Apa Itu Hiperlipidemia? | Waspadai Terjadinya Hiperlipidemia Pada Anda

5/5 (2)

Mungkin Anda merasa asing dengan istilah hiperlipidemia. Namun, Anda sudah tidak asing ketika mendengar kata kolesterol tinggi. Penyakit akibat kelebihan lemak ini tentunya tidak dapat diabaikan lagi akan risiko lain yang mungkin terjadi akibat tingginya kolesterol seperto penyakit stroke, jantung dan juga penyakit lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa tingginya kolesterol jahat dapat membuat seseorang merasa terganggu akan kesehatannya dan bahkan tidak melakukan aktivitas apapun dikarenakan rasa sakit yang hampir menyerang seluruh anggota tubuh.

Meskipun memang asing, namun istilah hiperlipidemia tentunya memiliki definisi yang hampir sama pula dengan penyakit kolesterol tinggi. Namun, tetap memiliki perbedaan yang cukup mendasar serta penyebab dan juga gejala yang berbeda. Untuk lebih mengetahui mengenai apa itu hiperlipidemia. Yuk kita langsung simak saja penjelasan kami berikut ini!

Apa Itu Hiperlipidemia?

Seperti yang sudah kami jelaskan pada poin diatas mengenai kemiripan antara hiperlipidemia dengan kolesterol. Tentu hal tersebut memanglah benar. Hiperlipidemia atau yang sering dikenal dengan istilah lipid ini yakni sebuah senyawa organik yang tidak larut di dalam air. Seperti halnya minyak, lilin, lemak, trigliserida dan juga sterol. Lipid merupakan molekul yang beredar di dalam aliran darah yang tentu ditemukan di dalam jaringan tubuh manusia.

Sebenarnya lipid ialah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kolesterol dan juga lemak total yang mencakup di dalamnya. Akan tetapi, banyak orang yang beranggapan bahwa lipid ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan lemak saja. Namun, ternyata bukan untuk mendeskripsikan lemak saja. Mungkin sebelum kita mengetahui akan istilah hiperlipidemia secara jelas. Alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai kolesterol yang tentu bagian dari jenis-jenis hiperlipidemia.

Seperti yang kita tahu bahwa kolesterol ialah jenis lemak di dalam tubuh yang sangat unik. Kolesterol ini juga ialah zat lilin yang terbuat dari sebagian protein dan juga lipid. Kolesterol memang terbentuk dari lemak jenuh yang didapatkan dari asupan makanan yang biasa Anda konsumsi setiap harinya. Selain itu, kolesterol juga diproduksi oleh hati. Kolesterol ini dibawa melalui darah dengan bantuan molekul yang disebut dengan lipoprotein. Kolesterol tentunya memiliki fungsi yang cukup baik dalam produksi hormon, selaput sel sehat, penyimpanan vitamin, dan juga fungsi otak.

Selain kolesterol, jenis lain dari hiperlipidemia ialah trigliserida yang hanya terbentuk oleh makanan yang Anda konsumsi. Trigliserida ini tentunya memiliki fungsi untuk menyimpan kalori cadangan sehingga menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan jumlah trigliserida dan juga kolesterol yang ada di dalam darah supata tidak memicu munculnya penyakit kronis. Perlu Anda tahu bahwa batas normal trigliserida di dalam tubuh ialah kurang dari 150 mg/dl.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hiperlipidemia ialah sebuah kondisi ketidakseimbangannya lemak di dalam darah yang juga ditandai ndegan kadar trigliserida dan juga kolesterol yang cukup tinggi. Meksipun kedua jenis senyawa tersebut memiliki peran yang paling penting di dalam tubuh. Akan tetapi, jika kadarnya terlalu berlebihan, maka akan menyebabkan adanya plak yang menumpuk pada dinding-dinding pembuluh darah. Seiring berjalannya waktu tentunya plak yang menumpuk tersebut akan membesar dan semakin banyak sehingga dapat menyumbat arteri.  Jika kondisinya sudah seperti itu, maka tidak menutup kemungkinan akan mucnulnya penyakit lain yang lebih serius seperti penyakit jantung, stroke dan juga kardiovaskuler.

Jenis-Jenis  Hiperlipidemia

Hiperlipidemia tentunya muncul dengan membawa berbagai risiko dan juga dampak yang buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Hiperlipidemia juga memiliki berbagai jenis yang tentu memiliki perbedaan pada karakteristik dan juga dampak yang ditimbulkan. Berikut ini jenis-jenis hiperlipidemia  yang perlu Anda ketahui, diantaranya:

Tipe I

Jenis hiperlipidemia  yang pertama tentunya sangat rentan terjadi pada anak-anak. Pada anak yang mengalami hiperlipidemia tipe I ini akan menyebabkan sakit perut, pembesaran hati dan limpa, infeksi yang berulang, masalah yang terjadi pada pankreas. Jenis hiperlipidemia  yang terjadi pada anak-anak tentunya dapat disebabkan oleh kondisi keturunan yang dapat mengganggu kinerja lemak normal (kelainan enzim lipoproteinlipase).

Tipe II (a dan b)

Jenis hiperlipidemia kedua ini berhubungan dengan faktor genetik dimana dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Hal ini tentu menyebabkan adanya penumpukan lemak di bawah kulit dan juga sekitar mata akibat tingginya kadar LDL. Kondisi ini tentunya dikenal dengan istilah hiperkolesterolemia familial (tipe IIa) dan juga hiperlipidemia gabungan familial (tipe IIb).

Tipe III

Pada tipe ketiga ini dikenal dengan istilah disabetalipoproteinemia familial. Kondisi ini dapat ditandai oleh kadar HDL yanng terlalu rendah sedangkan kadar LDL dalam keadaan normal. Ciri utama untuk mengindikasi tipe III dari hiperlipidemia ini yaitu terjadinya xantoma (plak datar yang berwarna abu-abu yang terjadi pada kelopak mata ataupun di sekitar mata)

Tipe IV

Tipe terakhir ini tentunya ditandai dengan kadar  kolesterol yang rendah, namun trigliserida yang tinggi. Kondisi ini tentunya memicu kadar insulin dan juga glukosa menjadi semakin tinggi.

Itulah beberapa tipe atau jenis-jenis dari hiperlipidemia yang tentu harus Anda ketahui untuk mendeteksi tipe hiperlipidemia yang terjadi pada penderita lipid.

Penyebab Penyakit Hiperlipidemia

Munculnya suatu penyakit bukan tanpa sebab yakni timbul dengan berbagai penyebab yang terkadang tidak kita pikirkan sebelumnya. Dalam hal penyakit hiperlipidemia tentunya tidak semua penyakit kolesterol termasuk ke dalam penyebab hiperlipidemia. Namun, satu yang pasti yakni adanya kolesterol yang buruk di dalam tubuh seseorang yang menjadi penyebabnya. Dua jenis kolesterol yaitu high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoprotein (LDL) yang dianggap sebagai kolesterol yang jahat (LDL) dan juga kolesterol baik (HDL).

Dalam hal ini tentunya HDL diproses dan diubah di dalam hati menjadi garam empedu jika kadarnya berlebihan. Sementara itu, LDL tidaklah demikian dimana LDL yang cukup tinggi akan menumpuk di dinding pembuluh darah. Selain itu, penyebab dari hiperlipidemia juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Namun tentu penyebab hiperlipidemia tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup yang tidak sehat seperti:

– Kurang berolahraga

– Terlalu banyak mengonsumsi makanana yang tinggi lemak seperti daging dan juga susu

– Sering mengonsumsi alkohol

– Merokok

– Sering konsumsi junk food dan juga fast food.

Beberapa penyebab lain dari hiperlipidemia dapat dipicu oleh kondisi penyakit yang diderita oleh seseorang, diantaranya:

– Kehamilan

– Diabetes

– Tiroid kurang aktif

– Kegemukan (Obesitas)

– Penyakit ginjal

– Sindrom ovarium polikistik

Kadar kolesterol yang tinggi juga dapat dipengaruhi oleh obat-obatan tertentu seperti obat diuretik, obat antidepresan dan juga pil KB.

Gejala – Gejala Hiperlipidemia

Setelah kita mengetahui penyebab terjadinya hiperlipidemia pada tubuh. Tentunya, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas gejal-gejala yang timbul dari hiperlipidemia. Bagaimanapun juga, jika tubuh  mengalami kadar lemak yang cukup tinggi di dalam tubuh tentu tidak akan menimbulkan gejala yang terlalu signifikan. Ketika tubuh memiliki kadar lemak yang cukup tinggi, endapan lemak yang ada di dalam tubuh tentunya akan membentuk suatu zat pertumbuhan yang sering disebut dengan xantoma di dalam urat daging dan juga kulit.

Meskipun tidak menimbulkan gejala yang berlebih, namun jika kadar lemak di dalam darah terlalu tinggi. Maka akan memberikan gejala yang luar biasa. Adapaun beberapa gejala yang dapat timbul jika terjadinya hiperlipidemia  yang terjadi pada tubuh seseorang seperti pada berikut ini:

– Sering merasa mual dan muntah

– Sering merasa pusing

– Sering mengalami kelelahan esktrim

– Sering sesak nafas

– Detak jantung yang tidak beraturan

– Sering mengalami gangguan pencernaan

– Sulit buang air besar

– Sering mengeluarkan keringat dingin

– Mengalami rasa sakit pada beberapa anggota tubuh bahkan seluruh anggota tubuh

– Tangan dan juga kaki terkadang terasa kaku

– Pundak terasa berat disertai kepala yang terasa pusing

– Badan pegal-pegal

– Pegal hebat pada punggung atas dan juga pundak

Beberapa gejala tersebut tentunya dapat mengindikasi adanya gangguan hiperlipidemia yang terjadi pada tubuh.

Cara Mendiagnosis Hiperlipidemia

Seperti yang kita tahu bahwa hiperlipidemia bukanlah suatu panyakit, namun adanya gangguan ketidakseimbangan kadar lemak di dalam tubuh. Pada umumnya, hiperlipidemia tidak akan menimbulkan gejala dan juga dampak sampai pada stadium berat. Namun tetap saja harus dilakukan suatu diagnosis untuk mendeteksi apakah hiperlipidemia mengalami masalah ataukah tidak.

Cara untuk mendiagnosis hiperlipidemia ialah dengan melakukan tes darah yang disebut dengan panel lipid atau profil lipid. Tes darah ini tentunya memiliki peranan untuk menentukan kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh, kadar LDL, kadar HDL, trigliserida dan juga sampel darah. Pada umumnya, kadar kolesterol di atas 200 miligram per desiliter dinilai dalam kadar yang tinggi. Tingkat kolesterol yang aman tentunya dapat berbeda dari satu individu dengan individu yang lain. Hal ini tentunya tergantung dari riwayat kesehatan dan juga masalah kesehatan yang terjadi pada orang tersebut. Biasanya untuk melakukan tes darah ini tentunya harus dilakukan puasa selama kurang lebih 12 jam.

Penanganan dan Pencegahan Hiperlipidemia

Sebelum semuanya terlambat tentunya kita yang masih merasa sehat harus mulai berpikir untuk mencegah supaya tidak mengalami berbagai penyakit yang kronis dan juga parah. Seperti halnya pada gangguan hiperlipidemia yang dapat memicu terjadinya penyakit serius seperti jantung, stroke dan lain-lain. Maka penting untuk mulai mencegah terjadinya hiperlipidemia pada tubuh.

Kunci utama yang mungkin dapat Anda lakukan ialah dengan mengubah gaya dan juga kebiasaan hidup Anda. Jika pada saat ini Anda memiliki gaya hidup yang buruk, maka ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih baik sekarang juga. Bagaimanapun juga, gaya hidup yang buruk dapat meningkatkan risiko hiperlipidemia terjadi pada tubuh Anda.

Mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan juga buah-buahan dapat menurunkan risiko gangguan hiperlipidemia. Hindari juga untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh ke dalam produk yang bebas lemak atau rendah lemak. Selain itu, pertahankan berat badan yang sehat dengan rutin berolahraga dan juga berhenti merokok.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai apa itu hiperlipidemia berikut gejala dan penyebabnya. Mengetahui hal ini tentunya sangat penting bagi Anda karena dapat mendeteksi lebih dini akan gangguan hiperlipidemia yang terjadi pada tubuh. Semoga bermanfaat!

Apakah informasi ini bermanfaat?

1 2 3 4 5

Leave a Reply