Lakukan Cara Ini Agar Anak Tidak Mudah Sakit

4.5/5 (2)

Agar Anak Tidak Mudah Sakit – Anak adalah titipan, jadi sudah menjadi kewajiban anda sebagai orangtua untuk merawat dan menjaga si kecil agar selalu sehat. Namun, meskipun telah menjaganya dengan baik, terkadang tetap saja buah hati anda mudah jatuh sakit.

Sebagai orangtua anda tentunya merasa khawatir apabila si kecil jatuh sakit. Anak mudah sakit bisa disebabkan karena sistem imun tubuhnya yang lemah. Nah, agar anak tidak mudah sakit, anda dapat melakukan beberapa cara di bawah ini.

Agar Anak Tidak Mudah Sakit

Sistem imun merupakan sistem pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, parasit, jamur dan zat asing lainnya yang dapat menyebabkan penyakit. Apabila sistem imun tubuh kita menurun, maka penyebab penyakit tersebut dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Berikut ini cara agar anak tidak mudah sakit. ( Baca juga : Bahaya Kegemukan Pada Anak )

Agar anak tidak mudah sakit

Cukupi Kebutuhan Mineral dan Vitamin yang Diperlukan

Untuk meningkatkan sistem imun si kecil agar anak tidak mudah sakit, anda dapat memberikan asupan vitamin dan mineral seperti berikut:

  • Vitamin A

Selama ini kita mengenal vitamin A baik untuk kesehatan mata. Namun selain itu, vitamin A juga memiliki manfaat baik untuk sistem imun tubuh. Berdasarkan penelitian, jika anak kekurangan vitamin A maka ia akan rentan mengalami diare, gangguan kulit dan lain sebagainya. Anda bisa mendapatkan kandungan vitamin A dari beberapa jenis makanan seperti daging saping, hati sapi, wortel, serta aneka sayuran lainnya yang berwarna kuning dan oranye.

  • Vitamin B

Vitamin B memiliki fungsi penting untuk sistem imun tubuh. Vitamin B yang memiliki peran terhadap kekebalan tubuh di antaranya yaitu, vitamin B6, vitamin B12 dan asam folat. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa anak yang kekurangan asam folat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit infeksi.

Vitamin B12 berfungsi untuk membuat sel darah putih agar bekerja lebih baik dalam memerangi zat asing. Anda dapat menemukan vitamin B dari beberapa makanan sumber protein hewani, di antaranya daging sapi, ikan, dan daging ayam. Selain itu, anda dapat menemukan vitamin B pada kacang-kacangan, seperti kacang kedelai.

  • Vitamin C

Vitamin C sering juga disebut sebagai antioksidan. Dalam tubuh, antiokisdan memiliki peran penting untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Berdasarkan teori, vitamin C dapat membantu mencegah radikal bebas yang dapat membuat sel tubuh rusak.

Selain itu, vitamin C juga memiliki fungsi untuk merangsang produksi sel darah putih yang bermanfaat untuk sistem imun tubuh. Vitamin C dapat anda temukan dari buah-buahan seperti jeruk, mangga, stroberi dan kiwi.

  • Vitamin E

Sama dengan vitamin C, vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi sel-sel tubuh si kecil dari zat asing yang akan merusak. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa vitamin E akan dapat meningkatkan kerja sel B dan sel T, dimana sel-sel tersebut digunakan tubuh dalam sistem imun. Vitamin E bisa didapatkan dari beberapa sayuran berdaun hijau, serta kacang-kacangan.

  • Zat Besi

Dalam sistem kekebalan tubuh, zat besi memiliki fungsi untuk mengaktifkan sel B dan sel T yang berfungsi untuk menyerang zat-zat asing. Selain itu, zat besi efektif menurunkan risiko dan tingkat peradangan dalam tubuh, sehingga si kecil akan terhindar dari penyakit infeksi.

Beberapa makanan yang mengandung zat besi di antaranya yaitu daging sapi, hati sapi, daging ayam dan beberapa jenis sayuran seperti bayam dan sayuran berwarna hijau tua yang lainnya.

  • Zinc

Zinc memilik fungsi yang penting untuk pertumbuhan anak. Dalam sebuah penelitian, zinc telah terbukti dapat meningkatkan sistem imun, serta menurunkan risiko peradangan dalam tubuh. Makanan yang mengandung zinc di antaranya yaitu daging ayam, daging sapi, kerang, susu dan beberapa jenis kacang-kacangan.

Tidur Cukup dan Berkualitas

Untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas, si kecil butuh melakukan kegiatan. Namun, si kecil juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Anda harus memastikan bahwa waktu tidur si kecil cukup dan berkualitas, maksudnya anak mampu tidur nyenyak tanpa sering terbangun. Jika anak kurang tidur akan menyebabkan menurunnya produksi protein sitokin yang memelihara kekebalan tubuh.

Jaga Kebersihan Anak

Sebagai orangtua, anda harus memperhatikan kebersihan tubuh, makanan, minuman, pakaian dan lingkungan si kecil. Sebab kuman terdapat dimana-mana yang setiap saat dapat menyerang si kecil. Dalam menjaga kebersihan anak, anda dapat melakukan beberapa hal ini:

  • Anda harus membiasakan anak mandi sebanyak 2 kali dalam sehari, serta mencuci tangan sebelum dan setelah makan dengan menggunakan sabun.
  • Anda juga harus membiasakan anak mengganti pakaian bersih minimal 2 kali dalam sehari.
  • Selain itu, anda dapat mengikutsertakan si kecil ketika anda sedang mencuci pakaian atau piring agar ia terbiasa dengan kebersihan.

Vaksinasi

Pastikan bahwa si kecil mendapatkan imunisasi dasar agar terhindar dari penyakit yang berbahaya seperti gondong, campak, pertusis, cacar air, hepatitis dan lain sebagainya. ( Lihat juga : Jadwal Pemberian Imunisasi Pada Bayi )

Ajak Anak Berolahraga

Anda dapat mendorong si kecil untuk bermain di luar dan berolahraga. Melakukan aktivitas fisik akan membuat sirkulasi darah lancar. Selain itu, kinerja jantung dan paru-paru akan menjadi lebih baik. Sehingga efeknya daya tahan tubuh anak akan menjadi kuat.

Lindungi Anak Dari Paparan Asap Rokok

Paparan asap rokok akan membuat anak menjadi lebih mudah sakit. Anda dapat menjauhkan anak dari tempat tertutup yang biasanya banyak digunakan orang untuk merokok. Apabila di rumah anda ada anggota yang merokok, anda harus lebih sering membersihkan ruangan dan mencuci tirai supaya si kecil tidak terpapar asap rokok yang tersisa atau menempel.

Kurangi Pemakaian Antibiotik

Anak yang terserang pilek dan batuk belum tentu memerlukan antibiotik, sebab penyakitnya bisa jadi karena virus. Apabila anda selalu memaksa si kecil untuk minum antibiotik, tubuh mereka lama kelamaan akan resisten terhadap bakteri sehingga akibatnya anak akan lebih mudah sakit karena dayah tahan tubuhnya semakin lemah. Oleh karena itu, agar anak tidak mudah sakit sebaiknya anda mengurangi pemakaian antibiotik.

Jangan Lewatkan Sarapan Sehat

Jika perut kosong sebelum melakukan aktivitas atau sebelum berangkat sekolah, maka akan dapat menurunkan konsentrasi belajar. Selain itu, anak akan lebih mudah masuk angin. Oleh karena itu, penting bagi si kecil untuk mendapatkan sarapan sehat dan bergizi, sebab sarapan baik untuk kesehatan tubuhnya.

Jangan Biasakan Anak Memegang Wajah

Anda harus menghindarkan anak memegang bagian wajahnya. Pasalnya, virus masuk ke dalam tubuh anak biasanya melalu mata, mulut dan hidung. Untuk mencegah masuknya virus yang berasal dari tangan anak yang telah terkontaminasi oleh benda dari luar, anda harus membiasakan agar anak tidak menyentuh wajahnya. Hal ini dapat membantu si kecil agar tidak mudah sakit.

Dengan demikian, sebagai orangtua penting untuk selalu menjaga kesehatan si kecil. Anda dapat memperhatikan beberapa hal di atas agar si kecil tidak mudah sakit. Semoga bermanfaat.

Artikel ini di review oleh Bidan Pevi Revina sTR.Keb

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply