Obesitas Pada Anak | Penyebab, Gejala dan Pencegahan

5/5 (1)

Obesitas Pada Anak – Anak dengan tubuh yang gemuk memang terlihat lucu dan menggemaskan. Sehingga tidak sedikit orangtua yang memberikan banyak asupan makanan untuk anaknya. Padahal tidak selamanya anak gemuk adalah anak yang sehat. Tubuh anak yang gemuk bisa mengarah pada obesitas yang tentunya dapat mengancam kesehatannya. Obesitas pada anak terjadi saat berat badan anak lebih dari batas normal. Nah, untuk mengetahui informasi seputar obesitas pada anak, baik itu penyebab, gejala dan pencegahan, anda bisa simak pembahasannya di bawah ini.

Sekilas Tentang Obesitas

Obesitas Pada Anak

Obesitas merupakan kondisi dimana lemak mengalami penumpukan dengan berlebihan pada tubuh. Apabila dibiarkan dengan terus menerus, kondisi ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Selain penampilan fisik yang terpengaruh, juga akan meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan lain sebagainya.

Di seluruh dunia, obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang besar. Tidak hanya mempengaruhi masalah kesehatan fisik, namun juga dapat mempengaruhi psikologis penderitanya.

Perlu anda ketahui, berat badan berlebih dengan obesitas tidaklah sama. Berlebihnya berat badan merupakan kondisi dimana berat badan naik berlebih. Hanya saja, berat badan yang naik ini bukan hanya disebabkan karena kelebihan lemak, namun bisa juga karena cairan pada tubuh atau massa otot. Dimana keadaan-keadaan tersebut tentunya dapat berbahaya untuk kesehatan.

Obesitas menjadi masalah umum, bukan hanya dialami oleh orang dewasa, namun anak-anak pun dapat mengalaminya. Jika tidak menjaga pola makan dengan tepat dan kurang melakukan aktivitas fisik, risiko mengalami obesitas akan menjadi lebih tinggi.

Perlu anda ketahui, setiap anak memiliki berat badan ideal yang berbeda-beda. Mengikuti tinggi badan yang semakin bertambah, berat badan anak akan mengalami kenaikan. Oleh karena, untuk mengetahui apakah si kecil mengalami obesitas atau tidak sebaiknya anda rutin melakukan pemeriksaan pada dokter. ( Baca juga : Penyebab Anak Bau Mulut )

Penyebab Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan obesitas atau kegemukan pada anak. Berikut ini beberapa penyebab obesitas anak usia dini.

Gaya Hidup

Pola makan anak yang tidak tepat dapat menyebabkan anak obesitas atau kegemukan. Selain makanan, aktivitas anak juga ikut mempengaruhi. Keduanya dapat mempengaruhi berat badan anak. Kebiasaan anak bermain game atau gadget, menonton televisi dan komputer dapat menyebabkan anak kurang bergerak. Ditambah lagi dengan konsumsi cemilan yang mengandung tinggi kalori. Asupan makanan yang banyak, namun anak tidak banyak berkativitas akan dapat menyebabkan anak obesitas. Hal ini tentunya harus orangtua waspadai, sebab kegemukan pada anak akan dapat menyebabkan penyakit kronis.

Faktor Genetik

Anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegemukan jika memiliki orangtua atau saudara dengan berat badan obesitas atau lebih dari normal. Meskipun begitu, tidak semua anak akan mengalami obesitas meskipun keluarganya memiliki sejarah obesitas. Faktor genetik memang dapat meningkatkan risiko anak obesitas. Hanya saja, gaya hidup dan pola makan ikut berpengaruh terhadap berat badan.

Faktor Psikologis

Obesitas yang dialami oleh anak sebenarnya bisa juga disebabkan karena faktor psikologis. Tidak jarang anak yang mengalami stres karena pelajaran sekolah, merasa bosan, memiliki masalah dan lain sebagainya menjadikan makanan untuk pelarian dari frustasi yang dialaminya. Akibatnya anak akan kelebihan berat badan.

Gejala atau Tanda Anak Mengalami Obesitas

Obesitas Pada Anak

Anak mengalami obesitas sebenarnya tidak menunjukan gejala atau tanda yang pasti. Pada dasarnya, anak yang obesitas akan terlihat lebih gemuk dibandingkan dengan anak yang seusia dengannya. Untuk mengetahui apakah anak anda mengalami obesitas atau tidak yaitu dengan rutin mengajak anak untuk periksa ke dokter agar berat badan dan tinggi badannya dapat dipantau berdasarkan grafik tumbuh kembang anak.

Ada beberapa kondisi yang berhubungan dengan obesitas pada anak. Namun, mungkin tidak semua anak obesitas mengalami kondisi ini, sehingga untuk mengetahui apakah anak anda obesitas atau tidak harus rutin melakukan pemeriksaan. Beberapa kondisi yang dimaksud adalah seperti berikut ini:

  • Anak yang obesitas biasanya memiliki lingkar hitam pada ruas jari dan lehernya. Terdapat garis atau guratan hitam di area leher anak. Guratan berwarna hitam ini muncul disebabkan karena sel-sel kulit mengalami penumpukan berlebihan yang disebabkan karena lapisan tanduk mengalami penebalan. Dimana penebalan ini biasanya dialami oleh anak yang mengalami obesitas. Selain pada leher, penebalan juga bisa terjadi pada area lipatan yang lainnya seperti ruas jari atau ketiak.
  • Pada anak obesitas biasanya bentuk dadanya membusung atau payudaranya terlihat besar, termasuk pada anak laki-laki. Selain itu, tungkai anak bentuknya X.
  • Anak dengan kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengalami diebates. Gejala awal anak mengalami diabetes karena obesitas beberapa di antaranya yaitu anak banyak makan, banyak buang air kecil dan banyak minum.
  • Anak yang kesulitan tidur saat malam hari dapat menjadi faktor risiko obesitas. Anak yang kurang tidur karena sulit tidur akan berpengaruh terhadap hormon leptin menjadi rendah dan ghrelin menjadi tinggi.  Dimana kadar hormon yang mengalami perubahan ini akan menyebabkan anak makan lebih banyak.

Bahaya Obesitas Pada  Anak

Obesitas Pada Anak

Anak dan bayi yang terlihat gemuk memang lucu dan menggemaskan. Hanya saja, badan anak yang gemuk dapat mengarah pada obesitas yang dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya pada anak. Apa saja bahaya obesitas pada anak? Untuk mengetahuinya anda bisa simak pada  pembahasan di bawah ini:

Sleep Apnea

Sleep Apnea merupakan masalah tidur yang terjadi ketika pernapasan berhenti secara mendadak ketika sedang tidur. Beberapa orang yang rentan mengalami sleep apnea salah satunya yaitu orang yang mengalami obesitas, termasuk anak-anak dan bayi. Mereka rentan mengalami kondisi ini disebabkan karena timbunan lemak membuat saluran udara terhalang yang menyebabkan pernapasan terhambat. Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas tidur anak menjadi buruk. Sehingga saat esok harinya anak lebih mudah merasa lelah.

Penyakit Jantung

Anak yang mengalami obesitas bisa ditandai dengan adanya penumpukan lemak pada seluruh tubuh atau hanya pada beberapa bagian tubuh saja. Dimana hal ini dapat membuat risiko anak mengalami penyakit jantung lebih tinggi.

Dibutuhkan darah yang banyak untuk anak yang mengalami obesitas. Sehingga untuk memompa darah jantung kerjanya akan lebih keras. Lama kelamaan hal ini akan menyebabkan jantung membesar supaya pasokan darah dapat dialirkan ke seluruh tubuh. Meningkatnya aliran darah dapat mengakibatkan tekanan darah menjadi tinggi yang menjadi penyebab penyakit jantung.

Asma

Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa penderita obesitas 38 % memiliki penyakit asma. Hal ini disebabkan karena lemak berlebih mengelilingi paru-paru sehingga menjadikannya lebih sensitif terhadap udara. Hal ini lama kelamaan akan menyebabkan sistem pernapasan mengalami peradangan yang pada akhirnya akan dapat menyebabkan asma.

Diabetes Mellitus Tipe 2

Risiko meningkatnya kadar gula darah akan lebih tinggi dialami oleh anak-anak atau bayi yang mengalami obesitas. Hal ini disebabkan karena asupan glukosa sulit dicerna oleh tubuh anak dengan optimal. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa mengalami peningkatan dalam darah, kemudian saat dewasa nanti akan berkembang menjadi penyakit diabetes tipe 2.

Masalah Hormonal

Berat badan anak yang semakin bertambah, maka di dalam tubuh mengatur produksi hormon akan menjadi sulit. Akibatnya hormon yang dihasilkan jumlahnya menjadi tidak normal. Kondisi ini akan menyebabkan munculnya masalah kesehatan yang memiliki hubungan dengan hormon nanti.

Masalah Tulang dan Otot

Kelebihan berat badan akan memberikan beban besar terhadap tulang dan otot, sebab harus bekerja lebih keras dalam menopang beban tubuh. Oleh karena itu, mereka yang mengalami kelebihan berat badan, termasuk anak lebih sering mengeluh sakit otot dan tulang jika dibandingkan dengan anak seusianya dengan berat badan normal.

Selain dampak secara fisik, anak obesitas juga akan mengalami dampak secara emosional atau sosial seperti berikut ini:

  • Tidak percaya diri. Kelebihan berat badan akan menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri.
  • Anak dengan obesitas atau kelebihan berat badan biasanya lebih sulit bersosialisasi. Bahkan ia menjadi lebih khawatir terhadap pendapat orang terhadap bentuk badannya.
  • Anak yang kurang percaya diri karena berat badannya rentan menyebabkan anak depresi.

Cara Mencegah Obesitas Pada Anak

Obesitas Pada Anak

Untuk mencegah obesitas pada anak, menerapkan pola hidup sehat tentu harus dilakukan. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan supaya anak bisa menerapkan gaya hidup sehat.

Pola Makan

  • Anda jangan fokus terhadap berat badan si kecil, namun lebih fokus pada pola hidup sehat. Biasakan anak mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Serta biasakan anak untuk melakukan aktivitas tanpa harus memikirkan berat badan.
  • Selain memperhatikan asupan makanannya, anda juga harus memperhatikan minuman anak. Anda harus membatasi minuman dengan kandungan pemanis buatan pada anak. Mengonsumsi gula fruktosa dengan berlebihan akan menyebabkan berat badan anak naik lebih cepat. Oleh karena itu, setiap anda memberikan minuman pada si kecil, pastikan anda memperhatikan komposisinya. Pastikan minuman dan makanan yang anda berikan pada si kecil tidak mengandung pemanis buatan.
  • Agar anak tidak ngemil atau makan dengan berlebihan, anda bisa membuat jadwal makan ataupun ngemil. Anda bisa memberikan pemahaman pada anak mengenai perlunya makan secukupnya. Hal ini bisa anda terapkan sejak dini. Jika anda mengatur jadwal makannya dengan baik, maka anda juga bisa memperhatikan makanan yang dikonsumsinya, beserta kalori yang masuk ke dalam tubuh dengan baik.
  • Anda dapat memberikan makanan dengan porsi yang sesuai untuk si kecil. Hanya saja, jika anda kesulitan untuk menentukannya, alangkah lebih baik jika anda mengonsultasikannya pada ahli gizi sehingga anda bisa memberikan porsi yang tepat untuk anak.
  • Memilih makanan yang tepat untuk anak harus anda lakukan. Pastikan anda memberikan makanan yang mengandung tinggi nutrisi dengan rendah kalori. Anda dapat memberikan pemahaman pada anak bahwa makanan yang mengandung lemak tinggi dan makanan manis seperti kue dan permen bukanlah makanan yang bisa setiap hari dimakan.
  • Dalam menyiapkan makanan untuk si kecil, anda dapat mengajak anak dalam merencanakan atau membuat makanan untuknya. Dengan begitu anda akan mengetahui makanan yang anak anda sukai, mengajarkan anak mengenai nutrisi penting yang diperlukan, serta mendukung anak agar mencoba makanan yang lebih beraneka ragam.

Aktivitas Fisik

  • Untuk mendukung aktivitas fisik anak, anda bisa ikut berpartisipasi seperti misalkan naik sepeda, berjalan atau bermain bersama-sama. Dengan adanya dukungan dari keluarga akan membuat anda menjadi lebih semangat.
  • Jika anak anda memiliki kebiasaan berada di layar komputer atau tv, bermain gadget dalam waktu yang lama, maka saat ini anda bisa merubah kebiasaannya. Anda dapat membatasinya sekitar 2 jam dalam sehari.

Cara Mengatasi Obesitas Pada Anak

Untuk mengatasi obesitas pada anak, ada beberapa cara yang dianjurkan. Nah, berikut ini tips-tips yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Pola Makan Sehat dan Seimbang

Orangtua tentunya memiliki peran yang penting dalam menentukan makanan anak. Anda dapat memberikan sayuran segar dan buah-buahan untuk anak. Batasi konsumsi makanan siap saji dengan kandungan tinggi gula, kolesterol dan garam.

Anda dapat mengubah pola makan anak menjadi pola makan yang lebih sehat dalam jangka waktu yang panjang dibandingkan dengan seketika atau langsung membatasi makanan dengan kandungan kalori tinggi. Pola makan yang berubah dengan drastis ini akan menyebabkan anak trauma. Akan lebih baik jika anda memberikan makanan dengan nutrisi seimbang dibandingkan dengan diet anak.

Melakukan Aktivitas Fisik Lebih Banyak

Untuk mengatasi obesitas pada anak, anda dapat mengajak anak melakukan aktivitas fisik. Anda dapat mengajaknya melakukan olahraga yang disenangi anak. Selain itu, melakukan aktivitas bersama-sama akan mempererat hubungan orangtua dan anak.

Sebagai orangtua anda juga harus dapat memberikan contoh  yang baik untuk anak. Sebaiknya anda tidak bermain handphone saat bersama dengan anak agar anak tidak mengikutinya.

Cemilan yang Sehat dan Tepat

Ganti cemilan anak yang mengandung tinggi kalori dengan buah-buahan, serta pastikan anak minum air putih yang cukup antara jadwal makan dengan mengonsumsi cemilan. Buah-buahan dan sayuran dengan kandungan serat yang tinggi akan membuat anak merasa cepat kenyang, sehingga rasa lapar berkurang dan pemecahan lemak akan meningkat. Orangtua juga harus dapat menjadi contoh yang baik untuk anak dalam menerapkan hidup sehat. Sehingga anak dapat meniru gaya hidup sehat dari orangtuanya.

Memberikan Target

Anda dapat memberikan target pada anak dalam penurunan berat badannya. Namun, sebaiknya jangan terlalu menekan anak. Anda dapat meminta dengan baik supaya anak dapat mencapai targetnya tersebut. Untuk mengetahui target yang tepat anda bisa melakukan konsultasi pada dokter. Berikan juga motivasi pada anak dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Memberikan Motivasi Pada Anak

Dalam menurunkan berat badan anak dengan menerapkan pola hidup sehat, anda tentunya harus memberikan motivasi pada anak. Anda dapat memberikan pemahaman ataupun motivasi pada anak bahwa menerapkan pola hidup sehat bertujuan untuk kesehatannya. Anda juga dapat menjelaskan pada anak bahwa menerapkan pola hidup yang lebih baik akan anda jalani bersama. ( Lihat juga : Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak )

Memberikan Pujian Pada Anak

Selain memberikan motivasi, anda juga dapat memberikan pujian pada anak. Atas perilaku sehat yang berhasil anak lakukan, anda bisa memberikannya pujian. Saat anak mendapatkan pujian maka ia akan merasa lebih dihargai.

Jangan abaikan masalah obesitas pada anak. Pasalnya obesitas akan dapat membuat masa kecil dan tumbuh kembangnya terpengaruh. Jika anak anda membutuhkan perhatian khusus dengan berat badannya, anda harus melakukan konsultasi pada dokter.

Nah, itulah beberapa informasi seputar asma pada anak yang dapat kami berikan untuk anda. Semoga bermanfaat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply