data-ad-format="auto"

Mengenal Bahaya Kanker Paru-Paru, Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Paru-paru merupakan salah satu organ dalam tubuh yang sifatnya vital kerena fungsinya yang begitu amat penting, yakni sebagai tempat bertukarnya oksigen dan karbon diokasida, yang mana proses ini disebut dengan respirasi.

Organ yang satu ini letaknya dibagian dada. Paru-paru merupakan organ sistem pernapasan dan termasuk kedalam sistem kitaran vertebrata yang bernapas. Fungsi bagian ini adalah menukarkan oksigen dari udara dengan karbondioksida yang berasal dari darah dengan bantuan hemoglobin.

Paru-paru terletak di dalam rongga dada, tepatnya dibagian thoracic cavity. Bagian ini dilindungi oleh struktur tulang selangka dan diliputi oleh dua dinding lapisan yang disebut dengan pleura. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang juga dikenal dengan sebutan rongga pleural yang isinya berupa cairan pleural.

Manusia menghirup udara guna mendapatkan oksigen, akan tetapi tidak semua udara yang dihirup tersebut akan dapat digunakan oleh tubuh, karena dapat tercampur dengan berbagai jenis gas yang berterbangan diudara.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Ketika kita bernapas, paru-paru akan menarik udara dari ruang tenggorokan. Nah, ketika dihembuskan, rangka pada bagian tulang rusuk akan tertarik kebagian daram dan diafragma dibawah tulang rusuk akan bergerak kebagian atas dengan perlahan. Ketika paru-paru menciut, udara yang ada didalam kantung udara sedikit demi sedikit akan terdorong keluar melalui batang tenggorokan. Dengan demikianlah anda akan dapat menghembuskan napas dengan mudah.

Sayangnya sistem yang memiliki fungsi amat vital dalam tubuh ini seringkali mudah terserang oleh penyakit akibat masuknya bakteri, virus dan mikroorganisme lain yang masuk kedalam tubuh, mengendap pada bagian tersebut dan pada akhirnya membuat bagian ini mudah sekali terserang dengan penyakit.

Untuk itulah, penting sekali memperhatikan kebersihan bagian paru-paru dan termasuk seluruh anggota tubuh lainnya agar tidak tercemar dengan kotoran. Karena layaknya sebuah sungai, bagian paru yang tercemar dengan kotoran akan membuat bagian ini rentan terkena penyakit yang mengalami kerusakan.

Ketika bagian paru mengalami masalah dan kerusakan, maka dampaknya akan berbahaya. Adapun dampak yang paling umum yang bisa menandakan jika bagian paru mengalami masalah adalah timbulnya sesak atau kesulitan bernapas.

Bayangkan ketika biasanya anda selalu bernapas dengan mudah dan ringan tanpa adanya halangan, namun dengan tiba-tiba napas anda menjadi begitu sulit dan seolah terasa begitu berat, maka tentunya kondisi ini akan menyiksa anda dan membuat anda kesulitan untuk dapat menjalankan aktivitas seperti pada kondisi yang normal.

Tahukah anda? kerusakan dibagian paru pada umumnya lebih sering diakibatkan oleh kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh si penderita. Salah satu masalah yang dapat menyerang bagian paru adalah timbulnya kanker paru-paru. Kondisi ini lebih sering dipicu karena adanya tumpukan asap rokok yang terjadi dalam jangka panjang. Untuk itulah, perokok terutama kaum laki-laki biasanya akan lebih beresiko terhadap serangan penyakit yang satu ini.

Sama halnya dengan penyakit kanker lainnya kanker paru-paru adalah kondisi kesehatan yang berbahaya bila tidak segera diatasi dan dicari solusinya. Hal ini dikarenakan hubungannya erat dengan bagian pernapasan. Nah untuk mengetahui seperti apa penjelasan lebih lanjut mengenai penyakit kanker paru-paru yang bisa menyerang, mari kita simak dibawah ini.

kanker paru paru

Pengertian Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah tumor ganas atau kanker yang tumbuh dari sel-sel paru baik itu sel yang menyerang bagian paru-paru kanan atau bagian keduanya. Tentu kita telah tahu bahwa paru-paru merupakan sepasang organ yang menggantung dibagian dada kita yang strukturnya mirip dengan sebuah spons yang dapat mengembang dna mengempis sewaktu seseorang bernapas.

Nah, sekarang apa jadinya jika ternyata bagian organ tersebut diserang dengan penyakti kanker, maka tak heran jika kanker paru-paru merupakan salah satu kankaer berbahaya yang resikonya bisa sampai mengancam jiwa si penderitanya.

Kanker paru-paru berasal dari penyebaran kanker lain disebut dengan kanker paru-paru sekunder. Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang sebenarnya dapat dicegah. Paling tidak terdapat 80-90 persen kasus kanker paru-paru yang berhubungan erat dengan kebiasaan merokok seseorang.

Pada tahapan awal gejala atau tanda dari kanker tidaklah nampak terlalu jelas. Namun kemudian gejala yang akan dirasakan adalah berupa batuk yang terjadi secara berkelanjutan sehingga membuat kondisi batuk yang dialami oleh si penderita berangsur memburuk yang membuatnya mengalami batuk berdarah, sering merasakan kelelahan tanpa alasan, adanya penurunan badan dan merasa kehabisan napas bahkan pada saat ia sedang tidak beraktivitas.

Dampak paling besar yang banyak dijumpai pada kasus kanker paru-paru lebih sering dijumpai pada laki-laki. Penyakit kanker yang satu ini bahkan disebut-sebut sebagai kanker paling umum kedua yang diidap oleh pria dan kanker paling umum ketiga yang diidap oleh wanita di Singapura.

Data ini menunjukan bahwasanya fakta para perokok kini bukan hanya terjadi pada kaum pria saja, sebab faktanya wanita pun kini banyak yang menjadi seorang pecandu rokok. Sudah bukan barang tabu lagi ketika kita pergi ke mall atau makan di sebuah restoran atau kafe, maka kita akan dengan mudah menjumpai wanita dengan asiknya tengah menikmati kepulan asap yang dihirupnya dari setiap batang rokok yang dinyalakannya.

Kondisi seperti ini tentu saja menjadi hal yang naas dan begitu miris. Tatkala genderang perang ditabuhkan untuk mengkampanyekan memerangi asap rokok, sebagian malah asik mengotori udara dengan setiap kepulan asap yang mereka hembuskan. Tanpa mereka sadari, dampak merugikan dari asap rokok bukan hanya dirasakan oleh mereka saja, namun juga oranglain yang tak berdosa yang ada disekeliling mereka ikut mencicipi sesak dan pahitnya bau asap rokok yang begitu mengganggu. Dengan demikian, paparan penyakit berbahaya seperti kanker paru-paru pun akan tentu melibatkan mereka orang-orang yang tidak merokok namun terkena dengan paparan asapnya

Kanker paru-paru merupakan salah satu kanker paling umum yang terjadi di dunia dan dapat mempengaruhi setiap orang bahkan mereka yang bukan perokok sekalipun dan dampak dari penyakit ini akan sulit untuk diobati.

Itu sebabnya kita harus sedapat mungkin berusaha untuk mencegah penyakit mengerikan ini agar jangan sampai mengancam orang-orang yang kita sayangi. Untungnya, penyakit kanker ini pun merupakan salah satu penyakit kanker yang bisa dicegah. Dengan menghindari faktor resiko tertentu pencegahan kanker paru-paru dapat secara signifikan mengurangi resiko terkena kanker jenis yang satu ini.

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala yang timbul dari penyakit kanker yang satu ini umumnya akan tergantung pada letak pertumbuhan dan tingkat penyebaran tumor yang sudah terlanjur berkembang dibagian paru. Pada kebanyakan kasus, kanker paru-paru tidak menunjukan gejala pada tahapan awal. Akan tetapi, sebagai gejala umum yang datang pertama kali ketika seseorang mengidap kanker jenis ini biasanya adalah berupa gejala ringan dan akan berlanjut pada gejala yang lebih khusus apabila tingkatannya sudah berlanjut.

Untuk mengetahui secara pasti salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan secara rutin melakukan pemeriksaan medical checkup (MCU). Nah, untuk mengetahui seperti apa saja gejala yang akan muncul menandai penyakit kanker paru-paru diantaranya adalah:

  • Batuk kering yang baru muncul namun tak kunjung sembuh
  • Batuk kronis atau batuk lama terutama pada perokok.
  • Penyakit pneumonia atau bronkitis yang sering berulang
  • Nyeri dada
  • Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak
  • Batuk berdarah
  • Sesak napas
  • Nafas pendek dan bengek seperti orang asma

Gejala lain yang menyertainya:

  • Suara serak/parau.
  • Ujung jari membesar dan terasa sakit
  • Emosi yang tidak stabil, mood berubah-ubah, lesu, depresi
  • Pertumbuhan dada yang tidak normal pada laki-laki
  • Berat badan menurun dan kehilangan nafsu makan
  • Nyeri tulang
  • Sakit kepala

Bila seseorang mengalami salah satu atau beberapa gejala yang disebutkan diatas maka tidak selalu berarti doagnosa diarahkan pada kanker paru-paru. Karena gejala diatas sifatnya umum dan bisa saja merupakan gejala yang mengindikasikan adanya penyakit paru lain atau karena efek samping dari rokok yang bersifat sementara.

Untuk itulah sebaiknya periksakan atau berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi tepat apakah anda menderita kanker paru-paru atau tidak. Dengan diagnosa yang tepat, maka pengobatan yang lebih lanjut akan bisa diberikan oleh dokter.

Penyebab Kanker Paru-Paru

Penyebab kanker paru-paru pada umumnya beragam dan banyak dipicu oleh berbagai faktor. Akan tetapi dalam kebanyakan kasus kebiasaan merokok lebih sering meningkatkan resiko seseorang terhadap serangan penyakit yang mematikan ini. Nah, untuk mengetahui lebih jelas apa saja pemicu atau faktor yang dapat membuat seseorang terkena serangan kanker paru-paru, maka simak dibawah ini.

Asap Rokok

Perokok pasif dan aktif sama-sama memiliki resiko tinggi terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan setiap rokok mengandung ribuan zat yang tidak baik untuk kesehatan. Rokok dan kanker paru-paru begitu erat saling berkaitan. Merokok adalah satu dari sekian banyak penyebab kanker paru-paru yang paling banyak dijumpai. Saking bahaya dampak dari rokok banyak yang menyebut bahwa semakin banyak rokok yang anda isap maka semakin cepat pula anda mengalami kanker.

Misalkan, bila anda merokok sebanyak 20 batang dalam satu hari maka anda akan meningkatkan resiko terkena serangan kanker dalam 20 tahun kemudian. Sementara itu bila anda merokok sebanyak 40 batang dalam satu hari maka anda mungkin akan meningkatkan resiko paparan kanker paru dalam 10 tahun ke depan.

Bukan hanya yang secara aktif merokok orang yang secara tidak sengaja menghisap kepulan asap rokok dan berlangsung dalam jangka waktu panjang mereka pun akan bersiko terkena kanker paru. Untuk itulah resiko besr terhadap penyakit yang satu ini bukanlah terfokus hanya pada para perokok tapi lebih kepada rokok itu sendiri.

Bagi seorang yang tidak pernah merokok resiko terkena serangan penyakit kanker paru-paru kecil, akan tetapi sedikit meningkat pada orang yang terpapar oleh asap rokok dari orag lain secara teratur. Karena rokok adalah penyebab utama penyakit kanker paru-paru bisa menyerang, maka menghindarinya adalah solusi bijak dalam hal ini.

Asap tembakau pada rokok merupakan campuran yang rumit yang terdiri dari ribuan zat berbeda yang hampir keseluruhan zat tersebut tidaklah baik untuk kesehatan. Beberapa zat didalamya termasuk adiktif nikotin, amonia, hidrogen sianida, zat stimulan adalah zat-zat yang akan meracuni tubuh manusia dan elemen tar yang terbakar dalam rokok diketahui menjadi salah satu penyebab rokok adalah pemicu kanker paru-paru.

Jika perokok aktif adalah seseorang yang memiliki ketergantungan terhadap rokok namun bagi anda yang bukan perokok anda bisa dikatakan sebagai perokok pasif bila anda sering terpapar dengan asap rokok.

Perokok pasif adalah seseorang yang berada dilingkungan perokok, seperti halnya ibu hamil atau anak-anak yang dibawa serta ke lingkungan merokok oleh ayah mereka. Hal inilah yang membuat si anak dan si ibu hamil bisa dikatakan seorang perokok pasif karena menghirup asap rokok dari ayah atau suami mereka yang seorang perokok.

Paparan Abses

Orang yang terkena paparan abses memiliki resiko yang lebih besar terkena serangan kanker paru-paru dibandingkan mereka yang tidak terserang paparannya. Paparan yang dimaksud ini adalah paparan yang masuk melalui saluran napas atau udara.

Resiko Pekerjaan

Tempat atau lingkungan kerja yang tidak sehat juga akan dapat memicu resiko penyakit kanker yang satu ini. Lingkungan yang kurang sehat seperti adanya paparan zat atau partikel berbahaya adanya arsen, radiasi dan beberapa paparan bahan kimia lainnya aka membuat resiko terkena penyakit kanker paru bisa meningkat pada seseorang. Selain itu, debu dan asap dari nikel, logam, kromium adalah salah satu penyebab dari timbulnya kanker paru-paru.

Usia

Meskipun penyakit ini lebih sering dialami oleh orang dewasa, akan tetapi bukan tidak mungkin remaja atau orang yang lebih muda pun akan dapat mengalami resiko kanker yang satu ini. Seseorang dengan usia 40 tahun keatas, memiliki resiko serangan lebih tinggi terhadap penyakit yang satu ini.

Kanker paru-paru pada umumnya tidak akan dapat dideteksi sampai kondisi ini berada pada stadium yang lanjut. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini pun akan dapat didiagnosa sejak awal meski kemungkinannya akan relatif kecil. Untuk sebab itulah, sebaiknya segera periksakan kesehatan ke dokter untuk mengetahui bila gangguan kesehatan yang menakutkan ini menyerang anda.

Semakin cepat pengobatan dilakukan, maka akan semakin baik dampaknya. Sebuah pengobatan mungkin akan dapat berhasil jika dilakukan sejak dari awal. Ketika kanker paru-paru menyebar kedalam bagian tubuh lain seperti organ tubuh lainnya dan tulang, proses ini biasanya disebut dengan 'metastasizing' dengan tanda seperti berikut ini:

  • Penyakit kuning ( mata, kuku, dan kulit berwarna kuning)
  • Sakit dan nyeri tulang yang hebat
  • Mati rasa di kaki
  • Pembengkakan permukaan kulit
  • Sakit kepala

Penanganan Pada Kanker Paru-Paru

Pengobatan kanker paru-paru akan sangat tergantung pada jenis kanker yang dialami oleh si penderita. Tingkat penyebaran kanker dan kondisi kesehatan si penderita juga akan berpengaruh terhadap metode pengobatan dan penanganan kanker yang satu ini.

Ketika berobat ke dokter biasanya pada kondisi yang sudah berlanjut dokter akan melakukan bedah operasi guna mengangkat kanker. Hal ini dilakukan jika sel kanker belum menyebar secara luas kebagian tubuh lainnya. Akan tetapi bila kondisi kesehatan si pasien tidak memungkinkan untuk melakukan bedah operasi pengangkatan maka biasanya penanganan lainnya akan bisa diterapkan. Proses yang dimaksud adalah penghancuran sel kanker dengan cara radioterapi yang dijalankan oleh dokter.

Pada intinya kesembuhan kanker paru-paru akan bergantung pada penyebaran kanker dalam tubuh dan kapan diagnosis kanker diketahui. Untuk itulah semakin cepat diagnosis dilakukan maka kemungkinan dari keberhasilan pengobatan akan semakin tinggi.