data-ad-format="auto"

Tips Puasa Bagi Ibu Menyusui

Kategori artikel yang berisi informasi seputar tips bagi ibu menyusui dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk menu nutirisi saat sahur dan berbuka, tips menjalani puasa. Diharapkan meskipun menjalankan puasa, ibu dan anak tetap sehat

Tips Menjaga ASI Tetap Deras dan Berkualitas Meski Puasa

Setelah melewati beberapa konsultasi dan akhirnya dokter memperbolehkan ibu menyusui untuk dapat menjalankan ibadah puasa maka hal ini akan mungkin menjadi kabar gembira untuk sebagian ibu menyusui yang memang mendambakan bisa ikut menjalankan ibadah yang satu ini dengan baik.

Akan tetapi demikian, meski diperbolehkan menjalani puasa terkadang memang ada persyaratan tertentu dan kondisi yang perlu diperhatikan dengan baik oleh ibu menyusui. Hal ini dilakukan agar produksi ASI tetap lancar dan kualitasnya tetap terjaga.

Lantas mengapa demikian? Pada umumnya selama proses menyusui seorang wanita membutuhkan asupan nutrisi dan gizi yang banyak dan berlimpah dari aneka jenis makanan yang sehat. Tentunya, dengan menjalani puasa maka kegiatan mengasup makanan dan nutrisi kedalam tubuh ini bisa mungkin terkendala.

Sehingga demikian, derasnya dan kualitas ASI bisa mungkin terkendala saat ibu menyusui kurang mampu memperhatikan beberapa hal penting tersebut. Nah, untuk itulah dalam pembahasan kali ini kami akan membantu anda untuk tetap dapat menjaga produksi ASI tetap lancar dan menjaga kualitas ASI tetap terjaga dengan baik.

Ingin tahu seperti apa saja tips menjaga ASI tetap deras dan berkualitas selama menjalani ibadah puasa? Maka mari kita simak beberapa informasi menariknya yang akan kami sampaikan dibawah ini. Baca juga: Menjaga Kesehatan Kehamilan Trimester Pertama Saat Berpuasa

Tips Menjaga ASI Tetap Deras dan Berkualitas Meski Puasa

Menjalani ibadah puasa sambil menjalankan kewajiban menyusui si buah hati yang masih begitu kecil memang menjadi tantangan tersendiri untuk sebagian orang. Namun demikian, sebenarnya pengasupan nutrisi kedalam tubuh akan tetap dapat berjalan dengan baik tatkala ibu menyusui mampu memanage asupan gizi kedalam tubuhnya dengan baik.

Sehingga demikian, produksi ASI tetap deras dan kualitasnya tetap dapat terjaga dengan baik. Nah, untuk membantu anda menjaga ASI dengan baik. Maka tak perlu khawatir mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.

Penuhi Kebutuhan Serat

Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, lambung akan cenderung mudah melonjak dan menyebabkan rasa yang tidak nyaman, baik pada bagian perut ataupun pada bagian mulut. Kondisi ini terkadang akan seringkali membuat mulut terasa asam atau bahkan pahit. Perut yang terasa panas pun lagi-lagi akan menjadi hal yang memperburuk kondisi ini.

Nah, menghadapi kondisi diatas ibu menyusui akan mungkin terkendala untuk dapat menikmati makanan dengan baik. Jangankan untuk dapat mengasup segala macam makanan sehat, nafsu makan saja seringkali sulit didapatkan.

Namun melewatkan mengasup tubuh ibu dengan makanan sehat akan mungkin berpengaruh terhadap produksi ASI yang terkendala. Sehingga demikian, kondisi ini akan mungkin membuat anda rugi. Untuk itulah, perhatikan asupan makanan sehat kedalam tubuh. Terutama asupi kebutuhan serat dengan baik. Selain itu, asupan beta karoten, vitamin A dan zat antioksidan lainnya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Banyak Minum Air

Kurangnya asupan cairan kedalam tubuh selama bulan puasa mungkin menjadi hal yang wajar. Akan tetapi dampak dari kondisi ini bisa sangat merugikan untuk ibu menyusui. Kurangnya asupan cairan bisa mungkin mempengaruhi produksi ASI yang ibu hasilkan. Hal ini pun akan mungkin membuat ibu menyusui mengalami dehidrasi yang berat.

Nah, untuk mengatasi kondisi ini maka perhatikan untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan didalam tubuh dengan baik. Asupi setidaknya kebutuhan cairan yang dianjurkan, minimal sebanyak 8 gelas air mineral dalam satu hari. Takaran jumlah ini akan dapat anda bagi kedalam beberapa waktu. Yakni pada saat berbuka, sahur dan sebelum tidur.

Minum Susu

Susu dan produk olahan lainnya akan dibutuhkan oleh ibu menyusui yang ikut menjalani ibadah puasa. Protein dan zat baik lainnya yang ada didalam susu akan dapat bermanfaat baik untuk stamina dan kebugaran ibu menyusui. Oleh karenanya, pertimbangkan untuk mengasup kebutuhan susu kedalam tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Selain protein, kandungan kalsium yang ada didalamnya pun akan baik untuk perawatan jaringan tubuh dan beberapa fungsi fisik lainnya yang penting. Oleh karenanya, tidak ada salahnya untuk menyempatkan diri memasukan menu minuman ini pada menu buka dan sahur anda selama puasa.

Dapatkan Waktu Istirahat yang Cukup

Terlalu lelah menjalankan aktivitas harian akan mungkin membuat produksi ASI dalam tubuh ibu menyusui menjadi terkendala. Hal ini akan mungkin membuat si kecil tidak mendapatkan cukup ASI yang mereka butuhkan. Oleh karenanya, ibu menyusui perlu mendapatkan solusi agar produksi ASI-nya tetap lancar dan kualitasnya tetap terjaga.

Untuknya, dapatkan waktu istirahat yang cukup agar tubuh anda bisa tetap memproduksi ASI dalam jumlah yang dibutuhkan. Sehingga kebutuhan ASI untuk menunjang tumbuh kembang si buah hati pun tetap berjalan dengan baik.

Salah satu cara terbaik untuk memanfaatkan waktu istirahat adalah dengan mendapatkan tidur yang cukup. Tidur yang cukup akan dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar. Hal ini pun akan dapat menghindarkan ibu dari kemungkinan stress karena tekanan dan kurangnya waktu tidur yang akan  berdampak pada stress yang sulit untuk dihindarkan.

Makan Tiga Kali Sehari

Meskipun ikut berpuasa namun bukan berarti ibu menyusui dapat mengabaikan jadwal dan waktu makan anda. Justru sebaliknya, ketika masa menyusui anda akan membutuhkan asupan gizi untuk dapat menunjang produksi ASI dalam tubuh dengan lebih baik.

Oleh karenanya, tetap jaga waktu makan anda sebanyak 3 kali dalam satu hari bahkan ketika anda menjalankan ibadah puasa. Waktu ini akan dapat anda bagi pada saat berbuka, beberapa saat sebelum pergi tidur dan pada saat sahur. Hal ini akan membantu tubuh memproduksi ASI dengan lebih banyak.

Hanya saja perhatikan dengan baik agar kualiatas ASI anda terjaga dengan baik maka asupan makanan yang didapatkan sebaiknya diperoleh dari aneka jenis makanan sehat. Untuk itu, pada saat menyantap makanan jangan lupakan menu sayur dan buah didalamnya.

Kurangi Aktivitas

Sebagai seorang ibu menyusui, istri dan sekaligus ibu rumah tangga. Terkadang peran ini membuat anda bekerja begitu keras didalam rumah. Hanya saja selama puasa aktivitas yang terlalu padat bisa mungkin membuat anda terkendala dalam menghasilkan ASI yang deras. Untuknya, kurangi aktivitas fisik yang berat selama menjalankan ibadah puasa.

Apalagi pada saat bulan puasa umumnya tidak ada kegiatan makan dan minum di siang hari. Nah, waktu inilah yang akan dapat anda manfaatkan untuk beristirahat sebelum nantinya pada sore hari ibu akan dihadapkan pada kewajiban menyiapkan makanan untuk berbuka dan aktivitas rumah tangga lainnya.

Demikianlah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan dari tips jaga ASI tetap deras dan berkualitas selama puasa. Pada intinya mengasup kebutuhan gizi seimbang dari makanan sehat tidak akan menghalangi produksi ASI yang bermasalah. Justru sebaliknya, hal ini akan dapat membuat puasa yang dijalani lancar dan kegiatan memberikan ASI tetap berlangsung dengan baik.

Tips Nutrisi Terjaga Untuk Ibu Menyusui yang Ikut Puasa

Kepuutusan untuk menjalankan puasa pada saat menyusui memang ditentukan oleh beberapa hal. Akan tetapi, pada akhirnya pilihan tersebut ada ditangan para ibu. Umumnya tidak sedikit wanita yang masih dalam tahapan menyusui atau memberikan ASI pada bayi memilih untuk dapat menjalankan ibadah puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci dan dinanti oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Dimana pada saat ini ibadah yang wajib dilaksanakan adalah ibadah puasa. Yakni dimulai dari terbitnya matahari sampai dengan tenggelamnya matahari pada sore hari. Ibadah puasa akan dijalankan oleh umat Muslim selama satu bulan penuh. Menahan lapar dan haus selama satu harian penuh akan mungkin membuat tubuh merasa lemas dan tak berdaya.

Apalagi untuk seorang wanita yang dalam tahapan memberikan ASI untuk buah hatinya. Kurangnya asupan makanan dan minuman bisa mungkin menghambat pemberian ASI pada si kecil. Akan tetapi demikian, hal ini pada faktanya tidak menghalangi ibu menyusui yang mampu untuk bisa menjalankan ibadah puasa.

Ketika syarat pemberian ASI sudah terpenuhi dengan baik. Maka ibu tidak ada alasan yang dapat mencegah ibu menyusui untuk bisa ikut menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hanya saja, demi menjaga asupan nutrisi dalam tubuh agar tetap terjaga dengan baik. Maka ada beberapa hal penting yang perlu ibu menyusui perhatikan dengan baik. Penasaran seperti apa? Mari simak informasinya dibawah ini. Baca juga: Tips Menyusui Setelah Melakukan Persalinan Caesar

Tips Nutrisi Terjaga Untuk Ibu Menyusui yang Ikut Puasa

Kegiatan menyusui adalah kegiatan mengasup nutrisi dan gizi untuk si buah hati lewat air susu ibu. Oleh karenanya, agar puasa yang dijalankan oleh ibu menyusui tidak mempengaruhi asupan gizi dan nutrisi dalam tubuh si kecil. Maka beberapa hal dibawah ini menjadi aturan penting yang perlu diperhatikan dengan baik saat ibu menyusui ikut menjalankan ibadah puasa. Apa sajakah hal tersebut? Mari kita simak beberapa informasi menariknya dibawah ini.

Konsultasikan dengan Dokter

Syarat penting yang wajib dilakukan oleh ibu menyusui yang akan ikut ibadah puasa tahun ini atau untuk pertama kalinya adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini penting dilakukan demi mengetahui kondisi tubuh ibu menyusui dengan baik.

Konsultasi dengan dokter dilakukan untuk mengecek apakah asupan gizi dalam tubuh ibu memadai diberikan kepada si kecil pada saat menjalankan ibadah puasa atau tidak. Sehingga demikian, ibadah yang dijalankan akan dapat berjalan dengan baik tanpa adanya pengaruh buruk baik untuk ibu dan kesehatan si kecil.

Jadi demikian, sebelum memutuskan menjalankan ibadah puasa maka sebelumnya anda diharapkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Terutama untuk anda yang baru pertama kali menyusui dan hendak menjalankan ibadah puasa.

Asupi Kebutuhan Gizi Seimbang

Mengasup tubuh dengan kebutuhan gizi seimbang adalah hal penting yang perlu diperhatikan dengan baik selama menjalani ibadah puasa. Sebenarnya hal ini bukan hanya berlaku untuk mereka yang menyusui dan hamil saja. Demi menjaga kesehatan selama bulan puasa, kebutuhan gizi seimbang perlu diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Hanya saja, pengaruhnya akan sangat penting terutama untuk ibu hamil dan menyusui. Sebab pada saat ini kebutuhan gizi dalam tubuh ibu hamil dibutuhkan tidak hanya oleh tubuh ibu saja. Melainkan bayi atau janin dalam kandungan. Untuk itu, perhatikan asupan makanan sehat kedalam tubuh dengan lebih baik dan seimbang.

Banyak Konsumsi Air Putih

Kekurangan cairan selama bulan Ramadhan adalah hal yang wajar dan lumrah dialami oleh banyak orang. Akan tetapi, ini tidak berarti membuat anda menjadikan hal ini sebagai alasan. Sebab kekurangan cairan sendiri akan dapat diatasi dengan mudah oleh sendiri. Salah satunya adalah dengan menjaga kebutuhan cairan dalam tubuh dengan lebih baik.

Dengan demikian pada saat waktu berbuka dan sahur maka asupi kebutuhan cairan dalam tubuh dengan lebih baik. Hal ini akan sangat penting untuk dilakukan dengan baik demi menghindari kemungkinan kekurangan cairan yang akan berpengaruh pada kuantitas ASI yang dihasilkan untuk si buah hati.

Hindari Stress

Cara berpuasa penting yang perlu diperhatikan oleh para ibu menyusui adalah dengan berpikiran positif dan hindari stress. Rasa percaya diri bahwa anda bisa melakukan ibadah puasa dengan baik meski dihadapkan pada masa menyusui adalah hal penting yang akan mendukung tubuh anda dengan lebih baik.

Sebaliknya, rasa kekhawatiran yang besar malah akan memicu stress muncul. Dimana hal ini akan pula mempengaruhi produksi hormon tertentu yang berkaitan dengan produksi ASI. Untuk itu, jalani puasa anda kali ini dengan penuh percaya diri dan penuhi benak anda dengan pemikiran-pemikiran positif.

Perhatikan Asupan Makanan Sehat

Asupan makanan sehat untuk ibu menyusui selama menjalankan ibadah puasa adalah hal penting yang perlu dilakukan dengan baik. Hal ini dilakukan demi menjaga asupan gizi kedalam tubuh ibu untuk dapat mendukung produksi ASI yang berkualitas. Oleh karenanya, pertimbangkan untuk lebih memilih asupan makanan sehat dibandingkan makanan yang kurang baik.

Adapun asupan makanan sehat bisa anda dapatkan dari mengasup sayur dan buah juga minuman yang baik selama menyusui. Pada intinya, pilihlah makanan dengan kandungan gizi yang banyak dan lebih baik. Dibandingkan dengan memilih makanan yang nikmat namun bergizi rendah.

Makan Buah Kurma

Menghadirkan menu buah kurma pada saat bulan Ramadhan mungkin menjadi hal yang umum dan terasa kental seperti Ramadhan. Akan tetapi, tidak sedikit orang yang hanya menghadirkan ini sebagai syarat saja dirumah tanpa dikonsumsi dengan baik. Padahal kandungan nutrisi dan pemanis alami dari buah kurma akan baik untuk ibu hamil dan menyusui yang menjalankan ibadah puasa.

Pada saat puasa seringkali tubuh kehilangan banyak energy dan merasa lemas. Nah, konsumsi buah kurma saat berbuka dan sahur akan dapat mengembalikan energy yang hilang. Sehingga tubuh anda akan terasa lebih segar dan lebih bugar. Jadi demikian, mulai saat ini sebaiknya asupi kebutuhan energy dari bahan makanan yang lebih baik yakni buah kurma.

Hindari Makanan Pedas dan Bersantan

Konsumsi makanan pedas dan bersantan selama puasa akan mungkin membuat tubuh ibu mudah merasa lelah. Selain itu, jenis makanan ini akan cenderung mudah menyerap mineral dalam tubuh sehingga ibu akan kehilangan lebih banyak cairan selama puasa. Untuk itu, hindari mengkonsumsi banyak makanan ini selama bulan puasa sebab dampaknya yang akan kurang baik untuk kesehatan ibu.

Kurangi Aktivitas

Padatnya aktivitas selama bulan puasa sambil memberikan ASI pada si kecil akan mungkin membuat ibu kehilangan banyak energy. Hal ini akan pula membuat tubuh terasa lemas dan mudah lelah. Untuknya, selama bulan puasa sebaiknya kurangi aktivitas fisik dengan baik agar puasa yang dijalani tetap bisa terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

Tips Memilih Menu Berbuka bagi Ibu Menyusui

Pada dasarnya kesehatan setiap individu berbeda sehingga untuk anda yang sedang menyusui dan memutusan untuk berpuasa ada baiknya untuk mengetahui kondisi kesehatan anda dan bayi dengan bantuan dokter sehingga menjalankan puasa tanpa adanya gejala yang mempertinggi resiko gangguan kesehatan.

Prinsipnya, berpuasa dalam islam bagi anda yang sedang hamil dan menyusui merupakan suatu hal yang tidak menjadi keharusan jika dikhawatirkan akan menggangu kesehatan bayi dan anda. Bagi anda yang akan melakukan ibadah puasa silahkan saja asalkan bisa menjaga asupan nutrisi selama berpuasa dalam produksi air susu. Pada saat menyusui penting untuk menjaga pola makan yang seimbang. Dalam memasuki bulan ramadhan dan memutuskan untuk mengikuti puasa maka anda harus tetap menjaga pola makan tersebut untuk nutrisi yang dibutuhkan di dalam produksi asi dalam memberikan kualitas dan kuantitas asi terbaik untuk bayi anda.

Continue Reading

Cara Memilih Menu Sahur Bagi Ibu Menyusui

Dalam hukum agama islam bagi ibu hamil dan menyusui diberikan kelulasaan untuk memilih apabila dirinya mampu dalam berpuasa dan tidak menimbulkan pengaruh buruk saat berpuasa dengan kondisi kesehatan bayi tidak terganggu maka anda boleh berpuasa.

Akan tetapi jika kesehatan anda dan bayi tidak mendukung untuk menjalankan puasa, kondisi sakit atau gangguan lain-lainnya. Maka agama telah memberikan keringanan untuk tidak berpuasa terlebih jika dapat memperburuk keadaan anda dan bayi. Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang mendukung anda untuk berpuasa. Meskipun umumnya ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa di usia bayi mencapai enam bulan akan dengan alasan nutrisi yang didapat bayi tidak lagi tergantung dalam pemberian asi. Setelah dokter memberikan kiat-kiat untuk anda dalam menjalankan puasa tanpa mengalami gangguan kepada bayi, anda juga harus memperhatikan kesehatan anda dan bayi selanjutnya.

Continue Reading

Memilih Waktu yang Tepat Berpuasa Disaat Menyusui

Setelah proses yang dialami anda selama sembilan bulan dalam menjaga janin di dalam kandungan kini saatnya masa persalinan dimana kehadirann buah hati semakin dekat. Kesempurnaan yang hadir di tengah-tengah keluarga anda merupakan sebuah kado istimewa.

Tentu saja belum cukup hingga masa pesalinan setelah itu masa-masa indah akan anda alami dengan melihat tumbung kembang bayi dari bulan ke bulan. Pada masa perkembangannya membutuhkan asupan nutrisi berupa sari-sari makanan. Banyak Penelitian yang menemukan bahwa dengan menyusui  maka sari makanan yang diperoleh bayi dapat memenuhi kebutuhan asupan gizinya, keistimewaan air susu ibu dapat memberikan pertumbuhan maksimal bagi bayi anda.

Continue Reading

Menjaga Kelancaran Asi Selama Berpuasa

Bulan istimewa yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim dunia untuk meningkatkan keimanan selama tiga puluh hari penuh. Mereka berlomba lomba dalam mencari pahala di bulan yang penuh ampunan.

Momen yang penting ini terasa terlewati oleh anda yang sedang menyusui. Proses alami menyusui tidak bisa ditinggalkan mengingat bayi anda sangat tergantung pada nutrisi yang dihasilkan dari asi. Bolehkah ibu menyusui berpuasa? Boleh ketika bayi anda memang tidak tergantung dengan asi sehingga waktu yang tepat untuk memutuskan puasa adalah di usia bayi sudah memasuki diatas enam bulan, ketergantungan asi sudah mulai berkurang dengan pemberian MPASI.

Continue Reading

Kiat Menjaga Asupan Gizi Ibu Menyusui Ketika Berpuasa

Dalam menjalankan berpuasa di bulan ramadhan bagi anda yang sedang menyusui dapat dilakukan ketika pemeriksaan dokter menyatakan kesehatan anda dan bayi mendukung puasa selama ramadhan. Pertimbangan ini penting untuk memberikan pemberian asi terbaik kepada bayi mengingat bayi sangat rentan terhadap perubahan kondisi.

Menyusui idealnya diberikan pertama kali saat bayi terlahir, pada usia 6 bulan atau lebih intensitasnya bisa dikurangi karena telah diberikan MPASI. Kualitas asi masih harus anda jaga agar memberikan gizi yang mencukupi tumbuh kembang bayi anda. Kualitas asi dapat anda peroleh dari makanan yang anda konsumsi. Menjaga asupan gizi yang baik selama anda berpuasa merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas kesehatan anda dan bayi.

Continue Reading

Tips Menjaga Kualitas ASI Selama Berpuasa

Selama sebulan penuh memenuhi kewajiban berpuasa ramadhan memiliki banyak manfaat selain dari segi rohani untuk kesehatan juga memiliki banyak manfaat untuk anda.Puasa ramadhan dapat mengatasi beberapa gangguan kesehatan dalam pengendalian stress seperti penyakit hipertensi, kasdiovaskular, kanker dan juga ginjal.

Selama anda menjalankan puasa lebih kurang 14-15 jam tidak mendapatkan suplai makanan dari luar. Sehingga pada waktu itu cadangan energi dapat digunakan ketika anda melakukan aktivitas. Secara keseluruhan puasa sangat menguntungkan bagi yang menjalankannya. Keuntungan berpuasa terkadang ingin anda raih ketika anda sedang menyusui.

Bagaimana dengan manfaat berpuasa untuk anda yang sedang menyusui? Apakah manfaat yang didapat sama dengan yang laiinya? Jelas saja ibu menyusui mempunyai perbedaan baik dari segi kebutuhan nutrisi dan juga aktivitas. Sehingga banyak pertimbangan dalam melakukan puasa ramadhan, meskipunn agama kita telah memberikan sebuah kelonggaran untuk anda yang sedang menyusui untuk tidak berpuasa.

 

menjaga-kualitas-asi.jpg

Continue Reading

Cara Terbaik Berpuasa Ketika Sedang Menyusui

Menyusui merupakan proses alamiah yang secara tidak langsung telah mempererat ikatan batin antara anda dan bayi. Produksi air susu akan keluar setelah adanya rangsangan yang dikirim ke otak sehingga memicu timbulnya hormon prolaktin yang dapat merangsang sel-sel kelenjar payudara dalam proses produksi asi. Bukti penelitian menunjukan bahwa gizi terbaik didapatkan dari asi. Bahkann dengan susu formula mahal sekalipn gizi asi tidak akan terkalahkan. Ketika memasuki bulan ramadhan dan anda sedang menyusui, bolehkah berpuasa?

 cara-berpuasa-terbaik-saat-menyusui.jpg

Berpuasa pada ibu menyusui tidak menjadi keharusan karena agama islam memberikan kelonggaran untuk hal ini. Mengingat bayi masih rentan dengan beberapa masalah kesehatan sehingga yang terbaik adalah dengan menjaga kesehatan bayi melalui nutrisi ASI. Bayi yang masih di bawah enam bulan masih sangat tergantung dengan asi sehingga sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter jika ingin berpuasa.

Continue Reading

Tips Menyusui Lancar Meski Sedang Berpuasa

Aktivitas menyusui merupakan suatu hal terpenting dalam memberikan asupan gizi bagi bayi apalagi dalam bulan pertama hingga ke enam kelahirannya. Pada saat menyusui gizi yang diperoleh bayi melebihi nutrisi yang luar biasa dalam perkembangan bayi selain itu dengan menyusui kedekatan batin anda dan bayi semakin erat. Kedekatan anda dengan kulit kepala bayi melepaskan hormon oksitosin yang membuat bayi anda merasa tenang dan terlindungi. Selain itu kandungan hormon koleksitokinin yang terdapat dalam air susu ibu (ASI) memberikan waktu tidur yang berkualitas. Pada bayi yang belum mendapatkan nutrisi tambahan dari makanan pendamping maka sumber nutrisi satu-satunya adalah asi, penting untuk anda memperhatikan asupan makanan sehingga menyediakan sari makanan yang mencukupi kebutuhan gizi.

Continue Reading

Tips Berbuka Puasa yang Sehat Untuk Ibu Menyusui

Banyak yang memperdebatkan bahwa berpuasa saat ibu menyusui tidak dianjurkan karena akan mengakibatkan nutrisi berupa sari makanan untuk bayi terganggu. Meskipun demikian tidak sedikit yang melakukan puasa wajib di bulan ramadhan meskipun sedang menyusui. Pada saat menyusui nutrisi yang dibutuhan bayi memang sangat tergantung pada asupan makanan anda, akan tetapi untuk usia bayi yang sudah diberikan makanan pendamping asi, maka tidak perlu cemas karena nutrisi tercukupi. Lantas apakah boleh ibu menyusui berpuasa?

 

Dalam agama islam, ibu yang sedang hamil dan menyusui diberikan pengecualian sehingga diperbolehkan tidak berpuasa apabila mengakibatkan kondisi kesehatan janin atau bayi terganggu. Bagi anda yang memberikan asi ekslusif selama 6 bulan tidak dianjurkan untuk berpuasa dahulu, secara medis hal ini karena nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sangat tergantung pada pemberian ASI.

Continue Reading

5 Tips Sahur Sehat Untuk Ibu Menyusui

Sebagai umat muslim kedatangan bulan ramadhan sangat ditunggu-tunggu dengan meningkatkan keimanan melalui puasa wajib dan ibadah lainnnya yang bisa dilakukan. Anda yang sedang menyusui pada bulan ramadhan diperbolehkan puasa jika kesehatan anda dan bayi memungkinkan untuk melakukannya. Agama kita sudah memberikan kemudahan untuk anda yang sedang hamil dan menyusui untuk tidak mengikuti puasa jika akan memperburuk kondisi bayi. Bagaimana jika anda tetap memaksakan diri untuk berpuasa? Boleh saja asalkan terlebih dahulu anda mempertimbangkan kondisi bayi, jika bayi anda dalam keadaan sehat dan telah bayi memasuki usia 6 bulan, maka ketergantungan dengan ASI tidak terlalu tinggi . Makanan pendamping bisa memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk bayi anda.

Continue Reading

Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa Bagi Ibu Menyusui

Bulan ramadhan adalah bulan yang ditunggu oleh seluruh umat muslim diseluruh dunia tidak terkecuali untuk anda yang sekarang sedang mengalami kehidupan baru dalam mengamati perkembangan bayi anda, meskipun agama kita sudah memberikan kelonggaran untuk ibu yang sedang menyusui untuk tidak berpuasa. Sebagian ibu tetap menjalankan puasa ketika sedang menyusui, apakah tidak akan menggangu perkembangan bayi anda? Ibu yang sedang menyusui diperbolehkan puasa ketika bayi sudah memasuki usia 6 bulan, pada masa ini makanan pendamping ASI (MPASI) sudah diberikan sehingga asupan nutrisi tidak lagi tergantung pada pemberian ASI. Pertimbangan kesehatan bayi juga menjadi alasan apakah anda boleh menjalankan ibadah puasa atau tidak. Meskipun sudah diberikan MPASI akan tetapi jika mengalami masalah berat badan yang kurang diusianya, maka disarankan untuk tetap memberikan ASI dan MPASI dengan jenis yang lebih bervariatif.

Continue Reading

Tips Menyusui Selama Puasa

menyusuiPuasa Ramadhan hukumnya wajib bagi setiap muslim, termasuk juga ibu hamil dan menyusui. Alhamdulillah, Islam memberikan kelonggaran bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa dengan berpuasa di lain waktu dan membayar fidyah. Pada saat Ramadhan, kita rata - rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh. Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap

Bila memutuskan untuk menjalankan puasa Ramadhan, mungkin tips berikut dapat bermanfaat:

Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak.

Perbanyak konsumsi cairan

mulai dari berbuka hingga sahur. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, air madu dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Tetap tenang dan percaya diri

Ibu hendaknya tetap tenang beribadah dan percaya diri terus menyusui, jangan merasa khawatir ASInya akan berkurang, sebab rasa cemas tersebut justru akan menghalangi kerja hormon Oksitosin mengeluarkan ASI dari payudara, sehingga akan nampak seolah-olah ASI ibu berkurang. Ingatlah bahwa menyusui pun juga ibadah.

Meminum madu, kurma dan habbtussauda

Dengan meminum madu, kurma dan habbatussauda, diharapkan kuantitas dan kualitas ASI tetap terjaga, karena madu, kurma dan habbatussauda merupakan vitamin alami dan komposisinya lengkap.

Ibu bekerja

Jika ibu bekerja, sebaiknya tetap memerah ASI di tempat kerja, karena jika ASI tidak dikeluarkan maka produksi ASI akan menurun.   Bila ibu memiliki aktifitas yang cukup tinggi selama Ramadhan, mungkin perlu dipertimbangkan untuk tidak berpuasa bila si kecil masih menyusu, sebab dalam agama Islam pun ada keringanan bagi ibu yang menyusui.

Eramuslim.com

 

Loading...

Follow us