data-ad-format="auto"

Makanan Bayi

Kategori artikel yang berisi informasi dan tips seputar makanan bayi guna membantu para ibu dalam mendapatkan informasi tentang bagaimana memilih dan membuat makanan bayi yang berkualitas.

Jenis Makanan Pendamping ASI Terbaik Untuk Bayi

Selepas 6 bulan, kini bayi anda sudah cukup siap untuk diberikan makanan pendamping lain selain hanya ASI yang dikonsumsinya selama ini.

Mengapa 6 bulan? Hal ini dikarenakan sistem pencernaan pada si bayi sudah mulai siap menerima jenis dan tekstur makanan lain yang lebih padat dibandingkan pada waktu sebelumnya. Usia 6 bulan pada bayi memang bukanlah patokan yang baku. Akan tetapi, usia ini memungkinkan perut mungilnya dan organ sistem pencernaan termasuk bagian kerongkongannya telah cukup siap mencerna makanan pendamping ASI yang lebih padat sehingga akan mampu dialirkan sampai ke bagian sistem pencernaan dalam dengan baik.

Bukan hanya itu, usia 6 bulan pada bayi membuat mereka sudah mulai membutuhkan asupan gizi dan nutrisi dari makanan yang berasa lebih enak dan lebih beragam. Itulah mengapa, penting sekali untuk mempertimbangkan memberikan makanan pendamping segera setelah si anak berusia 6 bulan.

Nah, bila ibu sudah mulai siap dan melihat kondisi si kecil sudah mulai terlihat kegirangan sewaktu diberikan sendok yang didekatkan pada mulutnya, maka mungkin saat ini ibu harus mulai menentukan jenis makanan apa yang akan diberikan pada si kecil.

Nah, berbicara mengenai jenis makanan pendamping yang hendak diberikan kepada sang buah hati. Sebaiknya, ibu tidak sembarang memilih, selektiflah dalam menentukan jenis makanan apa yang akan diberikan pada si kecil. Makanan yang sehat dan memiliki kandungan gizi yang tinggi, yang tentunya harus diutamakan. Sebab pada dasarnya, tujuan dari memberikan jenis makanan tersebut pada si buah hati adalah untuk mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuhnya. Untuk itu, maka utamakan memberikan makanan dengan kandungan nutrisi dan gizi yang banyak.

Adapun pada tahapan paling awal atau saat pertama kali memberikan makanan pendamping ASI pada bayi, biasanya orangtua akan disarankan untuk memberikan makanan secara bertahap, mulai dari memberikan makanan dengan tekstur yang lebih cair, kental sampai dengan makanan padat.

Hal ini tentu saja difungsikan agar sistem pencernaan pertama yakni kerongkongan pada bayi bisa beradaptasi dengan jenis makanan baru. Dengan demikian, jangan berikan berbagai jenis makanan baru pada si kecil dengan bertubi-tubi yang diberikan pada satu waktu yang sama. Selain akan berpengaruh pada organ pencernaannya, hal ini pun akan mungkin bereaksi terhadap kesehatannya.

Kita tidak perah tahu bahwa apa yang disantap oleh si kecil ternyata adalah alergen yang akan memicu timbulnya alergi dalam tubuhnya. Untuk itulah, penting sekali memberikan jenis makanan tertentu dengan perlahan dan menunggu jeda dari mengganti makanan satu ke makanan lain guna melihat jika terdapat reaksi alergi dari makanan yang dikonsumsi.

Ada cukup banyak ragam makanan dengan kandungan nutrisi yang baik yang terbukti cocok untuk diberikan pada bayi sebab memiliki manfaat untuk mendukung tumbuh kembang si buah hati. Setelah 6 bulan, seorang bayi biasanya akan disarankan untuk diberikan makanan pendamping. Tujuannya, seperti yang telah dijelaskan diatas yakni untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang belum tercukupi oleh ASI.


Adapun kandungan bahan makanan bayi yang cocok untuk MPASI (makanan pendamping ASI) haruslah dapat memenuhi kebutuhan bayi akan beberapa nutrisi yang dibutuhkannya seperti zat besi, folat, seng, serta aneka ragam vitamin lain dan juga mineral lainnya. Pada saat memilih makanan, usahakan agar ibu bisa memilih jenis makanan yang segar dan belum melalui proses pengawetan.

Apabila si bayi baru pertama kali diperkenalkan pada makanan lain, maka berikanlah makanan yang sama sekitar 3 hari lamanya sebelum ibu memperkenalkannya pada makanan lain. Tujuannya adalah tadi diatas, yakni guna mendeteksi adanya kemungkinan alergi yang menyerang si kecil akibat dari mengkonsumsi makanan tertentu.

Selain itu, sebelum bayi anda dapat makan dalam jumlah yang normal, maka hendaknya tetap berikan ia ASI, baru setelah ia mulai dapat makan dengan jumlah yang normal, maka asupan dari ASI dapat mulai dikurangi sedikit demi sedikit dengan perlahan.

Sebaiknya, meningkatkan jumlah asupan makanan selain ASI dilakukan perlahan, jangan lakukan dengan tiba-tiba dan memberikan buah hati anda porsi yang banyak. Hal ini ditujukan agar pencernaan pada si buah hati dapat berjalan dengan baik dan beradaptasi dengan perlahan.

Untuk pertama kalinya, bayi anda mungkin akan terlihat lahap, sebab kemampuannya dalam mengeksplor rasa baru membuatnya terlihat kegirangan, namun mungkin dipertengahan anda akan menemui bayi anda semakin sulit untuk disuapi karena sudah mengenal tekstur dan rasa. Akan tetapi, memang seperti itulah normalnya, mungkin si buah hati sudah merasa kenyang dengan makanan barunya. Ketika hal ini terjadi sebaiknya jangan memaksakan diri anda.

Membuat Sendiri Makanan Bayi 6 Bulan

Selain mengkonsumsi sumber makanan dan nutrisi dari ASI yang didapatkan dari ibunya. Bayi berusia 6 bulan pun sudah disarankan untuk mendapatkan asupan nutrisi yang lebih dari makanan pendamping lainnya. Nah, cara yang paling mudah dalam memberikan berbagai jenis makanan untuk pendamping ASI pada bayi mungkin adalah dengan mencari jenis makanan bayi di supermarket atau berbelanjanya secara online.

Dengan begini, ibu tidak akan dibuat repot dengan harus meracik jenis makanan tertentu untuk disajikan pada si buah hati. Makanan yang dibeli langsung dari supermarket memang praktis, akan tetapi jenis makanan bayi yang dikemas seringkali diberikan atau dibubuhi dengan menggunakan pengawet. Kandungan pengawet dalam makanan bayi tidaklah disarankan untuk diberikan pada bayi sebab bisa menganggu kesehatannya.

Untuk itulah, tidak ada salahnya jika ibu membuat dan menghidangkan sendiri jenis makanan sehat yang hendak diberikan pada buah hatinya. Ya, pada saat bayi anda sudah memasuki usia 6 bulan, makanan pendamping ASI akan sangat dibutuhkan supaya selanjutnya si bayi dapat menyesuaikan dirinya dengan jenis makanan-makanan lain yang lebih padat. Dan untuk hal tersebut, bayi hanya disarankan untuk mengkonsumsi makanan tersebut dimulai dengan porsi kurang dari 1 sendok makan per sekali makan.

Sudah sejak dulu, dari masa ke masa jenis makanan pertama yang disarankan untuk diperkenalkan pada bayi adalah jenis bubur lunak. Segala makanan yang dikonsumsi bayi pada saat pertama kali mereka diperkenalkan pada makanan dan beberapa saat setelahnya pun biasanya selalu berupa bubur. Saat mengkonsumsi buah pun pasti buahnya akan dilumatkan terlebih dahulu supaya memudahkan bayi untuk menelan dan mencernanya dengan baik.

Akan tetapi, setelah bayi mulai mengenal banyak makanan dengan jenis yang lebih banyak, maka ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya ibu prioritaskan diberikan pada bayi. Sebab jenis makanan ini memiliki kandungan nutrisi, vitamin dan mineral yang banyak yang dibutuhkan si kecil. Sehingga demikian, beberapa pilihan makanan ini pun diharapkan tidak lagi membuat ibu kebingungan menentukan jenis makanan apa yang harus diberikan pada buah hatinya sebagai makanan pendamping ASI.


Beberapa Jenis Makanan Pendamping ASI Terbaik Untuk Bayi

Nah, kali ini kami akan berikan beberapa daftar jenis makanan bayi sehat yang baik dan dianjurkan untuk diberikan pada bayi sebagai makanan pendampingnya. Apa sajakah jenis makanan tersebut? Mari kita simak dibawah ini.

Jenis Bubur Sehat Untuk Bayi

Untuk yang pertama, kita akan berikan beberapa daftar bubur yang baik diberikan pada si bayi. Biasanya, tak sedikit ibu yang masih kebingungan dalam memperkenalkan jenis bubur apa yang baik diberikan pada si buah hati. Untuk itu, beberapa daftar bubur dibawah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk ibu agar dapat menyajikan bubur yang lezat dan sehat untuk di buah hatinya.

1. Bubur Susu

Bubur susu umumnya adalah jenis makanan yang paling banyak disarankan diberikan pada bayi sebagai makanan pendamping ASI pertama kali. Jenis makanan ini adalah makanan padat yang memang baik diberikan serta diperkenalkan pertama pada bayi. Selain rasanya yang lezat, tekstur bubur susu yang sebaiknya dibuat lebih encer pun akan menjadi santapan pertama yang sehat agar bayi bisa beradaptasi dengan lebih baik.

Adapun cara pembuatan makanan ini cukup mudah, yang anda perlukan hanyalah tepung beras sebanyak 1 sendok makan dan dicampur bersama dengan susu formula sebanyak kurang lebih 200 ml. Kemudian dengan menggunakan sendok, larutkan kedua bahan ini secara merata sampai tercampur dan teksturnya kekentalannya bisa disesuaikan dengan keinginan anda.

Masaklah kedua campuran ahan ini dengan menggunakan api kecil dalam panci sampai mendidih secara merata, hingga campuran ini menjadi agak kental. Apabila tepung menggumpal, maka sebaiknya saring terlebih dahulu.

2. Bubur Susu Kentang

Jenis bubur yang kedua adaah bubur susu kentang, sajian bubur ini cocok diberikan pada bayi yang baru saja memasuki usia 6 bulan. Variasi makanan pada bayi cukup disaranakan agar bayi tidak merasa bosan karena selalu mengkonsumsi jenis makanan yang sama secara berulang.

Untuk membuat hidangan ini sebenarnya cukup mudah, yang anda perlukan hanyalah 50 gram kentang yang telah dikupas dan dikukus serta dipotong kecil-kecil. Kemudian sediakan susu formula yang dicampur bersama dengan bahan ini.

ara pembuatannya pun cukup mudah. Yang pertama adalah dengan menghaluskan kentang yang telah dicampur dengan sedikit susu, lalu haluskan dengan mesin blender secara merata. Setelah itu, masukkan sisa susu formula yang tersedia dan campur secara merata. Sama seperti bubur yang diatas, apabila kentang menggumpal, maka saring terlebih dahulu sebelum disajikan.

3. Bubur Sayur

Bayi perlu mengkonsumsi berbagai jenis sayuran guna menjaga kesehatan tubuhnya dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Dan bubur sayur adalah salah satu jenis makanan sehat yang baik dan direkomendasikan untuk diberikan pada bayi berusia 6 bulan.

Cara pembuatan jenis makanan yang satu ini pun terbilang cukup sederhana. Anda hanya membutuhkan sebanyak 50 gram brokoli yang telah dipotong dn dikukus. Kemudian campurkan bersama dengan 5 sendok makan susu bubuk formula atau dicampur dengan ASI.

Untuk membuatnya anda hanya perlu mencampurkan kedua bahan ini dengan susu dan haluskan dengan menggunakan blender. Lalu campurkan semua sisa susu dan aduk secara merata.

Sebenarnya, anda pun tidak melulu harus menggunakan brokoli, menggantinya dengan sayuran lain dan dengan jumlah variasi yang lebih banyak boleh-boleh saja.


Jenis Makanan Terbaik Untuk Bayi Setelah Bubur

Jika diatas adalah beberapa daftar makanan pertama yang diberikan pada bayi. Berikut ini adalah beberapa daftar jenis makanan terbaik yang boleh ibu berikan pada bayi, setelah ia telah cukup banyak mengenal banyak makanan dan usianya telah lebih dari 6 bulan. Sebab kandungannya yang kaya akan nutrisi, vitamin yang juga mineral yang berlimpah akan dapat mencukupi kebutuhan nutrisi tubuhnya. Apa sajakah itu? Yuk, kita simak dibawah ini.

1. Labu Kuning

Jenis makanan buah yang satu ini seringkali dijadikan bahan untuk membuat berbagai aneka makanan, mulai dari makanan manis sampai dengan yang asin. Tak jarang, labu kuning juga seringkali dijadikan bahan campuran untuk membuat kolak saat Ramadhan seperti ini. Dan rupanya, bukan hanya lezat dan nikmat disantap orang dewasa, bahan makanan yang satu ini pun baik diberikan pada bayi.

Selain kaya akan serat, labu kuning juga memiliki kandungan vitamin C dan A yang berlimpah. Ibu dapat memberikan bahan makanan ini pada si buah hati dengan mengolahnya baik dipanggang atau direbus. Untuk menambah rasa agar si kecil lebih tertarik dengan hidangan ini, ibu bisa menambahkan taburan keju rendah garam atau dicampur dengan aneka jenis sayuran lainnya seperti kacang garbanzo dan lain sebagainya.

2. Kacang Lentil

Sekilas, rupa dari kacang ini lebih mirip dengan kacang hijau. Bahkan dibeberapa tempat ada yang menyebut kacang ini dengan sebutan miju-miju. Meski bentuk secara keseluruhan mirip dengan kacang hijau, namun yang membedakan kaacang ini hanyalah warnanya saja yang tidak serupa dengan kacang hijau.

Jenis kacang yang satu ini cocok dijadikan sebagai makanan bayi yang sehat. Tak heran, bila jenis makanan ini masuk dalam daftar makanan terbaik untuk diberikan pada bayi sebab memiliki kandungan serat dan protein yang tinggi.

Hidangan kacang ini dapat disajikan dengan campuran sayuran, kemangi atau oregano. Sebelum memasak dan mengolah sayuran ini, anda bisa merendamnya terlebih dahulu selama kurang lebih 12 jam agar tekstur kacang menjadi jauh lebih empuk. Setelah itu, anda hanya perlu merebusnya, kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender dan berikan pada buah hati anda.

3. Brokoli

Jenis makanan terbaik yang sehat lainnya adalah dengan memberikan brokoli. Jenis sayuran ini mungkin sudah tidak asing lagi, karena memang brokoli memiliki segudang manfaat dan nutrisi yang baik diberikan kepada si buah hati.

Kandungan folat, kalsium dan serat yang ada pada brokoli membuatnya baik dan direkomendasikan diberikan pada si kecil. Selain itu, kandungan sulfur yang ada didalam brokoli disinyalir dapat meningkatkan nafsu makan bayi. Untuk menyajikan bahan makanan ini adalah dengan memotongnya kecil-kecil, mengukusnya dan mendinginkan. Lalu berikan pada buah hati anda.

Selain itu, bahan makanan ini pun dapat digunakan sebagai teether, dengan cara mendinginkan bahan ini didalam lemari es. Untuk mengurangi bau langu pada brokoli, anda bisa merendam brokoli didalam air panas selama kurang lebih 2-3 menit.

4. Blueberries

Buah dengan warna khas biru tua ini berasal dari flavonoid yang disebut dengan anthocyanin. Kandungan anthocyanin inilah yang amat bermanfaat baik untuk kesehatan mata, otak dan untuk saluran kemih pada bayi.

Ibu dapat menyajikan bahan makanan ini untuk si bayi dalam bentuk jus atau berbentuk puree yang sehat. Warnanya yang ceria dan dipadukan bersama dengan buah-buahan lain akan membuat si kecil tertarik mencicipi jenis makanan yang satu ini.

Demikianlah beberapa daftar jenis makanan terbaik yang bisa diberikan pada si buah hati pada saat pertama kali anda memperkenalkan makanan pendamping dan makanan lainnya saat si bayi sudah beranjak lebih besar. Semoga bermanfaat.

Penting Mengetahui Urutan Memperkenalkan Makanan yang Baik Pada Bayi

Pada saat si bayi baru saja dilahirkan dari rahim seorang ibu, makanan pertama dan minuman pertama yang ia dapatkan diperolehnya dari ASI ibunya.

Hal ini akan terus berlanjut sampai usia yang cukup yakni dikisaran usia 6 bulan. Usia ini sudah memungkin si buah hati telah cukup mendapatkan ASI dan sudah waktunya diperkenalkan terhadap jenis makanan lainnya. Sistem percernaan yang belum matanglah yang melatar belakangi mengapa bayi baru lahir hanya boleh mengkonsumsi ASI dari ibunya.

 Akan tetapi, seiring dengan berjalannya usia menginjak ke 6 bulan, maka kini sistem pencernaannya sudah menjadi lebih matang dan ia akan membutuhkan asupan gizi yang lebih banyak lewatan makanan secara langsung yang ia konsumsi. (Baca Juga: Makanan Bayi 6 Bulan)

Tidak sedikit memang ibu yang masih keliru dengan memberikan buah hati mereka makanan selain ASI dibawah usia 6 bulan. Hal ini mereka anggap aman karena sebelumnya anak kerabat atau anak temannya pun tidak bermasalah ketika diberikan makanan sebelum usianya mencapai 6 bulan.

Akan tetapi, perlu disadari betul bahwa hal tersebut adalah hal yang keliru. Tidak sebaiknya ibu dengan sembarang menyuapi buah cintanya dengan makanan lain yang padat. Meski ibu mendapati si kecil terlihat lahap dengan makanan yang ibu berikan. Namun hal ini tidaklah baik untuk sistem pencernaannya.

Selain itu, tidak semua bayi memiliki sistem pencernaan yang sama. Umumnya bayi dibawah usia 6 bulan belum memiliki sistem pencernaan yang bekerja dengan optimal. Anak kerabat atau anak teman ibu mungkin baik-baik saja dan tidak terkendala pada saat diberikan jenis makanan padat sebelum menginjak usia 6 bulan. Namun, ini bukan berarti hal serupa aman dan dapat dilakukan pada buah hati anda.

Salah-salah, hal ini malah akan beresiko untuk si kecil dan membuat sistem pencernaannya dituntut untuk bekerja lebih ekstra. Selain itu, usia dibawah 6 bulan pada si buah hati yang telah diberikan makanan akan lebih besar meningkatkan resiko tersedak akibat kerongkongan bagi belum terlalu siap memproses lajunya makanan padat yang masuk lewat mulut si bayi.

Ukuran 6 bulan memang bukan ukuran yang baku dalam mengukur kesiapan sistem pencernaan si bayi. Apalagi jika mengingat tidak semua bayi memiliki perkembangan yang sama, termasuk dalam hal perkembangan organ dalamnya. Akan tetapi, sebaiknya lakukan pengenalan makanan padat lain tidak dibawah usia 6 bulan.


Sementara itu, pada saat usianya sudah matang, maka anda akan dengan lelusa boleh memberikan dan memperkenalkan si kecil pada jenis makanan padat yang ingin anda berikan untuknya. Hal ini tentu menjadi hal yang akan sangat menyenangkan. Apalagi untuk anda yang sudah tak sabar ingin mempersiapkan semua peralatan makan dan ingin segera menggunakannya. Maka mugkin kegiatan memberikan makanan padat pada si kecil akan menjadi hal yang menggembirakan sekaligus mendebarkan.

Disamping itu, meskipun si kecil sudah diberikan dengan makanan padat dan makanan lainnya, ada baiknya jika sebelum usianya 1 tahun ibu tetap mendampingi si kecil dengan terus memberikan mereka ASI agar sistem kekebalan tubuhnya tetap kuat dan terjaga.

Jika kegiatan menyuapi si bayi menjadi hal yang menyenangkan dan begitu anda tunggu selama ini, akan tetapi tidak semua bayi akan sebersemangat orangtuanya pada saat lidahnya mulai mengecap rasa baru dari makanan lain.

Sebagian anak mungkin akan senang dan terlihat sumringah pada saat ibunya mulai mengaduk-aduk makanan dalam mangkuknya, tak ayal pada saat disuapi, si kecil akan langsung membuka mulutnya dan menutupnya kembali saat makanan sudah berada didalamnya mulutnya.

Akan tetapi mungkin hal serupa tidak terjadi pada sebagian anak bayi lain. Justru sebaliknya, ketika orangtua sudah bersemangat dan membujuk buah hatinya untuk makan makanan dari sendoknya, ia malah terlihat lesu dan bahkan pada saat makanan tersebut sampai dimulutnya, si kecil malah menolak dan memuntahkan makanan yang diberikan. Lantas normalkah hal tersebut terjadi?

Tidak semua anak akan merasakan kegembiraan pada saat diperkenalkan terhadap jenis makanan baru. Ada sebagian anak yang mengalami kendala dalam 'menikmati' rasa baru dan memilih tetap bersama rasa ASI dari yang diberikan oleh ibunya. Hal inilah yang pada umumnya membuat si kecil yang baru saja diperkenalkan pada makanan padat lainnya akan menolak atau tidak bersemangat.

Alasan lain yang bisa melatar belakangi hal ini terjadi adalah si kecil menganggap bahwa rasa dari makanan tersebut aneh atau tidak sesuai dengan lidahnya. Nah bila hal ini terjadi, maka bersabarlah sedikit sebab pada umumnya membutuhkan sedikitnya 20 kali makan untuk si kecil mulai dapat menerima jenis makanan baru.

Selain itu, memberikan makanan pada buah hati yang masih bayi untuk pertama kalinya juga tidak bisa dilakukan dengan sembarang. Karena ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan, seperti misalkan adanya resiko alergi atau ketidak cocokan jenis makanan dengan tubuh si bayi, yang mana hal ini biasanya akan berbeda tiap bayinya.

Untuk itulah, bunda dan orangtua semua perlu mengetahui seperti apa urutan memberikan jenis makanan pada pertama untuk bayi. Agar demikian, pemberian makanan ini bisa berhasil dan memberikan gizi yang cukup yang dibutuhkan oleh si bayi.

Ayah dan ibu yang hendak memberikan makanan pada bayi, perlu memperhatikan beberapa hal yang penting. Seperti waktu pemberian, porsi, jenis makanan dan lain sebagainya agar kebutuhan gizi pada si buah hati dapat terpenuhi dengan optimal. Selain itu tentunya, pemberian makanan ini perlu dilakukan secara bertahap, sesuai dengan tingkatan usia si kecil.

Nah, untuk yang pertama kali ini kita akan kenali lebih jauh bagaimana urutan memberikan jenis makanan bayi untuk pertama kalinya.


Urutan Memberikan Jenis Makanan Pada Bayi

1. Memberikan Sereal Nasi atau Sereal Satu Jenis Serat Lainnya

Sebagai tahapan pertama, jenis makanan yang bisa diberikan pada bayi yang baru saja diperkenalkan pada makanan padat adalah dengan memberikan sereal nasi atau sereal satu jenis serat lainnya. Mengapa jenis ini dipilih sebagai jenis makanan padat pertama yang harus diberikan pada bayi? Hal ini dikarenakan, permberian jenis makanan haruslah dilakukan secara bertahap dimulai dari jenis makanan yang bertekstur lunak sampai dengan berlanjut pada tekstur yang lebih padat lainnya.

Apabila terdapat berbagai pilihan sereal, maka cobalah berikan urutan sebagai berikut: sereal nasi-sereal barley-sereal oat dan yang terakhir adalah sereal gandum. Lantas mengapa gandum harus dipilih sebagai jenis sereal yang ditempatkan diakhir? Hal ini dikarenakan gandum mengandung salah satu bahan makanan yang dapat menjadi alergen, yakni gluten. Untuk beberapa bayi yang memiliki alergi, mereka akan mungkin mengalami masalah atau gangguan tubuh sebagai reaksi dari alergi.

Untuk itu, maka cobalah satu jenis makana paling tidak diberikan selama 3-7 hari dan selama waktu itu, cobalah untuk mengamati apakah ada tanda-tanda alergi yang muncul pada bayi setelah mengkonsumsi jenis makanan yang ibu berikan, seperti misalkan timbulnya ruam merah pada bagian kulit tubuh dan wajahnya atau juga pada badannya. Bila tidak nampak gejala atau keluhan pada si kecil, maka kegiatan memberikan jenis makanan yang satu ini bisa ibu lanjutkan dan mulai memberikan jenis makanan lainnya.

2. Puree Daging Sapi Atau Ayam

Jenis makanan bayi yang kedua yang bisa ibu perkenalkan untuk si kecil adalah jenis dari daging. Hal ini dikarenakan daging memiliki kandungan zat besi yang begitu banyak yang mana amat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan si bayi. Untuk ayam, pilihlah bagian paha, karena bagian ini memiliki kandungan zat besi yang lebih banyak dibandingkan pada bagian dada.

Adapun cara pengolahan yang bisa dilakukan untuk membuat puree ini adalah dengan mengukusnya dan meghaluskannya dengan dengan menggunakan blender. Ibu juga bisa mencampurkan bahan makanan ini dengan sereal nasi atau bahan lainnya agar si kecil suka.


3. Puree Sayuran

Bahan yang selanjutnya adalah puree sayuran. Bahan yang satu ini perlu diurutkan lebih dahulu dibandingkan dengan memberikan buah-buahan pada si kecil. Hal ini dikarenakan buah memiliki rasa manis, sehingga apabila si kecil dalam tahapan mendapatkan jenis makanan pertamanya dengan rasa manis, maka akan ada kecenderungan padanya untuk enggan mengkonsumsi sayuran.

Dalam hal memperkenalkan sayuran, sebaiknya berikan sayuran berwarna hijau terlebih dahulu, kemudian sayuran dengan warna orange. Adapun jenis sayuran baik yang bisa diberikan pada si kecil diantaranya adalah brokoli, bayam, wortel dan masih banyak lagi. Bayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi, sementara brokoli adalah sumber mineral yang berlimpah yang dibutuhkan oleh tubuh mungil si kecil.

Akan tetapi, ketika anda hendak membuat puree sebaiknya perhatikan dengan baik cara pengolahan sayuran. Jangan merebus terlalu lama sayuran yang anda masak. Hal ini dikarenakan sayuran yang direbus terlalu lama akan membuat gizi dan nutrisi pada sayuran menjadi berkurang. Yang mana nantinya dampak dari hal ini akan membuat asupan sayuran yang diberikan menjadi tidak optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

4. Puree Buah

Jenis makanan terakhir dalam daftar urutan makanan yang boleh diberikan pada si buah hati adalah jenis buah-buahan. Buah dapat ibu olah menjadi puree atau bubur halus untuk memudahkan si kecil mencerna dan menelan bahan ini. Caranya adalah dengan memotong kecil-kecil buah dan menghaluskannya menggunakan mesin blender atau dengan menggunakan juicer.

Jenis buah yang baik diberikan pada bayi pada saat pertama mendapatkan asupan makanan padat adalah buah pir, semangka, alpukat, pisang, pepaya dan masih banyak lagi. Perhatikan pemberian buah pada si buah hati. Pastikan bila anda selalu membersihkannya terlebih dahulu sebelum menyajikannya pada buah hati anda.

Selain itu, perkenelakan berbagai jenis buah pada si kecil berdasarkan warnanya, sehingga si kecil akan lebih tertarik untuk menikmati segala jenis buah. Keragaman warna buah umumnya akan mewakili keanekaragaman vitamin yang terkandung didalamnya.


Rambu-Rambu Pemberian Makanan Padat Pada Anak

Nah, setelah diatas kita pahami urutan jenis makanan apa saja yang boleh diberikan apda si buha hati. Maka aturan dalam memberikan makanan ini pun penting ibu dan orangtua ketahui. Pasalnya, memberikan makanan padat untuk pertama kalinya pada anak bukanlah hal yang gampang dan dapat dilakukan dengan sembarang.

Meskipun resep, jenis makanan dan perlengkapan sudah tersedia dihadapan mata dan tinggal menyuapi si kecil. Akan tetapi pada prakteknya masih ada orangtua yang belum paham seperti apa aturan dan tata cara memberikan jenis makanan ini pada si buah hati.

Nah, agar pemberian makanan padat pada bayi bisa berjalan dengan optimal. Kali ini kita akan kenali seperti apa rambu-rambu pada pengaplikasian hal tersebut dibawah ini.

  • Mengapa Pemberian Makanan Padat Penting Dilakukan?

Pemberian makanan pertama untuk bayi seringkali dikenal dengan sebutan makanan pendamping ASI (MPASI). Hal ini penting dilakukan untuk si bayi sebab pada saat usia ini bayi sudah membutuhkan asupan nutirisi dan gizi yang lebih banyak.

Adapun jenis gizi yang dibutuhkan diantaranya adalah kalori, kalsium, protein dna masih banyak lagi. Yang mana asupan ini akan dibutuhkan lewat lauk-pauk seperti daging, ika, sayur-sayuran, buah dan masih banyak lagi. Pemberian makanan tambahan ini akan diperlukan oleh si bayi guna mendukung pertumbuhannya agar dapat berjalan dengan baik.


  • Apakah Setelah MPASI, ASI Ditinggalkan?

Setelah anak mendapatkan MPASI seringkali banyak roangtua yang bertanya-tanya apakah dengan begini membuat anak harus meninggalkan ASI nya? Jawabannya tentu tidak. Namanya saja pendamping, maka demikian ASI tetaplah menjadi asupan utama yang harus tetap didapatkan oleh si kecil. Lantas demikian, mengapa MPASI diberikan pada usia anak 6 bulan? Sebab menurut saran dari para dokter anak selama 6 bulan pertama asupa terbaik adalah ASI ekslusif yang tidak tergantikan dengan asupan lainnya. Pemberian ASI ekslusif membuat daya tahan tubuh pada bayi menjadi lebih baik dan lebih aman.

  • Lalu Apa Manfaat Dari ASI?

MPASI yang diberikan nantinya akan dapat membantu bayi guna melatih kemampuan oromotor (organ-organ dibagian mulut) karena malalui pemberian makanan pendamping, bayi akan dapat belajar bagaimana mengunyah, mengisap, serta menelan untuk belajar makan makanan yang berkontur. Itulah mengapa sebaiknya MPASI diberikan dengan bertahap, mulai dari makanan yang cair, lunak dan menjadi lebih kental.

  • Bagaimana Apabila MPASI Diberikan Terlambat?

Pemberian makanan pendamping pada bayi sebaiknya tidak dilakukan terlalu cepat atau juga tidak disarankan dilakukan terlambat. Hal ini dikarenakan, resikonya akan dirasakan oleh si bayi itu sendiri. Keterlambatan pemberian makanan tambahan pada bayi aka dapat membuat si bayi kekuraga asupan nutiris sehingga membuat mereka mengalami gangguan tumbuh kembangnya.

Bukan hanya itu, hal lain yang akan mungkin menjadi resiko diantaraya adalah kekurangan energi dan kedepannya hal ini akan membaut si kecil mengalami gangguan adaptasi terhadap makanan yang akan dikonsumsi. Contohnya, kondisi ini bisa jadi membuat anda menjadi picky eater atau menjadi cenderung pemilih makanan sebab ia tidak terbiasa mengenal ragam rasa dan tekstur dari makanan.

Demikian beberapa hal yang dapat diketahui dalam hal memberikan makanan pendamping ASI pada buah hati. Pada intinya, hal yang terpenitng yang dapat dilakukan dari hal ini adalah dengan mengamati lebih baik bila terjadi reaksi alergi sewaktu memberikan jenis makanan tertentu pada bayi. Hal ini dikarenakan tidak semua bayi memiliki respon yang sama terhadap jenis makanan tertentu.

Selain itu, asupan makanan sehat adalah jenis makanan yang paling dibutuhkan bayi. Dengan demikian, pemilihan makanan akan penting dilakukan dalam hal ini. Semoga cara diatas bermanfaat dan bisa anda praktikan dirumah.

Tips Berhasil Berikan Makanan Padat Pertama Untuk Bayi

Memberikan makanan bayi berupa makanan padat atau makanan pendamping ASI pada anak, umumnya memiliki tujuan agar anak bisa mendapatkan gizi dan nutrisi yang lebih baik dari mengkonsumsi makanan secara langsung.

Ya, bila sebelumnya nutrisi yang didapat anak hanya ia dapatkan melalui ASI dari ibunya, saat usianya sudah mencukupi maka mereka akan membutuhkan asupan yang lebih banyak dan lebih bervariasi dari jenis-jenis makanan sehat yang dibutuhkannya.

Adapun usia yang mencukupi untuk mulai memberikan jenis makanan ini adalah pada saat anak berusia 6 bulan (Baca: Makanan Bayi 6 Bulan). Meskipun patokan usia ini bukanlah usia yang baku, karena tidak semua anak memiliki kesiapan yang sama. Akan tetapi pada saat ini sistem pencernaan pada anak telah dinilai cukup siap diberikan makanan pendamping ASI.

Pada saat pertama kalin ibu memberikan makanan padat untuk buah hatinya. Bisa jadi ini menjadi momen yang menyenangkan. Betapa tidak, momen ini mungkin sudah ditunggu-tunggu untuk sebagian ibu.

Untuk pertama kalinya buah hati anda akan mencicipi jenis dan rasa baru dari makanan yang ibu berikan. Tak heran bila banyak ibu akan bersemangat menyambut momen yang satu ini. Bahkan mungkin segala jenis makanan sebelumnya telah ibu persiapkan dari jauh-jauh hari.

Akan tetapi, pada saat mulai memberikan si kecil makanan padat, ada baiknya ibu jangan bertubi-tubi memberikan buah hati dengan aneka jenis makanan yang beragam dan diberikan dalam waktu yang singkat. Berikan jeda beberapa hari antara setiap jenis makanan baru yang akan ibu sajikan untuk mereka, sehingga hal ini tidak akan terkesan seperti ibu memaksa bayi menyantap segala jenis makanan yang ibu inginkan.

Selain itu, pemberian makanan yang dilakukan dengan perlahan dan diberlakukan jeda pada setiap makanan baru yang baru diberikan, setidaknya ibu akan dapat mengontrol jika saja anak mengalami masalah dengan jenis makanan tertentu yang mereka konsumsi, seperti misalkan adanya alergi.

Bukan hanya itu, biarkan pula bayi anda untuk memutuskan berapa banyak makanan yang ingin ia makan. Dari sini ibu bisa menentukan seberapa banyak porsi makan si kecil dalam setiap waktu makannya.

Porsi makan pada masing-masing bayi memang berbeda, bayi anda mungkin tidak terlalu banyak makan, sementara bayi lain akan mungkin bersemangat dan telihat cukup rakus pada saat melahap makanannya.

Untuk itu, sebaiknya tidak perlu diambil pusing, ikuti saja apa maunya si kecil, yang terpenting adalah anda bisa selalu memantau proses tumbuh kembangnya dengan baik. Selain itu, bila rupanya anda mendapati porsi makan si kecil terlalu sedikit, maka mungkin peranan anda dalam membujuk si kecil agar mau meningkatkan porsinya akan sangat dibutuhkan.


Tips Memberikan Makanan Padat Pada Bayi

Seperti Apa Memulainya

Waktu yang tepat dalam memberikan makanan padat pada buah hati adalah di usia 6 bulan. Pada waktu ini, makanan padat yang akan dibutuhkan si kecil sebagai makanan pertaanya adalah jenis makanan lumat, yakni seperti bubuk dan buah yang lunak.

Nah, selama dua minggu pertama anda cukup memberikan dua jenis makanan ini. Makanan yang lumat akan lebih mudah dicerna oleh perutnya yang kecil. Selain itu, jenis makanan ini akan lebih mudah ditelan dan bergerak ke bagian belakang tenggorokannya. Sebaiknya berikan makanan ini dengan perlahan dan bertahap, mulai dari memberikan makanan dengan tekstur yang encer dan lebih kental.

Sementara itu, bila rupanya anda mendapati si kecil menutup mulut rapat-rapat dan menolak menerima makanan yang anda berikan, maka sebaiknya jangan paksakan hal ini. Bisa jadi si kecil belum siap untuk mengkonsumsi makanan padat, dimana hal ini pun bisa menjadi pertimbangan anda untuk menunda memberikan jenis makanan lain selain ASI.

Berikan Variasi Makanan

Untuk memberikan makanan pada bayi, sebaiknya mulailah dengan satu jenis makanan yang sama dan berikan jeda pada pergantian jenis makanan lainnya. Paling tidak, tunggu selama sekitar 3 hari sebelum anda mengenalkannya pada jenis makanan yang berbeda. Selain itu, anda pun bisa sambil memantau bila anda reaksi tertentu pada si kecil setelah menerima makanan yang diberikan.

Pentingnya variasi dalam memberikan makanan memang dibutuhkan. Akan tetapi sebaiknya tidak memberikan jenis makanan yang berbeda pada si kecil dengan sekaligus. Sebab salah-salah si kecil bingung dan menolak diberikan makanan.


Jadikan Hal Ini Sebagai Rutinitas

Menerapkan pemberian makanan pada si kecil, haruslah dilakukan dengan konsisten bila anda ingin hal ini berhasil.  Untuk itu, maka terapkan waktu sarapan, makan siang dan makan malam pada si kecil secara konsisten. Hal ini bukannya dilakukan tanpa alasan.

Sistem pencernaan pada bayi perlu dilatih dengan rutin untuk belajar menerima, menyerap serta mencerna makanan pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Untuk itulah, tidak ada salahnya jika ibu mulai membuat jadwal penyakian kelompok makan lengkap dengan menu yang akan dihidangkan agar nantinya ibu tidak lagi bingung akan menyajikan makanan apa untuk si buah hati.

Mulai Kenalkan Biskuit

Pada usia yang siap diberikan makanan padat, maka ibu sudah mulai dapat memberikan si buah hati biskuit untuk cemilannya diantara waktu makan. Selain itu, koordinasi mata dan tangannya pun sudah cukup baik dalam tahapan ini, sehingga demikian si buah hati akan dapat menggenggam makanannya dan memasukkannya kedalam mulut.

Hanya saja, sebaiknya pilihlah biskuit yang khusus dibuat untuk bayi, jangan dulu memberikan sembarang biskuit. Biskuit khusus untuk bayi dibuat sedemikian mungkin agar si kecil mudah mengemutnya dan mudah meleleh dalam mulutnya sehingga akan semakin mudah pula untuknya menelan makanan tersebut. Selain itu, pemberian biskuit untuk si buah hati akan baik dalam merangsang pertumbuhan giginya.


Selingi Dengan Makanan Berbeda Rasa

Bila anda menemukan buah hati anda sudah terlihat lesu setiap kali diberikan makanan, maka mungkin bisa jadi ia mulai bosan dengan rasa makanan yang itu-itu saja. Seperti misalkan memberikan bubur asin, sayuran dan makanan lain yang berasa asing.

Menghidangkan jenis makanan yang itu-itu saja pada si kecil bisa jadi akan membuat mereka bosan dengan hal ini. Untuk itu, sebaiknya cobalah alihkan pada makanan dengan rasa yang lain seperti mengganti bubur asin dengan rasa yang manis atau menambahkan buah-buahan yang aman dikonsumsi si buah hati.

Untuk menyajikan buah-buahan, pastikan bila anda melakukannya dengan bertahap. Seperti misalkan diawal anda bisa memberikan buah-buahan seperti pisang atau papaya dan beberapa minggu setelah itu, anda bisa mengkombinasikan untuk memberikan jenis buah lain yang bisa dicerna oleh si buah hati.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan demi menggapai keberhasilan memberikan makanan pendamping pada bayi. Hal ini dikarenakan tidak sedikit bayi yang sulit diperkenalkan pada makanan padat dan memilih terus mengkonsumsi ASI. Akan tetapi, disamping itu asupan makanan lain akan sangat dibutuhkan oleh mereka.

Panduan Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

Usia enam bulan pada bayi, membuat mereka telah cukup siap untuk diberikan makanan bayi sebagai pendamping ASI.

Ya, banyak ibu yang keliru mengaplikasikan pemberian makanan MPASI atau makanan pendamping ASI pada buah hatinya. Ada orangtua yang dengan leluasa memberikan makanan padat lain pada anaknya saat si bayi masih berusia dibawah 6 bulan. Padahal hal ini sebenarnya tidak diperkenan untuk dilakukan begitu saja.

Masalahnya, usia yang masih begitu belia pada si kecil, membuat pencernaannya belum siap menerima makanan selain ASI dari ibunya. Bila kurang dari usia 6 bulan, maka sistem pencernaan pada bayi akan bekerja lebih berat untuk mengolah makanan lainnya.

Memang benar, tidak semua bayi memiliki sistem pencernaan yang sama, sehingga 6 bulan bukanlah patokan yang baku. Untuk itulah, bunda perlu mengenali beberapa hal pada saat si buah hati mulai membutuhkan asupan makanan lain untuk pendamping ASI-nya.

Nah, kegiatan memberikan makanan pertama selain dari ASI, mungkin akan menjadi momen yang sangat menggembirakan. Betapa tidak, ini adalah momen yang telah bunda tunggu-tunggu selama ini. Untuk pertama kalinya, lidah si kecil akan diperkenalkan pada jenis makanan yang berbeda selain dari air susu.

Tidak heran bila banyak bunda yang akan menjadikan momen ini sebagai momen penting dan membuat mereka dengan siaga akan mempersiapkannya semuanya dengan baik. Mulai dari memilih makanan si bayi dari jauh-jauh hari, sampai dengan mengumpulkan berbagai jenis makanan yang akan ibu berikan padanya. Meski usia genap 6 bulan pada si buah hati masih menghitung hari atau menghitung minggu, namun demikian hal ini tidak membuat ibu pantang mempersiapkan segala halnya dengan baik.

Hal ini mungkin semata-mata dilakukan ibu demi memanjakan si buah hati dan menginginkan yang terbaik untuk anak bayinya. Akan tetapi, sebaiknya tetaplah berada pada jalurnya ya bunda, jangan sampai makanan yang bunda persiapkan dari jauh-jauh hari tidak bisa diberikan pada si kecil karena masa penyajian makanan yang sudah lewat batas waktu. Meski menyenangkan, akan tetapi sebaiknya berperilaku yang wajar agar si buah hati bisa mendapatkan makanan yang baik dan bergizi.

Nah, dari sekian banyak jenis makanan yang bisa disajikan untuk bayi, telur adalah salah satu jenis makanan yang bisa anda berikan untuk buah hati anda. Telur ayam sangat bernutrisi untuk bayi maupun orag dewasa, karena bahan makanan ini memiliki kandungan protein serta berbagai kandungan vitamin yang banyak yang diperlukan oleh tubuh. Nah, untuk mengetahui kandungan gizi dalam telur, maka mari kita simak dibawah ini.


Kandungan Gizi dalam Telur

Telur merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Maka tidak heran jika jenis makanan dengan bentuk oval yang satu ini sudah tidak lagi asing bagi sebagain besar masyarakat. Selain tu, telur juga sangat dikenal sebagai makanan yang memiliki sumber protein yang tinggi.

Seorang pakar gizi mengatakan bahwa telur adalah makanan yang paling padat gizi antaranya adalah adalah mengandung 90% kalsium, zat besi dan mineral. Yang mana kandungan ini sebagian besar terdapat dalam kuning telur.

Selain beberapa hal diatas, telur ayam memiliki kandungan berbagai vitamin dan mineral. Seperti vitamin A, asam folat, ribovlafin, vitam B6, zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan sumber protein yang amat sangat tinggi.

Bukan hanya itu, kandungan yang terdapat dalam kuning telur pun tidak kalah menggiurkan dibandingkan dengan kandungan diatas. Dalam kuning telur terdapat kandungan vitam A, D dan vitamin E yang akan sangat baik bermanfaat untuk kulit. Dengan demikianlah jenis makanan yang satu ini akan sangat baik diberikan pada anak bayi guna memenuhi kebutuhan gizi dalam masa perumbuhannya.

Bila diberikan pada bayi, selain kaya akan nutrisi, tekstur yang lembut pada telur juga akan membuat bayi mudah mencerna jenis makanan yang satu ini sehingga akan lebih mudah untuk tubuh menyerapnya dengan baik.

Telur dapat mulai diperkenalkan pada bayi pada usianya yang mulai menginjak 6 bulan. Jenis makanan yang satu ini pun baik diberikan untuk makanan pendamping ASI. Pada saat memberikan telur sebagai makanan bayi, sebaiknya dahulukan memberikan kuning telur. Apabila muncul reaksi alergi, maka tunda pemberian telur sampai anak bayi berusia 1 tahun.

Memberikan telur pada bayi memang baik apalagi jika mengingat kandungan gizi dan vitamin yang ada didalamnya begitu melimpah. Akan tetapi, pada saat pertama kali menyajikan telur pada mereka, sebaiknya diperlukan perhatian khusus, sebab bila orangtua lalai dalam beberapa hal berikut ini, maka akibatnya bisa fatal. Untuk itu, mari kita ketahui panduan memberikan telur sebagai makanan bayi dibawah ini.


Panduan Memberikan Telur Sebagai Makanan Bayi

1. Berikan Pada Saat Anak Bayi Sudah Berusia 6 Bulan

Sama halnya dengan jenis makanan lainnya, telur mulai boleh diberikan pada anak bayi saat usianya 6 bulan. Hal ini dikarenakan, konsumsi makanan lain selain daripada ASI yang diberikan pada bayi dibawah usia 6 bulan akan membuat sistem pencernaan mereka dituntut untuk bekerja lebih berat. (Baca juga: Makanan Bayi 6 Bulan)

Selain itu, banyak pertimbangan lain yang perlu diperhatikan ketika memberikan makanan pada bayi dibawah usia tersebut, diantaranya adalah kesiapan tenggorokannya dan sistem lain yang dilibatkan pada saat bayi makan.

Tenggorokan yang belum siap menelan pada bayi akan membuat mereka kesulitan dalam mencerna jenis makanan pada lainnya. Alhasil kondisi ini akan lebih rentan membuat mereka tersedak dan akan berbahaya untuk kesehatannya.

Untuk itu, sebaiknya berikan telur pada saat usia anak sudah masuk usia 6 bulan. Dibawah usia ini, telur dan jenis makanan lainnya selain daripada ASI yang diberikan oleh ibunya, tidak diperkenankan diberikan lebih cepat.

2. Perhatikan! Putih Telur Adalah Salah Satu Penyebab Alergi

Meski berasa nikmat dan memiliki kandungan vitamin yang melimpah, akan tetapi telur juga bisa menjadi sumber masalah untuk pada penderita alergi. Sementara itu, untuk anak bayi yang baru pertama kali mencicipi telur, anda mungkin belum bisa menentukan apakah anak anda memiliki resiko alergi terhadap bahan makanan ini atau tidak.

Dengan demikian, pada saat memberikan telur sebaiknya dahulukan memberikan kuning telurnya. Bila anda mendapati sesuatu yang tidak beres, atau melihat tanda dan gejala alergi setelah si kecil diberikan telur, maka sebaiknya tunda memberikan telur sebagai makanannya hingga si kecil berusia 1 tahun.

Untuk mengganti jenis makanan pendamping lain, anda bisa memberikan bubur atau puree yang dibuat dari sayuran yang dihaluskan yang memiliki kandungan gizi yang tak kalah banyak dari telur agar kebutuhan gizinya dapat terpenuhi sehingga tumbuh kembangnya bisa berjalan dengan optimal .


3. Kenali Ciri-Ciri Alergi Telur

Penting sekali mengetahui tanda atau ciri dari alergi telur. Hal ini diperlukan guna mengenali tanda yang terjadi pada si buah hati yang mengalami alergi terhadap bahan makanan yang satu ini. Nah, untuk mengetahui tanda dan gejala dari alergi telur berikut ini adalah beberapa hal yang bisa diketahui.

  • Setelah bayi mengkonsumsi telur, akan timbul gatal pada bagian hidung dan keluarnya cairan dari bagian tersebut.
  • Mata bayi yang gatal dan juga disertai dengan berair. Kondisi ini umumnya akan bisa terlihat dari gerak bayi yang mulai melakukan gerakan tangan yang didekatkan pada matanya.
  • Timbulnya bengkak atau ruam merah pada tubuh. Saat ibu menemukan kondisi ini pada si bayi setelah ia mengkonsumsi telur, maka bisa jadi kondisi ruam yang muncul diakibatkan oleh alergi tubuhnya terhadap telur yang ia konsumsi.

Beberapa gejala diatas adalah kondisi dari tanda alergi tubuh terhadap telur. Untuk itu, sebaiknya segera periksakan kesehatan si buah hati ke dokter agar penanganan yang aman dan tepat bisa segera didapatkan.

4. Hindari Menyajikan Telur Setengah Matang Untuk si Buah Hati

Banyak orang yang lebih senang dengan penyajian setengah matang pada telur rebus. Telur yang disajikan dengan metode ini dianggap lebih nikmat dan lebih lezat, sehingga tak sedikit ibu yang masih keliru dengan menerapkan hal ini pada bayi mereka. Kegiatan makan pada si buah hati membuat ibu menyajikan hidangan telur setengah matang sebagai menu makannya.

Selain itu, telur setengah matang dengan kuning telur yang masih meleleh seringkali dianggap keliru dan memberikan manfaat yang lebih baik untuk si buah hati.

Akan tetapi sebaliknya, telur yang dimasak tidak matang atau setengah matang akan sangat berbahaya untuk ibu hamil dan juga bayi. Sebab dalam bagian telur yang belum matang, terdapat bakteri salmonela yang mungkin belum mati. Bakteri ini hanya akan dapat mati pada suhu 71 derajat Celcius.

Untuk itu, sebaiknya pastikan memberikan telur yang disajikan untuk buah hati anda dalam keadaan yang benar-benar matang. Bila anda menyajikan telur rebus, tingkat kematangan yang benar-benar baik adalah dengan merebuskan selama 8 sampai dengan 10 menit.


5. Waspadai Telur Mentah yang 'Tersembunyi'

Beberapa produk dengan kandungan telur mentah sebaiknya diwaspadai. Seringkali kita tidak sadar bahwa beberapa produk ini sebaiknya tidak diberikan pada bayi, mengingat kandungan telur mentah didalamnya. Beberapa produk yang memiliki kandungan mentah diantaranya adalah mayonaise dan es krim.

Keduanya memang bukanlah jenis makanan bayi, akan tetapi terkadang si kecil akan merengek meminta apa yang sedang dimakan oleh orang dewasa. Tak pelak, kita pun akan merasa tidak tega dengan mengabaikan resiko besar hanya demi membuat anak tidak lagi menangis, meskipun hanya memberikan mereka secuil saja.

Akan tetapi, demi kesehatan si bayi yang terjaga dengan baik sebaiknya tidak memberikan jenis makanan tersebut. Bila memungkinkan hindarkan mengkonsumsi jenis makan ini dihadapan mereka atau mintalah si kakak dan oranglain untuk tidak makan makanan jenis ini didahapan si kecil guna menghindari rengekan si bayi meminta makanan tersebut.

6. Batasi Jumlah Konsumsi Telur yang Diberikan

Biasanya melihat si kecil lahap memakan sesuatu, ibu akan dengan senang hati memberikan jenis makanan tersebut meski dalam jumlah porsi yang banyak. Apalagi jika makanan tersebut sudah bunda pahami sebagai makanan kesukaannya. Tiap kali diberikan makanan ini si kecil akan terlihat girang dan lahap memakannya. Sehingga orangtua pun akan dengan sengaja memberikan si kecil dengan jenis makanan tersebut meski waktu makannya belum tiba.

Akan tetapi pada telur, sebaiknya anda membatasi memberikan makanan yang satu ini. Hal ini dikarenakan pada telur terkandung kolesterol yang cukup tinggi. Batasan konsumsi kolesterol pada orang dewasa adalah 300 mg setiap harinya, sementara itu kandungan kolesterol dalam satu butih kuning telur bisa mencapat 186 atau hampir 3/4 dari batas konsumsi koleterol.

Untuk itu sebaiknya batasi bayi anda dari konsumsi telur terlalu banyak, guna mengindari kemungkinan obesitas atau kelebihan berat badan padanya. Bila pada orang dewasa maksimum batasan konsumsi telur perharinya adalah dua, maka pada bayi sebaiknya dibatasi 1-2 butir telur setiap minggunya.


7. Perhatikan! Merebus Telur Terlalu Lama dapat Mempengaruhi Nutrisinya

Bila telur direbus terlalu lama, maka seringkali kita akan melihat warna hijau atau garis keabu-abuan yang tercampur dengan warna kuning telur dan putih telur. Timbulnya warna ini dipengaruhi oleh kandungan zat besi dan sulfur yang ada pada telur apabila direbus dengan waktu yang berlebihan.

Rasa dari telur yang direbus terlalu matang memang tidak berbeda dengan telur yang direbus pas pada waktunya. Akan tetapi dalam hal ini kualitas protein didalamnya menjadi berkurang.

Untuk itu, atasi masalah ini dengan tidak merebus telur yang akan anda sajikan untuk si kecil dengan waktu yang terlalu lama. Lalu setelah selesai merebus telur, masukkan telur kedalam air dingin selama beberapa menit agar pada saat dihidangkan telur tidak lagi terlalu panas dan aman untuk si buah hati.

Cara Mengolah Telur Sebagai Makanan Pendamping ASI Untuk Si Buah Hati

Untuk dapat menyajikan telur sebagai MPASI si buah hati, sebenarnya ada cukup banyak cara yang dapat anda lakukan. Bahan makanan ini bisa diolah menjadi makanan lezat dengan tidak menghilangkan gizinya. Hanya saja, penambahan bumbu atau bahan makanan lain perlu diperhatikan betul, sebab anak bayi masih begitu sensitif terhadap bahan tambahan makanan lain.

Bukan hanya itu, sebaiknya penyedap rasa dan bahan bumbu lain tidak diperlukan, sebaiknya tidak diberikan. Cukup dengan memberikan garam sedikit saja anda akan bisa menyajikan hidangan olahan telur yang enak untuk buah hati anda.

Selain itu, mengetahui jenis dari metode mengolah telur akan menghindarkan buah hati anda dari rasa bosan menyantap makanan yang itu-itu saja.

1. Scrambled

Cara pengolahan telur yang pertama adalah dengan scrambled atau diorek. Metode yang satu ini bisa dilakukan dengan menggoreng telur dalam wajan namun tidak melibatkan banyak minyak dan diaduk sampai semua bagain telur tercampur. Perhatikan kembali sebaiknya masak sampai benar-benar matang agar aman untuk si buah hati.

2. Boiled

Metode yang kedua adalah dengan boiled atau dengan merebus telur ayam dalam air yang mendidih selama kurang lebih 10 menit sampai matang namun tidak berlebihan.

3. Mencampurnya dengan Bubur

Metode lain adalah dengan mengkombinasikan telur bersama dengan bubur yang akan disantap. Metode ini akan memudahkan si bayi mencerna dan menelan telur yang disantap.

Demikian beberapa hal yang dapat dilakukan pada saat anda hendak mengolah telur untuk dijadikan makanan bayi. Ingat dan perhatikan kembali telur adalah bahan  makanan yang baik dan bergizi untuk si buah hati. Manfaat ini akan bisa mereka dapatkan dengan baik bila ibu mampu memperhatikan aturan dan panduan dalam memberikan telur pada si buah hati.

Tips Pintar Terapkan Metode Baby Led Weaning Pada Bayi

Istilah Baby Led Weaning (BLW) mungkin sudah tak lagi asing untuk anda.

Dan bahkan mungkin sebagian ibu sudah mulai merencanakan untuk menerapkan metode ini pada buah hatinya, namun belum terlalu paham bagaimana cara terbaik mengaplikasikannya pada si kecil.

Ya, metode Baby Led Weaning atau sebuah pendekatan dengan membiarkan buah hati menyantap makanan bayi padatnya seorang diri adalah metode yang tengah trend dan ramai dibicarakan pada saat ini.

Metode ini dianggap sebagai salah satu pendekatan baik guna mengajarkan anak untuk bisa makan dengan mandiri sejak ia dini. Lewat metode ini anak-anak yang sudah siap diberikan makanan pendamping ASI akan dibiarkan memilih dan mengunyah sendiri makanan yang diambilnya tanpa ada campur orangtua dalam membantu anak mencerna makanan tersebut. Hanya saja, peranan orangtua dalam mengawasi dan mengontrol si buah hati akan menjadi hal pendukung yang amat dibutuhkan dalam hal ini.

Anak bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan memang sudah saatnya diperkenalkan pada makanan pendamping selain daripada ASI yang diberikan oleh ibunya (Baca: Makanan Bayi 6 Bulan). Hal ini dikarenakan pencernaan pada bayi sudah membuatnya siap mencerna jenis makanan lain yang lebih padat. Selain itu, usia 6 bulan membuat si bayi telah membutuhkan makanan dengan kandungan gizi yang lebih besar dengan rasa yang lebih enak. Sehingga demikianlah, pada usia ini ibu sudah mulai bisa memberikan mereka asupan makanan lain yang bergizi.

Akan tetapi, tidak mudah memang menerapkan hal ini pada si kecil. Apalagi bila anda adalah seorang ibu baru yang minim dengan pengalaman mengurus anak. Rasa khawatir dan besarnya cinta anda pada si kecil mungkin akan menjadi kendala yang cukup besar untuk anda membiarkan mereka makan sendiri dan mengunyah sendiri makanannya.

Sementara itu, anggapan anda yang mampu menyuapi dan melayani mereka dengan baik akan mungkin membuat anda merasa tidak tega pada mereka. Nah, sebagai bahan pertimbangan mari kita pahami lebih jauh apa itu Baby Led Weaning.


Pengertian Baby Led Weaning

Istilah Baby Led Weaning mungkin sudah banyak dikenali ibu-ibu perkotaan yang menginginkan anaknya menjadi lebih mandiri sejak ia masih kecil. Lewat metode ini si bayi dibiarkan untuk mengambil sendiri makanannya dan menikmati apa yang ia pilih.

Selain dapat mencicipi sendiri berbagai jenis makanan, si bayi pun memiliki semangat untuk mencoba makanan sehat. Adapun jenis makanan yang bisa disesuaikan dalam menerapkan metode ini pada si kecil adalah jenis makanan finger food, yakni makanan yang memungkinkan untuk diraih oleh tangannya yang mungil.

Metode ini lebih menekankan agar si bayi bisa makan sendiri apa yang menjadi pilihannya dan mengeksplor banyak hal dari apa yang ia pilih. Pada pokoknya, metode ini memungkinkan si bayi makan makanan padat untuk pertama kalinya oleh tangannya sendiri.

Tidak ada bubur, puree atau makanan halus yang diberikan lewat suap-suapan dengan menggunakan sendok. Melainkan si anak dibiarkan memilih sendiri makanan yang dihidangkan dan mengunyah sendiri makanan yang ia masukkan kedalam mulutnya.

Lantas apakah metode ini aman dan sehat untuk memperkenalkan makanan pada bayi? Para ahli menjawab ya. Sebuah penelitian menunjukan bahwa efek jangka panjang dari pendekatan metode ini akan dirasakan oleh si anak pada saat ia bernajak besar.

Selain itu metode ini mampu mengarahkan anak pada kebiasaan makan sehat dan penurunan balita obesitas dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak diberikan pendekatan metode ini pada saat orangtuanya memperkenalkan makanan pada mereka.

Selain itu, pendekatan yang memberikan keleluasan anak untuk memilih makanannya sendiri dengan mengatakan "ayo, silahkan makanlah, nak! dan menawarkan anak bayi untuk makan dengan menempatkan makanan tepat didepanya akan membuat mereka mendapatkan kontrol dari pross makanan.

Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menerapkan metode Baby Led Weaning pada si kecil.


Tips Pintar Terapkan Metode Baby Led Weaning Pada Bayi

Makan Bersama

Makan bersama dengan anggota keluarga adalah waktu yang sangat berharga, dimana ini pun bisa menjadi saat yang tepat untuk si bayi mengasah kemampuan BLW nya dengan baik. Tempatkan semua menu makan di meja makan dan minta semua orang bergabung untuk makan, termasuk menempatkan si kecil pada high chair-nya. Berikan ia makanan yang serupa dengan makanan anggota keluarga lainnya. Akan tetapi tentunya makanan tersebut adalah jenis makanan yang mudah di kunyah dan ditelan.

Sifat si kecil yang suka meniru, akan membuat ia merasa bersemangat makan sendiri. Selain itu, anda, pasangan dan si kakak pun akan merasa terhibur dengan hadirnya si kecil bersama dengan anda dan ketika mereka melihat cara makan si kecil, ini akan mungkin menjadi tontonan yang lucu.

Pilihan Makanan

Tidak terlau sulit memilih makanan untuk diberikan pada si kecil. Hal ini dikarenakan anak bayi tentunya belum mengetahui ragam dan jenis makanan yang "ia sukai" sehingga demikian ia mungkin belum mampu memilih makanan apa yang menjadi favoritnya, berbeda dengan anak balita yang cenderung lebih memilih makanan karena mereka sudah paham betul rasa apa yang mereka sukai.

Untuk itu, maka tidak ada salahnya anda memberikan semua jenis makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Beberapa makanan seperti wortel, brokoli dan semua jenis sayuran bisa ibu berikan untu mereka. Cara penyajiannya pun bisa dibuat dengan dikukus. Sehingga nantinya akan memungkinkan si kecil untuk lebih mudah mengunyahnya.

Sementara untuk buah-buahan seperti pisang atau pepaya, ibu bisa memotongnya dengan ukuran yang pas untuk jari-jari mungilnya sehingga nantinya akan lebih mudah untuk si kecil membawa dan memasukkannya kedalam mulutnya.

Tentu saja, janagn memotong makanan terlalu besar guna menghindari bahaya tersedak pada si kecil yang belum sempat mengunyah. Cukup potongan yang kecil yang muat di jari-jarinya akan mempermudah mereka mencerna makanan tersebut.


Berikan Beberapa Pilihan

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga senang diberikan banyak pilihan. Selain itu, pilihan yang beragam dalam memberikan makanan akan membuat si kecil leluasa untuk dapat menentukan apa yang akan ia santap. Selain itu, memberikan banyak pilihan juga dapat mengeksplor rasa dan tekstur yang baru untuk si kecil dan menghindarkan anak-anak dari kecenderungan menjadi pemilih makanan atau picky eater.

Untuk itu, jajarkan beberapa jenis makanan seperti sayur, buah atau jenis makanan lainnya yang aman. Ibu juga bisa memberikan mereka cemilan yang beragam, seperti biskuit, kue-kue atau makanan lain yang aman untuk mereka.

Aturan Menerapkan BLW

Asupan Gizi, Apakah Mencukupi?

Bayi yang sudah mulai terbiasa dan menikmati dengan Baby Led Weaning akan mencoba semua makanan yang dimakan oleh mereka yang lebih besar. Bila si bayi memiliki kakak yang lebih besar, maka sebaiknya pastikan bila si kakak tidak sembarang memakan snack atau makanan ringan dihadapan si kecil untuk menjaga-jaga si kecil mengkonsumsi makanan yang sembarang.

Selain itu, anda pun perlu memantau jenis makanan apa saja yang masuk ke mulut si buah hati. Jangan sampai tanpa sepengetahuan anda si kecil malah mengkonsumsi apa saja yang masuk kedalam mulutnya. Disamping itu, tetaplah memberikan ASI sampai usianya 2 tahun guna menjaga kekebalan tubuhnya.

Waktu yang Pas Menerapkan BLW

Biarkan buah hati anda makan sendiri ditengah-tengah sarapan dan waktu makan siangnya, serta pada sore hari sebelum menjelang makan malam. Jangan biarkan waktu BLW dilakukan pada saat si kecil benar-benar sedang lapar, karena bisa jadi si kecil malah mengamuk apabila jenis makanannya tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, seperti misalkan terlalu hambar atau mungkin terlalu keras.

Demikianlah beberapa hal yang dapat dilakukan dalam menerapkan metode pendekatan Baby Led Weaning atau BLW.

Metode Baru Perkenalkan MPASI Pada Bayi dengan Baby Led Weaning, Coba Terapkan Yuk Bun!

Bunda senang rasanya ya saat banyak perubahan dan hal baru terjadi dengan si buah hati.

Hal-hal ini seringkali menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap orangtua. Menjadi saksi sekaligus pendamping si buah hati dalam tumbuh kembangnya, tentu menjadi hal yang menyenangkan dan mendebarkan. Betapa tidak, rasanya hampir setiap saat bunda dikejutkan dengan perubahan dan tumbuh kembang si kecil yang semakin hari semakin tumbuh pesat. Hal inilah yang membuat ikatan orangtua bersama dengan si buah hati semakin erat dan tak terpisahkan.

Sejak dilahirkan ke dunia, si kecil terus bertumbuh menjadi seorang bayi lucu dengan segudang kemampuan yang akan siap dieksplor seiring dengan tumbuh besarnya yang begitu cepat. Bila sewaktu masih bayi gizi dan nutirisi yang diperlukan oleh si kecil hanya diperolehnya dari ASI, saat usianya udah cukup besar dan cukup siap, maka makanan pendamping ASI akan dapat ibu berikan pada mereka.

Ya, momen memberikan makanan pendamping ASI untuk pertama kalinya pada si buah hati, seringkali menjadi momen yang ditunggu dan begitu menggembirakan. Tak sedikit demi menyambut momen ini sebagian orangtua atau bunda bahkan telah mempersiapkan beberapa hari atau satu pekan sebelumnya dengan memilih jenis makanan apa yang akan diberikan pada si buah hati. Mulai dari memilih biskuit, buah-buahan sampai dengan cemilan yang akan dinikmati oleh si buah hati.

Semua hal tersebut tentunya dilakukan semata agar lidah si kecil bisa dimanjakan dengan hidangan yang enak dan cocok untuk perutnya yang masih begitu sensitif.

Meski sebagian ibu sudah paham betul kapan waktu yang tepat memperkenalkan bayi pada makanan pendamping ASI atau MPASI, namun tidak sedikit ibu yang masih kebingungan kapan seharusnya memberikan makanan tersebut pada bayinya, terutama untuk ibu baru yang masih minim dalam hal pengalaman.

Selain itu, kekhawatiran mereka dalam memberikan jenis makanan bayi seringkali menjadi pertanyaan besar yang cukup banyak dihadapi. Nah, untuk mengetahui kapan waktu yang cukup untuk memperkenalkan buah hati pada makanan pendamping ASI atau MPASI, maka kita simak penjelasan dibawah ini.


Kapan Sebaiknya Memperkenalkan Anak MPASI

Banyak orangtua yang merasa khawatir dan tidak percaya diri sewaktu memberikan makanan pendamping pada buah hatinya. Hal ini dikarenakan mereka belum merasa cukup yakin kapan waktu terbaik seharusnya memberikan makanan pada untuk buah hati mereka.

Bila bayi anda sudah memasuki usia 6 bulan, maka bunda sudah bisa bersiap-siap memperkenalkan makanan pendamping ASI pada si kecil. Lantas mengapa harus di usia 6 bulan?

Pada usia tersebut, sistem pencernaan pada bayi sudah lebih siap menerima asupan makanan lain selain susu dari ibunya. Sebaliknya, pemberian makanan lain sebelum si bayi menginjak usia tersebut, maka akan membebani sistem pencernaan bayi yang dituntut untuk bekerja lebih berat dalam mengolah makanan padat yang ibu berikan.

Memang betul, tidak semua bayi memiliki kesiapan sistem pencernaan untuk mengolah berbagai jenis makanan. Maka demikian, usia 6 bulan sebenarnya bukanlah patokan yang baku. Bunda dapat mengenal beberapa tanda pada si kecil apakah ia sudah siap menerima MPASI atau belum. Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini adalah tanda yang umum pada bayi yang dapat dijumpai apabila mereka telah siap mendapatkan makanan pendamping ASI (Artikel terkait: Makanan Bayi 6 Bulan).


Tanda-Tanda Bayi Sudah Siap Diberikan MPASI

  • Ketika Bayi Suda Mulai Dapat Menegakan Kepalanya

Pada umumya, kondisi seperti ini sudah mulai dapat dikuasai oleh bayi pada usia 4-5 bulan. Leher bayi sudah mulai menjadi lebih kuat dan mampu menegakkan kepalanya sendiri. Hal ini penting menjadi pertimbangan dalam hal kesiapannya mendapatkan makanan pendamping ASI, karena lehernya yang lurus akan memudahkannya pada saat menelan makanan.

Sebaliknya, apabila bunda belum mendapati si kecil mampu menegakan kepalanya sendiri dengan baik, sebaiknya niatan memberikan MPASI ditunda terlebih dahulu demi keselamatan dan kesehatannya.

  • Bayi Sudah Mampu Membuka Mulutnya Lebar-Lebar Saat Diberikan Sendok

Tanda lain yang juga bisa menjadi ciri bahwa bayi anda telah siap menerima MPASI adalah ketertarikannya pada saat diberikan sendok. Bila ia membuka mulutnya lebar-lebar, ini mungkin bisa menjadi pertanda bahwa si kecil telah siap mendapatkan makanan pendampingnya. Bayi dengan usia 6 bulan biasanya sudah mulai bertingkah seperti ia ingin mengikuti apa yang dilakukan oleh orangtuanya. Karena seringkali melihat kedua orangtua atau orang-orang sekitarnya makan dengan menggunakan sendok, maka ketertarikannya untuk melakukan hal yang serupa akan timbul pada si bayi.

  • Bayi Sudah Mampu Duduk di High Chair

High chair atau kursi khusus yang digunakan anak bayi sewaktu makan, bisa dijadikan tanda guna mempertimbangkan kesiapan bayi untuk diberikan MPASI. Sejak pertama ia diperkenalkan pada makanan pendampingnya, ia harus dibiasakan makan sambil duduk dan berada di lingkungan meja makan. Inilah tahap paling awal dalam mendidik anak untuk bisa makan bersama-sama dengan keluarga dalam satu meja makan yang sama.

Untuk itulah, hindari menyuapi buah hati di baby walker atau di tempat lainnya yang tidak memungkinkan si bayi bisa duduk dengan tegak. Bila bunda terbiasa melakukan hal ini, maka akan sulit nantinya untuk mendisiplinkan si buah hati bisa duduk bersama dengan anda dan keluarga.

  • Bayi Mulai Tertarik dengan Makanan yang Kita Konsumsi

Bayi yang sudah siap dengan makanan pendamping selain ASI yang diberikan oleh ibunya akan mulai menunjukan ketertarikannya dengan apa yang kita konsumsi. Ketika orang dewasa makan, maka akan terlihat perhatian si kecil yang mulai teralihkan pada orang tersebut. Ia akan memandangi suapan demi suapan saat orang dewasa makan. Bahkan bayi mungkin menunjukan sikap cemburu dengan merengek meminta mencicipi makanan yang kita makan.

  • Adanya Perubahan Pola Makan dan Pola Tidur

Bayi yang telah siap menerima MPASI umumnya akan membutuhkan makanan dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sebelumnya, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap pola makan dan juga pola tidurnya yang berbeda dari biasanya.

Misalkan, ia menjadi lebih banyak meminum susu dibandingkan dengan biasanya. Bila biasanya dalam sehari ia bisa meminum 5 kali dan sekali minum bisa menghabiskan 120 ml, namun pada saat ini jumlahnya menjadi lebih banyak, maka bisa jadi ia sudah mulai siap untuk menerima MPASI.

Nah, itulah dia beberapa tanda yang bisa jadi mengindikasikan bahwa si kecil sudah mulai membutuhkan MPASI. Pemberian makanan ini penting diberikan pada si buah hati dan sebaiknya lakukan dengan cermat dan hati-hati.


Mengenal Baby Led Weaning

Dalam hal memberikan makanan pendamping ASI pada si buah hati, saat ini tengah marak dan menjadi begitu populer mengenai metode yang diberikan pada si bayi. Adalah Baby Led Weaning (BLW) yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk sebagian bunda atau mungkin anda sudah pernah mendengar istilah yang satu ini.

Metode memperkenalkan MPASI pada bayi ini telah dicetuskan oleh Gill Rapley dalam bukunya yang berjudul sama. Pada intinya metode ini adalah sebuah metode yang memungkin bayi untuk dapat makan sendiri.

Nah, bila anda baru saja memiliki seorang bayi dirumah dan belum terlalu berpengalaman dalam hal mendidik dan mengurus seorang bayi, anda mungkin akan sedikit terkendala pada saat hendak menerapkan metode yang satu ini karena rasa tak tega dan tak kuasa membiarkan malaikat mungil anda melakukan kegiatan makannya seorang diri sementara anda bisa dengan mudah dan senang hati membantunya.

Belum lagi, pengalaman yang begitu minum tentu akan membuat ibu merasa tak kuasa membiarkan si kecil mengunyah makanan padat 'secepat' itu.

Padahal pada aturannya, usia anak yang sudah menginjak 6 bulan, sudah cukup memungkinkannya untuk dapat mencoba makanan yang lebih padat selain daripada air susu yang selama ini didapatnya dari sang ibu. Sebab anak-anak pada usia ini sudah sangat membutuhkan makanan dengan kandungan gizi yang lebih besar dengan rasa yang lebih enak.

Untuk itulah, sudah saatnya ibu memberikan makanan pendamping ASI pada si kecil dan menerapkan metode Baby Led Weaning padanya.


Lantas Apa Itu Baby Led Weaning?

Istilah Baby Led Weaning (BLW) mungkin sudah tidak terlalu asing bagi para bunda yang tinggal diperkotaan dan menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. Lewat metode ini, si bayi diarahkan untuk dapat mengambil dan memakan sendiri makanannya. Pada intinya tidak ada puree, bubur dan sejenisnya serta tidak ada pula metode suap-suapan dengan menggunakan sendok dalam metode ini. Melainkan si bayi diberikan makanan finger food dan dibiarkan menyantap makanannya sendiri.

Dengan begini, selain si anak akan dapat mencicipi sendiri macam-macam makanan yang ia pilih, si kecil pun memiliki semangat untuk mencoba banyak makanan sehat. Adapun jenis makanan yang cocok untuk metode Baby Led Weaning adalah finger food, yakni makanan apapun yang bisa 'dicomot' oleh tangannya yang mungil.

BLW adalah metode memperkenalkan pada bayi makanan padat dan menekankan anak untuk mengunyah sendiri makanan yang agak padat. Daripada menggunakan cara tradisioal dengan menyuapi si kecil lewat sendok. Kebanyakan orangtua menemukan bahwa di usia 6 bulan, bayi sudah mampu meraih makanan mereka pada waktu makan dan bahkan meniru mengunyah. Bahkan dengan menerapkan metode ini, si kecil pun akan lebih bersemangat untuk makan sendiri apabila ia melihat piring dan makanan kesukaanya berada dihadapannya.

Pendekatan BLW bisa dilakukan dengan mengatakan "Silahkan, makanlah sayang!" Menawarkan makanan pada si bayi dengan menempatkannya tepat dihadapan si kecil, diatas nampan high chairnya dan dibuat dalam potongan yang kecil agar memudahkan ia mencerna makanan tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa metode ini amat baik diterapkan pada si kecil dan memberikan bayi kontrol dari proses makan akan melibatkan indera dan meningkatkan pengalaman mereka.

Sementara itu bayi yang disuapi cenderung akan makan sampai ia selesai. Berbeda dengan pendekatan BLW dimana metode ini akan memungkinkan si anak untuk memutuskan kapan ia kenyang. Kesadaran penuh ini akan dapat dikatakan mampu memberikan anak pendekatan yang jauh lebih bahagia dan sehat dalam hal memilih makanan di kemudian hari daripada saat mereka disuapi.

Selain itu, langkah yang satu ini tentu akan menghindarkan anak dari resiko obesitas pada saat anak beranjak lebih besar. Membiarkan anak untuk mengatur makan mereka sendiri dan tidak menekan mereka untuk makan lebih banyak dari jumlah yang mereka butuhkan adalah hal yang amat penting dalam mendorong si buah hati untuk mengembangkan pola makan yang sehat untuknya.

Akan tetapi, tidak mudah memang menerapkan metode ini pada bayi dan mungkin anda pun tidak bisa mengharapkan terlalu besar jika anak anda akan mampu menguasai kemampuan makan sendiri dengan begitu cepat. Resiko yang anda dapatkan dari membiarkan anak menyantap makanannya sendiri selain dari kondisi yang berantakan, diantaranya adalah ketakutan bila si buah hati tersedak dengan makanan yang ia konsumsi. Akan tetapi, mari kita hadapi ketakutan tersebut.

Menyerahkan makanan pada bayi memang adalah prospek yang menakutkan sekaligus menjadi kekhawatiran yang besar untuk kita para orangtua. Akan tetapi sebuah studi mengungkapkan, bahwa metode Baby Led Weaning sebenarnya lebih aman, karena metode ini difungsikan guna mengajarkan si buah hati untuk mengunyah makanan yang baru dengan tekstur agak padat dengan tepat dan tehnik menelan adalah hal yang diperhatikan dalam hal ini. Dimana metode ini tentunya jauh lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan pendekatan makan dengan menggunakan sendok.


Pada saat diberikan bubur, bayi diajarkan untuk menghisap makanannya langsung dari sendok, kemudian belajar untuk menelan makanan tersebut. Akan tetapi, pada tehnik BLW si bayi akan diajarkan bagaimana menguyah makanan pertama yang ia cicipi, yang secara alami bergerak kebagian belakang tenggorokannya untuk kemudian ia telan dengan perlahan.

Bayi yang mendapatkan pelajaran BLW memberikan orangtua kontrol penuh dari apa yang mereka makan dan membatasi ketergantungan dan pengawet yang umum dtemukan pada makanan instan. Bukan hanya itu, metode pengenalan makanan pendamping ASI ini memungkin si kecil untuk mendapatkan berbagai variasi makanan yang tidak diawetkan atau dihaluskan.

Jika metode BLW memberikan manfaat yang besar untuk bayi, tidak sama halnya dengan orangtua yang akan cukup kerepotan dan mungkin anda akan stres dibuatnya. Apalagi metode ini akan membuat makanan yang anda sajikan pada si kecil cenderung membuat ruangan menjadi berantakan. Akan tetapi demi perkembangan anak, apa sih yang tidak kita lakukan sebagai orangtua, betul kan bun?

Pada tahapan awal menerapkan metode ini pada bayi, bunda mungkin akan mendapati meja menjadi berantakan dan makanan berserakan dimana-mana. Selain itu, saat menyantap makanan, si kecil akan mungkin terlihat kotor dengan noda makanan yang menempel pada baju dan juga wajahnya.

Hal ini tentunya wajar, mengingat si kecil belum paham betul bagaimana makan dengan cara yang baik dan tertata. Namun disinilah, momennya belajar perlahan namun pasti bunda akan dapat mengarahkan mereka untuk makan dengan lebih baik.

Selain itu, kotoran dan kondisi yang berantakan akan perlahan membuat bunda terbiasa dengan kondisi ini sehingga pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu bunda akan menemukan solusi sendiri bagaimana mengatasi kondisi tersebut. Seperti misalkan memberikan alas pada tempat makan si kecil atau memberikannya serbet dari kain untuk ditempelkan pada bajunya agar seselesainya ia makan, maka bunda bisa mencabut kain tersebut dan membersihkan wajah si kecil sehingga ia bisa kembali bersih.

Tips Menyimpan Makanan Bayi Agar Lebih Awet

'Gampang-gampang susah', itulah dia kalimat yang mungkin akan banyak disetujui para ibu yang memiliki bayi dirumah ketika harus mengurus makanan untuk diberikan pada bayi tercintanya. Jam makan yang terhitung lebih sering dibandingkan dengan orang dewasa membuat para ibu harus mau tidak mau tetap meracik dan menyiapkan makanan bayi ketika jam makannya tiba. Sebab daya tahan tubuh bayi terhitung lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa, untuk itu mengolah sendiri dan meracik sendiri makanan bayi tentunya akan lebih aman diberikan pada bayi. Sebab kita dapat mengontrol komposisi serta gizi harian yang dibutuhkan oleh bayi. ( Baca : Vitamin dan Nutrisi Tambahan Untuk Bayi )

Continue Reading

Memilih Jenis Makanan Sehat Untuk Bayi

Periode masa bayi merupakan periode emas. Artinya, masa tersebut merupakan masa dimana orang tua memiliki peluang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan buah hatinya. Hal ini dapat diwujudkan dnegan melakukan berbagai upaya. Seperti salah satunya adalah melalui pola asupan makanan bayi.

Continue Reading

Daftar Makanan Penambah Bobot Tubuh Bayi

Setiap orang tua tentunya menginginkan jika buah hatinya tumbuh aktif, cerdas dan sehat tanpa gangguan atau keluhan sedikitpun. Bayi dengan bobot tubuh yang tambun seringkali menjadi indikator bayi yang sehat. Selain itu, bayi dengan bobot tubuh yang besar kerap kali menggemaskan jika dilihat. Itulah mengapa banyak orangtua yang berlomba-lomba melakukan segala upaya demi untuk menaikan bobot tubuh bayinya.

Continue Reading

Kapan Bayi Boleh Diberi Ikan?

Setiap kondisi bayi berbeda-beda. Begitupula ketika anda memberikan Makanan Pendamping ASi (MPASI) pertama kalinya pada bayi. Ada bayi yang dapat menerima langsung dengan tekstur dan rasa yang baru adapula yang membutuhkan waktu adaptasi sehingga seringkali bayi menolak.

Continue Reading

5 Jenis Buah-Buahan pada Tahap Memperkenalkan MPASI

Buah merupakan sumber vitamin yang baik bagi bayi anda. Pada masing-masing buah memiliki kandungan vitamin yang berbeda-beda. Masing masing vitamin mempunyai manfaat bagi tubuh bayi. Meskipun pada dasarnya buah memberikan manfaat yang baik untuk bayi anda akan tetapi seringkali anda kebingungan dalam memberikan buah pada tahap memperkenalkan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Continue Reading

Makanan Padat Benutrisi dan Bergizi Untuk Bayi

Memberikan makanan padat pada usia yang tepat merupakan salah satu cara terbaik dalam memenuhi gizi yang dibutuhkan oleh bayi anda dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.Sehingga pada usia enam bulan, bayi tidak hanya membutuhkan ASI melainkan tambahan makanan untuk pendamping ASI. Meskipun pemberian ASI harus tetap berjalan hingga usia bayi anda dapat melepas ASI.

Continue Reading

Pilihan Makanan Bergizi Untuk Balita

Makanan merupakan unsur yang sangat penting untuk diperhatikan, makanan bayi sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis anak anda. Makanan yang bergizi yang anda berikan pada anak anda mampu mengoptimalkan kemampuan anak anda sesuai dengan usianya sedangkan untuk makanan yang tidak sehat hanya membuat kesehatan anak anda bermasalah.

Continue Reading

Kacang Polong Sebagai Sumber Protein Potensial Untuk MPASI

Pemberian kacang-kacangan pada makanan pendamping asi seringkali ditangguhkan dikarenakan dikhawatirkan bayi anda akan mengalami alergi pada jenis kacang yang diberikan. Padahal bagi anda yang tidak memiliki riwayat kesehatan di garis keturunan yang menyatakan alergi kacang, sebaiknya anda mencoba memberikan kacang minimal pada usia 6 bulan. Tentu saja pemberiannya harus dalam tekstur yang lembut dan disesuaikan dengan pencernaan bayi anda, sehingga bisa di jadikan sebagai makanan bayi 6 bulan.

Continue Reading

Meningkatkan Nafsu Makan Bayi dengan Variasi Makanan Bergizi

Seringkali bayi memainkan makanan yang sedang dikunyahnya, bahkan beberapa bayi menolak pemberian makanan pendamping ASI dan lebih memilih ASI saja sebagai sumber untuk mencukupi kebutuhan gizi harian. Kondisi seperti ini seringkali ditangkap oleh orang tua sebagai hilangnya nafsu makan bayi terhadap makanan terutama menu MPASI. Salah satu cara yang aman adalah dengan memvariasikan makanan untuk bayi anda sehingga mengenal berbagai jenis rasa. Memasuki usia 6 bulan, bayi tidak saja membutuhkan asi dalam melengkapi kebutuhan nutrisinya melainkan makanan pendamping asi yang dapat melengkapi kebutuhan nutrisi sesuai dengan perkembangannya. Pemberian ASI pada bayi yang telah mendapatkan MPASI disesuaikan dengan keinginan bayi, hal ini dikarenakan kandungan gizi pada asi sudah dapat dibantu dengan adanya MPASI.

Continue Reading

Tips Memilih Makanan untuk Balita yang Menderita Diare

Kondisi kesehatan bayi anda memang sangat diperhitungkan, perubahan kondisi dari keadaan biasanya sering kali membuat anda cemas. Begitu juga ketika bayi anda mengalami gangguan pencernaan yang berhubungan dengan buang air besar yang lebih sering atau dikenal dengan diare. Diare pada dasarnya bukan penyakit, melainkan salah satunya dikarenakan keracunan makanan. Bahkan beberapa bayi dapat mengalaminya secara berulang atau diare kronis yang akan mengakibatkan gangguan penyerapan nutrisi. Umumnya, anak yang mengalami diare sering kali disertai dengan muntah. Meskipun ini umum terjadi akan tetapi apabila dibiarkan akan menggangu kesehatan yang lebih kronis. Penting untuk membedakan antara muntah dan gumoh. Gumoh sering kali terjadi pada masa bayi yang disebabkan isi perut terlalu banyak menampung makanan sedangkan muntah adalah kelainan struktural yang ditandai dengan adanya dorongan kuat dari isi lambung. Bagi balita yang sedang menderita diare anda dapat memberikan pertolongan pertama berupa larutan oralit untuk mencegah dehidrasi pada balita, selain itu dikarenakan diare lebih banyak disebabkan keracunan makanan. Anda harus lebih selektif dalam memilih makanan yang tepat untuk balita yang menderita diare. (Baca juga: Makanan untuk bayi)

Continue Reading

Kenali Tahapan Ideal Pemberian Makanan Bayi

Proses penting dalam perkembangan bayi adalah dengan membiasakan pola makan yang baik dan sehat. Dua faktor penting dalam memperkenalkan makanan pada bayi adalah usia bayi dan jenis makanan yang diberikan. Hal ini terkait dengan waktu dan jenis yang tepat untuk mengurangi resiko kehilangan zat gizi bayi. Pemberian makanan kepada bayi diberikan secara bertahap dengan variasi bahan, rasa dan juga tekstur. Tahapan ideal dalam pemberian makanan bayi adalah sebagai berikut :

Continue Reading

Bolehkah Makanan Bersantan untuk Bayi?

Setelah usia bayi anda 6 bulan, pemberian makanan pendamping asi diberikan untuk memperkenalkan beberapa nutrisi yang terkandung di dalam bahan-bahan makanan, selain itu pemberian MPASI akan mengalami perubahan tekstur dari bubur saring menuju nasi sesuai dengan tahapan usia, hal ini penting untuk menyesuaikan pencernaan dengan usia bayi. Begitupula dengan memberikan beragam makanan bayi 6 bulan, meskipun sebaiknya anda selektif. Tidak saja selektif dalam memilih bahan makanan untuk bayi, anda juga harus memperhatikan tambahan (bumbu-bumbu) yang digunakan, pada awal pemberian MPASI tidak diperlukan tambahan gula dan garam dikarenakan terlalu banyak penyedap dalam MPASI akan mempengaruhi kondisi kesehatan bayi anda. Bagaimana dengan penambahan santan pada MPASI bayi? (Artikel lainnya: Makanan bayi)

Continue Reading

5 Tips Mengenalkan Finger Food Untuk Bayi

Pada saat bayi berusia 9 bulan, kebanyakan bayi telah mengembangkan keterampilan motorik halus mereka, gerakan yang tepat diperlukan untuk mengambil potongan-potongan makanan kecil dalam usahanya makan sendiri. Beberapa keterampilannya dalam memegang makanan akan berlangsung secara perlahan. Sebaiknya anda membiarkan usahanya sendiri agar terbiasa untuk memegang makanan tersebut.

Continue Reading

Pentingnya Mengatur Pola Makan sejak Bayi

Sebagai ibu mungkin anda akan merasa bangga ketika melihat si bayi tubuh dengan sehat. Berikan kebiasaan baik pada anak anda dengan memberikan pola makan sehat. Food Combining dapat membuat tubuh bayi anda bekerja dengan optimal. Kenapa demikian? Ada hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan pola makan pada anak. Salah satunya ialah kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung penyedap, bahan pengawet, dan pewarna. Makanan bayi yang harus dikaji ulang dan harus dipertahankan adalah sebagai berikut :

Continue Reading

Daging Merah untuk Makanan Bayi

Selain memiliki cita rasa yang enak, daging juga mengandung banyak manfaat. Namun apakah daging ini bisa jika diberikan pada bayi? Daging dapat diberikan kepada bayi sejak ia telah diberikan makanan pendamping oleh sang ibu. Namun, walaupun begitu mengingat daging ini memiliki begitu banyak protein yang jika tidak diperhatikan dapat membebani ginjal. Maka berikan secara bertahap sesuai dengan usia bayi.

Continue Reading

Bolehkah Gula dan Garam untuk MPASI?

Menurut hasil dari penelitian yang telah dilakukakan, menunjukan bahwa tidak perlu menambahkan garam pada makanan bayi. Bolehkah jika bubur bayi ditambahkan garam? Sebaiknya jangan! Sebab, bayi masih sangat sensitif terhadap garam. Tekanan darah bayi dapat melonjak tinggi, pada saat bayi menerima garam yang bersal dari makanannya. Dampak yang dirasakan itu berlangsung lama. Di tahun yang pertama, sebaiknya anda tidak sama sekali memberikan garam pada makanan bayi. Sebenarnya pada ASI, kacang-kacangan, sayur dan daging itu telah mengandung kadar garam yang alami demi mencukupi semua kebutuhan pada bayi.

Continue Reading

Mitos Tentang Makan Bayi

Beberapa ibu lebih memberikan makanan bayi yang instan dengan label gizi yang lengkap ketimbang membuatnya sendiri. Beberapa ibu merasa bahwa makanan pendamping ASI yang telah dikemas lebih praktis dan disukai oleh bayi. Padahal sebelum anda memilih makanan untuk bayi sebaiknya anda memperhatiakan piramida makanan begitu pula bila anda akan memberikan MPASI yang instan. Merawat bayi memang tidak lepas dari mitos diantaranya adalah mitos tentang makan bayi yang beredar di masyarakat, bahkan beberapa masyarakat masih mempercayainya.

Continue Reading

6 Tips Memperkenalkan Makanan Pada Bayi

Mengamati perkembangan bayi anda hingga kini beranjak memasuki fase baru dalam pertumbuhannya dimana bayi yang memasuki usia enam bulan dapat menerima makanan pendamping ASI. Pada usia enam bulan sistem pencernaannya telah sempurna sehingga mampu menerima asupan nutrisi selain dari ASI. Secara fisik bayi yang telah siap menerima makanan pendamping asi ditandai dengan kekuatan kepala yang sudah mulai stabil dalam posisi tegak kemuidan kemampuan menyimpan makanan di dalam mulut bayi yang kemudian ditelan dan biasanya sudah dapat duduk dengan bersandar, hal ini berhubungan dengan proses menelan yang baik dengan posisi yang tegak akan memudakan proses menelan pada bayi kemudian juga secara psikis bayi telah merasakan ketertarikan pada makanan tertentu dan tidak kenyang dengan asupan asi yang diberikan sehari. Meskipun bayi anda telah mendapatkan makanan bayi 6 bulan sebagai pendampinga asi akan tetapi beberapa hal harus anda lakukan diantaranya adalah dengan memberikan adaptasi pada saluran pencernaan bayi anda dalam menerima makanan yang kini dikonsumsi bayi.

Continue Reading

Pentingnya Sayuran Untuk Dikonsumi Anak

Ikan yang kaya omega 3 dan juga makanan lainnya yang bisa meningkatkan kecerdasan terhadap sang anak, tetapi disamping itu kita selaku orang tua sudah seharusnya anak-anak kita membiasakan makananan sayuran, karena sayuran dapat membuat perkembangan anak menjadi sangat baik, meskipun terkadang sayuran sangat tidak disukai oleh anak anak karena rasa, bentuk dan warna. Membiasakan dan memperkenalkan sayuran sejak usia dini nantinya akan terbiasa sampai mereka menjadi tumbuh dewasa karena dengan mengkonsumsi sayuran terdapat  kandungan zat-zat yang sangat baik dan juga dapat menurunkan resiko penyakit berat seperti jantung dan kanker

Ada 5 alasan kenapa anak harus mengkonsumsi sayuran :

Continue Reading

Makanan Bayi: Tips Aman Membuat Sendiri Makanan Bayi

Anda dapat dengan aman dan mudah membuat makanan bayi anda sendiri dengan sedikit waktu dan usaha. Makanan bayi buatan sendiri merupakan pilihan alternatif yang paling sehat dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan bayi yang sering diiklankan dan hasilnya adalah sebuah susunan makanan enak yang tidak dapat anda dapatkan ketika menggunakan kaleng-kaleng makanan yang diiklankan. Berbeda dengan yang orang kira sebelumnya, membuat makanan bayi sendiri ternyata sangat aman ketika anda mengikuti beberapa langkah-langkah yang mudah.

Continue Reading

Tips Mengatur dan Menyiapkan Makanan Sehat Bagi Bayi

Bayi memiliki perut yang masih kecil dan belum terlalu kuat. Setiap makanan yang masuk ke perutnya harus kita atur baik-baik. Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, antara lain usia si kecil, cara mengolah makanan, dan kandungan gizinya. Mari kita bahas satu persatu, dimulai dari usia bayi. Setiap tahapan usia bayi memiliki jenis makanan yang berbeda-beda. Pada usia 0-6 bulan, bayi hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan cair, yaitu ASI. Selanjutnya masuk usia 6-12 bulan, kita sudah boleh memberikan makanan lembut dan semi-padat seperti bubur dan pisang. Lepas usia satu tahun, kita sudah lebih leluasa memberikan variasi makanan kepada si bayi, misalnya potongan buah atau sayuran. Yang perlu diingat selalu perhatikan higienitas makanan tersebut.

Higienitas bisa didapat sejak Anda memilih bahan makanan si kecil. Akan lebih baik jika Anda memasak sendiri menu yang Anda sajikan untuknya. Bahan baku makanan bayi yang baik biasanya terdiri dari beras, ayam, daging, sayuran, dan ikan. Untuk ikan, pilih yang masih segar dan berwarna merah. Kemudian untuk sayuran, pilih juga yang masih segar dan warnanya cerah. Masak dengan cara dan rasa terbaik agar anak Anda menyukainya. Saat memasak, pastikan makanan matang sempurna agar segala kuman dan bakteri bisa mati. Namun juga jangan menggunakan api terlalu besar dan waktu terlalu lama karena makanan bisa menjadi lembek dan hilang nutrisinya.

Hal penting dalam menyiapkan dan mengatur makanan bayi, jangan pernah menambahkan bumbu penyedap atau MSG, tapi makanan bayi tetap harus memperhatikanan cita rasa bagi bayi.  Bahan ini bisa menimbulkan kerusakan fungsi otak. Setelah matang, biarkan panas makanan hilang lalu cicipi terlebih dahulu. Pastikan makanan yang masuk nyaman ditelan olehnya. Sedangkan jika Anda memilih makanan bayi instan, selalu periksa kemasan dan tanggal kadaluarsanya. Jangan memilih produk dengan kemasan rusak dan mendekati tanggal kadaluarsa. Jika Anda menyimpan makanan bayi yang sudah dimasak untuk diberikan lagi nanti, simpan di tempat yang bersih dan jauh dari bau menyengat. Jauhkan makanan bayi dari bau durian atau kopi yang bisa mempengaruhi aroma makanan.

Saat senggang, pelajarilah kandungan gizi makanan dalam kaitannya menyiapkan dan mengatur makanan bayi. Misalnya dengan mencari tahu kandungan gizi dari makanan instan bayi yang Anda sajikan. Anda bisa membaca label daftar gizi yang biasanya terdapat di bagian belakang produk tersebut. Hindari memilih makanan bayi yang mengandung banyak perasa buatan. Sedangkan untuk bahan makanan alami yang Anda masak sendiri, kandungan gizinya bisa diketahui dengan memahami prinsiap piramida makanan bayi. Piramida ini biasanya ada di buku panduan kesehatan bayi. Dengan gizi seimbang, tumbuh kembang anak Anda pun bisa maksimal.

  • 1
  • 2
Loading...

Populer di Dunia Bayi

1500+ Rangkaian Nama-Nama Bayi Laki-Laki Islami Modern

Mendapatkan kehamilan memang merupakan salah satu berkah yang luar biasa yang di berikan…

Nama-Nama Bayi Perempuan Islami

Nama adalah doa dan nama juga bisa menjadi pengharapan orang tua kepada anak. Oleh karena…

Cara Ampuh Menaikan Berat Badan Bayi

Pada umumnya bayi dilahirkan dengan berat badan dan ciri yang berbeda satu sama lainnya,…
Default Image

Bayi Muntah Setelah Diberi ASI

sumber : KuliahBidan Gumoh dan muntah sering kali terjadi hampir setiap pada bayi. Gumoh…
Default Image

Mengenal Tanda-Tanda Pertumbuhan Gigi Bayi

Setiap bayi akan memiliki masa pertumbuhan gigi yang berbeda-beda, namun biasanya awal di…

Follow us