data-ad-format="auto"

Mengenal Penyakit Pleuritis, Ciri dan Penyebabnya

Pleuritis adalah peradangan yang terjadi dibagian dalam pleura.

Penyakit ini seringkali disebut dengan radang selaput dada. Hal ini dikarenakan, pleura sendiri merupakan selaput yang menempel dibagian paru-paru dan tulang rusuk yang fungsinya adalah untuk memisahkan kedua organ ini. Kedua lembaran selaput pada pleura dilengkapi oleh lapisan cairan yang membantu mengurangi gesekan pada saat kita bernapas. Ketika peradangan terjadi, lapisan cairan tersebut akan menjadi lengket dan permukaan selaput pleura menjadi kasar, sehingga akan timbul perasaan nyeri sewaktu si penderita bernapas. Gejala pleuritis perlu sekali dikenali sejak dini, guna menghindari adanya komplikasi yang tidak diinginkan.

Pleuritis atau radang selaput dada terjadi akibat kedua lapisan pleura mengalami peradangan akibat adanya infeksi tertentu yang menyerang bagian ini.

Dalam hal ini, pleura berfungsi untuk dapat melindungi paru-paru dan mengurangi timbulnya gesekan diantara kedua bagian tersebut pada saat bagian paru mengembang pada proses pernapasan. Kedua bagian lapisan yang dimaksud yakni lapisan pleura visceral sedangkan bagain lapisan lainnya dikenal dengan pleura parietal yang membetuk lapisan untuk menutupi bagian dinding dalam dada. Cairan dari pleura-lah yang akan melumasi kedua bagian lapisan ini.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Akumulasi efusi dari pleura seringkali erat hubungannya dengan radang selaput dada. Hal ini dikarenakan kelebihan cairan dibagian rongga pleura, juga dikenal denga air di sekitar paru-paru. Kondisi ini akan dapat mengindikasikan penyakit paru-paru yang mendasari seperti halnya pneumonia, influenza atau flu dan bahkan tuberkulosis. Gejala penyakit pleuritis ini pun akan dapat terlihat pada orang yang menderita penyakit asbestosis, rematik dan masih banyak lagi.

Gejala Pleuritis

Meski pleuritis dapat mempengaruhi semua orang dalam segala umur, akan tetapi kondisi ini akan lebih rentan menyerang orang-orang manula yang berusia 65 tahun keatas. Seseorang dalam kelompok usia ini akan lebih rentan terkena infeksi bagian dada.

Nah, untuk itulah, mencermati tanda-tanda atau ciri dari penyakit pleuritis adalah hal penting dan menjadi tahapan awal untuk dapat membantu menghindari adanya komplikasi yang terjadi. Gejala dari penyakit ini, umumnya diklasifikasikan lebih lanjut sebagai tahap awal dan tahapan yang parah, tergantung pada intensitas kondisinya sendiri. Untuk mengetahui seperti apa saja gejala dari penyakit pleuritis ini, mari simak dibawah ini.

pleuritis pada manusia

Gejala Pada Tahapan Awal:

  1. Sakit dada. Kondisi ini adalah salah satu tanda yang dapat mencirikan penyakit pleuritis yang menyerang seseorang. Rasa sakit yang dirasakan bisa terjadi sewaktu si pendeirta mencoba mengambil napas yang dalam. Kondisi sakit ini, umumnya didahului dengan timbulnya rasa terbakar atau nyeri dibagian paru sebelum muncul sakit napas.
  2. Batuk kering. Kondisi selanjutnya yang akan dialami oleh si penderita adalah batuk kering yang diikuti dengan sesak napas. Batuk yang serupa, kadang pula disertai dengan dahak atau darah yang keluar.
  3. Demam. Kondisi ini akan mengikuti beberapa kondisi yang telah dirasakan diatas. Demam biasanya diikuti dengan berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badah dan kedinginan.

Itulah dia beberapa gejala yang muncul sebagai tanda pada tahapan awal. Untuk mengetahui tanda atau gejala pada tahapan yang lebih parah, simak dibawah ini.

Gejala Pleuritis Pada Tahapan yang Lebih Parah:

  1. Timbulnya perasaan mudah letih
  2. Sesak dibagian dada yang diikuti perasaa nyeri
  3. Demam yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama
  4. Denyut jantung yang berdetak lebih cepat daripada keadaan normal.

Setelah mengetahui beberapa gejala diatas, maka penting sekali untuk si penderita dapat segera menghubungi dokter guna memeriksakan kondisinya lebih lanjut. Pemeriksaan oleh dokter, tentu akan menghasilkan diagnosis yang tepat sehingga penanganan yang lebih cepat bisa segera didapatkan, terutama bila si penderita sudah mulai mengalami rasa sakit yang berlebihan dan merasakan mual atau mengalami batuk disertai dengan darah.

Apa Itu Penyebab Pleuritis

Penyebab utama dari pleuritis adalah akibat adanya infeksi virus dari suatu penyakit yang telah diderita sebelumnya. Yang mana penyakit ini akan menyebar menuju pleura atau selaput pemisah paru-paru dengan tulang rusuk.

Adapun beberapa virus yang akan dapat menyebabkan kondisi ini terjadi, diantaranya adalah virus influenza sebagai penyebab dari sakit flu, virus parainfluenza sebagai penyebab dari sakit krup pada anak dan juga virus Epstein-Barr yakni virus yang memicu adanya demam kelenjar.

Akan tetapi, selain dari paparan virus, bakerti pun dapat menyerang bagian pleura dan menyebabkan bagian tersebut mengalami inflamasi atau peradangan, salah satu bakteri yang dapat menimbulkan peradangan tersebut yakni adalah bakteri streptokokus.

Perlu diketahui, bakteri ini pun merupakan salah satu penyebab penyakit paru-paru lain yakni pneumonia atau paru-paru basah. Akan tetapi, selain beberapa penyakit tersebut, bakteri yang sama juga menjadi penyebab penyakit infeksi kulit selulitis, serta impetigo. Selain bakteri jenis streptokokus, bakteri stafilokokus yang umumnya ditemukan dalam kasus sepsis, infeksi kulit dan juga keracunan makanan adalah salah satu bakteri yang juga dapat memicu timbulnya pleuritis pada si pendeerita.

Bukan hanya itu, penyakit pleuritis atau peradangan selaput dada ini seringkali disebabkan oleh adanya komplikasi dari sebuah kondisi, misalnya seperti melemahnya bagian sistem kekebalan tubuh akibat adanya penyakit HIV dan AIDS. Atau bahkan pada kondisi kebalikannya, yakni ketika adanya peningkatan produksi antibodi yang terjadi dengan tidak terkendali sehingga justru kondisi ini menyerang jaringan yang sehat pada tubuh. Pada kasus ini, penderita yang mengalami kondisi seperti ini diantaranya bisa dijumpai pada penderita penyakit lupus dan juga penyakit lain yakni rheumatoid arthritis.

Pleuritis yang terjadi sebagai akibat dari adanya komplikasi pun bisa terjadi pada beberapa kasus, seperti halnya:

  • Efek samping pengobatan radioterapi atau kemoterapi.
  • Penyakit kanker paru-paru.
  • Cedera pada rusuk yang mengenai pleura akibat benturan.
  • Penyakit anemia sel sabit.
  • Pembekuan darah di dalam paru-paru atau penyakit emboli paru.
  • Diagnosis Penyakit Pleuritis

Dikarenakan timbulnya pleuritis didasari oleh kondisi-kondisi lainnya dalam tubuh, maka diagnosis yang dilkukan oleh dokter pada umumnya ditujukan guna mencari tahu sumber dari penyakitnya, serta difungsikan agar tim medis bis amemberikan pengobatan yang tepat.

Adapun beberapa jenis diagnosis yang dilakukan diantaranya adalah:

  • Dilakukan tes darah guna melihat jika terjadap infeksi atau gangguan pada bagian sistem kekebalan tubuh si penderita.
  • Biopsi untuk meneliti sampel pleura.
  • Pemindaian beberapa tes yang dilakukan yang bertujuan guna melihat kondisi paru-paru melalui gambar yang dihasilkan, misalkan seperti menentukan apakah ada penggumpalan darah didalam organ paru sehingga memicu adanya nyeri atau apakah penumpukan cairan yang merujuk pada komplikasi efusi pleura. Adapun alat pemindai yang digunakan untuk mengetahui kondisi ini diantaranya adalah CT scan, X-ray dan juga USG.

Pengobatan Pleuritis

Pengobatan pleuritis pada umumnya akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya. Bila ternyata, penyebabnya adalah adanya infeksi virus, maka biasanya tidak diperlukan obat-obatan untuk menangani penyakit ini. Sebab pada dasarnya pleuritis ini akan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari dengan syarat si penderita haruslah mendapatkan istirahat yang cukup dirumah. Akan tetapi, bila penyakit pleuritis ini rupanya disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan lebih lanjut akan dianjurkan pada si penderita.

Demikianlah penjelasan secara menyeluruh mengenai penyakit pleuritis. Semoga penjelasan diatas dapat menambah wawasan anda dan bermanfaat untuk kita semua.

Loading...

Follow us