Ayah, Bunda Hindari Memberikan Pujian yang Tidak Mendidik Berikut Ini

Mendidik dan mengajarkan anak merupakan kewajiban untuk setiap orangtua demi menghasilkan anak yang berbudi baik dan memiliki karakter yang berkualitas.

Anak-anak yang memiliki budi pekerti yang luhur dan memiliki karakter berkualitas tentunya akan melahirkan generasi bangsa yang lebih baik. Ada berbagai hal cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak dan membangun mentalnya menjadi seorang kompetitor yang baik dalam bermasyarakat sehingga anak-anak bisa menjadi pemenang. Ya, diakui atau tidak, kita tentu ingin anak-anak dan buah hati yang kita cintai mampu bersaing dan menjadi yang terbaik dilingkungannya. Nah, untuk mewujudkan hal ini akan diperlukan kerja keras dari kedua orangtua mereka dalam rangka mendidik anak dengan sebaik-baiknya.

Anak yang pintar dan memiliki otak yang cemerlang akan senantiasa menjadi kebanggangan orangtuanya. Setiap kali dirinya bersaing bersama dengan teman-teman sebayanya, anak-anak akan selalu menjadi yang terbaik dilingkungannya. Hal ini tentu saja selain membuat orangtua bangga, akan juga menciptakan pujian dan penilaian baik dari oranglain yang mengganggap cara kita dalam mendidik anak berhasil dengan baik.

hindari pujian yang tidak mendidik

Nah sebagai orangtua, kita tentu akan  melakukan banyak hal untuk bisa membangun semangat anak dalam belajar. Salah satunya adalah dengan seringkali memberikan pujian sebagai pengharagaan atas pencapaian yang dilakukan oleh anak-anak. Dengan diberikan pujian, seolah memberikan semangat dan motivasi baru pada anak agar mereka berusaha lebih keras dan menikngkatkan kemampuannya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Namun, meskipun pujian terkadang memang diperlukan dalam rangka membangun semangat pada diri anak. Ternyata, terlalu banyak memberikan dan mengobral pujian pada mereka juga berdampak tidak baik. Mengapa demikian? Ketika anda seringkali memuji anak atau bahkan nada pujian ini seolah bernada memuja anak-anak dengan mematikan oranglain yang notabene adalah kompetitornya, akan dapat berdampak tidak baik pada mental si anak.

Keseringan memuji anak dengan nada yang berlebihan akan membangun mental pada anak yang mana mereka cenderung lebih berpikir hanya dirinya yang terbaik dan mengganggap oranglain berada dibawahnya. Nah, ketika mental seperti ini terbangun dalam diri anak, maka yang terjadi adalah kekhawatiran kita sebagai orangtua.

Sewaktu harapan anak yang menganggap dirinya adalah yang terbaik dan oranglain tidak akan bisa menandingi kemampuan, namun hal ini tidak berbanding lurus dengan kenyataan sebenarnya. Maka bisa jadi tekanan yang hebat dan kecewa yang mendalam menerpanya. Alhasil, depresi dan bahkan frustasi adalah hal yang akan dihadapinya dengan susah payah.

Nah, sebagai orangtua yang baik, tidak salah memang memberikan pujian pada buah hati tercinta, sebab bagaimana pun seringkali kita ingin yang terbaik untuk anak-anak kita. Nah, untuk memahami hal apa saja yang tidak sebaiknya disampaikan pada si kecil sewaktu anda memujinya. Yuk, kita simak beberapa hal dibawah ini.

1. Kamulah yang Terbaik di Kelas

Sewaktu anda pergi ke sekolah untuk mengambil rapor hasil belajar anak anda, dan ketika rapor tersebut dibagikan, rupanya anda mendapati si anak mendapatkan rangking pertama di kelasnya. Hal ini tentu menjadi berita bagus dan akan membuat setiap orangtua bangga tak terkira. Nah, mendapati hal ini terjadi, tentunya kita akan secara otomatis ingin sekali memuji anak-anak sebagai bentuk rasa bangga kita terhadap mereka.

Akan tetapi dengan memuji anak dengan menyatakan bahwa mereka adalah yang terbaik dikelasnya. Hal ini akan secara tidak langsung membentuk pola pikir baru pada anak yang mana mereka beranggapan bahwa pencapaian mereka adalah sesuatu yang hebat, namun dengan membuat mereka berpikiran jika teman-teman yang lainnya tidak akan mampu lebih hebat dari kemampuannya.

Nah, jika hal ini terjadi pada anak anda, maka tebak hal apa yang akan terjadi dengannya? Ya, karakter arogan dan merasa dirinya paling hebat akan secara otomatis tertanam dalam diri anak. Anda tentu tidak ingin jika hal ini terjadi bukan? Untuk itulah, ketika anda hendak menyampaikan pujian pada anak-anak atas pencapaiannya di sekolah. Maka sebaiknya, perhatikan kalimat yang akan anda sampaikan. Sampaikan pada anak dengan lembut dan upayakan maksud anda tersampaikan dengan baik yang akan membuat mereka termotivasi untuk lebih baik.

2. Kamulah Anak Hebat

Memberikan pujian dengan mengakan ‘anak hebat’ memang boleh-boleh saja disampaikan pada si buah hati. Akan tetapi, anda juga harus piawai membaca situasi, apakah anak anda benar-benar layak diberikan pujian hebat atau tidak. Jika ia hanya berhasil merapikan kamar tidurnya atau mempersiapkan buku pelajaran untuk dipelajari esok hari di sekolahnya, apakah anda tidak berpikiran jika memberikan pujian ini terlalu berlebihan? Sebaiknya, jangan mencipatakan kesan bahawa anak tidak perlu berjuang keras dan mengupayakan segala hal pun mereka akan meajadi seseorang yang hebat.

Nah untuk itulah, sebaiknya perhatikan sewaktu ibu memberikan predikat ini pada si kecil. Daripada menghujani si kecil dengan pujian yang demikian, sebaiknya ijinkan anak untuk mengerjakan pekerjaan yang terkesan lebih sulit dan sedikit menantang di usianya. Seperti memberikan support agar anak ikut lomba MIPA atau lomba pelajaran lain yang sedikit menguras otaknya. Nah, pada waktu inilah anda bisa memberikan predikat ‘anak hebat’ pada si kecil. Dengan begini mereka akan mampu berpikir bahwa untuk menjadi anak yang hebat mereka perlu menaklukan dan melalui tantangan yang cukup sulit untuknya.

3. Kamulah Anak Paling Berani dan Yang Lain Penakut

Sewaktu anak diikut sertakan dalam sebuah tantangan seperti mengikuti lomba 17 Agustus-an dan diikut sertakan dalam lomba melewati papan titian, kemudian ia berhasil melewati tantangan tersebut. Sementara anak-anak lainnya terlihat rewel dan tidak berani melakukannya. Anda lantas memeluk anak anda dan memuji mereka dengan membandingkannya bersama anak yang lain. Memang tidak salah memberikan pujian pada anak atas keberaniannya dalam menaklukan tantangan tersebut. Namun, anda juga perlu mengingat bahwa pujian tersebut tidak boleh disertai dengan nada merendahkan oranglain, apalagi membandingkan bahwa oranglain penakut dengan menyebutkan anak anda paling berani. Memberikan pujian seperti, “Kamu berhasil menaklukan tantangan itu, sayang. Mama sangat bangga padamu”, saja cukup membuat kerja keras anak dihargai dengan baik.

Selain itu, agaknya akan lebih baik jika anda mempercayakannya pada kemampuan anak anda dibandingkan dengan terus-menerus memuji anak dengan seolah menaikan derajat mereka lebih tinggi dari anak-anak lainnya. Percayalah, hal ini malah akan semakin membuat harapan anak akan kemenangan semakin besar, sementara ketika harapannya ini tidak sebanding dengan kenyataan, maka yang akan mereka dapatkan adalah kekecewaan. Nah, ketika anak sudah kecewa, hal yang paling ditakutkan terjadi pada mereka adalah keengganan dan rasa percaya diri mereka yang lenyap dan enggan mencoba kembali.

Memberikan pujian pada anak memang hal yang diperlukan dalam rangka memberikan penghargaan atas usaha dan kerja keras yang telah mereka lakukan. Akan tetapi terlalu sering memuji dan melebih-lebihkan pujian tersebut pada anak-anak juga berdampak kurang baik untuknya. Untuk itulah, mengetahui beberapa pujian yang sebaiknya diperhatikan sewaktu disampaikan pada anak adalah hal yang baik untuk melahirkan mental anak yang lebih baik. Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk ibu dan semua orangtua dirumah.  

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply