Tips Penting Latih dan Ajarkan Si Kecil Hargai Perbedaan Fisik

Bunda, pernahkah anda membawa si kecil ke sebuah tempat dan ketika anda mendatangi tempat tersebut ada seorang kerabat, teman ataupun saudara anda yang memiliki keterbatasan fisik?

Lalu bagaimanakah reaksi si kecil sewaktu melihat perbedaan fisik dirinya dengan orang yang ia lihat?

Ya, seringkali ketika tak sengaja ketika si kecil dipertemukan atau bertemu dengan seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, mereka akan memberikan respon yang spontan dengan memberikan opini yang mengejutkan. Terkadang opini ini dilontarkan dengan nada lantang dan blak-blakan yang membuat kita sebagai orangtuanya merasa tak enak hati dengan orang tersebut. Ya namanya juga anak-anak, kepolosan mereka sewaktu mendapatkan sesuatu hal yang baru, termasuk saat mereka menjumpai orang-orang yang memiliki perbedaan fisik dengan mereka, maka akan secara spontan mereka memberikan respon yang tanpa beban denagn tanpa mempertimbangkan apa yang mereka ucapkan.

ajarkan anak hargai perbedaan fisik

Umumnya, perbedaan ini akan mulai ditangkap oleh anak-anak dari usia 4 tahun ke atas. Di usia ini, anak-anak sudah bisa memahami kondisi dirinya dengan oranglain. Selain itu, akan tumbuh sikap baru dalam diri anak-anak yakni kemampuan untuk mulai membandingkan apa yang ia miliki dengan orang lain. Dimana ketika mereka mendapati hal yang dimiliki oranglain tidak sama dengan apa yang ia ketahui, maka dengan otomatis mereka akan bertanya pada kita orang dewasa, begitupun saat anak-anak menyaksikan perbedaan fisik yang dimiliki oleh oranglain.

Hal ini tentunya wajar, jika mengingat pengetahuan anak-anak yang masih begitu terbatas. Selain itu, anak-anak belum mampu mempertimbangkan perbuatan dan perkataannya sebagai hal yang buruk dan bisa menyakiti perasaan orang lain. Untuk itulah, peran orangtua akan dibutuhkan disini.

Sebagai orangtua, sudah tugas kita untuk bisa mendidik dan memanage sikap anak-anak agar ketika mereka dihadapkan dilingkungannya, anak-anak bisa memilah mana yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.

Ketika anda membawa anak-anak ke tempat umum dan anak melontarkan pertanyaan “Ma, kenapa bapak itu pakai tongkat?”, “Ma, kenapa ibu itu duduk di kursi dorong?” dan lain sebagainya. Maka, sudah saatnya, anda sebagai orangtua harus dapat menjelaskan kepada anak mengenai perbedaan tersebut dan melatih mereka untuk bisa menghargai perbedaan yang dimiliki setiap orang.

Mengajarkan anak tentang bagaimana menghargai orang lain, mungkin akan menjadi hal yang cukup sulit. Selain itu, tantangan dan halangan akan mungkin anda dapatkan. Seperti misalkan ada begitu banyaknya pertanyaan dari si kecil, kesulitan si anak untuk menyerap alasan dan lain sebagainya. Akan tetapi, jika anda bersabar dna terus berusaha mengajarkan hal ini pada si kecil, maka perlahan namun pasti mereka akan dapat mengerti.

Lalu, seperti apa sih cara melatih dan mnagjarkan si kecil agar mampu menghargai perbedaan fisik pada oranglain? Beberapa tips dibawah ini akan dapat diaplikasikan untuk si buah hati.

1. Tanamkan Sejak Dini Tentang Keagungan Tuhan

Membiasakan anak-anak mengenal dan mengetahui Tuhan mereka adalah pelajaran yang penting yang harus senantiasa dilakukan sejak mereka masih berusia dini. Begitupun ketika anak-anak mulai memahami dan membandingkan perbedaan fisik yang mereka lihat.

Jelaskan pada anak, bahwa Tuhan yang Maha Agung telah menciptakan manusia dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Beritahukan pula pada anak, bahwa setiap manusia diberikan kekuarangannya masing-masing serta diberkahi dengan kelebihan dalam hidupnya. Dimana kekurangan tersebut haruslah disyukuri dan menerima kelebihan sebagai sebuah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa.

Begitupun ketika anak meilihat seseorang yang kehilangan kakinya dan tak dapat berjalan. Mereka mungkin akan langsung bertanya pada anda dengan spontan. Nah, disinilah anda bisa memberikan arahan pada mereka bahwa meskipun orang tersebut tak dapat berjalan, namun ia mahir menggunakan kakinya untuk melakukan banyak hal dengan menggunakan tangannya. Meskipun Tuhan mengambil kakinya, namun Tuhan telah menggantinya dengan kedua tangan yang utuh yang masih dimilikinya. Disini pula lah anak harus diajarkan bagaimana caranya bersyukur.

Selain itu, buat anak mengerti bahwa kekurangan pada oranglain bukanlah sesuatu yang menyedihkan dan harus patut dibicarakan atau dijadikan bahan olok-olok. Sebaliknya, berikan pehaman pada anak bahwa mereka tetap saja sama dengannya dan salah seorang hamba Tuhan yang harus kita hargai.

Ketika anak-anak mulai mengerti, maka meraka akan mampu menghargai oranglain yang berbeda daripadanya. Selain itu, diharapkan anak-anak mampu mempengaruhi temannya untuk bisa menghargai juga.

2. Ajarkan Anak Untuk Bisa Mensyukuri Keadaannya dengan Lebih Baik

Hikmah lain yang juga bisa diajarkan pada anak-anak sewaktu mereka melihat sendiri kondisi perbedaan fisik orang lain adalah dengan mengajarkan anak bersyukur dengan kondisi yang ia miliki. Buat anak memahami bahwa ia masih jauh lebih beruntung diberikan kesempurnaan oleh Tuhan dan diberikan kemampuan untuk melakukan segalanya dengan tubuh yang utuh. Untuk itulah, mereka harus senantiasa dapat menjaganya dengan baik dan melakukannya dijalan yang benar dengan membantu oranglain yang tidak mampu. Dengan begini anak akan memiliki rasa empati untuk bisa saling membantu dengan orang lain.

3. Melatih Anak Agar Mereka Mau dan Berani Memberikan Pengaruh Baik Pada Teman-Temannya

Ketika anak sudah mendapatkan pemahaman baru akan perbedaan fisik oranglain yang mereka saksikan sendiri. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman agar mereka mampu memberikan pengaruh positif pada teman-temannya. Ketika anak bermain bersama dengan temannya dan mereka melihat oranglain yang memiliki keterbatasan fisik, maka tidak sepatutnya mereka mengolok-oloknya. Sebaliknya, mereka harus bisa membantu dan saling berbagi. Tanamkan pula pada diri anak bahwa menghibur dan menyenangkan oranglain adalah pahala.

4. Ajak Anak Melakukan Permainan Empati

Menjelaskan teori menghargai oranglain saja, tidak akan cukup membuat anak merasakan betapa sulitnya menjadi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik. Untuk itulah, orangtua perlu mengajarkan anak dan mengajak mereka melakukan permainan empati. Dalam hal ini anda bisa berperan sebagai orang biasa sementara anak menjadi orang yang memiliki keterbatasan fisik. Buat mereka mengerti bagaimana rasanya dan susahnya hidup dengan keterbatasan. Dengan begini mereka akan paham betul bagaimana menghargai.

5. Bacakan Cerita Inspirasi Mengenai Orang Keterbatasan yang Bisa Berhasil

Bacakan cerita pada anak atau anda bisa mengakses media internet untuk memberikan anak inspirasi bahwa orang-orang yang memiliki keterbatasan bukan berarti orang yang tak dapat melakukan apa-apa. Ada begitu banyak kisah inspirasi yang membuat orang keterbatasan bisa sukses bahkan kesuksesannya bisa melampaui orang-orang yang normal. Degan begini anak akan paham bagaimana menghargai oranglain, terutama mereka yang memiliki keterbatasan.

Mengajarkan anak tentang bagaimana menghargai orang lain bukan hanya terbatas pada menghargai orang yang memiliki perbedaan fisik saja. Anak-anak juga perlu dibekali dengan pendidikan menghargai oranglain dalam berbagai aspek kehidupan. Semoga tips diatas bisa membantu ibu menanamkan sikap menghargai pada anak ketika melihat perbedaan fisik pada oranglain.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel