Penyebab Sesak Napas Pada Anak yang Harus Orangtua Waspadai

Penyebab Sesak Napas Pada Anak – Apakah anak anda pernah mengeluhkan sesak napas? Sesak napas yang dialami si kecil menjadi kondisi yang harus anda waspadai. Kondisi ini bisa saja menjadi gejala penyakit serius yang memerlukan penanganan cepat. Kondisi ini juga akan dapat mengganggu aktivitasnya, bahkan jika dialami dengan berlarut-larut akan dapat membuat pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.

Sangat penting mengetahui penyebab sesak napas pada anak. Ada beberapa penyakit yang dapat membuat anak mengalami sesak napas, dari penyakit yang ringan hingga serius. Untuk mengetahuinya, anda bisa simak beberapa penyebab anak sesak napas di bawah ini.

Penyebab Sesak Napas Pada Anak yang Harus Orangtua Waspadai

Sesak napas pada anak

Adapun penyebab anak mengalami sesak napas dari kondisi ringan hingga serius yaitu seperti berikut ini.

Tersedak Makanan

Anak dapat mengalami sesak napas ketika ia tersedak makanan maupun minuman yang dikonsumsinya. Ketika anak tersedak, makanan yang seharusnya masuk ke dalam tenggorokan justru masuk ke dalan saluran pernapasan atau pita suara. Selain itu, kondisi ini juga dapat dialami anak ketika ia memasukan benda asing berukuran kecil ke mulutnya.

Tidak hanya menyebabkan anak sesak napas, namun tersedak juga akan membuat si kecil batuk-batuk. Batuk menjadi refleks alami tubuh dalam membersihkan atau mengeluarkan makanan ataupun benda asing pada saluran napas yang terjebak.

Jika makanan atau benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan tidak dapat dikeluarkan, maka akan dapat menyebabkan si kecil kekurangan oksigen. Kondisi ini akan membuat kondisi si kecil menjadi lebih buruk. Maka dari itu, ketika anda melihat si kecil tersedak maka harus segera mengatasinya supaya kondisinya tidak semakin parah.

Pilek

Pilek menjadi salah satu masalah pernapasan yang umum dialami. Namun, kondisi  ini jangan dibiarkan karena akan dapat menyebabkan anak mengalami sesak napas. Ketika pilek pada saluran pernapasan akan menghasilkan lendir lebih banyak dibandingkan biasanya. Hidung yang mengalami sumbatan oleh lendir atau ingus ini kemudian akan dapat menyebabkan jalan keluar masuk udara terhalangi, efeknya si kecil akan mengalami sesak napas.

Tidak hanya membuat si kecil mengalami sesak napas saja, namun juga akan membuat si kecil bersin-bersin, badannya menjadi lemas dan tenggorokan sakit. Jika anak memiliki riwayat sinusitis, maka gejalanya akan semakin melemahkan.

Alergi

Penyebab sesak napas pada anak selanjutnya yaitu karena alergi. Alergi pada anak dapat dipicu karena konsumsi makanan tertentu ataupun akibat zat yang terhirup seperti misalkan serbuk sari, debu, bulu binatang dan lain sebagainya bisa menyebabkan anak mengalami sesak napas. Saat anak terpapar oleh penyebab alergi, antibodi histamin akan secara otomatis dihasilkan oleh sistem imun tubuh.

Histamin berperan untuk melawan zat yang dianggap akan berbahaya bagi tubuh. Hanya saja, pada si kecil yang memiliki alergi, pada tubuhnya histamin akan bekerja dengan berlebihan ketika melawan zat yang tidak berbahaya. Kondisi ini akan dapat menyebabkan tubuh anak bereaksi seperti hidung tersumbat atau meler, anak mengalami sesak napas, gatal-gatal, bersin-bersin dan mata berair.

Alergi tentunya harus ditangani dengan tepat dan cepat. Jika ditangani dengan cepat kondisi ini tidak akan membahayakan. Walaupun begitu, ketika si kecil mengalami alergi anda harus tetap waspada terhadap risiko anafilaksis atau reaksi alergi parah. Reaksi ini akan dapat menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan drastis dengan cepat, bahkan dapat mengakibatkan hilangnya kesadaran. Agar tidak berakibat fatal, kondisi ini harus ditangani dengan segera.

Obesitas

Obesitas juga dapat menyebabkan sesak napas pada anak-anak. Anak yang mengalami kelebihan berat badan akan mengeluhkan sesak napas jika dibandingkan dengan anak yang memiliki berat badan normal atau sehat. Ketika melakukan aktivitas normal anak yang mengalami kelebihan berat badan juga cenderung mengalami sulit napas.

Sulit bernapas pada anak yang mengalami obesitas disebabkan karena lemak yang mengalami penumpukan pada perut dan dada sehingga otot  saluran napas akan terhambat. Kondisi ini akan membuat paru-paru si kecil untuk bekerja keras agar dapat mengembang dengan maksimal. Selain itu, kerja jantung menjadi lebih berat dalam memompa darah agar dapat melalui pembuluh darah yang mengalami sumbatan oleh kolesterol.

Mengalami Cemas Berlebih

Rasa cemas berlebih tidak hanya dialami oleh orang dewasa, namun anak-anak juga dapat mengalaminya. Cemas berlebih, baik karena gugup atau ketakutan akan dapat menyebabkan sesak napas pada anak. Ketika anak sedang cemas, respon stres dapat dialami yang pada akhirnya dapat memicu serangan panik.

Serangan panik ini akan menyebabkan sesak napas atau tidak bisa bernapas dengan bebas dan lega. Tidak hanya sesak napas saja, namun anak juga dapat mengalami beberapa gejala yang lainnya seperti badan gemetar, berkeringat, jantung berdebar dengan kencang  serta tubuh terasa lemas.

Asma

Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada sistem pernapasan. Penyakit pernapasan ini ditandai dengan adanya penyempitan, serta peradangan pada sistem pernapasan yang akan menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Anda harus waspada ketika si kecil mengalami sesak napas karena bisa saja ia mengalami asma.

Sesak napas yang disebabkan karena asma bisa dialami anak kapan pun dan dimana pun. Namun, biasanya anak mengalami gejala ini ketika sedang berada di tempat yang dingin, terpapar oleh alergen, olahraga dan lain sebagainya.

Pneumonia

Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi yang dapat mengakibatkan terjadinya peradangan kantong udara pada paru-paru, baik pada salah satu atau keduanya. Anak yang mengalami penyakit ini akan menimbulkan beberapa gejala seperti napas cepat atau sesak napas. Jika penyakit ini sudah parah, bibir anak dan kukunya dapat berubah menjadi kebiruan. Kondisi ini menjadi tanda si kecil kekurangan oksigen.

Gagal Jantung

Gagal jantung juga menjadi penyebab sesak napas pada anak. Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah dengan cukup untuk seluruh tubuh. Kondisi ini bisa pada salah satu sisi jantung, namun bisa juga pada kedua sisi jantung.

Tidak hanya dapat menyebabkan sesak napas saja, namun kondisi ini juga dapat menyebabkan edema, yakni pembengkakan yang biasanya dialami pada kaki maupun pergelangan kaki. Kondisi sesak napas yang dialami anak karena gagal jantung dapat anak alami pada saat ia sedang berbaring, ketika sedang tidur ataupun membungkuk.

Anak dapat dengan tiba-tiba mengalami sesak napas atau bisa juga dialami anak dengan bertahap. Terkadang sesak napas dapat dengan sendirinya hilang, walaupun begitu jangan anda abaikan kondisi ini. Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sesak napas pada anak bisa dipicu oleh berbagai penyebab, dari penyakit yang ringan hingga serius. Ketika anak mengalami sesak napas, anda harus segera periksakan kondisi anak pada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai.

Advertisement
Punya pertanyaan seputar tema artikel? yukk kita diskusikan, klik >> Forum Diskusi & Konsultasi

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply