data-ad-format="auto"

Hindari Pola Didik Seperti Ini, Agar Orangtua Tak Permalukan Anak-Anaknya

Sebagai orangtua yang baik, tentunya kita menginginkan jika anak-anak bisa tumbuh dengan baik lewat pola didikan dan kasih sayang yang kita berikan.

Tak ada orangtua yang senang jika anaknya menderita atau merasa susah dengan perilaku yang dilakukan oleh orangtuanya. Untuk itulah, melakukan segala hal dan mengupayakan berbagai cara akan mereka lakukan semata-mata agar buah hati kesayangannya merasa aman nyaman dan tenang berada disamping ibu dan ayahnya.

Sayangnya, meski tak pernah terbersit dalam pikiran orangtua untuk membuat anak-anak mereka merasa susah atau malu, tak dapat dipungkiri selalu ada saja beberapa hal atau perbuatan yang dilakukan orang tua yang membuat anak-anaknya malu, baik dihadapan umum maupun didepan teman-temannya. Meski maksud hati kita baik ingin menjaga dan menunjukan kasih sayang kita terhadap anak-anak, namun pada kenyataannya hal ini malah menjadi sesuatu hal yang membuat mereka kesal pada kita.

sikap orangtua yang bisa mempermalukan anak

Tidak salah memang menunjukan kasih sayang dan perhatian kita terhadap anak-anak dihadapan oranglain. Apalagi jika mengingat masa-masa kita jaman dulu, dimana orangtua kita sibuk mencari nafkah untuk menghidupi kita, sehingga rasanya sulit sekali mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayah dan ibu. Jangankan mengantarkan kita ke sekolah, sudah disekolahkan saja, rasanya jaman kita dahulu kita sudah bersyukur tiada tara. Namun tidak dengan anak-anak jaman sekarang, perhatian dan kasih sayang yang kita berikan pada mereka terkadang seperti membuat mereka terganggu dan kesal serta menganggap perilaku kita berlebihan.

Nah, jika sudah begini rasanya sulit sekali memahami anak-anak jaman sekarang. Alhasil kita seringkali dibuat bingung dan tak tahu harus berbuat apa. Disamping itu juga, membuat anak berada dalam situasi yang canggung dan tidak nyaman ketika berada dilingkungan teman-temanya akan membuat kita khawatir. Lantas apa yang harus kita lakukan agar anak-anak tidak merasa dipermalukan dengan sikap orangtua, terutama dihadapan teman-temanya?

Nah, kita simak tips berikut ini untuk memahami hal apa saja yang dilakukan orangtua yang bisa mempermalukan anak-anaknya.

1. Tidak Memperhatikan Usia Anak

Anak-anak yang mulai bermasalah dengan sesuatu dan mulai memiliki cara pandang tersendiri mengenai suatu hal bisanya terjadi pada anak-anak yang mulai menginjak usia 7 keatas. Anak-anak dari usia ini, terutama anak laki-laki akan mulai menunjukan ketertarikan dan minatnya pada suatu hal. Sehingga jangan heran jika sewaktu kecil, anak laki-laki anda terlihat penurut dan tidak ribet dengan sesuatu hal. Kali ini mereka menjadi lebih 'cool' dan lebih menjaga image nya.

Hal ini wajar, terutama saat anak-anak mulai memasuki usia remaja. Dimana anak-anak diusia ini mulai sering menyendiri dan ingin diberikan ruang untuk mereka bisa berekspresi. Tindakan yang perlu ditunjukan orangtua pada anak-anak yang mulai tumbuh besar adalah dengan tidak bereaksi terlalu berlebihan dengan perubahan anak-anak. Berikan mereka ruang agar mereka bisa menjadi diri mereka sendiri, namun tentunya dengan tidak melepaskan mereka dengan sepenuhnya tanpa ada kontrol dan pengawasan dari anda. Kita hanya perlu mengingat satu hal bahwa usia mereka telah bertambah dan kepribadian mereka semakin berkembang, untuk itu perlakuan sewaktu mereka masih bayi tdak seharusnya kita berikan saat sekarang.

2. Berpakaian Sangat Mirip dengan Anak

Umumnya dalam beberapa acara atau even tertentu dalam rangka menyeragamkan kostum dalam berpakaian. Orangtua seringkali berinisiatif menyamakan baju bersama dengan anak-anaknya. Meski beberapa anak tidak masalah dengan hal ini, namun ada beberapa anak yang dengan jelas menampakan ketidak sukaanya ini. Apalagi saat ibu atau ayah mereka memaksa anak-anak untuk mengenakan pakaian yang sangat mirip dengannya.

Sebaiknya berhati-hatilah memilih pakaian, anak anda mungkin tidak bermasalah mengenakan pakaian yang sama sewaktu mereka masih kecil dulu. Namun saat ini, sudah bukan waktu yang sama, perhatikan usia mereka, kini anak-anak anda sudah memiliki kemampuan dan pola pikir sendiri dimana mereka mulai bisa berpendapat dan menentukan apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai.

Jangan sampai masalah berbusana ini bisa mempermalukan anak dihadapan umum. Untuk itulah, sebaiknya mintalah pendapat anak terlebih dahulu saat ibu hendak menyeragamkan busana. Jika anda tidak setuju, maka berikan kebebasan bagi mereka untuk mengenakan kostum pilihannya sendiri yang sesuai.

3. Menunjukan Cinta Didepan Umum

Sewaktu mengantarkan anak ke sekolah dan sebelum anak masuk ke kelas, ibu lantas menciumi pipinya serta mengelus rambut anak dengan penuh kekhawatiran dan menunjukan perilaku ini didepan teman-temannya. Sebaiknya berhati-hati, jangan sampai hal ini membuat anak menjadi bahan ejekan teman-temannya dengan mengatakan ia adalah anak mami.

Saat anak masuk sekolah dasar ditingkat yang lebih tinggi, rasanya sudah bukan masanya lagi ibu memberikan kecupan dan mengantarkannya ke sekolah setiap hari. Apalagi jika hal ini dilakukan pada anak laki-laki, sudah pasti ini akan membuat dirinya dipermalukan didepan teman-teman sebayanya. Sebaiknya, berikan ruang pada anak untuk bisa belajar mandiri dengan pergi ke sekolah sendiri. Selain itu, ini adalah cara jitu mengajarkan anak untuk berani berangkat sekolah dengan tanpa pengawasan orangtua.

4. Berbicara Seperti Anak Remaja

Generasi muda saat ini tengah banyak mengembangkan pemakaian gaya bahasa baru yang dikenal dengan bahasa gaul. Meski ini akan terlihat keren dikalangan anak-anak seusia anak anda, namun tidak jika anda yang mengucapkan atau berkomunikasi dengan bahasa ini. Hanya karena anda ingin terlihat seperti orangtua yang 'keren' dihadapan teman-teman anak anda, anda lantas menggunakan bahasa ini sewaktu mengangkat telepon dari teman anak anda. Percayalah, bukan dianggap sebagai orangtua keren yang gaul, hal ini malah akan membuat anak anda ditertawakan teman-temannya karena sikap anda.

Sebagai orangtua yang baik, menjaga sikap adalah hal yang bijaksana. Daripa berusaha keras memahami gaya bahasa anak-anak jaman sekarang. Alangkah lebih baik jika anda menjaga sikap dan kharisma anda sebagai orangtua. Dengan begini ada akan tetap dihargai baik oleh anak anda maupun teman-temannya.

5. Bereaksi Berlebihan

Sewaktu anda pergi ke sekolah untuk mengambil rapor anak dan anda mendapati anak anda mendapatkan nilai yang memuaskan atau malah sebaliknya ketika anak anda mendapatkan nilai yang jelek. Hal ini tentu akan membuat kita senang ataupun kesal. Namun sebaiknya, emosi ini tidak ditunjukan seketika dengan meluapkan kekesalan atau kegembiraan anda pada anak dihadapan umum.

Bereaksi berlebihan dengan mencaci maki anak atau memuja-muja mereka dengan suara yang lantang akan jelas-jelas membuat anak merasa tak nyaman dan malu dengan perhatian teman-temannya yang tersedot pada diri anda. Sebaliknya, ungkapkan dan luapkan ekspresi ini dirumah. Dengan begini anda akan merasa bebas berekspresi tanpa khawatir membuat anak anda merasa dipermalukan.

Seringkali tanpa kita sadari perbuatan dan perkataan kita sebagai orangtua bisa membuat anak merasa tidak nyaman, apalagi ketika hal ini dilakukan didepan teman-temannya. Anak-anak akan merasa malu dan kesal pada anda. Untuk itulah, untuk mencegah hal ini terjadi, mengetahui beberapa hal yang bisa membuat anak malu dihadapan temannya karena perbuatan orangtua adalah solusi terbaik.

Author: Metta
Artikel ini di supervisi oleh Bidan Luli Yulistina

Follow us