data-ad-format="auto"

Apakah Pengapuran Tulang Sama Dengan Pengeroposan Tulang?

Benarkah pengapuran tulanng sama dengan pengeroposan tulang? Hal ini dikarenakan akhir-akhir ini banyak sekali yang beranggapan bahwa pengapuran tulang sama dengan pengeroposan tulang. Lantas, apakah pernyataan tersebut benar ataukah tidak? Untuk mengetahui lebih jelasnya, yuk kita simak saja beberapa penjelasan di bawah ini!

Dalam dunia media, pengeroposan tulang disebut dengan istilah osteoporosis. Hal ini dikarenakan pengeroposan tulang terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang. Sedangkan pengapuran tulang ataupun sendi kerap disebut dengan istilah osteoathritis. Ini tentunya dikaitkan dengan adanya peradangan sendi yang terjadi akibat bantalan pada ujung tulang menjadi semakin menipis seiring dengan berjalannya waktu. Pengapuran tulang terjadi diantara bagian tulang dan juga di sekitar sendi tersebut.

Perbedaan Antara Osteoporoiss dan Osteoarthritis

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas bahwa tentunya ada perbedaan yang mendasar antara osteoporosis dengan osteoarthritis? Tentunya, kita harus mengenal terlebih dahulu apa definisi dari keduanya.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Apa itu Osteoporosis?

Osteoporosis ialah suatu penyakit dimana adanya pengurangan kepadatan tulang sehingga sangat berisiko patah tulang. Kondisi ini tentunya dapat disebabkan oleh kurangnya aktivitas olahraga yang dilakukan untuk memperkuat struktur sendi dan juga otot. Selain itu, kepadatan tulang yang menurun dapat disebabkan oleh kekurangan gizi, perubahan hormon pada wanita menjelang menopause dan juga adanya efek samping dari sejumlah obat-obatan tertentu.

Penyebab Penyakit Osteoporosis

Berbagai penyakit tidak dapat muncul dengan begitu saja. Tentunya, ada beberapa penyebab yang dapat mengindikasi penyakit osteoporosis dialami oleh sebagian besar orang. Perlu Anda ketahui bahwa penyebab penyakit osteoporosis tidak datang secara tiba-tiba, melainkan terjadi setelah lama penyebab penyakit osteoporosis tersebut ada di dalam tubuh kita. Beberapa penyebab osteoporosis tentunya dapat berkaitan langsung dengan gaya hidup yang Anda lakukan diantaranya:

Merokok dan minum alkohol

Merokok dan alkohol tentunya menjadi salah satu kebiasaan yang biasa Anda lakukan dan terasa wajar untuk dilakukan. Merokok dan alkohol tentunya menjadi salah satu faktor penyebab osteoporosis yang sering terjadi, meskipun memang banyak orang yang meragukan akan hal ini. Pasalnya, sebagian besar perokok berat justru tidak mengalami penyakit tersebut. Dalam rokok tentunya ada kandungan yang cukup berbahaya yang tentu merusak fungsi seluruh organ tubuh secara perlahan-lahan. Baik perokok pasif dan juga aktif tentunya memiliki risiko tersendiri.

Bagi perokok aktif tentunya dapat terserang penyakit dengan sangat mudah seperti asma, jantung, hipertensi dan juga kanker paru-paru. Sedangkan bagi perokok pasif akan mengalami yang namanya sesak nafas. Untuk itu, jika Anda perokok pasif dapat menjauhkan diri agar terhindar dari asap rokok yang kemungkinan akan Anda hirup. Jika terus menghirup asap rokok tentunya Anda akan mengalami yang namanya osteoporosis sehingga dapat membuat tulang punggung Anda menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik lagi. Untuk itu, alangkah baiknya jika Anda berhenti untuk merokok dan juga minum-minuman beralkohol karena hanya dapat merusak tubuh manusia saja.

Jarang olahraga

Meskipun olahraga menjadi salah satu kata yang sangat mudah untuk dikatakan, namun tetap saja aktivitas tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimanapun juga, olahraga memang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, terutama bagi kesehatan tulang dan juga pertumbuhan tulang. Tentunya, Anda harus melakukan aktivitas olahraga setidaknya satu minggu sekali daripada tidak sama sekali. Jika Anda tidak pernah berolahraga tentunya Anda akan mengalami beberapa gangguan masalah kesehatan tubuh. Olahraga yang dapat Anda lakukan tentunya bisa berbagai jenis dan tentunya yang baik bagi Anda.

Kurang asupan vitamin D

Faktor penyebab osteoporosis tentunya dapat pula disebabkan kurangnya asupan vitamin D pada tubuh. Vitamin D tentunya memiliki manfaat untuk mencegah osteoporosis dan juga penguatan tulang. Vitamin D tentunya sangat mudah dan juga gratis untuk Anda dapatkan. Hanya berjemur di bawah sinar matahari secara teratur tentunya dapat memberikan kekuatan pada tulang. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D secara rutin baik berupa sayur dan juga buah-buahan. Jika Anda tidak mengonsumsi vitamin D tentunya akan sangat mudah bagi Anda untuk terserang osteoporosis.

Jarang meminum air putih

Bagaimanapun juga, air putih memang memiliki manfaat yang tidak sedikit bagi kesehatan tubuh manusia. Air putih berfungsi untuk menghilangkan kuman atau bakteri yang ada di dalam tubuh manusia. Air putih juga dapat menjadi obat yang paling mujarab dalam mengatasi berbagai masalah penyakit seperti ginjal. Meksipun air putih termasuk ke dalam salah satu obat untuk mengobati tubuh manusia. Akan tetapi, banyak orang yang justru mengabaikan akan khasiat yang diberikan oleh obat ini. Untuk itu, ubahlah kebiasaan Anda dengan minum 8 samapi 10 gelas atau setara dengan 2 liter setiap harinya.

Kurangnya asupan kalsium

Bagaimanpun juga kalsium memang menjadi salah satu zat yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dna juga penguatan tulang. Jika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi tentunya ini menimbulkan masalah yang cukup besar bagi tulang kita. Kalsium tentunya terdapat pada susu yang tentu berguna untuk kesehatan dan juga kekuatan tulang. Bagaimanapun juga, kesehatan tulang menjadi salah satu bagian tubuh yang snagat berharga bagi manusia.

Faktor usia

Usia yang sudah senja memang memiliki peluang yang cukup besar untuk mengalami penyakit osteoporosis. Usia yang senja memang sudah mulai mengalami pengapuran dan juga pengeroposan tulang. Lama kelamaan tentunya akan berakibat pada kurangnya fungsi tulang dalam menahan beban tubuh sehingga postur tubuh akan mulai membungkuk.

Gejala Awal Osteoporosis

Tentunya, segala macam penyakit pasti menimbulkan adanya gejala awal yang terjadi. Begitupula dengan osteoporosis, gejala awal osteoporosis tentunya dapat dimulai dari nyeri punggung bawah yang sangat tajam. Pada umumnya, gejala awal terjadinya osteoporosis ialah pada bagian pergelangan tangan, tulang belakang dan juga pinggul. Semua bagian tulang tersebut tentunya menjadi daerah yang rawan dan tentunya akan mengalami pengeroposan tulang. Berikut beerapa gejala yang timbul akibat mengalami osteoporosis, diantaranya:

Tinggi badan yang menurun

Jika Anda merasa tinggi badan Anda tinggi, namun tiba-tiba Anda tidak merasa tinggi seperti dulu lagi. Hal tersebut tentunya dapat menjadi indikasi bahwa seseorang mengalami pengeroposan tulang. Pada umumnya, pengeroposan tulang terjadi sekitar 3cm selama 3 tahun. Ini juga bisa menjadi dalah satu fraktur pada vertebrae. Osteoporosis tentunya dapat membuat tubuh semakin membungkuk dari postur tubuh awal. Ini tentunya terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Tulang melemah

Tidak heran jika seseorang yang mengalami pengeroposan tulang dapat mengalami tulang yang mulai melemah. Gejala ini mungkin tidak muncul secara konkret, namun hal ini berhubungan dengan perasaan Anda terhadap kemungkinan adanya pengeroposan tulang yang terjadi pada diri Anda. Anda tentunya sudah mulai merasakan adanya kepayahan saat Anda mulai naik dan juga turun tangga serta beban yang Anda bawa atau angkat semakin berkurang.

Tulang rapuh

Meskipun Anda belum mengalami yang namanya post traumatic, tentunya keadaan tulang yang semakin rapuh dapat terjadi ketika Anda mulai mengalami pengeroposan tulang. Tulang tentunya dapat patah ketika melakukan hal-hal yang mungkin ringan seperti jatuh, mengangkat, mendorong dan juga lain sebagainya.

 Tulang mulai membungkuk

Jika ketika usia kita masih muda, tentunya kita akan terlihat segar dengan postur tubuh yang tegak. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi jika Anda mengalami yang namnya osteoporosis. Hal ini dikarenakan adanya fraktur kompressi dan juga terjadinya kolaps. Jika ini terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, tentunya tulang akan semakin membungkuk. Hal ini juga disebabkan oleh kifosis berat sebagai pemicu yang tentunya berpengaruh pada sistem pernapasan. Tidak jarang manula yang mengalami pembungkukan tulang disertai dengan dada yang sesak.

Patah tulang

Hal ini tentunya sangat sering terjadi dimana seseorang yang mengalami osteoporisis dapat mengalami yang namanya patah tulang. Akan tetapi, tidak semua orang yang mengalami osteoporosis menyadari bahwa mereka mengalami yang namanya patah tulang, Hal ini dikarenakan patah tulang tidak menimbulkan gejala yang sangat signifikan. Pada umumnya, patah tulang dapat terjadi akibat pinggul yang jatuh sehingga menyebabkan tulang kompresi pada vertebrae.

Nyeri punggung

Jika seseorang sering mengalami yang namanya nyeri punggung, tentunya ini dapat menjadi salah satu gejala dimana Anda mengalami yang namanya osteoporosis. Nyeri punggung ini tentunya keadaan dimana terjadi akibat dari fraktur vertebrae.

Perut yang mulai membuncit

JIka keadaan struktur tulang yang mulai membungkuk, tentunya tidak menutup kemungkinan adanya dorongan dari belakang yang membuat perut mulai membuncit. Hal ini dikarenakan tulang belakang yang berbentuk kurva dapat mendorong organ penting di dalam tubuh hingga maju kedepan yakni pada bagian perut. Tidak heran bagi seseorang yang mengalami osteoporisis dapat mempunyai perut yang buncit karena dorongan vertebrae.

Stres Fractures

Selain karena adanya struktur tulang yang terganggu, tentunya osteoporosis juga disebabkan oleh stres fracture. Kondisi ini tentunya memang sangat jarang terjadi karena keadaan patah tulang yang sangat kecil bahkan tidak terasa sama sekali. Bahkan orang-orang cenderung mengabaikan akan kondisi seperti ini. Hal ini biasanya terjadi ketika seseorang sedang melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki dan juga aktivitas lainnya.

Dowager's Hump

Istilah ini tentunya untuk mengambarkan keadaan dimana tulang belakang menjadi lebih condong ke depan. Tidak heran jika terjadinya punuk di atas punggung. Keadaan ini tentunya dapat terjadi baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Ini tentunya dapat terjadi pada seseorang yang mengalami kompresi pada tulang bagian belakang.

Cara Mencegah Osteoporosis

Tentunya, diperlukan suatu cara dan juga tips khusus untuk melakukan pencegahan akan osteoporosis yang terjadi pada seseorang. Jika kita sedang dalam usia muda tidak terlalu mementingkan gaya hidup dan juga makanan yang sehat. Tentunya, jangan salahkan jika kita nanti di usia yang sudah senja mengalami beberapa kondisi yang tentu membuat tubuh kita semakin lemah. Berikut beberapa tips dan juga cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah osteoporosis sekarang juga:

Lakukan olahraga yang teratur

Kebiasaan olahraga yang teratur tentunya dapat menjadi salah satu indikasi dimana kita akan mendapatkan tubuh yang sehat. Olahraga juga tentunya menjadi salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kebugaran dan juga stamina tubuh kita. Olahraga juga memang sangat baik untk menjaga tubuh tetap kuat meski usia kita sudah tidak muda lagi.

Konsumsi makanan yang mengandung kalsium

Kalsium tentunya menjadi salah satu zat yang digunakan untuk memperkuat tulang dan juga menjaga agar tidak terjadinya pengeroposan tulang. Ketika tulang mengandung banyak kalsium dan juga fosfor tentunya tulang mengalami pertumbuhan ketika sedang patah. Itulah mengapa ketika kita masih muda harus banyak konsumsi kalsium dan juga zat fosfor.

Pakailah suplemen tulang

Tentunya saat ini banyak beberapa produk kesehatan yang menawarkan suplemen ketika kandungan kalsium tersebut sangat banyak. Pada umumnya, produk ini dikemas dalam bentuk susu seperti kalsium dan juga multivitamin. Ini juga menjadi salah satu hal yang cukup penting dimana Anda akan mulai mengurangi kehilangan kalsium ketika sudah tua nantinya.

Bertahan di bawah sinar matahari

Tentunya Anda sudah tidak ragu lagi akan manfaat yang Anda dapatkan dengan mengambil manfaat dari sinar matahari terutama saat pagi hari. Anda tentunya dapat berdiam diri di bawah sinar matahari sekitar 10 menit guna menstimulus kepadatan tulang. Makanan yang mengandung vitamin D tentunya dapat baik pula untuk pertumbuhan dan juga kepadatan tulang.

Konsumsi ikan laut

Jenis ikan laut yang paling baik untuk dikonsumsi oleh orang yang memiliki osteoporosis ialah jenis ikan teri. Terlebih jika Anda mengonsumsi ikan teri dengan tulangnya memang sangat danjurkan bagi Anda.

Konsumsi tempe

Tempe tentunya memiliki kandungan kalsium yang ternyata memang sangat baik bagi kepadatan tulang. Seperti yang kita tahu bahwa tempe mengandung kalsium yang cukup tinggi. Selain itu, tempe tentunya memiliki suplemen yang cukup tinggi untuk menjaga kepadatan dan juga kekuatan tulang.

Kurangi teh dan kopi

Jika saat ini Anda menjadi salah satu pencinta teh dan juga kopi. Tentunya, Anda sudah harus mulai mengurangi asupan kopi dan juga teh sehari-hari. Terlalu banyak kafein yang dikonsumsi Anda saat ini tentunya memiliki potensi yang cukup besar bagi tubuh Anda untuk terjadi beberapa masalah tubuh nantinya.

Jangan lakukan diet yang ekstrim

Satu cara yang paling buruk yang dapat menyebabkan seseorang mengalami osteoporosis ialah melakukan diet yang sangat ekstrim. Hal ini tentunya membuat keadaan tubuh Anda mulai kekurangan kebutuhan nutrisi secara tiba-tiba.

Periksakan diri Anda ke dokter

Untuk mengetahui lebih lanjut apakah Anda mengalami osteoporosis ataukah tidak. Tentunya, ini menjadi salah satu langkah yang harus Anda lakukan yakni mengunjungi dokter spesialis tulang. Cara ini tentunya dapat Anda lakukan untuk mengetahui bentuk tulang dan juga penurunan massa tulang.

Konsumsi suplemen tulang jika diperlukan

Jika memang diperlukan tentunya Anda dapat mengonsumsi yang namanya suplemen tulang  untuk membantu Anda menjaga kepadatan tulang. Cara ini juga dapat Anda lakukan untuk menambah vitamin dan juga kalsium yang tidak dapat digantikan oleh zat apapun. Sebab ada saatnya dimana Anda akan mengalami yang namanya kehilangan kalsium di usia senja nanti.

Itulah beberapa hal mengenai gejala dan juga pencegahan yang dapat Anda lakukan pada osteoporsis. Menjaga asupan makanan dan juga kalsium tentunya menjadi sebuah keharusan bagi Anda terlebih Anda yang sudah mulai masuk pada usia yang cukup senja. Kandungan kalsium yang bisa Anda konsumsi yakni bersifat mineral. Kebutuhan rata-rata tubuh manusia tentunya memerlukan kalsium sekitar 100-1200 mg perharinya.

Untuk itu, memang sangat penting bagi Anda untuk mengonsumsi suplemen kalsium jika memang benar-benar dibutuhkan. Setelah kita mengetahui beberapa fakta mengenai osteoporosis, sekarang kita akan berlanjut pada pembahasan mengenai osteoarthritis yang akan kami sajikan pada poin di bawah ini!

Apa Itu Osteoarthritis

Setelah kita mengetahui akan gejala penyakit osteoporosis, tentunya kita juga harus mengetahui apa itu osteoarthritis. Istilah ini tentunya untuk mengetahui kondisi yang dapat menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, bengkak dan juga kaku. Osteoarthritis juga merupakan salah satu jenis arthritis yang tentunya paling umum terjadi. Sendi yang tentunya paling sering mengalami kondisi osteoarthritis meliputi lutut, tangan, pinggul dan juga tulang punggung. Namun, tidak juga menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lainnya juga bisa terserang dengan mudah.

Risiko Osteoarthritis

Seperti dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan tentunya akan mudah mengalami kerusakan secara perlahan. Seperti yang telah kami sebutkan di atas bahwa tulang rawan ialah jaringan ikat padat yang cukup licin, elastis dan juga kenyal. Jaringan ini tentunya bisa menyelubungi ujung tulang yang ada dipersendian guna melindungi dari gesekan ketika adanya pergerakan. Ketika tulang rawan mengalami yang namanya kerusakan, tentunya tekstur yang cukup licin bisa menjadi kasar. Seiring berjalannya waktu tentunya tulang akan mengalami tabrakan dan juga sendi pun akan terpengaruh.

Beberapa faktor dan juga risiko tentunya bisa menyebabkan seseorang mengalami osteoarthritis. Berikut ini beberapa faktor yang dapat berpeluang besar sebagai penyebab osteoarthritis, diantaranya:

Jenis kelamin

Sesuai dengan jenis kelamin tentunya wanita lebih sering atau rentan mengalami osteoarthritis dibandingkan dengan pria.

Usia

Jika kita melihat usia tentunya akan mengacu pada usia seseorang yang sudah mulai senja. Terlebih bagi mereka yang sudah berusia di atas 50 tahun. Kondisi ini tentunya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang.

Obesitas

Bagi Anda yang memiliki kelebihan berat badan tentunya sangat rentan mengalami risiko osteoarthritis. Bagaimanapun juga, kelebihan berat badan pada seseorang dapat menambah beban pada persendian sehingga akan lebih berisiko mengalami osteoarthritis.

Faktor keturunan

Secara genetik ternyata risiko terkenanya penyakit osteoarthritis dapat dialami juga oleh seseorang yang mengalami penyakit tersebut. Risiko osteoarthritis bisa diturunkan secara genetik yang tentunya berhubungan dengan faktor keturunan.

Cedera pada sendi

Sendi tentunya dapat mengalami yang namanya cedera atau akibat dari operasi yang pernah ia jalankan. Jika Anda pernah menjalani operasi atau pernah mengalami cedera akan ada kemungkinan juga Anda berpeluang besar mengalami osteoarthritis.

Cacat tulang

Cacat tulang tentunya akan mengalami pembentukan sendi pada tulang rawan.

Pekerjaan atau aktivitas fisik

Tentunya seseorang yang mengalami osteoarthritis akan sangat mudah terkena osteoarthritis. Hal ini dikarenakan tubuh seseorang akan mengalami penekanan pada titik-titik tertentu secara terus-menerus sehingga akan memungkinkan seseorang mengalami osteoarthritis.

Menderita kondisi arthritis lain

Seseorang yang mengalami osteoarthritis dapat pula disebabkan oleh adanya penyakit asam urat atau yang sering disebut dengan rheumatoid arthritis.

Gejala-Gejala Penyakit Osteoarthritis

Gejala penyakit yang disebabkan oleh osteoarthritis tentunya bisa berkembang secara perlahan-lahan dan akan menjadi salah satu penyakit yang dapat meningkat dalam kondisi yang semakin parah. Tingkat keparahan seseorang akan gejala osteoarthritis tentunya bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Rasa sakit dan juga kaku pada persendian tentunya menjadi salah satu gejala utama pada osteoarthritis. Gejala ini tentunya dapat menjadikan penderita sangat sulit untuk melakukan kegiatannya sehari-hari.

Rasa sakit dan juga nyeri biasanya bisa muncul ketika persendian digerakkan. Gejala ini tentunya akan terasa kaku ketika sendi tidak digerakkan dalam beberapa waktu. Beberapa gejala yang mungkin akan Anda rasakan ketika Anda mengalami osteoarthritis diantaranya:

- Sendi akan mudah nyeri

- Otot akan melemah dan juga massa otot yang berkurang

- Adanya sensasi serta suara gesekan yang ada pada sendi ketika hendak digerakkan

- Kelenturan sendi akan menurun secara drastis

Jika pada penderita mengalami osteoarthritis pada bagian tangan tentunya akan muncul bengkak dan juga benjolan disekitar jari. Biasanya, jari-jari tangan akan terlihat bengkok dan juga akan muncul benjolan kista pada bagian belakangnya. Jika Anda mengalami gejala seperti yang sudah kami sebutkan di atas, tentunya Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosis Osteoarthritis

Pada tahap awal diagnosis osteoarthritis tentunya pemeriksaan fisik pada sendi akan terserang. Pada tahap ini dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan dan ukuran batas gerakan sendi tersebut. Gejala awal dari kondisi kesehatan tersebut tentunya harus Anda tanyakan kepada dokter. Beberapa tahap pemeriksaan seperti MRI, Foto Rontgen, tes darah dan juga analisis cairan sendi akan sangat dianjurkan sebagai pemeriksaan tambahan demi mendapatkan gambaran yang lebih detail lagi. Beberapa pemeriksaan tentunya bisa berguna untuk beberapa tahapan seperti:

- Mengetahui tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami oleh pasien.

- Memeriksa adanya kemungkinan penyakit lain seperti rheumatoid arthritis atau yang lebih sering disebut dengan patah tulang.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis tidak dapat dicegah dengan mudah, tentunya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penderita agar osteoarthritis tidak menyebabkan kelumpuhan, diantaranya:

- Menjaga postur tubuh ketika saat duduk atau berdiri. Untuk itu, pastikan Anda meregangkan otot tubuh sesering mungkin

- Anda juga dapat melakukan olahraga secara rutin dalam menguatkan sendi dan juga otot

- Anda harus tetap menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.

Beberapa langkah tentunya bisa Anda lakukan untuk melakukan pencegahan agar Anda tidak terkena osteoarthritis. Lakukanlah seperti apa yang telah kami jelaskan pada poin sebelumnya.

Pengobatan Osteoarthritis

Osteoarthritis ialah termasuk pada kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Penanganan tentunya dapat dilakukan untuk mengurangi gejala agar penderita tetap bisa beraktivitas dalam menjalani kehidupannya secara normal. Gejala yang dapat Anda lakukan terkadang bisa berkurang secara perlahan seiring dengan berjalannya waktu. Berikut ini beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala osteoarthritis, diantaranya:

- Menjalani fisioterapi ataupun terapi okupasi

- Rutin melakukan olahraga

- Menurunkan berat badan bagi penderita yang tentunya mengalami kelebihan berat badan

- Anda tentunya dapat menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit ketika sedang berdiri ataupun berjalan

- Anda tentunya dapat mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti pereda rasa sakit misalnya paracematol dan juga obat antiinflamasi nonsteroid ataupun obat antidepresan seperti duloxetine. Selain itu, obat pereda nyeri topikal dapat dioleskan pada bagian yang sakit dan juga dapat digunakan untuk meredakan nyeri yang cukup ringan.

Jika langkah-langkah tersebut terbukti kurang atau tidak efektif dan juga kondisi sendi Anda yang rusak. Tentunya, dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi. Prosedur ini tentunya dapat Anda lakukan untuk memperkuat, memperbaiki dan juga mengganti sendi agar pasien bisa lebih mudah untuk bergerak.

 Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai perbedaan antara pengapuran tulang dengan pengeroposan tulang. Semoga bermanfaat!