Jadi Orangtua Pintar, Kenali Beberapa Anggapan Keliru Anak Pada Pola Asuh Orangtua

Sebagai orangtua, sudah tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati kita.

Tidak ada orangtua yang rela jika buah hati yang telah dengan susah payah mereka lahirkan kedunia tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang besar dari kedua orangtuanya. Untuk itulah, orangtua akan dengan rela mengusahakan segala cara dan upaya untuk bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tak peduli susah, tak menghiraukan kesulitan, dan mengabaikan rasa letih adalah pengorbanan besar yang diberikan orangtua sebagai wujud kasih sayang yang tiada tara untuk buah hati yang mereka cintai. Segala pengorbanan dan perjuangan mereka lakukan semata-mata demi sang anak agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan masa depan yang lebih cerah.

Akan tetapi, perjuangan berat yang begitu panjang ini bukan berarti dijalani oleh orangtua dengan tanpa ada rintangan dan halangan. Selalu ada saja hambatan dan halangan yang menghiasi perjuangan itu. Namun demikian, hal tersebut tak serta merta membuat upaya orangtua dalam memberikan yang terbaik untuk anaknya terhenti ditengah jalan dan memutuskan untuk tidak lagi mencintai sang buah hati.

anggapan anak yang keliru pada pola asuh orang tua

Begitupun saat bunda mengasuh anak-anaknya. Meskipun orangtua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memberikan pola pengasuhan yang terbaik. Namun, tak bisa dipungkiri, terkadang ada saja hambatan yang datang. Salah satu hambatan tersebut adalah dengan hadirnya kesalah pahaman anak dalam menangkap maksud dan tujuan pola pengasuhan yang diberikan oleh orangtuanya yang dilihat dari sudut pandang yang keliru. Akan tetapi, kita tidak bisa menyalahkan anak-anak apabila mereka memiliki persepsi yang keliru dalam menangkap pola pengasuhan orangtuanya.

Anak-anak masih memiliki kemampuan penalaran yang belum matang sehingga sulit  bagi mereka untuk dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya menjadi keinginan mereka. Terkadang, apa yang diberikan oleh orangtuanya dianggap sebagai sesuatu yang dapat menyalurkan keinginan mereka.

Jika kekeliruan yang terjadi pada anak-anak terus dibiarkan tanpa dicari solusinya. Maka, dikhawatirkan hal ini akan mempengaruhi perkembangan dan pembentukan kepribadian dalam diri si anak. Yang mana, jika kepribadian yang dibentuk menuju pada sesuatu yang negatif, hal ini malah akan tertanam dalam diri mereka dan terbawa hingga anak-anak dewasa. Anda tentu tidak ingin, jika pada akhirnya apa yang anda ajarkan pada si kecil membuat kekeliruan dalam diri mereka dan membuat mereka kesulitan berbaur dan bersosialisasi dengan lingkungannya bukan? Untuk itulah, cari segera solusi jika anda mulai menemukan pertanda anak-anak menangkap kekeliruan pada pola pengasuhan yang anda berikan.

Nah, untuk itu kita kenali terlebih dahulu hal apa saja yang bisa menjadi anggapan keliru anak pada pengasuhan orangtua.

Membeli Barang Untuk Dapatkan Lebih Banyak Uang

Ketika anak-anak sudah cukup usia untuk diberikan uang jajan. Maka ajarkan pula mereka bagaimana mengelola keungan dengan bijak. Memberikan uang jajan pada anak, bukan berarti mengajarkan anak-anak untuk boros dan berfoya-foya. Justru sebaliknya, dengan diberikan uang jajan, anak-anak diajarkan bagaimana mengemban sebuah amanat dengan tanggung jawa yang besar.

Pada umumnya, anak-anak akan berpikiran bahwa uang kembalian nampak jauh lebih banyak daripada uang yang mereka belanjakan. Sehingga hal inilah yang membuat mereka seringkali menghabiskan uang jajan yang diberikan oleh orangtuanya karena mereka berpikir setelah dibelanjakan, mereka akan mendapatkan lebih banyak uag.

Nah, jika hal ini terjadi, maka menjadi tugas orangtua untuk mengajarkan dan memberikan pehaman pada anak. Buat anak-anak mengerti nominal uang dan mengenal jumlah uang. Selain itu, ajarkan pula mereka untuk membelanjakan keungannya pada hal-hal yang dianggap perlu bukan sesuatu yang bersifat boros.

Waktu Tidur Adalah Waktu Perpisahan

Ketika meminta anak-anak untuk beristirahat dimalam hari dengan memintanya segera tidur, seringkali orangtua dibuat kesulitan. Tahukah anda, mengapa demikian? Terkadang anak-anak merasa bahwa tidur dimalam hari membuat mereka terpisah selama berjam-jam dari orangtuanya. Hal inilah yang pada akhirnya membuat mereka mempertahankan diri sebisa mungkin agar tidak tidur cepat untuk menghindari perpisahan atau dipisahkan dari anda.

Untuk itulah, jangan heran, meskipun anda telah melihat kondisi anak yang sudah mulai kepayahan menahan kantuk, namun mereka tetap bersih keras untuk tetap aktif, hal tersebut semata-mata dipicu karena anak tak ingin berada jauh dari anda.

Nah untuk hal inilah, sebagai orangtua anda harus mampu memberikan cara pandang berbeda pada anak-anak agar situasi tidru , terutama tidur dimalam hari menjadi hal yang menyenangkan untuk mereka. Bila perlu dongengkan sebuah cerita sebagai pengantar tidurnya sehingga tidur lelap dimalam hari tidak akan terasa sulit untuk mereka.

Apabila Ia Kehilangan Barang/Mainan, Orangtua Akan Membelikan Kembali

Ketika boneka barbie si kecil rusak atau bola basket si buah hati tiba-tiba kempes dan tak bisa lagi dipakai. Anda lantas dengan mudah mengatakan pada si kecil bahwa anda akan membelikan kembali yang baru untuk mereka.

Meskipun, maksud kita baik agar anak-anak bisa kembali ceria dan mendapatkan mainan mereka. Namun, bukan tidak mungkin anak-anak anda bisa memaknai bahwa anda akan dengan mudah membelikan mereka mainan yang baru, yang apda akhirnya membuat anak-anak seolah tak peduli pada apa yang ia miliki.

Nah, dari sinilah orangtua harus mampu memberikan pehaman baru pada anak untuk dapat merawat apa yang menjadi miliknya. Buat pula anak mengerti arti menghargai pemberian dan menjaga barang-barang pribadnya dengan baik dibandingkan dengan membuang uang untuk membeli yang baru. Anak-anak seringkali mendapatkan mainan baru yang dibelikan oleh orangtua mereka atau didapat sebagai hadian dari paman dan bibinya dan ketika mainan tersebut berserakan dimaana saja, mereka akaSn cenderung acuh dan tidak peduli. Nah, disinilah ibu dan ayah harus bisa mengajarkan kedisiplinan untuk anak-anak agar bisa menjaga dan menghargai pemberian dari orang lain.

Selain itu, beritahukan pada anak-anak bahwa anda tidak akan selamanya bisa membelikan mereka mainan yang baru. Akan ada saatnya, dimana anda dan keluarga harus berhemat dan menabung untuk masa depan keluarga. Yang terpenting adalah buatlah anak-anak mengerti untuk dapat menghargai dan menjaga dengan baik barang-barang pribadi miliknya.

Pandangan atau anggapan keliru anak-anak terhadap pola pengasuhan yang diberikan oleh orangtunya akan berdampak fatal jika terus-terusan dibiarkan. Untuk itulah, mengenali dan mengetahui solusi untuk menindak lanjuti kekeliruan pada anak-anak atas pengasuhan yang diberikan orangtua diharapkan dapat membantu ibu dalam mendidik dan mengasuh anak-anak menjadi pribadi yang berkualitas.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel