data-ad-format="auto"

Memilih Waktu yang Tepat Berpuasa Disaat Menyusui

Setelah proses yang dialami anda selama sembilan bulan dalam menjaga janin di dalam kandungan kini saatnya masa persalinan dimana kehadirann buah hati semakin dekat. Kesempurnaan yang hadir di tengah-tengah keluarga anda merupakan sebuah kado istimewa.

Tentu saja belum cukup hingga masa pesalinan setelah itu masa-masa indah akan anda alami dengan melihat tumbung kembang bayi dari bulan ke bulan. Pada masa perkembangannya membutuhkan asupan nutrisi berupa sari-sari makanan. Banyak Penelitian yang menemukan bahwa dengan menyusui  maka sari makanan yang diperoleh bayi dapat memenuhi kebutuhan asupan gizinya, keistimewaan air susu ibu dapat memberikan pertumbuhan maksimal bagi bayi anda.

Sehingga banyak ahli medis yang menyarankan untuk anda menyusui di mulai kehadiran hari pertama bayi anda. Menyusui merupakan proses alamiah yang diberikan ibu kepada bayinya. Dengan menyusui kedekatan batin antara ibu dan bayi semakin terikat selain itu untuk  menyusui memiliki keuntungan untuk anda dapat mengurangi resiko kanker payudara. Kandungan air susu ibu melebihi keunggulan susu formula dengan harga mahal sekalipun.

memilih-makan-sahur.jpg

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan

 

Begitu pentingnya proses menyusui sehingga banyak ibu yang tidak meninggakan momen penting dalam perkembangan bayi melalui pemberian kualitas asi terbaik. Memasuki bulan ramadhan dimana umat islam menjalankan ibadah puasa, anda yang sedang menyusui dapat memilih waktu yang tepat untuk berpuasa tanpa harus kehilangan keistimewaan air susu untuk bayi anda.

Berikut waktu yang dapat anda pilih ketika anda memutuskan untuk berpuasa apapula resiko bagi bayi anda bila memilih berpuasa di waktu yang tidak tepat.

1.  Usia 0-5 Bulan

Pada usia bayi dibawah enam bulan masih rentan terhadap faktor kesehatan, diusia satu bulan pertama bayi sudah dapat menghisap asi dengan baik selain itu pergerakan aktif sudah mulai ditunjukan dengan cara menggerakan lengan, kaki dan jemarinya. Ungkapan emosinya berupa rasa lapar, sakit, haus, buang air bedar dan kecil diungkapkan dengan tangisan sehingga harus peka terhadap bayi anda. Pada usia ini ketergantungan akan asi sangat tinggi, banyak penelitian yang menemukan bahwa makanan pendamping ASI belum tepat diberikan di usia ini. Pada usia ini sistem penghadaman belum matang dimana pemecahan kanji dan karbohidrat masih belum tersedia. Selain itu belum menghasilkan enzim yang mencukupi, sehingga enzim amilase belum  cukup bagus dalam membantu pencernaan makananya. Selain itu masalah dalam penyusunan menjadi alasan bahwa makanan pendamping asi belum dapat diberikan di usia ini. Untuk anda yang ingin berpuasa sebaiknya konslutasikan dengan dokter terlebih dahulu sehingga meskipun MPASI belum diberikan asupan nutrisi dari air susu dapat mencukupi kebutuhan gizi bayi selama anda berpuasa.

2.  Usia  > 6 bulan

Pada sebagian bayi sudah tumbuh gigi dan kebiasaan memasukan benda-benda kemulutnya selain itu organ pencernaan sudah siap menerima asupan nutrisi selain asi meskipun harus dalam perkenalan tekstrur yang lembut terlebih dahulu seperti bubur, tim saring, tim secara bertahap. Ketergantungan air susu ibu semakin berkurang, anda dapat memutuskan untuk berpuasa tanpa harus khawatir dengan asupan nutrisi bayi anda. Meskipun demikian bukan berarti anda dapat mengabaikan asupan nutrisi ketika sahur dan berbuka. Demi memberikan kualitas asi selama bulan puasa bagi bayi anda yang sudah menginjak usia lebih dari enam bulan anda dapat menyiasatinya dengan menu makanan yang tepat dalam waktu sahur dan berbuka . Jaga selalu pola makan tiga kali sehari dengan mengatur jadwal makan, sahur, berbuka dan setelah tarawih.

Loading...

Follow us