data-ad-format="auto"

Apakah Anak Dapat Terserang Meningitis?

Pengertian meningitis yang dikutip dari wikipedia.org yaitu adanya radang pada bagian membran yang menyelubungi otak dan juga sumsum tulang belakang yang disebut menigen. Meningitis merupakan penyakit yang berbahaya dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.

Radang selaput otak atau meningitis tidak hanya saja menyerang dewasa akan tetapi dapat menyerang anak-anak. Untuk lebih mengenali Meningitis pada anak maka di artikel kali ini akan dijelaskan ciri anak yang mengidap menginitis, kapan anda harus khawatir dan memerlukan bantuan medis. Selain itu mengenai pencegahan dan pengobatan yang dilakukan untuk anak yang menderita menginitis.

Bagaimanakah penyakit meningitis pada anak?

Anak yang terserang meningitis kebanyakan berusia lima tahun. Anak yang menderita meningitis mengalami peradangan selaput dan membengkak. Beberapa kondisi penyakit ini akan membaik dengan sendirinya akan tetapi apabila dibiarkan maka seringkali menimbulkan komplikasi yang serius dan semakin parah pada anak yang menderita meningitis.

Meningitis pada anak dapat menular, hal ini dikarenakan mikroorganisme yang mudah menular. Apabila telat mendapatkan penanganan maka akan menyebabkan kondisi yang serius bahkan hingga lumpuh dan gangguan mental. Penyakit meningitis akan menular melalui ingus dan cairan ludah anak yang menderita meningitis. Apalagi ketika anak sedang bersin, berbicara, batuk ataupun tertawa. Bahkan penularan dapat terjadi dari makan dan minum bersama dengan penderita.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Penularan menginitis memang sangat mudah, sehingga orang tua harus waspada. Barang yang digunakan anak yang menderita menginitis misalnya handuk atau tisu bekas dapat menjadi media penularan pada anak. Anak yang menderita menginitis akan menularkan penyakitnya selama masih menunjukan gejala tersebut. Bahkan penderita meningitis dapat menularkan bakterinya setelah mengkonsumsi obat antibiotik sekitar 24 jam dari pemberian obat meningitis.

Berbahayakah penyakit meningitis pada anak?

Meningitis merupakan penyakit yang serius, infeksi yang dialami oleh anak yang mengidap menginitis bisa hingga ke jaringan otak bahkan hingga merusak otak. Hal ini karena penyebabnya adalah mikroorganisme yang mudah menyerang. Penyebab dari meningitis pada anak dibagi menjadi dua :

1. Meningitis Viral

Pada meningitis viral disebabkan karena beberapa virus. Pada kasus anak yang menderita meningitis viral sulit diobati bahkan dengan menggunakan antibiotik sekalipun. Penyakit meningitis viral sering terjadi pada musim panas walaupun demikian biasanya tidak sampai menyebabkan anak yang menderita mengidap penyakit serius ataupun merusak.

2. Meningitis Bakteri

Meningitis bakteri sangat umum terjadi pada anak-anak. Meskipun dapat diobati dengan menggunakan antibiotik akan tetapi terkadang akan berdampak pada kerusakan otak, tuna ganda, gangguan mental dan lumpuh. Pencegahan terhadap meningitis pada anak-anak dilakukan saat bayi yaitu dengan memberikannya vaksin prevnar untuk melindungi dari pneumococcus.

Apabila dilihat dari penyebabnya meningitis yang paling berbahaya adalah meningitis yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan anak yang terserang bakteri meningitis mengalami kerusakan otak, gangguan mental, tuna ganda bahkan hingga kelumpuhan. Meskipun demikian bukan berarti meningitis yang disebabkan oleh virus tidak berbahaya, sama saja akan membahayakan kesehatan anak. Sehingga penting untuk orang tua mengetahui gejala yang menunjukan anak terserang bakteri atau virus menginitis untuk mendapatkan pengobatan dini.

Kapan harus khawatir dengan kondisi anak diduga menginitis?

Pada anak yang terserang virus atau bakteri meningitis akan mengalami gangguan kesehatan. Pada dasarnya gangguan kesehatan yang umum dan seringkali diabaikan. Untuk membantu anda, berikut ini adalah gejala awal yang harus anda kenali ketika anak terserang mikroorganisme penyebab miningitis :

1. Anak mengalami demam hingga 39 derajat

Demam seringkali banyak penyebabnya akan tetapi untuk anak yang terserang meningitis gejala demam hampir mirip dengan gejala flu. Bahkan anak akan mengalami pilek, batuk, muntah-muntah dan disertai dengan diare yang menandakan bakteri berinkubasi 2-14 hari.

2. Pusing

Anak akan mengalami pusing yang menyakitkan yang disebabkan karena lapisan yang terinfeksi dari otak yang sedang meradang. Bahkan anak lebih sensitif terhadap cahaya.

3. Kehilangan nafsu makan

Salah satu gejala dari meningitis pada anak adalah kehilangan nafsu makan sehingga anak yang tidak mau makan kemudian mengalami perubahan warna kulit menjadi kuning bahkan hingga rewel dan mengalami kejang-kejang.

4. Leher nyeri dan kaku

Pada anak yang terserang penyakit meningiti seringkali mengeluhkan nyeri dan kaku. Meskipun demikian tidak berlaku pada anak yang nyeri pada bagian tenggorokan di depan leher. Umumnya akan mengeluhkan pada bagian leher belakang. Bahkan ketika anak menunduk dan melihat perut akan semakin sakit. Apabila ketika lapisan ini terinfeksi maka akan semakin meradang dan menimbulkan sakit yang semakin parah.

Gejala yang dialami oleh anak yang terinfeksi menginitis hampir sama dengan gangguan kesehatan yang ringan. Sedangkan gejala meningitis yang paling khusus adalah ketika anak anda mengalami kekakuan pada bagian leher. Meskipun demikian apabila anak anda mengalami beberapa gejala yang mengarah pada meningitis perlu dilakukan pemeriksaan. Misalnya ketika anak anda mengalami sakit kepala yang hebat disertai dengan demam dan juga muntah maka pemeriksaan dokter yang akan membantu untuk mendiagnosa penyakit anak anda. Dokter akan mempertimbangkan gejala yang terjadi pada anak, apakah merupakan flu berat atau meningitis. Dokter akan menyarankan menggunakan spinal tap meskipun sangat beresiko pada anak yang melakukan spinal tap.  

Bagaimana pencegahan dan pengobatan penyakit meningitis pada anak?

Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin ketika bayi. Biasanya dengan menggunakan imunisasi HiB/pneumokukus. Selain dengan memberikan vaksin yang harus anda perhatikan adalah menjaga kebersihan yang berhubungan dengan mencuci tangan sebelum menyentuh makanan ataupun menghindari menyentuh mulut dan hidung ketika tangan anak kotor.

Selajutnya hindari kontak langsung dengan anak yang sedang sakit. Hal ini dikarenakan penularan meningitis yang dapat melalui ingus atau lendir yang tanpa disadari dapat menyerang anak sehat. Terakhir hindari menggunakan alat makan yang sama dengan penderita untuk mengitis pada anak.

Anak yang mengidap meningitis dapat sembuh tanpa melakukan pengobatan akan tetapi penyakit akan berkembang lebih parah dan menimbulkan komplikasi apabila sembuh tidak sempurna. Apalagi bila penyebab meningitis pada anak adalah bakteri pengobatan harus segera dilakukan untuk menurunkan resiko kerusakan otak yamg permanen.

Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan pemeriksaan ke dokter selanjutnya akan disarankan untuk menggunakan test medis yang dapat mengetahui infeksi, berikut adalah langkah yang dilakukan :

1. Test darah

Dokter akan mengambil test darah dan pemeriksaan laboratorium.Tujuannya untuk mengetahui darah ditumbuhi oleh mikroorganisme atau tidak.

2. Test Pencitraan

Test ini menggunakan x-ray dan CT-scandilakukan untuk melakukan pemeriksaan kepala , dada ataupun sinus.

3. Spinal tap

Diagnosis dengan menggunakan cairan serebrospinal, apabila pada anak yang menderita menginitis akan menunjukan peningkatan jumlah sel darah putih dan kadar gula yang rendah.

Loading...

Follow us