data-ad-format="auto"

Darah Tinggi

Darah tinggi atau yang lebih dikenal dengan sebutan hipertensi adalah kondisi kesehatan yang berbahaya. Umumnya penyakit ini tidak menunjukan gejala yang spesifik sehingga seringkali berangsur menjadi penyakit yang berbahaya. Simak lebih dalam mengenai darah tinggi dalam kategori ini. 

Kiat-Kiat Khusus Agar Puasa Lancar Bagi Penderita Hipertensi

Menjalankan ibadah puasa tentunya bukan menjadi sebuah alasan bagi Anda yang memiliki gangguan kesehatan untuk tidak berpuasa. Seperti misalnya bagi Anda yang memiliki masalah tekanan darah tinggi (hipertensi), berpuasa tentu dapat membuat Anda menjadi lebih mudah merasa pusing, mual dan juga muntah. Terlebih ketika sedang berpuasa, tubuh akan mengurangi produksi hormon-hormon tertentu yang ada di dalam tubuh. Hal ini tentunya dapat menyebabkan tekanan darah cenderung naik.

Terlepas dari hal tersebut tentunya kondisi ini dapat menyebabkan ibadah puasa Anda menjadi sangat terganggu. Bagi Anda yang memiliki masalah hipertensi tentunya jangan khawatir karena dapat disiasati dengan berbagai alternatif  dan kiat-kiat khusus yang mungkin sangat bermanfaat bagi Anda. Lantas, apa saja kiat-kiat khusus agar puasa lancar bagi penderita hipertensi? Yuk kita langsung simak saja berikut ini!

Kiat-Kiat Khusus Agar Puasa Lancar Bagi Penderita Hipertensi

Memiliki gangguan kesehatan berupa hipertensi tentunya dapat menjadi masalah yang cukup berat, terlebih ketika berpuasa. Bagi orang yang memiliki tekanan darah normal, tentu tidak perlu merasa khawatir saat menjalankan ibadah puasa. Akan tetapi, kondisi ini berbeda bagi Anda yang memiliki tekanan darah yang tinggi (hipertensi) dimana ibadah puasa Anda akan sedikit terganggu dengan gangguan kesehatan yang satu ini. 

Perlu Anda tahu bahwa ketika sedang berpuasa, tubuh akan mengalami lonjakan tekanan darah. Hal ini tentunya menyebabkan proses metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lebih lambat sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan lemak semakin cepat. Bagi penderita hipertensi, kondisi ini tentunya akan menyebabkan tekanan darah semakin naik. Seperti yang kita tahu bahwa tekana darah tinggi (hipertensi) merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang mencapai 140/90 mmHg sedangkan hitungan tekanan darahpada orang normal yakni berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Kondisi dimana aliran darah tidak lancar akan membuat tekanan yang lebih agar darah dapat mengangkut okigen agar dapat sampai ke organ-organ tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat. Meskipun kondisi tersebut terjadi pada penderita hipertensi, namun hal tersebut bukanlah halangan bagi Anda untuk melakukan ibadah puasa. Seperti yang dilakukan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of Hypertension pada tahun 2016 menyatakan bahwa puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi baik ringan ataupun sedang.

Saat berpuasa, tentu ada perubahan pada pola tidur dan juga makan. Kondisi inilah yang mempengaruhi sistem saraf renin, sistem simpatik dan juga hormon antidiuretik sehingga dapat menyebabkan tekanan darah Anda menjadi menurun. Selain daripada itu, puasa juga dapat memberikan kesempatan bagi tubuh Anda untuk beristirahat dari berbagai makanan yang memicu tekanan darah menjadi tinggi. Sehingga tekanan darah akan cenderung stabil selama menjalankan ibadah puasa.

Meskipun begitu, tetap saja Anda harus melakukan beberapa tips dan juga kita khusus yang harus Anda lakukan ketika menjalankan ibadah puasa bagi penderita hipertensi. Lakukan kiat-kiat di bawah ini agar puasa Anda dapat berjalan dengan lancar, diantaranya:

Perbanyak konsumsi air putih

Bagi penderita hipertensi yang ingin menjalankan ibadah puasa, tentunya harus memperbanyak konsumsi air putih. Tanpa kita sadari tentunya, kurangnya cairan di dalam tubuh sangat mempengaruhi tekanan darah pada tubuh seseorang. Kiat terbaik dimana ketika menjalankan ibadah puasa harus memperbanyak konsumsi air putih  terutama saat berbuka dan juga sahur. Air putih memang menjadi andalan bagi setiap orang untuk melepas rasa haus dan juga memenuhi kebutuhan cairan tubuh sesuai kebutuhan.

Memperbanyak konsumsi air putih tentunya dapat mencegah terjadinya dehidrasi pada tubuh Anda. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar. Jika dehidrasi terjadi, maka sangat memungkinkan terjadinya komplikasi hipertensi di kemudian hari. Ketika sedang berpuasa, penderita hipertensi tidak dianjurkan untuk terlalu banyak mengonsumsi teh, kopi serta minuman bersoda karena dapat berisiko meningkatkan tekanan darah hingga 10 mmHg.

Periksa ke dokter sebelum berpuasa

Penderita hipertensi tentunya memiliki kondisi yang berbeda dengan orang yang memiliki tekanan darah normal. Menjelang berpuasa ataupun saat berpuasa tentunya Anda disarankan untuk melakukan medical check up terlebih dahulu ataupun pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi kesehatan Anda. Ketika Anda melakukan MCU, dokter tentunya akan menyarankan atau tidak menyarankan bagi penderita hipertensi untuk melakukan puasa. Dokter juga akan melihat seberapa besar tingkat keparahan hipertensi yang Anda alami.

Pada umumnya, dokter akan memberikan resep obat antihipertensi yang akan membantu Anda mengendalikan tekanan darah yang tinggi saat berpuasa. Untuk itu, pastikan Anda menanyakan kepada dokter kapan waktu yang terbaik bagi Anda untuk minum obat serta kemungkinan efek samping yang mungkin saja dapat terjadi. Selain itu, jangan sampai Anda lupa untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin agar dapat mengetahui tekanan darah Anda dan dapat segera mengantisipasinya.

Perbanyaklah konsumsi buah dan juga sayur

Tidak hanya bagi penderita hipertensi saja yang disarankan untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayur, namun tentunya untuk setiap orang yang ingin sehat sangat diharuskan untuk mengonsumsi menu tersebut. Anda tentunya dapat menjadikan buah dan sayur menjadi menu harian Anda setiap harinya baik sahur ataupun saat berbuka. Bagi penderita hipertensi, konsumsi buah dan sayur memiliki manfaat yang sangat banyak. Pasalnya, sayur dan buah mengandung kalium yang tinggi sehingga dapat mengurangi efek natrium pada darah.

Membiasakan diri mengonsumsi buah dan sayur baik buka ataupun sahur dipercaya dapat menurunkan tekanan darah hingga 11 mmHg. Anda juga harus memilih jenis sayur dan juga buah yang tinggi akan serat dan juga vitamin. Pilihlah sayuran hijau yang tinggi kalium dan juga serat seperti sawi, brokoli dan juga bayam yang dapat menyeimbangkan kadar natrium di dalam tubuh. Sedangkan untuk sumber kalium bisa Anda dapatkan dari pisang, apel, jeruk, mangga, melon, dan alpukat.

Seimbangkan dengan melakukan olahraga secara teratur

Olahraga yang dilakukan secara teratur tentunya menjadi cara yang terbaik bagi Anda untuk menormalkan tekanan darah. Hal tersebut bahkan telah dibuktikan oleh sebuah penelitian dimana berhasil menunjukkan bahwa olahraga yang dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, ketika sedang berpuasa, Anda tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang membuat Anda lelah. Anda tentunya dapat memilih waktu yang tepat untuk berolahraga yakni pagi dan juga sore serta pilihlah jenis olahraga yang tidak menguras keringat berlebih. Hal yang paling penting bagi Anda yakni usahakan untuk rutin melakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap harinya untuk menurunkan tekanan darah hingga 5-8 mmHg. Selain berolahraga, tentunya Anda dapat menyeimbangkan untuk istirahat yang cukup setidaknya 7 jam ketika tidur malam agar membuat tubuh menjadi lebih bugar.

Kurangi asupan garam

Garam memang menjadi salah satu bumbu dapur yang dapat meningkatkan risiko naiknya tekanan darah. Inilah yang menjadi alasan mengapa penderita hipertensi harus menghindari makanan tinggi garam seperti makanan kaleng, kacang asin, sosis, keripik, keju olahan dan juga berbagai makanan lainnya. Dengan mengurangi kadar garam setidaknya dapat membantu menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mmHg serta dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Demikianlah beberapa kita-kiat khusus agar puasa lancar bagi penderita hipertensi yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Selamat mencoba!

Makanan Anti Tekanan Darah Tinggi Yang Terbukti Paling Ampuh

Berbicara mengenai tekanan darah tinggi tentunya tidak memiliki batasan apapun akan hal tersebut. Pasalnya, hipertensi atau darah tinggi memang memiliki sebab dan juga akibat yang akan timbul dnegan sendirinya. Dalam hal ini tentunya, hipertensi sering dikaitkan oleh suatu penyakit yang ditimbulkan karena konsumsi garam yang cukup tinggi pada tubuh seseorang. Namun, anggapan tersebut tidaklah sepenuhnya benar, selain garam tentunya ada beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan penyakit darah tinggi ada pada seseorang.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi tentunya menjadi salah satu penyakit yang terbilang muncul secara diam-diam. Dalam hal ini tentunya sangat sulit untuk mengetahui seseorang yang mengalami hipertensi jika tidak dilakukan pengecekan ukuran tekanan darah. Seperti yang kita tahu bahwa penyakit hipertensi dapat disebabkan oleh tekanan darah terjadi pada dinding arteri meningkat. Hipertensi ini tentunya sering disebut dengan istilah pembunuh diam-diam dikarenakan gejala yang tidak jelas. Untuk mengetahui tekanan darah pada tubuh seseorang, tentunya Anda harus melakukan pengukuran tekanan darah. Seperti halnya yang sering dilakukan oleh orang-orang yang memeriksakan dirinya ke dokter. Pastinya akan selalu dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Dalal ini tentunya tenaga medis bertujuan untuk mengetahui berapa tekanan darah yang ada pada diri seseorang tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013 bahwa penderita hipertensi yang berusia di atas 18 tahun telah mencapai 25,8 persen dari beberapa jumlah keseluruhan penduduk di Indonesia. Pada angka tersebut ditemukan bahwa penderita hipertensi paling banyak ialah perempuan yakni sekitar 6% dibandingkan dengan laki-laki. Sementara itu, penderita yang terdiagnosis oleh tenaga medis hanya mencapai 9,4% saja. Pada dasarnya, banyak beberapa penderita hipertensi yang tentunya tidak terjangkau dan tidak terdeteksi oleh tenaga medis karena tidak menjalani pengobatan yang sesuai dengan anjuran dari tenaga media lainnya. Dapat disimpulkan bahwa salah satu faktor penyebab kematian yang paling tinggi di Indonesia yakni darah tinggi.

Kategori Hipertensi

Untuk mengetahui seseorang yang terkena hipertensi tentunya hanya bisa dilakukan jiak seseorang tersebut melakukan pengukuran tekanan darah. Secara umum, tekanan darah orang normal ialah kurang dari 120/80 saja. Untuk angka pertama tentunya didapatkan dari hasil pengukuran tekanan darah sistolik, sedangkan angka berikutnya ialah tekanan darah diastolik. Untuk hasil pengukuran tekanan darah yang melebihi kisaran normal, tentunya dapat dibagi ke dalam beberapa kategori yakni sebagai berikut:

- Tekanan darah berkisar antara 1120-139 untuk angka sistolik sedangkan 80-89 untuk tekanan darah diastolik.

- Hipertensi tahap 1 terjadi jika tekanan sistolik Anda berkisar antara 140-159 atau tekanan diastolik sekitar 90-99.

- Hipertensi tahap 2 ialah terjadi ketika tekanan sistolik 160 atau lebih tinggi dari tekanan diastolik atau lebih tinggi lagi.

Risiko Pengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi tentunya belum dapat dipastikan yang tentunya terjadi pada lebih dari 90% kasus. Dengan bertambahnya usia, tentunya ada kemungkinan bahwa Anda bisa menderita hipertensi yang cukup meningkat pula. Untuk itu, dengan mengenali beberapa faktor pemicu yang dapat mempengaruhi adanya peningkatan risiko hipertensi seperti yang akan kami sajikan berikut ini:

- Pria/wanita berusia 65 tahun

- Sering mengonsumsi garam

- Memiliki kelebihan berat badan

- Kurang akan asupan buah-buahan dan juga sayuran

- Jarang melakukan olahraga

- Sering mengonsumsi minuman-minuman keras

- Minum terlalu banyak kopi atau minuman lain yang tentunya mengandung kafein yang cukup banyak

- Memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi

Risiko pada beberapa poin tersebut tentunya dapat dikurangi sebaik mungkin dengan kita mengubah hal-hal yang telah kami sebutkan di atas. Ubahlah gaya hidup Anda dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Melakukan pemeriksaan darah tinggi secar rutin tentunya menjadi satu hal yang harus Anda lakukan. Diagnosis hipertensi sedini mungkin tentunya akan membantu mendiagnosis pada tahap lebih awal. Dalam hal ini tentunya Anda dapat mengubah gaya hidup sehat tanpa perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dianggap sebagai vitamin dan juga suplemen.

Makanan Pemicu Darah Tinggi

Selain mengetahui risiko pengidap hipertensi, ada baiknya juga jika kita mengetahui makanan yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Mungkin sebagian besar orang mengetahui bahwa garam memang menjadi faktor utama yang bersumber dari makanan yang tentunya sebagai penyebab darah tinggi. Akan tetapi, tidak hanya makanan dengan garam yang cukup tinggi saja yang dapat menyebabkan hipertensi. Ada beberapa jenis makanan pemicu hipertensi yang tentu sangat sering kita temui bahkan konsumsi sehari-hari. Berikut kami sajikan beberapa jenis makanan pemicu tekanan darah tinggi yang bear-benar harus Anda kurangi bahkan hindari, diantaranya:

Kopi

Sumber makanan yang pertama yakni kopi. Jika Anda mengonsumsi kafein dalam jumlah yang cukup tinggi, jangan harap untuk tidak memiliki risiko terkena hipertensi. Sebenarnya tidak hanya kopi yang mengandung kafein cukup tinggi, sama halnya dengan teh dan juga soda yang berisiko meningkatkan hipertensi.

Acar

Dalam pembuatan acar tentunya tidak segan-segan menambahkan garam yang cukup banyak pada bahan-bahan tersebut. Hal ini tentunya bertujuan agar bahan-bahan untuk membuat acar tidak mudah busuk. Acar memang sangat nikmat dilidah, akan tetapi inilah yang memang harus benar-benar dihindari jika Anda tidak ingin memiliki risiko terkenanya hipertensi.

 Kulit ayam dan makanan berlemak

Kulit ayam yang digoreng kering tentunya memiliki nikmat yang cukup menggugah selera. Kulit ayam yang dibumbui dengan garam dan juga kunyit memang mudah sekali untuk menempel. Kulit ayam dan juga makanan berlemak lainnya seperti daging merah, keju, susu berlemak dan juga mentega memang mengandung lemak trans dan juga asam lemak jenuh. Tidak heran jika ini akan meningkatkan kolesterol jahat sehingga akan berdampak buruk pada tekanan darah Anda.

 Daging dan makanan olahan

Kedua jenis makanan ini kerap diolah dengan cara diawetkan yang tentunya menggunakan garam sebagai bumbunya. Dengan proses tersebut tentunya dapat memicu makanan yang tinggi akan natrium dapat berbahaya bagi penderita diabetes pula.

Saus di dalam kaleng

Bahan bumbu seperti saus pasta, saur tomat dan juga jus tomat yang sudah dikemas di dalam kaleng dapat mengandung kadar natrium tinggi. Di dalam satu cangkir saus tentunya mengandung lebihd ari 450 mg natrium yang tentunya memiliki potensi yang cukup dalam menaikkan tekanan darah.

Makanan hipertensi tentunya tidak menyertakan makanan yang mengandung sodium dan juga natrium yang cukup tinggi. Semakin sedikit natrium yang Anda konsumsi tentunya semakin kecil juga tekanan darah yang ada di dalam tubuh Anda. Perlu Anda tahu bahwa makanan dengan kemasan kaleng, makanan siap saji dan juga makanan yang diolah memang memiliki makanan dengan kandungan natrium yang cukup tinggi.

Akan tetapi, sebaliknya jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung potasium, serat dan juga magnesium. Tentunya, akan sangat membantu Anda mengendalikan tekanan darah dan juga kurangi porsi garam pada makanan Anda. Jika Anda benar-benar ingin menghindari risiko terkenanya hipertensi, alangkah baiknya jika Anda membatasi asupan natrium sekitar satu sendok teh perhari. Jika tubuh sudah beradaptasi tentunya Anda bisa mengurangi hingga sekitar 2/3 sendok saja per harinya. Dalam hal ini menghindari beberapa jenis makanan yang mengandung garam yang cukup tinggi tentunya dapat mengurangi risiko terkenanya penyakit hipertensi pada tubuh Anda.

Makanan Anti Tekanan Darah Tinggi

Setelah kita mengetahui beberapa penyebab jika seseorang mengalami hipertensi, tentunya harus dilakukan pencegahan sebaik mungkin dengan mulai mengonsumsi makanan anti tekanan darah tinggi. Pola makan dan juga gaya hidup sehat memang menjadi satu langkah yang harus Anda lakukan. Ada anjuran dalam penerapan pola makan yakni sebagai cara untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau DASH. Tentunya, ada beberapa prinsip utama dalam menjalankan pola makan DASH, diantaranya:

- Mulai tingkatkan asupan nutrisi seperti unggas, ikan, kacang-kacangan dan juga biji-bijian yang utuh

- Kurangi asupan garam dalam menu makanan harian Anda

- Kurangi makanan yang tinggi lemak jenuh, lemak trans dan juga kolesterol

- Perbanyak makanan dengan sumber sayuran, buah-buahan, dan juga produk susu yang rendah lemak

Berikut beberapa jenis makanan anti tekanan darah tinggi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, diantaranya:

Buah bit

Buah yang satu ini tentunya memiliki sifat untuk menurunkan tekanan darah dikarenkan mengandung nitrat. Beberapa penelitian ternyata membuktikan bahwa jus buah bit dapat menurunkan tekanan darah hanya dalam waktu sehari saja. Tentunya harus dikonsumsi secara rutin untuk menstabilkan tekanan darah pada tubuh seseorang.

Oatmeal

Gandum utuh merupakan salah satu makanan penurun tekanan darah. Hal ini dikarenakan makanan ini mengandung rendak lemak, rendah natrium (garam) dan tinggi akan serat.

Pisang

Manfaat pisang tentunya memang sangat kaya akan potasium yang tentu cukup baik dalam menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Anda tentunya bisa mengonsumsi pisang yang dapat dicampurkan ke dalam oatmeal sebagai menu sarapan Anda sehari-hari.

Ikan

Jenis makanan ini tentunya mengandung asam lemak omega 3 yaitu ikan salmon. Selain itu, asam lemak omega 3 yang terdapat di dalam ikan dapat memabntu menurunkan tekanan darah tinggi di dalam tubuh seseorang.

Minyak zaitun

Jenis minyak ini tentunya memiliki sifat yang cukup membantu dalam mengurangi tekanan darah. Kandungan polifenol yang terdapat di dalam minyak zaitun dipercaya dapat menstabilkan tekanan darah dan juga menurunkan tekanan darah pada tubuh.

Susu rendah lemak atau yogurt

Susu yang memiliki rendah lemak tentunya kaya akan kalsium. Perpaduan zat yang cukup ampuh tentunya sangat memabntu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, yogurt juga dapat digunakan sebagai pengganti jika memang Anda tidak menyukai susu.

Tentunya, menghindari asupan makanan yang tinggi garam dan memiliki risiko meningkatkan hipertensi. Dengan menjaga asupan makanan dengan menerapkan pola hidup sehat memang menjadi salah satu cara yang harus Anda lakukan. Bagaimanapun juga, tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan kita menerapkan pola hidup sehat. Itulah beberapa makanan anti tekanan darah tinggi yang harus Anda konsumsi sekarang juga demi menstabilkan tekanan darah pada tubuh Anda. Semoga bermanfaat!

Kenali Ciri Hipertensi Pada Anak dan Penanganannya

Hipertensi atau darah tinggi seringkali dikenal sebagai penyakit orangtua. Hal ini dikarenakan gangguan penyakit ini memang seringkali menjadi penyakit umum yang menyerang kaum lansia dan mereka yang sudah berusia lanjut. Akan tetapi, setelah banyak research yang dilakukan saat ini rupanya fakta mencengangkan diuangkap bahwasanya penderita hipertensi pun resikonya bisa menyerang anak-anak. Bahkan anak bayi sekalipun dapat terkena dengan resiko penyakit bahaya yang satu ini.

Meski serangan hipertensi pada anak jarang sekali terjadi, namun orangtua perlu mewaspadai betul kondisi ini pada buah hatinya. Hal ini dikarenakan hipertensi pada anak bisa sangat membahayakan keselamatannya. Selain itu, penyakit yang satu ini pun tidak dapat dipandang sebelah mata sebab kondisi ini dapat mungkin berujung kematian untuk si kecil.

Oleh karenanya, sebaiknya lakukan deteksi dini dengan pengukuran darah secara rutin pada si kecil sejak usianya 3 tahun keatas. Melakukan pengecekan darah adalah langkah awal mencegah kemungkinan hipertensi pada buah hati. Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai ciri hipertensi pada anak dan penangananya. Mari kita simak beberapa halnya dibawah ini.

Kenali Ciri Hipertensi Pada Anak dan Penanganannya

Hipertensi pada anak dibagi kedalam 2 kategori, yakni hipertensi primer atau hipertensi yang tidak dapat dijelaskan. Atau dalam artian yang lain tidak diketahui penyakit dasar dari kondisi hipertensi yang menyerang buah hati. Biasanya kondisi ini akan berhubungan dengan faktor keturunan, asupan garam kedalam tubuh, kegemukan atau bahkan stress pada anak.

Sementara untuk hipertensi yang selanjutnya adalah hipertens sekunder. Dimana kondisi ini diaibatkna oleh adanya penyakit lain yang mendasarinya. Semisal adanya gangguan penyakit ginjal yang menyerang si buah hati.

Ciri Hipertensi Pada Anak

Sementara itu, untuk anak yang terserang dengan hipertensi atau darah tinggi biasanya mereka akan menunjukan gejala atau ciri-ciri sebagai berikut:

  • Nafsu makan berkurang
  • Nyeri perut
  • Sering mengeluh sakit kepala
  • Penglihatan kabur
  • Muntah
  • Keringat berlebih
  • Gelisah
  • Berat badan turun
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kaki dan tangan

Sementara itu untuk anda yang mengalami hipertensi akibat penyakit (ginjal) yang mendasarinya. Maka beberapa gejala awal dibawah ini akan dapat dirasakan, seperti:

  • Rusaknya beberapa organ lainnya
  • Anak muntah – muntah tanpa adanya penyebab yang jelas

Penanganan Hipertensi Pada Anak

Penanganan paling penting saat ini ketika orangtua atau ibu mendapati si kecil mengeluhkan menderita satu atau beberapa gejala diatas maka sebaiknya segera bawa buah hati anda ke dokter. Terutama bila pemicu hipertensi pada buah hati tida diketahui dengan pasti.

Sementara itu, bila setelah berkonsultasi ke dokter dan diketahui bahwa rupanya si kecil menderita hipertensi akibat gaya hidup. Maka mulailah mengurangi asupan garam untuk buah hati anda. Lakukan diet garam pada anak jika si kecil memang secara positf didiagnosa mengalami hipertensi.

Pada umumnya pengobatan hipertensi akan bergantung pada derajat berat ringannya hipertensi serta penyakit yang mendasari kondisi si kecil. Untuk itu, berkonsultasi dengan dokter akan menjadi pilihan paling tepat untuk menangani kondisi hipertensi pada buah hati anda dengan lebih baik.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya membawa dan memeriksakan kondisi kesehatan si kecil ke dokter menjadi langkah awal untuk mendeteksi adanya gangguan penyakit dalam tubuh si buah hati anda.

Sementara itu, penanganan hipertensi pada anak memang memerlukan perhatian khusus yang lebih dari orangtua. Agar demikian si kecil dapat menjalani hari-harinya dengan lebih sehat meski dengan kondisi hipertensi yang menyerang tubuhnya.

Waspadai Bahaya Hipertesi Untuk Otak

Mungkin selama ini yang kita pahami mengenai bahaya besar dari kondisi hipertensi pada tubuh adalah stroke yang mengintai. Akan tetapi, yang kebanyakan orang pertanyakan adalah apa yang sebenarnya terjadi ketika seseorang mengalami stroke dan bagaimana hipertensi bisa memicu stroke dalam tubuh?

Pada dasarnya stroke adalah kerusakan sel dan sistem impuls saraf pada sel otak. Dimana kondisi ini terjadi akibat terputusnya suplai darah pada bagian otaknya. Terputusnya suplai darah ini terjadi akibat dari tekanan darah tinggi.

Seperti yang kita ketahui bahwa otak akan membutuhkan asupan oksigen dalam jumlah yang amat banyak. Bahkan tercatat sampai dengan 70 persen kebutuhan oksigen pada tuubh berada di sistem kerja otak. Sementara asupan oksigen kepada bagian otak hanya didapat dari darah, sehingga ketika asupan darah terputus makan secara otomatis kondisi ini dapat mempengaruhi kinerja otak.

Ini artinya, ada kaitan erat antara kesehatan darah tinggi dengan kinerja otak. Juga ini berarti bahwa kerusakan otak dapat pula disebabkan oleh hipertensi. Lantas apa saja masalah yang mungkin terjadi pada otak akibat hipertensi yang diderita? Mari simak dibawah ini.Baca juga: Pengobatan Darah Tinggi Alternatif yang Alami

Dampak Hipertensi Untuk Otak

Ada beberapa kondisi gangguan pada otak yang dapat disebabkan oleh hipertensi yang diderita. Diantaranya mari kita simak langsung beberapa halnya dibawah ini.

Dimensia

Masalah pertama yang dapat dihadapi akibat dari hipertensi yang buruk adalah dimensia. Dimensia kerapkali disamakan dengan kondisi kehilangan ingatan. Akan tetapi, kondisi ini memiliki keluhan berseri yang lebih serius. Hal ini terjadi akibat otak kelihangan kemampuan untuk mengingat, merekam informasi dan mengartikan penjelasan. Bahkan kemampuan beriteraksi secara bahasa pada penderita dimensia bisa terganggu. Jadi demikian, kondisi dimensia jelas lebih buruk daripada amnesia.

Kondisi ini dapat terjadi karena beberapa faktor, akan tetapi salah satunya bisa disebabkan oleh vaskular dimensia. Dimana kondisi ini terjadi akibat penurunan sejumlah asupan darah dan oksigen pada bagian otak yang menjadi pusat memori jangka panjang sampai menyebabkan beberapa sel yang ada pada bagian otak dengan perlahan mengalami kematian. Basanya kondisi ini tidak terjadi secara mendadak seperti stroke. Namun dengan perlahan dan kadar kondisi ini dapat terjadi dengan tidak disadari oleh pasien.

Gangguan Kognitif

Masalah selanjutnya yang mungkin dijumpai pada otak akibat hipertensi adalah adanya gangguan kognitif. Mereka dengan suplai darah menuju otak yang terkendala akan cederung mudah mengalami masalah yang kemudian dikenal secara awam dengan sebutan stuck head. Istilah ini berkaitan dengan kemampuan analisa penderita yang mengalami penurunan.

Selain itu, dampak dari kondisi ini akan mungkin membuat penderita mengalami penurunan berbicara, kemampaun menerjemahkan dan memahami informasi yang mengalami kemunduran, kemampuan memadukan gagaran dan kemampuan berpikir lainnya yang berkurang.

Biasanya kondisi keluhan ini terkait dengan tidak terpenuhinya suplai darah pada bagian otak yang mengalami kendala. Dimana bila tidak segera diatasi dengan baik, kondisi lanjutan yang akan mengiringi kondisi ini adalah timbulnya Alzheimer yang akan sulit untuk diatasi.

Jadi demikian perhatikan kembali untuk mengatur kondisi hipertensi yang anda alami saat ini. Pengaturan gaya hidup dan pola makan yang akan dapat dapat bermanfaat untuk membantu anda mengendalikan ukuran tekanan darah tinggi yang naik sewaktu-waktu.

Selain itu, konstrol pula asupan garam kedalam tubuh agar jangan terlalu berlebihan. Seperti yang kita ketahui asupa sodium yang berlebihan didalam tubuh dapat menjadi salah satu factor yang memicu naiknya tekanan darah didalam tubuh.

Semoga beberapa penjelasan diatas bermanfaat dan memberikan anda motivasi untuk lebih giat dan prihatin mengatur kondisi kesehatan anda dengan lebih baik.

Waspada Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Pada Anak dan Cara Mencegahnya

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dalam bahasa kedokteran sebagai penyakit hipertensi rupanya bukan hanya menyerang orangtua atau orang dewasa saja. Akan tetapi, kondisi serupa pun bisa terjadi dan menyerang anak-anak. Kondisi inilah yang patut menjadi perhatian yang besar untuk para orangtua. Tekanan darah tinggi yang terjadi pada anak biasanya merupakan tanda dari adanya penyakit serius atau sungguhan yang diderita oleh si buah hati.

Bahkan studi menjelaskan anak bayi baru lahir sekalipun dapat mengalami kondsi ini. Meskipun tekanan darah tinggi memilik banyak pemicu akan tetapi makanan yang dikonsumsi oleh si buah hati menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kondisi ini dapat terjadi.

Oleh karenanya, orang tua perlu mewaspadai konsumsi sodium  dan menjaga pola makan yang seimbang serta bernutrisi yang diterapkan pada anak-anak. Selain itu, faktor gaya hidup pun memberikan kontribusi yang besar dalam hal ini. Untuk itulah, mendisiplinkan pola gaya hidup pada si buah hati menjadi perhatian penting yang perlu untuk selalu dilakukan dengan baik.

Waspadai Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini menunjukan betapa pentingnya untuk selalu memperhatikan konsumsi sodium yang terkait dengan resiko tekanan darah tinggi pada anak. Studi pun menemukan bahwa resiko tekanan darah tinggi pada anak-anak dan remaja hasilnya meningkat sebanyak 27 persen dalam 13 tahun terakhir ini.

Para ahli menganalisis data dari anak-anak dengan usia 8 tahun sampai dengan 17 tahun. Dan dari penelitian ini ditemukan bahwa peningkatan tekanan darah pada anak laki-laki meningkat sebanyak 15,8 persen pada tahun 1988 sampai dengan tahun 1994 menjadi 19,2 persen pada tahun 1999 sampai dengan tahun 2008.

Sementara pada anak perempuan, tekanan darah tinggi pun mengalami peningkatan namun dengan jumlah yang berbeda yakni 8,2 persen menjadi 12,6 persen dari kedua periode tersebut. Selain itu, para peneliti pun menemukan 3 variabel yakni indeks massa tubuh, lingkar pinggang dan juga konsumsi sodium terkait dengan terjadinya peningkatan jumlah tekanan darah yang menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini tentu akan sangat memprihatikan bila anda dan para orangtua tidak segera mencari solusi untuk mengatasi permasalah ini pada si buah hati.

Sama halnya seperti pada orang dewasa, tekanan darah tinggi akan dapat berkontribusi terhadap kematian dibandingkan dengan faktor lainnya yang dapat dicegah dengan baik. Meskipun tidak terbayang oleh para orangtua, namun dampak dari hipertensi yang fatal seperti serangan jantung dan stroke adalah efek sampingan dari tekanan darah tinggi yang dapat terjadi pada anak-anak.

Oleh karenanya memperhatikan pola makan pada anak dan mengupayakan agar si kecil mendapatkan olahraga yang cukup dan seimbang adalah hal penting yang perlu untuk dilakukan guna membantu tubuh mereka agar tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih atau yang dikenal dengan sebutan obesitas. Ya, anak-anak yang menderita obesitas akan lebih beresiko terserang dengan kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, hipertensi atau tekanan darah yang tinggi pun akan cenderung rawan menyerangnya.

Selain itu, menjaga ukuran berat badan agar tidak melonjak pada anak-anak dihubungkan pada pencegahan terbaik dari resiko diabetes tipe 2. Hal seperti ini tentu akan dapat menjaga kesehatan si kecil dimasa yang akan datang. Kelebihan berat badan dan konsumsi sodium yang berlebihan adalah penyebab utama dari tekanan darah tinggi. Nah, dibawah ini mari kita simak hal apa saja yang dapat dilakukan untuk menghindarkan atau mencegah tekanan darah tinggi pada anak. Baca juga: Ketahui Dampak Bahaya Hipertensi Untuk Tubuh

Mencegah Tekanan Darah Tinggi Pada Anak

Kurangi Konsumsi Garam

Sekitar 80% makanan yang terdapat pada makanan olahan memiliki kandungan sodium yang banyak, terutama makanan olahan yang dijual di restoran atau makanan pinggir jalan. Untuk itulah, peran ibu dalam hal ini akan sangat dibutuhkan untuk menghindarkan agar si kecil tidak terlalu banyak mengkonsumsi garam atau sodium dari setiap potongan makanan yang mereka konsumsi.

Ibu dianjurkan untuk dapat membuat makanan si kecil sendiri dirumah serta mengurangi makan diluar. Ganti makanan olahan yang biasa dinikmati si kecil dengan makanan buatan sendiri. Selain itu, sesuaikan menu makanan pada jenis yang lebih sehat seperti konsumsi sayur dan buah dan mengurangi konsumsi fast food atau makanan siap saji.

Pelajari pula bagaimana membaca label pada kemasan makanan dan membandingkan mana kandungan makanan yang lebih baik diberikan pada si buah hati. Melibatkan anak-anak dapat proses menyiapkan makanan pun akan dapat membuat si kecil lebih senang dan lebih mudah mempelajari bagaimana menciptakan makanan sehat untuk dikonsumsinya. Sementara itu, takaran sodium yang ideal diperoleh adanya sekitar 1,500 mg per harinya. Untuk itu, pastikan jika anda menyesuaikan ukuran ini dengan baik.

Kurangi Waktu Menonton TV

Penelitian menunjukan hubungan erat antara kenaikan berat badan anak dengan waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi. Dimana dua hal ini dapat berakibat besar terhadap tekanan darah tinggi. Untuk itulah, anda direkomendasikan untuk membatasi waktu menonton televisi pada si buah hati.

Caranya, adalah dengan mengalihkan perhatian buah hati anda pada kegiatan yang lebih menyenangkan dan lebih menyehatkan. Misalkan mengajaknya berenang, melakukan kegiatan diluar rumah, bersepeda bersama, membantu ibu, berkebun dan masih banyak lagi. Beberapa kegiatan ini tentu akan jauh lebih menyenangkan dan lebih menyehatkan dibandingkan hanya dengan duduk termenung dan menghabiskan berjam-jam dihadapan televisi.

Batasi Asupan Kalori

Cara paling mudah dari mengurangi kalori atau asupan kalori dalam sehari-hari adalah dengan mengganti "kalori cairan" seperti misalkan soda, es teh manis dan minuman manis lainnya dengan konsumsi air mineral dalam kemasan. Sementara itu, beberapa makanan dengan kalori yang banyak seperti gorengan, kripik, minuman manis, daging merah, permen, daging olahan dan masih banyak lagi pun perlu untuk dikurangi dengan baik.

Anda dan keluarga bukan tidak diperbolehkan mengkonsumsi beberapa jenis makanan tersebut. Akan tetapi, membatasi jumlahnya adalah hal yang penting. Jadi demikian, ketika pada hari yang sama anda sudah mengkonsumsi gorengan atau kripik dalam jumlah yang banyak bersama dengan si kecil. Maka pada sore harinya tidak ada lagi menu yang sama dan anda dapat menggantinya pada jenis makanan yang jauh lebih sehat seperti sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian dan lain sebagainya.

Selain membatasi asupan kalori, olahraga yang seimbang pun perlu dilakukan dengan rutin. Hal ini diperlukan untuk membakar asupan kalori yang baru saja anda dan si kecil nikmati agar tubuh dapat mengolahnya menjadi energi bukan lemak. Tidak berolahraga setelah mengkonsumsi banyak asupan kalori dan lemak akan membuat tubuh menyimpannya sebagai lemak. Sementara itu, bila hal ini terus-terusan terjadi maka obesitas menjadi kondisi lanjutan dari penimbunan lemak dalam jangka panjang.

Itulah dia beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindarkan tekanan darah tinggi pada si kecil. Pada intinya peranan orangtua, terutama ibu dalam memilah dan menyeleksi jenis makanan apa saja yang dikonsumsi oleh si kecil menjadi hal penting yang akan sangat menentukan kesehatan si buah hati.

Pengobatan Darah Tinggi Alternatif yang Alami

Penyakit darah tinggi atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebutan hipertensi adalah salah satu penyakit yang paling menakutkan, terutama untuk orang-orang di negara berkembang. Tidak seperti jenis penyakit lainnya yang datang dengan membawa gejala atau tanda-tanda yang mengawali sebelum penyakit ini berkembang pada level yang lebih parah.

Penyakit darah tinggi seringkali menuai banyak kerugian pada pasien yang mengalaminya. Hal ini dikarenakan tidak ada gejala spesifik yang dijumpai pada orang yang mengalami tekanan darah tinggi yang drastis. Hal inilah yang seringkali menjadikan penyakit darah tinggi menjadi penyakit pembunuh nomor sekian yang terjadi secara tidak terduga.

Sementara itu, penyakit darah tinggi memang membutuhkan penanganan yang segera. Hal ini dikarenakan darah tinggi yang tidak segera mendapatkan penanganan medis dar dokter akan mungkin membuat penyakit ini berkembang menjadi kondisi kesehatan yang berbahaya. Diantara sekian banyak penyakit, hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi penyakit menakutkan karena dampak penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya yakni penyakit jantung dan stroke. Nah, kali ini ada pengobatan alternatif yang bisa dilakukan pada penyakit darah tinggi. Mari kita simak selengkapnya dibawah ini.

Pengobatan Alternatif Darah Tinggi

Pengobatan komplementer dan alternatif seringkali diartikan sebagai praktik kesehatan diluar lingkup obat yang diberikan pada pasien secara konvensional. Obat konvensional adalah jenis obat-obatan yang diajarkan di sekolah-sekolah medis dan dipraktikan oleh dokter.

Akan tetapi, sebenarnya pengobatan alternatif yang diberikan kali ini bukanlah jenis pengobatan sampingan yang belum terbukti kebenarannya. Melainkan pengobatan alternatif yang memang telah menunjukan bukti dalam mengendalikan tekanan darah dalam beberapa studi. Namun, sampai ada penelitian lebih lanjut yang dilakukan anda tetap harus mewasapdai dan berhati-hati dengan keamanan dan efektivitas pengobatan alternatif kali ini.

Metode pengobatan alternatif mungkin akan dapat membantu tubuh anda untuk mencegah atau mengelola tekanan darah tinggi yang meningkat. Akan tetapi, pengobatan kali ini perlu dilakukan bersamaan dengan konsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Selain itu, perubahan gaya hidup pun, seperti berhenti merokok, tidak mengkonsumsi alkohol dan lain sebagainya adalah faktor lain yang akan membantu efektivitas dari perawatan darah tinggi pada pasien.

Pengobatan Darah Tinggi Alternatif yang Alami

Sementara itu, untuk menjaga keamanan anda, diskusi dengan dokter mengenai pengobatan alternatif ini dapat dilakukan sebelum anda mencoba metode pengobatan ini. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis obat atau suplemen yang dapat berinteraksi dengan obat yang diberikan oleh dokter. Untuk itu, sebelum mengkonsumsi jenis suplemen dan obat-obatan tersebut ada baiknya bila ada membicarakannya dengan dokter yang menangani anda. Artikel yang terkait: Makanan Pantangan Pada Penderita Darah Tinggi

Konsumsi Herbal dan Suplemen

Pengobatan pertama pada metode pengobatan alternatif untuk darah tinggi kali ini adalah dengan memberikan herbal atau suplemen. Seperti namanya, pengggunaan herbal dan suplemen ditujukan untuk mengefektifkan pengobatan darah tinggi yang dilakukan. Ada beberapa bukti bahwa suplemen makanan akan dapat membantu mengontrol tekanan darah didalam tubuh anda. Beberapa suplemen tersebut diantaranya adalah:

Asam Lemak Omega-3

Lemak sehat asam omega-3 adalah asupan zat yang akan dapat membantu mengontrol tekanan darah tinggi didalam tubuh. Lemak ini akan bisa anda dapatkan dari ikan, kacang, sayuran dan bila perlu anda bisa mendapatkan asupannya dari suplemen yang banyak dijual di toko obat. Telah terdokumentasi dengan baik bahwa asam lemak omega-3 akan dapat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Menurut American Heart Association mengungkapkan bahwa penelitian menunjukan jika asam omega-3 akan dapat bermanfaat untuk beberapa hal dibawah ini:

  • Menurunkan trigleserida
  • Menurunkan resiko detak jantung abnormal
  • Tekanan darah menjai sedikit lebih rendah
  • Memperlambat penumpukan deposit lemak didalam arteri

Bawang Putih

Sudah sejak lama bahwa bawang putih dianggap sebagai bahan makanan yang baik untuk sistem kekebalan tubuh. Bawang putih memiliki kandungan senyawa sulfur yang memiliki efek positif pada tingkat kolesterol didalam tubuh. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health menunjukan bahwa konsumsi bawang putih akan dapat membantu tubuh untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Meski dampaknya tidak terlalu besar akan tetapi bahan ini terbukti cukup baik dalam mengendalikan ukuran tekanan darah tinggi. Untuk itulah, tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi bahan makanan ini. Saat ini bawang putih banyak tersedia dalam bentuk suplemen. Akan tetapi bawang putih utuh tentu akan jauh lebih baik manfaatnya untuk tubuh anda.

Coklat

Bahan alami lain yang terbukti baik untuk mengendalikan tekanan darah didalam tubuh adalah produk kakao atau dark chocolate. Coklat disebut-sebut kaya akan bahan kimia tanaman antioksidan yang disebut dengan flavonoids. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang-orang yang menderita tekanan darah tinggi dan mengkonsumsi coklat sebanyak 2 kali sehari dalam satu minggu menunjukan hasil yang baik untuk tekanan darah didalam tubuhnya. Mereka mampu meningkatkan kemampuan dinding arteri untuk mengendur namun tidak menurunkan tekanan darah secara signifikan. Akan tetapi demikian, tidak ada salahnya untuk dicoba. Hanya saja yang penting menjadi perhatian dalam hal ini adalah konsumsilah coklat yang asli bukan olahan coklat dengan kandungan gula yang banyak.

Mencoba Tekhnik Relaksasi

Selain menggunakan herbal dan memberikan suplemen, tekanan darah tinggi didalam tubuh pun akan dapat dikendalikan lewat relaksasi. Tekhnik ini dilakukan untuk melawan respon tubuh terhadap stress yang mana mungkin hal ini akan dapat membantu mengontrol tekanan darah didalam tubuh dengan lebih baik.

Meditasi

Langkah pertama yang dapat anda coba untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan meditasi. Latihan meditasi adalah tekhnik relaksasi yang bertumpu pada latihan fokus. Meditasi dilakukan untuk menenangkan pikiran, merelaksasi tubuh dan mengurangi stress. Dalam sebuah penelitian terbaru meditasi disebut-sebut dapat meredakan tekanan darah tinggi dengan lebih baik.

Yoga

Latihan meditasi kuno yang saat ini tengah begitu fenomenal ini menjadi salah satu tekhnik relaksasi yang baik untuk tubuh. Latihan yang menggabungkan postur fisik, fokus dan tekhnik pernapasan ini akan baik untuk anda lakukan dirumah. Yoga disebut-sebut dapat membantu kebugaran tubuh dan menjaga fleksibilitas serta tingkat stress. Seperti yang kita ketahui stress pun memainkan peran terhadap tekanan darah tinggi didalam tubuh. Untuk itu, menghindari stress sama artinya dengan mengendalikan tekanan darah tinggi dengan lebih baik.

Itulah dia beberapa jenis tekhnik relaksasi yang akan membantu tubuh anda untuk sedikitnya mengontrol tekanan darah tinggi didalam tubuh. Pada intinya melakukan segala hal untuk mengatur tekanan darah tinggi didalam tubuh menjadi hal penting yang perlu anda lakukan.

Sementara itu, berkonsultasi dengan dokter mengenai tekhnik pengendalian tekanan darah yang satu ini adalah hal penting yang dapat anda lakukan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu anda mengendalikan tekanan darah tinggi atau hipertensi didalam tubuh dengan lebih baik.

Pengaruh Preeklampsia Pada Ibu dan Janin

Kondisi kehamilan yang dijalani oleh seorang perempuan bisa jadi menimbulkan banyak perubahan secara signifikan yang terjadi dengan tubuhnya. Kondisi seperti ini akan pula memberikan dampak dan pengaruh terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi. Sementara itu, kondisi kekebalan tubuh pada seorang wanita selama masa kehamilan akan cenderung lebih menurun.

Hal inilah yang membuat mereka rentan dengan yang namanya serangan penyakit. Untuk itulah, selama masa kehamilan seorang wanita dituntut untuk dapat menjaga kesehatannya dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi, tetap saja masalah selalu saja datang dan menyerang tanpa permisi. Seperti halnya dengan timbulnya tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.

Komplikasi tekanan darah tinggi pada hampir 10 persen ditemukan pada ibu yang tengah hamil. Insiden ini pada umumnya akan cenderung lebih besar resikonya ketika anda mengandung janin kembar didalam rahim. Preeklampsia menjadi  penyebab kematian nomor satu yang menyerang wanita hamil di negara berkembang. Kondisi ini pun merupakan penyebab pokok mortalitas prenatal dan mordibitas dan amat terkait dengan terhambatnya pertumbuhan janin dengan baik.

Sementara itu, preeklampsia bila dijelaskan dalam bahasa sederhana adalah sebuah kondisi medis dimana tingkat tekanan darah pada ibu hamil tinggi dan diwaktu yang bersamaan kondisi ini membuat ibu hamil mengalami kelebihan kadar protein dalam urine atau yang juga dikenal dengan proteinuria. Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita pahami bersama apa itu preeklampsia dibawah ini.

Mengenal Preeklampsia

Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada masa kehamilan sebenarnya adalah sebuah kondisi yang umum dan hampir sebagain besar ibu hamil akan mengembangkan kondisi yang sama. Umumnya, kondisi ini akan dapat kembali seperti sediakala atau kembali normal pada saat ibu hamil melahirkan bayinya.

Seseorang dapat dikatakan terserang dengan preeklampsia pada saat ukuran tekanan darahnya berada diatas 130/90 mmHg dimana ukuran normal tekanan darah ibu hamil pada kondisi ini adalah 120/80 mmHg. Preeklampsia umumnya dapat terjadi pada ibu hamil yang berusia lebih dari 20 minggu.

Pada kondisi hamil, tekanan darah ibu seharusnya berada pada angka yang normal atau rendah. Mengapa? Hal ini dikarenakan ketika seorang wanita hamil maka tubuhnya akan secara otomatis mengencerkan dan menambah volume darahnya secara alami.

Kondisi ini terjadi agar tubuh anda bisa mengalirkan lebih banyak oksigen dari sari makanan ke janin dengan lebih mudah. Selain itu, bertambahnya volume darah pun dapat berfungsi sebagai persiapan untuk proses melahirkan (dimana pada kondisi tersebut si ibu akan mengeluarkan banyak darah) sehingga pada saatnya nanti ibu tidak akan mengalami kekurangan darah. Artikel terkait: Waspadai Bahaya Hipertensi Untuk Kesehatan Organ Dalam Tubuh

Selain pengukuran tekanan darah dan tes urine, ibu hamil yang mengalami kondisi ini pun akan dapat merasakan beberapa gejala seperti diantaranya adalah:

  • Pusing
  • Bengkak pada kaki
  • Mata yang terasa berkunang-kunang
  • Lemas

Beberapa kondisi diatas bisa mengindikasikan ibu hamil mengalami preeklampsia dimana kondisi ini akan membutuhkan penanganan dokter dengan segera. Perlu diketahui, kondisi preeklampsia yang tidak mendapatkan penanganan medis dengan cepat akan mungkin membuat kondisi ini berkembang lebih lanjut pada tahapan yang berbahaya yakni kondisi eklampsia. Lalu seperti apa dampak bahaya preeklampsia untuk kesehatan ibu dan janin? Mari simak dibawah ini.

Pengaruh Preeklampsia Pada Ibu dan Janin

Kondisi naiknya tekanan darah yang tinggi disertai dengan kelebihan protein yang keluar bersama urine membuat ibu hamil perlu untuk segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter. Sebab pada umumnya preeklampsia akan dapat berdampak bahaya untuk kesehatan baik ibu maupun si janin dalam kandungan. Beberapa bahaya tersebut bisa kita simak dibawah ini.

Pengaruh Preeklampsia Pada Ibu

Wanita yang memiliki tekanan darah tinggi selama masa kehamilan akan dapat beresiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan, kelahiran dan bahkan pada saat masa nifas. Peningkatan resiko tersebut berlaku untuk si janin dan ibu hamil.

Wanita hamil yang menderita tekanan darah tinggi dapat dibagi kedalam dua kelompok yakni, wanita normotensif yang mengalami sindrom preeklampsia. Pada ibu hamil yang menderita kondisi ini mereka akan mengalami gejala atau tanda seperti adanya hipertensi, proteinuria dan juga endema. Sementara itu yang kedua adalah wanita hamil dengan hipertensi kronik atau hipertensi pada tahapan yang sudah lebih parah dmana mereka beresiko lebih tinggi untuk terkena dengan preeklampsia.

Perlu diketahui bahwa preeklampsia menjadi kondisi komplikasi yang cukup serius dari tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan. Akan tetapi, bukan berarti penyebab dari kondisi ini adalah hipertensi. Melainkan kondisi ini dapat terjadi sebagai bagian dari adanya gangguan yang disebabkan oleh kehadiran plasenta pada rahim ibu hamil. Kondisi preeklampsia dapat muncul dengan diawali oleh plasenta abnormal dan karena itulah kondisi ini akan dapat menyebabkan berbagai masalah lainnya yang berhubungan dengan sistem vaskular.

Preeklampsia memiliki dampak terhadap kesehatan dan fungsi ginjal pada ibu hamil. Kondisi ini pun dapat mungkin dibuat lebih rumit dengan munculnya kejang-kejang sebagai kondisi lanjutan dari preeklampsia yakni eklampsia. Bahaya terbesar dari kondisi ini adalah jika muncul sindrom HELP (Hemolysis, Elevated Liver Enzimes and Low Platelet Count) atau hemolisis, kondisi turunnya trombosit darah, peningkatan enzim hati dan masih banyak lagi.

Perlu diketahui adanya sindorm HELP yang menyertai preeklampsia yang dialami akan dapat mengakibatkan kematian pada ibu hamil yang terkait dengan naiknya tekanan darah. Kondisi ini pun akan dapat membuat janin terhambat terutama pada saat dilahirkan ke dunia. Kelahiran prematur pun menjadi dampak yang cukup mengkhawatirkan.

Pengaruh Preeklampsia Pada Janin

Dampak preeklampsia yang tidak segera ditangani dapat membuat janin kekurangan gizi akibat kekurangan vaskular uteroplasenta yang mana perlahan bila kondisi ini terus-terusan terjadi maka akan dapat mengarah pada gangguan pertumbuhan si janin.

Adanya efek jangka panjang dan pendek dari kondisi ini pun akan dapat memberikan masalah kecacatan pada janin. Kesehatan janin serta berat badannya pun akan sangat terganggu dimana kondisi ini akan dapat mengarah pada berbagai tingkatan kondisi kesehatan seperti mordibitas janin dan bahkan pada kondisi tertentu hal ini akan dapat menyebabkan kematian pada janin sebelum dilahirkan.

Hal seperti ini tentu saja akan sangat menyeramkan, terlebih lagi jika ibu tengah begitu menanti kehadiran si kecil sejak lama. Untuk itu, segera atasi kondisi preeklampsia yang menyerang dengan selalu mengkonsultasikan kondisi kesehatan ibu ke dokter atau bidan terdekat.

Selain itu, naiknya tekanan darah didalam tubuh pada umumnya sulit untuk diketahui. Hal ini dikarenakan tidak ada tanda atau gejala yang spesifik yang dapat terjadi dari kondisi ini. Untuk itulah, satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi ini adalah dengan rutin melakukan tes pengukuran tekanan darah dalam tubuh.

Oleh karenanya, penting sekali rutin berkonsultasi dengan tim medis akan kesehatan ibu hamil. Hal ini semata-mata dilakukan demi mencegah dan mendeteksi lebih dini kondisi kesehatan ibu hamil dengan lebih baik. Demikianlah semoga pembahasan kali ini bermanfaat dan memberikan informasi yang cukup yang anda butuhkan.

Cara Mengurangi Asupan Garam dalam Tubuh Untuk Cegah Darah Tinggi

Salah satu pemicu timbulnya hipertensi atau tekanan darah tinggi didalam tubuh adalah kandungan sodium dari garam yang kita konsumsi dalam setiap hari. Memang benar, garam menjadi salah satu aspek bumbu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari terutama dari makanan yang anda santap. Tanpa menggunakan garam, makanan yang dikonsumsi menjadi kurang rasa dan cenderung hambar serta kurang selera. Kondisi inilah yang membuat kita cenderung sulit untuk mengurangi asupan garam pada makanan sehari-hari.

Bukan hanya berbentuk dalam wujud asli garam saja, garam pun akan dapat dengan mudah kita jumpai dalam berbagai bumbu dan penyedap instan yang umum kita gunakan sehari-hari. Oleh karena itu menambahkan garam pada masakan yang kita olah sehari-hari seakan sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak turun-temurun oleh orangtua kita. Padahal beberapa research yang dilakukan hanya menganjurkan seseorang mengkonsumsi sebanyak 1/2 sendok teh gram dalam total asupan garam sehari-harinya.

Konsumsi garam yang terlalu banyak dan berlebihan akan dapat menyebabkan penyakit berbahaya muncul didalam tubuh, salah satunya adalah darah tinggi. Penyakit yang satu ini kini menjadi satu dari sekian banyak penyakit yang banyak ditakuti karena darah tinggi merupakan penyebab kematian yang terjadi secara tidak terduga. Untuk itu, menghindarkan penyebab darah tinggi dengan mengurangi asupan garam adalah hal yang penting untuk senantiasa dilakukan.

Manfaat Mengurangi Garam

Ada cukup banyak manfaat yang dapat dirasakan ketika anda mulai mengurangi asupan garam didalam tubuh. Selain menghindarkan darah tinggi atau hipertensi asupan garam yang sedikit kedalam tuubh pun akan dapat membantu tubuh anda memerangi berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya seperti stroke dan serangan jantung.

Selain itu, sebuah penelitian mengungapkan bahwa jumlah garam yang anda konsumsi memiliki efek langsung pada tekanan darah anda sehingga ketika anda makan dalam jumlah garam yang terlalu banyak kondisi ini akan membuat air tambahan disimpan didalam tubuh untuk meningkatkan darah anda.

Adanya peningkatan ini membuat tekanan darah didalam tubuh menjadi tidak normal dan kondisi ini pun dapat memicu tekanan yang besar terhadap jantung, ginjal, arteri dan juga bagian otak. Hal inilah yang membuat penderita hipertensi akan mungkin mengembangkan komplikasi stroke, dimensia dan bahkan penyakit ginjal.

Untuk itulah, mengurangi konsumsi garam dalam sehari-hari akan dapat membuat anda terhindar dari beberapa resiko penyakit berbahaya diatas. Akan tetapi, kami memahami bahwa tidak mudah mengurangi konsumsi garam apalagi anda sudah terbiasa mencicipi makanan berselera dan berasa sedap terbumbui. Untuk itulah, dibawah ini kita akan simak seperti apa tips mengurangi asupan garam kedalam tubuh. Baca juga: 6 Mitos Keliru dan Kesalahpahaman Seputar Tekanan Darah Tinggi

Cara Mengurangi Asupan Garam dalam Tubuh Untuk Cegah Darah Tinggi

1. Jangan Siapkan Garam Dimeja Makan

Hal pertama yang perlu untuk dilakukan dalam rangka mengurangi asupan garam kedalam tubuh adalah dengan tidak menyediakan garam didepan meja atau didekat anda. Seringkali kita dapat dengan mudah mengatur kandungan garam dalam makanan yang kita santap karena melihat garam ada dekat dengan anda.

Ketika makanan yang anda masak dirasa kurang garam maka anda sudah terbiasa menganggapnya sebagai hal yang kecil dan dapat dengan mudah diatasi dengan menaburkan lebih banyak garam. Akan tetapi, tindakan seperti ini tentu bukan lagi hal yang baik untuk dilakukan bila anda sedang dalam program mengurangi asupan garam.

Untuk itulah, mulai saat ini silahkan kurangi asupan garam anda dengan tidak menyediakan garam di meja makan. Anda bisa menempatkan garam tetap pada tempat bumbu. Jadi ketika anda merasa kurang garam sebaiknya tetaplah dengan rasa yang alakadarnya dari makanan tersebut. Selain itu, disadari atau tidak garam yang diletakkan jauh dari anda akan membuat anda enggan mengambilnya apalagi saat anda hendak makan. Hal inilah yang menjadi keuntungan dan dapat membuat anda mengurangi asupan garam dengan lebih baik.

2. Jadilah Konsumen yang Cerdas

Seringkali kita tidak menyadari bahwa sebenarnya makanan dalam kemasan mengandung banyak garam yang berlebihan. Meskipun anda tidak merasakan makanan yang anda konsumsi tidak berasa terlalu asin. Namun sebenarnya terdapat substansi berbentuk garam yang terdapat didalam bahan makanan tersebut. Untuk itu, jadilah konsumen yang cerdas dengan selalu memperhatikan label yang tertera pada kemasan makanan instan yang anda beli atau anda makan.

3. Kurangi Konsumsi Makanan Olahan

Disadari atau tidak beberapa makanan olahan memiliki kandungan garam yang tinggi. Meski makanan tersebut tidak berasa asin namun kandungan garam didalamnya bisa begitu banyak. Beberapa bahan olahan daging seperti sosis, steak, kornet bahkan menggunakan garam sebagai bahan untuk mengawetkan produk tersebut. Untuk itulah, kurangi asupan makanan terhadap beberapa bahan ini dengan baik agar anda dapat mengurangi asupan garam dengan lebih baik.

4. Kurangi Konsumsi Makanan Instan

Makanan instan atau makanan yang dibuat dalam kemasan yang banyak dijual dipasaran mengandung banyak garam yang begitu berlebihan. Beberapa jenis makanan seperti mie instan, kripik, soup kalengan dan bahan makanan lainnya mengandung garam yang begitu banyak. Hal ini perlu anda perhatikan dengan baik agar jangan sampai usaha mengurangi asupan garam ini hancur akibat anda masih senang mengkonsumsi beberapa jenis makanan yang disebutkan diatas.

5. Masukkan Lebih Banyak Rempah-Rempah

Memang sulit mengganti rasa dari makanan, terutama ketika anda mengurangi asupan garam didalamnya. Selain itu, umumnya garam menjadi bumbu masakan utama yang dapat menggugah selera dari sebuah masakan. Sehingga ketika anda mengurangi asupan bahan ini maka mungkin selera dari makanan tersebut akan dapat berkurang dan bahkan mungkin tidak senikmat sebelumnya. Nah, untuk mensiasati hal ini anda dapat mengganti garam dengan memasukkan lebih banyak rempah-rempah alami seperti jahe, kencur, kunyit, lengkuas, ketumbar, cabai, kemiri dan maish banyak lagi.

6. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Makanan yang diolah dengan memasukan banyak garam pada umumnya adalah makanan yang berat seperti daging atau bahan-bahan lainnya. Ketika anda tidak memasukkan banyak garam kedalamnya atau mengurangi ukuran garam dari takaran yang seharusnya maka rasa dari makanan ini akan cenderung kurang lezat dan bahkan tidak berselera sama sekali.

Untuk itulah, tips lain yang dapat anda lakukan untuk mensiasati hal ini adalah dengan mengganti jenis bahan makanan anda dengan bahan lain yang ketika tidak ditambahkan banyak garam rasanya tidak akan jauh berbeda. Misalnya seperti buah dan sayur kedua bahan makanan ini akan dapat anda olah dengan baik tanpa khawatir ketika anda mengurangi takaran garam akan mempengaruhi rasanya.

Selain itu, buah dan sayur tentunya menjadi menu makanan yang sehat yang akan baik untuk tubuh anda. Buah dan sayur tidak akan memberikan kenaikan berat badan yang tinggi bahkan ketika anda menyantapnya dengan banyak. Untuk itu, tidak ada salahnya mulai mengganti bahan makanan anda pada jenis yang lebih sehat dan lebih baik.

Itulah dia beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi asupan garam didalam tubuh. Mengurangi dan membatasi garam kedalam tubuh akan membantu anda terhindar dari penyakit darah tinggi yang akan berbahaya untuk kesehatan.

6 Mitos Keliru dan Kesalahpahaman Seputar Tekanan Darah Tinggi

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyebab kematian yang terjadi secara tidak terduga. Tidak adanya tanda atau gejala yang spesifik terhadap kondisi kesehatan yang satu ini membuat pasien penderita tekanan darah tinggi seringkali tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka telah mengidap kondisi penyakit ini sejak lama. Baru pada saat terjadi komplikasi dari kondisi penyakit ini dan ketika berkonsultasi dengan dokter mereka menyadari bahwa saat ini mereka sudah mengembangkan kondisi yang lebih lanjut dari hipertensi tersebut.

Penyakit hipertensi yang tidak segera diatasi akan dapat berakibat fatal terhadap kesehatan. Kondisi ini perlahan akan dapat menyebabkan beberapa komplikasi berbahaya untuk kesehatan anda. Selain itu, ada banyak mitos atau kesalah pahaman yang terjadi seputar penyakit hipertensi membuat masyarakat dibuat kebingungan mewaspadai kondisi penyakit yang satu ini.

Banyaknya mitos yang bertebaran pada umumnya membuat penanganan terhadap penyakit ini kebanyakan mengalami kekeliruan dalam hal penanganan. Tidak sedikit pula penderita yang mengabaikan penyakit ini karena menganggap bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit yang umum akibat banyak orang menderita kondisi yang sama.

Nah, untuk mengantisipasi kesalahan yang sama terjadi maka mari kita simak beberapa mitos dan kesalahpahaman yang terjadi seputar dengan penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi dibawah ini.

6 Mitos Keliru dan Kesalahpahaman Seputar Tekanan Darah Tinggi

Ada beberapa mitos yang tersebar dimasyarakat Indonesia seputar dengan penyakit hipertensi. Pada umumnya kesalah pahaman ini seringkali membuat penanganan atau perawatan terhadap hipertensi mengalami kekeliruan sehingga membuat pengobatan berjalan kurang efektif. Lalu apa saja mitos seputar tekanan darah tinggi? Mari simak dibawah ini.

Mitos 1: Hipertensi Bukanlah Jenis Penyakit yang Berbahaya

Pada awalnya, tidak sedikit penderita yang tidak menyadari bahwa tekanan darah tinggi akan dapat manjadi kondisi kesehatan yang berbahaya. Selain itu, tidak adanya gejala yang khusus yang menandai kondisi penyakit ini seolah membaut penderita diyakinkan bahwa tubuhnya baik-baik saja. Namun bila kondisi ini berlangsung dalam jangka yang panjang maka hipertensi yang terjadi dan tidak segera mendapatkan penanganan bisa menjadi penyakit yang dapat membahayakan nyawa anda.

Pada kondisi yang nomral, jantung berdetak dan mempompa darah melewati pembuluh darah diseluruh tubuh. Ketika darah dipompa, darah mendorong sisi pembuluh darah juga. Karakteristik dari pembuluh darah umumnya bersifat fleksible dan dapat melebar atau menyempit sesuai dengan kebutuhan guna menjaga darah agar tetap dapat mengalir dengan baik.

Akan tetapi, karena beberapa alasan tertentu, kondisi ini mungkin membuat darah dapat menekan dinding pembuluh darah dengan tekanan yang terlalu hebat. Kondisi inilah yang disebut dengan tekanan darah tinggi.

Perlu dikethaui bahwa kondisi tekanan darah tinggi akan dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa anggota tubuh dalam lainnya. Jadi demikian anggapan bahwa penyakit tekanan darah tinggi adalah hal yang biasa dan bukan menjadi bagian dari penyakit yang berbahaya adalah hal yang keliru. Sebab kondisi ini akan mungkin menyebabkan kerusakan pada bagian pembuluh darah, ginjal, jantung dan organ-organ lainya didalam tubuh. Penyakit jantung dan stroke pun dapat terjadi akibat tekanan darah dalam tubuh yang terlalu tinggi dimana kondisi ini lebih sering menjadi penyebab utama kematian akibat hipertensi. Artikel terkait: Tips Kendalikan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Selama Masa Kehamilan

Mitos 2: Naik Tangga Akan Sebabkan Hipertensi

Mengutip dari detik.com, Prof.Dr.dr. Pradana Soewondo, Sp.PD-KEMD mengungkapkan bahwa naik tangga tidak akan dapat menyebabkan seorang dengan tiba-tiba menderita hipertensi. Walaupun dapat berakibat pada naiknya tekanan darah, namun hal ini tidak akan dapat membuat seseorang mengalami hipertensi karena tekanan darah yang kembali berangsur-angsur normal. Untuk itulah, anggapan naik tangga akan dapat menyebabkan hipertensi mungkin hanyalah kicauan semata yang tidak beralasan.

Mitos3: Hipertensi Tidak Dapat Dicegah

Banyak orang meyakini bahwa penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah. Jika anda memiliki kerabat dengan tekanan darah yang tinggi maka anda akan lebih besar menaikan resiko terhadap penyakit yang satu ini. Untuk alasan ini, mungkin anda berpikir bahwa tidak ada hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah hipertensi nantinya karena pada akhirnya penyakit ini akan menyerang anda.

Namun tahukah anda, meskipun anda memiliki faktor resiko. Ada pula hal-hal lain yang dapat anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi kemungkinan hipertensi, diantaranya adalah:

  • Menjaga berat badan dengan batasan yang normal. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan berat badan yang ideal adalah dengan menjalankan diet seimbang.
  • Menjaga pola makan yang sehat
  • Membatasi konsumsi garam
  • Membatasi konsumsi alkohol
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Menghindari stress
  • Berolahraga dengan seimbang dan rutin.

Mitos 4: Saya Tidak Konsumsi Banyak Garam Dirumah Ini Artinya Hipertensi dapat Dihindari

Pada beberapa orang, garam memang menjadi salah satu pemicu yang dapat membuat tekanan darah tinggi naik. Oleh karenanya mereka yang mulai sadar akan kesehatan akan mengurangi konsumsi garam dirumah dan tidak mendekatkan garam dimeja makan. Hal inilah yang membuat mereka pada akhirnya beranggapan bahwa mereka akan terhindar dari hipertensi. Akan tetapi, hal ini tidak sepenuhnya menjamin anda dari resiko hipertensi.

Anda mungkin mengurangi betul asupan garam dirumah anda. Namun jangan salah dengan kandungan garam pada setiap makanan luar yang anda dapatkan. Selain itu, perhatikan pula sebab banyak sekali beberapa makanan yang meski tidak berasa terlalu asin namun mengandung garam yang banyak dan berlebihan. Untuk itulah, cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan kembali memeriksa asupan garam anda dengan baik.

Mitos 5: Kolesterol Jelek Lebih Buruk Daripada Darah Tinggi

Banyak orang menganggap bahwa kondisi kolesterol dalam tubuh lebih menjadi perhatian utama dibandingkan dengan ukuran tekanan darahnya. Hal ini banyak membuat mereka pada akhirnya lebih mengesampingkan ukuran tekanan darah dan mengutamakan kondisi kolesterolnya. Akan tetapi, kolesterol ternyata tidak lebih buruk dari tekanan darah tinggi. Artinya, dua-duanya sama buruknya dan memiliki kerterkaitan yang besar.

Kadar kolesterol yang tinggi didalam tubuh menempatkan banyak tekanan pada pembuluh darah yang memasok darah ke bagian jantung. Dalam tekanan darah tinggi, partikel kolesterol jahat dapat dengan mudah masuk kedalam dinding pembuluh darah anda dan pada akhirnya kondisi ini akan berbahaya dan dapat menimbulkan serangan jantung atau stroke.

Mitos 6: Usia Muda Tidak Beresiko Hipertensi

Banyak orang menganggap bahwa hipertensi adalah penyakit orangtua dan tidak mungkin menyerang remaja atau mereka yang masih muda. Namun hal ini tentu pemahaman yang keliru sebab saat ini hipertensi atau tekanan darah tinggi akan dapat dialami oleh siapa saja dan tidak memandang usia. Bahkan sebuah studi menemukan bahwa anak-anak dan bayi baru lahir sekaliun akan dapat terserang dengan kondisi penyakit yang sama. Untuk itu, waspadai kembali dan perhatikan dengan betul kondisi kesehatan anda.

Demikianlah beberapa mitos keliru seputar penyakit tekanan darah tinggi. Pada intinya, menggali informasi pada sumber yang terpercaya adalah hal penting sehingga anda tidak terjebak dengan informasi yang salah mengenai hipertensi. Dengan demikian, penanganan dan perawatan terhadap kondisi kesehatan ini dapat berjalan dengan baik.

Waspadai Bahaya Hipertensi Untuk Kesehatan Organ Dalam Tubuh

Pada kebanyakan kasus yang dijumpai pada masyarakat Indonesia hanya segelintir diantara para penderita atau orang yang mengetahui seperti apa pengaruh hipertensi untuk kesehatan tubuh. Sementara sisanya mereka yang awam hanya tahu dari informasi alakadarnya bahwa penyakit yang satu ini berbahaya. Pengetahuan seperti ini saja tentu tidak cukup untuk memberikan bekal kewaspadaan dan memotivasi masyarakat untuk lebih sadar akan kesehatan.

Untuk itulah, penggalaan informasi dan pengetahuan lebih mendalam seputra kondisi gangguan penyakit yang satu ini perlu dilakukan dengan lebih dalam dan lebih dekat. Lalu bagiamana sebenarnya pengaruh hipertensi untuk kesehatan tubuh? Lebih jauhnya kami akan bahas dalam artikel kali ini.

Penyakit hipertensi atau kondisi tekanan darah yang tinggi dari angka normal adalah sebuah kondisi gangguan kesehatan yang perlu untuk diwaspadai dengan betul. Hal ini dikarenakan hipertensi yang tidak segera diatasi akan mungkin menimbulkan masalah kesehatan yang lebih parah. Selain itu, ketika seseorang didiagnosa menderita hipertensi pada umumnya mereka tidak akan dapat terlepas dengan mudah dari kondisi ini.

Sederhananya, jika anda pernah atau tengah mengidap hipertensi maka kondisi ini akan menetap dan menjadi keluhan kesehatan jangka panjang sehingga pengobatan dan perawatan hipertensi perlu dilakukan setiap waktu untuk mencegah kambuh atau timbulnya penyakit ini sewaktu-waktu. Lantas seperti apa bahaya hipertensi untuk kesehatan dan organ tubuh lainnya? Simak dibawah ini.

Waspadai Bahaya Hipertensi Untuk Kesehatan Organ Tubuh

Hipertensi adalah sebuah kondisi medis yang menyerang seseorang ketika adanya peningkatan tekanan darah ke bagian dinding pembuluh arteri. Tekanan ini mengakibatkan jaringan penyusun dinding arteri menjadi menegang. Meski ada efek ketegangan yang terjadi pada bagian jaringan pembuluh darah, akan tetapi banyak pasien hipertensi tidak sepenuhnya sadar bahwa sebenanrya mereka tangan mengalami serangan hipertensi sejak lama.

Tubuh pasien yang mengalami darah tinggi pada umunya resisten atau kebal terhadap ketegangan yang terjadi sehingga kondisi ini hampir tidak menunjukan keluhan kesehatan atau adanya gejala yang berarti dari kondisi ini. Inilah yang terkadang membuat tekanan darah tinggi menjadi penyakit nomor satu sebagai pembunuh diam-diam atau yang dikenal dengan silent killer.

Lebih parahnya, kondisi darah tinggi yang dibiarkan begitu saja akan dapat menyebabkan timbulnya masalah lebih serius terutama dampak ini akan dirasakan oleh beberapa organ pada tubuh. Nah, dibawah ini adalah gambaran lebih dalam tentang dampak tekanan darah tinggi terhadap tubuh. Baca juga: Waspadai Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol dan Faktor Penyebabnya

Bahaya Terhadap Pembuluh Arteri

Arteri yang sehat pada umumnya akan memiliki karakter yang elastis namun cenderung lebih kuat. Sisi dalam dari pembuluh demikian licin sehingga kondisi ini membuat darah akan dapat dengan mudah mengalir didalamnya. Namun ketika anda mulai mengalami kondisi tekanan darah tinggi, arteri akan mengalami beberapa masalah yang beberapa diantaraya merupakan kondisi yang fatal, seperti:

  • Kerusakan Dinding dalam Arteri

Masalah yang pertama yang akan dapat muncul dari terjadinya tekanan darah tinggi yang tidak segera diatasi adalah perubahan karakter dinding pembuluh arteri yang sebelunya halus dan licin berubah menjadi kasar, berkeran dan kaku. Bentukan kasar yang trdapat pada pembuluh arteri ini berasal dari efek tekanan darah yang terus menerus dan merusak dinding bagian ini.

Perlahan dan bila terjadi secara terus menerus kondisi ini membuat dinding yang berubah menjadi kasar tersebut pad akhirnya memudahkan endapan lemak dan kolesterol menjadi tersedat pada bagian ini dan terjebak didalamnya. Kondisi ini kemudian akan membentuk kerak dan akhirnya membuat pembuluh arteri menjadi berubah kaku dan terjadi penebalan dimana kondisi ini disebut dengan arterosclerosis.

  • Penebalan Dinding

Masalah kedua yang mungkin terjadi pada bagian arteri adalah penebalan dan perubahan tekstur yang lebih kaku akan membuat bagian dinding arteri memiliki sifat yang kadang disamakan dengan efek kapalan yang menyerang kaki atau tangan. Kondisi seperti ini tentu saja terjadi akibat adanya tekanan terus menerus dari aktivitas pada dinding arteri. Selain itu, penebalan yang biasa disebuat dengan aneuristik ini akan dapat membahayakan apalagi ketika penebalan malah menutup bagian jalan aliran darah. Perlu dikethaui aliran darah yang tersumbat akan dapat menyebabkan masalah yang serius seperti penyakit jantung dan stroke.

Bahaya Terhadap Jantung

Kinerja utama dari jantung adalah memompa aliran darah dari dan menuju ke seluruh bagian tubuh. Sirkulasi darah akan sangat bergantung dari bagaimana kerja jantung. Akan tetapi, ketika seseorang menderita tekanan darah dan sumbatan maka kondisi ini akan dapat membuat sirkulasi darah menjadi terganggu. Akibatnya kondisi ini akan menyebabkan jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras guna mendorong dan menarik darah. Ini akan memicu beberapa bahaya terhadap kerusakan jantung, seperti:

  • Pembangkakan Jantung

Tekanan darah yang etrlalu tinggi akan dapat membuat aliran darah melambat dan kondisi ini akan mungkin mengganggu sirkulasi darah. Gangguan sirkuasi darah inilah yang akan dapat menyebabkan jantung dituntut untuk bekerja lebih keras dalam menarik dan memompa darah. Selain itu, kerja ekstra dari jantung pun akan dapat menimbulkan adanya penebalan dan membuatnya menjadi kaku, terutama pada bagian otot sisi kiri yang berkaitan dengan aktivitas dorong. Sementara itu, akibat dari penebalan jaringan jantung akan membuat jantung semkain sulit untuk bekerja. Dan kondisi ini membuat ritme detak janutng melambat dan memicu timbulnya serangan jantung.

  • Jantung Koroner

Masalah kedua yang dapat dikaitkan dengan kerusakan pada jantung akibat dari hipertensi adalah jantung koroner. Masalah ini terjadi akibat adanya kerusakan dinding pembuluh darah arteri utama atau koroner.

Didalam tubuh, jantung akan bekerja layaknya mesin yang dengan atau tanpa adanya darah didalamnya, fungsi pompa dorong dan hisapan jantung ini akan tetap bekerja. Jadi demikian, ketika darah didalam jantung tidak berada dalam jumlah yang seharusnya. Maka kondisi ini akan membuat sistem pompa ini justru menyakitkan dan membuat ritme detak jantung menjadi tidak beraturan.

  • Gagal Jantung

Jikap apda kasus pemebngakak jantung kondisi ini terjadi karena otot jantung menjadi menebal, terlalu kaku atau keras. Kini pada kasus gagal jantung kondisi ini terjadi pada saat otot di jantung mengidap kelelahan yang hebat sehingga membuat janutng menjadi lemah dan kehilangan kekuatannya untuk dapat melakukan ritme yang stabil dan normal. Kondisi gagal dalam mempertahankan fungsinya ini akhirnya membuat jantung berhenti berdetak. Ketika kondisi ini terjadi maka hal yang selanjutnya terjadi akan mudah untuk diprediksi.

Sementara itu, pada tahapan selanjutnya kondisi ini akan dapat  merembet dan lebih berkembang merusak bagian tubuh lainnya seperti ginjal dan otak. Untuk itulah, penting sekali melakukan penanganan tekanan darah tinggi dengan segera, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui ukuran tekanan darah didalam tubuh adalah dengan melakukan cek tekanan darah yang dilakukan dengan rutin. Hal ini akan dapat membuat anda memonitor tekanan darah anda dan diharapkan penanganan yang lebih dini bisa segera dilakukan sehingga kemungkinan buruk dari kondisi tersebut dapat segera diatasi dengan baik.

Makanan Pantangan Pada Penderita Darah Tinggi

Penyakit darah tinggi menjadi satu dari sekian banyak penyakit yang banyak menyerang masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini adalah kondisi dimana meningkatkan tekanan darah dalam tubuh sampai melebihi ukuran tekanan darah yang normal. Banyak faktor yang membuat seseorang mengalami tekanan darah tinggi, salah satunya berasal dari faktor gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat yang dijalankan. Penyakit darah tinggi tidak dapat dianggap remeh atau diabaikan begitu saja karena akibat dari kondisi ini akan dapat membahayakan kesehatan dan membuat nyawa anda dipertaruhkan.

Kebanyakan penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sudah sejak lama menderita kondisi yang sama sebelum hipertensi berkembang pada level yang lebih parah. Hal ini pada umumnya terjadi karena tekanan darah tinggi tidak menunjukan gejala yang spesifik sehingga penderita kesulitan mengenali lebih dini penyakit yang satu ini.

Sementara itu, mengingat dampaknya yang cukup parah terhadap kesehatan tubuh maka penting sekali untuk kita semua dapat mengupayakan agar tubuh terhindari dari penyakit yang satu ini. Akan tetapi, untuk anda yang sudah terlanjur terserang tekanan darah tinggi maka tak perlu berkecil hati karena anda tetap dapat mengatasi kondisi ini dengan mulai merubah pola hidup dan pola makan anda dengan lebih benar.

Mengubah Pola Makan yang Sehat Pada Penderita Tekanan Darah Tinggi

Mengubah gaya hidup sehat dengan menerapkan pola makan yang baik menjadi salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengontrol tekanan darah didalam tubuh agar tidak melonjak. Dash atau Dietary Approaches to Stop Hypertension menganjurkan untuk para penderita tekanan darah tinggi agar dapat mengatur pola makannya dengan baik, termasuk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran serta menghindari asupan makanan yang tinggi akan lemak dan kolesterol.

Dengan cara ini diharapkan penderita tekanan darah tinggi akan dapat mengontrol tekanan darah mereksa sehingga dapat mengurangi kondisi lebih buruk akibat penyakit yang satu ini. Perlu diketahui jika tekanan darah tinggi dalam tubuh erat kaitannya dengan berat badan berlebih atau resiko obesitas. Sehingga demikian anda pun perlu untuk melakukan diet rendah lemak namun tinggi akan nutrisi. Nah, dibawah ini adalah beberapa makanan yang dipantang para penderita tekanan darah tinggi. Artikel lainnya: Daftar Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Darah Tinggi Naik

Makanan Pantangan Pada Penderita Darah Tinggi

Memiliki penyakit darah tinggi membuat kita harus menegtahui makanan pantangan darah tinggi apa yang perlu untuk dihindari dengan baik. Karena hanya dengan begini perawatan darah tinggi pada pasien hipertensi akan lebih mudah dilakukan. Ingin tahu seperti apa saja jenis makanan yang dipantang para penderita hipertensi? Mari simak dibawah ini.

1. Garam

Jenis makanan pertama yang dipantang para penderita hipertensi adalah garam. Kandungan garam yang banyak terdapat didalam darah penderita darah tinggi akan dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah tinggi yang lebih parah. Hal ini dikarenakan sifat garam yang dpat menaik seperti air membuat tidak baik diberikan pada penderita darah tinggi.

Akan tetapi demikian, inipun bukan berarti anda tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi garam sama sekali. Sebuah institusi tekenal dari Amerika melakukan penelitian lebih banyak mengenai penyakit darah tinggi dan mengatakan bahwa asupan garam dapur boleh diberikan pada penderita darah tinggi namun tidak lebih dari 6 gram atau setara dengan 1 sendok teh dalam total asupan sehari-harinya.

 Sementara itu, bila penderita hipertensi mendapatkan lebih sedikit asupan garam maka hal ini akan jauh lebih baik. Untuk itulah, hindari mengkonsusmi asupan garam dengan jumlah yang melebihi takaran yang dianjurkan. Sementara itu, akan lebih baik bila anda membuat sendiri makanan anda daripada membelinya di pasar atau tempat makan. Dengan begini anda akan dapat mengontrol asupan atau jumlah garam yang anda konsumsi.

2. Produk Daging Olahan

Produk daging olahan seperti steak atau jenis olahan lainnya pada umumnya memiliki kandungan garam yang berlebih. Hal ini dikarenakan penggunaan garam umumnya dilakukan untuk mengawetkan daging tersebut. Untuk itu, hindari beberapa produk daging olahan yang banyak dijual dipasaran seperti sosis, nugget, kornet, daging ham, dendeng dan produk daging olahan lainnya.

Meskipun terkadang anda tidak merasakan rasa asin yang berlebihan pada bahan makanan ini namun tetap saja kandungan garam yang dimasukkan didalamnya jauh melebihi takaran garam yang seharusnya anda masukkan dalam tubuh anda. Pada akhirnya bila anda ngotot mengkonsumsi bahan makanan ini maka kesehatan anda akan dipertaruhkan.

3. Makanan Kaleng

Sama halnya dengan konsumsi daging olahan diatas makanan yang dikemas dalam kalengan pada umumnya menggunakan garam sebagai bahan pengawetnya. Alasan inilah yang membuat makanan kaleng menjadi pantangan untuk para penderita hipertensi. Anda mungkin menjumpai bahwa rasa dari makanan kaleng tidak terlalu asin, namun sebaiknya hati-hati dena kandungan garamnya yang begitu tinggi. Ada beberapa jenis makanan kaleng yang perlu benar-benar anda waspadai seperti sarden, kornet, bubur kaleng, sup kalengan dan masih banyak lagi.

Sebaliknya, beralihlah pada jenis makanan yang lebih sehat dan lebih alami, yakni dengan mengolah sendiri makanan anda dirumah. Dengan begini anda akan dapat memperkirakan berapa jumlah asupan garam yang perlu anda masukkan dalam konsumsi makanan sehari-hari anda.

4. Mie Instan

Dewasa ini masyarakat lebih senang dengan sesuatu yang serba praktis dan mudah, termasuk dengan hidangan makanan. Mie instan memang praktis untuk diolah dan waktu yang dibutukan untuk membuat sajian ini pun terbilang begitu singkat. Tak heran bila sajian makanan ini banyak disenangi oleh berbagai masyarakat dari berbagai lapisan. Namun hati-hatilah dengan kandungan garam yang terdapat pada mie instan yang begitu tinggi.

Selain garam, mie instan pun banyak mengandung lemak dan kalori yang dapat beresiko besar menaikan berat badan. Satu bungkus mie instan saja akan dapat membahayakan untuk kesehatan, apalagi bila dimakan dalam jumlah yang banyak. Untuk itulah, tidak heran bila bahan yang satu ini menjadi jenis makanan yang dipantang oleh para penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

5. Makanan dengan Kandungan Lemak Jenuh

Apa itu makanan dengan kandungan lemak jenuh? Banyak sekali makanan berasa enak dengan kandungan bahan ini yang begitu berlimpah. Hampir semua jenis makanan dengan rasa yang lezat memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Namun secara prinsip semua makanan yang digoreng dengan menggunakan minyak sayur atau minyak kelapa merupakan makanan dengan kandungan lemak jenuh yang besar.

Selain itu, lemak dari sapi pun mengandung banyak lemak jenuh. Jadi demikian hindari makanan dengan kandungan lemak jenuh seperti daging sapi berlemak, gorengan, makanan cepat saji, makanan manis dan masih banyak lagi.

Beralihlah pada jenis makanan yang lebih sehat agar kondisi kesehatan anda pun ikut terjaga dengan baik. Buah, sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian menjadi ide terbaik untuk mengalihkan menu makanan anda pada jenis yang lebih alami dan lebih sehat.

Ketahui Dampak Bahaya Hipertensi Untuk Tubuh

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dalam bahasa kedokteran sebagai hipertensi merupakan faktor resiko penyakit jantung dan pembuluh darah yang berbahaya. Sayangnya, hampir sebagian besar orang yang menderita kondisi penyakit ini tidak menyadari lebih dini bahwa sebenarnya mereka telah mengidap penyakit ini sejak lama.

Kondisi ini terjadi karena pada umumnya gejala atau tanda dari tekanan darah tinggi tidak menunjukan gejala yang spesifik. Selain itu, gejala dari hipertensi bisa mungkin mirip dengan penyakit lainnya sehingga kondisi inilah yang membuat diagnosa terhadap tekanan darah tinggi seringkali terlambat. Penderita baru menyadari bahwa mereka telah mengembangkan kondisi tekanan darah tinggi yang lebih serius ketika timbul beberapa komplikasi berbahaya dari penyakit ini.

Tekanan darah tinggi adalah istilah kesehatan yang menunjukan kondisi dimana aliran darah pada arteri bertekanan terlalu tinggu untuk tubuh yang sehat. Seseorang bisa disebut mengalami tekanan darah yang tinggi apabila ukuran tekanan darahnya berada diatas 140/90 mmHg. Terjadinya tekanan darah tinggi akan lebih beresiko pada orang-orang dengan usia yang lebih lanjut.

Akan tetapi demikian, kondisi ini pun akan pula beresiko untuk anak-anak bahkan anak bayi sekalipun. Untuk itulah, tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang perlu untuk diwaspadai dan perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Hal ini dikarenakan dampak atau bahaya dari tekanan darah tinggi akan mungkin merugikan tubuh.

Ketahui Dampak Bahaya Hipertensi Untuk Tubuh

Bahaya darah tinggi bisa sangat mengerikan untuk kesehatan seseorang. Hal ini dikarenakan kemungkinan terburuk dari kondisi naiknya tekanan darah yang terlalu tinggi akan mungkin menghilangkan nyawa seorang penderita dengan tiba-tiba. Tidak heran bila penyakit hipertensi digolongkan kedalam salah satu penyebab kematian yang paling menyeramkan karena tanda-tandanya yang cenderung terjadi secara diam-diam. Nah, dibawah ini adalah beberapa bahaya kesehatan tubuh yang dapat ditimbulkan dari tekanan darah yang tinggi.

1. Stroke

Bahaya yang pertama yang dapat ditimbulkan dari kondisi tekanan darah yang terlalu tinggi didalam tubuh adalah penyakit stroke. Faktor resiko penyakit ini menjadi satu dari sekian dampak dari tekanan darah tinggi yang terjadi. Stroke adalah kondisi gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak sebabkan semata-mata oleh gangguan pembuluh diotak yang tersumbat dimana kondisi ini pun dapat menyebabkan kematian pada pendeirtanya.

Umumnya stroke dapat muncul dengan ditandai oleh adanya gangguan saraf (defisit neurologis) fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam. Pada beberapa penderita tekanan darah tinggi yang tidak disadari atau tidak dilakukan penanganan dengan segera, stroke menjadi salah satu pengembangan atau dampak dari hipertensi yang buruk. Untuk itu, segera hubungi dokter dan konsultasikan masalah ini untuk mencegah segala kemungkinan terburuk dari tekanan darah tinggi yang mungkin terjadi.

2. Retinopati Hipertensif

Masalah selanjutnya yang mungkin diakibatkan dari tekanan darah tinggi yang parah atau kronis didalam tubuh adalah masalah retinopati. Dari namanya saja anda mungkin sudah bisa menebak bahwa kondisi keluhan kesehatan ini dampaknya bernaik dengan mata atau retina.

Ya, tekanan darah tinggi dalam ukuran jauh diatas normal akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan mata dan kualitas penglihatan. Retinopati hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah tinggi akan dapat merusak pembuluh darah kecil atau kapiler yang berada pada bagian mata. Selain itu, kondisi ini pun akan dapat merusak syarah mata anda. Ini artinya anda pun akan mengembangkan kemungkinan besar terhadap kebutaan ketika anda mengalami atau mengidap hipertensi.

Kondisi kebutaan tentu akan menjadi mimpi buruk untuk siapa saja yang mengalaminya. Kondisi keluhan kesehatan yang fatal ini tentu saja akan dapat mempengaruhi segala aktivitas dan rutinitas anda. Untuk itu, segera atasi masalah ini sebelum terjadi dengan pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk dengan melakukan tes tekanan darah tinggi. Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Darah Tinggi

3. Gangguan Pada Ginjal

Salah satu dampak terburuk dari kondisi tekanan darah tinggi yang sudah kronis, terutama tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol adalah munculnya berbagai gangguan pada bagian ginjal anda. Gangguan ginjal yang paling sering terjadi dari kondisi ini adalah gagal ginjal. Adapun tanda atau gejala yang dapat ditimbulkan dari kondisi gagal ginjal pada seseorang diantaranya adalah:

  • Sulit buang air kecil dan besar
  • Intenitas buang air kecil dan besar yang sering, namun hanya sedikit
  • Keluarnya darah pada saat buang air kecil dan besar
  • Rasa sakit yang menyiksa pada bagian perut

Pada kebanyakan kasus gagal ginjal penanganan penyakit ini hanya terbagi kedalam dua bagian, yakni transplantasi ginjal dimana penderita akan membutuhkan donor ginjal dan yang kedua adalah jalan cuci darah. Kedua metode penanganan ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dengan metode yang rumit dan menyakitkan. Untuk itu, lebih baik cegah dari saat ini sebelum penyakit ini berkembang dan terlanjur menyerang.

4. Cenderung Mudah Marah

Salah satu dampak yang paling umum dari serangan tekanan darah tinggi adalah gangguan emosional yang membuat penderita cenderung mudah marah. Terbukti kondisi ini membuat pasien yang mengalami tekanan darah tinggi mengalami perubahan emosional yang tidak stabil. Hal ini membuat pasien mudah marah dan merasa bahwa segala sesuatu yang ada disekitarnya amatlah menganggunya.

Perubahan emosi yang tidak stabil akan mungkin membuat penderita hipertensi mengalami kondisi yang tidak nyaman. Selain itu, hal ini pun akan mungkin membuat mereka mudah mengalami stress. Stress pada penderita tekanan darah tinggi bukanlah hal yang baik sebab kondisi ini akan dapat berpengaruh terhadap melambatnya aliran darah. Untuk itu, upayakan agar anda dapat meredam emosi dan mengalihkan stress anda pada hal-hal yang membuat anda merasa lebih tenang, seperti diantaranya melakukan hobi anda, membaca buku, berolahraga dan lain sebagainya.

5. Sindrom Metabolic

Tekanan darah yang tinggi dalam tubuh atau hipertensi yang menyerang akan dapat menimbulkan seorang penderita mengalami sindrom metabolik. Kondisi ini dikenal dengan adanya beberapa gangguan dalam tubuh seperti peningkatan tekanan darah, kelebihan lemak, peningkatan gula darah yang tinggi dan adanya peningkatan kadar kolesterol dalam jumlah yang berlebihan. Dimana kondisi ini bersamaan dengan meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Bila penderita hipertensi mengalami kondisi ini maka perubahan gaya hidup menjadi langkah penting yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Sebab perubahan gaya hidup yang agresif akan dapat memperlambat atau bahkan mencegah perkembangn masalah kesehatan yang serius. Penting untuk diketahui bahwa sindrom metabolik bukanlah bagian dari peyakit yang menular, akan tetapi penanganan adalah hal penting yang perlu untuk tetap dilakukan.

6. Timbulnya Rasa Nyeri Pada Dada

Tidak hanya tekanan darah yang rendah yang menyebabkan kelelahan pada tubuh. Hipertensi pun akan pula menimbulkan kondisi yang sama dimana tubuh akan mudah merasa lesu dengan kondisi ini dan membuatnya tidak semangat untuk melakukan aktivitas dengan baik. Selain itu, kondisi ini pun akan mungkin membuat anda merasakan nyeri dada yang cukup menyiksa. Untuk itu, ketika anda mulai merasakan nyeri pada bagian dada tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter menganai kondisi ini dengan baik.

Demikianlah beberapa bahaya hipertensi terhadap kesehatan tubuh. Melihat dampaknya yang cukup besar maka penting sekali untuk anda segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter.

Cara Mencegah Penyakit Darah Tinggi

Hipertensi atau darah tinggi adalah masalah kesehatan yang mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Seperti yang diketahui bahwa ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang dapat terkena dengan kondisi ini, diantaranya adalah faktor keturunan, konsumsi garam yang berlebihan dan bahkan stress. Sementara itu, gejala dari kondisi penyakit ini pada umumnya sulit untuk dikenali karena tidak ada gejala yang spesifik yang menunjukan seseorang mengalami hipertensi. Hal ini pulalah yang membuat kerugian banyak dituai para penderita hipertensi.

Banyak penderita hipertensi yang memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter sudah divonis mengembangkan penyakit ini dengan level yang lebih parah. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya sudah sejak lama mereka mengalami hipertensi. Sementara itu, hipertensi yang kronis akan mungkin menimbulkan bahaya yang besar untuk kesehatan tubuh lainnya. Seperti mengembangkan kemungkinan penyakit jantung, stroke dan masih banyak lagi.

Nah, melihat efek yang berbahaya yang dapat ditimbulkan dari kondisi ini maka mau tidak mau diperlukan penanganan untuk mengatasi kondisi tekanan darah tinggi agar tidak terjadi. Nah, dibawah ini adalah beberapa cara mencegah darah tinggi yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah.

Cara Mencegah Penyakit Darah Tinggi

Penyakit darah tinggi bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja. Namun kondisi ini pun dapat menyerang anak-anak dan remaja sekalipun. Untuk itulah, sebelum penyakit ini menyerang maka pencegahan menjadi hal penting untuk dilakukan. Ingin tahu seperti apa cara mencegah darah tinggi dengan mudah? Mari simak dibawah ini.

Mulai dengan Mengurangi Konsumsi Garam

Garam atau sodium disebut-sebut menjadi faktor utama yang dapat memicu tingginya resiko terhadap hipertensi. Hal ini dikarenakan pengaruh garam membuat tubuh mengembangkan hipertensi dengan lebih cepat. Untuk itulah untuk mengurangi kemungkinan atau resiko terhadap darah tinggi maka segera kurangi asupan darah dalam konsumsi makanan sehari-hari anda sedikitnya setengah sendok dari total asupan garam harian anda.

Selain itu, kurangi pula asupan makanan ringan atau chiki yang memiliki kandungan garam berlebihan, seperti diantaranya keripik, cemilan dan masih banyak lagi. Selain garam yang diperoleh secara langsung, beberapa bahan masakan seperti kecap asin dan lain sebagainya pun perlu anda perhatikan dengan baik. Artikel terkait: Mendalami Hipertensi Pulmonal (Hipertensi Paru) Pada Anak

Konsumsi Makanan dengan Kandungan Kalium dan Magnesium

Dua manfaat bahan ini adalah zat yang baik untuk kesehatan tubuh. Magnesium dan kalium akan dapat bermanfaat untu mengurangi tekanan darah tinggi. Sementara itu, kandungan dua zat ini bisa anda dapatkan dari konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah. Jadi demikian mulai saat ini tidak ada salahnya untuk menyajikan sayur dan buah pada konsumsi makanan sehari-hari anda. Kandungan serat, vitamin dan mineral yang ada dalam sayur dan buah akan dapat bermanfaat baik untuk kesehatan anda. Sedikitnya kandungan lemak dalam bahan makanan ini pun membuatnya baik menjadi makanan diet yang bila dikosumsi dalam jumlah yang banyak tidak akan memberikan pengaruh kenaikan berat badan yang berarti.

Kurangi Minuman Beralkohol

Salah satu pemicu utama dari penyakit hipertensi yang terjadi diakibatkan oleh gaya hidup yang kurang baik yang banyak dilakukan oleh si penderita itu sendiri. Konsumsi alkohol satu atau dua kali mungkin tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tubuh. Akan tetapi perlahan bila kebiasaan buruk ini dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang maka kondisi ini akan dapat menimbulkan masalah untuk kesehatan, salah satunya ya itu tadi resiko lebih besar mengembangkan kondisi terhadap hipertensi.

Oleh karenanya, mulai saat ini kurangi kebiasaan buruk ini dengan perlahan. Bila perlu bicarakan dengan dokter menganai hal ini agar anda mendapatkan panduan terapi yang lebih aman dan lebih baik untuk mengatasi kebiasaan mengkonsusmi alkohol dengan lebih cepat.

Olahraga Secara Teratur

Latihan fisk yang dilakukan secara rutin akan dapat mengurangi resiko seseorang terhadap hipertensi atau darah tinggi. Menurut sebuah penelitian menjelaskan bahwa pria yang secara aktif terlibat dengan kegiatan fisik menunjunkan resiko 20 persen lebih kecil terhadap penyakit tekanan darah tinggi.

Adapun jenis olahraga yang dianjurkan atau cocok dilakukan oleh para penderita hipertensi adalah aerobik, berjalan kaki, berjogging dan jenis olahraga lain yang melibatkan pergerakan fisik dengan lebih banyak. Lakukan olahraa ini selama 30 sampai dengan 45 menit dalam satu hari sebanyak 3 kali seminggu maka hasilnya akan dapat anda rasakan sendiri.

Selain itu, pergerakan fisik yang aktif membuat tubuh anda terhindar dari masalah penumpukan kolesterol dan lemak jahat. Dimana kondisi seperti ini pada umumnya dapat memicu timbulnya kegemukan atau kelebihan berat badan. Untuk itu, denga rajin berolahraga maka anda akan dapat memangkas sejumlah lemak didalam tubuh dan membantu anda tampil lebih percaya diri dengan tubuh yang ramping dan fit.

Hindari Stress

Stress dipercaya ikut memainkan peran terhadap naik turunnya tekanan darah didalam tubuh. Sederhananya ketika seseorang terhindar dari stress maka akan semakin kecil resiko untuknya terserang dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi adalah dengan mengelola stres yang anda alami.

Ada beberapa faktor yang membuat stress mudah terjadi dan menyerang seseorang, diantaranya adalah tekanan yang terlalu besar, jenuh, merasa bosan atau merasa sedih yang berkepanjangan. Untuk itu, jauhi beberapa penyebab stress ini dengan baik. Sementara itu, bila anda terlanjur mengalami stress maka atasi hal ini dengan mengalihkan perhatian anda pada beberapa hal yang membuat anda merasa lebih baik. Seperti melakoni hobi anda, membaca buku, menyanyi, menari atau melakukan hal apa saja yang membuat anda merasa lebih senang.

Jangan Merokok

Rokok dan diabetes adalah dua hal yang tidak pernah menjadi hal yang baik. Kebiasaan merokok yang anda lakukan akan mungkin membuat anda meningkatkan resiko lebih besar terhadap pengembangan hipertensi didalam tubuh. Sementara itu, bila anda terlanjur mengalami hipertensi dan masih merokok, maka kondisi tubuh anda akan semakin buruk. Hal ini terjadi karena nikotin yang ada pada rokok membuat aliran darah menjadi lambat akibatnya hipertensi atau tekanan darah tinggi akan semakin parah.

Untuk itu, hindari kebiasaan merokok mulai saat ini. Selain terhindar dari hipertensi, menghentikan kebiasaan merokok akan memberikan banyak keuntungan untuk kesehatan anda, seperti menghemat pengeluaran biaya, menghindarkan anda dari resiko penyakit paru-paru yang berbahaya dan masih banyak lagi.

Kami memahami bahwa memang tidak mudah untuk menghentikan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak lama. Untuk itu, jangan lakukan dengan tiba-tiba dan bertubi-tubi. Anda dapat memulainya dengan mengurangi batang demi batang rokok yang anda hisap setiap harinya.

Demikianlah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi yang dapat dilakukan secara mandiri sejak dini agar anda terhindar dari resiko dan komplikasi yang menyeramkan dari penyakit ini.

Daftar Jenis Makanan dan Minuman Pemicu Darah Tinggi Naik

Darah tinggi bukan hanya dipicu dari sebab menjalankan gaya hidup yang kurang sehat saja. Namun kondisi ini pun dapat terjadi akibat dari konsumsi makanan yang kurang baik yang nyatanya tidak diperkenankan disantap oleh penderita darah tinggi atau hipertensi. Seperti yang kita ketahui selama ini, darah tinggi menjadi salah satu penyakit pembunuh nomor satu yang banyak menyerang penderita diseluruh dunia.

Hal ini dikarenakan gejala dari penyakit hipertensi pada umumnya sulit untuk dikenali. Kebanyakan penderita yang memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter sudah divonis menderita hipertensi pada kondisi yang lebih kronis. Hal ini tentu saja menjadi berita buruk dan mencengangkan untuk mereka yang mengalaminya.

Sementara itu, dampak dari hipertensi yang sudah kronis atau yang tidak segera mendapatkan penanganan dengan baik akan sangat berbahaya untuk tubuh. Sebab tubuh akan dapat mengembangkan komplikasi terhadap kondisi kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke. Melihat dampaknya yang menyeramkan maka penting sekali untuk anda dan kita semua menjadi lebih sadar akan pentingnya menjalankan hidup yang sehat dengan merubah pola makan menjadi lebih baik.

Pada penderita hipertensi mereka perlu memahami dengan betul apa saja yang mereka konsusmi. Hal ini dikarenakan ada beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan hipertensi bisa naik atau kambuh sewaktu-waktu. Nah, untuk lebih jelasnya lagi mari kita simak beberapa hal dibawah ini.

Daftar Jenis Makanan dan Minuman Penyebab Darah Tinggi

Salah satu cara dalam perawatan darah tinggi yang baik adalah dengan mengetahui jenis makanan apa saja yang akan membuat kondisi kesehatan anda memburuk sewaktu-waktu. Hal ini dikarenakan peningkatan tekanan darah didalam tubuh akan dapat mengakibatkan jantung anda bekerja dengan lebih keras dari biasanya agar dapat mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh. Nah, untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang dapat memicu kenaikan darah tinggi dengan tiba-tiba maka mari kita simak dibawah ini.

1. Gula

Jenis makanan atau minuman pertama yang dapat memicu kenaikan tekanan darah dengan tiba-tiba adalah ketika anda mengkonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula yang tinggi. Bagi anda yang belum mendeirta darah tinggi pun sebaiknya kurangi konsumsi terhadap jenis bahan makanan yang satu ini.

Hal ini dikarenakan bukan hanya akan dapat memicu timbulnya hipertensi, namun masalah ini pun akan dapat memicu timbulnya diabetes yang berbahaya untuk kesehatan tubuh. Beberapa makanan dan minuman yang kentara dengan kandungan gula diantaranya adalah soda, permen, makanan cepat saji. es krim dan masih banyak lagi.

Selain beberapa keluhan diatas, konsumsi gula berlebihan pun akan dapat memicu kenaikan berat badan yang terjadi dengan cepat. Ini artinya bila anda mengkonsumsi banyak gula dalam asupan makanan anda maka akan semakin besar resiko anda mengalami obesitas atau kegemukan.

Dan kita semua tentu sudah paham betul bahwa obesitas menjadi salah satu resiko pemicu terbesar seseorang mengalami darah tinggi. Untuk itu, mulai saat ini sebaiknya kurangi asupan bahan makanan ini dalam konsumsi anda sehari-hari. Selain dengan menghindari beberapa jenis makanan yang disebutkan diatas anda pun dapat mensiasati hal ini dengan membuat makanan anda sendiri dirumah. Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Pada Kehamilan, Gejala, Penyebab dan Penanganan

2. Kolesterol dan Lemak

Jenis makanan dengan kandungan kolesterol dan lemak yang begitu banyak amat tidak dianjurkan untuk dikosumsi para penderita darah tinggi ataupun mereka yang ingin terhindar dari resiko besar penyakit mematikan yang satu ini. Saat ini sudah hampir sebagian besar makanan olahan dan makanan cepat saji yang berasa nikmat memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi. Diantaranya adalah pizza, burger, sosis, makanan olahan dari daging sapi, daging kambing, jeroan dan masih banyak lagi.

Bukan hanya akan dapat menyebabkan tekanan darah yang tinggi, namun konsumsi yang terlalu sering terhadap jenis makanan ini akan dapat membaut kesehatan jantung menjadi terganggu. Timbunan kolesterol dan lemak akan mungkin menyumbat jaringan pembuluh darah kecil pada jantung dimana kondisi ini membuat penyakit jantung sulit untuk dihindari.

Oleh karenanya, hindari mengkonsumsi jenis makanan ini dengan baik. Beralihlah pada jenis makanan yang lebih sehat dan lebih aman untuk tubuh anda.

3. Garam

Untuk anda penderita hipertensi, anda juga disarankan untuk mengurangi atau menghindari berbagai makanan dengan kandungan garam yang terlalu banyak. Memang sulit memilah jenis makanan dengan kandungan gara yang tidak berlebihan apalagi saat ini banyak makanan yang diawetkan dengan memasukkan substansi bentuk garam kedalamnya.

Untuk itu, anda perlu memahami jenis makanan apa saja yang mengandung banyak garam. Diantaranya adalah makanan kalengan, makanan olahan daging, makanan ringan, snack dan lain sebagainya. Meskipun terkadang pada saat anda menyantapnya jenis makanan tersebut tidak terlalu asin akan tetapi berhati-hatilah dengan kandungan garam yang begitu berlimpah didalamnya. Karena garam bukanlah pilihan yang bijak untuk penderita hipertensi.

Sementara itu, anjuran mengatakan bahwa penderita tekanan darah tinggi hanya boleh mengkonsumsi sekitar 1 sendok teh takaran garam dari total asupan garam dalam perharinya. Bahkan kurang dari takaran ini akan lebih baik dan lebih bagus. Sebab bila tidak, mungkin saja tekanan darah tinggi anda akan dapat kambuh kapan saja dan dimana saja.

Perlu dikethaui, garam akan dapat membuat ginjal menahan cairan didalam tubuh sehingga kondisi ini akan dapat berpengaruh terhadap keehatan jantung yang bekerja lebih cepat. Untuk itu, bijaklah dalam memilih asupan ini kedalam tubuh anda.

4. Alkohol dan Kafein

Perlu diketahui bahwa dua zat ini seringkali akan dapat memicu kecanduan pada seseorang. Oleh karenanya ketika anda diminta menghentikan konsumsi terhadap dua makanan atau minuman ini akan sedikit sulit rasanya. Untuk itulah, bagi anda yang belum pernah atau sedikit mengkonsumsi kafein dan alkohol dalam hidupnya maka sebaiknya segera hentikan kebiasaan ini sebelum anda tejebak dalam kecanduan yang sulit untuk dihilangkan.

Selain itu, kafein dan alkohol bukanlah sahabat baik untuk penderita tekanan darah tinggi karena hal ini akan dapat membuat hipertensi dapat muncul kapan saja. Untuk itulah, pertimbangkan dengan segera untuk mengurangi konsumsi terhadap dua bahan makaan ini.

Adapun beberapa makanan atau minuman dengan kandungan kafein yang perlu diketahui diantaranya adalah kopi, softdrink, coklat dan masih banyak lagi. Untuk itu, pikirkan kembali untuk mengurangi asupan terhadap beberapa jenis makanan dan minuman yang satu ini.

Itulah dia beberapa jenis makanan dan minuman yang akan dapat memicu kenaikan tekanan darah tinggi. Mengetahui beberapa jenis makanan diatas akan dapat membantu anda untuk menghindarinya dengan lebih baik sehingga hal ini akan dapat mempermudah penanganan dan perawatan hipertensi yang anda lakukan dirumah.

Memang tidak mudah menghindari beberapa jenis makanan apalagi godaan selalu datang dari kenikmatan jenis makanan tersebut. Untuk itulah, dedikasi dan komitmen yang tinggi diperlukan dari diri anda agar segalanya terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Waspadai Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol dan Faktor Penyebabnya

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang bayak dialami oleh orang dewasa. Dari tahun ke tahun jumlah penderita hipertensi semakin meningkat. Bahkan menurut data yang dirangkum dari WHO, di dunia pada tahun 2014 terjadi peningkatan hipertensi pada pendeirta orang dewasa hingga mencapai 22 persen.

Sementara itu, di Indonesia sendiri tingkat penderita hipertensi pada orang dewasa pada tahun 2013 menunjukan data sebesar 25,8 persen dari total penderita hipertensi. Angka ini menunjukan betapa mudahnya seseorang mengembangkan kondisi kesehatan sampai terkena dengan hipertensi. Perlu diketahui, penyakit hipertensi tidak dapat dianggap remeh begitu saja karena kondisi kesehatan ini merupakan pemicu yang utama dari penyakit janutng koroner dan stroke.

Hipertensi Menjadi Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan

Hipertensi adalah kondisi yang menyerang tubuh pada saat tekanan darah tinggi dan tidak normal didalam tubuh, yakni ukurannya bisa mencapai 120/80 mmHg. Ada banyak pemicu yang menyebabkan darah tinggi dapat terjadi pada seseorang, terutama soal gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat yang dilakukan oleh penderita.

Tekanan darah tinggi yang tidak segera ditangani akan dapat menyebabkan timbulnya kondisi keluhan kesehatan lainnya yang berbahaya, yakni resiko penyakit kardiovaskular. Tekanan darah yang tinggi pun dapat membuat pembuluh darah tersumbat dan mengurangi elastisitasnya dimana kondisi ini akan dapat mengakibatkan timbulnya aneurisma, gangguan penglihatan karena pembuluh darah pada bagian mata menjadi tersumbat dan gangguan kemampuan mengingat pada si penderita.

Tekanan darah tinggi atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan hipertensi tercatat sebagai penyakit sillent killer yang dapat membunuh pasiennya secara diam-diam. Hal ini dikarenakan tidak ada gejala yang spesifik yang ditunjukan dari kondisi hipertensi. Hal inilah yang membuat pasien penderita hipertensi tiba-tiba sudah mengembangkan kondisi pada level yang lebih lanjut. Gejala hipertensi yang samar dan hampir mirip dengan gejala penyakit yang umum membuat pasien penderita tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sudah menderita kondisi ini sejak lama.

Sementara itu, ketika seseorang udah masuk dalam tahapan hipertensi atau mengalami tekanan darah tinggi maka si penderita tidak akan dapat mengembalikan tekanan darahnya pada kondisi yang normal. Sederhananya, penderita tidak akan dapat terlepas dari tekanan darah yang tinggi selamanya. Sehingga orang yang menderita hipertensi perlu untuk selalu mengontrol dan mengatur tekanan darahnya agar tidak kambuh sewaktu-waktu. Jadi demikian, penanganan hiperteni tetap perlu dilakukan setiap saat. Artikel terkait: Jenis Buah Penurun Darah Tinggi (Hipertensi)

Lantas Apa Perbedaannya dengan Hipertensi Tidak Terkontrol?

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan oleh WHO mengatakan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah didalam tubuh berada pada angka kurang dari 140/90 mmHg. Akan tetapi, sayangnya banyak pasien yang mengalami kondisi hipertensi tidak terkontrol tanpa mereka sadari. Terutama untuk pasien yang tidak memadai atau tidak mengikuti anjuran pengobatan dari dokter.

Kami memahami bahwasanya perawatan hipertensi yang dilakukan dalam jangka yang panjang memang seringkali membawa masalah emosional tersendiri baik untuk pasien maupun keluarga. Hal ini pada akhirnya membuat sebagian pasien tak jarang melewatkan prosedur perawatan dan melakukan tindakan yang jelas dilarang.

Sementara itu, data menunjukan bahwa sekitar satu setengah dari kegagalan pengobatan hipertensi seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor seperti biaya, efek samping penggunaan obat, kegagalan yang dilakukan oleh dokter dala memahami sepenuhnya khasiat dari terapi hipertensi atau bahkan kurangnya pengetahun pasien mengenai penyakit yang dimilikinya.

Penyebab Lain Hipertensi Tidak Terkontrol

Sementara itu, selain beberapa hal diatas ada beberapa faktor yang membuat hipertensi tidak terkontrol bisa terjadi dengan pasien. Hal-hal tersebut bisa disimak dibawah ini.

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor utama yang membuat hipertensi tidak terkontrol dapat terjadi pada pasien hipertensi. Aktivitas fisik dan obesitas pun telah dikaitkan secara langsung dengan perkembangan hipertensi pada pasien yang langsung dihubungkan dengan kejadian resistensi insulin didalam tubuhnya.

Kelebihan kadar insulin didalam tubuh ini membuat perkembangan hipertensi akibat insulin menjadi semakin parah dimana kondisi ini membuat natrium didalam sel menjadi tertahan sehingga membuat volume darah menjadi meningkat dan membuat produksi hormon yang dinamakan dengan norepinefrin menjadi berlebihan.

Selain itu, perubahan faktor penentu utama tekanan darah diantaranya masuk kedalam curah jantung, adanya resistensi pembuluh darah perifer dan sistem saraf simpatik pun membuat kondisi ini dapat terjadi. Selanjutnya, perubahan fisiologis insulin terkait dapat menjadi lebih umum dengan seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini menunjukan bahwa kombinasi antara aktivitas fisik dan perubahan fisiologis yang terkait dengan usia merupkan bagian integral dari pengembangan hipertensi.

Aktivitas pasien yang Pasif

Pasien yang pasif atau kurang melakukan aktivitas fisik dalam bergerak atau berolahraga akan besar kemungkinan mengalami hipertensi yang tidak terkontrol. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School menunjukan bahwa pria yang biasanya terlibat secara aktif dalam kegiatan olahraga akan dapat memiliki 19 persen sampai dengan 29 persen lebih rendah untuk terkena dengan penyakit hipertensi.

Untuk itu, bagi anda penderita hipertensi sebaiknya upayakan agar tubuh anda selalu mendapatkan olahraga yang cukup. Tidak perlu pergi ke gym untuk bisa bergerak, anda cukup memanfaatkan waktu 15 menit dirumah atau pada saat pagi hari dengan jogging atau bergerak secara aktif ketika membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal ini akan sangat membantu mengontrol dan mengendalikan tekanan darah didalam tubuh anda dengan baik.

Mengalami Stress

Stress merupakan ketegangan emosional yang dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, terutama untuk hipertensi. Selain itu, stress pun dipercaya menjadi faktor psikologis yang memicu tingkat tekanan darah menjadi lebih tinggi. Pada penderita hipertensi pada umumnya stress kan dapat mengendalikan ukuran tekanan darah. Untuk itu, sebaiknya kontrol stress dengan baik agar jangan sampai mood anda dirusak dan stres mengambil alih tekanan darah anda yang membuat kondisi kesehatan anda menjadi dipertaruhkan.

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menangani stress yang menyerang, beberapa diantaranya adalah dengan melakukan hobi anda, mengalihkan perhatian anda pada hal yang membuat anda lebih tenang dan lebih senang, membaca buku, berolahraga, bersepeda atau hal lain-lainnya.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya kami memahami bahwa perawatan hipertensi memang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dengan singkat. Diperlukan proses yang lama bahkan selamanya untuk dapat mengontrol tekanan darah anda dengan baik.

Hanya saja, mencegah dan mengendalikan tekanan darah ini akan sangat penting dilakukan. Selain itu, komitmen yang tinggi dari hal ini pun akan sangat dibutuhkan untuk menghindarkan anda dari stress akibat tekanan yang terlalu besar. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Tips Kendalikan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Selama Masa Kehamilan

Selama kehamilan seorang wanita dituntut untuk senantiasa menjaga kondisi kesehatannya agar senantiasa fit dan bugar. Kondisi gangguan penyakit atau keluhan kesehatan akan lebih fatal dampaknya pada ibu hamil dibandingkan pada orang yang sedang tidak hamil. Selain itu, kondisi sistem kekebalan tubuh yang rapuh pada ibu hamil membuat penyakit lebih rentan menyerang tubuhnya. Hal inilah yang membuat ibu hamil dituntut untuk senantiasa menjaga dengan baik agar jangan sampai sakit dan janin dalam kandungannya senantiasa terjaga.

Akan tetapi, apalah mau diakata meski sudah berusaha mati-matian menjaga kesehatan tubuh dengan baik. Namun rupanya semua hal yang terjadi dalam kehidupan tidak selalu dapat kita prediksi dan dikendalikan sesuai dengan keinginan. Sama halnya pada saat menjalani kehamilan, selalu saja ada masalah atau keluhan yang mewarnai perjuangan panjang anda bersama dengan si kecil. Salah satunya adalah dengan munculnya tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.

Ya, tekanan darah tinggi atau hipertensi yang menyerang wanita pada masa sebelum hamil atau ketika sedang hamil memang menjadi ancaman kesehatan yang menyeramkan. Betapa tidak, kondisi hipertensi yang tidak segera ditangani akan mungkin membuat anda mengembangkan kondisi yang lebih buruk yakni terserang dengan preeklampsia dan eklampsia. Dimana kita ketahui bahwa dua kondisi ini akan dapat berbahaya untuk kesehatan. Akan tetapi, selain beberapa hal tersebut adapula jenis hipertensi lainnya yang menyerang pada masa kehamilan. Simak dibawah ini.

Jenis Hipertensi Selama Masa Kehamilan

Ada beberapa jenis hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dapat berpengaruh atau menyerang seseorang pada masa kehamilan. Namun satu hal yang pasti adalah kondisi ini perlu mendapatkan perhatian lebih dari tim medis. Jadi demikian, pada saat ibu hamil mulai menunjukan gejala hipertensi pada masa kehamilan sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter.

Hipertensi Gestasional

Kondisi ini adalah naiknya tekanan darah pada ibu hamil yang umum dijumpai pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu pada masa kehamilannya. Tidak ditemukan adanya klebihan protein dalam urin atau kerusakan organ pada jenis hipertensi yang satu ini. Beberapa wanita yang mengalami hipertensi gestasional biasanya akan mengembangkan kondisi lebih lanjut pada kondisi yang disebut dengan preeklampsia. Baca juga: Jenis dan Rencana Makan yang Dianjurkan Pada Penderita Hipertensi

Hipertensi Kronik

Jenis hipertensi yang mungkin menyerang seorang wanita pada masa kehamilan yang selanjutnya adalah hipertensi kronik. Kondisi seperti ini dapat terjadi pada usia kehamilan sebelum 20 minggu. Dikarenakan tidak adanya gejala yang spesifik dari kondisi ini, maka mungkin ibu hamil akan mengalami kesulitan untuk mendeteksi gejala dari kondii ini pada awal mulanya.

Hipertensi Kronik dan Preeklampsia

Kondisi yang ketiga adalah sebuah kondsi yang terjadi pada ibu hamil dengan tekanan darah tinggi dalam kondisi yang kronis yang terjadi sebelum masa kehamilan. Kondisi ini membuat tekanan darah tinggi akan memburuk menunjukan adanya protein dalam urin serta resiko komplikasi terhadap kondisi kesehatan lainnya selama masa kehamilan.

Tips Kendalikan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Selama Masa Kehamilan

Salah satu cara menghindari dan mengatasi kondisi hipertensi selama masa kehamilan yang tepat adalah dengan menghindari penyebabnya itu sendiri. Hanya saja, dikarenakan sampai saat ini belum ada penelitian lebih jelas apa yang membuat hipertensi selama masa kehamilan dapat terjadi membuat kondisi ini sulit untuk ditangani dengan baik. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang dapat meredam tekanan darah yang dapat dilakukan dengan mudah. Berikut ini adalah beberpa tips kendalikan tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Hindari Stres

Stress disebut-sebut dapat memicu naiknya atau tingginya tekanan dalam darah. Adalah hal yang umum untuk ibu hamil mengalami kondisi yang membuatnya mudah stress. Apalagi pergejolakan emosi yang membara akibat hormon kehamilan akan mudah membuat ibu hamil mengalami stress yang berkepanjangan. Akan tetapi, mengingat kondisi ini dapat memberikan pengaruh yang buruk terhadap kesehatan maka tidak sebaiknya anda terjebak dalam mood yang buruk dan stress yang akan membuat tekanan darah mudah meningkat.

Sebaliknya, atasi stress dengan baik dengan mulai mengalihkan perhatian anda pada hal-hal lain yang anda sukai. Seperti misalkan membaca, berolahraga, menonton televisi, membaca buku dan lain sebagainya.

Hindari Konsumsi Terlalu Banyak Garam

Garam menjadi satu dari sekian banyak penyebab hipertensi yang sudah umum diketahui oleh banyak orang. Untuk itu, kurangi konsumsi garam sebanyak kira-kira setengah sendok dari jumlah takaran garam yang anda konsumsi dalam satu hari. Selain itu, hindari pula mengkonsumsi makanan ringan semacam chiki atau snack sebab jenis makanan ini memiliki kandungan garam dan perasa buatan yang begitu tinggi. Untuk itu, perhatikan kembali apa yang anda konsumsi agar jangan sampai kondisi ini membuat tekanan darah semakin buruk.

Konsumsi Buah dan Sayur

Makanan yang sehat tentu akan dapat bermanfaat untuk tubuh dan memberikan nutirisi yang baik utuk si janin didalam kandungan anda. Selain itu, sayur dan buah memiliki kandungan kalium dan magnesium yang tinggi yang dapat berperan untuk membantu tubuh menurunkan tekanan darah yang melonjak tinggi.

Selain itu, manfaat serat dan berbagai mineral penting dalam sayur dan buah akan memberikan sejumlah manfaat untuk kesehatan dan menjaga kesehatan kehamilan anda dengan baik. Selain itu, tidak adanya kandungan lemak yang berlebih dalam jenis makanan ini membuat anda bebas mengkonsumsinya meski dalam jumlah yang banyak. Untuk itu, mulai saat ini tidak ada salahnya mengalihkan menu makanan anda pada jenis yang lebih sehat dan lebih bermanfaat.

Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Secara Rutin

Seringkali tekanan darah didalam tubuh yang tinggi tidak menunjukan gejala yang signifikan atau kontras dan dapat dibedakan. Kondisi inilah yang membuat hipertensi menjadi salah satu penyakit berbahaya yang datang secara diam-diam. Adapun satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui tekanan darah dalam tubuh anda adalah dengan rajin melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan begini anda akan dapat memonitor dengan baik kondisi kesehatan anda dan kenaikan tekanan darah didalam tubuh.

Mengetahui Batasan Diri

Ibu hamil memang dianjurkan untuk menjalani pola hidup sehat dan senantiasa memilah konsumsi makanan yang sehat dan lebih baik. Hal ini bukan hanya akan bermanfaat untuk kesehatan namu juga baik untuk memonitor tekanan darah. Ketika tubuh sehat maka segala aspek dalam tubuh anda pun akan senantiasa terjaga dengan baik kesehatannya. Mengetahui batasan diri seperti tidak merokok, tidak mengkonsumsi alcohol pun menjadi hal penting untuk selalu diperhatikan dengan baik agar tekanan darah tidak naik dan membuat kondisi anda tetap terjaga.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari tips kendalikan tekanan darah selama masa kehamilan kali ini. Semoga dengan mengetahui beberapa hal diatas akan dapat membantu anda terhindari dari masalah atau resiko hipertensi yang akan dapat berbahaya untuk kesehatan janin dan kehamilan anda.

Jenis dan Rencana Makan yang Dianjurkan Pada Penderita Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang muncul secara diam-diam. Hal ini dikarenakan pada umumnya tidak ada gejala spesifik yang ditunjukan oleh penyakit yang satu ini sehingga faktor inilah yang seringkali menjadi bahaya besar untuk para penderita hipertensi. Banyak pasien hipertensi yang berobat ke dokter sudah divonis dengan hipertensi yang kronis. Kondisi ini membuat mereka terkejut dan tidak menyadari bahwa sebenarnya telah sejak dulu mereka menderita kondisi yang sama.

Kondisi gangguan kesehatan ini memang perlu untuk segera diatasi dengan baik sebab bila tidak kondisi ini akan dapat merembet dan berkembang menimbulkan komplikasi kesehatan yang berbahaya. Bukan hanya pada orang dewasa, hipertensi pun dapat terjadi pada anak-anak dan bahkan anak bayi baru lahir sekalipun. Untuk itulah, penanganan dan pencegahan memang perlu untuk dilakukan dengan baik terhadap kondisi yang satu ini.

Adapun salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi hipertensi adalah dengan membatasi asupan garam dimana hal ini menjadi langkah penting. Memang nyatanya, garam atau sodium memiliki peran penting, namun untuk menjaga tekanan darah pada kisaran normal asupan garam kedalam tubuh perlu diperhatikan dengan baik. Akan tetapi, hal ini pun bukanlah satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk menjaga tekanan darah tetap sehat. Lalu bagaimana sebaiknya hal yang perlu dilakukan? Menjaga pola makan adalah jawaban paling tepat dalam hal ini. Yuk, simak lebih lanjutnya dibawah ini.

Mengetahui Kategori Hipertensi

Hipertensi memang menjadi salah satu penyakit yang sulit untuk dideteksi sejak dini karena gejala yang samar dari kondisi kesehatan ini. Lalu bagaiaman cara seseorang dapat mengetahui apakah ia terkena hipertensi atau tidak? Jawabannya adalah dengan memperhatikan pengukuran tekanan darah dan lakukan pemeriksaan ini secara rutin.

Adapun ketika melakukan pemeriksaan dan diketahui hasilnya anda dapat melihat angkat tekanan sistolik dengan melihat angka pertama dari hasil dimana angka ini menunjukan ukuran tekanan darah dalam arteri ketika jantung anda berdenyut. Sementara tu, angka yang berikutnya menunjukan tekanan diastolik yang menunjukan tekanan diantara detak jantung ketika jantung anda beristirahat. Artikel lainnya: Hipertensi Pulmonal, Penyebab Gejala dan Penanganan

Sementara itu, tekanan darah yang normal pada manusia berkisar antara 120/80. Bila tes tekanan darah menunjukan hasil yang melebihi kisaran normal, maka kondisi ini akan dapat dikategorikan menjadi:

  • Prahipertensi yakni kondisi angka tekanan darah pada angka 120 sampai dengan 139 untuk angka sistolik atau 80 sampai dengan 89 untuk tekanan diastolik.
  • Hipertensi Tahap 1. Kondisi ini adalah kondisi apabila tekanan sistolik dalam tubuh anda berkisar antara 140 sampai dengan 159 atau tekanan diastoliknya mencapai 90 sampai dengan 99.
  • Hipertensi Tahap 2. Adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik dalam tubuh mencapai 160 atau lebih tinggi dari angka ini atau tekanan diastoliknya 100 atau lebih tinggi dari ukuran ini.

Mengenali kategori hipertensi yang mungkin terjadi adalah hal penting untuk dipahami. Hal ini diharapkan akan membantu anda untuk lebih waspada dengan segera mengkonsultasikan kondisi ini ke dokter. Sementara itu, dibawah ini mari kita kenali jenis dan rencana makan yang dianjurkan untuk penderita hipertensi.

Jenis dan Rencana Makan yang Dianjurkan Pada Penderita Hipertensi

Pola makan menjadi hal yang penting untuk selalu diperhatikan pada para penderita hipertensi. Hal ini dikarenakan pada umumnya pemicu paling tinggi kondisi hipertensi yang menyerang seseorang diakibatkan oleh gaya hidup dan datang dari makanannya. Untuk itu, penting sekali bagi anda merencanakan dan mengubah pola makan pada jenis yang lebih sehat. Yuk, kenali lebih dalam seperti apa jenis dan rencana makan pada para penderita diabetes dibawah ini.

  1. Kenali Makanan Anda

Sebagian orang tidak menyadari apa saja yang mereka konsumsi sehari-harinya, apalagi dengan kandungan yang terdapat dalam makanan tersebut. Untuk anda yang berkeinginan menjaga tekanan darah agar tetap normal, maka anda dapat melakukan serangkaian kegiatan dengan mulai menjalani kebiasaan mencermati setiap asupan makanan dan kandungan yang ada didalamnya.

Perlu diketahui dengan betul bahwa makanan dengan kandungan sodium yang tinggi akan dapat meningkatkan tekanan darah. Dengan semakin sedikit konsumsi sodium dalam asupan sehari-hari maka tekanan darah didalam tubuh anda akan dapat terkendali dengan lebih baik. Sebaliknya dengan banyak mengkonsumsi makanan dengan magnesium, potasium pun akan dapat bekerja untuk mengendalikan tekanan darah.

Adapun jenis makanan yang tinggi akan kandungan sodium diantaranya adalah makanan dalam kalengan, makanan yang diproses dan makanan cepat saji. Untuk itulah, bila perlu buat catatan makanan tentang apa saja yang anda kosnumsi dalam satu har.

Catatan ini diharapkan akan membuat anda mengetahui jenis makanan apa yang anda asup kedalam tubuh. Sehingga hal ini akan menjadi tolak ukur anda untuk menghindari konsumsi terhadap makanan tersebut. Selain garam, kecap asin dan beberapa bumbu masakan berasa asin pun menjadi sayarat yang perlu untuk dihindari agar tekanan darah dalam tubuh anda dapat dikendalikan dengan baik.

  1. Jenis Makanan yang Boleh Dikosumsi

Ada beberapa jenis bahan makanan yang boleh dan memang dianjurkan pada penderita hipertensi. Beberapa jenis ini diantaranya adalah:

  • Sayuran Hijau

Sayuran hijau akan dapat membantu dala mengobati tingginya tekanan darah dalam tubuh. Adapun beberapa jenis sayuran yang dapat dikonsumsi dan aman untuk tubuh diantaranya adalah bayam, buncis, selederi, tomat, kedelai, bawang putih, kentang dan masih banyak lagi. Untuk itu, jangan sungkan untuk menyajikan hidangan ini sebagai santapan sehari-hari anda.

  • Buah-Buahan

Buah-buahan menjadi bahan yang baik untuk para penderita diabetes. Buah-buahan memiliki kandungan vitamin, serat dan mineral yang baik yang dibutuhkan oleh tubuh. Bahan inipun akan membantu anda terhindari dari tekanan darah yang tinggi. Beberapa jenis buah-buahan yang aman dikosumsi diantaranya adalah mengkudu, alpukat, pisang, kiwi, melon dan masih banyak lagi.

  • Jenis Makanan Lainnya

Selain sayur dan buah anda pun akan dapat mengkonsumsi bahan makanan lainnya yang dapat saling menyelingi untuk menghindarkan rasa bosan karena menyantap makanan yang sama dalam jangka waktu yang panjang. Adapun beberapa jenis makanan yang aman dikonsumsi diantaranya adalah coklat, yoghurt, susu skim bebas lemak, ikan salmon, oatmeal, minyak zaitun dan roti gandum.

Tidak ada makanan yang dapat menurunkan tekanan darah yang tinggi dengan seketika. Tekanan darah pada kisaran normal akan tergantung pada pola makan yang sehat secara keseluruhan. Untuk itu, tetap terapkan pola makan dan pola hidup yang sehat dengan baik sebab hal ini akan dapat menunjang kendali tekanan dalam darah dengan lebih baik.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini semoga bermanfaat dan memberikan anda informasi yang dibutuhkan. Pada intinya menjaga pola makan dengan konsumsi makanan sehat adalah hal penting untuk dapat menjaga tekanan darah dalam tubuh anda agar tetap normal.

Jenis Buah Penurun Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti setelah penyakit jantung, stroke dan diabetes. Penyakit ini seringkali disebut dengan sillent killer atau pembunuh diam-diam. Betapa tidak, pada umumnya tanda atau gejala dari penyakit hipertensi tidak menunjukan gejala yang spesifik dimana kondisi seperti ini memberikan kerugian yang besar pada para penderitanya yang tidak menyadari bahwa sebenarnya ia sudah menderita hipertensi sejak lama sebelum penyakit ini berkembang menjadi kondisi yang lebih buruk seperti yang dialaminya saat ini.

Hipertensi atau kondisi tekanan darah yang berada jauh diangka normal memang menjadi hal yang menyeramkan. Sebab bila tidak segera ditangani kondisi ini akan dapat berkembang menjadi komplikasi dan menyebabkan masalah lainnya dapat terjadi. Adapun salah satu penyebab dari kondisi ini terjadi adalah konsumsi kadar garam dalam kehidupan sehari-hari yang terlalu berlebihan dan gaya hidup yang kurang sehat yang dijalani oleh si penderita.

Memang penting sekali untuk segera menangani sebuah kondisi keluhan kesehatan yang terjadi dengan tubuh. Sebab bagaimanapun kondisi keluhan penyakit yang bersarang dalam tubuh akan dapat menurunkan kualitas hidup seseorang dan membuat aktivitasnya terganggu.

Nah, kali ini untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dalam tubuh maka konsumsi beberapa buah berikut ini akan menjadi solusi yang baik. Ingin tahu seperti apa saja buah yang baik untuk menurunkan darah tinggi? Mari simak dibawah ini.

Jenis Buah Penurun Darah Tinggi (Hipertensi)

Buah Mengkudu

Jenis buah yang pertama yang baik untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan mengatasi hipertensi adalah buah mengkudu. Mengkudu menjadi salah satu buah yang memang cukup mudah ditemukan dilingkungan sekitar kira. Buahnya yang berbentuk mirip dengan buah sirsak namun tanpa duri ini memang begitu khas. Apalagi aroma yang menyengat dari buah mengkudu membuat buah ini mudah sekali untuk dikenali. Meskipun rasanya tidak enak, akan tetapi khasiat dari bahan yang satu ini akan dapat bermanfaat baik untuk menurunkan darah tinggi.

Buah mengkudu disebut-sebut mengandung banyak manfaat dan nutrisi yang amat dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan kesehatannya dengan lebih baik. Kandungan protein yang terdapat didalamnya pun baik untuk dikonsumsi. Belum lagi, mineral dan vitamin yang berlimpah yang tersimpan dalam buah dan juga daun pohon buah mengkudu ini dinilai dapat meredakan hipertensi dengan lebih baik. Selain itu, kandungan selenium yang terdapat dalam buah mengkudu ini akan dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Ketimun

Buah ketimun mungkin sudah sering menjadi santapan atau dijadikan lalapan yang nikmat yang anda konsumsi sehari-hari. Namun demikian, selain rasanya yang nikmat pada saat dicocol bersama dengan sambal terasi yang pedas, rupanya buah ketimun pun memiliki khasiat dan manfaat yang baik untuk meredakan hipertensi. Untuk itu, jangan heran bila anda seringkali melihat orang hipertensi banyak atau sering mengkonsumsi buah ketimun. Kandungan mineral potasium yang berlimpah yang terdapat dalam ketimun membuat buah yang satu ini cukup efektif untuk menaklukan tekanan darah tinggi dalam tubuh. Sementara itu, untuk anda yang kurang suka dengan buah mentimun atau ketimun, kini tidak ada alasan untuk anda tidak menyantapnya, terutama bila anda menderita hipertensi. Baca juga: Kunci Penting Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Buah Pisang

Tahukah anda bahwa selain menjadi buah penurun kolesterol, pisang pun akan dapat membantu tekanan darah tinggi. Buah yang umum dengan warna kuning atau hijau ini rupanya memiliki kandungan kalium dan beberapa kandungan penting lainnya yang dapat membantu tubuh anda mengendalikan dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Selain rasanya yang nikmat dan daging buahnya yang pulen, buah pisang pun cenderung mudah untuk didapatkan karena buah ini tersedia diberbagai daerah di Tanah Air. Oleh karenanya, bagi anda para penderita hipertensi, pisang mungkin bisa menjadi buah cemilan anda sehari-hari yang baik untuk kesehatan dan mengendalikan darah tinggi yang baik.

Mulailah mengkonsumsi buah ini dan menyajikannya dalam menu makanan harian anda. Sementara itu, anda pun akan dapat mengkreasikan sajian buah ini dengan bahan lainnya seperti gandum, seral atau ditambahkan dengan madu atau susu. Kreasi ini akan menghindarkan anda dari rasa kebosanan menyantap makanan yang itu-itu saja.

Tomat

Buah tomat seringkali diperdebatkan antara masuk menjadi bagian dari sayuran atau buah-buahan. Hal ini dikarenakan tomat seringkali digunakan sebagai bumbu dan bahan pelengkap ketika memasak sajian makanan berasa asin di dapur. Rupanya manfaat dari buah tomat lebih mencengangkan dari perdebatan tersebut.

Kandungan kalsium yang ada dalam buah tomat akan dapat membantu anda untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan lebih baik. Selain itu, kandungan magnesium, kalsium, vitamin E,D dan C yang terkandung didalamnya akan dapat bermanfaat baik dalam membantu tubuh menurunkan tekanan darah dengan lebih efektif.

Fakta ini bahkan diejlaskan dan diuji oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ben Gurion yang menaklukan pengujian menggunakan buah tomat sebagai buah penurun tekanan darah hanya dalam waktu 16 hari. Waktu yang singkat ini tentu mencengangkan untuk sekedar mengkonsumsi buah alami sebagai penurun tekanan darah. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk anda mengkonsumsi buah ini bila memang anda bermasalah dengan kenaikan tekanan darah yang tinggi.

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini

Sebenarnya selain mengkonsusmi berbagai jenis buah yang dijelaskan diatas, hipertensi atau tekanan darah tinggi akan dapat dicegah dengan baik sebelum kondisi ini berubah menjadi lebih parah dalam tubuh anda. Nah, dibawah ini adalah beberapa pencegahan terhadap hipertensi yang dapat dilakukan sejak dini.

Galakan Pola Hidup yang Sehat

Cara yang paling sederhana yang pertama untuk dapat mencegah hipertensi adalah dengan mengurangi konsumsi garam berlebihan dan menjalankan pola hidup yang sehat. Bila anda adalah seorang perokok dan berkebiasaan mengkonsumsi alkohol maka sebaiknya hentikan kebiasaan ini dengan segera. Karena pada umumnya hipertensi lebih banyak terjadi sebab dari kondisi gaya hidup yang kurang sehat yang dijalankan.

Hindari Konsumsi Obat-Obatan Terlarang

Konsumsi beberapa jenis obat-obatan dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi. Satu atau dua kali mungkin tidak akan terasa akan tetapi perlahan setelah terakumulasi lama dampak ini baru akan terasa. Untuk itu, hindari mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang tidak jelas sebab kondisi ini akan dapat beresiko untuk kesehatan anda.

Selain itu, beberapa jenis obat lain seperti obat penekan nafsu makan, obat pelangsing dan jenis obat-obatan yang tidak diberikan sesuai resep dokter sebaiknya tidak dikonsumsi dengan sembarang sebab hal ini tentu akan memberikan resiko jangka panjang untuk kesehatan anda.

Demikianlah beberapa tips dan informasi yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga bermanfaat dan memberikan anda informasi yang cukup dan sampai jumpa kembali pada pembahasan yang lainnya.

Tekanan Darah Tinggi Pada Kehamilan, Gejala, Penyebab dan Penanganan

Kehamilan memang dapat membawa berbagai perubahan yang cukup signifikan terhadap kehidupan seorang wanita. Selain itu, tidak semua wanita dapat menjalani kehamilan dengan lancar dan tanpa kendala. Beberapa gangguan atau keluhan kehamilan adalah hal yang wajar dialami oleh seorang wanita pada masa kehamilan. Dari serangkaian keluhan ini, beberapa wanita mungkin mengalami gangguan yang cukup serius dan cukup mengkhawatirkan, salah satunya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi yang terjadi pada masa kehamilan.

Tekanan darah tinggi pada masa kehamilan sebenarnya merupakan sebuah kondisi yang umum terjadi dengan ibu hamil. Sekitar 10 persen ibu hamil aka mengalami kondisi yang sama pada masa kehamilannya. Hanya saja tentunya dengan penanganan yang baik, tekanan darah tinggi tidak akan berkembang atau membahayakan kesehatan dan pada umumnya kondisi ini akan dapat kembali normal dan menghilang setelah usainya proses persalinan.

Lalu seperti apa sebenarnya pengaruh tekanan darah tinggi pada masa kehamilan terhadap kandungan dan kesehatan ibu hamil serta bayi yang ada didalamnya? Mari simak beberapa penjelasan kali ini.

Tekanan Darah Tinggi Kehamilan (Hipertensi Gestasional)

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang terjadi pada masa kehamilan. Pada umumnya, kondisi ini akan dapat muncul setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu, dan setelah melahirkan kondisi ini akan dapat kembali normal. Selain itu, hipertensi gestasional pun biasanya dialami oleh ibu yang sebelum hamil tidak menderita tekanan darah tinggi.

Ibu hamil yang sudah menderita tekanan darah tinggi pada angka 140/190 mmHg seelum hamil atau sebelum usia kehamilannya 20 minggu dikategorikan sebagai kondisi tekanan darah tinggi kronis. Biasanya kondisi ini tidak dapat menghilang dengan cepat meski ibu sudah selesai menjalani proses persalinan. Adapun beberapa kondisi yang dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami hipertensi gestasional diantaranya adalah:

  • Apabila anda pernah mengalami tekanan darah yang tinggi sebelum hamil atau pada saat kehamilan yang pertama atau yang sebelumnya
  • Hamil anak pertama
  • Kehamilan anak kembar
  • Usia ibu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun pada saat tengah mengandung
  • Ibu hamil memiliki penyakit ginjal atau diabetes

Kondisi tekanan darah tinggi gestasional perlu untuk segera ditangani dengan baik sebab bila tidak, kondisi ini akan berkembang menjadi preeklampsia yang disertai dengan adanya protein yang terdapat pada urin. Selain itu, kondisi tekanan darah tinggi yang dibiarkan begitu saja akan mungkin berkembang menjadi kondisi yang lebih serius yakni eklampsia. Nah, untuk mengenal lebih dalam apa itu preeklampsia dan eklampsia maka mari kita bahas dibawah ini.

Apa Itu Preeklampsia?

Tekanan darah tinggi gestasional atau tekanan darah tinggi yang terjadi pada masa kehamilan yang tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat maka akan berkembang menjadi kondisi preeklampsia. Preeklampsia atau keracunan kehamilan adalah sebuah kondisi dimana terdapat gangguan tekanan darah serius yang dapat mengganggu kerja organ didalam tubuh. Biasanya kondisi ini menyerang pada usia kehamilan 20 minggu dan akan dapat menghilang pada saat selesai proses persalinan bayi.

Kondisi preeklampsia dapat ditandai dengan tekanan darah yang tinggi dan kondisi terdapatnya protein pada urin (proteinuria). Selain itu, kondisi ini pun dapat ditandai dengan gejala lainnya, seperti:

  • Pembengkakan pada bagian wajah atau tangan
  • Sakit kepala yang sulit dihilangkan
  • Kesulitan bernafas dengan baik
  • Mual dan muntah yang tak tertahankan
  • Kenaikan berat badan yang terjadi dengan tiba-tiba
  • Terganggunya organ penglihatan
  • Nyeri pada bagian perut atas dan pada bagian bahu

Ada beberpa kondisi yang dapat meningkatkan seorang ibu hamil lebih beresiko terkena dengan preeklampisa, diantaranya adalah:

  • Jika pada saat kehamilan suami anda mengalami preeklampsia maka besar kemungkinan ibu hamil akan mengalami preeklampsia
  • Jika pada kehamilan sebelumnya ibu mengalmai preeklampsia maka besar pula kemungkinan anda terkena dengan kondisi yang sama pada kehamilan saat ini.

Hingga sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti yang membuat seorang ibu hamil dapat mengembangkan kondisi preeklampsia. Akan tetapi, preeklampsia nampaknya disebabkan oleh gagguan yang terjadi pada pertumbuhan plasenta sehingga aliran darah pada bagian ini tidak dapat berjalan dengan baik dan semestinya.

Perlu diingat sekali lagi bahwa kondisi preeklampsia akan dapat membahayakan kondisi anda dan janin yang anda kandung. Aliran darah dari ibu dan janin pun akan dapat terhambat dan mengalami gangguan sehinga kondisi ini dapat memicu bayi dalam kandungan sulit untuk mendapatkan nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk menunjang perkembangannya dengan baik.

Selain itu, preeklampisa pun dapat berpengaruh terhadap kesehatan organ hati, paru-paru dan ginjal. Bagian otak dan mata ibu hamil pun akan dapat beresiko dari pengaruh preeklampsia terhadap kehamilan. Sementara itu, bila kondisi ini tidak segera ditangani maka preeklampsia akan dapat berkembang menjadi eklampsia.

Mengenali Eklampsia

Diperkirakan terdapat 1 dari 200 kasus preeklampisa yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius yang dinamakan dengan eklampsia. Preeklampsia yang semakin buruk akan dapat berpengaruh terhadap kesehatan otak ibu hamil dan dapat menyebabkan kejang dan koma yang berbahaya. Jika kondisi ini terjadi maka inilah yang disebut dengan kondisi lanjutan dari preeklampsia yang berubah menjadi eklampsia.

Dampak dari eklampsia tidak dapat dianggap remeh sebab kondisi ini akan dapat berdampak fatal dan serius, baik untuk kesehatan ibu maupun janin yang anda kandungan. Preeklampsia dan eklampsia dapat menyebabkan terganggunya fungsi plasenta yang kemudian kondisi ini akan dapat mengakibatkan bayi lahir dnegan berat badan yang rendah. Selain itu beberapa masalah atau resiko berbahaya lain akan mungkin terjadi dengan si kecil seperti halnya masalah kesehatan pada bayi bahkan kondisi terburuk yang jarang terjadi dari hal ini adalah kematian bayi atau keguguran.

Menangani Tekanan darah tinggi dengan Benar

Jika anda mengalami atau terkena dengan tekanan darah tinggi pada saat kehamilan, penting sekali untuk anda senantiasa menjaga kesehatan dengan baik dan benar. Rutin memeriksakan kesehatan diri ke dokter atau dokter kandungan adalah hal penting yang perlu dilakukan untuk memastikan agar kondisi kesehatan anda tetap terjaga.

Sementara itu, ketika anda menderita tekanan darah tinggi maka dokter akan dapat meresepkan penggunaan obat guna menurunkan tekanan darah. Anda tidak perlu khawatir sebab obat yang diberikan tidak akan memberikan pengaruh buruk terhadap janin. Hal ini dikarenakan ada beberapa obat penurun tekanan darah yang memang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. 

Selain itu, penting pula untuk anda selalu mengikuti petunjuk penggunaan dan dosiss minimum yang dianjurkan oleh dokter. Hindari pula penggunaan obat-obatan herbal yang diberikan menurut kepercayaan sebab biasanya jenis obat ini belumlah jelas khasiatnya. Yang dikhawatirkan dari penggunaan obat ini malah akan membahayakan kesehatan anda dan si janin didalam kandungan.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Hal yang terpenting yang dapat dilakukan dalam kondisi ini adalah dengan selalu memeriksa kondisi kesehatan anda ke dokter kandungan untuk berjaga-jaga bila kondisi seperti ini terjadi dengan anda.

Mendalami Hipertensi Pulmonal (Hipertensi Paru) Pada Anak

Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit mengerikan dan beresiko untuk kesehatan. Penyakit yang satu ini adalah kondisi yang akan membuat kesehatan menjadi terganggu dan menurunkan kualitas hidup. Apalagi bila terjadi pada buah hati anda yang masih begitu kecil. Tidak tega rasanya melihat si buah hati dibuat kerepotan menahan kesakitan dan dibuat tidak berdaya dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Adalah penyakit hipertensi pulmonal atau hipertensi paru yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Namun kondisi ini dapat menyerang anak-anak dan bahkan bayi sekalipun. Melihat kondisi si kecil terkulai lemah tentu akan membuat semua orangtua merasa khawatir dengan kondisi ini. Oleh karenanya, penanganan yang cepat dan siaga perlu dilakukan dalam mengatasi kondisi ini.

Berbeda dengan penyakit hipertensi pada umumnya, hipertensi pulmonal adalah kondisi hipertensi yang terjadi pada bagian paru sehingga kondisi ini pun membuat gejala dapat dilihat secara kasat mata. Hal ini tentu akan sedikitnya menjadi keuntungan untuk penderita dan orangtua yang memiliki anak dengan serangan penyakit yang sama untuk dapat mendeteksi gejala lebih dini. Dimana kondisi serupa tidak dijumpai pada hipertensi yang umum. Mengetahui gejala dari kondisi penyakit ini diharapkan membuat orangtua lebih waspada dan sigap dalam mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter sehingga penanganan dini dapat segera dilakukan.

Apa Itu Hipertensi Pulmonal?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah tidak lagi asing ditelinga namun sering banyak orang yang mengabaikan salah satu penyakit mematikan ini. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah naik melebihi batas normal dan seringkali dikaitkan dengan naiknya pembuluh darah.

Sementara itu, untuk hipertensi pulmonal atau hipertensi paru adalah kondisi tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri pada bagian paru-paru dan sisi kanan jantung dimana tekanan pembuluh darah tidak normal. Pada kondisi hipertensi ini arteri mensuplai darah yang tertekan sehingga pembuluh darah menjadi meningkat. Hal ini menyebabkan darah menjadi sulit melewati bagian paru-paru sehingga kondisi ini membuat bagian jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras guna mengurangi tekanan tersebut.

Meskipun banyak menyerang orang dewasa pada usia produktif. Akan tetapi hipertensi pulmonal memang dapat menyerang anak-anak dan bayi sekalipun. Pada bayi yang baru lahir seringkali gejala ini sulit dideteksi karena tidak ada tanda-tanda yang signifikan dari kondisi ini. Untuk itulah, pemeriksaan kesehatan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi si kecil lebih lanjut.

Mengetahui Penyebab Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Pada umumnya penyebab dari hipertensi ini sulit untuk diketahui lebih detail sebab biasanya yag seringkali menyebabkan hipertensi paru adalah jantung kiri akibat dari adanya gangguan katup jantung seperti regurgitasi atau aliran balik dan penyempitan katup mata (stenosis). Sedangkan penyebab lainnya yang memicu kondisi ini adalah HIV, penyakit paru yang diderita oleh si buah hati yang dapat menurunkan oksigen dan meyebabkan hipertensi pulmonal terjadi. Bukan hanya itu, panyakit paru interestitital, sleep apnea dan penyakit baru obstruktif kronik pun dapat memicu kondisi hipertensi semacam ini dapat terjadi.

Gejala Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Gejala klinik pada bayi dan anak yang menderita hipertensi pulmonal bisa berbeda dengan yang dirasakan oleh orang dewasa. Pada bayi mereka dapat menunjukan gejala akibat penurunan cardiac output (CO) kondisi ini membuat mereka kehilangan nafsu makan, letargi, takipnea, mual dan muntah, iritable, gagal tumbuh dan masih banyak lagi.

Sementara itu, bayi atau anak mungkin mengalami sinosis ketika mereka beraktivitas atau pada saat mereka beristirahat. Kondisi ini terjadi akibat dari alirah darah dari kanan ke kiri. Sementara pada anak, sesak nafas dapat menjadi gejala yang paling sering ditemukan, terutama saat si kecil melakukan latihan fisik akibat kegagalan yang meningkatkan CO ketika kebutuhan oksigen pada jaringan meningkat.

Hipertensi pulmonal pada anak memang seringkali tidak menunjukan gejala yang cukup spesifik. Gejala-gejala tersebut biasanya sulit untuk dapat dibedakan dengan gejala-gejala lainnya pada penyakit paru atau penyakit jantung yang hampir mirip. Gejala utama dari kondisi ini dapat berupa intoleransi latihan fisik dan kelelahan. Dimana kondisi ini menunjukan adanya ketidak mampuan untuk meningkatkan curah jantung selama si kecil melakukan aktivitas. Terkadang penderita yang mengalami kondisi hipertensi ini pun merasakan nyeri pada bagian dada prekordial, pusing, nyeri kepala atau dalam kondisi tertentu kondisi ini membuat mereka pingsan.

Diagnosis Penyakit Hipertensi Pulmonal

Diagnosis hipertensi pulmonal dapat dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaa fisik yang dilakukan oleh dokter. Oleh karenanya, orangtua yang memiliki anak penderita hipertensi perlu membawa si kecil check up ke dokter guna dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut untuk mengetahui kondisi ini. Sementara itu, untuk menegakkan diagnosis penyakit hipertensi pulmonal penyebab lain yang dapat meningkatkan tekanan pulmonal perlu disingkirkan, seperti halnya penyakit paru kronik, obstruksi persisten saluran nafas atas dan penyakit hati lainnya.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Ada beberapa faktor yang memang dapat memberikan kemungkinan besar seorang anak atau bayi baru lahir mengalami kondisi hipertensi pulmonal. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah:

  • Faktor turunan. Anak yang menderita hipertensi pulmonal yang pertama dapat dipicu oleh faktor keturunan atau genetik. Jika terdapat dua atau lebih anggota keluarga anda yang memiliki riwayat penyakit yang sama atau memiliki garis keturunan yang pernah memiliki penyebab mutasi gen PH maka resiko anak terkena dengan hipertensi pulmonal pun akan lebih besar
  • Faktor Gender. Idiopatih PAH dan PAH yang dapat diwariskan (juga dikenal dengan PAH familial) biasanya 2,5 kali lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan pada pria.
  • Ketinggian. Mereka yang tinggal dikawasan dataran tinggi seperti gunung dan perbukitan akan lebih besar resikonya terkena dengan penyakit yang satu ini.
  • Faktor penyakit lainnya. Penyakit lain seperti halnya penyakit jantung bawaan, penyakit hati, gangguan jaringan ikat seperti lupus dan penyakit paru-paru bisanya membuat penderita lebih mudah mengembangkan kondisi terhadap penyakit hipertensi pulmonal.
  • Obat dan racun. Beberapa kosnumsi obat-obatan tertentu seperti obat terlarang atau obat penekan nafsu makan akan dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi pulmonal pada seseorang.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya, memeriksakan kesehatan si kecil dengan berkonsultasi ke dokter adalah hal yang penting karena gejala dari kondisi penyakit ini biasanya hampir mirip dengan kondisi keluhan kesehatan lainnya. Selain itu, untuk dapat mendiagnosis penyakit hipertensi pulmonal pada umumnya dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Untuk itu, bawa serta si kecil untuk melakukan konsultasi kesehatan dan pemeriksaan ke dokter.

Demikianlah semoga pembahasan ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang cukup untuk anda. Yang terpenting selalu waspada dan jaga selalu kondisi kesehatan buah cinta anda agar penyakit selalu jauh darinya.

Kunci Penting Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah sebuah kondisi dimana tekanan pada pembuluh darah naik dalam periode waktu yang cukup lama. Kenaikan tekanan darah ini pada umumnya dipicu oleh penyempitan pembuluh darah sehingga menimbulkan timbunan lemak dan zat-zat lainnya. Gejala yang dirasakan pada penderita hipertensi memang sulit untuk diketahui. Hal ini dikarenakan pada umumnya tidak ada gejala khusus atau gejala yang kontras yang dirasakan oleh mereka para penderita hipertensi.

Akibatnya, keterlambatan diagnosa seringkali membuat seseorang sudah masuk dalam tahapan lebih lanjut dari tekanan darah tinggi yang sudah kronis. Kondisi seperti ini tentu saja dapat merugikan karena tanpa disadari kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi ini tiba-tiba bisa tinggi dan kronis. Hal ini pulahlah yang membuat hipertensi menjadi penyebab kematian perlahan yang terjadi di tanah air.

Sementara itu, satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita hipertensi atau tidak adalah dengan melakukan test tekanan darah. Ada dua tipe pengukuran tekanan darah, yakni pada saat jantung berkontradiksi, namun diastol yakni tekanan darah waktu kantung beristirahat atau saat jantung sedang relaks.

Pada dasarnya tekanan darah yang normal pada manusia berkisar antara 90-120 untuk sistolik serta 60-80 untuk diastolik. Sementara itu, bila tekanan darah melebihi angka tersebut maka dapat dipastikan seseorang menderita hipertensi. Sementara itu mengetahui kunci penting menurunkan tekanan darah tinggi adalah hal yang dapat anda pelajari dibawah ini.

Kunci Penting Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Menjaga Berat Badan

Menjaga berat badan agar tetap sehat adalah hal penting untuk senantiasa dilakukan oleh para penderita hipertensi. Berat badan yang terjaga dengan baik akan dapat membantu tubuh untuk menjaga tekanan darah. Oleh karenanya, jika anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas maka sebaiknya upayakan segala hal untuk dapat memangkas berat badan anda sampai ukuran yang ideal. Diet yang seimbang dengan konsumsi makanan sehat adalah salah satu metode penting untuk terus dilakukan. Metode ini akan membantu anda menghilangkan ukuran berat badan dengan lebih cepat dan lebih sehat. Baca juga: Hipertensi Pulmonal, Penyebab Gejala dan Penanganan

Berolahraga

Berolahraga secara teratur, setidaknya 30 menit dalam perhari dalam satu minggu aka dapat membantu tubuh anda untk menurunkan tekanan darah secara signifikan. Lantas mengapa hal ini perlu dilakukan secara teratur? Alasannya adalah karena jika anda berhenti olahraga maka tekanan darah ini kembali meningkat.

Sementara itu, jika anda mengalami pre-hipertensi, berolahraga akan dapat membantu anda untuk dapat menghambat terjadinya hipertensi. Atau apabila anda sudah mengalami hipertensi, berolahraga akan dapat membantu tubuh anda mengatur tekanan darah pada tingkatan yang aman. Dengan begini maka pengaturan tekanan darah didalam tubuh akan dapat terkendali dengan baik tanpa anda harus dibayang-bayangi rasa takut dan kekhawatiran yang besar.

Sementara itu, jenis olahraga yang dapat dilakukan yang baik atau cocok dilakukan oleh para penderita hipertensi diantaranya adalah jogging, jalan-jalan, bersepeda menari dan berenang. Bahkan menurut American College of Sports Medicine (ACSM) mengungkapkan bahwa latihan simple yang dilakukan seperti halnya melakukan pekerjaan rumah atau berjalan-jalan akan dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, ACSM merekomendasikan jam minimal setengah dari moderat aktivitas fisik lima hari dalam satu minggu.

Sementara itu, dengan menggabungkan latihan kardiovaskular seperti halnya berenang dalam rutinintas anda, ternyata dapat meningkatkan sirkulasi dalam tubuh. Hal ini pun akan dapat meningkatkan kapasitas paru-paru serta meningkatkan efisiensi jantung. Beberapa kombinasi ini akan dapat mengurangi tekanan darah anda.

Kurangi Kadar Garam Dalam Konsumsi Makanan Sehari-Hari

Dari serangkaian penyabab hipertensi, salah satu penyebab utama yang membuat naik dan tingginya tekanan darah adalah konsumsi garam yang berlebihan dalam konsumsi makanan sehari-hari. Oleh karenanya, guna mengurangi tekanan darah, anda perlu mengurangi konsumsi garam yang dikonsumsi sehari-hari hingga kurang dari satu sendok teh garam per hari dimana hal ini akan dapat memberikan perbedaan besar dalam tekanan darah anda.

Beberapa makanan dalam konsusmi sehari-hari seperti keripik atau makanan ringan pada umumnya memiliki kandungan garam dan perasa gurih yang banyak. Untuk itu, hindari dan kurangi terlalu banyak mengkonsumsi jenis makanan ini. Sebaiknya gantilah makanan ini dengan konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah yang tentunya akan lebih baik daripada konsumsi makanan tersebut. Artikel menarik lainnya: Cara Mengobati Darah Tinggi Mandiri

Pilih Konsumsi Makanan Sehat

Guna menurunkan tekanan darah dengan lebih mudah konsumsi makanan sehat menjadi kunci yang lebih penting untuk selalu dilakukan. Beberapa jenis makanan sehat akan bisa anda dapatkan dari sayur dan buah. Ada cukup banyak jenis sayur dan buah yang akan dapat anda kosumsi sebagai menu harian anda.

Sementara itu, bila anda dirundung kebosanan dengan mengkonsumsi dua bahan ini maka beberapa bahan makanan sehat lain seperti produk olahan susu yang rendah lemak dan kolesterol akan dapat anda konsumsi. Selingi konsumsi makanan ini dengan bertahap agar anda tetap dapat menikmati makanan ini dengan mudah. Sementara itu, anda pun akan dapat mencoba untuk menerapkan pola makan yang sehat seperti halnya berikut ini:

Menulis jenis makanan dalam buku harian. Hal ini tentu saja dilakukan untuk memantau apa dan seberapa banyak konsumsi makanan yang anda kosnusmi dalam satu hari tersebut. Hal ini pun dapat anda jadikan sebagai panduan untuk mengukur dan mengendalikan asupan makanan kedalam tubuh anda.

Mempertimbangkan untuk meningkatkan kalium. Asupan zat ini akan dapat bermanfaat untuk membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh anda. Sementara asupan ini bisa anda dapatkan dari konsumsi buah dan sayur. Perlu diketahui kalium dapat mengurangi efek natrium pada tekanan darah yang baik untuk tubuh anda.

Jadilah pembeli yang kritis dan cerdas. Saat hendak membeli makanan cobalah untuk membaca label nutrisi yang tertera pada makanan tersebut. Selain itu, tetaplah pada rencana konsumsi makanan yang sehat meskipun anda tengah makan diluar.

Berhenti Merokok

Kita dan anda semua tentu sudah tahu bahwa merokok bukanlah pilihan yang baik untuk kesehatan. Dari satu batang rokok yang anda konsumsi akan dapat berkonstribusi untuk meningkatkan tekanan dalam darah. Oleh karenanya, berhenti merokok adalah hal penting yang perlu untuk dilakukan mulai saat ini. Bila perlu diskusikan dengan dokter untuk membuat anda agar cepat berhenti merokok. Yang terpenting komitmen yang tinggi perlu anda tumbuhkan dari dalam diri sebab pada dasarnya tidak mudah untuk melakukan hal ini bila anda tidak konsisten dengan komitmen anda sendiri.

Melakukan Aktivitas Diluar Ruangan

Rendahnya tingkat vitamin D didalam tubuh rupanya cukup berkontribusi dalam peningkatan tekanan darah didalam tubuh. Sebuah studi menunjukan bahwa mengkonsumsi supleman vitamin D rupanya tidak terlalu membantu tubuh anda untuk meningkatkan tekanan darah. Untuk itulah, guna mengatasi kondisi ini maka sebaiknya tetap dapatkan asupan vitamin D secara alami.

Caranya, dengan melakukan aktivitas diluar ruangan. Terutama pada saat pagi hari antara jam 07.00 sampai dengan 08.30 sebab pada saat ini sinar matahari masih memancarkan vitamin D yang alami. Sementara selain dari waktu ini biasanya yang tersisa adalah sinar ultraviolet yang akan dapat membakar kulit. Selain melakukan aktivitas anda pun dapat menikmati pancara sinar matari dengan kandungan vitamin D ini hanya dengan berjemur.

Rutin Melakukan Cek Tekanan Darah

Hal ini penting sekali dilakukan karena penderita hipertensi pada umumnya sulit mendeteksi gejala yang dirasakan. Untuk itu, satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat tekanan darah didalam tubuh adalah dengan rutin melakukan pengecekan tekanan darah.

Anda dapat mengunjungi tim medis terdekat seperti halnya posko kesehatan, puskesmas atau bahkan rumah sakit. Disarankan untuk orang dewasa minimal melakukan pemeriksaan tekanan darah satu kali dalam lima tahun. Sementara itu, bila anda merasakan kekhawatiran yang sama terhadap tekanan darah anda tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi kesehatan ini dengan lebih baik.

Hipertensi Pulmonal, Penyebab Gejala dan Penanganan

Penyakit hipertensi memang menjadi salah satu gangguan kesehatan yang banyak menyerang masyarakat Indonesia saat ini. Kondisi penyakit ini perlu untuk ditangani dengan segera dan tidak sebaiknya diabaikan begitu saja. Hal ini dikarenakan hipertensi merupakan kondisi tekanan darah tinggi yang sudah kronis. Sementara itu, umumnya gejala yang ditunjukan dari kondisi kesehatan ini cukup samar dan sulit untuk dibedakan dengan kondisi lainnya sehingga penanganan yang dilakukan pada penderita seringkali terlambat. Hal inilah yang membuat hipertensi menjadi satu dari sekian banyak penyebab kematian dengan perlahan.

Perlu diketahui, hipertensi tidak hanya menyerang orang dewasa atau orang yang telah lanjut usia. Anak-anak dan bayi sekalipun dapat mengalami kondisi ini. Oleh karenanya waspada dan pencegahan agar kondisi ini tidak berubah atau berkembang menjadi lebih buruk adalah hal penting yang perlu untuk selalu diperhatikan.

Belum lagi, penyakit hipertensi pada dasarnya dapat berubah dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya terhadap kesehatan, diantaranya dapat mengembangkan penyakit jantung, stroke dan masalah penglihatan lainnya.

Selain hipertensi yang umum adapula hipertensi bentuk lain yang dikenal dengan sebutan hipertensi pulmonal. Kondisi tekanan darah ini sama bahayanya dengan jenis yang lain oleh karenanya kondisi ini tetap membutuhkan penanganan dan perhatian yang besar. Nah, untuk lebih jauhnya mari kita simak lebih dalam dibawah ini. Baca Juga: Cara Mengobati Darah Tinggi Mandiri

Mengenal Hipertensi Pulmonal

Kondisi penyakit ini merupakan sebuah kondisi dimana tekanan didalam pembuluh darah yang berasal dari jantung menuju paru-paru terlalu tinggi. Kondisi ini membuat jantung memompa darah dari bagian ventrikel kanan ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen yang dibutuhkan.

Hanya saja, karena darah menempuh perjalanan yang cukup dekat maka kondisi ini membuat tekanan pada sisi jantung dan arteri menyalurkan darah dan ventrikel kanan ke paru-paru dengan ukuran yang rendah dari tekanan sistolik atau distolik. Sementara itu, ketika tekanan di arteri ini terlalu tinggi, maka arteri yang berada pada paru-paru menjadi sempit sehingga darah menjadi tidak dapat mengalir sebagaimana seharusnya. Adapun hipertensi pada paru bisa termasuk:

  • Hipertensi pumonal idiopatik
  • Hipertensi pulmoal sekunder

Sementara itu, penting untuk diketahui bahwa gejala hipertensi pulmonal, penyebab hipertensi pulmonal dan obat dari hipertensi ini akan dijelaskan pada pembahasan berikut ini.

Seberapa Umumkah Kondisi Hipertensi Pulmonal?

Meskipun semua orang dapat beresiko mengalami hipertensi yang satu ini, akan tetapi pada umumnya orang dengan usia yang lanjut memiliki resiko yang lebih besar terkena dengan hipertensi pulmonal sekunder. Sementara itu, untuk mereka yang lebih muda resiko besar yang akan mereka alami adalah kondisi mengembankan hipertensi idiopatik.

Hipertensi idiopatik juga disebut-sebut lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pada kaum pria. Anda akan dapat menurunkan peluang terserang dengan kondisi hipertensi pulmonal dengan mengurangi faktor resiko anda. Untuk mengurangi kondisi ini sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter lebih lanjut agar anda mengetahui leih pasti apa yang perlu dilakukan dengan lebih aman.

Mengetahui Tanda dan Gejala Hipertensi Pulmonal

Lain halnya dengan kondisi hipertensi yang biasa, yang mana gejala pada umumnya lebih sulit untuk dikenali. Pada hipertensi pulmonal, gejala akan dapat anda ketahui sehingga kondisi ini memudahkan anda untuk waspada dengan kondisi ini dan segera mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter. Lalu apa saja tanda dan gejala dari hipertensi pulmonal? Simak dibawah ini.

Sesak napas atau pusing selama melakukan aktivitas merupakan gejala atau tanda awal dari kondisi ini. Pada saat anda menderita kondisi kesehatan yang satu ini, denyut jantung akan cenderung lebih cepat dibandingkan dengan biasanya (palpitasi). Sementara itu, seiring dengan berjalannya waktu, gejala-gejala yang akan muncul akan dapat terlihat pada saat anda melakukan aktivitas yang ringan atau bahkan pada saat anda tengah beristirahat. Sementara itu, gejala lain yang dapat ditunjukan dari kondisi ini diantaranya adalah:

  • Badan yang terasa lemas
  • Kaki dan pergelangannya yang terlihat bengkak
  • Terdapat warna kebiruan pada bibir atau kulit (sianosis)
  • Nyeri dada seperti ditekan, biasanya dibagian depan
  • Merasa kelelahan
  • Peningkatan ukuran pada bagian perut
  • Pusing dan bahkan pada kondisi tertentu sampai pingsan

Kemungkinan terdapat gejala lain dan tanda lain yang tidak disebutkan diatas yang dapat terjadi. Apabila anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini maka sebaiknya segera konsultasikan masalah ini dengan dokter agar penanganan yang lebih baik bisa anda dapatkan.

Kondisi-Kondisi Penyebab Hipertensi Pulmonal

Naiknya tekanan darah yang memicu hipertensi pulmonal disebabkan oleh adanya penyumbatan, kerusakan atau bahkan penyempitan yang terjadi didalam pembuluh darah kecil atau pembuluh darah kapiler yang terdapat pada bagian paru-paru. Beberapa kondisi kesehatan pun akan dapat menyebabkan hipertensi pulmonal, antara lain adalah penyakit jantung bawaan, emfisema yakni penyakit paru-paru dan terdapatnya penggumpalan darah pada bagian paru-paru.

Kondisi-kondisi ini akan lebih rentan mengembangkan kondisi pada hipertensi pulmonal dimana bila anda mengalami satu atau beberapa kondisi diatas maka sebaiknya kunjungi dokter untuk mendapatkan penganan yang lebih lanjut sebelum kondisi tersebut berubah menjadi lebih buruk.

Faktor Resiko Berkembangnya Hipertensi Pulmonal

Selain faktor beberapa kondisi kesehatan atau penyakit, hiprtensi pulmonal pun dapat juga terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit yang sama dikeluarganya. Penderita dengan kelebihan berat badan atau obesitas pun dapat mengembangkan resiko terhadap kondisi penyakit yang satu ini.

Sementara itu, resiko hipertensi pulmonal pun dapat dimiliki oleh mereka dengan usia yang masih remaja, orang dewasa atau mereka yang mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Atau bisa juga sebagai akibat dari konsumsi obat-obatan penekan nafsu makan dan mereka yang tinggal didataran yang tinggi.

Mengurangi Resiko Hipertensi Pulmonal

Pada umumnya dari sebagian besar kasus penyakit hipertensi pulmonal merupakan penyakit yang sulit untuk ditangani dengan baik. Sehingga kondisi ini pada umumnya membuat tindakan pengobatan akan lebih difokuskan guna meminimalisir gejala-gejala yang dialami atau mengobati sumber penyakit awal yang menjadi pemicu dari kondisi ini dapat terjadi.

Sementara itu, bila kondisi ini tidak segera ditangani, maka kondisi hipertensi pulmonal akan dapat menyebabkan munculnya beberapa komplikasi pendarahan yang terjadi pada bgain paru atau timbulnya pembengkakan jamntung sebagai dampak dari berkembangnya kondisi ini.

Perubahan gaya hidup seperti pemilihan makanan yang sehat dan melakukan diet yang seimbang dengan dibarengi dengan aktivitas fisik yang sehat sesuai dengan kemampuan tubuh anda akan dapat mengurangi resiko terhadap perkembangan penyakit ini.

Selain itu, hentikan pula kebiasaan buruk yang akan berdampak tidak baik untuk kesehatan, seperti halnya merokok yang juga akan dapat memperburuk kondisi paru-paru. Bukan hanya itu, pemeriksaan rutin yang dilakukan pun akan dapat membantu anda mengetahui dan memonitor kondisi tubuh serta mengenali gejala penyakit lebih dini.

Itulah dia beberapa penjelasan yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Menjaga pola hidup sehat dan memperhatikan asupan makanan seimbang kedalam tubuh akan membantu anda mendapatkan sejumlah asupan nutrisi yang baik kedalam tubuh sehingga setidaknya sel-sel yang rusak didalam tubuh akan dapat diatasi dengan kondisi ini.

Cara Mengobati Darah Tinggi Mandiri

Setiap orang tentu mendambakan memiliki tubuh yang sehat dengan kondisi badan yang fit dan bugar. Segala ancaman penyakit yang menyerang tubuh tentu akan dapat melumpuhkan kesehatan dan membuat aktivitas serta rutinitas yang dijalankan menjadi terkendala karena tubuh yang sakit membuat anda lemas dan tak berenergi untuk dapat melakukan segudang aktivitas seperti sediakala. Selain itu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan berbagai faktor kehidupan jelas akan meningkat pula. Hanya saja, ketika tubuh anda sakit maka anda akan kehilangan kemampuan produktif dan menurunkan kualitas hidup anda.

Darah tinggi memang menjadi penyakit yang jamak ditemui di Indonesia. Dalam istilah medis, kondisi kesehatan ini disebut dengan tekanan darah tinggi. Menurut The Joint Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure menjelaskan bahwa penderita tekanan darah tinggi tidak hanya menyerang orang dewasa dengan usia lebih dari 40 tahun atau mereka para lansia. Anak remaja dengan usia 18 tahun pun beresiko mengalami dan menderita kondisi keluhan kesehatan yang sama.

Ketika anda atau orang sekitar anda menderita tekanan darah tinggi tentu saja masalah ini tidak dapat diabaikan atau dianggap sebelah mata begitu saja. Hal ini dikarenakan tekanan darah tinggi menjadi keluhan tekanan darah tinggi yang kronis yang apabila dibiarkan begitu saja akan fatal akibatnya. Diperlukan penanganan dengan segera mengenai kondisi kesehatan yang satu ini. Tentunya tekanan darah yang tinggi akan membuat siapa saja merasa khawatir. Nah, dibawah ini adalah beberapa cara mengobati tekanan darah tinggi.

Cara Mengobati dan Mengatasi Tekanan darah tinggi Mandiri

Penderita tekanan darah tinggi membutuhkan perubahan gaya hidup yang sulit dilakukan dalam jangka pendek. Artinya, pengobatan tekanan darah tinggi tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat melainkan perlu dilakukan dalam jangka panjang dengan merubah pola gaya hidup dengan pola yang lebih baik. Selain itu, pada dasarnya faktor yang menentukan dan membantu kesembuhan adalah diri sendiri. Upaya pengobatan tekanan darah tinggi dapat dilakukan dengan pengobatan non-medik, termasuk dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan dapat dilakukan dirumah dengan mudah. Nah, dibawah ini adalah beberapa pengobatan dan cara mengatasi tekanan darah tinggi mandiri.

1. Mengontrol Pola Makan

Hal pertama yang dapat dilakukan dalam rangka penanganan tekanan darah tinggi adalah dengan mengontrol pola makan sebab apa yang anda konsumsi adalah apa yang akan menentukan kondisi kesehatan anda. Menurut American Heart Association menyarankan konsumsi garam sebanyak satu sendok per harinya. Sementara itu, kebutuhan lemak pada penderita tekanan darah tinggi amatlah sangat kecil, anda disarankan mengkonsumsi kurang dari 30% lemak dari konsumsi kalori setiap harinya. Lemak tersebut akan dibutuhkan untuk menjaga organ ubuh agar tetap bekerja dan berfungsi dengan baik.

Untuk itulah, mulai saat ini kurangi dengan segera konsumsi garam dalam konsumsi makanan anda sehari-hari. Perhatikan pula konsumsi makanan berlemak yang diasup dari konsumsi makanan sehari-hari. Hindarkan konsumsi junkfood atau keripik dengan kandungan garam yang terlalu banyak. Sebab kondisi ini malah akan semakin memperburuk kondisi tekanan darah yang anda alami saat ini.

2. Tingkatkan Konsumsi Potasium dan Magnesium

Pola makan yang rendah akan kandungan potasium dan magnesium disebut-sebut menjadi pemicu munculnya tekanan darah yang tinggi. Adapun manfaat dari kedua bahan ini bisa anda dapatkan dari mengkonsumsi buah dan sayur sebagai menu makanan sehari-hari anda. Tidak heran bila anda berkonsultasi dengan dokter maka dokter akan menyarankan anda untuk mengkonsumsi buah dan sayur untuk mengatasi tekanan darah yang tinggi agar dapat menurun dengan perlahan dan kembali pada ukuran yang normal.

Oleh karenanya, ganti segala jenis makanan yang kurang sehat dirumah anda dengan buah dan sayur. Selain itu, jenis makanan sehat ini dapat anda jadikan sebagai makanan utama atau dijadikan cemilan sehat untuk mengisi waktu luang diantara waktu makan anda.

3. Konsumsi Makanan Jenis Padi-Padian

Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrision menemukan bahwa pria yang mengkonsumsi sedikitnya satu porsi sereal dari jenis padi-padian dalam konsumsi makanan hariannya memiliki kemungkinan yang amat kecil bahkan hingga 0 sampai dengan 20 persen untuk terkena dengan penyakit jantung. Seperti yang kita pahami sebelumnya, kondisi tekanan darah tinggi yang tidak segera diatasi akan dapat menyebar dan berkembang menjadi keluhan penyakit lainnya yang berbahaya seperti penyakit jantung. Untuk itulah, meminimalisir kondisi tekanan darah tinggi atau tekanan darah tinggi dengan konsumsi makanan yang sehat sejenis sereal padi-padian adalah hal penting untuk dilakukan.

4. Tingkatkan Aktivitas

Pada umumnya mereka yang cenderung beresiko lebih besar terkena dengan serangan tekanan darah tinggi adalah mereka yang kurang beraktivitas dan tidak menjalankan gaya hidup yang sehat dengan berolahraga. Untuk itulah, perbaiki kondisi ini dengan mulai meningkatkan rutinitas atau aktivitas anda pada kegiatan yang lebih sehat. Daripada menghabiskan weekend anda dengan tidur seharian dirumah dan menonton televisi sepanjang waktu. Alangkah lebih baik jika anda mengisi kegiatan ini dengan pergi ke car-free day dan mulailah bergerak dan berolahraga. Kegiatan ini akan menjadi serangkaian hal yang menyenangkan dan menyehatkan untuk dilakukan. Jadi demikian, manfaatkan waktu libur anda dengan kegiatan yang lebih aktif dan positif.

Cara Mencegah Tekanan darah tinggi

Gejala atau tanda dari tekanan darah tinggi memang pada umumnya tidak dapat terlihat dengan jelas karena kondisi kesehatan ini tidak menunjukan gejala yang terlalu berarti. Akan tetapi kondisi ini akan cukup merugikan karena bisa saja penderita tidak menyadari bahwa dirinya sudah mengalami kondisi yang lebih serius dari hal ini. Nah, dibawah ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi.

Mengukur Tensi

Tekanan darah dapat bervariasi secara alami dan terus mengalami perubahan. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak dan bayi pun dapat mengalmai tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Tekanan darah biasanya akan lebih tinggi sewaktu beraktivitas dan menjadi lebih rendah pada saat sedang tidak melakukan aktivitas. Sementara itu, tekanan darah dalam satu hari pun dapat berbeda, paling tinggi umumnya akan dialami pada pagi haru dan paling rendah pada saat tidur malam karena tubuh tidak melakukan aktivitas.

Hanya saja, pada umumnya ukuran ini tidak akan dapat ditebak atau diprediksi. Sehingga untuk mencegah kenaikan tekanan darah yang tinggi anda perlu melakukan pemeriksaan dengan baik. Anda dapat menghubungi tim medis untuk dapat melakukan tes tekanan darah atau tensi.

Menjalankan Pola Hidup Sehat

Menjalankan pola hidup sehat dengan tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, tidak konsumsi makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi dan lain sebagainya adalah hal penting untuk dilakukan. Dengan begini anda akan dapat terhindari dari tekanan darah yang tinggi. Untuk itu, mulai saat ini rubahlah pola hidup anda dengan lebih baik.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya penanganan dirumah ini adalah hal yang dapat anda lakukan dengan komitmen yang tinggi.

Darah Tinggi, Gejala, Penyebab dan Penanganan

Salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi penyakit ini memang menjadi salah satu penyebab umum yang membuat kondisi kesehatan anda mengalami gangguan. Tekanan darah tinggi tidak dapat dianggap remeh apalagi disepelekan begitu saja sebab kondisi penyakit ini bisa mungkin menyebabkan gangguan kesehatan pada tahap yang lebih lanjut. Selain itu, pada umumnya penderita tekanan darah tinggi tidak dapat melakukan kegiatan atau aktivitas terlalu berat karena bisa saja kondisi ini kambuh kapan saja dan dimana saja.

Meski banyak menyerang dan diderita oleh banyak pasien, nyatanya tidak semua penderita dan masyarakat mengenal betul apa itu hipertensi dan seperti apa pengaruhnya terhadap tubuh. Kurangnya pengetahuan inilah yang seringkali membuat diagnosis terhadap tekanan darah tinggi dilakukan secara terlambat karena pada umumnya banyak masyarakat atau pasien yang tidak memahami bahwa mereka telah mengalami hipertensi. Akan tetapi, pada kesempatan kali ini kita akan bahas lebih jauh apa itu hipertensi, seperti apa gejalanya, apa saja penyebabnya dan bagaimana penanganannya.

Apa Itu Tekanan Darah Tinggi?

Tekanan darah tinggi juga dikenal dengan sebutan hipertensi yang merupakan sebuah kondisi kesehatan kronis dimana tekanan darah yang terdapat di dinding arteri (pembuluh darah bersih) jumlahnya meningkat (Sumber: alodokter.com) Kondisi semacam ini pun dikenal dengan sebutan "pembuluh diam-diam" karena memang gejala yang ditunjukan dari kondisi ini seringkali tidak terlihat terlalu jelas. Satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi jika seseorang mengalami tekanan darah yang tinggi adalah dengan melakukan tes tekanan darah anda pada ahli medis yang memang menangani bidang yang berkaitan.

Sementara itu, bila anda belum melakukan pemeriksaan dan tidak tahu berapa ukuran tekanan darah anda, maka tidak usah sungkan untuk meminta kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan tersebut dengan segera. Jangan mendikte atau menunda pada saat anda merasakan gejala pusing atau seperti melayang sebab biasanya gejala ini menandakan tekanan darah yang tinggi. Untuk itu, semua orang dewasa sebaiknya dianjurkan untuk memeriksa tekanan darah mereka setidaknya setiap lima tahun satu kali.

Sementara itu, sebuah Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan pada tahun 2013 silam menunjukan data bahwa penderita tekanan darah tinggi yang berusia diatas 18 tahun sudah mencapai 25,8% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dari angka tersebut menunjukan bahwa penderita hipertensi perempuan lebih banyak 6% dibandingkan dengan penderita laki-laki.

Kondisi ini tentu jelas menunjukan bahwa penderita tekanan darah tinggi tidak hanya datang dari kaum lansia atau orang dewasa berusia 40 tahun ke atas saja. Namun juga anak remaja dan orang dewasa berpotensi terserang dengan kondisi keluhan kesehatan yang sama bila tidak rutin memeriksa tekanan darahnya dengan baik.

Sementara itu, diagnosis yang dilakukan oleh tenaga medis lainnya hanya mencapai 9,4%. Ini artinya masih banyak penderita tekanan darah tinggi yang tidak terjangkau dan belum terdiagnosa oleh tenaga medis kesehatan dan tidak menjalani pengobatan sebagaimana anjuran yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Hal inilah yang menyebabkan hipertensi menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar di Tanah Air. ( Baca Juga: Penyakit Diabetes, Penyebab, Gejala dan Penanganan )

Seperti Apa Gejala Tekanan Darah Tinggi?

Pada dasarnya kondisi kesehatan yang satu ini memiliki gejala yang samar dan sulit dibedakan dengan kondisi kesehatan lainnya. Hal inilah yang membuat penderita tekanan darah tinggi seringkali mengalami keterlambatan diagnosa. Penderita baru akan menyadari jika dirinya menderita tekanan darah tinggi pada saat penyakit ini sudah mulai merembet pada bagian tubuh yang lain atau yang dikenal dengan sebutan komplikasi penyakit. Misalnya seperti adanya keluhan mata, jantung, otak dan bahkan ginjal.

Gejala dari tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi sejak awal akan dapat mengarah pada kondisi kesehatan yang berbahaya seperti penyakit jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung, pada mata menyebabkan gangguan penglihatan, pada otot menyebabkan stroke dan pada anggota tubuh lainnya dapat menyebabkan lumpuh dan kondisi kesehatan lainnya yang terganggu. Satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi tekanan darah tinggi adalah dengan rajin melakukan test tekanan darah yang dapat dilakukan di posko kesehatan terdekat, seperti puskesmas, polindes atau bahkan di rumah sakit.

Apa Saja Penyebab Tekanan Darah Tinggi?

Penyebab tekanan darah tinggi yang utama adalah kebiasaan dan gaya hidup yang kurang sehat yang dijalankan oleh si penderita. Misalnya seperti kebiasaan konsumsi alkohol, suka merokok, kurang berolahraga atau kurang beraktifitas, stress, konsumsi makanan dengan kadar garam yang berlebihan, konsumsi makanan atau minuman dengan kandungan kafein dan sering mengkonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol yang tinggi juga sebagainya. Disamping menyebabkan tekanan darah tinggi, gaya hidup yang kurang sehat pun akan dapat menyebabkan seorang pasien mengalami gangguan terhadap kondisi kesehatan lainnya.

Tekanan darah tinggi pun dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Orang yang memiliki kerabat atau anggota keluarga yang menderita Tekanan darah tinggi maka besar kemungkinannya ia terkena dengan kondisi yang sama. Sebuah riset melaporkan bahwa faktor genetik yang menyebabkan hipertensi menjadi salah satu faktor umum yang paling banyak terjadi.

Lantas bagaimana dengan sikap emosional atau kondisi yang membuat seorang sering marah dan meledak? Apakah sikap tersebut berkaitan dengan penyebab hipertensi atau darah tinggi? Sebagaimana dijelaskan oleh para peneliti bahwa hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Lebih jauhnya mereka menepis anggapan yang menyatakan kondisi emosional seseorang dengan penyakit perkembangan penyakit hipertensi.

Sebaliknya, para peneliti menyatakan bahwa hipertensi tidak ada hubungannya dengan sifat atau sikap seseorang. Pada faktanya kondisi hipertensi dapat menyerang seseorang dalam segala lapisan dan segala usia, bahkan anak-anka sekalipun. (Artikel menarik lainnya: Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Diabetes )

Resiko Mengidap Tekanan Darah Tinggi

Penyebab tekanan darah tinggi sebenarnya belum dapat dipastikan lebih dari 90 persen kasus. Hanya saja, semakin lanjut usia seorang maka resiko kesehatan ini pun akan dapat meningkat. Nah, dibawah ini adalah beberapa faktor yang juga dapat memicu peningkatkan resiko hipertensi.

  • Berusia diatas 65 tahun
  • Terlalu banyak mengkonsumsi minuman keras
  • Jarang konsumsi buah dan sayur
  • Jarang berolahraga
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama (hipertensi)
  • Kelebihan berat badan
  • Konsumsi kadar garam terlalu berlebihan.

Resiko mengidap hipertensi akan dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal diatas dengan baik dan mulai beralih pada gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah menjadi hal penting yang perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisi terburuk atau serangan hipertensi yang terjadi secara mendadak dan tiba-tiba.

Pencegahan dan Penanganan Tekanan Darah Tinggi

Jika tekanan darah anda tinggi, maka pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut rutin samapi anda  dapat mengendalikannya dengan baik. Pada umumnya dokter akan menyarankan anda untuk mulai merubah pola hidup anda pada hal yang lebih baik termasuk dapat pengobatan untuk tekanan darah tinggi sekaligus melakukan pencegahan. Nah, dibawah ini adalah beberapa pencegahan dan penanganan terhadap hipertensi atau kondisi tekanan darah tinggi.

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein
  • Menurunkan berat badan apabila diperlukan
  • Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman keras
  • Konsumsi makanan sehat untuk mengimbangi pola hidup anda.

Demikianlah beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan memberikan anda pengetahuan lebih banyak seputar tekanan darah tinggi dan penanganannya dengan lebih baik. Berikut ini mari kita simak ulasan lebih dalam dari video berikut ini seputar penyakit darah tinggi.

{youtube}GWyhC3h9r7o{/youtube}

Loading...