Sembelit Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Di bulan Ramadhan semua umat islam wajib menjalankan ibadah puasa. Tentunya setiap orang ingin ibadah yang dijalankan berjalan lancar. Akan tetapi, masalah pencernaan terkadang mengganggu ibadah kita. Salah satu masalah pencernaan yang sering dialami saat puasa yaitu sembelit.  Sembelit atau konstipasi yaitu kondisi dimana sistem pencernaan mengalami gangguan sehingga sulit untuk membuang kotoran pada tubuh karena kotoran mengeras. Lantas apa penyebab sembelit saat puasa dan bagaimana cara meredakannya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Penyebab Sembelit Saat Puasa

Sembelit saat puasa

Sembelit merupakan masalah kesehatan umum yang dialami banyak orang ketika berpuasa. Susah buang air besar (BAB) saat puasa pada kebanyakan kasus disebabkan karena usus besar menyerap air terlalu banyak pada makanan yang terdapat pada usus besar. Apabila makanan semakin lambat bergerak pada saluran pencernaan, maka air yang diserap oleh usus besar akan semakin banyak. Hal ini akan membuat kotoran menjadi keras dan kering, efeknya akan berpengaruh terhadap frekuensi buang air besar yang menjadi berkurang.

Setiap orang pada dasarnya memiliki kebiasaan buang air besar yang berbeda-beda. Akan tetapi biasanya membutuhkan waktu sampai 3 hari bagi makanan yang dikonsumsi pada akhirnya dicerna, serta diserap oleh tubuh. Sehingga dengan begitu, tidak buang air besar lebih dari 3 hari dapat dikatakan sebagai sembelit. Setelah 3 hari, feses strukturnya lebih keras sehingga akan sulit untuk dikeluarkan. Nah, berikut ini beberapa penyebab sembelit atau susah buang air besar saat puasa.

Kekurangan Serat

Ketika puasa akan terjadi perubahan pada pola makan. Asupan makanan tidak diperhatikan dengan baik, khususnya serat. Padahal makanan yang mengandung serat sangat bermanfaat. Dimana makanan ini akan membuat kemampuan gerak peristaltik usus menjadi meningkat, serta dinding usus akan mengembang. Efeknya sisa makanan bisa dengan mudah dicerna.

Tidak Mencukupi Kebutuhan Cairan

Tidak hanya karena kekurangan serat, masalah sembelit saat puasa juga bisa disebabkan karena anda tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuh atau tubuh tidak terhidrasi dengan baik. Air memiliki peran untuk melarutkan zat makanan, serta membawa sisa makanan ke sistem pembuangan pada tubuh.

Apabila tubuh mengalami dehidrasi yang disebabkan karena kurangnya asupan cairan, maka akibatnya sisa makanan akan menjadi sulit terbawa ke sistem pembuangan di tubuh. Oleh karena itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan untuk menurunkan risiko sembelit saat puasa.

Gangguan Pada Usus

Gangguan pada usus juga dapat menyebabkan seseorang mengalami sembelit, seperti gangguan pada fungsi otot pada usus. Seperti terdapat tumor di usus, terjadi infeksi pada usus besar, terdapat jaringan parut, penyempitan abnormal yang terjadi pada kolon ( usus besar) dan rektum. Dimana masalah yang terjadi pada usus tersebut akan dapat menyebabkan terganggunya proses pencernaan.

Mengonsumsi Produk Susu Terlalu Banyak

Mengonsumsi susu terlalu banyak akan dapat menyebabkan proses pencernaan menjadi lambat karena serat yang terkandung sedikit. Oleh karena itu, mengonsumsi susu terlalu banyak, serta produk olahannya seperti es krim dan keju dapat menyebabkan anda sulit buang air besar. Terlebih lagi jika tidak diimbangi dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan selama puasa.

Menahan Buang Air Besar Terlalu Lama

Kebiasaan menahan buang air besar akan dapat menyebabkan sembelit. Mengabaikan keinginan buang air besar, akan membuat dorongan tersebut berangsur hilang hingga anda tidak akan merasakannya lagi. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kebiasaan buruk ini. Jika anda semakin lama menahan keinginan buang air besar, feses akan menjadi semakin lama ada di usus, akibatnya feses akan kering dan keras.

Selain beberapa penyebab di atas, ada beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan sembelit seperti berikut:

  • Kurang melakukan aktivitas fisik atau olahraga
  • Stres
  • Kehamilan
  • Menggunakan obat pencahar terlalu sering. Obat ini akan dapat membuat otot usus melemah apabila konsumsinya dilakukan dengan rutin.
  • Konsumsi obat antasida dengan kandungan kalsium atau aluminium

Cara Mencegah dan Mengatasi Sembelit

Sembelit saat puasa

Supaya ibadah puasa anda tidak terganggu oleh masalah sembelit, berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meredakan sembelit saat puasa.

Mencukupi Kebutuhan Cairan

Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan selama anda berpuasa untuk membantu mencegah, serta meredakan sembelit yang anda alami, membuat pencernaan menjadi lancar dan mencegah masalah dehidrasi atau kekurangan cairan.

Anda harus minum air putih sebanyak minimal 2 liter atau sekitar 8 gelas dalam sehari. Untuk memenuhi porsi tersebut, cobalah untuk mengatur jadwal minum anda, misalkan 2 gelas ketika sahur dan 6 gelas saat setelah buka puasa sampai sebelum sahur.

Perbanyak Konsumsi Makanan Berserat

Anda harus mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi, terutama ketika sahur. Selain dapat membantu mencegah dan meredakan masalah sembelit, mengonsumsi makanan yang kaya serat juga akan mencegah lapar ketika anda berpuasa. Pasalnya makanan yang mengandung serat akan dicerna lebih lambat, efeknya perut akan lebih lama terasa kenyang.

Anda dapat memperoleh asupan serat dari berbagai makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh dan kacang. Selain itu, makanan seperti pisang, apel, gandum, roti dan brokoli dapat menjadi pilihan untuk menu sahur ataupun menu berbuka puasa.

Melakukan Olahraga Ringan

Melakukan aktivitas fisik, seperti olahraga ringan akan dapat membantu mencegah dan mengatasi masalah sembelit yang anda alami. Dengan melakukan aktivitas fisik maka usus akan terangsang untuk aktif bergerak sehingga proses buang air besar akan menjadi lebih mudah. Akan tetapi, sebaiknya hindari melakukan olahraga berat karena akan menguras tenaga ketika anda sedang berpuasa. Anda cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, jalan santai atau peregangan ringan.

Hindari Konsumsi Makanan Berminyak

Mengonsumsi makanan berminyak masih banyak dilakukan ketika buka puasa atau sahur. Padahal makanan ini lebih sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, sebaiknya anda menghindari konsumsi jenis makanan ini ketika buka ataupun sahur. Selain itu, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi produk olahan susu.

Untuk membantu mengatasi sembelit saat puasa, anda juga bisa melakukan beberapa upaya seperti berikut ini:

  • Hindari minuman yang mengandung kafein, karena minuman ini akan dapat menyebabkan hilangnya cairan dalam tubuh, sehingga akan memicu haus saat sedang berpuasa.
  • Jangan menahan keinginan buang air besar
  • Anda bisa mencoba mengonsumsi cairan hangat, terutama ketika sahur. Perpaduan antara serat dan air akan dapat membantu usus dalam mengeluarkan sisa kotoran

Lihat juga : Gangguan Sistem Pencernaan Saat Puasa

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Tentunya setiap umat muslim ingin menjalankan puasa dengan lancar, serta tidak ada gangguan apapun termasuk masalah sembelit. Nah, dengan beberapa cara mencegah dan mengatasi sembelit di atas, diharapkan masalah sembelit yang anda alami dapat teratasi. Akan tetapi jika sembelit tidak membaik, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Leave a Reply