Anda untuk melakukan diet yang sehat yaitu pengurangan karbohidrat dan juga gula.

Keguguran

Selain melahirkan bayi obesitas, ibu hamil yang mengalami obesitas juga akan sangat rentan mengalami keguguran. Keguguran yang terjadi pada ibu hamil yang obesitas biasanya terjadi pada usia kandungan kurang lebih 20 minggu. Itulah mengapa ibu hamil tidak boleh memiliki berat badan yang berlebih.

Diabetes pada bayi

Selain ibu yang mengalami diabetes, bayi juga dapat memiliki risiko yang cukup sama. Jika ibu mengalami diabetes, akibatnya bayi yang ada di dalam kandungan pun akan mengalami diabetes pula. Kondisi ini tentunya dapat disebut sebagai faktor genetik yang berasal dari ibunya. Pada dasarnya, risiko diabetes akan langsung turun kepada janin di dalam kandungan pada ibu hamil yang mengalami diabetes pula.

Operasi Caesar

Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat berisiko dalam melahirkan bayi. Tidak jarang ibu hamil yang mengalami obesitas akan dilakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi. Hal ini terjadi dikarenakan ibu hamil yang mengalami obesitas akan mengalami penyempitan jalan lahir. Tindakan operasi caesar tentunya dianggap sebagai jalan yang paling tepat untuk mengangkat bayi pada rahim ibu. Pembedahan ini tentunya akan segera dilakukan oleh pertugas kesehatan.

Sesak napas

Pada ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan sangat mudah terserang sesak napas. Tidak heran jika ibu hamil yang obesitas akan mudah sekali merasa lelah dengan napas yang ngos-ngosan bahkan setelah melakukan aktivitas yang tidak menguras tenaga. Napas pada ibu hamil yang mengalami diabetes cenderung lebih pendek dibandingkan dengan ibu hamil dengan berat badan yang normal. Mudah lelah dan juga napas yang cukup pendek ini dikarenakan oleh jaringan lemak yang ada di dalam tubuh menghalangi saluran pernapasan di dalam tubuh.

Preeklampsia

Bahaya obesitas ini tentunya sangat disepelekan karena akan mengancam nyawa pada ibu dan juga janin. Preeklampsia dapat disebabkan oleh hipertensi dan juga kelebihan berat badan. Itulah mengapa ibu hamil yang mengalami obesitas akan sangat mudah terkena preeklampsia. Jika ibu hamil mengalami pembengkakan, itulah tanda dari ibu hamil yang terkena preeklampsia. Dianggap hal yang biasa jika ibu hamil mengalami pembengkakan pada area kaki. Akan tetapi, jika pembengkakan terjadi pada area kaki, tangan dan juga wajah. Tentunya, haruslah diwaspadai sebaik mungkin.

Jantung

Gangguan kesehatan yang satu ini memang terbilang selalu ada dan dialami oleh orang yang memiliki gangguan kesehatan lainnya. pada ibu hamil yang obesitas, tentunya akan sangat mudah terkena jantung lemah dan juga gangguan penyakit jantung lainnya. Ibu hamil yang mengalami penyakit jantung tentunya akan berisiko tinggi dalam mengalami persalinan. Lemak yang terus menumpuk tentunya dapat menyebabkan ibu hamil terkena penyakit bawaan lain dan juga penyakit jantung lainnya.

Cacat otak

Kondisi kesehatan yang lebih berbahaya ialah bayi yang mengalami kecacatan pada otak. Terlebih bagi ibu hamil yang mengalami diabetes akan mengalami cacat pada otak. Selain itu, kerusakan pada tabung saraf pada tabung otak sering terjadi pada ibu hamil yang mengalami obesitas.

Cacat tulang belakang

Selain cacat otak yang dialami oleh bayi, cacat tulang belakang juga dapat berisiko tinggi pada ibu yang mengalami obesitas.

Infeksi

Infeksi pada ibu tentunya akan dialami oleh ibu hamil yang mengalami obesitas pada saat hamil dan juga melahirkan. Infeksi ini disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah di dalam lemak. Infeksi ini tentunya dapat disebabkan oleh kuman dan juga bakteri yang masuk ke dalam tubuh saat persalinan. bakteri dan juga kuman akan tumbuh dan berkembang di dalam penumpukan lemak. Cepat atau lambat tentunya infeksi pada ibu juga tidak dapat diindahkan.

Kurang kecerdasan pada bayi

Hubungan antara ibu hamil yang obesitas dan juga kecerdasan pada bayi yang cukup rendah sangatkah berkaitan. Ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya akan membuat plasenta yang menyempit. Seperti yang kita tahu bahwa plasenta merupakan sebuah tempat dimana menjadi perantara dalam menyuplai oksigen ke dalam tubuh bayi. Penyempitan plasenta juga tentunya disebabkan oleh kandungan lemak yang ada pada ibu hamil. Untuk itu, pertumbuhan anak akan terganggu dikarenakan oksigen yang masuk ke dalam otak menjadi terhambat.

Gangguan paru-paru

Selain menyebabkan kurangnya kecerdasan pada bayi, kurangnya suplai oksigen pada tubuh bayi juga akan menimbulkan gangguan paru-paru. Tentu saja, gangguan paru-paru ini dapat menyebabkan bayi yang mengalami sesak napas dan juga kesulitan untuk bernapas. Tentu saja, bayi yang dilahirkan akan membutuhkan selang oksigen untuk membantu pernapasan pada anak. Kondisi ini tentunya bukan tanpa sebab yakni dikarenakan terganggunya fungsi paru-paru ketika bayi di dalam kandungan.

Kurangnya konsentrasi pada bayi

Bayi yang mengalami kekurangan suplai oksigen tentunya akan sangat berisiko mengalami kurangnya konsentrasi. Kondisi ini akan terus mempengaruhi bayi seiring dengan usianya. Jika bayi dihadapkan pada mainan di depannya, ia akan sangat lama dan juga tidak fokus untuk menatap benda. Jika sudah beranjak dewasa, kesulitan untuk berkonsentrasi dalam belajar juga dapat dialaminya.

Tips Cara Mengatasi Obesitas Pada Bayi

Bagi ibu hamil yang mengalami obesitas tentunya sangat disarankan untuk melakukan tips dan juga cara untuk menghindari kelebihan berat badan. Beberapa cara tentunya dapat dilakukan dengan mudah seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

Makan dengan tenang

Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, aturkan makan Anda agar tidak terlalu terburu-buru. Ibu hamil sebaiknya menyantap makanan dengan santai dan juga tenang agar makanan berbentuk halus dan mudah untuk dicerna. Jika ibu hamil makan dengan terburu-buru, maka akan menyebabkan peningkatan gula darah yang emakin menumpuk.

Kurangi gula

Sumber makanan pertama yang tentunya harus Anda hindari ialah gula. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil akan gemar dalam mengonsumsi makanan yang manis-manis dibandingkan dengan makanan yang asin dan juga tawar. Kandungan gula berlebih yang ada pada tubuh ibu hamil akan meningkat dengan sangat drastis. Selain itu, kandungan gula yang berlebih akan menyebabkan obesitas dan juga diabetes.

Jangan makan tiga jam sebelum tidur

Bagi setiap orang tentunya jangan makan kurang dari tiga jam sebelum tidur, terlebih bagi ibu hamil. Ketika kita mengonsumsi makanan tiga jam sebelum tidur tentunya makanan tidak akan terserap dan akan tersimpan di dalam lemak. Kondisi inilah yang menyebabkan tubuh ibu hamil semakin melar dan juga gemuk.

Lakukan aktivitas seperti biasanya

Hamil bukanlah menjadi halangan untuk melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Ibu hamil tentunya harus pula menggerakkan badan dan melakukan aktivitas sehari-hari. Hamil bukanlah menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Ibu hamil tentunya dapat tetap melakukan perkerjaan rumah seperti biasanya yaitu menyapu, mengepel dan juga mencuci piring. Pada dasarnya, ibu hamil yang melakukan aktivitas fisik akan terhindari dari kelebihan berat badan.

Hindari Cemilan

Ketika sedang hamil, ibu hamil tentunya harus menghindari kebiasaan makan cemilan. Hal ini tentunya menyebabkan ibu hamil mengalami penumpukan gula dan juga kalori di dalam tubuh. Terlebih jika kalori yang terkandung pada cemilan tersebut banyak mengandung gula. Selain itu, kandungan gizi dan juga nutrisi yang ada pada cemilan sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Kandungan cemilan juga mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan tentunya akan menyebabkan hipertensi dalam jumlah yang berlebih. Selain itu, ibu hamil akan mengalami komplikasi dan juga keluhan kehamilan yang lainnya.

Perbanyak konsumsi air putih

Meminum banyak air putih memang sangat diperlukan agar ibu hamil terhindari dari dehidrasi. Dampak yang paling parah dari dehidrasi tentunya dapat menyebabkan aliran darah dan juga oksigen menjadi terganggu. Penumpukan lemak dan juga oksigen tentunya dapat menjadi faktor penyebab obesitas pada ibu hamil.

Olahraga

Selain melakukan aktivitas yang seperti biasanya, olahraga juga dapat menjadi cara dan juga alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi diabetes. Ibu hamil yang selalu berolahraga tentunya akan membuat tubuh menjadi lebih ringan. Olahraga ibu hamil yang dapat dilakukan seperti berjalan-jalan, senam hamil, dan juga berenang.

Mengonsumsi makanan kaya serat

Bagi ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih tentunya sangat disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan juga buah. Makanan dengan serat yang cukup tentunya dapat mudah diserap oleh bayi. Selain itu, ibu hamil yang mengonsumsi serat yang cukup banyak dapat terhindar dari sembelit dan juga susah buang air besar. Dengan cukup mengonsumsi buah dan juga serat tentunya dapat melancarkan sistem pencernaan pada ibu hamil.

Makanan Yang Harus Dihindari Oleh Ibu Hamil

Obesitas tentunya dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk gaya hidup dan juga konsumsi makanan yang tidak sehat. Ibu hamil tentunya harus mengetahui dengan benar mengenai makanan apa yang boleh dan juga tidak boleh dikonsumsi. Beberapa makanan tersebut diantaranya:

Makanan dengan gula tinggi

Jenis makanan yang mengandung gula yang cukup tinggi tentunya menjadi sumber makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Tanpa kita sadari tentunya makanan dengan gula yang tinggi tentunya dapat menyebabkan obesitas.

Makanan Tinggi Lemak

Selain makanan yang tinggi gula, ibu hamil juga tentunya harus menghindari konsumsi makanan yang tinggi akan lemak. Hal ini dikarenakan makanan yang tinggi akan lemak dapat meningkatkan risiko berat badan berlebih serta penumpukan lemak pada tubuh ibu hamil.

Makanan tinggi sodium

Makanan yang tinggi sodium tentunya menjadi faktor penyebab darah tinggi pada ibu hamil. Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk menghindari konsumsi makanan bersodium agar dapat menghindari terkena hipertensi dan juga obesitas.

Menjaga gaya hidup tetap seimbang tentunya menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap ibu hamil. Hal ini dikarenakan jika kita salah dalam menjalankan gaya hidup, maka akan berdampak pula pada kesehatan tubuh kita. Itulah beberapa bahaya obesitas pada ibu hamil yang harus Anda hindari. Semoga bermanfaat!

Author: Nina Astuti
Artikel ini di supervisi oleh Bidan Pevi Revina STr.Keb