Peduli Ibu Hamil, Anak IPB Bantu Cukupi Nutrisi

Nutrisi selama kehamilan sangatlah penting untuk tetap menjaga kesehatan ibu dan anak. Inilah kepedulian mahasiswa IPB yang membantu memenuhi nutrisi ibu hamil.

Ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi agar tumbuh kembang janin sesuai dengan usia kehamilan. Bahkan dengan memenuhi nutrisi sesuai usia kehamilan akan membantu memperkecil resiko gangguan kesehatan bagi ibu dan janin saat dilahirkan.

Itulah yang menjadi fokus mahasiswa Indonesia dalam rangka mengikuti kompetisi DSDC ((Developing Solution for Developing Countries Competition) yang dilakukan di Amerika. Bahkan tim mahasiswa Indonesia ini berhasil membuat flat bread yang tinggi zat besi, kalsium dan folat. Mahasiswa ITB yang peduli dengan ibu hamil yang ada di Sudan Selatan, dimana ibu hamil menjadi fokus kompetisi DSDC.

14

Seperti yang diketahui bahwa tema yang diangkat untuk membantu ibu hamil ini disebabkan karena masyarakat Sudan Selatan yang hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan fokus yang dilakukan pada tema ini ditujukan untuk 78% dari 12 juta yang tinggal di Sudan Selatan yang berada di pedesaan karena mereka hidup dalam kemiskinaan. Bahkan hampir dari 90% wanita hamil di sana membutuhkan perhatiaan nutrisi yang sangat serius.

Dalam catatan yang didapat bahwa 48% wanita yang tinggal di Sudan Selatan memiliki rentang usia 15-19 tahun dan sudah menikah. Bahkan menikah muda di sana menjadi sebuah perhatian yang serius. Wanita yang menikah muda beresiko 2-5 kali mengalami malanutrisi. Bahkan dalam World Food sebuah program untuk melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil di Sudan membutuhkan perhatian serius mengingat 15% dari populasi di sana mengalami malanutrisi.

Melalui PBB kompetisi Internasioanal Sudan Selatan, Indonesia mengirmkan mahasiswa terbaiknya. Mereka adalah mahasiswa IPB yanga bernama , Michael Liong ,Cynthia Andriani dan Saiful Pratama. Mereka berinovasi untuk membantu Ibu Hamil di Sudan Selatan yang mengalami malanutrisi. Mereka membuat makanan pokok yang diberi nama flatbread.

Adapun dalam proses pembuatannya flatbread dibuat dari moringa, kacang tabah, susu, campuran bayam, tepung terigu dan garam. Ini sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh masyarakat Sudan Selatan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh mereka yang diberi nama ‘Nutrious Flatbread to Alleviate Pregnancy Related Problem in South Sudan.’ Sangat membantu pemecahan masalah yang terjadi di sana .
Bahkan kandungan yang terdapat di dalam flatbread antara lain adalah zat besi, folat, kalsium yang terkandung di dalam kacang tanah. Sedangkan untuk bayam yang mengandung zat besi, folat, dan vitamin seperti vitamin C, A. B6 dan B2. Bahkan penelitian yang dilakukan moringa yang terkandung kalsium yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil. Bahkan dapat membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Ibu hamil membutuhkan kalsiym yang dapat membantu untuk menyusun tulang dan gigi janin. Begitu juga dengan tulang ibu hamil untuk mencegah osteoporosis. Kandungan zat besi yang dapat berfungsi sebagai produksi sel darah merah yang dapat menghindari ibu hamil dari anemia selama mengandung. Sedangkan kandungan asam folat yang terdapat dalam makanan ini akan membantu untuk menurunkan risiko lahir cacat.

Mahasiswa Indonesia ini tidak hanya mempertimbangkan nilai gizi akan tetapi kemasan yang tahan lama dengan atmosphere packaging yang baik. Bahkan produk yang ramah lingkugan ini juga mempertimbangkan biaya yang berkisar antara 4600 rupiah perbungkus. Jadi mudah terjangkau oleh masyarakat di sana. Setelah melakukan skala laboratorium 9 dari 10 orang yang mencicipi Sun-AMI menyukai dari segi rasa,aroma dan tekstur. Dengan demikian semoga dapat membantu kondisi yang terjadi di Sudan Selatan khususnya ibu hamil yang mengalami kondisi nutrisi yang tidak tercukupi.

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply