data-ad-format="auto"

Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Sewaktu Anak Merusak Barang Milik Oranglain

Dunia anak-anak adalah dunia bermain.

Berlarian kesana kemari, tertawa riang bersama dengan teman-temannya, dan bermain bersama dengan mainan kesukaannya adalah hal yang menyenangkan untuk anak-anak. Maka jangan heran, jika sewaktu anda membawa serta mereka ke sebuah tempat, segala hal akan mereka mainkan karena hal ini menjadi hal yang menarik untuk mereka. Hanya saja, sewaktu perilaku anak dalam bermain sudah diluar batas, bahkan sampai menjadikan segala sesuatu yang ada dihadapannya dijadikan sebagai bahan permainan, hal ini akan membuat anda kerepotan. Terutama saat anda membawa anak-anak ke tempat tertentu yang banyak terdapat barang berharga dan rentan rusak seperti misalkan museum, toko perhiasan dan lain sebagainya. Jika perilaku anak-anak dengan menggunakan segala hal yang ada dihadapanya dijadikan permainan, hal ini akan tentu saja membuat kita terus-terusan khawatir saat membawa mereka berpergian.

Jangankan sewaktu membawa mereka pergi, saat dirumah saja sewaktu anda melepaskan mereka untuk bermain dirumah temannya, seringkali keluahan tetangga tentang perilaku anak-anak yang merusak barang mempengaruhi anda setiap kali si buah hati bermain bersama dengan temannya.

ketika anak merusak barang orang lain

Baca Juga: Repot Bayi Sering Ngompol? Gunakan Sprei Waterproof, Atasi Ompol dan Bau Pesing

Nah jika hal ini terus-terusan terjadi, bukan hanya akan membuat anda terus-terusan menjadi bahan keluahan tetangga, namun juga akan berpengaruh pada si kecil yang akan kesulitan mendapatkan teman baru dan dijauhi teman-temannya. Ketika si kecil tidak diterima dilingkungan bermainnya, maka akan secara otomatis dua kepribadian akan terbentuk, yakni antara si anak menjadi penyendiri dan murung atau sikapnya yang 'perusak' akan semakin buruk dengan tumbuh menjadi seorang penggangu dalam rangka menarik perhatian teman-temannya.

Namun, selain itu, perilaku si kecil sewaktu merusak barang orang lain bisa jadi dilakukannya dengan tidak sengaja. Seperti misalkan memecahkan atau merusakan lemari kaca milik tetangga. Nah, bisa dibayangkan ketika hal ini terjadi. Sewaktu anda sedang mengerjakan pekerjaan dirumah dan si kecil sedang dalam mood yang baik untuk bermain, tentu saja hal ini seolah memberikan kita kebahagiaan kecil dengan melepas si kecil untuk bermain. Namun tak selang beberapa menit kemudian, si kecil pulang dengan wajah sedih dan terburu masuk ke kamarnya dan rupanya seseorang mengikutinya dari belakang. Ketika sampai diambang pintu, rupanya orang tersebut adalah tetangga anda yang tak lain adalah ibu dari teman anak anda yang mengeluh karena peralatannya telah dirusak oleh anak anda. Nah, jika sudah begini apa mau dikata. Terkadang kesal dan jengkel dengan perbuatan si anak merasuki pikiran kita.

Namun, tidak bijak tentunya meluapkan kekesalan kita terhadap sang anak dengan tindakan kekerasan. Hanya karena malu dan kesal, anda lantas memukul atau mencubit si anak dengan semaunya. Ingatlah, sebuah tindakan kekerasan, apapun bentuknya dan seberapapun kecilnya, tentu tidak dibenarkan dan bukanlah solusi yang tepat dalam mendisiplinkan anak.

Sebaliknya, daripada anda meluapkan emosi dan kekesalan pada anak anda, sebaiknya hadapi keluhan tetangga dan sikapi dengan baik keluhannya tersebut. Mintalah ia untuk memberikan waktu sementara pada anda agar anda bisa membicarakannya bersama dengan anak anda dan suami. Setelah itu, baru hampiri anak anda dan mintalah alasannya, siapa tahu anak anda melakukannya dengan tidak sengaja. Nah, setelah diketahui permasalah ini, anda bisa melakukan beberapa hal ini sesuai dengan jenis barang yang dirusakan oleh anak anda agar hubungan anda baik bersama dengan tetangga maupun anak anda tetap terjalin dengan baik. Simak berikut ini.

Sewaktu Anak Merusak Barang Berharga Murah

Menghadapi keluhan tetangga atas kesalahan yang dilakukan oleh anak kita mungkin menjadi hal yang membingungkan. Disatu sisi anda menyayangi anak anda dan tidak ingin mempemalukannya apalagi membuat mereka sedih. Namun disisi lain, kehidupan anda dalam bermasyarakat dan bersosialisasi harus tetap terjaga dengan baik. Sehingga segala hal yang dianggap merugikan harus bisa anda atasi dengan baik agar lingkungan masyarakat tetap merasa diuntungkan.

Nah, dalam sutuasi ini sewaktu anak anda merusak barang milik orang lain dengan harga yang cukup terjangkau. Maka pastikan terlebih dahulu anak sudah meminta maaf secara langsung. Meski demikian, anak mungkin saja belum melakuannya karena ia merasa takut atau merasa malu. Nah, disinilah peran orangtua yang bijak harus bisa dijalankan dengan baik. Ajaklah anak untuk meminta maaf, baik secara lisan maupun lewat sebuah tulisan yang menyatakan permintaan maaf dan penyesalannya.

Jika anak sudah melakukan bagiannya dengan menunjukan permintaan maaf dengan menunjukan penyesalannya. Maka sisanya adalah tugas kita sebagai orangtua dalam membina hubungan yang baik dengan masyarakat dilingkungan tempat kita tinggal. Jangan karena anak yang sudah meminta maaf, anda lantas cuek dan tidak memperdulikan hal lainnya.

Sebagai orangtua, tentu menjadi kewajiban kita untuk mengganti barang milik oranglain yang telah dirusakan oleh anak kita. Meski sebagian orang akan enggan atau menolak diberikan ganti rugi karena harganya yang tidak seberapa. Namun tetap saja, jangan langsung setuju dan pergi begitu saja. Tidak ada salahnya tawarkan kesedian anda untuk mengganti rugi sebagai wujud permintaan maaf anda atas nama sang anak. Nah, jika sudah dua atau tiga kali menawarkan dan mereka masih menolak, anda baru bisa menerima dengan menyampaikan permintaan maaf anda yang sebesar-besarnya. Dengan begini, tetangga anda akan merasa dihargai meski barang yang rusak tidak seberapa harganya.

Ketika Anak Merusak Barang Orang Lain Dengan Harga yang Mahal

Lantas bagaimana ketika anak kita merusak barang milik orang lain yang berharga mahal, sikap apa yang harus kita tunjukan? Seperti halnya kasus diatas, hal paling utama yang harus dilakukan anak-anak adalah dengan meminta maaf apapun kesalahan anak anda dan cari tahu bagaimana kronologisnya.

Kunci utama dalam menghadapi masalah yang seperti ini adalah dengan tidak menyalahkan oranglain, meskipun terkadang terbersit pertanyaan dalam pikiran kita bagaimana bisa anak-anak dibiarkan bermain dengan perabotan yang rentan pecah. Mintalah anak-anak untuk meminta maaf secara langsung dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut.

Jika harga dari barang atau benda yang dirusakan harganya mahal, maka usahakan untuk tetap menggantinya. Jika mereka menolak untuk menerima tawaran anda, tawarkan sesuatu yang lain yang bisa dilakukan anak anda. Seperti misalkan membantu mengajak bermain hewan peliharaan sebagai wujud dari penyesalan anak anda.

Membiarkan anak membantu pekerjaan oranglain, bukanlah sebuah tindakan yang mempermalukan anak. Namun berikanlah penjelasan pada mereka bahwa semua hal ada konsekuensinya. Dan atas kecerobohan yang mereka lakukan, tidak ada salahnya jika mereka melakukan sesuatu untuk oranglain yang mereka rugikan sebagai bentuk penyesalan anak anda.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua ketika bereaksi sewaktu anak-anaknya baik sengaja maupun secara tidak sengaja merusak barang milik orang lain. Semoga tips ini bermanfaat untuk ibu dirumah. 

Loading...

Follow us