Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa Ramadhan?

5/5 (11)

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa Ramadhan? – Bulan Ramadhan segera tiba, dengan penuh suka cita umat Muslim di dunia menyambut kedatangan bulan suci yang sangat dinanti-nanti. Di bulan Ramadhan, umat Muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Begitu juga dengan ibu menyusui, meskipun diperbolehkan tidak ikut berpuasa tapi banyak ibu yang ingin ikut menjalankan puasa. Di samping itu, ada juga ibu menyusui yang tidak ikut berpuasa karena khawatir akan mempengruhi kesehatan buah hati. Sebenarnya bolehkah ibu menyusui berpuasa? Amankan puasa sambil menyusui?

Menyusui menjadi kewajiban bagi seorang ibu. Melalui ASI bayi akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, terlebih lagi jika usia bayi masih di bawah 6 bulan karena pada saat itu bayi belum menerima makanan pendamping ASI (MPASI).

Menyusui merupakan proses penting yang tidak bisa ditinggalkan oleh ibu untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan buah hatinya. Seorang ibu tentu akan berusaha untuk memberikan ASI yang cukup dan berkualitas untuk bayinya. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi dan kualitas ASI yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi.

Memasuki bulan Ramadhan, dimana semua umat Islam menjalankan ibadah puasa, anda yang menyusui mungkin ragu untuk menjalankannya. Namun, di sisi lain anda ingin ikut berpuasa namun juga khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan ASI untuk buah hati. Nah, untuk mengetahui penjelasan mengenai bolehkah ibu menyusui ikut berpuasa atau tidak, anda bisa simak penjelasannya di bawah ini.

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa?

Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan

Ibu menyusui sebenarnya boleh-boleh saja menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Seperti yang kita ketahui, menjalankan puasa Ramadhan hukumnya wajib untuk setiap muslim. Namun sama halnya dengan wanita yang sedang hamil, agama Islam memberikan kelonggaran juga untuk ibu menyusui. Ibu menyusui boleh tidak berpuasa dengan menggantinya di lain waktu atau diganti dengan membayar fidyah.

Meskipun demikian, jika kondisi tubuh ibu sehat dan merasa kuat menjalankan puasa, ibu menyusui diperbolehkan menjalankan puasa. Berpuasa dalam jangka waktu yang pendek tidak akan menyebabkan produksi ASI terpengaruh. Anda dapat menyusui bayi seperti pada hari-hari biasa.

Tubuh anda tetap akan memproduksi ASI dengan kualitas dan jumlah yang sama seperti hari-hari biasa anda tidak menjalankan puasa. Namun, meskipun begitu anda juga harus mempertimbangkan usia si kecil sebelum memutuskan untuk menjalankan puasa. Bayi di bawah 6 bulan masih mendapatkan ASI eksklusif dan kebutuhannya berbeda dengan bayi berusia 1 tahun yang sudah diberikan makanan pendamping ASI. Sehingga sangat dianjurkan untuk para ibu yang masih menyusui ekslusif atau usia bayi kurang dari 6 bulan untuk menunda puasa. Pada masa menyusui eksklusif ASI menjadi satu-satunya asupan yang didapatkan bayi. Di masa ini tubuh ibu bekerja terus menerus supaya dapat memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap.

Ibu menyusui diperbolehkan berpuasa jika kondisi tubuh ibu sehat dan merasa kuat untuk berpuasa.

Amankan Untuk Bayi Jika Ibu Menyusui Berpuasa?

Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan

Penelitian menunjukan bahwa menjalankan puasa selama jangka waktu tertentu tidak akan mempengaruhi atau mengurangi produksi ASI. ASI tetap akan dihasilkan oleh tubuh ibu dalam jumlah yang sama meskipun ibu sedang menjalankan puasa.  Gizi yang terkandung di dalam ASI mungkin akan mengalami perubahan sedikit, hanya saja tidak terlalu signifikan.

Ketika menjalankan ibadah puasa, pola metabolisme akan disesuaikan oleh tubuh ibu sehingga ASI tetap dapat diproduksi dengan kualitas terbaik. Oleh karena itu, anda jangan merasa khawatir karena tubuh anda tetap bisa memproduksi ASI yang bergizi untuk buah hati tercinta.

Selain itu, anda juga jangan khawatir berat badan bayi turun saat anda menjalankan puasa. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa puasa sambil menyusui tidak akan berdampak negatif terhadap berat badan atau pertumbuhan bayi.

Meskipun ibu sedang berpuasa, bukan berarti anda boleh bermalas-malasan menyusui bayi anda. Si kecil harus tetap menyusui dengan baik. Jika bayi anda menyusui dengan sering maka kebutuhannya akan tercukupi. Selain itu, produksi ASI anda akan semakin lancar. ( Baca juga : Cara Mengajarkan Anak Agar Mau Puasa Sejak Dini )

Amankan Ibu Berpuasa Sambil Menyusui?

Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan

Jika untuk bayi aman, maka begitupun dengan ibu. Tubuh anda akan dapat beradaptasi dengan kondisi saat berpuasa. Hal penting yang harus diperhatikan yaitu anda tetap memilih asupan makanan yang sehat dan mengandung gizi seimbang saat sahur atau ketika berbuka puasa.  Perlu anda ketahui, salah memilih menu akan menyebabkan masalah kesehatan dikemudian hari.

Selain itu, hal lainnya yang harus anda perhatikan ketika menyusui sambil menjalankan puasa yaitu masalah dehidrasi. Dehidrasi menjadi ancaman untuk ibu menyusui yang berpuasa. Dehidrasi itu sendiri merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dengan jumlah yang ditentukan, yakni 2 liter perhari.

Karena tentunya anda tidak bisa minum langsung sebanyak itu, anda dapat membaginya dalam beberapa waktu. Seperti misalkan, 1 liter saat sedang sahur dan 1 liter setelah anda berbuka puasa. Namun, jika saat berpuasa anda mengalami beberapa tanda dehidrasi, sebaiknya jangan paksakan diri untuk meneruskan puasa. Berikut ini, tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai:

  1. Ibu merasa sangat kehausan
  2. Urine berubah warna menjadi kuning cenderung gelap
  3. Merasa lemas
  4. Bibir pecah-pecah
  5. Merasakan pusing dan ingin pingsan

Hal yang Harus Diperhatikan Ibu Menyusui yang Ikut Berpuasa

Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan

Meskipun ibu menyusui boleh ikut berpuasa, namun ada beberapa hal yang penting diperhatikan seperti berikut ini:

Kesehatan Ibu

Sebelum anda memutuskan untuk ikut berpuasa, anda harus memastikan kondisi tubuh anda dalam keadaan sehat. Jangan paksakan diri anda untuk ikut berpuasa apabila memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes atau masalah hormonal yang lainnya. Sebab kondisi tersebut akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Apabila anda mengalami kondisi tersebut, alangkah lebih baik jika anda melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui apakah kondisi anda aman untuk menjalankan puasa atau tidak.

Usia dan Kesehatan Bayi

Disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum anda memutuskan berpuasa. Anda juga harus memperhatikan usia dan kondisi kesehatan bayi anda. Apabila si kecil berusia di bawah 6 bulan sebaiknya anda menunda puasa terlebih dahulu.

Waktu Istirahat

Penting bagi ibu menyusui yang menjalankan puasa untuk memperhatikan waktu istirahat. Hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat.

Kalori

Anda harus memastikan asupan kalori terpenuhi dengan baik. Sebaiknya hindari konsumsi makanan pedas, makanan dingin dan makanan yang terlalu panas untuk menjaga sistem pencernaan.

Merangsang Produksi ASI

Meskipun puasa tidak berpengaruh besar terhadap produksi ASI, namun rangsangan tetap harus dilakukan. Untuk merangsang produksi ASI anda tetap harus memberikan ASI dengan rutin pada bayi anda. Jika bayi anda semakin sering menyusu, maka produksi ASI akan semakin bertambah.

Tips Menyusui Sambil Berpuasa Agar Lancar

Bolehkah ibu menyusui berpuasa Ramadhan

Jika anda memutuskan ikut berpuasa saat sedang menyusui, selain memperhatikan beberapa hal di atas, anda dapat ikuti beberapa tips ini guna kelancaran menyusui selama anda puasa:

Niat

Niat dan persiapan yang matang dibutuhkan sebelum anda memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, anda juga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat anda. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari orang-orang terdekat, diharapkan puasa anda akan lancar.

Melakukan Konsultasi Pada Dokter

Jika anda masih ragu untuk mengikuti puasa, maka alangkah lebih baiknya jika anda melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Apabila kondisi anda dan si kecil memungkinkan untuk ikut berpuasa, maka dokter akan memperbolehkan anda untuk ikut berpuasa. Jika tidak memungkinkan, anda harus menunda ikut berpuasa.

Konsumsi Makanan

Selama puasa, tentunya anda hanya bisa makan ketika sahur dan berbuka puasa. Maka dari itu, anda harus memanfaatkan waktu yang anda miliki dengan baik. Pastikan anda mencukupi nutrisi yang dibutuhkan. Makanan yang anda konsumsi seharusnya tidak hanya mengenyangkan, namun juga sehat dan bernutrisi.

Saat berbuka dan sahur, anda dapat mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, buah-buahan dan sayuran. Makanan yang anda konsumsi harus mengandung nutrisi seimbang yang dibutuhkan. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran karena mengandung mineral dan vitamin yang tubuh perlukan.

Berdasarkan penelitian, beberapa kandungan nutrisi pada ASI mengalami penurunan. Kandungan nutrisi yang dimaksud di antaranya yaitu magnesium, zink dan kalium. Oleh karena itu, anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung zink, kalium dan magnesium. Makanan yang mengandung zink di antaranya yaitu daging, gandum dan kerang. Makanan yang mengandung kalium di antaranya apukat, pisang, kentang, tomat, ubi dan ikan. Sedangkan makanan yang mengandung magnesium yaitu kacang-kacangan, alpukat, tempe, tahu, sayuran dan ikan.

Untuk jumlah kalori, selama puasa anda harus memenuhi minimal 1.800 kalori dalam sehari supaya tubuh tetap mendapatkan nutrisi dan energi yang diperlukan untuk menghasilkan ASI.

Memenuhi Kebutuhan Cairan

Tidak hanya harus memperhatikan asupan makanan saja, anda juga harus memperhatikan kebutuhan cairan yang diperlukan tubuh. Ini dilakukan supaya tubuh anda dapat terhindar dari masalah dehidrasi atau kekurangan cairan. Dehidrasi yang dialami ibu menyusui tentunya akan mempengaruhi produksi ASI. Anda harus mencukupi kebutuhan cairan perharinya. Pastikan anda minum 8 gelas air putih sehari. Namun, untuk memenuhi kebutuhan cairan anda, mungkin dibutuhkan lebih banyak lagi cairan.

Mencukupi Waktu Istirahat

Sebagai seorang ibu rumah tangga anda mungkin memiliki segudang kegiatan. Mengurus rumah, mengurus suami dan mengurus anak. Semua kegiatan itu tentu akan menguras tenaga anda. Selama menyusui sambil berpuasa, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat. Memenuhi waktu istirahat harus dilakukan supaya tubuh anda tetap sehat, bugar dan terhindari dari kondisi lemas.

Anda bisa mencuri waktu untuk beristirahat saat siang hari. Tidur disiang hari akan membantu anda untuk menghemat energi. Hindari melakukan aktivitas di luar ruangan saat cuaca sedang panas.

Tetap Berikan ASI Pada Bayi

Memberikan ASI pada bayi saat anda sedang berpuasa tidak akan mengurangi produksi ASI. Semakin anda sering menyusui bayi anda, maka ASI yang akan dihasilkan oleh tubuh anda akan semakin banyak. Isapan bayi pada payudara menjadi salah satu rangsangan supaya produksi ASI lancar. Oleh karena itu, anda jangan khawatir produksi ASI akan semakin sedikit.

Berbagi Tugas dengan Suami

Setelah menjadi seorang ibu, anda mungkin akan cukup sulit dalam membagi waktu antara pekerjaan rumah, mengurus buah hati dan lain sebagainya. Meskipun begitu, anda tetap harus meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak demi kelancaran ASI.

Perlu anda ketahui, kondisi tubuh yang lelah bisa menjadi faktor yang mempengaruhi produksi ASI, terlebih lagi jika ibu sedang menjalankan puasa. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika anda berbagi tugas dengan suami atau orang terdekat anda. Anda dapat meminta tolong untuk melakukan pekerjaan rumah atau menjaga si kecil ketika anda sedang beristirahat.

Cadangan ASI

Anda dapat membuat cadangan ASI dengan cara memerah atau memompa dan disimpan dalam lemari dingin. Apabila saat puasa anda mengalami kondisi khusus yang mempengaruhi produksi ASI, kebutuhan nutrisi bayi anda akan tetap terpenuhi karena anda sudah memiliki cadangan ASI.

Jangan Memaksakan Diri

Apabila tubuh anda memberikan isyarat untuk berhenti puasa, sebaiknya anda jangan paksakan diri untuk melanjutkan puasa. Sebaiknya anda segera berhenti puasa demi kesehatan anda sendiri dan buah hati tercinta.

Agar ASI Lancar Saat Puasa

Bolehkah ibu menyusui berpuasa ramadhan

Puasa tidak akan mempengaruhi produksi ASI. Namun, untuk memastikan agar ASI lancar meskipun anda sedang berpuasa, anda bisa simak beberapa tips berikut ini:

Rutin Memompa ASI

Kegiatan memompa ASI juga akan dapat mempengaruhi produksi ASI. Saat bulan Ramadhan kegiatan anda pastinya menjadi lebih banyak, mulai dari menyiapkan makan sahur, berbuka puasa, sholat tarawih dan ibadah yang lainnya. Karena banyaknya kegiatan tersebut akan membuat waktu memompa ASI menjadi berkurang. Dimana kondisi ini akan menyebabkan produksi ASI anda menurun. Oleh karena itu, anda bisa memompa ASI di waktu yang lainnya. Anda dapat menambah waktu memompa ASI dalam setiap harinya, seperti misalkan menjadi 5 kali sehari untuk menjaga agar ASI tetap lancar meskipun anda sedang berpuasa.

Hindari Stres

Keadaan mental ibu tentu akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh ibu. Oleh karena itu, hindari stres saat menjalankan puasa sambil menyusui. Anda harus tetap berpikir positif, sebab stres yang anda alami dapat mempengaruhi produksi ASI.

Stres akan dapat mempengaruhi hormon oksitosin, hormon yang memiliki peran dalam merangsang keluarnya ASI. Hormon ini dipengaruhi oleh keadaan hati ibu. Apabila ibu stres, ASI tidak akan dapat keluar dengan lancar karena hormon oksitosin terhambat.

Memperhatikan Jenis Makanan yang Dikonsumsi

Supaya produksi ASI tetap lancar meskipun anda berpuasa, anda tetap harus memperhatikan asupan makanan yang anda konsumsi ketika buka puasa atau sahur. Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi yang baik akan dapat membantu memperlancar produksi ASI. Oleh karena itu, setelah buka puasa atau sahur anda dapat mengonsumsi makanan bernutrisi. Beberapa makanan yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI di antaranya yaitu buah segar, kurma dan sayuran hijau.

Selain itu, anda jangan lupa untuk banyak minum air setelah buka puasa atau ketika sahur. Pastikan anda minum cukup air supaya ASI tetap lancar dan terhindar dari dehidrasi.

Perbanyak Konsumsi Daging

Anda dapat memperbanyak konsumsi daging. Daging merupakan makanan yang tinggi akan kandungan protein dan kalori yang dapat disimpan oleh tubuh dalam waktu yang lumayan lama. Sehingga dengan begitu ibu tidak akan mudah lemas meskipun sedang berpuasa.

Makan Setelah Tarawih

Dibandingkan orang biasa, ibu menyusui membutuhkan kalori yang lebih banyak. Untuk mencukupi kebutuhan kalori, anda dapat makan setelah menjalankan shalat tarawih. Namun, jika anda masih merasa kenyang karena mengonsumsi makanan berat saat buka puasa, anda bisa makan buah-buahan karena tidak terlalu mengenyangkan.

Meskipun malas makan tetapi harus tetap diusahakan makan demi buah hati anda. Dalam masa menyusui, anda jangan egois hanya memikirkan diri sendiri karena anda juga harus memperhatikan asupan untuk bayi anda.

Mengurangi Konsumsi Makanan Olahan

Karena malas menyajikan makanan untuk sahur, biasanya banyak ibu rumah tangga yang memilih menu alternatif yakni makanan olahan. Makanan olahan memang praktis, namun tidak baik untuk kulitas ASI.

Makanan olahan yang mengandung bahan kimia berupa MSG dan pengawet akan dapat mempengaruhi kualitas ASI. Oleh karena itu, penting mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi saat sahur.

Kondisi yang Mengharuskan Ibu Menyusui Membatalkan Puasa

Bolehkah ibu menyusui berpuasa Ramadhan

Jika ibu menyusui mengalami beberapa kondisi ini saat berpuasa, sebaiknya segera batalkan puasa:

  • Mengalami Komplikasi Penyakit. Apabila anda mengalami atau memiliki komplikasi penyakit, seperti misalkan tekanan darah tinggi atau rendah, diabetes, masalah pencernaan dan lain sebagainya, maka sebaiknya ibu menyusui tidak ikut berpuasa. Hanya saja, jika anda tetap kekeh ingin berpuasa, sebaiknya anda konsultasikan terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan kondisi anda.
  • Gula Darah Mengalami Penurunan. Gula darah mengalami penurunan ditandai dengan tubuh terasa lemas, keluar keringat dingin, tubuh bergetar dan mata seperti berkunang-kunang. Apabila anda mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya segera batalkan puasa.
  • Mengalami Dehidrasi. Dehidrasi merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan cairan. Kondisi dehidrasi yang dialami oleh ibu menyusui akan menyebabkan terhambatnya produksi ASI, sehingga asupan ASI untuk si kecil akan berkurang. Selain itu, dehidrasi yang dialami oleh ibu menyusui juga akan membuat komposisi kandungan ASI mengalami perubahan. Apabila ibu mengalami dehidrasi saat menyusui, maka kesehatan bayi akan terpengaruh. Dehidrasi juga akan membahayakan kesehatan ibu. Jika anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, salah satunya merasa sangat kehausan, sebaiknya anda segera batalkan puasa dan minum air yang cukup. Untuk menjaga cairan tubuh, anda bisa mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.
  • Urine Berbau Tajam dan Gelap. Urine berbau tajam dan berubah warna menjadi gelap juga menjadi salah satu tanda dehidrasi. Jangan abaikan kondisi ini karena akan mempengaruhi ASI.
  • Sakit. Jika anda tidak enak badan atau sakit, sebaiknya jangan paksakan melanjutkan puasa. Selain itu, apabila anda merasakan sakit dibeberapa bagian tubuh, serta kepala terasa sakit itu bisa menjadi tanda dehidrasi.
  • Merasa Lesu. Apabila ibu menyusui mengalami lemah, lesu dan terasa seperti ingin pingsan, sebaiknya anda menghentikan puasa dan istirahat.

Kesimpulan

Dengan demikian ibu menyusui boleh ikut berpuasa namun harus disesuaikan dengan kondisi ibu dan bayi. Oleh karena itu, sebelum ikut berpuasa disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter. Namun, jika usia bayi masih di bawah 6 bulan atau masih ASI eksklusif, disarankan bagi ibu menyusui untuk menunda puasa, karena pada masa ini ASI menjadi satu-satunya asupan si kecil.

Penting bagi ibu menyusui untuk memperhatikan asupan makanan dan kebutuhan cairan saat berpuasa, guna menjaga kualitas dan kuantitas ASI serta terhindari dari masalah kesehatan. Nah, beberapa tips berpuasa saat menyusui di atas diharapkan dapat membantu kelancaran puasa anda meskipun sedang berpuasa.

Itulah penjelasan mengenai bolehkah ibu menyusui berpuasa Ramadhan serta beberapa tips menyusui selama puasa agar lancar. Semoga bermanfaat.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel