Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Terinfeksi Virus Corona?

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Jika Terinfeksi Virus Corona? – Saat ini masyarakat tengah diselimuti oleh kekhawatiran akibat wabah virus Corona. Virus ini menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gejala yang mirip seperti flu biasa, namun akibatnya fatal. Namun, umumnya ada 3 gejala umum yang menandakan bahwa seseorang terpapar virus Corona, yaitu Demam dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, batuk, sesak napas.

Infeksi virus Corona disebut dengan COVID-19, dimana untuk pertama kalinya ditemukan di Wuhan, Cina. Bahkan saat ini sudah menyebar ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO), virus Corona atau COVID-19 bisa menular melalui seseorang yang sudah terinfeksi oleh virus Corona. Penyakit dapat menyebar dengan mudah melalui tetesan kecil dari mulut atau hidung pada saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Tetesan kecil tersebut dapat mengenai permukaan atau benda. Kemudian disentuh oleh orang sehat, lalu orang tersebut menyentuh hidung, mulut dan mata. Atau pada saat tetesan tersebut dihirup seseorang yang berdekatan dengan orang yang sudah terinfeksi virus Corona.

Ketika terinfeksi virus Corona, reaksi tubuh yaitu membentuk daya tahan tubuh untuk melawan virus. Apabila sistem kekebalan tubuh kuat, virus akan kalah. Hanya saja, pada seseorang dengan daya tahan tubuh yang lemah, virus Corona akan susah dilawan yang mengakibatkan munculnya gejala yang berat, bahkan komplikasi.

Kondisi Tubuh Jika Terinfeksi Virus Corona

Apa yang Akan Terjadi Ketika Virus Corona Menginfeksi Tubuh?

Ketika masuk ke tubuh, virus Corona menempel pada dinding sel saluran pernapasan, serta paru-paru. Kemudian akan masuk ke dalamnya dan berkembang biak. Sistem kekebalan tubuh akan mendeteksi proses tersebut. Setelah itu, sistem imun tubuh atau sistem kekebalan tubuh akan bereaksi. Caranya dengan mengirimkan sel darah putih, serta antibodi akan terbentuk untuk dapat melawan virus.

Pada saat tubuh melawan virus Corona, akan timbul beberapa gejala, misalkan demam. Gejala terinfeksi virus Corona akan muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah seseorang terinfeksi oleh virus Corona.

Reaksi sistem imun tubuh pada beberapa orang yang terinfeksi virus Corona akan berhasil dalam melawan virus. Efeknya gejala yang muncul akan mereda dan penderitanya akan sembuh sendiri. Hanya saja, jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat dalam melawan infeksi virus Corona atau bahkan melakukan reaksi yang berlebihan, maka orang yang terpapar virus ini akan menunjukan gejala COVID-19 yang lebih berat, yakni demam dan napas sesak atau bahkan bisa mengalami rusaknya organ. Kondisi ini akan lebih berisiko terjadi pada orang dengan penyakit penyerta sebelumnya seperti misalkan kanker, diabetes dan HIV, serta orang lanjut usia.

Komplikasi Infeksi Virus Corona

Infeksi virus Corona pada sebagian penderita tidak mengalami gejala atau gejala yang muncul yaitu gejala ringan dan sembuh dengan sendiri. Namun, ada juga yang mengalami gejala parah atau bahkan sampai muncul komplikasi. Nah, berikut ini beberapa komplikasi akibat infeksi virus Corona.

Gangguan Pada Pernapasan

Komplikasi akibat virus Corona yang sering terjadi yaitu gangguan pada sistem pernapasan, seperti gagal napas dan pneumonia. Kondisi ini akan terjadi pada saat terjadinya peradangan pada jaringan paru-paru, serta dipenuhi oleh cairan, akibatnya proses pernapasan akan terganggu.

Ketika penderitanya mengalami komplikasi ini,  kekurangan oksigen akan dialami. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan banyak pasien COVID-19 memerlukan bantuan pernapasan seperti pemberian oksigen atau ventilator.

Gangguan Pada Jantung

Kerja jantung akan menjadi berat karena infeksi virus Corona. Untuk seseorang yang mempunyai riwayat masalah jantung seperti gagal jantung dan penyakit jantung akan berbahaya. Menurut beberapa studi, risiko kematian yang disebabkan oleh COVID-19 lebih tinggi pada penderita dengan riwayat penyakit jantung, dibandingkan dengan orang yang sebelumnya dalam kondisi sehat.

Ginjal dan Hati Mengalami Gangguan

Menurut beberapa laporan kasus infeksi virus Corona, menyatakan bahwa penderita dengan gejala parah sebagian bisa mengalami gangguan pada fungsi ginjal serta mengalami gagal hati. Penyebab komplikasi ini sampai saat ini masih belum diketahui. Hanya saja, diduga hal yang menjadi salah satu penyebabnya yaitu karena reaksi kekebalan tubuh pada virus Corona.

Tidak hanya komplikasi di atas saja, namun orang yang terinfeksi virus Corona juga memiliki risiko mengalami sepsis. Penderita COVID-19 dengan kondisi yang lemah, serta lama dirawat di rumah sakit mudah terjadi mengalami kondisi ini.

Kondisi sistem imun tubuh yang kuat akan dapat membantu memerangi virus Corona, sehingga efeknya gejala infeksi virus Corona yang muncul akan ringan kemudian penyakitnya akan sembuh sendiri. Sebaliknya, apabila kekebalan tubuh lemah dan tidak dapat melawan virus Corona, maka gejala COVID-19 berat akan muncul, bahkan berisiko mengalami komplikasi.

Selain melakukan langkah pencegahan supaya tidak tertular virus Corona, seperti rutin mencuci tangan dengan air dan sabun, tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor, menjaga jarak aman, tidak mengunjungi negara atau daerah yang terjangkit virus Corona dan lain sebagainya, kita juga perlu memperkuat sistem imun tubuh.

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh

Beberapa langkah berikut ini bisa dilakukan untuk membantu menjaga sistem imun tubuh.

Mencukupi waktu tidur. Tidur mempunyai hubungan erat dengan sistem imun tubuh. Tidur yang cukup akan membantu menjaga sistem imun tubuh. Sedangkan jika tubuh kurang tidur efeknya akan membuat sistem imun turun. Oleh karena itu, sangat penting untuk senantiasa memenuhi waktu tidur dalam setiap harinya.

Konsumsi makanan sehat.  Untuk menjaga sistem imun tubuh, anda harus mengonsumsi nutrisi yang cukup. Anda bisa mengonsumsi daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan biji-bijian. Mengonsumsi makanan dengan kandungan antioksidan dapat membantu melawan radikal bebas. Jika pada tubuh banyak radikal bebas, maka sistem imun akan terganggu.

Olahraga. Menurut sebuah studi menemukan bahwa melakukan latihan yang cukup akan dapat membantu regenerasi sel imun, dan peradangan pada tubuh akan berkurang.

Baca juga : Manfaat Rajin Olahraga

Hentikan kebiasaan merokok. Merokok memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Meroko akan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit paru, jantung koroner dan kanker paru. Selain itu, rokok juga akan dapat mengganggu sel imun. Bahkan ahli menyebutkan bahwa kebiasaan merokok akan membuat risiko komplikasi COVID-19 meningkat.

Mengendalikan stres. Stres memiliki kaitan dengan sistem imun tubuh. Stres dalam jangka panjang akan dapat membuat fungsi sel imun tidak seimbang, dan memicu terjadinya peradangan. Untuk mengendalikan stres ada banyak cara yang bisa dilakukan seperti melakukan olahraga ringan, meditasi atau melakukan kegiatan yang menyenangkan.

Berjemur. Kita telah mendengar banyak anjuran berjemur. Sinar matahari diketahui akan memberi energi sel imun, yaitu sel T. Selain itu, dengan berjemur sebentar akan membuat mood anda menjadi lebih baik.

Menjaga daya tahan tubuh sangat penting untuk mencegah virus Corona. Beberapa langkah di atas bisa anda lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat. Pastikan anda melakukan konsultasi dengan dokter jika hendak mengonsumsi suplemen tertentu.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply