data-ad-format="auto"

Waspadai Bahaya Hipertensi Tidak Terkontrol dan Faktor Penyebabnya

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang bayak dialami oleh orang dewasa. Dari tahun ke tahun jumlah penderita hipertensi semakin meningkat. Bahkan menurut data yang dirangkum dari WHO, di dunia pada tahun 2014 terjadi peningkatan hipertensi pada pendeirta orang dewasa hingga mencapai 22 persen.

Sementara itu, di Indonesia sendiri tingkat penderita hipertensi pada orang dewasa pada tahun 2013 menunjukan data sebesar 25,8 persen dari total penderita hipertensi. Angka ini menunjukan betapa mudahnya seseorang mengembangkan kondisi kesehatan sampai terkena dengan hipertensi. Perlu diketahui, penyakit hipertensi tidak dapat dianggap remeh begitu saja karena kondisi kesehatan ini merupakan pemicu yang utama dari penyakit janutng koroner dan stroke.

Hipertensi Menjadi Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan

Hipertensi adalah kondisi yang menyerang tubuh pada saat tekanan darah tinggi dan tidak normal didalam tubuh, yakni ukurannya bisa mencapai 120/80 mmHg. Ada banyak pemicu yang menyebabkan darah tinggi dapat terjadi pada seseorang, terutama soal gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat yang dilakukan oleh penderita.

Tekanan darah tinggi yang tidak segera ditangani akan dapat menyebabkan timbulnya kondisi keluhan kesehatan lainnya yang berbahaya, yakni resiko penyakit kardiovaskular. Tekanan darah yang tinggi pun dapat membuat pembuluh darah tersumbat dan mengurangi elastisitasnya dimana kondisi ini akan dapat mengakibatkan timbulnya aneurisma, gangguan penglihatan karena pembuluh darah pada bagian mata menjadi tersumbat dan gangguan kemampuan mengingat pada si penderita.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Tekanan darah tinggi atau yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan hipertensi tercatat sebagai penyakit sillent killer yang dapat membunuh pasiennya secara diam-diam. Hal ini dikarenakan tidak ada gejala yang spesifik yang ditunjukan dari kondisi hipertensi. Hal inilah yang membuat pasien penderita hipertensi tiba-tiba sudah mengembangkan kondisi pada level yang lebih lanjut. Gejala hipertensi yang samar dan hampir mirip dengan gejala penyakit yang umum membuat pasien penderita tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka sudah menderita kondisi ini sejak lama.

Sementara itu, ketika seseorang udah masuk dalam tahapan hipertensi atau mengalami tekanan darah tinggi maka si penderita tidak akan dapat mengembalikan tekanan darahnya pada kondisi yang normal. Sederhananya, penderita tidak akan dapat terlepas dari tekanan darah yang tinggi selamanya. Sehingga orang yang menderita hipertensi perlu untuk selalu mengontrol dan mengatur tekanan darahnya agar tidak kambuh sewaktu-waktu. Jadi demikian, penanganan hiperteni tetap perlu dilakukan setiap saat. Artikel terkait: Jenis Buah Penurun Darah Tinggi (Hipertensi)

Lantas Apa Perbedaannya dengan Hipertensi Tidak Terkontrol?

Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan oleh WHO mengatakan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah didalam tubuh berada pada angka kurang dari 140/90 mmHg. Akan tetapi, sayangnya banyak pasien yang mengalami kondisi hipertensi tidak terkontrol tanpa mereka sadari. Terutama untuk pasien yang tidak memadai atau tidak mengikuti anjuran pengobatan dari dokter.

Kami memahami bahwasanya perawatan hipertensi yang dilakukan dalam jangka yang panjang memang seringkali membawa masalah emosional tersendiri baik untuk pasien maupun keluarga. Hal ini pada akhirnya membuat sebagian pasien tak jarang melewatkan prosedur perawatan dan melakukan tindakan yang jelas dilarang.

Sementara itu, data menunjukan bahwa sekitar satu setengah dari kegagalan pengobatan hipertensi seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor seperti biaya, efek samping penggunaan obat, kegagalan yang dilakukan oleh dokter dala memahami sepenuhnya khasiat dari terapi hipertensi atau bahkan kurangnya pengetahun pasien mengenai penyakit yang dimilikinya.

Penyebab Lain Hipertensi Tidak Terkontrol

Sementara itu, selain beberapa hal diatas ada beberapa faktor yang membuat hipertensi tidak terkontrol bisa terjadi dengan pasien. Hal-hal tersebut bisa disimak dibawah ini.

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor utama yang membuat hipertensi tidak terkontrol dapat terjadi pada pasien hipertensi. Aktivitas fisik dan obesitas pun telah dikaitkan secara langsung dengan perkembangan hipertensi pada pasien yang langsung dihubungkan dengan kejadian resistensi insulin didalam tubuhnya.

Kelebihan kadar insulin didalam tubuh ini membuat perkembangan hipertensi akibat insulin menjadi semakin parah dimana kondisi ini membuat natrium didalam sel menjadi tertahan sehingga membuat volume darah menjadi meningkat dan membuat produksi hormon yang dinamakan dengan norepinefrin menjadi berlebihan.

Selain itu, perubahan faktor penentu utama tekanan darah diantaranya masuk kedalam curah jantung, adanya resistensi pembuluh darah perifer dan sistem saraf simpatik pun membuat kondisi ini dapat terjadi. Selanjutnya, perubahan fisiologis insulin terkait dapat menjadi lebih umum dengan seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini menunjukan bahwa kombinasi antara aktivitas fisik dan perubahan fisiologis yang terkait dengan usia merupkan bagian integral dari pengembangan hipertensi.

Aktivitas pasien yang Pasif

Pasien yang pasif atau kurang melakukan aktivitas fisik dalam bergerak atau berolahraga akan besar kemungkinan mengalami hipertensi yang tidak terkontrol. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School menunjukan bahwa pria yang biasanya terlibat secara aktif dalam kegiatan olahraga akan dapat memiliki 19 persen sampai dengan 29 persen lebih rendah untuk terkena dengan penyakit hipertensi.

Untuk itu, bagi anda penderita hipertensi sebaiknya upayakan agar tubuh anda selalu mendapatkan olahraga yang cukup. Tidak perlu pergi ke gym untuk bisa bergerak, anda cukup memanfaatkan waktu 15 menit dirumah atau pada saat pagi hari dengan jogging atau bergerak secara aktif ketika membersihkan rumah dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Hal ini akan sangat membantu mengontrol dan mengendalikan tekanan darah didalam tubuh anda dengan baik.

Mengalami Stress

Stress merupakan ketegangan emosional yang dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular, terutama untuk hipertensi. Selain itu, stress pun dipercaya menjadi faktor psikologis yang memicu tingkat tekanan darah menjadi lebih tinggi. Pada penderita hipertensi pada umumnya stress kan dapat mengendalikan ukuran tekanan darah. Untuk itu, sebaiknya kontrol stress dengan baik agar jangan sampai mood anda dirusak dan stres mengambil alih tekanan darah anda yang membuat kondisi kesehatan anda menjadi dipertaruhkan.

Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk menangani stress yang menyerang, beberapa diantaranya adalah dengan melakukan hobi anda, mengalihkan perhatian anda pada hal yang membuat anda lebih tenang dan lebih senang, membaca buku, berolahraga, bersepeda atau hal lain-lainnya.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya kami memahami bahwa perawatan hipertensi memang tidak mudah dan tidak dapat dilakukan dengan singkat. Diperlukan proses yang lama bahkan selamanya untuk dapat mengontrol tekanan darah anda dengan baik.

Hanya saja, mencegah dan mengendalikan tekanan darah ini akan sangat penting dilakukan. Selain itu, komitmen yang tinggi dari hal ini pun akan sangat dibutuhkan untuk menghindarkan anda dari stress akibat tekanan yang terlalu besar. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan cukup informasi yang anda butuhkan.

Loading...