Ciri-Ciri Bayi Tidak Berkembang Dalam Kandungan

4.63/5 (167)

Ciri-Ciri Bayi Tidak Berkembang Dalam Kandungan – Mendengar kabar kehamilan tentu menjadi hal yang membahagiakan untuk orangtua. Setiap orangtua pastinya ingin bayinya tumbuh dan berkembang dengan baik ketika dalam kandungan, sehingga saat waktunya dilahirkan ke dunia menjadi anak yang sempurna dan sehat. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya dari awal kehamilan hingga menjelang persalinan karena berbagai masalah kehamilan mungkin bisa saja terjadi, termasuk keadaan janin tidak berkembang.

Keadaan janin tidak berkembang atau berhenti berkembang disebut dengan istilah IUGR atau (Intrauterine Growth Restriction). Jika keadaan ini dibiarkan dan terus berlanjut maka akan memicu terjadinya keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Lantas apa saja ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan?

Ciri-Ciri Bayi Tidak Berkembang Dalam Kandungan

Ciri-Ciri Bayi Tidak Berkembang Dalam Kandungan

Bayi tidak berkembang dalam kandungan umumnya dapat terdeteksi saat usia kandungan satu hingga tiga bulan melalui USG atau tes lainnya. Dengan prosedur tersebut anda bisa tahu perkembangan bayi dan kemungkinan bayi berhenti berkembang. Berikut ini ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan. ( Baca juga : Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO) )

Bayi Tidak Bergerak

Ibu hamil akan mulai merasakan gerakan pada perut saat usia kehamilan dua bulan. Jika pada awalnya ibu hamil merasakan gerakan bayi yang teratur, namun kemudian tidak menunjukan gerakan maka bisa saja itu pertanda atau sebagai ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan. Saat anda mengetahui keadaan ini sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memastikannya. Baca juga: Bagaimana Mengenali Ciri-Ciri Orang Hamil? Ini 27 Tanda Umumnya

Hasil USG yang Tidak Normal

Dengan melakukan USG maka anda bisa mengetahui ukuran bayi, posisi dan perkembangan secara keselurhan bayi. Dengan cara ini juga bisa mengetahui terjadinya cacat lahir sehingga dapat membantu dokter dalam menentukan perkiraan kelahiran. Hanya saja pada kasus bayi tidak berkembang, hasil dari USG pada trimester pertama dan kedua tidak memperlihatkan adanya perkembangan pada bayi.

Menurunnya Kadar HCG

HCG atau human gonadoptropin merupakan hormon yang diproduksi saat masa kehamilan. Kadar HCG akan terus mengalami peningkatan dari usia 9 sampai 16 minggu. Keadaan ini akan menandakan bahwa kehamilan ibu berjalan dan berkembang dengan normal. Hanya saja, pada kasus bayi tidak berkembang, kadar HCG akan lebih rendah dari kadar seharusnya. Jika keadaan ini terus terjadi, maka kemungkinan bayi dalam kandungan anda berhenti berkembang.

Jantung Bayi Berhenti Berdetak

Dengan prosedur doppler flow, terdengarnya detak jantung bayi dalam kandungan yaitu saat minggu kesembilan atau kesepuluh. Apabila pada tes pertama detak jantung bayi kurang terdengar, kemudian pada tes selanjutnya detak jantung tidak terdengar kemungkinan bayi mengalami IUGR. Namun disamping itu, ada hal lainnya yang dapat menyebabkan hal tersebut, yakni penempatan plasenta atau posisi bayi.

Pada beberapa kasus, bayi bisa selamat karena tidak sepenuhnya berhenti berkembang, namun bayi mengalami keadaan terlembat berkembang. Berat badan bayi diperkirakan di bawah persentil ke-10, yakni kurang dari 90% berat bayi pada usia yang sama. Selain itu, bayi akan memiliki kulit pucat, tipis, kering dan longgar. Bahkan tali pusat yang dimilikinya juga akan terlihat kusam dan tipis, berbeda halnya dengan tali pusat normal.

Tanda Bayi Tidak Berkembang Pada Ibu Hamil

Selain mengetahui dari dalam kandungan, anda bisa melihat tanda bayi berhenti berkembang pada ibu hamil. Inilah beberapa tanda IUGR pada ibu hamil.

Demam

Demam merupakan keadaan normal dan alami saat tubuh melawan infeksi. Hanya saja, demam yang terjadi selama masa kehamilan dapat menandakan adanya masalah, salah satunya yaitu sebagai tanda keguguran.

Gejala Morning Sickness Berkurang

Keadaan morning sickness yang dialami oleh ibu hamil saat trimester pertama normal terjadi. Morning sickness merupakan keadaan mual dan muntah yang ibu hamil alami. Namun, anda perlu waspada jika gejala morning sicknes berhenti sebelum trimester berakhir, karena bisa saja menjadi tanda bayi dalam kandungan tidak mengalami perkembangan sehingga kadar HCG menurun.

Kram

Kram yang dialami oleh ibu hamil merupakan keadaan normal dan menjadi tanda bahwa bayi dalam kandungan berkembang. Hanya saja, jika keadaan kram terus meningkat atau bahkan tidak hilang seiring dengan berjalannya waktu, maka keadaan ini bisa menunjukan bahwa bayi dalam kandungan perkembangannya berhenti.

Payudara Tidak Sensitif

Payudara biasanya akan menjadi sensitif pada beberapa bulan pertama kehamilan. Akan tetapi, payudara akan menjadi tidak sensitif pada ibu dengan bayi dalam kandungan tidak berkembang. Bahkan ukuran payudara ibu mengecil. Keadaan ini disebabkan karena hormon yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan bayi telah berhenti.

Perut Tidak Bertambah Besar

Seiring bertambahnya usia kehamilan, maka perut ibu hamil akan menjadi lebih besar. Ukuran perut yang tidak bertambah dapat menjadi penyebab bayi tidak berkembang dalam kandungan. Karena itulah, ketika anda melakukan pemeriksaan kehamilan dokter atau bidan selalu mengukur perkiraan tinggi rahim dan lingkar perut anda. Tinggi rahim dan lingkar perut anda harus bertambah jika bayi dalam kandungan berkembang dengan baik. ( Lihat juga : Mengetahui Tanda-Tanda Kehamilan Kosong )

Cairan Ketubah Keluar

Cairan ketuban keluar sebelum waktunya dapat menjadi pertanda bahwa bayi dalam kandungan berhenti berkembang. Bayi yang sehat dalam kandungan akan dikelilingi oleh air ketuban. Saat air ketubah keluar maka itu artinya kantung yang menahan air ketubah telah pecah.

Penyebab Janin Tidak Berkembang

Bayi dikatakan IUGR jika pertumbuhan dalam kandungan tidak sesuai dengan usia kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran usia kehamilan tersebut. Bayi dalam kandungan tidak tumbuh dengan baik mungkin karena tidak mendapatkan oksigen atau nutrisi yang diperlukan untuknya berkembang. Nah, berikut ini beberapa penyebab umum bayi tidak berkembang dalam kandungan.

Keadaan Medis Ibu

Bayi dalam kandungan dikatakan mengalami IUGR atau terlambat berkembang karena keadaan medis ibu hamil seperti penyakit ginjal, jantung, paru-paru, anemia sel sabit, mengalami gangguan pembekuan darah atau diabetes. IUGR juga bisa terjadi pada janin jika ibu hamil mengalami preeklampsia yang terjadi selama kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis atau mengalami kedua keadaan ini sekaligus.

Mengalami Kelainan Pada Plasenta

Plasenta merupakan organ yang memiliki tugas untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi untuk janin ketika dalam kandungan. Apabila plasenta bentuknya tidak sempurna atau ukurannya kecil dibandingkan seharusnya, maka akibatnya organ ini tidak akan menjalankan fungsinya dengan baik. Dimana keadaan inilah yang memungkinkan terjadinya IUGR, karena janin dalam kandungan mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen. Akibatnya janin tidak akan berkembang seharusnya.

Selain itu, ada beberapa faktor yang diduga dapat menjadi penyebab IUGR seperti berikut:

  • Merokok dan konsumsi obat-obatan terlarang
  • Kehamilan kembar dua atau lebih
  • Mengalami infeksi tertentu seperti rubella, toksoplasmosis atau cytomegalovirus (CMV)

Jika ibu atau janin dalam kandungan mengalami beberapa ciri-ciri bayi tidak berkembang dalam kandungan seperti di atas, maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan kandungan pada dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat terkait keadaan ini.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel