Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa?

4.97/5 (31)

wanita hamil puasaBolehkah Wanita Hamil Berpuasa? – Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah, bulan terbaik dimana berkah dan rahmat senantiasa tercurah dari Yang Maha Kuasa. Di bulan puasa ini seluruh umat uslim di dunia wajib melakukan ibadah puasa selama 30 hari. Menahan segala bentuk makan, minum, dan hawa nafsu dari mulai imsyak hingga waktunya berbuka di petang hari. Namun ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil dan ibu menyusui. Kepada mereka, diperbolehkan untuk membatalkan puasanya dengan keharusan menggantinya di hari lain baik disertai membayar fidyah maupun tidak. Namun, jika wanita hami lingin “memaksakan” untuk berpuasa dengan alasan kuat selama melakukan puasa atau malah malas untuk mengganti puasa di bulan-bulan berikutnya, apakah  cukup aman baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya?

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa?

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa

Jawabanya adalah tergantung dari kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri. Selama kondisi kesehatan wanita hamil dan janin yang dikandungnya setelah dilakukan pemeriksaan dinyatakan sehat, maka wanita hamil diperbolehkan untuk berpuasa dengan syarat ibu hamil tetap mampu memenuhi kebutuhan nutrisi baik bagi dirinya maupun janin yang dikandungnya. Pemenuhan nutrisi ini harus sama dengan kondisi ketika tidak berpuasa cuman yang berbeda pemenuhan nutrisi ini dipindah waktunya tentunya dilakukan pada saat sahur dan berbuka puasa serta antara waktu berbuka puasa dan sahur.

Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang sekitar 2.500 kalori dalam sehari, dengan komposisi 50% karbohidrat (sekitar 308 gram), 30% protein (sekitar 103 gram), dan 10-20% lemak (sekitar 75 gram). Pemenuhan nutrisi bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna yang terdiri dari nasi, sayur, lauk pauk, buah, dan susu setiap kali bersantap buka dan sahur. Anda juga bisa menambahkan suplemen vitamin yang diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil selama berpuasa. Di samping itu, ada beberapa zat penting yang diperlukan saat kehamilan, di antaranya asam folat, zat besi dan kalsium. Asam folat diperoleh dari kacang-kacangan, zat besi didapatkan dari sayuran, sementara sumber kalsium bisa didapatkan dari susu dan ikan (Baca: Tips Berpuasa Selama Hamil).

Namun, ada beberapa kasus ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa jika mengalami gangguan sebagai berikut:

Kencing manis atau diabetes (DM)

Wanita hamil dengan kencing manis  tidak disarankan untuk  berpuasa. Alasannya adalah selain harus menjalani terapi obat secara teratur, ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol atau bisa tetap stabil

Penyakit darah tinggi atau hipertensi

Baik sebelumnya mempunyai riwayat hipertensi atau hipertensi dalam kehamilan. Ini penting untuk pengaturan obat dan pengaturan naik dan turunnya tekanan darah. Naik turun tekanan harus dihindari selama hamil karena bisa menyebabkan kematian ibu maupun si bayi.

Mengalami Perdarahan

Ini jelas kontra indikasi atau tidak diperbolehkan berpuasa. Kalau tetap dipaksakan berpuasa bisa mengkhawatirkan keadaan janin di dalam kandungan.

Dehidrasi atau kekurangan cairan

Banyak penyebabnya seperti muntah terus selama hamil (hiperemesis gravidarum),wanita hamil muda dengan morning sickness atau mual-muntah terus, nafsu makan tidak ada (anorexia).

Gangguan sistem pencernaan

Gangguan sistem pencernaan yang paling jamak adalah sakit lambung atau maag. Ibu hamil dengan gangguan ini yang memaksakan diri berpuasa berarti memperbesar peluang penyakitnya akan kambuh. Lambung kosong akan mempertinggi peluang terjadinya peningkatan asam lambung dan bisa berbahaya untuk bayi.

Ibu Hamil Boleh Berpuasa Jika Merasa Kuat dan Kondisi Kesehatan Ibu serta Janin Sehat Sesuai Saran Dokter

Kapan Ibu Hamil Boleh Puasa?

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa

Meskipun ibu hamil boleh berpuasa, namun penting untuk memperhatikan waktu yang tepat kapan ibu hamil boleh berpuasa. Masa dimana ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa yaitu pada trimester pertama, serta trimester akhir kehamilan. Pada trimester pertama, tubuh ibu masih melakukan adaptasi dengan kehamilannya. Saat trimester pertama biasanya ibu lebih sering mengalami keluhan seperti rasa mual dan muntah, mengalami perubahan hormon dan lain sebagainya. Apabila ibu hamil memaksakan untuk ikut berpuasa saat usia kehamilan trimester pertama, maka ditakutkan akan menyebabkan masalah dehidrasi ( kekurangan cairan) serta ibu kekurangan asupan untuk ibu sendiri dan janin yang dikandung. Hal ini tentunya akan sangat berbahaya karena akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang menjalankan puasa ditrimester pertama kehamilan memiliki risiko 1,5 kali lebih besar melahirkan bayi dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR). Hal ini disebabkan karena asupan gizi janin tidak mencukupi. Di trimester pertama kehamilan dibutuhkan tambahan kalori untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin yang dikandung.

Sedangkan saat usia kehamilan trimester akhir, ibu hamil disarankan untuk tidak berpuasa karena pada masa itu janin masih berkembang untuk menyempurnakan organ penting tubuhnya. Oleh karena itu, ibu hamil harus tetap memenuhi kebutuhannya sendiri dan janin yang dikandung dengan makan secara teratur. Di trimester terakhir, ibu sudah  mendekati waktu melahirkan,  bahkan waktu melahirkan bisa tidak sesuai dengan HPL ( hari perkiraan lahir ). Dalam proses melahirkan dibutuhkan tenaga yang banyak. Maka pada masa ini, penting sekali bagi ibu hamil untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan.

Waktu yang Tepat Bagi Ibu Hamil Untuk Berpuasa

Pada masa kehamilan trimester kedua, ibu hamil sudah mulai merasa nyaman dengan kehamilannya. Keluhan-keluhan  yang ibu alami saat trimester pertama sudah mulai berkurang. Ibu hamil juga sudah mulai terbiasa dengan kehamilannya. Sehingga di trimester kedua kehamilan ibu hamil boleh mengikuti puasa Ramadhan. Namun, tetap harus memperhatikan kesehatan ibu dan bayi, serta mencukupi kebutuhan gizinya. Untuk lebih amannya, alangkah lebih baik jika melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Tips Puasa Saat Hamil

Bolehkah Wanita Hamil Berpuasa

Nah, untuk anda yang ingin ikut berpuasa dimana usia kehamilan serta kondisi anda dan janin memenuhi syarat untuk ikut berpuasa, berikut ini beberapa tips puasa saat hamil yang harus anda perhatikan.

Berkonsultasi Pada Dokter Atau Bidan

Penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter atau bidan sebelum anda memutuskan untuk ikut berpuasa. Periksakan kondisi anda apakah memiliki komplikasi kehamilan atau tidak yang jika dibawa berpuasa kondisinya akan semakin parah. Apabila anda memiliki komplikasi kehamilan, sebaiknya konsultasikan rencana anda untuk berpuasa pada dokter ataupun bidan.

Apabila anda diperbolehkan puasa, maka anda bisa mengikuti puasa. Namun, jika ada keluhan yang anda alami penting untuk langsung berkonsultasi pada dokter.

Hindari Stres

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa ibu hamil yang mengikuti puasa di bulan Ramadhan, homorn kortisol kadarnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak ikut berpuasa. Hormon kortisol itu sendiri merupakan hormon penyebab stres. Maka dari itu, penting untuk tetap tenang dan hindari hal-hal yang akan menyebabkan anda stres. Buatlah segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Anda juga dapat meminta bantuan suami atau keluarga anda akan segala sesuatunya supaya lebih mudah. Dengan dukungan dari orang terdekat, anda akan tetap lancar menjalankan ibadah puasa meskipun sedang mengandung.

Jangan Melakukan Pekerjaan Berat

Sebagai seorang istri anda tidak akan bisa terlepas dari pekerjaan rumah tangga meskipun sedang hamil. Hanya saja, selama hamil penting untuk mengurangi pekerjaan rumah, terlebih lagi jika anda ikut berpuasa Ramadhan. Hindari pula melakukan pekerjaan yang akan membuat anda lelah, membawa sesuatu yang berat ataupun berjalan jauh. Anda dapat meminta bantuan suami atau keluarga untuk membuat pekerjaan anda menjadi lebih mudah.

Hindari Hal yang Akan Membuat Dehidrasi

Selama berpuasa anda akan rentan mengalami dehidrasi. Masalah dehidrasi akan membahayakan ibu ataupun kehamilannya. Beberapa tanda dehidrasi di antaranya yaitu lemas, pusing, lesu, merasa kelelahan, merasa sangat kehausan, urine menjadi kuning gelap dan baunya menyengat. Dehidrasi membahayakan kehamilan seperti menyebabkan persalinan prematur, air ketuban sedikit dan komplikasi yang serius.

Oleh karena itu, penting untuk menghindari hal-hal yang akan memicu dehidrasi. Usahakan anda selalu berada dalam ruangan yang sejuk agar terhindar dari risiko dehidrasi. Selain itu, anda juga harus mencukupi kebutuhan cairan.

Perhatikan Menu Sahur

Anda harus memperhatikan menu sahur saat hamil. Sebaiknya pilihlah makanan yang mengandung lemak dan protein yang cukup. Makanan yang mengandung kedua zat gizi ini akan bertahan lebih lama dalam perut anda, sehingga akan meminimalisir rasa lapar yang mungkin akan anda rasakan ketika berpuasa. Anda dapat menambahkan daging ke dalam menu sahur. Daging menjadi salah satu makanan yang mengandung protein dan kalori yang cukup tinggi.

Selain itu, anda juga dapat memasukan makanan yang mengandung vitamin C, serta zinc yang bermanfaat untuk menjaga vitalitas tubuh, terutama agar terhindar dari masalah anemia. Hindari mengonsumsi makanan manis ketika anda sahur untuk menghindari rasa lemas dan mudah lapar.

Banyak minum air putih supaya tubuh tetap terhidrasi. Anda juga dapat minum segelas susu hangat. Tidak hanya bagus untuk pertumbuhan janin saja, namun susu juga akan membuat anda terhindar dari masalah anemia.

Istirahat yang Cukup

Luangkan waktu untuk beristirahat saat anda merasa kelelahan. Dengan mencukupi waktu istirahat tubuh anda akan tetap terasa bugar dan terhindar dari lelah meskipun sedang berpuasa. Tidak harus tidur, anda cukup merebahkan tubuh anda sambil melakukan aktivitas yang menyenangkan seperti membaca atau mendengarkan musik.

Perhatikan Menu Buka Puasa

Saat berbuka anda bisa mengawali dengan minum minuman hangat dan manis untuk membantu agar kadar gula darah meningkat. Namun, jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman manis untuk menghindari terjadinya diabetes saat anda hamil. Sebaiknya hindari pula minum minuman dingin karena akan berpengaruh terhadap lambung anda.

Setelah berbuka sebaiknya pilihlah menu makanan yang mengandung karbohidrat simpleks supaya lebih mudah dicerna oleh tubuh. Kurma dan kolak adalah makanan yang mengandung karbohidrat simplek. Hanya saja, jika anda memiliki masalah dengan asam lambung tinggi, sebaiknya hindari mengonsumsi kolak. Kolak mengandung santan yang akan memicu naiknya isi lambung kembali ke kerongkongan.

Setelah menunaikan shalat magrib, anda sebaiknya makan dengan menu sehat dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Anda bisa makan dalam porsi besar namun tetap dibatasi. Makan dalam jumlah yang terlalu banyak bisa membuat tubuh lemas. Begitu selesai menjalankan shalat tarawih, usahakan untuk makan kembali meskipun hanya sedikit.  Sebelum tidur, minumlah segelas susu hangat.

Kurangi Minuman Berkafein

Jika anda memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein, seperti kopi, teh, soda atau cokelat, selama hamil anda harus menguranginya sedikit demi sedikit, terlebih lagi jika anda akan ikut menunaikan ibadah puasa.

Ibu Hamil yang Bekerja

Untuk ibu hamil yang ikut puasa dan tetap bekerja, anda dapat berbicara tentang kondisi anda pada rekan kerja anda. Jangan bekerja terlalu berat karena tidak baik untuk kesehatan ibu sendiri dan kehamilan. Ibu hamil rentan mengalami kekurangan asupan gizi ketika ikut berpuasa, jika saat bekerja melakukan aktivitas yang berat maka risiko mengalami kekurangan gizi akan semakin tinggi. Saat jam istirahat, manfaatkan waktu dengan sebaiknya untuk beristirahat.

Batalkan Puasa Jika Kondisi Tubuh Tidak Memungkinkan

Jika keadaan tubuh anda begitu lemas dan merasa tidak sanggup untuk meneruskan puasa, sebaiknya jangan paksakan diri untuk meneruskan puasa. Apalagi jika keadaan anda diikuti dengan beberapa gejala. Jika anda tidak bisa mengatasinya sendiri, sebaiknya segera pergi ke dokter.

Nah, beberapa kondisi yang mengharuskan ibu membatalkan puasa saat sedang hamil yaitu seperti berikut:

  • Bayi Jarang Bergerak

Trimester kedua menjadi waktu yang dianggap aman jika ibu hamil ingin ikut berpuasa. Namun, meskipun begitu ibu hamil harus tetap waspada terhadap tanda-tanda yang dialami. Apabila bayi di dalam kandungan gerakannya menjadi kurang aktif, maka sebaiknya anda membatalkan puasa. Setelah berbuka, anda perhatikan kembali gerakan si kecil, apakah gerakannya sudah kembali normal atau tidak setelah anda membatalkan puasa. Namun, jika si kecil tidak menunjukan pergerakan meskipun anda sudah membatalkan puasa, sebaiknya segera periksakan keadaan anda pada dokter.

  • Dehidrasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dehidrasi menjadi masalah yang serius jika dialami saat hamil. Beberapa dampak yang akan dialami oleh ibu hamil jika mengalami dehidrasi parah yaitu kejang, bahkan hingga dapat mengakibatkan pembengkakan sel otak dan berujung pecah.

Sedangkan untuk janin sendiri, dehidrasi akan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Sebaiknya segera batalkan puasa apabila ibu hamil mengalami beberapa kondisi seperti berikut ini:

  1. Merasa sangat kehausan
  2. Merasa sangat lelah
  3. Bibir kering
  4. Tidak buang air kecil dalam waktu yang lama, lebih 8 jam
  5. Mengalami sembelit
  6. Kulit menjadi kering
  7. Pusing saat berdiri
  8. Mata seperti berkunang-kunang
  9. Seperti akan pisang
  10. Konsentrasi menurun
  11. Frekuensi napas menjadi memburu
  • Mengalami Masalah Pada Pencernaan

Jika ibu hamil mengalami masalah pencernaan, seperti sembelit sebaiknya batalkan puasa. Sembelit akan dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti wasir.

  • Heartburn

Apabila ibu hamil mengalami heartburn atau terasa nyeri di bagian bawah tulang rusuk, sebaiknya batalkan puasa. Untuk mengatasinya anda bisa mengonsumsi makanan yang dapat membantu meredakan rasa nyeri. Jika rasa nyeri tidak kunjung hilang, sebaiknya segera periksa kondisi anda pada dokter.

  • Ibu Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Untuk ibu hamil yang memiliki risiko mengalami tekanan darah tinggi atau telah didiagnosis preeklampsia sebaiknya segera batalkan puasa. Masalah preeklampsia harus diwaspadai. Beberapa gejala yang akan dialami yaitu mata berkunang-kunang, terasa sakit pada kepala, kesulitan bernapas, tangan dan kaki bengkak, bahkan hingga menyebabkan mual dan muntah. Batalkan puasa jika anda mengalami gejala seperti itu dan minum obat hipertensi yang diresepkan dokter. Anda juga bisa pergi ke dokter untuk mengetahui lebih pasti keadaan anda.

  • Mimisan

Selama kehamilan, seorang wanita akan rentan mengalami mimisan. Meskipun tidak menimbulkan masalah yang besar, namun mimisan yang terjadi saat ibu hamil sedang berpuasa harus mendapatkan perhatian lebih. Segera batalkan puasa apabila mengalami kondisi, darah yang keluar dari hidung banyak, perdarahan tidak kunjung berhenti setelah 30 menit, ibu hamil merasa kesulitan bernapas ketika mimisan, setelah mimisan wajah berubah menjadi pucat, terasa sesak dan nyeri pada dada ketika mimisan berlangsung.

Apabila ibu hamil mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera batalkan puasa dan segera minum banyak air.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply