Ketahui Beberapa Hal yang Sebaikya Tidak Dilakukan di Depan Si Buah Hati

Tidak ada orangtua yang menginginkan jika darah daging yang dilahirkannya ke dunia dengan susah payah, tumbuh menjadi seorang yang memiliki karakter dan akhlak yang tidak terpuji.

Setiap orangtua tentunya mendambakan jika anak yang dimilikinya mempunyai akhlaq yang baik dan tumbuh menjadi pribadi yang bersahaja sehingga mudah diterima dilingkungannya dan disenangi banyak orang. Betapa tidak, anak-anak yang tumbuh dengan akhlaq yang terpuji akan secara otomatis mampu menciptakan lingkungan yang damai dan tentram disekelilingnya. Mereka juga akan dengan mudah disenangi banyak orang karena pengaruhnya yang positif terhadap lingkungan. Selain itu, anak-anak dengan karakter yang baik dan berakhlaq terpuji, tentunya akan lebih memiliki masa depan yang lebih cerah dibandingkan dengan anak-anak yang keras dan sulit diatur.

hal yang tidak boleh dilakukan didepan anak

Nah, untuk mendapatkan semua ini tentunya tidak diperoleh dengan mudah, semudah menjentikan kedua jari. Untuk bisa memiliki anak yang cerdas diperlukan perjuangan yang besar dan usaha yang keras serta kuncinya adalah kesabaran yang tidak pernah putus. Karena hanya dengan bersabar dan berjuangan, semuanya akan dapat berbuah dengan manis.

Hanya saja, usaha yang keras dan kesabaran saja rupanya tidak cukup menghasilkan anak yang memiliki akhlaq yang baik dan berbudi pekerti luhur. Diperlukan peran orangtua dalam mendidik anak-anak yakni dengan menjadi tauladan atau contoh yang baik.

Sebagaimana kita ketahui bahwa anak-anak adalah imitator yang ulung. Artinya mereka adalah peniru yang baik, segala hal akan mereka serap dari lingkungannya akan diaplikasikan sebagai implementasi dari apa yang mereka lihat. Hal ini wajar, sebab kemampuan meniru adalah keterampilan pertamanya yang bisa ia lakukan. Untuk itulah, mengingat segala hal yang dilihat oleh anak akan mereka lakukan dan ditirunya sedemikian rupa tanpa di filter, maka penting dan perlu sekali bagi para orangtua dalam menjaga dan memperhatikan sikapnya didepan anak-anak mereka.

Di usia mereka yang masih begitu kecil, anak-anak belum dibekali dengan kemampuan mengenali mana hal baik dan mana hal yang tidak baik termasuk sewaktu mereka meniru apa yang mereka lihat. Anak-anak belum bisa memahami jika berkata kasar itu adalah perbuatan yang tidak terpuji dan tidak seharusnya mereka tiru, tidak juga mereka memahami bahwa berbohong adalah perbuatan dosa. Namun, jika hal ini tidak pernah mereka lihat dari lingkungannya, maka mustahil bagi anak bisa melakukan hal itu atas dasar inisiatifnya sendiri, melainkan melihat oranglain melakukannya.

Untuk itulah, menjaga sikap dan perbuatan dihadapan anak kecil adalah hal penting yang harus benar-benar diperhatikan. Terkadang, sulit rasanya bagi kita untuk mengontrol amarah ketika rasa kesal sudah membendungi benak kita, sehingga akhirnya kita dengan mudah meluapkannya kepada orang yang bersangkutan dan tak peduli meski anak melihatnya atau tidak. Namun, perhatikan kembali, ini akan menjadi kerugian bagi anda. Anak-anak akan dengan mudah mengimplementasikan hal ini tanpa melihat tempat dan waktu. Sehingga jangan heran, jika anak anda tumbuh menjadi pribadi yang bandel dan sulit diatur.

Nah, untuk itulah beberapa hal dibawah ini adalah daftar hal-hal yang sebaiknya tidak anda lakukan di hadapan anak-anak guna mencegah mereka meniru perbuatan tercela tersebut.

1. Meluapkan Amarah di Hadapan Anak

Bukan hanya amarah pada anak, kekesalan terhadap siapapun tidak dibenarkan untuk diekspresikan dihadapan anak-anak, apalagi saat anak anda masih begitu kecil. Dengan meluapkan amarah dan kekesalan dihadapan anak anda, hal ini malah akan membuat mereka beranggapan bahwa segala kekesalan yang anda tumpahkan dihadapan mereka diasumsikan sumbernya adalah mereka.

Anda mungkin tidak bermaksud mengungkapkan amarah anda sewaktu tim kesayangan anda kalah bermain sepakbola. Hanya saja, anda spontan mengucapkan didepan mereka. Namun tetap saja, hal ini akan membuat mereka berpikiran hal tersebut dipacu karena kesalahan mereka.

Selain itu, tidak bijak rasanya hanya karena kekesalan kecil, anda lantas meluapkannya dengan berlebihan dihadapan anak-anak. Bukan hanya akan membuat anak merasa takut, hal ini bisa jadi ditangkap lain oleh anak anda yang menganggap bahwa berteriak dan memaki adalah solusi untuk menghilangkan masalah dan rasa kesal

2. Sibuk Bermain Gadget

Meskipun terkadang kita berpikir anak balita masih belum mengerti banyak hal, termasuk ketika menyela obrolan mereka dengan memainkan gadget. Namun, hal ini keliru, dengan terus-terusan asik bermain dengan gadget dan membuat semua perhatian anda tersedot ke gadget yang sedang anda pegang. Hal ini justru akan malah memancing rasa penasaran anak untuk mencoba alat yang bisa membuat anda begitu asik memainkannya.

Sebagaimana mengutip penjelasan seorang psikolog klinis dan pakar parenting bernama Carrie Contey menjelaskan, bahwa jika anda ingin anak anda tidak menjadi pribadi yag sibuk bermain ponsel dan tablet sebelum ia bisa berjalan, maka anda harus menyingkirkan peralatan dan perangkat ini saat anda sedang bersama dengan anak. Dengan demikian, ketika anda menginginkan usia anak disibukan dengan bermain dan buku, maka itu artinya anda pun harus bisa mengimbangi dengan menjauhkan peralatan elektorinik ini dari si kecil.

3. Berbohong

Sebuah studi menuturkan bahwa berbohong adalah suatu praktik paling umum dalam kehidupan orang dewasa yang bahkan andapun sampai tidak menyadarinya bahwa anda sudah melakukan hal ini. Segala bentuk kebohongan, baik itu kecil maupun besar, tidak sebaiknya ditunjukan apalagi di praktikan dihadapan si kecil. Dengan melihat tindakan ini dari orangtunya, anak-anak akan memiliki asumsi bahwa hal ini adalah sesuatu yang dibenarkan, karena orangtuanyapun melakukan hal serupa.

Ketika anak mulai mengenal kebohongan saat mereka masih kecil, maka hal yang paling ditakutkan dan dikhawatirkan adalah hal ini bisa menjadi kebiasaan yang terbawa hingga mereka dewasa nanti. Bisa dibayangkan, saat anak-anak suka berbohong akan seperti apa generasi penerus bangsa kita ini nantinya.

4. Menyembunyikan Sesuatu dari Pasangan

Inilah satu dari sekian banyak hal yang tanpa disadari sering kita praktikan pada buah hati. Saat anda membawa serta buah hati untuk mampir ke rumah makan atau restoran cepat saji lantas membelikan anak segala hal yang diinginkannya. Anda lalu mengatakan pada anak anda untuk tidak bilang pada ibu mereka bahwa mereka makan di restoran dengan alasan takut kena marah istri karena menghabiskan uang di restoran.

Namun, apapun alasannya hal ini tetap saja tidak dibenarkan dipertontonkan atau bahwa ditunjukan didepan anak-anak. Hal ini akan menciptakan asumsi baru pada diri anak-anak yang menganggap bahwa berbohong dari pasangan adalah sesuatu yang wajar dan diperbolehkan serta hal ini akan juga berpengaruh mengganggu otoritas pasangan.

5. Mencela Guru

Seringkali saat bercerita dan mengenang masa-masa lampau saat masih bersekolah dulu, ingatan kita terngiang pada guru yang galak atau menyebalkan. Dan cerita ini akan dengan senang hati kita bagi pada siapa saja yang ingin mendengarkannya, termasuk anak-anak. Akan tetapi, mencela dan mengejek guru yang tidak anda sukai dihadapan anak-anak adalah hal yang sebaiknya tidak anda lakukan. Sebab hal ini bisa membuat anak berasumsi bahwa membenci dan mengejek seseorang yang tidak kita sukai adalah hal yang diperbolehkan.

Orangtua adalah “sumber belajar” bagi anak-anaknya, mereka akan cenderung meniru apa yang dilakukan dan dikatakan orangtua mereka. Untuk itulah, beberapa hal diatas penting untuk anda ketahui dalam rangka menjaga sikap dihadapan anak agar tidak mereka tiru.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Loading...

Diskusikan Tema Artikel