Penting! Batalkan Puasa Jika Ibu Hamil Mengalami Kondisi Ini!

4.73/5 (15)

Puasa memang menjadi salah satu pilihan bagi ibu hamil, apakah diperbolehkan ataukah tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah puasa. Bagi ibu hamil yang kuat secara fisik tentunya boleh saja melakukan ibadah puasa, dengan catatan tetap memperhatikan kondisi janin di dalam kandungan. Tidak hanya ibu hamil, bagi setiap muslim yang kuat tentunya diharuskan untuk melakukan ibadah puasa.

Meskipun merasa kuat, ibu hamil tentunya tetap memiliki rambu-rambu yang harus diperhatikan ketika puasa. Tidak semua kondisi tentunya diperbolehkan untuk tetap melanjutkan puasa. Ada beberapa kondisi dimana ibu hamil diharuskan untuk membatalkan puasa karena dikhawatirkan dapat mengganggu kehamilannya. Hal ini dikarenakan melanjutkan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu dapat membahayakan ibu dan juga janin.

Jika saat ini Anda sedang hamil sekaligus menjalankan ibadah puasa, Anda tentunya disarankan untuk memperhatikan beberapa kondisi. Jika Anda menemukan suatu kondisi dimana kesehatan Anda terganggu saat berpuasa, maka Anda disarankan untuk membatalkan puasa sesegera mungkin. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan.

Batalkan Puasa Jika Ibu Hamil Mengalami Kondisi Ini

Ibu hamil ketika sedang berpuasa tentunya menjadi salah satu kondisi yang patut untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan ibu hamil akan mengalami beberapa kondisi yang mungkin tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Beberapa kondisi ibu hamil mungkin saja tidak disarankan untuk melanjutkan puasa karena dikhawatirkan akan mengalami beberapa hal yang tidak diinginkan. Berikut ini kami sajikan beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan membatalkan puasa, diantaranya:

Janin tidak bergerak

Kondisi pertama yang diharuskan ibu hamil membatalkan puasanya yakni saat Anda mendapati janin tidak bergerak saat di dalam kandungan. Ibu hamil pada trimester kedua menjadi waktu yang terbaik bagi untuk menjalankan ibadah puasa karena janin sudah mulai membesar dan juga aktif bergerak. Kondisi ini tentunya menjadi hal yang cukup mudah dimana Anda dapat mengetahui gerakan janin meskipun saat berpuasa.

Ketika janin selalu aktif bergerak meskipun Anda sedang berpuasa, tentu kondisi ini tidak perlu Anda khawatirkan. Namun jika sebaliknya dimana janin  kurang aktif bergerak selama menjalankan ibadah puasa. Maka, kondisi inilah yang diharuskan Anda untuk membatalkan puasa. Untuk itu, cobalah Anda untuk menghitung berapa banyak gerakan dan tendangan bayi selama dua jam. Jika biasanya bayi aktif bergerak, namun secara tiba-tiba kurang atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Maka, kondisi inilah yang patut Anda waspadai. Jika jumlah tendangan janin dirasa kurang saat Anda berpuasa, alangkah baiknya jika Anda membatalkan puasa sesegera mungkin. Perhatikanlah reaksi bayi, apakah ia secara perlahan mulai bergerak atau menendang lagi saat Anda membatalkan puasa. Meskipun Anda telah membatalkan puasa, namun bayi belum juga bergerak dengan aktif, inilah saatnya bagi Anda untuk memeriksakan kehamilan Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mimisan

Bagi sebagian ibu hamil kondisi ini mungkin saja bisa terjadi dimana hal ini dikarenakan hormon kehamilan yang membuat aliran darah terus meningkat. Kondisi ini membuat pembuluh darah hidung menjadi bengkak sehingga gampang pecah. Inilah yang menyebabkan mimisan terjadi pada Anda. Mimisan saat hamil tentunya tidak akan menimbulkan bahaya yang cukup besar, namun tetap saja menjadi satu kondisi yang patut untuk Anda waspadai.

Jika ibu hamil mengalami beberapa gejala mimisan yang terlalu parah seperti yang akan kami sebutkan dibawah ini, maka Anda disarankan untuk membatalkan puasa sesegera mungkin. Beberapa kondisi yang diharuskan Anda membatalkan puasa, diantaranya:

– Darah mimisan keluar cukup banyak

– Sulit bernapas saat sedang mimisan

– Kulit wajah menjadi sangat pucat setelah mimisan

– Pendarahan yang keluar dari hidung tidak  berhenti selama lebih dari 30 menit

– Kepala menjadi pusing dan juga lelah setelah mimisan

– Terasa sesak dan juga nyeri pada dada saat mimisan

Untuk itu, disarankan bagi Anda untuk segera membatalkan puasa jika gejala mimisan yang terjadi pada Anda seperti yang sudah kami sebutkan di atas. Mengonsumsi air dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh tentu menjadi asupan terpenting bagi Anda. Air mineral memang dapat menjaga fungsi hati dan juga selaput lendir hidung agar terhidrasi dengan baik.

Hipertensi pada ibu hamil

Jika Anda mengalami hipertensi saat sedang hamil, tentunya berpuasa menjadi satu hal yang patut untuk Anda waspadai. Ibu hamil dengan risiko tinggi atau didiagnosis preeklampsia wajib membatalkan puasa dengan segera. Ibu hamil yang hipertensi jika  mengalami beberapa kondisi dan juga gejala-gejala seperti sakit kepala, mata berkunang, sulit bernapas, bengkak pada kaki dan juga tangan bahkan mual dan juga muntah tentu diharuskan untuk membatalkan puasanya dengan segera. Selain itu, Anda juga bisa langsung meminum obat hipertensi dan segeralan cek tekanan darah Anda ke dokter kandungan.

 Dehidrasi

Kondisi ini sering dialami oleh ibu hamil ketika kurangnya asupan air mineral ke dalam tubuh ibu hamil. Saat hamil tentunya Anda membutuhkan lebih banyak asupan air minum dibandingkan dengan orang yang tidak sedang hamil. Inilah yang menjadi perhatian khusus dimana ibu hamil tidak boleh mengalaminya yang namanya dehidrasi dikarenakan menjadi kondisi yang cukup berbahaya. Dehidrasi yang cukup parah tentunya akan membuat ibu hamil mengalami kejang dan juga syok dikarenakan tekanan darah yang cukup rendah. Pada kasus yang cukup parah, dehidrasi dapat menyebabkan sel otal menjadi bengkak, lalu pecah. Kondisi membengkak dan pecahnya sel otak disebut dengan istilah cerebral edema.

Jika ibu hamil mengalami dehidrasi tentunya tidak hanya berpengaruh pada kondisi tubuhnya sendiri. Namun juga sangat membahayakan tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Jika tubuh ibu kekurangan cairan, maka akan mengurangi pasokan air ketuban di dalam kandungan. Jika ini terjadi, maka akan menghambat perkembangan janin serta gerak janin di dalam kandungan. Kurangnya cairan ketuban dapat menyebabkan perkembangan janin terganggu hingga menyebabkan keguguran. Maka dari itu, asupan air menjadi hal yang sangat penting bagi ibu hamil agar terhindar dari dehidrasi selama kehamilan.

Beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan untuk membatalkan puasa dikarenakan dehidrasi tersebut sangat berbahaya, diantaranya:

– Ibu hamil mengalami sembelit

– Frekuensi napas yang terburu-buru

– Rasa haus yang cukup berlebihan

– Merasa lelah atau mengantuk lebih dari biasanya

– Pusing saat bangkit dari tempat duduk, namun pusing tidak kunjung hilang

– Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam

– Mulut dan juga bibir yang terasa kering

– Mata yang berkunang-kunang

– Linglung yang tidak bisa berpikir dengan jernih

– Tubuh terasa ingin pingsan

– Ibu hamil mengalami kulit kering atau tidak bisa balik lagi seperti semula

Tanda bahaya dehidrasi tersebut tentunya harus Anda waspadai sebaik mungkin. Hal ini jika sudah terjadi, maka akan menyebabkan kondisi ibu hamil yang bertambah parah.

Diare

Kondisi ini mungkin saja terjadi pada ibu hamil dimana risiko terjadinya diare pada ibu hamil memang cukup besar. Dalam hal ini diare dapat membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Kondisi ini yang tentunya akan membuat tubuh kehilangan banyak cairan serta membuat tubuh menjadi sangat lemas. Jika saat berpuasa Anda mengalami diare, maka jangan tunggu lama lagi, segeralah batalkan puasa Anda. Jika tubuh ibu sudah sangat lemas ketika berpuasa dan juga diare, maka jangan memaksakan diri untuk melanjutkan puasa.

 Pusing dengan mata berkunang-kunang

Seringkali ibu hamil mengalami pusing meskipun tidak sedang berpuasa. Kondisi ini tentunya bisa saja Anda alami, terlebih ketika Anda sedang berpuasa. Jika Anda mengalami pusing dengan mata yang berkunang-kunang, alangkah baiknya jika Anda membatalkan puasa dengan segera. Jangan abaikan rasa pusing yang disertai dengan mata yang berkunang-kunang karena akan berpengaruh pada kesehatan ibu dan juga perkembangan janin di dalam kandungan. Kondisi ini tentunya mengharuskan ibu hamil membatalkan ibadah puasa yang sedang ia jalani. Jika Anda mengalami kondisi seperti ini tentunya tidak ada salahnya jika Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut lagi.

Kelelahan

Lelah memang menjadi kondisi yang mungkin saja dialami oleh ibu hamil. Kelelahan yang dirasakan oleh ibu hamil saat berpuasa memang menjadi salah satu kondisi yang patut untuk diwaspadai. Merasakan kelelahan saat hamil tentu dapat mengakibatkan sulit tidur sehingga dapat memicu depresi dan kondisi yang perlu diwaspadai. Bagaimanapun juga, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan juga janin di dalam kandungan. Jika Anda sedang menjalankan ibadah puasa, segera batalkan puasa Anda jika Anda mengalami kelelahan yang cukup parah. Jikalau Anda kuat dan tidak merasa lelah, maka pastikan Anda untuk menghindari kegiatan yang terlalu berat dan istirahat yang cukup untuk menjaga kehamilan Anda.

Waktu Yang Tepat Untuk Puasa Saat hamil

Bagi ibu hamil tentunya tidak setiap saat menjadi waktu yang tepat untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak dapat dipungkiri bahwa ibu hamil akan mengalami masa yang rentan pada kehamilannya. Masa yang rentan ini tentunya menjadi kondisi yang patut untuk diwaspadai karena akan menyebabkan kondisi yang bertambah parah. Pada umumnya kondisi ini berada pada usia kehamilan trimester pertama dan juga trimester akhir pada masa kehamilannya.

Setelah kita mengetahui bahwa waktu yang paling tepat untuk menjalankan puasa bagi ibu hamil yakni pada usia kehamilan trimester kedua. Jika saat ini Anda memasuki usia kehamilan trimester kedua, maka ini waktu yang tepat bagi Anda untuk menjalankan ibadah puasa. Saat trimester kedua tubuh ibu sudah dapat beradaptasi dengan kehadiran si kecil di dalam kandungan sehingga tidak akan mengalami kondisi yang terbilang cukup parah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa usia kehamilan trimester pertama, tubuh ibu hamil masih berjuang dengan segala perubahan drastis yang diakibatkan oleh hormon kehamilan. Pada trimester pertama, mual dan juga morning sickness akan selalu Anda rasakan. Tidak heran jika morning sickness akan mengakibatkan tubuh Anda kehilangan cairan dan juga elektrolit tubuh yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Sedangkan, untuk trimester terakhir, kemungkinan ibu hamil diharuskan untuk memenuhi asupan gizi dan juga nutrisi. Hal ini dikarenakan saat trimester tiga, janin akan terus berkembang dan juga menyempurnakan organ-organ penting saat hamil. Untuk itu, pada trimester ini, ibu hamil disarankan untuk memenuhi asupan gizi dengan makan secara teratur. Demi menjaga kesehatan ibu dan juga janin, maka usia kehamilan trimester ketiga menjadi waktu yang  tidak direkomendasikan  untuk melakukan puasa.

Demikianlah beberapa kondisi ibu hamil yang diharuskan untuk membatalkan puasa. Semoga bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel