Tips Mendidik Mental Anak Agar Mudah Minta Maaf dan Memaafkan

5/5 (3)

Anak-anak harus diajarkan bagaimana menjalin hubungan yang baik bersama dengan oranglain. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjalinnya hubungan yang baik bersama dengan oranglain adalah dengan memberikan anak pemahaman bagaimana menerima dan memberi. Bukan hanya dalam lingkup barang atau peralatan, anak-anak juga perlu memahami konsep bagaimana memafkan dan meminta maaf sewaktu mereka melakukan kesalahan. Dengan begini, sikap dan karakter bijak dan lapang dada untuk bisa memafkan oranglain akan terbentuk dalam dirinya.

Dengan mengajarkan anak konsep memaafkan dan memita maaf akan juga membentuk pribadi mereka yang penyayang dan peduli terhadap sesama, yang mana hal ini dibutuhkan dan diperlukan saat mereka dewasa kelak.

agar anak mudah minta maaf dan memaafkan

Sayangnya, orangtua saat ini umumya kerap kali menyepelekan pengembangan kemampuan meminta maaf dan mudah memafkan pada diri anak-anaknya. Hal ini mungkin dipengaruhi, karena sebagian besar orangtua lebih banyak berfokus pada pengembangan kemampuan akademis anak disekolah. Sementara untuk pengembangan moral dan etika mereka lebih cenderug menomor duakan hal ini.

Padahal, untuk membentuk buah hati menjadi seseorang yang berkualitas dan bermanfaat bagi keluarga serta menjadi seorang khalayak luasnya adalah penting sekali untuk mereka memiliki rasa toleransi, kompromi, empati dan kemampuan memaafkan oranglain.

Sifat mudah memaafkan pada diri seseorang mencerminkan jiwa yang bijaksana dan ikhlas. Sebagaimana mengutip dari Positive Parenting Solution, anak-anak yang peka terhadap hal-hal yang berbau dengan kemanusiaan dapat menjadi calon generasi bangsa yang berkualitas bahkan bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat dimasa depan.

Anda tentu ingi jika ketika dewasa kelak anak anda tumbuh menjadi seorang yang bukan hanya cerdas dalam segi akademis namun secara moral mereka pun berkualitas. Untuk itulah, penting seklai memupuk pendidikan sedini mungkin untuk mengajarkan anak bagaimana memahami dan mampu mengaplikasikan dua konsep memafkan dan meminta maaf baik ketika mereka meminta tolong atau sewaktu mereka melakukan kesalahan, serta mengajarkan pada anak bagiamana berlapang dada untuk menerima dan memaafkan sesamanya.

Meskipun terkadang rasanya sulit bagi kita untuk menerima kesalahan oranglain dan akan terasa lebih mudah menilai kesalahan oranglain, namun sebaiknya hal serupa tidak didapatkan oleh anak. Untuk itu, memberikan pendidikan dan membangun mental anak untuk menjadi pribadi yang mudah memafkan dan meminta maaf adalah hal yang penting ditanamkan sejak kecil.

Nah, berikut ini ada beberapa hal yang bisa orangtua lakukan dalam mendidik dan membangun mental anak agar mereka mudah memafkan dan minta maaf.

1. Kenalkan Sejak Kecil

Mendidik anak untuk belajar minta maaf sebaikanya mulai diajarkan sejak mereka masih kecil, bahkan saat mereka baru pertama kali mampu berbicara dan berinteraksi dengan lingkungannya. Ketika anak melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, maka mintalah mereka untuk mengucapkan kata maaf. Meskipun di usia balita mereka belum memahami makna sebenarnya dari ucapan kata maaf, namun setidaknya inilah pelajaran yang mereka dapatkan sewaktu mereka melakukan kesalahan yang mana kesalahan tersebut harus ditebusnya dengan mengucapkan kata maaf. Baru setelah anak mulai tumbuh lebih besar, berikan pemahaman pada mereka apa makna dari kata maaf dan mintalah anak untuk mengungkapkan penyesalannya untuk menebus kesalahanya.

2. Ajarkan Anak Untuk Meminta Maaf Pada Hal-Hal Kecil yang Tidak Sopan

Memulai pendidikan mengucapkan kata maaf pada anak memang tidak bisa dilakukan sekaligus seketika dan mengharapkan anak anda bisa berubah menjadi pribadi yang sopan. Selain itu, sebelum mengungkapkan kata maaf, anak juga perlu tahu alasan mengapa mereka harus meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan.

Untuk itulah, mulai dengan hal-hal yang kecil yang dianggap tidak sopan, selain itu sebelum anda mengajarkan anak memita maaf berikan terlebih dahulu pemahaman bahwa hal tersebut tidak baik dilakukan. Seperti misalkan, minta anak untuk meminta maaf ketika secara tidak sengaja mereka bersendawa saat makan bersama, saat mereka buang gas dan lain sebagainya.

3. Cari Tahu Alasan Mengapa Anak Menolak Untuk Meminta Maaf

Ketika anak bertengkar bersama dengan temannya dan membuat temannya menangis atau kesal, sebelum anda memarahi anak dan lantas membuat mereka meminta maaf atau memafkan dan mereka menolak melakukan hal tersebut. Sebaiknya, daripada anda marah-marah dan kesal padanya. Cari tahu terlebih dahulu apa alasan anak menolak melakukan hal tersebut. Dengarkan terlebih dahulu sewaktu mereka bercerita lewat komunikasi dua arah, pikiran anda sebagai orangtua harus dapat lebih terbuka setelah mengetahui alasan utama mengapa anak menolak meminta maaf.

Jika yang terkuak dari cerita anak anda bahwa sesungguhnya adalah merekalah bersalah, maka sikap yang harus anda tunjukan sebagai orangtua adalah bersikap netral dan tidak memihak meskipun itu adalah buah hati tercinta anda. Mintalah anak untuk meminta maaf pada temannya, karena apa yang mereka lakukan tidaklah terpuji.

Jangan hanya karena anda melihat ia putra dan putri anda, anda lantas mencuekan dan malah membela anak anda. Jika begini maka anak-anak akan menangkap bahwa anda akan selalu memenangkan anak anda dan akan selalu menjadi tameng baginya agar kebal dari hukum meskipun mereka bersalah.

4. Ajarkan Anak Untuk Dapat Menerima dengan Lapang Dada

Bukan hanya memita maaf dan mengajarkan anak untuk menerima kekalahannya. Mendidik anak untuk mau memafkan oranglain juga menjadi hal yang penting. Ketika harapan anak tidak sebanding dengan kenyataan pada seseorang, ajarkan mereka untuk dengan besar hati menerima kenyataan tersebut dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan teman dan lingkungannya. Dengan begini hubungan yang baik antara anak dengan lingkungannya dapat terus terbina.

Selain itu, berikan pemahaman pada mereka, bahwa meminta maaf tidak membuat mereka menjadi rendah dimata oranglain, justru dengan begini akan membuat mereka lebih bijaksana. Sementara dengan mereka memafkan oranglain akan membuat mereka dengan besar hati memberikan kesempatan kedua untuk lingkungannya.

Dewasa ini, tidak sedikit orang tua yang mengabaikan mendidik anak untuk mau berbesar hati meminta maaf dan memafkan. Hal ini bisa jadi dipengaruhi karena sebagian besar orangtua lebih berfokus pada pengembangan diri anak-anak dalam hal akademisnya.

Nah, semoga tips kali ini bisa membantu ibu dalam membangun dua sikap mulia ini dalam diri anak-anaknya. Demikian beberapa tips mendidik dan membangun mental agar anak mau meminta maaf dan memaafkan, semoga tips kali ini bermanfaat dan bisa membantu ibu dalam mendidik anak-anaknya dirumah. 

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply