Mencegah Bayi Lahir Cacat Dengan Menjauhi Beberapa Hal Ini

4.51/5 (76)

Mencegah Bayi Lahir Cacat  – Kehamilan ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan, khususnya untuk mereka yang baru menikah. Masa kehamilan merupakan saat dimana wanita memenuhi kodratnya sebagai seorang ibu. Bagi seorang wanita kehamilan menjadi masa-masa yang mendebarkan dan penuh tantangan. Selain memikirkan kesehatan diri sendiri, calon  ibu juga harus memikirkan kesehatan bayi yang dikandungnya.

Setiap orangtua tentu ingin anak yang dilahirkannya dalam keadaan sehat dengan fisik yang sempurna. Hanya saja, ada beberapa hal tidak terduga yang justru dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Mengetahui seperti itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kesehatan bayi dalam kandungan. Selain mengkonsumsi makanan bergizi dan rutin cek kandungan ke dokter, ibu hamil juga harus memperhatikan beberapa hal penting yang lainnya. Sebab, beberapa kebiasaan yang mungkin anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Nah, untuk mencegah bayi lahir cacat, anda harus menjauhi beberapa hal ini.

Mencegah Bayi Lahir Cacat Dengan Menjauhi Beberapa Hal Ini

Mencegah bayi lahir cacat

Selama masa kehamilan, ibu hamil dituntut untuk menjaga kesehatan kehamilan. Agar bayi lahir sehat dan sempurna dan sebagai upaya mencegah bayi lahir cacat, beberapa hal di bawah ini harus dihindari.

Merokok dan Mengkonsumsi Alkohol

Seperti yang kita ketahui, beberapa hal selama kehamilan harus dihindari, salah satunya merokok dan mengkonsumsi alkohol. Merokok atau mengkonsumsi alkohol selama kehamilan akan berdampak negatif pada kehamilan dan janin yang anda kandung. Hal tersebut akan menyebabkan cacat lahir pada janin.

Ibu perokok memiliki risiko yang tinggi melahirkan bayi dengan mata juling atau strabismus. Sedangkan ibu yang merokok saat usia kehamilan trimester pertama kehamilan, bayi yang dilahirkan lebih mungkin mengalami cacat jantung dan paru. Selain itu, merokok selama sedang mengandung juga akan berdampak permanen terhadap fungsi otak.

Sedangkan jika anda mengkonsumsi alkohol selama kehamilan, bayi yang dilahirkan akan mengalami fetal alcohol syndrome, keadaan cacat lahir permanen. Seperti misalkan bayi mengalami kelainan pada bentuk wajah, rusaknya sistem saraf pusat atau kelainan jantung. ( Baca juga : Mengapa Terjadi Plasenta Berkapur? )

Stres

Setiap orang pastinya pernah mengalami stres, tidak terkecuali ibu hamil. Biasanya ibu hamil memiliki banyak tekanan terhadap kehamilannya yang akan menyebab setres. Ketika stres maka tubuh akan memproduksi hormon kortisol dan hormon stres lainnya. Jika stres berlangsung lama dan terus menerus maka akan memicu terjadinya peradangan kronis yang akan berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan, serta masalah perkembangan janin dalam kandungan. Berdasarkan penelitian, stres saat hamil akan meningkatkan risiko bayi lahir prematur, gangguan pertumbuhan saraf otak dan berat lahir rendah.

Diet

Janin yang anda kandung membutuhkan asupan nutrisi. Jika anda sengaja mengurangi porsi makan atau membatasi makaan yang memang diperlukan untuk tujuan diet, maka akibatnya asupan nutrisi untuk janin akan berkurang, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya akan terhambat.

Namun makan terlalu banyak juga tidak baik. Seperti misalkan kelebihan konsumsi vitamin A jenis retinoat akan menyebabkan cacat lahir pada bayi, termasuk cacat tengkorak, bentuk wajah, gangguan sitem saraf dan cacat jantung.

Sangat penting selama kehamilan untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan anda mengenai pola makan yang sehat selama kehamilan. ( Baca juga : Mengapa Diet Buruk untuk Wanita Hamil )

Beraktivitas Terlalu Berat

Melakukan aktivitas fisik dan olahraga memang tidak boleh dihindari oleh ibu hamil agar kebugaran tubuhnya tetap terjaga. Ibu hamil yang sering melakukan olahraga akan melahirkan anak cerdas. Hanya saja, olahraga yang dilakukan tentu olahraga yang aman dan ringan untuk ibu hamil. Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat akan menempatkan stres pada janin dan tumbuh kembang janin terpengaruh.

Anda dapat melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter tentang aturan olahraga yang aman untuk ibu hamil agar tidak mengganggu kehamilan anda.

Mengkonsumsi Obat-Obatan Bebas

Saat hamil anda tidak boleh sembarangan minum obat. Sebab saat hamil obat yang anda minum dapat terminum oleh janin yang anda kandung karena akan terserap dalam saluran plasenta, seperti misalkan obat nyeri aspirin dan ibuprofen. Kedua jenis obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, apalagi saat trimester pertama dan akhir. Kedua jenis obat ini akan meningkatkan risiko perdarahan selama melahirkan dan keguguran. Tidak hanya itu, kedua obat ini juga akan menyebabkan ductus arterious, keadaan cacat jantung dimana pembuluh darah jantung pada janin salah satunya tidak menutup sempurna.

Selain itu, anda juga harus menghindari penggunaan dekongestan pada trimester pertama yang diperuntukan untuk mengobati hidung tersumbat karena pilek. Pasalnya, pembentukan dinding perut janin akan terganggu. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai obat-obatan yang pernah atau yang akan anda konsumsi.

Makan Sembarangan

Selama kehamilan anda tidak boleh makan sembarangan. Makanan yang tidak dimasak atau setengah matang bisa saja mengandung parasit yang berbahaya untuk kesehatan. Bisa saja parasit yang terdapat pada makanan tersebut melewati saluran plasenta dan akan menggerogoti tubuh bayi dalam kandungan yang sedang berkembang. Oleh karena itu, untuk mencegah bayi lahir cacat anda harus memperhatikan pola makan.

Terpapar Zat Beracun

Zat kimia dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi seperti insektisida, pelarut organik, cat dan zat kimia yang lainnya. Selama kehamilan anda harus menghindari zat-zat berbahaya tersebut.

Konsumsi Seafood

Ikan laut mengandung logam merkuri yang cukup tinggi. Jika anda mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi oleh merkuri maka kandungan ASI yang diproduksi selama kehamilan atau menyusui dapat terpengaruh. Selain itu merkuri yang terkandung dalam seafood yang masuk ke dalam tubuh dapat merusak sistem saraf dan perkembangan otak bayi ketika dalam kandungan.

Untuk konsumsi ikan laut, anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mengenai banyaknya dan jenis ikan apa saja yang boleh dikonsumsi.

Melakukan Kontak dengan Hewan

Selama kehamilan penting bagi ibu hamil untuk menghindari atau tidak melakukan kontak dengan hewan. Pasalnya, beberapa hewan menjadi inang dari bakteri, virus atau parasit yang dapat membahayakan kandungan. Seperti misalkan, kucing adalah hewan yang menjadi inang dari parasit toxoplasma yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat. ( Lihat juga : Pengertian TORCH Berikut Pencegahannya )

Hindari Paparan Radiasi

Menghindari paparan radiasi juga harus ibu lakukan. Paparan radiasi nuklir dan sinar X akan mengakibatkan kelainan kongenital.

Konsumsi Junk food

Junk food atau makanan cepat saji disukai karena ekonomis dan praktis. Namun, makanan ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena akan berpengaruh untuk ibu maupun bayi yang dikandung. Dalam junk food terkandung zat aditif yang akan membuat siapa saja yang mengkonsumsinya ketagihan. Zat adikitif tersebut tidak baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, apalagi untuk otak karena beresiko IQ rendah ketika besar dan menjadi anak yang hiperaktif.

Demikian beberapa hal yang harus dihindari untuk mencegah bayi lahir cacat. Agar janin yang anda kandung tetap sehat hingga melahirkan nanti, maka anda harus menghindari beberapa hal di atas. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel