Mendalami Hipertensi Pulmonal (Hipertensi Paru) Pada Anak

5/5 (3)

Penyakit hipertensi menjadi salah satu penyakit mengerikan dan beresiko untuk kesehatan. Penyakit yang satu ini adalah kondisi yang akan membuat kesehatan menjadi terganggu dan menurunkan kualitas hidup. Apalagi bila terjadi pada buah hati anda yang masih begitu kecil. Tidak tega rasanya melihat si buah hati dibuat kerepotan menahan kesakitan dan dibuat tidak berdaya dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Adalah penyakit hipertensi pulmonal atau hipertensi paru yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa. Namun kondisi ini dapat menyerang anak-anak dan bahkan bayi sekalipun. Melihat kondisi si kecil terkulai lemah tentu akan membuat semua orangtua merasa khawatir dengan kondisi ini. Oleh karenanya, penanganan yang cepat dan siaga perlu dilakukan dalam mengatasi kondisi ini.

Berbeda dengan penyakit hipertensi pada umumnya, hipertensi pulmonal adalah kondisi hipertensi yang terjadi pada bagian paru sehingga kondisi ini pun membuat gejala dapat dilihat secara kasat mata. Hal ini tentu akan sedikitnya menjadi keuntungan untuk penderita dan orangtua yang memiliki anak dengan serangan penyakit yang sama untuk dapat mendeteksi gejala lebih dini. Dimana kondisi serupa tidak dijumpai pada hipertensi yang umum. Mengetahui gejala dari kondisi penyakit ini diharapkan membuat orangtua lebih waspada dan sigap dalam mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter sehingga penanganan dini dapat segera dilakukan.

Apa Itu Hipertensi Pulmonal?

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sudah tidak lagi asing ditelinga namun sering banyak orang yang mengabaikan salah satu penyakit mematikan ini. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah naik melebihi batas normal dan seringkali dikaitkan dengan naiknya pembuluh darah.

Sementara itu, untuk hipertensi pulmonal atau hipertensi paru adalah kondisi tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri pada bagian paru-paru dan sisi kanan jantung dimana tekanan pembuluh darah tidak normal. Pada kondisi hipertensi ini arteri mensuplai darah yang tertekan sehingga pembuluh darah menjadi meningkat. Hal ini menyebabkan darah menjadi sulit melewati bagian paru-paru sehingga kondisi ini membuat bagian jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras guna mengurangi tekanan tersebut.

Meskipun banyak menyerang orang dewasa pada usia produktif. Akan tetapi hipertensi pulmonal memang dapat menyerang anak-anak dan bayi sekalipun. Pada bayi yang baru lahir seringkali gejala ini sulit dideteksi karena tidak ada tanda-tanda yang signifikan dari kondisi ini. Untuk itulah, pemeriksaan kesehatan lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi si kecil lebih lanjut.

Mengetahui Penyebab Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Pada umumnya penyebab dari hipertensi ini sulit untuk diketahui lebih detail sebab biasanya yag seringkali menyebabkan hipertensi paru adalah jantung kiri akibat dari adanya gangguan katup jantung seperti regurgitasi atau aliran balik dan penyempitan katup mata (stenosis). Sedangkan penyebab lainnya yang memicu kondisi ini adalah HIV, penyakit paru yang diderita oleh si buah hati yang dapat menurunkan oksigen dan meyebabkan hipertensi pulmonal terjadi. Bukan hanya itu, panyakit paru interestitital, sleep apnea dan penyakit baru obstruktif kronik pun dapat memicu kondisi hipertensi semacam ini dapat terjadi.

Gejala Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Gejala klinik pada bayi dan anak yang menderita hipertensi pulmonal bisa berbeda dengan yang dirasakan oleh orang dewasa. Pada bayi mereka dapat menunjukan gejala akibat penurunan cardiac output (CO) kondisi ini membuat mereka kehilangan nafsu makan, letargi, takipnea, mual dan muntah, iritable, gagal tumbuh dan masih banyak lagi.

Sementara itu, bayi atau anak mungkin mengalami sinosis ketika mereka beraktivitas atau pada saat mereka beristirahat. Kondisi ini terjadi akibat dari alirah darah dari kanan ke kiri. Sementara pada anak, sesak nafas dapat menjadi gejala yang paling sering ditemukan, terutama saat si kecil melakukan latihan fisik akibat kegagalan yang meningkatkan CO ketika kebutuhan oksigen pada jaringan meningkat.

Hipertensi pulmonal pada anak memang seringkali tidak menunjukan gejala yang cukup spesifik. Gejala-gejala tersebut biasanya sulit untuk dapat dibedakan dengan gejala-gejala lainnya pada penyakit paru atau penyakit jantung yang hampir mirip. Gejala utama dari kondisi ini dapat berupa intoleransi latihan fisik dan kelelahan. Dimana kondisi ini menunjukan adanya ketidak mampuan untuk meningkatkan curah jantung selama si kecil melakukan aktivitas. Terkadang penderita yang mengalami kondisi hipertensi ini pun merasakan nyeri pada bagian dada prekordial, pusing, nyeri kepala atau dalam kondisi tertentu kondisi ini membuat mereka pingsan.

Diagnosis Penyakit Hipertensi Pulmonal

Diagnosis hipertensi pulmonal dapat dibuat berdasarkan anamnesis dan pemeriksaa fisik yang dilakukan oleh dokter. Oleh karenanya, orangtua yang memiliki anak penderita hipertensi perlu membawa si kecil check up ke dokter guna dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut untuk mengetahui kondisi ini. Sementara itu, untuk menegakkan diagnosis penyakit hipertensi pulmonal penyebab lain yang dapat meningkatkan tekanan pulmonal perlu disingkirkan, seperti halnya penyakit paru kronik, obstruksi persisten saluran nafas atas dan penyakit hati lainnya.

Faktor yang Meningkatkan Resiko Hipertensi Pulmonal Pada Anak

Ada beberapa faktor yang memang dapat memberikan kemungkinan besar seorang anak atau bayi baru lahir mengalami kondisi hipertensi pulmonal. Beberapa kondisi ini diantaranya adalah:

  • Faktor turunan. Anak yang menderita hipertensi pulmonal yang pertama dapat dipicu oleh faktor keturunan atau genetik. Jika terdapat dua atau lebih anggota keluarga anda yang memiliki riwayat penyakit yang sama atau memiliki garis keturunan yang pernah memiliki penyebab mutasi gen PH maka resiko anak terkena dengan hipertensi pulmonal pun akan lebih besar
  • Faktor Gender. Idiopatih PAH dan PAH yang dapat diwariskan (juga dikenal dengan PAH familial) biasanya 2,5 kali lebih sering dijumpai pada perempuan dibandingkan pada pria.
  • Ketinggian. Mereka yang tinggal dikawasan dataran tinggi seperti gunung dan perbukitan akan lebih besar resikonya terkena dengan penyakit yang satu ini.
  • Faktor penyakit lainnya. Penyakit lain seperti halnya penyakit jantung bawaan, penyakit hati, gangguan jaringan ikat seperti lupus dan penyakit paru-paru bisanya membuat penderita lebih mudah mengembangkan kondisi terhadap penyakit hipertensi pulmonal.
  • Obat dan racun. Beberapa kosnumsi obat-obatan tertentu seperti obat terlarang atau obat penekan nafsu makan akan dapat menjadi pemicu timbulnya hipertensi pulmonal pada seseorang.

Itulah dia beberapa hal yang dapat disampaikan dari pembahasan kali ini. Pada intinya, memeriksakan kesehatan si kecil dengan berkonsultasi ke dokter adalah hal yang penting karena gejala dari kondisi penyakit ini biasanya hampir mirip dengan kondisi keluhan kesehatan lainnya. Selain itu, untuk dapat mendiagnosis penyakit hipertensi pulmonal pada umumnya dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut. Untuk itu, bawa serta si kecil untuk melakukan konsultasi kesehatan dan pemeriksaan ke dokter.

Demikianlah semoga pembahasan ini bermanfaat dan dapat memberikan informasi yang cukup untuk anda. Yang terpenting selalu waspada dan jaga selalu kondisi kesehatan buah cinta anda agar penyakit selalu jauh darinya.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply